P. 1
Teknologi Bangunan Pintar

Teknologi Bangunan Pintar

|Views: 78|Likes:
Published by Ansah Ridhwan

More info:

Published by: Ansah Ridhwan on Jul 05, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/30/2013

pdf

text

original

NAMA NIM KELAS MATKUL

: RAMDHAN FAIZAL MUBAROK : 091144019 : 4 – TPPG : SOB (SISTEM OTOMASI BANGUNAN)

TEKNOLOGI BANGUNAN PINTAR

Pengenalan- Manajemen Enerji Lebih dari 85 % enerji pada gedung digunakan untuk masalah temperatur yaitu untuk pemanas dan pendingin. Tepat jika desaiin sebuah gedung menyertakan kebersihan dan mengefisiensikan penggunann teknologi, hal ini bisa mengurangi konsumsi enerji di masa depan demi kebaikan masyarakatnya. Sumber enerji fosil dalam bangunan gedung dapat menghasilkan 22% CO2 dalam EC. Dengan adanya Desain Bangunan Pintar dapat mengurangi pengoprasian gedung dan dapat mengurangi penggunaan enerji. Enerji dalam bangunan Lingkungan luar dari gedung seringkali tidak sesuai dengan kenyamanan manusia, maka dari itu desain gedung atau lingkungan indoor harus membuat nyaman manusia. Dikarenakan demi kenyamanan lingkungan maka bangunan harus dilengkapi dengan Pemanas, Pendingin, Pencahayaan, Tata Udara dan lainya. Tujuan dari manajemen enerji dan manajer bangunan adalah mengedintifikasi stok enerji yang digunakan apakah berlebihan. THERMAL COMFORT Thermal Comfort (Kenyamanan Temperatur) Faktor yang mempengaruhi kenyamanan terdapat dua faktor yaitu faktor personal (aktifitas dan sesuatu yang dipakai oleh badan). Kemudian faktor lingkungan yaitu temperatur udara, udara yang mencolok, Angin, dan Kelembapan udara. Selain faktor diatas terdapat juga index yang menentukan kenyamanan terhadap temperatur yaitu : 1. Direct Indices 2. Rationally derived indices 3. Empirical indices Thermal Comfort-PMV Index PMV index (Predicted Mean Vote) adalah index yang berasal dari prediksi dan voting dari sebagian besar kelompok manusia, dan terdapat output skala angka yang dikeluarkan. Skala tersebut adalah : +3 Hot, +2 Warm, +1 Slightly Warm, 0 Neutral, -1 Slightly Cool, -2 Cool, -3 Cold.

Sinar matahari langsung 2. Iluminasi sangat mempengaruhi kenyamanan fungsi ruangan. Terdapat standar level iluminasi pencahyaan yang didasarkan pada jenis temat dan aktivitas. waktu dan kesempatan. dan refleksi dari permukaan dengan ruangan. mengoprsikan peralatan dan produk dengan mempertimbangkan kebersihan. Dan kalkulasi daylight berdasarkan Sinar matahari langsung(sky component). Refleksi cahaya dari lingkungan. Cahaya yang tersebar di langit 3. Keindahan suatu desain dan pemanfaatan cahaya luar di siang hari sangatlah penting. Faktor Daylight dimaksudkan untuk menentukan level dari pencahayaan dalam ruangan. Sebuah aktifitas juga sangat berpengaruh terhadap pencahayaan.VISUAL COMFORT Faktor yang menentukan kenyamanan visual adalah Syarat syarat dalam pencahayaan. KUALITAS UDARA RUANGAN Kualitas udara ruangan yang baik mempunyai fungsi berdasarkan parameter. dll. Standar itu dibuat oleh ASHRAE. Pencahayaan dan luminasi yang paling baik adalah pencahayaan matahari. . Pencahayaan manusia dipengaruhin oleh umur. yaitu : desain yang baik dan perawatan yang terus menerus terhadap RHVAC. menghilangkan ketidaknyamanan. CIBSE. Refleksi dari cahaya permukaan luar. sehingga lebih baik jika perencanaan bangunan terdapat material kaca yang dapat memanfaatkan sinar matahari. tepat warnanya. mempertimbangkan sumber dari polusi udara terutama kegiatan penghuni. Level Penerangan Lokasi Koridor/Toilet Restoran/Kantin Perpustakaan/Ruangan Kelas Kantor Ruangan Kerja Ruang Menggambar Ruang Rapat 100-150 200 300 500 500 500-750 1500 Level Penerangan (Lux) Penncahayaan alami datang dari tiga arah yaitu : 1. dan lainya. gender. Pencahayaan yang baik adalah sesuainya intensitas dan luasan dari iliminasi area tersebut. Menggunakan material yang tidak beracun.

Garis edar matahari dan perlindungan oleh awan mempengaruhi terhadap permukaan material bangunan. vegetasi dan alam sekitar. Jadi pembangunan sebuah gedung jangan di sembarang tempat. angin. dan dasar dari pembuatan bangunan dalam tata udara harus diperhatikan. agar matahari tidak langsung mengenai penghuni maka pilihlah material yang dapat menahan radiasi matahari. Sumber lain adalah kegiatan penghuni yang dapat menegluarkan polusi secara langsung yaitu : Memasak. Macroclimate adalah bagian dari iklim umum yang mempunyai bermacam-macam karakter suhu.Pembuat Polusi ruangan Beberapa sumber polusi. dan mendung. Pada iklim yang panas kelembaban dari suatu ruangan sangat penting. cat. Fan tersebut merupakan sistem HVAc dari suatu bangunan. . IKLIM Desain terhadap iklim dalam bangunan mengacu terhadap parameter iklim yang mempengaruhi kenyamanan ruangan dan konsumsi enerji dari gedung. kelembapan. Contohnya adalah jendela dan pintu. Material bangunan dan pelengkapnya terkadang dapat mengeluarkan polusi dengan singkat ataupun terus menerus. Hujan. karena hal tersebut dapat menrusak tatanan iklim jika lahan vegetasi dijadikan lahan pembangunan gedung. Dan jika kita bisa mengetahui karakter iklim dalam daerah tersebut maka kita akan lebih mudah untuk mendesain bangunan. pengoperasian mesin dan peralatan. produk pembersih. sinar matahari.  Ventilasi mekanik adalah ventilasi yang dapat mensuplai udara dengan fan atau blower. Kecepatan dan arah angin sangat mempengaruhi terhadap kehilangan suhu pada saat musim panas. ventilasi Terdapat dua tipe ventilasi yaitu natural dam mekanik. Diantaranya :  Temperatur Udara  Kelembapan  Kecepatan dan arah angin  Jumlah radiasi matahari dan garis edar matahari  Gelombang radiasi dari gedung lain Temperatur luar ruangan memberikan efek yang besar terhadap hilangnya suhu dalam ruangan karena konduksi langsung dari tembok dan atap dari gedung. Faktor iklim regional sangat dipengaruhi oleh topografi.  Ventilasi natural adalah ventilasi yang dapat memberikan ruang pergerakan terhadap udara yang masuk dan keluar. merokok. dan hal tersebut harus bisa dimanfaatkan sebagai tata udara. penggunaan bahan pelarut. dengan kelembapan tersebut akan mengurangi terjadinya dehidrasi pada penghuni ruangan.

d. Koefisien tersebut berfungsi sebagai . pencahayaan. 2. Rumus dari Heat Transfer Conduction T1>T2 Q= -k. Sistem ilmu ukur Kecepatan aliran cairan Sifat fisik zat cair Kemungkinan perbedaan suhu.Dengan cara menjalankan setiap komponen tersebut kita dapat memberikan konsumsi enerji yang sedikit dan ramah lingkungan. 3.C Radiation . Rata-rata dari perpindahan suhu pada perbedaan temperatur antara fluid dan permukaan yang dikonveksi adalah koefisie h. 1. Performa dari pemanasan dan tata udara. pintu dan jendela. Perpindahahn panas disebabkan oleh perbedaan suhu yanng melewati selubung bangunan. Enerji dan suhu luar ruangan begitu tinggi dan ketika melewati selubung maka suhu tersebut menjadi rendah. Bagaimanapun bangunan secara umum dipengaruhi oleh selubung dan pemilihan selubung yang baik akan mempengaruhi dalam iklim manapun baik musim panas ataupun musim dingin. . Perpindahan panas (konduksi) dalam bangunan dipengaruhi oleh envelov atau selubung dari bangunan seperti dinding. Heat Transfer    Conduction .(T2-T1) Konveksi juga adalah proses dari perpindahan panas berdasarkan gabungan aksi dari penyimpanan enerji dan macam-macam aktivitas.R Convection . daerah bukaan dan shading akan bisa harmonis terhadap iklim luar jika terdapat manemen dan kontrol yang baik oleh perencana dan pengguna dari bangunan tersebut.PENGARUH IKLIM Selubung Bangunan Selubung bangunan sangat berpengaruh terhadap dampak iklim luar.C Heat Transfer Conduction Konduksi adalah proses perpindahan dan perubahan suhu yang diakibatlan oleh beberapa molekul. 4. selalu pada arah dan temperatur yang berbeda jauh.

Ts>Tœ Tœ = moving fluid Q= -hc. Radiasi juga bisa diserap oleh material sehingga pada malam hari dapat dikelurkan dan memberikan ketidaknyamanan bagi penghuni. is given by : Q=m. radiasi seringkali datang dari pancaran sinar matahari terhadap material bangunan. Pada bangunan radiasi sering terjadi pada materila yang transparan. Perpindahan panas lewat radiasi terjadi ketika tubuh berubah dan mengeluarkan enerji dari dalam.ρ.cp. ΔT . j/kgK).T14 Thermal Storage Kemampuan material untuk menyebarkan enerji adalah karkter dari pemanasan spesifik (cp.( Tœ-Ts) Radiasi-Perpindahan Panas Seluruh tubuh dapat memancarkan radiasi. untuk perubahan suhu adalah ΔT. Pemanasan spesifik dari material dapat diartikan jumlah pemanasan yang dibutuhkan untuk mencapai unit masa dari material sampai 0 derajat. m. Pemanasan tersebut tersebar pada masa material. Q1 = ɛ.ρ. Hasilnya adalah suhu tersebut meneluarkan gelombang eleoktromagnetik.T14 Q2 = ɛ.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->