DASAR GAMBAR PROYEKSI

ELK-DAS.02 40 JAM

Penyusun : TIM FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

EDISI 2001

ii

KATA PENGANTAR

Modul dengan judul “DASAR GAMBAR PROYEKSI” merupakan bahan ajar yang digunakan sebagai panduan praktikum peserta diklat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk membentuk salah satu bagian dari kompetensi Menggambar Teknik pada Bidang Keahlian Teknik

Elektro. Modul ini merupakan modul seri kedua yang berisi tentang prinsipprinsip proyeksi dan beberapa jenis proyeksi yg digunakan dalam gambar teknik. Kegiatan belajar 1 berisi Prinsip Kotak Proyeksi. Kegiatan Belajar 2, 3, dan 4 mencakup Proyeksi Eropa dan Amerika, Proyeksi Aksonometri, Proyeksi: Miring, Kabinet, Kavalier dan Perspektif. Modul ini mendasari dua seri modul selanjutnya yaitu Menggambar

Teknik Listrik dan Elektronika, dan Interpretasi Gambar Teknik.

Yogyakarta, Nopember 2001 Penyusun. Tim Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta

ii

DESKRIPSI MODUL

DASAR GAMBAR PROYEKSI merupakan modul praktikum berisi tentang prinsip proyeksi dan beberapa jenis proyeksi yang digunakan dalam gambar teknik. Modul ini terdiri dari 4 (empat ) kegiatan belajar. Kegiatan Belajar 1 menjelaskan tentang prinsip proyeksi. Kegiatan Belajar 2, 3, dan 4 mencakup beberapa jenis proyeksi yang digunakan dalam gambar teknik yang meliputi Proyeksi Eropa, Proyeksi Amerika, Proyeksi Aksonometri, Proyeksi Miring, Kabinet, dan Perspektif. Dengan menguasai modul ini diharapkan peserta diklat mampu menggambar obyek (benda) ke dalam berbagai bentuk proyeksi.

iii

PETA KEDUDUKAN iv .

v Peserta diklat telah memahami standardisasi gambar teknik. yaitu: v Peserta diklat telah memahami peralatan dan bahan gambar teknik. v Peserta dikat mampu menggunakan dan merawat peralatan dan bahan gambar teknik. v .PRASYARAT Untuk melaksanakan modul DASAR GAMBAR PROYEKSI memerlukan persyaratan yang harus dimiliki peserta diklat.

................................................................................................ KATA PENGANTAR ......................... DAFTAR ISI ............................................................................................. Kesehatan dan Keselamatan Kerja ..................................... Lembar Informasi ................. Langkah Kerja .................................................................................................................................... PERISTILAHAN / GLOSSARY ............................................................................................................................. PETA KEDUDUKAN MODUL .............................................................. 2.......................... Tujuan Akhir .... PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL .................................................................................................................................................................... Lembar Latihan .................................................... Kesehatan dan Keselamatan Kerja .........................................DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL .............. KEGIATAN BELAJAR 2 ............................................................................................................................. Lembar Kerja .................................... Lembar Kerja ............................... Langkah Kerja ............................................................. TUJUAN ................................................................................................................................................................. 1........................................ Lembar Kerja ........... Lembar Latihan ................................................ Lembar Informasi .......................................................... PRASYARAT ............... Lembar Latihan ................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................ Kesehatan dan Keselamatan Kerja ..................................................... DESKRIPSI JUDUL .................................. KEGIATAN BELAJAR 1 ................. Tujuan Antara ................................................................... Lembar Informasi .......................................................................... i ii iii iv v vi viii ix x x x 1 1 5 5 5 6 7 7 14 14 14 15 16 16 19 20 20 21 vi ................................................................................................................................................................................. KEGIATAN BELAJAR 3 .................................................................................................................................... Langkah Kerja .

......................................................... Lembar Kerja ...................................... Kunci Jawaban Kegiatan Belajar 1 ......................................................................................................................................................................................... LEMBAR KUNCI JAWABAN ... Kesehatan dan Keselamatan Kerja ......................................................................................... LEMBAR EVALUASI ........................................... Lembar Latihan .................................................................................................................................................. Kunci Jawaban Kegiatan Belajar 3 ..............................................................................................................................KEGIATAN BELAJAR 4 ......... Langkah Kerja ................. Lembar Informasi ............ Kunci Jawaban Kegiatan Belajar 2 ................................... Kunci Jawaban Lembar Evaluasi .................................................................. DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................................ Kunci Jawaban Kegiatan Belajar 4................. 22 22 25 26 26 27 28 29 29 29 30 30 32 33 vii .................................

viii .PERISTILAHAN / GLOSSARY Bahasa Teknik :(Bahasa untuk sarjana teknik) yaitu sebuah alat untuk menyatakan maksud dari seorang sarjana teknik yang berupa gambar. teknik yang diwujudkan dalam kesepakatan Proyeksi : suatu cara untuk menyajikan sebuah benda tiga dimensi pada sebuah bidang dua dimensi. Gambar : bahasa simbol. : cara menggambar dengan proyeksi Amerika. Cara “E” Cara “A” : cara menggambar dengan proyeksi Eropa.

Pensil e. Unit mesin/meja gambar b. Kembalikan semua peralatan praktik yang digunakan. ix . Sablon huruf. dsb.PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mempelajari modul ini : 1. 4. busur. Rapido f. Alat lain: penghapus. Penggaris c. bentuk (geometri). Cermatilah langkah langkah kerja pada setiap kegiatan belajar sebelum mengerjakan. Persiapkan alat dan bahan sebagai berikut: a. pita isolasi. Bacalah dengan seksama lembar informasi pada setiap kegiatan belajar. 3. Kertas gambar g. simbol d. jangka. Buatlah sudut keterangan gambar(stucklyst) lebih dahulu sebelum mulai menggambar. 5. bila belum jelas tanyakan pada instruktur. 2.

x . Tujuan Akhir Peserta diklat dapat menggambar obyek (benda) ke dalam berbagai macam sistem proyeksi.TUJUAN 1. 2. 2. Peserta diklat dapat memahami prinsip kotak proyeksi. 3. Peserta diklat dapat menggambar obyek dengan proyeksi miring. Tujuan Antara 1. kavalier dan perspektif. Peserta diklat dapat menggambar obyek dengan proyeksi aksonometri. kabinet. 4. Peserta diklat dapat menggambar obyek dengan proyeksi Eropa dan Amerika.

dan C. B. Titik-titik D dan E pada bidang E disebut proyeksi dari titik A. Jika titik A dihubungkan dengan titik-titik B dan C oleh garis-garis lurus. Jika titik penglihatannya berada di tak terhingga. dan diantaranya terdapat sebuah bidang datar P. cara proyeksinya disebut proyeksi orthogonal. maka bidang P akan dipotong oleh garis AB di D dan AC di E. bidang P disebut bidang proyeksi dan titik A disebut titik penglihatan. Pada Gambar 1 terdapat tiga buah titik A. Dalam hal ini proyeksinya disebut proyeksi sejajar. seperti pada Gambar 2(b). merupakan bahasa teknik.KEGIATAN BELAJAR 1 PRINSIP KOTAK PROYEKSI Lembar Informasi Gambar proyeksi. Proyeksi 1 . seperti pada Gambar 2(a). cara proyeksi ini disebut proyeksi miring. Untuk menyajikan sebuah benda tiga dimensi pada sebuah bidang dua dimensi dipergunakan cara Gambar 1. Garis lurus AB dan AC disebut garis proyeksi. maka garis-garis proyeksi atau garis-garis penglihatan menjadi garis-garis sejajar. Dan bila garis-garis proyeksi membuat sudut dengan bidang proyeksi P. maka proyeksi dari benda ini pada bidang proyeksi P disebut proyeksi perspektif. Jika sebuah benda dilihat dari sebuah titik penglihatan O. Bila pada proyeksi sejajar garis-garis proyeksi berdiri tegak lurus pada bidang proyeksi P.

Dengan menggabungkan gambar-gambar proyeksi tersebut dapatlah diperoleh gambaran jelas dari benda yang dimaksud. dan dapat ditambah dengan bidang bantu dimana diperlukan. Cara penggambaran demikian disebut proyeksi orthogonal.Gambar 2. Bendanya diproyeksikan secara orthogonal pada tiap-tiap bidang proyeksi untuk memperlihatkan benda tersebut pada bidang-bidang dua dimensi. Biasanya diambil tiga bidang tegak lurus. yaitu gambar orthogonal dan gambar piktorial. Proyeksi Orthogonal (Gambar Pandangan Majemuk) Gambar proyeksi orthogonal dipergunakan untuk memberikan informasi yang lengkap dan tepat dari suatu benda tiga dimensi. terutama sekali bidang yang penting diletakkan sejajar dengan bidang proyeksi vertikal. Cara menggambarkannya diperlihatkan pada Gambar 3 antara benda dan titik penglihatan di tak terhingga diletakkan pada sebuah bidang tembus pandang sejajar dengan bidang yang akan digambar. Proyeksi dari Sebuah Benda Benda-benda tiga dimensi di bidang teknik elektro dapat disajikan melalui dua gambar utama. Pada Gambar 3 bidang tembus pandang diambil vertikal. Proyeksi orthogonal pada umumnya tidak memeberikan gambaran lengkap dari benda hanya dari satu proyeksi saja. Oleh karena itu diambil beberapa bidang proyeksi. Apa yang dilihat 2 . Untuk mendapatkan hasil demikian bendanya diletakkan dengan bidang- bidangnya sejajar dengan bidang proyeksi.

empat atau lebih gambar demikian digabungkan dalam satu kertas gambar. pada bidang proyeksi vertikal sebelah kiri atau kanan (Gambar 4. Dengan cara demikian benda tadi dapat diproyeksikan pada bidang proyeksi horizontal. dan terdapatlah suatu susunan gambar yang memberikan jelas dari benda yang dimaksud. Proyeksi Orthogonal 3 . Susunan pandangan-pandangan dapat dilihat pada Gambar 5. Gambar 3. maka gambar pada bidang tembus pandang ini disebut pandangan depan.). Tiga. Proyeksi Orthogonal Jika benda tersebut dilihat dari depan. Gambar 4. yang akan dibahas lebih lanjut pada bab berikutnya.pada bidang tembus pandang ini merupakan gambar proyeksi dari benda tersebut.

Dengan gambar piktorial semua obyek (benda) digambar dalam bentuk tiga dimensi. mengajukan rencana atau menuangkan idenya dalam gambar. Benda-benda yang digambar dengan metode piktorial biasanya berupa gambar bagan (sket) oleh karena itu harus dilakukan sebisa mungkin tanpa pertolongan mistar sebagai pengukur maupun sebagai penggaris. Gambar Piktorial dalam Rakitan Elektronik 4 .Gambar 5. Gambar 6. Susunan Pandangan Proyeksi Orthogonal Gambar Piktorial Gambar piktorial (gambar ruang) adalah bentuk alat komunikasi tertulis dalam bentuk gambar yang pertama kali digunakan. sehingga orang yang kurang terdidik dalam menggambar teknik akan dapat membaca. Contoh gambar piktorial secara umum dapat diperlihatkan pada Gambar 6.

. d... Gambar Isometri........... Lembar Kerja Alat dan Bahan 1................... Penghapus .................... Rekatkanlah kertas gambar dengan isolasi pada sudut kertas gambar! 3................. Gambar Oblique................... 2. Berdo’alah sebelum memulai kegiatan belajar! 2................... 1 buah 1 buah 1 set 1 set 1 buah 1 set 1 lembar Kesehatan dan Keselamatan Kerja 1.................. Buatlah garis tepi dengan ketebalan dan lebar sesuai dengan ukuran kertas! 4........ 6............................. Gunakanlah peralatan gambar sesuai fungsinya dan dengan hatihati! Langkah Kerja 1......... Penggaris ........................................... Sepasang mistar segitiga ................... 7... Gambar Dimetri........ Pensil Mekanik .......... Siapkanlah alat dan bahan yang akan digunakan! 2............... Gambar Perspektif......................... c................... Kertas gambar ukuran A 3 .... Bacalah dan pahami petunjuk praktikum pada setiap lembar kegiatan belajar! 3.......... 4..... b... 3.....Bentuk-bentuk gambar piktorial yang biasa digunakan dalam bidang teknik elektro adalah : a........ Sablon huruf dan angka .............. Buatlah sudut keterangan gambar (stucklyst)! 5 .... 5..... Jangka .............................

b. Digambar dengan pensil. Mengapa pada teknik elektro lebih banyak menggunakan proyeksi piktorial daripada proyekso orthogonal ? 3. Mengapa proyeksi orthogonal pada teknik elektro cukup diperlukan tiga bidang tampak saja. Rencanakanlah tata letak (lay out) pembuatan gambar! 7. titik manakah yang disebut sebagai titi proyeksi ? 6 . samping dan atas? 2. yaitu tampak depan. Setelah selesai bersihkanlah alat gambar dan kembalikan ke tempatnya! Lembar Latihan 1. c.5. Skala gambar saudara tentukan sendiri. 6. Salinlah gambar yang terdapat dalam lembar informasi (Gambar 1. Judul gambar: PRINSIP KOTAK PROYEKSI. 2(a) dan 2(b)) dengan ketentuan sebagai berikut: a. Kumpulkanlah hasil pekerjaan jika sudah selesai! 8. Mengacu Gambar 1 diatas.

maka cara proyeksi ini disebut “Proyeksi kwadran pertama“ atau “Cara proyeksi sudut pertama.KEGIATAN BELAJAR 2 PROYEKSI EROPA DAN AMERIKA Lembar Informasi Pada kegiatan belajar terlebih dahulu telah dijelaskan bahwa gambar proyeksi Eropa dan Amerika merupakan bagian dari gambar proyeksi orthogonal. Bagian ruang diatas bidang horizontal dan di depan bidang vertikal disebut kwadran pertama. dan kwadran keempat adalah bagian ruang yang terletak di bawah bidang horizontal dan di belakang bidang vertikal. Bidang-bidang proyeksi yang paling banyak dipergunakan adalah bidang horizontal dan bidang vertikal. Perancis.” Sebenarnya masih ada cara proyeksi lain yaitu “Proyeksi kwadran kedua” dan “Proyeksi kwadran keempat. Bidang-bidang utama ini membagi seluruh ruang dalam empat kwadran.” Jika bendanya diletakkan pada kwadran ketiga. Negara lain yang menggunakan cara “ A “ adalah Jepang. dan diproyeksikan pada bidang-bidang proyeksi. Cara menggambar dengan proyeksi Eropa disebut juga cara “ E “. Bagian ruang diatas bidang horizontal dan di belakang bidang vertikal disebut kwadran kedua. Proyeksi Eropa disebut juga proyeksi kwadran pertama atau proyeksi sudut pertama. Sedangkan istilah lain untuk proyeksi Amerika adalah proyeksi kwadran ketiga atau proyeksi sudut ketiga atau cara “ A “. Australia. maka proyeksi demikian disebut “Proyeksi kwadran ketiga. karena dipakai oleh Amerika. 7 . Swiss. seperti tampak pada Gambar 7. dan sebagainya. karena banyak digunakan di negara-negara Eropa seperti Jerman. Jika benda yang akan digambar diletakkan di kwadran pertama. Kanada. Rusia dan sebagainya. Kwadran ketiga adalah bagian ruang yang terletak di bawah bidang horizontal dan di depan bidang vertikal.” yang tidak dipakai dalam praktek.

Ia diproyeksikan pada bidang belakang menurut garis penglihatan A. seperti pada Gambar 8(b). dan menurut arah F pada bidang depan. Oleh karena itu mereka harus disatukan dalam satu helai kertas gambar dua dimensi. Jika proyeksi-proyeksi. Bidang-bidang proyeksi dimisalkan merupakan sebuah peti seperti Gambar 8(b). 8 .Gambar-gambar pandangan pada umumnya digambar menurut cara proyeksi sudut pertama dan sudut ketiga. Sisi-sisi peti kemudian dibuka menurut Gambar 8(c) sehingga semua sisi terletak pada bidang vertikal. Tiap garis atau tepi benda tergambar sebagai titik atau garis pada bidang proyeksi. menurut arah E pada bidang proyeksi atas. Bidang Koordinat Utama dan Kwadran-kwadran Cara Proyeksi Sudut Pertama Benda yang tampak pada Gambar 8(a) diletakkan di depan bidangbidang proyeksi seperti pada Gambar 8(b). dan gambarnya adalah gambar pandangan depan. menurut arah D pada bidang proyeksi sebelah kiri. hasilnya kurang berguna. karena bidang-bidang proyeksinya disusun dalam tiga dimensi. Gambar 7. menurut arah C pada bidang proyeksi sebelah kanan. telah dibuat semuanya. Pada Gambar 8(b) tampak juga proyeksi benda pada bidang bawah menurut arah B.

Gambar 8. pandangan atas B terletak di bawah. Proyeksi Sudut Pertama atau Proyeksi Eropa Susunan gambar proyeksi harus demikian sehinggga dengan pandangan depan A sebagai patokan. pandangan kanan D terletak di kiri. pandangan kiri C terletak di kanan. yaitu garis-garis batas antara bidang-bidang proyeksi dan garis-garis proyeksi tidak digambar. pandangan bawah E terletak di atas. garis-garis tepi. Dalam gambar. dan pandangan belakang F boleh ditempatkan disebelah kiri atau kanan. 9 . Hasil selengkapnya dapat dilihat pada Gambar 8(d).

pandangan bawah E diletakkan di bawah. Hasil lengkapnya dapat dilihat pada Gambar 9(c). pandangan atas B diletakkkab diatas. Pandangan-pandangan yang lain diproyeksikan pada bidang-bidang proyeksi lainnya menurut bidang proyeksi depan Gambar 9(a).9(a). Pada tiap-tiap bidang proyeksi akan tampak gambar pandangan dari benda menurut arah penglihatan. dan pandangan belakang dapat diletakkan di kiri atau kanan.Cara Proyeksi Sudut Ketiga Benda yang akan digambar diletakkan dalam peti dengan sisi-sisi tembus pandang sebagai bidang-bidang proyeksi. Gambar 9. Sisi-sisi peti dibuka menjadi satu menurut anak panah (Gambar 9(b)). 10 . Proyeksi Sudut Ketiga atau Proyeksi Amerika Pandangan depan dalam arah A dipilih sebagai pandangan depan. pandangan C dikiri. pandangan kanan D diletakkan di kanan. yang ditentukan oleh anak panah. seperti pada Gambar 2. Dengan pandangan depan A sebagai patokan.

Harus dicatat bahwa dua cara proyeksi ini jangan dipakai bersamaan dalam satu gambar. yaitu dengan menggunakan anak panah. Ingat bahwa cara proyeksi orthogonal masih tetap dipakai. Gambar 10. Tiap gambar. Huruf-huruf penunjuk pandangan lebih baik ditempatkan diatas gambar bersangkutan. yang terdapat juga pada anak panah yang diperlukan untuk menentukan arah penglihatan. Oleh karena itu pembedaannya sangat penting. dilihat dari segi susunannya. Gambar pandangannya dapat diletakkan tidak menurut cara-cara yang telah dibahas sebelumnya. Huruf-huruf pada anak panah diletakkan dekat anak panah. 11 . Tetapi di mana perlu dapat dipakai cara lain. hanya penempatannya saja yang berbeda. diberi tanda oleh huruf besar. maka terlihat bahwa gambar yang satu merupakan kebalikannya yang lain. Untuk jelasnya lihat Gambar 10. Cara Penggunaan Panah Referensi Pengenalan Cara-Cara Proyeksi dan Lambangnya Jika hasil-hasil gambar proyeksi sudut pertama dan proyeksi sudut ketiga dibandingkan. kecuali pandangan pokok depan. dan ditulis tegak lurus.Cara dengan Menggunakan Tanda Panah Hampir semua gambar dibuat menurut cara proyeksi sudut pertama atau ketiga.

Lambang ini diletakkan di bagian kanan bawah kertas gambar. Lambang Cara Proyeksi Dalam standar ISO (ISO/DIS 128) telah ditetapkan bahwa kedua cara proyeksi boleh dipergunakan. (2) Gambarnya mudah dibaca. bahwa kedua cara proyeksi tersebut dapat sama-sama dipakai. gambar pandangan lain dilipat menurut Gambar 12 dan bendanya akan muncul seperti aslinya. karena hubungan antara gambar yang satu dengan yang lain dekat. proyeksi pandangan Gambar 13 depan dan pandangan samping mudah sekali perbedaan antara kedua cara menunjukkan 12 . Hal ini didasarkan atas kelebihan dari cara ini diatas cara proyeksi sudut pertama. Untuk keseragaman. Perbandingan antara Proyeksi Sudut Pertama dan Proyeksi Sudut Ketiga Telah dikatakan diatas. tetapi jarang terjadi salah pengertian. Tidak saja mudah dibaca. Teristimewa sekali pada benda-benda yang panjang. seperti pada Gambar 11. (1) Dari gambarnya. bentuk benda dapat langsung dibayangkan. Negara Amerika Serikat dan Jepang telah menentukan untuk memakai proyeksi sudut ketiga saja. Penjelasan tersebut menurut ISO berupa sebuah lambang. maka cara yang dipakai harus dijelaskan pada gambar.Gambar 11. Dengan pandangan depan sebagai patokan. sesuai dengan standar ISO. Jika pada gambar telah ditentukan cara proyeksi yang dipakai. susunan dibaca. semua gambar dalam standar ISO digambar menurut proyeksi sudut pertama.

Gambar 14(b). Contoh gambar ini menunjukkan cara proyeksi mana yang lebih unggul. Gambar 12. Canada. Salah pembacaan dari ukuran tidak mungkin terjadi. Perbandingan Proyeksi Sudut Pertama dan Ketiga 13 . Jepang. Benda Gambar 14(a) digambar dengan pandangan tambahannya menurut proyeksi sudut ketiga. jadi lebih sederhana. dan menurut proyeksi sudut pertama. (4) Dengan cara proyeksi sudut atau ketiga mudah untuk membuat pada pandangan tambahan pandangan setempat. Keuntungan Cara Proyeksi Gambar 13. dan dipakai di negara-negara pantai Laut Pasifik. seperti USA. Karena alasan-alasan diatas proyeksi sudut ketiga dapat dianggap yang lebih rasional. dsb. Untuk tukang. Korea.(3) Pandangan yang berhubungan diletakkan berdekatan. Oleh karena itu mudah untuk membaca ukuran-ukurannya. Gambar 14(c). Australia.

.. Sablon huruf dan angka ................. Siapkanlah alat dan bahan yang akan digunakan! 2.... Perbandingan Cara-Cara Proyeksi dalam Hal Pandangan Khusus Lembar Kerja Alat dan Bahan 1........... Kertas gambar ukuran A 3 .......... Pensil ................. Penggaris .......... Buatlah garis tepi! 4....... Penghapus ............................. 6.. Jangka ... 5.... 3............................ Buatlah sudut keterangan gambar (stucklyst)! 14 .......... 4.................. Berdo’alah sebelum memulai kegiatan belajar! 2...................Gambar 14............................................ Bacalah dan pahami petunjuk praktikum pada setiap lembar 1 buah 1 set 1 set 1 buah 1 set 1 lembar kegiatan belajar! 3.................. 2... Rekatkanlah kertas gambar dengan isolasi pada sudut kertas gambar! 3.......................................................................................................... Gunakanlah peralatan gambar sesuai dengan fungsinya dan dengan hati-hati! Langkah Kerja 1............ Kesehatan dan Keselamatan Kerja 1.......

Kumpulkanlah hasil pekerjaan jika sudah selesai! 8. Gambar B dengan cara Amerika c. Gambar Isometrik Suatu Obyek Benda Lembar Latihan 1. Judul gambar: PROYEKSI EROPA DAN AMERIKA 6. Rencanakan tata letak (lay out) pembuatan gambar! 7.5. Skala gambar saudara tentukan sendiri e. Salinlah gambar isometric (Gambar 15) di bawah ini dengan ketentuan sebagai berikut: a. Apakah perbedaan proyeksi Eropa dan Amerika? 3. Jelaskanlah mengapa proyeksi Eropa disebut proyeksi kwadran pertama dan proyeksi Amerika disebut proyeksi kwadran ketiga! 2. atas dan samping d. Mengapa di bidang teknik elektro dan mesin lebih banyak menggunakan proyeksi Amerika daripada Eropa? 15 . Setelah selesai bersihkan alat gambar dan kembalikan ke tempatnya! (a) (b) Gambar 15. Gambar diproyeksikan dari depan. Gambar A dengan cara Eropa b. Digambar dengan pensil f.

gambar aksonometri disebut juga gambar piktorial. 16 . dimetri dan trimetri. Pada proyeksi isometri. maka tiga muka dari benda itu akan tampak serentak. tidak ada ukuran yang diperpendek. hanya sebuah bidang saja yang akan tergambar pada bidang proyeksi. Seandainya bidang-bidang atau tepitepinya dimiringkan terhadap bidang proyeksi. Cara demikian disebut proyeksi aksonometri dan gambarnya disebut gambar aksonometri. Pada jenis proyeksi ini tidak ada lagi sudut yang asli. sisi datar pada kedua arah naik dengan sudut 30. dan gam bar demikian memberikan bentuk benda seperti sebenarnya Gambar 16(b).KEGIATAN BELAJAR 3 PROYEKSI AKSONOMETRI Lembar Informasi Jika sebuah benda disajikan dalam proyeksi orthogonal seperti tampak pada Gambar 16(a). Ada tiga tipe proyeksi aksonometri yang digunakan untuk menggambar teknik elektro. Di dalam teknik elektro. Sisi tegak lurus tetap tegak lurus. yaitu : isometri. Gambar 16. kubus digambar simetris di atas sudut. Proyeksi Orthogonal Proyeksi Isometri Pada proyeksi isometri.

Pola Dasar Gambar Isometri Modifikasi dari pola dasar gambar isometri untuk gambar-gambar yang kompleks dan rumit dapat ditunjukkan pada Gambar 18 berikut. Modifikasi Pola Dasar Gambar Isometri Gambar 18(a) adalah gamb ar orthogonal (pandangan depan dan pandangan atas) yang akan digambar ke bentuk piktorial. Gambar 18. kemudian gambar tersebut diukurkan ke kubus yang telah dibuat.Pola dasar dari gambar isometri dijelaskan pada Gambar 17(a) dan Gambar 17(b). lihat gambar 18(b). Gambar 17. 17 . Selanjutnya Gambar 19 merupakan contoh-contoh dari gambar isometric dibidang teknik elektro. selanjutnya gambar benda sebenarnya (gambar piktorialnya) secara lengkap adalah gambar 18(c).

Bentuk dan contoh gambar dimetri dapat dilihat pada Gambar 20 dibawah. Contoh Gambar Isometri di Bidang Teknik Elektro (a) Kemasan IC (b) Penyearah gelombang penuh (c) Panel otomatis Proyeksi Dimetri Gambar perbedaannya gambar dimetri terletak hampir pada sama dengan sudut 30° gambar pola dasar.(a) (b) (c) Gambar 19. dimana dimetri penggunaan sudut isometri menggunakan sedang menggunakan sudut 41° dan 7°. Dimetri dari Kubus Dan Transistor T0-66 18 . gambar isometri. Gambar 20.

Sablon huruf dan angka .......................................... 4......... Sudut Proyeksi dan Skala Perpendekkan Cara proyeksi Proyeksi isometri Proyeksi Dimetri Sudut proyeksi (°) α 30 15 35 40 20 30 30 35 45 β 30 15 35 10 10 15 20 25 15 Skala perpendekan Sumbu-X 82 73 86 54 64 65 72 77 65 Sumbu-Y 82 73 86 54 83 86 83 85 92 Sumbu-Z 82 96 71 92 97 92 89 83 86 Proyeksi aksonometri Lembar Kerja Alat dan Bahan 1...... 6.............Proyeksi Trimetri Proyeksi pada Gambar 21 dimana skala perpendekkan dari tiga sisi dan tiga sudut tidak sama....... Penggaris ............... disebut proyeksi trimetri........... Harga-harga dari sudut dan skala perpendekkan dari proyeksi aksonometri yang khas terdapat pada Tabel 1 Gambar 21.............................................................. Proyeksi Trimetri Tabel 1.............................................................. 5............ Pensil ...................................... Penghapus ............................................... 3.......... 2................. 1 buah 1 set 1 set 1 buah 1 set 1 lembar 19 ............ Kertas gambar ukuran A 3 ........ Jangka .....

Siapkanlah alat dan bahan yang akan digunakan! 2. Rekatkanlah kertas gambar dengan isolasi pada sudut kertas gambar! 3. Berilah judul gambar saudara: PROYEKSI AKSONOMETRI 8.Kesehatan dan Keselamatan Kerja 1. Setelah selesai bersihkan alat gambar dan kembalikan ke tempatnya! (a) (b) Gambar 22. Buatlah garis tepi dengan ketebalan dan lebar sesuai dengan ukuran kertas! 4. Salinlah Gambar 22 kedalam proyeksi isometri di atas kertas A3! 6. Buatlah sudut keterangan gambar (stucklyst)! 5. Rencanakan tata letak (lay out) pembuatan gambar! 9. Bacalah dan pahami petunjuk praktikum pada setiap lembar kegiatan belajar! 3. Kumpulkanlah hasil pekerjaan jika sudah selesai! 10. (a) Transisitor TO-5 Tampak Atas dan Miring (b) Transistor TO-5 20 . Gunakanlah peralatan gambar dengan hati-hati! Langkah Kerja 1. Berdo’alah sebelum memulai kegiatan belajar! 2. 5 untuk proyeksi dimetri dan trimetri! 7. Ulangilah langkah no.

Jelaskan perbedaan pola dasar proyeksi isometri. Dapatkah garis ukur ditambahkan pada obyek gambar proyeksi isometri? 3. dimetri dan trimetri! 2.Lembar Latihan 1. Dapatkah obyek (benda kerja yang telah digambar dengan proyeksi isometri diubah ke dalam gambar dimetri? Jelaskan! 21 .

KAVALIER DAN PERSPEKTIF Lembar Informasi Proyeksi miring adalah sebangsa proyeksi sejajar. jika panjang ke dalam sama dengan panjang sebenarnya. Pada proyeksi ini bendanya dapat diletakkan sesukanya. 24 memperlihatkan dan proyeksi gambar sebuah benda dalam sebagai miring (gambar kabinet) 22 . Dalamnya dapat ditentukan sembarang. yang juga terdapat pada gambar proyeksi orthogonal. tetapi dengan garis-garis proyeksinya miring terhadap bidang proyeksi. misalnya 3/4 . KABINET. Gambar kabinet dengan sudut 45o banyak dipakai dibeberapa negara.KEGIATAN BELAJAR 4 PROYEKSI: MIRING. 45o dan 60o terhadap sumbu horizontal. Gambar proyeksi isometri perbandingan. Oleh karena itu seringkali dipergunakan skala perpendekan pada sumbu ke dalam. tetapi biasanya permukaan depan dari benda diletakkan sejajar dengan bidang proyeksi vertikal. 45o dan 60o. seperti tampak pada Gamabr 23. Gambar yang dihasilkan oleh cara proyeksi ini disebut gambar proyeksi miring. Skala perpendekan ½ memberikan gambar yang tidak berubah dan penggambarannya mudah. gambar demikian disebut gambar kavalier. Di lain pihak gambar kavalier menghasilkan gambar yang berubah. walaupun menggambarnya mudah (Gambar 23(a)). Gambar demikian disebut gambar kabinet. Pada proyeksi ini skala yang sama dapat dipergunakan pada sumbu-sumbu yang lain. Sudut yang menggambarkan kedalamannya biasanya 30o. ½ atau 1/3. Dengan demikian bentuk permukaan depan tergambar seperti sebenarnya.. Sudut-sudut ini disesuaikan dengan segitiga yang dipakai mempunyai sudut-sudut 30o.

Hal ini disebabkan 23 .Gambar 23. Perbandingan Gambar Isometri dengan Gambar Miring Proyeksi Kavalier Proyeksi kavalier sebenarnya tidak termasuk dalam standardisasi DIN (Deutche Industrie Norm = Norma Industri Jerman) tetapi perlu dipahami oleh peserta didik jurusan teknik karena: elektro. Perbandingan Beberapa Jenis Proyeksi Miring Gambar 24.

dan banyak dipergunakan dalam bidang arsitektur. oleh karenanya jarang sekali dipakai dalam gambar teknik mesin. tetapi cara penggambarannya sangat sulit dan rumit daripada cara-cara gambar yang lain. proyeksi kavalier lebih mudah. Ini merupakan gambar pandangan tunggal yang terbaik. maka pada bidang gambar ini akan terbentuk bayangan dari benda tadi (Gambar 26). Untuk gambar teknik dengan bagian-bagian yang rumit dan kecil tidak menguntungkan. Ada tiga macam 24 . seperti pada proyeksi dimetrik bisa diperpendek 50% atau ½. Garis kedalaman proyeksi kavalier bersudut 45o. yang dinamakan titik hilang. Lihat Gambar 25. Masih diperlukan untuk menggambar sketsa (gambar tangan atau freehand). Dibandingkan dengan poyeksi dimetri. Dalam gambar perspektif garis-garis sejajar pada benda bertemu di satu titik dalam ruang. misalnya desain awal Panel Hubung Bagi. Gambar perspektif adalah gambar yang serupa dengan gambar benda yang dilihat dengan mata biasa.a. Gambar 25. b. Perspektif Kavalier Gambar Perspektif Jika antara benda dan titik penglihatan tetap diletakkan sebuah bidang vertikal atau bidang gambar. Banyangan ini disebut gambar perspektif.

........ Kertas kalkir 80 gram ukuran A3 . Pensil ............................................ 6.. seperti perspektif satu titik (perspektif sejajar)........................... 7........ 2...................................... Gambar 26........................................ tiga titik (perspektif perspektif dua titik (perspektif sudut) dan perspektif miring).............. Proyeksi Perspektif Gambar 27....................................... Jangka .......... Gambar Perspektif Lembar Kerja Alat dan Bahan 1........................................gambar perspektif .. 5........ 4. 3. Penggaris .............. Penghapus .. Rapido ........... sesuai dengan jumlah titik hilang yang dipakai (Gambar 27)................................................. Sablon huruf dan angka .................... 1 buah 1 set 1 set 1 buah 1 set 1 set 1 lembar 25 ....................

Buatlah garis tepi! 4. Kumpulkanlah hasil pekerjaan jika sudah selesai! 10. PROYEKSI PERSPEKTIF 8. Buatlah gambar dengan menggunakan pensil terlebih dahulu. Setelah selesai bersihkanlah alat gambar dan kembalikan ke tempatnya! 26 . diatas kertas kalkir ukuran A3 ! 6. Berdo’alah sebelum memulai kegiatan belajar! 2. kemudian tebalkanlah dengan rapido! 9. Rencanakanlah tata letak (lay out) pembuatan gambar! 7. PROYEKSI MIRING 2. Siapkanlah alat dan bahan yang akan digunakan! 2. Buatlah sudut keterangan gambar (stucklyst)! 5. Berilah judul gambar saudara: 1. Gunakanlah peralatan gambar sesuai dengan fungsinya dan dengan hati-hati! Langkah Kerja 1. Rekatkanlah kertas gambar dengan isolasi pada sudut kertas gambar! 3. Bacalah dan pahami petunjuk praktikum pada setiap lembar kegiatan belajar! 3. Salinlah gambar proyeksi miring dan perspektif dari komponen elektro dan elektronika Gambar 28) dibawah ini.Kesehatan dan Keselamatan Kerja 1.

meski belum terdaftar dalam DIN? 27 .Proyeksi Miring dari Transistor Proyeksi Perspektif dari Generator Uap Gambar 28. Mengapa proyeksi kavalier digunakan dalam teknik elektro. Bagaimana prinsip dasar dari proyeksi kavalier? 3. Bagaimana prinsip dasar dari proyeksi perspektif? 4. Proyeksi Miring dan Proyeksi Perspektif Lembar Latihan 1. Bagaimana prinsip dasar dari proyeksi kabinet? 2.

kebersihan. Bagaimana prinsip dasar dari proyeksi miring ? 4. Gambarlah gambar tersebut diatas kertas kalkir ukuran A3. Proyeksi Miring dari Transistor dan Panel Listrik Kriteria Kelulusan Kriteria Kognitif (soal no 1 s/d 3) Kebenaran gambar Kerapian. estetika gambar Ketepatan waktu Ketepatan penggunaan alat Nilai Akhir Skor (1-10) Bobot 3 3 2 1 1 Syarat lulus nilai minimal 70 Nilai Keterangan 28 . Apa perbedaan proyeksi miring dengan proyeksi kabinet ? 3. Tentukanlah layout dan ukuran gambarnya! Gambar 29. Gambar 29 dibawah ini merupakan contoh gambar proyeksi miring dari komponen teknik elektro dan elektronika. Apa istilah lain gambar proyeksi orthogonal dan proyeksi pictorial ? Jelaskan ! 2.LEMBAR EVALUASI Pertanyaan 1.

e. Pandangan kanan terletak di kiri. Kunci Jawaban Kegiatan Belajar 2 1. Pada gambar teknik listrik lebih banyak menggunakan proyeksi piktorial daripada orthogonal karena semua obyek (benda yang digambar) sudah dalam bentuk tiga dimensi. Proyeksi Eropa disebut proyeksi kwadran pertama karena benda yang akan digambar diletakkan pada kwadran pertama. e. 2. sehingga orang yang kurang terdidik akan lebih mudah memahaminya. Benda terletak di kwadran ketiga.LEMBAR JAWABAN LATIHAN Kunci Jawaban Kegiatan Belajar 1 1. Pandangan depan sebagai patokan. c. Pandangan kiri terletak di kiri. c. Proyeksi Amerika: disebut cara ‘A’ a. b. b. Yang disebut titik proyeksi pada Gambar 1 adalah titik A. Pandangan kiri terletak di kanan. 3. Pandangan bawah terletak di bawah. samping. Proyeksi orthogonal pada gambar teknik listrik cukup digambar tiga bidang tampak (depan. dan atas). d. d. karena benda-benda teknik listrik bila digambar ke dalam tiga bidang tampak saja sudah cukup jelas. Pandangan depan sebagai patokan. Pandangan kanan terletak di kanan. Proyeksi Amerika disebut proyeksi kwadran ketiga karena benda yang akan digambar diletakkan pada sudut (kwadran) ketiga. 29 . Perbedaan proyeksi Eropa dan Amerika: Proyeksi Eropa: disebut cara ‘E’ a. 2. Benda yang digambar terletak di kwadran pertama. Pandangan bawah terletak di atas.

Pandangan yang berhubungan terletak berdekatan. Proyeksi dimetri c. 3.f. yaitu: a. Proyeksi isometri b. = 41 º dan 7º. Perbedaan pola dasar proyeksi isometri. Prinsip dasar proyeksi kabinet sama dengan proyeksi miring. dengan cara merubah sudut pola dasarnya dari 30º menjadi 41º dan 7º. karena sistem proyeksinya muncul seperti aslinya. hanya penggambarannya ½ juga disamping boleh menggunakan ukuran skala benda pemendekan sebenarnya. 3. 2. c. Kunci Jawaban Kegiatan Belajar 4 1. perbedaannya hanya pada sudut kedalaman dan skala pemendekan sumbu kedalam. dimetri dan trimetri terletak pada sudut pola dasarnya. boleh digambar dengan 30 . Kunci Jawaban Kegiatan Belajar 3 1. 2. Obyek (benda kerja) yang telah digambar dengan proyeksi isometri dapat diubah ke dalam gambar dimetri. Dengan cara proyeksi Amerika mudah untuk membuat pandangan tambahan. antara lain: a. Proyeksi trimetri = 30 °. Pandangan atas terletak di atas. Pada gambar teknik elektro dan mesin lebih banyak menggunakan proyeksi Amerika daripada proyeksi Eropa karena proyeksi Amerika memiliki beberapa kelebihan. = lihat Tabel 1. Bentuk benda dapat langsung dibayangkan. Garis ukur dapat ditambahkan pada obyek gambar proyeksi isometri. Pada proyeksi kabinet 45º dan skala pemendekannya ½. b. Prinsip dasar proyeksi kavalier sama dengan proyeksi kabinet.

Proyeksi kavalier tetap digunakan meskipun belum terdaftar dalam DIN. Prinsip dasar proyeksi perspektif: garis-garis sejajar dari benda (obyek) bertemu di satu titik penglihatan (titik pandang atau titik hilang).3. misalnya desain awal panel hubung bagi (PHB). Selain itu ada gambar perspektif dua titik dan tiga titik (lihat Gambar 2.27. karena: a. b. Dibandingkan dengan proyeksi dimetri. disebut gambar perspektif satu titik. 31 . Masih diperlukan untuk menggambar sketsa (gambar tangan atau freehand). halaman 25). 4. proyeksi kavalier lebih mudah dibuat.

3. Sudut Skala Pandangan depan dari obyek (benda yang digambar) biasanya diletakkan kedalaman memilih pemendekan sumbu kedalam juga memilih ¾. ½. atau 1/3 sedangkan pada proyeksi kabinet hanya diperbolehkan menggunakan skala ½. 2. 4. haris garis-garis sejajar benda p[royeksinya dengan bisa miring bidang 30º. ½. Istilah lain proyeksi orthogonal adalah gambar pandangan majemuk. terhadap bidang proyeksi. Pada proyeksi miring boleh memilih ¾. Istilah lain proyeksi piktorial adalah gambar pandangan tunggal. Prinsip dasar proyeksi miring hampir sama dengan proyeksi sejajar. proyeksi 45º vertikal.Kunci Jawaban Lembar Evaluasi 1. - 32 . atau 1/3. Perbedaan proyeksi miring dan proyeksi kabinet terletak pada penentuan skala pemendekan gambar. atau 60º.

(1990). Diktat Gambar Teknik . (1986). Jakarta. Petunjuk Praktek Listrik 2. Electrical and Electronics Drawing Fourth Edition. Brechmann. Rineka Cipta. Eschborn Federal Republic of Germany. Harten. PK & Co Technical Publisher. (1993). Depdikbud. Charles J & Ottaway John R. Koch. F. Sugiarto. Mc Graw-Hill Company. Surjit. (1993). Slamet Mulyono & Djihar Pasaribu (1978). Suryatmo. 33 . Bandung. Binacipta.th). General Electric Drawing. Angkasa. Perencanaan Instalasi Listrik. Pradnya Paramita. Singh. Teknik Listrik Instalasi Penerangan. Darsono & Agus Ponidjo (t. Menggambar Teknik Listrik 2. (1984).DAFTAR PUSTAKA Baer. Van & E. Table for the Electric Trade. New Delhi. FPTK IKIP Yogyakarta. (1980). Robert. Instalasi Listrik Arus Kuat 1. Deutche Gesselchaft fiir Technische Zusammenarbeit (GTZ) Gmbh. Zamtinah. Setiawan (1991). Gerhard. (1997). Takeshi Sato & N. Jakarta. P. Menggambar Mesin Menurut Standar ISO. Depdikbud Dikmenjur.