BAB I PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang Terminologi antibiotik didefinisikan sebagai suatu senyawa organik hasil metabolisme dari mikroorganisme yang memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan dan bahkan mematikan mikroorganisme lain akibat aktivitas

sejumlah kecil senyawa antibiotik tersebut. Antibiotik memiliki kegunaan yang sangat luas dibidang farmasi dan pertanian dan dibedakan atas antibiotik yang bersifat anti bakteri atau anti mikroba, anti jamur dan anti tumor. Penisilin, tetrasiklin, eritromisin dan streptomisin merupakan contoh-contoh antibiotik yang bersifat anti bakteri (Sarah, M. 2002).

1.2.

Tujuan Penulisan Ingin memperdalam pengetahuan mengenai obat Antibiotik yaitu obat yang menghambat pertumbuhan organisme lain pada golongan Penisillin Untuk melengkapi tugas mata kuliah kimia farmasi.

1.3.

Manfaat Penulisan Bisa dengan mudah kita untuk memahami macam macam golongan

penisillin, mekanisme kerja, dan efek samping antibiotik. Memahami Penisillin lebih dalam lagi tentang Antibiotik terutama mengenai

1

BAB II TINJAUAN UMUM

2.1.

Definisi Antibotik

Antibiotika berasal dari bahasa latin yang terdiri dari anti = lawan, bios = hidup. Antibiotika adalah zat-zat yang dihasilkan oleh mikroba terutama fungi dan bakteri tanah, yang dapat menghambat pertumbuhan atau membasmi mikroba jenis lain, sedangkan toksisitasnya terhadap manusia relatif kecil. Antibiotik pertama kali ditemukan oleh sarjana Inggris dr.Alexander Fleming (Penisilin) pada tahun 1928. Tetapi penemuan ini baru dikembangkan dan digunakan dalam terapi di tahun 1941 oleh dr.Florey. Kemudian banyak zat dengan khasiat antibiotik diisolir oleh penyelidikpenyelidik lain di seluruh dunia, namun toksisitasnya hanya beberapa saja yang dapat digunakan sebagai obat. Antibiotik juga dapat dibuat secara sintetis atau semisintetis. 2.2. Mekanisme Kerja Antibiotik Mekanisme kerja antibiotika antara lain : a. Menghambat sintesa dinding sel, akibatnya pembentukan dinding sel tidak sempurna dan tidak dapat menahan tekanan osmosa dari plasma, akhirnya sel akan pecah, seperti penisilin dan sefalosporin.

2

terjadi bila obat digunakan dengan dosis yang terlalu rendah atau waktu terapi kurang lama. hingga bersifak lebih permeabel akibatnya zat-zat penting dari isi sel dapat keluar seperti kelompok polipeptida.3. linkomisin. kinolon. Contohnya penisilin dan klorampenikol. molekul lipoprotein dari membran sel dikacaukan pembentukannya. yaitu infeksi sekunder yang timbul selama pengobatan dimana sifat dan penyebab infeksi berbeda dengan penyebab infeksi yang pertama. Sensitisasi/hipersensitif. Efek Samping Antibiotika Efek samping dari antibiotika yaitu : a. e. kloramfenikol. b. d. novobiosin. gentamisin. kulit kemerah-merahan. Menghambat sintesa membran sel. rifampisin. Mengganggu pembentukan asam-asam inti (DNA dan RNA) akibatnya sel tidak dapat berkembang seperti metronidasol. Menghambat sintesa folat seperti sulfonamida dan trimetoprim.b. Selain antibiotik yang menekan sistem kekebalan tubuh 3 . tetrasiklin. seperti gatal-gatal. Menghambat sintesa protein sel. bentol-bentol atau lebih hebat lagi dapat terjadi syok. c. Resistensi. c. makrolida. Superinfeksi. Untuk mencegah resistensi dianjurkan menggunakan kemoterapi dengan dosis yang tepat atau dengan menggunakan kombinasi obat. akibatnya sel tidak sempurna terbentuk seperti klindamisin. 2.

Penghambat membran sel c.4. Contohnya eritromisin. Zat-zat dengan aktivitas luas (broad spektrum) Zat yang berkhasiat terhadap semua jenis bakteri baik jenis bakteri gram positif maupun gram negatif. Zat-zat dengan aktivitas sempit (narrow spektrum) Zat yang aktif terutama terhadap satu atau beberapa jenis bakteri saja (bakteri gram positif atau bakteri gram negatif saja). Penggolongan Antibiotik 2. Penghambatan sintetis asam nukleat e. Pengolongan berdasarkan luas aktivitas kerjanya a. sefalosporin. gentamisin (hanya terhadap bakteri gram negatif saja). b.4. streptomisin. 2.2. Contohnya ampisilin. Penghambatan metabolik (antagonis folat) 4 .4. Penghambatan sintetis protein di ribosom d. 2. klindamisin (hanya terhadap bakteri gram positif). Pengolongan berdasarkan mekanisme kerja a.1. Penghambatan sintetis dinding bakteri b. dan klorampenikol. kanamisin.yaitu kortikosteroid dan imunosupressiva lainnya dapat menimbulkan suprainfeksi.

4. Pengolongan berdasarkan daya kerjanya a. tidak membunuhnya. kotrimoksazol . Gambar 1. Perbedaan ini menyebabkan perbedaan kegunaan di dalam klinik resisistensi dari Karena perbedaan ini juga maka mekanisme masing-masing golongan juga mengalami perbedaan.Dari masing-masing golongan terdapat mekanisme kerja.3. aminoglikosida (dosis besar). Bakteriostatik : Antibiotika bakteriostatik bekerja dengan mencegah atau menghambat pertumbuhan kuman. Termasuk dalam golongan ini adalah penisilin. 5 . Bakterisid : Antibiotika yang bakterisid secara aktif membasmi kuman. isoniazid dll. farmakodinamik. Tempat Kerja dari Masing-Masing Golongan Antibiotik 2. rifampisin. b. sefalosporin. polipeptida. sehingga pembasmian kuman sangat tergantung pada daya tahan tubuh. serta aktivitas antimikroba yang berbeda-beda. farmakokintetik.

gentamisin. ramoplanin dan netilmisin. 6 . asam paraaminosalisilat. paromomisin. tetrasiklin. dan golongan penisilin (penisilin. golongan ketolida (telitromisin). linkomisin. golongan sefalosporin (sefaleksin. 2. makrolida. roksitromisin). streptomisin. neomisin. Golongan Beta-Laktam Diantaranya golongan karbapenem (ertapenem. teikoplanin. golongan beta-laktam monosiklik. tobramisin. Golongan Glikopeptida Diantaranya dekaplanin.4. amoksisilin). eritromisin. sefazolin. d.4. sisomisin. imipenem. sefuroksim. c. golongan tetrasiklin (doksisiklin. kanamisin. oksitetrasiklin. trimetropim. klindamisin. klortetrasiklin). dibekasin. meropenem). seftazidim). vankomisin. Golongan Aminoglikosida Diantaranya amikasin. kloramfenikol. klaritromisin. b. dll. sefadroksil. Pengolongan berdasarkan struktur kimianya a. azitromisin. Golongan Poliketida Diantaranya golongan makrolida (eritromisin.Termasuk dalam golongan ini adalah sulfonamida.

Antibiotika lain yang penting.1. h. BAB III TINJAUAN KHUSUS 2.e. levofloksasin. i. Sejarah Penisilin Pada tahun 1928 di London. dan trovafloksasin. j. seperti kloramfenikol. virginiamycin. siprofloksasin. f. ofloksasin. g. Golongan Kinolon (fluorokinolon) Diantaranya asam nalidiksat. mikamycin. Golongan Oksazolidinon Diantaranya linezolid dan AZD2563. klindamisin dan asam fusidat. norfloksasin. Golongan Streptogramin Diantaranya pristinamycin. Golongan Polimiksin Diantaranya polimiksin dan kolistin. dan kinupristin-dalfopristin. Golongan Sulfonamida Diantaranya kotrimoksazol dan trimetoprim. Alexander Fleming menemukan antibiotika pertama yaitu Penisilin yang satu dekade kemudian dikembangkan oleh Florey dari biakan Penicillium notatum untuk 7 .

2. Sebagai bahan dasar untuk penisilin semisintetik. Dengan mengikat berbagai radikal pada gugus amino bebas tersebut akan diperoleh berbagai jenis penisilin. Sifat dari penicillin-G adalah kepekaannya terhadap penghacuran cincin β-lactam oleh senyawa β-lactamase dan tidak aktif secara relative terhadap kebanyakan bakteri gram negatif. Rantai samping merupakan gugus amino bebas yang dapat mengikat berbagai jenis radikal. Inti siklik terdiri dari cincin tiazolidin dan cincin betalaktam. 2. Struktur Dasar Penisilin Penisilin merupakan asam organik. P. chrysogenum yang Penisilin yang digunakan dalam pengobatan terbagi dalam penisilin alam dan penisilin semisintetik. Senyawa ini dihasilkan dari pembenihan spesies Penisillium notatum. Penicillin yang paling terkenal dan pertama ditemukan adalah penicillin-G yang ditemukan oleh Flamming pada 1929. terdiri dari satu inti siklik dengan satu rantai samping. 6-APA dapat pula diperoleh dengan memecah rantai samping. Penisilin semisintetik diperoleh dengan cara mengubah struktur kimia Penisilin alam atau dengan cara sintesis dari inti Penisilin. 8 . yaitu asam 6-aminopenisilanat (6-APA). Kemudian digunakan menghasilkan Penisilin lebih banyak. Pengembangan terhadap Penicillin menghasilkan turunan-turunan penicillin yang lebih stabil terhadap asam dan aktif terhadap bakteri gram (-) maupun gram (+).penggunaan sistemik.

dan spektrum sifat antimikroba. Bila atom H pada gugus karboksil diganti dengan prokain. Penisilin G untuk suntikan biasanya tersedia sebagai garam Na atau K.1. penisilinase. penisilinase) yang memecah cincin betalaktam. Jenis Penisilin Beberapa jenis penisilin : 9 . Gambar 2. Radikal tertentu pada gugus amino inti 6-APA dapat mengubah sifat kerentanan terhadap asam. Inti Penisilin 2.3. misalnya pivampisilin dan bakampisilin. mempunyai bioavailabilitas yang lebih baik.misalnya pada penisilin G. Penisilin lain hilang aktivitasnya bila dipengaruhi enzim betalaktamase (dalam hal ini. Beberapa penisilin akan berkurang aktivitas antimikrobanya dalam suasana asam sehingga penisilin kelompok ini harus diberikan secara parenteral. diperoleh penisilin G prokain yang sukar larut dalam air. radikalnya adalah gugus benzyl. sehingga dengan suntikan IM akan didapatkan absorpsi yang lambat dan masa kerja lama. Beberapa bentuk ester penisilin.

Oksasilin .Penisilin Antipseudomonas .Ampisilin .Fenoksimetil Penisilin (Penisilin V) b.4.Nafsilin c. Aminopenisilin .Amoksisilin e. Penisilin dengan Spektrum Diperluas .Dikloksasilin .Benzil penisilin (Penisilin G) .Tikarsilin .Azlosilin f.Kloksasilin .Penisilin Isoksazolil .Piperasilin 2.Karbenisilin .Penisilin Alam .Mezlosilin .a. Penisilin Antistafilokokus . Aktivitas Antimikroba 10 .Flukloksasilin d.Metisilin .

tetapi efektif terhadap beberapa mikroba gram-negatif dan tahan asam. sehingga dapat diberikan per oral. Kemudian terjadi aktivasi enzim proteolitik pada dinding sel. Obat bergabung dengan penicillin-binding protein (PBPs) pada kuman. Mekanisme kerja antibiotika betalaktam dapat diringkas dengan urutan sebagai berikut : a. Terjadi hambatan sintesis dinding sel kuman karena proses transpeptidasi antar rantai peptidoglikan terganggu. Terhadap mikroba yang sensitif. Di antara semua penisilin. c. praktis tidak dipengaruhi oleh Penisilin.Penisilin menghambat pembentukan Mukopeptida yang diperlukan untuk sintesis dinding sel mikroba. b.3 2. yang disebut juga sebagai persisters.5. Penisilin akan menghasilkan efek bakterisid (membunuh kuman) pada mikroba yang sedang aktif membelah. walaupun spectrum AMnya lebar. kalaupun ada pengaruhnya hanya bakteriostatik (menghambat perkembangan). Kelompok ampisilin. aktivitasnya terhadap mikroba gram-positif tidak sekuat penisilin G. Mikroba dalam keadaan metabolik tidak aktif (tidak membelah). penisilin G mempunyai aktivitas terbaik terhadap kuman gram-positif yang sensitive. Resistensi dari Penisilin Resistensi terhadap penisilin dibagi dalam beberapa kategori yang berbeda : 11 .

Penisilin lain (misalnya. b. streptokokus. stafilokokus tertent. d. beberapa Haemophilus influenzae dan gonokoku. yang menginaktifkan beberapa penisilin dengan memecah cincin beta-laktam. kebanyakan batang enterik gram negatif) menghasilkan beta-laktamase. Listeria) dihambat tetapi tidak dibunuh. Organisme yang ”toleran” tersebut (misalnya. nafsilin) dan sefalosporin resisten terhadap beta-laktamase karena cincin beta-laktam tersebut dilindungi oleh bagian aktif terhadap organisme penghasil beta-laktamase. satu sama lain terletak pada plasmid yang dapat dipindahkan.Bakteri tertentu (misalnya.a. Bakteri lain tidak membentuk beta-laktamase tetapi resisten terhadap kerja penisilin karena urang mempunyai reseptor spesifik atau kurangnya permeabilitas lapisan luar. kebanyakan Staphylococcus aureus. Kontrol genetik pada pembentukan beta-laktamase terdapat kira-kira 50 enzim berbeda. sehingga obat tersebiut tidak mencapai reseptor.Beberapa bakteri mungkin tiddak rentan terhadap kerja penisilin yang mematikan karena enzim autolik di dalam dinding sel tidak aktif. c. stafilokokus) mungkin resisten terhadap kerja penisilin yang resisten terhadap beta-laktamase seperti 12 . e. Organisme tanpa dinding sel atau(bentuk Myoplasma L) yang secara metabolik tidak aktif bersifat tidak rentan terhadap penisilin dan penghambat dinding sel lainnya karena mereka tidak mensintesis peptidoglikan.Beberapa bakteri (misalnya.

cepat sekali diabsorpsi dan menghasilkan kadar puncak dalam plasma setinggi 8 UI (= 4. Di sini terjadi pemecahan oleh bakteri dan hanya sebagian kecil obat yang keluar bersama tinja. Sisa 2/3 dari dosis oral diteruskan ke kolon. Larutan garam Na-penisilin G 300. maka untuk mendapatkan kadar efektif dalam darah. Bila dibandingkan dosis oral terhadap IM.mekanisme resisten ini tampaknya bergantung pada defisiensi atau tidak dapat dicapainya reseptor PBP. dosis penisilin G oral haruslah 4 sampai 5 kali lebih besar daripada dosis IM. Adanya makanan akan menghambat absorpsi. Absorpsi Penisilin G mudah rusak dalam suasana asam (pH 2). Absorpsi di duodenum ini cukup cepat. Oleh karena itu penisilin G tidak dianjurkan untuk diberikan oral. yang mungkin disebabkan absorpsi penisilin pada makanan. Cairan lambung dengan pH 4 tidak terlalu merusak penisilin. tetapi hanya 1/3 bagian dosis oral diserap.8 ug/ml) dalam waktu 15 sampai 30 13 . Kadar maksimal dalam darah tercapai dalam 30 sampai 60 menit. Farmakokinetik dari Penisilin a. Garam Na penisilin G yang diberikan oral.metisilin.6. Hal ini tidak bergantung pada produksi beta-laktamase dan frekuensinya sangat bervariasi dengan lokasi geografis. 2.000 UI (= 180 mg) yang disuntikkan IM. diabsorpsi terutama di duodenum.

Adanya makanan dalam saluran cerna akan menghambat absorpsi obat. Dengan dosis lebih kecil persentase yang diabsorpsi relative lebih besar. Penisiln V walaupun relative tahan asam. penisilin G prokain sebagai suspensi dalam air atau minyak. Adanya makanan akan menghambat absorpsi. 30% mengalami pemecahan di saluran cerna bagian atas.menit. bakampisilin dan hetasilin diabsorpsi lebih baik daripada ampisilin. Sering absorpsi ampisilin oral tidak cukup memuaskan sehingga perlu meningkatkan dosis. Absorpsi ampisilin oral tidak lebih baik daripada penisilin V atau fenetisilin. Jumlah ampisilin dn senyawa sejenisnya yang diabsorpsi pada pemberian oral dipengaruhi besarnya dosis dan ada tidaknya makanan dalam saluran cerna. walaupun beberapa penisil oral diabsorpsi dalam proporsi yang cukup kecil. Perbedaan absorpsi ampisilin bentuk trihidrat dan bentuk anhidrat tidak memberikan perbedaan bermakna dalam penggunaan di klinik. Ester ampisilin misalnya pivampisilin. Untuk memperlambat absorpsinya. sehingga tidak sempat diabsorpsi. serum dan jaringan lain menghidrolisis ester-ester ini dan membebaskan ampisilin. umpamanya penisilin G benzatin. Penisilin tahan asam pada umumnya dapat menghasilkan kadar obat yang dikehendaki dalam plasma dengan penyesuaian dosis oral yang tidak terlalu bervariasi. penislin G dapat diberikan dalam bentuk repository. Berbagai enzim dalam mukosa saluran cerna. 14 . tetapi beberapa di antaranya dihambat secara tidak bermakna.

kadar puncak karbenisilin dalam plasma mencapai 15 sampai 20 μg/ml dalam 0. Distribusi Penisilin G didistribusi luas dalam tubuh.Absorpsi amoksisilin di saluran cerna jauh lebih baik daripada ampisilin. sekitar 1 jam dan dapat memanjang hingga 2 jam bila ada kelainan fungsi hati. Sekitar 50% obat ini terikat pada protein plasma. b. Bila meningen dalam keadaan normal. Pada pemberian 1 g IM.5 sampai 2 jam. usus. empedu. sedang amoksisilin tidak. Dalam bentuk ester.5 UI/ml dalam CSS walaupun kadar plasmanya 50 UI/ml. ginjal. Dengan dosis oral yang sama. Mesilin dan nafsilin tidak diberikan peroral sebab cepat dirusak oleh asam lambung dan absorpsinya buruk. tetapi dalam CSS sukar dicapai. Adanya radang meningen lebih memudahkan penetrasi penisilin G ke CSS tetapi tercapai tidaknya kadar efektif tetap sukar diramalkan. Pemberian 15 . indanil karbenisilin sangat tahan asam dan dapat diberikan oral. amoksisilin mencapai kadar dalam darah yang tingginya kira-kira 2 kali lebih tinggi daripada yang dicapai oleh ampisilin. Waktu paruh eliminasi pada indivudi dengan fungsi ginjal normal. Ikatan proteinnya ialah 65%. Kadar obat yang memadai dapat tercapai dalam hati. sedang masa paruh eliminasi kedua obat ini hampir sama. Karbenisilin tidak diabsorpsi di saluran cerna. sukar sekali dicapai kadar 0. Penyerapan ampisilin terhambat oleh adanya makanan di lambung. Aktivitasnya hilang sekitar 6 jam sesudah pemberian. limfe dan semen.

actinomyces. Penicillin-V diindikasikan pada 16 . penisilin isoksazolil dan metisilin pada umumnya sama dengan penisilin G. meningococcus. Dengan dosis yang sama kadar puncak dalam serum tertinggi dicapai oleh diklosasilin. Distribusi fenoksimetil penisilin. streptococcus. Distribusi amoksisilin secara garis besar sama dengan ampisilin. Bacillus anthracic dan bakreti gram (+) lainnya. Kebanyakan dosis yang digunakan adalah dosis sehari (6 gram) dan umumnya diberikan secara bolus intermittent IV. fenitisilin. dan bacterioid. Treponema pallidum. Semua penicillin oral harus diberikan minimal 1 jam sebelum/sesudah makan.7. Penicillin-G Obat ini masih digunakan pada infeksi pneumococcus. 2. a. listeria.intratekal jarang dikerjakan karena risiko yang lebih tinggi dan efektivitasnya tidak lebih memuaskan. staphilococcus yang tidak menghasilkan β-lactamase. dan dapat mencapai CSS pada meningitis. sedangkan kadar tertinggi obat bebas dalam serum dicapai oleh flukloksasilin. Penggunaan Klinik Obat ini dikenal karena paling luas kegunaannya. clostridium. Karbenisilin pada umumnya memperlihatkan sifat distribusi yang sama dengan penisilin lainnya termasuk distribusi ke dalam empedu. gonococcus.

Obat ini kurang efektif terhadap enterobacter. Pemberian dengan dosis 12-30g/hari IV biasanya diberikan berkombinasi dengan antibiotik golongan lain untuk pengobatan sepsis pseudomonas pada luka baker. Diberikan secara oral untuk ISK oleh bakteri koliformis gram (-) dan infeksi bakteri campuran saluran nafas (sinusitis. Ampicillin dan amoxicillin mempunyai aktivitas sama. 17 . Namun amoxicillin lebih mudah diserap dalam usus. Carbenicillin lebih efektif terhadap pseudomonas dan proteus namun lebih cepat menjadi resisten. b. bronchitis). Piperacillin. otitis. carbenicillin. Dosis yang diberikan adalah 250-500 mg 3x sehari. Pemberian oral tidak boleh diberikan terhadap infeksi yang berat. Benzathine Penicillin Obat ini berbentuk garam yang mempunyai kelarutan dalam air yang sangat rendah dan menghasilkan kadar rendah tetapi bertahan lama. Kegunaannya adalah diberikan secara 1. mezlocillin.infeksi ringan saluran pernafasan dengan dosis harian 1-4 g. Amoxicillin.2 juta unit IM untuk profilaksi reinfeksi streptokokus selama 3-4 minggu. c. Azlocillin Obat ini berbeda dengan penicillin-G karena punya akitivitas lebih besar terhadp bakteri gram (-). pseudomonas dan gastroenteritis salmonella noninvasive. Ampicillin. Ticarcillin.

kejang.Ticarcillin menyerupai carbenicillin tetapi dosisnya lebih rendah (200-300mg/kg/hari). Methicillin jarang digunakan karena bersifat nefrotoksis.Reaksi hipersensitif. Amoksisilin dan campurannya (asam klavulamat)  Bentuk tablet atau kapsul dengan kandungan Amoksisilin 250mg. 2. Cloxacillin. halusinasi. Obat yang lain mempunyai aktivitas yang kebanyakan sama d. Reaksi alergi dapat terjadi sebagai syok anafilaktik yang khas. Sediaan dari Penisilin a.8. diare. Untuk infeksi yang berat diberikan 8-12 g/hari nafcillin intermittent bolus IV tiap 2-4 jam (1-2 g tiap pemberian). 2. lidah terasa berbulu lembut. Dicloxacillin. muntah. b. d.9. mulai ruam dan gatal sampai serum sickness dan reaksi alergi sistemik yang serius. Indikasi penggunaan hanya digunakan pada infeksi staflokokus penghasil β-lactamase. Efek Samping dari Penisilin a. Nyeri tenggorokan atau lidah. c.5 g setiap 4-6 jam peroral.Mudah marah. Agar Amoksisilin tidak rusak oleh asam 18 . dan Nafcillin. Dosis yang digunakan adalah 0. 500 mg dan 875 mg. Penicillin yang resisten terhadap β-lactamase Golongan yang resisten terhadap β-lactamase adalah Oxacillin.25-0.

 Untuk sediaan injeksi biasa dalam bentuk vial 1.  Bentuk sediaan sirup dengan kandungan Amoksisilin 125 dan 250 mg / 5 ml. Bila dikombinasi dengan Asam Kavulamat.000 mg Ampisilin.  Bentuk sediaan sirup dengan kandungan 125 mg atau 250 mg/5 ml sirup. Ampisilin  Bentuk sediaan kapsul atau tablet dengan kandungan 250 mg.000 mg Ampisilin dan 500 mg Sulbactam atau 500 mg Ampisilin dan 250 mg Sulbactam. dengan kombinasi Asam Klavulamat 200 mg.5 mg Asam Klavulamat dan 250 mg Amoksisilin.  Untuk sediaan injeksi biasa dalam bentuk vial dengan kandungan 200 mg. Dan ada kombinasi 1. b. Untuk sediaan ini tidak boleh dibagi/diracik karena kandungan optimum Asam Klavulamat untuk bentuk sediaan tablet 125 mg.25 mg Asam Klavulamat dan 125 mg Amoksisilin atau 62. 19 . Flucloxacilin  Di pasaran terdapat dalam bentuk kapsul dengan kandungan 250 mg dan 500 mg zat aktif juga dalam bentuk sirup dengan kandungan zat aktif 125 mg / 5 ml.000 mg. Amoksisilin ada yang dikombinasi dengan asam Klavulamat 125 mg.lambung. 500 mg dan 1. 500 mg atau 1000 mg. c. 31.

500 mg dan 1. g. Derivat penisilin lainnya  Seperti Phenoxymethyl Penicillin dan Benzathine Penicillin dalam bentuk vial untuk pemakaian injeksi.d.000 mg /vial. 20 . e. Sulbenicilin  Di pasaran terdapat dalam bentuk vial dengan kandungan 1 gram dan 2 gram zat aktif. Piperacilin  Di pasaran terdapat dalam kombinasi. f. 4 gram Piperacilin dengan 500 mg Tazobactam dalam bentuk vial. Cloxacilin  Di pasaran terdapat dalam bentuk kapsul dengan kandungan 250 mg dan 500 mg zat aktif juga dalam bentuk vial dengan kandungan zat aktif 250 mg.

hipersensitivitas bersifat sementara. tidak diragukan bahwa sensitisasi dapat timbul bila penisilin diberikan tanpa indikasi yang tepat. Namun. rumah sakit menjadi tempat yang penting untuk proliferasi dan seleksi stafilokokus penghasil betalaktamase. Populasi pada banyak negara dalam proporsi yang bermakna (mungkin 15%) telah menjadi hipersensitif. Penekanan pada flora normal menghasilkan sebagian kekosongan yang biasanya diisi oleh organisme resisten obat 21 .1 Kesimpulan Sampai saat ini penisilin merupakan antibiotika yang paling luas penggunaannya. rumah sakit) pada penisilin telah menghasilkan yang penekanan sensitif terseleksi dan terhadap mikroorganisme penisilin menghasilkan lebih banyak organisme yang resisten terhadap penisilin. Dalam banyak kasus. Sekarang stafilkokus penghasil betalaktamase terdapat dimana-mana dan menyebabkan 80% infeksi stafilokokus yang terdapat di masyarakat.BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 1. Beberapa ribu ton obat ini telah diberikan pada manusia selama 40 tahun yang lalu. Dalam tahun 1950-an. Kejenuhan lingkungan tertentu (misalnya.

Mediacal Notebook. 1. I. serratia. stafilokokus. Penderita tersebut dibuat rentan terhadap penyakit secara selektif terhadap superinfeksi dengan mikroorganisme yang berasal dari lingkungan rumah sakit (proteus.html Antibiotic Farmacological. 22 .wikipedia. diambil Darmansjah. 10 R..org/wiki/Antibiotic Bhat.2 Saran Gunakan antibiotik Penisilin dengan dosis yang sesuai untuk menghindari terjadinya efek samping yang akan merugikan untuk kesehatan. dari http://preguideline : pg.com/2007/03/classification-of-antibiotics. Wikipedia. (2013). (2013). DAFTAR PUSTAKA Anonim. dan sebagainya). medical journal of university of Indonesia.. pseudomonas. Antibiotic. diambil tanggal 10 Juni 2013. Juni (1994) 2013..yang lazim ditemukan. Classification of Antibiotik. dari http://en. enterobakter. tanggal Nelwan.blogspot. Penisilin diberikan sebagian besar penderita di rumah sakit. V.

dari http://www.web. and antibiotic therapy.pdf Katzung. (2000). E.G.utmb..id/attachment/at_antibiotic %20guidelines. dalam Farmakologi Dasar & Klinik. EGC : Jakarta Rosen. F. infections. E.pdf 23 . Quinn..J.diambil tanggal 10 Juni 2013.edu/ otoref/grnds/Infect-0003/Infect-0003. (1997). Obat-Obat Kemoterapeutika.iwandarmansjah. diambil tanggal 10 Juni 2013.B. dari http://www. Microbiology.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful