P. 1
Tokoh sosiologi tgaaaaaaaas

Tokoh sosiologi tgaaaaaaaas

|Views: 27|Likes:
Published by Sul Sul Ca'en
Tokoh sosiologi
Tokoh sosiologi

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Sul Sul Ca'en on Jul 06, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/17/2013

pdf

text

original

TOKOH–TOKOH SOSIOLOGI KLASIK DAN KONTEMPORER

(Tugas ini di buat untuk bahan ujian akhir semester Mata kuliah Teori Sosiologi)

OLEH SYAMSUL ARIFIN NIM:090910301066

JURUSAN ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS JEMBER 2010

Tokoh – tokoh sosiologi klasik dan kontemporen

1. Auguste Comte (1798-1857) Auguste Comte, seoarng prancis, merupakan bapak sosiologi yang pertamamtama member nama pada ilmu tersebut(yaitu dari kata-kata socius dan logos). Walaupun dia tidak menguraikan secara rinci masalah-masalah yang menjadi objek sosiologi, yaitu social statistic dan social dynamics. Konsepsi tersebut merupakan pembagian dari isi sosiologi yang bersifat pokok sekali. Sebagai social statistic. Sosiologi merupakan sebuah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara lembaga-lembaga kemasyarakatan. Perkembangan tersebut pada hakekatnya melewati taga tahap-tahap perkembangan pikiran manusia, yaitu sebagai berikut. a) Tahap tiologis Tahap ini merupakan tungkat pemikiran manusia yang berangapan semua benda di dunia ini mempunyai jiwa dan itu di sebabkan oleh suatu kekuatan yang berada diatas manusia. b) Tahap metafisis Pad tahab ini manusia masih percaya bahwa gejala-gejala di dunia ini di sebabkan oleh kekuatan-kekuatan yang berada diatas manusia. c) Tahap positif Tahab positif merupakan tahab di mana manusia telah sanggup untuk berfikir secara ilmiah. Menurut comte, masyarakat harus diteliti atas dasar fakta-fakta objektif dan dia menekankan pentingnya penelitian-penelitian perbandingan antara berbagai masyarakat yang berlainan Hasil karya comte yang terutama adalah: a) The scientific labors for the reorganization of society(1822); b) The positive philosophy(6 jilid 1830 - 1840); c) Subjective synthesis(1820 - 1903).

2. Herbert Spencer (1820 - 1903)

Spenser mengatakan bahwa objek sosiologi yang pokok adalah keluarga, politik, agama, pengendalian social, dan industri. Sebagai tambahan disebutkannya asosiasi, masyarakat setempat, pembagian kerja, lapisan social, sosiologi pengetahuan dan ilmu pengetahuan, serta penelitian terhadab kesenian, dan keindahan. sosiologi harus menyoroti hubungan timbal balik antara unsur – unsur masyarakat seperti pengaruh norma – norma atas kehidupan keluarga, hubungan antara lembaga politik dengan lembaga keagamaan. Unsur – unsur masyarakat tadi mempunyai hubungan yang tetap dan harmonis, serta merupakan suatu integrasi. Sebagai mana juga dengan comte, spencer menganggap penting penelitian atas perkembangan masyarakat dan perbandingan antara masyarakat – masyarakat. Hasil karya yang terkenal di samping yang telah di sebut di atas adalah: a) b) c) d) Social statistics (1850); Principles of psychology (1955); Principles of biology (2 jilid, 1854 dan 1961); Principles of ethics (1893).

3. Emile Durkheim (1858 - 1917) Menurut Emile Durkheim, sosiologi meneliti lembaga – lembaga dalam masyarakat dan proses – proses social. Dalam sebuah majalah sosiologiyang pertama, yaitu l’annee socioogique, Emile Durkheim mengklafikasi pembagian social atas tujuh seksi yaitu. a) Sosiologi umum yang mencakup kepribadian individu dan kelompok manusia; b) Sosiologi agama; c) Sosiologi hokum dan moral mencakup organisasi politik, organisasi social, perkawinan dan keluarga; d) Sosiologi tentang kejahatan; e) Sosilogi ekonomi yang mencakup ukuran –ukuran penelitian dan kelompok kerja; f) demografi yang mencakup masyarakat perkotaan dan pedesaan; g) dan sosiologi estika. 4. Max Weber (1864 - 1920)

Max weber, seorang jerman, berusaha memberikan pengertian mengenai prilaku manusia dan sekaligus menelaah sebab – sabab terjadinya intraksi sosial. Max weber terkenal dengan teori ideal typus. ideal typus merupakan suatu konstruksi dalam pikiran seorang peneliti yang dapat digunakan sebagai alat untuk menganalisis gejala – gajala dalam masyarakat. Karya yang di tulis, antara lain adalah; a) The history of trading companies during the moddle ages (disertasi, 1889); b) Economy and society (1920); c) Collected assay on sociology of religion ( 3 jilid, 1921 ); d) Collected essay on sociology and social problems ( 1924 ); e) From max weber: essay in sociology ( di terjemahkan dan diedit oleh H.H grth dan C. Wright Mills, 1946 ) f) The theory of social and economic organization ( di terjemahkan oleh talcott parsons, 1947 ); g) Alex weber on the methodology of social sciences (di terjemahkan oleh E.A. shills dan H.A. finch, 1949 )

5. Cherles Horton Cooley (1864 – 1929 ) Cherles Horton Cooley, mengembangkan konsepsi mengenai hubungan timbal balik dan hubungan yang tidak terpisahkan antara individu masyarakat. Cooley dalam mengemukakan teorinya terpengaruh oleh aliran romantic yang mengidamkan kehidupan bersama, rukun dan damai, sahaja. Karena prihatin melihat masyarakat – masyarakat modern yang telah goyah norma – normanya sehinga masyarakat bersahaja merupakan bentuk ideal yang terlalu berlebih lebihan kesempurnaannya. hasil – hasil karyanya, di antaranya: a) Human nature and sicioal order (3 jilid, 1902); b) Social organization ( 1909 ); c) Social process ( 1918 ); 6. Pierre Guillaurne Frederic Le play ( 1806 – 1882 ) Le play, seorang prancis, merupakan salah seorang ahli llmu pengetahuan kemasyarakatan terkemuka abad ke- 19. Dia berhasil mengenalkan suatu metode

tertentu di dalam meneliti dan menganalisis gejala – gejala sosial, yaitu dengan jalan mengadakan observasi terhadab fakta – fakta sosial dan analisis induktif. Penelitan – penelitianya terhadab masyarakat menghasilkan dalil bahwa lingkungan giografis menentukan jenis pekerjaan dan hal ini mempengaruhi organisasi ekonomi, keluarga, serta lembaga – lembaga lainnya. Karangan – karangan yang pernah di buatnya adalah; a) b) c) d) Eupean Workers (1855); Social Reform in France (1864); The Organizatioan of the family (1871); The organization of labor (1872).

7. Georg Simmel (1858- 1981) Menurut Georg Simmel, sosiologi merupakan ilmu pengetahuan khusus, yaitu satu – satunya ilmu pengetahuan analistis yang abstrak diantara semua ilmu pengetahuan. Intraksi timbul karena kepentingan – kepentingan dan dorongan tertentu. Georg Simmel mengatakan bahwa objek sosiolgi merupakan bentuk – bentuk hubungan antar manusia. Mazhab yg dipolopori adalah mazhab sosiologi formal. Diantara hasil – hasil karyanya, adalah a) b) c) d) Cocerning Social Differentianti (1890); Sociology, Studies of the Forms of sociaalization (1908); Basic Problems of sociology (1917); Conflict of modern Culture (1918).

7. Alfred Vierkandt (1867 – 1953) Alfred Vierkandt menganggap sosiologi harus mempelajari sejaarah kebudayaan. Kemudian ia menyatakan bahwa sosiologi terutama mempelajari sejarah kebubayaan. Hasil hasil karyanya diantaranya adalah; a) Primitive and Civilized Peoples(1896); b) Inertia in Cultuture (1908);

c) Thory of Society; main proplems of Philosophical sociology (1922, diperbaiki pada 1928 dan 1949); d) Dictionary of sociology (1931); e) Family, people and state in their social life (1936).

9. Lester Fank Ward (1841 - 1913) Ward dapat dianggap sebagai salah satu seorang pelopor sosiologi di amerika serikat. Tujuan utamanya adalah membentuk suatu sistem sosiologi yang akan menyempurnakan kesejahteraan umum manusia. Ia membedakan antara pure sociology (sosiologi murni) yang meneliti asal dan perkembangan gejala –gejala sosial dan applied sociology (sosiologi terapan) yang khusus mempelajari perubahan – perobahan dalam masyarakat karena usaha – usaha manusia, menurut ward, kekuatan dinamis dalam gejala sosial adalah perasaan . ia terdiri dari keinginan – keinginan. Rasa lapar dan rasa cinta merupakan kinginan yang kuat. Perasaan merupakan kekuatan individu kerena interaksi berubah menjadikekiatan sosial. Kekuatan sosial mempunyai kemampuan untuk mengerakkan kecakapan – kecakapan manusia di dalam memenuhi tujuannya. Hasil – hasil karynya adalah; a) Dynamic society (1883); b) Psychc Factors of Civilization (1893); c) Pure sociology (1903). 10.Karl Mannheim (1893 - 1947) Karl mannheim telah banyak menyumbangkan pikirannya bagi perkembangan sosiologi. Antara lain dipoloporinya suatu cabang sosiologi. Antara lain dipoloporinya suatu cabang sosiologi, yang dinamaka sosiologi pengetahuan, yang khusus menelaah hubungan antara masyarakat dengan pengetahuan. Kemudian teorinya yang sangat terkenal adalahmegenai krisis. Hasil – hasil karyanya dari karl mannheim yang terkanal adalah; a) Ideologi and Utopia (1929); b) Man and society an age of reconstruction (1940); c) Diagnosis of our time (1943).

DAFTAR PUSTAKA
Siahaan,m. hotma.1986. pengantar kearah sejarah dan teori sosiologi. Jakarta: penerbbit erlangga. Basroni. 2005. Pengantar sosiologi. penerbit: ghalia indonesia

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->