Makalah Geografi Tanah Klasifikasi Tanah

DOSEN PEMBIMBING : Drs.H.Sidharta Adyatma.Msi

OLEH: Siti Herdianti (A1A509233)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARMASIN 2010

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT,karena dengan rahmat-NYA jualah makalah Geografi Tanah tentang klasifikasi Tanah ini berhasil disusun oleh penulis tepat pada waktunya. Makalah ini disusun berdasarkan tugas yang diberikan oleh. pada mata kuliah Geografi Tanah Dan LIngkungan,Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FIKIP) Universitas lambung Mangkurat,dengan judul makalah klasifikasi Tanah.

Penulis sangat menyadari dalam penyusunan makalah ini banyak terdapat kekurangankekurangan.oleh karena itu,penulis senantiasa menerima saran-saran dan kritikan yang sifatnya membangun demi mencapai satu kesempurnaan makalah ini . Semoga dengan hadirnya makalah ini dapat memberikan manfaat bagi para membaca dalam menambah ilmu pengetahuan.

Penulis mengucapkan terimakasih kepada Dosen pengasuh mata kuliah, dan teman-teman yang telah membantu memberikan masukan.

Banjarmasin,

Penulis

Sruktur tanah merupakan gumpalan-gumpalan kecil dari butiran-butiran atanah.Tujuan Adapun dalam penulisan makalah ini penulis bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah Geografi Tanah Dan Lingkungan yaitu dengan makalah yang berjudul “klasifikasi tanah” .Latar Belakang Tanah merupakan anugrah dari yang maha kuasa.BAB I PENDAHULUAN A. air dan udara. B. bahan-bahan organik. Tanah merupakan campuran dari berbagai mineral.dan semoga dari penulisan makalah ini bermanfa’at bagi kita semua C.Metode Penulisan Penulisan makalah ini nenggunakan metode kepustakaan . Tanah terbentuk dari akibat perubahan cuaca dan aktifitas berbagai mahluk hidup diatasnya seperti hewan dan tumbuahan. oksida besi dll. debu dan liat terikat satu sama lain oleh perekat seperti : bahan organic. Tekstur tanah adalah keadaan tanah yang menunjukan kasar halusnya tanah. Di tanah bisa tumbuh berbagai macam tumbuhan yang sangat bermanfaat bagi mahluk hidup. Didaerah curah hujan yang tinggi umumnya ditemukan struktur tanah remah atau gramuler dipermukaan dan gumpal dihorison bawah. Gumpalan ini terjadi karena butir-butir pasir. Ini dapat dideteksi dengan cara memirit tanah denngan jari tangan.

Tanah adalah bagian kerak Bumi yang tersusun dari mineral dan bahan organik.BAB II PEMBAHASAN A.bahasa Latin yaitu solum. Tanah yang menjadi habitat tempat hidup berbagai mikroorganisme bagi sebagian besar hewan darat. Tanah menjadi lahan untuk hidup dan bergerek. Di tanah bisa tumbuh berbagai macam tumbuhan yang sangat bermanfaat bagi mahluk hidup. Tanah sangat vital peranannya bagi semua kehidupan di Bumi karena tanah mendukung kehidupan yang menyediakan unsure hara dan air sekaligus penopang akar.Pengertian Tanah Tanah berasal dari bahasa Yunani yaitu pedon . Struktur tanah yang beronga-ronggayang menjadi tempat yang baik bagi akar untuk bernafas dan tumbuh. . Tanah merupakan anugrah dari yang maha kuasa.

Dan akhirnya tanah matang pun terbentuk dari campuran berbagai bahan organik dan bahan-bahan mineral. Kandungan liat menentukan dalam pembentukan agregat. karena liat berfungsi sebagai pengikat yang diabsorbsi pada permukaan butiran pasir dan setelah dihidrasi tingkat reversiblenya sangat lambat. liat. Teori pembentukan tanah berdasarkan flokulasi dapat terjadi pada tanah yang berada dalam larutan. Lumut dan tanah pun tumbuh membentuk lapisan serasah organik. misal pada tanah yang agregatnya telah dihancurkan oleh air hujan atau pada tanah sawah. Menurut Gedroits (1955) ada dua tingkatan pembentuk agregat tanah. Di pecahan-pecahan mineral ini tumbuh lumut sehingga air dapat meresap ke bebatuan sehingga lambat laun akan terbentuk tanah muda. Agregat yang baik terbentuk karena flokuasi maupun oleh terjadinya retakan tanah yang kemudian dimantapkan oleh pengikat (sementasi) yang terjadi secara kimia atau adanya aktifitas biologi. Dapat diambil kesimpulan bahwa agregat tanah terbentuk sebagai akibat adanya interaksi dari butiran tunggal.Proses Terbentuknya Tanah Batuan-batuan induk (bedrock-R Horizon) terpecah menjadi menjadi bagian-bagian kecil akibat perubahan cuaca . B. yaitu: 1. Kaogulasi koloid tanah (pengaruh Ca2+) kedalam agregat tanah mikro 2. Tanah merupakan campuran dari berbagai mineral. oksioda besi/ almunium dan bahan organik.Tanah terbentuk dari akibat perubahan cuaca dan aktifitas berbagai mahluk hidup diatasnya seperti hewan dan tumbuahan. sedangakan kandungan liat < 30% tidak berpengaruh terhadap agregasi. Menurut utomo dan Dexter (1982) menyatakan bahwa retakan terjadi karena pembengkakan dan pengerutan sebagai akibat dari pembasahan dan pengeringan yang berperan penting dalam pembentukan agregat. air dan udara. . bahan-bahan organik. Bahan Induk Variasi penyusun tanah tersebut mempengaruhi pembentukan agregat-agregat tanah serta kemantapan yang terbentuk. Sementasi (pengikat) agregat mikro kedalam agregat makro. Kandungan liat > 30% akan berpengaruh terhadap agregasi. Faktor yang mempengaruhi pembentukan agregat 1.

4. Iklim Iklim berpengaruh terhadap proses pengeringan. Bahan organik tanah Bahan organik tanah merupakan bahan pengikat setelah mengalami pencucian.Bahan mineral Berasal dari pelapukan batuan yang susunan mineralnya bervariasi tergantung sumber batuan yang melapuk. Mineral merupakan kumouan dari kristal-kristal hasil suatu persenyawaan yang mempunyai bentuk tertentu sebagai hasil reaksi antar dua atau lebih unsur-unsur kimia kulit bumi. Selain itu celah-celah tersebut dapat terbentuk dari air yang diserp oleh tnaman tesebut. maka agregat yang terbentuk pada tanah tersebut semakin mantap. Iklim merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap pembentukan agregat tanah. Akar tanaman dapat menembus tanah dan membentuk celah-celah.2. Disamping itu dengan adanya tekanan akar. Semakin lama waktu berjalan. 5. pembasahan.Secara tidak langsung merombak sisa-sisa tanaman yang setelah dipergunakan akan dikeluarlan lagi menjadi bahan pengikat tanah. 3. maka butir-butir tanah semakin melekat dan padat. Tanaman Tanaman pada suatu wilayah dapat membantu pembentukan agregat yang mantap. Organisme tanah Organisme tanah dapat mempercepat terbentuknya agregat. Komponen Utama Tanah Komponen utama tanah terdiri dari 4 macam . Selain itu juga mampu berperan langsung dengan membuat lubang dan menggemburkna tanaman. pembekuan. C. 6. . Waktu Waktu menentukan semua faktor pembentuk tanah berjalan. Pencucian tersebut dipercepat dengan adanya organisme tanah. pencairan.diantaranya sebagai berikut : a. Sehingga bahan organik dan organisme di dalam tanah saling berhubungan erat.

c. Kandungan uap air lebih tinggi dibandingkan udara tanah yang lembab mempunyai udara dengan kelembaban nisbi. Kandungan CO2 lebih besar dari atmosfer (<0. Bahan organic   umumnya terdapat di permukaan tanah . . Sangat berpengaruh terhadap sifat-sifat tanah dan pertumbuhan tanah. Kandungan O2 lebih kecil dari pada di atmosfer .karena berasal dari tumbuhan dan hewan.Udara uadara dan air mengisi pori-pori tanah. Air Air terdapat di dalam tanah karena beberapa hal. 2. Susunan udara di balam tanah adalah sebagai berikut.03%) 3.b. diantaranya:  Diserap oleh masa tanah  Tertahan oleh lapisan kedap air  Terikat di dalam pori-pori tanah dengan gaya ikat atau keadaan drainase yang kurang baik. banyaknya pori-poti tanah kurang lebih 50% dari volume tanah. hal ini karena kegiatan dekomposisi bahan organic atau pernafasan organism hidup di dalamtanah dan akar-akar tanaman mengambil O2dan melepaskan CO2. d. 1.

sehingga sistem USDA ini biasa disertakan dalam pengklasifikasian tanah untuk mendampingi penamaan berdasarkan sistem FAO atau PPT (Pusat Penelitian Tanah). Dalam pemakaiannya. serta dengan melihat lapisan-lapisan yang membentuk profil tanah. Selain itu. Intensitas dan selang waktu dari berbagai faktor ini juga berakibat pada variasi tampilan tanah. Untuk komunikasi di antara para ahli tanah dunia. khususnya dalam versi yang dimodifikasi oleh Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimatologi (Puslittanak) pada tahun 1978 dan 1982. seringkali para ahli melakukan klasifikasi secara lokal. Selanjutnya. Walaupun demikian. sistem USDA memberikan kriteria yang jelas dibandingkan sistem klasifikasi lain. sistem USDA sangat membantu karena memakai sistem penamaan yang konsisten. tanah adalah benda yang dinamis sehingga selalu mengalami proses perubahan.BAB III KLASIFIKASI TANAH Klasifikasi tanah memiliki berbagai versi. Tanah terbentuk dari batuan yang aus/lapuk akibat terpapar oleh dinamika di lapisan bawah atmosfer. topografi/geografi. untuk menggantikan sistem ini. Pada tahun 1998 kemudian disepakati dipakainya sistem klasifikasi WRB dari World Reference Base for Soil Resources. seperti dinamika iklim. Berdasarkan kriteria itu. Dalam melakukan klasifikasi tanah para ahli pertama kali melakukannya berdasarkan ciri fisika dan kimia. Untuk memudahkannya. dan aktivitas organisme biologi. setelah teknologi jauh berkembang para ahli juga melihat aspek batuan dasar yang membentuk tanah serta proses pelapukan batuan yang kemudian memberikan ciri-ciri khas tertentu pada tanah yang terbentuk. khususnya untuk negara berkembang. suatu proyek bentukan FAO. . Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) telah mengembangkan sistem klasifikasi tanah pula sejak 1974. Versi terbaru dari sistem WRB dirilis pada tahun 2007. Pada tahun 1975 dirilis sistem klasifikasi USDA (Departemen Pertanian AS). Sistem ini dibuat karena sistem-sistem klasifikasi lama saling tumpang tindih dalam penamaan akibat perbedaan kriteria. adalah kriterianya yang sangat mendasarkan pada analisis laboratorium yang rinci. Untuk Indonesia misalnya dikenal sistem klasifikasi Dudal-Soepraptohardjo (1957-1961)[1] yang masih dirujuk hingga saat ini di Indonesia untuk kepentingan pertanian. ditemukan banyak sekali jenis tanah di dunia. Terdapat kesulitan teknis dalam melakukan klasifikasi untuk tanah karena banyak hal yang memengaruhi pembentukan tanah. sehingga para praktisi sulit untuk mendefinisikan langsung di lapangan. Kelemahan dari sistem ini.

CL. OH. jika fraksi pasirnya lebih besar dari fraksi kerikil (S). Tanah butir halus dibagi menjadi 2 kelompok. 3. 2. c). Sifat organik tanah.Dalam jenis dan sifat tanah sangat bervariasi. b). Gradasi tanah (Cu dan Co). Perbandingan buttir kasar dan butir halus. Tanah berbutir halus.cara UNIFIED . OL. banyaknya fraksi kerikil dan pasir. lanau dan lempung). Tanah organik jika tampak organik misal humus dan gambut. Klasifikasi bermaksud membagi tanah menjadi beberapa golongan tanah dengan kondisi dan sifat yang mirip diberi simbul nama yang sama. (dari diagram gradasinya atau dilihat di lapangan). jika butir kasarnya lebih banyak dari butir halusnya (lihat batas ukuran butir halus dan butir kasar). 4. pasir. Simbul tanah butir halus ditetapkan dengan menggunakan diagram plastisitas Casagrade didapat CH. Ada 2 cara klasifikasi yang umum yang digunakan: . Dengan data WL dan IP diplotkan dalam diagram. ML. Tanah dibagiatas 3 kelompok besar : a). dan dari simbul tersebut dapat diketahui jenisnya dan sifatnya. Dan yang kedua adalah pasir. Jika butir halusnya lebih banyak dari butir kasarnya. dan yang sifat plastisnya tinggi (WL > 50%). hal ini ditentukan oleh perbandingan banyaknya fraksi-fraksi (kerikil. (alu dilihat . Batas konsistensi tanah butir halus (WL dan IP). Tanah berbutir kasar. Tanah butir kasar juga di bagi menjadi dua bagian yaitu kelompok kerikil jika butir kasarnya fraksi kerikilnya lebih besar dari fraksi pasir (G). yaitu tanah butir halus yang sifat plastisnya rendah (WL < 50 %. Hurup pertama menunjukkan jenisnya. sifat plastisitas butir halus. misal G = kerikil (gravel) S = pasir (sand) M = lanau (silt) C = lempung (clay) O = tanah organik Huruf kedua menunjukkan sifatnya W = bergradasi baik (well graded) P = bergradasi jelek (poorly graded) M = mengandung lanau C = mengandung lempung L = bersifat plastis rendah (low plasticity) H = bersifat plastis tinggi (high plasticity) Sifat Index (sifat general) yang digunakan untuk mengklasifikasikan tanah adalah : 1. Langsung diberi simbul Pt (plat). MH.cara AASHTO  Klasifikasi menurut sistem UNIFIED Setiap tanah diberi simbul dua hurup.

Jika tidak bersih (fraksihalus >12%). tanh ini tidak perlu dicari Cu dan Cc. maka kemungkinan simbul GW-GC. jika IP > Ip batas berarti diatas garis A dan sebaliknya. Untuk menetapkan W atau P harus dilihat dulu Cu dan Cc. Pada tanah ini diberikan simbul ganda. Versi aslinya dirilis pada tahun 1957.  Klasifikasi menurut AASHTO 1. Jika fraksi halus antara 5% 12%. sub. umumnya digunakan pada pondasi-pondasi jalan raya: subgrade. Tanah butir kasar bersih (fraksi halus < 5%). 3. 1. Sistem ini disukai oleh pekerja lapangan pertanian karena mudah untuk diterapkan di lapangan. SP-SM. fraksi halus dipisahkan dan dicari batas-bats konsistensinya (WL dan WP). Untuk menetapkan apakah termasuk keluargaC atau M maka perlu diperiksa WL atau IP.base.secara analisis WL < 50% atau WL > 50%. SW-SC.73(1VL – 20). SP-SC. jika pada diagram casagrade terletak diatas garis Adan nilai IP nya antara 4 – 7. yang dimodifikasi untuk situasi Indonesia oleh M.base. ahli tanah dari Belgia. kelompok A-1 sampai A-3 adalah tanah granuler. Modifikasinya . Dasar sistem ini adalah dari Rudi Dudal. (di dapat tailah GC dan SC) bial dibawah garis A berarti lanau maka diperoleh tanah GM dan SM. tanah butir kasar yang bersih ini disebut punya gradasi baik jika Cu > 4 dan 1 < cc < 3 untuk pasir dan Cu > 6 dan 1 < Cc < 6. GP-GC.200 4. Untuk tanah kasar Disini ada 3 emungkinan pertama bersih bila fraksi halusnya < 5%. sedang kelompok A-4 sampai A-7 adalah kelompok tanah lempung yang lolos saringanno. Jika diatas garis A berarti fraksi halusnya lempung. 2. GW-GM. selanjutnya dilihat pada diagram casagrade. kelompok-kelompok ini dievaluasi dengan menggunakan persamaan yang disebut indeks klompok (Grup indeks. kedua dianggap campuran jika fraksi halusnya >12% dan ketiga peralian jika fraksi halusnya antara 5 -12%. GP-GM. dan disebut poorly graded (simbul P) jika tidak dipenuhi salah satu kriteria diatas.GI) Sistem klasifikasi Dudal-Soepraptohardjo Taksonomi tanah berdasarkan sistem Dudal-Soepraptohardjo mendasarkan pada penampilan profil tanah dan sejumlah ciri-ciri fisika dan kimia. 2. Kemudian dihitung IP batas = 0. Soepraptohardjo. Tanah butir halus juga dapat diberi simbul ganda misal CL – ML. mengklasifikasi tanah dalam 7 kelompok (yaitu dari A-1sampai A-7) dan didasarkan pada daimeter butiran batas-batas attererg 3. SW-SM.

Klasifikasi jenis-jenis tanah pada tingkat tersebut sering digunakan untuk mengelompokkan tanah di Indonesia . (2) Sistem Klasifikasi Tanah Internasional. Sistem nasional ini perlu dimiliki oleh setiap bangsa dan negara serta harus terus menerus dikembangkan sesuai dengan perkembangan IPTEK tanah (Dr D Subardja.dilakukan oleh Pusat Penelitian Tanah pada tahun 1978 dan 1982. 2003). Namun dalam perkembangan penggunaannya.. Sementara itu. beberapa ahli mengklasifikasikan tanah dengan klasifikasi yang berbeda. Keberadaan Sistem Klasifikasi Tanah Nasional merupakan ciri budaya bangsa dan menjadi tolok ukur tingkat perkembangan dan penguasaan teknologi tanah di suatu negara. Di Indonesia. Sistem Klasifiaski Tanah Nasional sudah hampir ditinggalkan penggunaannya. yaitu : (1) Sistem Klasifikasi Tanah Nasional (Dudal & Soepraptohardjo. sejak tahun 1975 dikenal dengan tiga (3) sistem klasifikasi tanah yang banyak digunakan oleh Lembaga Penelitian. terutama oleh para peneliti dari Lembaga Penelitian Tanah (sekarang Balai Besai Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian) dan Perguruan Tinggi sesuai dengan hasil keputusan Kongres Nasional Himpunan Ilmu Tanah Indonesia. Sistem ini (dan modifikasinya) berlaku khusus untuk Indonesia. khususnya dalam penamaan dan pemberian kriteria. Dinas Teknis dan Teknisi di lapangan. pada siaran di RPC tanggal 15 April 2009) JENIS – JENIS TANAH Indonesia adalah negara kepulauan dengan daratan yang luas dengan jenis tanah yang berbedabeda. peneliti di Kelti Genesis dan Klasifikasi Tanah. Sistem Taksonomi Tanah sejak tahun 1988 lebih banyak digunakan. Berdasarkan pada faktor pembentuk dan sifat tanah inilah.Sc. Soepraptohardjo. Berikut ini adalah macam-macam / jenis-jenis tanah yang ada di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tingkat kategori yang sudah banyak dikembangkan dalam survei dan pemetaan tanah di Indonesia. dikenal sebagai Taksonomi Tanah (Soil Taxonomy. 1961). Walupun demikian. Interaksi antara faktor-faktor pembentuk tanah akan menghasilkan tanah dengan sifat-sifat yang berbeda. yaitu tingkat kategori jenis (great soil group). dengan mengadopsi beberapa sistem internasional. 1975. Perguruan Tinggi. sistem tersebut masih eksis dan masih banyak digunakan terutama oleh para pengambil kebijakan dan praktisi lapangan di daerah. dan (3) Sistem FAO/UNESCO (1974). 1957. M. USDA.

. Tanah Humus Tanah humus adalah tanah yang sangat subur terbentuk dari lapukan daun dan batang pohon di hutan hujan tropis yang lebat. 2.1. Tanah Pasir Tanah pasir adalah tanah yang bersifat kurang baik bagi pertanian yang terbentuk dari batuan beku serta batuan sedimen yang memiliki butir kasar dan berkerikil.

3. belum mengalami perkembangan. Bahannya berasal dari material halus yang diendapkan oleh aliran sungai. Oleh karena itu. Tanah Alluvial / Tanah Endapan Tanah aluvial adalah tanah yang dibentuk dari lumpur sungai yang mengendap di dataran rendah yang memiliki sifat tanah yang subur dan cocok untuk lahan pertanian. Jenis tanah ini masih muda. tanah jenis ini banyak terdapat di daerah datar sepanjang aliran sungai 4. . Tanah Podzolit Tanah podzolit adalah tanah subur yang umumnya berada di pegunungan dengan curah hujan yang tinggi dan bersuhu rendah / dingin.

Tanah Vulkanik / Tanah Gunung Berapi Tanah vulkanis adalah tanah yang terbentuk dari lapukan materi letusan gunung berapi yang subur mengandung zat hara yang tinggi. 6.5. Tanah Laterit Tanah laterit adalah tanah tidak subur yang tadinya subur dan kaya akan unsur hara. Contoh : Kalimantan Barat dan Lampung. namun unsur hara tersebut hilang karena larut dibawa oleh air hujan yang tinggi. Jenis tanah vulkanik dapat dijumpai di sekitar lereng gunung berapi. .

. dan kandungan unsur hara rendah. tekstur debulempung. Papua dan Sumatera. 8. Jawa Tengah dan Jawa Timur. Tanah Mediteran / Tanah Kapur Tanah mediteran adalah tanah sifatnya tidak subur yang terbentuk dari pelapukan batuan yang kapur.7. Contoh : Nusa Tenggara. Tanah ini terbentuk karena adanya proses pembusukan dari sisa-sisa tumbuhan rawa. konsistensi tidak lekat sampai dengan agak lekat. mempunyai ciri warna cokelat hingga kehitaman. Tanah jenis ini berasal dari bahan induk organik dari hutan rawa. Contoh : rawa Kalimantan. Maluku. Tanah Gambut / Tanah Organosol Tanah organosol adalah jenis tanah yang kurang subur untuk bercocok tanam yang merupakan hasil bentukan pelapukan tumbuhan rawa. tidak berstruktur.

Bahannya berasal dari jenis batuan beku yang belum mengalami proses pelapukan secara sempurna. Tanah ini banyak terdapat di daerah Sumatra bagian timur dan barat. Bali. kurang baik untuk pertanian maupun perkebunan karena derajat keasaman tinggi.Banyak terdapat di rawa Sumatra. Kalimantan. Jawa. .9. Jenis tanah ini banyak ditemukan di lereng gunung dan pegunungan di seluruh Indonesia . 10. Tanah Regosol Tanah ini merupakan endapan abu vulkanik baru yang memiliki butir kasar.Tanah Litosol Tanah litosol merupakan jenis tanah berbatu-batu dengan lapisan tanah yang tidak begitu tebal. dan Papua. dan Nusa Tenggara. Penyebaran terutama pada daerah lereng gunung api.

000 meter. kesuburan rendah hingga sedang.Latosol tersebar di daerah beriklim basah. dan ketinggian tempat berkisar 300–1. . dan kering. tersebar di daerah iklim subhumid atau subarid. dan curah hujan kurang dari 2. batuan lempung. curah hujan lebih dari 300 mm/tahun. Tanah Grumusul Jenis ini berasal dari batu kapur. 11.Tanah Podsolik Tanah ini berasal dari batuan pasir kuarsa. tersebar di daerah beriklim basah tanpa bulan kering. Tekstur lempung hingga berpasir. curah hujan lebih 2. Tanah ini terbentuk dari batuan gunung api kemudian mengalami proses pelapukan lanjut. warna merah.500 mm/tahun.500 mm/ tahun. 12.

Umumnya dijumpai di daerah lereng atas kerucut vulkan pada ketinggian di atas 800 meter.13. Kesuburan tanah rendah 14. . dan Papua Barat.500 mm/ tahun tanpa bulan kering.Tanah Podsol Jenis tanah ini berasal dari batuan induk pasir. Warna tanah jenis ini umumnya cokelat. abu-abu hingga hitam. Sumatra Utara. topografi pegunungan. Penyebaran di daerah beriklim sedang dengan curah hujan di atas 2. Penyebaran di daerah beriklim basah. Tanah Andosol Tanah jenis ini berasal dari bahan induk abu vulkan. misalnya di daerah Kalimantan Tengah.

hampir selalu tergenang air. Warna tanah cokelat hingga merah.Tanah Mediteran Merah Kuning Tanah jenis ini berasal dari batuan kapur keras (limestone). topografi karst dan lereng vulkan dengan ketinggian di bawah 400 m.15. Khusus tanah mediteran merah kuning di daerah topografi karst disebut ”Terra Rossa”. . Penyebaran di daerah beriklim subhumid. 16. dan warna kelabu hingga kekuningan.Hidromorf Kelabu Jenis tanah ini perkembangannya lebih dipengaruhi oleh faktor lokal yaitu topografi yang berupa dataran rendah atau cekungan.

dan waktu. Sehingga dapat disimpulkan bahwa salah satu faktor pembentuk tanah adalah iklim. Susunan Tanah . Ada beberapa faktor lain yang memengaruhi proses pembentukan tanah. tetapi sebagai bahan tanah (regolith) karena masih menunjukkan struktur batuan induk. batuan akan menjadi lunak dan berubah komposisinya. proses pelapukan ini menjadi awal terbentuknya tanah. Sehingga faktor yang mendorong pelapukan juga berperan dalam pembentukan tanah. bahan induk. Faktor-faktor tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut. Curah hujan dan sinar matahari berperan penting dalam proses pelapukan fisik. Proses pelapukan terus berlangsung hingga akhirnya bahan induk tanah berubah menjadi tanah.Proses Pembentukan Tanah Proses pembentukan tanah diawali dari pelapukan batuan. yaitu organisme. Nah. Pada tahap ini batuan yang lapuk belum dikatakan sebagai tanah. kedua faktor tersebut merupakan komponen iklim. topografi. Dari proses pelapukan ini. baik pelapukan fisik maupun pelapukan kimia.

BAB IV KESIMPULAN Tanah berasal dari bahasa Yunani yaitu pedon . Agregat yang baik terbentuk karena flokuasi maupun oleh terjadinya retakan tanah yang kemudian dimantapkan oleh pengikat (sementasi) yang terjadi secara kimia atau adanya aktifitas biologi. Dapat diambil kesimpulan bahwa agregat tanah terbentuk sebagai akibat adanya interaksi dari butiran tunggal. Tanah sangat vital peranannya bagi semua kehidupan di Bumi karena tanah mendukung kehidupan yang menyediakan unsure hara dan air sekaligus penopang akar. Tanah yang menjadi habitat tempat hidup berbagai mikroorganisme bagi sebagian besar hewan darat. Menurut utomo dan Dexter (1982) menyatakan bahwa retakan terjadi karena pembengkakan dan pengerutan sebagai akibat dari pembasahan dan pengeringan yang berperan penting dalam pembentukan agregat. Tanah menjadi lahan untuk hidup dan bergerek. Struktur tanah yang beronga-ronggayang menjadi tempat yang baik bagi akar untuk bernafas dan tumbuh. liat. Teori pembentukan tanah berdasarkan flokulasi dapat terjadi pada tanah yang berada dalam larutan.bahasa Latin yaitu solum. Tanah adalah bagian kerak Bumi yang tersusun dari mineral dan bahan organik. misal pada tanah yang agregatnya telah dihancurkan oleh air hujan atau pada tanah sawah. oksioda besi/ almunium dan bahan organik. .

web.id/index.id/2010/03/klasifikasi-tanah.html http://id.litbang.membuatblog.deptan.org/wiki/Pedologi http://bbsdlp.php?option=com_content&view=article&id=163:definisisistem-klasifikasi-tanah&catid=45:klasifikasi-tanah&Itemid=151 http://syadiashare.go.DAFTAR PUSTAKA http://www.html .html http://www.wikipedia.com/2010/01/jenis-jenis-tanah-dan-proses.ardianrisqi.com/jenis-tanah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful