P. 1
BAB I KTI

BAB I KTI

5.0

|Views: 92|Likes:
Published by Maya Subaera

More info:

Published by: Maya Subaera on Jul 06, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/05/2013

pdf

text

original

Sections

  • BAB I
  • PENDAHULUAN
  • A . Latar belakang
  • B. Rumusan masalah
  • : “Asuhan Keperawatan Pada Tn.A Dengan Gangguan Presepsi
  • Sensori : Halusinasi Pendengaran dan pengelihatan di Ruangan
  • salak Rumah Sakit Umum Daerah Madani Palu Provinsi Sulawesi
  • C. Tujuan Penulisan Studi Kasus
  • D. Metode Penulisan Studi Kasus
  • E. Sistematika Penulisan
  • BAB II
  • LANDASAN TEORI
  • A. Konsep Dasar Teori Halusinasi
  • 1. Pengertian
  • 2. Etiologi
  • 3. Manifestasi klinis
  • 4. Tahapan proses terjadinya halusinasi
  • 5. Penatalaksanaan klien Halusinasi
  • 6. Jenis – jenis halusinasi
  • 7. Rentang respon neurologis
  • B. Asuhan keperawatan pada kasus halusinasi
  • ( Akibat )... Resiko Perilaku Kekerasan
  • ( Penyebab ) ... isolasi Sosial penurunan motivasi
  • BAB III
  • TINJAUAN KASUS
  • A. Pengkajian
  • A. Strategi Pelaksanaan pertemuan 1 hari ke 1
  • Strategi Pelaksan pertemuan ke 2 hari ke 1
  • Strategi Pelaksanaan pertemuan ke 3 hari 1
  • Strategi pelaksanaan pertemuan ke 1 hari ke 2
  • Strategi Pelaksanaan Pertemuan ke 2 hari ke 2
  • Strategi Pelaksanaan pertemuan ke 3 hari ke 2
  • Strategi Pelaksanaan pertemuan ke 4 hari 2
  • Strategi Pelaksanaan pertemuan ke 1 hari ke 3
  • Strategi Pelaksanaan pertemuan ke 2 hari ke 3
  • Strategi Pelaksanaan pertemuan ke 3 hari 3
  • BAB IV
  • PEMBAHASAN
  • terapi aktivitas kelompok pada stimulasi persepsi halusinasi terhadap
  • frekuensi halusinasi di R.S . Grhasia provinsi DIY pada tahun 2007
  • BAB V
  • PENUTUP
  • A. Kesimpulan
  • B. Kesimpulan

BAB I PENDAHULUAN A . Latar belakang Undang-Undang Kesehatan No.

23 tahun 1992 Bab I Pasal 1 Ayat 1 bahwa : “Kesehatan adalah suatu keadaan sejahtera dari badan jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup secara produktif sosial ekonomi”. Upaya kesehatan jiwa didasarkan pada landasan hukum sebagaimana tercantum jelas dalam Undang-Undang Kesehatan No. 23 tahun 1992 Pasal 24 Ayat 1 yang menjelaskan bahwa : “Upaya peningkatan kesehatan jiwa dilakukan untuk mewujudkan jiwa yang sehat secara optimal, baik intelektual maupun emosional”. Kondisi jiwa yang sehat secara optimal meliputi sifat-sifat yang harmonis (serasi) dan memperhatikan semua segi-segi dalam kehidupan manusia dalam berhubungan dengan manusia lain . Kehidupan saat ini terus menerus berubah dan terdapat banyak sumber yang dapat menimbulkan stres fisik dan mental , baik perorangan ,ataupun kelompok (Maramis, 2005, p. 118). Stresor yang terjadi di kalangan masyarakkat , di sebabkan oleh akibat gaya hidup dan persaingan hidup yang menjadi semakin tinggi .Pemyebab stress juga karena tuntutan kebutuhan ekonomi , sandang pangan dan papan , individu yang tidak dapat beradaptasi akibat koping tidak efektif akan mengalami berbagai penyakit mental atau gangguan jiwa (Rasmun 2004, p. 1).

1

Gangguan jiwa yang terbanyak ditemukan adalah skizofrenia , WHO mengatakan di dunia terdapat 427 juta jiwa yang mengalami skizofrenia di dunia , Survei kementrian sosial tahun 2008-2011 terdapat 650.000 orang yang mengalami skizofrenia di indonesia , dan di Provinsi Sulawesi Tengah khususnya kota palu terdapat 128 jiwa pada periode Januari sampai Juni tahun 2013. Gejala umum skizofrenia adalah Halusinasi (Maslim, 1997 dalam sirait 2006).) halusinasi ada beberapa macam dan salah satunya adalah halusinasi pendengaran. Klien dengan halusinasi pendengaran seringkali mendengar suara – suara yang langsung di tunjukan pada klien dan biasanya isi suara tersebut tidak menyenangkan, bersifat menghina dan menuduh. Hal ini menyebabkan klien tidak senang, gelisah, merasa tidak aman, dan akhirnya menimbulkan kekerasan yang berkepanjangan (Rasmun, 2001). Halusinasi yang tidak tertangani dengan baik akan menyebabkan komplikasi atau dampak yang menyebabkan resiko prilaku kekerasan pada diri sendiri dan kerusakan interaksi sosial. Dampak lanjut halusinasi perlu di cegah sehinga membutuhkan penanganan yang professional , perawat sebagai salah satu petugas kesehatan yang memberikan asuhan keperawatan pada pasien gangguan jiwa . Perawat kesehatan jiwa member asuhan keperawatan dengan

memperhatikan aspek bio – psiko – psiko – spiritual (Kusnanto 2003)

2

American Nurses Association (ANA) divisi perawatan kesehatan jiwa, mendefinisikan perawatan kesehatan jiwa sebagai area khusus dalam praktek keperawatan yang menggunakan ilmu perilaku manusia dan diri sendiri secara terapeutik untuk meningkatkan, mempertahankan, memulihkan kesehatan jiwa klien dan meningkatkan kesehatan mental masyarakat dimana klien berada. Suatu metode pemberian asuhan keperawatan yang sistematis dan rasional (Kozier, 1991). Peran perawat pada klien meliputi promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif, peran perawat pada bidang promotif yaitu memperkenalkan epada masyarakat luas apa yang di maksud dengan halusinasi Dalam upaya penanganan penderita yang mengalami gangguan jiwa harus melalui proses keperawatan yaitu pengkajian, penetapan diagnosa, membuat rencana tindakan keperawatan (intervensi), serta melakukana

implementasi dan evaluasi. Metode pemberian asuhan keperawatan yang terorganisir dan sitematis, berfokus pada respon yang unik dari individu atau kelompok individu terhadap masalah kesehatan yang aktual dan potensial terutama pada klien dengan kasus Halusinasi (Rosalinda, 1996).

3

4 .A Dengan Gangguan Presepsi Sensori : Halusinasi Pendengaran dan pengelihatan di Ruangan salak Rumah Sakit Umum Daerah Madani Palu Provinsi Sulawesi Tengah.B. Rumusan masalah Berdasarkan uraian latar belakang di atas maka penulis Penulis merasa tertarik untuk mengambil study kasus tersebut karna harus mendapatkan perhatian yang khusus dalam penatalaksanaan Keperawatan Jiwa yang sebaik – baiknya. meliputi aspek Bio-PsikoSpiritual. sehingga hal ini menuntut perawat untuk memberikan Asuhan Keperawatan secara akurat dan sesuai dengan Kode Etik Keperawatan serta melaporkan dalam bentuk Study Kasus yang berjudul : “Asuhan Keperawatan Pada Tn.

Mengambarkan Merumuskan diagnosa Keperawatan pada TN .A dengan Gangguan Persepsi Sensori halusinasi Pendengaran di ruangan salak f. Mengambarkan Mennyusun Rencana Tindakan Keperawatan ( intevensi ) pada TN. Mengambarkan Melakukan Evaluasi Pada TN . Mengambarkan keperawatan melakukan pendokumentasian semua tindakan pada TN . A dengan Gangguan Persepsi Sensori halusinasi Pendengaran di ruangan salak c. Tujuan Khusus a. Mengambarkan melakukan Pengkajian Pada TN .A dengan Gangguan Persepsi Sensori halusinasi Pendengaran di ruangan salak e. Tujuan Penulisan Studi Kasus 1.A dengan Gangguan Persepsi sensorik Halusinasi Pendengaran Di Ruang Salak RSD Madani provinsi Sulawesi Tengah . Mengambarkan Melakukan Tindakan Keperawatan ( implementasi ) pada TN . A dengan Gangguan Persepsi Sensori halusinasi Pendengaran di ruang Salak b. 2. Tujuan Umum Dapat Mengambarkan Asuhan Keperawatan Pada TN.C. A dengan Gangguan Persepsi Sensori halusinasi Pendengaran di ruangan salak d. A dengan Gangguan Persepsi Sensori halusinasi Pendengaran di ruangan salak 5 .

4. 2. Studi Kasus Penulis melakukan asuhan keperawatan secara langsung pada seorang klien dengan gangguan persepsi sensori halusinasi pendengaran di ruang salak RSD Madani Palu Provinsi Sulawesi Tengah . 6 . 3. Metode Penulisan Studi Kasus 1. Studi Perpustakaan Dengan mempelajari beberapa buku yang berhubungan dengan halusinasi termasuk bahan-bahan perkuliahan agar mempunyai nilai ilmiah untuk di pertahankan .D. Observasi Mengobservasi Gejala-gejala Perilaku yang di alami Klien dengan Halusinasi Pendengaran dan Observasi kebersihan standar asuhan keperawatan yang di berikan . Wawancara Melakukan pengkajian dalam rangka pengumpulan data yang di lakukan terhadap klien . dan keluarga serta perawat ruangan .

tentang respon . intervensi . 5. metode penulisan . Bab IV membahas kesenjangan antara teori dan kasus mulai dari pengkajian . intervensi . dan evaluasi . dan evaluasi . diagnosa . diagnosa . 4. diagnosa . pengkajian . fase – fase halusinasi . rumusan masalah . implementasi . Sistematika Penulisan 1. jenis-jenis halusinasi . implementasi . tujuan penelitian . Bab I merupakan pendahuluan yang berisi tentang latar belakang . 2.E. Bab V berupa penutup yang memuat kesimpulan dan saran 7 . dan sistematika penulisan . Bab II tentang landasan teori yang memuat pengertian . implementasi dan evaluasi keperawatan 3. tujuan . Bab III berisi tentang tinjauan kasus halusinasi pendengaran mulai dari pengkajian .

dasarnya mungkin organik . Halusinasi adalah pencerapan tanpa adanya rangsangan apapun pada panca indra seorang pasien . Konsep Dasar Teori Halusinasi Pada BAB ini merupakan pembahasan mengenai teori halusinasi yang terdiri: 1. 2000 ) b. suara setan . Halusinasi adalah suatu kejadiaan di mana seseorang mengalami perubahan dalam jumlah dan pola dari stimulus yang mendekat . halusinasi merupakan pengalaman terhadap mendengar suara tuhan . 2006 ) c. 8 . fungsional . yang sering terjadi pada pasien skizofrenia ( stuart & sudeen 1995 ). Halusinasi adalah suatu persepsi sensorik terhadap suatu hal tanpa stimulasi dari luar . psikotik . di sertai suatu pengurangan atau berlebih atau kelainan respon terhadap stimulasi ( townsend 1998 ) d. Halusinasi adalah terganggunya persepsi sensorik seseorang di mana tidak terdapat stimulus ( varcarolis . manusia . ataupun histerik ( maramis . Pengertian a.BAB II LANDASAN TEORI A. yang terjadi dalam keadaan sadar / bangun .

psikotik ataupun histerik . 9 . kesepian. 2) Fokus kultural Seseorang yang merasa tidak diterima lingkungan sejak bayi (unwanted child) akan merasa di singkirkan. dan tidak percaya pada lingkungannya. mudah frustasi. Faktor predisposisi merupakan faktor pendukung yaitu : 1) Faktor perkembagan Tugas perkembagan klien yang terganggu misalnya rendahnya kontrol dan hangatan keluarga menyebapkan klien tidak mampu mandri sejak kecil. hilang perjaya diri dan lebih rentap stress. Berdasarkan beberapa pengertian di atas dapat di simpulkan halusinasi adalah gangguan persepsi seseorang yang sering terjadi pada pasien skizofrenia dengan atau tanpa stimulus dari luar yang sebenarnya tidak ada / nyata baik secara orgabik .e. 2. fungsional . depresi atau keadaan delirium. Halusinasi dapat terjadi pada klien dengan gangguan jiwa seperti skizoprenia. Etiologi Menurut Mary Durant Thomas (1991). Penyebab etiologi di bedakan menjadi dua yaitu : a. demensia dan kondisi yang berhubungan dengan penggunaan alkohol dan substansi lainnya.

Klien lebih memili ketenagan sesaat dan lari dari alam nyata dan menuju alam hayal. Adanya stress yang berlebihan di alami seseorang maka di dalam tubuh akan di hasilkan suatu zat yang dapat bersifat halusinogonik neurokimia seperti buffofenon dan dimetytranferase (DMP) 4) Faktor psikologis Tipe kepribadian lemah dan tidak bertanggung jawab mudah terjerumus pada penyalagunaan zat adektif.3) Faktor Biokimia Mempunyai pengaruh terhadap terjadinya gangguan jiwa. terlalu lama diajak komunikasi. Hal ini berpengaruh terhadap ketidak mampuan klien mengambil keputusan yang tepat untuk masa depanya. Hasil studi menunjukan bahwa faktor keluarga menunjukan hubungan yang sangat berpengaruh pada penyakit ini. 5) Faktor genetik dan pola asuh Peneliti menunjukan bahwa anak sehat yang di asuh oleh orang tua skizofrenia cenderung mengalami skizofrenia. 10 . Adanya rangsang lingkungan yang sering yaitu seperti partisipasi klien dalam kelompok. b. objek yang ada dilingkungan juga suasana sepi / isolasi adalah sering sebagai pencetusterjadinya halusinasi . ancaman / tuntutan yang memerlukan energi ekstra untuk koping. Faktor prespitasi merupakan faktor penyebab atau pencetus yaitu stimulus yang dipersepsikan oleh individu sebagai tantangan.

kesepian . takut di ketahui orang lain karana banyak maslah . impulsive alam perasaan berupa suasana emosi seperti sedih. aktifitas motorik meningkat atau menurun. putus asa dengan perilaku apatis. ambivalen dan selama interaksi klien tampak komat-kamit. biasanya pembicaraan tidak terorganisir. tertawa sendiri 4. lingkungan . karakteristiknya: 1) Individu merasa banyak masalah . tidak sesuai. seperti adanya perasaan cemas .3. datar. 2) Masalah makin terasa sulit karena berbagai stresor terakumulasi 3) Masalah semakin terasa menekan suport sistem kurang dan persepsi terhadap masalah sangat buruk 4) Sulit tidur terus menerus sehingga terbiasa menghayal 5) Klien menganggap lamunan – lamunan awal sebagai upaya pemecahan masalah . 1) Individu mengalami sesuatu yang berlanjut . Tahap I ( Sleep Disorder ) Fase awal individu sebelum muncul halusinasi. Tahapan proses terjadinya halusinasi a. Tahap II ( Comforting Moderate level of anxyety ) Halusinasi bersifat menyenangkan dan secara umum individu terima sebagai sesuatu yang di alami . afek tumpul. berdosa dan ketakutan 11 . b. kontak mata tidak ada. Manifestasi klinis Manifestasi klinis yang ditemukan pada klien dengan halusinasi adalah penampilan tidak rapih dan tidak serasi. ingin menghindar dari orang lain .

dan secara umum halusinasi menjijikan karakteristiknya : 1) Pengalaman sensori individu menjadi sering datang dan mengalami bias . 6) Terjadi peningkatan syaraf otonom yang menunjukan ansietas atau kecemasan dan peningkatan tanda-tanda vital 12 . 2) Pengalaman sensori mulai bersifat menjijikan dan menakutkan 3) Mulai merasakan hilang kendali dan merasa tidak mampu lagi mengontrolnya 4) Mulai berusaha menjaga jarak anatara dirinya dengan objek yang sumbernya di persepsikan individu 5) Individu merasa mulai malu karena pengalaman sensoriknya tersebut dan menarik diri dari orang lain dalam waktu yang lama. sering mendatangi individu . Tahap III ( condemning severa level of anxyety ) Halusinasi bersifat menyalahkan .2) Individu mencoba memutuskan pikiran pada timbulnya kecemasan 3) Individu beranggapan bahawa pengalaman pikiran dan sensorik yang di alaminya dapat di kontrol atau di kendalikan jika kecemasannya bisa di atasi 4) Perilaku yang muncul adalah menyeringai atau tertawa sendiri yang tidak sesuai oleh sesuatu yang mengasikan c.

Tahap V ( concuering panic level of anxyety ) Halusinasi bersifat menakutkan .d. karakteristiknya : 1) Pengalaman sensoriknya menjadi terganggu . Tahap IV ( controling severe level of anxyety ) Halusinasi bersifat mengendalikan fungsi sensorik jadi tidak relevan dengan kenyataan dan pengalaman sensori tersebut menjadi penguasa karakteristiknya : 1) 2) 3) Halusinasi lebih menonjol . e. dan mengontrol individu Klien mencoba melawan suara-suara yang datang Klien menjadi tidak berdaya dan menyerah untuk melawan halusinasinya dan halusinasinya menguasai dirinya . dan menakutkan 3) Klien merasa terpaku dan tidak berdaya melepaskan diri 4) Klien berada dalam dunia yang menakutkan dalam waktu yang singkat atau bisa juga beberapa jam atau beberapa hari dan sampai selamanya . memerintah . tremor . 13 . menguasai . memarahi . 4) Individu mungkin mengalami kesepian jika pengalaman sensorik atau halusinasinya berakir 5) Perilaku yang muncul : cenderung mengikuti petunjuk sesuai isi halusinasi . 2) Halusinasi berubah mengancam . menjadi lebih rumit dan mengalami gangguan dalam menilai lingkungannya . kesulitan berhubungan dengan orang lain dengan menunjukan gejala fisik seperti : berkeringat .

Penatalaksanaan klien Halusinasi Penatalaksanaan pada pasien halusinasi dengan cara : Menciptakan lingkungan yang terapeutik Untuk mengurangi tingkat kecemasan. resiko bunuh diri . tidak mampu berespon terhadap petunjuk yang kompleks dan lebih dari 1 orang 5. Adapun kelompok umum yang di gunakan adalah. Menggali permasalahan pasien dan membantu mengatasi masalah yang Ada Setelah pasien lebih kooperatif dan komunikatif. perawat dapat menggali masalah pasien yang merupakan penyebab timbulnya halusinasi serta membantu mengatasi masalah yang ada. 1998) yaitu : a. sebaiknya pada permulaan pendekatan di lakukan secara individual dan usahakan agar terjadi knntak mata. : 14 . Pengumpulan data ini juga dapat melalui keterangan keluarga pasien atau orang lain yang dekat dengan pasien.5) Perilaku yang muncul : perilaku kekerasan . kepanikan dan ketakutan pasien akibat halusinasi. Spikofarmakologi Obat-obtan yang lazim digunakan ada gejala halusinasi pendengatan yang merupakan gejala spikosis pada klien skizofrenial adalah obat-obatan anti psikosis. kalau bisa pasien di sentuh atau di pegang . membunuh . Penatalaksanaan klien skizofrenial adalah dengan memberi obatobatan dan tindakan lain (sadock.

Terapi kejang listrik/ elektro compulsive c.Klas kimia Fenotiazin Nama genetic (danger) Asetofenazin (tidal) Klpromazin (tolazine) Flufenazin (prolixin-permiti) Mesoridazin (serentil) Perpenazin (trilapon) Proklorperazin (kompazin) Tiodazine (mellari) Trifluoferazin (stelazine) Trifluperazine (vesprin) Dosis harian 60-120 mg 30-800 mg 1-40 mg 30-400 mg 12-64 mg 15-150 mg 40-1200 mg 150-800 mg 2-40 mg 60-150 mg 75-600 mg 8-30 mg 1-100 mg 300-900 mg 20-150 mg 15-225 mg Tioksanten Kloprofiksen (tarctan) titik sen (navane) Butirofenon Dibenzondiazepin Dibendokasazepin Dihidroindolon Haroperidol (haldol) Klozapin (klorazil) Loksapin (lokitane) Morindone (moban) Table 2.1. Terapi aktifitas kelompok ( TAK ) 15 . terapi obat-obatan gangguan halusinasi b.

amis dan bau menjijikan . e. seperti bau darah . marah-marah tanpa sebab dan menutup telinga . ketakutan pada objek yang di lihat c. Halusinasi pengecapan ( gustatori ) Merasa mengecap sesuatu yang busuk . menggaruk . amis dan menjijikan . Halusinasi perabaan (taktil) Mengalami rasa sakit atau tidak enak tanpa stimulus yang terlihat . Jenis – jenis halusinasi a. atau meraba.6. d. atau faces atau jga bau farfum . dan munutup hidung . memerintah untuk melakukan sesuatu . mengejek . mengancam . Halusinasi pengelihatan ( visual ) Stimulasi pengeliatan dalam bentuk pancaran cahaya . bicara / tertawa sendiri . gambar . Halusinasi pendengaran ( auditory ) Mendengar suara – suara yang membicarakan . dan ada gerakan tangan . perilaku yang di tunjukan adalah gerakan cuping hidung . perilaku yang di tunjukan : melut seperti mengunyah sesuatu . perilaku yang di tunjukan : mengusap . Halusinasi penciuman ( olfactory ) Tercium bau busuk . urin . perilalaku yang sering muncul : mengarahkan telinga pada sumber suara . menertawakan . 16 . b. muntah . yang bisa menyenangkan atau menakutkan perilaku yang muncul adalah tatapan mata pada tempat tertentu .

Ketidak seimbangan dopamine dan neurotransmiter lainnya Respon neurobiologis individu dapat diidentifikasi sepanjang rentang respon adaptif sampai mal adaptif . gangguan respon neurobiologis yang di tandai dengan gangguan persepsi sensorik halusinasi . 1998 adalah sebagai berikut: 17 .7. dan limbik sehingga mengakibatkan terjadinya gangguan pada otak dalam memproses informasi b. Lesi pada area frontal . Rentang respon neurologis Respon neurologi merupakan berbagai respon perilaku klien yang terkait dengan fungsi otak . menurut stuart dan laria . Ketidak mampuan otak untuk menyeleksi stimulus c. gangguan respon neurobiologis yang mal adaptif terjadi karena adanya : a. temporal .

18 .Respon adaptif Respon Maladaptif Pikiran logis Pikiran menyimpang Gangguan proses pikir / deusi / waham Persepsi akurat Emosi konsiten Perilaku Pengalaman Perilaku sosial Hubungan Sosial Harmonis Respon Maladaptif : Ilusi Reaksi emosianal Berlebih / Kurang Perilaku ganjil Menarik diri Ketidak mampuan Untuk mengalami emosi Ketidak teraturan Isolasi sosial Halusinasi 1) Perubahan proses pikir ( waham / Delusi ) adalah suatu bentuk kelainan pikiran ( adanya ide-ide / keyakinan yang salah ) 2) Halusinasi adalah persepsi yang salah meskipun tidak ada stimulus tetapi klien merasakannya 3) Ketidak mampuan untuk mengalami emosi adalah terjadi karena klien berusaha membuat jarak dengan perasaan tertentu . sehingga tidak ada kordinasi antara fikiran 5) Isolasi sosial adalah ketidak mampuan untuk menjalin hubungan . kerja sama dan saling tergantung dengan orang lain . kalau tidak hal ini akan menimbulkan kecemasan 4) Perilaku tidak teroganisir / ketidakteraturan adalah respon neurobiologis yang mengakibatkan terganggunya fungsi-fungsi utama dari sistem syaraf pusat .

dan kemampuan komping yang di miliki klien ( stuart & laraia . mudah frustasi. faktor prespitatif . intervensi . social dan spiritual data pengkajian kesehatan jiwa dapat di kelompokan menjadi faktor predisposisi . 2001 ) . tahap ini terdiri atas pengumpulan data dan perumusan kebutuhan atau masalah klien data yang di kumpul meliputi data biologis . 19 . penegakan diagnosa . 2) Faktor sosiokultural Seseorang yang merasa tidak diterima lingkungan sejak bayi (unwanted child) akan merasa di singkirkan. Asuhan keperawatan pada kasus halusinasi Pada pembahasan ini penulis akan memaparkan asuhan keperawatan secara tinjauan teori yang di mulai dari tahap pengkajian . kesepian. a. hilang perjaya diri dan lebih rentap stres . dan evaluasi . psikologis . implementasi . 1. Faktor predisposisi 1) Faktor perkembangan Perkembagan klien yang terganggu misalnya rendahnya kontrol dan hangatan keluarga menyebapkan klien tidak mampu mandri sejak kecil. dan tidak percaya pada lingkungannya.B. Pengkajian Pengkajian merupakan tahap awal dan dasar utama dari proses keperawatan .

dan perilaku . Adanya stress yang berlebihan di alami seseorang maka di dalam tubuh akan di hasilkan suatu zat yang dapat bersifat halusinogonik neurokimia seperti buffofenon dan dimetytranferase (DMP). Klien lebih memili ketenagan sesaat dan lari dari alam nyata dan menuju alam hayal. Hasil studi menunjukan bahwa faktor keluarga menunjukan hubungan yang sangat berpengaruh pada penyakit ini.3) Faktor biokimia Mempunyai pengaruh terhadap terjadinya gangguan jiwa. Hal ini berpengaruh terhadap ketidak mampuan klien mengambil keputusan yang tepat untuk masa depanya. b. 20 . 5) Faktor genetik Peneliti menunjukan bahwa anak sehat yang di asu ileh orang tua skizofrenia cenderung mengalami skizofrenia. Faktor prespitatif 1) Faktor biologis Pembawaan dari saat lahir atau terdapat riwat trauma pada daerah kepala dapat mencadi pencetus utama terjadinya gangguan mental 2) Pemicu gejala seperti : kesehatan . lingkungan . 4) Faktor psikologis Tipe kepribadian lemah dan tidak bertanggung jawab mudah terjerumus pada penyalagunaan zat adektif.

perhatian terganggu . isi pikir terganggu . tidak mampu mengorganisir dan menyususun pembicaraan yang logis dan koheren seperti berikut : a) Tangensial adalah pembicaraan yang berbelit-belit tapi tidak sampai pada tujuan b) Inkoheren adalah pembicaraan yang tidak nyambung c) Sirkumtasial adalah pembicaraan yang berbelit-belit tetapi sampai pada pembicaraan d) Flight of ideas adalah pembicaraan yang melompat – lompat dari satu topik ke topik lainnya yang tidak logis dan tidak sampai pada tujuan e) Blocking adalah pembicaraan yang berhenti tiba-tiba f) Perseverasi adalah pembicaraan yang di ulang-ulang 21 . sukar menilai dan menggunakan memorinya .c. Perilaku Berikut adalah berbagai gangguan fungsi yang akan berpengaruh pada perilaku klien halusinasi adalah : 1) Fungsi kognitif : terjadi perubahan daya ingat . cara berpikir magis dan primitf . menjadi pelupa .

Afek datar adalah tidak ada keterlibatan emosi terhadap stimulasi Menyenangkan atan menyedihkan c) Afek tidak sesuai adalah emosi yang bertentangan dengan Stimulasi yang ada d) Afek labil adalah emosi yang cepat berubah-ubah 22 .d. Fungsi emosi ( mood & afek ) 1) Mood adalah suasana emosi yang mempengaruhi kepribadian dan fungsi kehidupan 2) Afek yaitu adalah emosi seperti ekspresi wajah . nada suara 3) Afek yang mal adaptif adalah : a) Afek tumpul adalah kurang respon emosional terhadap pikiran / b) pengalaman Orang lain . gerakan tubuh dan tangan .

Fungsi motorik : 1) Agitasi adalah gerakan motorik yang menunjukan kegelisahan 2) Tik adalah gerkan – gerakan kecil pada muka yang tidak terkontrol 3) Grimasen adalah gerakan otot – otot muka yang tidak dapat di kontrol 4) Tremor adalah jari-jari yang nampak gemetar saat merentangkan jari-jari . peka rangsangan dan melaporkan adanya halusinasi 23 .e. 5) Kompulsif kegiatan yang di lakukan berulang-ulang f. Tanda dan gejala Menurut stuart & sundeen ( 1998 ) dan carpenito ( 1997 ) data subjektif dan objektif klien halusinasi sebagai berikut : 1) Menyeringai atau tertawa dengan sendirinya 2) Menggerakan bibirnya tanpa mngeluarkan suara 3) Gerakan mata cepat 4) Respon verbal lamban atau diam 5) Diam dan di penuhi oleh sesuatu yang mengasyikan 6) Terliahat bicara sendiri 7) Duduk terpaku 8) Disorientasi 9) Perubahan kemampuan memecahkan masalah 10) Gelisah .

.. isolasi Sosial Harga diri rendah penurunan motivasi Ketidak berdayaan Koping individu in efektif 24 .............Gangguan Persepsi Sensorik / halusinasi pendengaran / pengelihatan / Penciuman / perabaan / pengecapan defisit perawatan diri ( Penyebab ) .........g................................... Resiko Perilaku Kekerasan ( Masalah Utama ) ..... Pohon masalah ( Akibat )...

beberapa diagnosa yang biasanya mucul yaitu : a. Gangguan persepsi sensorik : halusinasi pendengaran / pengelihatan / pengecapan / perabaan / dan penciuman. Resiko perilaku kekerasan e. b. Isolasi sosial c. Intervensi Perencanaan terdiri dari tiga aspek yaitu tujuan umum . dikutip oleh carpenito . 1983 ). tujuan khusus dan Intervensi keperawatan ( keliat 2006 ) Tujuan umum berfokus pada penyelesaian permasalahan ( P) dari diagnosa tertentu .2. tujuan khusus merupakan rumusan kemampuan klien yang perlu di capai atau di miliki klien dan rencana tindakan keperawatan merupakan serangkaian tindakan yang dapat mencapai tujuan khusus dan di sesuaikan dengan standar asuhan keperawatan kesehatan jiwa yang mencakup tindakan psikoterapeutik yaitu pengguanaan bebagai tehnik komunikasi terapeutik dalam membina hubungan salaing percaya. Diagnosa keperawatan Diagnosa adalah masalah kesehatan aktual dan potensial berdasarkan pendidikan dan pengalaman dari perawat untuk mengatasi masalah tersebut ( gordon . tujuan khusus berfokus pada penyelesaian etiologi ( E ) . 25 . Defisit perawatan diri 3. Harga diri rendah d.

b) Menunjukan rasa sayang c) Ada kontak mata d) Mau berjabat tangan .Rencana tindakan keperawatan pada klien dengan masalah utama perubahan persepsi sensori halusinasi pendengaran adalah sebagai berikut : a. TUK : 1) Klien dapat membina hubungan saling percaya dengan kriteria hasil : a) Klien dapat menunjukan ekspresi wajah bersahabat . Tindakan perawat : (1) Bina hubungan saling percaya dengan prinsip terapeutik (2) Sapa klien dengan ramah (3) Tanyakan nama lengkap dan panggilan yang di sukai (4) Jelaskan tujuan pertemuan tunjukan sikap empati (5) Beri perhatian pada klien Rasional : hubungan saling percaya merupakan dasar untuk kelancarn hubungan interaksi selanjutnya 26 . menjawab salam serta menyebut nama e) Mau duduk berdampingan dan mengutarakan masalah kepada perawat. TUM : klien dapat mengontrol halusinasinya b.

siang . mengenal halusinasi memungkinkan klien untuk menghindarkan faktor pencetus timbulnya halusinasi . malam ) (5) Diskusikan dengan klien apa yang di rasakan klien jika terjadi halusinasi . bicara dan tertawa tanpa stimulus (3) Bantu klien mengenal halusinasinya . Rasional : kontak sering dan singkat dapat memutuskan halusinasinya . apa isi suara itu dan katakan perawat percaya bahwa klien mendengar suara-suara itu dan perawat akan membantu untuk menghilangkan suara itu . mengenal perilaku pada saat halusinasi timbul memudahkan perawat dalam mengambil intervensi . sore . dan frekuensi timbulnya halusinasi b) Klien dapat mengungkapkan perasaan terhadap halusinasinya Tindakan Keperawatan : (1) Adakan kontak singkat yang sering dan secara bertahap (2) Observasi tingkah laku klien terkait dengan halusinasinya . isi .2) Klien dapat mengenal halusinasinya dengan kriteria hasil : a) Klien dapat menyebutkan waktu . (4) Diskusikan dengan klien situasi yang menimbulkan atau tidak menimbulkan halusinasi waktu dan frekuensi terjadinya halusinasi (pagi . beri kesempatan mengungkapkan perasaannya. tanyakan apakah ada suara yang di dengar . 27 .

motivasi dapat meningkatkan keinginan untuk memilih salah satu cara mengendalikan halusinasi . c) Klien dapat memilih cara mengontrol halusinasinya d) Klien dapat memilih cara mengendalikan halusinasinya Tindakan keperawatan (1) Identifikasi bersama klien tindakan yang bisa di lakukan saat halusinasi muncul (2) Diskusikan manfaat cara yang di gunakan klien (3) Diskusikan cara baru untuk memutus atau mengontrol timbulnya halusinasi (4) Bantu klien memilih dan melatih cara memutus halusinasi secara bertahap (5) Beri kesempatan untuk melakukan cara yang di latih . 28 . memberi kesempatan untuk mencoba cara yang di pilih . meningkatkan harga diri klien . memberikan alternatif pilihan . evaluasi hasilnya dan beri pujian jika benar Rasional : upaya untuk memutus halusinasi .3) Klien dapat mengontrol halusinasinya dengan kriteria hasil a) Klien dapat menyebutkan tindakan yang biasanya di lakukan jika halusinasi muncul dan mengendalikan halusinasinya b) Klien dapat menyebutkan cara baru untuk mengontrol halusinasinya.

untuk mengetahui pengetahuan keluarga dan meningkatkan pengetahuan keluarga tentang halusinasi 29 . cara yang dapat di lakukan .4) Klien dapat dukungan dari keluarga atau memanfaatkan sistem pendukung untuk mengendalikan halusinasinya dengan kriteria hasil : a) Keluarga dapat membina hubungan saling percaya dengan perawat b) Keluarga dapat menjelaskan perasaannnya c) Keluarga dapat menjelaskan cara merawat klien dengan halusinasi d) Keluarga dapat berpartisipasi dalam perawatan klien dengan halusinasi Tindakan perawat (1) Anjurkan klien untuk memberitahu keluarga jika halusinasi muncul (2) Diskusikan dengan keluarga gejala halusinasi yang di alami klien . cara merawat anggota ke luarga dengan halusinasi Rasional : untuk mendapat bantuan keluarga mengontrol halusinasi .

dan manfaat obat diharapkan klien melaksanakan program pengobatan . menilai kemampuan klien dalam pengobatannya sendiri . frekuensi . 30 . dan efek samping obat b) Klien dapat mendemonstrasikan penggunaan obat dengan benar c) Klien dapat informasi tentang efek samping obat d) Klien dapat menyebutkan 5 benar prinsip pengguanaan obat Tindakan keperawatan : (1) Diskusikan dengan klien tentang dosis . dengan mengetahui efek samping obat klien tahu apa yang harus di lakukan setelah minum obat . dosis . program pengobatan dapat berjalan sesuai rencana .5) Klien dapat memanfaatkan obat dengan baik dengan kriteria hasil : a) klien dapat menyebutkan manfaat . mendukung kemandirian klien untuk minum obat . dan pengguanaan obat (2) Anjurkan klien untuk meminta obat pada perawat dan rasakan manfaatnya (3) Anjurkan klien berbicara dengan dokter tentang manfaat dan efek samping obat yang di rasakan (4) Diskusikan akibat berhenti obat tanpa konsultasi (5) Bantu klien menggunakan obat dengan prinsip 5 B Rasional : dengan menyebutkan frekuensi .

Fase orientasi adalah fase yang di mulai pada pertemuan dengan klien yang akan mempengaruhi terbinanya hubungan saling percaya . tindakan keperawatan pada pasien dan tindakan pada keluarga . fase orientasi .4. b. sebelum melaksanakan tindakan keperawatan yang sudah di rencanakan . perawat mengeksplorasi perasaan . 31 . Proses hubungan perawat – klien dapat di bagi 4 fase yaitu fase pra interaksi . 2006 ). sehingga kesadaran dan kesiapan perawat untuk melakukan hubungan dengan klien dapat di pertanggung jawabkan . mengevaluasi kondisi klien . 2000 ). dan memvalidasi rencana yang telah perawat buat sesuai dengan keadaan klien saat ini . a. Fase pra interaksi adalah fase sebelum kontak pertama dengan klien . fase kerja dan fase terminasi ( stuart & sundeen. perawat perlu mengawasi apakah rencana tindakan masih di butuhkan dan sesuai dengan kondisi klien saat ini . Implementasi Implementasi keperawatan di sesuaikan dengan rencana tindakan keperawatan dengan memperhatikan dan mengutamakan masalah utama yang aktual dan mengancam integritas klien beserta lingkungannnya . hubungan saling percaya antara perawat dan klien merupakan dasar utama dalam pelaksanaan tindakan keperawatan ( Keliat . fantasi dan ketakutannya .

Fase terminasi adalah fase akhir dari setiap pertemuan perawat dan pasien yang terbagi menjadi dua yaitu 1) Terminasi sementara Terminasi sementara adalah akhir dari tiap pertemuan perawat dan pasien . pada fase ini perawat melakukan evaluasi terhadap hasil tindakan yang telah di lakukan pada tahap kerja berupa evaluasi subjektif dan objektif dan melakukan kontrak waktu untuk pertemuan selanjutnya. Fase kerja adalah merupakan fase inti hubungan perawat dan pasien yang terkait erat dengan pelaksanaan rencana tindakan keperawatan yang akan di laksanakan sesuai dengan tujuan yang akan di capai d.c. 32 . 2) Terminasi akhir Terminasi akhir terjadi jika pasien dan keluarga telah mampu menyelesaikan masalahnya . saat terminasi sementara perawat akan bertemu lagi dengan pasien pada waktu yang telah di tentukan .

klien nampak tenang . 1) Tindakan keperawatan pada pasien terdiri dari empat SP yaitu : a) SP I : Membina hubungan saling percaya . mengajarkan klien mengontrol halusinasi dengan cara menghardik halusinasi .Dalam melakukan implementasi terdapat dua strategi pelaksanaan ( SP ) yaitu SP pasien dan SP keluarga. menjelaskan cara –cara mengontrol halusinasi . ekspresi wajah bersahabat . b) SP II : Melatih Pasien Mengontrol Halusinasi dengan cara bercakap-cakap dengan orang lain c) SP III : Melatih pasien mengontrol halusinasi dengan cara melakukan aktivitas . jenis halusinasi Tanda dan gejala halusinasi dan cara merawat pasien halusinasi b) SP II : melatih keluarga praktek merawat pasien langsung di hadapan pasien. mau duduk dengan perawat . d) SP IV : Melatih pasien menggunakan obat secara teratur 2) Tindakan keperawatan kepada keluarga terdiri dari tiga SP yaitu : a) SP I : pendidikan kesehatan tentang pengertian halusinasi . membantu mengenal halusinasi . membalas salam . mau berjabat tangan . c) SP III : Membuat rencana pulang bersama keluarga 33 .

dan evaluasi hasil / somatif yang di lakukan dengan membandingkan respon klien dengan tujuan yang telah di tentukan ( keliat . S : Repon subjektif klien terhadap tindakan keperawatan yang di berikan . dan dapat di ukur dengan mengobservasi perilaku klien pada Saat tindakan di lakukan . 2006) Evaluasi dapat di lakukan dengan cara pendekatan SOAP dengan penjelasan sebagai berikut : a. c. A: Analisis ulang atas data subjektif dan objektif untuk menyimpulkan Apa Masalah masih tetap atau muncul masalah baru atau ada data yang Terkontradiksi dengan masalah yang ada . Evaluasi di bagi menjadi dua yaitu evaluasi proses / formatif yang di lakukan setiap selesai melakukan tindakan keperawatan . Dapat di ukur dari menanyakan pertanyaan sederhana terkait dengan Tindakan keperawatan seperti “ coba bapak sebutkan kembali bagaimana Cara mengontrol / memutuskan halusinasi yang benar ? b. 34 .5. O : Respon objektif dari klien terhadap tindakan keperawatan yang telah di Berikan . Evaluasi Evaluasi adalah proses yang berkelanjutan untuk menilai efek dari tindakan keperawatan kepada klien . evaluasi di lakukan secara terus menerus pada respon klien terhadap tindakan keperawatan yang di laksanakan .

Hasil yang di harapkan pada asuhan keperawatan klien dengan halusinasi adalah : (a) Klien mampu memutuskan halusinasinasi dengan berbagai cara yang Telah diajarkan (b) Klien mampu mengetahui tentang halusinasinya (c) Meminta bantuan atau partisipasi keluarga (d) Mampu berhubungan dengan orang lain (e) Menggunakan obat dengan benar (f) Keluarga mampu merawat klien di rumah 35 . P : Perencanaan atau tindak lanjut berdasarkan hasil analisa pada respon Klien yang terdiri dari tindak lanjut klien dan tindak lanjut perawat .d. Rencana tindak lanjut berupa : 1) Rencana di teruskan jika masalah tidak berubah 2) Rencana di modifikasi jika masalah tidak berubah 3) Rencana dibatalkan jika di temukan maslah masalah baru dan bartolak Belakang dengan masalah yang ada.

Register Ruangan salak Dx medis : 13-05-2013 : 14-06-2013 : 023645 : Salak : Skizofrenia A.BAB III TINJAUAN KASUS Tanggal masuk Tanggal pengkajian No. lage / Kab Labuan : Duda 36 . Pengkajian 1. Biodata a. Identitas klien Nama Umur Jenis kelamin Pendidikan Pekerjaan Agama Suku/bangsa Alamat Status : Tn A : 31 Tahun : Laki-laki : SMP :: Islam : Bugis / indonesia : Poso / Kec .

mempunyai reinkarnasi dari dewa ( dewa hindu ) . A : 24 Tahun : Perempuan : Mahasiswa Hubungan dengan klien : Adik kandung Alamat : Jl Ponegoro 2. Alasan Masauk Rumah Sakit a. b. Identitas penanggung Nama Umur Jenis kelamin Pekerjaan : Nn . dan mengatakan bahwa ia juga anggota POLRI . 37 . berbicara sendiri . keluhan di rasakan sejak 1 bulan yang lalu . Keluhan saat masuk Klien herop yang ke 5 kalinya dengan keluhan mengamuk .b. memukul orang lain pernah mengancam orang lain . pada saat pengkajiaan klien juga melihat ada ( dewa hindu ) di hadapannya dan menunjuknya di depannnya . Keluhan saat di kaji Klien mengatakan bahwa ia sering medengar suara – suara yang mengatakan bahawa ia seorang tuhan .

Dukungan keluarga klien kurang sehingga klien tidak di perhatikan dan membuat koping klien tidak efektif Masalah keperawatan : koping individu in efektif 38 . Pengobatan sebelumnya kurang berhasil karena klien putus obat Masalah keperawatan : managemen terapeutik in efektif c. Klien mengatakan bahawa kakaknya juga mengalami gangguan jiwa. Klien sudah perna mengalami gangguan jiwa sebelumnya dan ini sudah yang ke 5 kaliannya . Klien mengatakan pernah mengalamai trauma yaitu di pukul saudaranya sendiri Masalah keperawatan : Respon pasca trauma d. Masalah keperawatan : Riwayat Herediter e. Faktor prespitasi a. Faktor Predisposisi a. Sebelum klien masuk rumah sakit klien pernah mempelajari ilmu tasyahud sehingga dia membenci agamanya sendiri dan mengatakan dia beragama hindu dan berenkarnasi dari dewa . b. Masalah keperawatan : Respon Kehilangan 4. Klien mempunyai kejadian yang tidak menyenangkan yaitu pernah di tinggal cerai oleh istrinya karena klien sakit jiwa. Masalah keperawatan : Distres spiritual c.3. Semasa kecil klien pernah mengalami trauma di bagian kepala b.

R : 24x/i / S : 36. Psikososial a. TB : 160 Cm c. Keadaan fisik a.: Tinggal serumah 39 . BB : 68 kg . N : 86 x /i . TTV : TD : 120 / 70 MMhg .5. genogram Keterangan : A B C D E : Orang tua ibu klien : Orang tua ayah klien : Saudara Ibu klien : Saudara Ayah klien : Saudara Klien : Laki – laki : Perempuan : Klien + : Meninggal -----.5 c b. Keluhan Fisik : Tidak ada 6.

cepat akarab dengan orang lain . 4) Ideal diri : klien ingin sembuh berharap kembali ke keluarganya 5) Harga diri : klien memiliki harga diri yang tinggi . Konsep Diri 1) Citra tubuh : Klien mengatakan bahawa ia tidak suka dengan Anggota tubuhnya seperti jantung . pernah menikah dan cerai serta mengatakan bahwa ia anggota POLRI . 2) Identitas : Klien mengatakan dia adalah seorang laki-laki . mudah bergaul dan sering membantu teman jika di ruangan masalah keperawatan : gangguan konsep diri : identitas 40 . paru-paru dan Lambung karena ia tidak suka dengan bagian tubuh Yang berdarah.b. 3) Peran : Klien mengatakan bahwa ia anak ke 4 dari lima bersaudara dan peran klien sebagai anak yang membantu ayahnya menggarap sawah dan kebun di kampung .

Spiritual 1) Nilai dan keyakinan Klien mengatakan dia membenci agamanya ( islam) dan dia mengatakan dia beraga hindu karena ia mengikuti isi halusinasinya yang mengatakan bahwa ia tuhan . d. dan adik perempuannya yang bernama Astuti yang sering menjenguknya . dan mengatakan ajaran islam itu salah 2) Kegiatan ibadah Klien tidak mau beribadah karena saat di ajak beribadah klien menolak atau memiliki alasan lan yang harus ia kerjakan Masalah keperawatan : Distres spiritual 41 .c. ia renkarnasi dari dewa hindu . 2) Klien mengatakan tidak pernah mengikuti kegiatan oraganisasi atau kegiatan masyarakat . Hubungan sosial 1) Klien mengatakan orang yang berarti saat ini adalah teman klien yang di rawat bersama klien bernama Basira karena klien sering berbicara kepada Basira .

Afek Afek klien tidak sesuai . dan mudah marah saat terganggu . karena saat pembicaraan seputar isi halusinasinya tiba – tiba klien menangis . serta munculnya objek-objek yang ia lihat . c. dapat menjawab semua pertanyaan yang di berikan dan ada kontak mata selama wawancara. dan pada saat wawancara klien biasanya pergi dan memutuskan pembicaraan Masalah keperawatan : Resiko Perilaku Kekerasan d. rambut bersih . Alam Perasaan Klien nampak khawatir dengan suara-suara yang dia dengar . Masalah keperawatan : kerusakan interaksi sosial 42 . Penampilan Penampila klien rapi . Pembicaraan klien dapat berbicara dengan baik . b. Status mental a. dan keaadan kuku bersih . mandi 2x sehari pakai sabun . Masalah keperawatan : ketakutan e.7. ekspresi wajah tegang . bersih . Aktivitas motorik Klien nampa gelisah saat pembicaraan .

klien menjawab pertanyaan tentang isi halusinasinya . Interaksi selama wawancara Interaksi selama wawancara ada kontak mata yang di tunjukan klien . dan ia adalah renkarnasi dari dewa hindu . Isi pikir Saat pengkajian klien banyak mengalami gangguan sisi pikir di antaranya : 1) Klien memiliki obsesi yang megatakan bahwa ia seorang polisi yang di tandai dengan meminta kepada keluarganya untuk membelikan seragam POLRI 43 . h. ia muhammad . ia sering mendengar bahwa ia tuhan . Masalah keperawatan : Gangguan persepsi sensori : halusinasi Pendengaran dan pengelihatan . klien cukup kooperatif .f. dan jika klien pusing ia meminta untuk pergi . dan ia juga melhat ada tokoh pendekar di dalam film amerika berdiri di sekitarnya . dan pada saat pembicaraan klien berhenti saat muncul halusinasinya seperti melihat sesuat . Persepsi Klien mengalami halusinasi pendengaran dan pengelihatan . saat pengkajian klien melihat ada dewa hindu berdiri di depannya . g. keluarganya .

dan tidak masuk di akal kadang membahas ia seorang polisi .2) Klien memiliki waham nihilistik yang mengatakan bahwa dia adalah seorang reinkarnasi dari dewa hindu . dan mengatakan ia sudah mati sebnyak 7 kali dan berenkarnasi kembali saat di tanya perawat 3) Klien memiliki waham kebesaran yang mengatakan bahwa ia tuhan yang maha pendendam saat di tanya perawat Masalah keperawatan : gangguan isi pikir . 44 . i. Proses pikir Saat pengkajian di dapatkan berbagai gangguan proses pikir yang di tunjukan oleh klien yaitu : 1) Fligh of ideas : Saat wawancara klien sering mengganti-ganti topik pembicaraan yang berbeda-beda . dan kadang membahas renkarnasinya . ia ingin kerja di rumah sakit . 2) Sirkumtasial Klien sering berbicara berbicara berbelit –belit tetapi sampai pada tujuan saat di tanyakan reinkarnasinya klien membahas perbedaan agama-agama dan peraturan agama-agama lain . ia orang kaya .

klien memilih cuci tangan dulu baru makan 2) Klien dapat menilai kuku panjang mana baiknya dengan kuku pendek . k. kapan ia menikah dan cerai . m. membicarakan barang kepunyaannya . Tingkat kesadaran Tingkat kesadaran klien baik . Tingkat konsentrasi dan berhitung Klien dapat menghitung 1 sampai 10 dan dapat melakukan operasi penjumlahan matematika. dan mengingta nama perawat yang merawatnya kemarin l. Masalah keperawatan : gangguan proses pikir j. mengatakan dia kaya .3) Perseverasi Pembicaraan klien yang berulang-ulang seperti menyuruh perawat membawa gunting kuku . Memori Klien tidak mengalami gangguan daya ingat karena klien mengetahui tanggal lahirnya . dan mengenal orang – orang di sekitarnya . tidak mengalami disorientasi . Kemampuan penilaian 1) Klien dapat membedakan mana yang terlebih dahulu di lakukan cuci tangan dulu baru makan atau makan dulu baru cuci tangan . klien memilih kuku pendek lebih baik dan meminta perawat untuk membawakan gunting kuku . 45 .

Masalah psikososial Klien tidak memiliki masalah psikososial karena klien mudah bergaul dengan orang lain dan rajin membantu teman-teman di ruangan . p. Aspek medis 1) Diagnosa medis : skizofrenia 2) Terapi medik a) Haldol 5 Mg 2 x ½ b) Clozaphine 5 Mg 1x1 46 . berbicara dengan perawat . dan klien tahu bahwa ia berhalusinasi q.n. Daya tilik diri Saat di wawancarai klien menyadari kalau dirinya berada di RSJ Madani palu . dan pergi berjalan-jalan o. Mekanisme koping Mekanisme koping klien baik karena jika ia strees ia berbicara dengan teman-teman di ruangan .

mempunyai reinkarnasi dari dewa ( dewa hindu ) . f. Klien herop yang ke 5 kalinya dengan keluhan mengamuk . Pengumpulan data a. pada saat pengkajiaan klien juga melihat ada (dewa hindu ) di hadapannya dan menunjuknya di depannnya . memukul orang lain pernah mengancam orang lain b. c. berbicara sendiri . Klien mengatakan bahawa ia tidak suka dengan Anggota tubuhnya seperti jantung . Pengobatan sebelumnya kurang berhasil karena klien putus obat d. Semasa kecil klien pernah mengalami trauma di bagian kepala g. Klien mengatakan bahwa ia sering medengar suara – suara yang mengatakan bahawa ia seorang tuhan . Klien mengatakan ia membanci agamanya ( islam ) dan mengatakan bahwa agama islam ajaran yang salah 47 . j.8. Sebelum klien masuk rumah sakit klien pernah mempelajari ilmu tasyahud h. Dukungan keluarga klien kurang sehingga klien tidak di perhatikan i. Klien mengatakan bahawa kakaknya juga mengalami gangguan jiwa. Klien mengatakan pernah mengalamai trauma yaitu di pukul saudaranya sendiri e. paru-paru dan Lambung karena ia tidak suka dengan bagian tubuh Yang berdarah.

p. karena saat pembicaraan seputar isi halusinasinya tiba – tiba klien menangis . dan ia adalah renkarnasi dari dewa hindu . saat pengkajian klien melihat ada dewa hindu berdiri di depannya .k. n. serta munculnya objek-objek yang ia lihat . Klien tidak mau beribadah karena saat di ajak beribadah klien menolak atau memiliki alasan lan yang harus ia kerjakan l. Klien mengatakan bahwa ia pernah menikah dan di tingal cerai oleh istrinya karena ia sakit jiwa 48 . Klien nampak khawatir dengan suara-suara yang dia dengar . dan mudah marah saat terganggu . Afek klien tidak sesuai . dan ia juga melhat ada tokoh pendekar di dalam film amerika berdiri di sekitarnya . ia sering mendengar bahwa ia tuhan . Klein mengatakan bahwa ia anggota polri Klien sering menggantiganti topik pembicaraan dan pembicaraan berbelit-belit dan sering mengulang-ulang pembicaraan q. o. Klien nampa gelisah saat pembicaraan . ekspresi wajah tegang . Klien mengalami halusinasi pendengaran dan pengelihatan . dan pada saat wawancara klien biasanya pergi dan memutuskan pembicaraan m.

Klasifikasi data a. 2) Klien mengatakan pernah mengalamai trauma yaitu di pukul saudaranya sendiri 3) Klein mengatakan bahwa ia anggota polri 4) Klien mengatakan ia membanci agamanya ( islam ) dan mengatakan bahwa agama islam ajaran yang salah 5) Klien mengatakan bahawa ia tidak suka dengan Anggota tubuhnya seperti jantung . 6) Klien mengatakan bahwa ia pernah menikah dan di tinggal cerai dengan istrinya karena ia sakit jiwa b. pada saat pengkajiaan klien juga melihat ada ( dewa hindu ) di hadapannya dan menunjuknya di depannnya . ia sering mendengar bahwa ia tuhan . Data objektif : 1) Klien sering mengganti-ganti berbelit-belit dan topik sering pembicaraan dan pembicaraan pembicaraan mengulang-ulang 2) Klien mengalami halusinasi pendengaran dan pengelihatan . Data subjektif : 1) Klien mengatakan bahwa ia sering medengar suara – suara yang mengatakan bahawa ia seorang tuhan .9. dan ia adalah renkarnasi 49 . mempunyai reinkarnasi dari dewa ( dewa hindu ) . paru-paru dan Lambung karena ia tidak suka dengan bagian tubuh Yang berdarah.

berbicara sendiri . memukul orang lain pernah mengancam orang lain 50 . 9) Klien tidak mau beribadah karena saat di ajak beribadah klien menolak atau memiliki alasan lan yang harus ia kerjakan 10) Pengobatan sebelumnya kurang berhasil karena klien putus obat 11) Klien herop yang ke 5 kalinya dengan keluhan mengamuk . ekspresi wajah tegang . dan ia juga melhat ada tokoh pendekar di dalam film amerika berdiri di sekitarnya . saat pengkajian klien melihat ada dewa hindu berdiri di depannya . 3) Afek klien tidak sesuai . dan pada saat wawancara klien biasanya pergi dan memutuskan pembicaraan 5) Semasa kecil klien pernah mengalami trauma di bagian kepala 6) Sebelum klien masuk rumah sakit klien pernah mempelajari ilmu tasyahud 7) Dukungan keluarga klien kurang sehingga klien tidak di perhatikan 8) Klien nampak khawatir dengan suara-suara yang dia dengar . serta munculnya objek-objek yang ia lihat .dari dewa hindu . 4) Klien nampa gelisah saat pembicaraan . dan mudah marah saat terganggu . karena saat pembicaraan seputar isi halusinasinya tiba – tiba klien menangis .

ekspresi wajah tegang b. pada saat pengkajiaan klien juga melihat ada ( dewa hindu ) di hadapannya dan menunjuknya di depannnya . Klien mengalami halusinasi Ganguan sensori : persepsi halusinasi dan pengelihatan pendengaran pendengaran dan pengelihatan . Klien mengatakan bahwa ia sering medengar suara – suara yang mengatakan bahawa ia seorang tuhan . Data subjectif : a. 51 . dan ia juga melhat ada tokoh pendekar di dalam film amerika berdiri di sekitarnya .10. c. Klien nampak khawatir dengan suarasuara yang dia dengar . Analisa data NO DATA – DATA MASALAH 1. dan ia adalah renkarnasi dari dewa hindu . Klien nampa gelisah saat pembicaraan . saat pengkajian klien melihat ada dewa hindu berdiri di depannya . ia sering mendengar bahwa ia tuhan . mempunyai reinkarnasi dari dewa ( dewa hindu ) . serta munculnya objek-objek yang ia lihat . Data objectif : a.

Klien tidak mau beribadah karena saat di ajak beribadah klien menolak atau memiliki alasan lan yang harus ia kerjakan b. waham kebesaran mengatakan bahwa agama islam ajaran yang salah c.2. Klein mengatakan bahwa ia anggota polri b. Disters spiritual 52 . mempunyai reinkarnasi dari dewa Data objektif : a. Data subjektif : a. Klien mengatakan bahwa ia sering medengar suara – suara yang mengatakan bahawa ia seorang tuhan . Sebelum klien masuk rumah sakit klien pernah mempelajari ilmu tasyahud ( dewa hindu ) . Klien mengatakan ia membanci agamanya ( islam ) dan Gangguan isi pikir : obsesi . waham nihilistik .

Pengobatan sebelumnya kurang berhasil karena klien putus obat c. Dukungan keluarga klien kurang sehingga klien tidak di perhatikan b. Klien pernah di pukuli oleh keluarganya e. Factor resiko a. Semasa mengalami kepala d. Klien pernah di tinggal cerai oleh istrinya kecil klien di pernah bagian Resiko kekerasan perilaku trauma 53 .3.

........Perilaku Kekerasan Resiko mencederai diri / orang lain Waham Masalah Utama ..... Pohon masalah Akibat............koping individu in efektif Distres spiritual Kehilangan Faktor biologis 54 ..............11...gangguan persepsi sensorik Halusinasi pendengaran & pengelihatan Penyebab ...............

12. Masalah keperawatan 1) Gangguan persepsi sensori : halusinasi pendengaran dan pengelihatan 2) 3) 4) 5) 6) 7) Resiko perilaku kekerasan Distres spiritual Respon kehilangan Ketakutan Kerusakan interaksi sosial Gangguan isi pikir 13. Prioritas utama asuhan keperawatan pada tn A adalah 1) Gangguan persepsi sensori : halusinasi pendengaran dan pengelihatan 2) Gangguan isi pikir : waham 55 .

56 .

57 .

58 .

59 .

60 .

61 .

62 .

63 .

64

65

66

Klien mengatakan jika mendengar suara itu klien hanya berdiam diri saja.Klien mengatakan suara itu muncul setiap hari .Klien mengatakan mendengar suara – suara yang mengatakan dia tuhan dan sering melihat tokoh pendekar film amerika .00 saling percaya dengan Klien.Klien nampak tenang . Membina Hubungan pendengaran & pengelihatan Hari Jumat /14/06/2013 Jam 09. .Klien ingat dengan nama perawat . Mengidentifikasi isi frekuensi waktu dan situasi yang menimbulkan halusinasi.Klien nampak menjawab salam .Klien dapat mempraktekan cara Implementasi Evaluasi sensori : Halusinasi a.Klien nampak berjabat tangan .Klien mengatakan perasaannya baik . Mengajarkan cara mengontrol halusinasi dengan cara menghadrik Halusinas 67 .D . c. b. d.Klein mengatakan namanya arman . O: . Membantu klien mengenal halusinasi.Klien mengatakan selamat pagi. implementasi dan evaluasi Dignosa No Keperawatan 1 Gangguan presepsi SP I S: .

Klien mengatakan sensori : Halusinasi a. Mengidentifikasi frekuensi situasi menimbulkan halusinasi.mengahardik halusinasi A: . Hari Jumat /14/06/2013 Jam 13.Klien ingat dengan nama perawat menghadrik Halusinasi 68 .Klien nampak yang menjawab salam .Untuk klien anjurkan klien mempraktekan cara menghardik halusinasi Gangguan presepsi SP I S: .Klien nampak berjabat tangan .Membina Hubungan selamat pagi.Klein mengatakan pengelihatan Klien. duduk berdampingan P: .Klien nampak tenang . Membantu klien namanya arman .Untuk perawata : lanjutkan SP I dan anjurkan klien melakukan kegiatan harian . menjawab salam . pendengaran & saling percaya dengan . d. Hari b. .SP I tercapai di tadandai dengan klien mau berjabat tangan dengan perawat . Mengajarkan mengontrol dengan cara halusinasi cara waktu dan O : .00 c.Klien mengatakan isi perasaannya baik mengenal halusinasi.

duduk berdampingan .SP 1 tercapai di tadandai dengan klien mau berjabat tangan dengan perawat .Untuk klien anjurkan klien mempraktekan cara menghardik halusinasi 69 .- Klien dapat mempraktekan cara mengahardik halusinasi A: .Untuk perawata : lanjutkan SP 1 dan anjurkan klien melakukan kegiatan harian . Klien dapat mempraktekan cara mengahardik halusinasi P: . menjawab salam .

Klien mengatakan dia seorang dewa / POLRI .Klein mengatakan namanya arman . Mendiskusikan kebutuhan yang tidak terpenuhi d.Klien mengatakan perasaannya baik . saling percya .Klien mengatakan hobinya menyanyi . Mengajukan memasukan kegiatan harian. menjawab salam .Klien nampak berjabat tangan . Membantu memenuhi kebutuhannya e. Membina hubungan selamat pagi.Klien mengatakan inginmengembangkan bakatnya SP I 70 .00 S: .Klien mengatakan a. O: . untuk dalam pasien orientasi . mengatakan hobinya .Klien nampak menjawab salam . b. Membantu realita c.Waham Hari Jumat /14/06/2013 Jam 14.Klien nampak tenang .SP 1 tercapai di tadandai dengan klien mau berjabat tangan dengan perawat .Klien ingat dengan nama perawat A: . duduk berdampingan . dan ingin mengembangkan bakatnya.

Klien nampak menjawab salam .Klien ingat dengan nama perawat . Mengajarkan mengontrol dengan waktu menghadrik Halusinasi .Klien mengatakan selamat pagi.Klien nampak tenang .Klien dapat mempraktekan cara mengahardik halusinasi A: . . .SP I tercapai di tadandai dengan klien mau berjabat tangan dengan perawat . Mengidentifikasi frekuensi situasi menimbulkan halusinasi. menjawab 71 perasaannya baik sensori : Halusinasi a. b.00 c.Klien mengatakan isi dan O : yang .Untuk klien anjurkan klien melakukan kegiatan hobinya sesuai jadwal harian Gangguan presepsi SP I Hubungan S: . d. Membantu mengenal halusinasi. Hari Sabtu /15/06/2013 Jam 08.P: .Untuk perawat : lanjutkan SP 1 dan anjurkan klien melakukan kegiatan harian .Klein mengatakan klien namanya arman .Klien nampak berjabat cara halusinasi cara tangan .Membina pendengaran & pengelihatan Hari saling percaya dengan Klien.

Klein mengatakan namanya arman .Klien mengatakan selamat pagi.salam . duduk berdampingan .Klien nampak tenang .Untuk perawat : lanjut ke SP II dan anjurkan klien melakukan kegiatan harian . Klien dapat mempraktekan cara mengahardik halusinasi P: .Untuk klien anjurkan klien mempraktekan cara menghardik halusinasi Gangguan presepsi SP II klien halusinasi S: .Klien nampak berjabat tangan .Klien mengatakan perasaannya baik O: .Klien dapat mempraktekan cara bercakap-cakap dengan orang lain.Klien ingat dengan nama perawat . Melatih pendengaran & pengelihatan mengontrol dengan cara bercakapcakap dengan orang lain Hari Sabtu /15/06/2013 Jam 10.Klien nampak menjawab salam . . 72 sensori : Halusinasi a.00 .

P: .A: .Klien nampak tenang 73 sensori : Halusinasi a.Klien mengatakan selamat siang. menjawab salam .Klien nampak berjabat tangan . Melatih pendengaran & pengelihatan mengontrol dengan cara bercakapcakap dengan orang lain Hari Sabtu /15/06/2013 Jam 12.Untuk perawat : lanjutkan SP II dan anjurkan klien melakukan kegiatan harian .00 . Gangguan presepsi SP II klien halusinasi S: . Klien dapat mempraktekan cara bercakap-cakap dengan orang lain. .Klien nampak menjawab salam .Klien mengatakan perasaannya baik O: . duduk berdampingan .SP tercapai di tadandai dengan klien mau berjabat tangan dengan perawat .Untuk klien anjurkan klien mempraktekan cara bercakap-cakap dengan orang lain.Klein mengatakan namanya arman .

P: .Klien ingat dengan nama perawat . A: .Klien dapat mempraktekan cara bercakap-cakap dengan orang lain. duduk berdampingan . Klien dapat mempraktekan cara bercakap-cakap dengan orang lain. menjawab salam .Untuk klien anjurkan klien mempraktekan cara bercakap-cakap dengan orang lain.SP tercapai di tadandai dengan klien mau berjabat tangan dengan perawat .Untuk perawat : lanjut ke SP III dan anjurkan klien melakukan kegiatan harian .. 74 .

Klien ingat dengan nama perawa .Untuk perawat : lanjut ke SP III dan anjurkan klien melakukan kegiatan harian Sabtu /15/06/2013 Jam 14.Klien nampak berjabat tangan . klien senang dengan hobinya .Klien mengatakan selamat siang .Klien nampak menjawab salam .Klien mengatakan hobinya menyanyi . ekspresi wajah senang P: .Ekspresi wajah senang A: .Klien dapat bernyanyi . berdiskusi tentang kemampuan yang di miliki klien dan melatih kemampuan klien S: . Mengevaluasi jadwal kegiatan harian .Waham Hari SP II a.00 75 .Klien nampak tenang .Klien mengatakan senang dengan bakatnya O: .Klien mengatakan inginmengembangkan bakatnya .SP II tercapai di tadandai dengan klien klien dapat bernyanyi .

Melatih klien pendengaran & pengelihatan Hari mengontrol halusinasi dengan cara menyibukan diri Minggu /16/06/2013 Jam 08.Klien nampak menjawab salam .Klien dapat mengontrol halusinasi dengan cara menyibukan diri A: .Klien nampak tenang . sensori : Halusinasi a.Klein mengatakan namanya arman .Klien mengatakan perasaannya baik O: . Gangguan presepsi SP III S: ..00 76 .Klien ingat dengan nama perawat .SP III tercapai di tadandai dengan klien dapat mengontrol halusinasi dengan cara menyibukan diri dan menyebutkan aktivitasnya. .Untuk klien anjurkan klien melakukan kegiatan hobinya sesuai jadwal harian .Klien mengatakan selamat siang.Klien nampak berjabat tangan .

P: - Untuk perawat : lanjutkan SP III dan anjurkan klien melakukan kegiatan harian - Untuk klien anjurkan klien mengontrol halusinasi dengan cara menyibukan diri.

Gangguan presepsi

SP III

S: - Klien mengatakan selamat siang. - Klein mengatakan namanya arman - Klien mengatakan perasaannya baik O: - Klien nampak menjawab salam - Klien nampak berjabat tangan - Klien nampak tenang - Klien ingat dengan nama perawat - Klien dapat mengontrol halusinasi dengan cara menyibukan diri

sensori : Halusinasi a. Melatih klien pendengaran & pengelihatan Hari mengontrol halusinasi dengan cara menyibukan diri

Minggu
/16/06/2013 Jam 10.00

77

A: - SP III tercapai di tadandai dengan klien dapat mengontrol halusinasi dengan cara menyibukan diri dan menyebutkan aktivitasnya. P: - Untuk perawat : pertahankan SP III dan anjurkan klien melakukan kegiatan harian - Untuk klien anjurkan klien mengontrol halusinasi dengan cara menyibukan diri. Waham Hari SP II a. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian , berdiskusi tentang kemampuan yang di miliki klien dan melatih kemampuan klien

S: - Klien mengatakan selamat siang - Klien mengatakan hobinya menyanyi - Klien mengatakan inginmengembangkan bakatnya - Klien mengatakan senang dengan bakatnya

Minggu
/16/06/2013 Jam 12.00

78

O: - Klien nampak menjawab salam - Klien nampak berjabat tangan - Klien nampak tenang - Klien ingat dengan nama perawa - Klien dapat bernyanyi - Ekspresi wajah senang A: - SP II tercapai di tadandai dengan klien klien dapat bernyanyi , klien senang dengan hobinya , ekspresi wajah senang P: - Untuk perawat : lanjutkan SP II dan anjurkan klien melakukan kegiatan harian - Untuk klien anjurkan klien melakukan kegiatan hobinya sesuai

79

Klien nampak menjawab salam .00 80 . Mengevaluasi jadwal kegiatan harian . klien senang dengan hobinya .Klien ingat dengan nama perawa .Waham Hari SP II a.Klien mengatakan hobinya menyanyi .Klien mengatakan senang dengan bakatnya O: .Klien nampak berjabat tangan .Ekspresi wajah senang A: . berdiskusi tentang kemampuan yang di miliki klien dan melatih kemampuan klien S: .Klien mengatakan inginmengembangkan bakatnya .Klien dapat bernyanyi .Klien mengatakan selamat siang .SP II tercapai di tadandai dengan klien klien dapat bernyanyi . ekspresi wajah senang Minggu /16/06/2013 Jam 14.Klien nampak tenang .

Cara merawat klien dengan halusinasi Minggu /16/06/2013 Jam 14.Keluarga belum dapat melakuka cara melrawat klien dengan halusinasi 81 sensori : Halusinasi a.10 . Pendidikan kesehatan pendengaran & pengelihatan Hari tentang pengertian halusinasi b.Keluarga dapat mengulangi tanda dan gejala halusinasi . Jenis-jenis halusnasi yang di alami klien c.Keluarga bisa mengulangi apa pengertian halusinasi .Untuk perawat : Pertahankan SP II dan anjurkan klien melakukan kegiatan harian .Keluarga dapat mengulangi jenis –jenis halusinasi .Untuk klien anjurkan klien melakukan kegiatan hobinya sesuai Gangguan presepsi SP I Keluarga S: Keluarga mengatakan pengertian halusinasi Keluarga mengatakan jenis-jenis halusinasi Keluarga mengatakan tanda dan gejala halusinasi O: . Tanda dan gejala halusinasi d.P: .

SP I belum tercapai di tadandai dengan klien Keluarga belum dapat melakuka cara melrawat klien dengan halusinasi P: .Untuk perawat : lanjutkan SP I .Untuk keluarga anjurkan untuk melatih cara merawat klien dengan halusinasi 82 .A: .

Tahap Preinteraksi a. cara Mengotrol Halusinas. Strategi Pelaksanaan pertemuan 1 hari ke 1 Nama Diagnos Keperawatan Ruangan Tanggal Jam SP 1 : Tn. Tahap Orientasi  Mengucapkan Pak”  Perkenalkan saya Mantri. Menjelaskan mengajarkan cara menghadrik Halusinasi RESPON KLIEN KEGIATAN PERAWAT VERBAL NON VERBAL 1. Persiapan fisik dan mental menghadapi klien 2. Nama saya Mantri Adhila biasa di panggil Adila saja . Membuat rencana dengan klien c.A. yang akan merawat Bapak. Hubungan saling percaya dengan membantu klien mengenal Halusinas.  Kalau boleh tahu Nama Bapak siapa ?  Senangnya di Panggil apa ?  Bapak arman Bisa di minta waktunya 20 Menit untuk bercakap – cakap dengan bapak ? Arman Arman Iya Menatap Menatap Iya Menatap salam “ Selamat Pagi Pagi pak mantri Menetap 83 . A : Halusinasi Pendengaran & pengelihatan : Salak : 14 / 06 / 2013 : 09 : 00 WITA : Membina klien. Mengumpul Data tentang Klien b.

2. Menghadrik halusinasi Bercakap – cakap dengan orang lain Iya Menatap 84 .  Bagaimana pak kalau kita belajar cara agar suara – suara itu hilang & Menatap Menatap Menatap Setiap hari Menuduk Menatap yang bapak rasakan Tidak ada pak Mantri Iya Menatap Menatap Iya Menatap pandangan-pandangan itu tidak muncul lagi ?  Jadi Pak cara untuk menghilangkan suara – suara itu ada 3 cara yaitu : 1. apa yang arman lihat ?? 5 menit Tidak ada pak Mantri Iya . Bagaimana kalau Bincang – bincangnya di kursi sini saja pak ? Iya Iya 3. saya melihat ada dewa hindu di depan saya . siang atau malam)  Bearapa lama frekuensi suara itu pak ??  Apa yang Bapak lakukan jika suara itu Muncul ??  Maff arman sepertinya tadi waktu kita berbincang –bincang tiba-tiba arman melihat sesuatu . Tahap Kerja  Apa keluhan sekarang ?  Apakah sering mendengar suara – suara bisikan / melihat sesuatu ?  Suara apa yang Bapak dengar ? Suara yang mengatakan kalau saya tuhan renkarnasi dari dewa hindu  Pada waktu kapan suara itu muncul pak ? (pagi.

. pergii ..  Bagaiaman kalau bapak yang Iya “pergi kau suara palsu saya tidak mau di ganggu / pergi kau saya menutup ke 2 teinga” praktekan sendiri ?? menutp ke 2 mata  Iya. pergii.3. pergii 4.. pergii.. tidak mau lihat . Melakukan terjadwal kegiatan yang sudah  Bagaimana Paka kalau kita belajar satu cara dulu yaitu menghadrik. Ualng lagi pak caranya. Langsung saja Pak Iya Pak Mantri Menatap praktekan cara yang pak mantri ajarkan tadi.  Bagaimana pak kalau jam satu siang kita berbincang lagi ? Iya Menatap 85 .. Pak begitu.  Pada saat suara / pandangan itu muncul Arman langsung tutup telinga / mata dan mengatakan “pergi kau suara palsu say tidak mau di ganggu” di ulang Iya “pergi kau suara palsu saya tidak mau di ganggu sambil menutup ke dua telinga Menunduk sampai suara itu hilang / pergi kau saya tidak mau lihat . Tahap Terminasi  Bagaimana perasaan Bapak setalah Senang Menatap berbincang – bincang dengan saya ?  Kalau suara – suara itu / pandangan itu muncul lagi pak.

 Terimah kasih pak atas kerjasamanya (berjabat tangan) Iya Menatap sambil berjabat tangan 86 .

cara Mengotrol Halusinas. Tahap Preinteraksi  Mengumpul Data tentang Klien  Membuat rencana dengan klien  Persiapan fisik dan mental menghadapi klien. Menjelaskan mengajarkan cara menghadrik Halusinasi. Hubungan saling percaya dengan membantu klien mengenal Halusinas.Tahap Orientasi  Mengucapkan Pak”  Masih ingat dengan saya arman ??  Ia betul sekali arman . RESPON KLIEN KEGIATAN PERAWAT VERBAL NON VERBAL 1. A : Halusinasi Pendengaran & pengelihatan : Salak : 14 / 06 / 2013 : 13: 00 WITA : Membina klien.Strategi Pelaksan pertemuan ke 2 hari ke 1 Nama Diagnos Keperawatan Ruangan Tanggal Jam SP 1 : Tn. 2. ternyata arman masih ingat nama saya  Arman Bisa di minta waktunya 20 Menit untuk bercakap – cakap dengan bapak ?  Bagaimana kalau Bincang – bincangnya di kursi sini saja pak ? Iya Menatap Iya Menatap salam “ Selamat siang Siang pak mantri Pak Adila kan ? Iya Menatap Menatap Menetap 87 .

Ualng lagi pak caranya.. Langsung saja Pak praktekan cara yang pak mantri ajarkan tadi.3. pergii. Pak begitu.  Bagaimana pak kalau sebentar jam 14.00 kita akan berbincang lagi?  Terimah kasih pak atas kerjasamanya (berjabat tangan) Iya Iya Menatap sambil berjabat tangan 88 .Tahap Kerja  Apa keluhan sekarang ?  Apakah bapak masih ingat cara yang bapak rasakan Tidak ada pa Mantri Iya masih Menatap Menatap menghadrik Halusinasi yang saya ajarkan tadi pagi ?  Bagaiaman kalau bapak yang Iya “pergi kau suara palsu saya  Iya. tidak mau di ganggu / pergi kau saya tidak mau lihat . Tahap Terminasi  Bagaimana perasaan Bapak setalah Iya Senang Iya Pak Mantri Menatap Menunduk berbincang – bincang dengan saya ?  Kalau suara – suara itu / pandangan itu muncul lagi pak. pergii menatap praktekan sendiri ?? 4.

A : Waham nihilistik & kebesaran : Salak : 14 / 06 / 2013 : 14 : 00 WITA : Membina Hubungan Saling Percaya . membantu orientasi realita . Tahap Preinteraksi  Mengumpul Data tentang Klien  Membuat rencana dengan klien  Persiapan fisik dan mental menghadapi klien. mendiskusikan kebutuhan yang tidak terpenuhi . mengajukan pasien untuk memasukkan dalam daftar harian . 2.Strategi Pelaksanaan pertemuan ke 3 hari 1 Nama Diagnos Keperawatan Ruangan Tanggal Jam SP 1 : Tn. RESPON KLIEN KEGIATAN PERAWAT VERBAL NON VERBAL 1. Tahap Orientasi  Mengucapkan Pak”  Masih ingat dengan saya arman ??  Ia betul sekali arman . ternyata arman masih ingat nama saya  Arman Bisa di minta waktunya 20 Menit untuk bercakap – cakap dengan bapak ?  Bagaimana kalau Bincang – bincangnya di kursi sini saja pak ? Iya mantri Menatap Iya mantri Menatap Iya adila kan Iya Menatap Menatap salam “ Selamat Pagi Pagi mantri Menatap 89 . membantu pasien memenuhi kebutuhannya .

 Jadi waktu kecil ya ...coaba arman utarakan satu-satu . jadi arman bisa menyanyi Iya pak mantri tidak semua orang loo bisa menyanyi ..anggota Polri tetapi dewa itu saya begitu bukanlah manusia seperti kita dan arman buknlah seorang anggota polri  Sekarang saya akan menanyakan kepada Hobi saya arman ... apa saja sih hobinya arman menyanyi pak .3. Tahap kerja  Saya Mengerti kalau arman merasa Iya mantri adalah renkarnasi dari dewa menurut pikiran Menatap hindu.. bagus sekali suara arman Iya Menatap  Bagai mana kalu kita masukan jadwal Iya 3x mantri untuk melatih hobi arman ini .. seminggu mau berapa kali .. arman bisa Iya mantri menyanyi di depan saya sekarang  Wahh ....? Menatap  Besok kita ketemu lagi ya . saya bisa  Arman bisa ceritakan ...... bagai Iya pak mantri mana kalo jam 8 pagi .. kapan arman menyanyi pandai menyanyii .. mantri Menatap  Oowww .?  Apa yang arman bernyanyi harapkan dari dari Ingin menyanyi arman pak mantri Menatap Menatap Menatap kemampuan skarang ? 4.Terima kasih Menatap Jabat tangan 90 .? Menatap  Nah setelah ini coba arman dalami hobi Iya pak mantri arman sesuai jadwal yang sudah kita buat ya arman . Tahap Terminasi  Bagai mana perasaan arman sekarang Senang pak setelah kita berbincang-bincang dengan mantri hobi arman tadi ..

A : Halusinasi Pendengaran & pengelihatan : Salak : 15 / 06 / 2013 : 08: 00 WITA : Membina klien. Hubungan saling percaya dengan membantu klien mengenal Halusinas.Tahap Orientasi  Mengucapkan Pak”  Masih ingat dengan saya arman ??  Ia betul sekali arman . Tahap Preinteraksi  Mengumpul Data tentang Klien  Membuat rencana dengan klien  Persiapan fisik dan mental menghadapi klien.Strategi pelaksanaan pertemuan ke 1 hari ke 2 Nama Diagnos Keperawatan Ruangan Tanggal Jam SP 1 : Tn. RESPON KLIEN KEGIATAN PERAWAT VERBAL NON VERBAL 1. cara Mengotrol Halusinas. Menjelaskan mengajarkan cara menghadrik Halusinasi. ternyata arman masih ingat nama saya  Sesuai janji kita kemarin Arman Bisa di minta waktunya 20 Menit untuk Iya Iya Menatap Menatap bercakap – cakap dengan saya ?  Bagaimana kalau Bincang – bincangnya di kursi sini saja pak ? Iya Menatap Pak Adila kan ? Iya Menatap Menatap salam “ Selamat pagi Pagi pak mantri Menetap 91 . 2.

Ualng lagi pak caranya. pergii.  Terimah kasih pak atas kerjasamanya (berjabat tangan) Iya Iya Menatap sambil berjabat tangan 92 . Tahap Terminasi  Bagaimana perasaan Bapak setalah Iya Senang Menatap berbincang – bincang dengan saya ?  Kalau suara – suara itu / pandangan itu muncul lagi pak.3.. pergii menatap praktekan sendiri ??  Iya. 4.  Bagaimana pak kalau sebentar jam 10:00 kita akan berbincang lagi . dan saya akan mengajarkan cara ke dua yaitu bercakapcakap dengan teman-teman .Tahap Kerja  Apa keluhan sekarang ?  Apakah bapak masih ingat cara yang bapak rasakan Tidak ada pa Mantri Iya masih Menatap Menatap menghadrik Halusinasi yang saya ajarkan tadi pagi ?  Bagaiaman kalau bapak yang Iya “pergi kau suara palsu saya tidak mau di ganggu / pergi kau saya tidak mau lihat . Pak begitu. Langsung saja Pak Iya Pak Mantri praktekan cara yang pak mantri ajarkan tadi.

A : Halusinasi Pendengaran & pengelihatan . Tahap Pra Interaksi  Mengumpul data tentang klien  Membuat rencana dengan klien  Persiapan fisik dan mental menghadapi klien.Strategi Pelaksanaan Pertemuan ke 2 hari ke 2 Nama Diagnos Keperawatan Ruangan Tanggal Jam SP 2 : Tn. saya yang akan Iya Menatap salam “ Selamat siang Siang pak mantri Pak Adila kan ? Iya Menatap Menatap Menatap mengajarkan  Boleh kita menit pak ? ke 2 yaitu Iya Iya Menatap Menatap bercakap . berbincang bincang 20  Bagaimana kalau di luar rungan saja pak kita bincang . ternyata arman masih ingat nama saya  Sesuai janji saya cara tadi . : Salak : 15 / 06 / 2013 : 10: 00 WITA : Melatih klien mengotrol Halusinasi dengan cara bercakap – cakap dengan orang lain. Tahap orientasi  Mengucapkan Pak”  Masih ingat dengan saya arman ??  Ia betul sekali arman .bincang ? Iya Menatap 93 .cakap dengan orang lain. RESPON KLIEN KEGIATAN PERAWAT VERBAL NON VERBAL 1. 2.

 Bagus sekali arman . bagus  Sekarang kalau suara / pengelihatan itu muncul lagi .. ayo ngobrol dengan saya.. Iya Tolong. ayo ngobrol dengan saya. Iya Pa Mantri Menatap Iya mantri Menatap Menatap Menatap Menatap 94 .... arman langsung saja mempraktekan cara yang saya ajarkan tdi ya .. Tahap Kerja  Pak arman masih ingat cara ke dua yang Iya pak Mantri saya ajarkan tadi . Saya mulai mendengar suara – suara itu lagi.  Iya Pak begitu. coba Ulang Lagi pak.3. Saya mulai melihat pandanganpandangan itu lagi. ternyata arman masih mengingat cara yang saya ajarkan tadi ya .?  Sekarang coba arman praktekan kembali cara yang saya ajarkan tadi ? Iya Tolong..

 Coba ke 2 cara yang saya ajarkan Pak di praktekan ketika suar itu muncul. bagai mana boleh ?  Terima kasih Pak atas kerjasamanya Iya pak mantri Menatap Iya pak mantri Menatap Iya pak mantri Menatap Iya Menatap Baik mantri Menatap 95 . nanti Jam 12 : 00 kita akan bercakap – cakap lagi ya arman .4. Tahap Terminasi  Bagaimana perasaan Bapak setealah latihan dengan cara yang ke dua ?  Jadi sudah ada dua cara yang saya ajarkan kepada bapak untuk mencegah timbulnya halusinasi.  Baiklah.

Strategi Pelaksanaan pertemuan ke 3 hari ke 2 Nama Diagnos Keperawatan Ruangan Tanggal Jam SP 2 : Tn. Tahap Pra Interaksi  Mengumpul data tentang klien  Membuat rencana dengan klien  Persiapan fisik dan mental menghadapi klien. RESPON KLIEN KEGIATAN PERAWAT VERBAL VERBAL NON 1. Tahap Orientasi  Tahap orientasi Mengucapkan Selamat siang Pak”  Masih ingat dengan saya arman ??  Ia betul sekali arman . ternyata arman masih ingat nama saya .bincang 20 menit pak ?  Bagaimana kalau di luar rungan saja pak kita bincang . 2.  Sesuai janji saya tadi kita akan bincang – bincang lagi kan arman ?  Boleh kita berbincang .bincang ? Iya Iya Iya Iya Menatap salam “ Siang pak mantri Pak Adila kan ? Iya Menatap Menatap 96 . A : Halusinasi Pendengaran & pemgelihatan : Salak : 15 / 06 / 2013 : 12 : 00 WITA : Melatih klien mengotrol Halusinasi deng cara bercakap – cakap dengan orang lain.

 Iya Pak begitu. arman langsung saja mempraktekan cara yang saya ajarkan tdi ya .. Saya mulai melihat pendanganpandangan itu lagi.3.. coba Ulang Lagi pak. ternyata arman masih mengingat cara yang saya ajarkan tadi ya . Saya mulai mendengar suara – suara itu lagi. Iya Tolong. ayo ngobrol dengan saya. Tahap kerja  Pak arman masih ingat cara ke dua yang saya ajarkan tadi . Iya Pa Mantri Iya mantri Menatap Iya pak Mantri Menatap 97 .. bagus  Sekarang kalau suara / pengelihatan itu muncul lagi ..  Bagus sekali arman .?  Sekarang coba arman praktekan kembali cara yang saya ajarkan tadi ? Iya Tolong. ayo ngobrol dengan saya....

bagai mana kalau sebentar kita kita akan bercakap – cakap tentang hobi arman . Tahap Terminasi  Bagaimana perasaan Bapak setealah Baik mantri Menatap latihan dengan cara yang ke dua ?  Jadi sudah ada dua cara yang saya ajarkan kepada bapak untuk mencegah timbulnya halusinasi. bagai mana boleh ?  Terima kasih Pak atas kerjasamanya Iya pak mantri Menatap Iya pak mantri Menatap Iya pak mantri Menatap Iya Pak mantri Menatap 98 .4.  Coba ke 2 cara yang saya ajarkan Pak di praktekan ketika suar itu muncul.  Baiklah.

ternyata arman masih ingat nama saya  Sesuai janji kita tadi . A : Waham nihilistik & kebesaran : Salak : 15 / 06 / 2013 : 14 : 00 WITA : Mengevaluasi jadwal kegiatan harian .. Tahap Preinteraksi  Mengumpul Data tentang Klien  Membuat rencana dengan klien  Persiapan fisik dan mental menghadapi klien. kalo kita akan bercakap – cakap megenai hobi arman kemarin ya . Tahap Orientasi  Masih ingat dengan saya arman ??  Ia betul sekali arman ..  Arman Bsa di minta waktunya 20 Menit untuk bercakap – cakap dengan bapak ?  Bagaimana kalau Bincang – bincangnya di kursi sini saja pak ? Iya Menatap Iya Menatap Iya Menatap Iya mantri adila Iya Menatap Menatap 99 . RESPON KLIEN KEGIATAN PERAWAT VERBAL NON VERBAL 1. 2.Strategi Pelaksanaan pertemuan ke 4 hari 2 Nama Diagnos Keperawatan Ruangan Tanggal Jam SP 2 : Tn. berdiskusi tentang kemampuan yang di miliki klien dan melatih kemampuan klien .

. kalau begitu sampai ketemu besok ya arman Iya pak mantri Menatap Iya pak mantri Menatap Iya pak mantri Menatap Senang pak mantri Menatap Iya pak mantri Iya ( menyanyi ) Iya pak mantri Menatap Menatap Menatap Iya pak mantri Menatap 100 .?  Wah... Tahap kerja  Kemarin arman mengatakan kalau hobi arman adalah menyanyi ...?  Nah setelah ini coba arman dalami hobi arman sesuai jadwal yang sudah kita buat ya arman .3. Terima kasih arman .. dan kita sepakat kalau hari ini kita akan latihan menyanyi ya arman ..?  Memangnya arman tidak ingin jadi Ingin pak mantri seorang penyanyi .... Tahap Terminasi  Bagai mana perasaan arman sekarang setelah kita berbincang-bincang dengan hobi arman tadi ...?   Besok kita ketemu lagi ya . bagai mana kalo jam 8 pagi .....?  Ooo bagus kalo begitu arman .  Kalau begitu coba arman menyanyi sekarang . ternyata hobi arman yang satu ini harus lebih di kembangkan lagi . suara arman bagus sekali .. 4.

ternyata arman masih ingat nama saya . A : Halusinasi Pendengaran & pemgelihatan : Salak : 16 / 06 / 2013 : 08 : 00 WITA : Melatih klien mengotrol Halusinasi dengan cara menyibukan diri RESPON KLIEN KEGIATAN PERAWAT VERBAL VERBAL NON 1.bincang ? Iya Iya Menatap salam “ Siang pak mantri Menatap Pak Adila kan ? Menatap Iya Menatap Menatap Iya Menatap 101 .Strategi Pelaksanaan pertemuan ke 1 hari ke 3 Nama Diagnos Keperawatan Ruangan Tanggal Jam SP 3 : Tn.  Sesuai janji saya tadi kita akan bincang – bincang lagi kan arman ?  Boleh kita berbincang . Tahap Orientasi  Tahap orientasi Mengucapkan Selamat siang Pak”  Masih ingat dengan saya arman ??  Ia betul sekali arman . 2. Tahap Pra Interaksi  Mengumpul data tentang klien  Membuat rencana dengan klien  Persiapan fisik dan mental menghadapi klien.bincang 20 menit pak ?  Bagaimana kalau di luar rungan saja pak kita bincang .

3. Tahap kerja

 Kemarin kita sudah belajar cara ke dua dan sekarang kita belajar cara ke tiga , Iya pak mantri yaitu menyibukan diri dengan melakukan aktivitas yang lain , bagai mana arman kita bisa mulai ?  Caranya kalau arman mendengar suara atau melihat sesuatu lagi , langsung sja Iya pak mantri arman melakukan aktivitas seperti : mandi , menyapu , mengambil air minum , atau membantu mengambil makanan untuk teman-teman arman , bagai mana bisa arman ?  Sekarang coba arman ulangi aktivitasaktivitas tadi ...?  Baguss , sekarang arman sudah bisa cara ke tiga , bagus arman , bagus ... melakukan aktivitas seperti : mandi , menyapu , mengambil air minum , atau membantu mengambil makanan untuk teman-teman arman
Menatap Menatap Menatap

102

4. Tahap Terminasi  Bagaimana perasaan Bapak setealah Senang pak mantri Iya pak mantri
Menatap Menatap

latihan dengan cara yang ke tiga ?  Jadi sudah ada tiga cara yang saya ajarkan kepada bapak untuk mencegah timbulnya halusinasi.  Coba ke 3 cara yang saya ajarkan Pak di praktekan muncul.  Baiklah, bagai mana kalau sebentar kita kita akan bercakap – cakap jam 10.00 , bagai mana boleh ?  Terima kasih Pak atas kerjasamanya ketika suara/pandangan itu

Iya

Menatap

Iya pak mantri

Menatap

Iya pak mantri

Menatap

103

Strategi Pelaksanaan pertemuan ke 2 hari ke 3 Nama Diagnos Keperawatan Ruangan Tanggal Jam SP 3 : Tn. A : Halusinasi Pendengaran & pemgelihatan : Salak : 16 / 06 / 2013 : 10 : 00 WITA : Melatih klien mengotrol Halusinasi dengan cara menyibukan diri
RESPON KLIEN KEGIATAN PERAWAT VERBAL VERBAL NON

1. Tahap Pra Interaksi  Mengumpul data tentang klien  Membuat rencana dengan klien  Persiapan fisik dan mental menghadapi klien. 5. Tahap Orientasi  Tahap orientasi Mengucapkan Selamat siang Pak”  Masih ingat dengan saya arman ??  Ia betul sekali arman , ternyata arman masih ingat nama saya .  Sesuai janji saya tadi kita akan bincang – bincang lagi kan arman ?  Boleh kita berbincang - bincang 20 menit pak ?  Bagaimana kalau di luar rungan saja pak kita bincang - bincang ? Iya
Menatap Pak Adila kan ? Menatap Menatap

salam “ Siang pak mantri Menatap

Iya

Iya

Menatap

Iya

Menatap

104

 Coba ke 3 cara yang saya ajarkan Pak di praktekan muncul. Tahap Terminasi  Bagaimana perasaan Bapak setealah Senang pak mantri Iya pak mantri Menatap Menatap latihan dengan cara yang ke tiga ?  Jadi sudah ada tiga cara yang saya ajarkan kepada bapak untuk mencegah timbulnya halusinasi.3. atau membantu mengambil makanan untuk teman-teman arman Menatap Menatap 4. apakah arman masih mengingatnya ?  Coba arman katakan aktivitas apa saja melakukan yang di lakukan saat halusinasi itu datang aktivitas seperti ? : mandi . menyapu . Tahap kerja  Tadi kita sudah belajar cara ke tiga untuk Iya pak mantri mengendalikan halusinasi . bagai mana kalau sebentar kita kita akan bercakap – cakap tentang hobi arman lagi jam 12 00 . mengambil air minum .  Baiklah. bagai mana boleh ?  Terima kasih Pak atas kerjasamanya ketika suara/pandangan itu Iya Menatap Iya pak mantri Menatap Iya pak mantri Menatap 105 .

RESPON KLIEN KEGIATAN PERAWAT VERBAL NON VERBAL 1. berdiskusi tentang kemampuan yang di miliki klien dan melatih kemampuan klien .Strategi Pelaksanaan pertemuan ke 3 hari 3 Nama Diagnos Keperawatan Ruangan Tanggal Jam SP 2 : Tn..  Arman Bisa di minta waktunya 20 Menit untuk bercakap – cakap boleh ?  Bagaimana kalau Bincang – bincangnya di kursi sini saja pak ? iyaa boleh iyaa boleh Menatap Slamat siang mantri. ternyata arman masih ingat nama saya  Sesuai janji kita tadi .. A : Waham : Salak : 16 / 06 / 2013 : 12 : 00 WITA : Mengevaluasi jadwal kegiatan harian . kalo kita akan bercakap – cakap megenai hobi arman kemarin ya .adila ya iya Menatap Menatap Menatap iya Menatap Menatap 106 . 2.. Tahap Orientasi  Masih ingat dengan saya arman ??  Ia betul sekali arman . Tahap Preinteraksi  Mengumpul Data tentang Klien  Membuat rencana dengan klien  Persiapan fisik dan mental menghadapi klien.

Iya mantri .. kah cocok jadi penyanyi dari pada jadi mantri ? iyaa renkarnasi dari dewa hindu / anggota kalo begitu saya POLRI ......00 boleh arman ? Terima kasih arman .  Arman kalau saya lihat arman lebih Iyaa . Menatap Menatap iyaa Menatap iyaa ( bernyanyi ) Iya mantri Menatap Menatap  Sekarang saya harap arman punya cita.3... arman cocok kok jadi penyanyi mau latihan .. suara arman bagus sekali .?  Kalau begitu coba arman menyanyi sekarang . Tahap Terminasi  Bagai mana perasaan arman sekarang Senang pak setelah kita berbincang-bincang dengan mantri . Iya mantri Menatap Menatap Sama-sama 107 . ingin berlatih menyanyi 4.?  enak jadi Menatap Nah setelah ini coba arman dalami hobi penyanyi arman sesuai jadwal yang sudah kita Iya mantri saya buat ya arman .. Tahap kerja  hari ini kita akan latihan menyanyi ya arman .... mantri..?  Wah... suara arman bagus lagi .? akan latihan Menatap   Sebentar kita ketemu lagi ya arman jam sesuai jadwal 14. saya cita jadi penyanyi sja ya .. jadi sekarang bernyanyi saja mending arman jadi penyanyi sja . ternyata hobi arman yang satu ini harus lebih di kembangkan lagi . ternyata hobi arman tadi ..

.  Arman Bisa di minta waktunya 20 Menit untuk bercakap – cakap boleh ?  Bagaimana kalau Bincang – bincangnya di kursi sini saja pak ? iyaa boleh Menatap iyaa boleh Menatap iya Menatap Slamat siang mantri. A : Waham : Salak : 16 / 06 / 2013 : 14 : 00 WITA : Mengevaluasi jadwal kegiatan harian .Masih ingat dengan saya arman ??  Ia betul sekali arman . kalo kita akan bercakap – cakap megenai hobi arman kemarin ya . 2. Tahap Preinteraksi  Mengumpul Data tentang Klien  Membuat rencana dengan klien  Persiapan fisik dan mental menghadapi klien..adila ya iya Menatap Menatap Menatap 108 . ternyata arman masih ingat nama saya  Sesuai janji kita tadi . RESPON KLIEN KEGIATAN PERAWAT VERBAL NON VERBAL 1. berdiskusi tentang kemampuan yang di miliki klien dan melatih kemampuan klien .Strategi Pelaksanaan pertemuan ke 4 hari 3 Nama Diagnos Keperawatan Ruangan Tanggal Jam SP 2 : Tn. Tahap Orientasi  Slamat siang ..

. Menatap  Sekarang saya harap arman punya cita. jadi sekarang bernyanyi saja mending arman jadi penyanyi sja ..3... suara arman bagus lagi ..... ternyata hobi arman yang satu ini harus lebih di kembangkan  Arman kalau saya lihat arman lebih Iyaa ..?  Wah. Tahap kerja  Sekarang kita akan latihan menyanyi ya arman . mantri...?  Kalau begitu coba arman menyanyi sekarang .?   sesuai jadwal Menatap Menatap Menatap Menatap iyaa ( bernyanyi ) Iya mantri Menatap iyaa Menatap Menatap Kalau begitu saya pulang dulu ya arman Iya mantri sampai ketemu lagi arman Terima kasih arman ... Tahap Terminasi  Bagai mana perasaan arman sekarang Senang pak setelah kita berbincang-bincang dengan mantri ... kah cocok jadi penyanyi dari pada jadi mantri ? iyaa renkarnasi dari dewa hindu / anggota kalo begitu saya POLRI .?  enak jadi penyanyi Nah setelah ini coba arman dalami hobi Iya mantri saya arman sesuai jadwal yang sudah kita akan latihan buat ya arman ... saya cita jadi penyanyi sja ya .. ingin berlatih menyanyi 4. Sama-sama Menatap 109 . ternyata hobi arman tadi . suara arman bagus sekali . arman cocok kok jadi penyanyi mau latihan .Iya mantri .

2. Tahap Orientasi  Slamat siang  Perkenalkan nama saya adila . jenis halusinasi yang di alami pasien . saya perawat yang merawat arman di sini  Kalau boleh saya tau apa hubungan ibu dengan pasien ?  Kalau begitu saya Bisa di minta bercakap – iyaa boleh Menatap saya adiknya Menatap Slamat siang iya Menatap Menatap waktunya 20 Menit untuk cakap boleh ?  Bagaimana kalau Bincang – bincangnya di kursi sini saja bu ? iyaa boleh Menatap 110 . cara-cara merawat pasien halusinasi RESPON KLIEN KEGIATAN PERAWAT VERBAL NON VERBAL 1. tanda dan gejala halusinasi .Strategi Pelaksanaan pertemuan ke 4 hari 3 Nama Diagnos Keperawatan Ruangan Tanggal Jam SP I : Nn . Tahap Preinteraksi  Mengumpul Data tentang Klien  Membuat rencana dengan klien  Persiapan fisik dan mental menghadapi klien. A : Waham : Salak : 16 / 06 / 2013 : 14 : 10 WITA : Pendidikan kesehatan tentang pengertian halusinasi .

..?  Penyakit yang di alami arman adalah halusinasi . jenis halusinasi yang di alami arman adalah halusinasi pendengaran dan pengelihatan . gelisah dan biasanya ketawa sendiri atau seperti melihat sesuatu .3.. Iya mantri Menatap 111 . Tahap kerja  Sekarang saya ingin menjelaskan kepada ibu tentang penyakit yang di alami arman sekarang ini boleh bu .dan tanda dan gejalanya itu adalah berbicara sendiri .  Nah sekarang bagai mana apakah ibu sudah mengetahui tentang penyakit yang di alami arman ?  Kalau begitu bisa saya minta ibu untuk mengutarakan yang saya katakan tadi ? halusinasi itu Menatap adalah persepsi yang di lihat tetapi sebenarnya tidak ada jenis halusinasi yang di alami arman adalah halusinasi pendengaran dan pengelihatan .dan tanda dan gejalanya itu adalah berbicara sendiri . . gelisah dan biasanya ketawa sendiri atau seperti melihat sesuatu . halusinasi itu adalah persepsi yang di lihat oleh arman tetapi iyaa Menatap sebenarnya tidak ada bu .

Terminasi Menatap  Terima kasih bu sudah meluangkan waktunya untuk berbincang-bincang kalau begitu saya permisi dulu ya bu . dan lain waktu kita ketemu lagi iya mantri Menatap  Terimakasih buu sampai jumapa iya mantri Menatap 112 . mungkin lain waktu saja kita belajrnya 4. mantri dapat mengetahui sekilas tentang maaf saya Menatap halusinasi ... selanjutnya bagai mana kalau sedang terburukita belajar cara merawat klien dengan buru karena ada halusinasi urusan yang haru saya selesaikan  Oww begitu yaa buu . baiklah ngak iya mantri paapa kok bu . Wahh bagus sekali ternyata ibu sudah aduh ..

R : 24x/i . Pengkajian Berdasarkan hasil pengkajian yang telah di lakukan di rumah sakit jiwa madani palu bahwa Tn A mengalami gangguan persepsi sensori hausinasi pendengaran & pengelihatan di sebabkan oleh banyak hal yang melatar belakngi gangguan kejiawaannya termasuk di dalamnya seperti keluhan klien mengatakan mendengar suara-suara yang mengatakan bahwa dia tuhan . S : 36 . senyum dan tertawa sendiri . mengecap . merusak diri sendiri orang lain dan lingkungan tidak dapat membedakan hal yang nyata dan tidak nyata . klien mengatakan bahwa ia juga angguta POLRI . meilhat . klien juga mengatakan bahwa ia ernah menikah dan putus obat. klien mengatakan ia tidak suka dengan annggota tubuhnya seperti jantung . mengatkan mendengar suara . Klien juga mngatakan tidak pernah mengikuti kegiatan masyarkat / organisasi .dan mudah marah . afek tidak sesuai . gelisah . renkarnasi dari dewa hindu . klien khawatir dengan halusinasinya adapun hasil TTV . mencium . dan sering melihat tokoh-tokoh pendekar film amerika . tidak dapat 113 . lambung .BAB IV PEMBAHASAN A. klien mengatakan bahwa ia membanci agamanya ( islam ) . paru .5 Pada kasus halusinasi secara teori menurut Mary C . N : 86x/i .ekspersi wajah nampak tegang .towsend 1998 :98-103 dapat di temukan data yaitu mengenai tanda dan gejala abnormal yang tampak dari klin baik secara objektif dan subjektif antara lain : bicara . yaitu TD : 120 / 70 mmHg .

menarik diri . menghindar dari orang lain . Berdasarkan teori dan data yang di peroleh . terdapat kesenjangan antara teori dan kasus yang ada yaitu : terdapat beberapa tanda dan gejala yang terdapat pada teori tidak terdapat pada klien antara lain sikap curiga .mudah tersinggung dan menyalahkan diri sendiri dan orang lain . nadi cepat . dari data tersebut maka penulis berasumsi bahwa tidak selamanya pada kasus halusinasi terdapat tanda dan gejala yang di temukan pada teori karena klien sudah mendapatkan pengobatan dan perawatan sehingga klien dapat beradaptasi . tidak mampu menlakukan asuhan mandiri . muka merah dan kadang-kadang pucat .S .pembicaraan kacau kadang-kadang tidak masuk akal . Hal ini juga di dukung dengan hasil penelititan menurut sandi pada tahun 2012 yang berjudul asuhan keperawatan dewasa pada klien halusinasi pendengaran yang mengatakan 114 . tekanandarah meningkat .sikap curiga . banyak keringat dan ketakutan . sulit membuat keputusan . Yang mengemukakan bahwa tidak semua tandan dan gejala yang ada pada teori di temukan pada kasus yang nyata hal ini di sebabhkan oleh lamanya pengobatan dan perawatan yang telah di jalani oleh klien sehingga klien mampu beradaptasi dengan lingkungannya .dan tekanan darah serta ketakutan . nadi . ekspresi wajah tegang .terjadi peningkatan denyut jantung .memusatkan perhatian dan konsentrasi . hal ini di dukung oleh hasil penelititan yang di lakukan oleh Suryaningsih yang bejudul pengaruh terapi aktivitas kelompok pada stimulasi persepsi halusinasi terhadap frekuensi halusinasi di R. Grhasia provinsi DIY pada tahun 2007. pernafasan .

gangguan isi pikir. mau menjawab salam dan mau duduk berdampingan dengan perawat . Berdasarkan data penulis berasumsi bahwa terdapat kesenjangan antara teori dengan kasus yang di temukan secara teori terdapat lima diagnosa keperawatan yaitu : Resiko mencederai diri sendiri .distres spiritual .bahwa klien yang telah mendapatkan pengobatan dan perawatan serta sudah di ajarkan cara menghardik halusinasi menunjukan tanda dan gejala seperti : ekspresi wajah bersahabat .respon kehilangan . gangguan 115 . gangguan persepsi sensori : halusinasi pendengaran berhubungan dengan menarik diri . dan lingkungan berhubungan dengan halusinasi pendengaran . kerusakan interaksi sosial . Diagnosa keperawatan Diagnosa yang di dapatkan pada hasil pengkajian pada Tn A antara lain gangguan persepsi sensori :halusinasi pendengaran dan pengelihatan . hal ini juga di jelaskan oleh Budi Anna Keliat (2011) dalam bukunya yang berjudul keperawatan komunnitas jiwa yang mengemukakan bahwa dengan adanya pengobatan dan perawatan dapat menghilangkan tanda dan gejala.menunjukan rasa senang . Ada beberapa diagnosa keperawatan yang sering di temukan pada klien dengan halusnasi menurut keliat (2006) yaitu resiko mencederai diri sendiri . tidak menunjukan sikap bermusuhan atau curiga . ada kontak mata . isolasi sosial : menarik diri beruhubungan dengan harga diri rendah . ketakutan . orang lain . resiko perilaku kekerasan . defisit perawatan diri berhubungan dengan intoleransi aktivitas . B.

TUK V :Klien dapat memanfaatkan obat dalam mengontrol halusinasinya . hal ini di dukung juga dengan teori yang di kemukakan oleh trimelia ( 2011 ) yang mengatakan bahwa diagnosa yang sering muncul Resiko mencederai diri sendiri .persepsi sensori : halusinasi pendengaran . gangguan konsep diri : harga diri rendah . gangguan konsep diri : harga diri rendah . isolasi sosial . tetapi tidak menutup kemungkinan muncl diagnosadiagnosa lain karena sifat manusia yang unik dan memiliki pemahaman dan keyakinan yang berbeda . dan defisit perawatan diri . menarik diri . kerusakan interaksi sosial dan gangguan isi pikir . Intervensi Dalam kasus ini penulis membuat intervensi pada Tn . menarik diri . isolasi sosial . TUK III : Klien dapat mengontrol halusinasinya . A Berdasarkan Protap yang memuat 5 TUK yaitu TUK I : klien dapat membina hubungan saling percaya dengan perawat . 116 . TUK IV : klien dapat sistem pendukung keluarga dalam mengontrol halusinasinya . dan defisit perawatan diri sedangkan hasil diagnosa keperawatan secara studi kasus di temukan diagnosa berbeda yaitu : gangguan persepsi sensori halusinasi pendengaran dan pengelihatan . resiko perilaku kekerasan . C. gangguan persepsi sensori : halusinasi pendengaran .distres spiritual . TUK II : klien dapat mengenal halusinasinya .

dan ntervensi keperawatan . D. membantu klien mengenal Halusinas. mengajarkan cara menghadrik Halusinasi . Implementasi Tindakan keperawatan pada pasien yang di lakukan pada Tn . Berdasarkan data yang ada . menganjurkan klien memasukan cara menghardik dalam jadwal kegiatan harian . dan SP keluarga yaitu SP I : pendidikan kesehatan tentang pengertian halusinasi jenis halusinasi yang di alami pasien . rencana tindakan keperawatan pada klien dengan masalah utama gangguan persepsi sensori halusinasi pendengaran . penulis berasumsi bahwa tidak terdapat kesenjangan antara intervensi pada teori dan intervensi pada kasus yang ada karena semua perencanaan yang di buat penulis pada kasus yang ada sesuai dengan protap atau ketetapan yang telah di tetapkan pada asuhan keperawatan jiwa dengan diagnosa halusinasi . Menjelaskan cara Mengotrol Halusinas. A adalah SP 1 yaitu Membina Hubungan saling percaya dengan klien. dan melakukan SP 2 yaitu : Melatih klien mengotrol Halusinasi deng cara bercakap – cakap dengan orang lain. SP 3 yaitu : melatih klien mengontrol halusinasinya dengan cara melakukan aktivitas / menyibukan diri .Perencanaan tindakan keperawatan menurut keliat (2006) terdiri dari tiga aspek yaitu tujuan umum . tujuan khusus . tanda dan gejala halusinasi dan cara-cara merawat pasien dengan halusinasi Untuk diagnosa keperawatan gangguan persepsi sensori halusinasi pendengaran dan pengelihatan . 117 .

mendiskusikan kebutuhan yang tidak terpenuhi . Tindakan keperawatan pada pasien dan keluarga .Diagnosa keperawatan waham tindakan yang di lakukan adalah SP 1 : Membina Hubungan Saling Percaya . sebelum melakukan tindakan keperawatan yang sudah di rencanakan . Menurut keliat ( 2006) implementasi keperawatan di sesuaikan dengan rencana tindakan keperawatan dengan memperhatikan dan dan mengutamakan masalah utama yang aktual dan mengancam integritas klien beserta lingkungannya . Sedangkan SP IV tidak di lakukan untuk diagnosa halusinasi dan SP III dan SP keluarga Tidak di lakukan untuk diagnosa waham . membantu orientasi realita . karena waktu yang di berikan selama penulis melakukan asuhan keperawatan hanya di beri waktu tiga hari dan keluarga menjenguk klien pada hari keri ke tiga dan penulis selain melakukan SP halusinasi juga melakukan SP waham oleh karena itu SP IV untuk halusinasi tidak tercapai dan SP III dan SP keluarga untuk waham tidak tecapai pula. mengajukan pasien untuk memasukkan dalam daftar harian . perawat perlu mengawasi apakah rencana tindakan keperawatan masih di butuhkan dan sesuai dengan kondisi klien pada saat ini ( here and now).SP 2 :Mengevaluasi jadwal kegiatan harian . membantu pasien memenuhi kebutuhannya . berdiskusi tentang kemampuan yang di miliki klien dan melatih kemampuan klien. hubungan saling percaya anatara perawat dengan klien merupakan dasar utama dalam pelaksanaan tindakan keperawatan dalam melakukan tindakan keperawatan terdapat dua SP yaitu SP pasien dan SP keluarga yaitu : 118 .

membantu klien mengenal Halusinas. mengajarkan cara menghadrik Halusinasi . SP II : melatih keluarga praktek merawat pasien langsung di hadapan pasien c. menganjurkan klien memasukan cara menghardik dalam jadwal kegiatan harian . dan melakukan b. tanda dan gejala halusinasi dan cara-cara merawat pasien halusinasi b. SP III yaitu : melatih klien mengontrol halusinasinya dengan cara melakukan aktivitas / menyibukan diri. Tindakan keperawatan pada pasien halusinasi terdiri dari empat SP yaitu : a. SP IV yaitu : Melatih pasien menggunakan obat secara teratur 2. SP I : pendidikan kesehatan tentang pengertian halusinasi . Menjelaskan cara Mengotrol Halusinas. Tindakan keperawatan pada keluarga terdiri dari tiga SP yaitu : a. SP I yaitu Membina Hubungan saling percaya dengan klien. jenisjenis halusinasi yang di alami klien . SP II yaitu : Melatih klien mengotrol Halusinasi deng cara bercakap – cakap dengan orang lain. c. membantu orientasi trealita . SP III : Membuat perencanaan pulang dengan keluarga 3. d. Tindakan keperawatan pada pasien dengan waham terdiri dari III SP a.1. mendiskusikan kebutuhan yang tidak terpenuhi . SP I yaitu : Membina hubungan saling percaya . 119 .

memberikan pendidikan kesehatan tentang penggunaan obat secara teratur .Anna Budi .membantu pasien memenuhi kebtuhannya . Hal ini di dukung oleh teori yang di kemukakan oleh Keliat . melatih kemampuan yang di miliki c. b. memasukan klien dalam jadwal kegiatan harian Berdasarkan teori dan data yang di peroleh dari kasus di atas terdapat kesenjangan antara implementasi yang ada pada teori dengan implementasi yang di lakukan pada Tn . dkk (2006) yang mengemukakan bahwa tidak semua intervensi yang ada dapat di implementasikan hal ini di sebkan karena kondisi klien / rentang responnyayang belum mampu mengubah kebiasaan yang telah lama terbentuk dalam waktu yang singkat karena dalam pelaksanaan rencana tindakan keperawatan harus di sesuaikan dengan kondisi klien . SP II yaitu : mengevaluasi jadwal kegiatan pasien . 120 . Sehingga penulis berasumsi bahwa tidak semua intervensi atau SP yang ada pada teori dapat di lakukan pada pasien hal ini di sebabkan karena pertemuan yang terlalu singkat dengan pasien selama (3hari) dan adaptasi klien dengan cara-cara yang di ajarkan oleh perawat dan kurangnya perhatian keluarga terhadap pasien jiwa . A . berdiskusi tentang kemampuan yang di miliki . SP III yaitu : mengevaluasi jadwal kegiatan harian .menganjurkan pasien memasukan dalam jadwal harian .

O : klien dapat mempraktekan kembali cara menghardik halusinasi .E. evaluasi dilakukan terus menerus pada respon klien terhadap tindakan keperawatan yang di 121 . A dapat di peroleh SP I S : dapat membina hubungan saling percaya . Evaluasi Berdasarkan hasil evaluasi pada Tn . A : SP II berhasil dengan kriteria klien dapat mempraktekan cara mengontrol halusinasi dengan cara bercakap-cakap dengan orang lain P : lanjut ke SP III . dan jenis-jenis halusinasi O : keluarga dapat menyebutkan kembali pengertian tanda dan gejala serta jenis –jenis halusinasi. SP III S : klien mengatakan aktivitas – aktivitas yang di lakukan untuk memutus halusinasi O : klien dapat menyebutkan dan melakukan aktivitas untuk memutus halusinasi A : SP III tercapai dengan kriteria klien dapat menyebutkan aktivitas-aktivitas untuk memutus halusinasi P : pertahankan intervensi SP I keluarga S : keluarga menyebutkan pengertian . tanda dan gejala . klien mengatakan mengenal halusinasinya . A : SP I berhasi dengan kritria klien dapat memperagakan cara menghardik halusinasi . A : SP I sebagian teratasi di tandai dengan keluarga belum mampu melakukan perawatan klien dengan halusinasi P : pertahankan intervensi Evaluasi menurut keliat ( 2006) adalah proses berkelanjutan untuk menilai efek dari tindakan keperawatan kepada klien . P : Lanjut ke SP II SP II : S : klien mengatakan cara mengontrol halusinasi dengan cara bercakap dengan orang lain O : Klien dapat mempraktekan cara mengontrol halusinasi dengan berbicara dengan orang lain .

Anna Budi . serta berupaya mempertahankan dan memelihara perubahan tersebut. A terdapat kesenjangan antara teori dan data yang di dapatkan maka penulis berasumsi bahwa tidak semua tindakan keperawatan yang di lakukan akan berhasil sesuai teori yang ada salah satu penyebabnya yaitu karena waktu yang terlalu singkat serta dukungan keluarga yang kurang dalam proses penyembuhan hal ini di dukung oleh yang di kemukakan oleh keliat . Dkk (2006) yang mengemukakan bahwa dalam mencapai hasil evaluasi yang di harapkan klien dan keluarga perlu di libatkan dalam evaluasi agar dapat melihat adanya perubahan . Berdasarkan hasil evaluasi Tn .laksanakan evaluasi dapat di bagi menjadi dua jenis yaitu evaluasi proses atau formatif yang di lakukan tiap selesai melakukan tindakan keperawatan dan evaluasi hasil somatif yang di laukan dengan membandingkan respon klien dengan tujuan yang telah di tentukan . 122 .

resiko perilaku kekerasan dan distres spiritual . dan tekanan darah . TUK III : Klien dapat mengontrol halusinasinya . 2. respon kehilangan . berdasarkan protap yang memuat 5 TUK yaitu TUK I : klien dapat membina hubungan saling percaya dengan perawat . terjadi peningkatan denyut jantung .BAB V PENUTUP A. pernafasan . 123 . serta ketakutan. Diagnosa Keperawatan Diagnosa yang di dapatkan dari hasil pengkajian pada Tn A yaitu Gangguan persepsi sensori : halusinasi pendengaran & pengelihatan . Kesimpulan 1. Perencanaan Dalam kasus ini penulis membuat intervensi pada Tn A . gangguan isi pikir . TUK V :Klien dapat memanfaatkan obat dalam mengontrol halusinasinya . Pengkajian Berdasarkan pengkajian data yang di peroleh dari kasus yang tidak terdapat pada teori yaitu antara lain sikap curiga . 3. TUK IV : klien dapat sistem pendukung keluarga dalam mengontrol halusinasinya . keruskan interaksi sosial . TUK II : klien dapat mengenal halusinasinya .

Menjelaskan cara Mengotrol Halusinas. membantu orientasi realita .SP 2 :Mengevaluasi jadwal kegiatan harian . mendiskusikan kebutuhan yang tidak terpenuhi . mengajarkan cara menghadrik Halusinasi . membantu pasien memenuhi kebutuhannya . dan SP keluarga yaitu SP I : pendidikan kesehatan tentang pengertian halusinasi jenis halusinasi yang di alami pasien . Implementasi Tindakan keperawatan pada pasien yang di lakukan pada Tn . berdiskusi tentang kemampuan yang di miliki klien dan melatih kemampuan klien. A adalah SP 1 yaitu Membina Hubungan saling percaya dengan klien. dan melakukan SP 2 yaitu : Melatih klien mengotrol Halusinasi deng cara bercakap – cakap dengan orang lain. tanda dan gejala halusinasi dan cara-cara merawat pasien dengan halusinasi Diagnosa keperawatan waham tindakan yang di lakukan adalah SP 1 : Membina Hubungan Saling Percaya . Sedangkan SP IV tidak di lakukan untuk diagnosa halusinasi dan SP III dan SP keluarga Tidak di lakukan 124 .4. mengajukan pasien untuk memasukkan dalam daftar harian . menganjurkan klien memasukan cara menghardik dalam jadwal kegiatan harian . SP 3 yaitu : melatih klien mengontrol halusinasinya dengan cara melakukan aktivitas / menyibukan diri . membantu klien mengenal Halusinas.

tanda dan gejala .5. A : SP I sebagian teratasi di tandai dengan keluarga belum mampu melakukan perawatan klien dengan halusinasi P : pertahankan intervensi 125 . dan jenis-jenis halusinasi O : keluarga dapat menyebutkan kembali pengertian tanda dan gejala serta jenis –jenis halusinasi. klien mengatakan mengenal halusinasinya . A dapat di peroleh SP I S : dapat membina hubungan saling percaya . Evaluasi Berdasarkan hasil evaluasi pada Tn . SP III S : klien mengatakan aktivitas – aktivitas yang di lakukan untuk memutus halusinasi O : klien dapat menyebutkan dan melakukan aktivitas untuk memutus halusinasi A : SP III tercapai dengan kriteria klien dapat menyebutkan aktivitas-aktivitas untuk memutus halusinasi P : pertahankan intervensi SP I keluarga S : keluarga menyebutkan pengertian . O : klien dapat mempraktekan kembali cara menghardik halusinasi . P : Lanjut ke SP II SP II : S : klien mengatakan cara mengontrol halusinasi dengan cara bercakap dengan orang lain O : Klien dapat mempraktekan cara mengontrol halusinasi dengan berbicara dengan orang lain . A : SP II berhasil dengan kriteria klien dapat mempraktekan cara mengontrol halusinasi dengan cara bercakap-cakap dengan orang lain P : lanjut ke SP III . A : SP I berhasi dengan kritria klien dapat memperagakan cara menghardik halusinasi .

A terdapat kesenjangan antara teori dan data yang di dapatkan maka penulis berasumsi bahwa tidak semua tindakan keperawatan yang di lakukan akan berhasil sesuai teori yang ada salah satu penyebabnya yaitu karena waktu yang terlalu singkat serta dukungan keluarga yang kurang dalam proses penyembuhan hal ini di dukung oleh yang di kemukakan oleh keliat . Dkk (2006) yang mengemukakan bahwa dalam mencapai hasil evaluasi yang di harapkan klien dan keluarga perlu di libatkan dalam evaluasi agar dapat melihat adanya perubahan .Evaluasi menurut keliat ( 2006) adalah proses berkelanjutan untuk menilai efek dari tindakan keperawatan kepada klien . Anna Budi . Berdasarkan hasil evaluasi Tn . evaluasi dilakukan terus menerus pada respon klien terhadap tindakan keperawatan yang di laksanakan evaluasi dapat di bagi menjadi dua jenis yaitu evaluasi proses atau formatif yang di lakukan tiap selesai melakukan tindakan keperawatan dan evaluasi hasil somatif yang di laukan dengan membandingkan respon klien dengan tujuan yang telah di tentukan . 126 . serta berupaya mempertahankan dan memelihara perubahan tersebut.

Kesimpulan 1. Bagi RSD Madani Diharapkan lebih meningkatkan mutu pelayanan kepada setiap pasien yang di rawat sesuai standar keperawatan yang telah di tetapkan dengan strategi pelaksanaan (SP) kepada semua jenis pasien guna mempercepat proses penyembuhan 2. Bagi peneliti selanjutnya Di harapkan untuk peneliti selanjutnya untuk melakukan studi kasus nantinya di harapkan untuk melakukan asuhan keperawatan jiwa secara komprehensif dan mendetail untuk mendapatkan hasil maksimal 127 .B. Bagi Institusi Akademi Penulis berharap akademi mampu meningkatkan mutu pelayanan pendidikan dengan meyediakan sarana pendidikan yang lebih lengkap . 3. salah satunya dengan menyediakan buku di perpustakaan khususnya keperawatan jiwa yang lebih luas dan masih banyak lagi yang perlu di benahi .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->