PERBEDAAN SISTEM BAHAN BAKAR PADA MOTOR DIESEL COMMON RAIL DENGAN MOTOR DIESEL KONVENSIONAL BERDASARKAN KOMPONEN

DAN PRINSIP KERJANYA

MAKALAH

Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Bahasa Indonesia semester genap tahun 2012/2013 yang diampu oleh Drs. Moh. Thamrin, M. Pd.

Oleh : ABISENA GUMELAR NIM 1141220024

`

PROGRAM STUDI TEKNIK OTOMOTIF ELEKTRONIK JURUSAN TEKNIK MESIN POLITEKNIK NEGERI MALANG MALANG 2013

. karena memahami tentang komponen-komponen dan prinsip kerja aliran dari sistem bahan bakar pada motor diesel common rail dan motor diesel konvensional merupakan suatu hal yang penting bagi mahasiswa teknik otomotif elektronik. Berdasarkan uraian di atas penulis membuat makalah dengan judul Perbedaan Sistem Bahan Bakar pada Motor Diesel Common Rail dengan Motor Diesel Konvensional Berdasarkan Komponen dan Prinsip Kerjanya.BAB I PENDAHULUAN 1. Perbedaan komponen-komponen dan prinsip kerja tersebut perlu dipahami oleh mahasiswa. Terdapat perbedaan sistem bahan bakar pada motor diesel common rail dan pada motor diesel konvensional. Masalah tersebut tidak dapat dibiarkan secara berlarut-larut. Perbedaan tersebut terdapat pada komponen-komponen bagian di dalam sistem dan pada prinsip kerja aliran bahan bakar yang terjadi di dalam sistem. khususnya mahasiswa teknik otomotif elektronik. Makalah ini akan membahas tentang apa saja perbedaan sistem bahan antara motor diesel common rail dengan motor diesel konvensional berdasarkan komponen dan prinsip kerja aliran bahan bakar.1 Latar Belakang Masalah Sistem bahan bakar pada motor diesel baik motor diesel common rail maupun motor diesel konvensional memiliki peranan yang sangat penting. putaran motor dan pembebanan motor. Untuk mengatasi masalah tersebut penulis menyusun makalah ini. Oleh karena itu sistem bahan bakar sangat menentukan kinerja dari motor diesel. Tetapi ada sebagian mahasiswa yang belum paham tentang perbedaan komponen-komponen dan prinsip kerja tersebut. Sistem bahan bakar ini berperan dalam menyediakan dan mensuplai sejumlah bahan bakar yang dibutuhkan sesuai dengan kapasitas mesin. Pernah dilakukan seminar tentang sistem bahan bakar pada motor diesel baik motor diesel common rail maupun motor diesel konvensional tapi hasilnya belum maksimal.

2) Mengetahui perbedaan prinsip kerja aliran bahan bakar antara motor diesel common rail dengan motor diesel konvensional.3 Rumusan Tujuan Berdasarkan rumusan masalah di atas. makalah ini disusun berdasarkan rumusan tujuan sebagai berikut : 1) Mengetahui komponen – komponen pada sistem bahan bakar motor diesel common rail dan pada sistem bahan bakar motor diesel konvensional.1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas. makalah ini disusun berdasarkan rumusan masalah sebagai berikut : 1) Apa saja komponen-komponen pada sistem bahan bakar motor diesel common rail dan pada sistem bahan bakar motor diesel konvensional ? 2) Apakah perbedaan prinsip kerja aliran bahan bakar antara motor diesel common rail dengan motor diesel konvensional ? 1. .

1 Komponen – komponen pada sistem bahan bakar motor diesel common rail dan pada sistem bahan bakar motor diesel konvensional. High Pressure Pump Berfungsi berfungsi untuk menaikkan tekanan bahan bakar hingga 120 Mpa. e. Common rail Common rail adalah sebuah reservoir kecil yang berfungsi untuk mempertahankan tekanan bahan bakar dan dikontrol dengan common rail pressure sensor dan regulator sebelum dikirimkan kemasing-masing injector secara bersamaan. Adapun komponen-komponen sistem bahan bakar pada motor diesel sistem common rail. 1990. d. c. Injektor Untuk menginjeksikan bahan bakar dengan jumlah yang tepat kedalam ruang bakar pada waktu (timing injection) yang tepat.BAB II PERBEDAAN SISTEM BAHAN BAKAR PADA MOTOR DIESEL COMMON RAIL DENGAN MOTOR DIESEL KONVENSIONAL BERDASARKAN KOMPONEN DAN PRINSIP KERJANYA 2. Letaknya berada didalam tangki bahan bakar. b. Servis Mobil) a. Pre Supply Pump (Pompa pengalir) Berfungsi menyalurkan bahan bakar dari tangki ke pompa tekanan tinggi. kemudian dikirim ke common rail (reservoir kecil) Pada pump supply terdapat control valve untuk mengatur tekanan pompa yang dikontrol oleh ECU. . ECU (Electronic Control Unit) dan Sensor ECU mengontrol dan memonitor sistem injeksi secara menyeluruh. Pressure Control Valve berfungsi menjaga tekanan bahan bakar di dalam pipa rail agar selalu dalam keadaan konstan dan Memberikan data input yang selanjutnya dikirimkan ke ECU (Control system) oleh Rail-Pressure Sensor. Sensor berfungsi untuk membaca data yang terukur didalam proses yang nantinya akan dikirim ke ECU dengan akurasi yang tepat dan secepat mungkin. yaitu : (VEDC. f.

Servis Mobil) a. Pengabut Bahan Bakar (Injector Nozzle) Injektor Nozzle atau pengabut bahan bakar adalah suatu alat untuk menyemprotkan bahan bakar solar dalam hamburan. Pompa Priming (Priming Pump) Pompa priming berfungsi untuk menghisap bahan bakar dari tangki pada saat mengeluarkan udara palsu dari sistem bahan bakar (bleeding). • Untuk Pompa Injeksi Tipe Distributor Saringan bahan bakar untuk pompa injeksi tipe distributor kebanyakan digabung dengan priming pump dan water sedimenter. yaitu : (VEDC. b.hamburan yang sangat halus (bentuk kabutan) ke dalam suatu udara yang sedang dipadatkan (dikompresi) di dalam ruang bakar silinder motor. e. Pompa Injeksi (Injection Pump) Adalah suatu komponen yang berfungsi untuk mendistribusikan bahan bakar dengan tekanan tinggi kedalam masing. Feed pump adalah single acting pump yang dipasangkan pada sisi pompa injeksi dan digerakkan oleh camshaft pompa injeksi. Tangki bahan bakar (fuel tank) Tangki bahan bakar (fuel tank) berfungsi untuk menyimpan bahan bakar. Feed Pump (Untuk Pompa Injeksi Tipe In-line) Feed pump berfungi untuk menghisap bahan bakar dari tangki dan menekannya ke pompa injeksi. d. f. terbuat dari plat baja tipis yang bagian dalamnya dilapisi anti karat. .Adapun komponen-komponen sistem bahan bakar pada motor diesel sistem konvensional. 1990. Saringan bahan bakar berfungsi untuk menyaring debu dan kotoran dari bahan bakar.masing silinder melalui injektor sesuai jumlah yang di butuhkan dan waktu yang tepat serta urutan pembakaran. Saringan Bahan Bakar dan Water Sedimenter • Untuk Pompa Injeksi Tipe in-Line Pompa injeksi tipe in-line menggunakan filter dengan elemen terbuat dari kertas. dimana udara yang dipadatkan itu memiliki suhu yang sangat tinggi. Pada bagian atas filter bodi terdapat sumbat ventilasi udara yang digunakan untuk mengeluarkan udara (bleeding). c.

Didalam pompa tekanan tinggi ini. Aliran bahan bakar pada high. Low-Pressure Circuit Bertujuan untuk mengalirkan bahan bakar menuju High-Pressure Circuit. pembagian kerja common rail dibagi tiga skema. b. dan juga untuk menginjeksikan bahan bakar ke ruang bakar melewati injector. 1990. tekanan bahan bakar dibangkitkan/dinaikkan menjadi tekanan tinggi. Aliran bahan bakar pada low-pressure circuit adalah sebagai berikut : Bahan bakar dialirkan dari tangki bahan bakar oleh pre-supply pump menuju ke pompa tekanan tinggi melewati saringan bahan bakar. .pressure circuit adalah : • • Bahan bakar dari sirkuit tekanan rendah masuk ke pompa tekanan tinggi. High-Pressure Circuit High-pressure circuit berfungsi untuk membangkitkan tekanan tinggi yang konstan didalam pipa rel (Rail).2. Pada dasarnya. yaitu : (VEDC. Servis Mobil) a.2 Prinsip kerja aliran bahan bakar pada motor diesel common rail dan motor diesel konvensional.

• • Tekanan yang didijinkan oleh Pressure-limitter valve didalam pipa rel adalah maksimal 1350. Apabila tekanan didalam pipa rel berlebihan. tekanan bahan bakar tadi mampu membuka katup yang berhubungan dengan saluran pengembali. sensor-sensor yang digunakan pada sistem common rail diantaranya : . • Diujung pipa rel juga terdapat Pressure-limitter valve (katup pembatas tekanan). Bahan bakar bertekanan tinggi selanjutnya mengalir ke injektor untuk diinjeksikan kedalam ruang bakar. Penginjeksian bahan bakar pada injektor tergantung ECU sesuai urutan saat penyemprotan.• Bahan bakar bertekanan tinggi tadi akan melewati pressure control valve yang berfungsi untuk mengontrol/mengatur tekanan bahan bakar sesuai dengan kondisi yang ada (berdasarkan ECU). Tekanan dalam pipa rel bisa mencapai maksimal 1350 atau 1500 bar (untuk kendaraan baru bisa mencapai 1800 bar). 1500 atau 1800 bar tergantung jenis kendaraan. sedangkan sensor berfungsi untuk membaca data yang terukur didalam proses yang nantinya akan dikirim ke ECU dengan akurasi yang tepat dan secepat mungkin. c. bahan bakar bertekanan tinggi masuk ke pipa rel (High accumulator rail). sehingga bahan bakar akan mengalir ke saluran pengembali bahan bakar. ECU dan Sensor-Sensor Common rail adalah sistem injeksi yang dikontrol oleh EDC (Electronic Driver Control). ECU mengontrol dan memonitor sistem injeksi secara menyeluruh. • Selanjutnya. Seperti yang diketahui diatas. • Pada pipa rel dilengkapi dengan rail-pressure sensor untuk mendeteksi tekanan yang ada didalam pipa rel tersebut dan kemudian dikirimkan ke ECU dalam bentuk sinyal elektrik (impuls).

ECU kemudian menghitung dan mengolah data-data seperti banyaknya bahan bakar yang telah diinjeksikan. Accelerator-pedal traveler sensor Berfungsi untuk mendeteksi seberapa sudut yang dihasilkan dari penekanan pedal gas (pedal akselerasi).a. Air – mass meter Berfungsi untuk mendeteksi massa udara yang masuk. waktu/durasi injeksi. . Berdasarkan data-data dari sensor-sensor tersebut. Coolant-temperature sensor Berfungsi untuk mendeteksi seberapa suhu/temperature dari air pendingin untuk menegetahui suhu engine. Crankshaft-speed sensor Berfungsi untuk mendeteksi seberapa kecepatan yang dihasilkan dari poros engkol. awal waktu injeksi. c. e. dan sebagainya. g. Boost – pressure sensor Berfungsi untuk mendeteksi tekanan udara dalm intake manifold. Camshaft sensor Berfungsi untuk mendeteksi posisi dari camshaft. d. Air temperature sensor Berfungsi untuk mendeteksi suhu/temperature dari udara masuk. b. f. sehingga akan menghasilkan komposisi sistem injeksi yang sangat akurat.

Bahan bakar disaring oleh fuel filter dan kandungan air yang terdapat pada bahan bakar dipisahkan oleh fuel sedimenter sebelum dialirkan ke pompa injeksi bahan bakar. Injektor 9. Pompa pengalir 5. Dari pompa injeksi selanjutnya melalui pipa injeksi bahan bakar dialirkan ke injektor untuk diinjeksikan ke ruang bakar. Servis Mobil) 1. Water Sedimenter dan Fuel filter Aliran bahan bakar adalah sebagai berikut: 6. Pipa bahan bakar 3. Ada dua tipe pompa injeksi pada sistem bahan bakar diesel yaitu pompa injeksi in-line dan pompa injeksi distributor. Pompa injeksi in-line Keterangan: 1. Pompa injeksi 7. 1990. Tangki bahan bakar 2. Pompa priming 4. feed pump menghisap bahan bakar dari tangki bahan bakar. (VEDC. Pipa injeksi 8.Pada sistem bahan bakar mesin diesel konvensional. Pipa pengembali .

Fuel line (pipa bahan bakar) 3. Injection pipe (pipa injeksi) 7. Fuel tank (tangki bahan bakar) 2. Water sedimenter dan fuel filter 4. Pompa injeksi distributor Keterangan: 1. Injection nozzle (injektor) 8. Injection pump (pompa injeksi) 6. Over flow pipe (pipa pengembali) Aliran bahan bakar adalah sebagai berikut: .2. Priming pump (pompa priming) 5.

Indonesia . 1990. Servis Mobil.Daftar Pustaka Arifin. 2009. VEDC. Sukoco Zaenal. VEDC Malang Bagian Automotif. Vocational Education Development Center Malang. Bandung: Penerbit Alfabeta. Teknologi Motor Diesel.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful