KERANGKA KONSEP, VARIABEL DAN HIPOTESIS

Januari 24, 2009 · Disimpan dalam Materi III Metodologi Penelitian A. Kerangka Konsep
Konsep merupakan abstraksi yang terbentuk oleh generalisasi dari hal-hal khusus. Oleh karena konsep merupakan abstraksi maka konsep tidak dapat langsung diamati atau diukur. Konsep hanya dapat diamati atau diukur melalui konstruk atau yang lebih dikenal dengan nama variabel. Jadi variabel adalah simbol atau lambang yang menunjukkan nilai atau bilangan dari konsep. Variabel adalah sesuatu yang bervariasi. Contoh: Sehat adalah konsep; istilah ini mengungkap sejumlah observasi tentang hal-hal atau gejala-gejala yang mencerminkan kerangka keragaman kondisi kesehatan seseorang. Untuk mengetahui apakah seseorang itu “sehat” atau “tidak sehat” maka pengetahuan konsep “sehat” tersebut harus melalui konstruk atau variabel-variabel misalnya: tekanan darah, denyut nadi, Hb darah, dan sebagainya. Tekanan darah, denyut nadi, Hb darah dan sebagainya ini variabel-variabel yang digunakan untuk mengobservasi atau mengukur apakah seseorang itu “sehat” atau “tidak sehat”. Sosial-ekonomi adalah suatu konsep, dan untuk mengukur sosial ekonomi keluarga misalnya, harus melalui variabel-variabel: tinggi pendidikan, pekerjaan dan pendapatan keluarga itu. Kerangka konsep penelitian pada dasarnya adalah kerangka hubungan antara konsep-konsep yang ingin diamati atau diukur melalui penelitian-penelitian yang akan dilakukan. Contoh sederhara:

Dari contoh kerangka konsep penelitian tersebut di atas dapat dilihat bahwa di sana ada 4 konsep yaitu konsep tentang faktor predisposisi, faktor pendukung, faktor pendorong terhadap terjadinya perilaku, dan konsep faktor perilaku pemberian ASI itu sendiri. Tiap konsep, masing-masing mempunyai variabel-variabel sebagai indikasi pengukuran masing-masing konsep tersebut. Misalnya untuk mengukur faktor predisposisi maka dapat melalui variabel pengetahuan, pendidikan, sikap, dan persepsi.
Konsep perilaku pemberian ASI sebagai variabel dependen (vanabel tergantung) di sini dapat diukur melalui variabel “praktek menyusui”. Artinya perilaku pemberian ASI oleh ibu-ibu dapat diobservasi atau diukur dari praktek ibu-ibu dalam memberikan (Air Susu Ibu) kepada anak atau bayi mereka. Apakah mereka memberikan ASI kepada bayi-bayi mereka atau tidak, bila memberikan bagaimana frekuensinya, caranya dan sebagainya. A. VARIABEL Variabel mengandung pengertian ukuran atau ciri yang dimilikinya oleh anggotaanggota suatu kelompok yang berbeda dengan yang dimiliki oleh kelompok yang lain. Definisi lain mengatakan bahwa variabel adalah sesuatu yang digunakan sebagai ciri, sifat, atau ukuran yang dimiliki atau didapatkan oleh satuan penelitian tentangsesuatu konsep pengertian tertentu, misalnya umur jenis kelamin, pendidikan, status perkawinan, pekerjaan, pengetahuan, pendapatan, penyakit dan sebagainya. Berdasarkan hubungan fungsional antara variabei-variabel dengan yang lainnya, variabel dibedakan menjadi dua, yaitu terganiung, akibat, terpengaruh atau variabel dependen, dan bebas, sebab, mempengaruhi atau variabel independen. Disebut variabel tergantung atau dependen karena variabel ini dipengaruhi oleh variabel bebas atau variabel independen. Misalnya, variabel jenis pekerjaan (dependen) dipengaruhi oleh variabel pendidikan (independen), variabel pendapatan (dependen) dipengaruhi oleh variasi pekerjaan (independen), dan sebagainya. Pengukuran Variabel Pengukuran variabel dikelompokkan menjadi 4 skala pengukuran, yakni: a) skala nominal, b) skala ordinal, c) skala interval dan d) skala ratio. 1. Skala nominal, adalah suatu himpunan yang terdiri dari anggota-anggota yang mempunyai kesamaan tiap anggotanya, dan memiliki perbedaan dari anggota himpunan yang lain. Misalnya, jenis kelamin dibedakan antara laki-laki dan perempuan; pekerjaan, dapat dibedakan petani, pegawai, dan pedagang; suku bangsa, dapat dibedakan antara Jawa, Sunda, Batak, Ambon, dan sebagainya. Pada skala nominal, kita menghitung banyaknya subjek dari setiap kategori gejala, misalnya jumlah wanita dan pria. masing-masing sekian orang, jumlah pegawai dan bukan pegawai sekian orang, dan sebagainva. Masing-masing anggota himpunan tersebut tidak ada perbedaan nilai.

meskipun masing-masing memulainya dari nol. B. 3. maka hipotesis ini dapat benar atau salah. adalah variabel yang mempunyai perbandingan yang sama. Contoh: Interval a sampai d adalah 4 – 1 = 3 interval d dan c adalah 5 – 4 = 1. 4. Misalnya. . maka 5 karung beras beratnva 5 kuintal. Jawaban sementara dari suatu penelitian ini biasanya disebut hipotesis. Untuk mengarahkan kepada hasil penelitian ini dalam perencanaan penelitian perlu dirumuskan jawaban sementara dari penelitian ini. adalah himpunan yang beranggotakan menurut rangking. Dalam hal ini tiap anggota dalam kelas mempunyai persamaan nilai interval. walaupun pada taraf tertentu hal tersebut mempunyai perbedaan tingkatan sesuai dengan tingkat kemaknaan (significantcy) dari hasil analisis statistik. meskipun masmg-masing memulai dari bilangan 1. urutan. dan tua. Kelebihan dari skala ini adalah bahwa jarak nomor yang sama menunjukkan juga jarak yang sama dari sifat yang diukur. Contoh lain lagi adalah skala waktu tahun Masehi dan tahun Hijriah. Dalam skala ordinal tiap himpunan tidak hanya dikategorikan kepada persamaan atau perbedaan dengan himpunan yang lain. di mana masing-masing mempunyai aturan skala yang berbeda letak dan jaraknya. generalisasi atau dalil yang berlaku umum. Hipotesis Hasil suatu penelitian pada hakikatnya adalah suatu jawaban atas pertanyaan penelitian yang telah dirumuskan di dalam perencanaan penelitian. dan rendah. Kesimpulan yang diperoleh dari pembuktian atau analisis dari dalam menguji rumusan jawaban sementara atau hipotesis itulah akhir suatu penelitian. seperti pada skala ordinal. lebih besar atau lebih kecil. muda. tetapi juga berangkat dari pertanyaan lebih besar atau lebih kecil. variabel umur dikategorikan anak-anak. patokan juga. Hasil akhir penelitian ini disebut juga kesimpulan penelitian. dapat diterima atau ditolak. dan SLTA. atau dalil sementara yang kebenarannya akan dibuktikan dalam penelitian tersebut.2. atau jabatan. melalui pembuktian dari hasil penelitian. dan sebagainya. variabel pendapatan dikategorikan tinggi. Misalnya. Hasil pembuktian hipotesis atau hasil akhir penelitian ini juga sering disebut thesis. sedang. SLP. Jadi hipotesis di dalam suatu penelitianr berarti jawaban sementara penelitian. Skala interval. tetapi himpunan tersebut dapat memberikan nilai interval atau jarak antar urutan kelas yang bersangkutan. apabila sekarang beras beratnya 1 kuintal. Contoh lain adalah tentang skala pengukuran suhu dengan Fahrenheit dan Celsius. Skala ordinal. pangkat. Skala ratio. Variabel seperti panjang berat dan angka agregasi adalah variabel rasio. variabel pendidikan dikategorikan SD.

Puskesmas. Secara garis besar hipotesis dalam penelitian mempunyai peranan sebagai berikut: a. tetapi bukan hanya sekadar ramalan sebab. Dari hipotesis peneliti menarik kesimpulan dalam bentuk yang masih sementara dan harus dibuktikan kebenarannya (hipotesis) sebagai titik tolak atau arah dari pelaksanaan penelitian. Meskipun hipotesis ini sifatnya suatu ramalan. rumah sakit. Fakta yang diidentifikasi dengan cara menggambarkan atau menafsirkannya dari sumber yang asli. tetapi masih berada di tangan orang yang mengidentifikasi tersebut. Sebagai panduan dalam pengujian serta penyesuaian dengan fakta atau data. dari hubungan antara berbagai fakta atau variabel. sehingga masih dalam bentuknya yang asli.Hipotesis ditarik dari serangkaian fakta yang muncul sehuhubungan dengan masalah yang diteliti. Biasanya . Hipotesis juga dapat dirumuskan dari teori ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. hipotesis merupakan kesimpulan yang ditarik berdasarkan fakta yang ditemukan. 2. b. Dari fakta dirumuskan hubungan antara satu dengan yang lain dan membentuk suatu konsep yang merupakan abstraksi dari hubungan antara berbagai fakta. Memberikan batasan dan memperkecil jangkauan penelitian. Membantu mengarahkan dalam mengidentifikasi variabel-variabel yang akan diteliti (diamati). Hal ini berarti sangat berguna untuk dijadikan dasar membuat kesimpulan penelitian. terutama dalam perumusan hipotesis. Dalam mengemukakan fakta ini kita tidak berusaha untuk melakukan perubahan atau penafsiran dari keaslian fakta yang diperoleh. d. Memperoleh sendiri dari sumber aslinya. atau labotarium. yaitu dari pengalaman langsung di lapangan. Memfokuskan perhatian dalam rangka pengumpulan data. Bentuk Rumusan Hipotesis Pada hakikatnya hipotesis adalah sebuah pernyataan tentang hubungan yang diharapkan antara dua variabel atau lebih yang dapat di uji secara empiris. yang sudah merupakan simbol berpikir sebagai generalisas. Sebab. Fakta yang diperoleh dari orang yang mengidentifikasi dengan jalan menyusunnya dalam bentuk penalaran abstrak. Memperoleh fakta untuk perumusan hipotesis dapat dilakukan antara lain dengan: 1. hipotesis ditarik dari dan berdasarkan suatu hasil serta Problematik yang timbul dari penelitian pendahuluan dan hasil pemikiran yang logis dan rasional. C. Hipotesis sangat penting bagi suatu penelitian karena hipotesis ini maka penelitian diarahkan. 3. Fakta adalah sangat penting dalam penelitian. c. Hipotesis dapat membimbing (mengarahkan) dalam pengumpulan data.

sedangkan kanker paru-paru merupaksn variabel dependen atau akibatnya. Contoh sederhana : Merokok adalah penyebab penyakit kanker paru-paru paru. pengertian.hipotesis terdiri dan pernyataan terhadap adanya atau tidak adanya hubungan antara dua variabel. 3. Di dalam contoh ini merokok adalah variabel yaitu variabel independen (penyebabnya). Hipotesis harus sederhana dan terbatas. Biasanya makan rumusan pernyataan: Jika…. hipotesis dapat digolongkan tiga. Hal ini berarti bahwa hipotesis hendaknya berkaitan dengan lapangan ilmu pengetahuan yang sedang atau akan diteliti. bahwa hipotesis adalah suatu simpulan sementara atau jawaban sementara dari suatu penelitian sebab itu hipotesis harus mempunyai landasan teoretis. bukan hanya sekadar suatu dugaan yang tidak mempunyai landasan ilmiah.. D. Hipotesis harus tumbuh dari ilmu pengetahuan yang diteliti. jika suatu faktor atau variabel terdapat atau terjadi pada suatu situasi. Artinya hipotesis yang tidak menimbulkan perbedaan-perbedaan. . Seperti telah diuraikan di atas. Hipotesis hanya dinyatakan dalam bentuk pernyataan ( statement) bukan dalam bentuk kalimat tanya. Jenis-Jenis Rumusan Hipotesis Berdasarkan bentuk rumusannya. Hipotesis Kerja Adalah suatu rumusan hipotesis dengan tujuan untuk membuat ramalan tentang peristiwa yang rerjadi apabila suatu gejala muncul.. maka bentuk rumusan hipotesis yang dibuat dapat digunakan dalam penelitian. Hal ini berarti bahwa suatu hipotesis harus mengandung atau terdiri dari variabel-variabel yang diukur dan dapat dibanding-bandingkan. Hipotesis harus dapat diuji. maka ada akibat tertentu yang dapat ditimbulkannya. yaitu variabel bebas (independent variable) dan variabel terikat dependent variabel. Hipotesis ini sering juga disebut hipotesis kerja.maka……. Apabila suatu teknik tertemu dalam rumusan hipotesis ditetapkan. Agar dapat merumuskan hipotesis yang memenuhi kriteria tersebut perlu dipertimbangkan berbagai hal antara lain yang terpenting adalah teknik yang akan digunakan dalam menguji rumusan hipotesis yang dibuat. melainkan lebih dekat kepada suatu kesimpulan. Hipotesis yang tidak jelas pengukuran variabelnya akan sulit mencapai hasil yang objektif 4. Variabel bebas ini merupakan variabel penyebapnya atau variabel pengaruh. yakni: 1. sedang variabel terikat merupakan variabel akibat atau variabel terpengaruh. 2. Artinya. Ciri-ciri suatu hipotesis antara lain sebagai berikut: 1. serta tidak terlalu luas sifatnya.

tetapi hal tersebut bukan saru-satunya rumusan hipotesis kerja. Oleh sebab itu penggunaan rumusan lain seperti di atas masih dapat dibenarkan secara ilmiah. dengan status gizi anak balita yang mendapat ASI pada waktu bayi. Contoh-contoh tersebut menunjukkan bahwa kedua kelompok yang bersangkutan adalah sama. Jika pendapatan perkapita suatu negara rendah. Hipotesis Nol atau Hipotesis Statistik Hipoiesis Nol biasanya dibuat untuk menyatakan sesuatu kesamaan atau tidak adanya suatu perbedaan yang bermakna antara kelompok atau lebih mengenai suatu hal yang dipermasalahkan. sebagai bentuk kesimpulan yang akan diuji. dan lain-lain. maka angka kematian bayi di daerah tersebul tinggi. misalnya status gizi dari balita yang mendapatkan ASI sama dengan status gizi anak balita yang tidak mendapatkan ASI. 2. c. Tidak ada perbedaan antara status gizi anak balita yang tidak mendapat ASI pada waktu bayi. Tidak ada perbedaan angka penderita sakit diare antara kelompok penduduk yang menggunakan air minum dari PAM dengan kelompok penduduk yang menggunakan air minum dari sumur. Jika persalinan dilakukan oleh dukun yang belum dilatih. b. dan sebagainya. Oleh sebab itu apabila diuji dengan metode statistika akan . Bila dinyatakan adanya perbedaan antara dua variabel. d. b. Contoh sederhana : hipotesis nol a. disebut hipotesis alternatif. Meskipun pada umumnya rumusan hipotesis seperti tersebut di atas. Tidak ada perbedaan tentang angka kematian akibat penyakit jantung antara penduduk perkotaan dengan penduduk pedesaan. maka disebut hipotesis nol. Jika sanitasi lingkungan suatu daerah buruk. maka status kesehatan masyarakat di negara tersebut rendah pula. atau tidak ada perbedaan. Bila dirumuskan dengan “persamaan” maka hasilnya sama. c. maka penyakit menular di daerah tersebut tinggi. Karena dalam rumusan hipotesis kerja yang paling penting adalah bahwa rumusan hipotesis harus dapat memberi penjelasan tentang kedudukan masalah yang diteliti.Contoh sederhana: a. d. Bila hal tersebut dirumuskan dengan “selisih” maka akan menunjukkan hasil dengan nol.

sebab dengan pengujian terhadap tiap hipotesis minor pada hakikatnya adalah menguji hipotesis mayornya. Di dalam pengujian statisik hipotesis ini sangat penting. yakni variabel penyebab (sanitasi lingkungan) dan variabel akibat (penyakit menular). hipotesis minor. Contoh tidak sempurna : Hipotesis mayor: “Sanitasi lingkungan yang buruk mengakibatkan tingginya penyakit menular”. hipotesis mayor. malaria. atau anak hipotesis. Adanya hubungan antara penyakit kulit dengan rendahnya sanitasi lingkungan. Dari contoh ini dapat diuraikan adanya dua variabel. yaitu hipotesis yang dijabarkan dari hipotesis mayor. misalnya. 3. demam berdarah.tampak apabila rumusan hipotesis dapat diterima. Tetapi bila rumusannya ditolak. Adanya korelasi positif antara penyakit diare dengan buruknya sanitasi lingkungan b. Hipotesis dapat diperjelas lagi menjadi : Makin tinggi pendidikan ibu. yaitu hipotesis yang menjadi sumber dari hipotesis-hipotesis yang lain. misalnya : a. praktek pemberian ASI ibu-ibu de Kelurahan X berbeda dengan . Kedua. dan sebagainya. Sedangkan hipotesis perbedaan menyatakan adanya ketidaksamaan atau perbedaan di antara dua variabel. antara lain mencakup penyakitpenyakit diare. c. maka hipotesis alternatifhya yang diterima. Kita ketahui bahwa penyakit menular itu luas sekali. campak. yaitu: pertama. Itulah sebabnya maka sdperti rumusan hipotesis nol dipertentangkan dengan rumusan hipotesis altematif. Misalnya. yang masing-masing memperkuat dugaan kita tentang hubungan antara penyakit-penyakit tersebut dengan sanitasi lingkungan. Hipotesis Hubungan dan Hipotesis Perbedaan Hipotesis dapat juga dibedakan berdasarkan hubungan atau perbedaan 2 variabel alau lebih. Adanya hubungan antara penyakit campak dengan rendahnya sanitasi lingkungan. hipotesis penunjang. suatu hipotesis juga dapat dibedakan menjadi 2. ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan praktek pemeriksaan hamil. d. TBC. maka berarti hipotesis mayornya juga diterima. Apabila dalam pengujian statistik hipotesis-hipotesis tersebut terbukti bermakna korelasi antara kedua variabel di dalam masing-masing hipotesis minor tersebut. dan sebagainya. Sehubungan dengan banyaknya macam penyakit menular tersebut. makin sering (teratur) memeriksakan kehamilannya. Berdasarkan isinya. hipotesis induk. atau hipotesis utama. dapat disimpulkan sebagaimana hipotesisnya. kita dapat menyusun hipotesis minor yang banyak sekali. Hipotesis hubungan berisi tentang dugaan adanya hubungan antara dua variabel. Ha : x = > y). Jadi ada korelasi yang positif antara sanitasi lingkungan dengan penyakit menular. Hipotesis nol biasanya menggunakan rumus Ho (misalnya HO : x = y) sedangkan hipotesis alternatif menggunakan simbol Ha (misalnya.

com/2009/01/24/kerangka-konsep-variabel-danhipotesis/ . http://agenta08.praktek pemberian ASI ibu-ibu di Kelurahan Y.wordpress. Hipotesis ini lebih dielaborasi menjadi: praktek pemberian ASI ibu-ibu di Kelurahan X lebih tinggi bila dibandingkan dengan praktek pemberian ASI ibu-ibu di Kelurahan Y.

Adapun fungsi kajian literatur menurut Iskandar (2008: 51) adalah sebagai berikut: 1) Literatur meningkatkan pemahaman peneliti tentang teori-teori yang relevan terhadap masalah yang diteliti. kritis dan analitis. Dengan kajian pustaka. 5) Penelusuran dan penelaahan literatur yang relevan dengan masalah penelitian untuk mengungkapkan buah pikiran secara sistematis. KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS Kajian Pustaka/Teori Dalam penelitian kuantitatif. 2) 3) 4) Mengikuti perkembangan dalam penelitian dalam bidang yang akan diteliti. sumber hipotesis. KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS Posted on November 22. tolok ukur. pencarian dan pengadaan literatur atau kepustakaan merupakan suatu hal yang penting. Sedangkan mengidentifikasi arah penelitian berarti peneliti menelaah atau mengkaji kepustakaan dan mengidentifikasi variabel-variabel kunci yang layak dan berhubungan serta memiliki kecenderungan potensial yang perlu diuji dalam penelitian. Memanfaatkan data sekunder Menghindarkan duplikasi. peneliti dapat menjustifikasi adanya masalah penelitian dan mengidentifikasikan arah penelitian. Kajian pustaka / teori mempunyai peranan penting dalam hal melakukan penelitian kuantitatif. . Kepustakaan merupakan jembatan bagi peneliti untuk mendapatkan landasan konstruksi teoritik sebagai pedoman atau pegangan.KAJIAN TEORI. 2010 by yusrizalfirzal KAJIAN TEORI. Manfaat yang diperoleh dari kajian literatur adalah: (Iskandar: 2008) 1) Mengenali teori-teori dasar dan konsep yang telah dikemukakan oleh para ahli terdahulu tentang relevan dengan variabel-variabel yang diteliti. Justifikasi masalah penelitian berarti peneliti menggunakan kepustakaan untuk menunjukkan pentingnya permasalahan penelitian untuk diteliti.

. maka perlu dilakukan deskripsi teoritis masing-masing variabel dengan argumentasi terhadap variasi besarnya variabel yang diteliti. Kerangka Konseptual Penelitian Kerangka konseptual penelitian menurut Sapto Haryoko dalam Iskandar (2008: 54) menjelaskan secara teoritis model konseptual variabel-variabel penelitian. 6) Kajian literatur meningkatkan keyakinan dan motivasi bagi peneliti.2) Kajian literatur tentang teori berfungsi untuk menjelaskan. Kerangka konseptual dalam suatu penelitian perlu dikemukakan apabila penelitian berkenaan dengan dua variabel atau lebih. Kerangka konseptual yang baik menurut Uma Sekaran sebagaimana yang dikutip oleh Sugiyono dalam Iskandar (2008: 54) sebagai berikut: 1) Variabel-variabel penelitian yang akan diteliti harus jelas. 2) Kerangka konseptual haruslah menjelaskan hubungan antara variabel-variabel yang akan diteliti. 4) Kajian literatur menguraikan teori-teori. temuan-temuan peneliti terdahulu dan bahan penelitian lainnya yang diperoleh dari acuan. 8) Kajian literatur dapat peneliti gunakan untuk menyusun kerangka konseptual yang digunakan dalam penelitian. meramal dan mengendalikan suatu fenomena-fenomena atau suatu gejala-gejala yang berhubungan dengan masalah penelitian. dan ada teori yang melandasi. dapat mendukung keyakinan akan pengetahuan peneliti untuk termotivasi melakukan penelitian sampai menemukan hasil penelitian. 7) Kajian literatur dapat meningkatkan kemampuan pemahaman peneliti secara mendalam dalam disiplin ilmu yang diteliti. yang dijadikan landasan untuk melakukan penelitian yang diusulkan. membedakan. 5) Kajian literatur membantu peneliti untuk menjelaskan latar belakang masalah yang diteliti. yaitu variabel bebas dengan variabel terikat. 9) Kajian literatur mengacu kepada daftar pustaka. 3) Kajian literatur dapat menimbulkan gagasan dan mendasari penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti. Apabila penelitian hanya membahas sebuah variabel atau lebih secara mandiri. Penguasaan teori yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. tentang bagaimana pertautan teoriteori yang berhubungan dengan variabel-variabel penelitian yang ingin diteliti.

3) 4) Hipotesis harus dapat diuji Rumusan hipotesis hendaknya yang singkat dan padat. Dengan demikian. menurut Suharsimi. Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap masalah penelitian. yaitu: 1) Hipotesis hendaknya merupakan rumusan tentang hubungan dua atau lebih variabel.3) Kerangka konseptual tersebut lebih selanjutnya perlu dinyatakan dalam bentuk diagram. Dengan kedudukannya itu. 2008 : 57) hipotesis penelitian hendaklah memiliki sifatsifat sebagai berikut: 1) 2) Hipotesis dibuat dalam bentuk kalimat deklaratif (pernyataan) Hipotesis harus dapat teruji. Hipotesis merupakan gabungan dari kata ”hipo” yang artinya dibawah. sehingga masalah penelitian yang akan dicari jawabannya mudah dipahami. Iskandar (2008:55) mengemukakan bahwa dalam penelitian kuantitatif. Hipotesis adalah alternatif dugaan jawaban yang dibuat oleh peneliti bagi problematika yang diajukan dalam penelitiannya. 2008 : 56). (Suharsimi Arikunto. Hipotesis adalah suatu pernyataan yang masih harus diuji kebenarannya secara empiris. kerangka konseptual merupakan suatu kesatuan kerangka pemikiran yang utuh dalam rangka mencari jawabanjawaban ilmiah terhadap masalah-masalah penelitian yang menjelaskan tentang variabel-variabel. dan ”tesis” yang artinya kebenaran. akan tetapi juga dapat tumbang sebagai kebenaran. Secara keseluruhan hipotesis berarti dibawah kebenaran (belum tentu benar) dan baru dapat diangkat menjadi suatu kebenaran jika memang telah disertai dengan bukti-bukti. (Iskandar. peneliti dituntut untuk hati-hati dan cermat. 2) Hipotesis yang dirumuskan hendaknya disertai dengan alasan atau dasar-dasar teoritik dan hasil penemuan terdahulu. Menurut Singarimbun dalam Iskandar (2008 : 56). Hipotesis Penelitian Hipotesis diturunkan melalui teori. Menurut Borg dan Gall dalam Suharsimi (2000 : 64) ada empat persyaratan bagi hipotesis yang baik. Sedangkan menurut Mahsun. yang akan diuji kebenarannya dengan data yang dikumpulkan melalui penelitian. karena ia merupakan instrumen kerja dari teori. . hubungan antara variabel-variabel secara teoritis yang berhubungan dengan hasil penelitian yang terdahulu yang kebenarannya dapat diuji secara empiris. (Iskandar. 2000 : 57). menurut Suharsimi hipotesis dapat berubah menjadi kebenaran. Dugaan jawaban tersebut merupakan kebenaran yang sifatnya sementara. hipotesis adalah sarana penelitian ilmiah yang penting dan tidak bisa ditinggalkan. Tujuan peneliti mengajukan hipotesis adalah agar dalam kegiatan penelitiannya. Agar pemilihan alternatif dapat tepat. perhatian peneliti tersebut terfokus hanya pada informasi atau data yang diperlukan bagi pengujian hipotesis.

Ia baru berani menyatakan bahwa ada pengaruh. Metodologi Penelitian Pendidikan dan Sosial (Kuantitatif dan Kualitatif). ada dua jenis hipotesis. Bandung: Alfabeta. dengan kata lain pecahan dari hipotesis mayor. artinya mengemukakan penjelasan yang masuk akal. hipotesis iuni ditulis dengan ”Ha”. hipotesis ini dituliskan dengan ”Ho” 2) Hipotesis alternatif atau hipotesis kerja. yakni hipotesis yang menyatakan adanya hubungan antar variabel. Suharsimi Arikunto. 2) Hipotesis minor adalah hipotesis mengenai kaitan sebagian dari variabel. peneliti merasakan adanya pengaruh. Ditinjau dari lingkupnya. Sedangkan dalam hipotesis tidak terarah. Sumber Referensi: Iskandar.3) Hipotesis harus rasional. Manajemen Penelitian. 2000 : 60) yaitu: 1) Hipotesis nol. yakni hipotesis yang menyatakan ketidakadanya hubungan antara variabel. (Suharsimi Arikunto. hipotesis dapat dibedakan menjadi: (Suharsimi Arikunto. Jakarta: Gaung Persada Press. Statistika untuk Penelitian . Dalam notasi. 2000 : 62) 1) Hipotesis mayor adalah hipotesis mengenai kaitan seluruh variabel dan seluruh subjek penelitian. 2000. Hipotesis alternatif ini dibedakan menjadi dua macam. Dalam notasi. Sugiyono. tetapi belum berani secara tegas menyatakan pengaruh tersebut. 2008. Ditinjau dari operasi rumusannya. 2010. . Jakarta: Rineka Cipta. Bedanya adalah: dalam hipotesis terarah peneliti sudah berani dengan tegas menyatakan bahwa variabel bebas memang berpengaruh terhadap variabel tergantung. Hubungan antara variabel-variabel harus jelas sehingga variabel dapat diukur. yaitu hipotesis terarah dan hipotesis tidak terarah.

HIPOTESIS . Kerangka konsep penelitian Menurur Brink dan Wood. b. pengajaran kelompok yang terstruktur. “perhatikan bahwa pernyataan tersebut berisi informasi mengenai apa yang akan dilakukan peneliti (untuk menjelaskan) lingkungan studi (lingkunga rumah) dan subjek studi. Jika satu konsep yang digunakan. Metode pengajaran mencakup pengajaran individu yang terstruktur. Jika riset keperawatan dilakukan untuk memberikan kontribusi esensial bagi dasar pengetahuan ilmiah.KERANGKA KONSEPTUAL 1. Istilah kerangka konsep berarti penggunaan satu atau beberapa konsep terkait yang mendasari masalah studi dan mendukung rasional (alasan) pelaksanaan studi. Peneliti kualitatif harus menempatkan setiap studinya di dalam kerangka teoritis atau kerangka konsep sehingga temuan barunya dapat ditempatkan pada bidang pengetahuan lebih jelas yang sudah ada. dan pengajaran yang tidak terstruktur (incidental). pembahasan komponen ide di dalam konsep itulah yang menjadi dasar pembentukkan kerangka konsep. Kegunaan sebagai sebuah Hipotesis Kegunaan studi ini adalah untuk menguji hipotesisi berikut ini : Primipara yang menerima instruksi individual mengenai pemberian ASI akan mendapatkan pengalaman pemberian ASI yang lebih berhasil di lingkungan rumah daripada primipara yang menerima instruksi kelompok terstruktur mengenai pemberian ASI. Pengertian Kerangka konsep penelitian adalah suatu hubungan atau kaitan antara konsep satu terhadap konsep yang lainnya dari masalah yang ingin diteliti. pernyataan mengenai tujuan studi riset dapat ditulis dalam 3 cara : Kegunaan sebagai sebuah pernyataan deklaratif Kegunaan studi ini adalah untuk menjelaskan efek instruksi individual terstruktur versus instruksi kelompok terstruktur mengenai pemberian ASI pada primipara di lingkungan rumah. Konsep tersebut juga harus dibahas dalam kaitannya dengan variable yang diselidiki di dalam studi. Kegunaan sebagai sebuah pertanyaan Tujuan studi ini adalah untuk menjawab pertanyaan berikut : apakah ada hubungan yang bermakna antara metode pengajaran tentang pemberian ASI denga keberhasilan pemberian ASI primipara di lingkingan rumah mereka?. a. Primipara pada studi ini dapat ditanya mengenai persepsi mereka terhadap keberhasilan pemberian ASI dan kepuasaan mereka dengan metode pengajaran yang mempersiapkan mereka untuk memberikan ASI (menyusui) c.

Hipotesis diturunkan dari suatu teori yang disusun untuk menjelaskan masalahdan dinyatakan dalam proporsi-proposisi. . dan sebagainya. yakni: 1. thesis = pendirian. penelitidapat saja dengan sengaja menimbulkan/ menciptakan suatu gejala. Contoh: Apabila terlihat awan hitam dan langit menjadi pekat. Hipotesis atau hipotesa adalah jawaban sementara terhadap masalah yang masih bersifat praduga karena masih harus dibuktikan kebenarannya. teliti. Kerangka analisa yang digunakan oleh si peneliti. 1. Hipotesis yang telah teruji kebenarannyadisebut teori. yang kadangkala hilang begitu saja dari perhatian peneliti. Sebagai panduan dalam pengujian serta penyesuaian dengan fakta dan antar fakta. Imajinasi dan pemikiran kreatif dari si peneliti. dugaan ini disebut hipotesis. salah satu diantaranya yaituPenelitian sosial. Karakteristik Hipotesis Satu hipotesis dapat diuji apabila hipotesis tersebut dirumuskan dengan benar. Kesengajaan ini disebut percobaan atau eksperimen. b. Kegunaan Hipotesis Kegunaan hipotesis secara garis besar adalah: Memberikan batasan dan memperkecil jangkauan penelitian dan kerja penelitian. yang dilakukan dengan sadar. Ketika berfikir untuk sehari-hari. Sehingga dapat dikatakan bahwa sebuah Hipotesis merupakan satu tipe proposisi yang langsung dapat diuji.a. maka…) sebentar lagi hujan akan turun. dugaan. Oleh karena itu. hipotesa merupakan sebuah istilah ilmiah yang digunakan dalam rangka kegiatan ilmiah yang mengikuti kaidah-kaidah berfikir biasa. Kegagalan merumuskan hipotesis akan mengaburkan hasil penelitian. Mensiagakan peneliti kepada kondisi fakta dan hubungan antar fakta. yang melalui tahap-tahap tertentu. jika hipotesis tersebut masih abstrak bukan saja membingungkan prosedur penelitian. c. Metode dan desain penelitian yang dipilih oleh peneliti. dan terarah. Proses pembentukan hipotesis merupakan sebuah proses penalaran. kualitas manfaat dari hipotesis tersebut akan sangat tergantung pada: Pengamatan yang tajam dari si peneliti terhadap fakta-fakta yang ada. Secara ilmiah. b. Hipotesis juga berarti sebuah pernyataan atau proposisi yang mengatakan bahwa diantara sejumlahfakta ada hubungan tertentu. Hipotesis menjadi teruji apabila semua gejala yang timbul tidak bertentangan dengan hipotesis tersebut. Proposisi inilah yang akan membentuk proses terbentuknya sebuah hipotesis di dalam penelitian. Sebagai alat yang sederhana dalam memfokuskan fakta yang bercerai-berai tanpa koordinasi ke dalam suatu kesatuan penting dan menyeluruh. dan terarah. tidak ada perbedaan makna di dalamnya. sedikitnya harus memiliki beberapa ciri-ciri pokok. Artinya. maka dugaan terbukti benar. hipotesis merupakan jawaban atau dugaan sementara atas masalah yang dirumuskan atau searah dengan tujuan penelitian. teliti. Untuk dapat memformulasikan hipotesis yang baik dan benar. Namun apabila ternyata tidak turun hujan. Hipotesis ilmiah mencoba mengutarakan jawaban sementara terhadap masalah yang akan diteliti. maka seseorang dapat saja menyimpulkan (menduga-duga) berdasarkan pengalamannya bahwa (karena langit mendung. Meskipun hipotesis telah memenuhi syarat secara proporsional. Dalam upaya pembuktian hipotesis. Dalam penggunaannya sehari-hari hipotesa ini sering juga disebut dengan hipotesis. Pengertian Hipotesis Hipotesis berasal dari bahasa Yunani: hypo= di bawah. perkiraan. 3. d. maka hipotesisnya dinyatakan keliru. a. 2. secara sadar. Hal demikian juga terjadi dalam pembuatan hipotesisilmiah. d. c. Apabila ternyata beberapa saat kemudia hujan benar turun. Oleh sebab itu. melainkan juga sukar diuji secara nyata. orang sering menyebut hipotesis sebagai sebuah anggapan.pendapat yang ditegakkan. kepastian.

4. Hipotesis harus bebas nilai. Peneliti harus bersifat spesifik yang menunjuk kenyataan yang sebenarnya. 7. ruang. Dasar penalaran ilmiah ialah kekayaan pengetahuan ilmiah yang biasanya timbul karena sesuatu keadaan atau peristiwa yang terlihat tidak atau tidak dapat diterangkan berdasarkan hukum atau teori atau dalil-dalil ilmu yang sudah diketahui. 6. Hipotesis pendahuluan atau hipotesis preliminer (preliminary hypothesis). Oleh sebab itu. pengumpulan data. Hipotesis harus dapat diuji. analisis data. teori menjadi penting secara khusus dalam pembentukan hipotesis yang dapat diteliti karena dalam teori dijelaskan arah hubungan antara variabel yang akan dihipotesiskan. atau unit analisis yang jelas. Satu hipotesis yang memuaskan adalah salah satu hubungan yang diharapkan di antara variabel dibuat secara eksplisit. . Peneliti harus memiliki hubungan eksplisit yang diharapkan di antara variabel dalam istilah arah (seperti. Hipotesis menyatakan variasi nilai sehingga dapat diukur secara empiris dan memberikan gambaran mengenai fenomena yang diteliti. Penentuan masalah. Sehubungan dengan hal tersebut. Dugaan atau anggapan sementara yang menjadi pangkal bertolak dari semua kegiatan. namun merupakan sebuah hipotesis yang hanya digunakan untuk melakukan uji coba sebelum penelitian sebenarnya dilaksanakan. Dasar penalaran pun sebaiknya dikerjakan dengan sadar dengan perumusan yang tepat. Untuk hipotesis deskriptif berarti hipotesis secara jelas menyatakan kondisi. Dalam proses penalaran ilmiah tersebut. 4.Hipotesis harus dinyatakan secara jelas. Aturan untuk. 2. Selanjutnya. evaluasi hipotesis bergantung pada eksistensi metode-metode untuk mengujinya. 3. penentuan masalah mendapat bentuk perumusan masalah. Hubungan antara X dan Y dapat positif atau negatif. bebas nilai. Kemudian. atau distribusi suatu variabel atau fenomenanya yang dinyatakan dalam nilai-nilai yang mempunyai makna. Hipotesis harus menyatakan perbedaan atau hubungan antar-variabel. Hipotesis harus spesifik. Tanpa hipotesa preliminer. ukuran. hipotesis priliminer dianggap bukan hipotesis keseluruhan penelitian. baik metodeobservasi. sebagaimana kondisi di bawah hubungan yang diharapkan untuk dijelaskan. maupun generalisasi. Fakta yang terkumpul mungkin tidak akan dapat digunakan untuk menyimpulkan suatu. Karena tidak dirumuskan secara eksplisit. Ini digunakan juga dalam penalaran ilmiah. Hipotesis harus bersifat spesifik yang menunjuk kenyataan sebenarnya. dan spesifik. dalam penelitian. hipotesis akan menekankan hubungan yang diharapkan di antara variabel. 5. serta menemukan bahwa tidak adametode penelitian untuk mengujinya. positif dan negatif). konklusi karena tidak relevan dengan masalah yang dihadapi. menguji satu hipotesis secara empirisa dalah harus mendefinisikan secara operasioanl semua variable dalam hipotesis dan diketahui secara pasti variabel independen dan variable dependen. observasi tidak akan terarah. hubungan tidak bebas dari waktu. dalam istilah yang benar dan secaraoperasional. hipotesis dapat diuji dengan metode yang tersedia yang dapat digunakan untuk mengujinya sebab peneliti dapat merumuskan hipotesis yang bersih. Jadi. Tahap-tahap pembentukan hipotesis secara umum Tahap-tahap pembentukan hipotesis pada umumnya sebagai berikut : a. Satu hipotesis menyatakan bahwa X berhubungan dengan Y adalah sangat umum. b. Untuk itu instrument harus ada (atau dapat dikembangkan) yang akan menggambarkan ukuran yang valid dari variable yang diliputi. Artinya nilai-nilai yang dimiliki peneliti dan preferensi subjektifitas tidak memiliki tempat di dalam pendekatan ilmiah seperti halnya dalam hipotesis.

d. Hipotesis kerja vs hipotesis nol Hipotesis kerja adalah pernyataan rekaan yang hasil pengujiannya diterima. apabila hipotesa itu benar dan dapat diadakan menjadi ramalan(dalam istilah ilmiah disebut prediksi). Apabila hipotesa terbukti cocok dengan fakta maka disebut konfirmasi.c. hubungan antara tenaga kerja dengan jumlah siswa ddalam satu kelas. Dalam penalaran ilmiah. artinya mencocokkan hipotesa dengan keadaan yang dapat diobservasi dalam istilah ilmiah hal ini disebut verifikasi (pembenaran). Hipotesis ini mendasari teknik penelitian komparatif. Hipotesis statistik adalah hipotesis yang dilambangkan dengan rumus-rumus statistik. Sebagai contoh sebuahanekdot yang jelas menggambarkan sifat penemuan dari hipotesa. Misalnya. terdapat dua macam hipotesis. 5. Dalam rangka pengolahan data hipotesis ini disebut hipotesis stastistik. dan ramalan itu harus terbukti cocok dengan fakta. Hipotesis ini mendasari teknik penelitian korelasional atau regresi. Jadi dalam sebuah penelitian dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif. Misalnya. sekolah yang berlokasi di tengah-tengah c. Hipotesis ini bertujuan untuk menguji adanya hubungan yang logis antara keseragaman-keseragaman pengalaman empiris. Sebaliknya. sedangkan hipotesis nol adalah penyataan rekaan yang hasil pengujiannya ditolak. Pengujian hipotesa. Formulasi hipotes. kita mempunyai keseragaman empiris dan hubungan antar sekolah. Pembentukan hipotesa dapat melalui ilham atau intuisi. hipotesis yang menyatakan hubungan yang kompleks dinamakan hipotesis ideal. Hipotesis ideal vs common sense (akal sehat) Hipotesis common sense biasanya menyatakan hubungan kegiatan terapan. terdapat hubungan antara variabel x dengan variabel y. hubungan antara tenga kerja dengan luas garapan. terdapat hubungan atau perbedaan anatara variabel x dengan variabel y. Hipotesis tentang perbedaan adalah pernyataan yang menyatakan adanya ketidaksamaan antarvariabel tertentu karena adanya pengaruh yang berbeda-beda. e. Hipotesa yang sering mendapat konfirmasi atau koroborasi dapat disebut teori. yaitu : Hipotesis penelitian yang diungkapkan dalam bentuk kalimat pernyataan. Misalnya. maka hipotesis statistiknya untuk “H0” dilambangkan dengan M = 0 dan untuk “Ha” / “H1” dilambangkan dengan M ≠ 0. Hipotesa diciptakan saat terdapat hubungan tertentu diantara sejumlah fakta. Terjadifalsifikasi(penyalahan) jika usaha menemukan fakta dalam pengujian hipotesa tidak sesuai dengan hipotesa. f. dimana logika tidak dapat berkata apa-apa tentang hal ini. 1) 2) Pengumpulan fakta. yang dikenal dengan hukum gravitasi. Sedangkan apabila hipotesis penelitiannya “terdapat perbedaan variabel x dengan variabel y. hipotesis tersebut dilambangkan dengan ‘Ha” atau “H1” apabila terdapat hubungan dan “H0” apabila tidak terdapat hubungan atau perbedaan. diceritakan bahwa sebuah apel jatuh dari pohon ketika Newton tidur di bawahnya dan teringat olehnya bahwa semua benda pasti jatuh dan seketika itu pula dilihat hipotesanya. untuk “H0” dilambangkan dengan Py = 0 dan “Ha” / “H1” dilambangkan dengan Py > 0. maka hipotesa tidak terbantah oleh fakta yang dinamakan kolaborasi (colloboration). dan bilamana usaha itu tidak berhasil. b. Jenis-Jenis Hipotesis Hipotesis tentang perbedaan vs hubungan Hipotesis jenis ini merupakan hipotesis tentang hubungan analitis yakni secara analisis menyatakan hubungan atau perbedaan satu sifat dengan sifat lainnya. diantara jumlah fakta yang besarnya tak terbatas itu hanya dipilih fakta-fakta yang relevan dengan hipotesa preliminer yang perumusannya didasarkan pada ketelitian dan ketepatan memilih fakta. Aplikasi/penerapan. Hipotesis tentang hubungan adalah pernyataan rekaan yang menyatakan adanya hubungan antara dua variabel atau lebih. . Kemudian harus dapat diverifikasikan/koroborasikan dengan fakta. Misalnya. a.

hubungan motivbasi belajart siswa dengan sekolah yang di tengah-tengah pemukiman penduduk. sekolah yang berlokasi di tengah-tengah perkantoran dan sebagainya. Contoh. Pengetahuan yang luas tentang kerangka teori. Buku Teks Merupakan tulisan ilmiah yang memuat prinsip – prinsip. Laporan Praktikum ( Field Report ) Merupakan suatu karangan yang ditulis sebagai suatu hasil praktik pada kasus tertentu. 3. dan hukum – hukum pada ilmu pengetahuan tertentu. statistik dan teknik-teknik pengujian. Menguji Hipotesis Hipotesis berfungsi untuk memberi suatu penyataan terkaan tentang hubungan tentative antara fenomena-fenomena dalam penelitian. Naskah Berkala ( Term Paper ) Merupakan laporan dan penyimpulan dari beberapa buku atau sebagai isi buku mengenal topik tertentu. penguasaan penggunaan teori secara logis. Beberapa Karya Ilmiah yang Menjadi Syarat Menyelesaikan Pendidikan Tinggi : . sekolah yang berlokasi di tengah-tengah pusat perbelanjaan. sekolah yang berlokasi di tengah-tengah lingkungan industri. Riset Keperawatan Adalah hasil penelitian di bidang keperawatan yang ditulis berdasarkan kenyataan ilmiah. hubungan anatar prestasi belajar siswa dengan sekolah yang berlokasi di pusat perbelanjaan.blogspot.com/2011/05/kerangka-konsep-dan-hipotesis. Jenis Karya Ilmiah Kerya ilmiah di bidang keperawatan biasanya membahas masalah – masalah keperawatan yang membutuhkan pemecahan. selain itu juga berguna untuk perkembangan ilmu dan teknologi keperawatan. Karya ilmiah di bidang keperawatan dapat berupa : 1. Data atau fakta dan kerangka pengujian hipotesis harus ditetapkan dahulu sebelum si peneliti mengumpulkan data. Cara pengujian hipotesis tergantung pada metode desain penelitian yang digunakan. doktrin – doktrin.html RINGKASAN BUKU RISET KEPERAWATAN dan TEKNIK PENULISAN ILMIAH I. dalil – dalil.pemukiman penduduk.Tulisan Ilmiah Populer Merupakan tulisan ilmiah populer merupakan tulisan yang diterbitkan oleh media massa ( majalah dan surat kabar ) dan bersifat populer. Kemudian hubungan tersebut diuji validitas dan reliabilitasnya menurut teknik-teknik yang sesuai untuk keperluan pengujian. Riset keperawatan membahas masalah yang timbul berdasarkan teori – teori ilmiah dan kenyataan objektif sehingga untuk dianalisis. 4. 6. 2. http://ukhtinurse. Untuk menguji hipotesis diperlukan : a. agar dapat menghasilkan suatu kesimpulan yang tepat dalam menjawab permasalahan yang sedang dibahas.

cara untuk memperoleh data. 2. 4. III. 2. dan cara membuat suatu kesimpulan. jadwal dan lokasi penelitian. dengan cara membaca literature yang ada. peneliti dapat menggali data – data yang berhubungan dengan penelitian. Studi literatur. terencana. Literatur merupakan salah satu sumber acuan peneliti dalam memaahami beberapa masalah penelitian. 3. lampiran. II. biaya penelitian. Teknik Penyusunan Proposal Penelitian Proposal penelitian disusun sebelum melakukan penelitian. Untuk menghasilkan proposal yang baik harus memenuhi persyaratan yaitu : sistematis. kerangka konsep dan hipotesis. 3. latar belakang. yakni : kemampuan bebahasa. Komponen dan Teknik Penulisan Proposal Penelitian : judul. Disertasi Merupakan bentuk penelitian pada pendidikan setingkat dektoral. kegiatan ini akan memberikan gambaran secara mendalam terhadap penelitian yang akan dilakukan. Tesis Merupakan karya ilmiah yang dibuat oleh mahasiswa setingkat strata dua ( S2 ) sebagai untuk menyelesaikan program master. Syarat Penulisan Karya Ilmiah Nilai sebuah karya ilmiah bergantung pada cara penulisannya. Skripsi Merupakan karya ilmiah yang dibuat oleh mahasiswa setingkat strata satu ( S1 ) untuk penyelesaian tugas akhir atau program studinya. tinjauan pustaka. metodologi yang tepat dan sesuai dengan masalah yang diteliti. metode penelitian. tujuan penelitian. Ada tiga kemampuan yang harus dimiliki oleh peneliti dalam menyusun proposal penelitian yang baik. Konsultasi ahli. . di mana informasi diperoleh dan diberikan kepada siapa informasi tersebut. manfaat hasil penelitian/kontribusi penelitian. taktis. Studi Pendahuluan dalam Riset Keperawatan Keuntungan melakukan studi pendahuluan adalah untuk dapat mengetahui besarnya masalah penelitian secara jelas. dan penguasaan materi dan teori – teori yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. Tinjauan tempat penelitian. merupakan sarana untuk memperdalam proses penelitian yang akan dilakukan.1. Selain itu cara penulis menjawab permasalahan penelitian secara sederhana. personalia penelitian. cara menganalisis data. dan ringkas akan membuat masyarakat dan pembacanya mampu memahami karya ilmiah tersebut. 1. Cara Studi Pendahuluan Dalam melakukan studi pendahuluan. Disertasi mengemukakan hipotesis – hipotesis ilmiah dan bias saja menghasilkan dalil – dalil atau prinsip – prinsip ilmiah yang baru atau dapat juga menyanggah teori yang telah ada sebelumnya. Cara yang digunakan adalah : 1. dan mengikuti konsep ilmiah. Cara penulisan ini akan mempengaruhi masalah yang dibahas. rumusan masalah.

. 4. Tujuan penelitian harus relevan dengan masalah yang dirumuskan. Struktur dan Penyusunan Karya Ilmiah Riset Keperawatan Struktur penyusunan laporan riset keperawatan atau penelitian keperawatan secara umum terdiri atas tiga bagian yang saling berhubungan satu sama lainnya. dan daftar isi. Menarik Masalah yang menarik bagi peneliti akan membuat proses penelitian lebih mudah untuk dilakukan dan dikembangkan. Adanya tujuan yang jelas akan memepermudah peneliti untuk mendapatkan hasil yang diharapkan. populasi sampel yang akan diteliti. cara mengidentifikasi variabel dengan definisi operasionlanya. kata pengantar. keterbatasan penelitian. 1. pengembangan penelitian lanjut. Releven Bermakna masalah yang dirumuskan tersebut harus sesuai kondisi keperawatan terkini. memecahkan masalah yang belum terpecahkan. 3. waktu. bagian muka penelitian keperawatan. Metode Penelitian Keperawatan Metode penelitian keperawatan merupakan urutan langkah dalam melakukan penelitain keperawatan. cara pengumpulan data. Etis Berarti tidak bertentangan dengan etika penelitian dan menghormati subjek penelitian. dan dana penelitian yang memadai serta mampu dilaksanakan oleh peneliti. keperawatan secara lengkap terdiri atas : kover/sampul. 2. Bagian Pembuka Merupakan bagian pertama dari penelitian keperawatan yang terdiri atas judul. Hal – hal yang termasuk dalam metode penelitian adalah desain penelitian yang digunakan. di antaranya bagian pembuka. Feasible ( mampu dilaksanakan ) Masalah keperawatan yang telah dirumuskan hendaknya mempunyai jumlah subjek. metode analisis data yang digunakan. dan nilai etika penelitian. abstrak. lembar persetujuan. V.bagian – bagian tersebut dapat memberikan informasi terhadap penelitian.Manfaat dari studi pendahuluan : memperjelas pokok permasalahan. Merumuskan Masalah dan Tujuan Riset Keperawatan Adalah tahap awal saat akan menentukan penelitian. Dalam melakukan riset keperawatan. IV. mengofirmasikan dan mengembangkan lebih lanjut penelitian dengan topik yang sama dan pernah diteliti sebelumnya. perumusan masalah harus memenuhi kriteria berikut ini : 1. Penulisan tujuan umum yang digunakan adalah untuk menggambarkan judul yang hendak dicapai secara umum. VI. Di samping itu. bagian utama dan bagian belakang. halaman judul. kerangka kerja penelitian. Novel Artinya dari rumusan masalah dapat ditemukan masalah yang baru. 5.

Bagian Akhir Bagian akhir terdiri atas daftar pustaka atau daftar bacaan. hasil dan pembahasan. di antaranya bagian pendahuluan. VIII. desain penelitian. rumusan masalah. daftar gambar. 1. hasil dan pembahasan. Penyajian Matematis Merupakan penyajian hasil penelitian dengan menggunakan angka – angka dalam bentuk table ( menggunakan simboi – symbol bilangan matematis ). persembahan. dan lampiran ( appendiks ). daftar lampiran. indeks. 2. media ilmiah. tujuan. 2. identifikasi variable dan definisi operasional. . median. Teknik Penulisan Laporan Penelitian Dalam pelaporan karya tulis ilmiah. Analisis statistik deskriptif yang dapat digunakan adalah ukuran distribusi frekuensi seperti mean. Penyajian Variabel Merupakan cara untuk mengomunikasikan hasil penelitian dalam bentuk uraian kalimat yang mudah dipahami pembaca. ucapan terima kasih. populasi. etika. peta. Analisis data yang pertama dilakukan adalah analisis statistk deskriptif dengan menggambarkan sebuah data atau lebih jelasnya dengan mengatahui karakteristik sebuah populasi yang menggambarkan ciri populasi. atau lainnya ). masalah. dan sebagainya. keterbatasan. Penyajian Visual Merupaka penyajian hasil penelitian dengan menggunakan grafik. Penyajian data hasil penelitian harus dapat disajikan dalam tiga cara. yaitu : 1. Pada pelaporan keperawatan ada beberapa hal lain yang perlu diperhatikan di antaranya : di mana karya tulis ilmiah dilaporkan atau dipublikasikan ( jurnal. kerangka konsep dan hipotesis. modus. sampel dan sampeling. dan sebagainya. landasan teori. riwayat hidup. kerangka kerja. dan simpulan dan saran.Tubuh Penulisan Tubuh penulisan ini terdiri atas latar belakang. pengumpulan data dan analisis data. kata penganta. VII. dan simpulan dan saran. 3. manfaat dan relevansi.lembar pengesahan. dan tujuan dilaporkan atau dipublikasikan. metode penelitian. Anlisis statistic inerensia yang berguna untuk menguji atau mengambilebuah keputusan yang akan dilakukan. gambar. Teknik Penyajian dan Analisis Data Teknik penyajian data merupakan cara bagaimana untuk menyajikan data sebaik – baiknya agar dipahami oleh pembaca. terdapat beberapa unsur yang harus ada dalam pelaporan. dan daftar isi. metode penelitian.

Jakarta: Alfabeta. V. Menyusun laporan penelitian. Shah. . Jakarta: Alfabeta. Penelitian kesehatan memahami dan memecahkan masalah – masalah yang berbeda dalam bidang kesehatan. Nursalam & Siti Pariani. Critiques. kebidanan. Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktek. Penelitian kesehatan merupakan penelitian yang memfokuskan kegiatan pada masalah – masalah yang berbeda dalam bidang kesehatan seperti pada bidang kedokteran.. (2001). S. Hidayat. baik pengobatan (kuartif) pada penelitian klinis maupun pencegahan (preventif) pada penelitian kesehatan masyarakat. Statistika untuk Penelitian. K. Suatu penelitian sebaiknya dilakukan dengan cara ilmiah artinya kebenaran pengetahuan yang diperoleh bukan dengan cara coba – coba atau dugaan pribadi tetapi berdasarkan fakta empiris dimana data yang diperoleh benar – benar objektif.DAFTAR PUSTAKA Arikunto. The Practice of Nursing Research: Conduct. A. Sugiono (2001). S. manfaat penelitian biasanya dibuat dengan dua macam yaitu teoritis artinya manfaat dari segi ilmu dan manfaat praktis artinya manfaat dari penelitian tersebut untuk pengembangan program kesehatan. Metodologi Penelitian. S. keperawatan. Cik Hasan Bisri. and Utilisation (2nd ed. Soemanto. dkk. Ridan (2004). P. sehingga hasil dari suatu penelitian dapat membarikan rekomendasi alternatif pemecahan suatu masalah. Metode Penelitian suatu Pendekatan Proposal. Penuntun Penyusunan Rencana Penelitian dan Penulisan Skripsi. Metode Penelitian dan Statistik Terapan. K. Mardalis (1999). Burns. W. (1993). Philadelphia: W. Jakarta: Salemba Medika. S. alih bahasa Mujahir Darwin. Riset Keperawatan dan Teknik penulisan Ilmiah. T. Jakarta: Bumi Aksara.B Saunders Co. Surabaya: Airlangga University Press. Metode dan Teknik Menyusun Tesis. (1998). Jakarta: Bumi Aksara. (1999). Hasil suatu penelitian diharapkan dapat bermanfaat baik program maupun pengembangan ilmu pengetahuan. Jakarta: Rineka Cipta. Pendekatan Praktis Metodologi Riset Keperawatan. Jakarta: PT Raja Grafindo Perseda. Jakarta: CV sagung Seto. A. (1993). RINGKASAN BUKU APLIKASI METODOLOGI PENELITIAN KESEHATAN I. Jakarta: Rinaka Cipta. A. Metodologi Penelitian kesehatan. S. (1998).). serta masalah – masalah yang berkaitan dengan social budaya. & Grove. (2000). L. Pedoman Teknik Penulisan Skripsi (karya ilmiah). Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Suryabrata. Notoatmodjo. (2002). (1991). Pengertian Dasar Penelitian dan Penelitian Kesehatan Inti dari suatu penelitian adalah ingin menelusuri atau mencari jawaban terhadap suatu masalah. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Poerwadi. dan kesehatan masyarakat. (2008).

Pratiknya. 1. data laboratorium.II. sedangkan penelitian intervensi atau penelitian operasional digunakan dalam bidang kesehatan masyarakat. sedangkan efek perlakuan diamati dengan menggunakan satuan analisis individual maupun kelompok. 2. (2003). Notoatmodjo. Sampel merupakan sebagian dari populasi yang diharapkan dapat mewakili atau representative populasi. W. Dasar – Dasar Metodologi Penelitian Kedokteran dan Kesehatan. 4. Memfokuskan perhatian dalam rangka pengumpulan data. Jakarta: Rajawali Press. S. 1. Sampel yang dikehendaki merupakan bagian dari populasi target yang akan diteliti secara langsung. Terdiri dari variabel – variabel yang dapat diukur. Jadi hipotesis merupakan pernyataan sementara yang parlu diuji kebenarannya. Jakarta: Rineka Cipta. Nursalam (2003). DAFTAR PUSTAKA Azwar. 4. Penerapan Penelitian Eksperimen dalam Kesehatan Penerapan penelitian eksperimen dalam kesehatan disebut penelitian intervensi dan penelitian klinis yang biasanya digunakan dikalangan medis. kelompok ini meliputi subjek yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Populasi dan Sampel Ciri – Ciri Hipotesis 1. Jakarta: Binarupa Aksara. 2. Hipotesis Hipotesis berasal dari kata hupo dan thesis. (2003). Mengarahkan dalam mengidentifikasi variabel – variabel yang akan diteliti. Fungsi hipotesis dalam suatu penelitian : 1. Populasi merupakan seluruh subjek (manusia. III. Sebagai panduan dalam pengujian serta penyesuaian dengan fakta atau data. . Metodologi Penelitian Kesehatan (edisi revisi). binatang percobaan. hupo artinya sementara kebenaranya dan thesis artinya pernyataan atau teori. Jakarta: Salemba Medika. 3. (2002). Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu keperawatan. 1. sehingga dapat diuji. 3. Memberikan batasan dan memperkacil jangkauan peneliti. dll) yang akan diteliti dan memenuhi karakteristik yang ditentukan. Metodologi Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat. A. Dinyatakan dalam bentuk pernyataan bukan dalam bentuk pernyataan. pada penelitian intervensi perlakuan diberikan dalam wujud paket yang dikenakan pada secara kolektif dalam komunitas. Berkaitan dengan ilmu pengetahuan yang akan diteliti. Hipotesis harus sederhana dan terbatas.

Yogyakarta: Nuha Medika. (2011).Rianto. About these ads Sharethis: http://tommyanggaraputra. Aplikasi Metodologi Penelitian Kesehatan. A.wordpress.com/2012/03/16/ringkasan-buku-riset-keperawatan-teknik-penulisan-ilmiahdan-aplikasi-metodologi-penelitian-kesehatan/ .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful