ARTI DAN FUNGSI PANCASILA BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Sejarah telah mengungkapkan bahwa Pancasila adalah jiwa seluruh rakyat Indonesia, yang memberi kekuatan hidup kepada bangsa Indonesia serta membimbingnya dalam mengejar kehidupan lahir batin yang makin baik, di dalam masyarakat Indonesia yang adil dan makmur. Bahwasanya Pancasila yang telah diterima dan ditetapkan sebagai dasar negara seperti tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 merupakan kepribadian dan pandangan hidup bangsa, yang telah diuji kebenaran, kemampuan dan kesaktiannya, sehingga tak ada satu kekuatan manapun juga yang mampu memisahkan Pancasila dari kehidupan bangsa Indonesia. Menyadari bahwa untuk kelestarian kemampuan dan kesaktian Pancasila itu, perlu diusahakan secara nyata dan terus menerus penghayatan dan pengamamalan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya oleh setiap warga negara Indonesia, setiap penyelenggara negara serta setiap lembaga kenegaraan dan lembaga kemasyarakatan, baik di pusat maupun di daerah. B. Batasan Masalah Untuk menghidari adanya kesimpangsiuran dalam penyusunan makalah ini, maka penulis membatasi masalah-masalah yang akan di bahas diantaranya: 1. Apa arti Pancsila? 2. Bagaimana pengertian Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia? 3. Bagaimana penjabaran Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia? 4. Bagaimana penjabaran tiap-tiap sila dari Pancasila? C. Tujuan Yang Ingin Dicapai Dalam penyusunan Makalah ini, penulis mempunyai beberapa tujuan, yaitu: 1. Penulis ingin mengetahui arti Pancasila sebenarnya 2. Pada hakikatnya, Pancasila mempunyai dua fungsi yaitu sebagai pandangan hidup dan sebagai dasar negara oleh sebab itu penulis ingin menjabarkan keduanya. 3. Penulis ingin mendalami / menggali arti dari sila – sila Pancasila D. Sistematika Penulisan Dalam penyelesaian penyusunan makalah ini penulis menggunakan study kepustakaan, yaitu penulis mencari buku-buku yang berhubungan dengan Pancasila dan kewarganegaraan. BAB II PANCASILA DASAR NEGARA A. Pengertian Pancasila Pancasila artinya lima dasar atau lima asas yaitu nama dari dasar negara kita, Negara

Republik Indonesia. Istilah Pancasila telah dikenal sejak zaman Majapahit pada abad XIV yang terdapat dalam buku Nagara Kertagama karangan Prapanca dan buku Sutasoma karangan Tantular, dalam buku Sutasoma ini, selain mempunyai arti “Berbatu sendi yang lima” (dari bahasa Sangsekerta) Pancasila juga mempunyai arti “Pelaksanaan kesusilaan yang lima” (Pancasila Krama), yaitu sebagai berikut: 1. Tidak boleh melakukan kekerasan 2. Tidak boleh mencuri 3. Tidak boleh berjiwa dengki 4. Tidak boleh berbohong 5. Tidak boleh mabuk minuman keras / obat-obatan terlarang Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 1945. sebagai dasar negara maka nilai-nilai kehidupan bernegara dan pemerintahan sejak saat itu haruslah berdasarkan pada Pancasila, namun berdasrkan kenyataan, nilai-nilai yang ada dalam Pancasila tersebut telah dipraktikan oleh nenek moyang bangsa Indonesia dan kita teruskan sampai sekarang. Rumusan Pancasila yang dijadikan dasar negara Indonesia seperti tercantum dalam pembukaan UUD 1945 adalah: 1. Ketuhanan Yang Maha Esa 2. Kemanusiaan yang adil dan beradab 3. Persatuan Indonesia 4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan 5. Keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia Kelima sila tersebut sebagai satu kesatuan nilai kehidupan masyarakat Indonesia oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dijadikan Dasar Negara Indonesia. B. Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia Dalam pengertian ini, Pancasila disebut juga way of life, weltanschaung, wereldbeschouwing, wereld en levens beschouwing, pandangan dunia, pandangan hidup, pegangan hidup dan petunjuk hidup. Dalam hal ini Pancasila digunakan sebagai petunjuk arah semua semua kegiatan atau aktivitas hidup dan kehidupan dalam segala bidang. Hal ini berarti bahwa semua tingkah laku dan tindakn pembuatan setiap manusia Indonesia harus dijiwai dan merupakan pencatatan dari semua sila Pancasila. Hal ini karena Pancasila Weltanschauung merupakan suatu kesatuan, tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lain, keseluruhan sila dalam Pancasila merupakan satu kesatuan organis. C. Pancasila Sebagai Dasar Negara Republik Indonesia Pancasila sebagai falsafah negara (philosohische gronslag) dari negara, ideology negara, dan staatside. Dalam hal ini Pancasila digunakan sebagai dasar mengatur pemerintahan atau penyenggaraan negara. Hal ini sesuai dengan bunyi pembukaan UUD 1945, yang dengan jelas menyatakan “……..maka sisusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu udang-undang dasar negara Indonesia yang terbentuk dalam suat susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada…..” Pancasila sebagai pandangan hidup dan dasar negara Indonesia mempunyai beberapa fungsi pokok, yaitu: 1. Pancsila dasar negara sesuai dengan pembukaan UUD 1945 dan yang pada hakikatnya adalah sebagai sumber dari segala sumber hukum atau sumber tertib hukum. Hal ini

tentang tertuang dalam ketetapan MRP No. XX/MPRS/1966 dan ketetapan MPR No. V/MP/1973 serta ketetapan No. IX/MPR/1978. merupakan pengertian yuridis ketatanegaraan 2. Pancasila sebagai pengatur hidup kemasyarakatan pada umumnya (merupakan pengertian Pancasila yang bersifat sosiologis) 3. Pancasila sebagai pengatur tingkah laku pribadi dan cara-cara dalam mencari kebenaran (merupakan pengertian Pancasila yang bersifat etis dan filosofis) D. Sila – Sila Pancsila A. Sila Katuhanan Yang Maha Esa Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan oleh karenanya manuasia percaya dan taqwa terhadap Tuhan YME sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. B. Sila kemanusian Yang Adil dan Beradab Kemanusiaan yang adil dan beradab menunjang tinggi nilai-nilai kemanusiaan, gemar melakukan kegiatan –kegiatan kemanusiaan, dan berani membela kebenaran dan keadilan. Sadar bahwa manusia adalah sederajat, maka bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia, karena itu dikembangkanlah sikap hormat dan bekerja sama dengan bangsa –bangsa lain. C. Sila Persatuan Indonesia Dengan sila persatuan Indonesia, manusia Indonesia menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi dan golongan. Persatuan dikembangkan atas dasar Bhineka Tunggal Ika, dengan memajukan pergaulan demi kesatuan dan persatuan bangsa. D. Sila Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan Manusia Indonesia menghayati dan menjungjung tinggi setiap hasil keputusan musyawarah, karena itu semua pihak yang bersangkutan harus menerimannya dan melaksanakannya dengan itikad baik dan penuh rasa tanggung jawab. Disini kepentingan bersamalah yang diutamakan di atas kepentingan pribadi atau golongan. Pembicaraan dalam musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur. Keputusan-keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung jawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjungjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan. Dalam melaksanakan permusyawaratan, kepercayaan diberikan kepada wakil-wakil yang dipercayanya. E. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia Dengan sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, manusia Indonesia menyadari hak dan kewajiban yang sama untuk menciptakan keadilan sosial dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Dalam rangka ini dikembangkan perbuatannya yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong royong.

setiap penyelenggara negara yang secara meluas akan berkembang menjadi pengalaman Pancasila oleh setiap lembaga kenegaraan dan lembaga kemasyarakatan. baik dipusat maupun di daerah. Kesimpulan Pancasila adalah pandangan hidup bangsa dan dasar negara Republik Indonesia.Untuk itu dikembangkan sikap adil terhadap sesama. Pancasila juga merupakan sumber kejiwaan masyarakat dan negara Republik Indonesia. PT. Maka manusia Indonesia menjadikan pengamalan Pancasila sebagai perjuangan utama dalam kehidupan kemasyarakatan dan kehidupan kengaraan.. maka kita harus menjungjung tinggi dan mengamalkan sila-sila dari Pancasila tersebut dengan setulus hati dan penuh rasa tanggung jawab. Srijanto Djarot. Drs. Universitas Terbuka Depdikbud. DAFTAR PUSTAKA 1. Pangeran Alhaj S. B. 1994 Tata Negara Sekolah Menngah Umum. menjaga kesinambungan antara hak dan kewajiban serta menghormati hak-hak orang lain. NN. Tanpa Tahun.. 3. BAB III PENUTUP A. Oleh karena itu pengalamannya harus dimulai dari setiap warga negara Indonesia. 1995. Pabelan. Surakarta. . Saran-Saran Berdasarkan uraian di atas kiranya kita dapat menyadari bahwa Pancasila merupakan falsafah negara kita republik Indonesia.. Mulyadi Drs. Waspodo Eling.S Drs.T. Pedoman Penghayatan Dan Pengamalan Pancasila. Jakarta. 2. Surya Partia Usman Drs. BA. Sekretariat Negara Republik Indonesia Tap MPR No. Materi Pokok Pendekatan Pancasila. II/MPR/1987.

guna filsafat. unsur unsur Pancasila dn fungsi unsur – unsur Pancasila. Wawancara yang bersifat tidak angsg yatu wawancara yang dilakukan dengan seseorang untuk memeperoleh keterangandari orang lain maupun dari sumber buku . pengertian Pancasila. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian dalam penelitian adalah: 1. Kami mengkonstatir bahwa pengmalan Pancasila telah dilakukan pada masa – masa sebelum kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 bahkan juga sebelum masa tersebut B. Dalam seluruh peristiwa tersebut Pancasila mempunyai peranan penting Mengingat hal tersebut pertama tama secara runtun kai kemukakan peristwa penyususnan dan perumusan Pancasila agar mengetahui bagaimana duduk persoalan yang sesungguhnya sehingga masing – masing mendapat nilai yang wajar dan tidak I lupakan. fungsi filsafat. Metode wawancara dan interview Wawancara merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan jalan mengadakan komunikasi dengan sumber data. Perumusan Masalah Dalam pembuatan karya tulis ini dapat penulis rumuskan sebagai erkut: pengertian Filsafat. komunikasi tersebut dilakuan dengan ialog ( Tanya jawab ) secara lisan baik langsung maupun tidak langsung wawan cara dapat bersifat langsung yaitu pabila data yang akan di kumpulkan langsung di peroleh dari data ndvidu yang bersangkutan. Dan masalah yang di bahas dalam karya tulis ini untuk lebih terarah dan tidak terlalu jauh maka penulis membatasi masalahnya hanya pada arti fungsi dan guna filsafat Pancasila C.FILSAFAT PANCASILA DILIHAT DARI SEJARAH DAN PELAKSANAANYA BAB I PENDAHULUAN A. Disamping itu hal kedua yang kami anggap penting adalah pengamalan Pancasila. Melalui pendekatan kami berharap untuk mendapatkan data obyektif dapat menghasilkan kesimpulan yang obyektif pula oleh karena manusia tidak mungkin menghilangkan sikap obyektif sebagai salah satu bawaan kodrat. maka kami bersyukur bila mendapatkan kesimpulan yang obyektif mungkin inter obyektif Sejarah Pancasila tidak dapat dipisahkan dengan sejarah bangsa Indonesia itu sendiri karena itu dalam tulisan ini kami mencoba mulai dari masa kejayaan bahwa Indonesia merdeka yang kemidian mengalami penderitaan akibat ulah kolonialisme sehingga timbul perjuangan bangsa Indonesia melawan kolonialisme tersebut kemudian bangsa Indonesia berhasil meproklamasikan kemerdekaan dan berhasil juga menjawab tanatangan tersebut serta mengisi kemerdekaannya itu dengan pembangunnan. Latar Belakang Masalah Dalam mempelajari filsafat Pancasila ada dua hal yang lebih dahulu kita pelajari yaitu Pancasila dan Filsafat memeplajari Pancasila melalui pendekatan sejarah supaya akan dapat mengetahui berbagai peristiwa yang terjadi dari waktu ke waktu di tanah air kita Indonesia peristiwa – peristiwa yang saya maksudkan adalah yang ada sangkut pautnya dengan Pancasila.

Kerangka Berpikir Dilihat dari sejarah bahwa Pancasila sebagai dasar negara republik Indonesia pada tanggal 18 Agustus 1945. Cepat dan tindaknya emerdekaan Indonesia sangat tergantung pada bangsa Indonesia sendiri setelah bekerja keras tanpa mengenal lelah dan dukungan seluruh rakyat Indonesia khususnya pemuda – pemuda kita. Di dalam bukunya elements of Philiosofi Kattsott 1963 tentang perenungan filsafat b. kemerdekaan indnesia di proklamasikan oleh Bung Karno dan Bung Hatta atas nama bangsa Indonesia BAB II ANALISA MASALAH Istilah filsafat sudah tidak asing lagi di dengarnya istilah ini dipergunakan dalam berbagai konteks tapi kita harus tahu dulu apa itu filsafat dan fungsi filsafat serta kegunaan filsafat dengan uraian yang singkat ini saya mengharapkan agar timbul kesan pada diri kita bahwa filsafat adalah suatu yang tidak sukar dan dapat di pelajari oleh semua orang di samping itu saya menghrapkan agar kita tak beranggapan filsafat sebagai suatu hasil potensi belaka dan tidak berpijak realita dengan cara ini saya mengharapkan dapat menggunakan sebagai modal untuk memepelajari pancasila dari sudut pandang filsafat Agara setiap orang yang belum mengetahui tentang pancasila dari sudut falsafat a.00 di dalam rapat tebuka gedung pegangsaaan 56 Jakarta. Di dalam bukunya filosofi c. Observasi Observasi merupakan suatu teknik untuk mengamati secara langsung atau tidak langsung terhadap kegiatan – kegiatan yang sedang berlangsung 3. Selanjutnya mengutip pendapat Van Melsen yang yang intinya adalah menggambarkan flsafat sebagai refleksi di dalam ilmu pengetahuan d. belanda telah . Di dalam bukunya Perpectivies In Social Philosophy Back 1967 Dan kita menganal filsafat pancasila dari sejarah pelaksanaannya diantara bangsa – bangsa barat tersebut bangsa belandalah yang akhirnya dapat memegang peran sebagai penjajah yang benar – benar yang menghancurkan p\rakyat Indonesia mengingat keadaan perjuangan bangsa Indonesia kita harus mengetahui perjuangan sebelum tahun 1900 Sebenarnya sejak waktu itu pula mempertahankan kemerdekaan dengan cara bermacam – macam perlawanan rakyat Indonesia untuk menemtang kolonialisme.2. penuis enggunakan erangka berfikir elau pendekatanflsafat Pancasila dan sejarahnya Di bentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia Bung Karno diangkat jadi ketua PPKI dan Bung Hatta menjadi wakil ketua. pada tanggal 17 Agustus 1945 jam 10. Angket atau daftar isian Angket merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan mengadakan komunikasi dengan sumber data melalui tulisan Metode ini dapat bersifat langsung atau tidak langsung saama halnya dengan metode wawancara D.

Pengetian Filsafat Tulisan ini saya menggunakan istilah pengertian dan bukan definisi. Filsafat berarti Cinta Kebijaksanaan. Oleh karena itu dalam tulisan ini saya ingin mengemukakan pengertian mengenai filsafat dan cirri-ciri berfilsfat. karena filsafat telah mengelami perkembangan yang cukup lama tentu dipengaruhi oleh berbagai factor. hukum. Akan tetapi masih berjalan sendiri – sendiri dan belum ada kerja sama melelui organisasi yang teratur Dan kita harus mengetahui unsur – unsur pancasila yang menjiwai perlawanan terhadap kolonialisme jika pejuangan bangsa Indonesia mengetahui dan teliti dengan seksama maka unsur – unsur pancasila merupakan semangat dan jiwa perjuangan tersebut kita harus menganalisa dalam pembahasan seperti: 1. Itulah sebabnya maka timbul berbagai pendapat mengenai pengertian filsafat yang mempunyai kekhususannya masing-masing. cinta artinya hasrat yang besar atau yang berkobarkobar atau yang sungguh-sungguh. waktu. Ada berbagai aliran didalam filsafat ada suatu bukti bahwa bemacam-macam pendapat yang khsusu yang berbeda satu sama lain. politik kebudayaan negara masyarakat manusia . Pengertian khsusu. . Misalnya. Unsur kemanusiaan dalam penjajahan belanda yang menghancurkan rakyat indonesia dengan tidak ada perikemanusiaan. Kebijaksanaan artinya Kebenaran sejati atau kebenaran yang sesungguhnya. kata filsfat dalam Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Yunani terdiri dari kata Philein artinya Cinta dan Sophia artinya Kebijaksanaan. dengan cara ini saya mengharapkan dapat menggunakannya sebagai modal untuk mempelajari Panca Sila dari sudut pandang filsafat. Filsafat berarti Hasrat atau Keinginan yang sungguh-sungguh akan kebenaran sejati. Terhadap berbagai kata berikut ini misalnya ekonomi. Dalam hal ini ada beberapa pendapat yang antara lain mengatakan bahwa pada hakekatnya sukar sekali memberikan definisi mengenai filsafat. mislanya ruang. juga terdapat definisi itupun bermacam-macam pula. 2. Unsur yang terakhir yaitu keadilan tentang penjajahan belanda tidak ada keadilan untuk mendapatkan kebutuhan kebebasan hak BAB III INTI PEMBAHASAN MASALAH A. Apa unsur – unsur ketuhanan dalam penjajahan belanda 2. keadaan dan orangnya. Pengertian menurut arti katanya. Hal-hal mana sesuai dengan arti filsafat menurut kata-katanya 3. Unsur persatuan terhadap penjajahan belanda yang memecah belah persatuan 4. Unsur kerakyatan terhadap penjajahan belanda tentang kebebasan untuk mendapatkan pendidikan dan seolah olah rakyat kecil tidak ada artinya 5. Sebenarnya pendapat yang demikian ini tidak hanya mengenai filsafat saja akan tetapi juga menganai definisi lain. karena tidak ada definisi yang definitif . suatu siksaaan yang di derota rakyat indonesia 3. 1. Pengertian umum dari pengertian menurut kata-katanya tersebut di atas filsafat secara umum dapat diberi pengertian sebagai ilmu pengetahuan yang menyelidiki hakekat segala sesuatu untuk memperoleh kebenaran hakekat atai sari atau inti atau esensi segala sesuatu dengan cara ini jawaban yang akan diberikan berupa keterangan yang hakiki.berjalan dengan hebat.

Oleh karena itu untuk mengatasi hal tersebut harus dilakukan pula oleh berbagai disiplin C. misalnya ilmu pengetahuan alam. Sehubungan dengan keadaan tersebut diatas filsafat dapat berfungsi sebagai interdisipliner sistim. Demikianlah lahirnya berbagai disiplin ilmu yang sangat banyak dengan kekhususannya masinmasing. bunganya. soal negara. Misalnya ada problem sosial tentang kenaikan tngkat kejahatan. Lahirnya ilmu pengetahuan sanggup memberikan jawaban terhadap problem-problem tersebut. B. Ilmu Pengetahuan Manusia. Filsapat dapat berfungsi sebagai tempat bertemunya berbagai disiplin ilmu pengetahuan Cara ini dapat pula di gunakan untuk menyelesaikan masalah yang ada. Hubungan-hubungan tersebut ada yang masih dekat tetapi ada pula yang telah jauh.Hedonisme mengagunggkan kesenangan . buahnya dan sebagian lagi. Filsafat dapat berfungsi menghubungkan ilmu-ilmu pengetauhuan yang telah kompleks tersebut. kelenbihan penduduk. Dari penemuan ini dapat kita ketahui bahwa masalah kejahatan menyangkut berbagai disiplin.Rationalisme mengagunggkan akal . Bahkan ada yang seolah-oleh tidak mempunyai hubungan. Di samping itu perlu di cari sebab pokok. tuna wisma. soal kesehatan dan sebagainya. ia tidak hanya meperhatikan daunnya. soal manusia filsafat yang membicarakannya. kurangnya lapangan kerja dan sebagainya. akal dan idea. misalnya kesenangan. Langkah ini mungkin dapat menemukan berbagai sebab yang saling berkaiatan satu sama lain. kebendaan. soal ekonomi. Jika ilmu-ilmu pengetahuan tersebutterus bersusaha memperdalam dirinya akhirnya sampai juga pada filsafat.Idealisme mengagunggkan idea . Fungsi Filsafat Berdasarkan sejara kelahirannya filsafat mula-mula berfungsi sebagai induk atau ibu ilmu pengetahuan. Guna Filsafat . Spesialisasi terjadi sedemikian rupa sehingga hubungan antara cabang dan ranting ilmu pengetahuan sangat kompleks. Hal ini belum dapat di selesaikan dengan tuntas jika hanya menghukum para pelangarnya saja. Cara ini dapat saya gambarkan sepertiorang sedang meneliti sebuah pohon wajib meneliti ke seluruh pohon tersebut. Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan Ilmu Pengetahuan Kedokteran. Kemudian karena berkembang keadaan dari masyarakat banyak problem yang tidak dapat dijawab lagim oleh filsafat.Materialisme mengagunggkan materi . pohonnnya akarnya..Stoicisme mengagunggkan tabiat salah Aliran – aliran tersebut mempunyai kekhususan masing-masing dengan menekankan kepada sesuatu yang dianggap merupakan inti dan harus diberi tempat yang tinggi . Ilmu pengetahuan tersebut lalu berpecah-pecah lagi menjadi lebih khusus. kesolehan. misalnya adanya tuna karya. Pada waktu itu belum ada ilmu pengetahuan lain sehingga filsafat harus menjawab segala macam hal. demikian pula soal masyarakat. akan tetapi keseluruhannya dalam menghadapi suatu masalah diharapkan menggunakan berbaga disiplin untuk mengatasinya. urbanisasi. Pengetahuan Ekonomi dan lain-lain.

Perjuangan sebelum tahun 1900 Pada umumnya kita telah mengetahui bahwa bangsa Indonesia telah di tindas dan di cekam oleh penjajah belanda selama tiga setengah abad. Melatih diri untuk berfkir kritik dan runtuk dan menyusun hasil pikiran tersebut secara sistematik b. Menjadikan diri bersifat dinamik dan terbuka dalam menghadapi berbagai problem e. Hitungan sejak tahun 1596 yaitu pada waktu orang – orang belanda yang di pimpin oleh Cornelis de Houtman mendarat di Indonesia. Penjajahan tidak mengenal peri kemanusiaan. Membuat diri menjadi manusia yang penuh toleransi dan tenggang rasa f. Menyadari akan kedudukan manusia baik sebagai pribadi maupun hubungan dengan orang lain alam sekitar dan tuhan yang maha esa D. Perjuangan Setelah tahun 1900 Bangsa Indonesia menyadari bahwa untuk mengusir penjajah tidak cukup hanya dengan cara mengadu kekuatan fisik saja akan tetapi perlu adanya cara yang lebihteratur dan terkordinasi serta terpadu. Pada hakikatnya penjajahan bertentangan dengan ajaran tuhan. Oleh karena itu perlawanan terhadap kolonialisme ada yang di dorong oleh keyakinan melaksanakan tugas – tugas agama b. Melatih diri melakukan peneltian. Karena penjaahan tidak mengenal cinta kash dan sayang sebagai mana di ajarkan oleh tuhan. Penjajahan pada hakikatnya adalah hendak menemukan kembali nilai – nilai kemanusiaan yang telah di hancurkan oleh penjajah . Menambah pandangan dan cakrawala yang lebih luas agar tidak berfikir dan bersifat sempit dan tertutup c. Orang – orang belanda bermula berdagang dan di terima baik oleh bangsa Indonesia ternyata dengan sefala daya dan upaya yang penuh kelicikanberusaha menjajah bangsa Indonesia 2. Menjadi alat yang berguna bagi manusia baik untuk kepentngan prbadinya maupun dalam hubungan dengan orang lain g.Berdasarkan atas uraian diatas. Unsur Ketuhanan. Betapapun ketatnya penjajah engekang bangsa ndonesia untuk menjadi bodoh. Unsur Pancasila Menjiwai Perlawanan Terhadap Kolonialisme Jika pejuang bangsa Indonesia itu kita teliti dengan seksama maka unsur – unsur Pancasila merupakan semangat dan jiwa perjuangan tersebut diantaranya a. Demikian pula bahwa portugis mendapat perlawanan rakyat Indonesia. filsafat mempunyai kegunaan sbb. a. pengkajian dan memutuskan atau mengabil kesipulan mengenai suatu hal secara mendalam dan komprehensif d. namun terbuka juga jalan bagi sekelompokkecil rang ndonesia untuk endapatkan pendidikan E. Unsur Kemanusiaan. Diantara bangsa – bangsa barat tersebut bangsa Belandalah yang akhirnya dapat memegang peranan sebagai penjajah yang benr – benr menghancurkan rakyat Indonesia Mengingat keadaan yang demikian perjuangan bahwa Indonesia melawan penjajahan belanda dan jepang 1. Perjuangan Bangsa Indonesia Sebelum kedatangan bangsa – bangsa belanda bangsa Indonesia telah mengali sejarahnya yang panjang dengan berbagai liku – likunya.

Pelaksanaan Obyektif Pelaksanaan obyektif adalah pelaksanaan Pancasila di dalam semua peraturan dari yang tertinggi sampai terendah yaitu Undang . Unsur Keadilan. Kemerdekaan adalah hak segala bangsa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesua denga peri peri keadilan penjajahan bertentangan dengan kemerdekaan dan kebebasan e. Melalui cara – cara tersebut hasilnya dapat bersifat kritik dan tentu saja ada kemungkinan yang bersifat spekulatif. Seluruh kehidupan kenegaraan dan kemasyarakatan serta segala tertib hokum di Indonesia harus di dasarkan atas Pancasila b. Pelaksanaan Pancasila yang unsur – unsurnya di gali dari bangsa Indonesia sendiri kemudian di terima bulat oleh bangsa Indonesia menjadi Dasar Filsafat Negara Republik Indonesia harus di laksanakan Pelaksanaan Pancasila ada dua macam yaitu: a. Kesimpulan Setelah penulis berusaha menguraikan masalah dalam setiap babnya penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut Bahwa nsur – unsur Pancasila memang telah di miliki dan di jalankan oleh bangsa Indonesia sejak dahulu.c. Oleh karena bukti – bukti sejarah sangat beraneka ragam wujudnya maka perlu diadakan analisa yang seksama.Undang Dasar 1945 dan peraturan –peraturan hukum yang ada di bawahnya. Apalagi untuk mendapatkan pendidikan sebagaimana mestinya sangat di persukar F.pecah oleh penjajah. Unsur Persatuan. Demikian pula adaunsur – unsur yang di suatu daerah lebih menonjol dari daerah lain misalnya tampak pada perjuangan bangsa Indonesia dengan peralatan yang sederhana serta tampak pada bangunan dan tulisan dan perbuatan yang ada Contoh – contoh yang saya tulis diatas. Oleh karena itu bagaimanpun juga persatuan sebagai senjata ampuh tidak hancur sama sekali d. Meskipun demikian bangsa Indonesia menyadari bahwa perpecahan akan mengakibatkan keruntuhan sebagaimana semboyan yang berbunyi bersatu kita teguh bercerai kita runtuh. Unsur Kerakyatan. warga negara dan setiap orang yang berhubungan dengan Indonesia BAB V PENUTUP A. Pelaksanaan Subyektif Pelaksanaan subyektif adalah pelaksanaan di dalam diri setiap orang Indonesia yaitu penguasa. Hal ini terbukti pada pengalaman bangsa Indonesia yang selama I jaah tidak pernah di perlakukan adil. Karena bukti – bukti sejarah sebagian ada yang berupa symbol maka diperlukan analisa yang teliti dan tekun berbagai bahan – bahan bukti itu dapat diabstaksikan sedemikian rupa sehingga diperoleh hasil – hasil yang memadai. Iatas sudah di sebutkan bahwa penjajahan tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan. merupakan sebagian bukti atas perjuangan bangsa Indonesia sebagai sejarah bukti – bukti atas peninggalan zaman dahulu misalnya arti dari tiap – tiap bangunan isi dan dan setiap buku tulisan serta lukisan makna dari pembuatan . Di dalam kenyataan memang bangsa Indonesia I pecah.

Unsur – unsur itu telah ada sebelum tanggal 17 Agustus 1945.Semoga dengan karya tulis ini para pembaca dapat menambah cakrawala ilmu pengetahuan DAFTAR PUSTAKA 1. Beberapa Pikiran Sekitar Pancasila. Bandung Alumni .Penulis menyarankan kepada pembaca agar ikut peduli dalam mengetahui sejauh mana pembaca mempelajari tentang filsafat Pancasila . Kepribadian Revolusi Bangsa Indonesia 2. Achmad Notosoetarjo 1962.III 3. Pnacasila Dasar Filsafat Negara RI I.Wantjik Saleh 1978. Gramedia 4. K. bahkan sebelum datangnya kau penjajah dan pernah berfungsi secara sempurna B. Saran – Saran Dalam karya tulis ini penulis berkeinginan memberikan saran kepada pembaca dalam pembuatan karya tulis ini penulis menyadari bahwa masih banyak terdapat kekurangan – kekurangan baik dari bentuk maupun isinya . Jakarta PT.II. Notonagoro. Kitab Kumpulan Peraturan Perundang RI.yang ada dengan mengemukakan contoh – contoh ini saya mengharapkan dapat menimbulkan rangsangan untuk elakukan penelitian yang seksama terutama dalam rangka mempelajari filsafat Pancasila dalam tulisan ini setidak – tidaknya saya dapat menyatakan bahwa unsur – unsur Pancasila berasal dari bangsa Indonesia sendiri dan bukan jiplakan dari luar. Soediman Kartohadiprojo 1970.

sehingga terjadilah suatu perubahan yang cukup besar dalam berbagai bidang terutama bidang kenegaraan. Pengertian tentang ideologi Istilah “Ideologi” berasal dari kata “ideo” (cita-cita) dan “logy” (pengetahuan. Menurut W. 1985 : 37). “The term “isme” something used for these system of thought” (istilah isme/aliran kadang-kadang dipakai untuk system pemikiran ini. pengertian ideologi dikenal dua pengertian. Bunga Rampai filsafat pancasila. ilmu faham). maka ada dua wacana ilmiah yang patut dikemukakan. (Drs Ismaun. dan tepatnya pada digolongkan kedalam ilmu politik (political sciences) sebagai anak cabangnya. Atas dasar pemahaman yang demikian itu. maka kita menjamin disiplin ilmu politik. berujung menimbulkan gerakan reformasi di Indonesia. 1. yaitu : Pertama. pancasila sebagai dasar filsafat atau ideologi negara republik Indonesia dalam Heri Anwari Ais. Apa yang dimaksud dengan pancasila sebagai ideologi terbuka? Kedua. pengertian ideologi dan pengertian reformasi. Dalam pengertian ideologi negara itu termasuk dalam golongan ilmu pengetahuan sosial.MAKALAH PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA DAN KAITANNYA DENGAN PENEGAKAN SUPREMASI HUKUM Pendahuluan Penyimpangan implementasi pancasila pada masa orde lama dan orde baru. Sedangkan menurut pendapat Harold H Titus definisi ideologi ialah sebagai berikut : “A term used for any group of ideas concerning various politicaland economic issues and social philosophies often appliedto a systematic schema of ideas held by group classes” (suatu istilah yang dipergunakan untuk sekelompok cita-cita mengenai berbagai macam masalah politik dan ekonomi serta filsafat sosial yang sering dilaksanakan bagi suatu rencana yang sistematik tentang cita-cita yang dijalanakan oleh sekelompok atau lapisan masyarakat). yaitu : Pertama. hukum maupun politik. Konsekuensinya mengharuskan kita mengkaji ulang atas pemahaman ilmiah tentang pancasila sebagai ideologi dan sebagai paradigma kenegaraan. Apa yang dimaskud dengan pancasila sebagai paradigma kenegaraan? Dan terhadap jawaban kedua pertanyaan di atas dapat dipertanyakan lebih lanjut bagaimana analisis yuridis kenegaraan didalam UUD 1945 ? kemudian apa kaitannya dengan supremasi hukum yang merupakan gerakan mendasar reformasi saat ini ? Untuk menjawab secara ilmiah kedua wacana tersebut dapat dipahami dua pengertian pokok. Didalam ilmu politik. pengertian secara fungsional dan Kedua. White definisi Ideologi ialah sebagai berikut : “The sum of political ideas of doctrines of distinguishable class of group of people” (ideologi ialah soal cita-cita politik atau dotrin (ajaran) dari suatu lapisan masyarakatatau sekelompok manusia yang dapat dibeda-bedakan). pengertian secara structural Ideologi dalam pengertian secara fungsional adalah ideologi diartikan seperangkat . Untuk memahami tentang ideologi ini.

diindotrinasikan kepada warga masyarakat. Oleh karena itu pemerintahan dijalankan sedemikian rupa sehingga penyalahgunaan kekuasaan dapat dicegah. ketika ajaran – ajaran yag terkandung dalam ideology tersebut tidak dirumuskan secara sistematis dan terinci. melainkan dirumuskan secara umum (prinsup-prinsipnya saja). 2. Suatu ideologi digolongkan doktriner apabila ajaran-ajaran yang terkandung dalam ideologi itu dirumuskan secara sistematis dan terinci dengan jelas. termasuk kebebasan berbicara Ketiga. komunisme merupakan salah satu contohnya. Liberalisme tidak diciptakan oleh golongan pedagang dan industri. yaitu ideologi yang bertipe doktriner dan ideologi yang bertipe pragmatis. kalau masyarakat secara keseluruhan berbahagia. melainkan diciptakan oleh golongan intelektual yang digerakan oleh keresahan ilmiah (rasa ingin tahu da keinginan untuk mencari pengetahuan yang baru) dan artistic umum pada zaman itu. fasisme 2. Ciri-ciri ideology libertalisme sebagai berikut : Pertama. demokrasi merupakan bentuk pemerintahan yang lebih baik. Dalam hal ini. sistem pendidikan. sistem ekonomi. Sedangkan pengertian ideologi secara structural adalah ideologi diartikan sebagai system pembenaran. Individualisme (liberalisme) merupakan salah satu contoh ideology pragmatis. seperti gagasan dan formula politik atas setiap kebijakan dan tindakan yang diambil oleh penguasa. kekuasaan dari seseorang terhadap orang lain merupakan hal yang buruk. ideology itu tidak diindoktrinasikan.gagasan tentang kebaikan bersama atau tentang masyarakat dan negara yang dianggap paling baik. kebahagiaan sebagian besar individu belum tentu maksimal. dimana sistem sosial ekonomi dikuasai oleh kaum aristrokasi feodal dan menindas hakhak individu. Ideologi-ideologi Dunia 2. Suatu ideology digolongkan pada tipe pragmatis. Keputusan yang dibuat hanya sedikit untuk rakyat sehingga rakyat dapat belajar membuat keputusan untuk diri sendiri. yaitu : Pertama.1 Liberalisme Liberalisme tumbuh dari konstek masyarakat Eropa pada abad pertengahan feudal. tetapi disosisalisasikan secara fungsional melalui kehidupan keluarga. kehidupan agama dan sistem politik. Untuk memahami lebih dalam lagi contoh-contoh ideology. Keempat. anggota masyarakat memiliki kebebasan intelektual penuh. suatu masyarakat dikatakan berbahagia apabila setiap individu atau sebagian terbesar individu berbahagia. Lebih lanjut ideologi dalam arti fungsional secara tipologi dapat dibagi dua tipe. Kelima. liberalisme Kedua. maka berikut ini kita mencoba mengenal pijakan pemahaman terhadap empat ideology yang kita kenal dalam wacana politik. pemerintah hanya mengatur kehidupan masyarakat secara terbatas. Kedua. dan pelaksanaanya diawasi secara ketat oleh aparat partai atau aparat pemerintah. konservatisme Ketiga.2 Konservatisme . sosialisme dan komunisme Keempat.

golongan feudal berusaha mencari ideology tandingan untuk menghadapi kekuasaan persuasive liberalisme. Ciri lain yang membedakan antara liberalisme dan konservatisme adalah menyangkut hubungan ekonomi dengan negara lain. Sisi konservatif inilah yang menimbulkan untuk pertama kali negara keseahteraan (welfare state) dengan program-program jaminan sosial bagi yang berpenghasilan rendah.4 Fasisme Fasisme merupakan tipe nasionalisme yang romantis dengan segala kemegahan upacara dan symbol-simbol yang mendukungnya untuk mencapai kebesaran negara.3 Sosialisme dan komunisme Sosialisme merupakan reaksi terhadap revolusi industri dan akibat-akibatnya. dan meyakini kesempurnaan watak manusia. seluruh hak milik pribadi dihapuskan dan diambil untuk selanjutnya berada pada kontrol negara. Posisi ini bertentangan dengan pahamliberal yang berpandangan pihak yang lemah harus bertanggung jawab atas urusan dan hidupnya. Perbedaan sosialisme dan komunisme terletak pada sarana yang digunakan untuk mengubah kapitalisme menjadi sosialisme. Dalam masa transisi dengan bantuan negara dibawah dictator proletariat. Kedua. Sosialisme ini lebih didasarkan pada pandangan kemanusiaan (humanitarian). Masyarakat harus memiliki struktur (tata) yang stabil sehingga setiap orang mengetahui bagaimana ia harus berhubungan dengan orang lain. sedangkan paham liberal cenderung mendukung pengaturan ekonomi internasional sepanjang hal itu membantu buruh. Paham konservatisme itu ditanda dengan gejala-gejala sebagai berikut : Pertama. untuk menciptakan masyarakat yang tertata dan stabil diperlukan suatu pemerintah yang memiliki kekuasaan yang mengikat tetapi bertanggung jawab. 2. paham ini menekankan tanggung jawab pada pihak penguasa dalam masyarakat untuk membantu pihak yang lemah. Hal itu akan dapat dicapai apabila terdapat seorang pemimpin kharismatis sebagai symbol kebesaran negara yang didukung oleh massa rakyat. Sedang paham komunisme berkeyakinan perubahan system kapitalis harus dicapai dengan revolusi. Penganut paham ini berharap dapat menciptakan masyarakat sosialis yang dicita-citakan dengan kejernihan dan kejelasan argumen. Dari sinilah muncul ideology konservatisme sebagai reaksi atas paham liberalisme. Awal sosialisme yang muncul pada bagian pertama abad ke-19 dikenal sosialis utopia. Ketiga. Paam konservatif berpandangan pengatura yang tepat atas kekuasaan akan menjamin perlakuan yang samaterhadap setiap orang. dukungan massa yang .seseorang akan lebih memperoleh kebahagiaansebagai anggota suatu keluarga anggota gereja daan anggota masyarakat daripada yang dapat diperoleh secara individual. 2. masyarakat yang terbaik adalah masyarakat yang tertata. bukan dengan cara-cara kekerasan dan revolusi. melainkan menganut paham ekonomi internasional yang bebas (persaingan bebas). Paham konservatif tidak menghendaki pengaturan ekonomi (proteksi). konsumen dan golongan menengah domestik.. dan pemerintahan oleh dictator proletariat sangat diperlukan pada masa transisi. Paham sosialis berkeyakinan perubahan dapat dan seyogyanya dilakukan dengan cara-cara damai dan demokratis.Ketika liberalisme menggoncang struktur masyarakat feudal yang mapan.

sebagaimana yang telah terjadi di Uni Soviet dan Yugoslavia. Ketiga. melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan makna reformasi itu sendiri. 1998). Kedua. Secara harfiah reformasi memiliki makna : suatu gerakan untuk memformat ulang. Fasisme ini pernah diterapkan di Jerman (Hitler). Maka reformasi akan mengembalikan pada dasar serta sistem negara demokrasi. Jepang. Reformasi pada prinsipnya gerakan untuk mengadakan suatu perubahan untuk mengembalikan pada suatu tatanan structural yang ada. 1980. Masa pemerintahan ORBA banyak terjadi suatu penyimpangan – penyimpangan. Italia (Mossolini). Dewasa ini pemikiran fasisme cenderung muncul sebagai kekuatan reaksioner (right wing) dinegara-negara maju. karena adanya suatu penyimpangan. Reformasi harus mengembalikan dan melakukan perubahan ke arah sistem negara hukum dalam arti yang sebenarnya sebagaimana terkandung dalam penjelasan UUD 1945. dalam hal ini pancasila sebagai ideology bangsa dan negara Indonesia. peradilan yang bebas dari pengaruh penguasa. suatu gerakan reformasi dilakukan dengan berdasar pada suatu acuan reformasi. serta legalitas dalam arti hukum. Oleh karena itu suatu gerakan reformasi memiliki kondisi syarat-syarat sebagai berikut : Pertama. misalnya dengan pemaksaan kehendak dengan menduduki kantor suatu instansi atau lembaga baik negeri atau swasta. Pengertian tentang reformasi Makna serta pengertian reformasi dewasa ini banyak disalah artikan sehingga gerakan masyarakat yang melakukan perubahan yang mengatasnamakan gerakan reformasi juga tidak sesuai dengan gerakan reformasi itu sendiri. dalam Wibisono 1998 : 1). 3. menata ulang atau menata kembali hal-hal yang menyimpang untuk dikembalikan pada format atau bentuk semula sesuai dengan nilai-nilai ideal yang dicita-citakan rakyat(Riswanda. Oleh karena itu reformasi itu sendiri harus berdasarkan pada kerangka hukum yang jelas. Selain itu . dan Spanyol. misalnya asas kekeluargaan menjadi “nepotisme” kolusi dan korupsi yang tidak sesuai dengan makna dan semangat pembukaan UUD 1945 serta batang tubuh UUD 1945. yaitu harus adanya perlindungan hak-hak asasi manusia. Jadi reformasi pada prinsipnya suatu gerakan untuk mengembalikan pada dasar nilai-nilai sebagaimana dicita-citakan oleh bangsa Indonesia. dan tindakan lain yang justru tidak mencerminkan sebagai reformis. Makna “reformasi” secara etimologis berasal dari kata “reformation” dengan akar kata “reform” yang secara semantic bermakna “make or become better by removing or putting right what is bad or wrong” (oxford advanced leaner’s dictionary of current English. slogan-slogan dan symbol-simbol yang ditanamkan sang pemimpin besar dan aparatnya. suatu gerakan reformasi dilakukan harus dengan suatu cita-cita yang jelas (landasan ideologis) tertentu. bahwa kedaulatan adalah ditangan rakyat sebagaimana terkandung dalam pasal 1 ayat (2) UUD 1945. Tanpa landasan visi dan misi ideology yang jelas maka gerakan reformasi akan mengarah anarkisme. disintegrasi bangsa dan akhirnya jatuh pada kehancuran bangsa dan negara Indonesia.fanatik ini tercipta berkat indoktrinasi. seperti skin ilead dan kluk-kluk klan di Amerika Serikat yang berusaha mencapai dan mempertahankan supremasi kulit putih. Hal ini terbukti dengan maraknya gerakan masyarakat dengan mengatasnamakan gerakan reformasi. suatu gerakan reformasi dilakukan karena adanya suatu penyimpanganpenyimpangan.

Kelima. disamping masih adanya beberapa ideologi yang dianut oleh masyarakat Indonesia yang lain. yang berisi cita-cita. Memang sebelum negara republik Indonesia berdiri. Atas dasar lima syarat-syarat di atas. egaliter dan manusiawi. Rumusan pancasila itu dapat pula disebut sebagai rumusan dasar cita negara (staatidee) dan sekaligus dasar dari cita hokum (rechtidee) negara republik Indonesia. sepanjang tidak bertentangan dengan ideologi negara. yang merupakan lndasan ideal bangsa Indonesia dan negara republik Indonesia dapat disebut pula sebagai ideologi nasional atau disebut juga sebagai ideologi negara.reformasi harus diarahkan pada suatu perubahan ke arah transparasi dalam setiap kebijaksanaan dalam penyelenggaraan negara karena hal ini sebagai manesfestasi bahwa rakyatlah sebagai asal mula kekuasaan negara dan rakyatlah segaa aspek kegiatan negara. sebab Pancasila merupakan kristalisasi nilai-nilai kebenaran yang telah dipilih oleh para pendiri negara ini. dengan dmikian hakekat reformasi itu adalah keberanian moral untuk membenahi yang masih terbengkalai. Pancasila sebagai ideologi terbuka pancasila sebgaai filsafat bangsa / negara dihubungkan dengan fungsinya sebagai dasar negara. Keempat. Pertanyaan yang mendasar dan ilmiah adalah Apakah pancasila itu sebagai Ideologi ? dan jika sebagai ideologi apakah sebagai ideologi tertutup atau ideologi terbuka dan dimana . sebab tanpa adanya suatu dasar nilai yang jelas. beradab dan santun dalam koridor konstitusional dan atas pijakan/tatanan yang berdasarkan pada moral religius. anarkisme. serta terjaminnya persatuan dan kesatuan bangsa. secara gradual. 4. ekonomi. harapan-harapan. Sebagai cita negara. Atau dengan prinsip. sosial budaya. keinginan-keinginan. maka reformasi akan mengarah kepada disintegrasi. Sebagai suatu rumusan dasar filsafat negara atau dalam kedudukan sebagai ideologi negara yang dikandung oleh pembukaan UUD 1945 ialah pancasila. norma-norma dan bentuk-bentuk ideal masyarakat yang dicita-citakannya.brutalisme. ia dirumuskan berdasarkan cita yang hidup di dalam masyarakat (volksgeemenshapidee) yang telah ada sebelum negara itu didirikan. Masyarakat itu kemudian mengembangkan citanya sendiri. Cita negara dirumuskan berdasarkan cita yang hidup dalam masyarakat tadi sebagai hasil refleksi filosofis. Artinya pancasila merupakan ideologi yang dianut oleh negara (penyelenggaraan negara dan rakyat) Indonesia secara keseluruhan. serta kehidupan keagamaan. Reformasi dilakukan dengan suatu dasar moral dan etik sebagai manusia yang berketuhanan yang maha esa. Terbentuknya suatu masyarakat pada umumnya terjadi secara alamiah. mengadakan koreksi dan penyegaran secara terus-menerus. masyarakatnya telah ada sejak berabad-abad silam. maka gerakan reformasi harus tetap diletakkan dalam kerangka perspektif pancasila sebagai landasan cita-cita dan ideology. bukan milik atau monopoli seseorang atau sekelompok orang. yang mana lima dasar atau lima silanya merupakan satu rangkaian kesatuan yang tidak terpisahkan walaupun terbedakan sebagai dasar dan ideologi pemersatu. Reformasi diakukan ke arah suatu perubahan kearah kondisi serta keadaan yang lebih baik dalam segala aspeknya antara lain bidang politik. meluruskan yang bengkok. Dengan lain perkataan reformasi harus dilakukan ke arah peningkatan harkat dan martabat rakyat Indonesia sebagai manusia democrat. bahwa “Tiada Reformasi dan Demokrasi tanpa supremasi hukum dan tiada supremasi hukum tanpa reformasi dan demokrasi”.

yaitu : Pertama. Ideologi yang bersifat menyeluruh Pada kategori pertama dimaksudkannya sebagai keyakinan-keyakinan yang tersusun secara sistimatis dan terkait erat dengan kepentingan suatu kelas sosial dalam masyarakat. ideologi adalah pemikiran-pemikiran khayali kaum idealis yang menghalang-halangi pencapaian tujuan-tujuan revolusioner. Dalam sejarahnya istilah ideologi baru berhubungan dengan kehidupan politik setelah Napoleon Bonaparte dari Prancis menamakan semua orang yang menentang gagasangagasan “patriotic” yang dikemukakannya sebagai kaum “ideologis”. Istilah ini semakin popular pada abad pertengahan ke 19 setelah KARL MARX menerbitkan buku German Ideology. jadi ideologi negara dimaksudkan untuk mengatasi kemungkinan adanya paham golongan-golongan di dalam masyarakat karena keberadaan golongan-golongan itupun diakui oleh ketentuan pasal 2 UUD 1945. Istilah ini mula-mula mengandung konotasi politik karena penggunaanya berhubungan dengan epistmologi ilmu pengetahuan. Tokoh ini menerima dasar pemikiran Karl Max bahwa ideologi adalah “kesadaran kelas”. ideologi adalah kesadaran sebuah kelas sosial dan ekonomi dalam masyarakat demi mempertahankan kepentingan-kepentingan mereka. ideologi pancasila dapat digolongkan sebagai ideologi menyeluruh. Mann Heim membuat dua kategori ideologi. yang diartikannya “ilmu pengetahuan mengenai gagasan-gagasan (science of ideas). Cara pandang kenegaraan bangsa Indonesia menolak penggunaan analisis kelas karena negara diciptakan untuk semua. Sedangkan pada kategori kedua diartikannya sebagai suatu system pemikiran yang menyeluruh mengenai semua aspek kehidupan sosial. penjelasan atas pasal ini menerangkan bahwa yang dimaksud dengan golongan-golongan ialah badan-badan seperti koperasi. Memang lima sila didalam pancasila itu mengandung cirri universal sehingga mungkin saja ia ditemukan dalam gagasan berbagai masyarakat dan bangsa di dunia. Letak kekhasan dan . sejak kemenangan revolusi kaum Bolsjevik di Rusia pada tahun 1926 sampai masa keruntuhan kemunisme pada tahun-tahun belakangan ini. Pertanyaannya adalah apakah pancasila adalah ideologi dalam kategori pertama atau pada ideologi pada kategori kedua ? Bagi bangsa Indonesia ideologi tentu bukan kesadaran sebuah kelas sebagaimana dipahami KARL MARX. demikian ditegaskan dalam penjelasan umum UUD 1945. Ideologi yang bersifat particular Kedua. dan badan-badan kolektif lain. Kajian komprehensif dari segi sosiologi pengetahuan mengenai ideologi dipelopori oleh KARL MANNHEIM.letak terbukanya ? Secara wacana akademik istilah ideologi pada walnya digunakan oleh seorang filsuf Prancis. serikat sekerja. Dengan demikian dari dua kategori ideologi yang dikemukakan oleh Mann Heim di atas. berbagai akibat yang ditimbulkan oleh ideologi KARL MARX. ANTOINE DESTUTT DE TRACY. Ideologi dalam kategori kedua ini bercita-cita melakukan transformasi sosial secara besar-besaran menuju bentuk tertentu. Negara mengatasi paham golongan dan paham perseorangan. Menurut ideologi hanyalah kesadaran yang palsu. Dan sejarah mencatat. Jadi Mann Heim menganggap ideologi pada kategori kedua ini tetap berada dalam batasbatas yang realistic dan berbeda dengan “utopia” yang hanya berisi gagasan-gagasan besar yang hampir tidak mungkin dapat diwujudkan. Bagi Napoleon.

dan telah menjadi kesepakatan para ahli hukum Indonesia. Contoh yang paling jelas adalah tentang konsep negara hukum yang dianut oleh negara republik Indonesia didalam kontitusinya didasari dengan satu paradigma yaitu dengan suatu prinsip “semangat para penyelenggara negara itu baik. artinya pancasila membimbing arah pembentukan hukum dalam masyarakat. Salah satu parameter civil society yang kuat adalah adanya gerakan masyarakat terhadap tegaknya supremasi hukum didalam negara dmokrasi yang sekaligus negara hukum. bulat dan utuh. maka baiklah segalanya”. Supremasi hukum didalam masyarakat nasional kita karena didalamnya ada aturan yang . tokoh-tokoh masyarakat.orsinilitasnya sebagai dasar filsafat dan ideologi negara republik Indonesia ialah. Untuk membuat operasiaonal. kelima sila itu digabungkan dalam kesatuan yang integrative. kita harus berbicara tentang masyarakat dimana hukum itu berlaku baik yang disebut masyarakat nasional maupun internasional. bahwa kita harus ingat dengan dinamika negara dan jangan terlalu cepat membuat kristalisasi terhadap pikiran-pikiran yang mudah berubah. apabila keberadaaan civil society yang kuat dan berprilaku democrat. penjelasan UUD 1945 menegaskan bahwa negara berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa bermakna bahwa para penyelenggara negara berkewajiban “memelihara budi pekerti kemanusiaan yang luhur”. Dan sebagai ideologi bersifat menyeluruh. karena sangat bergantung pada keinsafan batin setiap individu dan adanya kontrol yang kuat dari masyarakat. pancasila sebenarnya dapat dijadikan paradigma reformasi. ulama. Supremasi Hukum dalam konsep negara hukum “pancasila” Berbicara tentang supremasi hukum. Kepatuhan terhadap norma-norma moral berbeda dengan kepatuhan terhadap norma-norma hukum. maka harus mengacu kepada penafsiran otentik dari pancasila. para cendikiawan. Civil society adalah elemen kunci dalam menentukan terwujudnya masyarakat demokratis yang efektif. karena pancasila yang dirumuskan dalam pembukaan UUD 1945 pada alinea keempat itu. egaliter dan manusiawi. Keberadaan lembaga kontrol yang terdiri dari masyarakat. perilaku para lagislator dalam merumuskan norma-norma hukum. Sebagai normanorma mendasar (staatfundamentalnorm) rumusan pancasila bukan rumusan hukum yang bersifat operasional yang pelaksanaanya dikenakan sanksi. tetapi demokrasi tidak bias ada tanpa civil society yang kuat. negara membentuk berbagai peringkat peraturan perundang-undangan. 5. Penyelenggara negara dalam mengoperasionalkan ideologi pancasila. Kemudian dimana letak terbukanya sebagai ideologi. ditafsirkan secara otentik oleh konstitusi / UUD 1945 dalam pokok-pokok pikiran pembukaan UUD 1945. dan kalangan pers menjadi sangat penting untuk “mengawasi”. oleh karena pancasila sebagai ideologi juga didalamnya sekaligus sebagai cita hukum. Bagaimana pijakan berpikirnya. Inilah yang dimaksud dengan istilah “semangat para penyelenggara negara”. bahwa pokok-pokok pikiran dalam penjelasan umum pembukaan UUD 1945 adalah tafsir otentik dari pancasila yang dirumuskan atas dasar kesepakatan pendiri negara dan itulah yang kemudian kita sebut PARADIGMA PANCASILA. Oleh karena itu di era reformasi ini. maupun prilaku para penyelenggara negara. hal ini dapat ditelusuri dari pernyataan dalam penjelasan umum. Pertanyaanya adalah dapatkah pancasila sebagai paradigma reformasi hukum ? Jawaban atas pertanyaan ini adalah tergantung pemahaman penyelenggara negara dan pemerintah terhadap konsep negara hukum menurut paradigma UUD 1945. Civil society mungkin ada tanpa demokrasi.

Aturan yang disebut hukum tadi akan terkait dengan tindakan manusia atau tingkah laku manusia didalam suatu masyarakat nasional yang mempunyai berbagai macam aspek atau bidang. maka dalam paktek negara demokrasi dengan sendirinya negara hukum. bagaimana negara hukum itu akan diarahkan. Oleh karena itu ketika kita akan berbicara tentang supremasi hukum maka timbul beberapa pertanyaan yang perlu mendapat jawaban secara jelas yaitu apa dimaksud dengan supremasi hukum. didalam negara demokrasi hukum dibuat untuk melindungi hak-hak azasi manusia warga negara. bidang sosial.disebut hukum. Secara sederhana kita dapat mendefinisikan hukum sebagai aturan tentang tingkah laku manusia dimasyarakat tertentu. Artinya hukum tidak bisa ditegakkan inkonkreto dalam . Kalau kita pelajari UUD 1945 dengan seksama ada sebuah kalimat dalam kaitan dengan apa disebut negara hukum yang secara jelas disebutkan bahwa “Indonesia adalah negara berdasar atas negara hukum. yaitu satu factor hukum dan yang kedua factor kekuasaan. Tetapi kita pertanyaan tadi dialam kehidupan masyarakat nasional pada akhirnya bermuara kepada apa yang disebut terwujudnya negara hukum. untuk apa supremasi hukum itu ditegakkan dan bagaimana caranya supremasi hukum itu bisa diwujudkan. bidang ekonomi. maka dibutuhkan aturan yang disebut hukum. kita tidak bisa lain kecuali kembali harus melihat kembali kepada konstitusi atau UUD 1945 sebagai hukum dasar tertulis yang berlaku seluruh republik Indonesia. Ketika kita berbicara tentang negara hukum yang disebut supremasi hukum itu tentu saja tidak akan lepas dari konsepsi dasar yang dipakai sebagai landasan untuk menciptakan sebuah negara nasional yang pada tataran kenegaraan dan hukum tertinggi disebut konstitusi atau Undang-undang dasar. yaitu suatu negara dimana setiap tindakan dari penyelenggara negara : pemerintah dan segenap alat perlengkapan negara di pusat dan didaerah terhadap rakyatnya harus berdasarkan atas hukum-hukum yang berlaku yang ditentukan oleh rakyat / wakilnya didalam badan perwakilan rakyat. Didalam berbagai bidang itulah manusia melakukan tingkah laku dan manusia satu dengan yang lain melakukan interaksi dan interaksi itu berjalan secara tertib. Formula UUD 1945 tersebut mengandung pengertian dasar bahwa didalam negara yang dibangun oleh rakyat Indonesia ini sebenarnya diakui adanya dua faktor yang terkait dalam mwujudkan negara hukum. Sesuai prinsip kedaulatan rakyat yang ada. Oleh karena itu ketika kita harus berbicara secara kongkrit tentang supremasi hukum di Indonesia pada umumnya dan khususnya Kalimantan Barat pada khususnya. Bagaimana kita akan menyusun negara hukum. Dan dalam wacana politik modern. melindungi mereka dari tindakan diluar ketentuan hukum dan untuk mewujudkan tertib sosial dan kepastian hukum serta keadilan sehingga proses politik berjalan secara damai sesuai koridor hukum/konstitusional. tidak berdasar atas kekuasaan belaka” ini sebenarnya Grundnorm yang telah diberikan oleh Fonding father yang membangun negara ini. pendidikan dan juga keamanan. didalamnya ada bidang politik. sekaligus dituntut untuk menegakkan hukum sebagai salah satu piranti yang bisa dipergunakan secara tepat didalam mewujudkan keinginan atau cita-cita bangsa. UUD 1945 sebenarnya telah mempunyai ukuran-ukuran dasar yang bisa dipakai untuk mewujudkan negara hukum dimana supremasi hukum akan diwujudkan. Ini merupakan dasar yang bersifat universal yang berlaku pada tiap-tiap negara. dalam arti untuk apa kita wujudkan negara hukum ini. maka persoalan supremasi hukum yang hanya mungkin terwujud didalam sebuah masyarakat nasional yang disebut negara hukum konstitusional. bidang budaya. Jika berbicara dalam tataran koridor konstitusional.

oleh karena apabila kekuasaan dibangun dan tanpa mengindahkan hukum. toleransi. Dengan dmkian demokrasi modern selalu hadir dalam wadah negara hukum. Begitu juga hukumlah yang menentukan arah kemana kekuasaan negara itu dipergunakan dan menentukan tujuan-tujuan apa yang hendak dicapai dengan menggunakan kekuasaan tersebut. tidak bisa dilepaskan satu sama lain. Ciri yang mendasar dari demokrasi kontitusional yang demokratis adalah gagasan bahwa pemerintah yang demokratis adalah . Dengan demikian dua factor hukum dan kekuasaan. Dua hal ini biasanya belum terbentuk dengan baik dalam masyarkat transisi. belum ada kultur demokrasi yang kuat (misalnya tradisi berbeda pendapat. Demokrasi memerlukan adanya kultur dan struktur yang mendukung proses-proses demokratisasi. atau Kal-Bar khusus saat ini. Di Indonesia. Eksekutif dan Yudikatif. tidak hanya memberi arah. karena diperlukan adanya perubahan structural yang harus diawali dengan perubahan atau amandemen UUD 1945 dan atau produkproduk hukum yang bertipe represif. Artinya rakyat yang berdaulat bukan negara yang berdaulat dan hukum juga memberikan dasar terhadap penggunaan kekuasaan tersebut hingga penggunaan kekuasaan yang ada pada negara tidak boleh diterapkan semena-mena tanpa ada dasar hukumnya yang jelas. tetapi hukum juga menentukan cara atau prosedur bagaimana kekuasaan itu diterapkan didalam praktek penyelenggaraan negara. Yang idak boleh dilupakan adalah bahwa hukum tidak hanya memberi dasar. tradisi melakukan advokasi. Ebaliknya kekuasaan sama sekali tidak boleh meninggalkan hukum. ekonomi. prilaku yang menjunjung hukum dan moral religius dalam menghadapi persoalan secara jernih). sehingga sering disebut sebagai negara hukum konstitusional. yang terjadi adalah satu negara yang otoriter. ke arah otonom. dialog terbuka. Fungsi kekuasaan pada hakekatnya adalah memberikan dinamika terhadap kehidupan hukum dan kenegaraan sesuai norma-norma dasar atau grundnorm yang dituangkan dalam UUD 1945 dan kemudian dielaborasi lebih lanjut secara betul dalam hirarki perundangundangan yang jelas. pasca orde baru. seperti Indonesia saat ini. Kata penyelenggara negara di bidang Legislatif. Dengan demikian maka kekuasaan yang ada pada negara pada saat diterapkan harus menghormati kewenangankewenangan yang sifat terbatas diberikan kepada aparat negara. bernegara. Artinya hukum tidak bisa ditegakkan bahkan lumpuh tanpa adanya dukungan kekuasaan. dan bertipe responsive. Masalah yang pokok terutama terkait dengan (1) kultur politik dan juga (2) struktur politik. Artinya secara implementasi pemecahanpemecahan segala dibidang politik. Struktur politik yang ada saat ini juga belum cukup demokratis. Dan memang setiap transisi dalam demokrasi pasti memiliki masalah khusus. bagaikan lokomotif dan relnya serta gerbong yang ditarik lokomotif. Jika dipahami dengan benar pemahaman dan norma ini sebenarnya secara konsepsional Indonesia memiliki landasan yang kuat untuk mewujudkan negara hukum konstitusional yang demokratis dan dengan dengan demikian secara konsepsiaonal supremasi hukum telah dijamin eksistensinya oleh UUD 1945. sosial. tidak hanya menentukan tujuan.kehidupan berbangsa. Sebaliknya pembentukan kekuasaan dan penggunaan kekuasaan sama sekali tidak boleh meninggalkan factor hukum tersebut oleh karena hukum yang berupa Grundnorm dalam UUD 1945 ini memberikan dasar terhadap terbentuknya kekuasaan yaitu kedaulatan rakyat. pendidikan dan lain-lain menggunakan legal approach dan apabila mau menggunakan pendekatan kekuasaan itu harus didasarkan atas hukum. dan bermasyarakat tanpa adanya kekuasaan dan dimanesfestasikan pada adanya apa yang UUD disebut. budaya.

1999 2 DR Yusril Ihza Mahendra. 1998 . nilai-nilai kerakyatan dan prisip musyawarah mufakat. pembatasan-pembatasan atas kekuasan pemerintah tercantum dalam konstitusi. 2000 7 Asia DHRRA Secretariat. yang juga sama dengan limited government atau restrained government. tetapi terletak pada praktek penyelenggara negara disemua bidang yang telah meninggalkan unsur-unsur iotanamkan oleh UUD 1945. Kaelan. Menegakan Supremasi Hukum dan Demokrasi di Kalimantan Barat. yang digali berdasarkan nilainilai ketuhan yang maha esa (moral religius). Gema Isani Press. bukan konsepsi dasar ideology negara pancasila yang tidak bisa memenuhi tantangan jaman. LKIS 1999 6 Turiman. Pendidikan Pancasila. yaitu semangat penyelenggara negara. Filsafat Pancasila. Terutama butir 4 dari pokok-pokok pikiran yang tercantum dalam pembukaanUUD 1945 yang mengandung isi yang mewajibkan kepada pemerintah dan lain-lain penyeleggara negara untuk budi pekerti kemanusiaan yang luhur dengan memegang teguh cita-cita moral rakyat yang luhur. Kemudian dimana letak kaitan pancasila sebagai ideology dengan supremasi hukum ? Supremasi hukum baru dapat ditegakkan apabilapara penyeleggara negara berprilaku democrat. prinsip perwakilan. artinya letak persoalan pokoknya belum tegaknya supremasi hukum bukan pada konsepsi negara hukumnya. dan nilai-nilai keadilan kebenaran untuk mewujudkan keadilan dan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dinamika Tata Negara Indonesia. Daftar Kepustakaan 1 Drs. 1996 4 M. MS. Mengasah Naluri Publik Memahami Nalar Politik. SH Mhum. LKIS. Pendidikan Politik Bagi Warga Negara (Tawaran operasional dan kerangka kerja). Nur Khoiron dkk. nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradab (harkat dan martabat manusia dan hakhak azasi manusia). 1996 3 Heri Hanwari AIS. Grasindo. egaliter dan manusiawi yang dijiawai oleh nilai-nilai ideology pancasila. The Impact of Globalization of the Social Cultural Lives of Grassroots People in Asia.pemerintah yang terbatas kekuasaannya dan tidak dibenarkan bertindak sewenangwenang terhadap warga negaranya. nilai-nilai persatuan dan kesatuan. sehingga sering disbut “pemerintah berdasar atas konsttusi” (constitutional goverment). 1999 5 Umaruddin Masdar dkk.

sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia dan sebagai ligature bangsa Indonesia. Pancasila adalah sendi. Pada tanggal 17 agustus 1945 bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya dan keesokan harinya (18 agustus 1945) mengesahkan Undang-undang Dasar Republik Indonesia yang di dalamnya memuat isi rumusan lima prinsip dasar Negara yang diberi nama pancasila. Kesejahteraan Rakyat . Peri Kebangsaan 2. 2006. pada sidang BPUPKI tanggal 29 Mei 1945 menyampaikan rumusan asas dasar Negara sebagai berikut : 1. Jakarta. dan peraturan perundang-undangan lainnya). Pancasila dalam kedudukannya sebagai ideology Negara. Peri Kemanusiaan 3. Apa saja kedudukan Pancasila bagi bangsa Indonesia ? 3.KEDUDUKAN PANCASILA DI INDONESIA BAB I PENDAHULUAN 1. Secara singkat dapat diuraikan bahwa kedudukan pancasila adalah sebagai dasar Negara RI. dasar atau peraturan tingkah laku yang penting dan baik. dan patriotisme warga Negara kepada bangsa dan negaranya dapat diukur dalam bentuk kesetiaan mereka terhadap filsafat negaranya secara formal diwujudkan dalam bentuk peraturan perundang-undangan (Undang-undang Dasar 1945.2 Rumusan Masalah Adapun yang dibahas dalam masalah ini 1. Pengertian Pancasila ? 2. Pancasila memiliki arti lima asas dasar digunakan oleh presiden Soekarno untuk memberi nama pada lima prinsip dasar Negara Indonesia yang di usulkannya. Muhammad Yamin. Mr. “Pendidikan Kewarganegaraan”. di harapkan mampu filter untuk menyerap pengaruh perubahan zaman di era globalisasi ini. Budianto. nasionalisme. menghayati. Kesetiaan warga Negara tersebut tampak dalam sikap dan tindakan. Erlangga. mengamalkan dan mengamankan peraturan Perundangan-Undangan itu. Peri Ketuhanan 4. Peri Kerakyatan 5. kebaikan dan keunggulan pancasila sepanjang masa. Bagaimana proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara ? Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Proses Perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara Secara ringkas proses perumusan tersebut adalah sebagai berikut : a.1 Latar Belakang Kesetiaaan . Untuk mengatur pemerintahan dan penyelenggaraan Negara. Kesetiaan ini akan semakin kokoh apabila mengakui dan menyakini kebenaran. 1. asas. B.

Jakarta Muhammad Yamin Notonegoro. S. “Pendidikan Kewarganegaraan”. Bumi Aksara. Ir. dalam bukunya “ Demokratic political Theory”. Mr Soepomo. Erlangga. Mufakat dan Demokrasi 4. Soekarno. 2008. Winarno. Internasional atau Perikemanusiaan 3. Ketuhanan yang Maha Esa 2. Pendidikan Kewarganegaraan. Di dalam pembukaan Rancangan UUD itu tercantum lima asas dasar Negara yang berbunyai sebagai berikut : 1. PT.Si. Sistem Badan Permusyawaratan 4. Sosialisasi Negara 5. Kebangsaan atau Perikemanusiaan 2. M. Hubungan antar bangsa c. Ketuhanan Yang berkebudayaan Daftar Pustaka Budiyanto. Roland Peanak. Dr. Kesejahteraan Sosial 5.Setelah menyampaikan pidatonya. Memberi makna ligature sebaga i Ikatan Budaya” atau Cultural bond . Ir. Erlangga. Jakarta. Seokarno Berdasarkan Termilogi Prof. kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmah dan Kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan b. Kebangsaan Persatuan Indonesia 3. Budianto.Pd. Jakarta. 2006. Rasa Kemanusiaan yang adil dan beradab 4. 2006. Perhubungan Negara dengan Agama 3. pada tanggal 31 Mei 1945 antara lain pidatonya menyampaikan usulan lima dasar Negara. Paham Negara Kesatuan 2. yaitu sebagai berikut : 1. Mr Muhammad Yamin Menyampaikan usul tertulis naskah Rancangan Undang-undang Dasar. Paradigma Baru Pendidikan Kewarganegaraan. dalam sidang BPUPKI pada tanggal 1 juni 1945 mengusulkan rumusan dasar Negara adalah sebagai berikut : 1.

kejadian-kejadian itu bersumber pada perbedaan dan ketidakcocokan ideologi Pancasila sebagai ideologi negara Indonesia . dan pemersatu bangsa Indonesia yang majemuk. Pancasila merupakan pandangan hidup. Latar Belakang Masalah Siapa yang tidak kenal dengan Pancasila dan Soekarno sebagai penggalinya? Pada tanggal 1 Juni 1945 untuk pertama kalinya Bung Karno mengucapkan pidatonya di depan sidang rapat Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan. agama. Atau kasus yang masih hangat di telinga kita masalah pemberontakan tentara GAM. adat istiadat. Jika kita melihat semua kejadian di atas. Namun. Sejarah Pancasila adalah bagian dari sejarah inti negara Indonesia. Sehingga tidak heran bagi sebagian rakyat Indonesia. dasar negara. Ada pula sebagian pihak yang sudah hampir tidak mempedulikan lagi semua aturan-aturan yang dimiliki oleh Pancasila. bahasa daerah. di lain pihak muncul orang-orang yang tidak sepihak atau menolak akan adanya Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Mengapa begitu besar pengaruh Pancasila terhadap bangsa dan negara Indonesia? Kondisi ini dapat terjadi karena perjalanan sejarah dan kompleksitas keberadaan bangsa Indonesia seperti keragaman suku. kebiasaan budaya. Juga kasus kudeta DI/TII yang ingin memisahkan diri dari Indonesia dan mendirikan sebuah negara Islam. Mungkin kita masih ingat dengan kasus kudeta Partai Komunis Indonesia yang menginginkan mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi Komunis. serta warna kulit jauh berbeda satu sama lain tetapi mutlak harus dipersatukan.PANCASILA VS AGAMA BAB I PENDAHULUAN A. Pancasila dianggap sebagai sesuatu yang sakral yang harus kita hafalkan dan mematuhi apa yang diatur di dalamnya. pulau.

Untuk mengetahui sejauh mana Pancasila cocok dengan agama. Untuk mengetahui bagaimana seharusnya negara yang memiliki masyarakat yang beragam agama. Dalam rangka ini. khususnya bagi orang-orang yang berlatar belakang prinsip agama. Kegunaan Penulisan Makalah . Kelengkapannya bergantung pada pemikiran lain yang dijabarkan ke dalam Pancasila. Tujuan dan Kegunaan Penulisan Makalah 1. b. Apakah Pancasila masih cocok menjadi ideologi yang dianut oleh bangsa Indonesia yang terdapat beragam kepercayaan (agama). maka rumusan masalahnya adalah sebagai berikut: 1. Berdasarkan Latar Belakang permasalahan tersebut. c. Masalah pokok yang hendak dikemukakan di sini adalah kenyataan bahwa Pancasila tidak merupakan paham yang lengkap. penulis tertarik untuk menulis makalah yang berjudul “PANCASILA VS AGAMA”. juga tidak merupakan kesatuan yang bulat. Apakah dengan terus menjadikan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Perumusan Masalah Dari latar belakang di atas. dan kesatuan bulatnya juga demikian.dengan ideologi yang mereka anut. 2. Untuk mengetahui arti penting dari adanya Pancasila di negara Indonesia. dapat menuju negara yang aman dan stabil. paham agama bisa pula masuk. 2. Dengan kata lain mereka yang melakukan kudeta atas dasar keyakinan akan prinsip yang mereka anut adalah yang paling baik. B. C. Tujuan Penulisan Makalah a.

D. OBJEK PENULISAN Objek penulisan makalah ini adalah mengenai Pancasila dan hubungannya dengan gama-agama yang ada di Indonesia. Bagi pihak lain Makalah ini diharapkan dapat menambah referensi pustaka yang berhubungan antara Pancasila dengan Agama. maka akan terjadi suatu yang sulit untuk diselesaikan. memilih objek Pancasila dengan Agama karena kedua hal ini adalah dua komponen negara Indonesia yang masing-masing mempunyai pengaruh yang sangat kuat bagi para penganutnya. Dalam makalah ini juga dibahas mengenai kontroversi penerapan ideologi pancasila di Indonesia. Penulisan makalah ini dibatasi pemasalahannya yaitu hanya membahas sangkut paut agama dengan Pancasila. BAB II METODE PENULISAN A. Agama yang menjadi objek utama dalam penulisan makalah ini adalah Agama yang ada di Indonesia (Islam. DASAR PEMILIHAN OBJEK Kami sebagai penyusun makalah ini.a. Pembatasan Masalah 1. dll). . Jika terjadi ketidakserasian antara dua komponen ini. Bagi Penulis Penulisan makalah ini disusun sebagai salah satu pemenuhan tugas terstruktur dari mata kuliah Pancasila. b. B. 2.

menganalisis permasalahan berdasarkan pustaka dan data pendukung lainnya. D. Sejarah Indonesia yang awalnya merupakan kumpulan Kerajaan yang berbasis agama dan suku memperkuat kebutuhan akan hal ini.C. Untuk menghindarinya maka penerapan hukum-hukum agama (juga hukum-hukum adat) dalam sistem hukum negara menjadi urgen untuk diterapkan. Disamping itu. Menggugat Pancasila hanya akan membawa ketidakpastian baru. Sebagai referensi juga diperoleh dari situs web internet yang membahas mengenai falsafah Pancasila sebagai dasar falsafah negara Indonesia. Akhirnya Indonesia akan tercecer menjadi negara-negara kecil yang berbasis agama dan suku. yaitu mengidentifikasi permasalahan berdasarkan fakta dan data yanag ada. ARTI PENTING KEBERADAAN PANCASILA Pancasila sebagai dasar negara memang sudah final. Pancasila yang diperjuangkan untuk mengikat agama-agama . penulis juga mendapatkan data dari hasil wawancara dengan orang-orang yang berkompeten di bidang pancasila dan agama. METODE ANALISIS Penyusunan makalah ini berdasarkan metode deskriptif analistis. metode pengumpulan data yang digunakan adalah kaji pustaka terhadap bahan-bahan kepustakaan yang sesuai dengan permasalahan yang diangkat dalam makalah ini yaitu mengenai hubungan Pancasila dengan agama. Bukan tidak mungkin akan timbul chaos (kesalahan) yang memecah-belah eksistensi negara kesatuan. serta mencari alternatif pemecahan masalah BAB III KEBERADAAN PANCASILA DAN SILA KETUHANAN YANG MAHA ESA A. METODE PENGUMPULAN DATA Dalam pembuatan makalah ini.

Budha dan Hindu sebagai agama resmi negara pada saat itu. Katolik. sila Ketuhanan yang Maha Esa dapat dijabarkan dalam beberapa point penting atau biasa disebut dengan butir-butir Pancasila. SILA KETUHANAN YANG MAHA ESA Sebagai negara yang bermayoritas penduduk agama islam. Diantaranya: . Karena itulah sampai detik ini bunyi sila pertama adalah “ketuhanan yang maha esa” yang berarti bahwa Pancasila mengakui dan menyakralkan keberadaan Agama. Namun dua ormas Islam terbesar saat itu dan masih bertahan sampai sekarang yaitu Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah menentang penerapan Piagam Jakarta tersebut. BUTIR-BUTIR PANCASILA SILA PERTAMA Atas perubahan bunyi sila pertama menjadi Ketuhanan yang Maha Esa membuat para pemeluk agama lain di luar islam merasa puas dan merasa dihargai. C.dan suku-suku itu harus tetap mengakui jati diri dan ciri khas yang dimiliki setiap agama dan suku. Searah dengan perkembangan. Yang lebih buruk lagi adalah dapat memicu disintegrasi bangsa terutama bagi provinsi yang mayoritas beragama nonislam. yang pada awalnya berbunyi “… dengan kewajiban menjalankan syariat islam bagi pemeluknya” yang sejak saat itu dikenal sebagai Piagam Jakarta. karena dua ormas Islam tersebut menyadari bahwa jika penerapan syariat Islam diterapkan secara tidak langsung namun pasti akan menjadikan Indonesia sebagai negara Islam dan secara “fair” hal tersebut dapat memojokkan umat beragama lain. B. Pancasila sendiri yang sebagai dasar negara Indonesia tidak bisa lepas dari pengaruh agama yang tertuang dalam sila pertama yang berbunyi sila “Ketuhanan yang Maha Esa”. tidak hanya Islam namun termasuk juga Kristen.

− Manusia Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. − Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antra pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Dari butir-butir tersebut dapat dipahami bahwa setiap rakyat Indonesia wajib memeluk satu agama yang diyakini. − Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing − Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain. − Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa − Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Tidak ada pemaksaan dan saling toleransi antara agama yang satu dengan agama yang lain.− Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketaqwaanya kepada Tuhan Yang Maha Esa. BAB IV BENTUK KOLABORASI PANCASILA DENGAN AGAMA · IDEOLOGI PANCASILA SEBAGAI PILIHAN .

Penerapan hukum- . Akibat maraknya parpol dan ormas Islam yang tidak mengakui keberadaan Pancasila dengan menjual nama Syariat islam dapat mengakibatkan disintegrasi bangsa. Negara Pancasila bukanlah negara agama. Konsep negara Pancasila adalah konsep negara agama-agama. Namun ada ormas-ormas yang terang-terangan menolak isi dari Pancasila tersebut. Semua pemeluk agama memang harus mawas diri. Yang harus disadari adalah bahwa mereka hidup dalam sebuah masyarakat dengan keyakinan agama yang beragam. Namun saat ini yang menjadi permasalahan adalah bunyi dan butir pada sila pertama. Negara Pancasila mendorong dan memfasilitasi semua penduduk untuk tunduk pada agamanya. Sedangkan sejauh ini tidak ada pihak manapun yang secara terang-terangan menentang bunyi dan butir pada sila kedua hingga ke lima. Dengan kondisi sosiokultur yang begitu heterogen dibutuhkan sebuah ideologi yang netral namun dapat mengayomi berbagai keragaman yang ada di Indonesia. Bagi kebanyakan masyarakat Indonesia yang cinta atas keutuhan NKRI maka banyak dari mereka yang mengatasnamakan diri mereka Islam Pancasilais. bukan pula negara sekuler apalagi negara atheis. apalagi sampai mengakui tidak tunduk pada agama manapun. Seperti yang telah kita ketahui bahwa di Indonesia terdapat berbagai macam suku bangsa. semestinya tak ada satu kelompok pemeluk agama yang mau menang sendiri. tidak pula memperkenankan pemisahan negara dari agama. Konsep negara yang menjamin setiap pemeluk agama untuk menjalankan agamanya secara utuh. atau Islam Nasionalis.Keberagaman agama dan pemeluk agama di Indonesia menjadi sebuah kenyataan yang tak terbantahkan. Dengan demikian. adat istiadat hingga berbagai macam agama dan aliran kepercayaan. Karena itu dipilihlah Pancasila sebagai dasar negara. Kenyataan ini menuntut adanya kesadaran dari setiap pemeluk agama untuk menjaga keharmonisan hubungan di antara mereka. penuh dan sempurna. Sebuah negara yang tidak tunduk pada salah satu agama.

Penerapan konsep negara agama-agama akan menghapus superioritas satu agama atas agama lainnya. Jika anda masih ragu. Budaya dan Toleransi umat beragama di Indonesia dukung dan jagalah kesucian Pancasila sebagai ideologi pemersatu bangsa. · KONTROVERSI PANCASILA . kesalahan maupun etika moral ditentukan oleh sebuah definisi sebuah agama dalam hal ini agama Islam. Bahkan pemeluk agama dapat hidup berdampingan secara damai dan sederajat. silakan lihat apa yang terjadi di Saudi Arabia dengan aliran Salafy Wahabinya. Bukankah ini merupakan pengkhianatan terhadap kebinekaan bangsa Indonesia yang begitu heterogen. dengan alasan moral dan budaya maka diterapkanlah aturan tersebut. Tidak ada pemilu. karena hukum-hukum agama hanya berlaku pada pemeluknya. Adopsi hukum-hukum agama dalam negara Pancasila akan menjamin kelestarian dasar negara Pancasila. Mungkin bagi sebagian kecil orang yang tinggal di Indonesia merupakan keindahan namun bagai mana dengan budaya yang selama ini telah ada? Jangankan di tanah Papua. prinsip Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. tidak ada kesetaraan gender dan lihat betapa tersisihnya kaum wanita dan penganut agama minoritas di sana. Pikirkan jika suatu kebenaran. pakaian Kebaya pun artinya dilarang dipakai olah putri daerah. Tak ada lagi asumsi mayoritas – minoritas. Semangat pluralisme dan ketuhanan yang dikandung Pancasila telah siap mengadopsi kemungkinan itu. Tak perlu ada ketakutan ataupun kecemburuan apapun.hukum agama secara utuh dalam negara Pancasila adalah dimungkinkan. Jika memang anda cinta dengan Adat. Sebagai contoh. Sedangkan ketika anda terlibat didalamnya anda adalah seseorang yang memeluk agama diluar Islam! Apakah yang anda pikirkan dan bagai mana perasaan di hati anda ketika sebuah kebenaran dan moralitas pada hati nurani anda ditentukan oleh agama lain yang bukan anda anut? Sekarang di beberapa provinsi telah terjadi. kini di sebuah provinsi semua wanita harus menggunakan jilbab.

Demokrasi (Musyawarah). Budha. Mereka lebih sibuk menyerimpung orang Islam yang mau menjalankan Syariat agamanya. meski konsep Ketuhanan yang terdapat dalam Pancasila berbeda dengan konsep bertuhan banyak yang mereka anut. Hanya agama Islam saja yang memiliki konsep Berketuhanan YME (Allahu Ahad). Rakyat harus tunduk dan patuh pada titah sang raja tanpa reserve.Sebagai dasar negara RI. Karena ternyata. minus demokrasi. Hindu. Pancasila agaknya tidak dimaksudkan sebagai alat pemersatu. Perpecahan. Bagaimana toleransi bisa dibangun di atas konstruksi filsafat yang menghasilkan anarkisme ideologi seperti ini? . tetapi yang berlaku adalah sabda pandita ratu. Humanisme (Kemanusiaan yang adil dan beradab). belum dikenal konsep musyawarah untuk mufakat. Tetapi untuk menjegal peluang berlakunya Syari’at Islam. ketimbang dengan gigih memperjuangkan haknya dalam menjalankan ibadah dan menerapkan ketentuan agamanya. selalu mengundang pertumpahan darah. perebutan kekuasaan dan wilayah. Pada masa pra kemerdekaan tatanan sosial masyarakat di Nusantara. Seperti Monoteisme (Ketuhanan YME). dan Sosialisme (Keadilan Sosial). Bung Karno. Sekaligus. apalagi untuk mengakomodir ke-Bhinekaan yang menjadi ciri bangsa Indonesia. Tegasnya. Sejak awal. Kala itu. hingga kini menjadikan Pancasila sebagai senjata ampuh untuk menjegal Syariat Islam. kebanyakan terdiri dari Kerajaan-kerajaan Hindu. sila-sila dalam Pancasila. tetapi ada Kristen Protestan dan Katolik. Nasionalisme (Kebangsaan). terutama Non Muslim. Pancasila juga bukanlah perahan murni dari nilainilai yang berkembang di masyarakat Indonesia. agama-agama yang berlaku di Indonesia tidak hanya Islam. Yamin. tidak ada persatuan. Kesemua agama itu. Para nasionalis sekuler. bahkan Konghucu. sama persis dengan asas Zionisme dan Freemasonry. Dari sistem monarkis seperti ini. Selain alasan di atas. dan Soepomo mengadopsi (baca: memaksakan) asas Zionis dan Freemasonry untuk diterapkan di Indonesia. bahkan pengikut animisme. karena kedudukan raja diwarisi turun temurun. menganut paham atau konsep bertuhan banyak.

4 Juni 2006. Dalam memperingati hari lahir Pancasila. Nyatanya. dan Hizbut Tahrir. menyebabkan parameter kebenaran porak-poranda. bukan hanya Indonesia yang masyarakatnya multietnis. Padahal. cuma sekadar alat politisi busuk yang anti Islam. apa yang dilakukan rezim penguasa selama 60 tahun Indonesia merdeka. namun mengatasnamakan ke-Bhinekaan. begitu pun negara jiran Malaysia. Idham Samawi.Pancasila.”Bencana gempa di Jogjakarta. peristiwa bencana gempa bumi yang menewaskan lebih dari 6000 jiwa di Jogjakata. mereka menggunakan cara yang tidak cerdas dan manipulatif. aliran sesat. Kebencian pada agama. kemungkaran akhlak merajalela. muncul sejumlah tokoh nasional berupaya memperalat isu Pancasila untuk kepentingan zionisme. Celakanya. Apakah bukan tindakan anarkis? Jangan lupa. yang daerahnya paling banyak korban gempa bumi berasal dari PDIP. pada gilirannya. Kenyataan ini. multi kultural. dan multi agama. Seorang paranormal mengatakan. Majelis Mujahidin. mereka justru lebih maju dari Indonesia. justru penindasan terhadap kemanusiaan. terjadi akibat pendukung RUU APP yang kian anarkis. belum juga siuman dari mimpinya tentang kemanusiaan yang adil dan beradab. Segala hal yang berkaitan dengan agama dianggap membelenggu kebebasan. malah yang disalahkan Islam dan umat Islam. 27 Mei 2006. cap jempol atau silang darah di Jatim. sebagaimana sila kedua Pancasila. . di Bandung. untuk mempertahankan ke-Bhinekaannya mereka tidak perlu Pancasila. Di Amerika Serikat. Sayangnya. Bupati Bantul. betapapun pahitnya haruslah diakui secara jujur. dan menyatroni aktivis FPI. yang dilakukan anggota PKB dan PDIP. mereka memosisikan agama seolaholah perampas hak dan kemerdekaan bangsa Indonesia. Dengan berlandaskan asas Bhineka Tunggal Ika. dan perilaku menyesatkan membawa epidemi kerusakan dan juga bencana. Sedang sejarah membuktikan. Anehnya.” Lalu. sudah kian terbukti. sejumlah pejabat dan mantan pejabat di negeri ini. Kesyirikan. pembakaran kantor Bupati Tuban.

“Bhineka Tunggal Ika sebagai landasan awal bangsa Indonesia harus dipertahankan. Ideologi Pancasila adalah ideologi beragama. · PEMAHAMAN DAN PELANGGARAN TERHADAP PANCASILA SAAT INI Ideologi Pancasila merupakan dasar negara yang mengakui dan mengagungkan keberadaan agama dalam pemerintahan. Sehingga kita sebagai warga negara Indonesia tidak perlu meragukan konsistensi atas Ideologi Pancasila terhadap agama. Dengan memaksakan kehendak. Sesama umat beragama seharusnya kita saling tolong menolong. ia berusaha menyeragamkan ideologi. dan seni. Penyeragaman yang dimaksud. agama. Upaya penyeragaman budaya. Ideologi NASAKOM (Nasionalisme.Tidak itu saja. Demikian pula. dan komunis) dipaksakan berlaku secara despotis.” Padahal. Hanya karena merasa berasal dari agama mayoritas tidak seharusnya kita merendahkan umat yang berbeda agama ataupun membuat aturan yang secara . berusaha menyeragamkan ideologi melalui asas tunggal Pancasila. budaya. berbeda keyakinan maupun berbeda adat istiadat. Begitu pun Soeharto.”Keberagaman itu tidak dirusak dengan memaksakan kehendak. Sementara yang berjiwa keagamaan dinyatakan sebagai musuh revolusi. Masyarakat Indonesia beraneka ragam.” kata Megawati. kehancuran. sehingga tindakan menyeragamkan budaya itu tidak dibenarkan. adalah kekuatankekuatan yang ingin menyeragamkan. seni yang boleh dipertunjukkan hanya seni gaya Lekra. justru Bung Karno pula orang pertama yang mengkhianati Pancasila. Hasilnya. juga dikritik pedas. Pihak yang merongrong Bhineka. Tidak perlu berusaha mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi berbasis agama dengan alasan bahwa ideologi Pancasila bukan ideologi beragama. maupun moral atas nama agama. sebagaimana dikatakan Akbar Tanjung. Tidak perlu melakukan permusuhan ataupun diskriminasi terhadap umat yang berbeda agama.

pembahasan di atas. yaitu Islam. Hendaknya kita tidak menggunakan standar sebuah agama tertentu untuk dijadikan tolak ukur nilai moralitas bangsa Indonesia. Sehingga jika ideologi Pancasila diganti . Katolik. Kristen. IMPLIKASI DAN SARAN · KESIMPULAN Berdasarkan latar belakang.langsung dan tidak langsung memaksakan aturan agama yang dianut atau standar agama tertentu kepada pemeluk agama lainya dengan dalih moralitas. Karena akan terjadi chaos dan timbul gesekan antar agama. ras dan bahasa. Budha dan Hindu bukan berdasarkan salah satu agama entah agama mayoritas ataupun minoritas. BAB V KESIMPULAN. Budha dan Hindu. Sesungguhnya tidak ada agama yang salah dan mengajarkan permusuhan. kalaupun penggunaan dasar agama haruslah mengakomodir standar dari Islam. maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Pancasila adalah ideologi yang sangat baik untuk diterapkan di negara Indonesia yang terdiri dari berbagai macam agama. Sebuah kesalahan fatal bila menjadikan salah satu agama sebagai standar tolak ukur benar salah dan moralitas bangsa. Agama yang diakui di Indonesia ada 5. Kristen. suku. Katolik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful