P. 1
20. GROUNDING SISTEM.doc

20. GROUNDING SISTEM.doc

|Views: 73|Likes:
Published by Tatas Ardhy

More info:

Published by: Tatas Ardhy on Jul 06, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/26/2013

pdf

text

original

PT PLN (Persero) Pusat Pendidikan dan Pelatihan

Grounding Sistem

20. GROUNDING SISTEM

20.1.

SISTEM PENTANAHAN (PEMBUMIAN) TITIK NETRAL

20.1.1. Umum Pada saat sistem tenaga listrik masih dalam skala kecil, gangguan hubung singkat ke tanah pada instalasi tenaga listrik tidak merupakan suatu masalah yang besar. Hal ini dikarenakan bila terjadi gangguan hubung singkat fasa ke tanah arus gangguan masih relatif kecil (lebih kecil dari 5 Amper), sehingga busur listrik yang timbul pada kontakkontak antara fasa yang terganggu dan tanah masih dapat padam sendiri. Tetapi dengan semakin berkembangnya sistem tenaga listrik baik dalam ukuran jarak (panjang) maupun tegangan, maka bila terjadi gangguan fasa ke tanah arus gangguan yang timbul akan besar dan busur listrik tidak dapat lagi padam dengan sendirinya. Timbulnya gejala-gejala “busur listrik ke tanah (arching ground)” sangat berbahaya karena menimbulkan tegangan lebih transient yang dapat merusak peralatan. Apabila hal diatas dibiarkan, maka kontinuitas penyaluran tenaga listrik akan terhenti, yang berarti dapat menimbulkan kerugian yang cukup besar. Oleh karena itu sistemsistem tenaga listrik tidak lagi dibuat terapung ( floating) yang lajim disebut sistem delta, tetapi titik netralnya ditanahkan melalui tahanan, reaktor dan ditanahkan langsung (solid grounding). Pentanahan itu umumnya dilakukan dengan menghubungkan netral transformator daya ke tanah, seperti dicontohkan pada gambar 18.1.1. berikut. Sistem tegangan primer Trafo

Sistem tegangan sekunder
Trafo

TRAFO TENAGA
RESISTOR

Gambar 18.1.1. Contoh Pentanahan Titik Netral Sistem.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai - Nilai Perusahaan

1

PT PLN (Persero) Pusat Pendidikan dan Pelatihan

Grounding Sistem

20.1.2. Tujuan Pentanahan Titik Netral Sistem Adapun tujuan pentanahan titik netral sistem adalah sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. 5. Menghilangkan gejala-gejala busur api pada suatu sistem. Membatasi tegangan-tegangan pada fasa yang tidak terganggu (pada fasa yang sehat). Meningkatkan keandalan (realibility) pelayanan dalam penyaluran tenaga listrik. Mengurangi/membatasi tegangan lebih transient yang disebabkan oleh penyalaan bunga api yang berulang-ulang (restrike ground fault). Memudahkan dalam menentukan sistem proteksi serta memudahkan dalam menentukan lokasi gangguan.

20.1.3. Sistem Yang Tidak Ditanahkan (Floating Grounding) Suatu sistem dikatakan tidak diketanahkan (floating grounding) atau sistem delta. Jika tidak ada hubungan galvanis antara sistem itu dengan tanah, untuk jelasnya dapat dilihat pada gambar 18.1.3. berikut :

Sistem tegangan primer Trafo

Sistem tegangan sekunder Trafo

Tidak ada hubungan galvanis

TRAFO TENAGA

Tidak ada hubungan galvanis

Tanah

Tanah

Gambar 18.1.3. Contoh Sistem yang Tidak ditanahkan

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai - Nilai Perusahaan

2

1. Keuntungan : Tegangan lebih pada phasa-phasa yang tidak terganggu relatif kecil Kerja pemutus daya untuk melokalisir lokasi gangguan dapat dipermudah.PT PLN (Persero) Pusat Pendidikan dan Pelatihan Grounding Sistem 20. Metoda Pentanahan Titik Netral Metoda-metoda pentanahan titik netral sistem tenaga listrik adalah sebagai berikut :     Pentanahan melalui tahanan (resistance grounding) Pentanahan melalui reaktor (reactor grounding) Pentanahan langsung (effective grounding) Pentanahan melalui reaktor yang impedansinya dapat berubah-ubah (resonant grounding) atau pentanahan dengan kumparan Petersen (Petersen Coil).5) R N S T ZR Zs ZT Gambar 18. Pentanahan Grounding) Sistem pentanahan langsung adalah dimana titik netrral sistem dihubungkan langsung dengan tanah.1.1. sehingga letak gangguan cepat diketahui Sederhana dan murah dari segi pemasangan Kerugian : setiap gangguan phasa ke tanah selalu mengakibatkan terputusnya daya Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai . Salah satu tujuan pentanahan titik netral secara langsung adalah untuk membatasi tegangan dari fasa-fasa yang tidak terganggu bila terjadi gangguan fasa ke tanah.Nilai Perusahaan 3 . Titik Netral Tanpa Impedansi (Pentanahan Langsung/Solid 20.5. tanpa memasukkan harga suatu impedansi (perhatikan gambar 18. yaitu gangguan harus di isolir dengan membuka pemutus daya.5.4.1. Rangkaian Pengganti Pentanahan Titik Netral Tanpa Impedansi (Pentanahan Langsung/Solid Grounding) Pada sistem ini bila terjadi gangguan phasa ke tanah akan selalu mengakibatkan terganggunya saluran (line outage).

Secara umum harga tahanan yang ditetapkan pada hubung netral adalah : R = Ef I Ohm dimana : R = Tahanan ( Ohm ) Ef = Tegangan fasa ke netral I = Arus beban penuh dalam Ampere dari transformator.1. Dalam menentukan nilai tahanan pentanahan akan menentukan besarnya arus gangguan tanah. sebagai contoh terlihat pada gambar 18.1. Pentanahan Titik Netral Melalui Tahanan (resistance grounding) Pentanahan titik netral melalui tahanan (resistance grounding) dimaksud adalah suatu sistem yang mempunyai titik netral dihubungkan dengan tanah melalui tahanan (resistor).1.PT PLN (Persero) Pusat Pendidikan dan Pelatihan Grounding Sistem - arus gangguan ke tanah besar.6. Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai . Sebagai akibatnya besar arus gangguan fasa ke tanah pertama-tama dibatasi oleh tahanan itu sendiri. sehingga akan dapat membahayakan makhluk hidup didekatnya dan kerusakan peralatan listrik yang dilaluinya 20. di atas dan rangkaian pengganti ditunjukkan pada gambar 18.1. berikut : R S Grounding Resistor T Gambar 18.Nilai Perusahaan 4 . Dengan demikian pada tahanan itu akan timbul rugi daya selama terjadi gangguan fasa ke tanah. arus gangguan ketanah dapat dibatasi sehingga harganya hampir sama bila gangguan terjadi disegala tempat didalam sistem bila tidak terdapat titik pentanahan lainnya.1.6.6. Rangkaian Pengganti Pentanahan Titik Netral melalui Tahanan (Resistor) Pada umumnya nilai tahanan pentanahan lebih tinggi dari pada reaktansi sistem pada tempat dimana tahanan itu dipasang. Dengan memilih harga tahanan yang tepat.

1.1. dan 18. Gambar 18.1.8.1.Nilai Perusahaan 5 . Resistor Jenis Cairan (liquid resistor) Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai .8. Jenis pentanahan (Resistor) yang dipakai adalah jenis logam (metalic resistor) atau jenis cairan (liquid resistor).7. perhatikan gambar 18. adalah sebagai berikut :   Sistem 70 kV sebesar 62 Ohm Sistem 20 kV sebesar 12 Ohm atau 42 Ohm. Resistor Jenis Logam (metalic resistor) Gambar 18.PT PLN (Persero) Pusat Pendidikan dan Pelatihan Grounding Sistem Besarnya tahanan pentanahan pada sistem tenaga listrik (contohnya di PLN P3B Jawa Bali Region Jabar).7.

Nilai Perusahaan 6 .9. Kumparan Petersen ini mempunyai harga reaktansi (XL) yang dapat diatur dengan menggunakan tap gambar 18. Sistem tegangan 70 kV Lamajan Sistem tegangan 30 kV Plengan-Lamajan RESISTOR TRAFO TENAGA Kumparan Petersen Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai .1.PT PLN (Persero) Pusat Pendidikan dan Pelatihan Grounding Sistem Pentanahan titik netral melalui tahanan (resistance grounding) mempunyai keuntungan dan kerugian yaitu : .Keuntungan :    Besar arus gangguan tanah dapat diperkecil Bahaya gradient voltage lebih kecil karena arus gangguan tanah kecil.Kerugian :   Timbulnya rugi-rugi daya pada tahanan pentanahan selama terjadinya gangguan fasa ke tanah. Pentanahan Titik Netral Melalui Kumparan Petersen Sistem pentanahan dengan kumparan Petersen adalah dimana titik netral dihubungkan ke tanah melalui kumparan Petersen (Petersen Coil). 20. kepekaan rele pengaman menjadi berkurang dan lokasi gangguan tidak cepat diketahui. Rangkaian pengganti sistem pentanahan dengan kumparan Petersen ditunjukkan pada gambar 18.1.1. yaitu pada sistem 30 kV Plengan-Lamajan. memperlihatkan petersen coil yang terpasang di PT PLN (Persero) P3B Region Jawa Barat. Mengurangi kerusakan peralatan listrik akibat arus gangguan yang melaluinya. Karena arus gangguan ke tanah relatif kecil. .7.10.

Rangkaian Pengganti Pentanahan Titik Netral dengan Kumparan Petersen Pada hakekatnya tujuan dari pentanahan dengan kumparan Petersen adalah untuk melindungi sistem dari gangguan hubung singkat fasa ke tanah yang sementara sifatnya (temporary fault).PT PLN (Persero) Pusat Pendidikan dan Pelatihan Grounding Sistem Gambar 18.10. Sebaliknya sistem pentanahan dengan kumparan Petersen ini mempunyai kelemahan. Contoh Pemasangan Pentanahan Titik Netral dengan Kumparan Petersen. Dengan demikian kontinuitas penyaluran tenaga listrik tetap berlangsung untuk beberapa waktu lamanya walaupun sistem dalam keadaan gangguan hubung singkat satu fasa ke tanah. yang berarti pula dapat memperpanjang umur dari pemutus tenaga (PMT). yaitu dengan membuat arus gangguan yang sekecil-kecilnya dan pemadaman busur api dapat terjadi dengan sendirinya. R S Kumparan Petersen T Gambar 18. Arus gangguan ke tanah yang mengalir pada sistem sedemikian kecilnya sehingga tidak langsung mengerjakan rele gangguan tanah untuk membuka pemutusnya (PMT) dari bagian yang terganggu. Oleh karena itu hubung singkat tersebut tetap harus dilokalisir dengan menggunakan rele hubung singkat ke tanah (Ground fault relay). Kumparan Petersen berfungsi untuk memberi arus induksi (IL) yang mengkonpensir arus gangguan.Keuntungan : Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai .9. Gangguan hubung singkat yang permanen itu dapat mengganggu bagian sistem yang lainnnya. sehingga arus gangguan itu kecil sekali dan tidak membahayakan peralatan listrik yang dilaluinya.Nilai Perusahaan 7 .1.1. yaitu sulit melokalisir gangguan satu fasa ke tanah yang bersifat permanen dan biasanya memakan waktu yang lama. Pentanahan titik netral melalui kumparan Petersen mempunyai keuntungan dan kerugian yaitu : .

Kerugian :    Rele gangguan tanah (ground fault relay) sukar dilaksanakan karena arus gangguan tanah relatif kecil. berikut : Sistem tegangan 70 kV TRAFO RESISTOR TRAFO PENTANAHAN DAYA Gambar 18.PT PLN (Persero) Pusat Pendidikan dan Pelatihan Grounding Sistem  Arus gangguan dapat dibuat kecil sehingga tidak berbahaya bagi mahluk hidup.8. Kerusakan peralatan sistem dimana arus gangguan mengalir dapat dihindari.11. Contoh Pemasangan Trafo Pentanahan Transformator pentanahan itu dapat terdiri dari transformator Zig-zag atau transformator bintang-segitiga (Y-Δ). Gejala busur api dapat dihilangkan.1.1. maka sistem itu dapat ditanahkan dengan menambahkan “Transformator Pentanahan” (grounding transformer). sedangkan sistem itu harus diketanahkan.    . 20. Trafo pentanahan yang paling umum digunakan adalah transformator zig-zag tanpa belitan sekunder. Operasi kumparan Petersen harus selalu diawasi karena bila ada perubahan pada sistem. contoh gambar pemasangan Trafo Pentanahan seperti ditunjukkan pada gambar 18. Sistem dapat terus beroperasi meskipun terjadi gangguan fasa ke tanah. Transformator Pentanahan Bila pada suatu sistem tenaga listrik tidak terdapat titik netral. 20.9. kumparan Petersen harus disetel (tuning) kembali.1. Penetapan Sistem Pentanahan di Indonesia Sistem 150 KV Pentanahan netral sistem 150 KV beserta pengamannya ditetapkan sebagai berikut: Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai .Nilai Perusahaan 8 . Tidak dapat menghilangkan gangguan fasa ke tanah yang menetap (permanen) pada sistem.1.11.

Sistem 275 KV PT Inalum dan Sistem 500 KV Walaupun belum diatur dalam SPLN. b. pengetanahan dilakukan tanpa impedansi dan banyak titik (multiple grounding). Pentanahan netral untuk sistem ini adalah pentanahan efektif. Bagi saluran udara maupun saluran dalam tanah dipakai pemutus dengan rele arus lebih untuk gangguan hubung singkat fasa ke fasa dan rele tanah untuk gangguan hubung singkat fasa ke tanah. Pentanahan netral untuk sistem ini adalah pentanahan dengan tahanan Pengaman Sistem Dilaksanakan Sebagai Berikut : a. tetapi pentanahan Sistem 275 KV PT Inalum di Asahan dan Sistem 500 KV di Pulau Jawa sudah dilakukan dengan sistem pentanahan Solid Grounding (tanpa impedansi). 20.2. Bagi saluran udara dipakai pula penutup cepat atau lambat. Penambahan reaktansi pada netral sistem ini dimungkinkan selama persyaratan pentanahan efektif dipenuhi (X0/X1 ≤ 3) Pengaman sistem dilaksanakan dengan pemutus cepat dan penutup cepat Sistem 66 KV Pentanahan netral sistem ini beserta pengamannya ditetapkan sebagai berikut : 1. Tahanan tinggi 500 ohm dan arus gangguan maksimum 25 ampere dipakai pada saluran udara Khusus untuk sistem fasa tiga. empat kawat. Pengamanan sistem dilaksanakan dengan pemutus cepat dan penutup cepat Sistem 20 KV Pentanahan netral sistem 20 KV beserta pengamannya ditetapkan sebagai berikut : 1. Pada gardu distribusi dipasang penunjuk gangguan. sedang bagi saluran dalam tanah tidak dipakai penutup kembali. 2. Pentanahan netral untuk sistem ini adalah pentanahan dengan tahanan 2. Tahanan rendah 12 ohm dan arus gangguan tanah maksimum 1000 ampere dipakai pada jaringan kabel tanah 2.PT PLN (Persero) Pusat Pendidikan dan Pelatihan Grounding Sistem 1. PENTANAHAN/PEMBUMIAN PERALATAN Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai .Nilai Perusahaan 9 . Tahanan rendah 40 ohm dan arus gangguan maksimum 300 ampere dipakai pada jaringan saluran udara dan campuran saluran udara dengan kabel tanah 3. Selanjutnya berdasarkan SPLN 26:1980 telah ditetapkan besar tahanan pentanahan sebagai berikut : 1.

Nilai Perusahaan 10 . Untuk menghindari hal ini maka peralatan tersebut perlu ditanahkan.2. Tujuan pentanahan peralatan dapat dipormulasikan sebagai berikut : Untuk mencegah terjadinya tegangan kejut listrik yang berbahaya bagi manusia dalam daerah itu 2.1. Pengertian Pentanahan Peralatan Pentanahan peralatan adalah pentanahan bagian dari peralatan yang pada kerja normal tidak dilalui arus.1. Untuk memungkinkan timbulnya arus tertentu baik besarnya maupun lamanya dalam keadaan gangguan tanah tanpa menimbulkan kebakaran atau ledakan pada bangunan atau isinya. Contoh Pemasangan Pentanahan Peralatan Pentanahan peralatan merupakan hal yang sangat penting dan perlu diperhatikan. Pentanahan yang demikian disebut Pentanahan peralatan.2. maka akan terjadi beda potensial (tegangan). maka akan ada arus yang mengalir melalui tubuh orang tersebut yang dapat membahayakan. Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai . Bila seseorang berdiri ditanah dan memegang peralatan yang bertegangan. Untuk memperbaiki penampilan (performance) dari sistem. Pusat-pusat listrik. bodi PMS. 2. bodi PMT. baik pada pembangunan Gardu Induk.1 berikut : Pentanahan Peralatan TRAFO DAYA Pentanahan Peralatan TRAFO DAYA Gambar 18. 1. bodi motor listrik.PT PLN (Persero) Pusat Pendidikan dan Pelatihan Grounding Sistem 20. Bila terjadi hubung singkat suatu penghantar dengan suatu peralatan. Industriindustri bahkan rumah tinggal juga perlu dilengkapi dengan sistem pentanahan ini. dudukan Batere dan sebagainya. sebagai contoh pemasangan ditunjukkan seperti pada gambar 18. yang dimaksud peralatan disini adalah bagian-bagian yang bersifat konduktif yang pada keadaan normal tidak bertegangan seperti bodi trafo. 3.

Nilai Perusahaan 11 .PT PLN (Persero) Pusat Pendidikan dan Pelatihan Grounding Sistem Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai .

saluran transmisi. Tahanan jenis tanah 2. volt Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai . Untuk memahami mengapa tahanan pentanahan harus rendah. Menurut hukum Ohm akan ada arus mengalir sebesar 10 amper melewati badan motor.PT PLN (Persero) Pusat Pendidikan dan Pelatihan Grounding Sistem 20.2.Nilai Perusahaan 12 . Panjang jenis elektroda pentanahan 3. Beberapa peralatan/standar yang telah disepakati adalah bahwa saluran transmisi. Apabila seseorang menyentuh badan motor. Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya pentanahan : 1. substation harus direncanakan sedemikian rupa. Untuk perlindungan personil dan peralatan perlu diusahakan tahanan pentanahan lebih kecil dari 1 Ohm. Dalam Gardu-gardu Induk distribusi. harga tahanan maksimum yang diperbolehkan adalah 5 ohm. Luas penampang elektroda pentanahan Harga pentanahan makin kecil makin baik. dapat digunakan hukum Ohm yaitu : E=IxR dimana : E = tegangan (volt) I = Arus (ampere) R = Tahanan (ohm) Sebagai contoh terdapat tegangan sumber 415 volt (240volt terhadap tanah) dengan tahanan 4 ohm.2. Hal ini tidak praktis untuk dilaksanakan dalam suatu sistem distribusi. Demikian juga halnya pada menara transmisi.2). Ada masalah/trouble atau gangguan. tergantung pada tahanan orang tersebut yang bervariasi dengan tegangan yang disentuhnya.2. sehingga tahanan pentanahan tidak melebihi harga satu ohm. Hal ini berarti kabel tersebut menghubungkan ke sistem pentanahan yang mempunyai tahanan 20 ohm ke tanah (perhatikan gambar 18. sehingga kabel dari sumber yang mencatu motor listrik menyentuh badan motor. maka dia akan menerima tegangan sebesar 200 volt (20ohm x 10amper). Hal ini dapat berakibat fatal. untuk menghindarkan lompatan karena naiknya tegangan/potensial pada waktu terjadi sambaran petir maka tahanan kaki menara perlu dibuat sekecil mungkin (di Amerika kurang dari 10 Ohm). Tahanan Pentanahan Adalah besarnya tahanan pada kontak/hubung antara masa (body) dengan tanah. ataupun dalam substation distribusi.

2. maka timbulah tegangan sentuh pada badan peralatan sebesar : ES = If .2. kerangka metal itu menjadi bertegangan yang sama dengan tegangan peralatan.2. Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai . Untuk mencegah terjadinya tegangan kejut yang berbahaya kerangka peralatan metal peralatan tersebut harus dihubungkan ke tanah melalui impedansi yang rendah. Jika terjadi kegagalan isolasi pada peralatan. Jadi misalnya untuk sistem pentanahan pengaman (PUIL Fasal 324). Tabel ini biasanya digunakan untuk sistem tegangan konsumen. Exposur Tegangan (Voltage Exposure) Jika ada kontak yang tidak disengaja antara bagian-bagian yang dilalui arus dengan kerangka metal dari kerangka peralatan.PT PLN (Persero) Pusat Pendidikan dan Pelatihan Grounding Sistem Gangguan 4 ohm Badan motor Sumber 415 volt. Ilustrasi Gangguan yang Tinggi pada Tahanan Tanah 20. RE2 Tabel = Besar dan lama tegangan sentuh maksimum.3.Nilai Perusahaan 13 . International Electrotechnical Commission (IEC) mengusulkan besar tegangan sentuh yang sebagai fungsi dari lama gangguan seperti pada tabel dibawah ini. maka besar arus gangguan If dari titik gangguan ke badan peralatan tersebut. dan dari badan peralatan ke tanah melalui tahanan pentanahan RE 2. Impedansi pentanahan itu harus sedemikian kecilnya sehinggga tegangan IZ yang timbul pada kerangka peralatan harus cukup kecil dan tidak berbahaya. 240 volt terhadap tanah Motor Listrik Bangunan logam sistem pentanahan 20 ohm Tahanan ke tanah yang sebenarnya Gambar 18.

Untuk pengaman lebur atau sikering = 1. 50 ohm k . ln Biasanya Impedansi Trafo kecil terhadap RE1 atau RE2. Untuk pengaman lainnya. 3.0 1.03 Agar persyaratan dalam tabel tersebut dapat dipenuhi.PT PLN (Persero) Pusat Pendidikan dan Pelatihan Grounding Sistem TEGANGAN SENTUH VOLT (RMS) < 50 50 75 90 110 150 220 280 WAKTU PEMUTUSAN MAKSIMUM (DETIK) 5. 5.0 1. 0.25 ….2 0.5 …. maka arus hubung tanah E ph Ir = RE1 + RE 2 + Rsaluran 3 B C A N RE1 Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai .5. maka tahanan diberikan oleh: RE2 < dimana : In k = Arus nominal dari alat pengaman lebur atau alat pengaman arus lebih (amper) = Bilangan yang besarnya tergantung dari karakteristik alat pengaman = 2.Nilai Perusahaan 14 E3 If RE2 .5 0..05 0.1 .

2.4.9 Amper 2. 50 RE2 < ohm = 2.25 volt (lebih tinggi dari 50 volt).78 ohm (k diambil = 3) 3 ×6 Misalnya diambil : RE 2 = 2.25 Volt.5 + 2.1 detik.9 amper (8 xln) sikering tersebut akan putus dalam waktu 0. maka dengan arus 48.9 x 2. E ph = 220 Volt Maka. Hubung tanah pada peralatan dalam suatu sistem yang netralnya diketanahkan.0 ohm R sal = kecil dan diabaikan. Tetapi jika sikering yang dipakai memenuhi persyaratan standar. Contoh : Suatu peralatan listrik diperoteksi/diamankan dengan sikering 6A.2. Pengaruh Besar Tahanan Terhadap Sistem Tenaga Listrik Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai .5 ohm RE 1 = 2.0 Tegangan sentuh .Nilai Perusahaan 15 .3. E S = 48. Ir = 220 = 48. Jadi tegangan sentuh yang timbul 122. jadi memenuhi persyaratan dalam tabel.5 = 122.PT PLN (Persero) Pusat Pendidikan dan Pelatihan Grounding Sistem Gambar 18. 20. Sebagai aturan umum disebutkan bahwa seseorang tidak boleh menyentuh walau sekejap pun peralatan dengan tegangan diatas 100 Volt.

2. perhatikan gambar 18. Tahanan tanah mempengaruhi penampilan saluran (line Performance). 5. Pengaruh Tahanan Pentanahan Yang Kecil Pada Sistem 1. Mengurangi Mengurangi Mengurangi Mengurangi Mengurangi tegangan pada puncak tiang tegangan pada kawat penghantar tegangan pada isolator gangguan sampai beberapa gawang waktu berlangsungnya tegangan merusak (Break Down voltage).2.2. Bentuk Radial Bentuk Grid Bentuk Lingkaran Gambar.6.PT PLN (Persero) Pusat Pendidikan dan Pelatihan Grounding Sistem 1. Elektroda Pita.7. berupa pita atau kawat berpenampang bulat yang ditanam di dalam tanah umumnya penanamannya tidak terlalu dalam. Elektroda Batang. Makin besar tahanan tanah pada tiang tranmisi. 18.6. 2. makin banyak jumlah Isolator yang harus dipasang (jumlah isolator makin panjang). Makin besar tahanan tanah pada tiang transmisi.2. 4.5 --. 3. berupa batang yang ditanam tegak lurus dalam tanah.5. Makin besar tahanan tanah. 20.6. (0.Nilai Perusahaan 16 . makin besar tegangan puncak tiang 3.1 meter) dan caranya ada bermacam-macam. tegangan sentuh makin besar 2. Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai . 4. lihat gambar 18. Macam-Macam Elektroda Pentanahan Pada dasarnya terdapat tiga macam elektroda pentanahan yaitu : 1. Macam-macam cara penanaman eletroda pita 2.2. 20.

Nilai Perusahaan 17 .7.10. Cara Penanaman elektroda pelat 20.8.2. 3. Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai .7.2.8. Metode/Cara Pentanahan 1.2. Untuk membuat agar tahanan pentanahan cukup kecil elektroda batang tersebut ditanam lebih dalam atau menggunakan beberapa batang elektroda. Gambar 18. Cara penanaman Elektroda batang.2. Pentanahan dengan Driven Ground. Adalah pentanahan yang dilakukan dengan cara menancapkan batang elektroda ke tanah.2.9. Elektroda pelat.2. berupa pelat yang ditanam tegak lurus dalam tanah seperti pada gambar 18. dan 18. Perhatikan gambar 18.PT PLN (Persero) Pusat Pendidikan dan Pelatihan Grounding Sistem Gambar 18.

Nilai Perusahaan 18 .PT PLN (Persero) Pusat Pendidikan dan Pelatihan Grounding Sistem Gambar 18.10. Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai .2. Pentanahan dengan Driven Ground S Satu Batang Elektroda Dua Batang Elektroda Gambar 18.2.9.

2.11.PT PLN (Persero) Pusat Pendidikan dan Pelatihan Grounding Sistem 2.2.11. Pentanahan menara dengan counterpoise Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai .90 cm). Pentanahan Dengan Counter Poise. beberapa cm di bawah tanah (30 cm . Pentanahan menara dengan counterpoise Kawat Counterpoise Arah Saluran Radial Paralel Gambar 18.Nilai Perusahaan 19 . Perhatikan Gambar 18. Adalah pentanahan yang dilakukan dengan cara menanam kawat elektroda sejajar atau radial.

Gambar 18. biasanya karena tahanan jenis tanah terlalu tinggi. Perhatikan gambar 18.2.2. yang satu sama lain dihubungkan di setiap tempat sehingga membentuk jala (Mesh). Sistem pentanahan Mesh biasanya dipasang di gardu induk dengan tujuan untuk mendapatkan harga tahanan tanah yang sangat kecil (kurang dari 1 ohm). 3.PT PLN (Persero) Pusat Pendidikan dan Pelatihan Grounding Sistem Pentanahan dengan counter poise biasanya digunakan apabila tahanan tanah terlalu tinggi dan tidak dapat di kurangi dengan cara pentanahan driven ground. Pentanahan dengan Mesh (jala) Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai .12. Pentanahan Dengan Mesh atau Jala Adalah cara pentanahan dengan jalan memasang kawat elektroda membujur dan melintang di bawah tanah.12.Nilai Perusahaan 20 .

PT PLN (Persero) Pusat Pendidikan dan Pelatihan Grounding Sistem 20. yaitu : Jenis tanah = tanah liat. Dengan memberi air atau membasahi tanah juga dapat mengubah tahanan jenis tanah. Sebaliknya makin lembab tanah itu makin rendah tahanan jenisnya. Makin tinggi suhu makin tinggi tahanan jenisnya.8.Lapisan tanah = berlapis-lapis dengan tahanan jenis berlainan atau uniform.Kelembaban tanah .Nilai Perusahaan 21 . sedikitnya enam bulan sekali. . Cara ini hanya baik untuk sementara sebab proses penggaraman harus dilakukan secara priodik.000 3. berbatu. berpasir.Temperatur. Secara umum harga-harga tahanan jenis ini diperlihatkan pada tabel berikut ini : Tahanan Jenis Tanah JENIS TANAH TANAH RAWA TANAH LIAT DAN TANAH LADANG PASIR BASAH KERIKIL BASAH PASIR DAN KERIKIL KERING TANAH BERBATU TAHANAN JENIS TANAH (OHM M) 30 100 200 500 1. dll . Tahanan Jenis Tanah Harga tahanan jenis tanah pada daerah kedalaman yang terbatas tergantung dari beberapa faktor. Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai .000 Sering dicoba untuk merubah komposisi kimia tanah dengan memberikan garam pada tanah dekat elektroda pentanahan dengan maksud untuk mendapatkan tahanan jenis tanah yang rendah. Harga tahanan jenis selalu bervariasi sesuai dengan keadaan pada saat pengukuran.2.

seperti diperlihatkan pada gambar 18. 5.13.2.2.9. Untuk mengukur tahanan pentanahan digunakan alat ukur megger tanah (Earth Resistance Tester).Nilai Perusahaan . Dengan demikian pelat tersebut harus ditanam hingga mendapatkan tahanan terhadap tanah sekitar yang sekecilkecilnya. 3.13. 22 Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai . 2. Gambar 18. 1. Pengukuran Tahanan Pentanahan Pengukuran tahanan pentanahan bertujuan untuk menetukan tahanan antara besi atau plat tembaga yang ditanam dalam tanah yang digunakan untuk melindungi peralatan listrik terhadap gangguan petir dan hubung singkat. OK Lamp Function Switch Buttons Ohm Range Switch Buttons Terminals Scale Plate Panel 6. Cara penggunaan "Earth Resistance Tester" akan dijelaskan lebih lanjut pada materi yang lain.PT PLN (Persero) Pusat Pendidikan dan Pelatihan Grounding Sistem 20. 4.2.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->