P. 1
Evaluasi Pembelajaran KTSP

Evaluasi Pembelajaran KTSP

|Views: 11|Likes:

More info:

Published by: Alfon Dodi Cahyo Lukito on Jul 07, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/16/2014

pdf

text

original

Evaluasi Pembelajaran KTSP

Artikel Bagus 5.0 Evaluasi Pembelajaran KTSP Evaluasi Pembelajaran – Evaluasi Pembelajaran KTSP I. A. Latar Belakang Implementasi Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dan Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan membawa implikasi terhadap sistem penilaian, termasuk model dan teknik penilaian proses dan hasil belajar peserta didik. Penilaian hasil belajar dilakukan oleh pendidik, satuan pendidikan dan pemerintah. Penilaian hasil belajar pada Sekolah Menengah Kejuruan, selain dilakukan oleh pendidik, satuan pendidikan, dan pemerintah juga oleh masyarakat (Du/Di). Penilaian oleh pendidik dan satuan pendidikan merupakan penilaian internal (internal assessment) dalam rangka penjaminan mutu, sedangkan penilaian oleh pemerintah dan masyarakat (Du/Di) merupakan penilaian eksternal (external assessment) sebagai pengendali mutu. Kurikulum berbasis kompetensi menuntut model dan teknik penilaian yang dilakukan secara internal dan eksternal sehingga dapat diketahui perkembangan dan ketercapaian berbagai kompetensi peserta didik. Oleh karena itu, dibutuhkan petunjuk teknis penilaian yang diperuntukkan bagi pelaksanaan penilaian proses dan hasil belajar peserta didik Sekolah Menengah Kejuruan B. Tujuan Penyusunan petunjuk teknis bertujuan sebagai berikut. 1. Memberikan penjelasan mengenai orientasi baru dalam penilaian hasil belajar yang berbasis kompetensi. 2. Memberikan wawasan secara umum tentang konsep penilaian internal dan eksternal. 3. Memberikan rambu-rambu proses penilaian hasil belajar. 4. Memberikan penjelasan tentang prinsip-prinsip pengolahan dan pelaporan hasil penilaian. 5. Memberikan penjelasan tentang pengembangan butir soal yang didalamnya mencakup pengembangan kisi-kisi dan pengembangan soal, baik soal teori maupun praktik. C. Ruang lingkup Ruang lingkup petunjuk teknis penilaian ini meliputi konsep dasar penilaian, teknik penilaian, langkah-langkah pelaksanaan penilaian, pengelolaan hasil penilaian, serta pemanfaatan dan pelaporan hasil penilaian, dilengkapi dengan bagaimana cara mengembangkan butir soal. Konsep dasar penilaian menjelaskan tentang maksud penilaian, manfaat penilaian, fungsi penilaian, dan rambu-rambu penilaian.

dan penentuan kenaikan kelas Pengembangan butir soal yang didalamnya mencakup : Kisi-kisi Soal. dan interpretasi untuk mengambil keputusan. penyusunan alat penilaian. penilaian sikap. Untuk itu. . penilaian tertulis (paper and pencil test). menginterpretasi. analisis. pengumpulan informasi melalui sejumlah bukti yang menunjukkan pencapaian hasil belajar peserta didik. Prinsip Penilaian Dalam melaksanakan penilaian mempertimbangkan prinsip-prinsip sebagai berikut. Pemanfaatan hasil penilaian dan pelaporan hasil penilaian mencakup pemanfaatan hasil. dan penggunaan informasi tentang hasil belajar peserta didik. Sasaran Pengguna Petunjuk Teknis Penilaian ini diperuntukkan bagi pihak-pihak berikut: 1. II. penilaian merupakan salah satu pilar dalam pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang berbasis kompetensi. pemetaan kompetensi dan teknik penilaian yang sesuai serta contoh penilaiannya. Penilaian merupakan suatu proses yang dilakukan melalui langkah-langkah perencanaan. B. Penulisan Soal Uraian. Jadi. Para guru di sekolah sebagai petunjuk teknis dalam menyusun serta melaksanakan program penilaian peserta didik. Hasil belajar seorang peserta didik tidak dianjurkan untuk dibandingkan dengan peserta didik lainnya. sehingga memungkinkan peserta didik menunjukkan apa yang dipahami dan mampu dikerjakannya. Pembina/Penanggung jawab langsung sekolah (pengawas dan kepala sekolah) bagaimana merancang dan melibatkan program supervisi pendidikan di sekolah. Penilaian hasil belajar baik formal maupun informal diadakan dalam suasana yang menyenangkan. bentuk laporan hasil penilaian. pengolahan. Para penentu kebijakan di daerah sebagai bahan pertimbangan membuat kebijakan penilaian pendidikan bagi sekolah kejuruan. 3. Sedangkan penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik. dan Penulisan Soal Pilihan Praktik. Dengan demikian peserta didik tidak merasa dihakimi oleh guru tetapi dibantu untuk mencapai apa yang diharapkan. diperlukan data sebagai informasi yang diandalkan sebagai dasar pengambilan keputusan. tetapi dengan hasil yang dimiliki peserta didik tersebut sebelumnya. Langkah-langkah pelaksanaan penilaian memberikan arahan penetapan indikator. penilaian melalui kumpulan hasil kerja/karya peserta didik (portfolio). KONSEP DASAR PENILAIAN BERBASIS KOMPETENSI A. D. 2.Teknik penilaian menjelaskan berbagai cara dan alat penilaian serta pengelolaan hasil penilaian yang memberikan arahan dalam menganalisis. Penilaian dilaksanakan melalui berbagai bentuk antara lain: penilaian unjuk kerja (performance). keputusan berhubungan dengan sudah atau belum berhasilnya peserta didik dalam mencapai suatu kompetensi. penilaian proyek. Pengertian Penilaian Penilaian adalah proses sistematis meliputi pengumpulan informasi (angka atau deskripsi verbal). Dalam hal ini. dan penilaian diri. dan menentukan nilai pada setiap proses dan hasil pembelajaran. Penulisan Soal Pilihan Ganda.

Idealnya. Memberikan informasi kepada orang tua dan komite sekolah tentang efektivitas pendidikan. dan sumber belajar yang digunakan. kemajuan. 2. Untuk umpan balik bagi pendidik/guru dalam memperbaiki metode. dan pengamatan tingkah laku. Memandang penilaian dan kegiatan pembelajaran secara terpadu. D. Memantau kemajuan dan mendiagnosis kesulitan belajar yang dialami peserta didik sehingga dapat dilakukan pengayaan dan remedial. Fungsi Penilaian Penilaian memiliki fungsi untuk: 1. Agar penilaian objektif. Mengembangkan dan menyediakan sistem pencatatan yang bervariasi dalam pengamatan kegiatan belajar peserta didik. pengembangan kepribadian. Mengevaluasi hasil belajar peserta didik dalam rangka membantu memahami dirinya. lembaga yang menyelenggarakan uji kompetensi ini independen. lisan. 4. produk portofolio. dalam bentuk: ulangan harian. pendidik harus berupaya secara optimal untuk (1) memanfaatkan berbagai bukti hasil kerja peserta didik dari sejumlah penilaian. Penilaian kompetensi pada uji kompetensi melibatkan pihak sekolah dan Institusi Pasangan/Asosiasi Profesi. sedangkan ulangan kenaikan kelas dilakukan pada akhir semester genap dengan menilai semua SK semester ganjil dan genap. Melakukan penilaian secara berkesinambungan untuk memantau proses. 9. (2) membuat keputusan yang adil tentang penguasaan kompetensi peserta didik dengan mempertimbangkan hasil kerja (karya). Menggunakan cara dan alat penilaian yang bervariasi. kegiatan.1. ulangan akhir semester dilakukan setelah menyelesaikan semua KD atau SK semester bersangkutan. baik untuk perencanaan program belajar. unjuk kerja. dan perbaikan hasil. Penilaian dapat dilakukan dengan cara tertulis. ulangan tengah semester. membuat keputusan tentang langkah berikutnya. . proyek. 7. 5. Kegunaan Penilaian Kegunaan penilaian antara lain sebagai berikut: Memberikan umpan balik bagi peserta didik agar mengetahui kekuatan dan kelemahan dirinya dalam proses pencapaian kompetensi. ulangan akhir semester. dan pihak lain terutama DU/DI. Ulangan harian dapat dilakukan bila sudah menyelesaikan satu atau beberapa indikator atau satu kompetensi dasar (KD). dan ulangan kenaikan kelas. dengan penekanan pada semester genap. 8. Melakukan berbagai strategi penilaian di dalam program pembelajaran untuk menyediakan berbagai jenis informasi tentang hasil belajar peserta didik. C. pendekatan. Mempertimbangkan berbagai kebutuhan khusus peserta didik. 6. 2. 3. Memberi umpan balik bagi pengambil kebijakan (Dinas Pendidikan Daerah) dalam meningkatkan kualitas penilaian yang digunakan. yakni lembaga yang tidak dapat diintervensi oleh unsur atau lembaga lain. Mengembangkan strategi yang mendorong dan memperkuat penilaian sebagai cermin diri. Menggambarkan sejauhmana peserta didik telah menguasai suatu kompetensi. ulangan tengah semester dilakukan bila telah menyelesaikan beberapa KD atau satu stándar kompetensi (SK). maupun untuk penjurusan (sebagai bimbingan).

Mata pelajaran yang diujikan adalah kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak diujikan pada ujian nasional. Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) mengikuti Permendiknas yang dikeluarkan setiap tahun oleh Depdiknas dan Prosedur Operasional Standar (POS) yang diterbitkan oleh BSNP. Ujian Nasional Ujian Nasional adalah kegiatan penilaian pencapaian kompetensi peserta didik yang dilakukan oleh pemerintah untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar peserta didik dan merupakan salah satu syarat lulus dari satuan pendidikan. Menemukan kesulitan belajar. 6. Ulangan Kenaikan Kelas Ulangan kenaikan kelas adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian standar kompetensi (SK) diakhir semester genap. Menemukan kelemahan dan kekurangan proses pembelajaran yang sedang berlangsung guna perbaikan proses pembelajaran berikutnya. 5. 4. Untuk program produktif hanya SK yang belum dinilai pada Ujian tengah semester ganjil. 19 Tahun 2005 tetang Standar Nasional Pendidikan dan Permendiknas No. 3. E. 5. Jenis-Jenis Penilaian Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. jenis penilaian 1.3. 2. yang diatur dalam Permendiknas yang dikeluarkan oleh Depdiknas untuk tahun yang bersangkutan dan Prosedur Operasional Standar (POS) ujian sekolah yang diterbitkan oleh BSNP. Ujian Sekolah Ujian sekolah adalah kegiatan penilaian pencapaian kompetensi peserta didik yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar peserta didik dan merupakan salah satu syarat kelulusan dari satuan pendidikan. 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan. kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. dan sebagai alat diagnosis yang membantu pendidik/guru menentukan apakah seseorang perlu mengikuti remedial atau pengayaan. serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. Ulangan Akhir Semester Ulangan akhir semester adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengukur pencapaian standar kompetensi (SK) di akhir semester ganjil. Untuk program produktif hanya SK yang belum dinilai pada ujian tengah semester genap. Pengendali bagi pendidik/guru dan sekolah tentang kemajuan perkembangan peserta didik. 4. kemungkinan prestasi yang bisa dikembangkan peserta didik. A. Ulangan Tengah Semester Ulangan tengah semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian standar kompetensi (SK) peserta didik setelah melaksanakan 8-9 minggu kegiatan pembelajaran. Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) . III. Ulangan Harian Ulangan harian adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengukur proses/akhir pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi Dasar (KD) sebagai tes formatif.

B diberi skor 2 Kompleksitas/kesulitan tinggi. Tingkat kemampuan rata-rata peserta didik ”A” Rata-rata nilai = 80 – 100. KKM program normatif dan adaptif ditentukan dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata peserta didik. Sumber daya pendukung pembelajaran (SDM. dan kemampuan sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran dengan rincian sebagai berikut: a. Kriteria ketuntasan untuk masing-masing kompetensi dasar (KD) adalah terpenuhinya indikator yang dipersyaratkan dunia kerja yaitu kompeten atau belum kompeten dan diberi lambang/skor 7. kompleksitas kompetensi. dalam pelajaran bahasa Indonesia. Jika menggunakan tes tertulis penilaian tidak valid. A diberi skor 2 Rata-rata nilai = < 60. . C diberi skor 1 Contoh penentuan KKM Jika dalam pembelajaran suatu kompetensi/mata pelajaran memiliki kondisi: kemampuan rata-rata peserta didik ”65”. alat dan bahan) ”C” Dukungan tinggi. Tingkat kompleksitas/kesulitan kompetensi ”B” Kompleksitas/kesulitan rendah. Kriteria Penilaian 1. pendidik/guru ingin menilai kompetensi berbicara. A diberi skor 3 Rata-rata nilai = 60 . A diberi skor 1 b.79. B diberi skor 1 c. Bentuk penilaian valid jika menggunakan tes lisan. Validitas Validitas berarti menilai apa yang seharusnya dinilai dengan menggunakan alat yang sesuai untuk mengukur kompetensi. KKM Program Normatif dan Adaptif Kriteria ideal ketuntasan untuk masing-masing indikator program normatif dan adaptif adalah 75%. KKM Program Produktif KKM program produktif mengacu kepada standar minimal penguasaan kompetensi yang berlaku di dunia kerja yang bersangkutan. dan sumber daya pendukung ”sedang”.00 bila memenuhi persyaratan minimal. tingkat kesulitan/kompleksitas ”sedang”. C diberi skor 3 Dukungan sedang.KKM merupakan kriteria ketuntasan belajar minimal untuk setiap mata pelajaran yang ditentukan oleh satuan pendidikan. B diberi skor 3 Kompleksitas/kesulitan sedang. 1. C diberi skor 2 Dukungan rendah. berkisar antara 0-100%. B. Misal.7 atau dibulatkan 67 2. maka nilai KKM-nya adalah : (A + B + C) KKM = —————X 100 9 (2 + 2 + 2) = —————X 100 9 = 66.

Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan melalui :   Pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan kepribadian peserta didik. dan menerapkan kriteria yang jelas dalam pemberian skor. . berkesinambungan. Menyeluruh/Komprehensif Penilaian harus menyeluruh dengan menggunakan beragam cara dan alat untuk menilai beragam kompetensi atau kemampuan peserta didik. olahraga. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran estetika dilakukan melalui pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan ekspresi psikomotorik peserta didik. sehingga tergambar profil kemampuan peserta didik. ulangan. penilaian akan reliabel jika hasil yang diperoleh itu cenderung sama bila proyek itu dilakukan lagi dengan kondisi yang relatif sama. penilaian harus adil. guru menilai dengan proyek. dan Ulangan dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. 6. Objektivitas Penilaian harus dilaksanakan secara objektif. Penilaian yang reliable (ajeg) memungkinkan perbandingan yang reliable dan menjamin konsistensi. 5. Ujian. Reliabilitas Reliabilitas berkaitan dengan konsistensi (keajegan) hasil penilaian. 3. penilaian harus terfokus pada pencapaian kompetensi (rangkaian kemampuan). Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi diukur melalui ulangan. Untuk itu. dan kesehatan dilakukan melalui:   Pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan psikomotorik dan afeksi peserta didik. Misal. terencana. dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik.2. 2. Berfokus pada kompetensi Dalam pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan yang berbasis kompetensi. Mendidik Penilaian dilakukan untuk memperbaiki proses pembelajaran bagi pendidik/guru dan meningkatkan kualitas belajar bagi peserta didik. penugasan. 4. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran jasmani. Penilaian Hasil Belajar Kelompok Mata Pelajaran adalah sebagai berikut: 1. 4. Untuk menjamin penilaian yang reliabel petunjuk pelaksanaan proyek dan penskorannya harus jelas. dan/atau bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik materi yang dinilai. 3. bukan hanya pada penguasaan materi (pengetahuan).

Pengolahan hasil penilaian mencakup standar penilaian dan interpretasi hasil.makalah tentang evaluasi eksternal.Kata Kunci : orientasi pembelajaran berdasarkan ktsp.makalah pemanfaatan hasil penilaian.langkahlangkahpelaksanaan dalam pembelajaran pendidikan jasmani.penilaian ktsp hasil kerja .makalah pelaporan hasil evaluasi pembelajaran.pengertian evaluasi oleg pendidik satuan pendidikan dan pemerintah.artikel evaluasi pengajaran bahasa.makalah pemenfaatan hasil evaluasi pembelajaran.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->