BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa setiap hari lebih dari 7.200 bayi lahir mati. 98 % terjadi di negara-negara berpendapatan rendah hingga sedang. Tetapi, WHO mencatat negara kaya tidak luput dari kasus ini, dengan catatan satu bayi mati dari 320 kelahiran. WHO menyatakan angka ini berubah sedikit pada dasawarsa lalu. Angka lahir mati terendah, dua per seribu kelahiran hidup, ditemukan di Finlandia, diikuti Singapura, Denmark dan Norwegia. Angka tertinggi 47 per seribu, tercatat di Pakistan, diikuti oleh Nigeria, Bangladesh, Djibouti dan Senegal. Data menunjukkan sekitar dua pertiga kasus atau 1,8 juta bayi lahir mati ditemukan pada 10 negara saja. Jumlah tertinggi didapati di kawasan subSahara Afrika dan di Asia Tenggara (Anonim, 2011). Untuk mencapai sasaran Millenium Development Goals (MDGs) yaitu AKI sebesar 102 per 100.000 KH dan Angka Kematian Bayi (AKB) menjadi 23 per 1.000 KH pada tahun 2015, perlu upaya percepatan yang lebih besar dan kerja keras karena kondisi saat ini, AKI 307 per 100.000 KH dan AKB 34 per 1.000 KH (Anonim, 2010). Di Indonesia Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi masih tinggi. Menurut Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) BKKBN DR Sudibyo Alimoesa, berdasarkan data dan penelitian tentang 1

infeksi 11%.000 kelahiran hidup. prematuritas 32.26/1. 2012). Selanjutnya Angka Kematian Bayi (AKB) adalah 34 per 1000 kelahiran hidup. Dr.4%.1%. pneumonia 15.000 KH (Anonim. prematuritas dan BBLR 12. penyebab langsung kematian ibu adalah perdarahan 28%. Penyebab kematian bayi 7-28 hari adalah sepsis 20. Sri Hermiyanti.8%. Menurut hasil Riskesdas 2007. 2011). kelainan kongenital 18.17/100. kelainan darah/ ikterus 6.000 KH (Anonim. sesuai dengan pesan pertama kunci Making .6% dan lain-lain. Sri Hermiyanti mengatakan salah satu faktor yang sangat mempengaruhi terjadinya kematian ibu maupun bayi adalah kemampuan dan keterampilan penolong persalinan. eklampsi 24%. sepsis 12%.000 KH. Untuk wilayah Bogor Kota AKI pada tahun 2010 mencapai 296.8/1. hipotermi 6. abortus 5% dan lainlain (SKRT 2007).000 KH dan AKB mencapai 40. Sementara untuk wilayah Kabupaten Bogor AKI pada tahun 2010 mencapai 228/100. 2010) Menurut dr.82/1. Sementara AKI untuk daerah Jawa Barat menurut Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2011 mencapai 250/100.2 kualitas penduduk Indonesia 2011 tercatat Angka Kematian Ibu (AKI) masih sebesar 228 per 100. penyebab kematian bayi baru lahir 0-6 hari di Indonesia adalah gangguan pernafasan 36. Oleh karena itu. (KSPK.8%.000 KH dan AKB 26.9%.000 dan AKB 41.4%.5%. partus lama 5 %. upaya penurunan AKB dan AK Balita perlu memberikan perhatian yang besar pada upaya penyelamatan bayi baru lahir dan penanganan penyakit infeksi (diare dan pneumonia).

Tujuan persalinan normal sendiri adalah menjaga kelangsungan hidup dan memberikan derajat kesehatan yang tinggi bagi Ibu dan Bayinya. Hasil akhir dari suatu . pelaksanaan dan evaluasi yang dikenal dengan pola fakir 7 langkah Varney. 2007). (JHPIEGO. sedangkan bentuk pendokumentasiannya disajikan dalam bentuk SOAP yang mudah dipakai untuk mengendalikan mutu. kecacatan dan kematian yang berhubungan dengan kehamilan dan persalinan yang sebenarnya tidak perlu terjadi (Depkes 2010). 2007). analisa data. maka untuk itu Pemerintah merencanangkan suatu Gerakan Nasional Kehamilan yang aman atau Making Pregnancy Safer (MPS) sebagai bagian dari program Safe Motherhood dalam arti yang luas tujuan Safe Motherhood dan Making Pregnancy Safer sama. melalui upaya yang terintegrasi dan lengkap tetapi dengan Intervensi yang seminimal mungkin agar prinsip keamanan dan kualitas pelayanan dapat terjaga pada tingkat yang Optimal seperti yang diinginkan. Asuhan Persalinan Normal yang didalamnya terdapat Asuhan Kebidanan digunakan pendekatan ilmiah yaitu dengan menerapkan metode pemecahan masalah secara sistematis mulai dari pengkajian data.3 Pregnancy Safer (MPS) yaitu sesuai dengan pesan pertama tiap persalinan hendaknya ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih (SDKI. Termasuk dalam studi kasus ini penulis menggunakan metode pendokumentasian SOAP. yaitu melindungi hak reproduksi dan hak asasi manusia dengan cara mengurangi beban kesakitan. perencanaan. Mengingat pentingnya derajat kesehatan ibu dan bayi baru lahir sebagai Indikator Derajat Kesehatan. diagnosa kebidanan.

pada saat itu merupakan dasar terhadap pemeriksaan selanjutnya. nifas dan bayi baru lahir. Hubungannya tersebut dimulai dari kontak pertama ketika klien datang saat pertama kali memeriksakan kehamilannya. Dengan adanya hubungan yang baik tersebut maka akan memberikan kepuasan dan kenyamanan bagi klien maupun bidan itu sendiri. komunikasi yang terjalin baik menandakan adanya hubungan yang baik pula dari seorang bidan dengan klien dan keluarganya. persalinan. B. Selanjutnya Angka Kematian Bayi (AKB) adalah 34 per 1000 kelahiran hidup. serta perawatan pada bayi baru lahir dengan pendekatan Manajemen .000 kelahiran hidup. Disini bidan sebagai tenaga kesehatan dituntut untuk dapat memberikan asuhan yang optimal serta komprehensif mulai dari masa Kehamilan. Beberapa indikator bagi seorang Bidan untuk mengetahui kepuasan klien diantaranya tidak adanya komplain dari klien atau keluarganya. Oleh karena itu. Nifas dan Bayi Baru Lahir.4 rangkaian Asuhan Kebidanan adalah kepuasan yang di dapat oleh klien. penulis tertarik untuk melakukan Asuhan yang komprehensif pada ibu hamil dalam masa kehamilan. bersalin. penulis tertarik untuk melakukan manajemen asuhan kebidanan pada ibu hamil mulai dari trimester 3. Oleh karena itu. Persalinan. nifas. Rumusan masalah Derajat kesehatan suatu bangsa dilihat dari Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kemtian Ibu (AKI) masih sebesar 228 per 100.

P G2P1A0 mulai kehamilan. nifas dan bayi baru lahir di BPS Bidan Yuhani. persalinan. Dapat mendokumentasikan asuhan kebidanan yang telah diberikan pada Ny. Tujuan Umum Mahasiswa mampu memberikan pelayanan Asuhan Kebidanan secara Komprehensif pada Ny.P G2P1A0 mulai kehamilan.P G2P1A0 mulai kehamilan. Mahasiswa mampu melakukan pengkajian pada Ny. P G2P1A0 mulai kehamilan. nifas dan bayi baru lahir di BPS Bidan Yuhani. d. persalinan. Dapat melaksanakan tindakan (implementasi) asuhan kebidanan pada Ny. 2. nifas dan bayi baru lahir di BPS Bidan Yuhani. Mahasiswa mampu menetapkan kebutuhan segera pada Ny. . Dapat menentukan perencanaan tindakan (planning) pada Ny. Tujuan Khusus Diharapkan mahasiswa mampu : a. persalinan. nifas. persalinan. Tujuan 1. persalinan. c.Yuhani Somantri Sindang Barang Bogor April 2013.P usia 32 tahun G2P1A0 di BPS Bd. persalinan.P dalam masa kehamilan. dan bayi bayu lahir di BPS Bidan Yuhani. b. e. C.P G2P1A0 mulai kehamilan. nifas dan bayi baru lahir di BPS Bidan Yuhani. nifas dan bayi baru lahir.5 Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny.

Bagi Peneliti Dengan adanya penulisan studi kasus ini dapat memberikan pengalaman dan dapat meningkatkan kemampuan penulis dalam menganalisa data yang dikumpulkan sehingga dapat menegakkan diagnosa yang tepat disertai pula intepretasi data dalam bentuk studi kasus.6 D. serta bayi baru lahir agar lebih dipantau. bersalin. Bagi Institusi Dapat digunakan sebagai bahan pustaka dan informasi serta sebagai bahan masukan dalam memperkaya materi asuhan pada ibu hamil. dan bayi baru lahir dan merupakan syarat kelulusan bagi mahasiswa. nifas. 2. ibu bersalin. ibu nifas. 3. Bagi BPS Menjadi masukan dalam memberikan asuhan kebidanan pada ibu hamil. . Manfaat 1.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.