KELOMPOK V SYAMRIL ( ) FITRIANI (E0110104) HARTINA (E0110115) SATRIANI (E0110121) SYAMSIA.

N (E0110114)

JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SULAWESI BARAT 2012

Dengan pengetahuan singkat tersebut diharapkan nsetiap individu khususnya para asisten dapat bertanggungjawab untuk menjaga keselamatan kerja mahasiswa di laboratorium dengan sebaik-baiknya. bebas dari . Sumber bahaya terbesr berasal dari bahan-bahan kimia oleh sebab itu diperlukan pemahaman mengenai jenis bahan kimia agar yang bekerja dengan bahanbahan tersebut dapat lebih berhati-hati dan yang lebih penting lagi tahu cara menanggulanginya. Semua kejadian ataupun kecelakaan di laboratorium sebenarnya dapat dihindari jika mereka selalu mengikuti prosedurkerja yang aman di laboratorium. Karena itu diperlukan pemahaman dan kesadaran terhadap bahaya di laboratorium. Cara menggunakan peralatan umum dan berbagai petunjuk praktis juga dibahas secara singkat untuk mengurangi kecelakaan yang mungkin terjadi ketika pekerja di laboratorium. Pelaksanaan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) adalah salah satu bentuk untuk menciptakan tempat kerja yang aman. Berbagai peristiwa yang pernah terjadi perlu dicatat seebagai latar belakang pentingnya bekerja dengan aman dilaboratorium. sehat. dosen.BAB I PENDAHULUAN A. dan peneliti melakukan percobaan. Telah banyak terjadi kecelakaan ataupun menderita luka serta kerusakan fasilitas kerja yang sangat mahal. Limbah bahan kimia sisa percobaan harus di buang dengan cara yang tepat agar tidak menyebabkan polusi pada lingkungan. Bekerja di laboratorium kimia tak lepas dari kemungkinan bahaya dari berbagai jenis bahan kimia dan peralatan yang ada didalamnya. LATAR BELAKANG Laboratorium adalah suatu tempat dimana mahasiswa.

B.pencemaran lingkungan. Kecelakaan kerja tidak saja menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materi bagi praktikan tetapi juga dapat menggangu proses praktikum secara menyeluruh. sehingga dapat mengurangi dan atau bebas dari kecelakaan kerja dan penyaklit akibat kerja dan pada akhirnya dapat mempengaruhi efisiensi dan produktifitas kerja. TUJUAN Untuk mengetahui pedoman pelaksanaan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) pada saat melakukan praktikum khususnya praktikum kimia organik. .

Kecelakaan dapat terjadi dalam setiap kegiatan manusia. B. Salah satu tujuan dari melakukan kegiatan eksperimen di dalam belajar sains adalah agar siswa/mahasiswa berhadapan langsung dengan gejala-gejala atau fenomena. Eksperimen dapat merupakan suatu kegiatan yang menyenangkan dan dapat juga membahayakan atau dapat menimbulkan kecelakaan jika tidak dilakukan dengan hati-hati. Pengantar Sains merupakan ilmu tentang gejala alam yang disusun berdasarkan observasi dan eksperimen.BAB II PEMBAHASAN A. Guru harus mampu mencegah terjadinya kecelakaan. tetapi dari analisis terjadinya kecelakaan menunjukkan bahwa hal-hal berikut adalah sebab-sebab terjadinya kecelakaan di laboratorium: . terjadi dalam sekejap dan dapat menimbulkan kerusakan baik jasmani maupun jiwa. Kegiatan yang membahayakan sering terjadi di laboratorium ataupun di bengkel. Siswa/mahasiswa harus mengetahui tentang bahaya-bahaya yang dapat terjadi di dalam melakukan suatu kegiatan eksperimen sehingga mereka melakukannya dengan hati-hati. Dengan demikian bahaya terjadinya kecelakaan dapat dihindarkan. Pemahaman akan lebih mudah diperoleh dengan cara melakukan eksperimen atau melalui observasi langsung. Sumber Terjadinya Kecelakaan Terjadinya kecelakaan dapat disebabkan oleh banyak hal. tetapi hal ini tidak harus membuat kita takut untuk melakukan kegiatan laboratorium. Kecelakaan merupakan suatu kejadian di luar kemampuan manusia.

2. Lembaga atau staf laboratorium bertanggung jawab atas fasilitas laboratorium yaitukelengkapannya. b. 5. Kurangnya atau tidak tersedianya perlengkapan keamanan dan perlengkapan pelindung kegiatan laboratorium. Kurang jelasnya petunjuk kegiatan laboratorium dan juga kurangnya pengawasan laboratorium. Dengan . 6. Tidak menggunakan perlengkapan pelindung yang seharusnya digunakan atau menggunakan peralatan atau bahan yang tidak sesuai. baik yang digunakan maupun yang dihasilkan dari suatu reaksi. Kurangnya bimbingan terhadap siswa atau mahasiswa yang sedang melakukan kegiatan laboratorium. Siswa/mahasiswa bertanggung jawab untuk mempelajari aspek kesehatan dan keselamatan dari bahan-bahan kimia yang berbahaya. Kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang bahan-bahan kimia dan proses . 4.1. 7. Tidak bersikap hati-hati di dalam melakukan kegiatan. c. Terjadinya kecelakaan di laboratorium dapat dikurangi yang dilakukan selama melakukan kegiatan seminimal mungkin jika setiap orang yang menggunakan laboratorium mengetahui tanggung jawabnya. Kurang atau tidak mengikuti petunjuk atau aturan-aturan yang semestinya harus ditaati. Guru bertanggung jawab di dalam memberikan semua petunjuk yang diperlukan kepada siswa/mahasiswa termasuk di dalamnya aspek keamanan. keselamatan dari teknik dan prosedur atau cara kerja yang akan dilakukannya. pemeliharaan.proses serta perlengkapan atau peralatan yang digunakan dalam melakukan kegiatan laboratorium. 3. dan keamanan laboratorium. Berikut adalah orang yang seharusnya bertanggung jawab terhadap keamanan laboratorium: a.

dsb. pecahan gelas. Sebelum mulai bekerja kenalilah dulu kemungkinan bahaya yang akan terjadi dan ambil tindakan untuk mengurangi bahaya tersebut. botol cuci mata dll. dan hal-hal yang perlu dilakukan agar bekerja dengan aman serta hal yang harus dilakukan jika terjadi suatu kecelakaan. 4. Aturan-aturan akan membantu siswa/mahasiswa mengembangkan sikap yang aman terhadap berbagai prosedur kerja dan bahan kimia berbahaya. sehingga bahaya kecelakaan dapat dihindarkan atau dikurangi. 6. 7. Ruangan perlu ditata dengan rapi. Eksperimen yang tanpa izin harus dilarang. 3. pemadam kebakaran. Gunakan perlengkapan keamanan bila sedang melakukan eksperimen. Gunakan tempat sampah yang sesuai untuk sisa pelarut. Setiap orang harus cukup akrab dengan lokasi dan perlengkapan darurat seperti kotak P3K. Hal yang penting adalah agar siswa/mahasiswa mengetahui aturan-aturan yang aman. Berikan tanda peringatan pada setiap perlengkapan. kertas. Pertolongan pertama bukanlah seperangkat aturan tetapi merupakan kerangka pemikiran. Semua percikan dan kebocoran harus segera dibersihkan. Penataan ruangan yang baik sangatlah penting untuk keamanan kerja di laboratorium. bahayabahaya yang mungkin dapat terjadi. 8. reaksi atau keadaan tertentu. 5. Berikut adalah aturan umum yang berkaitan dengan keamanan laboratorium: 1. berikan tempat untuk jalan lewat dan tempatkan segala sesuatu pada tempatnya.demikian siswa/mahasiswa dapat menyusun peralatan dan mengikuti prosedur yang seharusnya. Bekerja sendirian di laboratorium jugaperlu dicegah. 2. .

2. Perlengkapan keselamatan Perlengkapan keselamatan dibagi ke dalam dua kelompok. Peringatan sebagai tindak lanjut. Suatu laporan kecelakaan harus meliputi: 1. Gambaran tindakan yang dilakukan untuk mencegah terjadinya kembali kecelakaan. Ada tiga hal mendasar yang harus diperoleh untuk mengidentifikasi informasi tentang kecelakaan: 1. Guru/dosen perlu memberikan petunjuk kepada siswa/mahasiswa tentang perlunya melaporkan semua kecelakaan. . Hal ini dilakukan agar kecelakaan tersebut mendapat perlakuan yang selayaknya dan memungkinkan guru untuk meneliti penyebab terjadinya kecelakaan. Tindakan yang diberikan 4. Nama korban 3. Gambaran kecelakaan termasuk luka jika ada 2. baik terjadi luka ataupun tidak.C. Perlengkapan yang digunakan sehari-hari sebagai perlindungan untuk mengantisipasi bahan-bahan yang diketahui berbahaya. D. Sebab-sebab kecelakaan 3. Tanggal dan jenis kecelakaan 2. yaitu: 1. Perlengkapan yang digunakan untuk perlindungan diri dan alat-alat laboratorium dalam kasus darurat dan peristiwa yang tidak biasa. Jika terjadi kecelakaan Apa yang harus dilakukan jika terjadi kecelakaan tidak dapat dinyatakan dengan satu rangkaian aturan sederhana. Cara terbaik adalah menanganinya setenang mungkin atau jangan panik dan banyak melatih kepekaan.

Pelindung lengan. bahan kimia. kecepatan sangat diutamakan. 2. Sarung tangan asbes diperlukan untuk menangani bahanbahan panas. Beberapa perlengkapan pribadi yang biasa digunakan adalah: 1. Alat-alat darurat itu terdiri atas: 1. Jas laboratorium (labjas) untuk mencegah kotornya pakaian. pengetahuan tentang metoda perlindungan pribadi menjadi hal penting. Sarung tangan yang mudah dikenakan dan dilepas merupakan prasyarat perlindungan tangan dan jari dari panas. Pakaian pelindung harus nyaman dipakai dan mudah untuk dilepaskan bila terjadi kecelakaan atau pengotoran oleh bahan kimia. Alat dan bahan pemadam kebakaran 3. Sarung tangan karet diperlukan untuk menangani bahan-bahan korosif seperti asam dan alkali. Pancuran keselamatan 4. Sarung tangan karet perlu disimpan dengan baik dan perlu ditaburi talk agar tidak lengket saat disimpan. Selimut kebakaran Dalam bekerja dengan berbagai bahan kimia korosif dan/atau bahan/zat pewarna. Walaupun tujuan utama adalah untuk mencegah kecelakaan. dan jari. Idealnya setiap . penting untuk menggunakan perlengkapan keselamatan pribadi sebagai perlindungan untuk mencegah luka jika terjadi kecelakaan. tangan. Kaca mata pelindung digunakan untuk mencegah mata dari percikan bahan kimia dan di laboratorium perlu disediakan paling sedikit sepasang. Pelindung mata.Setiap orang harus mengetahui begaimana menggunakan semua perlengkapan keselamatan. Sarung tangan kulit digunakan untuk melindungi tangan dan jari dari benda benda tajam seperti pada saat bekerja di bengkel. 3. Pintu darurat 6. Alarm kebakaran 2. dan bahaya lain. Botol pencuci mata 5. Ketika peralatan darurat diperlukan.

Digunakan jika kita ragu akan terjadinya ledakan dari bahan kimia dan alat-alat hampa udara. Sepatu khusus dengan bagian atas yang kuat dan solnya yang padat harus dipakai saat bekerja di laboratorium atau bengkel. Respirator dan lemari uap. Sepatu pengaman. Petunjuk penggunaannya harus diikuti dengan kesadaran bahwa hal tersebut adalah untuk kebaikan siswa bukan sekedar peringatan.siswa/mahasiswa memilikinya. sejenis yang menggergaji. menumbuk. Layar pelindung. Kecelakaan sering terjadi karena meninggalkan kran gas dalam keadaan terbuka. Kacamata pelindung perlu dipakai bila bekerja dengan asam. atau bila bekerja di bengkel seperti memotong logam dan natrium. Bila bekerja dengan gas-gas beracun walau dalam jumlah sedikit. dan nitrogen dioksida maka perlu dilakukan di lemari uap dan perlu ventilasi yang baik untuk melindungi siswa/mahasiswa dari keracunan. 6. 4. seperti khlorin. dan respirator harus ditempatkan terbuka. Kran pengeluaran gas di dalam lemari uap harus selalu ditutup bila tidak digunakan. Layar ini ditempatkan di meja guru. Semua perlengkapan harus dipelihara dengan baik. demikian juga alat lain yang digunakan secara teratur. . bromin. 5. Kacamata pelindung harus nyaman dipakai dan cukup ringan. uap dan debu yang dapat mengganggu saluran pernafasan. jangan disimpan tersembunyi dalam lemari. Alat-alat perlindungan seperti kaca mata. menggerinda pekerjaan memungkinkan terjadinya percikan ke mata. sarung tangan. Respirator digunakan sebagai pelindung terhadap gas. bromin. ammonia. Jangan menggunakan sandal untuk menghindari luka dari pecahan kaca dan tertimpanya kaki oleh benda-benda berat. Bila bekerja dengan menggunakan lemari uap perlu hati-hati.

Namun demikian usaha yang dilakukan dalam PPPK harus semaksimal mungkin dan ditujukan untuk : 1. 4. kecuali kalau keadaannnya tidak mengijinkan. Oleh karena itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan tindakan PPPK. Letakkan bagian pendarahan lebih tinggi dari bagian tubuh lainnya. Perhatikan tanda-tanda shock. Hal-hal yang belum dapat diselesaikan harus diserahkan kepada dokter.E. Hentikan pendarahan. Jangan panik tidak berarti boleh lamban. Menyelamatkan jiwa korban 2. yaitu: 1. Bertindaklah cekatan tetapi tetap tenang. Mempertahankan daya tahan korban sampai pertolongan yang lebih pasti dapat diberikan. 2. Meringankan penderitaan korban serta mencegah terjadinya cedera yang lebih parah 3. Darah yang keluar dari pembuluh besar dapat mengakibatkan kematian dalam waktu tiga sampai lima menit. tekanlah tempat tempat pendarahan kuat-kuat. Pokok-pokok tindakan PPPK Kecelakaan biasanya datang ketika kita tidak siap menghadapinya. 3. kemudian ikatlah sapu tangan atau kain tadi dengan apa saja agar kain tadi tetap melekat. Apabila ada tanda-tanda shock terlentangkan korban dengan letak kepala lebih rendah dari . Dengan menggunakan sapu tangan atau kain yang bersih. Tindakan yang diambil dalam PPPK tidak dimaksudkan untuk memberikan pertolongan sampai selesai. Pertolongan pertama pada kecelakaan (PPPK) PPPK dimaksudkan untuk memberikan perawatan darurat bagi korban sebelum pertolongan yang lebih lanjut diberikan oleh dokter. Kekagetan yang ditimbulkan oleh peristiwa mendadak itu dan rasa takut melihat akibatnya membuat orang cepat panik. Perhatikan pernafasan korban. Jika terhenti segera kerjakanlah pernafasan buatan dari mulut ke mulut.

Luka bakar karena zat kimia dapat diakibatkan oleh asam. 5. lakukan pengompresan dengan handuk basah. letakan kepalanya lebih rendah dari bagian tubuh lain dan miringkan kepalanya atau telungkupkan. Jika tidak memungkinkan untuk direndam. Luka Bakar Pertolongan pertama pada luka bakar ditujukan pada: 1.bagian tubuh lainnya. Apabila korban muntah-muntah dan dalam keadaan setengah sadar. Apabila korban menderita sesak nafas . Kecepatan mengguyur dan membasuh luka bakar akibat . Luka bakar akibat basa keras lebih merusak dari pada akibat asam keras. letakanlah dalam sikap setengah duduk. Luka bakar dapat terjadi karena panas dan zat kimia. Pemberian cairan atau minuman sebanyak mungkin. Bawa ke dokter secepatnya. Jangan memindahkan korban terburu-buru. kecuali apabila tempat kecelakaan tidak memungkinkan untuk memberikan pertolongan pertama. 3. Hentikan pendarahan sebelum korban diusung. Korban tidak boleh dipindahkan dari tempatnya sebelum dapat dipastikan jenis serta keparahan cedera yang dialaminya. Pengurangan rasa panas dan rasa sakit dan terjadinya pelepuhan 2. Jika korban diusung usahakan korban tetap terlindung dan jika diusung oleh dua orang letakanlah kepala korban di dekat pengusung yang di belakang. Bagian yang melepuh jangan dikelupas dan tutup bagian yang terbakar dengan lembaran sofratulle atau kain kasa steril. Pencegahan dan pengurangan terjadinya shock. 3. 2. Bagian yang terbakar secepatnya direndam dalam air es sampai rasa sakit hilang. Kedua jenis luka bakar tersebut harus ditangani secara berbeda. Tindakan pertolongan luka bakar karena panas adalah: 1. basa atau bahan kimia lainnya.

luka iris. Luka karena benda tajam dan benda tumpul Ada beberapa jenis luka yang dapat terjadi pada jaringan kulit. Bersihkan luka dengan air dan kemudian dengan antiseptik. 4. seperti paku berkarat harus diberitahukan kepada dokter. Lakukan penekanan daerah . Jika darah banyak keluar. Akibat basa: sama dengan akibat asam. segeralah pergi ke rumah sakit. setelah itu rendam lagi dalam larutan tembaga sulfat 3% dan tutup dengan kasa steril. Akibat Fosfor: cuci dengan air kemudian rendam dan bersihkan fosfor yang melekat ketika proses perendaman. maka untuk menghentikan aktivitaS kuman tetanus siramlah luka dengan larutan Hidrogen Peroksida 3%. Jika luka tidak dalam. Tutup luka dengan kain kasa steril atau plester. 4. 3. Akibat asam: cuci dengan air. keringkan dan tutup dengan kasa steril. Tindakan pertolongannya adalah sebagai berikut: Bila lukanya kecil dan darah tidak banyak keluar : 1. Untuk luka bakar yang kecil lakukan hal berikut: 1.zat kimia sangat menentukan dalam usaha membatasi akibat-akibatnya. 5. Bila luka tersebut disebabkan oleh benda-benda kotor. Akibat Na dan K: ambil Na atau K yang melekat pada kulit dengan pinset. dan cuci lagi dengan air. yaitu: luka lecet. Bila perlu dijahit. 3. tetapi menggunakan larutan Asam Asetat 1%. luka robek dan luka tusuk. 5. kemudian rendam dalam air selama 20 menit. 2. hentikan dahulu pendarahan sebelum pertolongan selanjutnya diberikan. Lepaskan pakaian penderita dan guyurlah bagian yang terbakar dengan air selama paling sebentar 15 menit. 2. kemudian dengan larutan Natrium Bikarbonat 1%. Akibat bromin: cuci dengan air kemudian dengan Ammonia encer (1 bagian Ammonia dalam 15 bagian air).

Untuk pertolongannya bawa ke dokter. penderita tidak boleh menggerakkan kepala dan matanya. Cegahlah terjadinya pendarahan dan shock. jangan mencoba untuk menolongnya sendiri dan lebih baik ditangani dokter. 7. Lindungi mata yang cedera tersebut dengan menggunakan kain kasa yang digantungkan di depan mata. Bila disertai pendarahan. Jika luka terjadi pada anggota tubuh penekanan dilakukan pada titik-titik penekanan yaitu lengan bagian atas atau paha bagian bawah. penderita diusung ke rumah sakit dengan mata dibalut kasa steril. Pada kasus patah tulang. Jika penderita mau dipindahkan gunakan bidai sebagai penyangga bagian tulang yang patah. .luka dengan kasa. 1. Luka di mata Kelilipan benda tajam atau tusukan benda tajam dapat melukai mata. Cedera pada mata Cedera pada mata memerlukan perhatian khusus karena bahaya kebutaan. 2. jangan pindahkan pasen kecuali jika tidak memungkinkan seperti pada kebakaran atau kebocoran gas. Kirim ke rumah sakit dengan bantal dikiri kanan kepalanya. Kelilipan (benda kecil masuk mata) Kelilipan yang ringan dapat dibersihkan dengan jalan mencuci mata dengan boorwater atau air. Ikatan pada daerah luka jangan terlalu kuat. mata diobati dengan salep atau tetes mata yang mengandung antibiotika. Apabila cedera nampak berat. Bila benda yang melukai mata masih menempel. Jika luka akibat pecahan termometer segeralah pergi ke dokter. 6. bila perlu dibersihkan dengan kapas yang dibasahi dengan air. Setelah dibersihkan.

penderita merasa mual. Tersiram asam keras : Guyur segera dengan larutan soda 5% atau dengan air biasa. nafasnya dangkal dan tidak teratur. . 4. dahi dan telapak tangan berkeringat. Jika tidak cepat ditanggulangi akan berakibat fatal. Selama di perjalanan mata harus dijaga agar tetap basah dengan menggunakan obat tetes mata atau air.3. dingin dan lembab. dan harus mengenai bagian yang terlindung oleh kelopak mata. Guyuran dilakukan selama 15-30 menit terus menerus dan harus mengenai bagian-bagian yang berada di balik kelopak mata. Shock adalah suatu keadaaanyang timbul akibat sistem peredaran darah tubuh terganggu sehingga tidak dapat memenuhi keperluan. Alat-alat vital tubuh akan mengalami kehilangan cairan dan zat-zat yang diperlukannya. Luka kelopak mata Tutup luka tersebut dengan kasa steril yang selalu dibasahi air dan bawa ke dokter. a. Gejala-gejalanya adalah : kesadaran penderita menurun. Selama diguyur penderita disuruh menggerak-gerakan bola matanya. atau air biasa. Shock Shock merupakan kejadian yang sering menyertai luka. kulit penderita pucat. Tersiram basa keras Seluruh muka dan mata korban diguyur dengan larutan cuka encer (1 bagian cuka dapur + 1 bagian air). Guyuran dilakukan selama 30-45 menit terus menerus. akibatnya fungsi alat-alat tersebut terganggu. nadi berdenyut cepat (lebih dari 140 kali per menit) kemudian melemah dan menghilang.. mata (pupil) melebar tidak bercahaya. Tersiram bahan kimia Asam keras akan segera membakar selaput lendir mata. Mata kemasukan kapur tohor harus diperlakukan sebagai terkena basa keras. tetapi basa keras akan mengakibatkan kerusakan yang lebih dalam. b.

Berikan teh atau kopi panas jika penderita sadar. Sebaiknya penderita ditempatkan di udara terbuka tetapi jaga tubuhnya agar tetap hangat (diselimuti). Penderita berkeringat pada kepala dan bibir bagian atas. dengan penolong melindungi diri terlebih dahulu. Meskipun pernafasan terhenti denyut nadi biasanya masih terasa. Arus dengan tegangan diantara keduanya dapat mengakibatkan kedua akibat tadi. Lakukan pemulihan denyut jantung sambil dijaga agar tubuh penderita tetap hangat. rawatlah lukanya. Hentikan pendarahan bila ada. Shock karena arus listrik dengan voltase dibawah 220 volt mengacaukan denyut jantung sedangkan voltase diatas 1000 volt menghentikan pernafasan. seperti collogne) jika penderita tidak sadar. Pingsan akibat arus listrik dapat berlangsung lama. Lepaskan atau longgarkan .Pertolongannya : Baringkan penderita dengan posisi kepala lebih rendah dari bagian tubuh lainnya kecuali jika penderita mengalami gegar otak. Jika penderita muntah. Jangan memberikan stimulan jika terjadi pendarahan. Jika terdapat luka bakar. bersihkan mulut dan hidung dari lendir yang menyumbat. Pingsan Pingsan merupakan akibat umum dari luka atau karena berbagai sebab. Dalam pengertian sehari-hari pingsan berarti tidak sadarkan diri. Berikan stimulan dengan inhalasi (obat hisap hidung. Pertolongannya: Matikan sumber arus dan segera lepaskan penderita dari kabel yang mengenainya. Tarik lidah penderita keluar. Kemudian lakukan pernafasan buatan sampai pernafasannya kembali normal. miringkan kepalanya. Pertolongannya: Baringkan penderita di tempat teduh dan datar atau kepala sedikit lebih rendah dari bagian tubuh lainnya.

sementara berikan norit. 1. Bila penderita muntah. saluran pernafasan dan melalui kulit. 2. miringkan kepalanya agar tidak tersedak. Pertolongan yang keliru atau secara berlebihan justru mendatangkan bahaya. Racun dapat masuk ke dalam tubuh melalui mulut. Hembuskan uap ammoniak di depan hidungnya dan jaga agar tetap hangat.semua pakaian yang menekan leher dan segera bungkukan kepalanya di antara kedua lututnya sampai mukanya menjadi merah. berikan dengan segera atau lakukan pernafasan buatan. Jangan memberikan pernafasan buatan dengan cara mulut ke mulut. Cari jenis racun yang telah menyebabkan keracunan tersebut. lendir atau muntahan. Racun yang terisap melalui pernafasan. Bila memungkinkan. Apabila racun tidak dapat dikenali. Pertolongan selanjutnya tergantung kepada jenis racunnya. Keracunan Sebagian besar kasus keracunan di laboratorium terjadi karena salah penanganan dan tidak mengikuti petunjuk keselamatan laboratorium. Tindakan-tindakan pokok yang penting ialah: 1. Bersihkan saluran nafas penderita dari kotoran. . Bila ada tabung oksigen. Jauhkan penderita dari tempat kecelakaan dan bawa ke tempat yang udaranya lebih segar. kenali bahan beracunnya. putih telur. atau air sebanyak-banyaknya untuk mengurangi akibat yang ditimbulkan. 3. Jaga agar suhu tubuh penderita tetap hangat. 4. Kompres kepalanya dengan air dingin. susu. Pertolongan terhadap keracunan yang ditimbulkan oleh zat apa saja haruslah dilakukan dengan sebaik-baiknya. Bila pernafasan penderita berhenti lakukan pernafasan buatan cara Nielsen (The Back Pressure Arm Lift Method). Bila diperlukan berikan dengan cara lain. misalnya dari botol bekas zat beracun atau sisa yang masih ada.

air susu. Bila penderita tidak muntah rangsanglah agar muntah dengan cara menekan tenggorokannya dengan jari. Formula antidotum ini harus disimpan dalam keadaan kering. Jika keracunan disebabkan oleh asam kuat atau basa kuat. boleh setelah lewat tiga jam tetapi sebelumnya penderita telah diberi minum susu dalam jumlah yang banyak. kemudian panggil dokter dengan segera. Racun yang masuk melalui kulit. Kemudian panggil dokter. berikan putih telur.2. 3. atau jika korban dalam keadaan kejang. Jangan menggunakan antidotum (antiracun) seperti alkali untuk keracunan asam atau sebaliknya. atau minyak mineral. Teruskan perangsangan ini sampai muntahnya jernih. jangan menggunakan pelarut seperti alkohol atau fenol. Lepaskan semua pakaian yang terkontaminasi. kemudian bawa ke dokter. Jangan lupa penolong mencuci tangan dengan sabun setelah melakukan pertolongan. beri minum susu atau air dengan segera sebanyak mungkin. Adapun formula antidotum terdiri dari: 2 bagian arang aktif 1 bagian Magnesium Oksida 1 bagian Asam Tannat Kemudian cegah jangan sampai terjadi shock dan jaga agar tubuh penderita agar tetap hangat. paling sedikit dua sampai empat gelas. Jika terjadi kekejangan berikan pertolongan seperti pertolongan untuk shock. Pembilasan lambung tidak boleh . Jaga agar tubuh penderita tetap hangat dan baringkan. Lakukan pembilasan lambung apabila racun yang termakan belum melebihi tiga jam. basa kuat dan hidrokarbon. Untuk pertolongan pertama pada keracunan yang tertelan dapat diberikan antidotum universal sebanyak satu sendok teh dalam setengah gelas air hangat. Racun yang tertelan Jika penderita sadar. kemudian guyur bagian tubuh penderita yang terkena racun dengan air. Jangan merangsang terjadinya muntah pada keracunan asam kuat.

. Cara pembilasan lambung adalah: diberi minum air garam (satu sendok makan garam dapur dalam satu liter air) atau satu sendok makan bubuk norit dalam satu liter air kemudian muntahkan.dikerjakan pada keracunan akibat bahan korosif (asam dan basa keras) atau keracunan senyawa hidrokarbon.

Morholt. (1966). Marjorie. (1973). Brandwein. Laboratory Management and Techniques for Schools and College.DAFTAR PUSTAKA Barker. Penang: Recsam Anthonian. PMI Daerah Jawa Barat. Buku Pedoman PPPK. Dennis. (Ed). Jakarta: Gramedia. M. New York: Harcourt Brace & World Inc. (1978). New York: Cold Spring Harbor Laboratory Press Behringer. Pertolongan Pertama. (1987). (1983). Kathy. Kartono Mohamad. A aboratory Navigator. Techniques and Materials in Biology. New York: McGraw-Hill Inc. J. (1998). A Sourcebook for the Biological Sciences. McGrath. .. P. At the Bench.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.