Administrasi Keuangan Sekolah

2 More Sharing ServicesShare BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Setiap kegiatan perlu diatur agar kegiatan berjalan tertib, lancar, efektif dan efisien. Kegiatan di sekolah yang sangat kompleks membutuhkan pengaturan yang baik. Keuangan di sekolah merupakan bagian yang amat penting karena setiap kegiatan butuh uang. Keuangan juga perlu diatur sebaik-baiknya. Untuk itu perlu manajemen keuangan yang baik. Sebagaimana yang terjadi di substansi manajemen pendidikan pada umumnya, kegiatan manajemen keuangan dilakukan melalui proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian, pengawasan atau pengendalian. Beberapa kegiatan manajemen keuangan yaitu memperoleh dan menetapkan sumber-sumber pendanaan, pemanfaatan dana (Lipham, 1985; Keith, 1991), pelaporan, pemeriksaan dan pertanggung jawaban. Di dalam manajemen keuangan sekolah terdapat rangkaian aktivitas terdiri dari perencanaan program sekolah, perkiraan anggaran, dan pendapatan yang diperlukan dalam pelaksanaan program, pengesahan dan penggunaan anggaran sekolah. Manajemen keuangan dapat diartikan sebagai tindakan pengurusan/ ketatausahaan keuangan yang meliputi pencatatan , perencanaan, pelaksanaan, pertanggungjawaban dan pelaporan. Sebagai suatu lembaga pendidikan perlu ditingkatkan dan disesuaikan denagan kebutuhan dan perkembangan

pembangunan disegala bidang baik segi sarana dan prasarana Pendidikan, fasilitas kerja maupun kesejahtraan yang layak bagi seluruh tenaga Pendidik. Untuk memenuhi sasaran tersebut sangat diperlukan biaya yang cukup dan administrasi yang tertib

B. Rumusan Masalah Rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut. 1. Apa itu administrasi keuangan sekolah 2. Bagaimana seharusnya pengelolaan administrasi keuangan di sekolah

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Administrasi Keuangan Sekolah Manajemen keuangan merupakan salah satu substansi manajamen sekolah yang akan turut menentukan berjalannya kegiatan pendidikan di sekolah. Sebagaimana yang terjadi di substansi manajemen pendidikan pada umumnya, kegiatan manajemen keuangan dilakukan melalui proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian, pengawasan atau pengendalian. Beberapa kegiatan manajemen keuangan yaitu memperoleh dan menetapkan sumber-sumber pendanaan, pemanfaatan dana, pelaporan, pemeriksaan dan pertanggungjawaban (Lipham, 1985; Keith, 1991). Menurut Depdiknas (2000) bahwa manajemen keuangan merupakan tindakan pengurusan/ketatausahaan keuangan yang meliputi pencatatan, perencanaan, pelaksanaan, pertanggungjawaban dan pelaporan Dengan demikian, manajemen keuangan sekolah dapat diartikan sebagai rangkaian aktivitas mengatur keuangan sekolah mulai dari perencanaan, pembukuan, pembelanjaan, pengawasan dan pertanggung-jawaban keuangan sekolah.[1] Pembiayaan pendidikan hendaknya dilakukan secara efisien. Makin efisien suatu sistem pendidikan, semakin kecil dana yang diperlukan untuk pencapaian tujuantujuan pendidikan. Untuk itu, bila sistem keuangan sekolah dikelola secara baik

akan meningkatkan efisiensi penyelenggaraan pendidikan. Artinya, dengan anggaran yang tersedia, dapat mencapai tujuan-tujuan pendidikan secara produktif, efektif, efisien, dan relevan antara kebutuhan di bidang pendidikan dengan pembangunan masyarakat. Untuk mencapai hal-hal seperti di atas maka diperlukan adanya proses merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, mengkoordinasikan, mengawasi, dan melaporkan kegiatan bidang keuangan agar tujuan sekolah dapat tercapai secara efektif dan efisien. Melalui kegiatan manajemen keuangan maka kebutuhan pendanaan kegiatan sekolah dapat direncanakan, diupayakan pengadaannya, dibukukan secara transparan, dan digunakan untuk membiayai pelaksanaan program sekolah secara efektif dan efisien. Untuk itu tujuan manajemen keuangan adalah:[2] 1. Meningkatkan efektivitas dan efisiensi penggunaan keuangan sekolah 2. Meningkatkan akuntabilitas dan transparansi keuangan sekolah. 3. Meminimalkan penyalahgunaan anggaran sekolah. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka dibutuhkan kreativitas kepala sekolah dalam menggali sumber-sumber dana, menempatkan bendaharawan yang menguasai dalam pembukuan dan pertanggung-jawaban keuangan serta memanfaatkannya secara benar sesuai peraturan perundangan yang berlaku. B. Pengelolaan Administrasi Keuangan Sekolah 1. Perencanaan administrasi keuangan sekolah Perencanaan atau planning sebagaimana dikatakan oleh Luther M.Gulick: “Planning that is working out broad outline the things that need to be done and the methods for doing them to acomplish the purpose set for enterprise” (Percy E.Burrup, 1962: 114). Perencanaan adalah aktivitas atau kegiatan menyusun garisgaris besar yang luas tentang hal-hal yang akan dikerjakan dan cara-cara mengerjakannya untuk mecapai tujuan tertentu. Perencanaan dapat diartikan

sebagai proses penyusunan berbagai keputusan yang akan dilaksanakan pada masa yang akan datang untk mencapai tujuan yang telah ditentukan.[3]

Beberapa hal yang perlu mendapat perhatian dalam menyusun rencana keuangan sekolah sebagai berikut.[4] 1) Perencanaan harus realistis Perencanaan harus mampu menilai bahwa alternatif yang dipilih sesuai dengan kemampuan sarana/fasilitas, daya/ tenaga, dana, maupu waktu. 2) Perlunya koordinasi dalam perencanaan Perencanaan harus mampu memperhatikan cakupan dan sarana/ volume kegiatan sekolah yang kompleks. 3) Perencanaan harus berdasarkan pengalaman, pengetahuan, dan intuisi. Pengalaman, pengetahuan, dan intuisi, mampu menganalisa berbagai

kemungkinan yang terbaik dalam menyususn perencanaan. 4) Perencanaan harus fleksible (luwes). Perencanaan mampu menyesuaikan dengan segala kemungkinan yang tidak diperhatikan sebelumnya tanpa harus membuat revisi. 5) Perencanaan yang didasrkan penelitian Perencanaan yang berkualitas perlu didukung suatu data yang lengkap dan akurat melalui suatu penelitian. 6) Perencanaan akan menghindari under dan over planning. Perencanaan yang baik akan menentukan mutu kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan. 2. Prinsip-prinsip pengelolaan administrasi keuangan sekolah

Transparansi Transparan berarti adanya keterbukaan. Perolehan informasi ini menambah kepercayaan orang tua siswa terhadap sekolah. dan efisiensi.Manajemen keuangan sekolah perlu memperhatikan sejumlah prinsip. Disamping itu transparansi dapat menciptakan kepercayaan timbal balik antara pemerintah. akuntabilitas. Disamping itu prinsip efektivitas juga perlu mendapat penekanan. yaitu transparansi. efisiensi. transparansi. rincian penggunaan. Orang tua siswa bisa mengetahui berapa jumlah uang yang diterima sekolah dari orang tua siswa dan digunakan untuk apa saja uang itu. Transparansi keuangan sangat diperlukan dalam rangka meningkatkan dukungan orang tua. masyarakat dan pemerintah dalam penyelenggaraan seluruh program pendidikan di sekolah. efektivitas. dan akuntabilitas publik. Beberapa informasi keuangan yang bebas diketahui oleh semua warga sekolah dan orang tua siswa misalnya rencana anggaran pendapatan dan belanja sekolah (RAPBS) bisa ditempel di papan pengumuman di ruang guru atau di depan ruang tata usaha sehingga bagi siapa saja yang membutuhkan informasi itu dapat dengan mudah mendapatkannya. masyarakat. 1. yaitu keterbukaan sumber keuangan dan jumlahnya. Undangundang No 20 Tahun 2003 pasal 48 menyatakan bahwa pengelolaan dana pendidikan berdasarkan pada prinsip keadilan. Transparan di bidang manajemen berarti adanya keterbukaan dalam mengelola suatu kegiatan. Berikut ini dibahas masing-masing prinsip tersebut. dan pertanggungjawabannya harus jelas sehingga bisa memudahkan pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengetahuinya. Akuntabilitas . Di lembaga pendidikan. bidang manajemen keuangan yang transparan berarti adanya keterbukaan dalam manajemen keuangan lembaga pendidikan.[5] 2. orang tua siswa dan warga sekolah melalui penyediaan informasi dan menjamin kemudahan di dalam memperoleh informasi yang akurat dan memadai.

Efisiensi Efisiensi berkaitan dengan kuantitas hasil suatu kegiatan. yaitu (1) adanya transparansi para penyelenggara sekolah dengan menerima masukan dan mengikutsertakan berbagai komponen dalam mengelola sekolah . Efficiency ”characterized by quantitative outputs” (Garner. masyarakat dan pemerintah. 4. fungsi dan wewenangnya. Efektivitas lebih menekankan pada kualitatif outcomes. Ada tiga pilar utama yang menjadi prasyarat terbangunnya akuntabilitas. Effectiveness ”characterized by qualitative outcomes”. Garner(2004) mendefinisikan efektivitas lebih dalam lagi. Efektivitas Efektif seringkali diartikan sebagai pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Efisiensi adalah perbandingan yang terbaik antara masukan (input) dan keluaran (out put) atau .2004). (3) adanya partisipasi untuk saling menciptakan suasana kondusif dalam menciptakan pelayanan masyarakat dengan prosedur yang mudah. Berdasarkan perencanaan yang telah ditetapkan dan peraturan yang berlaku maka pihak sekolah membelanjakan uang secara bertanggung jawab. (2) adanya standar kinerja di setiap institusi yang dapat diukur dalam melaksanakan tugas. Manajemen keuangan dikatakan memenuhi prinsip efektivitas kalau kegiatan yang dilakukan dapat mengatur keuangan untuk membiayai aktivitas dalam rangka mencapai tujuan lembaga yang bersangkutan dan kualitatif outcomes-nya sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. biaya yang murah dan pelayanan yang cepat 3. Pertanggungjawaban dapat dilakukan kepada orang tua.Akuntabilitas adalah kondisi seseorang yang dinilai oleh orang lain karena kualitas performansinya dalam menyelesaikan tugas untuk mencapai tujuan yang menjadi tanggung jawabnya. karena sebenarnya efektivitas tidak berhenti sampai tujuan tercapai tetapi sampai pada kualitatif hasil yang dikaitkan dengan pencapaian visi lembaga. Akuntabilitas di dalam manajemen keuangan berarti penggunaan uang sekolah dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan.

Daya yang dimaksud meliputi tenaga. biaya. 3. serta hubungan kerja satu dengan lainnya agar tidak terjadi benturan dan kesimpangsiuran satu dengan lainnya. Dilihat dari segi penggunaan waktu. tenaga dan biaya: Kegiatan dapat dikatakan efisien kalau penggunaan waktu. tenaga dan biaya yang sekecil-kecilnya dapat mencapai hasil yang ditetapkan. Buku Pajak Regristasi SPM. Pelaksanaan Staf yang dipilih untuk untuk membantu pengelolaan keuangan sekolah dituntut untuk memahami tugasnya sebagai berikut:[7] 1) paham pembukuan. tenaga dan biaya tertentu memberikan hasil sebanyak-banyaknya baik kuantitas maupun kualitasnya. Perbandingan tersebut dapat dilihat dari dua hal:[6] a. 4. dan menetapkan kedudukan. dan lain-lain. Buku Bank.antara daya dan hasil. Organisasi dan Koordinasi Kepala sekolah dituntut untuk dapat mengorganisasikan dengan menetapkan orang-orang yang akan melaksanakan tugas pekerjaan. membagi tugas. pikiran. Dilihat dari segi hasil Kegiatan dapat dikatakan efisien kalau dengan penggunaan waktu. . Orang-orang yang diperlukan untuk mengelola kegiatan dana di sekolah antara lain: 1) Bendahara 2) Pemegang buku kas umum 3) Pemegang Buku Pembantu Mata Anggaran. 4) Pembuat Laporan dan Pembuat Arsip Pertanggungjawaban Keuangan. waktu. b.

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB BENDAHARAWAN. Setiap transaksi keuangan yang berakibat Penerimaan maupun Pengeluaran/pembayaran Uang wajib dicatat oleh bendaharawan dalam buku yang sudah ditentukan[8]. 24 tahun 1995 tentang pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional serta Menteri Keuangan. menyimpan. Penerimaan yang bersumber dari Pemerintah dipertanggungjawabkan kepada Pemerintah sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku. 5. membayar. BENDAHARAWAN Adalah mereka yang ditugaskan untuk menerima. memcatat. Penerimaan dan Pengeluaran Keuangan Sekolah harus dipertanggung jawabkan menurut sumbernya. mengolah. 3) layak dan mempunyai dedikasi tinggi terhadap pimpinan dan tugas. . menggunakan . Sedangkan penerimaan yang bersumber dari bantuan Masyarakat dipertanggungjawabkan kepada BP. Tata Usaha Bendaharawan TATA USAHA : Segenap rangkaian aktivitas yang menghimpun. mengeluarkan/menyerahkan Uang daerah.2) memahami peraturan yang berlaku dalam penyelenggaraan administrasi keuangan. mengirim dan menyimpan keterangan-keterangan yang perlu dalam setiap organisasi. surat-surat berharga dan barang milik Daerah dan bertanggung jawab kepada Kepala Daerah. Ketatausahaan keuangan sekolah diselenggarakan dengan berpedoman pada keputusan Presiden No. 5) kurang tanggapnya bagian keuangan akan dapat mempengaruhi kelancaran pencapaian tujuan.3 dan dilaporkan kepada Pemerintah. 4) memahami bahwa bekerja di bidang keuangan adalah pelayanan.

merancang sistem informasi.1. Kepala sekolah dituntut untuk memahami secara garis besar pekerjaan yang dilakukan oleh pelaksana administrasi keuangan. Hal ini perlu dilakukan sebagai usaha sistematik untuk menetapakan standar pelaksaan dengan tujuan perencanaan. 4. serta mengambil koreksi yang diperlukan untuk menjamin bahwa semua sumber daya sekolah dipergunakan dengan cara yang oaling efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan sekolah. Bendahara bertanggung jawab kepada kepala Daerah mengenai barang / uang yang diurusnya dari kerugian. Mengerjakan buku kas / buku barang dan buku-buku lainnya sesuai dengan ketentuan. Untuk itu. menyimpan dan memelihara serta menyerahkan Uang/barang milik Daerah. Dengan pengawasan (controlling) diharapkan penyimpangan yang mungkin terjadi dapat ditekan sehingga kerugian dapat dihindari. 7. Membuat laporan baik secara priodik maupun triwulan. Rencana Anggaran dan Sumber Dana Sekolah Anggaran belanja adalah suatu pernyataan yang terurai tentang sumber-sumber keuangan yang perlu untuk melaksanakan berbagai program sekolah selama periode satu tahun fiskal. Menyusun dokumen / bukti-bukti secara tertib dan teratur 5. Pengawasan Pengawasan merupakan salah satu fungsi manajemen yang diharapkan mampu mencegah timbulnya penyimpangan atau kesalahan dalam pelaksanaan. hilang. 2. umpan balik. dan paham peraturan-peraturan pemerintah yang mengatur tentang penggunaan dan pertanggungjawaban serta pengadministrasian uang negara. Membuat perhitungan / pertanggung jawaban kepada Kepala Daerah 7. 6. Menerima. 6. menentukan dan mengatur penyimpangan-penyimpangan. Proses pembuatan anggaran pendidikan melibatkan . 3. baik uang maupun barang milik Daerah secara tertib dan teratur. rusak akibat kelalaian. Menyelenggarakan tata usaha. membandingkan kegiatan nyata denagn standar yang telah ditetapkan sebelumnya.

Dana Penunjang Pendidikan (DPP) b) Dari orang tua siswa. Sumber Dana Sumber dana untuk penyelenggaraan kegiatan pendidikan di sekolah. yaitu kegiatan-kegiatan dengan menggunakan alat atau tanpa alat yang berkaitan dengan proses belajar mengajar baik dalam maupu di luar kelas. b) Kegiatan Perawatan.penentuan pengeluaran maupun pendapatan yang bertalian dengan keseluruhan operasi sekolah. dsb. a) Jenis Kegiatan Kegiatan operasi. adalah dana yang dikumpulkan dari pengurus BP3/ komite sekolah dari orang tua siswa.[9] a. alumni. pembangunan dan perawatan (OPF) .Anggaran Rutin (DIK) . tokoh masyarakat. b. yaitu: a) Dari pemerintah berupa: . Atas dasar hasil kerja team tersebut baru dibahas dalam forum rapat dewan guru dan nara sumber lain yang dianggap perlu. langkah-langkah yang dilakukan : a) Menginventarisir kegiatan sekolah pada tahun ajaran mendatang . c. dan pelaksanaan operasional di sekolah membentuk team work yang terdiri dari para wakil kepala sekolah dibantu para wakil kepala sekolah dibantu beberapa guru senior. c) Dari masyarakat. yaitu kegiatan perawatan yang dilakukan untuk memelihara dan memperbaiki sarana dan prasarana yang ada di sekolah agar sarana prasaran tersebut dapat berfungsi dalam menunjang kelancaran proses belajar mengajar. 3) Penyususnan Rencana Operasional (RENOP) Dalam penyususnan RENOP sebaiknya menempuh kebijakan berimbang. sehingga akan bertanggung jawab terhadap keberhasilan rencana tersebut. lembaga sosial donatur. Untuk memformat program kerja tersebut. misalnya: sumbangan perusahaan industri.Anggaran Operasional.

pegawai. manajemen keuangan merupakan tindakan pengurusan/ketatausahaan keuangan yang meliputi pencatatan.b) Menyusun list kegiatan menurut sekolah prioritas c) Menentukan sasaran atau volume d) Menentukan unit cost dengan membandingkan unit cost atau penjajakan ke jalan e) Menghimpun data pendukung : • Data sekolah ( murid. ruang laboratorium. manajemen keuangan sekolah dapat diartikan sebagai rangkaian aktivitas mengatur keuangan sekolah mulai dari perencanaan. guru. diupayakan pengadaannya. dibukukan secara . praktik laboratorium) • Data fisik ( gedung. perencanaan. dan lain-lain) f) Membuat kertas kerja dan laporan g) Menentukan sumber dana dan pembenaan anggaran h) Menuangkan dalam format baku untuk usulan RENOP i) Proses usulan atau pengiriman BAB III PENUTUP A. pelaksanaan. jam mengajar. pertanggungjawaban dan pelaporan Dengan demikian. pesuruh. pembukuan. pembelanjaan. Kesimpulan Manajemen keuangan merupakan salah satu substansi manajamen sekolah yang akan turut menentukan berjalannya kegiatan pendidikan di sekolah. pengawasan dan pertanggung-jawaban keuangan sekolah. ruang kepsek. Melalui kegiatan manajemen keuangan maka kebutuhan pendanaan kegiatan sekolah dapat direncanakan. WC. ruang guru.

Jakarta: Dirjen Dikdasmen. P. Jakarta: Manullang. Jusuf. 1992. Jakarta: CV Tamita Utama di . Dasar-dasar Manajemen. dapat berjalan dengan transparan. Administrasi Keuangan Sekolah. serta dapat dipertanggungjawabkan. Cicih. M. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.Indonesia Malang Undang-undang No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Materi Pelatihan Terpadu untuk Kepala Sekolah.M. A. Pengelolaan administrasi keuangan juga perlu menerapkan prinsip-prinsip agar dalam pelaksanaannya dapat berjalan sesuai dengan perencanaan. dan digunakan untuk membiayai pelaksanaan program sekolah secara efektif dan efisien. Hand Out Mata Kuliah Administrasi pendidikan Sutarsih. M. 1996/1997. 1990. dan Sahertian. Tanpa tahun. Bahan Pelatihan Manajemen Pendidikan bagi Kepala SMU se. Manajemen Keuangan. 2002. Nur Munajat. Jakarta: Ghalia Indonesia Widjanarko. meningkatkan akuntabilitas dan transparansi keuangan sekolah dan untuk meminimalkan penyalahgunaan anggaran sekolah. efektif dan efisien. DAFTAR PUSTAKA Departemen Pendidikan Nasional. Pengelolaan administrasi keuangan sekolah perlu diawali dengan perencanaan yang sebaik-baiknya karena perencanaan akan menjadi peta atau pedoman jalannya pengelolaan administrasi keuangan sekolah.A. dan Udaya. Kadarman. Untuk itu tujuan manajemen keuangan adalah untuk Meningkatkan efektivitas dan efisiensi penggunaan keuangan sekolah. Pengantar Ilmu Manajemen: Buku Panduan Mahasiswa. Direktorat Pendidikan Lanjutan Tingkat Pertama. Manajemen Keuangan Sekolah.transparan.

Pengertian Manajemen Hubungan sekolah dan masyarakat .wordpress.blogspot.com/2007/07/administrasi-keuangan-sekolah.html http://davidsigalingging.com/2010/01/18/konsep-dasar-manajemenkeuangan-sekolah/ http://id.wordpress.shvoong.com http://abahtika.html http://akhmadsudrajat.com/business-management/management/2025056-administrasikeuangan-sekolah-pengertian-manajemen/#ixzz1rcNJOwJJ Manajemen Hubungan sekolah dan masyarakat (Profesi pendidikan) Diposkan oleh itarosfita di 17:10 A.net/2010/07/administrasi-keuangan.sekolahdasar.Keppres No. 24 Tahun 1995 Tentang pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional serta Menteri Keuangan http://www.

agar pendidikan dan pengajaran tidak lagi subject matter centered. perlu mengetahui benar-benar masyarakat lingkungan hidup anak-anak sangat penting bagi program pendidikan. Konsep pendidikan yang demikian mengandung implikasi yang berhubungan dengan masyarakat. Menurut Elsbree seperti yang dikutip Tim jurusan Administrasi Pendidikan (2003:52) mengemukakan tujuan-tujuan husemas yaitu sebagai berikut. B. Tujuan Hubungan Sekolah dengan Masyarakat (Husemas) Tujuan husemas dimaksudkan untuk menciptakan hubungan seklah secara harmonis. terutama guru-guru disekolah. terutama guru . Untuk meningkatkan kualitas belajar dan pertumbuhan anak Makin maju konsep-konsep pendidikan menunjukkan kepada para pendidik. seperti : a. Hubungan sekolah dan masyarakat didefinisikan sebagai proses komunikasi antara sekolah masyarakat untuk berusaha menanamkan pengertian warga masyarakat tentang kebutuhan dan karya pendidikan serta pendorong minat dan tanggung jawab masyarakat dalam usaha memajukan sekolah. yaitu : 1. hubungan sekolah dan masyarakat diterjemahkan dari perkataan bahasa inggris “Public School Relation” yang berarti hubungan sekolah dan masyarakat adlah sebagai hubungan timbale balik antara organisasi (sekolah) dengan masyarakat/lingkungan yang terkait. . tidak lagi berpusat pada buku tetapi berorientasi pada kebutuhan kehidupan dimasyarakat. tetapi hendaknya community life centered. Personel sekolah. meningkatkan kemajuan pendidikan disekolah dan memberi manfaat masyarakat akan kemajuan sekolah.Secara etimologis.

d. Didalam masyarakat yang demokratis.b. seyogyanya dapat menjadikan dirinya sebagai pelopor dan pusat perkembangan bagi perubahan masyarakat disemua bidang kehidupan masyarakat 3. c. baik financial. b. Mengembangkan pengertian masyarakat tentang semua aspek pelaksanaan program pendidikan disekolah. Dapat menetapkan bagaimana harapan masyarakat terhadap sekolah dan apa harapan-harapannya mengenai tujuan pendidikan di sekolah. 2. Kepala sekolah dan guru hendaknya selalu berusaha untuk bekerjasama dan memanfaatkan sumber-sumber di masyarakat yang diperlukan untuk memperkaya program sekolah. yang dapat C. Menimbulkan rasa tanggungjawab yang lebih besar pada masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang dapat diberikan oleh sekolah. c. Guru-guru hendaknya selalu mengikuti perkembangan masyarakat dan selalu siap memahami dan mengkaji sumber-sumber masyarakat dimasukan kedalam rencana pengembangan pendidikan. material maupun moril. Untuk mengembangkan antusiasme/semangat saling bantu antara sekolah dengan masyarakat demi kemajuan keduabelah pihak. Fungsi Hubungan Sekolah dengan Masyarakat (Husemas) Fungsi Husemas menurut Mamusung (1994:11). Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya pendidikan dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. . yaitu: a. Memperoleh bantuan secukupnya dari masyarakat untuk sekolahnya. d. Sekolah hendaknya dapat bekerjasama dengan instansi-instansi lain dimasyarakat yang mempunyai tugas dan kepentingan yang sama terhadap pendidikan.

Mengikut sertakan masyarakat secara kooperatif dalam usaha-usaha memecahkan persoalan pendidikan. D. serta pengawasan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. Komite sekolah dibentuk di setiap satuan pendidikan. Merealisasikan perubahan-perubahan yang diperlukan dan memperoleh fasilitas dalam merealisasikan perubahan-perubahan itu.e. demografis. nilai kesepakatan. serta kepercayaan yang dibangun sesuai dengan potensi masyarakat setempat. Dibentuknyha komite sekolah adalah agar ada suatu organisasi masyarakat sekolah yang mempunyai komitmen dan loyalitas serta peduli terhadap peningkatan kualitas sekolah. Menteri Pendidikan Nasional menerbitkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. ekologis. Meningkatkan semangat kerja sama antara sekolah dengan masyarakat . sarana dan prasarana. . dapat diambil kesimpulan bahwa hubungan masyarakat menjalin hubungan yang harmonis antara sekolah dengan masyarakat sebagai stakeholder serta mengkomunikasikan segala bentuk kegiatan serta kebijakan yang ada dilembaga pendidikan kepada pihak internal serta pihak eksternal. dan meningkatkan partisipasi kepemimpinan untuk meningkatkan kehidupan dalam masyarakat. Selanjutnyam guna memudahkan masyarakat dalam membentuk Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah. bahwa komite sekolah dalam peningkatan mutu jelas dalam Undang-undang nomor sebagai lembaga mandiri. Komite sekolah yang dibentuk dapat dikembangkan secara khas dan berakar dari budaya. Komite Sekolah Komite sekolah merupakan organisasi masyarakat yang kedudukannya 20 Tahun 2003. 044//2002 tanggal 2 April 2002 tentang Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah. arahan dan dukungan tenaga. Dari paparan diatas. g. dibentuk dan berperan pelayanan dengan memberikan pertimbangan . f.

Peran komite sekolah adalah: a. Mewadahi dan menyalurkan aspirasi dan prakarsa masyarakat dalam melahirkan kebijakan operasional dan program pendidikan di satuan pendidikan b. Sebagai lembaga pemberi pertimbangan (advisory agency) dalam penentuan dan pelaksanaan kebijakan pendidikan disatuan pendidikan. Sebagai lembaga pengontrol (controlling agency) dalam rangka transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan dan keluaran pendidikan di satuan pendidikan. Oleh karena itu. Meningkatkan tanggung jawab dan peran serta masyarakat dalam menyelenggarakan pendidikan disatuan pendidikan. Sebagai lembaga pendukung (supporting agency). Menciptakan suasana dan kondisi transparan. akuntabel dan demokratis dalam penyelenggaraan dan pelayanan pendidikan yang bermutu di satuan pendidikan Keberadaan komite sekolah harus bertumpu pada landasan partisipasi masyarakat dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan hasil pendidikan di satuan pendidikan/sekolah. maupun tenaga dalam penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan c. d. . baik yang berwujud financial. b. pemikiran. Pendorong tumbuhnya perhatian dan komitmen masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan yang bermutu.Dibentuknya komite sekolah sebagai suatu organisasi masyarakat sekolah bertujuan untuk berikut ini : a. c. Sebagai lembaga mediator anatar pemerintah (eksekutif) dengan masyarakat disatuan pendidikan Komite sekolah memiliki fungsi sebagai berikut : a. pembentukan komite sekolah harus mempehatikan pembagian peran sesuai posisi dan otonomi yang ada.

Menampung dan menganalisis aspirasi. tuntutan. dan berbagai kebutuhan pendidikan yang diajukan oleh masyarakat. Melakukan kerja sama dengan masyarakat (perorangan/organisasi/dunia usaha dan dunia industry (DUDI) dan pemerintah berkenan dengan penyelenggaraan pendidikan bermutu. b) Majalah sekolah. Majalah sekolah ini diushakan oleh orang tua dan guru-guru di sekolah yang diterbitksan setiap bulan sekali.  Melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap kebijakan. prestasi dan kelemahan anak didik pada orangtuanya. ide. pertimbangan. E. c.b. d. Memberikan masukan. Teknik Hubungan Sekolah dengan Masyarakat Fachrudi menjelaskan teknik hubungan sekolah dengan masyarakat yaitu : a) Laporan kepada orang tua. dan rekomendasi kepada satuan pendidikan mengenai hal-hal:       Kebijakan program pendidikan Rencana anggaran pendidikan dan belanja sekolah (RAPBS) Kriteria Kinerja satuan pendidikan Criteria tenaga pendidikan Criteria fasilitas pendidikan Mendorong orang tua dan masyarakat untuk berpartisipasi dalam pendidikan guna mendukung peningkatan mutu pendidikan dan pemerataan pendidikan  Menggalang dana masyarakat dalam rangka pembiayaan pendidikan disatuan pendidikan. Majalah ini dipimpin oleh. Dengan teknik ini orangtua akan memperoleh penilaian terhadap hasil pekerjaan anaknya. juga terhadap pekerjaan guru-guru di sekolah. penyelenggaraan program. orang tua dan murid-murid bahkan alumni . dan keluaran pendidikan disatuan pendidikan. Teknik ini maksudnya adalah pihak sekolah memberikan laporan pada orang tua murid tentang kemajuan-kemajuan.penyelenggaraan.

maka ini berarti bahwa sekolah dapat memberikan informasi yang lebih luas kepada orang tua atau masyarakat daerah sekitarnya. pengumuman-pengumuman dan sebgainya. o Pengunjung diajak kembali ke kelas atau auditorium untuk berdiskusi dan menilai open house. o Pengunjung diantar ke tempat-tempat yang telah disediakan akan hal-hal yang perlu dilihat. Isi majalah ini menjelaskan tentang kegiatan-kegiatan sekolah. ialah penyelenggaraan pameran sekolah. d) Pameran sekolah. misalnya sekali setahun pada penutupan tahun pengajaran. Suatu tehnik yang efektif untuk memberi informasi tentang hasil kegiatan dan keadaan sekolah pada masyarakat. orangtua dan murid-murid. juga untuk melihat kegiatan-kegiatan di laboratorium. Kepada orang tua itu diberi kesempatan untuk melihat anak-anak mereka yang belajar di dalam kelas.termasuk pula dewan redaksi. Kunjungan ke sekolah. Pameran sekolah akan menjadi lebih efektif lagi. c) Surat kabar sekolah. perlengkapan- . Ada tiga langkah dalam pelaksanaan “open house” ini: o Pengunjung dibawa ke dalam kelas atau auditorium sekolah untuk diberi penjelasan tentang open house itu. yang diadakan pada waktu-waktu tertentu. Sekolah mengadakan pameran dengan membuata atau mengatur hasil pekerjaan murid-murid itu di luar sekolah atau di sekolah. e) “Open house” “Open house” adalah tehnik untuk mempersilahkan masyarakat yang berminat untuk meninjau sekolah serta mengobservasi kegiatan-kegiatan dan hasil-hasil pekerjaan murid di sekolah. 6. kalau kegiatan-kegiatan itu disiarkan melalui siaran-siaran pers dan radio di tempat itu sehingga dapat menarik banyak orang dalam masyarakat. Ada bermacammacam cara untuk mengadakan pameran sekolah itu. karangan guru-guru. Kalau sekolah itu mampu dapat menerbitka surat kabar sekolah.oleh orang tua murid yang dilakukan pada pelajaran di berikan.

semua personil sekolah mempunyai pengertian yang jelas tentang kebijakan sekolah. ketidak hadiran murid. masalah kesehatan murid. Melalui penjelasan yang di berikan oleh personel sekolah. anggaran. misalnya tentang cara makan dan makanan sehat. Kepala sekolah hendaknya berusaha agar. 7. Selanjutnya aparat tersebut memberikan laporan pada masyarakat. . organisasi sekolah dan semua kegiatan pendidikan dan pengajaran serta usaha-usaha lainnya. Gambaran sekolah melalui murid-murid. maka gambaran itu diberikan melalui program siaran pemancar radio untuk menyiarkan sesuatu percakapan antara murid-murid atau antara murid dan guru. orang tua diajak berdiskusi dan mengadakan penilaian.perlengkapan. Kunjungan ke rumah murid. Informasi tentang keadaan sekolah dengan perantaraan murid-murid itu diberikan melalui perencanaan sesuatu kegiatan yang wajar. antara lain kalau sekolah itu terdapat di kota besar. Setelah selesai melihat-lihat. biaya dan sebagainya. gambar-gambar dan sebagainya. 9. Pada mereka harus ditanamkan sikap loyalitasnya. Banyak masalah yang dapat dipecahkan dengan teknik ini antara lain. pekerjaan rumah. masalah kurangnya pengertian orang tua tentang sekolah dan sebagainya. 10. Kunjungan ke rumah orangtua murid ini merupakan teknik yang sangat efektif dalam mengadakan hubungan dengan orang tua di rumah agar supaya dapat mengetahui latar belakang hidup anak-anak. 8. Laporan tahunan Laporan tahunan ini dibuat oleh kepala sekolah dan laporan ini diberikan kepada aparat pendidikan yang lebih atas. personalia. Laporan ini berisi masalah kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh sekolah termasuk kurikulum. sehingga mereke memperoleh gambaran yang jelas tentang kehidupan di sekolah itu. rasa kekeluargaan.

11. Melalui karya wisata. 6. Dengan praktek di masyarakat. Dengan buletin terbitan sekolah atau kantor pendidikan 3. drama dan lain-lain. seperti sepak bola. 4. Dengan mengadakan bazar 7. 2. 12. 8. agar dapat dimanfaatkan dalam kegiatan hubungan sekolah dengan masyarakat. 9. maka sangat tepat sekali kegiatan itu ditampilkan ke dalam masyarakat. 5. Melalui kegiatan ekstra kurikuler. Dengan pengajaran unit di Masyarakat. Melalui pameran pendidikan. Memakai surat kabar baik lokal maupun pusat. Organisasi perkumpulan alumni sekolah adalah suatu alat yang sangat baik untuk dimanfaatkan dalam memelihara serta meningkatkan hubungan antara sekolah dan masyarakat. Melalui radio dan televisi. Karena itu program ekstra kurikuler hendaknya di rencanakan dan diatur. Organisasi perkumpulan alumni sekolah. teknik atau cara bekerja sama dengan masyarakat antara lain dapat dilakukan dengan cara berikut: 1. Lewat pertunjukan-pertunjukan sekolah. Apabila ada beberapa kegiatan ekstra kurikuler yang sudah dianggap matang untuk dipertunjukkan kepada orang tua murid dan masyarakat. Pendekatan secara akrab Menurut Made Pidarta. Murid-murid yang sudah tamat sekolah biasanya mempunyai kenangan– kenangan dari sekolahnya dan mereka merasa berkewajiban moral untuk membantu sekolahnya baik berupa materiil maupun secara moril. 13. .

Melalui rapat atau musyawarah. 14. 12. 15. Mengadakan kegiatan sosial bersama. . Dengan memanfaatkan narasumber.10. Dengan memanfaatkan fasilitas belajar yang ada di masyarakat. 11. Memelopori pembangunan di masyarakat. 13. Dengan mengadakan bisnis bersama.

Tujuan husemas dimaksudkan untuk menciptakan hubungan seklah secara harmonis. Fungsi husemas untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang program sekolah dan masyarakat dapat mendukung. . Kesimpulan Manajemen hubungan sekolah dengan masyarakat adalah proses komunikasi antara sekolah masyarakat untuk berusaha menanamkan pengertian warga masyarakat tentang kebutuhan dan karya pendidikan serta pendorong minat dan tanggung jawab masyarakat dalam usaha memajukan sekolah. meningkatkan kemajuan pendidikan disekolah dan memberi manfaat masyarakat akan kemajuan sekolah.BAB III PENUTUP a.

Jenis-Jenis Layanan Khusus Sekolah 6 Daftar Rujukan 7 LAYANAN ASRAMA SEKOLAH 8 A. Pengertian Manajemen Layanan Khusus 2 B. Program Asrama dan Kaitannya dengan Peningkatan Belajar 19 . Perencanaan Program Asrama 14 E. Prinsip-Prinsip Layanan Khusus Sekolah 4 D. Tujuan Manajemen Layanan Khusus 2 C.MANAJEMEN LAYANAN KHUSUS SEKOLAH DAFTAR ISI DAFTAR ISI iii MANAJEMEN LAYANAN KHUSUS SEKOLAH 1 A. Pengertian Asrama Sekolah 8 B. Masalah dan Kebutuhan Asrama di Sekolah 9 C. Fungsi dan Tujuan Asrama 11 D. Pelaksanaan Program Asrama 15 F.

Pengertian Layanan Keamanan dan Perparkiran Sekolah (KPS) 63 B. Organisasi Koperasi Sekolah 56 F. Tata Tertib dan Administrasi Koperasi Sekolah 59 I. Evaluasi Program Bimbingan dan Konseling 41 Daftar Rujukan 48 LAYANAN KOPERASI SEKOLAH 50 A. Program Koperasi Sekolah dan Kaitannya Dengan Peningkatan Belajar 58 H. Evaluasi Program Asrama 22 Daftar Rujukan 23 Lampiran 24 MANAJEMEN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING 25 A. Perencanaan Program Koperasi Sekolah 54 E. Pelaksanaan Program Koperasi Sekolah 57 G. Pengertian Bimbingan dan Konseling 25 B. Evaluasi Program Koperasi Sekolah 61 Daftar Rujukan 62 LAYANAN KEAMANAN DAN PERPARKIRAN SEKOLAH (KPS) 63 A. Masalah dan Kebutuhan Keamanan dan Sarana Perparkiran di Sekolah . Peran Kepala Sekolah dan Staf dalam Bimbingan dan Konseling 33 F.G. Masalah Bimbingan dan Konseling yang dihadapi Sekolah 27 C. Perancanaan Program Bimbingan dan Konseling 32 E. Pengertian Koperasi Sekolah 50 B. Tujuan dan Fungsi Bimbingan dan Konseling 29 D. Masalah dan Kebutuhan Koperasi Sekolah 51 C. Penerapan Program Bimbingan dan Konseling 39 G. Tujuan dan Fungsi Koperasi Sekolah 53 D.

Prinsip-Prinsip Kafetaria Sekolah 84 E. Masalah dan Kebutuhan Perpustakaan di SMKN 1 Probolinggo 94 C. Program Perpustakaan dan Kaitannya dengan Peningkatan Belajar di SMKN 1 Probolinggo 104 G. Program Keamanan dan Perparkiran Sekolah (KPS) dan Kaitannya dengan Peningkatan Belajar 72 G. Pelaksanaan Program Kafetaria Sekolah 86 F. Pelaksanaan Program Perpustakaan di SMKN 1 Probolinggo 104 F. Masalah dan Kebutuhan Kafetaria Sekolah 80 C. Pengertian Kafetaria Sekolah 79 B. Tata Tertib dan Administrasi di SMKN 1 Probolinggo 105 H.(KPS) 65 C. Evaluasi Program Keamanan dan Perparkiran Sekolah (KPS) 76 Daftar Rujukan 77 MANAJEMEN LAYANAN KHUSUS KAFETARIA SEKOLAH 79 A. Tujuan dan Fungsi Perpustakaan di SMKN 1 Probolinggo 95 D. Pengertian Perpustakaan Sekolah 93 B. Evaluasi Program di SMKN 1 Probolinggo 108 . Tujuan dan Fungsi Kafetaria Sekolah 81 D. Perencanaan Program Perpustakaan di SMKN 1 Probolinggo 97 E. Tujuan dan Fungsi Keamanan dan Perparkiran Sekolah (KPS) 65 D. Program Kafetaria Sekolah dan Kaitannya dengan Peningkatan Belajar 89 G. Perencanaan Program Keamanan dan Perparkiran Sekolah (KPS) 68 E. Tata Tertib dan Administrasi Kafetaria Sekolah 90 Daftar Rujukan 91 Lampiran 92 MANAJEMEN LAYANAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH 93 A. Pelaksanaan Program Keamanan dan Perparkiran Sekolah (KPS) 70 F. Tata Tertib dan Administrasi Keamanan dan Perparkiran Sekolah (KPS) 73 H.

Kesimpulan 153 Daftar Rujukan 155 Lampiran 156 LAYANAN USAHA KESEHATAN SEKOLAH (UKS) 157 A. Peran Sekolah dalam Meningkatkan Kesehatan melalui Layanan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) 163 E. Tujuan Layanan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) 158 C. Tata Tertib dan Administrasi Transportasi Sekolah 126 H. Pelaksanaan Program Transportasi Sekolah 118 F. Sasaran Layanan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) 170 G. Masalah Kesehatan yang dihadapi Sekolah 160 D. Pengertian Transportasi Sekolah 111 B. Masalah dan Kebutuhan Transportasi di Sekolah 113 C. Evaluasi Program Transportasi Sekolah 127 Daftar Rujukan 130 Lampiran 131 MANAJEMEN LAYANAN RUMAH PERIBADATAN SEKOLAH 132 A.Daftar Rujukan 109 Lampiran 110 LAYANAN KHUSUS TRANSPORTASI SEKOLAH 111 A. Pengertian Layanan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) 157 B. Perencanaan Program Transportasi Sekolah 117 E. Penerapan Konsep Berbudaya Hidup . Program Transportasi Sekolah dan Kaitannya dengan Peningkatan Belajar 120 G. Masjid 132 B. Tujuan dan Fungsi Transportasi Sekolah 116 D. Gereja 152 C. Program Pelaksanaan Kegiatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) 167 F.

Penerapan Konsep Dasar Trias UKS 173 I. Tata Tertib dan Administrasi Laboratorium Sekolah 194 J. . Pada lembaga pendidikan keenam unsur merupakan hal yang biasa ada. Melihat kondisi sekolah yang jumlah muridnya begitu banyak. Agar pelaksanaan pendidikan dapat berjalan lancar. Unsur-unsur tersebut meliputi: (a) administrasi murid. Jenis-Jenis Laboratorium Sekolah 184 E. (c) administrasi personil. Tujuan dan Fungsi Laboratorium Sekolah 183 D.Sehat 172 H. (b) administrasi kurikulum. dan ketergantungan dengan komponen-komponen lainnya. Pelaksanaan Program Laboratorium Sekolah 190 G. Perencanaan Program Laboratorium Sekolah 188 F. (f) administrasi hubungan sekolah dan masyarakat dan (g) administrasi pelayanan khusus. Dalam sebuah pendidikan harus mempunyai unsur-unsur yang meliputi administrasi sekolah. maka perlu mengusahakan unsur ketujuh dalam administrasi sekolah. Pengertian Laboratorium Sekolah 180 B. hubungan. Unsur-unsur dalam administrasi sekolah tersebut masing-masing mempunyai fungsi. Evaluasi Program Layanan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) 177 Daftar Rujukan 178 Lampiran 179 MANAJEMEN LAYANAN LABORATORIUM SEKOLAH (LS) 180 A. (d) administrasi materiil. Evaluasi Program Laboratorium Sekolah 195 Daftar Rujukan 196 Lampiran 198 MANAJEMEN LAYANAN KHUSUS SEKOLAH Menurut Kusmintardjo (1992:1) sekolah tidak akan berfungsi jika tidak ada sesuatu yang membuatnya berfungsi. Keselamatan Kerja di Laboratorium 191 H. Masalah dan Kebutuhan Laboratorium di Sekolah 182 C. Program Laboratorium Sekolah dan kaitannya dengan Peningkatan Belajar 192 I. (e) administrasi keuangan.

Pengertian Manajemen Layanan Khusus Manajemen layanan khusus di sekolah ditetapkan dan diorganisasikan untuk memudahkan atau memperlancar pembelajaran. memberikan bantuan terhadap sekolah dalam mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. dan manajemen layanan kafetaria/kantin sekolah. serta personel lainnya. apabila layanan bantuan atau layanan khusus diorganisasi secara baik dan dikelola dengan baik. layanan kesehatan. Hingga saat ini layanan khusus di anggap sangat penting dalam perwujudan pendidikan. dan petugas bimbingan. dengan memberikan kesempatan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan. Para petugas kesehatan. layanan perpustakaan sekolah. layanan asrama. senang dan A. . harus merasa bahwa mereka merupakan bagian yang penting dari penyelenggaraan sekolah secara keseluruhan. B. pekerja kafetaria. Kepala sekolah harus membantu staf non-edukatif untuk mencapai sikap tersebut.Tidak hanya itu dengan menambah layanan khusus di sekolah peserta didik atau murid akan dapat melengkapi usaha pencapaian tujuan pendidikan di sekolah. Apakah bidang-bidang layanan khusus tersebut. Meskipun demikian. pelayanan khusus atau pelayanan bantuan diselenggarakan di sekolah dengan maksud untuk memperlancar pelaksanaan pengajaran dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan di sekolah. Memang perlu adanya usaha pemerintah untuk terus mendukung teraplikasinya layanan khusus bagi peserta didik ini agar peserta didik merasa nyaman. serta dapat memenuhi kebutuhan khusus siswa di sekolah. untuk mempermudah penyelenggaraan kegiatan layanan khusus. Maka hampir setiap sekolah di Indonesia menyediakan layanan khusus bagi peserta didik. Diantaranya meliputi: manajemen layanan bimbingan konseling. maka akan menghasilkan kemungkinan-kemungkinan perbaikan pertumbuhan murid. kepala sekolah dituntut memiliki kemampuan menerapkan pendekatan psikologis didalam mengadministrasian personal. Layanan-layanan tersebut harus di kelola secara baik dan benar sehingga dapat membantu memperlancar pencapaian tujuan pendidikan di sekolah. Tujuan Manajemen Layanan Khusus Kusmintardjo (1992:4). Kepala sekolah harus selalu melihat hubungan antara layanan khusus dengan program pendidikan secara menyeluruh. Kepala sekolah perlu mempertimbangkan secara matang apabila akan menyelenggarakan program layanan khusus. Perhatian kepala sekolah akan hal ini dapat dilihat dari kemauannya untuk mengundang mereka dalan pertemuan-pertemuan lainnya. Pada hakekatnya.

d. Kepala sekolah yang baik harus memanfaatkan ketrampilan kepemimpinannya akan menunjukan tindakan yang menghasilkan organisasi dan manajemen yang efisien atas layanan khusus. 1. pengalaman dan kemampuan. dan f. yakni pendekatan analisis bidang. Individu yang mendapat bimbingan harus dapat berangsur-angsur dapat membingan dirinya sendiri. Prinsip-prinsip yang berhubungan dengan pembimbing: a. Peran kepala sekolah sangat signifikan dalam usaha pemenuhan dan pemanfaatan unit layanan khusus di sekolah dan merupakan stimulator dan fasilitator C. Keputusan terakhir dalam proses bimbingan ditentukan oleh individu yang dibimbing. Prinsip-prinsip yang berhubungan dengan siswa yang dibimbing: a. kepala sekolah harus mengetahui tanggung jawab dari masing-masing personil yang terlibat. Ini akan menghasilkan pengalaman yang sangat bernilai dalam kehidupan kelompok. e. Dalam hal ini perlu dikembangkan suatu pendekatan “team-work” didalam pengelolaan layanan khusus atau layanan bantuan melalui penegasan tugan hubungannya dengan personil. Petugas-petugas bimbingan harus melakukan tugasnya sesuai dengan kemampuan dan kewajiban masing-masing. Diperlukan suatu alat pengukur yang cermat agar dapat dibedakan siswa yang mana yang harus didahulukan. baik bidang pengajaran maupun non pengajaran. Petugas bimbingan hendaknya mempergunakan informasi yang tersedia mengenai individu yang dibimbing beserta lingkungannya sebagai bahan untuk . baik bagi anak didik maupun bagi personil sekolah. pembimbing dan orgnisasi dan administrasi. Pembimbing bertugas membantu siswa untuk menenggulangi masalah dengan berbagai aternatif keputuasan. Program bimbingan hrus dipusatkan kepada siswa. Petugas bimbingan harus mendapat kesempatan untuk memperkembangkan diri serta kealhlliannya melalui berbagai latihan. b. c. pendidikan. c. b. Harus ada kriteria untuk mengatur prioritas layanan bimbingan kepada siswa. Pelayanan bimbingan harus dapat memenuhi kebutuhan kebutuhan individu yang bersangkutan.Disamping pendekatan psikologis dalam mengadministrasi personil. ada pendekatan lain yang dapat dipergunakan oleh kepala sekolah. 2. Pelayanan bimbingan harus diberikan kepada seluruh peserta. Dalam pendekatan ini. disamping membantu mengklarifikasikan tanggungjawab tersebut melalui pemahaman atau saling pengertian. d. Petugas-petugas bimbingan di sekolah dipilih atas dasar kualifikasi keperibadian. Prinsip-Prinsip Layanan Khusus Sekolah Prinsip-prinsip layanan khusus sekolah terdiri atas prinsip-prinsip yang berhubungan dengan siswa. sehingga pengembalian keputusan pada siswa sendiri.

e. Layanan Kesehatan Sekolah (UKS) 3. 3. pemeriksaan psikologi. outbond.membuat individu yang bersangkutan kea rah penyesuaian diri yang lebih baik. e. pendidikan seks untuk anak usia dini dan sekolah dasar. Dalam pelaksanaan bimbingan harus tersedia kartu pribadi bagi setiap individu siswa. d. Layanan untuk Tingkat Sekolah Menengah: pemeriksaan psikologi. layanan kunjungan psikolog. konsultasi. . Layanan kafetaria sekolah 4. D. Layanan untuk Remaja: konseling. Berikut adalah jenis-jenis layanan bimbingan yang ada di beberapa lembaga pendidikan sesuai dengan umur anak menurut Lembaga Psikologi Episentrum: 1. outbond. pemeriksaan psikologi. Prinsip-prinsip yang berhubungan dengan organisasi dan administrasi bimbingan: a. sehingga layanan bimbingan mempunyai sumbangan yang besar terhadap program sekolah. Layanan perpustakaan sekolah 7. 3. 2. 2010). konseling. Layanan laboratorium/bengkel sekolah. c. dan f. Kepala sekolah memegang tanggung jawab mendasar dalam pelaksanaan bimbingan (Rusliana. Petugas bimbingan harus menghormati dan menjaga kerahasiaan informasi tentang individu yang dibimbing. Petugas-petugas bimbingan hendaknya memperhatikan dan mempergunakan hasil penelitian dalam bidang minat kemampuan dan hasil belajar individu untuk kepentingan perkembangn kurikulum sekolah. f. terapi. Layanan asrama sekolah 5. layanan psikologi sekolah. sesui dengan masalah dan metode yang dipergunakan dlam memecahkan masalah itu. Petugas-petugas bimbingan hendaknya mempergunakan berbagai jenis metode dan teknik yang tepat dalam melaksanakan tugasnya. Bimbingan harus dilaksanakan selam dalam situasi individuan dan dalam situasi kelompok. Tingkat TK dan SD: pemeriksaan psikologi. Jenis-Jenis Layanan Khusus Sekolah Berikut ini adalah jenis-jenis layanan khusus yang di sediakan sekolah : 1. Hal ini sangat diperlukan untuk mencatat data pribadi individu secara sistematik yang dapat digunakan untuk kemajuan individu yang bersangkutan. training. dan g. Pembagian waktu untuk setiap bimbingan secara teratur. Bimbingan harus dilaksanakan secara berkesinambungan. Layanan Bimbingan dan Konseling (BK) 2. 4. training. b. Layanan untuk Anak: konseling. Layanan t ransportasi sekolah 6. Program bimbingan harus disusun dengan kebutuhan sekolah yang bersangkutan.

Prinsip-Prinsip Layanan Khusus Sekolah.. Malang. Pengertian Asrama Sekolah Asrama adalah suatu tempat penginapan yang ditujukan untuk anggota suatu kelompok. as apposed to a school to which pipils comute froms their homes. maupun untuk biayanya yang terbilang lebih murah dibandingkan bentuk penginapan lain. Alfin Toffler (dalam Kusmintardjo. (Online).wikipedia. 1993) memberikan batasan asrama sekolah (school-house) sebagai berikut: “The school house: that is only place where children are thaught during the day fulfills its primary function only this much” (asrama adalah suatu tempat tinggal bagi anak-anak dimana mereka diberi pengajaran atau bersekolah).tendik.com/search/jenisjenis%20layanan %20khusus%20di%20sekolah. (Online). Departemen Pendidikan dan kebudayaan Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan malang proyek operasi dan perawatan Fasilitas. Manajemen Layanan Khusus di Sekolah (Jilid I). Dengan demikian asrama sekolah dapat diartikan sebagai suatu tempat di mana para siswa bertempat tinggal dalam jangka waktu yang relatif tetap bersama dengan guru sebagai pengasuhnya yang memberikan bantuan kepada para siswa dalam proses pengembangan pribadinya melalui proses penghayatan dan pengembangan nilai budaya. Selain untuk menampung murid-murid. 2010. Sedangkan Good (1959) dalam “Dictionary of Education” memberikan batasan asrama sekolah (boarding-school) sebagai berikut: “Boarding–school is in educational institution at the primary or secondary level in which pupils are recidence while enrolled in as instruction program. diakses 29 Maret 2010). 2010. diakses tanggal 26 April 2010) LAYANAN ASRAMA SEKOLAH A. Para penghuninya menginap di asrama untuk jangka waktu yang lebih lama daripada di hotel atau losmen.Daftar Rujukan Episentrum (Lembaga Psikologi). Kusmintardjo.org/wiki/Asrama). Pengembangan pribadi disini disesuaikan dengan bidang atau profesi yang sedang ditempuh di sekolah yang bersangkutan. Asrama biasanya merupakan sebuah bangunan dengan kamar-kamar yang dapat ditempati oleh beberapa penghuni di setiap kamarnya. Ade. Jenis-jenis Layanan Khusus di Sekolah. (http://episentrum. miaslnya apartemen.org/.1992. asrama juga sering ditempati peserta suatu pesta olahraga (http://id. Alasan untuk memilih menghuni sebuah asrama bisa berupa tempat tinggal asal sang penghuni yang terlalu jauh. Rusliana. umumnya murid-murid sekolah. inchedes school which offer reguler and or special educational curricula” (asrama sekolah merupakan lembaga pendidikan baik tingkat dasar ataupun tingkat menegah yang menjadi tempat bagi para siswa untuk dapat bertempat tinggal selama mengikuti program pengajaran). (http://www. Hakekat .

cukup ditangani oleh pengurus asrama. 8. Patty (1983) dalam Junaidi menyebutkan beberapa fasilitas yang harus dimiliki asrama sekolah sebagai berikut: 1. 4. yang jumlahnya disesuaikan dengan jumlah penghuni. Memiliki halaman yang dapat dipergunakan untuk sekedar rekreasi atau bersantai dikala istirahat sehabis menjalankan kegiatan yang melelahkan. 9. 3. yang dapat menampung semua penghuni asrama beserta pengawas-pengawasnya. Menurut F. Dalam penyelesaian masalah dalam asrama tidak harus melibatkan Pembina. yang juga dapat dipergunakan untuk latihan kesenian. B. Memiliki kamar mandi dan WC yang memadai dengan jumlah pemakai ( kirakira 1/5 dari jumlah penghuni). dan kegiatan lainya yang memerlukan bangsal. 11. Memiliki kamar pakaian yang dilengkapi almari pakaian serta rak sepatu/sandal yang jumlahnya disesuaikan dengan jumlah penghuni. Memiliki tempat mencuci pakaian yang memadai dengan kebutuhan para penghuninya. 7. 6. namun juga suatu proses pembentukan nilai-nilai hidup. dan apabila tidak mungkin kedua kamar (kamar tidur dan kamar pakaian) dipisahkan. yang disesuaikan dengan kebutuhan beribadah para penghuninya. Masalah dan Kebutuhan Asrama di Sekolah Masalah merupakan kesenjangan yang terjadi ketika hasil yang didapat tidak sesuai dengan harapan. Memiliki ruang untuk menerima tamu. maka kedua kamar tersebut dapat disusun menjadi satu kamar dengan pengaturan yang sesuai dengan kebutuhan dan fungsi masing-masing.kehidupan asrama bukan sekedar pembentukan kebiasaan dan kesan-kesan sensoris. Memiliki perpustakaan beserta ruang baca yang memadai. Memiliki kamar belajar yang cukup luas dan dapat diselaraskan dengan kebutuhan belajar para penghuninya. senam. . Masalah yang muncul dalam asrama sekolah sebagian besar adalah masalah yang terjadi akibat pelanggaran-pelaanggaran tata tertib. Memiliki kamar tidur yang cukup luas. serta dengan persediaan air yang cukup dan alat-alat yang diperlukan. 2. maka kegiatan belajar dapat dilaksanakan atau menempati kelaskelas yang ada. Memiliki ruangan khusus untuk mereka yang sedang menderita sakit untuk memudahkan pelayanan dan memungkinkan penularan penyakit dapat dicegah. 12. misalnya apabila asrama diadakan selokasi dengan sekolah. Memiliki lapangan olah raga dan atau bangsal olahraga. Pada umumnya warga asrama merasa tertekan dengan peraturan yang ada. serta dilengkapi dengan peralatan yang sesuai dengan kebutuhan. 5. Memiliki ruang makan yang dilengkapi dengan meja dan kursi yang sesuai dengan jumlah penghuni yang menggunakannya. 10. Memiliki tempat ibadah.

saling mengakui. namun suatu proses pembentukan nilai. dalam kehidupan di asrama diperlukan adanya saling menghargai. baik dari segi segi pendidikan orang tua. dan sebagainya. dimana hubungan-hubungan manusia merupakan kunci utama. Oleh karena itu. hidup di asrama pada hakekatnya adalah pembentukan nilainilai yaitu: (a) nilai keagamaan. Artinya dalam kehidupan asrama di sekolah harus diusahakan berbagai . (d) nilai keindahan. kultur kehidupan di asrama harus berisi suasana”home” dalam pengertian sebagai berikut: Lingkungan penuh kasih sayang. jauh dari suasana perselisihan (a world striffe shut cut. Tempat dimana yang kecil merasa dibesarkan dan yang besar merasa kecil (the place where the small are great. Kehidupan asrama sekolah harus dapat menciptakan suasana “home”. 1992) menguraikan tentang hakekat dan fungsi asrama sekolah sebagai berikut: 1. Sahertian (dalam Kusmintardjo. Dalam hal ini.C. Pusat pertumbuhan dwi tunggal antara peri kasih sayang dan angan-agan pribadi (the centre of our affection round which our heart best wishes twine). (b) nilai kebenaran. (e) nilai ekonomis.and the great are small). Dengan kata lain. Oleh karena itu perlu disusun etos kehidupan asrama yang mempertimbangkan faktor-faktor tersebut di atas. Kehidupan asrama harus dapat mejadi laboraratorium Sosiologis. maka fungsi kehidupan asrama harus mengandung hal-hal sebagai berikut: a. status sosial ekonomi. Hakekat kehidupan asrama sekolah Hakekat kehidupan asrama bukan sekedar pembentukan kebiasaan (habits formation) dan kesan-kesan sensoris. a world of love shutin). Tempat dimana kita makan tiga kali sehari sekenyang-kenyangnya dan memuaskan diri seribu kali (the place where stomach gets three squere meals a day and our heart a thousands). (c) nilai kebersamaan (sosial). Fungsi dan Tujuan Asrama Penghuni asrama adalah individu-individu siswa yang berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. 2. Tempat dimana kita tidak banyak menggerutu dan diperlakuakan dengan sebaikbaiknya (the place where we grumble most and treated the best). saling menerima dan memberi. dan saling mengembangkan diri sendiri. (f) nilai yuridis. dan adat istiadat. Fungsi Kehidupan Asrama Sekolah Sejalan dengan hakekat kehidupan asrama adalah pembentukan nilai. b.

dan perilaku dalam batas-batas yang dapat diterima dan digunakan dalam penyelesaian.wordpress. sedangkan secara khusus tujuan penyelenggaraan asrama adalah sebagai berikut: a.com/) D. Memberikan bimbingan kepada siswa (penghuni asrama sekolah) dan menanamkan rasa disiplin pada diri siswa. Perencanaan Program Asrama Pengertian perencanaan mempunyai beberapa definisi rumusan yang berbeda satu dengan lainnya. Membantu para siswa agar dapat menyesuaikan diri pada kehidupan sosial dalam lingkungan sebaya. Cuningham dalam Junaidi (2009) menyatakan bahwa perencanaan adalah menyeleksi dan menghubungkan pengetahuan.pengalaman belajar (learning activity) sebagai persiapan untuk hidup di masyarakat. Menanamkan rasa disiplin pada diri siswa b. 3. (http://windywindylagi. Membantu para siswa dalam proses pengembangan pribadinya melalui penghayatan dan pengembangan nilai.nilai kecerdasan dan ketrampilan. Membiasakan para siswa untuk mecintai belajar bersama-sama dengan teman sebayanya c. fakta. Sedangkan secara khusus tujuan penyelenggaraan asrama adalah sebagai berikut: 1. imajinasi. Selaras dengan hakekat dan fungsi kehidupan asrama sekolah. 2. urutan kegiatan yang diperlukan. Tujuan diselenggarakannya asrama sekolah secara umum adalah untuk menunjang keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan di sekolah. Membiasakan para siswa untuk mencintai belajar bersama-sama dengan teman sebayanya. Pelaksanaan Program Asrama Kehidupan dalam asrama biasanya selalu dibuat teratur serta selalu mengikuti peraturan-peraturan yang dijunjung tinggi untuk dipatuhi dan dijalankan secara . Membantu siswa dalam proses pengembangan pribadinya melalui penghayatan dan pengembangan nilai-nilai kekecerdasan dan ketrampilan. Perencanaan dalam pengertian ini menitikberatkan kepada usaha untuk menyeleksi dan menghubungkan sesuatu dengan kepentingan masa yang akan datang serta usaha untuk mencapainya. Membantu memberikan tempat penginapan bagi para siswa yang rumahnya jauh dari sekolah. maka secara umum tujuan diselenggarakannya asrama sekolah adalah untuk menunjang keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan di sekolah. 4. dan asumsi untuk masa yang akan datang dengan tujuan menvisualisasi dan memformulasi hasil yang diinginkan. E. 5. Membantu para siswa agar dapat menyesuaikan diri pada kehidupan social dalam lingkungan sebayanya d.

makan. dari penghuni asrama sekolah. 1. 3.tepat dengan penuh kesadaran oleh para penghuninya. Ada dua aspek yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan asrama sekolah. kegiatan pengelolaan dan penyelenggaraan asrama sekolah perlu mendapat perhatian yang serius dari pihak yang terkait dengan keberadaan asrama sekolah. Asrama perlu menetapkan tata tertib dan disiplin yang disertai usaha pengawasan untuk membantu pertumbuhan sikap yang baik bagi para penghuninya. misalnya: pengadaan sarana yang sangat diperlukan untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan belajar. dan sebagainya. Di dalam upaya mengatur sarana dan lokal-lokal tersebut. b. Pengelolaan Sarana Fisik (hard ware) Agar pengelolaan asrama sekolah dapat berjalan dengan lancar. 4. Selain itu ada juga beberapa hal yang harus diperhatikan dalam kehidupan di asrama sekolah. Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam mengelola asrama sekolah adalah sebagai berikut: 1. Asrama hendaknya memberikan pengaruh positif dalam pembentukan dan penanaman sikap serta kebiasaan-kebiasaan yang baik pada diri siswa. Pengawasan di asrama hendaknya dilakukan secara bersahabat dan kekeluargaan sehingga para penghuni tidak merasa selalui diawasi. namun merupakan suatu hunian sekolompok individu yang relatif sama. c. baik dalam usia. dan aspek pengelola asrama (soft ware). Sesuai dengan tujuan menyelenggarakan asrama. Maksudnya. Memberikan kesempatan yang cukup untuk mengerjakan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan yang dianut oleh para penghuni asrama. Memberikan kesempatan untuk mengembangkan bakat-bakat. yaitu suatu situasi di mana para penghuni asrama merasa berada di rumahnya sendiri sehingga mereka selalu bersikap wajar dan merasa turut memiliki asrama tersebut. diantaranya: a. Memberikan kesempatan kepada para penghuni asrama untuk bergaul dengan . lingkungan dan situasi sekolah. jenis kelamin maupun profesi. yaitu: aspek sarana (hard ware). hendaknya pertimbangan lebih difokuskan pada gagasan agar kegiatan-kegiatan yang dilakukan di tempat-tempat itu masing-masing dapat mencapai hasil yang maksimal. Dalam asrama sekolah hendaknya diciptakan suatu suasana “home”. Jangan sampai terjadi kegiatan-kegiatan yang satu dapat menghambat kemajuan kegiatan lain yang juga sama pentingnya. Oleh karena itu. 5. bermain. seperti bakat kesenian dan bakat-bakat di bidang lain. Di samping itu hal yang juga perlu diperhatikan adalah pengaturan sarana serta lokal asrama. Ide-ide pengelolaan asrama sekolah tidak akan terlepas dari lokasi. 2. 6. bahwa ketiga hal tersebut sangat mempengaruhi cara mengelola asrama sekolah. diperlukan fasilitas-fasilitas yang menunjang penyelenggaraan asrama. maka perlu diingat bahwa asrama bukanlah tempat pondokan atau indekost.

misalnya: a. Menyusun rencana anggaran belanja untuk pengelolaan pertahun. dan sebaiknya di kantor asrama disediakan tempat kunci tersendiri yang masing-masing kunci diberi kode monor kunci. Untuk itu. Menentukan beberapa syarat dalam penerimaan (atau pelepasan) para siswa untuk dapat diterima sebagai penghuni asrama sekolah. Menentukan biaya yang minimum (tidak komersial) dalam arti bahwa penentuan tarif biaya disini adalah untuk mendidik para penghuni asrama agar dapat bertanggung jawab. sebaiknya kepengurusan asrama sekolah diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD ART) yang ditetapkan oleh sekolah. Menentukan besarnya biaya untuk pemeliharaan gedung. Mereka dibantu oleh beberapa pembantu pelaksana operasional yang bertugas dalam bidang kebersihan dan keamanan. maka pengurus asrama dalam melaksanakan kegiatannya bertanggung jawab langsung kepada kepala sekolah. termasuk pengecatan dan perbaikan kerusakan-kerusakan ringan. b. 2. Masing-masing para penghuni asrama sekolah harus memiliki gembok/kunci almari sendiri dan anak kunci di bawa sndiri-sendiri oleh penghuni asrama. yang terdiri atas guru dan anggota Dharma Wanita sekolah yang bersangkutan serta diketuai oleh wakil kepala sekolah (urusan kesiswaan). misalnya: a. Menentukan besarnya biaya untuk menjaga kebersihan gedung da halaman asrama sekolah termasuk peralatannya. dan setelah itu perlu ada pilihan lagi. Membuat peraturan-peraturan penyelenggaraan asrama. Menentukan waktu pembayaran sewa. mandiri dan mengahargai diri. Sedangkan pelaksana asrama terdiri atas pegawai tetap sekolah yang berkantor dan bertempat tinggal di asrama. 2. apabila penghuni hendak pergi ke sekolah atau bepergian untuk suatu keperluan. sehingga mereka tidak canggung-canggung dalam pergaulan. 3. misalnya: 1. 4. Aspek Pengelola Asrama (soft-ware) Yang dimaksud pengelola asrama adalah pengurus asrama dan pelaksana asrama sekolah. 6. Pengurus asrama dapat berjumlah 5 sampai 7 orang. Masa kerja pengurus asrama dapat 3-5 tahun. misalnya ditarik setiap satu semester sekali atau setiap bulan. Adapun tugas dari pengelola asrama sekolah adalah sebagai berikut: a. dimana masing-masing 6 jam. b. misalnya melalui pertandingan persahatan dalam bidang olah raga. Kunci kamar harus disimpan di kantor asrama. dan sebagainya. Karena pengurus asrama ini merupakan salah satu bagian dari system sekolah. 5.masyarakat atau organisasi/perkumpulan di luar. c. Membuata jadwal piket jaga asrama sekolah secara bergiliran selama 24 jam. . Membuat peraturan yang berkaitan dengan keamanan asrama sekolah. Mengatur atau memberi sanksi kepada penghuni asrama yang melanggar peraturan.

Belajar Murattal.00 Sarapan Pagi Asrama 6 07.7. a. Muhadharah „Ammah 3. F. Bidang studi umum 3. Tahsin Alquran c. Mading i.45-16. Bidang kesehatan dan kebersihan 4. irama dan tahfizul qur‟an d.30 Shalat subuh berjamaah Masjid 3 05. Bidang etika b. keamanan dan keindahan) k.00 Bangun Pagi Asrama 2 05.30 Persiapan ke Sekolah Asrama 5 06.00 Membaca Al-Qur‟an/pemberian Mufradat Asrama 4 06.30-06.00 Belajar di sekolah Sekolah 7 14. Shalat malam dan puasa sunnah Senin dan Kamis j. Program Asrama dan Kaitannya dengan Peningkatan Belajar Program asrama merupakan salah satu perwujudan program sekolah. K 5 (Ketertiban.00-06. Program yang dikelola oleh tim Bahasa Arab 1. Kesenian g.15-14. Muhadharah dan kultum e.45-05. Menyusun peraturan yang berkaitan dengan hak dan kewajiban petugas pelaksana termasuk pembantu-pembantunya.00-14.00-05.30 Belajar tambahan Asrama .30-07. kebersihan.30 MCK Asrama 11 16. Bidang studi identitas 2.15 Istirahat siang Asrama 9 15. Pendidikan Jasmani h. Pelaksanaannya disesuaikan dengan jenjang pendidikan siswa yang tinggal di asrama. Pemberian mufradat (kosakata bahasa Arab) 2.30-17.15-15.45 Shalat Ashar berjamaah Masjid 10 15. Belajar mengajar 1.30-15. Kegiatan Harian Siswa Asrama No Waktu Kegiatan Keterangan 1 04. Keputrian f. Program yang dikelola oleh pembina diantaranya. kesehatan. Muhadatsah Shabihiyah 2. Program asrama di bagi kepada dua bagian sebagai contoh pada Madrasah Tsanawiyah Thowalib: 1.30 Makan siang Asrama 8 14.

diakses 26 April 2010). Malang: OPF IKIP Malang. (Online).45 Istirahat malam Asrama (http://thawalibparabek.wordpress. Junaidi. Dalam pelaksanaan evaluasi program kegiatan asrama tidak dilakukan sekali dalam satu periode melainkan dilakukan bertahap sesuai dengan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan.30 Qira‟atul Qur‟an & Mutala‟ah Masjid 15 19. 2009. Hal ini dilakukan agar kesalahan yang muncul dapat dihindari supaya tidak terulang kembali.30 Shalat Magrib berjamaah Asrama 14 18.00 Shalat Isya berjamaah Asrama 16 20.12 17. . Asrama. Sebagai contoh kegiatan yang diadakan hanya satu kali dalam satu periode (pelatihan kewirausahaan) biasanya setelah kegiatan berlangsung tetapi untuk kegiatan yang dilakukan selama satu periode tersebut maka evaluasinya dilakukan secara kontinu setiap bulan.com/2009/07/14/definisi-evaluasi).wikipedia. New York Toronto-London: Mc Graw Hill Book Company. Pengelolaan Layanan Khusus di Sekolah. Evaluasi Program Asrama Evaluasi merupakan serangkaian kegiatan yang sistematis yang dilakukan dalam rangka untuk mengetahui apakah suatu kegiatan pendidikan telah berjalan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan atau belum. Dictionaryof Education. (http://id. C.com/asrama. O. Evaluasi dilakukan oleh perencana kegiatan dengan melibatkan seluruh warga asrama. (wakhinuddin.(Jilid 2). 1983. Administrasi Pendidikan: Dasar Teoritis untuk Praktik Profesional.00 Makan malam & Persiapan shalat Magrib Asrama 13 18.org/wiki/Asrama. V.30-18. Sutisna. Tanpa nama. (http://wawan-junaidi.00-20. Daftar Rujukan Good.htm) G. (Online).30-04.30-19. 1959.30-20. Definisi Perencanaan.blogspot.com/2009/10/ definisi-perencanaan.tripod. Inc. W. diakses 26 April 2009) Kusmintardjo.html. 2009.00-18. 1993. Bandung : Penerbit Angkasa.30 Muthala‟ah pelajaran/Tutorial malam Asrama 17 20.

Perkataan “membantu” berarti dalam bimbingan tidak ada paksaan. (http://windywindylagi.wordpress. dapatlah ditarik kesimpulan bahwa bimbingan berarti bantuan yang diberikan oleh seseorang kepada orang lain yang memerlukannya. Definisi Evaluasi (Dalam Konteks Program dan Pendidikan). Bimbingan atau bantuan diberikan agar individu dapat mengembangkan dirinya semaksimal mungkin. (Online). Jadi dalam hal ini. namun merupakan kegiatan yang terus menerus. Pengertian Bimbingan Pengertian bimbingan menurut Tim Dosen Administrasi Pendidikan (2001:14) bimbingan adalah suatu bantuan yang diberikan oleh seseorang kepada orang lain dalam membuat keputusan dan pemecahan masalah sebagaimana dikemukakan dalam kaitan dengan pengajaran. Pengertian Bimbingan dan Konseling 1.htm. Pengertian Konseling Sedangkan konseling adalah proses interaksi yang memberikan fasilitas atau kemudahan untuk pemahaman yang bermakna terhadap diri dan lingkungan.tripod. pembimbing sama sekali tidak ikut menentukan pilihan atau keputusan dari orang yang dibimbingnya. Yang menentukan pilihan atau keputusan adalah individu itu sendiri.wordpress. 2. artinya bimbingan itu tidak diberikan hanya sewaktu-waktu saja dan secara kebetulan. namun prioritas diberikan kepada individu-individu yang membutuhkan atau benar-benar harus dibantu. terencana dan terarah pada tujuan. 2009. diakses 26 April 2010) Wakhinuddin. http://thawalibparabek. (Online).com/2009/07/14/def inisi-evaluasi. 2010. serta . diakses 26 April 2010) Lampiran MANAJEMEN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING A. sistematika. Dari definisi-definisi di atas.Tanpa nama. diakses 26 April 2009) Wyndi. Manajemen Layanan Khusus. Bimbingan diberikan agar individu dapat lebih mengenal dirinya sendiri (kekuatan dan kelemahannya).com/. (Online). tetapi lebih menekankan pada pemberian peranan individu kearah tujuan yang sesuai dengan potensinya. 2010. Program Asrama Madrasah Thowalib. com/asrama. Bimbingan merupakan suatu proses kontinyu. Bantuan (bimbingan) tersebut diberikan kepada setiap orang. (http://wakhinuddin. Pada hakekatnya bantuan itu adakah untuk semua orang. menerima keadaan dirinya dan dapat mengarahkan dirinya sesuai dengan kemampuannya.

diantara masalahmasalah yang terjadi di sekolah menurut Willis (2004) antara lain: 1. Profesi ini nampaknya sulit untuk mendapatkan pengakuan. dan dianggap sepi perannya di sekolah. sampai saat ini profesi konselor sekolah belum diakui. Disamping masalah-masalah yang dihadapi seperti tersebut diatas. Jadi konseling adalah usaha yang secara langsung berkenaan dengan masalah-masalah klien. sosial. Akibatnya. Masalah Bimbingan dan Konseling yang dihadapi Sekolah Dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah belum tentu berjalan sesuai dengan yang diharapkan pasti ada masalah didalamya. Biasanya lulusan bimbingan dan konseling mengkoodinir bimbingan dan konseling di sekolah. belajar. Masalah Profesi Konselor. Guru-guru dan kepala sekolah kurang memberikan dorongan dan apresiasi terhadap lembaga bimbingan dan konseling di sekolah. Masalah sikap terhadap bimbingan dan konseling. tampaknya guru-guru dan kepala sekolah masih kaku sikapnya terhadap bimbingan dan konseling di sekolah. Dampaknya adalah guru pembimbing seperti dijauhi siswa. akan tetapi mereka di. sementara bimbingan lebih diaksentualisasikan kepada bantuan kepada klien. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa konseling adalah upaya bantuan yang diberikan seseorang pembimbing yang telatih dan berpengalaman. bimbingan dan konseling kurang efektif dalam menanggulangi masalah-masalah siswa. 2. karena bervariasinya pendidikan pembimbingdan pengalaman konselor di sekolah. Rochman Natawijaya dalam Willis (2004) melihat bahwa sering terjadi salah pengertian terhadap bimbingan dan konseling. lulusan bimbingan dan konseling disekolah menengah biasanya tidak diangkat sebagai guru pembimbing. agar individu tersebut dapat berkembang potensinya secara optimal. melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung atas dasar norma-norma yang berlaku. Banyak diantara mereka yang beranggapan bahwa bimbingan dan konseling adalah mengurus para siswa yang melanggar peraturan.SK-kan sebagai guru bidang studi pada sekolah tersebut. baik dikalangan para guru atau masyarakat umum. Menurut Shertzer dan Stone dalam Syuhada (1988) adalah usaha yang secara langsung berkenaan dengan pemecahan masalahmasalah peserta didik. mampu mengatasi masalahnya. dan mampu menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang selalu berubah. karir.menghasilkan kemantapan atau kejernihan tujuan-tujuan dan nilai-nilai untuk perilaku dimasa yang akan datang. B. Kesalahan-kesalahan tentang bimbingan dan konseling itu diungkapkan . Guru pembimbing dianggap sebagai polisi sekolah. Pelayanan bantuan untuk peserta didik baik individu/kelompok agar mandiri dan berkembang secara optimal dalam hubungan pribadi. terhadap individu-individu yang membutuhkannya. 3. Layanan bimbingan dan konseling merupakan salah satu kelanjutan dari layanan kepenasehatan akademik dan administratif peserta didik. SK pengangkatan.

tetapi penyesuaian diri yang baik. Sesuai dengan hakekat bimbingan sebagai upaya untuk membantu perkembangan kepribadian siswa secara optimal. keperibadian yang amantap dan mandiri. Bimbingan dan konseling berarti bimbingan pekerjaan atau karier. Dapat dikatakan bahwa bimbingan dan konseling adalah alat pendidikan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan yakni kedewasaan anak. yang beriman. 2. 6. Bimbingan dan konseling dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada individu untuk mencapaia pemahaman diri dimana tidak dapat unsur paksaan. C. akan tetapi kepada semua murid termasuk murid yang potensial. meiliki pengetahuan dan keterampilan. Bimbingan menghendaki kepatuhan dalam perilaku yang dikehendaki sebagai hasil bimbingan dan konseling bukanlah kepatuhan. Secara umum layanan bimbingan dan konseling adalah membantu siswa mengenal bakat. Tujuan dan Fungsi Bimbingan dan Konseling 1. Kepatuhan tidak sama dengan penyesuaian diri. Secara khusus layanan layanan bimbingan bertujua membantu siswa agar dapat . Bimbingan adalah tugas para ahli dalam penyusunan program BK dan melaksanakan konseling khusus. dan kemampuannya. 5. dan bertakwa kepada Tuhan Yng Maha Esa dan berbudi pekerti yang luhur.sebagai berikut: 1. minat. bimbingan dan konseling bukan hanya untuk karier akan tetapi untuk membantu murid dalam segala aspek pribadinya. maka secara umum layanan bimbingan di sekolah dasar harus dikaitkan dengan kegiatan pendidikan. Tujuan Bimbingan dan Konseling Tujuan bimbingan dan konseling secara umum adalah sesuaia dengan tujuan pendidikan sebagaimana dinyatakan dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN) tahun 1989 yaitu terwujudnya manusia Indonesia seutuhnya yang cerdas. 4. karena itu tujuan akhir bimbingan adalah mengembangkan potensi siswa secara optimal agar mampu meningkatan perannya dalam rangka menjawab tantangan kehidupan masa depan. Bimbingan dan konseling adalah usaha memberi nasehat sebab kebanyakan dalam nasehat unsur paksaan amat menonjol. 3. Bimbingan identik dengan pendidikan Pengertian ini sangat keliru karena bimbingan merupakan bagian dari pendidikan. serta memilih dan menyesuaiakan diri dengan kesempatan pendidikan untuk merencanakan karier yang sesuai dengan tuntutan dunia kerja. kesehatan jasmani dan rohani. Bimbingan dan konseling adalah cara untuk membantu murid-murid yang salah. Akan tetapi tidak semua tugas bimbingan adalah tugas para ahli melainkan guru-guru juga memberikan tugas dalam hal bimbingan dan konseling. memang tugas para ahli (pakar). Bimbingan dan konseling tidak hanya diberikan kepada anak yang salah saja. serta rasa tanggungjawab kemasyarakatan dan kengasaan (Depdikbud. 1994:5).

Secara khusus layanan bimbingan dan konseling bertujuan untuk membantu siswa agar dapat mencapai tujuan-tujuan perkembangan yang meliputi aspek dibawah ini. pendidikan dan karier sesuai dengan tuntutan lingkungan (Depdikbud. 1. Dapat membuat keputusan secara baik b. 1. layanan bimbingan bertujuan membantu siswa agar. Memilki rasa tanggungjawab 6. Membantu kegiatan secara sehat 4. Mampu mengahrgai orang lain 5. Dapat melaksanakan cara-cara belajar yang benar 2. Dapat menetapkan tujuan dan rencana pendidikan 3. Dapat menyelesaikan masalah 8. a. Dalam aspek perkembangan pribadi-sosial. layanan bimbingan membantu siswa agar. 1994). Dalam aspek perkembangan pendidikan. Mengembangkan keterampilan hubungan pribadi 7.memenuhi tugas-tugas perkembangan yang meliputi aspek pribadi-sosial. Dapat mengembangkan sikap positif 3. Memiliki pemahaman sendiri 2. yaitu. Dapat mencapai DAFTAR PUSTAKA .

com/2011/01/manajemen-hubungan-sekolahdengan. 2011.com/2010/05/21/administrasi-hubungansekolah-dengan-masyarakat-ii/ .upi.wordpress. Atiek Sismiarti.net/2010/08/administrasi-hubungan-sekolahdengan.com/2011/01/manajemen-hubungan-sekolahdengan. Bogor: Ghalia Indonesia.html http://rudien87.edu/operator/upload/s_a0151_0606177_chapter2.blogspot.wordpress.Rugaiyah.blogspot.com/2010/03/20/manajemen-hubunganmasyarakat/ http://kiflipaputungan.html http://www. http://alchemistviolet.html http://repository.sekolahdasar.pdf http://alchemistviolet. Profesi Kependidikan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful