MAKALAH PERILAKU KEORGANISASIAN “DASAR-DASAR PERILAKU KELOMPOK”

Disusun oleh : 1. Nur Aini Kusumaningrum 2. Nur Chayati 3. Rahajeng Sekar Pramudita 4. Willy Bramantya F0311087 F0311088 F0311096 F0311118

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2013

1

bergabung untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Kelompok terdiri dari bawahan yang melapor langsung kepada seorang supervisor tertentu. kegiatan para karyawan administrasi dalam perusahaan asuransi pada waktu orang mengajukan tuntutan kecelakaan. merupakan kelompok komado. b. Kelompok-kelompok ini adalah formasi-formasi alami dalam lingkungan kerja yang timbul sebagai respons terhadap kebutuhan akan kontak sosial. Misalnya. Dalam kelompok-kelompok formal. Hubungan wewenang antara manajer departemen dengan supervisor. Kelompok Formal Kelompok ini dibangun selaku akibat dari pola struktur organisasi dan pembagian kerja yang ditandai untuk menegakkan tugas – tugas. 2. Kelompok Informal Kelompok informal adalah pengelompokan secara wajar dari orang – orang dalam situasi kerja untuk memenuhi kebutuhan sosial. kelompok informal (informal group) adalah perhimpunan yang tidak terstruktur secara formal maupun secara organisasional. tetapi muncul secara wajar. Kelompok formal (formal group) adalah kelompok-kelompok yang didefinisikan oleh struktur organisasi. yang berinteraksi dan saling bergantung. Khususnya ada dua tipe kelompok formal. dengan penentuan tugas berdasarkan penunjukan penugasan kerja. Sebaliknya. DEFINISI DAN KLASIFIKASI KELOMPOK Kelompok (group) didefinisikan sebagai dua individu atau lebih. 1. merupakan tugas yang harus dilaksanakan. Orang mengenal dua macam kelompok informal khusus diantaranya: 2 . Kebutuhan dan proses organisasi menimbulkan formulasi tipe – tipe kelompok yang berbeda – beda. kelompok informal tidak muncul karena dibentuk dengan sengaja. Kelompok Komando (Command Group) Kelompok komando ditentukan oleh bagan organisasi. diantaranya : a. Kelompok Tugas (Task Group) Kelompok tugas terdiri dari para karyawan yang bekerja – sama untuk menyelesaikan suatu tugas atau proyek tertentu.DASAR-DASAR PERILAKU KELOMPOK A. atau antara seorang perawat senior dan bawahannya. Dengan perkataan lain. Kelompok dapat berupa kelompok formal atau informal. perilaku yang harus dianut oleh seseorang ditetapkan dan diarahkan menuju tujuan-tujuan organisasi.

Dalam bagian ini. Para karyawan yang bersama – sama bergabung dalam kelompok untuk membentuk front yang terpadu menghadapi manajemen untuk mendapatkan manfaat yang lebih banyak dan pelayan wanita yang mengumpulkan uang persen mereka merupakan contoh dari kelompok kepentingan. TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN KELOMPOK Kelompok biasanya berkembang melalui sebuah urutan terstandar dalam evolusi mereka. Kelompok Kepentingan (Interest Group) Orang yang mungkin tidak merupakan anggota dari kelompok komando atau kelompok tugas yang sama. B. Para anggotanya “menguji kedalam air” untuk menentukan jenis – jenis perilaku yang dapat diterima. hasil berupa kinerja. Kelompok persahabatan ini seringkali melebarkan interaksi dan komunikasi mereka sampai pada kegiatan diluar pekerjaan. tetapi terdapat penolakan terhadap batasan – batasan yang diterapkan 3 . Perlu diketahui juga tujuan kelompok semacam itu tidak berhubungan dengan tujuan organisasi. dan pembubarannya. kita mendeskripsikan model umum yang terdiri atas lima tahap tersebut dan sebuah model alternatid untuk kelompok – kelompok sementara dengan tenggar waktu. Tahap Pembentukan (forming) Memiliki karakteristik besarnya ketidakpastian atas tujuan. Meskipun riset mengindikasikan bahwa tidak semua kelompok mengikuti pola ini.a. Tahap Timbulnya Konflik (Strorming) Satu dari konflik intrakelompok. normalisasi. 1. atau latar belakang etnis. Kita menyebut model ini model lima tahap perkembangan kelompok. dan kepemimpinan kelmpok tersebut. Seperti diperlihatkan pada gambar model lima tahap perkembangan kelompok (five – stage – group – development – model) menyebutkan karakteristik perkembangan kelompok dalam lima tahap yang berbeda pembentukan. kepercayaan politis. timbulnya konflik. mungkin bergabung untuk mencapai sesuatu sasaran bersama. Tahap ini selesai ketika para anggotanya mulai menganggap diri mereka sebagai bagian dari kelompok. b. Para anggotanya menerima keberadaan kelompok tersebut. 2. struktur. tetapi tujuan itu bersifat khusus bagi tiap – tiap kelompok. model tersebut adalah sebuah kerangka kerja yang berguna untuk memahami perkembangan kelompok. misalnya usia. Kelompok Persahabatan (Friendship Group) Banyak kelompok dibentuk karena para anggotanya mempunyai sesuatu kesamaan.

konflik tingkat tinggi mungkin baik untuk kinerja kelompok yang tinggi. Kebanyakan orang yang menginterprestasikan model lima tahap tersebut berasumsi bahwa sebuah kelompok menjadi semakin efektif seiring kelompok tersebut bergerak melalui empat tahap. Dalam tahap ini terdapat sebuah rasa yang kuat akan identitas kelompok dan persahabatan. Ketika tahap ini selesai. Tahap Adjourning Stage (Pembubaran) Untuk kelompok – kelompok kerja yang permanen. Sebagai gantinya. terdapat konflik atas siapa yang akan mengendalikan kelompok tersebut. pendukung yang paling kuat dari model ini sekalipun tidak 4 . Meskipun asumsi ini mungkin secara benar. tim. Dalam tahap ini. Dengan cara serupa. 4. pada kenyataannya. perhatian diarahkan untuk menyelesaikan aktivitas – aktivitas. untuk komisi. 3. Tahap normalisasi (norming stage) ini selesai ketika struktur kelompok tersebut menjadi solid dan kelompok telah mengasimilasi serangkaian ekspektasi definisi yang benar atas perilaku anggota. Energi kelompok telah berpindah dari saling mengenal dan memahami menjadi mengerjakan tugas yang ada. Tahap Performing (Berkinerja) Pada titik ini struktur telah sepenuhnya fungsional dan diterima. Kadang – kadang. Jadi kita dapat mengharap untuk menemukan situasi di mana kelompok – kelompo itu dalam tahap II berpenampilan lebih baik dibandingkan mereka yang berada pada Tahap III dan IV. bersenang – senang dalam persahabatan dan pertemanan yang didapatkan selama kehidupan kelompok kerja tersebut. Respons dari anggota kelompok dalam tahap ini bervariasi. kelompo – kelompok tidak selalu beproses dengan jelas dari satu tahap ke tahap selanjutnya. Jadi. Tahap Normalisasi Tahap ketiga ini adalah tahap di mana hubungan yang dekat terbentuk dan kelompok tersebut menunjukkan kekohesifan. terdapat sebuah hierarki yang relatif kelas atas kepemimpinan dalam kelompok tersebut. kelompok tersebut mempersiapkan diri untuk pembubarannya. beberapa tahapan berjalan pada waktu yang bersamaan. angkatan tugas sementara. seperti kelompok yang mengalami konflik dan tampilan waktu yang sama.kelompok tersebut terhadap setiap individu. Tetapi. Beberapa merasa gembira.kelompok kerja yang mempunyai tugas yang terbatas untuk dilakukan. berkinerja adalah tahap terakhir dalam perkembangan mereka. terdapat tahap pembubaran. Kinerja tugas yang tinggi tidak lagi menjadi prioritas tertinggi kelompok. Lebih jauh lagi. apa yang membuat sebuah kelompok efektif adalah lebih kompleks dari yang dikenali oleh model ini? Di bawah kondisi tertentu. Bahkan suatu kelompok terkadang mundur ke tahap sebelumnya. dan kelompok . 5.

Masalah lainnya dari model lima tahap. Pertemuan terakhir kelompok tersebut dikarakteristikkan oleh akselerasi aktivitas yang sangat mencolok. Sebuah fase kedua inersia mengikuti transisi tersebut 6.mengasumsikan bahwa semua kelompok mengikuti proses lima tahap secara tepat atau bahwa tahap IV selalu yang paling diinginkan. dan menentukan norma – norma seperti yang diramalkan model lima tahap. Sebuah transisi terjadi pada akhir fase pertama ini. dalam 10 menit. informasi. Pertemuan pertama mereka menentukan arah kelompok tersebut 2. Fase pertama dari aktivitas kelompok ini adalah inersia ( ketidakaktifan ) 3. memecahkan konflik. adalah penelitian atas awak kokpit dalam sebuah pesawat terbang menemukan bahwa. dan sumber – sumber daya yang diperlukan bagi kelompok tersebut untuk tampil. tiga orang yang tidak saling mengenal yang ditugaskan untuk terbang bersama untuk pertama kali menjadi sebuah kelompok yang sangat cepat ini adalah konteks organisasional yang kuat yang melingkupi tugas dari awak kokpit. 5 . tepat ketika kelompok tersebut menggunakan setengah dari waktu yang dimilikinya 4. Mereka tidak butuh untuk mengembangkan sumber daya. terkait pemahaman perilaku yang berhubungan dengan pekerjaan. definisi tugas. Sebuah Model Alternatif: Bagi Kelompok Sementara dengan Tenggat Waktu Kelompok-kelompok sementara dengan tenggat waktu tampaknya tidak mengikuti model sebelumnya. Konteks ini memberikan atauran. Sebuah transisi yang mencetuskan perubahan besar 5. Berbagai penelitian mengindikasikan bahwa mereka memiliki urutan tindakan (atau tidak bertindakan ) mereka sendiri yang unik: 1.

ketika sesorang pengurus serikat pekerja dipromosikan ke posisi penyelia (supervisor). Kelompok kerja memiliki hal-hal yang membentuk perilaku anggota serta membuatnya mungkin untuk menjelaskan dan meramalkan sebagian besar perilaku individu dalam kelompok dan kinerja kelompok itu sendiri.sebagai contoh. Persepsi peran Pandangan seorang individu atas bagaimana ia harus bertindak dalam situasi tertentu adalah sebuah persepsi peran (role perception). d. manajemen diharapkan 6 .C. Ekspektasi Peran Ekspektasi peran didefinisikan sebagai sebagai apa yang diyakini mengenai orang lain mengenai bagaimana anda harus bertindak dalam sebuah situasi tertentu. kita terlibat dalam jenis-jenis perilaku tertentu. Sikap-sikap dan perilaku-perilaku tertentu yang konsisten dengan sebuah peran. Berdasarkan pada sebuah interpretasi apa yang kita yakini mengenai bagaimana seharusnya kita berperilaku. a. Peran Peran adalah serangkaian pola perilaku yang diharapkan dikaitkan erat dengan seseorang yang menempati posisi tertentu dalam sebuah unit sosial. HAL-HAL MENGENAI KELOMPOK: PERAN. NORMA. UKURAN. STATUS. b. Terdapat sikap tertentu dan perilaku aktual yang konsisten dengan identitas peran (role identity). Orang-orang yang mempunyai kemampuan berganti peran dengan cepat ketika mereka mengenali terjadinya situasi dan tuntutan yang jelas membutuhkan perubahan besar. ditemukan bahwa sikap mereka berubah dari pro-serikat pekerja menjadi pro-manajemen hanya dalam beberapa bulan setelah promosi. 1. c. ditemukan bahwa pengawas yang diturunkan tersebut sekali lagi mengadopsi sikapsikap yang pro-serikat pekerja. atau sebaliknya. Misalnya. Identitas Peran. DAN KEKOHESIFAN Kelompok kerja bukan merupakan sekumpulan orang yang tidak terorganisasi. Ketika promosi tersebut harus dibatalkan karena kesulitan dalam ekonomi perusahaan. Persepsi tersebut didapatkan dari rangsangan di sekeliling kita. Kontrak Psikologis Sebuah perjanjian tidak tertulis yang menentukan apa yang diharapkan oleh manajemen dari karyawan.

Konflik Peran Sebuah situasi dimana seorang individu dihadapkan dengan ekspektasi-ekspektasi peran yang berlainan inilah yang disebut konflik peran (role conflict). bagaimana menyelesaikan pekerjaan. Persahabatan di dalam dan di luar pekerjaan. dan kapan waktu yang tepat untuk bersantai. tingkat hasil mereka. mengikuti arahan. Para pegawai diharapkan untuk merespons dengan menunjukkan sikap yang baik. dan semacamnya. Norma Kelas Umum Mungkin norma kelas yang paling umum adalah norma kinerja. 7 . Dengan siapa para anggota kelompok makan siang. Ini meliputi hal-hal pakaian yang pantas. mengomunikasikan dengan jelas apa yang menjadi pekerjaan harian. Pada tingkat ekstrem hal ini dapat meliputi situasi dimana dua atau lebih berekspektasi peran saling bertentangan. dan memberikan umpan balik atas seberapa baik pekerjaan yang dilakukan karyawan. tingkat kelambanan yang pantas. Ketika disetujui dan diterima kelompok. Norma memberi tahu apa yang harus dan tidak harus dilakukan dibawah keadaan-keadaan tertentu. permainan-permainan sosial. norma berlaku sebagai cara untuk memengaruhi perilaku dari anggota kelompok dengan kontrol eksternal yang minimum. tetapi mereka semua memiliki. e. kapan harus terlihat sibuk. 2. Konflik ini muncul ketika individu menemukan bahwa untuk memenuhi syarat satu peran dapat membuatnya lebih sulit untuk memenuhi peran lain. dan masyarakat. Kelompokkelompok kerja biasanya memberi anggota mereka petunjuk-petunjuk eksplisit mengenai seberapa keras mereka harus bekerja. Kategori lainnya menyangkut norma pengaturan sosial. Norma Norma adalah standar-standar perilaku yang dapat diterima dalam sebuah kelompok yang dianut oleh para anggota kelompok. dan menunjukkan loyalitas terhadap organisasi. Norma-norma ini datang dari kelompok kerja informal dan terutama mengantur interaksi sosial dalam kelompok. dan semacamnya dipengaruhi oleh normanorma tersebut. komunitas. norma-norma tersebut memberi tahu apa yang diharapkan dari Anda dalam situasisituasi tertentu.untuk memperlakukan karyawan dengan adil. menyediakan kondisi-kondisi kerja yang pantas. Dari sudut seorang individu. loyalitas terhadap kelompok kerja atau organisasi. Norma berbeda antar kelompok. Kategori kedua meliputi norma penampilan.

Kelompok referensi. serta alokasi peralatan dan perlengkapan baru. Konformitas. 3. 1. Status adalah faktor penting dalam memahami perilaku manusia karena hal ini adkah sebuah motivator signifikan dan memiliki konsekuensi – konsekuensi perilaku besar ketika individu-individu menerima perbedaan antara apa yang mereka percaya sebagai status dan apa yang dirasakan oleh orang lain. penugasan pekerjaan yang sulit. Perilaku menyimpang di tempat kerja Perilaku menyimpang di tempat kerja adalah perilaku yang disengaja yang melanggar norma-norma organisasional signitifikan. Konformitas. mengancam kesejahteran organisasi atau anggota-anggotanya. Status Status adalah sebuah posisi atau pangkat yang didefinisikan secara sosial yang diberikan kepada kelompok atau anggota kelompok oleh orang lain-meresap dalam setiap masyarakat. status cenderung didapat dari salah satu dari tiga sumber : pengaruh kekuasaan seseorang atas orang lain. Status dan Norma Status telah terlihat memiliki pengaruh-pengaruh menarik pada kekuatan norma dan 8 . Lagi pula. Normanorma ini dapat berasal dari dalam kelompok atau organisasi dan mencakup hal-hal seperti bayaran. Adalah menyesuaikan perilaku seseorang agar selaras dengan normanorma tersebut.Kategori yang terakhir berhubungan dengan norma alokasi sumber daya. 2. Adalah kelompok-kelompok penting dimana individuindividu menjadi anggota atau berharap untuk menjadi anggotanya dan dengan norma-norma yang kemungkinan akan disesuaikan oleh individu tersebut. Hal ini sebagian besar dikarenakan kemampuan mereka untuk mengendalikan sumber-sumber daya kelompok. Menurut teori karakteristik status. dan dengan melakukannya. Orang-orang yang mengendalikan hasil sebuah kelompok melalui kekuasaan mereka cenderung dianggap berstatus tinggi. Orang-orang yang kontribusinya penting terhadap keberhasilan kelompok juga cenderung memiliki status tinggi. kemampuan seseorang untuk berkontribusi terhadap tujuan sebuah kelompok dan karakteristik pribadi seorang individu. perbedaan dalam karakteristik status menciptakan hierarki-hierarki dalam kelompok.

Saat kita yakin telah terjadi ketidaksetaraan antara kedudukan yang didapat seorang individu dengan pemberian status orang tersebut oleh organisasi. hal tersebut menciptakan ketidakseimbangan yang menghasilkan berbagai jenis perilaku korektif. Status dan Kultur Pentingnya status memang bervariasi di antarkultur. Ketidaksesuaian gaji.tekanan untuk menyesuaikan diri. dan wawasan mereka mungkin tidak akan digunakan secara penuh. Seorang individu uang dinilai tinggi oleh sebuah kelompok tetapi tidak banyak membutuhkan atau memedulikan penghargaa sosial yang diberika kelompok. mengkritik. Negara-negara memiliki kriteria yang berbeda untuk 9 . ketidaksesuai jenis ini adalah lokasi kantor yang lebih disukai ditentukan oleh seseorang berpangkat rendah. Ketika terjadi ketidaksetaraan. Seperti yang kita lihat. bahwa orang-orang berstatus tinggi cenderung lebih tegas. dengan demikian mengurangi kinerja keseluruhan kelompok. keahlian. Contoh. Ketidaksetaraan Status Para anggota kelompok penting untuk percaya bahwa status hierarki itu setara. Dalam situasi dimana para anggota berstatus lebih rendah memiliki kemampuan dan wawasan yang dapat membantu kelompok. kita mengalami ketidaksesuai status. Status dan Interaksi Kelompok Interaksi diantara anggota kelompok dipengaruhi oleh status. Kita menemukan. Contoh. menyatakan perintah dan menginterupsi orang lain. Orang-orang berstatus tinggi juga lebih mampu untuk menolak tekanan konformitas dibanding rekan-rekan mereka yang berstatus lebih rendah. misalnya. Dalam kelompok-kelompok yang terdiri atas individu-individu yang heterogen atau ketika kelompok-kelompok heterogen dipaksa untuk saling bergantung. anggota-anggota status tinggi dari kelompok sering kali diberi kebebasan lebih untuk menyimpang dari norma dibandingkan anggota kelompok yang lain. Misalnya. perbedaan-perbedaan ini dapat menjadi sebuah masalah khusus ketika pemimpin menciptakan tim-tim yang terdiri atas karyawan-karyawan dari berbagai fungsi yang berbeda dalam organisasi. perbedaan status dapat memicu konflik seiring kelompok yang mencoba untuk menyesuaikan dan mengatur hierarki-hierarki berbeda. orang Perancis sanagt sadar akan peran mereka. Tetapi perbedaan status sebenarnya menghalangi keragaman ide dan kreativitas dalam kelompok karena anggota-anggota yang berstatus lebih rendah cenderung menjadi peserta yang kurang aktif dalam diskusi kelompok. Mereka lebih sering berbicara secara terbuka.

Tetapi jika kelompok tersebut dihadapkan dalam pemecahan masalah. anda dapat membuatnya seimbang dengan mengurangi usaha anda. Implikasinya bagi PO dari pengaruh ini pada kelompok kerja adalah signifikan. Jika hal ini tidak dilakukan. Ukuran juga berpengaruh dalam perilaku kelompok secara keseluruhan. Penjelasan lain adalah penyebaran tanggung jawab. bukti yang mengindikasikan bahwa kelompok kecil lebih cepat dalam menyeleseikan masalah dibanding dengan kelompok yang lebih besar. 4.menciptaka status. Penyebab efek kemalasan sosial kemungkinan dikarenakan adanya keyakinan bahwa orang lain dalam kelompok tidak memikul bagian mereka secara adil. Kemalasan sosial adalah seuah kecenderungan para individu unutk mengeluarkan usaha yang lebih sedikit ketika bekerja secara kolektif daripada ketika bekerja secara individu. kelompok lebih besar mendapatkan nilai lebih baik dibanding dengan kelompok yang lebih kecil. Sebuah penemuan paling penting yang berhubungan dengan ukuran sebuah kelompok telah diberi label kemalasan sosial. Hal tersebut bertentangan dengan logika bahwa produktivitas dari sebuah kelompok sebagai keseluruhan setidaknya seimbang dengan jumlah produktivitas setiap individu dalam kelompok tersebut. Jika melihat orang lain malas tidak pada tempatnya. orang Amerika Latin dan Asia cenderung didapatkan dari posisi keluarga dan peran formal dalam organisasi. Riset pada ukuran kelompok menghasilkan dua kesimpulan : (1) kelompok dengan umlah anggota ganjil cenderung lebih disukai dibanding kelompok dengan jumlah anggota genap. Ketika para menajer menggunakan situasi kerja kolektif untuk meningkatkan moral dan kerja sama tim. mereka juga harus memberikan cara agar usaha-usaha individual dapat diidentifikasi. Sebagai contoh. status cenderung didapat dari pencapaian yang didapat daripada gelar dan silsilah keluarga. (2) kelompok yang terdiri atas lima atau tujuh anggota melakukan 10 . Misalny. manajemen harus mempertimbangkan potensi kerugian dalam produktivitas dari menggunakan kelompok terhadap kemungkinan adanya keuntungan dalam kepuasan kerja. Ukuran Ukuran dari sebuah kelompok memengaruhi perilaku kelompok secara keseluruhan. Kemalasan sosial adalah kecenderungan para individu untuk mengeluarkan usaha yang lebih sedikit ketika bekerja secara kolektif daripada ketika bekerja secara individual. Sedangkan di Australia dan AS.

beberapa kelompok kerja menjadi kohesif karena para anggotanya telah menghabiskan banyak waktu bersama.pekerjaan yang cukup baik untuk menjalankan lemen-elemen terbaik. Kekohesifan penting karena berhubungan dengan produktivitas kelompok. Berbagai penelitian secara konsisten menunjukkan bahwa hubungan kekohesifan dan peroduktivitas bergantung pada norma-norma terkait kinerja yang ditetapkan oleh kelompok. Namun jika kekohesifan tinggi dan norma kerja rendah. pekerjaan berkualitas). 2. kelompok kohesif akan lebih produktif dibanding dengan kelompok yang kurang kohesif. Pengambilan Keputusan Kelompok Keyakinan bahwa dua kepala lebih baik daripada satu yang diperlihatkan sistem juri telah lama diterima sebagai komponen dasar dari sistem hukum dibanyak negara. baik dari kelompok kecil maupun besar. produktivitas cenderung menurun ke kisaran rendah hingga menengah. Misalnya. yaitu tingkat dimana para anggotanya saling tertarik dan termotivasi untuk tinggal dalam kelompok tersebut. 5. Jika norma-norma terkait kinerja tinggi (hasil tinggi. 4. 6. Mendorong persaingan dengan kelompok-kelompok lain Memberikan penghargaan kepada kelompok dan tidak kepada anggota secara tradisional 7. produktivitas akan rendah. pada hari ini. atau ukuran kelompok yang kecil memfasilitasi adanya interaksi yang tinggi. 3. Ketika kekohesifan dan norma kinerja terkait rendah. Secara fisik mengisolasi kelompok tersebut D. Keyakinan ini telah berkembang hingga satu titik sehingga. Membuat kelompok tersebut lebih kecil Mendorong untuk mengadakan perjanjian dengan tujuan-tujuan kelompok Meningkatkan waktu yang dihabiskan anggota secara bersama-sama Meningkatkan status kelompok dan anggapan sulitnya menjadi anggota kelompok tersebut 5. produktivitas meningkat. Kekohesifan Kelompok-kelompok berbeda dalam kekohesifan. Jika kekohesifan rendah dan norma kerja tinggi. Hal-hal yang dilakukan untuk mendorong kekohesifan dalam kelompok : 1. atau kelompok tersebut telah mengalami ancamanancaman eksternal yang menjadikan mereka lebih dekat. banyak 11 . tetapi lebih sedikit bila dibandingkan pada situasi kekohesifan tinggi/norma tinggi.

Keanekaragaman pandangan yang meningkat. Informasi dan pengetahuan yang lebih lengkap. Legitimasi yang meningkat. kelompok dapat meningkatkan penerimaan atas sebuah solusi. tim atau komite secara meluas.Hal ini membuka kesempatan terhadap lebih banyak pendekatan dan alternatif untuk dipertimbangkan. d. Dalam hal ini muncul pertanyaan apakah keputusan kelompok menyiratkan keputusan yang lebih disukai daripada keputusan yang diambil secara individual? Jawaban untuk pertanyaan ini adalah tergantung dari beberapa faktor. Dalam bagian ini. Kelompok versus Individual 1. Sehingga adapat disimpulkan bahwa kelompok dapat menghasilkan informasi dan pengetahuan yang lebih lengkap dan membawa heterogenitas dalam pengambilan keputusan 2.keputusan dalam organisasi yang dibuat oleh kelompok. Keputusan kelompok lebih memakan waktu karena kelompok-kelompok biasanya mebutuhkan waktu yang lebih banyak untuk mencapai sebuah solusi dibandingkan dengan bila seorang individu mengambil keputusan tersebut. disamping lebih banyak maasukan sehingga banyak alternatif yang perlu dipertimbangkan. Kelompok dapat menghasilkan informasi dan pengetahuan yang lebih lengkap. Keuntungan dari kelompok: a. kelompok membawa lebih banyak masukan kedalam proses pengambilan keputusan. Mereka menawarkan semakinmeningkatnya keragaman pandangan. Keunggulan Pengambilan Keputusan Kelompok. Akhirnya. Anggota yang berpartisipasi dalam mengambil sebuah keputusan kemungkinan akan mendukung keputusan tersebut dengan antusias dan mendorong orang lain untuk menerimanya. Penerimaan baik suatu pemecahan masalah meningkst. Terdapat tekanan12 . untuk itu perlu dicermati kelemahan dan keuntungan yang dapat ditanggung oleh kelompok sebagai berikut: a. b.. Dengan menjumlahkan sumber-sumber daya dari beberapa individu. Kelemahan Pengambilan Keputusan Kelompok. Banyak keputusan gagal setelah pilihan terakhir dibuat karena orang-orang tidak menerima solusi tersebut. Suatu keyakinan bahwa dewasa ini banyak keputusan dalam organisasi diambil oleh kelompok. Selain masukan yang lebih banyak. kelompok dapat membawa heterogenis ke dalam proses pengambilan keputusan. kita mendiskusikan pangambilan keputusan kelompok. tim. c. atau komite.

individual lebih unggul. Keinginan para anggota kelompok untuk diterima dan dianggap sebagai aset didalam kelompok tersebut dapat berakibat menghentikan perbedaan pendapat yang ada. b. hal ini membatasi manajemen untuk bertindak dengan cepat dan menentukan bila diperlukan. Adalam keputusan kelompok. 3. dihentikannya ketidaksepakatan yang lahir sehingga mendorong kesesuaian diantara pandangan-pandangan. kelompok lebih efektif dibandingkan individual. Akhirnya. tanggung jawab dari anggota tunggal tidak jelas. Dalam sebuah keputusan individual. d. sudah jelas siapa yang bertanggung jawab untuk hasil akhirnya. Menghabiskan waktu. Fenomena yang pertama. Kerugian dari kelompok: a. efektivitas keseluruhan kelompok tersebut akan lumpuh. Jika dihubungan dengan kecepatan. Pengambilan keputusan terkait dengan akurasi kelompok lebih akurat. b.tekanan konformitas dalam kelompok. Selain itu akan timbul ketidak jelasan tanggung jawab dan ada dominasi keputusan yang terjadi. Diskusi-diskusi kelompok dapat didominasi olehsatu atau sedikit anggota. c. Jika koalisi dominan ini terdiri atas anggota-anggota dengan kemampuan rendah dan menegah. Sehingga waktu yang lebih banyak. Efektivitas dan Efisiensi. kolompok hampir selalu ada dibandingkan pengambilan keputusan individual. Tanggung jawab yang kembar arti. tekanan konformitas dan keinginan untuk diterima dalam kelompok dapat mengganggu putusan yang dibuat. yang disebut pikiran kelompok dikaitkan dengan norma-norma. Fenomena ini menggambarkan situasi dimana tekanan kelompok untuk kesesuaian menghalangi 13 . keefektifan keseluruhan kelompok akan tertekan. Dalam hal efisiensi. Jika diolihat dari penerimaan atas solusi akhir yang dicapai. Pemikiran Kelompok dan Pergeseran Kelompok Dua efek samping dari pengambilan keputusan kelompok mempunyai potensi mempengaruhi kemampuan kelompok untuk menilai alternatif-alternatif secara positif dan menghasilkan solusi keputusan yang berkualitas. keputusan kelompok menderita dengan adanya tanggung jawab ambigu. Dominasi oleh beberapa orang. Tekanan tidak sesuai. dalam keputusan kelompok tanggung jawab dari setiap anggota tunggal menjadi encer.

kelompok untuk menghargai secara kritis pandangan-pandangan yang tak biasa. Fenomena yang kedua. para anggota kelompok cendrung membesar-besarkan posisi (pendirian) awal yang mereka anut. membatasi pembahasan atau komunikasi antar pribadi selama proses pengambilan keputusan. Gejala pergeseran kelompok yaitu lebih sering terjadi kearah resiko yang lebih besar. Semua anggota kelompok secara fisik hadir. Seperti diskusi yang menimbulkan pergeseran pendapat anggota yang signifikan kependapat yang lebih lebih ektrem kependapat mereka sebelum melakukan diskusi. minoritas atau tak populer. Dalam kelompok ini. disebut pergeseran kelompok. para anggota bertatap muka dan mengandalkan interaksi verbal maupun nonverbal untuk berkomunikasi satu sama lain. c. Gejala-gejala dan fenomena pemikiran kelompok: 1) Para anggota kelompok merasionlisasi setiap penolakan terhadap asumsi yang telah mereka ambil. Teknik kelompok nominal. tetapi 14 . karena itu disebut nominal. 3) Anggota yang meragukan ata mempunyai titik pandang yang berbeda berusaha menghindari penyimpangan dari apa yang tampaknya merupakan consensus kelompok dengan tetap tidak menyuarakan keraguannya dan bahkan menyakinkan diri mereka sendiri mengenai kurang pentingnya keraguan. Fenomena ini mengindikasikan bahwa dalam membahas seperangkat alternatif dan mencapai pemecahan tertentu. Jadi tipe konservatif bersifat lebih hati-hati dan tipe yang lebih agresif mengambil lebih banyak resiko. 4) Terlihat ada ilusi (hayalan) atas aklamasi. Kelompok interaksi sering menyensor diri mereka dan menekan masing-masing anggota kearah kesesuaian pendapat seperti sumbangan saran yang dimaksudkan untuk mengatasi tekanan-tekanan untuk mencapai kesesuain dalam kelompok interaksi itu yang bias menghambat pengembangan alternatif-alternatif kreatif. Teknik Pengambilan Keputusan Kelompok Bentuk paling lazim dari pengambilan keputusan kelompok terjadi dalam kelompok interaksi. seperti dalam pertemuan komite tradisional. 2) Para anggota menerapkan tekanan langsung kemereka yang mengungkapkan keraguan mengenai setiap pandangan bersama kelompok atau mereka yang mempertanyakan validitas(kesahehan) argument yang didukung oleh mayoritas.

anggota itu melakukan tugasnya secara independen. 15 . dan penemuan elektronik. Hal-hal tersebut adalah sebagai berikut : 1) Sumbang saran (brainstorming) dalah suatu proses penimbulan gagasan yang secara khusus mendorong dan semua alternatif.anggota. Keputusan akhir ditentukan oleh gagasan yang mendapat peringkat tertinggi. Teknik kelompok nominal. sementara menahan setiap kritik terhadap alternatif-alternatif tersebut. Sebuah proses pembangkitan ide yang secara khusus mendorong semua alternative apapun dari tiap anggota kelompok dan sementara itu menahan kritik atas alternative-alternative tersebut. Teknik kelompok nominal merupakan sebuah metode pengambilan keputusan kelompok dimana para anggotanya bertemu secara tatap muka untuk menyatukan pemikiran mereka dengan cara sistematis tetapi independent.langkah berikut diambil: 1) Para anggota melakukan rapat sebagai kelompok. Tiap anggota mengambil gilirannya secara berkeliling meja. 3) Sekarang kelompok membahasa gagasan-gagasan untuk memperjelas dan menilai gagasan itu. masalah disajikan dan kemudian langkah. dengan menyajikan satu gagasan saja sampai semua gagasan telah disajikan dan direkam (lazimnya pada papan tulis dengan kapur atau lembar kertas[flip chart]). tiap anggota menyajikan satu gagasan kelompok. tiap anggota secara independen menuliskan gagasan-gagasannya mengenai masalah itu. tetapi sebelum diskusi berlansung. 2) Setelah sedikit masa hening. Secara khusus. Tukar pikiran (Brainstorming). Tidak dilakukan pembahasan sebelum seemua gagasan dicatat. 5) Kekuatan utama teknik kelompok nominal adalah bahwa teknik ini memungkinkan kelompok bertemu secara formal tetapi tidak membatasi pemikiran bebas. tekhnik delphi. 2) Teknik kelompok nominal adalah suatu metode pengambilan keputusan kelompok dalam mana anggota-anggota individu bertemu tatap-muka untuk mengumpulkan pertimbangan mereka dalam suatu cara yang sistematik tetapi tak bergantungan. Cara-cara mengurangi masalah yang tertanam dalam kelompok interaksi tradisional yaitu : sumbang saran (brainstorming). 4) Tiap anggota kelompok tanpa berkomenter dan secara sendiri-sendiri mengurutkan peringkat gagasan. seperti kelompok interaksi.

e. c. komentar individu maupun saran-saran gabungan. Proses pertemuan teknik sebagai berikut. Diatas meja hanya ada terminal komputer. Keputusan terakhir adalah ditentukan oleh gagasan yang mendapat gabungan peringkat yang tertinggi. Langkah-langkah yang terjadi: a. diperagakan pada suatu layar proyeksi dalam ruang tersebut. Keuntungan utama adalah kejujuran dan kecepatan. Sebuah pertemuan dimana para anggota berinteraksi menggunakan computer yang dapat menjaga anonimitas dan agregasi suara. Para anggota berkumpul sebelum ada diskusi dan menuliskan ide-ide mereka. isu-isu disajikan kepada peserta dan mereka mengetikan respon mereka di dalam layar monitor. Dilakukan berulang sampai semua ide dibahas 3) Pertemuan Elektronik Pertemuan elektronik adalah pendekatan pengambilan keputusan dengan menggabungkan teknik kelompok-nominal dengan teknologi komputer. d. Ide-ide tersebut di diskusikan bersama.Langkah-langkahnya sebagai berikut: a) Anggota-anggota berapat sebagai kelompok. c) Kelompok melakukan bahasan untuk memperjelas dan menilai gagasan. Satu ide dari masing-masing anggota di kumpulkan. 16 . merupakan. b. b) Tiap anggota menyajikan gagasan-gagasannya dan tidak dilakukan pembahasan sebelum semua gagasan dicatat. Pertemuan media elektronik. Ide-ide tersebut diperingkat tiap anggota secara sendiri-sendiri sesuai masingmasing. d) Tiap anggota kelompok mengurutkan peringkat gagasan. tiap anggota secara tak bergantungan menuliskan gagasan-gagasannya mengenai masalah. Anggota kelompok sampai sejumlah 50 orang duduk pada tempat yang telah ditentukan (biasanya bentuk tapal kuda).

Kepuasan Kebanyakan orang lebih senang berkomunikasi dengan orang yang tingkat statusnya sama dengan mereka atau yang lebih tinggi daripada dengan orang yang memiliki 17 . Selama persepsi peran karyawan itu memenuhi pengharapan peran dari sang atasan. karyawan itu menerima evaluasi kinerja yang lebih tinggi. tugas kelompok dan kohesivitas. hendaknya diupayakan untuk memberikan ukuran terhadap masing-masing kinerja didalam kelompok. Ada hubungan positif antara persepsi peran dan evaluasi kinerja terhadap karyawan. Dimana factor yang lebih menonjol adalah persepsi peran. Ringkasan Dan Implikasi Bagi Para Manajer 1. Kinerja Sejumlah factor structural menunjukan hubungan dengan kinerja. norma. Kadar keselarasan yang ada antara karyawan dan atasannya mengenai persepsi atas pekerjaan karyawan itu mempengaruhi kadar sejauh man karyawan itu akan dinilai sebagai pekerja yang efektif oleh atasannya. 2. susunan demografinya. ukuran kelompok. Kelompok yang kecil lebih efektif pada tugas-tugas pengambialan tindakan. Dampak ukuran pada kinerja kelompok bergantung pada jenis tugas yang disajikan oleh kelompok itu. ketidak setaraan status.E. Kelompok yang besar lebih efektif untuk kegiatan mencari fakta. Pengetahuan kita mengenai kemalasan social menuntut bahwa jika manajemen menggunakan kelompok besar.

Timothy A. dan pembentukan subkelompok. Pada saat yang sama. demikian pula kemampuan anggota untuk memihak keprestasi kelompok. Robbins. Hubungan antara ukuran kelompok dan kepuasan adalah seperti yang diharapkan orang secara intuitif dimana kelompok besar dikaitkan dengan kepuasan yang lebih rendah. kita seharusnya mengharapkan kepuasan akan lebih besar diantara karyawan yang pekerjaannya meminimalkan interaksi dengan individuindividu yang statusnya lebih rendah daripada mereka. konflik.subkelompok. Judge 18 . dengan adanya lebih banyaknya anggota.status dibawah mereka. SUMBER: Perilaku Organisasi (Organizational Behaviour) Edisi 12 Oleh Stephen P. Akibatnya. kesempatan untuk berpartisipasi dan berinteraksi secara social. Dengan meningkatnya ukuran. akan lebih mudah mendorong terjadinya beda pendapat. yang semuanya membuat kelompok itu menjadi entitas yang kurang menyenangkan untuk dimasuki.