Assembling

Assembling Assembling adalah proses perakitan suatu produk yang terdiri dari beberapa part. Area assembling merupakan area terakhir dalam serangkaian proses pembuatan mold dari awal hingga akhir, yang bisa juga disebut sebagai area finishing mold, sebelum di trial pada mesin Injeksi. Support Assembling meliputi beberapa aspek diantaranya: 1. Drilling : melubangi material mold, biasanya untuk lubang cooling. 2. Tapping : proses pengetappan untuk membuat ulir 3. Champering : proses champer biasanya digunakan untuk menchamper part yang butuh perhatian ekstra dalam proses assembling Mould Di bawah ini adalah gambar mould two plates beserta nama dari setiap item yang menjadi komponen antara lain :
1. Movable clamping plate 2. Spacer block 3. Movable cavity plate. 4. Fix cavity plate. 5. Fix clamping plate. 6. Guide bush. 7. Guide pin. 8. Centering ring. 9. Inbus Screw M10x20. 10. Ejector holder plate. 11. Ejector back plate. 12. Return pin. 13. Ejector leader pin. 14. Inbus screw M6x70. 15. Ejector leader bushing. 16. Inbus screw M6x20. 17. Inbus screw M10x90. 18. Ejector pin 10-91,00 19. Ejector pin 6-89,00/93,00 20. Sprue puller. 21. Ejector pin 4-91,00. 22. Slotted key.

maka distribusi gaya saat menutup tidak hanya . Positioning Mold Memberi tanda pada guide pin bisa membantu operator dalam memasang kembali mold setelah dilepas. Demikian juga setelah memakai mold. Clamping Unit Merupakan bagian yang menjadi tempat pencekaman mold. Kebersihan Mold Sebelum memasang mold. Karena tidak semua pin selalu matching dengan lubang pada mold. Setiap 1 atau 3 bulan sekali (berkala) dibuka dan bersihkan serta dilapisi kembali. sprue. runner.Pada proses perakitan itu sendiri.  Clamping Plate merupakan bagian yang bisa bergerak sehingga mold bisa membuka dan menutup. waktu. Semprot dengan anti karat dan dilapisi minyak. akan lebih baik bila lapisan luar ditutup dengan plastik untuk menghindari oksidasi yang mengakibatkan karat. pastikan mold tetap dalam kondisi bersih saat akan disimpan. ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh si perakit. kecepatan. *contoh gambar mold beserta bagain – bagiannya terlampir Work Injection Pengertian Proses Injeksi Moulding adalah proses membuat benda (produk) dengan cara menginjeksikan bahan plastik resin yang dipanaskan dari dalam silinder melalui nozzle. dan temperatur.Adapun bagian utama dari mesin injeksi adalah sebagai berikut: 1. Untuk unit yang memakai toggle clamp. biasanya pada mold ditandai dengan anak panah ataupun angka penanda untuk membantu saat pemasangan. Perawatan Mould Dalam perawatan mould ada beberapa hal yang bisa dilakukan diantaranya saat membuka mold pastikan dalam posisi yang benar.  Piston Clamp (+ Toggle Clamp) merupakan bagian yang menggerakkan clamping plate untuk maju/mundur dengan menggunakan prinsip hidrolik. pastikan mold bersih dari sisa chip dan kotoran lain supaya produk yang dihasilkan dari mold tersebut bisa maksimal. b.Clamping unit ini terdiri dari:  Fix Plate merupakan bagian yang diam saat proses injeksi dan terhubung langsung dengan unit injeksi. Penyimpanan dalam posisi mould tertutup. Adapun hal-hal yang harus diperhatikan dalam proses perakitan adalah sebagai berikut: a. dan gates ke dalam cavity (rongga cetak) dengan tekanan. Buka dalam posisi vertikal agar part tidak ada yang bengkok. jika perlu lapisi dengan lapisan anti karat.

shaft. yakni : a) Toggle Clamp Sistem pencekaman yang menggunakan sistem hidrolik secara langsung tanpa bantuan lengan – lengan penekan. system clamping tetap berjalan. Toggle clamp digunakan untuk menjaga stabilitas clamping force dan penahan gaya apabila hidrolik bocor.) Kalau seal bocor tembaga atau gaya clamping akan turun. dalam arti tenaga atau gaya tidak turun ( . b) Hyrolic Clamp Sistem pencekam yang menggunakan lengan untuk proses clamping dengan bantuan sistem hidrolik. ( + ) Aus terdapat pada bagian seal. Injection Unit Merupakan bagian yang menjadi tempat pengisian material menuju mold. dll. ( . tapi juga oleh daya tekan lengan toggle clamp. 2. Pada mesin injeksi ada 2 jenis clamping.  Ejector merupakan bagian yang berfungsi mengeluarkan produk dari mold.ditahan oleh sistem hidrolik saja. harga seal sendiri cukup murah dipasaran. Injection Unit terdiri dari: . misalnya pada pin. ( + ) Jika hydrolic bocor.) Sering aus.

PVC. Kelompok besar material plastic yang digunakan di Work Injection antara lain : 1. seperti material Nylon. . Suhu maks di barel adalah 900. Contoh: PP.Selain itu material ini memerlukan perlakuan khusus saat diinjeksi. maupun mengambil material dari hopper. tetapi akan dipanaskan lagi pada mould nya agar mencair dan memenuhi cetakan dehingga bentuk yang diinginkan tercapai. Nozzle: merupakan bagian yang berfungsi menyemprotkan material plastik ke dalam mold melalui sprue bush. ABS. Untuk hopper dryer (memiliki pengering) biasa digunakan untuk mengeringkan material plastik yang harus dikeringkan sebelum injeksi.     Hopper(+Dryer): merupakan tempat pengisian material plastik sebelum masuk ke barrel.Hal ini dilakukan untuk menghilangkan kandungan air pada raw material. suhu dari heater ini terbagi menjadi beberapa bagian tergantung jenis material yang dikerjakan. Material ini bisa di daur ulang. Barrel: merupakan tempat material plastik yang mengalami proses pemanasan dan penginjeksian. PE. a. PP. tetapi tentu kualitasnya akan menurun. Screw: unit yang berfungsi mengalirkan material leleh ke dalam mold.Namun perlu diingat bahwa tidak semua material memerlukan pemansan awal. Di luarnya terdapat heater dan di dalamnya terdapat screw. Bahan plastic harus dikeringkan sebelum digunakan untuk proses injeksi. Termoset Material Janis ini tidak dapat di daur ulang dan harus disimapan pada suhu ±200.PA. dll. Hopper Dryer adalah suatu alat yang digunakan untuk mengeringkan sekaligus untuk pemanasan awal material plastic. Heater: merupakan bagian pemanas material yang letaknya di luar barrel. Contoh : melamin dan epoxy 2.PE. Sepanjang proses injeksi. Jenis – jenis perlakuan pada material.PVC dll. Termoplas Yaitu material yang akan melunak bila dipanaskan dan akan mengeras jika didinginkan dan akan melunak lagi bila memberinya panas.

Pewarnaan material dengan pigmen (serbuk) Teknik ini memerlukan paraffin sebagai aktifatornya. Adapun di PT. *Contoh gambar benda kerja terlampir Fine Stamping Secara umum mesin fine stamping memiliki prinsip yang sama dengan mesin punching/stamping yang lain.ATMI-IGI Centre. ABS Cellulose series Polycarbonat Nylon PVC Drying Temperatur (C) 80 82 82 71 120 82 71 Waktu )jam) 4 3 sampai 4 2 2 sampai 4 6 6 4 b. Yang berbeda hanya pada kepresisian produk dan kecepatan kerja mesin. Minyak paraffin dipilih karena tidak berpengaruh terhadap kualitas dari bahan injeksi. PP PS Acrylic.Raw material PE. thickness. grip force Oil cutting. : 12 – 60 mm : 60 mm : 26 KW Bagian – bagian mesin haulic Alat bantu :     Coiler. alat bantu penempatan material awal Pelurus Feeder . hal ini perlu dilakuakan untuk menghindari terjadinya pollusi udara yang membahayakan operator. Pencampuran warna dengan pellet Pemberian warna ini dilakukan pada mesin pengaduk dengan mencampur material murni dengan pewarna yang berbentuk granulat. pendorong material ke mesin stamping  Parameternya : feed pitch. mesin fine stamping yang digunakan adalah mesin Haulick Roos dengan spesifikasi mesin:      Kapasitas mesin Kapasitas produksi Stroke Ram Daya : 50 ton : 200 SPM-batas aman. Biasanya mesin fine stamping digunakan untuk mengerjakan komponen-komponen elektronik. melumasi benda kerja dan mencegah karat . c.

Jenis Jenis Proses Metal Pressing 1. Sama dengan proses cutting. Trimming d. 5. Material pada koiler Pencekam material Menentukan jumlah stroke Mengatur Feeder (Feed pitch – cepat lambatnya material berjalan) Mengatur TMA dan TMB (titik mati atas dan titik mati bawah) Mengatur sensor : sensor produk (bengkok lurusnya material) Pengertian Press Dies Press Dies adalah salah satu dari sekian banyak " Tool “ atau cetakan yang berfungsi untuk memotong ( cutting ) dan membentuk (forming) material Sheet MetaI (plat baja). Shearing i. Istilah dari berbagai proses pemotongan tersebut adalah : a. Forming ( pembentukan ).stainless Steel sheet (plat baja tahan karat). 4. sesuai dengan fungsi dari proses pemotongan tersebut yang spesifik.dsb) 2. Parting f. 6. Lancing j. Cutting c. Perforating h. 3. Proses memotong dan membentuk tersebut dilakukan dengan mempergunakan "mesin press" sehingga dapat dihasilkan produk sheet metal (sheet metal product) dengan jumlah yang besar ( mass production ) dan kualitas yang konsisten. 2. Notching e. Shaving sensor material (penumpukan material) sensor positioning (ketepatanlubang. Piercing g. Aluminium sheet (plat aIuminium).Mesin :     Sensor Punch and dies Konveyor Control unit Parameter yang harus disetting : 1. maka istilah memotongnya juga berbeda . Blanking b. berbagai pipa dan baja pejal sehingga hasil akhirnya menjadi suatu produk yang kita sebut sebagai " sheet metal product ". Cutting ( pemotongan ) Proses pemotongan pada sheet metal mempunyai banyak tujuan. pada proses forming (pembentukan) juga banyak dipergunakan istilah-istilah yang membedakah fungsi atau tujuan dari proses .beda agar tidak terjadi salah pengertian.

Parting. Notching adalah proses pemotongan pada bagian pinggir material / part. Proseas drawing pada Iiteratur tertentu tidak termasuk proses forming. Embossing k. Drawing d. Farming b. tergantung dari bentuk punch-nya.proses Pemotongan (Cutting) 1. 2. Sisa pemotongan dibuang sebagai scrap. Blanking Proses pemotongan sheet metal dengan tujuan untuk mendapatkan hasil potongannya atau blank. namun merupakan proses forming yang komplek. Proses trimming akan meninggalkan bagian yang tidak berguna atau scrap. . tetapi dibahas menjadi proses tersendiri. Pada proses parting terjadi scrap yang tidak terpakai. Lubang yang dihasilkan bisa bulat atau bentuk lainnya. Bending c. Piercing. Sisanya akan dibuang sebagai sampah atau disebut sebagai scrap. biasanya pada progressive dies. sehingga menjadi topik pembahasan tersendiri. 3. Deep Drawing h.tersebut agar tidak tarjadi salah pangertian. Nctching dan Seminotching. Parting adalah prosas pemisahan suatu part menjadi 2 bagian atau beberapa bagian dari sheet metal strip sehingga menghasilkan part yang dikehendaki. 5. Tnmming merupakan kelanjutan dari proses drawing yaitu proses pemotongan sisa material yang tidak berguna untuk mendapatkan ukuran akhir yang dibutuhkan. Crimping g. Dengan pemotongan tersebut. Istilah dari berbagai proses pembentukan tersebut adalah sebagai berikut: a. 4. Flanging i.Sweging n. Stamping j. Pada proses piercing terdapat scrap. Hemming dan Seaming m. Trimming. part barangsur terbentuk walaupun masih menempel sedikit pada scrap skeleton. Piercing adalah proses pemotongan untuk mendapatkan Iubang dan sering juga disebut sebagai proses punching. 6. Pada pembahasan ini kita memasukkan proses drawing didalam kelompok proses forming. Re-striking e. Cutting atau Cuttcff Cutting merupakan proses pemotongan satu beberapa bagian dari suatu part. Curling l. Expanding Pengertian dari Proses . Burring f.

.7. U — bend dan wiping — bending. 8. Shaving. Drawing Forming yang cukup dalam sehingga pmses pembentukannya memerlukan blank-holder dan air cushion / spring untuk mengontrol aliran dan material. Lancing. Shearing adalah proses pemotongan sheet metal coil atau sheet metal lembaran menjadi bagian bagian yang Iebih kecil dengan shear cutting machine. saluran udara maupun cairan. 10. Untuk menghasilkan produk yang baik kita harus menggunakan steel sheet khusus proses drawing dan menggunakan mesin press hidrolik. Proses menghilangkan burr pada suatu lubang untuk memdapatkan ukuran yang lebih teliti serta halus permukaannya. Forming Forming adalah istilah umum untuk proses pambentukan. Ada 3 jenis yang dikenal sebagai : Vbend . Hal ini biasanya dilakukan pada progresive dan tanpa terbentuk scrap. Perforating adalah proses membuat lubang dalam jumlah yang banyak secara berulang . katakanlah proses drawing atau forming. Perforating.lubang tersebut bisa untuk keperluan dekorasi. sehingga dapat terbentuk tanpa adanya blank holder. Contour pada proses forming berupa produk 3 dimensi. 2. Untuk bentuk produk yang tidak beraturan diperlukan " bead “ untuk menyeimbangan aliran material. 4. Bending Proses pembentukan yang lurus disebut bending.ulang. saluran gas. Shearing. Restriking Proses lanjutan dari proses drawing untuk menyempurnakan bentuk produk untuk mendapatkan bentuk produk akhir yang diinginkan dan hanya diIakukan pada bagian tertentu saja. Forming dapat diartikan sebagai proses drawing yang tidak dalam. dan dilakukan untuk material yang tebal dan tampa clearance antara punch dan die. Hasil pamotongan akan menjadi material untuk proses selanjutnya. 9. Pada prosas ini hampir tidak terjadi pemotongan. Lubang . Lancing adalah pemotongan sebagian dari suatu part dan pada saat yang bersamaan terjadi pula proses bending. Pengertian dari Proses-proses Pembentukan ( Forming) 1. 3.

Burring Pembentukan flange pada Iubang disebut burring. yang disebut swaging machine. Curling adalah proses pengerelan sheet metal part yang rata atau bulat untuk meningkatkan kekuatan dari part tersebut atau agar bagian tersebut tidak tajam. pressing capacity yang diperlukan lebih besar. 13. Kadang kadang dua part disatukan dengan proses curling. Untuk sheet metal yang tipis proses ini bisa dibuat bersamaan dengan proses piercing. 8. Hamming dam Seaming Hemming adalah proses pelipatan atau bending pada bagian tepi sheet metal produk dengan tujuan untuk memperkuat. Curling dan Wiring. misalnya tutup dari kaleng disatukan dengan badan kaleng. Blank-holder mutlak diperlukan dan hanya dapat diproses pada mesin press hidrolik dan mempergunakan jenis sheet metal khusus untuk deep drawing. Proses ini merupakan proses bending dengan tujuan untuk menyatukan kabel listrik pada kepala terminal dari sheet metal yang umumnya brass atau copper. 10. Crimping. Deep Drawing Deep drawing merupakan proses drawing yang dalam sehingga untuk mendapatkan bentuk dan ukuran produk akhir diperlukan beberapa kali proses drawing. 11. Hal ini dimaksudkan untuk memperkuat bagian tepi dari Iubang atau untuk tujuan membuat ulir. Stamping / Coining Stamping digunakan untuk membuat huruf. Swaging Proses pembentukan pipa dengan tujuan untuk memperkecil diameter pipa dari diameter asalnya. Proses ini dimaksudkan untuk memperkuat bagian sisi dari produk atau untuk alasan keindahan. 6. Flanging Proses bending yang tidak Iurus tetapi mengikuti bentuk produk/part yang bersangkutan. Bila proses ini dimaksudkan untuk menyambung 2 part. 12. 7. Proses ini memerlukan mesin khusus. Bila pada proses ini ditambahkan kawat sebagai penguat maka disebut wiring. Proses ini sering juga disebut sebagai hole flanging. 9.5. simbol atau bentuk lainnya dengan proses cold forging. maka istiiahnya menjadi seaming. pembentukan bead untuk mengatur aliran material pada proses drawing dan rib sebagai penguat dari produk/part. Embossing Embossing adalah proses pembentukan ( forming ) untuk tujuan dekorasi. Perawatan dies : . menghilangkan bagian yang tajam memperbaiki estetika dari produk tersebut.

Replacement New Sparepart :Penggantian sparepart yang rusak dengan yang baru agar proses stamping dapat berjalan sesuai fungsinya. Preventive Maintenance : membersihkan sebelum dan sesudah digunakan 2. Recondition :Perawatan harus dilakukan secara berkala. mengasah punch / dies yang aus.1. Repair : memperbaiki dies yang mengalami kerusakan. 4. 3. *Gambar punch dan dies beserta bagian – bagiannya terlampir .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful