P. 1
Membaca Hasil EKG FIFI

Membaca Hasil EKG FIFI

|Views: 346|Likes:
Published by Fifi Lovalola

More info:

Published by: Fifi Lovalola on Jul 07, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/25/2015

pdf

text

original

Membaca Hasil EKG (Elektrokardiografi

)
EKG atau Elektrokardiogram adalah suatu representasi dari potensial listrik otot jantung yang didapat melalui serangkaian pemeriksaan menggunakan sebuah alat bernama elektrokardiograf. Melalui EKG (atau ada yang lazim menyebutnya ECG {in English: Electro Cardio Graphy}) kita dapat mendeteksi adanya suatu kelainan pada aktivitas elektrik jantung melalui gelombang irama jantung yang direpresentasikan alat EKG di kertas EKG. Berikut ini sedikit catatan saya tentang bagaimana cara membaca hasil pemeriksaan EKG yang tergambar di kertas EKG. Saya sarankan untuk terlebih dahulu memahami aktivitas elektrik jantung dan cara memasang EKG. Mudah-mudahan bisa jadi bahan diskusi. 1. IRAMA JANTUNG Irama jantung normal adalah irama sinus, yaitu irama yang berasal dari impuls yang dicetuskan oleh Nodus SA yang terletak di dekat muara Vena Cava Superior di atrium kanan jantung. Irama sinus adalah irama dimana terdapat gelombang P yang diikuti oleh kompleks QRS. Irama jantung juga harus teratur/ reguler, artinya jarak antar gelombang yang sama relatif sama dan teratur. Misalkan saya ambil gelombang R, jarak antara gelombang R yang satu dengan gelombang R berikutnya akan selalu sama dan teratur. Jadi, yang kita tentukan dari irama jantung adalah, apakah dia merupakan irama sinus atau bukan sinus, dan apakah dia reguler atau tidak reguler.

Irama Sinus, seperti yang saya tulis di atas, yakni adanya gelombang P, dan setiap gelombang P harus diikuti oleh kompleks QRS. Ini normal pada orang yang jantungnya sehat. Irama Bukan Sinus, yakni selain irama sinus, misalkan tidak ada kompleks QRS sesudah gelombang P, atau sama sekali tidak ada gelombang P. Ini menunjukkan adanya blokade impuls elektrik jantung di titik-titik tertentu dari tempat jalannya impuls seharusnya (bisa di Nodus SA-nya sendiri, jalur antara Nodus SA – Nodus AV, atau setelah nodus AV), dan ini abnormal. Reguler, jarak antara gelombang R dengan R berikutnya selalu sama dan teratur. Kita juga bisa menentukan regulernya melalui palpasi denyut nadi di arteri karotis, radialis dan lain-lain. Tidak reguler, jarak antara gelombang R dengan R berikutnya tidak sama dan tidak teratur, kadang cepat, kadang lambat, misalnya pada pasien-pasien aritmia jantung.

2. FREKUENSI JANTUNG Frekuensi jantung atau Heart Rate adalah jumlah denyut jantung selama 1 menit. Cara menentukannya dari hasil EKG ada bermacam-macam. Bisa kita pakai salah satu atau bisa semuanya untuk membuat hasil yang lebih cocok. Rumusnya berikut ini: 1) Cara 1

HR = 1500 / x

Keterangan: x = jumlah kotak kecil antara gelombang R yang satu dengan gelombang R setelahnya. 2) Cara 2

HR = 300 / y Keterangan: y = jumlah kotak sedang (5×5 kotak kecil) antara gelombang R yang satu dengan gelombang R setelahnya. (jika tidak pas boleh dibulatkan ke angka yang mendekati, berkoma juga ga masalah) 3) Cara 3

Adalah cara yang paling mudah, bisa ditentukan pada Lead II panjang (durasi 6 detik, patokannya ada di titik-titik kecil di bawah kertas EKG, jarak antara titik 1 dengan titik setelahnya = 1 detik, jadi kalau mau 6 detik, bikin aja lead II manual dengan 7 titik). Caranya adalah: HR = Jumlah QRS dalam 6 detik tadi itu x 10. Nanti yang kita tentukan dari Frekuensi jantung adalah:
  

Normal: HR berkisar antara 60 – 100 x / menit. Bradikardi= HR < 60x /menit Takikardi= HR > 100x/ menit

3. AKSIS Aksis jantung menurut definisi saya adalah, proyeksi jantung jika dihadapkan dalam vektor 2 dimensi. Vektor 2 dimensi disini maksudnya adalah garis-garis yang dibentuk oleh sadapansadapan pada pemeriksaan EKG. Sadapan (Lead) EKG biasanya ada 12 buah yang dapat dikelompokkan menjadi 2: 1. Lead bipolar, yang merekam perbedaan potensial dari 2 elektroda/ lead standar, yaitu lead I, II dan III. 2. Lead unipolar, yang merekam perbedaan potensial listrik pada satu elektroda yang lain sebagai elektroda indiferen (nol). Ada 2: (a) unipolar ekstrimitas (aVL, aVF, dan aVR); (b) unipolar prekordial (V1, V2, V3, V4, V5 dan V6) Setiap lead memproyeksikan suatu garis/ vektor tertentu. Urutannya bisa dilihat dari gambaran berikut ini:

Aksis jantung normal (positif) adalah antara -30° sampai dengan 120° (ada yang mendefinisikan sampai 100° saja). Sebenarnya ini adalah proyeksi dari arah jantung sebenarnya (jika normal dong ). Pada kertas EKG, kita bisa melihat gelombang potensial listrik pada masing-masing lead. Gelombang disebut positif jika arah resultan QRS itu ke atas, dan negatif jika ia kebawah. Berikut ini arti dari masing-masing Lead:
   

 

Lead I = merekam beda potensial antara tangan kanan (RA) dengan tangan kiri (LA), dimana tangan kanan bermuatan (-) dan tangan kiri bermuatan positif (+). Lead II = merekam beda potensial antara tangan kanan (RA) dengan kaki kiri (LF), dimana tangan kanan bermuatan negatif (-), dan kaki kiri bermuatan positif (+) Lead III = merekam beda potensial antara tangan kiri (LA) dengan kaki kiri (LF), dimana tangan kanan bermuatan negatif (-) dan tangan kiri bermuatan positif (+) Lead aVL = merekam potensial listrik pada tangan kiri (LA), dimana tangan kiri bermuatan positif (+), tangan kanan dan kaki kiri membentuk elektroda indiferen (potensial nol) Lead aVF = merekam potensial listrik pada kaki kiri (LF), dimana kaki kiri bermuatan positif (+), tangan kiri dan tangan kanan nol. Lead aVR = merekam potensial listrik pada tangan kanan (RA), dimana tangan kanan positif (+), tangan kiri dan kaki kiri nol.

Nah, secara elektrofisiologi, arus potensial listrik jantung berasal dari SA node lalu meluncur ke AV node, bundle His, cabang septal dan sampai ke serabut purkinje. Arus itu bermuatan negatif (-). Jika arus itu menuju lead yang bermuatan positif (+), maka di kertas EKG akan muncul gelombang ke atas, (kan tarik-menarik gitu..), kalau arus itu menjauhi lead yang bermuatan (+) tersebut, maka di kertas EKG dia akan muncul sebagai gelombang ke bawah. (Arus menuju dan menjauhi lead itu layaknya bisa di imajinasikan sendiri kali ya, bayangkan saja lokasi leadnya dan arah arus elektrofisiologi jantungnya. Sama halnya jika diibaratkan, lead itu kayak orang yang lagi berdiri memandangi sebuah mobil yang lagi jalan dalam suatu arena balap. Ada orang yang melihat mobil itu dari sudut segini, ada yang dari segitu, jadi ntar penafsiran mereka beda-beda. Jika digabungkan, maka dapatlah mereka menyimpulkan apa yang terjadi dari mobil balap itu.) Itulah mengapa arah gelombang di lead aVR bernilai negatif (gelombangnya terbalik), karena arah arus jantung berlawanan dengan arah lead/ menjauhi lead, sedangkan di lead-lead lainnya bernilai positif (gelombangnya ke atas). Cara menentukan aksis dari kertas EKG itu adalah: 1. Lihat hasil di Lead I, perhatikan resultan gelombang di kompleks QRS. (ingat lagi pelajaran vektor di fisika, hehe). Jika resultan gaya Q, R dan S nya positif, (maksudnya jika gelombang R-nya lebih tinggi daripada jumlah Q dan S {bisa dihitung jumlah kotaknya}), maka lead I = positif (+). Jika R-nya lebih rendah daripada jumlah Q dan S, maka lead I = negatif (-). Ini semacam resultan gaya. Bagusnya digambar di buku petak matematika itu agar lebih paham.. He. 2. Lihat hasil di Lead aVF, perhatikan hal yang sama, apakah lead aVF nya positif atau negatif. 3. Jika masih ragu lihat lagi di Lead II (lead II hasilnya lebih bagus karena letak lead II searah dengan arah jantung normal). tentukan apakah lead II nya positif atau negatif. Nah, cara menginterpretasikannya bisa dibuatkan tabel berikut ini: Aksis / Lead Normal LAD I + + aVF + II +  

RAD + +

Aksis Normal = ketiga lead tersebut bernilai positif, artinya jantung berada di antara aksis -30° sampai dengan 120° (ada yang menyebutkan sampai 100° saja). LAD (Left Axis Deviation), artinya aksis / arah proyeksi jantungnya bergeser ke kiri, atau di atas – 3o°. Kalau demikian tentu gak mungkin aVF atau lead II nya positif, pasti negatif kan.. Ini biasa terjadi jika adanya pembesaran ventrikel kiri/ LVH (Left Ventricular Hypertrophy), sehingga arah jantungnya jadi ga normal lagi, agak naik gitu. Misalnya pada pasien-pasien hipertensi kronis dsb. RAD (Right Axis Deviation), artinya aksisnya bergeser ke kanan, atau di atas 120°. Kalau ke kanan tentu lead I-nya akan negatif, sedangkan aVF dan II positif. Biasanya ini terjadi jika adanya pembesaran jantung kanan/ RVH (Right Ventricular Hypertrophy).

4. Gelombang P

5.5 – 3 kotak kecil) tinggi tergantung lead.06 – 0.3 mV. .Gelombang P adalah representasi dari depolarisasi atrium. Yang dinilai: . PR Interval PR interval adalah jarak dari awal gelombang P sampai awal komplek QRS.04 (1 kotak kecil) dalamnya > 1/3 tinggi gelombang R. R saja. Kompleks QRS Adalah representasi dari depolarisasi ventrikel. 6. dll.12 detik (3 kotak kecil ke kanan) tinggi < 0. Yang ditentukan: normal atau memanjang. Q Patologis antara lain:   durasinya > 0. Jika memanjang. dll.20 detik (3 – 5 kotak kecil). Gelombang P yang normal:     lebar < 0.12 detik (1.12 – 0. P-bifasik: muncul gelombang P ke atas dan diikuti gelombang ke bawah. P-mitral: lebar > 0.12 detik dan muncul seperti 2 gelombang berdempet. rsR’. Variasi tertentu biasanya terkait dengan kelainan tertentu. Normalnya 0.Variasi Kompleks QRS  QS. Normalnya:   Lebar = 0. Terdiri dari gelombang Q. Misalkan pada pasien aritmia blok AV. bisa terlihat di lead V1. R dan S. Tentukan apakah dia normal atau patologis. bisa karena hipertrofi atrium kanan. bisa karena hipertrofi atrium kiri. .Gelombang Q: adalah defleksi pertama setelah interval PR / gelombang P.3 mV (3 kotak kecil ke atas) selalu positif di lead II selalu negatif di aVR Yang ditentukan adalah normal atau tidak:      Normal Tidak normal: P-pulmonal : tinggi > 0. berarti ada blokade impuls. biasanya berkaitan juga dengan hipertrofi atrium kiri. RS. QR.

Yang dinilai adalah:  Normal: positif di semua lead kecuali aVR . ST Segmen ST segmen adalah garis antara akhir kompleks QRS dengan awal gelombang T.Interval QRS.06 – 0. Bagian ini merepresentasikan akhir dari depolarisasi hingga awal repolarisasi ventrikel. menandakan adanya infark miokard) Depresi (berada di bawah garis isoelektrik.5 – 3 kotak kecil). 7. Yang dinilai:    Normal: berada di garis isoelektrik Elevasi (berada di atas garis isoelektrik. Tentukan RVH/LVH Rumusnya.   RVH jika tinggi R / tinggi S di V1 > 1 LVH jika tinggi RV5 + tinggi SV1 > 35 8. Gelombang T Gelombang T adalah representasi dari repolarisasi ventrikel.. adalah jarak antara awal gelombang Q dengan akhir gelombang S.12 detik (1. Normalnya 0. menandakan iskemik) 9. Tentukan apakah dia normal atau memanjang.

Kegunaan EKG adalah : þ Mengetahui kelainan-kelainan irama jantung (aritmia) þ Mengetahui kelainan-kelainan miokardium (infark. Elektrokardiogram adalah grafik yang merekam perubahan potensial listrik jantung yang dihubungkan dengan waktu. hipertrophy atrial dan ventrikel) þ Mengetahui adanya pengaruh atau efek obat-obat jantung þ Mengetahui adanya gangguan elektrolit þ Mengetahui adanya gangguan perikarditis Cara merekam EKG Persiapan alat 1. Mesin EKG yang dilengkapi 2 kabel Satu kabel untuk listrik (power) Satu kabel untuk ground . Inverted: negatif di lead selain aVR (T inverted menandakan adanya iskemik) PEMERIKSAAN EKG Posted by joe pada 12/09/2009 Pengertian Elektrokardiografi adalah ilmu yang mempelajari perubahan-perubahan potensial atau perubahan voltase yang terdapat dalam jantung.

Kertas tissue Cara menempatkan elektrode : 1. Kertas EKG 3.Satu kabel untuk pasien 1. Elektrode dada (prekordial) terpasang V1 : Spatium Interkostal (SIC) ke IV pinggir kanan sternum V2 : SIC ke IV sebelah pinggir kiri sternum V3 : ditengah diantara V2 dan V4 V4 : SIC ke V garis mid klavikula kiri V5 : Sejajar V4 garis aksilaris kiri V6 : Sejajar V6 garis mid aksilaris V7 : Sejajar V6 pada garis post aksilaris (jarang dipakai) V8 : Sejajar V7 garis ventrikel ujung scapula (jarang dipakai) . Plat elektrode yaitu Elektrode ekstremitas diikatkan dengan ban pengikat khusus Elektrode dada dengan balon penghisap 1. Elektrode ekstremitas bawah pada pergelangan kaki kanan dan kiri sebelah dalam Pemasangan pada pergelangan tidak mutlak. bisa diperlukan untuk dapat dipasang sampai paha kiri atau kanan Kabel yang dihubungkan : Merah è Lengan kanan (RA) Kuning è Lengan kiri (LA) Hijau è Tungkai kiri (LL) Hitam è Tungkai kanan (RL) : ground 1. Jelly elektrode/air 2. Elektrode ekstremitas atas dipasang pada pergelangan tangan kanan dan searah dengan telapak tangan 1.

Standar lead ekstremitas: Bagaimana asal dari gel I. II. dan aVR. Lead prekordial : V1-V6. aVR.V9 : Sejajar V8 pada kiri ventrikel (jarang dipakai) 1. aVF. Hidupkan mesin EKG Perksa kembali standarisasi EKG dengan : Kalibrasi 1 milivolt è akan memberikan gelombang setinggi 10 mm Kecepatan 25 mm per detik Lakukan kalibrasi dengan menekan tombol start/run. aVL. dengan memindahkan lead selektor buat perekaman EKG berturut-turut : Lead ekstremitas :I. tekan tombol kalibrasi untuk memeriksa apakah gelombang EKG sesuai 10 mm/1MV. III. II. III. aVL dan aVF? Lead I : Perbedaan potensial antara LA dan RA Lead II : Perbedaan potensial antara RA dan LL Lead III : Perbedaan potensial antara LA dan LL aVR : Potensial dari lengan kanan terhadap aVL : Potensial dari lengan kiri terhadap aVF : Potensial dari tungkai kiri terhadap Cek List pemasangan EKG No Kegiatan Dilakukan Ya 1 2 3 4 5 Cek alat EKG dan kelengkapannya Cuci tangan Mengucapkan salam Menjelaskan tujuan pemeriksaan Menjelaskan langkah dan prosedur Tidak . Setelah kertas EKG bergerak.

rekam lead II panjang . Frekwensi (Heart Rate)      N : 60.100 Irama regular: [1500/∑ kotak kecil antara R-R] atau [300/∑ kotak sedang antara R-R] Irama irreguler (selama 6 detik) ∑ kompleks QRS (R – R) X 10 Jika ireguler (aritmia). umur.6 7 8 9 Menanyakan kesiapan pasien Menyalakan mesin EKG Baringkan pasien dengan tenang di bed. kedua pergelangan tangan dan kaki dengan kapas alkohol Beri elektrode ekstremitas dengan jeli Pasang empat elektrode ekstremitas dengan benar Dada diberi jeli sesuai dengan lokasi elektrode V1-V6 Pasang elektrode prekordial dengan benar Rekam setiap lead 3-4 beat (setelan otomatis) Lepas elektrode Bersihkan tubuh pasien Beritahu pasien perekaman sudah selesai Matikan mesin EKG Catat nama pasien. jam dan tanggal pemeriksaan Bereskan alat Total : 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Cara Membaca EKG: 7 Kriteria Interpretasi EKG 1. tangan dan kaki tidak bersentuhan Pastikan tidak ada alat elektronik dan logam lain yang bersentuhan dengan badan Bersihkan dada.

V1. Gel.0.20 detik Kepentingan : o 1. pembesaran atrium 4. V6 . aVF. Sumbu (Axis)      Lead I & AVF N : (-30) sampai dengan (+110) (-30) sampai dengan (-90) : LAD (Left Axis Deviation) (+110) sampai dengan (+180) : RAD (+180) sampai dengan (+270) / (-90) sd (-180) : extreme axis c. V2 . >0. (-) : aVR. a.12 = Incomplete BBB >0.12 = Complete BBB b.P (P wave)    Adalah : awal sampai dengan akhir gelombang P N : lebar <0. II. Jarak P – QRS (PR Interval)    Adalah : awal gelombang P sampai dengan awal gelombang QRS N : 0.0.12 . arah aktivitas atrium o 3. Bentuk (Configuration)   (+) : I. V5.25> Kepentingan: o 1. tinggi <0.12 : o 3. Lama / lebar (duration)      Kompleks QRS Adalah : awal sampai dengan akhir gelombang QRS N : <0.10> detik Kepentingan : adanya Bundle Branch Block 0. aktivitas atrium o 2.10 . berubah-ubah : Wandering Pacemaker 5. Irama (Rhythm)    Sinus rhythm : bila gelombang P selalu diikuti gelombang QRS-T Sinus tachycardi : > 100 Sinus bradycardi : < 60 Aritmia 3.11> .2.20 : AV Block o 2 <0.

Gel T (T Wave)       Adalah: awal sd akhir gel. aVF. T N : min 1 mm Kepentingan: untuk mengetahui adanya kelainan otot jantung (iskemi/infark) . RVH/LVH 6. aVL. II. aVL. Segmen S – T (ST Segment)    Adalah: akhir gelombang QRS (J Point) sampai dengan awal gelombang QRS T N : .5 mm Kepentingan : untuk mengetahui adanya kelainan otot jantung (ada tidaknya iskemia dan infark).5 mm sd + 2. V3. RAD/LAD.Rozi Abdullah EKG Dasar .0. V2-V6 Gelombang T (-) : aVR Bifasik : lead III.  Bifasik : III. V1 Category Archives: EKG EKG Dasar NOV 16 Posted by dr. V4 Kepentingan : Q patologis. dan kelainan elektrolit Gelombang T (+) : I. 7.

Begitu juga dokter. hal ini bisa dilihat dari tabel di bawah ini: Sadapan Dada V1. Hal ini bisa dijelaskan sebagai berikut: . perlu diperhatikan lead mana yang mengalami kelainan dan dari sudut pandang mana lead tersebut melihat jantung.EKG (Elektrokardiograf). Banyak dokter umum yang tidak bisa lancar membaca EKG. lead dada melihat jantung dari sudut pandang horizontal. V2 V3. sedangkan PR interval terbentuk ketika aliran listrik tersebut melewati bundle His. perlu diketahui dahulu bagaiman grafik EKG itu terbentuk. Setidaknya. Arah aliran listrik ini mengara h ke apex jantung dan sejajar sumbu jantung (lihat gambar dibawah).V4 V5. tetapi listrik jantung ini dapat pula dibentuk oleh bagian lain dari jantung. Maka untuk mengatahui letak kelainan. Listrik tersebut dibentuk oleh Nodus Sinuatria sebagai sumber primer dan nodus atrioventrikular sebagai cadangan listrik sekunder. Untuk dapat membaca EKG. Beberapa catatan yang paling dasar yang mesti dipahami dahulu sebelum membaca EKG yaitu:      Grafik EKG dibentuk oleh gelombang listrik yang mengalir melalui serabut syaraf khusus yang ada pada jantung. tidak semua orang bisa membaca EKG. Gelombang P dibentuk oleh aliran listrik yang berasal dari nodus SA di atrium sedangkan kompleks QRS terbentuk oleh aliran listrik di ventrikel. Setiap lead memandang aliran listrik jantung dari sudut pandang yang berbeda.V6 Sudut Pandang Lateral Kanan Jantung Septum Lateral Kiri Jantung Lead ekstremitas melihat jantung secara vertikal. ilmu yang sangat dasar dari EKG perlu diketahui. gelombang T terbentuk ketika terjadi repolarisasi jantung.

QRS kompleks < 0.2 detik. Caranya adalah memperhatikan gelombang R. Atau jarak gelombang P/P-P harus sama untuk sebuah EKG yang normal. Maka normalnya lead ini harus positif. Apakah reguler atau aritmia/disritmia. 4. PR interval < 0. Lihat irama yang terbentuk. Jarak antar gelombang R atau R-R harus sama. Lihat Axis. 3. Kesan. Cara ini tidak perlu dijabarkan tersendiri karena setiap anak kedokteran pasti tahu menghitung HR pada sebuah EKG. R/S di V1 < 1.12 s. Perhatikan Gambar berikut: . Normal EKG Pola Interprestasi EKG : 1. Setiap aliran listrik tersebut menuju ke arah sudut pandang tempat melihat EKG. Karena otot jantung kiri lebih besar dari otot jantung kanan. maka pada lead tersebut harus positif. ST-T change (-). Gelombang P normal. Jadi anda harus bandingkan di dalam satu lead harus mempunyai bentuk gel P yang sama. Lihat apakah EKG tersebut berirama sinus atau tidak. Axis ke kiri. R di V5/6 + S di V1 < 35. reguler. Sebagai contoh adalah lead II yang melihat jantung dari sudut pandang di sekitar apex.   Sebagai contoh: lead II melihat/mengintip jantung dari sudut pandang apex jantung. Irama sinus memiliki ciri sebagai berikut:  Berasal dari SA node  Karena adanya gel P tapi belum tentu berasal dari SA node.  Selalu ada satu gelombang P yang diikuti oleh satu komplek QRS dan satu gelombang T 2. maka yang terekam dominan pada EKG adalah bagian jantung kiri. HR:93 x/menit. INTERPRESTASI EKG Contoh : EKG: Irama sinus. Lihat HR.

Contoh:   Interpretasi: axis ke kiri  Lihat gelombang P. Kurangi kotak untuk gelombang R dengan kotak untuk gelombang S jika hasilnya positif letakkan di lead I mengarah ke lead I.  Dengan pola yang sama tarik garis pada lead aVF. adakah kelainan dari gelombang P. (kelainan akan dijabarkan tersendiri) .  Hasil Cotangen dari lead tersebut adalah arah axis.  Batas Normal sumbu jantung berada antara -300 sampai +900.Untuk menentukan axis caranya adalah: Titik tengah merupakan titik 0. dan jika lebih besar dari +900 maka sumbu jantung deviasi ke kanan. Lihat pula bentuknya apakah P mitral atau P pulmonal. jika negatif arahkan sebaliknya. Lihat lead I. Jika lebih besar dari -300 maka deviasi ke kiri.

Normalnya PR interval bernilai kurang dari 0. (kelainannya akan dijabarkan tersendiri) Hitung jumlah kotak R di V5 atau V6 kemudian tambahkan dengan jumlah kotak S yang ada di V1. Bila gelombang ini belum ada (tetapi sudah ada ST depresi) berarti iskemik belum lama terjadi (< 12 jam). Jika bingung.2 second. (untuk yang ini tidak diperlukan konversi). masih ada KEMUNGKINAN diselamatkan. Jika lebih.1 second Patologis:    Panjang gelombang Q > 1/3 R Ada QS pattern dengan gelombang R tidak ada. Jika memanjang berarti ada block jantung karena interval ini terbentuk saat aliran listrik jantung melewati berkas HIS. Jika PR interval memanjang curiga sebagai suatu block jantung. Normalnya akan bernilai dibawah 35. kotak tersebut harus dikalikan 2) Hitung jumlah kotak gelombang R di V5 atau V6 kemudian dibagi dibagi dengan jumlah kotak S di V5 atau V6 tersebut. untuk menjadi 10 mV.hehehe Gelombang P: Normalnya:     Tinggi tidak lebih dari 3 kotak kecil Lebar tidak lebihb dari 3 kotak kecil Positif kecuali di aVR Gelombang simetris Kelainan Gelombang P:   Pulmonal / Runcing: R Mitral / berlekuk lebar: LAH PR interval   normalnya 0. (satu kotak kecil bernilai 0. tanya senior untuk keterangan lebih lanjut. Tentang tipe dari blok jantung akan dijabarkan tersendiri) Hitung dan lihat bentuk QRS kompleks. Adanya gelombang Q patologis ini menunjukkan adanya Old Miocard infark (OMI). Hati-hati. terkadang voltase tidak mencapai 10mV. Jika > 35 maka bisa dianggap suatu LVH. Kompleks QRS:  Lebar jika aliran listrik berasal dari ventrikel atau terjadi blok cabang berkas . Normalnya kurang dari 1.04 second Tinggi < 0. Maka harus dikonversi dulu ke 10 mV (contoh: pada EKG tertulis 5 mV maka.2 second.12-0. maka dicurigai suatu RVH. (Beberapa kelainan akan dijabarkan tersendiri) Lihat apakah ada perubahan pada segmen ST dan gelombang T.04 second).      Hitung PR interval. Gelombang Q: Normal:   Lebar kurang dari 0. Adanya kelainan kompleks QRS menunjukkan adanya kelainan pada ventrikel (bisa suatu block saraf jantung atau kelainan lainnya) karena komplek ini dibentuk oleh aliran listrik jantung di daerah ventrikel.

Yang tadinya harus positif di V5 + V6 dan negatif di V1 dan V2 maka sekarang terjadi sebaliknya. Bifascular: Hemiblok anterior kiri (Axis kiri dengan S dalam pada sadapan II dan III) ditambah RBBB Terkadang ketika merekam EKG terlihat gambaran gelombang P yang tidak jelas.  Normal R/S =1 di lead V3 dan V4 Rotasi menurut arah jarum jam menunjukkan penyakit paru kronik. Blok jantung: 1. 4. V1. Untuk membedakan ini dengan Fibrilasi Atrium dapat dilihat iramanya. Frekuensi QRS < 50 kali/menit. 2.  P dan QRS tidak berhubungan. Derajat 2:  Weckenbach: PR interval awalnya noramal dan makin lama makin panjang lalu tidak ada gelombang P. emboli paru. Sindrom WPW. Patologis:   Elevasi: AMI atau perikarditis Depresi: Iskemia atau terjadi setelah pemakaian digoksin Gelombang T Normal  Sama dengan gelombang P  Dapat positif di lead I. LBBB:  QRS > 0.05 kotak kecil. infark. dan Block cabang berkas.12 second. 5. Derajat 3 (total):  QRS lebar.2 Second. VR. Artinya gelombang QRS menjadi berbalik. kemudian siklus berlanjut lagi. Segmen ST Normalnya:  Isoelektrik  Di V1-V6 bisa naik 2 kotak kecil atau turun 0. Pada fibrilasi atrium irama .  R’ dominan di V1. RVH dan LVH. V2 dan V3 (pada orang kulit hitam) atau iskemia. Derajat 1:  satu gel P: satu Kompleks QRS interval PR > 0.  pola RSR’.  Mobitz 2: P timbul kadang-kadang 3. V3-V6 dan negatif di VR Patologis:    Runcing: Hiperkalemia Tinggi lebih dari 2/3 R dan datar: Hipokalemia Inversi: bisa normal (di lead III. II.12 second  Pola M di lead V6 6. RBBB:  QRS > 0.

Rozi Abdullah EKG NORMAL EKG adalah salah satu test diagnostik yang juga mempunyai nilai normal sendiri. Ventrikular ekstrasistol Suatu kelainan tidak akan bermakna jika ditemukan di satu lead saja. pada Atrial Fibrilasi dijumpai garis dasar yang rata. 5. 4. Dan berbeda dengan Atrial Flutter atau atrial takikardi. I. Beberapa gambaran di bawah ini sangat khas pada kelainan irama . Sinus Rhytm . aVF : inferior V1-V2: Lateral Kanan V3-V4: septal atau anterior I. Ventrikular takikardi b. 3.sangat tidak teratur. V5-V6: lateral Kiri V1-V3: Posterior EKG NORMAL NOV 14 Posted by dr. III. aVL. Contohnya adalah sebagai berikut: a. dimana untuk menentukan nilai normal pada EKG memerlukan analisis yang tepat. Berikut daftar lead yang mengalami kelainan dan tempat suspect kelainan tersebut: 1. 2.

Jadi anda harus bandingkan di dalam satu lead harus mempunyai bentuk gel P yang sama.adalah nilai normal atau parameter normal sebuah EKG. Saya juga menegaskan bahwa untuk mengevaluasi aksis jantung ( arah depolarisasi rata2) yang terjadi dalam sistem konduksi jantung dengan menggunakan aksis jantung di ventrikel. karena arah depolarisasi rata-rata atau aksis jantung di otot atrium hampir sama arahnya dengan yang di ventrikel. dimana normal aksis jantung utama mengarah ke sudut antara + 40 degree sampai +60 degree. Anda tidak usah bingung. Untuk mendepolarisasi otot ventrikel akan dilakukan oleh kedua cabang bundle his (kanan & kiri). walaupun dalam prakteknya banyak sekali variant-variant normal EKG yang nanti akan anda temukan. Pegangan kita adalah sistem hexaxial reference. (Lihat gambar 28 & 29). apabila elektroda positip dijauhi oleh arah depolarisasi (aksis jantung) akan menghasilkan gambaran EKG dengan negatif defleksi. oleh karena cabang bundle his kiri lebih kuat impulsnya. Mengapa otot atrium tidak di gunakan? karena otot atrium tipis sehingga gambaran EKGnya yang berupa gel P kadang susah sekali untuk di ukur. maka arah depolarisasi akan mengarah ke kanan untuk mendepolarisasi otot septum dan otot ventrikel kanan. setelah selesai melakukan depolarisasi otot atrium. Dimana variantvariant normal yang anda temukan tersebut tidak persis atau tidak sama dengan kriteria normal EKG yaitu sinus rhytm. Adapun kriteria nrmal EKG atau sinus rhytm sebagai berikut :        Irama regular Frekwensi antara 60-100x/menit Adanya gelombang P yang normal atau berasal dari SA node. Anda tidak perlu risau memikirkanya. Impuls yang dikeluarkan oleh SA node.08 – 0. karena adanya gel P tapi belum tentu berasal dari SA node. impuls akan mengarah ke AV node dan bundle his. sehingga anda terus maju untuk menjadi seorang interpreter EKG yang handal. Makanya untuk mengevaluasi aksis jantung digunakan arah depolarisasi rata-rata atau aksis jantung yang terjadi di ventrikel. karena saya sudah memberikan semua dasar tentang EKG. bahwa setiap positip elektroda yang dituju oleh arah depolarisasi (yg digambarkan oleh aksis jantung) akan menghasilkan gambaran EKG dengan defleksi positip. setelah selesai arah depolarisasi mengarah ke otot ventrikel kiri. dimana bagian kiri lebih kuat impulsnya dari sebelah kanan. Anda harus tahu juga kalau bundle his punya 2 cabang yaitu kiri dan kanan. Begitupun sebaliknya.11 detik) Seperti yang telah saya katakan pada topik aksis jantung. Selalu ada gelombang P yang diikuti komplek QRS dan gel T Gelombang P wajib positip di lead II Gelombang P wajib negatif di lead aVR Komplek QRS normal (0. .

       Di lead II yaitu gel P.Gb : 28 Gb : 29 Seperti yang terlihat digambar 30. Adalah titik akhir gelombang S atau yang biasa dikenal dengan titik J junction(7). dimana akan kembali pada zero line atau isoelektrik pada lead berikutnya. atau negatif. Di lead V6 tampak q kecil (8) yang merupakan opposite dari gambaran defleksi positip yang berupa r kecil. datar. Di lead V2 yaitu ST dan T (5)sedikit elevasi. Di lead V5 (sebagai contoh saja) karena bisa anda lihat di lead yang lain juga. Di lead ini biasa dikenal dengan daerah transition zone. komplek QRS dan gel T menggambarkan defleksi positip(1) Di lead aVR yaitu gel P. Di lead V3 tampak gel R dan gel S hampir sama(6). Lihat gb 30 . dimana anda bisa melihat contoh real dari normal 12 lead EKG pada jantung sehat yang terekam dari denyut jantung yang sama oleh beberapa sandapan. komplek QRS dan gel T menggambarkan defleksi negatif(2) Di lead V1 yaitu tampak gel r kecil (3) gelombang S yang dalam serta gel T(4) bisa defleksi positip. dimana dilead ini adalah normal perputaran arah depolarisasi dari kanan ke kiri.

anda hitung berapa jumlah kotak sedang/besarnya. 300 dibagi jumlah kotak sedang yang anda dapatkan dari RR interval tersebut. Anda ambil RR interval dari lead mana saja. yang penting Gel R nya jelas. atau Anda bisa menghitungnya langsung seperti gambar 26 dibawah ini. Banyak sekali cara untuk menghitung denyut jantung atau heart rate. anda akan mudah sekali dalam mempelajari topik ini. Jadi rumusnya 300 dibagi jumlah kotak sedang antara RR interval. Setelah itu. Kalau anda sudah paham dan mengerti tentang topik kertas EKG.MENGHITUNG HEART RATE NOV 14 Posted by dr. Ada 3 cara yang mudah dalam menghitung denyut jantung.Rozi Abdullah Cara Menghitung Frekwensi Denyut Jantung Menghitung heart rate merupakan keharusan yang harus dilakukan oleh interpreter EKG. Dari RR interval itu. . yaitu : 1. Menggunakan kotak sedang/besar       Cara ini khusus untuk gambaran EKG dengan irama regular.

yang penting anda kalikan hasilnya 60. Menggunakan kotak kecil      Cara ini juga khusus untuk irama EKG yang regular Cara ini sangat akurat atau tepat. 3. kemudian kalikan dengan 10. berarti jumlah normal beat yang anda temukan dikalikan 20. dalam 6 detik ditemukan normal beat sebanyak 7. tapi membutuhkan waktu yang agak lama Caranya sama dengan cara pertama tadi. Berapa jumlah komplek QRS yang anda temukan. Menggunakan 6 detik         Cara ini bisa digunakan untuk gambaran EKG yang regular maupun irregular. Ventrikel ekstra sistole atau komplek QRS yang abnormal adalah tetap kita namakan sebagai komplek QRS yang harus kita hitung pada perhitungan frekfensi jantung menggunakan cara ini. 1500 dibagi jumlah kotak kecil yang anda temukan diantara RR interval tadi. Anda juga bisa menggunakan 3 detik atau berapa saja. Perhatikan contoh EKG strip (gb :27). 1500 dibagi jumlah kotak kecil diantara RR interval. Caranya dengan memilih lead EKG strip yang panjang dan jelas (biasanya di lead II) Hitung komplek QRS dalam 6 detik. cuma anda harus mencari jumlah kotak kecil antara RR interval tadi.Gb: 26 2. Jadi rumusnya. jadi heart ratenya 7×10= 70x/menit. Gb : 27 . Kalau 3 detik. Setelah itu.

5 kotak kecil) dan lebarnya juga tidak melebihi 2. Sekali lagi anda harus mengingatnya dan mengerti dari arti gelombang tersebut. PR interval. gelombang T. Cara mengukur gel P adalah dihitung mulai dari awal gelombang P sampai dengan akhir gel P.Rozi Abdullah Konfigurasi Gelombang EKG Sebelum melangkah lebih jauh dalam mempelajari EKG (elektrokardiografi). Nilai normal gel P tinggi tidak melebihi 2.5 mm (P pulmonal). ST segment.5mm (2.Konfigurasi Gelombang EKG NOV 14 Posted by dr. Gelombang EKGtersebut adalah Gelombang P. (Lihat gambar 20) (Gb : 20) Gelombang P      Gelombang positip pertama kali muncul adalah gelombang P.5 kotak kecil). komplek QRS. QT interval. gelombang U. Ada beberapa gelombang yang wajib anda ketahui dan kuasai dengan baik bila anda ingin menjadi interpreter EKG yang handal. Tinggi gel P melebihi 2. . mengidentifikasikan adanya pembesaran di otot atrium kanan. sehingga dalam prakteknya anda tidak mengabaikan sekecil apapun bentuk kelainan saat anda menginterpretasi 12 lead EKG.5mm (2. anda harus mengenal dan menghafal nilai normal tiap gelombang yang ada dalam EKG. Menggambarkan depolarisasi dari otot kedua atrium (kanan & kiri).

12 detik atau 3 kotak kecil. . kemungkinan besar adanya LBBB. yaitu normalnya terletak pada lead V3 or V4. gelombang R.20 detik atau 5 kotak kecil. Gelombang Q adalah gel negatif pertama setelah gel P. PR Interval      PR interval adalah mewakili waktu yang dibutuhkan oleh SA node untuk mendepolarisasi otot atrium. Komplek QRS              Komplek QRS terdiri dari gelombang Q. mengidentifikasikan adanya AV blok.  Lebar melebihi 2. Apabila PR interval melebihi 0. apabila gelombang R dari V1 sampai dengan V6 tidak mengalami penambahan maka dinamakan ―poor progression‖ Gelombang S adalah gelombang negatif kedua setelah gelombang R. biasanya di temukan pada kasus MI atau gangguan konduksi seperti LBBB. ini mengindikasikan abnormal EKG. apabila tidak ditemukan gel Q pada lead ini.10 detik. Gelombang Q normal ditemukan pada lead V5 & V6.V2. Pada precordial lead(V1 s/d v6) terdapat transition zone. Apapun bentuk konfigurasi yang terlihat di gambar 21 adalah semua sama menggambarkan depolarisasi otot ventrikel. mengidntifikasikan adanya pembesaran pada otot atrium kiri. PR interval di ukur mulai dari permulaan gel P sampai dengan awal komplek QRS. Pada lead (V1.( lihat gambar 21) Komplek QRS diukur muali dari awal Komplek QRS atau gel Q sampai dengan akhir gel S. Gelombang P harus positip di lead II dan harus negatif di lead aVR. apabila melebihinya mengidentifikasikan adanya gangguan konduksi pada intraventrikuler ( seperti LBBB.20 detik.V3) apabila ditemukan gelombang Q. Normal PR interval yaitu 3 mm – 5 mm ( 3 kotak kecil – 5 kotak kecil) atau 0. gel Q mewakili depolarisasi otot septum ventikel. LAHB.5 mm( P mitral). gelombang S. apabila di temukan gelombang S pada V5 atau V6 dengan kedalaman lebih dari 5 mm.LPHB). Komplek QRS menggambarkan depolarisasi otot ventrikel. apabila gel Q melebihi 1/3 gel R mengidentifikasikan adanya infark. maka besar kemungkinan adanya RBBB. Gelombang R adalah gelombang positip pertama setelah gel Q. mengidentifiksikan adanya accelerated pacemaker (seprti kasus WPW syndrome= wolff parkinson white syndrome).12 detik sampai 0. Normal komplek QRS tidak boleh melebihi 0. RBBB. normal gel Q tidak boleh melebihi 1/3 gelombang R. Gelombang S dari V1 sampai dengan V2 voltasenya akan menurun. Gelombang R pada V1 sampai dengan V6 mengalami penambahan voltage. Apabila PR interval kurang dari 0. sampai AV node dan Bundle his.

QT interval memanjang biasanya ditemukan pada kasus hipokalsemia or obat-obatan QT interval memendek biasanya di temukan pada kasus takikardia dan hiperkalsemia. Apabila ST segmen melebihi -1mm dari garis isoelektrik. tidak melebihi -1 mm dari zero line atau garis isoelektrik. Sedangkan gelombang T yang datar atau terbalik atau inverted biasanya sering di temui pada kasus penyakit jantung iskemic.tergantung kejelian kita. dll. aVR. ST Segmen       ST segmen adalah garis zero line atau isoelektrik antara akhir gel S sampai awal gelombang T.38 detik sampai dengan 0. kemungkinan besar dinamakan ST elevasi pada kasus MI (myocardiac infarction) atau pada normal EKG dinamakan early repolarization. Normal QT interval antara 0. II. selalu mengikuti arah komplek QRS. Karena kriteria ST elevasi maupun ST depressi tidak selamanya sesuai dengan kriterianya. tinggi tidak melebihi 5 mm pada ekstermitas lead( I. Biasanya QT interval pada wanita lebih panjang dari laki-laki. Apabila anda menemukan EKG dengan QT interval yang memanjang disertai dengan keluhan pasien. QT Interval       QT interval adalah waktu yang diperlukan untuk mendepolarisasi otot venrikel sampai dengan mengadakan repolarisasi kembali.46 deik. atau tepatnya di mulai dari titik ―J‖ atau junctinal point sampai awal dimulanya gelombang T. kalau tidak diobati dengan cepat biasana EKG akan berubah menjadi ventrikel fibrilasi atau ventikel takikardi dan kematian nantinya. dinamakan ST depresi. selalu negatif pada lead aVR. Titik J junctional adalah titik berakhirnya gelombang S. Gelombang positip pertama setelah gelombang S. aVF) dan tidak melebihi 10 mm pada precordial lead (V1 s/d V6). QT interval diukur dari permulaan komplek QRS atau gel Q sampai dengan akhir gelombang T. Normal ST segmen tidak boleh melebihi +2 mm dari zero line/ garis isoelektrik. III. Pada prakteknya. Normal gelombang T. (lihat Gb 22 & 23) .Gb : 21 Gelombang T      Gelombang T menggambarkan repolarisasi otot ventrikel. aVL. Apabila ST segmen melebihi + 2mm dari garis isoelektrik. Biasanya ditemukan pada kasus jantung iskemia. Gelombang T yang tinggi biasanya seing ditemukan pada kasus hiperkalemia.

ww. kotak sedang/besar dengan ukuran 5 mm x 5 mm atau 0. aVF dan ST depresi di lead I & aVL) Sumber : http://www. Kecepatan normal mesin EKG sebesar 25mm/detik .Rozi Abdullah Terdapat 2 macam kotak dalam EKG yaitu 1. kotak kecil dengan ukuran 1 mm x 1 mm atau 0.(Gb: 22ST depresi) (Gb:23 tampak ST elevasi pada lead II. III.kursusekg-i.04 detik.20 detik. yang artinya dengan standarisasi 1 mVolt akan menghasilkan defleksi vertikal sebesar 10 mm atau 10mm/mVolt. (lihat gambar 18 & 19). Ini artinya dalam 1 detik mewakili 25mm atau 25 kotak kecil dalam bidang horizontal. 2.1mVolt.20 detik x 0. Dengan standar voltase 1 mVolt. Jadi : .04 detik x 0. Jadi 1 kotak kecil sama dengan 0.com KERTAS EKG NOV 14 Posted by dr.blogspot.

5 mVolt 10 kotak kecil = 10 mm = 2 kotak besar/sedang = 0.04 detik = 0.1 mVolt 5 kotak kecil = 5 mm = 1 kotak besar/sedang = 0.20 detik = 0.40 detik = 1 mVolt 25 kotak kecil = 25 mm = 5 kotak besar/sedang = 1 detik 15 kotak besar/sedang = 3 detik 30 kotak besar/sedang = 6 detik Gb : 18 .      1 kotak kecil = 1 mm = 0.

aVL.com Perekaman EKG NOV 14 Posted by dr.kursusekg-i. . V2. Mengapa dinamakan sandapan bipolar? Karena sandapan bipolar hanya memerlukan 2 elektroda untuk merekam bioelektrikal pada jantung dimana kedua elektroda itu satu dinamakan elektroda negatif dan elektroda (lihat gambar 13).blogspot.Sumber : http://www.Rozi Abdullah Sandapan/perekaman EKG dibagi menjadi 3 yaitu:    Sandapan Bipolar —-> lead I. aVF Sandapan Prekordial —-> lead V1. yang lain dinamakan elektroda positip. lead II. V3. V4. Lead III Sandapan Unipolar Ekstremitas —-> lead aVR. Sandapan Bipolar Sandapan bipolar merekam bioelektrikal jantung dari bidang frontal. V5. V6 A.ww.

sedangkan positip elektroda dipasang di tangan kiri. Ingat!! positip elektroda pada lead II berada di kaki kiri !! Lead III Lead ini merekam bioelektrikal jantung dengan memasang negatif elektroda di tangan kiri. Gb :13 . sedangkan positip elektroda dipasang di kaki kiri.Lead I Lead ini merekam bioelektrikal jantung dengan memasang negatif elektroda di tangan kanan. Ingat!! positip elektroda pada lead I berada di tangan kiri !! Lead II Lead ini merekam bioelektrikal jantung dengan memasang negatif elektroda di tangan kanan. sedangkan positip elektroda dipasang di kaki kiri. Ingat !! positip elektroda pada lead III berada di kaki kiri !! Jadi sandapan bipolar akan membentuk segitiga dengan persamaan sebagai berikut: Lead II = lead I + lead III segitiga ini sering disebut Einthovent Triangle (lihat gb 14) Sandapan bipolar ini berguna mengidentifikasi apakah penempatan elektroda sudah tepat atau belum.

dan dua elektroda tidak bermuatan atau zero potensial. dimana salah satu elektroda dinamakan positip elektroda. dan dua elektroda tidak bermuatan atau zero . dimana salah satu elektroda dinamakan positip elektroda. Ingat !! positip elektroda di aVR terletak di tangan kanan !! aVL Lead ini merekam bioelektikal jantung dengan mengunakan 3 elektoda. Pada lead aVR elektroda positipnya ditempatkan di tangan kanan. Pada lead aVL elektroda positipnya ditempatkan di tangan kiri. dan dua elektoda yang lain tidak bermuatan atau zero potensial. sehingga dihasilkan voltase defleksi yang lebih besar dibandingkan dengan sandapan bipolar. perbedaan potensial yang merekam bioelektikal ini tidak terukur oleh kedua elektroda tersebut. Maka dari itu seorang ilmuan yang bernama Goldbeger tahun 1942 memodifikasi mesinEKG dengan memutuskan hubungan dengan central terminal akan memperbesar voltase perekaman dari elektroda positip. Jadi sepasang elektroda negatif diputuskan dengan central terminal. Ingat !! positip elektroda di lead aVL terletak di tangan kiri !! aVF Lead ini merekam bioelektrikal jantung dengan menggunakan 3 elektroda . aVR Lead ini merekam bioelektrikal jantung dengan menggunakan 3 elektroda . Sandapan Unipolar Ekstremitas Sandapan bipolar memiliki kekurangan yaitu apabila bioelekrikal jantung pada salah satu elektroda terlalu kecil.Gb : 14 B. dimana salah satu elektroda dinamakan positip elektroda.

Ingat!! positip elektroda di aVF terletak di kaki kiri !! Dari sandapan unipolar ekstremitas ini akan di dapatkan hubungan matematika yaitu persamaan lingkaran tertutup di bawah ini : aVR + aVL + aVF = O (lihat gambar 15) Gb : 15 C.potensial. Sandapan Unipolar Prekordial Sandapan unipolar prekordial merekam bioelektrikal jantung dari bidang horizontal. Pada lead aVF elektroda positipnya ditempatkan di kaki kiri. dimana hanya menggunakan 6 single positip elektroda yang di tempatkan pada permukaan dada pada tempat-tempat yang telah ditentukan. (lihat gambar 16 &17) .

ww.com Share this:    Posted in EKG. Jantung. jantung adalah salah satu organ tubuh yang paling vital fungsinya dibandingkan dengan organ tubuh vital lainnya.Gb : 16 Gb : 17 Standar internasional dalam melakukan perekaman 12 lead EKG adalah kecepatan 25 mm/detik dan standarisasi 1 mVolt.kursusekg-i. Sumber : http://www. apabila fungsi jantung .Rozi Abdullah Anatomi & Fisiologi Jantung Secara fisiologi.blogspot. Dengan kata lain. Medical Resources Leave a Comment Anatomi & Fisiologi Jantung NOV 14 Posted by dr.

Sedangkan bagian apek jantung di interkostal ke-5 atau tepatnya di bawah puting susu sebelah kiri.5″ (9cm). 2. Ukuran. Karena fungsi utama jantung adalah sebagai single pompa yang memompakan darah ke seluruh tubuh untuk kepentingan metabolisme sel-sel demi kelangsungan hidup.Posisi atau letak Jantung Anda tahu berapa ukuran jantung anda? Secara anatomi ukuran jantung sangatlah variatif. 6. 1/3 dari jantung berada disebelah kanan dari midline sternum . Dari beberapa referensi yang saya baca.mengalami gangguan maka besar pengaruhnya terhadap organ-organ tubuh lainya terutama ginjal dan otak.Posisi atau letak Jantung Lapisan Pembungkus Jantung Lapisan Otot Jantung Katup Jantung Ruang Jantung Arteri Koroner Siklus Jantung Ukuran.(lihat gb:1 & 2) Gb: 1 . siapapun orangnya sebelum belajar EKG harus menguasai anatomi & fisiologi dengan baik dan benar. 2/3 nya disebelah kiri dari midline sternum. ukuran jantung manusia mendekati ukuran kepalan tangannya atau dengan ukuran panjang kira-kira 5″ (12cm) dan lebar sekitar 3. Dalam topik anatomi & fisiologi jantung ini. Jantung terletak di belakang tulang sternum. 3. Bagian atas jantung terletak dibagian bawah sternal notch. saya akan menguraikan dengan beberapa subtopik di bawah ini : 1. 5. 4. Untuk itu. 7. tepatnya di ruang mediastinum diantara kedua paru-paru dan bersentuhan dengan diafragma.

khususnya pembuluh darah besar yang menghubungkan dengan lapisan ini (exp: vena cava. Lapisan fibrosa bersifat sangat keras dan bersentuhan langsung dengan bagian dinding dalam sternum rongga thorax. yaitu bagian dalam dari dinding lapisan fibrosa 3. 2. Banyaknya cairan perikardium ini antara 15 – 50 ml.Gb: 2 Lapisan Pembungkus Jantung Bagi rekan-rekan kita yang bekerja di ruang kamar operasi bedah jantung atau thorak saya yakin sudah terbiasa melihat keberadaan jantung di mediastinum. di mana lapisan perikardium ini di bagi menjadi 3 lapisan (lihat gb. dan tidak boleh kurang atau lebih karena akan mempengaruhi fungsi kerja jantung. yaitu lapisan paling luar pembungkus jantung yang melindungi jantung ketika jantung mengalami overdistention. Lapisan fibrosa. begitu pula dengan lapisan pembungkus atau pelindung jantungnya. disamping itu lapisan fibrosa ini termasuk penghubung antara jaringan.3) yaitu : 1. aorta. . pulmonal arteri dan vena pulmonal). lapisan perikardium yang bersentuhan dengan lapisan luar dari otot jantung atau epikardium. Cairan perikardium berfungsi untuk melindungi dari gesekan-gesekan yang berlebihan saat jantung berdenyut atau berkontraksi. Lapisan Visceral. Diantara lapisan pericardium parietal dan lapisan perikardium visceral terdapat ruang atau space yang berisi pelumas atau cairan serosa atau yang disebut dengan cairan perikardium. Jantung di bungkus oleh sebuah lapisan yang disebut lapisan perikardium. Lapisan parietal.

yaitu lapisan tipis bagian dalam otot jantung atau lapisan tipis endotel sel yang berhubungan langsung dengan darah dan bersifat sangat licin untuk aliran darah. seperti halnya pada sel-sel endotel pada pembuluh darah lainnya. yaitu jaringan utama otot jantung yang bertanggung jawab atas kemampuan kontraksi jantung. Miokardium.yaitu bagian luar otot jantung atau pericardium visceral 2. lapisan otot jantung terbagi menjadi 3 yaitu : 1. Epikardium. Endokardium. 3. .3. yaitu katup yang menghubungkan antara atrium dengan ventrikel dinamakan katup atrioventrikuler. sedangkan katup yang menghubungkan sirkulasi sistemik dan sirkulasi pulmonal dinamakan katup semilunar.Gb: 3 Lapisan Otot Jantung Seperti yang terlihat pada Gb.4) Gb: 4 Katup Jantung Katup jatung terbagi menjadi 2 bagian.3 atau Gb. (Lihat Gb.

katup atrioventrikuler yang lain adalah katup yang menghubungkan antara atrium kiri dengan ventrikel kiri yang dinamakan dengan katup mitral atau bicuspid. . katup trikuspid 3 daun katup (tri =3). katup semilunar yang lain adalah katup yang menghubungkan antara ventrikel kiri dengan asendence aorta yaitu katup aorta. katup aortadan katup pulmonal juga mempunya 3 daun katup. Sedangkan katup mitral atau biskupid hanya mempunyai 2 daun katup. (Lihat Gb:6) Gb: 5 Gb: 6 Seperti yang terlihat pada gb. Chordae tendinea sendiri berikatan dengan otot yang disebut muskulus papilaris.Katup atrioventrikuler terdiri dari katup trikuspid yaitu katup yang menghubungkan antara atrium kanan dengan ventrikel kanan. (Lihat Gb: 5) Katup berfungsi mencegah aliran darah balik ke ruang jantung sebelumnya sesaat setelah kontraksi atau sistolik dan sesaat saat relaksasi atau diastolik.5 diatas. Katup semilunar terdiri dari katup pulmonal yaitu katup yang menghubungkan antara ventrikel kanan dengan pulmonal trunk. Tiap bagian daun katup jantung diikat oleh chordae tendinea sehingga pada saat kontraksi daun katup tidak terdorong masuk keruang sebelumnya yang bertekanan rendah.

Dimana kedua atrium dihubungkan dengan satu auricle yang berfungsi menampung darah apabila kedua atrium memiliki kelebihan volume. yaitu muara atau lubang yang terdapat diruang atrium kanan yang menghubungkan vena cava superior dengan atrium kanan. Atrium (serambi) 2. Bagian dalam kedua ruang ventrikel dibatasi oleh septal ventrikel. yaitu muara atau lubang yang terdapat di atrium kiri yang menghubungkan antara vena pulmonalis dengan atrium kiri yang mempunyai 4 muara. Kedua atrium bagian dalam dibatasi oleh septal atrium. Jadi kita boleh mengatakan kalau jantung dibagi menjadi 2 bagian yaitu jantung bagian kanan (atrium kanan & ventrikel kanan) dan jantung bagian kiri (atrium kiri & ventrikel kiri). yaitu ke ventrikel. Ostium Inferior vena cava. Bagian otot jantung di bagian dalam ventrikel yang berupa tonjolan-tonjolan yang tidak beraturan dinamakan trabecula. Perlu anda ketahui bahwa tekanan jantung sebelah kiri lebih besar dibandingkan dengan tekanan jantung sebelah kanan.Ruang. yaitu atrium kanan dan atrium kiri. yaitu bagian septal atrium yang mengalami depresi disebabkan karena penutupan foramen ovale saat kita lahir. Demikian halnya dengan ruang ventrikel. yaitu muara atau lubang yang terdapat di atrium kanan yang menghubungkan sistem vena jantung dengan atrium kanan. Ada bagian septal atrium yang mengalami depresi atau yang dinamakan fossa ovalis. yaitu muara atau lubang yang terdapat di atrium kanan yang menghubungkan vena cava inferior dengan atrium kanan. dan 2 sulcus yang lain adalah anterior dan posterior interventrikuler yang keduanya menghubungkan dan memisahkan antara kiri dan kanan kedua ventrikel. Kedua otot atrium dan ventrikel dihubungkan dengan jaringan penghubung yang juga membentuk katup jatung dinamakan sulcus coronary. yaitu : 1. karena jantung kiri menghadapi aliran darah sistemik atau sirkulasi sistemik yang terdiri dari beberapa organ tubuh sehingga dibutuhkan tekanan yang . Ostium vena pulmonalis. Oleh karena itu otot atrium lebih tipis dibandingkan dengan otot ventrikel. Ruang atrium dibagi menjadi 2.Dinding & Pembuluh Darah Besar Jantung Jantung kita dibagi menjadi 2 bagian ruang. Ventrikel (bilik) Karena atrium hanya memompakan darah dengan jarak yang pendek. dibagi lagi menjadi 2 yaitu ventrikel kanan dan ventrikel kiri. Ostium coronary atau sinus coronarius. Kedua atrium memiliki bagian luar organ masing-masing yaitu auricle. baik ventrikel maupun atrium dibentuk oleh kumpulan otot jantung yang mana bagian lapisan dalam dari masingmasing ruangan dilapisi oleh sel endotelium yang kontak langsung dengan darah. Ada beberapa ostium atau muara pembuluh darah besar yang perlu anda ketahui yang terdapat di kedua atrium. yaitu :     Ostium Superior vena cava.

Vena cava inferior. 2. (lihat Gb:7) Gb : 7 Arteri Koroner Arteri koroner adalah arteri yang bertanggung jawab dengan jantung sendiri. Pembuluh Darah Besar Jantung Ada beberapa pembuluh besar yang perlu anda ketahui. yaitu vena besar yang membawa darah kotor dari bagian atas diafragma menuju atrium kanan. 6. dibagi menjadi 2 yaitu kanan dan kiri yang membawa darah kotor dari pulmonary trunk ke kedua paru-paru. Desending Aorta. Vena cava superior. Sinus Coronary.yaitu pembuluh darah besar yang membawa darah kotor dari ventrikel kanan ke arteri pulmonalis 5. yaitu vena besar yang membawa darah kotor dari bagian bawah diafragma ke atrium kanan. Assending Aorta. 3.karena darah bersih yang kaya akan oksigen dan elektrolit sangat penting sekali agar jantung bisa bekerja . Vena pulmonalis. sehingga otot jantung sebelah kiri khususnya otot ventrikel sebelah kiri lebih tebal dibandingkan otot ventrikel kanan. 7. dibagi menjadi 2 yaitu kanan dan kiri yang membawa darah bersih dari kedua paru-paru ke atrium kiri. yaitu: 1. 8.yaitu bagian aorta yang membawa darah bersih dan bertanggung jawab dengan organ tubuh bagian bawah. 4. yaitu pembuluh darah besar yang membawa darah bersih dari ventrikel kiri ke arkus aorta ke cabangnya yang bertanggung jawab dengan organ tubuh bagian atas. Pulmonary Trunk.besar dibandingkan dengan jantung kanan yang hanya bertanggung jawab pada organ paru-paru saja. yaitu vena besar di jantung yang membawa darah kotor dari jantung sendiri. Arteri Pulmonalis.

yaitu sulcus coronary atau sulcus atrioventrikuler yang melingkari jantung diantara atrium dan ventrikel.yaitu: 1. ini akan menyebabkan terganggunya fungsi jantung sebagaimana mestinya. Di mana jantung yang berfungsi memompakan darah ke seluruh tubuh melalui cabang-cabangnya untuk keperluan metabolisme demi kelangsungan hidup. Sirkumflex arteri bertanggung jawab untuk mensuplai 45% darah untuk atrium kiri dan ventrikel kiri. 10% bertanggung jawab mensuplai SA node. ventrikel kanan. Arteri koroner kiri  Arteri Koroner Kiri Arteri koroner kiri mempunyai 2 cabang yaitu LAD (Left Anterior Desenden)dan arteri sirkumflek. Saya yakin kalau anda masih mengingatnya dengan baik atau anda telah lupa? Anda masih ingat kalau jantung dibagi menjadi 4 ruang? Empat ruang jantung ini tidak bisa terpisahkan antara satu dengan yang lainnya karena ke empat ruangan ini membentuk hubungan tertutup atau bejana berhubungan yang satu sama lain berhubungan (sirkulasi sistemik. Arteri koroner kanan 2. Kedua arteri ini melingkari jantung dalam dua lekuk anatomis eksterna.sebagaimana fungsinya. Begitupun apabila otot jantung dibiarkan dalam keadaan iskemia.  Arteri Koroner Kanan Arteri koroner kanan bertanggung jawab mensuplai darah ke atrium kanan. serta bagian interventrikuler septum. yang kedua yaitu sulcus interventrikuler yang memisahkan kedua ventrikel. . Apalagi arteri koroner mengalami sumbatan total atau yang disebut dengan serangan jantung mendadak atau miokardiac infarction dan bisa menyebabkan kematian. terlebih dahulu saya ingin menyegarkan ingatan anda tentang sirkulasi jantung. Apabila arteri koroner mengalami pengurangan suplainya ke jantung atau yang di sebut dengan ischemia. LAD arteri bertanggung jawab untuk mensuplai darah untuk otot ventrikel kiri dan kanan. 90% mensuplai AV Node.permukaan bawah dan belakang ventrikel kiri. Nodus AV node berada pada titik ini. Pertemuan kedua lekuk ini dibagian permukaan posterior jantung yang merupakan bagian dari jantung yang sangat penting yaitu kruks jantung.dan 55% mensuplai SA Node. dimana muara arteri koroner berada dekat dengan katup aorta atau tepatnya di sinus valsava Arteri koroner dibagi dua. sirkulasi pulmonal dan jantung sendiri). ini juga akan berujung dengan serangan jantung juga atau miokardiac infarction. Arteri koroner adalah cabang pertama dari sirkulasi sistemik. Siklus Jantung Sebelum mempelajari siklus jantung secara detail.

siklus jantung dibagi menjadi 2 bagian besar. Dari ventrikel kanan.q. sehingga darah secara pasif mengalir ke kedua ventrikel secara cepat karena pada saat ini kedua ventrikel .T) hanya membutuhkan waktu kurang dari 0. yaitu:   Sistole atau kontraksi jantung Diastole atau relaksasi atau ekspansi jantung Secara spesific. 4. 2. siklus jantung dibagi menjadi 5 fase yaitu : 1.5 detik. Fase Ventrikel Filling Fase Atrial Contraction Fase Isovolumetric Contraction Fase Ejection Fase Isovolumetric Relaxation Perlu anda ingat bahwa siklus jantung berjalan secara bersamaan antara jantung kanan dan jantung kiri. Dari ventrikel kiri darah akan di pompakan ke seluruh tubuh termasuk jantung (melalui sinus valsava) sendiri melewati katup aorta. Saya akan mulai dari atrium/serambi kanan. darah dipompakan ke paru-paru untuk mendapatkan oksigen melewati:    Katup pulmonal Pulmonal Trunk Empat (4) arteri pulmonalis. Keadaan ini akan menyebabkan terbukanya katup atrioventrikular. dengan demikian akan menyebabkan tekanan di kedua atrium naik melebihi tekanan di kedua ventrikel. dimana satu siklus jantung = 1 denyut jantung = 1 beat EKG (P. anda boleh memulai sirkulasi jantung dari mana saja.R. darah akan dipompakan ke ventrikel kanan melewati katup trikuspid. Dari seluruh tubuh. Dari atrium kiri darah akan dipompakan ke ventrikel kiri melewati katup biskupid atau katup mitral. Fase Ventrikel Filling Sesaat setelah kedua atrium menerima darah dari masing-masing cabangnya. Atrium kanan menerima kotor atau vena atau darah yang miskin oksigen dari:    Superior Vena Kava Inferior Vena Kava Sinus Coronarius Dari atrium kanan. 3.darah balik lagi ke jantung melewati vena kava superior.s. Secara umum. 2 ke paru-paru kanan dan 2 ke paru-paru kiri Darah yang kaya akan oksigen dari paru-paru akan di alirkan kembali ke jantung melalui 4 vena pulmonalis (2 dari paru-paru kanan dan 2 dari paru-paru kiri)menuju atrium kiri.Karena jantung merupakan suatu bejana berhubungan. 5.vena kava inferior dan sinus koronarius menuju atrium kanan.

Keadaan ini akan menyebabkan aliran darah balik ke kedua ventrikel. untuk itu katup semilunar akan menutup untuk mencegah aliran darah balik ke ventrikel. terjadi aktivitas listrik jantung di ventrikel yang terekam pada EKG yaitu komplek QRS atau depolarisasi ventrikel. Fase Ejection Seiring dengan besarnya tekanan di ventrikel dan proses depolarisasi ventrikel akan menyebabkan kontraksi kedua ventrikel membuka katup semilunar dan memompa darah dengan cepat melalui cabangnya masing-masing. Bersamaan dengan kontraksi ventrikel. disusul pengisian ventrikel secara aktif yaitu dengan adanya kontraksi atrium yang memompakan darah ke ventrikel atau yang kita kenal dengan ―atrial kick‖. Perlu anda ketahui bahwa 60% sampai 90 % total volume darah di kedua ventrikel berasal dari pengisian ventrikel secara pasif. Penutupan katup atrioventrikuler akan mengeluarkan bunyi jantung satu (S1) atau sistolic. dimana setelah terjadi pengisian ventrikel secara pasif. Proses pengisian ventrikel secara keseluruhan tidak mengeluarkan suara.dalam keadaan relaksasi/diastolic sampai dengan aliran darah pelan seiring dengan bertambahnya tekanan di kedua ventrikel. Fase Atrial Contraction Seiring dengan aktifitas listrik jantung yang menyebabkan kontraksi kedua atrium. Dan 10% sampai 40% berasal dari kontraksi kedua atrium. Periode waktu antara penutupan katup AV sampai sebelum pembukaan katup semilunar dimana volume darah di kedua ventrikel tidak berubah dan semua katup dalam keadaan tertutup. Dalam grafik EKG akan terekam gelombang P. kecuali terjadi patologi pada jantung yaitu bunyi jantung 3 atau cardiac murmur. tekanan di kedua ventrikel berada pada puncak tertinggi tekanan yang melebihi tekanan di kedua atrium dan sirkulasi sistemik maupun sirkulasi pulmonal. Penutupan katup semilunar akan mengeluarkan bunyi jantung dua (S2)atau diastolic. Fase Isovolumetric Relaxation Setelah kedua ventrikel memompakan darah. Bersamaan dengan kejadian ini. Fase Isovolumetric Contraction Pada fase ini. Proses ini dinamakan dengan pengisian ventrikel atau ventrikel filling. Pembukaan katup semilunar tidak mengeluarkan bunyi. Proses relaksasi . kedua atrium akan di isi oleh masing-masing cabangnya. Keadaan kedua ventrikel ini akan menyebabkan darah mengalir balik ke atrium yang menyebabkan penutupan katup atrioventrikuler untuk mencegah aliran balik darah tersebut. proses ini dinamakan dengan fase isovolumetrik contraction. maka tekanan di kedua ventrikel menurun atau relaksasi sementara tekanan di sirkulasi sistemik dan sirkulasi pulmonal meningkat.

Perbedaan volume darah di ventrikel kiri antara EDV dengan ESV adalah 70 ml atau yang dikenal dengan stroke volume. Berhubung topik kita adalah elektrofisiologi yang berkaitan dengan jantung.ventrikel akan terekam dalam EKG dengan gelombang T. Medical Resources Leave a Comment Elektrofisiologi Jantung NOV 14 Posted by dr. pada saat ini juga aliran darah ke arteri koroner terjadi. Semua faktor atau unsur-unsur yang berhubungan dengan bioelectrical tubuh kita. 4. Bioelektrikal . dan jantung terbentuk dari kumpulan jaringan yang membentuk organ yaitu jantung.com Share this:    Posted in EKG.Cl. Aliran balik dari sirkulasi sistemik dan pulmonal ke ventrikel juga di tandai dengan adanya ―dicrotic notch‖. akan mempengaruhi proses fisiologi bioelectrical di seluruh tubuh. akan tetapi diseluruh sel-sel tubuh kita terjadi atau adanya aktivitas listrik/elektrofisiologi guna menjaga keseimbangan atau haemostasis tubuh kita. 5.Mg.Rozi Abdullah Elektrofisiologi Jantung 1. 3. Jantung. Elektrofisiologi tidak hanya terjadi hanya pada sel-sel otot jantung. Unsur utama yang mempengaruhi bioelectrical tubuh adalah elektrolit (Na.kursusekg-i. Cairan tubuh dan Oksigen. Jutaaan sel akan membentuk jaringan. 4. Total sisa volume darah di ventrikel kiri setelah kontraksi/sistolic disebut End SystolicVolume (ESV) sekitar 50 ml.K. maka saya tekankan kembali apabila terjadi ketidakseimbangan cairan dan elektrolit serta oksigen dalam tubuh akan berpengaruh pada fungsi kerja jantung. Bagian terkecil dari mahluk hidup adalah sel. Total EDV di ventrikel kiri (LVEDV) sekitar 120ml. Apabila terjadi ketidakseimbangan diantara unsur-unsur utama yang saya sebutkan diatas. 2.blogspot. (EDV-ESV= Stroke volume) (120-50= 70) Sumber : http://www. 6. 3.ww.Ca. maka akan terjadi gangguan terhadap proses bioelektrical di seluruh tubuh (tidak hanya di jantung).phosphate). Elektrofisiolagi jantung adalah ilmu yang mempelajari aktivitas listrik atau bioelectrical pada jantung sehingga jantung bisa menjalankan fungsinya secara optimal. Total volume darah yang terisi setelah fase pengisian ventrikel secara pasip maupun aktif ( fase ventrikel filling dan fase atrial contraction) disebut dengan End Diastolic Volume (EDV) 2. 1.

Bundle of His dan Furkinje fiber. Pacemaker yang berfungsi sebagai backup yaitu AV node 40-60x/menit. Dengan kata lain apabila jantung sehat kita pisahkan dengan tubuh. Excitability : Apabila terjadi ketidakseimbangan pada unsur-unsur yang berperan dalam proses elektrofisiologi sel jantung. Contractility : Secara fisiologis mampu merespon impuls yang masuk ke sel-sel otot jantung dengan berkontraksi dan berelaksasi. Pertanyaanya…bagaimana proses terjadinya siklus jantung atau denyut jantung atau 1 beat EKG di lihat dari elektrofisiologi. maka jantung masih bisa berdenyut. maka sel-sel jantung akan berespon secara fisiologis untuk mempertahankan hemostastis. Jantung merupakan salah satu organ tubuh yang memiliki keistimewaan. Sedangkan pacemaker lain yang berfungsi sebagi backup apabila SA node mengalami gangguan. Conductivity : Adanya jaringan neuromuskular yang membentuk lintasan atau jalan khusus sebagai kawat penghantar bioelektrik antara SA node. Kenapa demikian? Karena jantung memiliki sel-sel pacemaker alami yang secara automatis mengeluarkan impuls secara teratur. Gb: 8 . Furkinje fiber 20-40x/menit. Jantung mempunyai beberapa tempat utama sel-sel pacemaker yaitu SA node.jantung terjadi karena adanya continuitas aktivitas listrik sel-sel pacemaker pada jantung yang menyebabkan jantung berkontraksi dan relaksasi secara teratur. yaitu:      Automaticity : Spontan jantung berdenyut secara teratur dan independent tanpa adanya intervensi sistem tubuh lain. Furkinje fiber yang nantinya akan diteruskan sel-sel otot jantung agar bisa berdenyut. siklus jantung = 1 denyut jantung = dalam EKG 1 beat yang terdiri dari PQRST (lihat gambar 8). AV node. (lihat Gb: 8). Normal sel pacemaker jantung berada di SA node yang secara teratur mengeluarkan impuls 60-100x/menit. Bundle of his. AV node.

Ion-ion tersebut adalah Kalium (K+).Gb: 9 Seperti yang sudah saya katakan bahwa dengan adanya aktivitas bioelektrikal sel-sel pada jantung yang menyebabkan jantung bisa berdenyut.(Mg+) yang berperan sangat penting dalam menjaga keseimbangan proses bioelektrikal pada se-sel pacemaker jantung. Angka nominal antara didalam dan di luar sel bisa berubah. menyelesaikan siklusnya dan akan tercatat oleh mesin ekg dengan adanya gelombang PQRST dalam tiap denyutnya. dan secara patologis dipengaruhi adanya gangguan keseimbangan elektrolit atau penyakit lain. (Na+). Anda bisa lihat perbedaan muatan ion antara intraseluller dengan ektraseluller beserta fungsinya (lihat Gb tabel 10). . salah satunya secara fisiologis disebabkan adanya gelombang elektrikal secara continuitas keluarkan oleh sel-sel pacemaker. Faktor utama yang harus kita perhatikan adalah ion-ion utama yang sangat vital sekali dalam mempertahankan keseimbangan saat terjadinya bioelektrikal pada sel-sel jantung.(Ca+).

(lihat gb:11 C). Seharusnya bagian sel yang pertama mengalami depolarisasi akan ikuti oleh proses repolarisasi. Akan tetapi fenomena bioelektrikal pade sel tunggal ini berbeda dengan apa yang terjadi pada jantung seutuhnya.Gb: 10 Saya ingin menjelaskan proses bioelektrikal yang terjadi pada single cel !!! Setiap sel di lapisi oleh membran sel. maka dalam EKG akan terekam gambaran ekg defleksi positip. dimana arah repolarisasi dimulai dari epikardium ke endokardium. dimana tidak semua ion-ion menyeberang sembarangan karena proses penyeberangan melalui membran ini telah diatur oleh suatu mekanisme alamiah yaitu Na+ -K+ – ATPase (adenosine triphosphate) sodium pump atau cukup kita sebut sodium pump. Dan setiap elektroda positip yang di tuju oleh arah repolarisasi berlawanan dengan depolarisasi. Begitu sebaliknya apabila arah depolarisasi menjauhi elektroda positip. . maka akan menghasilkan defleksi bifasik. sedangkan didalam sel relatif negatif muatanya. Jadi pada EKG proses repolarisasi akan terekam sama dengan arah depolarisasi. (lihat gb:11A) Pergerakan serta perubahan muatan negatif menjadi positip pada sel jantung dinamakan depolarisasi. Dan apabila arah depolarisasi mengarah positip elektroda kemudian menjauhi elektoda tersebut. Dialah (sodium pump) yang berperan sangat penting menjaga keseimbangan proses bioelektrikal sel-sel pacemaker jantung. Apabila pergerakan atau arah depolarisasi menuju elektroda positip. dalam mesin EKG akan terekam hanya garis isoelektrik. Pergerakan atau perubahan muatan pada sel dari muatan pasitip kembali ke muatan negatif dinamakan repolarisasi. di luar sel bermuatan positip (khususnya ion Na+). Dalam keadaan istirahat atau resting potential atau polarisasi. maka dalam EKG akan menghasilkan defleksi negatif (lihat gb: 11 B) Note:( garis isoelektrik = zero line).

sodium pump akan berperan optimal untuk mengembalikan keseimbangan muatan ion antara diluar dan didalam sel. Sodium pump akan mengelurkan Na+ dari sel dan memasukan K+ dari luar sel. Dimana single aksi potensial ini akan membentuk kesatuan aksi potensial yang nantinya dalam mesin EKG akan terekam grafik gelombang EKG. Pada fase 3. setelah itu proses depolarisasi terjadi pada fase 1 dan 2 dimana muatan dalam sel relatif positip. . Masih dalam single sel…….Gb: 11 Proses terjadinya perubahan muatan secara mendadak dinamakan Aksi Potesial. Perbandingan muatan ion antara diluar dan dalam sel relatif seimbang. atau bagian dari proses depolarisasi adalah aksi potensial. (Lihat Gb : 12) Untuk lebih detailnya tentang proses proses ini anda bisa tanyakan langsung ke saya. Pade fase 4. Secara fisiologi bahwa proses terjadinya bioelektrikal secara terus menerus tanpa adanya pengaruh luar atau proses ini bisa berjalan lambat atau cepat akibat pengaruh system neurological serta gangguan keseimbangan elektrolit. dimana pada fase polarisasi muatan ion positip khususnya Na+ berada di luar. membran sel siap untuk menerima perubahan untuk mengulang aksi potensial. sesaat setelah depolarisasi ion K+ keluar dari dalam sel. Maka permeabilitas membran sel terhadap Na+ meningkat sehingga Na+ masuk ke dalam sel (fase 0) secara mendadak.

com http://bukusakudokter.kursusekg-i.wordpress.Gb: 12 Sumber : http://www.blogspot.com/category/diagnostic-tools/ekg/ .ww.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->