Keamanan dan ketertiban Masyarakat Swakarsa Pengertian 1.

Keamanan dan ketertiban masyarakat “(Kamtibmas) adalah keperluan hirarki masyarakat yang mengahayati cita-cita atau tujuan selururh kegiatan masyarakat untuk mewujudkan masyarakat yang tertib dan aman 2. Swakarsa adalah kehendak dan keamanan sendiri 3. Partisipasi adalah kesediaan masyarakat untuk ikut serta memikul tanggung jawab sebagai tugas bersama 4. Kamtibmas swakarsa adalah kehendak sendiri, masyarakat (dari, oleh, dan untuk) dalam keikutsertaannya memikul tanggung jawab dan mengamankan diri serta lingkungannya Alasan perlunya perlibatan masyarakat 1. Masyarakat baik diri dan hartanya akan selalu menjadi obyek gangguan kamtibmas 2. Masyarakat mempunyai, memiliki potensi yang dapat diangkat menjadi kekuatan nyata baik secara perorangan maupun secara kelompok untuk mencegah dan atau menangkal gangguan kamtibmas khususnya kejahatan 3. Adanya dalil yang menyatakan bahwa kejahatan adalah produk masyarakat itu sendiri. 4. Polri tidak akan pernah mampu mengcover luasnya wilayah, jumlah penduduk dan berbagai perkembangan fisik maupun non fisik yang ada Swakarsa masih perlu dibina Hakekat swakarsa adalah memang demikian dari, oleh, dan untuk masyarakat itu sendiri, namun masih perlu adanya pembinaan untuk menumbuhkan pengertian, pemahaman dan sikap masyarakat terhadap kamtibmas di dalam diri dan lingkungannya, karena selama ini sebagai masyarakat berpandangan bahwa tugas dan tanggung jawab membina kamtibmas berada pada hanya POLRI dan aparat keamanan lainnya. Pandangan masyarakat seperti ini pada dasarnya mirip dengan pandangan terhadap kesehatan yang menjadi tanggung jawab dokter dan rumah sakit. Akibat pandangan terhadap kesehatan ini melahirkan public health yaitu kesehatan masyarakat dari, oleh dan untuk masyarakat itu sendiri. Tanpa peran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan, diri dan cara hidup sehat, maka tugas dokter dan rumah sakit semakin berat. Demikian pula dalam kamtibmas, kalau masyarakat tidak memahami pengamanan dirinya hartanya berlaku pamer, tidak waspada, tidak hati-hati, kurang pengamanan, maka pada dasarnya individu atau masayarakat telah menyandang dan mengkondisikan kejahatan itu sendiri. Sikap yang mendukung kamtibmas tersebut ternyata masih harus dibangun,dibina dan diarahkan agar individu dan masyarakat memalui diriu sendiri dan masyarakat dapat mencegah,menangkal dan bahkan menanggulangi kejahatan. Polri Sebagai Pembina Kamtibmas Swakarsa Dalam rangka tugas pembinaan kamtibmas Polri berupaya untuk mengembangkan system kamtibmas swakarsa. Sebagai inti pembina, polri dapat dan perlu berkoordinasi dan bekerjasama dengan instansi

terkait dan lembaga kemasyarakatan dalam rangka keterpaduan agar upaya pembinaan kamtibmas swakarsa lebih efektif dan efisien. Yang ingin ditumbuhkan dalam kamtibmas swakarsa 1. Kesadaran tentang keamanan dan ketertiban masyarakat 2. Kesadaran tentang potensi masyarakat yang dapat dijadikan kekuatan nyata dalam pengamanan lingkungannya melalui upaya menagkal, mencegah dan menanggulangi kejahatan 3. Kesadaran tentang pentingnya partisipasi masyarakat dalam penegakan hukum 4. Kesadaran tentang partisipasinya dalam pembinaan kamtibmas dalam arti luas Bentuk partisipasi masyarakat dalam kamtibmas swakarsa 1. Individu a. Mencegah dirinya tidak menjadi korban kejahatan: 1. Tidak memancing kejahatan 2. Melakukan pengamanan yang cukup (kunci, trali, pengaman, dan lain-lain). 3. Hati-hati dan waspada b. Sumbangan ide-ide tentang kamtibmas c. Keikut sertaan secara fisik dan d. Dukungan materiil 2. Masyarakat atau kelompok PArtisipasi masyarakat dalam bidang kamtibmas dalam bentuk yang terorganisasi seperti seleksi kamtibmas dibawah LKMD,Pos Kamling,Satpam,Pecalang termasuk didalamnya adalah POLISI Kehormatan. Partisipasi Masyarakat Dalam Penegakan hukum 1. Mau melaporkan setiap kejadian tindak pidana yang mengenai dirinya atau lingkungannya, hal ini penting bagi penindakan, pencegahan, penilaian situasi dan sebagai bahan evaluasi kondisi kamtibmas 2. Memahami pentingnya kesaksian dan siap untuk menjadi saksi 3. Masyarakat memiliki keberanian dan kejujuran untuk mengatakan apa yang diketahui 4. Memahami pentingnya tempat kejadian perkara (TKP) bagi penyidikan 5. Masyarakat mampu dan mau menjadi mata telingan POLRI

POLRI berperan dalam Binkamtibmas swakarsa POLRI dari tingkat Polsek sampai tingkat Mabes Polri secara berjenjang mempunyai peran untuk membina, bekerjasama dan berkoordinasi dengan masyarakt khususnya para pelaksana kamtibmas swakarsa. Masalah-masalah pokok yang dihadapi

Kerawanan-kerawanan nasional dan factor-faktor positif yang dapat digunakan untuk mengatasi gangguan keamanan. Pengamatan terhadap sejarah nasional Indonesia menunjukkan adanya rangkaian gangguan keamanan antara lain dalam bentuk pertentangan-pertentangan politik, demonstrasidemonstrasi, serangan-serangan bersenjata, dan usaha-usaha pengambil alihan kekuasaan secara konstitusional, yang kesemuanya itu dapat diidentifikasikan sebagai kerawanan-kerawanan nasional. Sebaliknya, pengamatan terhadap sejarah tersebut juga memunjukkan bahwa bangssa Indonesia memiliki potensi-potensi dan kekuatan-kekuatan untuk menghadapi gangguan keamanan tersebut, yang dapat diidentifikasikan sebagai faktor-faktor positif. a. Kerawanan-kerawanan nasional 1. Idiologi yang bertentangan dengan Pancasila a. Komunisme Idioligi ini pada dasarnya tidak memberikan hak partisipasi pada seluruh warga Negara dalam system politik. Komunisme dalam perkembangan dan pelaksanaannya banyak mempunyai variasi sesuai dengan kondisi setempat dan tujuan nasional yang bersangkutan seperti maoisme di RRC, Erokomunisme di beberapa Negara Eropa dan sebagainya. Komunisme ini merupakan bahaya laten bagi kelangsungan hidup Negara Pancasila b. Liberalisme Idiologi ini pada dasarnya menitikberatkan individualisme yang sangat bertentangan dengan Pancasila. 2. Kehidupan plotik yang bersifat primordial Kehidupan politik di Negara-negara yang sedang berkembang pada umumnya banyak dipengaruhi oleh unsure-unsur politik yang bersifat primordial. Antara lain pengelompokanpengelompokan beradasarkan ikatan darah, ras, agama, daerah, asal, dan adat istiadat. Kehidupan poltik yang bersifat primordial dengan dasar pengelompokan yang kaku ini menghambat terlaksananya musyawarah secara terbuka diantara berbagai golongan dalam masyarakat. Di Indonesia sifat primordial yang paling besar pengaruhnya terhadap politik adalah kelompok dan gerakan yang mengatasnamakan agama, yang berpandangan sempit dan mempunyai pola sikap serta prilaku yang ekstrim yang sesungguhnya bertentangan dengan agama. 3. Lemahnya pemerintahan Pemerintah mempunyai tugas dan tanggung jwab untuk memelihara keamanan, ketentraman lahir batin serta menciptkan kesejahtraan bagi seluruh warga Negara dan penduduknya.Lemahnya pemerintahan disebabkan kurang mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab secara langsung, akan menyebabkan tampilnya golongan-golongan dalam masyarakat yang bertindak sendiri-sendiri untuk mengamankan dan mencari kesehjahteraan bagi dirinya sendirinya. Kekacuan di Indonesia terjadi antara tahun 1948 sampai dengan 1965 sebagian bersumber dari lemahnya pemerintahan itu sendiri ,baik karena sistem demokarasi parlementer dengan sistem banyak partai maupun karena dikendalikannya pemerintahan oleh unsur-unsur PKI yang menganurt ajaran kontradiksi permanan.

Dari sejarah juga diperoleh kesimpulan bahwa lemahnya pemerintahan menyebabkan terjadinya kekacauan politik dan pengambil alihan kekuasaan secara tidak sah. 4. Kehidupan Ekonomi yang kurang Selaras a. Tidak adanya perbaikan dalam bidang ekonomi apalagi terasa adanya kemunduran taraf hidup rakyat, merupakan salah satu penyebab dari timbulnya gangguan keamanan. JIka hal tersebut dimanipulir unutk tujuan politik tertentu, maka akan dapt menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban. Revolusi-revolusi besar di dunia mengawali gerakannya dengan alasan sosial ekonomi sebagai penyulutnya. Di Indonesia gerakan tritura pada tahun 1966 didasari antara lain oleh keadaan ekonomi yang buruk disamping tidak berfungsinya struktur politik untuk memenuhi aspirasi rakyat. b. Keadaan ekonomi di Negara-negara yang rakyatnya hidup di bawah taraf yang layak (subsistansi ekonomi) sangat terpengaruh oleh setiap perubahan keadaan, karena tidak adanya tabungan atau cadangan sebagai bekal pada saat yang sulit. JIka hal-hal tersebut disertai dengan lemahnya pemerintahan dapat merupakan sumber gangguan keamanan, karena tiadanya harapan rakyat akan perbaikan hidup dari usaha-usaha pemerintahannya. Kondisi yang demikian selalu dimanfaatkan oleh kekuatan-kekuatan ekstrim yang ingin menjatuhkan pemerintah atau mengubah sistem yang ada. c. Keadaan ekonomi yang kurang selaras juga selalu merupakan sasaran subversi idiologi komunis untuk menghilangkan kepercayaan rakyat dan menumbangkan pemerintahan yang ada, dan selanjutnya menggantikannya dengan pemerintahan komunis. d. Kurangnya pemerataan keadilan dan kesejahtraan menyebabkan terjadinya kesenjangan dan permusuhan antara berbagai kelompok masyarakat serta berkurangnya solidaritas sosial. Keadaan seperti ini juga merupakan salah satu sumber gangguan keamanan serta berkurangnya kemampuan masyarakat untuk menghadapi gangguan keamanan. 5. Kehidupan sosial budaya yang belum mantap a. Rendahnya disiplin nasional Disiplin nasional adalah sikap, perbuatan, atau tingkah laku warga Negara, berupa kepatuhan dan ketaatan secara sadar serta sukarela terhadap kaedah-kaedah yang berlaku, karena adanya keyakinan, bahwa dengan kaidah-kaidah tersebut tujuan nasional dapat tercapai.Rendahnya disiplin nasional berarti kurang dipatuhinya aturan-aturan yang berlaku dalam lingkungan bersama. Masyarakat mudah terangsang oleh sikap-sikap dan tindakan negatif yang mengancam stabilitas keamanan. Keadaan ini menjadi sasaran kegiatan subversi dan kelompok-kelompok ekstrim

Senin, 30 Januari 2006 00:00 Makalah tentang Sistim Pengamanan oleh : Prof. Dr. Awaloeddin Djamin, MPA I. Pendahuluan

Di Indonesia, semenjak 25 tahun yang lalu sampai sekarang terdapat kerancuan istilah (semantic confusion) “pertahanan” dan “keamanan” sebagai terjemahan “defence” dan “security”. Terdapat istilah-istilah mengenai security, seperti “human security”, “world security”, “international security”, “national security”, “internal security”, “homeland security” dan “industrial security”. Bahasa Indonesia, istilah “keamanan nasional”, “pertahanan dan keamanan negara”, “sistim pertahanan dan keamanan rakyat semesta”, “keamanan dalam negeri”, dan sebagainya juga kurang jelas pengertiaanya. Kerancuan istilah itu sering pula dikaitkan dengan hubungan TNI dan Polri. Industrial security, mencakupi pengamanan instalasi militer, pemerintahan, rumah sakit, kampus universitas, dan semua bentuk dan bidang usaha. Pengamanan obyek vital termasuk lingkup “industrial security”.

II. Industrial Security dan Pengamanan Swakarsa Industrial security juga sering disebut “private security”, karena intinya mengenai segala kegiatan dan usaha pengamanan yang dilakukan sendiri oleh instansi dan perusahaan yang bersangkutan. Industrial security, khususnya security management telah berkembang dan merupakan disiplin tersendiri di perguruan tinggi dan mencakup : a. Physical Security, b. Information Security dan c. Personnel security, (kasus suap Mahkamah Agung, misalnya menggambarkan kelemahan dalam ketiga bidang security tersebut. Physical Security, contohnya berhubungan dengan pegawai MA diruangan parkir. Information Security, seperti bocornya hasil rapat Mahkamah Kasasi; dan Personnel Security, pelanggaran dan kejahatan yang dilakukan pegawai MA sendiri). Kesadaran pemilik dan pemimpin perusahaan dan pimpinan instansi pemerintah di Indonesia mengenai security masih sangat rendah yang mengakibatkan kerugian yang sangat besar dari pencurian intern, penggelapan, pemalsuan, perampokan dan pengrusakan sampai pada korupsi, kolusi dan nepotisme. Semua pimpinan instansi dan perusahaan, khususnya manajer sekuriti (bila sudah ada) hendaknya mulai dengan mempertanyakan : Apa yang diamankan ? Kenapa ? Bagaimana cara pengamanannya? Apa kerugian, bila tidak ada pengamanan? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, harus diketahui ancaman (threat) yang mungkin terdapat didalam instansi/perusahaan (internal threat) dan ancaman apa yang mungkin datang dari luar (external threat). Security manager memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk mengidentifikasi bidang-bidang yang potensial atau rawan terjadinya gangguan keamanan dan kerugian, kemudian merencanakan langkah-langkah untuk mencegahnya.

2. juga Polri. Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan bentuk-bentuk pengamanan swakarsa. harta benda dan hak-haknya (public police). UU No.Bagi perusahaan besar dan instansi penting. dengan Departemen Hukum dan HAM . juga memberi tugas dan wewenang kepada Polri untuk mengeluarkan “izin operasional bagi usaha jasa pengamanan”. tidak hanya SATPAM yang merupakan “sabhara” nya industrial security untuk lingkungan instansi / usahanya. information dan personnel security merupakan bidang yang luas dan saling terkait. Bidang-bidang security. Pelaksana pengamanan swakarsa. karena itu memerlukan assessment dan survey sendiri-sendiri bagi masing-masing instansi / perusahaan. baik jiwa. 2 Tahun 2002 menugaskan Polri untuk memberi pembinaan teknis. Jadi. mencakupi pengamanan baik sector tradisional. tetapi seluruh bentuk pengamanan swakarsa perlu mendapat pembinaan teknis. perdagangan alat-alat sekuriti. Kebijakan Polri mengenai “bentuk-bentuk pengamanan swakarsa” yang tercantum dalam UU No. karenanya berusaha menekan biayanya serendah mungkin. bertugas dan bertanggung jawab di seluruh wilayah negara melindungi seluruh warga masyarakat. yang berwenang memberi izin usaha. Tidak ada dua fasilitas (perusahaan/instansi) yang benar-benar sama. bila sekuriti manajer belum mampu. pengangkutan uang dan surat berharga (cash in transit). Karena itu analisa cost – benefit harus dilakukan seorang manajer sekuriti dengan memperhitungkan asset yang harus diamankan. 2 Tahun 2002. termasuk Satuan Pengaman (Security Guards) bertugas dan bertanggung jawab dalam pengamanan lingkungan usaha dan wilayah kerjanya (zaken en territorigebied) masing-masing. dapat menyewa Konsultan (specialist) dalam risk management untuk mengadakan threat assessment dan security survey. kecuali bila tertangkap tangan dan menyerahkan pelakunya kepada kepolisian. Undang – Undang No. Kepolisian di semua. physical. mengkoordinasi dan mengawasi Kepolisian Khusus. Seperti diterangkan diatas. walaupun bergerak di bidang usaha yang sama sekalipun. kantor-kantor perwakilan asing. Mereka tidak memiliki wewenang penyidikan. termasuk obyek-obyek vital. Sedangkan sebenarnya security adalah investment untuk menekan kerugian perusahaan/instansi (loss prevention) serendah mungkin. pelatihan SATPAM. maka Polri tentunya harus menata kerjasama dengan Departemen Perdagangan. Demikian pula alat pengamanan (security devices) terdapat dari yang sederhana sampai yang tercanggih dengan teknologi yang mutakhir. seperti ronda kampung dan siskamling sampai pada industrial security sector modern. Dengan pesatnya perkembangan usaha jasa pengamanan yang bergerak dibidang konsultan sekuriti. tahun 2002. banyak pemimpin perusahaan dan instansi menganggap security sebagai cost. dikoordinasi dan diawasi. usaha menyewakan tenaga SATPAM.

Ancaman dari luar bagi Kedutaan Besar dan kantor – kantor perwakilannya pada tingkat Konsulat Jendral dan Konsulat. CCTV. tanggal ……………………………. Polri harus menentukan syarat-syarat untuk mendapatkan izin operasional. mengumumkan prosedur untuk mendapatkan izin. Karena vitalnya. dapat berupa sabotase.. Obyek vital. umumnya digolongkan sebagai obyek vital. Seperti dimaklumi kantor-kantor perwakilan asing. Untuk ini perlu adanya SKB antara Polri dengan Departemen – departemen tersebut. pagar. akan berdampak pada masyarakat luas. sedangkan pengamanan intern sepenuhnya menjadi tanggung jawab instansi / usaha / kantor-kantor perwakilan asing yang bersangkutan. IMF. seperti pintu gerbang. World Bank. cq.. Polri wajib membantu pengamanannya terutama dari ancaman luar (external threat). dibidang politik. Karena Polri telah meneliti calon usaha jasa pengamanan. Kepresidenan). Kedutaan besar merupakan wilayah extra territorial dari negara yang bersangkutan... Kedutaan Besar. dicantumkan mengingat rekomendasi Polri No. ekonomi dan sosial secara nasional bahkan internasional. tanpa izin dari Dubes yang bersangkutan. perusahaaan besar asing. Konsulat Jendral dan Konsulat.mengenai Akte Notaris dan Departemen Tenaga Kerja. dapat berupa kantor perwakilan PBB (specialized agencies). Pengaturan dan penyelenggaraan keamanan terhadap ancaman dari luar juga dilakukan oleh instansi / usaha / kantor-kantor perwakilan asing masing-masing. bila terjadi gangguan keamanan. MA. BPK. perampokan dan pencurian dokumen rahasia. bendungan besar. pada umumnya. hotel milik asing. sehingga Polri tidak dapat memasuki wilayah Kedubes. Polri wajib mengawasi usaha jasa pengamanan tersebut agar tidak menyimpang dari izin yang diberikan.. Pengamanan Obyek Vital pada Kantor-kantor Perwakilan Asing Pemerintah. sistem alarm. kunci-kunci.. unjuk rasa . Pembangkit tenaga listrik. berapa biayanya dan siapa yang ditunjuk oleh KAPOLRI untuk menandatangani izin operasional tersebut. terutama kedutaan besar. ……. kantor – kantor perwakilan asing. Kepolisian menentukan apa yang tergolong obyek vital. bila usaha jasa sekuriti memerlukan tenaga professional asing. gedung lembaga-lembaga negara (DPR.. III. DPD. Dubes dan staf diplomatiknya memiliki kekebalan diplomatik. instalasi penting lainnya seperti kilang minyak. dan sebagainya. security guards. maka dalam konsiderans izin Departemen Perdagangan dan Departemen Tenaga Kerja. tentang bidang (bidang-bidang) usaha jasa pengamanan ……………….

3. penanganan telpon di masing-masing Kedubes harus dilakukan secara cermat. Di Amerika Serikat. antara lain untuk mendapatkan informasi tentang si penelepon dan sebagainya. Tidak semua kantor-kantor perwakilan asing sama rawannya terhadap ancaman terror bom atau unjuk rasa dengan pengrusakan. khususnya bagi kedutaan besar asing yang merupakan sasaran terror bom. penculikan. semenjak tahun 1998 tidak pernah ada organisasi yang mengatakan mereka bertanggung jawab. seperti IRA di Irlandia Utara.Mereka menggunakan agama sebagai dalih untuk jihad dan bom bunuh diri. Hamas di Palestina. dihantui oleh ancaman terrorisme internasional dan multi nasional. Sekarang. Karena itu Polri bersama-sama dengan perwakilan negara-negara asing yang ada di Indonesia sebaiknya membuat tingkat-tingkat physical security dari 1. sedangkan Bom Bali I. Kedubes Australia. terdiri dari orang – orang Islam Fundamentalis dan radikal yang menentang Amerika Serikat dan Sekutunya karena berpihak pada Israel dan memerangi Afghanistan dan Irak. Walaupun demikian. 2. 4. Low Level. Memang ada terrorisme. Minimum. penyadapan dan sebagainya. tetapi yang bersifat internasional atau multi nasional merupakan gejala baru beberapa tahun terakhir ini. Bonn. ditujukan terhadap Amerika dan sekutu-sekutunya. hotel Marriott. Dalam hal ini peran operator telpon sangat penting. terutama dalam bentuk bom bunuh diri. Bom di Kedutaan Filipina berlatar belakang penahanan kelompok mereka di Filipina. Ancaman bom sering dilakukan melalui telpon. High Level dan 5. pembunuhan. karena itu sukar membuktikan organisasi yang bertanggung jawab. . Perkiraan dan pengakuan dari mereka yang tertangkap baik di Indonesia. seperti yang sering terjadi di negara – negara lain. Medium. menjurus kepada Jamaah Islamiah yang punya hubungan dengan Al Qaeda. Thailand dan Filipina. termasuk Indonesia. Bask di Spanyol.dengan pengrusakan. Maximum Security. selain bom dengan paket atau dengan remote control. Kedutaan Besar Israel di ibukota Republik Federal Jerman. di Jepang dan sebagainya. hampir merupakan benteng dengan menara penjaga keamanan serta alat-alat pengamanan yang cukup canggih. 30 tahun yang lalu. terutama setelah peristiwa 11 September World Trade Center of New York dan Bom Bali I. Dari semua terror bom di Indonesia. 98% ternyata bohong. dunia. Juga harus ada komunikasi langsung dengan Command and Control Center Polri (PPKO). seperti Al Qaeda dan Jamaah Islamiah.

ditambah (3). (11). (5). (15). CCTV. (12). Kunci –kunci yang sederhana pula. Mereka memiliki denah kantor KBRI di London. Memiliki contingency plans yang jelas. Sistem Alarm yang paling canggih. Memiliki di dalam lingkungannya kesatuan bersenjata untuk menghadapi segala kemungkinan. Remote alarm system yang lebih maju. ( diambil dari “Physical Security : Readings from Security Management Magazine” edited by Shari Mendelson Gallery. Tentu denah dari kedubes-kedubes lain di London juga dimiliki Metropolitan Police London. Bila obyek vital (khususnya milik asing) dan Kedutaan Besar telah memiliki sistem pengamanan yang ketat. kedutaan besar negara Amerika Latin. Satuan pengaman dan sistim komunikasi yang pokok. 1986 ). (4). High security lighting. Jimbaran dan Kuta. . Penghalang (barriers) physik yang penting saja serta (6). maka teroris akan mencari sasaran yang lebih mudah. Physical barrier yang lebih canggih. (18). System alarm yang pokok saja. Jadi. Koordinasi dengan kepolisian setempat. yang relatif aman ancaman. Kepolisian Metropolitan London (Scotland Yard) mempunyai bagian khusus untuk pengamanan kedutaan besar asing dan diplomat di London. Australia. ditambah (7). (13). dan Timur Tengah misalnya tidaklah sama rawannya dengan Kedubes Amerika Serikat. penjagaan dengan menjalin kerjasama. (9). yang 6 diatas. (16). Afrika. Satuan pengamanan yang terlatih khusus dengan sistem komunikasi yang maju. anjing pengaman. Medium Security. Polri yang bertugas dan bertanggungjawab di lingkungan luar dari kedutaan besar negara-negara yang tergolong rawan harus lebih memberi perhatian dalam pemasangan barikade (barrier). Access controls. Security Lighting sederhana. yang 16 diatas. (14). Alarm system untuk seluruh lingkungan. termasuk mengetahui keamanan intern (sepanjang mengenai physical security) dari perwakilan asing tersebut. Penerapan tingkat security tersebut diatas tentu disesuaikan dengan lingkungan. Maximum Security. Kunci-kunci yang lebih baik. Low Level Security. ditambah (17). Polri mengatur patroli secara acak pada kedutaan-kedutaan itu. (8). Inggris dan juga Filipina. Dua puluh tahun yang lalu (kiranya juga sampai sekarang). keadaan dan kebutuhan. High Level Security. ditambah (10). cukup dengan (1). Penghalang physik yang sederhana dengan (2). Minimum Security.Ini dapat dibuat oleh Kedubes yang bersangkutan bersama Polri. yang 9 diatas. seperti Bom Bali II. hingga dapat membantu bila evakuasi diperlukan.

pimpinan dan anggota DPR. bahkan juga kejahatan KKN. Hal ini akan lebih efektif bila dinyatakan dan disampaikan oleh tokoh-tokoh agama sendiri. kemampuan intelligence (intelijen) sangat penting. para teroris tidak akan dapat simpati dari umat beragama dan akan menutup rekrutmen teroris baru di Indonesia. Menurut ukuran kepolisian di dunia. Agama Islam. terutama teror bom akan berpengaruh pada pariwisata dan investasi ke Indonesia. tidak dapat merekrut kader-kader terroris baru. . seperti diuraikan diatas terutama bagi obyek vital dan perwakilan asing sangat penting artinya. Untuk menghadapi ini. Karena itu. Agak beda dengan kejahatan biasa. para Kiai. Terorisme. DPRD. adalah agama damai yang mengharamkan pembunuhan orang-orang tidak bersalah. Tujuannya adalah untuk menimbulkan rasa takut masyarakat Indonesia dan asing dan menyatakan bahwa mereka masih exist. maka peran pemimpin agama. Menurut pengalaman Indonesia. Dengan demikian. Juga partisipasi TNI.dimana korbannya kebanyakan bangsa Indonesia. Wakil Presiden. dengan bom bunuh diri. Yang akhir ini termasuk usaha pre-emptif atau pembinaan masyarakat oleh pemimpin-pemimpin dan tokoh masyarakat sendiri. NU. dai dan lembaga-lembaga pendidikan agama akan sangat menentukan. khususnya. Muhammadiyah. Menghadapi Ancaman Terroris dan Terrorisme Terorisme adalah kejahatan yang luar biasa. Represif. karena itu seperti halnya dalam menghadapi kejahatan pada umumnya harus tetap dilakukan secara simultan dan terpadu kegiatan-kegiatan (1). Presiden. juga negara lain. pimpinan partai politik. LSM dan media massa bersama-sama semua tokoh agama dari pusat sampai ke daerah disarankan agara terus menerus meyakinkan umat agar terhindar dari pengaruh ajaran dan janji-janji para terroris yang menyesatkan. Hotel Marriot dan Kedubes Australia. Untuk mencegah agar terorisme tidak terus berkembang. kegiatan preventif. Preventif dan (3). (2). Pembinaan masyarakat atau pre-emptif. daripada pejabat pemerintah dan pejabat keamanan. pada kejahatan terorisme belum tentu berlaku. terror bom sukar untuk dipastikan dimana dan kapan akan terjadi. dengan pengungkapan kasus Bom Bali I. Polri telah cukup berhasil dalam penanganan terrorisme di bidang represif. efek jera dari keberhasilan represif ( dampak preventif ). instansi lain serta masyarakat akan memperkuat usaha preventif ini. IV. bila latar belakang teroris menggunakan dalih agama.

Penutup Demikianlah secara ringkas mengenai sistem pengamanan obyek vital pada Kantor-kantor Perwakilan Asing. Kita semua mengharapkan agar di masa mendatang Indonesia akan dikenal sebagai negara yang aman bagi pariwisata dan investor asing. IMAN HARYATNA I. dimana “hantu” ancaman teror dapat dihadapi secara represif.” . Untuk menjamin tercipta dan terpeliharanya stabilitas keamanan tersebut diperlukan upaya pengelolaan. semoga bermanfaat bagi peserta seminar dan instansi – instansi pemerintah yang terkait. Menurut ketentuan peraturan perundang-undangan. terutama pengamanan dari ancaman teroris dan terorisme di Indonesia. c. tidak ada masyarakat di dunia ini yang tidak membutuhkan stabilitas keamanan. Tanpa stabilitas keamanan. preventif dan pre-emptif. adalah “Kepolisian Negara Republik Indonesia. b. Stabilitas keamanan merupakan kebutuhan hakiki umat manusia dalam bermasyarakat. PENDAHULUAN 1. oleh karenanya masyarakat melalui entitas negara yang dibangunnya membentuk aturanaturan hukum dan perangkat-perangkat serta pola penegakannya.V. Latar Belakang a. maka eksistensi masyarakat akan terancam dan terganggu serta program pembangunan dan tujuan masyarakat tersebut tidak akan tercapai. MANAJEMEN PEMBINAAN KEAMANAN Oleh KEPALA BADAN PEMBINAAN KEAMANAN POLRI KOMJEN POL Drs. bahwa salah satu perangkat negara yang dibentuk untuk melaksanakan pembinaan keamanan tersebut dan merupakan aparatur negara yang diletakkan di serambi terdepan sebagai leading sector dari sistem ketatanegaraan di Indonesia.

Undang-Undang Dasar Tahun 1945. Dalam konteks penciptaan dan pemeliharaan keamanan tersebut. e. terutama situasi keamanan dalam negeri yang menjadi syarat utama dalam mendukung kelancaran pembangunan nasional dan mewujudkan tujuan nasional Indonesia. Undang-undang RI Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana. VI dan VII Tahun 2000. TAP MPR No. terselenggaranya perlindungan. diperlukan managemen pembinaan keamanan yang dapat dipertanggung jawabkan (Accountable). Maksud dan Tujuan. Memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada perwira siswa tentang penyelenggaraan manajemen pembinaan keamanan dalam rangka mewujudkan keamanan dalam negeri. . serta terbinanya ketentraman masyarakat dengan menjunjung tinggi hak asasi. Untuk mewujudkan situasi dan kondisi keamanan negara. a. f. e. 2. a. d. Dasar.d. ketentuan peraturan perundangundangan telah mengamanatkan kepada Polri untuk mewujudkan keamanan dalam negeri yang meliputi terpeliharanya keamanan dan ketertiban masyarakat. tidak akan efektif manakala tidak dilakukan secara komprehensif. b. b. 3. Grand Strategi Polri 2005-2025. tertib dan tegaknya hukum. pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat. Untuk dapat dijadikan acuan / referensi dalam pelaksanaan tugas di lapangan oleh para perwira lulusan Sespim Polri selaku manajer tingkat menengah. Dalam naskah ini akan digambarkan implementasi pembinaan keamanan dalam pengamanan kegiatan kenegaraan dan kegiatan kemasyarakatan. c. f. g. Undang-undang RI Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. Penanggulangan hakekat ancaman keamanan dalam negeri. Renstra Polri 2010-2014. ambang gangguan maupun gangguan nyata dalam bentuk kriminalitas maupun bentuk gangguan lain. baik berupa potensi gangguan.

Persoalan. dan ketakutan yang terwujud dalam adanya kepastian atas tertib dan tegaknya hukum (sure). Ruang Lingkup. e. c. 2) Bebas dari kekhawatiran. (Persero) Balai Pustaka. Terminologi ”Kamtibmas” merupakan akronim dari kata-kata “Keamanan dan Ketertiban Masyarakat”. b. Jakarta. Manajemen pembinaan keamanan dalam rangka penanggulangan keamanan dan ketertiban masyarakat untuk mewujudkan keamanan dalam negeri. baik lahir maupun bathin (peace). yaitu keadaan dimana terdapat suasana : 1) Tenteram dan damai. . Kedudukan dan peran Polri dalam ketatanegaraan. 3) Bebas dari setiap gangguan. Implementasi manajemen pembinaan keamanan dalam pengamanan kegiatan kenegaraan dan kegiatan kemasyarakatan. baik fisik maupun psikis (secure). 2 Tahun 2002. 5. keragu-raguan. kata ”Keamanan” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Permasalahan. 1) Apa yang menjadi dimensi tantangan tugas Polri? 2) Bagaimana manajemen pembinaan keamanan saat ini dalam menjawab tantangan tugas Polri? 3) Faktor-faktor apa yang mempengaruhi efektifitas penyelenggaraan manajemen pembinaan keamanan? 4) Bagaimana penyelenggaraan manajemen pembinaan keamanan yang diharapkan? 5) Bagaimana implementasi pembinaan keamanan dalam pengamanan kegiatan kenegaraan dan kegiatan kemasyarakatan? c. a. Persoalan dan Pengertian Kamtibmas a. terbitan PT. Pengertian Kamtibmas. edisi ketiga. Bagaimana manajemen pembinaan keamanan dalam rangka penanggulangan gangguan kamtibmas untuk mewujudkan keamanan dalam negeri? b.4. d. Akuntabilitas Polri dalam rangka pembinaan keamanan. Permasalahan. diartikan secara singkat dan sederhana sebagai “Keadaan aman”. Konsep keamanan dalam negeri menurut UU RI No. 2002.

Tata Urut. masyarakat nelayan. Faktor-faktor yang mempengaruhi manajemen pembinaan keamanan. sesuai dengan aturan (orderly).” contohnya masyarakat desa. e. dan atau gangguan/pelanggaran hukum. 6. Manajemen pembinaan keamanan saat ini. masyarakat ilmuan. kelaparan. masyarakat petani. dan menanggulangi segala bentuk pelanggaran hukum dan bentuk-bentuk gangguan lainnya yang dapat meresahkan masyarakat”. yang dimaksudkan dengan peace. dan safe itu adalah tidak adanya bahaya. b. Sedangkan secara luas maka pengertian keamanan bisa termasuk situasi dan kondisi akibat adanya banjir. Dengan demikian arti “Ketertiban” secara sederhana dan singkat adalah “Keadaan serba teratur/baik. secure. Dimensi tantangan tugas Polri. dsb. dan lain sebagainya. maka definisi dari “Ketertiban” itu adalah “Suatu kondisi dinamis dimana terdapat keteraturan hidup dan kehidupan individu dan masyarakat yang tertata secara baik sesuai dengan norma-norma / ketentuan hukum yang berlaku. c. Dari perpaduan ketiga arti kata di atas.4) Terlindungi dan terayomi dari segala macam bahaya dan resiko (safe). g. d.” Sementara arti kata “Masyarakat” adalah “Himpunan sejumlah manusia yang terikat dalam satu budaya yang sama. lalu Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 merumuskan makna Kamtibmas itu sebagai : “Kondisi dinamis masyarakat sebagai prasyarat terselenggaranya proses pembangunan nasional dalam rangka tercapainya tujuan nasional yang ditandai oleh terjaminnya keamanan. mencegah. serta terwujudnya ketentraman. ketertiban. yang mengandung kemampuan membina serta mengembangkan potensi dan kekuatan masyarakat dalam menangkal. dan tegaknya hukum. ancaman. . tsunami. a. Dengan demikian dalam konteks manifestasi hukum. masyarakat kota. hama penyakit. Adapun terminologi “Ketertiban” berasal dari kata dasar “tertib”. sure. f. yang artinya teratur (in order). Implementasi pembinaan keamanan dalam pengamanan kegiatan kenegaraan dan kegiatan kemasyarakatan.” Bila dirumuskan dalam formulasi yang lebih lengkap. gempa bumi. tanah longsor. gunung meletus. Manajemen pembinaan keamanan yang diharapkan. Pendahuluan. Penutup.

.

konstitusi dan pemerintahan dengan memanfaatkan isue tertentu sehingga cenderung menimbulkan terjadinya perubahan sistem politik dan ketatanegaraan. Papua Nugini. Sedangkan kegiatan NGO di Indonesia cenderung akan mempengaruhi kebijakan politik. yang hubungannya sangat erat dengan Indonesia. Global. b. Maraknya aksi terorisme semula dipicu oleh sikap tidak adil AS terhadap masalah Palestina dan Israel dan akan terus berkembang sejalan dengan sikap AS yang semakin menonjolkan kekuatannya di berbagai kawasan dunia. berkembang dan meluas dalam jaringan internasional. ADB.II. Filipina. Perkembangan Lingkungan Strategis. Bila Indonesia tidak siap dengan daya saing dan pengaturan perekonomian nasional yang kondusif. a. Republik Palau dan Timor Leste. terutama tindakan agresi militer Israel ke Jalur Gaza yang telah mengakibatkan jatuhnya ribuan orang korban meninggal dunia dan ribuan lainnya luka-luka serta hancurnya infrastruktur di lokasi tersebut. dan lembaga-lembaga keuangan tersebut diminta menghentikan pemberlakuan persyaratan yang menekan negara-negara kreditor. Vietnam. Australia. hal ini ditandai dengan meningkatnya investasi Jepang di Indonesia serta . 2) Berbagai kebijakan di bidang ekonomi yang dibuat oleh negara-negara maju seperti perdagangan bebas akan mulai berlaku pada tahun 2010 bagi negara maju dan tahun 2020 untuk semua negara yang tergabung dalam APEC. maka perdagangan bebas akan dapat melemahkan pengusaha Indonesia. 2) Jepang saat ini merupakan salah satu negara ekonomi kuat di dunia. India. DIMENSI TANTANGAN TUGAS POLRI 7. IMF. 3) Lembaga-lembaga keuangan multilateral seperti Bank Dunia. Regional 1) Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) mempunyai perbatasan darat maupun perairan atau laut dengan 10 (sepuluh) negara tetangga yaitu negara Malaysia. Thailand. tetap didominasi oleh negaranegara maju khususnya kelompok negara-negara G7. Dilain pihak melalui pengaruh politik maupun ekonomi negara-negara maju telah memperkokoh jaringanTransnational Corporation (TNC) yang mengkooptasi peluang bagi perusahaan-perusahaan nasional di setiap negara. 4) Konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah antara Israel dan Palestina. 5) Isue terorisme cenderung semakin meningkat. telah menjadi sorotan dunia dan memicu munculnya solidaritas terhadap Palestina. 1) Keberadaan NGO (Non Government Organization) cenderung digunakan sebagai kepanjangan tangan negara donor atau sebagai alat politik negara tertentu dalam upaya membantu merealisasikan kebijakan pemerintah negaranya terhadap negara lain. Singapura. Lembaga ini dikecam serta dicurigai oleh beberapa negara dan LSM sebagai antek neokolonialis.

6) Palestina. 5) Pakistan. namun pada daerah perbatasan Panmunjom merupakan daerah rawan terjadinya konflik etnis antara Korea Selatan dengan Korea Utara. 9) Timor Leste. dengan penduduk yang mayoritas Islam radikal dan dalam beberapa tahun terakhir menjadi sekutu dekat AS dalam menumpas kelompok Al Qaeda pimpinan Osama Bin Laden. 7) Australia. kini dimasukkan dalam wilayah negara Timor Leste. bahwa penyelundupan senjata api dari Australia melalui selat Torres ke PNG yang ditukarkan dengan narkoba dan minuman keras kecenderungannya akan terus berlanjut. peningkatan peran politik dan keamanan Australia sebagai sekutu AS cenderung melahirkan ketegangan dengan negara-negara tetangga Australia yang mempunyai kepentingan berbeda dengan AS. . Hal tersebut akan berdampak terhadap situasi keamanan dalam negeri Pakistan dan melahirkan berbagai tindakan terror yang dilakukan oleh kelompok Islam radikal yang memiliki jaringan dengan kelompok terorisme di Indonesia. 4) Korea Selatan merupakan sekutu AS.meningkatnya ekspor beberapa komoditas unggulan Indonesia ke Jepang. Produk-produk RRC membanjiri pasar dunia termasuk Indonesia. Masalah perbatasan RI dan PNG sampai saat ini belum dapat ditentukan secara yuridis formal. Di samping kerjasama bantuan Jepang kepada Indonesia di bidang budaya. telah membangun kekuatan militer dengan fasilitas militer yang mampu menjangkau sebagian wilayah Indonesia. kondisi ekonomi masyarakat di Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) sangat bergantung pada negara lain terutama Indonesia. secara konsisten perjuangannya didukung oleh pemerintah Indonesia yang menentang segala bentuk penjajahan dan mendukung resolusi DK PBB nomor 242 (1967) dan resolusi DK PBB nomor 338 (1973) yang menyebutkan pengembalian tanpa syarat seluruh wilayah Arab yang diduduki Israel dan pengakuan atas hak-hak syah rakyat Palestina. 8) Papua New Guinea (PNG). khususnya di daerah perbatasan Afganistan. berpengaruh terhadap meningkatnya kasus penyelundupan barang-barang komoditas dari negara tetangga tersebut ke Indonesia maupun sebaliknya. sehingga sangat dominan dalam keamanan kawasan di Asia termasuk keamanan di Indonesia. pendidikan yang berpengaruh bagi kemajuan Indonesia. karena harga dan kualitasnya yang mampu bersaing. Strategi Australia dalam rangka memperkuat perannya di kawasan Asia Pasifik. Sebagian masyarakat Indonesia di kawasan yang berbatasan langsung dengan Timor Leste keberatan atas status tanah yang mereka kuasai / miliki selama bertahun-tahun secara turun-temurun. Korea Selatan dengan Indonesia memiliki hubungan yang erat secara emosional karena adanya TKI dan TKW di negara tersebut serta kerjasama industri otomotif dan industri lainnya yang berkembang cukup pesat. 3) Republik Rakyat Cina (RRC) mengalami kemajuan yang sangat pesat di bidang perekonomian terutama sektor industri telah mengubah peta kekuatan perusahaan-perusahaan berbasis lintas negara (trans / multinational corporation) yang selama ini didominasi oleh perusahaan yang berasal dari Amerika dan Eropa. Beberapa wilayah di PNG masih dimanfaatkan oleh TPN / OPM untuk melakukan kegiatan separatisme.

pelanggaran keimigrasian (human trafficking). sebagai anggota Asean menunjukkan sikap kooperatif namun cenderung mengutamakan kepentingan nasionalnya sendiri. Terdiri dari 525 suku bangsa dan menganut berbagai ajaran agama serta berbagai aliran kepercayaan. keamanan dan hukum cenderung mengabaikan kepentingan negara Asean lainnya.10) Philipina.7 juta Km2. luas wilayah Indonesia 7. diapit dua samudera yakni Samudera Pasifik dan Samudera Hindia. Kondisi geografis Malaysia yang berbatasan langsung dengan Indonesia berupa perairan laut. Missuari Break Awcro Group (MBG) dan kelompok Abu Sayyaf Group (ASG) yang walaupun sudah semakin terdesak namun masih melakukan tindakan kekerasan berupa terror dan penculikan warga negara Philipina maupun warga negara asing dengan sasaran untuk mendapatkan uang tebusan. Kelompok tersebut disinyalir masih ada kaitan dengan kelompok Islam radikal di Indonesia. 11) Singapura. Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari + 17. garis pantai terbentang sepanjang 81. namun di sisi lain cenderung memperlakukan TKI kurang manusiawi serta membiarkan masuknya TKI yang tidak memiliki perijinan dan dokumen keimigrasian yang syah. perbedaan sistem hukum yang berlaku di Singapura menjadikan perjanjian ekstradisi untuk mengambil para buronan yang bermukim di Singapura dapat dilakukan dengan cara mudah.879 jiwa dan menempati nomor 4 terbesar di dunia.973. penyelundupan barang (smuggling) serta peredaran kayu illegal (illegal logging). luas wilayah laut 5. Nasional 1) Geografi. antara lain pemberontakan di Philipina Selatan yang dilakukan oleh Moro Islamic Liberation Front (MILF). Pemerintah Phlipina masih menghadapi berbagai masalah keamanan dalam negeri. .8 juta Km2. pencurian sumber daya alam terutama di wilayah yang sulit / jauh dari jangkauan pengawasan. ekonomi.290 Km. seperti pelanggaran prosedur keimigrasian. PBB dan Negara-negara di dunia pada umumnya mengakui dan menjamin kedaulatan dan integritas NKRI. 12) Malaysia. hutan yang cukup luas dan batas wilayah yang belum jelas dan sulit diawasi memberi peluang timbulnya kejahatan.499 pulau. Namun demikian harus tetap diwaspadai segala bentuk ancaman yang dapat mengganggu stabilitas keamanan dalam negeri serta disintegrasi bangsa. a) Letak Geografi Indonesia berada pada posisi silang di antara dua benua yakni Benua Asia dan Benua Australia. Di satu sisi Malaysia masih sangat membutuhkan TKI. 2) Demografi a) Jumlah penduduk Indonesia sampai dengan tahun 2008 tercatat sebanyak 241. c. kondisi geografi seperti ini dapat berimplikasi terhadap keutuhan NKRI dan muncul berbagai masalah keamanan termasuk perbatasan. penyelundupan barang atau orang. kebijakan Pemerintah Malaysia terhadap TKI cenderung masih merugikan kepentingan Indonesia. b) Hukum laut Internasional (UNCLOS 82) telah mengakui Negara Indonesia sebagai Negara Kelautan. Kebijakan politik.

c) Kelompok Faham Komunis melalui kelompok radikal berbasis komunis. baik yang dikelola oleh Pertamina maupun oleh perusahaan asing dengan sistem bagi hasil. berbangsa dan bernegara. tuntutan demokratisasi dan HAM mempengaruhi para politisi. mengangkat isue kepentingan HAM selalu berupaya agar dicabutnya ketetapan MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 sehingga ajaran komunis dapat hidup kembali di wilayah NKRI. akan menimbulkan masalah pengangguran dan masalah sosial lainnya yang dapat berimplikasi pada masalah keamanan. bauksit. sejalan dengan perkembangan kehidupan demokrasi timbul upaya dan keinginan dari kelompok masyarakat tertentu untuk mengubah Pancasila dengan ideologi lain yang berorientasi kepada agama. c) Lautan Indonesia memiliki potensi ikan dan kekayaan sumber daya laut lainnya yang cukup besar. nikel yang dimiliki Indonesia cukup besar. seperti : a) Kelompok agama menghendaki pedoman hidup bangsa Indonesia harus berpegang pada prinsip kebenaran ajaran agamanya. cendekiawan dan berbagai elemen masyarakat menuntut kebebasan tanpa mengindahkan Pancasila sebagai falsafah bangsa.74 % tersebar di luar pulau Jawa dengan kepadatan rata-rata 49 jiwa per Km2. LSM.3 %. biji besi. Dari jumlah tersebut yang mendiami pulau Jawa 58. faham liberal dan faham sosialis / komunis. seperti ingin mengganti Pancasila dengan Piagam Jakarta. perak.26 % dengan kepadatan 900 jiwa per Km2 sedangkan sisanya + 41. di samping dapat memberikan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia juga dapat berimplikasi pada kerawanan bidang keamanan. e) Sumber kekayaan alam Indonesia yang cukup berlimpah. eksploitasi terhadap potensi sumber daya alam tersebut melibatkan perusahaan asing.8 Juta Ha yang menurut fungsinya dibagi menjadi hutan lindung. 3) Sumber daya Alam a) Minyak dan gas bumi masih merupakan salah satu andalan bagi pemasukan devisa negara. b) Kelompok Faham Liberal dengan memanfaatkan momentum reformasi. b) Batubara merupakan sumber energi alternatif di masa mendatang dan terus mengalami peningkatan produksi. d) Luas hutan Indonesia mencapai + 138. 4) Ideologi Kondisi ideologi masih dihadapkan pada belum diimplementasikannya nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara secara menyeluruh dalam kehidupan bermasyarakat. c) Dengan jumlah penduduk yang sedemikian besar dihadapkan dengan lapangan pekerjaan yang terbatas. hutan produksi dan hutan untuk suaka margasatwa. .b) Laju pertumbuhan penduduk pada tahun 2008 tercatat sekitar 1. namun belum sepenuhnya dapat dimanfaatkan secara optimal. Di samping itu potensi kandungan tambang emas.

namun belum diimbangi oleh tanggung jawab sesuai etika jurnalistik. partisipasi rakyat serta sumber daya yang masih kurang mendukung. (2) Antara kawasan barat Indonesia dengan kawasan timur Indonesia. akibatnya kota mengalami pertumbuhan yang lebih cepat. (3) Antara Kota dengan desa. c) Di bidang pemekaran wilayah. sehingga mengarah kepada kebebasan tanpa batas dan tidak bertanggung jawab. karena prosesnya terkesan dipaksakan oleh sekelompok orang. mengabaikan persyaratan prinsip-prinsip daerah otonom. kekuatan separatis masih merupakan kerawanan karena ada kelompok-kelompok masyarakat yang mengkonsolidasikan kekuatan untuk membentuk pemerintahan transisi Republik Maluku Selatan (RMS). kekuatan perjuangan Papua Merdeka akan meningkat pada masa-masa yang akan datang dimana sekelompok rakyat Papua terutama penduduk asli menginginkan kemerdekaan. i) Substansi hukum masih ada yang tumpang tindih dan inkonsisten. sehingga berpotensi timbulnya konflik horizontal dan vertikal yang dapat mengganggu stabilitas keamanan. j) Kebebasan pers tumbuh dan berkembang. oportunis. nepotis. terjadinya tarik menarik kewenangan. b) Di bidang otonomi daerah pengaturan tentang perimbangan keuangan antara pusat dan daerah masih belum tuntas karena adanya perbedaan kemampuan masing-masing daerah. serta konflik kepentingan berkaitan dengan sumber daya nasional yang berada di daerah. seperti : (1) Antara pulau Jawa dengan luar pulau Jawa. d) Di beberapa daerah telah diberlakukan Perda yang bernuansa syariat Islam sehingga telah menimbulkan kontroversi yang dapat menimbulkan konflik horizontal. g) Di Papua.5) Sosial Politik dan Hukum. f) Di Maluku. pasca perjanjian Helsinki masih menyisakan permasalahan yang bernuansa separatisme. Indikatornya antara lain pengerahan kekuatan massa politik sebagai kelompok penekan bernuansa kekerasan dan destruktif. 6) Sosial Ekonomi . sehingga berimplikasi terhadap terganggunya stabilitas kamtibmas. di berbagai daerah menimbulkan berbagai permasalahan. h) Kondisi budaya politik belum menunjukkan iklim yang sesuai dengan demokrasi budaya politik masih bersifat primodial. tidak melalui pentahapan secara matang. feodal dan anarkhis. e) Gejala separatisme di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam. a) Kondisi Politik nasional masih diliputi suasana euphoria demokrasi yang berkepanjangan sehingga meninggalkan rambu-rambu yang telah disepakati dan diatur oleh undang-undang. seperti batas wilayah. di samping itu juga terjadi isue kesenjangan pembangunan antar daerah. dimana kecenderungan pembangunan terkonsentrasi di daerah perkotaan.

angka pengangguran meningkat yang berimplikasi pada gangguan keamanan. Beberapa aliran kepercayaan yang dinilai sesat dan menyesatkan antara lain : (1) Lia Eden / Ajaran Salamullah (2) Al Zaytun (3) Ajaran Islam Jamaah / Lemkari / LDII (4) Aliran Ingkar Sunah (5) Gerakan Darul Arqam (6) Perguruan Mahesa Kurung (7) Ajaran Ahmadiyah (8) Aliran Pemburu Isa Bugis (9) Gerakan Lembaga Kerasulan (LK) (10) Bahai. Daya beli masyarakat menurun. hal ini disebabkan oleh berbagai hambatan antara lain : Proses perijinan. sehingga menurunkan tingkat kepercayaan pada Perbankan nasional. Aliran Sesat Sempalan Syiah (11) Gerakan Syiah di Indonesia (12) Al-Qiyadah Al Islamiyah . Sebagian pemuka agama juga masih cenderung melakukan politisasi agama untuk kepentingan golongannya. 7) Sosial Budaya a) Dalam bidang kehidupan beragama masih muncul berbagai persoalan berkaitan dengan adanya beberapa aliran kepercayaan yang sering menimbulkan konflik antar umat beragama dan para penganut aliran kepercayaan. kelompoknya atau Parpol tertentu.a) Pertumbuhan ekonomi tahun 2010. Selain itu masih pula dirasakan adanya fanatisme sempit dari kelompok umat beragama yang sering memicu berbagai permasalahan sosial dengan isue agama. hal ini disebabkan dampak dari krisis ekonomi global. sebagai akibat adanya perbedaan harga yang relatif besar serta lemahnya sistem pengawasan di berbagai instansi terkait. peraturan perundang-undangan yang tumpang tindih dan belum adanya kepastian hukum untuk berinvestasi di Indonesia. b) Kejahatan Perbankan nasional masih akan terjadi dengan berbagai modus operandi. diperkirakan akan mengalami perlambatan dibanding tahun 2009. d) Upaya Pemerintah untuk meyakinkan negara-negara besar agar menanamkan investasinya di Indonesia belum sepenuhnya berhasil. c) Penyelundupan berbagai komoditi perdagangan masih tinggi.

kejahatan terhadap kekayaan negara. sebagai berikut : (1) Situasi Kamtibmas di wilayah NAD dalam keadaan kondusif. kekerasan dengan menggunakan senjata api. namun di beberapa daerah tertentu masih sering terjadi tindakan main hakim sendiri. Berkembangnya pusat perbelanjaan yang ramai dikunjungi masyarakat yang inginnya belanja dengan menggunakan kartu kredit namun berpotensi macet pada saat dilakukan penagihan oleh pihak Bank. Mudahnya untuk memilliki kendaraan bermotor dengan sistem kredit tanpa diimbangi dengan kemampuan mengendarai kendaraan bermotor dengan tertib. kemacetan dan kecelakaan. b) Dengan masuknya budaya asing maka telah tergeser nilai-nilai budaya lokal seperti pola hidup hedonisme yang mementingkan kesenangan dengan cara mencari uang secara mudah (tanpa melalui proses usaha maksimal untuk mendapatkannya). dan keamanan situasi di wilayah konflik. b) Kondisi keamanan di wilayah konflik. a) Kondisi keamanan dapat dilihat dari gangguan kriminalitas. . kejahatan transnasional. yang meresahkan masyarakat.Keberadaan aliran-aliran sesat ini berpotensi menimbulkan konflik komunal di lingkungan masyarakat penganut agama. sopan dan taat peraturan menyebakan angka kecelakaan lalu lintas dan kemacetan lalu lintas cenderung semakin tinggi. c) Pola hidup konsumtif telah menggeser pola hidup sederhana yang menimbulkan tingginya tingkat kebutuhan sesaat (feel need) bukan kebutuhan nyata (real need). dan kejahatan yang berimplikasi kontinjensi. Sedangkan situasi kamseltibcarlantas masih diwarnai rendahnya disiplin dan kesadaran hukum para pemakai jalan sehingga situasi kamseltibcarlantas masih diwarnai oleh berbagai permasalahan lalu lintas seperti pelanggaran. Kriminalitas diwarnai oleh berbagai kejahatan baik kejahatan konvensional. situasi keamanan di beberapa daerah yang dilanda konflik secara umum kondisi keamanannya sudah semakin kondusif. Sementara itu. Hal ini dapat dilihat dengan banyaknya remaja yang terlibat penyalahgunaan dan perdagangan narkoba dengan harapan mendapatkan uang banyak tanpa kerja keras. namun masih terjadi aksi kriminal seperti curas dengan menggunakan senpi yang dari hasil penyelidikan terungkap pelakunya melibatkan anggota KPA / bekas GAM. gangguan kamtibmas bukan pidana. d) Bergesernya pola makan dari jenis makanan mediteranian food ke jenis makanan junk food sehingga memunculkan berbagai jenis penyakit baru. anarkisme. gangguan kamseltibcarlantas. 8) Keamanan. dapat digambarkan.

dimana setiap tanggal 1 Desember selalu dijadikan sebagai peringatan kemerdekaan Papua Barat. dan eksploitasi sumber daya alam yang dilakukan tanpa memperhatikan keadilan bagi masyarakat lokal akan terus digunakan oleh kelompok separatis dalam manuver untuk mencapai tujuannya. Namun tetap harus terus diwaspadai mengingat penyelesaian rehabilitasi terhadap masyarakat korban konflik belum seluruhnya terselesaikan yang sewaktu-waktu dapat timbul kembali apabila dipicu oleh oknum / kelompok tertentu yang tidak menginginkan keamanan dan kedamaian di wilayah RI. Kesemuanya itu tidak dapat dihadapi dengan kemampuan Kepolisian secara konvensional. pelanggaran HAM. Isue-isue mengenai ketidakadilan dalam proses pembangunan nasional antara pusat dan daerah. e. Kejahatan terhadap HAKI juga dapat mempengaruhi hubungan bilateral. . Jenis-jenis kejahatan mendatang hingga akhir Renstra 2005-2024 akan semakin canggih seperti penggunaan senjata biologis. f. (4) Gerakan kelompok separatis akan senantiasa eksis dan berkembang dari waktu ke waktu dengan memanfaatkan setiap kesempatan untuk mempropagandakan dan memperjuangkan Negara Papua Barat. cyber crime. Kejahatan terhadap HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) cenderung terus berkembang dan menimbulkan kerugian negara yang sangat besar sehingga menghambat proses pembangunan nasional.Pendirian partai lokal GAM yang dikendalikan oleh aktivis SIRA perlu diwaspadai mengingat mempunyai cita-cita referendum yang merupakan indikasi upaya separatisme. (2) Dengan telah tertangkapnya sebagain besar DPO pelaku kerusuhan. 8. juga didukung oleh sindikat / mafia internasional yang sudah memiliki jaringan di Indonesia. Separatisme akan terus menjadi bahaya laten dan akan terus berkembang apabila tidak ada penanganan akar masalah secara komprehensif dan tuntas. Trend kejahatan. Kejahatan transnasional akan terus meningkat sejalan dengan kemajuan teknologi informasi dan transportasi didukung kondisi geografis Indonesia yang terbuka dan kondisi masyarakat yang ekonominya masih rendah. multilateral dan bahkan internasional antara Indonesia dengan negara-negara lain apabila tidak ditangani dengan benar. walaupun masih terdapat potensi adanya simpatisan gerakan RMS. b. a. situasi kamtibmas di Poso relatif kondusif. pemalsuan identitas. Ancaman separatisme masih akan membayangi eksistensi NKRI. didukung oleh kebijakan pemerintah yang memadai dan komitmen para penyelenggara negara serta para elit politik terhadap kepentingan masyarakat banyak. karena disamping sindikat / mafia lokal yang terus berkembang. Kejahatan narkoba masih merupakan ancaman yang sangat serius. dan lain-lain. Penyalahgunaan wewenang dan pencurian kekayaan negara akan semakin merajalela apabila tidak ada tindakan yang tegas. (3) Situasi Kamtibmas di wilayah Maluku sudah semakin kondusif. d. c.

Masyarakat termasuk lembaga pemerintah maupun non pemerintah berharap bahwa keberadaan Polri di tengah-tengah masyarakat benar-benar memberikan rasa aman dan tentram. Sedangkan akuntabel artinya setiap tindakan yang dilakukan Polri dapat dipertanggungjawabkan baik dari sisi prosedural maupun aturan hukum yang diterapkan serta dapat dilakukan audit oleh siapapun. Dari hasil tinjauan evaluasi kinerja organisasi dan profil Polri dapat diidentifikasi berbagai harapan masyarakat terhadap Polri dengan pengelompokan sebagai berikut : a. maka tuntutan dan harapan masyarakat terhadap kinerja Polri juga semakin beragam.9. masyarakat menuntut Polri untuk menerapkan standar pelayanan prima sebagaimana yang telah ditentukan. Tuntutan dan harapan masyarakat. moral dan integritas yang tinggi. Dihadapkan pada masyarakat Indonesia yang majemuk dengan beragam suku bangsa dan adat istiadatnya. Standar pelayanan tersebut bukan saja diberlakukan bagi pelayanan yang bersifat administratif seperti pelayanan SIM. 10. Masyarakat menghendaki Polri yang merupakan Lembaga non profit tidak menarik keuntungan dari pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. tuntutan dan harapan masyarakat akan terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi informasi yang begitu pesat. kecakapan atau kemampuan teknis sesuai dengan misi dan tugas pokoknya. Isue-isue Strategis . dan modern. perijinan. bermoral. Masyarakat menginginkan adanya pelayanan prima. BPKB (SSB). menghargai perbedaan. Sosok yang bermoral berarti bahwa setiap anggota Polri harus selalu mempedomani etika profesinya yang dilandasi nilai-nilai etika. b. Di era keterbukaan menuju masyarakat modern. dan SKCK namun juga termasuk pada pelayanan bidang operasional seperti penerimaan laporan atau proses penanganan kasus-kasus yang dilaporkan masyarakat. dan tidak diskriminatif dalam setiap tindakan yang dilakukan oleh Polri. Masyarakat mendambakan Polri yang profesional. Sedangkan modern berarti bahwa Polri harus menyesuaikan diri dengan kondisi perubahan modern baik organisasi maupun peralatannya sehingga senantiasa dapat memenuhi harapan masyarakat. Masyarakat menginginkan adanya rasa aman. c. Masyarakat mengharapkan Polri yang transparan dan akuntabel. Transparan yang diharapkan masyarakat adalah adanya keterbukaan. Rasa aman merupakan salah satu kebutuhan manusia yang paling mendasar yang tidak bisa digantikan dengan apapun. Sebagai lembaga yang salah satu tugasnya memberikan jasa pelayanan. d. Dambaan masyarakat tersebut secara lugas dapat diartikan bahwa sosok profesional yaitu sosok Polri yang memiliki keahlian. terbebas dari rasa takut atau khawatir dalam menjalankan aktifitasnya sehari-hari. dapat dipercaya. STNK.

Di bidang penanganan kasus-kasus . c. kasus sengketa perbatasan antara Indonesia dengan Malaysia yang kerap kali menimbulkan ketegangan terlebih lagi setelah terlepasnya Pulau Sipadan dan Ligitan merupakan pengalaman berharga betapa pentingnya perhatian terhadap wilayah perbatasan dan pulau-pulau terdepan yang masuk teritori wilayah Indonesia. Munculnya perundang-undangan baru terkait dengan kewenangan Polri dan sistem politik yang masih diwarnai oleh pengutamaan penguasaan posisi-posisi kekuatan guna memperoleh akses baik di dunia usaha maupun kekuasaan dalam birokrasi pemerintahan dimungkinkan akan mendorong akumulasi perundang-undangan baru yang berakibat pada lemahnya penegakan hukum dan meningkatnya ketidakpercayaan masyarakat terhadap Polri. Terlebih lagi dengan terbitnya Keputusan Presiden Nomor 63 Tahun 2004 tentang Pengamanan Obyek Vital Nasional yang secara tegas menyebutkan Polri sebagai penanggungjawab terhadap pengamanan obyek vital nasional tersebut. Masa peralihan pengamanan obyek vital yang semula dilakukan oleh TNI perlu dilakukan secara cermat sehingga tidak ada celah yang berdampak pada munculnya keraguan dari pihak pengelola obyek vital terhadap pengamanan yang dilakukan oleh Polri. Kondisi tersebut rawan terhadap munculnya berbagai bentuk kejahatan di lintas perbatasan. Hal tersebut merupakan konsekuensi dari begitu luas dan kompleksnya tugas dan kewenangan Polri yang berimplikasi pada banyaknya keterkaitan dengan departemen atau lembaga lain dalam penanganan suatu masalah. Kerjasama Internasional dan tugas misi perdamaian. Wilayah Indonesia berbatasan dengan 10 negara dan diantaranya terdapat 12 pulau-pulau kecil terdepan yang letaknya berbatasan langsung dengan negara tetangga. Pengamanan obyek vital nasional. d. antara lain : a. b. perlu juga dipertimbangkan isueisue strategis yang berimplikasi langsung terhadap pelaksanaan tugas Polri serta memerlukan respon penanganannya. Oleh karena itu fokus perhatian Polri sebenarnya ditujukan pada pengamanan keberadaan masyarakat yang berdiam di wilayah perbatasan serta pulau-pulau terdepan yang berpenghuni. Di samping itu. Dalam kapasitas hubungan antar lembaga atau interdep menuntut adanya kesetaraan bagi para pejabat yang menangani fungsi teknis khususnya pada tataran pengambil keputusan sehingga dalam batas-batas tertentu turut berpengaruh dalam menentukan posisi tawar terhadap substansi masalah yang ditangani. Pelayanan masyarakat wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar.Disamping perkembangan lingkungan strategis dan trend kejahatan. Pengamanan obyek vital nasional terutama yang bernilai strategis menuntut kesiapan Polri dalam melakukan penggelaran serta struktur organisasi yang mewadahinya. Hubungan dan kerjasama internasional khususnya dalam menangani kejahatan transnasional mutlak diperlukan dan kecenderungan kedepan akan semakin meningkat. Peran Polri di wilayah perbatasan tidak semata-mata ditujukan pada fungsi penegakkan hukum terutama para pelanggar lintas batas tetapi juga ditujukan pada fungsi pelayanan masyarakat.

karena melalui perencanaan yang baik. saling membantu dan tidak merugikan institusi Polri. Aspek Pengorganisasian. c. Polri telah menangani 466 tersangka terorisme. maka rangkaian kegiatan manajemen selanjutnya akan dapat dilaksanakan sesuai dengan apa yang diharapakan. sedang dan sudah diadili di Pengadilan. Visi dan Misi yang telah ditetapkan belum sepenuhnya dijadikan dasar dalam penyusunan suatu perencanaan strategis. b. Meningkatnya peran serta masyarakat dalam bidang keamanan. Prestasi yang menonjol dalam penanganan beberapa kasus bom dan terorisme telah mengundang negara lain untuk melakukan komitmen dan kerjasama melalui pendidikan dan pelatihan terorisme. Belum semua beban pekerjaan yang ada pada masing-masing fungsi terwadahi dalam struktur organisasi. MANAJEMEN PEMBINAAN KEAMANAN SAAT INI 11. tentunya harus melandasi pada hubungan yang saling menghormati.terorisme. Polri telah berhasil mengungkap kasus-kasus terorisme yang berkait dengan dunia internasional. Begitu juga kerjasama di bidang ektradisi dan penempatan SLO Polri di beberapa negara sahabat serta keterlibatan Polri dalam tugas misi damai yang perlu dipersiapkan dengan baik karena menyangkut citra dan kredibilitas Polri dalam pergaulan internasional. Sebanyak 452 orang akan. Begitu juga dengan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan perpolisian masyarakat (Polmas) harus diselenggarakan dengan memberdayakan masyarakat secara maksimal dalam penyelesaian permasalahan-permasalahan kamtibmas dilingkungannya masing-masing dengan melibatkan seluruh elemen dalam masyarakat itu sendiri. Sejak awal teror bom pada pertengahan tahun 2000 sampai dengan sekarang. Rencana Kerja (Renja) tahunan belum sepenuhnya dipedomani dalam menjabarkan pelaksanaan kegiatan yang ada. masih ditemukan beberapa kendala sebagai berikut : a. Yang terpaksa ditindak dan tewas 14 orang. Keikutsertaan masyarakat dalam pengamanan swakarsa sebagaimana yang diamanatkan dalam UU RI Nomor 2 Tahun 2002 perlu diwadahi secara proporsional sehingga tidak menjadi kontra produktif dengan upaya pembinaan keamanan. 12. . Berkait dengan aspek perencanaan pada proses manajemen Binkam saat ini. III. e. a. disamping program-program lainnya yang banyak ditawarkan oleh negara-negara donor. Aspek Perencanaan Aspek perencanaan memegang peranan yang sangat penting dalam penyelengaraan suatu sistem manajemen. Penanganan kasus terorisme di Indonesia telah mendapatkan pengakuan dari dunia Internasional. Perkiraan keadaan Intelijen belum sepenuhnya dijadikan bahan masukan dalam merumuskan suatu sasaran kegiatan.

Pada kegiatan perlindungan. Aspek Pengawasan dan Pengendalian. d. Kamseltibcar Lantas belum dapat ditangani secara mendasar khususnya di kota-kota besar. 14. h. preventif dan represif / penegakan hukum. Penanganan dan penanggulangan terhadap 4 (empat) jenis kejahatan belum dapat dilaksanakan secara maksimal. Masih ditemukan beban pekerjaan yang tumpang tindih (over lapping) antara suatu fungsi dengan fungsi lainya. Pengembangan kegiatan perpolisian masyarakat yang berbasis pada masyarakat patuh hukum belum dapat diwujudkan. a. terjadinya penyimpangan dan lain-lain. Protap dan SOP yang telah ditetapkan belum dioperasionalkan secara benar oleh para pelaksana lapangan. Koordinasi dan kerjasama antar instansi belum dapat dilaksanakan secara maksimal. a. c. e. i. Penggelaran program Quick Wins belum sepenuhnya dapat dipahami oleh para pelaksana di lapangan baik latar belakang kebijakan. transparan. hal ini dapat dilihat dengan masih ditemukanya tindakan salah prosedur dalam penanganan suatu masalah. pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat masih ditemukan adanya diskriminasi. akuntabel dan modern. Pengelolaan sumber daya Polri belum dapat dilaksanakan secara profesional. c. Koordinasi antar fungsi Kepolisian belum dapat dilaksanakan secara maksimal. masih belum optimal dilakukan oleh fungsi-fungsi sesuai tugas dan peran yang ada. Aspek Pelaksanaan. khususnya terhadap kejahatan kekayaan negara dan Trasnasional Crime. Pengawasan dan pengendalian baik internal maupun eksternal belum dimanfaatkan secara optimal untuk memperbaiki kinerja organisasi. d. Anggaran berbasis kinerja dalam implementasinya kadang masih ditemukan permasalahan di lapangan. f. . b. Hal ini disebabkan karena penggelaran kekuatan Polri di tengah-tengah masyarakat belum dapat dilaksanakan secara maksimal.b. 13. j. g. Konsep mendekatkan pelayanan kepada masyarakat selama 1x24 jam belum sepenuhnya dihayati dan dilaksanakan secara lebih baik oleh unit pelayanan terdepan Kepolisian. pendekataan pelaksanaan maupun out come yang diharapkan. Metode penanggulangan kejahatan baik yang bersifat preemtif.

fungsional dalam organisasi Polri sebagai pedoman operasionalisasi fungsi antara lain. belum sepenuhnya didasarkan pada program-program kerja yang telah ditetapkan. Laporan pertanggungjawaban akuntabilitas kinerja belum sepenuhnya didasarkan pada kondisi riil di lapangan. ancaman. didukung oleh peran strategis Pelaksana Pusat Pembinaan. reformasi instrumental dan reformasi kultural yang hingga saat ini masih terus dilakukan. d. maka analisis terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi manajemen pembinaan keamanan tersebut adalah sebagai berikut : 15. Polri telah mengambil langkah-langkah reformasi menuju lembaga kepolisian sipil. Reformasi di Indonesia yang telah dimulai pada tahun 1998 telah memberikan dampak sangat besar bagi kehidupan bermasyarakat. Dalam pelaksanaannya. dengan . antara lain paradigma baru pada pola organisasi Polri sebagai wujud postur kekuatan Polri yang mengandalkan Polsek dan Polres sebagai ujung tombak pelayanan kepada masyarakat. IV. berbangsa dan bernegara. Satuan Induk berseragam dan Satuan Induk tidak berseragam dari Mabes Polri dan Polda sebagai satuan induk penuh. Laporan akuntabilitas kinerja belum dijadikan bahan masukan dalam perumusan perencanaan selanjutnya. berupa perubahan sistem piranti lunak. Pelaksana Pusat Operasional.b. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI Pembinaan Keamanan diarahkan untuk membangun dan membina daya tangkal bangsa dan negara agar mampu meniadakan setiap kerawanan. Weakness / kelemahan. Berdasarkan analisis SWOT (Strength / kekuatan. Demikian juga bagi institusi Polri. Sejalan dengan paradigma baru di era reformasi. pada pembenahan manajemen keuangan. reformasi telah mengembalikan peran dan fungsi kepolisian yang bersifat universal dan bahkan telah mengangkat Polri kepada kemandiriannya. Polres yang besar dan Polsek yang kuat. efektifitas pembinaan keamanan dalam negeri dipengaruhi oleh berbagai faktor baik yang bersifat internal maupun eksternal. Reformasi struktural berwujud. Performance kinerja. Strength (kekuatan) a. c. dan gangguan kamtibmas dalam rangka memelihara dan meningkatkan stabilitas nasional guna menunjang suksesnya pencapaian tujuan nasional. profesional dan modern dengan pembenahan berkelanjutan pada reformasi struktural. Polda yang sedang. Opportunity / peluang dan Threat / kendala). Reformasi instrumental. Reformasi. sehingga dapat terwujud kekuatan Mabes yang kecil.

Di tiap Polwil terdapat setidaknya 1 (satu) kompi Brimob lengkap dengan peralatan standar tugasnya. . profesional. Sistem operasional yang diperbarui dengan mengandalkan kekuatan kesatuan terdepan dalam pelaksanaan operasi. sehingga tampilan Polri di lapangan benar-benar sebagaimana yang diharapkan oleh masyarakat. Sebagai ilustrasi dapat dikemukakan bahwa rata-rata seluruh Polsek di pedalaman dan pantai telah dilengkapi dengan sepeda motor minimal 2 (dua) unit. penegak hukum. bermoral dan berkinerja yang profesional. Di tiap Polda juga dapat di BKO-kan setidaknya 1 (satu) unit heli atau fixed wing sesuai keperluannya. pelindung-pengayom-pelayan masyarakat. Tiap Kapolres dilengkapi dengan mobil jabatan kondisi baik dan minimal 1 (satu) unit truck pengendali massa (Dalmas) bahkan lebih dan beberapa unit mobil jabatan staf serta operasional lainnya. agar tidak mengurangi gaji dan tunjangan yang diperoleh. (3) SIM komunitas. disamping minimal 2 (dua) unit kapal tipe C di Polda perairan. (2) SIM corner. STNK dan BPKB : a) Inovasi Pelayanan SIM : (1) SIM keliling. Polsek di kota besar minimal 2 (dua) unit roda empat (R4) dan di metropolitan setidaknya 5 (lima) unit R4. memperjelas manajemen SDM yang sehat. dan di tiap Polda berkedudukan Satuan Brimobda yang juga relatif cukup peralatannya. kuantitas dan kualitas peralatan pendukung terus dikembangkan. Pada intinya peralatan standar untuk melaksanakan tugas pokok telah mulai dicukupi mulai dari tingkat Polsek kemudian secara berjenjang ke atas sampai dengan Bidang operasional dan bidang pembinaan di Mabes Polri. dan modern serta dapat selalu tampil sebagai pemelihara kamtibmas. setidaknya dicukupi kelengkapan tugas perorangan dan pemenuhan kebutuhan BBM dalam bertugas. sistem penilaian kinerja. dimana diseluruh kesatuan selalu on budget sehingga pelayanan polisi pada masyarakat diharapkan makin efektif. mulai dari sistem rekruitmen. dukungan logistik yang sudah tersedia di kesatuan terdepan. sistem pendidikan dan seleksi.sistem penganggaran berbasis kinerja. sampai pada sistem remunerasi personel berseragam dan tidak berseragam. Dalam rangka memperhatikan kesejahteraan personel. serta sistem pengawasan yang melekat di setiap tingkat satuan Polri. Reformasi kultural telah meletakkan landasan dalam bentuk pembenahan manajemen sumberdaya manusia dengan berorientasi strategi untuk mewujudkan Polisi berwibawa. Untuk menjawab tuntutan masyarakat di era reformasi yang lebih mengharapkan keterbukaan (transparancy) maka Polri melaksanakan pula reformasi birokrasi yang diharapkan akan membawa Polri kepada Polisi sipil yang mandiri. bermoral. sistem jalur karier. Beberapa peningkatan dan penghargaan dibidang pelayanan publik yang telah berhasil dilaksanakan oleh jajaran Direktorat Lalu Lintas Babinkam Polri antara lain berupa : 1) 16 (enam belas) Inovasi Dit Lantas Babinkam Polri dalam peningkatan pelayanan publik penerbitan SIM. Selain itu.

c) Samsat corner/gerai : 6 unit pelayanan. d) Sim keliling : 118 bus/unit. b) Samsat keliling : 8 bus/unit. b) Inovasi Pelayanan STNK : (1) Samsat keliling. . BPKB. (7) Pembayaran STNK lewat Bank BRI. STNK. (6) Drive Thru (SIM). g) SIM komunitas : 1 Polda. (5) Digital Cross Check Ranmor. c) Inovasi Pelayanan BPKB : (1) Management pelayanan penerbitan BPKB. (3) Door to door. Online System. 3) 105 (seratus lima) penghargaan Inovasi Pelayanan Subdit Min Regident Dit Lantas Babinkam Polri : a) Sertifikat ISO 9001:2000 : 64 unit pelayanan. (3) SIM. f) Ujian teori SIM Avis : 7 Polda. (4) Gerai Samsat. (5) Ujian Avis System. (2) Samsat corner. (6) Drive Thru (Samsat). 2) 176 (seratus tujuh puluh enam) Inovasi Pelayanan Subdit Min Regident Dit Lantas Babinkam Polri : a) Komputerisasi BPKB : 29 Polda. (2) Online system dengan ATPM dan Bea Cukai. e) Sim corner/gerai : 7 unit pelayanan.(4) Gerai SIM.

Polisi harus mengabdi kepada rakyat bukan mengabdi kepada penguasa.b) Piala pelayanan prima : 36 unit pelayanan. Pengawasan terhadap polisi di negara demokratis menjadi sangat penting karena masyarakat dan pemerintah bersama-sama membentuk badan independen yang berfungsi menampung keluhan-keluhan warga terhadap polisi sekaligus menggalang dukungan sumber daya untuk meningkatkan kinerja kepolisian. Di alam demokrasi. berbangsa dan bernegara memungkinkan setiap warga masyarakat / bangsa untuk mengaktualisasikan diri dan berperan dalam setiap upaya pembinaan keamanan. Demokratisasi juga memberikan kesempatan kepada setiap warga masyarakat / bangsa untuk secara aktif melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan pembinaan keamanan dengan mengaktifkan peran sebagai kontrol sosial baik terhadap lembaga maupun personel / individu pelaksana dan penanggungjawab manajemen pembinaan keamanan dalam negeri. Dengan demikian Polri telah melaksanakan profesionalisme pelaksanaan tugas khususnya dalam bidang penegakan hukum dengan menjunjung tinggi HAM dengan implementasinya yang ditunjukkan dalam kegiatan upaya paksa yang harus dilakukan dalam suatu proses penyidikan tindak pidana. Demokratisasi Alam demokrasi yang telah kita nikmati di era reformasi dalam kehidupan bermasyarakat. Jauh sebelum HAM menjadi salah satu isue global bersama-sama dengan demokratisasi dan lingkungan hidup. menghalangi. b. c. Penghormatan terhadap Hak Azasi Manusia (HAM) adalah upaya untuk menjamin bahwa tidak ada perbuatan yang dilakukan seseorang atau kelompok orang termasuk aparat negara baik disengaja maupun karena lalai secara melawan hukum mengurangi. polisi memiliki peran protagonist. 16. membatasi. 8 tahun 1981). penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) bukanlah sesuatu yang baru. c) Rekor Muri : 5 unit pelayanan. KUHAP mengatur setiap langkah pelaksanaan tugas Polri. Penghormatan tehadap HAM. dan atau mencabut hak-hak dasar seseorang atau kelompok orang sebagai individu atau kumpulan individu yang bermartabat dan dilindungi oleh undang-undang. Bagi Polri. Polisi sebagai pengemban tugas pembinaan keamanan di era demokratisasi harus mampu menjunjung tinggi kebebasan (liberty) dan persamaan hak (egalitarian) yang terwujud dalam Hak Azasi Manusia khususnya hak-hak sipil dan politik warga (civil and political rights). Polri telah mengenal kewajiban menghormati HAM dalam setiap pelaksanaan tugas yakni sejak diundangkannya KUHAP (UU No. Weakness (kelemahan) Pelaksanaan manajemen pembinaan keamanan masih dihadapkan pada beberapa hal yang merupakan kelemahan (weakness) sehingga perlu diantisipasi agar tidak kontraproduktif dengan berbagai upaya yang telah dilakukan dalam rangka mencapai outcome situasi Kamtibmas dan Kamdagri yang dapat .

Berbagai elemen dan kelompok masyarakat cenderung masih menunjukkan primordialisme yang tinggi dan fanatisme sempit yang tidak jarang menimbulkan potensi kerawananan bagi terselenggaranya dinamika dan proses kegiatan manajemen pembinaan keamanan. Dalam hal ini Polri telah menggalang kerjasama secara aktif dengan banyak Negara lain dalam rangka penegakan hukum. Globalisasi selain membawa pengaruh buruk bagi kelangsungan hidup suatu bangsa juga dapat berfungsi sebagai peluang yang memberi banyak kesempatan untuk menggalang kerjasama yang tak terbatas dengan banyak negara-negara lain di dunia. sehingga masyarakat dengan mengatasnamakan reformasi sering mengabaikan norma-norma. Hingga saat ini masih banyak warga masyarakat yang keliru atau kurang tepat menginterpretasikan reformasi. Tak dapat dipungkiri bahwa pelaksanaan tugas pembinaan keamanan semakin hari semakin diperkaya dengan peralatan yang berbasis teknologi yang berkembang demikian pesat. Reformasi masih sering diartikan sebagai kebebasan yang tanpa batas. Tumpang tindihnya peraturan dan perundang-undangan. Berbagai peralatan. Opportunity (Peluang) a. Hal ini mengakibatkan kerancuan. aturan. Kerjasama yang telah dan akan terus dibangun bersifat bilateral.terpelihara. b. tidak konsisten dan tidak sesuai dengan azas dan strata perundang-undangan. multilateral maupun global karena globalisasi bergulir demikian cepat menembus batas antar negara-negara di dunia. Primordialisme dan fanatisme sempit. Kemajuan Iptek. Kekeliruan dalam menginterpretasikan dan melaksanakan reformasi. b. sarana dan prasarana serta sistem manajemen informasi telah memanfaatkan kemajuan Iptek sehingga telah banyak menuai manfaat. c. Hingga saat ini masih banyak peraturan dan perundangan yang masih tumpang tindih. 17. Berbagai kelemahan yang masih mewarnai pelaksanaan manajemen pembinaan keamanan adalah: a. duplikasi dan tumpang tindih mengenai kewenangan dan institusi yang melakanakan kewenangan pembinaan keamanan. pendidikan dan latihan serta peningkatan kuantitas dan kualitas sarana prasarana kepolisian. dalam rangka pembinaan keamanan maka perlu dilakukan langkah-langkah strategis untuk meluruskan interpretasi mengenai reformasi. Stabilitas dalam negeri . Globalisasi. Primordialisme dan fanatisme sempit dapat memicu konflik komunal yang tentu saja akan mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban dalam negeri. Oleh karena itu. c. bahkan perundangundangan.

. pelaporan terhadap serangan perompakan laut kepada instansi penegakan hukum lokal dan mengeluarkan peringatan wilayah perairan yang rawan terhadap ancaman perompakan laut di seluruh dunia. Tugas dan wewenang Polri telah ditetapkan dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia termasuk kewenangan penyelidik. penyidik. h. Australia. serta berhubungan kerja dan mekanisme antara Penyidik Polri dengan PPNS yang diatur dalam Undangundang Republik Indonesia Nomor 8 tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana serta berbagai upaya pembenahan yang terus dilakukan oleh Pimpinan Polri melalui reformasi struktural. IMB bersifat organisasi nirbala / non-profit yang konsern di bidang penanggulangan terhadap berbagai jenis kejahatan yang terjadi di perairan. d. termasuk upaya penambahan anggaran Polri. serta adanya agenda pertemuan Asean Ministeriall Meeting on Transnational Crime (AMMTC) maupun Senior Officiall Meeting on Transnational Crime (SOMTC) secara periodik. namun pencapaian stabilitas juga sangat dipengaruhi oleh situasi keamanan dan ketertiban. Kompolnas. g. BPK / BPKP. Dukungan dan perhatian Pemerintah serta anggota DPR cukup besar terhadap pelaksanaan penegakan hukum oleh Polri. Jerman. Belanda untuk keperluan penyelidikan / penyidikan dan peningkatan kemampuan fungsi pada Babinkam Polri. serta LSM. posisi geopolitik yang dimiliki sangat berpengaruh bagi keseluruhan sistem pembinaan keamanan. Semua elemen dari sistem pembinaan keamanan tersebut bersimbiosis mutualis satu sama lain. memiliki tugas meliputi pengawasan jalur perdagangan / pengapalan internasional. k. merupakan kepedulian semua pihak yang memotivasi peningkatan kinerja Polri serta dukungan yang cukup besar dari stakeholders. Inggris. e. Mekanisme dan hubungan kerja antar sesama unsur Criminal Justice System (CJS) maupun unsur penegak hukum lainnya berjalan dengan baik. instrumental dan kultural. Jepang. Korea. Pusat pelaporan perompak laut dari lembaga IMB (IMB Piracy Reporting Centre) yang berada di Malaysia. seringkali menjadi indikasi tentang sejauh mana tingkat kerawanan perairan suatu Negara bagi pelayaran perdagangan internasional. Laporan yang dikeluarkan secara berkala dari IMB Piracy Reporting Centre ini yang dipublikasikan ke seluruh negara. Komnas HAM. j. Dengan kata lain keamanan menciptakan stabilitas. Adanya International Criminal Police Organization (ICPO)-Interpol merupakan wadah kerjasama internasional bidang Kepolisian dalam penegakan hukum. f.Bagi Indonesia dengan jumlah penduduk yang begitu besar. Bantuan peralatan serta pendidikan yang diberikan oleh beberapa negara asing seperti Amerika Serikat. Makin aktifnya kontrol eksternal dari DPR. Terdapat lembaga yaitu Internasional Maritime Bureau (IMB) yang merupakan divisi khusus yang berskala internasional dari lembaga kamar dagang dunia (Internasional Chamber of Commerce-ICC). i.

jaringan perdaganan narkotika. Globalisasi. termasuk pulau-pulau terdepan dengan tujuan terciptanya kondisi yang layak / feasible di posisi terluar ini akan bermanfaat pula bagi tersedianya dukungan lingkungan terhadap sistim deteksi keamanan perbatasan. traficking Inperson. aliansi yang makin luas pada white collar crime. euforia kebebasan mengemukakan pendapat. Potensi ganguan keamanan masih sangat luas mulai dari konflik-konflik yang timbul dari kesenjangan sosial ekonomi masyarakat. perdaganan senjara. Threat (ancaman) Hakekat ancaman dalam pembinaan keamanan. yang menjadikan penegakan hukum semakin kompleks. d. k. Pol. Penanganan keamanan di perairan dan laut perbatasan juga seiring kebijakan pimpinan Polri tentang Pedoman Perencanaan Kapolri tahun 2008 sesuai Surat Edaran Kapolri No. Adanya situasi yang kondusif dari kerjasama Internasional / Negara tetangga bagi penanganan dan pengejaran di area lintas batas terutama dalam menggunakan alut maupun proses penyidikan yang melibatkan unsur kepolisian kedua belah pihak. l. j. Kondisi geografi yang terbuka dan berbatasan dengan sejumlah negara tetangga memotivasi kegiatan illegal dan kriminal yang luas melalui wilayah-wilayah tertentu terutama dalam bentuk kerjasama antara warga negara Indonesia dengan warga negara atau kekuatan ekonomi dan politik negara lain serta menciptakan jalur-jalur intelijen dan logistik bagi kegiatan terorisme insurgensi maupun konflik SARA. dan lain-lain telah menumbuhkan kepercayaan dunia internasional kepada Polri. 18. budaya dan agama. perdagangan illegal pada manusia . c. kejahatan terorganisir. keaneka-ragaman suku. narkoba. Percepatan penyediaan infrastruktur dasar dalam rangka mendukung upaya pengelolaan pulau-pulau kecil. narkoba. . : SE/1/I/2008 . Kondisi demografi Indonesia yang terdiri dari kepulauan dan perairan yang luas dengan penyebaran penduduk yang tidak merata dan sumber daya alam yang melimpah telah menciptakan kerawanan keamanan yang bersifat multi dimensi. b. Keberhasilan Polri dalam mengungkap berbagai kasus-kasus besar seperti illegal logging. antara lain: a. illegal minning. Semakin meningkatnya ketersediaan sarana dan prasarana serta anggaran dari negara untuk mendukung kegiatan / operasional Polri. konflik kepentingan Partai Politik. illegal fishing.l. SAR. pada butir i : ”Mengembangkan kekuatan pengamanan di perbatasan laut guna mengantisipasi ancaman dari luar”. tidak lagi mengenal hambatan mobilitas antar negara telah mendorong kejahatan transnasional mulai dari pencucian uang. terorisme dan cyber crime. tanggal 18 Januari 2008.

2) Kejahatan transnasional. Isu Manenesian Brotherhood (persaudaraan Malenesia) dimungkinkan digunakan ajang penyusunan kekuatan Negara-negara kelompok Malenesia dan berpengaruh terhadap gerakan separatis di Papua. perbedaan aliran keyakinan. potensi konflik atau perpecahan sosial yang diakibatakn perbedaan kepentingan dan pandangan dari berbagai kelompok. keagamaan. Kecemburuan penduduk asli dengan pendatang pada suatu daerah tertentu. Illegal mining. namun beberapa daerah di Indonesia sangat terganggu dengan masih tingginya angka kasus kejahatan tertentu yang sangat meresahkan. . suku. serta peralatan / instrumen analisis sesuai dengan standart yang dipersyaratkan oleh Scientific Working Group For Analysis Of Seized Drugs (SWG DRUGS). misalnya perampokan bersenjata api yang cenderung meningkat. Beberapa kejadian dan kasus yang dapat berimplikasi kontijensi antara lain kejadian yang dilatar belakangi masalah-masalah : a) Permasalahan hitrogenitas penduduk. ras. Aceh. f. kejahatan terhadap benda benda purbakala dan harta karun. Ambang gangguan keamanan yang setiap saat muncul dalam kehidupan bermasyarakat dan memerlukan kehadiran Polisi yang cepat mulai dari persengketaan tanah atau harta warisan. illegal logging. Makin berkembangnya penyalahgunaan / peredaran narkoba dan obat–obat berbahaya yang dianggap sebagai Transnational Crime menuntut Polri untuk dapat bekerja dengan lebih profesional. b) Reaksi atau rusuh masa terhadap kebijakan Pemerintah RI maupun reaksi terhadap isu Internasional yang dinilai bertentangan dengan kepentingan kelompok tertentu di dalam negeri. illegal fishing. perdagangan gelap satwa / fauna langka serta pengangkatan dan perdagangan illegal barang muatan kapal tenggelam. Kalimantan dan Riau. 4) Kejahatan yang berimplikasi kontinjensi.e. korupsi. maupun kebakaran atas ulah manusia. Gangguan nyata keamanan yang diakibatkan tidak teratasinya PG dan AG tersebut di atas. terganggunya ekosistem akibat bencana alam. menyulut tindakan kriminal berupa : 1) Kejahatan konvensional. Meskipun bersifat konvensional. dengan menggunakan laboratorium Forensik. 3) Kejahatan terhadap kekayaan Negara. yang sering mengakibatkan permasalahan sikap prilaku masyarakat yang terkadang menjadi brutal dapat berdampak pada timbulnya kerusuhan. c) Separatisme / pemberontakan bersenjata pada daerah-daerah yang berpotensi berkembang adalah : Mauku.

Berikutnya adalah bentuk ancaman berupa kerawanan (Police Hazard /Ambang Gangguan) sampai pada bentuk Gangguan yang nyata (Ancaman Faktual). Ipoleksosbud. Dalam perspektif Polri. istilah keamanan diartikan juga sebagai keamanan dan ketertiban masyarakat yaitu suatu kondisi dinamis masyarakat sebagai salah satu prasyarat terselenggaranya proses pembangunan nasional dalam rangka tercapainya tujuan nasional yang ditandai oleh terjaminnya keamanan. Konsep Keamanan dalam negeri. yang mengandung kemampuan membina serta mengembangkan potensi dan kekuatan masyarakat dalam menangkal. pengayoman. 19. e) Permufakatan jahat untuk menumbangakan Pemerintahan yang sah dengan cara makar. h) Kegiatan dalam rangka pengambilan data data terhadap pulau dan daerah perairan dalam rangka intelijen negara asing. ketertiban. serta terselenggaranya perlindungan. dan tegaknya hukum. Berdasarkan konsep keamanan dalam negeri di atas maka setiap persoalan dipilah sesuai skala dan derajad ancamannya termasuk strategi dan pola penanggulangannya. laka laut. tsunami dan kendala lainya terutama yang terjadi diperairan dan pulau-pulau terpencil yang memerlukan kemampuan SAR laut. serta terbinanya ketenteraman. g) Aktifitas illegal oleh Negara tetangga terhadap pulau-pulau terluar atau perbatasan. sumber daya alam. tertib dan tegaknya hukum. Menurut Undang-undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia pasal 1 ayat (6) Keamanan dalam negeri adalah suatu keadaan yang ditandai dengan terjaminnya keamanan dan ketertiban masyarakat. j) Kerusuhan sosial dan tindakan anarkisme sebagai akibat konflik horisontal dan vertikal. mencegah. dan menanggulangi segala bentuk pelanggaran hukum dan bentuk bentuk gangguan lainnya yang dapat meresahkan masyarakat. Untuk menghadapi potensi gangguan digunakan pola preeemtif. V. kependudukan. guna mengantisipasi secara dini perkembangan semua faktor . MANAJEMEN PEMBINAAN KEAMANAN YANG DIHARAPKAN.d) Kontijensi yang disebabkan oleh Pemilu / Pilkada langsung dan bencana alam. Hankam terutama yang sifatnya negatif dan berpotensi mengganggu Kamtibmas. i) Konflik wilayah dengan menggunakan senjata yang bertujuan memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kejahatan perkelahian massal antar kelompok / golongan terutama antar kelompok nelayan. dan pelayanan kepada masyarakat. Secara umum bentuk-bentuk ancaman kamtibmas dapat diproyeksikan dalam 3 (tiga) bentuk ancaman yaitu dari mulai yang paling mendasar berupa akar permasalahan dan belum berbentuk gangguan (faktor korelatif kriminogen/ Potensi Gangguan) yaitu semua faktor dalam kehidupan masyarakat yang meliputi semua aspek Panca Gatra : Faktor kewilayahan. f) Bencana alam.

penanggulangannya digunakan strategi yang bersifat preventif yaitu melalui upaya pencegahan dengan sasaran untuk mengurangi faktor kesempatan dan menurunkan faktor niat melalui kegiatan pengaturan. 7) Pasal 5 ayat (1) : Kepolisian Negara Republik Indonesia merupakan alat negara yang berperan dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat. pengayoman. 20. tetapi juga melibatkan segenap komponen masyarakat dan unsur instansi terkait sesuai batas kewenangan masing-masing. 2) Pasal 6 (1) : Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam melaksanakan peran dan fungsi kepolisian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 dan 5 meliputi seluruh wilayah negara Republik Indonesia. 6) Pasal 8 ayat (2) menyebutkan bahwa Kepolisian Negara Republik Indonesia dipimpin oleh Kapolri yang dalam pelaksanaan tugasnya bertanggung jawab kepada Presiden sesuai dengan peraturan perundang undangan. Untuk ancaman berupa ambang gangguan atau Police Hazard. Ketiga jenis strategi dan pola penanggulangan tersebut di atas dalam pelaksanaannya tidak dilakukan sendiri oleh Polri. digunakan strategi yang bersifat represif yaitu melalui kegiatan penegakan hukum. 3) Pasal 6 ayat (2) Dalam rangka pelaksanaan peran dan fungsi kepolisian. menegakkan hukum. b. penjagaan. penegakan hukum. Sedangkan untuk menangani gangguan nyata.dalam kehidupan masyarakat terutama yang bersifat negatif dan berpotensi menimbulkan terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat dengan kegiatan utama melalui pembinaan masyarakat. Undang-undang No. mengayomi dan melayani masyarakat serta menegakkan hukum. 5) Mengenai kedudukan Polri ditegaskan pada Pasal 8 ayat (1) yang menyebutkan bahwa Kepolisian Negara Republik Indonesia berada di bawah Presiden. dan pelayanan kepada masyarakat. a.2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia disebutkan bahwa: 1) Pasal 2 : Fungsi kepolisian adalah salah satu fungsi pemerintahan negara di bidang pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. serta memberikan . wilayah negara Republik Indonesia dibagi dalam daerah hukum menurut kepentingan pelaksanaan tugas Kepolisian Negara Republik Indonesia. Kedudukan dan peran Polri menurut ketatanegaraan RI. 4) Ketentuan mengenai daerah hukum sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) diatur dengan Peraturan Pemerintah. Dalam pasal 30 ayat (4) UUD 1945 disebutkan bahwa Kepolisian Negara Indonesia sebagai alat Negara yang menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bertugas melindungi. Dengan demikian keamanan dalam negeri adalah outcomes dari kegiatan yang dilakukan oleh Polri sebagai leading sektor yang didukung oleh seluruh komponen masyarakat. pengawalan maupun patroli. perlindungan.

4) Tidak diskriminatif (equity). 1) Kejelasan Sasaran (Clarity About Objectives) . 1) Efisien. b. Demikian pula Undang-undang No. Berorientasi pada hasil (Result Oriented) . 5) Efektifitas. c. khususnya di daerah hukum masing-masing di mana ia diangkat sesuai dengan ketentuan undang-undang.perlindungan. dalam : 1) Pasal 9 menyebutkan bahwa Penyelidik dan penyidik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1) huruf a mempunyai wewenang melakukan tugas masing-masing pada umumnya di seluruh wilayah Indonesia. 2) Pasal 4 menyebutkan bahwa Penyelidik adalah setiap pejabat polisi negara Republik Indonesia. 8 tahun 1981 tentang Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana. c) Memberikan perlindungan. pengayoman dan pelayanan kepada Masyarakat . 2) Ekonomis. b) Menegakkan hukum. 3) Pasal 6 ayat (1) menyebutkan bahwa Penyidik adalah : a) Pejabat polisi negara Republik Indonesia. Berpedoman pada prinsip 5 E. b) Pejabat pegawai negeri sipil tertentu yang diberi wewenang khusus oleh undang-undang. 3) Pelayanan Prima (excelency) . Akuntabilitas dalam rangka pelaksanaan manajemen pembinaan keamanan : a. 21. 8) Pasal 13 menyebutkan bahwa tugas pokok Kepolisian Negara Republik Indonesia adalah : a) Memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat. Berfokus pada hasil (Result) yang dapat dirasakan Masyarakat. Sedangkan Pasal 5 ayat (2) menyebutkan bahwa Kepolisian Negara Republik Indonesia adalah Kepolisian nasional yang merupakan satu kesatuan dalam melaksanakan peran sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). c. pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka terpeliharanya keamanan dalam negeri.

c. 6) Target untuk hasil (Target For Results). 4) Evaluasi berkelanjutan. Sebagai ujung tombak dalam menciptakan keamanan dan ketertiban Masyarakat. pengamanan dan penggalangan. 3) Out put In Put dan Proces. 3) Mengukur dan melaporkan hasil kinerja. a.2) Hubungan antar tujuan dan cara melaksanakannya. pengayoman dan pelayanan secara mudah. Visi dan Misi. 22. 2) Misi Polri : Berdasarkan pernyataan visi yang dicita-citakan tersebut selanjutnya diuraikan dalam misi dan mencerminkan koridor tugas-tugas Polri sebagai berikut: a) Melaksanakan deteksi dini dan peringatan dini melalui kegiatan / operasi penyelidikan. . Sebagai pedoman kedepan telah dirumuskan Visi dan Misi Polri sebagai berikut : 1) Visi Polri : Tergelarnya Polisi yang dipercaya masyarakat di semua titik dan lini pelayanan masyarakat sepanjang waktu dalam mewujudkan keamanan dalam Negeri dan tegaknya hukum sebagai sinergi pencapaian hasil pembangunan yang bernuansa keamanan. Penyelenggaraan manajemen pembinaan keamanan berdasarkan Renstra Polri 2010-2014. Polri harus mampu beradaptasi dengan segala perubahan dan perkembangan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat. Polri harus memiliki pandangan kedepan yang mampu membimbing dan dan memberikan arah pengembangan dan kemajuan yang lebih tinggi di banding dengan intensitas permasalahan yang dihadapi. Dalam menghadapi perubahan yang cepat. responsif dan tidak diskriminatif. Penguatan Akuntabilitas. b) Memberikan perlindungan. 4) Informasi tentang hasil (Information on result) 5) Adanya indicator kinerja (Performance Indicator). 2) Menyediakan anggaran yang berdasarkan tingkat kinerja yang diinginkan. Di tengah dinamika yang begitu pesat Polri menghadapi tantangan yang semakin berat dan kompleks yang akhirnya memperluas bentang tugas Polri. 1) Membangun dan menerapkan suatu perencanaan dengan mendasarkan pada tugas peran serta keinginan para Stakeholder.

6) Terjaminya roda pemerintahan dan roda demokrasi yang kondusif baik tingkat pusat maupun tingkat daerah agar terciptanya pemerintahan yang kredibel. memelihara dan memantapakan kepercayaan masyarakat terhadap Polri yang telah tergelar melalui strategi Trust Building sebagai mana yang telah tercapai pada Renstra Polri 2005-2009. b. baik dalam maupun luar Negeri dalam Sistem Sinergi Polisonal Inter Departemen (Sis Spindep). 3) Tergelarnya operasional baik preemtif maupun preventif dalam satuan satuan kewilayahan. meningkatnya penuntasan kasus kriminalitas 4 (empat) jenis kejahatan yaitu kejahatan Konvensional. proporsional. 8) Tergelarnya struktur organisasi Polri yang berorintasi tugas pokok Polri dengan memperhatikan postur kekuatan Polri yang telah tergelar yaitu semakin ramping di tingkat atas dan efisien dalam pemberdayaan pelayanan di dibawah tingkat Polres dan Polsek sebagai tolak ukuran referensi. 4) Tanggulanginya trend perkembangan kejahatan. c. 7) Terwujudnya keamanan dalam negeri yang semakin kondusif agar mampu mendorong dan mampu menciptakan iklim usaha yang dipercaya dalam rangka meningkatakan pertumbuhan ekonomi dalam Negeri. 2) Terbangunnya kerjasama dengan masyarakat dalam wadah Perpolisian Masyarakat (Polmas) dan kemetrian / lembaga.c) Menjaga Kamtibcarlantas untuk menjamin keselamatan dan kelancaran arus Orang dan barang. Tujuan 1) Tecapainya kepercayaan masyarakat terhadap Polri dalam bentuk kepuasan masyarakat atas perlindungan. obyektif. g) Megelola secara profesional. transnasional terhadap kekayaan Negara yang berimplikasi kontijensi. transparan dan akuntabel untuk menjamin kepastian hukum dan rasa keadilan. f) Menegakan hukum secara profesional. transparan . akuntabel dan modern seluruh sumber daya Polri guna mendukung operasional tugas Polri. pengayoman dan pelayanan. e) Mengembangakan Perpolisian Masyarakat yang berbasis pada masarakat yang patuh hukum. 5) Terwujudnya Good Governance dalam lembaga Kepolisian dengan pemberdayaan Kepolisian nasional yang independent. . d) Menjamin keberhasilan penaggulangan gangguan keamanan dalam Negeri. Strategi 1) Meneruskan.

5) Membanggun sistim penegakan hukum yang terpadu guna mempersempit gerak kejahatan guna merumuskan pedoman pemahaman masyarakat patuh hukum sehingga tertangganinya kasus kriminalitas yang mencakup 4 (empat) golongan jenis kejahatan yaitu kejahatan konvesional. mengutamakan kepentingan umum dan memperhatikan herarki yaitu : a) TNI Mendekatkan TNI khususnya dalam penanganan separatisme yang nyata-nyata menganggu eksistensi Bangsa dan Negara. b) Pemerintah Daerah (1) Mendukung terwujudnya Good Governance dan Clean Government pada instansi Pemerintahan. menjunjung tinggi HAM. (1) Dalam hal penelitian berkas perkara. preventif dengan memperbanyak frekuensi keberadaan Polri sebagai pengemban fungsi diskresi pada satuansatuan kewilayahan dalam mewujudkan keamanan dalam segala lini kehidupan tidak terkecuali wilayah perbatasan negara sampai dengan pulau pulau kecil terluar berpenghuni. (2) Kerjasama dalam mendorong pelaksanaan tuntutan dan eksekusi maksimal khususnya hukuman bagi terpidana kejahatan narkoba dan terorisme. terhadap kekayaan negara dan yang berimplikasi kontijensi. 4) Mengelar kekuatan Polri di tengah-tengah masyarakat dalam rangka tindakan preemtif. dilakukan koordinasi sehingga tidak terjadi bolak-balik berkas perkara. penguatan tingkat menegah di Polda di bawah di tingkat Polres dan Polsek. bermoral dan berkinerja secara profesional sehingga tampilan Polri di lapangan benar-benar sebagaimana yang diharapkan masyarakat menjadi Polri yang berpenampilan protagonis. 6) Menjalin sinergi penyelenggaraan keamanan dan penegakan hukum dengan masyarakat dan institusi / lembaga baik dalam maupun luar negeri yang memperhatikan sifat hubungan kerjasama atas dasar sendi-sendi hubungan fungsional. dalam pelaksanaan komando pengendalian operasi berada pada Polri.2) Melanjutkan langkah reformasi Polri menuju lembaga Kepolisian sipil yang dipercaya masyarakat dengan melakuakan pembenahan interen terutama pada aspek kultural dalam mewujudkan Polri yang berwibawa. saling menghormati. (2) Mensinergikan program pemeliharaan keamanan daerah dan pelaksanaan ketentraman serta ketertiban masyarakat. c) Institusi penegak hukum pidana lainnya. transnasional. . supermasi hukum dan demokratisasi. saling membantu. 3) Memulihkan kebijakan penggelaran sturktur organisasi Polri yang berorintasi pada strategi struktur organisasi Polri yaitu semakin ramping di tingkat atas.

Sasaran Strategi 1) Terwujudnya kerjasama antara Polri dengan berbagai komunitas di lingkungan masyarakat yang peduli terhadap setiap permasalahan yang sedang atau mungkin berkembang di tengah-tengah masyarakat sehingga sejak dini dapat diantisipasi pemecahan masalah agar tidak berkembang menjadi gangguan nyata.(3) Kerja sama dengan pengadilan. baik dalam perpanjangan penahanan. . dalam kegiatan penitipan tahanan dalam hal pembinaan dan pengawasan narapidana. (8) Lembaga keuangan pemerintah / swasta. izin penyitaan dan persetujuan penyitaan. Kerjasama dengan organisasi profesi yang bertujuan : (a) Menyempurnakan reformasi Polri dalam bidang manajemen dan sumber daya. Kerjasama dengan Pusat Pengawasan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Bank Indonesia (BI) dalam hal pemberantasan kejahatan keuangan dan perbankan yang memanfaatkan kecanggihan transaksi perbankan. (4) Kerja sama dengan lembaga pemasyarakatan. Kerjasama ini akan semakin memperkuat Kepolisian secara keseluruhan dalam pemberantasan kejahatan sektor keuangan dan moneter dalam rangka memelihara stabilitas ekonomi dan memantapkan pemulihan perekonomian nasional. (7) Masyarakat dan organisasi kemasyarakatan. (5) Menjalin kemitraan dengan penasehat hukum dan LSM peduli hukum terhadap akses keadilan bagi masyarakat miskin dan terpinggiran. dalam rangka mempercepat proses peradilan penyidikan yang memerlukan surat ketetapan peradilan. 8) Menyempurnakan fungsi Komisi Kepolisian Nasional sesuai dengan Undang-Undang untuk mendukung pelaksanaan tugas Polri sehingga terwujudnya Good Governance dalam lembaga Kepolisian. (b) Mengatasi kejahatan transnasional dan eksploitasi lingkungan dalam wadah kesepahaman internasional atau antar negara dengan negara. (9) Organisasi Profesi. Pemda serta kelompok masyarakat peduli hukum dan keadilan dalam menghadapi gangguan keamanan yang bersifat spesifikasi tehnis. (6) Kerja sama dengan intitusi penegakan hukum dan kemitraan / lembaga yang membawahi PPNS. d. 7) Memelihara keamanan dalam negeri dengan mengutamakan pola bertindak preventif dari pada represif sehingga terwujud situasi kamtibmas yang kondusif yang pada akhirnya dapat menumbuhkan kepercayaan dunia.

pengayom dan pelayan masyarakat. b) Mendekatkan pelayanan Polri kepada masyarakat dengan mengandalkan Polsek. c) Memperhatikan hak-hak tersangka yang berdasarkan pada azas praduga tak bersalah sehingga secara berkala menyampaikan kepada keluarga tersangka tentang perkembangan hasil penyidikan. bahkan kejahatan sudah merambah pada dunia maya. 4) Terwujudnya pelayanan secara mudah. 9) Terwujudnya suatu Sistem Hukum Kepolisian yang kokoh dalam rangka membentengi segala upaya pihak-pihak tertentu yang menginginkan kedudukan Polri di bawah salah satu Departemen termasuk isu strategis tentang Keamanan Nasional sehingga bergulir upaya untuk meninjau ulang Undang-Undang yang mengatur kewenangan Polri. 5) Terwujudnya kemitraan antara Polri dengan Kementerian/ Lembaga lainnya baik dalam maupun luar negeri dalam rangka sinergi keamanan yang berorientasi pada tindakan proaktif daripada tindakan reaktif. memelihara Kamtibmas dan pengegakan hukum. dengan perlindungan dan pengayoman. d) Proses penerimaan anggota Polri dilaksanakan secara transparan dengan melibatkan unsur-unsur terkait dari kalangan akademisi. 6) Terlaksananya peran serta media massa dalam rangka pencitraaan Polri atas hal-hal yang telah dicapai Polri dalam melaksanakan tugas pokoknya selaku pelindung. 7) Tergelarnya peralatan berbasis teknologi dalam menghadapi berbagai trend kejahatan yang berkembang dengan semakin canggihnya kejahatan. sampai pada pengendalian peristiwa gangguan nyata. melakukan komunikasi persuasif. tokoh masyarakat dan tokoh agama. . Gardu Waspada (Garda) pengganti siskamling dan Swadaya Penjagaan Obyek Tertentu (SPOT). sehingga memerlukan suatu kemampuan peralatan yang sebanding dalam melakukan deteksi terhadap kejahatan berdimensi baru tersebut. sebagai ujung tombak pelayanan keamanan dan Polres sebagai Kesatuan Operasional Dasar terutama pelayanan di bidang administrasi dan operasional. 8) Tercapainya jumlah personel Polri pada ratio 1 : 584 sesuai pertumbuhan penduduk sehingga intake personel hanya dilaksanakan untuk mempertahankan jumlah ratio karena penyusutan / pensiun dan tahun 2010-2014 termasuk era peningkatan kualitas SDM Polri melalui Dikjur di SPN-SPN dan pendidikan D3/S1 berkerjasama dengan perguruan tinggi setempat (in service training).2) Terwujudnya kepercayaan publik melalui program Quick Wins dengan sasaran : a) Membangun sistem komunikasi Polri berbasis teknologi mulai dari kecepatan respon terhadap setiap panggilan dan permintaan bantuan dari masyarakat. 3) Terwujudnya kemitraan antara Polri dengan penyelenggara keamanan antara lain dengan Barisan Keamanan Desa (Barikade) sebagai pengganti Kamra. responsif dan tidak diskriminatif khususnya terhadap korban akibat tindak kejahatan agar proses penegakan hukum dapat yang berjalan secara obyektif.

c) Menyelenggarakan program pendidikan S1 untuk seluruh Brigadir yang dilaksanakan secara bertahap terutama di bidang ilmu sosial. yang didukung dengan sistem pendidikan nasional yang mantap. secara bertahap hingga menyentuh satuan-satuan kewilayahan. a) Memberdayakan personel Polri yang telah mencapai ratio terhadap pertumbuhan penduduk pada 1 : 584 sehingga intake personel hanya dilaksanakan untuk mempertahankan jumlah ratio karena penyusutan yang pensiun (zero growth). Kebijakan Nasional. bekerjasama dengan Universitas Terbuka (UT). serta kelanjutan penataan sistem hukum nasional. c) Terwujudnya kehidupan bangsa yang lebih demokratis ditandai dengan membaiknya pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah serta kuatnya masyarakat sipil dan partai politik dalam kehidupan berbangsa. d) Meningkatnya kesejahteraan rakyat yang ditunjukkan oleh membaiknya berbagai indikator pembangunan sumber daya manusia. f) Membangun sistem pemeliharaan peralatan Polri melalui sistem sewa (outsourcing). . tercapainya konsolidasi penegakan supremasi hukum dan penegakan HAM. b) Meningkatkan kesadaran dan penegakkan hukum. meningkatnya ilmu pengetahuan dan teknologi. d) Meningkatkan kehadiran Polisi terutama pengemban diskresi tingkat Brigadir di tengah-tengah masyarakat. 2) Polri.e. e) Membangun Ilmu Pengetahaun Kepolisian (Iptekpol) melalui Pogram Pengembangan Teknologi Kepolisian (Probangtekpol). 1) Nasional : a) Terwujudnya kondisi Indonesia yang aman dan damai di berbagai daerah dengan meningkatkan kemampuan dasar pertahanan dan keamanan negara yang ditandai dengan peningkatan kemampuan postur dan struktur pertahanan negara serta peningkatan kemampuan lembaga keamanan Negara. f) Pengelolaan sumber daya alam dan pelestarian fungsi lingkungan makin berkembang melalui penguatan kelembagaan dan peningkatan kesadaran masyarakat yang ditandai dengan berkembangnya proses rehabilitasi dan konservasi sumber daya dan lingkungan hidup. b) Membangun era peningkatan kualitas personel Polri dengan menggantikan fungsi SPN dari service training menjadi in service training dengan memberikan pendidikan kejuruan teknis di SPN. e) Meningkatnya daya saing perekonomian melalui penguatan industri manufaktur sejalan dengan penguatan pembangunan pertanian dan pembangunan kelautan serta sumber daya alam lainnya sesuai potensi daerah secara terpadu.

merupakan metoda untuk menangkal agar faktor-faktor korelatif kriminogen atau potensi gangguan tidak berkembang menjadi police hazard atau ambang gangguan dan ancaman faktual atau gangguan nyata. Bentuk implementasinya antara lain : . i) Membangun secara terpadu dalam suatu sinergi kerjasama dengan institusi penegakan hukum dan departemen yang membawahi PPNS. m) Membangun Badan Kemitraan Polisi dan Masyarakat (BKPM) serta Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) secara bertahap. h) Membangun kekuatan berbasis teknologi yang terintegrasi pada kemampuan forensik. penguatan di tingkat Polda sebagai Kesatuan Induk Penuh (KIP) serta semakin efisien dan efektif pada pemberdayaan pelayanan di tingkat Kesatuan Operasional Dasar (KOD) dan Polsek. q) Membangun Polri selaku alat negara yang menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta bertugas melindungi. memberikan pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat yang memerlukan keahlian dan keterampilan secara profesional. Metode Pembinaan Kamtibmas. l) Melembagakan Sistem Sinergi Polisional Inter Departemen (Sis Spindep). k) Membangun kekuatan penanggulangan Transnational Crime. menggantikan istilah Satpam menjadi Swadaya Penjagaan Obyek Tertentu (SPOT) dan Siskamling menjadi Gardu Waspada (Garda) dan Kamra menjadi Barisan Keamanan Desa (Barikade). n) Memperkuat pengamanan masyarakat di garis perbatasan dan pulau terdepan.g) Mewujudkan restrukturisasi organisasi Polri yang semakin ramping di tingkat atas pada tataran Mabes Polri. j) Mengkonsolidasikan potensi keamanan. o) Menekan angka kejahatan konvensional. f. VI dan VII / MPR / 2000 serta Undang-undang Republik Indonesia Nomor 2 tahun 2002 khususnya berkaitan dengan Polri dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat. p) Melembagakan mekanisme mediasi antara proses penyelidikan dengan penyidikan. yaitu : 1) Preemtif. Penyelenggaraan Binkamtibmas dilaksanakan dengan mengembangkan tiga metode. r) Memperkuat landasan hukum formal wewenang Polri sesuai Tap MPR No. menegakkan hukum. Identifikasi dan Piknas dalam rangka penyidikan kejahatan secara ilmiah (Crime Scientific Investigation). mengayomi dan melayani masyarakat dan menegakkan hukum sebagaimana pasal 30 UUD 1945 yang mengamanatkan bahwa tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha keamanan negara melalui sistem keamanan rakyat semesta.

merupakan metoda untuk mencegah dan menjaga agar police hazard atau ambang gangguan tidak berkembang menjadi ancaman faktual atau gangguan nyata. sebab pada dasarnya semua kebijakan yang diambil dan diterapkan oleh dan di sektor masing-masing. peredaran gelap / penyalahgunaan narkoba. perampokan. pelarian DPO. c) Penggalangan kepada tokoh-tokoh masyarakat agar lebih peduli dan lebih berperan dalam mempengaruhi dan mendorong warga masyarakat dalam pemeliharaan Kamtibmas. pencurian kekayaan laut. senantiasa berimplikasi dan bermuara pada permasalahan Kamtibmas. merupakan metode untuk menertibkan dan mendidik warga masyarakat yang melanggar hukum. Bentuk implementasinya antara lain : a) Razia di lokasi / kawasan tertentu yang diduga kuat sebagai tempat terjadinya pelanggaran hukum. c) Pengawalan terhadap obyek-obyek tertentu yang rawan menjadi sasaran atau penyebab bagi terjadinya ancaman dan gangguan Kamtibmas. senpi / handak ilegal. dan lancar. 2) Preventif. Bentuk implementasinya antara lain : a) Pengaturan di jalan-jalan umum dalam rangka menciptakan lalu lintas yang aman. dlsb). di tempat-tempat hiburan (untuk kasus susila. melindungi dan memberi rasa aman kepada masyarakat serta memperkecil peluang bagi terjadinya ancaman dan gangguan Kamtibmas. d) Pendekatan kepada Linsek terkait agar dalam penyusunan kebijakan dan program di sektor masingmasing tidak mengabaikan atau mengesampingkan aspek Kamtibmas. b) Operasi penindakan hukum. dan menjamin kepastian serta tetap tegaknya hukum. di pelabuhan (untuk kasus penyelundupan. memulihkan keadaan yang terganggu. imigran gelap. seperti : . b) Penjagaan di tempat-tempat / obyek rawan (police hazard) dalam rangka melindungi dan memberi rasa aman kepada masyarakat serta memperkecil peluang bagi terjadinya ancaman dan gangguan Kamtibmas. dlsb). dlsb). seperti di jalan raya (untuk kasus pelanggaran lalu lintas. d) Patroli di tempat-tempat rawan / police hazard dalam rangka memantau dan mengawasi perkembangan keadaan.a) Penyuluhan dan penerangan Kamtibmas kepada masyarakat dalam rangka membangun dan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pemeliharaan kamtibmas. di perairan laut (kasus penyelundupan. 3) Penegakan hukum. b) Pembimbingan terhadap warga masyarakat yang potensial menjadi pelaku atau korban pelanggaran hukum dalam rangka meminimalkan terjadi atau terulangnya kembali kasus-kasus pelanggaran hukum. dlsb). tertib. penyelundupan. terutama di lingkungan masing-masing.

penggelapan. dlsb). pelanggaran batas wilayah. baik yang menyangkut personel (brain ware). operasi miras. dlsb). operasi pemulihan daerah konflik). operasi pornoaksi). illegal trading). money laundring. penghinaan. operasi senpi. pengrusakan. operasi cybercrime). pelanggaran Pilkada. trading crime. perompakan. (3) Operasi dalam rangka memberi kepastian akan rasa aman (misalnya : operasi premanisme. dan kemampuan operasional yang tinggi dari segenap kekuatan Kamtibmas agar mampu menangkal. c) Kejahatan terhadap kekayaan negara (antara lain : korupsi. illegal logging. illegal fishing. senpi / handak. narkoba. penculikan. penistaan agama. sehingga . (2) Operasi dalam rangka penegakan komitmen dan moral bangsa (misalnya : operasi judi. 4) Penyidikan terhadap kasus-kasus pelanggaran hukum. operasi illegal fishing. penyerobotan. pengancaman / intimidasi. dan penyuluhan. b) Pembinaan kekuatan utama. financial crime. Pola Pembinaan Kamtibmas. atau sekurang-kurangnya tidak berbuat hal-hal yang dapat mengganggu Kamtibmas di lingkungannya. d) Kejahatan yang dapat berimplikasi kontinjensi (antara lain : perkelahian antar kelompok. business crime. economic crime. pencurian. meliputi : a) Kejahatan konvensional (antara lain : pembunuhan. penipuan. yaitu pembinaan terhadap institusi Polri. yaitu pembinaan terhadap warga masyarakat. yang diarahkan untuk mewujudkan tingkat kesiagaan. serta sistem yang diterapkan (soft ware). yaitu : 1) Pembinaan kekuatan. yang dilakukan dalam wujud pembimbingan. cyber crime. pemerasan. (4) Operasi dalam rangka pembelaan terhadap hak kekayaan intelektual (misalnya : operasi VCD bajakan. operasi penyelundupan. illegal mining. operasi pornografi. sarana prasarana (hard ware). penyelundupan. operasi buku / barang cetak bajakan. sehingga terwujud kesadaran dan partisipasi aktif dalam pemeliharaan Kamtibmas serta kemampuan untuk mengamankan diri sendiri dan lingkungannya. penganiayaan. yang meliputi : a) Pembinaan kekuatan dasar. operasi sajam. penerangan. kesiapan. baik sebagai perorangan maupun kelompok terorganisir. operasi korupsi. dlsb). pemalsuan. operasi kejahatan-kejahatan finansial/valas. mencegah. operasi illegal trading.(1) Operasi dalam rangka penyelamatan aset dan kekayaan negara (misalnya : operasi illegal logging. b) Kejahatan transnasional (antara lain : terorisme. dan menanggulangi segala macam / bentuk ancaman dan gangguan Kamtibmas. operasi illegal minning. operasi narkoba. Pembinaan Kamtibmas diselenggarakan dengan memadu-sinergikan dua pola orientasi. pembakaran. industrial crime. operasi handak. tindak pidana perhubungan / telekomunikasi). perkosaan. g.

sedangkan personel pelaksananya dari Kesatuan Kewilayahan dengan atau tanpa back-up dari pusat (Mabes Polri). c) Pembinaan kekuatan pendukung. b) Kegiatan Kepolisian Kegiatan Kepolisian merupakan penyelenggaraan operasional Polri sehari-hari dalam rangka menjaga dan memelihara situasi keamanan dan ketertiban masyarakat melalui kegiatan preemtif. mencegah. penegak hukum. (2) Operasi kewilayahan kendali pusat. Adalah operasi Kepolisian yang direncanakan dan dikendalikan oleh Mabes Polri. preventif dan represif. dan menanggulangi berbagai bentuk ancaman dan / atau gangguan Kamtibmas. pengayom. sehingga mampu menjalankan tugasnya sesuai dengan peran dan fungsinya masing-masing. dengan pelibatan personel terdiri dari personel Mabes Polri sepenuhnya atau dengan melibatkan personel satuan Kewilayahan. Kegiatan kepolisian dilaksanakan oleh seluruh kesatuan Polri mulai dari tingkat pusat sampai tingkat kewilayahan yang dapat didukung oleh pengemban fungsi Kepolisian lainnya sesuai dengan Peraturan Perundang-Undangan. dan bentuk-bentuk pengamanan swakarsa). yang digelar dalam bentuk operasi kepolisian. . pelindung. dan profesional. Kegiatan Kepolisian dilaksanakan melalui proses manajemen oleh seluruh kesatuan kerja pengemban fungsi operasional Kepolisian mulai dari tingkat pusat sampai dengan tingkat kewilayahan yang dapat didukung oleh fungsi pembinaan. efisien. penyidik pegawai negeri sipil. (3) Operasi Kepolisian Mandiri Kewilayahan Adalah Operasi yang direncanakan dan dikendalikan oleh kepala kesatuan kewilayahan. dengan pelibatan kekuatan personel satuan tugas sepenuhnya dari kesatuan kewilayahan. 2) Penggunaan kekuatan. yaitu pembinaan terhadap unsur-unsur pengemban fungsi kepolisian yang membantu Polri (dalam hal ini kepolisian khusus. Adalah Operasi Kepolisian yang direncanakan dan dikendalikan oleh Mabes Polri. merupakan pengerahan kekuatan Kamtibmas untuk menangkal. yaitu : a) Operasi kepolisian yang terdiri dari : (1) Operasi kepolisian terpusat. Kendali pasukan di lapangan sepenuhnya dilaksanakan oleh Kasatwil selaku Kaopsda. dan pelayan masyarakat secara efektif.mampu menjalankan fungsi dan perannya selaku alat negara pemelihara keamanan dan ketertiban masyarakat. dengan atau tanpa back up dari pusat (Mabes Polri).

.

(8) Menyelenggarakan identifikasi Kepolisian. (13) Melakukan tugas lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan. (11) Memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan kepentingannya dalam lingkup tugas kewenangan Kepolisian. masyarakat dan lingkungan hidup dari gangguan dan atau bencana termasuk memberikan bantuan dan pertolongan dengan menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia. IMPLEMENTASI MANAJEMEN PEMBINAAN KEAMANAN DALAM PENGAMANAN KEGIATAN KENEGARAAN DAN KEGIATAN KEMASYARAKATAN Stabilitas keamanan merupakan kebutuhan hakiki masyarakat di dunia termasuk masyarakat di Indonesia. harta benda.Bentuk-bentuk kegiatan kepolisian meliputi : (1) Melakukan penyelidikan. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia berkewajiban untuk melaksanakan pembinaan keamanan dan mewujudkan situasi dan kondisi keamanan negara yang kondusif guna mendukung kelancaran dan mewujudkan pembangunan nasional Indonesia. penjagaan. (10) Melayani kepentingan warga masyarakat untuk sementara sebelum ditangani oleh instansi dan atau pihak yang berwenang. VI. ketertiban dan kelancaran lalu lintas di jalan. pengawasan dan pembinaan teknis terhadap Kepolisian khusus. Untuk menjamin tercipta dan terpeliharanya stabilitas keamanan di dalam negeri diperlukan upaya-upaya pengelolaannya. (2) Membina masyarakat untuk meningkatkan partisipasi. Kepolisian Negara Republik Indonesia berdasarkan Undang-undang No. (7) Melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap semua tindak pidana sesuai dengan hukum acara pidana dan peraturan perundang-undangan lainnya. Dalam konteks penciptaan . (4) Menyelenggarakan segala kegiatan dalam menjamin keamanan. (3) Melaksanakan pengaturan. pengamanan dan penggalangan. pengawalan dan patroli terhadap kegiatan masyarakat dan pemerintah sesuai kebutuhan. (12) Menyelenggarakan kegiatan Kepolisian masyarakat (community policing). Kedok-teran Kepolisian. (5) Memelihara ketertiban dan menjamin keamanan hukum. (6) Melakukan koordinasi. kesadaran dan ketaatan hukum dan peraturan Perundang-undangan. penyidik pegawai negeri sipil dan bentuk-bentuk pengamanan swakarsa. (9) Melindungi keselamatan jiwa raga. laboratorium forensik dan psikologi Kepolisian untuk kepentingan tugas Kepolisian.

: R / Renops / 1877 / VIII / 2008 tanggal 13 Agustus 2008 yang disusun berdasarkan perkembangan hakekat ancaman yang kemungkinan terjadi pada setiap tahapan penyelenggaraan Pemilu tahun 2009. pengorganisasian. ambang gangguan dan gangguan nyata) yang kemungkinan akan terjadi melalui prinsip-prinsip manajemen yang dimulai dari perencanaan. Untuk mewujudkan tindakan Kepolisian yang cepat. maka telah direncanakan hal-hal sebagai berikut : a. terselenggaranya perlindungan. Perencanaan. Pola-pola pengamanan yang dilaksanakan Polri pada pelaksanaan pengamanan setiap kegiatan kenegaraan seperti Pengamanan Pemilu. Personel pengamanan Pelibatan personel dalam pelaksanaan tugas pengamanan penyelenggaraan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden tahun 2009 memperhatikan kualitas dan kuantitas sesuai dengan fungsi dan perannya. No. pelaksanaan dan pengawasan serta pengendalian. efektif dan efisien dalam menghadapi berbagai dinamika perkembangan situasi Kamtibmas. b. Upaya . 23. tegaknya hukum. pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat dengan menjunjung tinggi hak azasi manusia. efektif dan efisien. c. dengan penentuan cara bertindak yang telah dipilih dari beberapa alternatif terhadap setiap perkembangan yang terjadi sehingga diharapkan Polri mampu mengantisipasi segala bentuk hakekat ancaman (potensi gangguan. Perencanaan adalah merupakan titik awal dalam menyusun pola pengamanan sebagai contoh pelaksanaan Pemilu tahun 2009 yang baru saja berakhir dengan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden pada tanggal 20 Oktober yang baru lalu diawali dengan adanya penyusunan Rencana Operasi Mantap Brata-2008 pengamanan Pemilihan Umum tahun 2009 termasuk perubahannya.dan keamanan tersebut ketentuan perundang-undangan telah mengamanatkan kepada Polri untuk mewujudkan keamanan dalam negeri yang meliputi terpeliharanya ketertiban masyarakat. Pemilihan Kepala Daerah dan kegiatan kemasyarakatan seperti pengamanan hari raya Idhul Fitri dan tahun baru serta kegiatan masyarakat lainnya harus dapat mengantisipasi secara cepat. Pol. Tugas Pokok Tugas pokok Polri yang merupakan implementasi manajemen pembinaan keamanan dalam pengamanan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden tahun 2009 dirumuskan sesuai hakekat ancaman yang akan dihadapi dalam seluruh proses penyelenggaraan Pemilu. Perkiraan Ancaman Perkiraan ancaman disusun berdasarkan analisa dan evaluasi terhadap pelaksanaan Pemilu yang lalu dengan memperhatikan perkembangan secara komprehensif berbagai aspek kehidupan masyarakat dan dinamika politik pada penyelenggaraan Pemilu 2009.

Kepala Satuan Tugas Penindakan (Wakakorbrimob Polri). k. d. Penanggungjawab Kebijakan Operasi (Kapolri). e. Strategi mewujudkan situasi yang kondusif Strategi yang digunakan Polri dalam mewujudkan situasi yang kondusif pada seluruh tahapan kegiatan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden tahun 2009 adalah : 1) Sebelum penyelenggaraan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden tahun 2009 digelar operasi kepolisian cipta kondisi. Kepala Satuan Tugas Intelijen (Dir ”A” Baintelkam Polri). e. Kepala Sekretariat Operasi (Karo Renmin Babinkam Polri). 2) Pada saat penyelenggaraan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden tahun 2009 dilaksanakan operasi kepolisian Mantap Brata-2008.untuk menjamin kualitas personel yang dilibatkan antara lain dilakukan melalui kegiatan Latpraops OMB-2008. . f. d. h. Pengorganisasian Kegiatan pengamanan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden pada tahun 2009 dilaksanakan melalui operasi kepolisian Mantap Brata-2008 dengan struktur sebagai berikut : a. Sarana dan Prasarana Sarana dan prasarana pendukung pelaksanan tugas oleh personel Polri dalam pelaksanaan pengamanan penyelenggaraan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden tahun 2009 didukung alut dan alsus yang tersedia sesuai dengan kebutuhan dan disesuaikan dengan fungsi dan peran masing-masing komponen operasi. Kepala Operasi (Kababinkam Polri). Kepala Satuan Tugas Preventif (Dir Samapta Babinkam Polri). Kepala Perencanaan dan Pengendalian Operasi (Deops Kapolri). 24. i. Wakil Penanggungjawab Kebijakan Operasi (Wakapolri). Wakil Kepala Operasi (Wakababinkam Polri). j. Kepala Satuan Tugas Penegakan Hukum (Dir I / Kamtrannas Bareskrim Polri). b. g. Kepala Administrasi Operasi (Kabag Opslat Rorenmin Babinkam Polri). c. 3) Pasca Pemilu Presiden dan Wakil Presiden tahun 2009 dilaksanakan kegiatan kepolisian sesuai dengan tugas dan peran masing-masing fungsi kepolisian.

Jaringan Komunikasi 1) Perhubungan menggunakan jaringan komunikasi yang tersedia di Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops Polri). Pelaksanaan Dalam pelaksanaan pengamanan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden pada tahun 2009. Kepala Satuan Tugas Pengamanan. Dir Poludara Babinkam Polri dan Pusdokkes Polri). Polri telah mampu bersikap netral. n. Polri telah mampu mewujudkan kesiapsiagaan operasional. c. . Patroli dan Parkir (Dir Lantas Babinkam Polri). Komando 1) Penentuan dan pengendalian kebijakan Operasi berada pada Kapolri sehari-hari dilaksanakan oleh Kababinkam Polri. Kepala Satuan Tugas Pam VVIP / VIP (Dir Pam Obsus Babinkam Polri). b. Polri telah melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan sesuai dengan tahapannya dengan indikator sebagai berikut : a. lancar dan sesuai jadwal. o.l. 2) Komando Operasi di tingkat kewilayahan berada pada Kapolda. m. Sistem Pelaporan 1) Pelaporan hasil pelaksanaan Operasi kepada Kapolri selaku Penanggung Jawab Kebijakan Operasi dilaksanakan melalui Kababinkam Polri selaku Kaops berdasarkan sistem pelaporan yang ditentukan. d. c. 2) Pengawasan terhadap pelaksanaan Operasi di lapangan dilaksanakan secara berjenjang oleh Satuan Kewilayahan dan kompartemen pengawasan internal Polri. Pengawalan. 25. p. Kepala Operasi Daerah (para Kapolda). b. Polri telah mampu mewujudkan situasi dan kondisi yang kondusif pada semua tahapan Penyelenggaraan Pemilu sehingga secara keseluruhan Pemilu 2009 dapat berlangsung aman. Kepala Satuan Tugas Provost dan Pengamanan Internal (Kapuspaminal Polri). Kepala Satuan Tugas Bantuan Polri (Dir Polair. tertib. Komando dan Pengendalian a. Polri telah melaksanakan tugas secara profesional & proporsional. 26.

Dalam pelaksanaan manajemen pembinaan keamanan terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi yaitu : 1) Kekuatan (strength). 3 Kebayoran Baru Jakarta Selatan. 3) Pos Komando di Satuan Kewilayahan berada pada Biro Operasi masing-masing Polda.2) Pos Komando Pusat bertempat di Pusdalops Polri yang berkedudukan di Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia. c. karena adanya reformasi yang mendorong kemandirian Polri. kerjasama antar unsurunsur penegak hukum dalam CJS. kejahatan konvensional. Selain itu peluang yang dapat berpengaruh positif dalam upaya pembinaan keamanan antara lain adalah kemajuan Iptek. demokratisasi yang menyebabkan perubahan dalam pola pelaksanaan tugas-tugas Polri menjadi lebih protagonis dan penghormatan terhadap HAM yang menjadi acuan dalam setiap pelaksanaan tugas Polri khususnya penegakan hukum sehingga Polri menjadi lebih humanis. akibatnya tujuan pembinaan keamanan belum dapat diwujudkan secara maksimal. PENUTUP 27. dlsb. masih kentalnya sifat-sifat primordialisme dan fanatisme sempit serta masih adanya kekeliruan dalam menginterprestasikan dan melaksanakan reformasi. 3) Tuntutan dan harapan masyarakat. globalisasi yang terjadi selain membawa pengaruh buruk juga dapat melahirkan peluang bagi Polri untuk menggalang kerjasama secara aktif dengan banyak negara dalam rangka pelaksanaan manajemen pembinaan keamanan. 2) Trend kejahatan. Trunojoyo No. Dalam pelaksanaan manajemen pembinaan keamanan saat ini masih ditemukan adanya beberapa kendala baik pada aspek perencanaan. Manajemen pembinaan keamanan tidak terlepas dari dimensi tantangan tugas yang dihadapi Polri. Jl. Kesimpulan. 4) Isue-isue strategis. kejahatan terhadap kekayaan negara dan kejahatan berimplikasi kontijensi. pelaksanaan maupun pada aspek pengawasan dan pengendalian. a. 4) Kendala (threat) yang dihadapi dalam pelaksanaan manajemen pembinaan keamanan antara lain timbulnya berbagai kasus-kasus pelanggaran hukum yang meliputi kejahatan transnasional. pengorganisasian. . meliputi : 1) Perkembangan Lingkungan Strategis. 2) Kelemahan (weakness) diantaranya ditunjukkan dengan masih banyaknya peraturan perundangundangan yang tumpang tindih. b. 3) Peluang (opportunity). VII.

serta penetapan rencana strategi untuk mewujudkan situasi yang kondusif pada setiap pelaksanaan pentahapan Pemilu. fungsi dan perannya. cipta kondisi kamtibmas. 2) Pengorganisasian yang menggambarkan struktur organisasi pelaksanaan operasi pengamanan dengan pembagian dan penjabaran tugas yang jelas. IMAN HARYATNA KOMISARIS JENDERAL POLISI Paaf : . personel dan satuan yang mampu melaksanakan tugas. efektif dan efisien sesuai fungsi dan peran masing-masing satuan tugas operasi baik di tingkat Pusat maupun daerah secara sinergis. 3) Penyelenggaraan manajemen pembinaan keamanan secara konsisten sesuai Renstra Polri 2010-2014.d. ambang gangguan dan gangguan nyata) yang mungkin dihadapi pada setiap pentahapan tersebut. 3) Pelaksanaan pengamanan seluruh tahapan kegiatan disesuaikan dengan hakekat ancaman (potensi gangguan. Implementasi manajemen pembinaan keamanan pada pengamanan kegiatan kenegaraan dan kegiatan kemasyarakatan disusun berdasarkan prinsip-prinsip manajemen yang meliputi : 1) Perencanaan yang menggambarkan perkiraan ancaman pada setiap pelaksanaan pentahapan. Manajemen pembinaan keamanan yang diharapkan dapat dicapai melalui upaya-upaya yang dilaksanakan yaitu : 1) Penerapkan landasan teori dan prinsip-prinsip manajemen yang disesuaikan dengan konsep kamdagri sesuai rumusan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. e. pemenuhan sarana prasarana. kebutuhan personel pengamanan. Jakarta. perumusan tugas pokok dan pelaksanaannya. 2) Memperhatikan kedudukan dan peran Polri dalam ketatanegaraan Republik Indonesia. 4) Komando dan pengendalian dilaksanakan untuk menjamin bahwa pelaksanaan manajemen pembinaan keamanan dapat berjalan sebagaimana mestinya dengan memberdayakan sistem pelaporan dan jaringan komunikasi. 12 Juli 2010 KEPALA BADAN PEMBINAAN KEAMANAN POLRI Drs.

.. Perkiraan Intelijen Keamanan Polri tahun 2010-2014...H..... Konseptor / Kabag Umum : .. Kataud : . Prof... 3. M.. S... DAFTAR PUSTAKA PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Panduan Pemasyarakatan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945. 2..... Undang-undang Republik Indonesia Nomor 17 tahun 2007 tentang RPJP (Rencana Pembangunan Jangka Panjang) 2005-2025.... Karorenmin : . Undang-undang Republik Indonesia Nomor 8 tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana...... Saleh Ali...... Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Pelayanan Publik...... Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 89 tahun 2000 tentang Kedudukan Kepolisian Negara Republik Indonesia.1.. Dr. Jenderal Polisi (Purn)...... Chaeruddin Ismail...... TAP MPR RI Nomor VII/MPR/2000 tentang Peran TNI dan Polri..... Wakababinkam Polri : . Kajian Komporasi Pembangunan Drs.H..... TAP MPR RI Nomor VI/MPR/2000 tentang Pemisahan TNI dan Polri...... BUKU-BUKU / MAKALAH Grand Strategi Polri tahun 2005-2025 dan Renstra Polri tahun 2010-2014..... .. 4.. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia....

Jenderal Polisi (Purn). Junaidi & Ghufron Mabruri. Pemikiran dan Masalah Kebijakan.Drs. Meneropong Indonesia 2020. Al Araf. Indonesia Abad XXI..H. Manajemen Pembinaan Keamanan 91 . Jakob Oetama. Soegeng Soerjadi Sukradi Rinakit. Indonesia 2020. Sebuah Sketsa Tentang Visi dan Strategi Dalam Kepemimpinan Manajemen Politik & Ekonomi. Rusdi Marpaung. M. Di Tengah Kepungan Perubahan Global.H. S. Dinamika Reformasi Sektor Keamanan. Manajemen Strategi Bagi Pengelola Intelijen Keamanan Polri. Chaeruddin Ismail. Riant Nugroho Dwidjowijoto.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful