P. 1
28546510 Makalah Sejarah Pemikiran Islam Sejarah Empat Mazhab Fiqih

28546510 Makalah Sejarah Pemikiran Islam Sejarah Empat Mazhab Fiqih

|Views: 60|Likes:

More info:

Published by: Muchammad Karunia Fadillah on Jul 08, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/16/2013

pdf

text

original

MAKALAH SEJARAH PEMIKIRAN ISLAM: Sejarah Empat Mazhab Fiqih

Disusun Oleh : Muh. Asroruddin / 095112032

A. PENDAHULUAN Belakangan ini penelitian tentang sejarah fiqih Islam mulai dirasakan penting. Paling tidak, karena pertumbuhan dan perkembangan fiqih menunjukkan pada suatu dinamika pemikiran keagamaan itu sendiri. Hal tersebut merupakan persoalan yang tidak pernah usai di manapun dan kapanpun, terutama dalam masyarakat-masyarakat agama yang sedang mengalami modernisasi. Di lain pihak, evolusi historikal dari perkembangan fiqih secara sungguh-sungguh telah menyediakan frame work bagi pemikiran Islam, atau lebih tepatnya actual working bagi karakterisitik perkembangan Islam itu sendiri. Kehadiran fiqih ternyata mengiringi pasang-surut perkembangan Islam, dan bahkan secara amat dominan, fiqih -- terutama fiqih abad pertengahan -- mewarnai dan memberi corak bagi perkembangan Islam dari masa ke masa. Karena itulah, kajian-kajian mendalam tentang masalah kesejahteraan fiqih tidak semata-mata bernilai historis, tetapi dengan sendirinya menawarkan kemungkinan baru bagi perkembangan Islam berikutnya. Jika kita telusuri sejak saat kehidupan Nabi Muhammad saw, para sejarahwan sering membaginya dalam dua priode yakni periode Mekkah dan periode Madinah. Pada periode pertama risalah kenabian berisi ajaran-ajaran akidah dan akhlaq, sedangkan pada periode kedua risalah kenabian lebih banyak berisi hukum-hukum. Dalam mengambil keputusan masalah amaliyah sehari-hari para sahabat tidak perlu melakukan ijtihad sendiri, karena mereka dapat langsung bertanya kepada Nabi jika mereka mendapati suatu masalah yang belum mereka ketahui.

1

Sampai dengan masa empat khalifah pertama hukum-hukum syariah itu belum dibukukan, dan belum juga diformulasikan sebagai sebuah ilmu yang sistematis. Kemudian pada masa-masa awal periode tabi'in (masa Dinasti Umayyah) muncul aliran-aliran dalam memahami hukum-hukum syariah serta dalam merespon persoalan-persoalan baru yang muncul sebagai akibat semakin luasnya wilayah Islam, yakni ahl al-hadis dan ahl al-ra'y. Aliran pertama, yang berpusat di Hijaz (Mekkah-Madinah), banyak menggunakan hadis dan pendapat-pendapat sahabat, serta memahaminya secara harfiah. Sedangkan aliran kedua, yang berpusat di Irak, banyak menggunakan rasio dalam merespons persoalan baru yang muncul. Perbedaan pendapat dalam lapangan hukum tersebut merupakan sebuah hasil penelitian (ijtihad), hal ini tidak perlu dipandang sebagai faktor yang melemahkan kedudukan hukum Islam, akan tetapi sebaliknya bisa memberikan kelonggaran kepada orang banyak sebagaimana yang disampaikan oleh Nabi pada sebuah hadis :

‫اختل ف اممممتى رحممممة )رواه المممبيهقى فمممى الرسمممالة‬ )‫العشعرية‬
Yang maksudnya : “Perbedaan pendapat di kalangan umatku adalah rahmat” (HR. Baihaqi dalam Risalah Asy’ariyyah). Ini berarti, bahwa orang bebas memilih salah satu pendapat dari pendapat yang banyak itu, dan tidak terpaku hanya kepada satu pendapat saja. Pada pembahasan selanjutnya akan dijelaskan tentang pengertian mazhab, latar belakang dan sejarah awal kemunculan mazhab-mazhab dalam fiqih, bilkhusus pada empat mazhab yaitu Mazhab Hanafi, Mazhab Maliki, Mazhab Syafi’i dan Mazhab Hambali serta beberapa hal lain yang berhubungan dengan keempat mazhab tersebut. B. POKOK PERMASALAHAN Sebelum sampai kepada pembahasan, terlebih dahulu penulis tentukan pokok permasalahan sebagai tolak ukur agar pembahasan tidak melabar dan menyimpang. Sebagai pokok permasalahan dalam makalah ini adalah

2

net/persoalan-seputar-mazhab. Sedangkan menurut istilah ushul fiqih. II/395)3. 1994: 208).” (Asy-Syakhshiyah Al-Islamiyah.Bagaimanakah latar belakang dan sejarah munculnya empat mazhab fiqih? Selain itu adalah apakah dasar-dasar hukum empat mazhab?. Jadi. yang saling terkait satu sama lain sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh (Nahrawi.hayatulislam. adalah pokok pikiran atau dasar yang digunakan oleh imam mujtahid dalam memecahkan masalah. I/12).com Http://www. Nahrawi. 1994: 208. 1 2 http://diaz2000. yang digali dari dalil-dalil syariat yang rinci serta berbagai kaidah (qawâ’id) dan landasan (ushûl) yang mendasari pendapat tersebut. Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani menegaskan dua unsur mazhab ini dengan berkata. (2) ushul fikih yang menjadi jalan (tharîq) yang ditempuh mujtahid itu untuk menggali hukum-hukum Islam dari dalil-dalilnya yang rinci2. 1995: 197). Menurut Muhammad Husain Abdullah (1995:197). Pengertian Mazhab Kata mazhab berasal dari bahasa Arab yaitu isim makan (kata benda keterangan tempat) dari akar kata dzahab (pergi) (Al-Bakri. “Setiap mazhab dari berbagai mazhab yang ada mempunyai metode penggalian (tharîqah al-istinbâth) dan pendapat tertentu dalam hukum-hukum syariat. karena bagaimanapun juga setiap imam mazhab pasti memiliki pendapat masing dalam hal pengambilan dan menetapkan pijakan dasar sebuah hukum. atau mengistinbatkan hukum Islam1. 1995: 197. I‘ânah ath-Thalibin. yaitu jalan (ath-tharîq) (Abdullah.multiply. mazhab adalah kumpulan pendapat mujtahid yang berupa hukum-hukum Islam.html 3 Ibid. C. “tempat pergi”. PEMBAHASAN 1. mazhab itu secara bahasa artinya. istilah mazhab mencakup dua hal: (1) sekumpulan hukum-hukum Islam yang digali seorang imam mujtahid. Secara terminologis pengertian mazhab menurut Huzaemah Tahido Yanggo. 3 . Abdullah.

Hal. Semoga Allah memberikan rahmat kepadanya. wara’. taqiy. 72 Mustofa Muhammad Asy Syak’ah. yang kemudian diikuti oleh ulama-ulama sesudahnya seperti Malik bin Anas. diriwayatkan bahwa khalifah Al-Manshur memberi minuman beracun kepada imam Abu Hanifah dan dia pun meninggal sebagai syahid. Bukhari. 1995. Pakar-pakar Fiqih sepanjang sejarah. Muslim dan lainnya6. 333 6 http://id. berikut akan dijelaskan lebih lanjut bagaimana pribadi dan pemikiran mereka. Metode ushul yang digunakan Abu Hanifah banyak bersandar pada ra’yun. yang ternyata banyak menimbulkan protes di kalangan para ulama yang tingkat pemikirannya belum sejajar dengan Abu Hanifah. a. Begitu pula halnya dengan istihsan yang ia jadikan sebagai sandaran pemikiran mazhabnya. Imam Syafi'i. ‘abid. setelah pada Kitabullah dan As Sunnah. di kota Kuffah pada masa Dinasti Umayyah4.wikipedia. shalat dan seterusnya.) Nama beliau yang sebenarnya adalah Imam Abu Hanifah alNu’man bin Sabit bin Zauti lahir pada tahun 80 H. Imam Hanafi (Tahun 80 – 150 H. Biografi Empat Imam Mazhab Fiqih Mengingat betapa masyhurnya nama keempat imam mazhab ini. 2001. Hal.2. Latar belakang kematiannya karena 4 5 Abdullah Musthafa Al-Maraghi. Islam Tidak Bermazhab. sebagaimana yang disampaikan dalam Kitab Al-Baar Adz-Dzahabi berkata. Abu Dawud. Imam Hanafi disebutkan sebagai tokoh yang pertama kali menyusun kitab fiqh berdasarkan kelompok-kelompok yang berawal dari kesucian (taharah).org/wiki/Abu_Hanifah 4 . mengudang reaksi kalangan ulama5. Pada akhir hayatnya Abu Hanifah diracuni. zuhud. Semua literatur yang mengungkapkan kehidupan Abu Hanifah menyebutkan bahwa Abu Hanifah adalah seorang ‘alim yang mengamalkan ilmunya. Kemudian ia bersandar pada qiyas. khusyu’ dan tawadhu’.

com/sarikata@yahoogroups. sehingga Al-Manshur melakukan pembunuhan itu. b. Karya-karya Imam Malik begitu banyak. Para ahli sejarah bersepakat beliau meninggal pada bulan rajab tahun 150 H dalam usia 70 tahun. Dalam sumber lain menyebutkan bahwa nama lengkap beliau adalah Malik bin Anas bin Malik bin Abu ‘Amir bin ‘Amr bin Al Harits bin Ghaiman bin Khutsail bin ‘Amr bin Al Harits Al Himyari Al Ashbahi Al Madani9.) 7 8 http://www. dengan julukan Abu Abdillah.wordpress.ada beberapa penyebar fitnah yang tidak suka pada Abu Hanifah. Abu Hanifah bersujud hingga beliau meninggal dalam keadaan bersujud7. Keistimewaan Al-Muwatta’ adalah bahwa Imam Malik merinci berbagai persoalan kaidah-kaidah fiqhiyah yang di ambil dari hadits-hadits dan atsar. di antaranya yang paling populer adalah Al Muwatta’ yang berarti ‘kemudahan’ atau ‘kesederhanaan’. Malik bin Anas lahir di Madinah pada tahun 93 H. ia menunjukan kepada 70 ahli fiqh Madinah8.org/wiki/Malik_bin_Anas 9 http://ulamasunnah.com/2008/02/04/ biografi-al-imam-malik-bin-anas/ 5 . Sejak muda ia sudah menghafal Al-Qur’an dan sudah nampak minatnya dalam ilmu pengetahuan. Ia dipandang ahli dalam berbagai cabang ilmu. Imam Syafi’i (Tahun 150 – 204 H. dan dalam penyusunannya ia menghabiskan waktu 40 tahun. c.html http://id. khususnya ilmu hadits dan fiqih. dan ada sebuah riwayat shahih mengatakan bahwa ketika merasa kematiannya dekat. Ia lahir pada tahun 93 H.com/msg08055. Ia menyusun kitab Al Muwaththa'.mail-archive. selama waktu itu.) Nama lengkapnya adalah Malik bin Anas Abi Amir al Ashbahi. Imam Maliki (Tahun 93 – 179 H. memberi keterangan palsu pada Al-Manshur.wikipedia.

Pada umur sekitar tujuh tahun Imam Syafi’i sudah menghafal Al-Qur’an. Sejarah Fiqih Islam Sebuah Pengantar. yang merupakan kakek dari kakek Nabi10. kehidupan sosial masyarakat dan keadaan zamannya amat mempengaruhi Imam Syafi’i dalam membentuk pemikiran dan mazhab fiqihnya. Cet.Ia bernama Abu Abdullah. Sirry. 2006. Sedangkan mazhab jadid adalah pendapat selama berdiam di Mesir yang dalam banyak hal mengoreksi pendapat-pendapat sebelumnya.‫عبد الغنى الدقر‬ 29 . ia kembali ke Baghdad dan berdiam di sana selama tiga tahun. fiqih Imam Syafi’i juga merupakan refleksinya. Menurut para ahli sejarah fiqih. mazhab qadim Imam Syafi’i dibangun di Irak pada tahun 195 H.‫دمشق‬.2. Pada usia dua tahun ia dibawa oleh ibunya untuk pindah ke Makkah11.‫دار القلم‬. Syam (Palestina) dari keturunan Quraisy dan Nasabnya bertemu dengan Nabi Muhammad saw. ‫ الامام الشافعى )فقيه السنة‬. Pada tahun 195 H. Muhammad ibnu Idris bin Abbas bin Usman bin Syafi’i bin Saaib bin ‘Abiid bin Abdu Yazid bin Hasim bin Muthalib bin Abdu Manaf. Sebagian besar riwayat menyebutkan bahwa Imam Syafi’i lahir di daerah Ghazza. Hal. Kedatangan Imam Syafi’i ke Baghdad pada masa pemerintahan khalifah Al-Amin itu melibatkan Syafi’i dalam perdebatan sengit dengan para ahli fiqih rasional Irak. Pemikiran-pemikiran baru Imam Syafi’i di antaranya di muat dalam bukunya Al-Umm. selain itu ia juga banyak menghafal hadits-hadits Nabi. Sejarah hidupnya menunjukkan bahwa ia amat dipengaruhi oleh masyarakat sekitar terbukti dengan munculnya dua kecendrungan dalam mazhab Syafi’i yang dikenal dengan qaul qadim (mazhab lama) dan qaul jadid (mazhab baru). pada kakeknya. Risalah Gusti:Surabaya. Selain pengembaraan intelektual dan keilmuan yang sedemikian rupa . 100 11 6 . Dengan kata lain.‫ ص‬. Abdi Manaf ayahnya meninggal ketika ia masih kecil.(‫البكبر‬ 10 Mun’im A.

Lalu beliau mulai konsentrasi belajar ilmu hadits di awal umur 15 tahun itu pula. Tahun-tahun terakhirnya di Mesir ia gunakan sebagian besar untuk menulis dan merevisi buku-buku yang pernah ditulisnya. Bukunya Ar-Risalah yang ditulis ketika di Makkah direvisi ulang. 2001. d. seperti di Makkah. 105 13 12 7 . 109-110 Abdullah Musthafa Al-Maraghi.Karakteristik pemikiran Syafi’i tahapan kedua ini lebih bersifat pengembangan atau pengetrapan pemikirannya yang global terhadap masalah-masalah furu’iyah. Kemudian pada tahun 199 H. Baghdad. Abbad bin Abbad Al-Ataky. Ilmu yang pertama kali dikuasai adalah Al Qur’an hingga beliau hafal pada usia 15 tahun. Di antara mereka adalah: Ismail bin Ja’far. Hal.) Nama lengkap imam besar ini adalah Ahmad bin Hambal bin Hilal bin Usd bin Idris bin Abdullah bin Hayyan ibn Abdullah bin Anas bin Auf bin Qasit bin Mazin bin Syaiban. Hal. Husyaim bin Basyir Ibid. dikurangi dan ditambah sesuai dengan perkembangan baru di Mesir12. jumlahnya lebih dari dua ratus delapan puluh yang tersebar di berbagai negeri. Yaman dan negeri lainnya. ia pindah ke Mesir hingga wafat pada tahun 204 H. Ayahnya meninggal dunia ketika Ahmad masih kecil. Bashrah. Imam Hambali ( Tahun 164 – 241 H. Kufah. Pakar-pakar Fiqih sepanjang sejarah. Pluralisme pemikiran yang ada di Irak adalah faktor utama yang menyebabkan kematangan pemikiran Syafi’i. Ia terlahir di Baghdad Irak pada tahun 164 H/780 M13. Imam Ahmad bin Hambal berguru kepada banyak ulama. beliau juga mahir baca-tulis dengan sempurna hingga dikenal sebagai orang yang terindah tulisannya. ia kemudian diasuh oleh ibunya. Beliau telah mempelajari Hadits sejak kecil dan untuk mempelajari Hadits ini beliau pernah pindah atau merantau ke Syam (Syiria). Umari bin Abdillah bin Khalid. LKPSM: Yogyakarta.

beliau Rahimahullah menghembuskan nafas terakhirnya di pagi hari Jum’at bertepatan dengan tanggal dua belas Rabi’ul Awwal 241 H pada umur 77 tahun. Muslim. Putranya.org/wiki/Ahmad_bin_Hanbal Ibid. Sementara itu. 14 15 http://id.bin Qasim bin Dinar As-Sulami. Shalih bin Imam Ahmad bin Hambal. Waki’ bin Jarrah. Ibnu Majah. serta terbukanya pembahasan dan perdebatan tentang hukum-hukum syariah. Nasai. Ibrahim bin Ma’qil14 Umumnya ahli hadits pernah belajar kepada imam Ahmad bin Hambal. dengan maksud sebagai pedoman bagi kaum Muslimin dalam mengarungi kehidupan mereka. Jenazah beliau dihadiri delapan ratus ribu pelayat lelaki dan enam puluh ribu pelayat perempuan. Abu Daud. Setelah sakit sembilan hari. dan belajar kepadanya juga ulama yang pernah menjadi gurunya. yang terutama berisi hukum-hukum syariah. Sufyan bin ‘Uyainah. Sejarah Empat Mazhab Fiqih Ilmu fiqih baru muncul pada periode tabi' al-tabi'in yaitu sekitar abad kedua Hijriyah.wikipedia. Pembukuan kitab ini dilakukan atas permintaan khalifah Abu Ja'far al-Manshur (137159 H atau 754-775 M). Abdurrazaq. Imam Asy-Syafi’i. Putranya. di Madinah muncul juga seorang mujtahid besar bernama Malik ibn Anas (93-178 H atau 713-795 M) yang memformulasikan ilmu fiqih dan membukukan kumpulan hadis berjudul al-Muwaththa'. Tirmidzi. tetapi ilmu ini belum dibukukan. Imam Ahmad. Hambal bin Ishaq. Keponakannya. Imam Asy-Syafi’i.15 3. dengan munculnya para mujtahid di berbagai kota. Abdullah bin Imam Ahmad bin Hambal. yang paling menonjol adalah: Imam Bukhari. Pada masa-masa itulah di Irak muncul seorang mujtahid besar bernama Abu Hanifah al-Nu'man ibn Tsabit (80-150 H atau 700-767 M) yang merupakan orang pertama yang memformulasikan ilmu fiqih. 8 . Ismail bin Ulayyah.

Sejak periode tabi'in sering terjadi perdebatan antara kedua aliran tersebut. Maka munculnya Muhammad ibn Idris al-Syafi'i atau yang dikenal dengan Imam Syafi’i (150-204 H atau 767-820 M). sebagaimana contoh di atas. Baik Abu Hanifah maupun Malik ibn Anas kemudian oleh para pengikutnya masing-masing dijadikan sebagai pendiri mazhab Hanafi dan Maliki16. 16 http://www. maka ahl al-ra'y pun menjawab dengan mengemukakan argumentasi tentang 'illah-'illah hukum (legal reasons) dan maksud-maksud syariah. dan Hambali) inilah yang sampai kini dianggap sebagai mazhab fiqih yang beraliran Ahl al-Sunnah wa al-Jama'ah.com 9 . Maliki. Pada umumnya ahl al-ra'y dengan kemampuan debatnya dapat mengalahkan argumentasi ahl al-hadîts. Sementara kalangan ahl al-hadis mencela kelompok ahl al-ra'y dengan tuduhan bahwa ahl al-ra'y meninggalkan sebagian hadis. Sedangkan yang menjadi pedoman bagi faham fiqih di kalangan umat Islam di Irak (aliran ahl al-ra'y) adalah buku-buku yang ditulis oleh murid-murid Abu Hanifah. yang di satu segi menguasai banyak hadis dan di lain segi memiliki kemampuan dalam menggali dasar-dasar dan tujuan-tujuan hukum. terutama Muhammad ibn al-Hasan al-Syaibani (102-189 H) dengan bukunya antara lain al-Jâmi' al-Kabîr dan al-Jâmi' al-Shaghîr dan Abu Yusuf (112-183 H) dengan bukunya berjudul Kitab al-Kharâj (Kitab tentang Pajak Penghasilan). tetapi permintaan ini ditolak. Keempat mazhab (Hanafi.hupelita. Abu Hanifah sendiri pernah diminta menjadi qâdhî (hakim) oleh seorang khalifah Dinasti Abbasiyyah. dapat menghilangkan supremasi ahl al-ra'y terhadap ahl al-hadis dalam perdebatan. sementara Abu Yusuf pernah menjadi qâdhî pada masa khalifah Harun alRasyid. Syafii. maka ia dijuluki sebagai "nâshir al-sunnah" (pembela Sunnah). Karena jasanya membela hadis.Kitab ini kemudian menjadi dasar bagi faham fiqih di kalangan umat Islam di Hijaz (aliran ahl-hadis).

1. banyak sahabat Nabi yang telah pindah tempat dan berpencar-pencar ke nagara yang baru tersebut. Perbedaan para sahabat disebabkan karena ra’yu. Setelah berakhirnya masa sahabat yang dilanjutkan dengan masa Tabi’in. Dengan demikian. Perbedaan para sahabat disebabkan perbedaan riwayat 3. Qasim Abdul Aziz Khomis menjelaskan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan ikhtilaf di kalangan sahabat ada tiga yakni : 1. Ia berpendapat bahwa salah satu sebab utama ikhtilaf di antara para sahabat prosedur penetapan hukum untuk masalah-masalah baru yang tidak terjadi pada zaman Rasulullah SAW17. tabiin hingga munculnya mazhab-mazhab fiqih pada periode ini.multiply. Sementara Jalaluddin Rahmat melihat penyebab ikhtilaf dari sudut pandang yang berbeda. dan dari sini pula kita dapat merumuskan apa sebab-sebab munculnya mazhab pada periode ini.com 10 . Perbedaan para sahabat dalam memahami nash-nash al-Qur’an 2. Namun mazhabmazhab muncul pada periode ini tidak terbatas pada empat mazhab – 17 http://diaz2000. Dari mata rantai sejarah ini jelas terlihat bahwa pemikiran fiqih dari zaman sahabat. Generasi ketiga ini dikenal dengan Tabi’it Tabi’in. Latar Belakang dan Sejarah Munculnya Empat Mazhab Fiqih Sebagaimana diketahui. bahwa ketika agama Islam telah tersebar meluas ke berbagai penjuru. Sejalan dengan pendapat di atas. di mana pemerintahan Islam dipegang oleh Daulah Abbasiyyah. Ijtihad para Sahabat dan Tabi’in dijadikan suri tauladan oleh generasi penerusnya yang tersebar di berbagai daerah wilayah dan kekuasaan Islam pada waktu itu. muncullah generasi Tabi’it Tabi’in. kesempatan untuk bertukar pikiran atau bermusyawarah memecahkan sesuatu masalah sukar dilaksanakan. Di dalam sejarah dijelaskan bahwa masa ini dimulai ketika memasuki abad kedua hijriah.

Imam Sufyan bin Said bin Masruq alTsauri (wafat 160 H. Periode awal pertumbuhan fiqih.). Pada periode Makkah. Imam Sufyan bin Uyainah (wafat 198 H.cybermq. Periode ini dimulai sejak kerasulan Muhammad SAW sampai wafatnya Nabi SAW (11 H. Periode tahrir. 79 19 http://www. Dr. dan Imam Ahmad bin Muhammad bin Hambal (wafat 241 H. Imam Malik bin Anas al-Anshari (Wafat 179 H. Risalah Gusti:Surabaya. Periode keemasan.Mazhab Hanafi.). risalah Nabi SAW lebih banyak tertuju pada masalah aqidah. Imam Laits bin Sa’d (wafat 157 H.com 18 11 . Maliki. Periode khulafaurrasyidun. tetapi hanya delapan atau sembilan mazhab saja yang dapat diketahui dengan jelas dasar-dasar dan metode fiqhiyah yang mereka pergunakan. takhrij dan tarjih dalam mazhab fiqih. Thaha Jabir Fayyadh al-‘Ulwani berkesimpulan bahwa saat itu muncul sekitar tiga belas mazhab yang semuanya berafiliasi sebagai mazhab yang “Ahlu Sunnah”. Ayat hukum yang turun pada periode ini tidak banyak jumlahnya. Imam Muhammad bin Idris al Syafi’ie (wafat 204 H. dan itu pun masih dalam Mun’im A. Cet. Sumber hukum ketika itu adalah Al-Qur'an dan sunnah Nabi SAW. Sirry. Periode risalah.)./632 M. Para imam mazhabmazhab itu adalah : Imam Abu Sa’id bin Yasar al-Bashir (wafat 110 H. Pada periode ini kekuasaan penentuan hukum sepenuhnya berada di tangan Rasulullah SAW.).). Imam Abu Hanifah al-Nu’man bin Tsabit bin Zuthi (wafat 150 H. Sejarah Fiqih Islam Sebuah Pengantar.).). Yaitu Periode risalah. Imam Auza’ie Abu Amr Abdur Rahman bin Amru bin Muhammad (wafat 157 H. Hal. Periode awal ini juga dapat dibagi menjadi periode Makkah dan periode Madinah.2.). 2006. Syafi’ie dan Hambali – seperti yang ada sekarang.) 18. 1.). dan yang terakhir adalah periode kemunduran fiqih19. Muhammad Khudari Beik (ahli fiqh dari Mesir) membagi periodisasi fiqh menjadi enam periode.

Pada masa ini seluruh persoalan hukum diturunkan Allah SWT./661 M. sesuai dengan situasi dan kondisi masyarakat daerah tersebut. munculnya berbagai fatwa dan ijtihad hukum yang berbeda antara satu daerah dengan daerah lain.)./644 M. ayat-ayat tentang hukum turun secara bertahap.). ciri khas yang menonjol pada periode ini adalah semangat ijtihad yang tinggi 12 . Periode al-Khulafaur Rasyidun. khususnya setelah Umar bin al-Khattab menjadi khalifah (13 H. 4. 3. Periode awal pertumbuahn fiqh. Pada periode Madinah. disamping Al-Qur'an dan sunnah Nabi SAW. Sumber fiqh pada periode ini. 33 H.rangkaian mewujudkan revolusi aqidah untuk mengubah sistem kepercayaan masyarakat jahiliyah menuju penghambaan kepada Allah SWT semata. Dengan bertebarannya para sahabat ke berbagai daerah semenjak masa al-Khulafaur Rasyidun (terutama sejak Usman bin Affan menduduki jabatan Khalifah. juga ditandai dengan munculnya berbagai ijtihad para sahabat. Periode keemasan. ijtihad sudah merupakan upaya yang luas dalam memecahkan berbagai persoalan hukum yang muncul di tengah masyarakat. 2. Masa ini dimulai pada pertengahan abad ke-1 sampai awal abad ke-2 H. baik yang menyangkut masalah ibadah maupun muamalah. Dalam periode sejarah peradaban Islam. Periode ini dimulai sejak wafatnya Nabi Muhammad SAW sampai Mu'awiyah bin Abu Sufyan memegang tampuk pemerintahan Islam pada tahun 41 H. Ijtihad ini dilakukan ketika persoalan yang akan ditentukan hukumnya tidak dijumpai secara jelas dalam nash. periode ini termasuk dalam periode Kemajuan Islam Pertama (700-1000). Periode ketiga ini merupakan titik awal pertumbuhan fiqh sebagai salah satu disiplin ilmu dalam Islam. Periode ini dimulai dari awal abad ke-2 sampai pada pertengahan abad ke-4 H. Pada masa ini. Seperti periode sebelumnya./634 M.

Dinasti Abbasiyah (132 H. dan Zahir ar-Riwayah dan anNawadir oleh Imam asy-Syaibani. al-Umm oleh Imam asy-Syafi'i.) yang naik ke panggung pemerintahan menggantikan Dinasti Umayyah memiliki tradisi keilmuan yang kuat. Para penguasa awal Dinasti Abbasiyah sangat mendorong fuqaha untuk melakukan ijtihad dalam mencari formulasi fiqh guna menghadapi persoalan sosial yang semakin kompleks. al-Amin dan al-Ma'mun. Periode ini ditandai dengan melemahnya semangat ijtihad dikalangan ulama fiqh. sehingga berbagai pemikiran tentang ilmu pengetahuan berkembang./1258 M. memperjelas dan mengulas pendapat para imam mereka. Teori usul fiqh dalam masing-masing mazhab pun bermunculan. Diantara kitab fiqh yang paling awal disusun pada periode ini adalah al-Muwaththa' oleh Imam Malik. takhrij. Ulama fiqh lebih banyak berpegang pada hasil ijtihad yang telah dilakukan oleh imam mazhab mereka masing-masing. Kitab usul fiqh pertama yang muncul pada periode ini adalah ar-Risalah oleh Imam asy-Syafi'i. tetapi juga dalam bidang-bidang ilmu pengetahuan umum lainnya. dan al-maslahah al-mursalah.-656 H. Perkembangan pemikiran ini tidak saja dalam bidang ilmu agama./750 M. istihsan. Periode keemasan ini juga ditandai dengan dimulainya penyusunan kitab fiqh dan usul fiqh. takhrij dan tarjih dalam mazhab fiqh. seperti teori kias. Periode ini dimulai dari pertengahan abad ke-4 sampai pertengahan abad ke-7 H.dikalangan ulama. sehingga perhatian para penguasa Abbasiyah terhadap berbagai bidang ilmu sangat besar. Periode tahrir. sehingga mujtahid mustaqill (mujtahid mandiri) 13 . 5. Perhatian para penguasa Abbasiyah terhadap fiqh misalnya dapat dilihat ketika Khalifah Harun ar-Rasyid (memerintah 786-809) meminta Imam Malik untuk mengajar kedua anaknya. Yang dimaksudkan dengan tahrir. dan tarjih adalah upaya yang dilakukan ulama masing-masing mazhab dalam mengomentari.

sehinga aktivitas ijtihad terhenti. Sekalipun ada ulama fiqh yang berijtihad. muncullah sikap atta'assub al-mazhabi (sikap fanatik buta terhadap satu mazhab) sehingga setiap ulama berusaha untuk mempertahankan mazhab imamnya. maka ijtihadnya tidak terlepas dari prinsip mazhab yang mereka anut.tidak ada lagi. Mustafa Ahmad az-Zarqa mengatakan bahwa dalam periode ini untuk pertama kali muncul pernyataan bahwa pintu ijtihad telah tertutup. Periode kemunduran fiqh. Dari sini muncul sikap taqlid pada mazhab tertentu yang diyakini sebagai yang benar. Menurutnya. Perkembangan fiqh pada periode ini merupakan lanjutan dari 14 . Masa ini dimulai pada pertengahan abad ke-7 H. Artinya ulama fiqh tersebut hanya berstatus sebagai mujtahid fi almazhab (mujtahid yang melakukan ijtihad berdasarkan prinsip yang ada dalam mazhabnya). Akibat dari tidak adanya ulama fiqh yang berani melakukan ijtihad secara mandiri. o o 6. Munculnya sikap at-taassub al-mazhabi yang berakibat pada sikap kejumudan (kebekuan berpikir) dan taqlid (mengikuti pendapat imam tanpa analisis) di kalangan murid imam mazhab. paling tidak ada tiga faktor yang mendorong munculnya pernyataan tersebut. dan lebih jauh muncul pula pernyataan haram melakukan talfiq.'Adliyyah (Hukum Perdata Kerajaan Turki Usmani) pada 26 Sya'ban l293. o Dorongan para penguasa kepada para hakim (qadi) untuk menyelesaikan perkara di pengadilan dengan merujuk pada salah satu mazhab fiqh yang disetujui khalifah saja. Munculnya gerakan pembukuan pendapat masing-masing mazhab yang memudahkan orang untuk memilih pendapat mazhabnya dan menjadikan buku itu sebagai rujukan bagi masing-masing mazhab. sampai munculnya Majalah al-Ahkam al.

tetapi atas dasar pertimbangan kemaslahatan tertentu maka transaksi tersebut dilarang. o Munculnya upaya pembukuan terhadap berbagai fatwa. namun karena sesuai dengan tuntutan kemaslahatan zaman. fungsi ulil amri (penguasa) dalam menetapkan hukum (fiqh) mulai diakui. atau paling tidak untuk melaksanakan transaksi tersebut diperlukan pendapat dari pihak 15 o . seperti diberlakukannya istilah atTaqaddum (kedaluwarsa) di pengadilan. Sekalipun ketetapan ini lemah. Meskipun pada dasarnya bentuk transaksi itu dibolehkan syara'. tanpa menguraikan tujuan ilmiah dari kerja hasyiah dan takrir tersebut. Contohnya. pihak penguasa melarang berlakunya suatu bentuk transaksi.perkembangan fiqh yang semakin menurun pada periode sebelumnya. Penjelasan yang dibuat bisa berbentuk mukhtasar (ringkasan) dari buku-buku yang muktabar (terpandang) dalam mazhab atau hasyiah dan takrir (memperluas dan mempertegas pengertian lafal yang di kandung buku mazhab). Pada masa ini. baik dalam menetapkan hukum Islam dan penerapannya maupun menentukan pilihan terhadap pendapat tertentu. ulama fiqh lebih banyak memberikan penjelasan terhadap kandungan kitab fiqh yang telah disusun dalam mazhab masing-masing. sehingga banyak bermunculan buku yang memuat fatwa ulama yang berstatus sebagai pemberi fatwa resmi (mufti) dalam berbagai mazhab. Muncul beberapa produk fiqh sesuai dengan keinginan penguasa Turki Usmani. Disamping itu. Periode ini dalam sejarah perkembangan fiqh dikenal juga dengan periode taqlid secara membabi buta. Mustafa Ahmad az-Zarqa menyatakan bahwa ada tiga ciri perkembangan fiqh yang menonjol pada periode ini. muncul ketentuan dikalangan ulama fiqh bahwa ketetapan pihak penguasa dalam masalah ijtihad wajib dihormati dan diterapkan.

Dasar-Dasar Fiqih Empat Mazhab a. Atha’ dan Said bin Musayyib (semuanya adalah tabi’ien). Sya’bi.”20 Dari sini kita ketahui bahwa dasar-dasar istidlal yang digunakan Abu Hanifah adalah Al-Qur’an. saya merujuk pada Sunnah Nabi. Risalah Gusti:Surabaya. Fatwa ini dikemukakan oleh Maula Abi as-Su 'ud (qadi Istanbul pada masa kepemimpinan Sultan Sulaiman al-Qanuni [1520-1566] dan Salim [1566-1574] dan selanjutnya menjabat mufti Kerajaan Turki Usmani). maka saya akan mengambil pendapat para sahabat Nabi. Cet. dan tidak beralih pada fatwa selain mereka. Hal ini ditandai dengan prakarsa pihak pemerintah Turki Usmani. 2006.2. Hasan Ibnu Sirin. 4. Hal. Misalnya. seperti Majalah al-Ahkam al-'Adliyyah yang merupakan kodifikasi hukum perdata yang berlaku di seluruh Kerajaan Turki Usmani berdasarkan fiqh Mazhab Hanafi. Dasar-dasar Fiqih Mazhab Hanafi Abu Hanifah memang belum menetapkan dasar-dasar pijakan dalam berijtihad secara terperinci. “Saya kembalikan segala persoalan pada Kitabullah. 87 20 16 .pemerintah. Apabila masalahnya sampai pada Ibrahim. karena hal itu merupakan indikator atas sikapnya yang tidak mau melunasi utang tersebut. dan apabila saya tidak menemukan jawaban hukum dalam Kitabullah maupun Sunnah Nabi saw. Di akhir periode ini muncul gerakan kodifikasi hukum (fiqh) Islam sebagai mazhab resmi pemerintah. Sunnah dan Ijtihad dalam Mun’im A. tetapi kaidah-kaidah umum (ushul kulliyah) yang menjadi dasar bangunan pemikiran fiqhiyah tercermin dalam pernyataannya berikut. Sejarah Fiqih Islam Sebuah Pengantar. maka saya berhak pula untuk berijtihad sebagaimana mereka berijtihad. Sirry. seseorang yang berutang tidak dibolehkan mewakafkan hartanya yang berjumlah sama dengan utangnya tersebut.

Yang membedakan dasar-dasar pemikiran Abu Hanifah dengan imam-imam yang lain sebenarnya terletak pada kebenarannya menyelami suatu hukum. Tidak seperti imam yang lain. Perbedaan lebih tajam lagi adalah bahwa Abu Hanifah banyak menggunakan teori-teori tadi dan sangat ketat dalam penerimaan hadits ahad. Dengan kata lain. maka pengambilan hukum disebut “melalui qiyas”. 87-88 17 . mencari tujuan-tujuan moral dan kemaslahatan yang menjadi sasaran utama disyariatkannya suatu hukum. akan tetap itu tidak berarti ia telah mengabaikan nash-nash Al-Qur’an dan Sunnahatau meninggalkan ketentuan hadits dan atsar. pemikiran fiqih Abu Hanifah tidak berdiri sendiri tetapi berakar kuat pada pendahulu-pendahulunya di Irak dan juga para ahli hadits di 21 Ibid. ia menolak untuk melakukan ijtihad. Bahkan jika ia menemukan pendapat atau qaul (pernyataan) sahabat yang benar. Artinya jika nash Al-Qur’an dan Sunnah secara jelasjelas menunjukkan pada suatu hukum. Perlu ditambahkan bahwa betapapun Abu Hanifah terkenal dengan mazhab rasionalis yang menyelami di balik arti dan illat suatu hukum serta sering mempergunakan qiyas. Tetapi bila nash tadi menunjukkan secara tidak langsung atau hanya memberikan kaidahkaidah dasar berupa tujuan-tujuan moral. maka hukum itu disebut “diambil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah”. illat dan lain sebagainya. Tidak ada riwayat sahih yang menyebutkan bahwa Abu Hanifah mendahulukan rasio daripada AlQur’an dan Sunnah. teori kemaslahatan dan lainnya. Abu Hanifah sering menafsirkan suatu nash dan membatasi konteks aplikasinya dalam kerangka illat.pengertian luas. Hal. hikmah dan tujuan-tujuan moral dan bentuk kemaslahatan yang dipahaminya21. Semua imam sepakat tentang keharusan merujuk pada AlQur’an dan As-Sunnah. Termasuk dalam hal ini adalah penggunaan teori qiyas. ‘urf (adat-kebiasaan). istihsan.

Bahkan Syatibi. qiyas. yaitu : Nash literatur Al-Qur’an. membenarkan bahwa dalam masalah hukum seseorang yang berhubungan dengan istrinya sebelum tawaf ziarah. yaitu Al-Qur’an. sadd ad-dara’i. b. seorang ulama ahli hadits Makkah. istishab. tetapi pemuka-pemuka mazhab ini. Sebagian fuqaha Malikiyah menyebutkan bahwa dasar-dasar mazhab Maliki ada dua puluh macam. ijma’ qiyas. maslahah mursalah. 97 18 . qaul sahabat. Hal. dan menolak pendapat Ibrahim yang dikenal banyak mewariskan pemikiran fiqih rasional kepadanya. Dari beberapa isyarat yang ada dalam fatwa-fatwanya dan bukunya Al-Muwattha’. demikian juga dalam sunnah. ‘urf. 22 Ibid. Dasar-dasar Fiqih Mazhab Maliki Seperti halnya Imam Hanafi. murid-murid Imam Malik dan generasi yang muncul sesudah itu menyimpulkan dasardasar fiqhiyah Imam Malik kemudian menuliskannya. seorang ahli hukum mazhab Maliki.Hijaz. maslahah mursalah dan syar’u man qablana. Ijma’. dan ra’yi (rasio)22. mafhumul muwafaqah. mafhumul mukhalafah. ijma’. Muhammad bin Hasan seperti dikutip Abu Zahrah. tambih alal ‘illah (pencarian kuasa hukum). menyederhanakan dasar-dasar mazhab Maliki itu ke dalam empat hal. Sunnah. qaul sahabat. Al-Qurafidalam bukunya Tanqih Al-Ushul. Imam Malik sebenarnya belum menuliskan dasar-dasar fiqhiyah yang menjadi pijakan dalam berijtihad. istihsan. Sunnah. mura’at al khilaf. Abu Hanifah mengambil pendapat Ibnu Abbas. tradisi orang-orang Madinah. sadd al dara-i’. menyebutkan dasar-dasar mazhab maliki sebagai berikut : Al-Qur’an. perbuatan orang-orang Madinah. fuqaha Malikiyah merumuskan dasar-dasar mazhab Maliki. istihsan dan istihsab.

Ketiga. Kedua. Nabi Muhammad saw juga sering menentukan suatu hukum yang tidak ada nash hukumnya di dalam Al-Qur’an. menjelaskan dan menafsirkan sesuatu yang tidak jelas di dalam Al-Qur’an. Hipotesa menarik lainnya dalam pemikiran metodologi Syafi’ie adalah pernyataannya. atau nash-nash yang mengharamkan zina. jumlah rakaat dalam shalat. Bentuk penjelasan Al-Qur’an untuk masalah seperti ini dengan mewajibkan 23 Ibid. Semua itu disebut secara global dalam Al-Qur’an dal Nabi-lah yang menerangkan secara terinci. Misalnya. Syafi’ie menyebut empat cara Al-Qur’an dalam menerangkan suatu hukum. makan bangkai.c. seperti nash-nash yang mewajibkan shalat. dan lainlain hanyalah merupakan suatu metode merumuskan dan menyimpulkan hukum-hukum dari sumber utamanya tadi. merinci yang global. puasa. zakat. waktu pelaksanaannya. “Setiap persoalan yang muncul akan ditemukan ketentuan hukumnnya di dalam Al-Qur’an. darah dan yang lainnya. apa dan berapa kadar yang harus dikeluarkan. demikian pula zakat. Al-Qur’an menerangkan suatu hukum dengan nash-nash hukum yang jelas. Hal. Menurut Syaafi’ie. minum khamar. Dasar-dasar Fiqih Mazhab Syafi’i Bagi Imam Syafi’i Al-Qur’an dan Sunnah berada dalam satu tingkat. dan haji. 111 19 . Sedangkan teori-teori istidlal seperti qiyas. dan bahkan merupakan satu kesatuan sumber syari’at Islam. istihsan.”23 Untuk membuktikan hipotesanya itu. Pemahaman integral Al-Qur’an dan Sunnah ini merupakan karakteristik menarik dari pemikiran fiqih Syafi’ie. mengkhususkan yang umum dan bahkan membuat hukum tersendiri yang tidak ada di dalam Al-Qur’an. kedudukan Sunnah. suatu hukum yang disebut secara global dalam AlQur’an dan dirinci dalam Sunnah Nabi. istishab. dalam banyak hal. Pertama.

Penjelasan Al-Qur’an dalam masalah yang seperti ini. berarti ia taat kepada Allah. karena Al-Qur’an memerintahkan untuk mengambil apa yang diperintahkan oleh Nabi menjauhi yang di larang24. Di dalam AlQur’an disebutkan : (4:80) Yang maksudnya : “Barang siapa yang taat kepada Rasul. yaitu dengan membolehkan ijtihad (bahkan mewajibkan) sesuai dengan kapasitas pemahaman terhadap maqashid al-Syari’ah (tujuan-tujuan umum syariat).S. Dasar-dasar Fiqih Mazhab Hambali Sikapnya yang tegas dan fundamentalis tercermin pemikiranpemikiran fikihnya. dalam Al-Qur’an di sebutkan dalan 4:59 d. yaitu lima dasar ushuliyah dan lima dasar lainnya sebagai pengembangan. Sunnah dan nash ijma’. yang terdiri dari nash Al-Qur’an. Dasar-dasar mazhab Hambali aitu adalah : (1) Nushus. (3) apabila terjadi perbedaan. (4) hadits-hadits mursal 24 Q. dan apabila tidak jelas. Keempat. misalnya dengan qiyas atau penalaran analogis. Allah juga mewajibkan kepada hamba-Nya untuk berijtihad terhadap berbagai persoalan yang tidak ada ketentuan nashnya dalam Al-Qur’an dan Hadits. Imam Ahmad memilih yang paling dekat dengan al-Qur’an dan Sunnah.taat kepada perintah Nabi dan menjauhi larangannya. dia hanya menceritakan ikhtilaf itu dan tidak menentukan sikapnya secara khusus.” Dengan demikian. 59 : 7 20 . Para ulama Hanabilah berkesimpulan bahwa fatwa-fatwa Imam Ahmad bin Hambal dan pemikiran-pemikiran fiqihnya dibangun atas sepuluh dasar. (2) fatwa-fatwa sahabat. suatu hukum yang ditetapkan oleh Sunnah berarti juga ditetapkan oleh Al-Qur’an.

terlihat bahwa Imam Ahmad bin Hambal mempersempit penggunaan rasio sampai pada batas tertentu.‫عبد الغنى الدقر‬ ‫دمشق‬. dapat penulis mengambil beberapa poin kesimpulan di antaranya adalah sebagai berikut : 1. 126 25 21 . Cet. PENUTUP Demikian makalah ini penulis susun. (9) ibthal al ja’l. Hal. Cet. Saran-saran dan kritik yang bersifat konstruktif sangat penulis harapkan untuk melengkapi makalah ini dan untuk kemajuan ilmu pengetahuan kedepan. Pakar Pakar Fiqih Sepanjang Sejarah. Abdullah. Mun’im A. LKPSM: Yogyakarta.25 Dari dasar-dasar dan metode-metode pengambilan hukumnya ini. Ia lebih mendahulukan penggunaan qiyas. dengan harapan semoga ada manfaatnya bagi pembaca. Cet. Islam Tidak Bermazhab. Sejarah Fiqih Islam Sebuah Pengantar. Gema Insani Press: Jakarta. D. (5) qiyas. khususnya bagi penulis sendiri. (8) istishab. (10) maslahah mursalah. 1. 2. Mustofa Muhammad.2.(‫البكبر‬ Asy Syak’ah.‫دار القلم‬.2. KESIMPULAN Dari paparan di atas. Sejarah Fiqih Islam Sebuah Pengantar. Sirry. Risalah Gusti:Surabaya. F. DAFTAR PUSTAKA ‫ الامام الشافعى )فقيه السنة‬. 2006. (7) sadd al-dara-i’. Cet. 2001 Sirry. Risalah Gusti: Surabaya.. (6) istihsan. E. 1996 Mun’im A.dan dhaif. 1995 Mustofa Al Maraghi.

multiply.blog.html http://www.mail-archive.hayatulislam.org/wiki/Abu_Hanifah http://id.com/msg08055.com/2009/04/mazhab-mazhab-fiqih-danpengertiannya.wikipedia.org/wiki/Ahmad_bin_Hanbal http://www.plasa.blogspot.http://diaz2000.com/2009/05/26/sejarah-singkat-munculnyamazhab-mazhab-dalam-islam/ http://id.com/journal/item/20/Sejarah_Singkat_Munculnya_M azhab-Mazhab_dalam_Islam http://apat-kedahi.cybermq.html http://www.org/wiki/Malik_bin_Anas http://id.html 22 .com/sarikata@yahoogroups.com/pustaka/detail//100/sejarah-perkembangan-fiqh http://neobyadver.net/persoalan-seputar-mazhab.wikipedia.com/baca.php?id=495 http://www.hupelita.wikipedia.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->