MAKALAH SEJARAH PEMIKIRAN ISLAM: Sejarah Empat Mazhab Fiqih

Disusun Oleh : Muh. Asroruddin / 095112032

A. PENDAHULUAN Belakangan ini penelitian tentang sejarah fiqih Islam mulai dirasakan penting. Paling tidak, karena pertumbuhan dan perkembangan fiqih menunjukkan pada suatu dinamika pemikiran keagamaan itu sendiri. Hal tersebut merupakan persoalan yang tidak pernah usai di manapun dan kapanpun, terutama dalam masyarakat-masyarakat agama yang sedang mengalami modernisasi. Di lain pihak, evolusi historikal dari perkembangan fiqih secara sungguh-sungguh telah menyediakan frame work bagi pemikiran Islam, atau lebih tepatnya actual working bagi karakterisitik perkembangan Islam itu sendiri. Kehadiran fiqih ternyata mengiringi pasang-surut perkembangan Islam, dan bahkan secara amat dominan, fiqih -- terutama fiqih abad pertengahan -- mewarnai dan memberi corak bagi perkembangan Islam dari masa ke masa. Karena itulah, kajian-kajian mendalam tentang masalah kesejahteraan fiqih tidak semata-mata bernilai historis, tetapi dengan sendirinya menawarkan kemungkinan baru bagi perkembangan Islam berikutnya. Jika kita telusuri sejak saat kehidupan Nabi Muhammad saw, para sejarahwan sering membaginya dalam dua priode yakni periode Mekkah dan periode Madinah. Pada periode pertama risalah kenabian berisi ajaran-ajaran akidah dan akhlaq, sedangkan pada periode kedua risalah kenabian lebih banyak berisi hukum-hukum. Dalam mengambil keputusan masalah amaliyah sehari-hari para sahabat tidak perlu melakukan ijtihad sendiri, karena mereka dapat langsung bertanya kepada Nabi jika mereka mendapati suatu masalah yang belum mereka ketahui.

1

Sampai dengan masa empat khalifah pertama hukum-hukum syariah itu belum dibukukan, dan belum juga diformulasikan sebagai sebuah ilmu yang sistematis. Kemudian pada masa-masa awal periode tabi'in (masa Dinasti Umayyah) muncul aliran-aliran dalam memahami hukum-hukum syariah serta dalam merespon persoalan-persoalan baru yang muncul sebagai akibat semakin luasnya wilayah Islam, yakni ahl al-hadis dan ahl al-ra'y. Aliran pertama, yang berpusat di Hijaz (Mekkah-Madinah), banyak menggunakan hadis dan pendapat-pendapat sahabat, serta memahaminya secara harfiah. Sedangkan aliran kedua, yang berpusat di Irak, banyak menggunakan rasio dalam merespons persoalan baru yang muncul. Perbedaan pendapat dalam lapangan hukum tersebut merupakan sebuah hasil penelitian (ijtihad), hal ini tidak perlu dipandang sebagai faktor yang melemahkan kedudukan hukum Islam, akan tetapi sebaliknya bisa memberikan kelonggaran kepada orang banyak sebagaimana yang disampaikan oleh Nabi pada sebuah hadis :

‫اختل ف اممممتى رحممممة )رواه المممبيهقى فمممى الرسمممالة‬ )‫العشعرية‬
Yang maksudnya : “Perbedaan pendapat di kalangan umatku adalah rahmat” (HR. Baihaqi dalam Risalah Asy’ariyyah). Ini berarti, bahwa orang bebas memilih salah satu pendapat dari pendapat yang banyak itu, dan tidak terpaku hanya kepada satu pendapat saja. Pada pembahasan selanjutnya akan dijelaskan tentang pengertian mazhab, latar belakang dan sejarah awal kemunculan mazhab-mazhab dalam fiqih, bilkhusus pada empat mazhab yaitu Mazhab Hanafi, Mazhab Maliki, Mazhab Syafi’i dan Mazhab Hambali serta beberapa hal lain yang berhubungan dengan keempat mazhab tersebut. B. POKOK PERMASALAHAN Sebelum sampai kepada pembahasan, terlebih dahulu penulis tentukan pokok permasalahan sebagai tolak ukur agar pembahasan tidak melabar dan menyimpang. Sebagai pokok permasalahan dalam makalah ini adalah

2

yaitu jalan (ath-tharîq) (Abdullah. Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani menegaskan dua unsur mazhab ini dengan berkata. I/12). I‘ânah ath-Thalibin. 1994: 208.net/persoalan-seputar-mazhab. yang saling terkait satu sama lain sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh (Nahrawi. “tempat pergi”. Abdullah. 3 . Menurut Muhammad Husain Abdullah (1995:197). 1994: 208). II/395)3.Bagaimanakah latar belakang dan sejarah munculnya empat mazhab fiqih? Selain itu adalah apakah dasar-dasar hukum empat mazhab?. Jadi. Nahrawi. mazhab adalah kumpulan pendapat mujtahid yang berupa hukum-hukum Islam. mazhab itu secara bahasa artinya. Pengertian Mazhab Kata mazhab berasal dari bahasa Arab yaitu isim makan (kata benda keterangan tempat) dari akar kata dzahab (pergi) (Al-Bakri. adalah pokok pikiran atau dasar yang digunakan oleh imam mujtahid dalam memecahkan masalah. yang digali dari dalil-dalil syariat yang rinci serta berbagai kaidah (qawâ’id) dan landasan (ushûl) yang mendasari pendapat tersebut. Sedangkan menurut istilah ushul fiqih. (2) ushul fikih yang menjadi jalan (tharîq) yang ditempuh mujtahid itu untuk menggali hukum-hukum Islam dari dalil-dalilnya yang rinci2. istilah mazhab mencakup dua hal: (1) sekumpulan hukum-hukum Islam yang digali seorang imam mujtahid.multiply. Secara terminologis pengertian mazhab menurut Huzaemah Tahido Yanggo.hayatulislam. 1995: 197).html 3 Ibid. 1 2 http://diaz2000. atau mengistinbatkan hukum Islam1. PEMBAHASAN 1.” (Asy-Syakhshiyah Al-Islamiyah. “Setiap mazhab dari berbagai mazhab yang ada mempunyai metode penggalian (tharîqah al-istinbâth) dan pendapat tertentu dalam hukum-hukum syariat. 1995: 197. C.com Http://www. karena bagaimanapun juga setiap imam mazhab pasti memiliki pendapat masing dalam hal pengambilan dan menetapkan pijakan dasar sebuah hukum.

Imam Hanafi disebutkan sebagai tokoh yang pertama kali menyusun kitab fiqh berdasarkan kelompok-kelompok yang berawal dari kesucian (taharah). taqiy. Latar belakang kematiannya karena 4 5 Abdullah Musthafa Al-Maraghi. yang ternyata banyak menimbulkan protes di kalangan para ulama yang tingkat pemikirannya belum sejajar dengan Abu Hanifah. Biografi Empat Imam Mazhab Fiqih Mengingat betapa masyhurnya nama keempat imam mazhab ini. 333 6 http://id.2. Kemudian ia bersandar pada qiyas. yang kemudian diikuti oleh ulama-ulama sesudahnya seperti Malik bin Anas.wikipedia. Pada akhir hayatnya Abu Hanifah diracuni. Hal. ‘abid.org/wiki/Abu_Hanifah 4 . Muslim dan lainnya6.) Nama beliau yang sebenarnya adalah Imam Abu Hanifah alNu’man bin Sabit bin Zauti lahir pada tahun 80 H. zuhud. Abu Dawud. 2001. 1995. Pakar-pakar Fiqih sepanjang sejarah. Semoga Allah memberikan rahmat kepadanya. diriwayatkan bahwa khalifah Al-Manshur memberi minuman beracun kepada imam Abu Hanifah dan dia pun meninggal sebagai syahid. Imam Syafi'i. sebagaimana yang disampaikan dalam Kitab Al-Baar Adz-Dzahabi berkata. Semua literatur yang mengungkapkan kehidupan Abu Hanifah menyebutkan bahwa Abu Hanifah adalah seorang ‘alim yang mengamalkan ilmunya. shalat dan seterusnya. di kota Kuffah pada masa Dinasti Umayyah4. 72 Mustofa Muhammad Asy Syak’ah. Begitu pula halnya dengan istihsan yang ia jadikan sebagai sandaran pemikiran mazhabnya. berikut akan dijelaskan lebih lanjut bagaimana pribadi dan pemikiran mereka. khusyu’ dan tawadhu’. mengudang reaksi kalangan ulama5. Imam Hanafi (Tahun 80 – 150 H. wara’. Hal. setelah pada Kitabullah dan As Sunnah. a. Bukhari. Islam Tidak Bermazhab. Metode ushul yang digunakan Abu Hanifah banyak bersandar pada ra’yun.

com/sarikata@yahoogroups.org/wiki/Malik_bin_Anas 9 http://ulamasunnah. Abu Hanifah bersujud hingga beliau meninggal dalam keadaan bersujud7.mail-archive.wikipedia. Malik bin Anas lahir di Madinah pada tahun 93 H. selama waktu itu. dan ada sebuah riwayat shahih mengatakan bahwa ketika merasa kematiannya dekat. Dalam sumber lain menyebutkan bahwa nama lengkap beliau adalah Malik bin Anas bin Malik bin Abu ‘Amir bin ‘Amr bin Al Harits bin Ghaiman bin Khutsail bin ‘Amr bin Al Harits Al Himyari Al Ashbahi Al Madani9. ia menunjukan kepada 70 ahli fiqh Madinah8. Imam Maliki (Tahun 93 – 179 H. b.wordpress.com/msg08055. khususnya ilmu hadits dan fiqih. c. dengan julukan Abu Abdillah. Karya-karya Imam Malik begitu banyak. Ia dipandang ahli dalam berbagai cabang ilmu.com/2008/02/04/ biografi-al-imam-malik-bin-anas/ 5 . Keistimewaan Al-Muwatta’ adalah bahwa Imam Malik merinci berbagai persoalan kaidah-kaidah fiqhiyah yang di ambil dari hadits-hadits dan atsar. Imam Syafi’i (Tahun 150 – 204 H.ada beberapa penyebar fitnah yang tidak suka pada Abu Hanifah. Ia menyusun kitab Al Muwaththa'. Para ahli sejarah bersepakat beliau meninggal pada bulan rajab tahun 150 H dalam usia 70 tahun. di antaranya yang paling populer adalah Al Muwatta’ yang berarti ‘kemudahan’ atau ‘kesederhanaan’.) Nama lengkapnya adalah Malik bin Anas Abi Amir al Ashbahi. Ia lahir pada tahun 93 H.html http://id. sehingga Al-Manshur melakukan pembunuhan itu. memberi keterangan palsu pada Al-Manshur. dan dalam penyusunannya ia menghabiskan waktu 40 tahun. Sejak muda ia sudah menghafal Al-Qur’an dan sudah nampak minatnya dalam ilmu pengetahuan.) 7 8 http://www.

100 11 6 . Cet. Hal. Sejarah hidupnya menunjukkan bahwa ia amat dipengaruhi oleh masyarakat sekitar terbukti dengan munculnya dua kecendrungan dalam mazhab Syafi’i yang dikenal dengan qaul qadim (mazhab lama) dan qaul jadid (mazhab baru). mazhab qadim Imam Syafi’i dibangun di Irak pada tahun 195 H. 2006. ‫ الامام الشافعى )فقيه السنة‬. Pemikiran-pemikiran baru Imam Syafi’i di antaranya di muat dalam bukunya Al-Umm. Muhammad ibnu Idris bin Abbas bin Usman bin Syafi’i bin Saaib bin ‘Abiid bin Abdu Yazid bin Hasim bin Muthalib bin Abdu Manaf. Sebagian besar riwayat menyebutkan bahwa Imam Syafi’i lahir di daerah Ghazza. pada kakeknya. ia kembali ke Baghdad dan berdiam di sana selama tiga tahun. Sirry.Ia bernama Abu Abdullah. kehidupan sosial masyarakat dan keadaan zamannya amat mempengaruhi Imam Syafi’i dalam membentuk pemikiran dan mazhab fiqihnya. fiqih Imam Syafi’i juga merupakan refleksinya.2. Pada umur sekitar tujuh tahun Imam Syafi’i sudah menghafal Al-Qur’an. Menurut para ahli sejarah fiqih. Pada usia dua tahun ia dibawa oleh ibunya untuk pindah ke Makkah11.‫دار القلم‬. Sejarah Fiqih Islam Sebuah Pengantar. Selain pengembaraan intelektual dan keilmuan yang sedemikian rupa . Dengan kata lain.‫عبد الغنى الدقر‬ 29 . Pada tahun 195 H. yang merupakan kakek dari kakek Nabi10. Risalah Gusti:Surabaya. Kedatangan Imam Syafi’i ke Baghdad pada masa pemerintahan khalifah Al-Amin itu melibatkan Syafi’i dalam perdebatan sengit dengan para ahli fiqih rasional Irak. Sedangkan mazhab jadid adalah pendapat selama berdiam di Mesir yang dalam banyak hal mengoreksi pendapat-pendapat sebelumnya. Abdi Manaf ayahnya meninggal ketika ia masih kecil.‫ ص‬. selain itu ia juga banyak menghafal hadits-hadits Nabi.‫دمشق‬. Syam (Palestina) dari keturunan Quraisy dan Nasabnya bertemu dengan Nabi Muhammad saw.(‫البكبر‬ 10 Mun’im A.

ia pindah ke Mesir hingga wafat pada tahun 204 H. Kemudian pada tahun 199 H. beliau juga mahir baca-tulis dengan sempurna hingga dikenal sebagai orang yang terindah tulisannya. Ia terlahir di Baghdad Irak pada tahun 164 H/780 M13. Bukunya Ar-Risalah yang ditulis ketika di Makkah direvisi ulang. Di antara mereka adalah: Ismail bin Ja’far. Beliau telah mempelajari Hadits sejak kecil dan untuk mempelajari Hadits ini beliau pernah pindah atau merantau ke Syam (Syiria). Baghdad. Hal.Karakteristik pemikiran Syafi’i tahapan kedua ini lebih bersifat pengembangan atau pengetrapan pemikirannya yang global terhadap masalah-masalah furu’iyah. jumlahnya lebih dari dua ratus delapan puluh yang tersebar di berbagai negeri. 2001. Kufah.) Nama lengkap imam besar ini adalah Ahmad bin Hambal bin Hilal bin Usd bin Idris bin Abdullah bin Hayyan ibn Abdullah bin Anas bin Auf bin Qasit bin Mazin bin Syaiban. d. Yaman dan negeri lainnya. seperti di Makkah. dikurangi dan ditambah sesuai dengan perkembangan baru di Mesir12. Hal. Umari bin Abdillah bin Khalid. Pakar-pakar Fiqih sepanjang sejarah. Husyaim bin Basyir Ibid. Imam Ahmad bin Hambal berguru kepada banyak ulama. ia kemudian diasuh oleh ibunya. 109-110 Abdullah Musthafa Al-Maraghi. Tahun-tahun terakhirnya di Mesir ia gunakan sebagian besar untuk menulis dan merevisi buku-buku yang pernah ditulisnya. Ilmu yang pertama kali dikuasai adalah Al Qur’an hingga beliau hafal pada usia 15 tahun. Bashrah. LKPSM: Yogyakarta. Lalu beliau mulai konsentrasi belajar ilmu hadits di awal umur 15 tahun itu pula. Ayahnya meninggal dunia ketika Ahmad masih kecil. Pluralisme pemikiran yang ada di Irak adalah faktor utama yang menyebabkan kematangan pemikiran Syafi’i. 105 13 12 7 . Abbad bin Abbad Al-Ataky. Imam Hambali ( Tahun 164 – 241 H.

Pada masa-masa itulah di Irak muncul seorang mujtahid besar bernama Abu Hanifah al-Nu'man ibn Tsabit (80-150 H atau 700-767 M) yang merupakan orang pertama yang memformulasikan ilmu fiqih. Muslim. 14 15 http://id. Sementara itu. Ibrahim bin Ma’qil14 Umumnya ahli hadits pernah belajar kepada imam Ahmad bin Hambal. Abu Daud. di Madinah muncul juga seorang mujtahid besar bernama Malik ibn Anas (93-178 H atau 713-795 M) yang memformulasikan ilmu fiqih dan membukukan kumpulan hadis berjudul al-Muwaththa'. Sejarah Empat Mazhab Fiqih Ilmu fiqih baru muncul pada periode tabi' al-tabi'in yaitu sekitar abad kedua Hijriyah. serta terbukanya pembahasan dan perdebatan tentang hukum-hukum syariah. beliau Rahimahullah menghembuskan nafas terakhirnya di pagi hari Jum’at bertepatan dengan tanggal dua belas Rabi’ul Awwal 241 H pada umur 77 tahun. Imam Asy-Syafi’i. Tirmidzi. Keponakannya. Ismail bin Ulayyah. Imam Asy-Syafi’i.15 3. yang terutama berisi hukum-hukum syariah. dengan munculnya para mujtahid di berbagai kota. 8 . Putranya. Jenazah beliau dihadiri delapan ratus ribu pelayat lelaki dan enam puluh ribu pelayat perempuan.wikipedia. Ibnu Majah.org/wiki/Ahmad_bin_Hanbal Ibid. Shalih bin Imam Ahmad bin Hambal. Sufyan bin ‘Uyainah. Hambal bin Ishaq. Imam Ahmad. dan belajar kepadanya juga ulama yang pernah menjadi gurunya. Putranya. Setelah sakit sembilan hari. dengan maksud sebagai pedoman bagi kaum Muslimin dalam mengarungi kehidupan mereka. yang paling menonjol adalah: Imam Bukhari. Nasai. Pembukuan kitab ini dilakukan atas permintaan khalifah Abu Ja'far al-Manshur (137159 H atau 754-775 M). Abdurrazaq.bin Qasim bin Dinar As-Sulami. Waki’ bin Jarrah. Abdullah bin Imam Ahmad bin Hambal. tetapi ilmu ini belum dibukukan.

Karena jasanya membela hadis. 16 http://www.hupelita. sementara Abu Yusuf pernah menjadi qâdhî pada masa khalifah Harun alRasyid. Pada umumnya ahl al-ra'y dengan kemampuan debatnya dapat mengalahkan argumentasi ahl al-hadîts. maka ahl al-ra'y pun menjawab dengan mengemukakan argumentasi tentang 'illah-'illah hukum (legal reasons) dan maksud-maksud syariah. Baik Abu Hanifah maupun Malik ibn Anas kemudian oleh para pengikutnya masing-masing dijadikan sebagai pendiri mazhab Hanafi dan Maliki16. Sedangkan yang menjadi pedoman bagi faham fiqih di kalangan umat Islam di Irak (aliran ahl al-ra'y) adalah buku-buku yang ditulis oleh murid-murid Abu Hanifah. maka ia dijuluki sebagai "nâshir al-sunnah" (pembela Sunnah). Keempat mazhab (Hanafi. dan Hambali) inilah yang sampai kini dianggap sebagai mazhab fiqih yang beraliran Ahl al-Sunnah wa al-Jama'ah. tetapi permintaan ini ditolak.Kitab ini kemudian menjadi dasar bagi faham fiqih di kalangan umat Islam di Hijaz (aliran ahl-hadis). sebagaimana contoh di atas. Syafii. Abu Hanifah sendiri pernah diminta menjadi qâdhî (hakim) oleh seorang khalifah Dinasti Abbasiyyah. terutama Muhammad ibn al-Hasan al-Syaibani (102-189 H) dengan bukunya antara lain al-Jâmi' al-Kabîr dan al-Jâmi' al-Shaghîr dan Abu Yusuf (112-183 H) dengan bukunya berjudul Kitab al-Kharâj (Kitab tentang Pajak Penghasilan). Sejak periode tabi'in sering terjadi perdebatan antara kedua aliran tersebut. Sementara kalangan ahl al-hadis mencela kelompok ahl al-ra'y dengan tuduhan bahwa ahl al-ra'y meninggalkan sebagian hadis. dapat menghilangkan supremasi ahl al-ra'y terhadap ahl al-hadis dalam perdebatan. Maliki. Maka munculnya Muhammad ibn Idris al-Syafi'i atau yang dikenal dengan Imam Syafi’i (150-204 H atau 767-820 M). yang di satu segi menguasai banyak hadis dan di lain segi memiliki kemampuan dalam menggali dasar-dasar dan tujuan-tujuan hukum.com 9 .

Perbedaan para sahabat dalam memahami nash-nash al-Qur’an 2. tabiin hingga munculnya mazhab-mazhab fiqih pada periode ini. Namun mazhabmazhab muncul pada periode ini tidak terbatas pada empat mazhab – 17 http://diaz2000. Qasim Abdul Aziz Khomis menjelaskan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan ikhtilaf di kalangan sahabat ada tiga yakni : 1. Latar Belakang dan Sejarah Munculnya Empat Mazhab Fiqih Sebagaimana diketahui. Di dalam sejarah dijelaskan bahwa masa ini dimulai ketika memasuki abad kedua hijriah.com 10 . Perbedaan para sahabat disebabkan karena ra’yu. di mana pemerintahan Islam dipegang oleh Daulah Abbasiyyah. kesempatan untuk bertukar pikiran atau bermusyawarah memecahkan sesuatu masalah sukar dilaksanakan. Setelah berakhirnya masa sahabat yang dilanjutkan dengan masa Tabi’in. Sejalan dengan pendapat di atas. dan dari sini pula kita dapat merumuskan apa sebab-sebab munculnya mazhab pada periode ini. Dengan demikian. Ia berpendapat bahwa salah satu sebab utama ikhtilaf di antara para sahabat prosedur penetapan hukum untuk masalah-masalah baru yang tidak terjadi pada zaman Rasulullah SAW17. banyak sahabat Nabi yang telah pindah tempat dan berpencar-pencar ke nagara yang baru tersebut. Perbedaan para sahabat disebabkan perbedaan riwayat 3. Generasi ketiga ini dikenal dengan Tabi’it Tabi’in. bahwa ketika agama Islam telah tersebar meluas ke berbagai penjuru. Dari mata rantai sejarah ini jelas terlihat bahwa pemikiran fiqih dari zaman sahabat. muncullah generasi Tabi’it Tabi’in.1. Sementara Jalaluddin Rahmat melihat penyebab ikhtilaf dari sudut pandang yang berbeda. Ijtihad para Sahabat dan Tabi’in dijadikan suri tauladan oleh generasi penerusnya yang tersebar di berbagai daerah wilayah dan kekuasaan Islam pada waktu itu.multiply.

Syafi’ie dan Hambali – seperti yang ada sekarang.).). Yaitu Periode risalah. Periode keemasan. Muhammad Khudari Beik (ahli fiqh dari Mesir) membagi periodisasi fiqh menjadi enam periode. Imam Muhammad bin Idris al Syafi’ie (wafat 204 H.2.com 18 11 . Periode ini dimulai sejak kerasulan Muhammad SAW sampai wafatnya Nabi SAW (11 H. Imam Laits bin Sa’d (wafat 157 H.). Pada periode ini kekuasaan penentuan hukum sepenuhnya berada di tangan Rasulullah SAW. tetapi hanya delapan atau sembilan mazhab saja yang dapat diketahui dengan jelas dasar-dasar dan metode fiqhiyah yang mereka pergunakan. Sirry. Ayat hukum yang turun pada periode ini tidak banyak jumlahnya. Dr. Imam Abu Hanifah al-Nu’man bin Tsabit bin Zuthi (wafat 150 H. takhrij dan tarjih dalam mazhab fiqih. Periode risalah. Risalah Gusti:Surabaya. Sejarah Fiqih Islam Sebuah Pengantar.).). Imam Sufyan bin Uyainah (wafat 198 H. dan yang terakhir adalah periode kemunduran fiqih19./632 M. Sumber hukum ketika itu adalah Al-Qur'an dan sunnah Nabi SAW.Mazhab Hanafi. dan itu pun masih dalam Mun’im A.cybermq.).). Hal.). Pada periode Makkah. 2006. 1. Periode khulafaurrasyidun.). Para imam mazhabmazhab itu adalah : Imam Abu Sa’id bin Yasar al-Bashir (wafat 110 H. Imam Auza’ie Abu Amr Abdur Rahman bin Amru bin Muhammad (wafat 157 H. Imam Sufyan bin Said bin Masruq alTsauri (wafat 160 H.) 18. Periode awal ini juga dapat dibagi menjadi periode Makkah dan periode Madinah. Periode tahrir. dan Imam Ahmad bin Muhammad bin Hambal (wafat 241 H. risalah Nabi SAW lebih banyak tertuju pada masalah aqidah. Maliki. Imam Malik bin Anas al-Anshari (Wafat 179 H. Cet. Periode awal pertumbuhan fiqih. 79 19 http://www. Thaha Jabir Fayyadh al-‘Ulwani berkesimpulan bahwa saat itu muncul sekitar tiga belas mazhab yang semuanya berafiliasi sebagai mazhab yang “Ahlu Sunnah”.

Periode ini dimulai sejak wafatnya Nabi Muhammad SAW sampai Mu'awiyah bin Abu Sufyan memegang tampuk pemerintahan Islam pada tahun 41 H. sesuai dengan situasi dan kondisi masyarakat daerah tersebut. Periode al-Khulafaur Rasyidun. Dengan bertebarannya para sahabat ke berbagai daerah semenjak masa al-Khulafaur Rasyidun (terutama sejak Usman bin Affan menduduki jabatan Khalifah. Periode ketiga ini merupakan titik awal pertumbuhan fiqh sebagai salah satu disiplin ilmu dalam Islam. 2. periode ini termasuk dalam periode Kemajuan Islam Pertama (700-1000). Periode ini dimulai dari awal abad ke-2 sampai pada pertengahan abad ke-4 H. 3. Periode keemasan. disamping Al-Qur'an dan sunnah Nabi SAW. ijtihad sudah merupakan upaya yang luas dalam memecahkan berbagai persoalan hukum yang muncul di tengah masyarakat. Dalam periode sejarah peradaban Islam. ayat-ayat tentang hukum turun secara bertahap.). baik yang menyangkut masalah ibadah maupun muamalah. Masa ini dimulai pada pertengahan abad ke-1 sampai awal abad ke-2 H. khususnya setelah Umar bin al-Khattab menjadi khalifah (13 H. Sumber fiqh pada periode ini. Seperti periode sebelumnya. Ijtihad ini dilakukan ketika persoalan yang akan ditentukan hukumnya tidak dijumpai secara jelas dalam nash./661 M. 33 H. Pada masa ini seluruh persoalan hukum diturunkan Allah SWT.)./634 M. munculnya berbagai fatwa dan ijtihad hukum yang berbeda antara satu daerah dengan daerah lain. Pada periode Madinah. ciri khas yang menonjol pada periode ini adalah semangat ijtihad yang tinggi 12 ./644 M. juga ditandai dengan munculnya berbagai ijtihad para sahabat. 4. Periode awal pertumbuahn fiqh. Pada masa ini.rangkaian mewujudkan revolusi aqidah untuk mengubah sistem kepercayaan masyarakat jahiliyah menuju penghambaan kepada Allah SWT semata.

Periode ini ditandai dengan melemahnya semangat ijtihad dikalangan ulama fiqh. al-Amin dan al-Ma'mun./750 M. sehingga perhatian para penguasa Abbasiyah terhadap berbagai bidang ilmu sangat besar. sehingga berbagai pemikiran tentang ilmu pengetahuan berkembang. Dinasti Abbasiyah (132 H. Para penguasa awal Dinasti Abbasiyah sangat mendorong fuqaha untuk melakukan ijtihad dalam mencari formulasi fiqh guna menghadapi persoalan sosial yang semakin kompleks. 5. Teori usul fiqh dalam masing-masing mazhab pun bermunculan. Perhatian para penguasa Abbasiyah terhadap fiqh misalnya dapat dilihat ketika Khalifah Harun ar-Rasyid (memerintah 786-809) meminta Imam Malik untuk mengajar kedua anaknya. Yang dimaksudkan dengan tahrir. sehingga mujtahid mustaqill (mujtahid mandiri) 13 . Periode ini dimulai dari pertengahan abad ke-4 sampai pertengahan abad ke-7 H. dan al-maslahah al-mursalah. dan tarjih adalah upaya yang dilakukan ulama masing-masing mazhab dalam mengomentari. memperjelas dan mengulas pendapat para imam mereka.) yang naik ke panggung pemerintahan menggantikan Dinasti Umayyah memiliki tradisi keilmuan yang kuat.-656 H. Diantara kitab fiqh yang paling awal disusun pada periode ini adalah al-Muwaththa' oleh Imam Malik.dikalangan ulama. istihsan. Periode keemasan ini juga ditandai dengan dimulainya penyusunan kitab fiqh dan usul fiqh. dan Zahir ar-Riwayah dan anNawadir oleh Imam asy-Syaibani. Kitab usul fiqh pertama yang muncul pada periode ini adalah ar-Risalah oleh Imam asy-Syafi'i. Ulama fiqh lebih banyak berpegang pada hasil ijtihad yang telah dilakukan oleh imam mazhab mereka masing-masing. Perkembangan pemikiran ini tidak saja dalam bidang ilmu agama. tetapi juga dalam bidang-bidang ilmu pengetahuan umum lainnya. takhrij. takhrij dan tarjih dalam mazhab fiqh./1258 M. Periode tahrir. seperti teori kias. al-Umm oleh Imam asy-Syafi'i.

maka ijtihadnya tidak terlepas dari prinsip mazhab yang mereka anut. dan lebih jauh muncul pula pernyataan haram melakukan talfiq. Dari sini muncul sikap taqlid pada mazhab tertentu yang diyakini sebagai yang benar. Mustafa Ahmad az-Zarqa mengatakan bahwa dalam periode ini untuk pertama kali muncul pernyataan bahwa pintu ijtihad telah tertutup. Periode kemunduran fiqh. Artinya ulama fiqh tersebut hanya berstatus sebagai mujtahid fi almazhab (mujtahid yang melakukan ijtihad berdasarkan prinsip yang ada dalam mazhabnya). Munculnya gerakan pembukuan pendapat masing-masing mazhab yang memudahkan orang untuk memilih pendapat mazhabnya dan menjadikan buku itu sebagai rujukan bagi masing-masing mazhab. sehinga aktivitas ijtihad terhenti.tidak ada lagi. sampai munculnya Majalah al-Ahkam al.'Adliyyah (Hukum Perdata Kerajaan Turki Usmani) pada 26 Sya'ban l293. o o 6. Sekalipun ada ulama fiqh yang berijtihad. muncullah sikap atta'assub al-mazhabi (sikap fanatik buta terhadap satu mazhab) sehingga setiap ulama berusaha untuk mempertahankan mazhab imamnya. Akibat dari tidak adanya ulama fiqh yang berani melakukan ijtihad secara mandiri. o Dorongan para penguasa kepada para hakim (qadi) untuk menyelesaikan perkara di pengadilan dengan merujuk pada salah satu mazhab fiqh yang disetujui khalifah saja. Masa ini dimulai pada pertengahan abad ke-7 H. paling tidak ada tiga faktor yang mendorong munculnya pernyataan tersebut. Perkembangan fiqh pada periode ini merupakan lanjutan dari 14 . Menurutnya. Munculnya sikap at-taassub al-mazhabi yang berakibat pada sikap kejumudan (kebekuan berpikir) dan taqlid (mengikuti pendapat imam tanpa analisis) di kalangan murid imam mazhab.

Muncul beberapa produk fiqh sesuai dengan keinginan penguasa Turki Usmani. Penjelasan yang dibuat bisa berbentuk mukhtasar (ringkasan) dari buku-buku yang muktabar (terpandang) dalam mazhab atau hasyiah dan takrir (memperluas dan mempertegas pengertian lafal yang di kandung buku mazhab). seperti diberlakukannya istilah atTaqaddum (kedaluwarsa) di pengadilan. Sekalipun ketetapan ini lemah. Pada masa ini. Contohnya. tanpa menguraikan tujuan ilmiah dari kerja hasyiah dan takrir tersebut. namun karena sesuai dengan tuntutan kemaslahatan zaman. Mustafa Ahmad az-Zarqa menyatakan bahwa ada tiga ciri perkembangan fiqh yang menonjol pada periode ini. pihak penguasa melarang berlakunya suatu bentuk transaksi. Meskipun pada dasarnya bentuk transaksi itu dibolehkan syara'. fungsi ulil amri (penguasa) dalam menetapkan hukum (fiqh) mulai diakui. o Munculnya upaya pembukuan terhadap berbagai fatwa. atau paling tidak untuk melaksanakan transaksi tersebut diperlukan pendapat dari pihak 15 o . ulama fiqh lebih banyak memberikan penjelasan terhadap kandungan kitab fiqh yang telah disusun dalam mazhab masing-masing. baik dalam menetapkan hukum Islam dan penerapannya maupun menentukan pilihan terhadap pendapat tertentu.perkembangan fiqh yang semakin menurun pada periode sebelumnya. Disamping itu. muncul ketentuan dikalangan ulama fiqh bahwa ketetapan pihak penguasa dalam masalah ijtihad wajib dihormati dan diterapkan. Periode ini dalam sejarah perkembangan fiqh dikenal juga dengan periode taqlid secara membabi buta. sehingga banyak bermunculan buku yang memuat fatwa ulama yang berstatus sebagai pemberi fatwa resmi (mufti) dalam berbagai mazhab. tetapi atas dasar pertimbangan kemaslahatan tertentu maka transaksi tersebut dilarang.

Hal ini ditandai dengan prakarsa pihak pemerintah Turki Usmani. Sunnah dan Ijtihad dalam Mun’im A. seseorang yang berutang tidak dibolehkan mewakafkan hartanya yang berjumlah sama dengan utangnya tersebut. “Saya kembalikan segala persoalan pada Kitabullah. seperti Majalah al-Ahkam al-'Adliyyah yang merupakan kodifikasi hukum perdata yang berlaku di seluruh Kerajaan Turki Usmani berdasarkan fiqh Mazhab Hanafi. Cet. Dasar-Dasar Fiqih Empat Mazhab a. dan apabila saya tidak menemukan jawaban hukum dalam Kitabullah maupun Sunnah Nabi saw. Fatwa ini dikemukakan oleh Maula Abi as-Su 'ud (qadi Istanbul pada masa kepemimpinan Sultan Sulaiman al-Qanuni [1520-1566] dan Salim [1566-1574] dan selanjutnya menjabat mufti Kerajaan Turki Usmani). Apabila masalahnya sampai pada Ibrahim. Sejarah Fiqih Islam Sebuah Pengantar. maka saya berhak pula untuk berijtihad sebagaimana mereka berijtihad. Atha’ dan Said bin Musayyib (semuanya adalah tabi’ien). Risalah Gusti:Surabaya. 4. Di akhir periode ini muncul gerakan kodifikasi hukum (fiqh) Islam sebagai mazhab resmi pemerintah. Misalnya. Sirry.2. Sya’bi. 87 20 16 . saya merujuk pada Sunnah Nabi. 2006. karena hal itu merupakan indikator atas sikapnya yang tidak mau melunasi utang tersebut. maka saya akan mengambil pendapat para sahabat Nabi. dan tidak beralih pada fatwa selain mereka. Hal. Hasan Ibnu Sirin. Dasar-dasar Fiqih Mazhab Hanafi Abu Hanifah memang belum menetapkan dasar-dasar pijakan dalam berijtihad secara terperinci.pemerintah.”20 Dari sini kita ketahui bahwa dasar-dasar istidlal yang digunakan Abu Hanifah adalah Al-Qur’an. tetapi kaidah-kaidah umum (ushul kulliyah) yang menjadi dasar bangunan pemikiran fiqhiyah tercermin dalam pernyataannya berikut.

Bahkan jika ia menemukan pendapat atau qaul (pernyataan) sahabat yang benar. maka hukum itu disebut “diambil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah”. illat dan lain sebagainya. Tetapi bila nash tadi menunjukkan secara tidak langsung atau hanya memberikan kaidahkaidah dasar berupa tujuan-tujuan moral. mencari tujuan-tujuan moral dan kemaslahatan yang menjadi sasaran utama disyariatkannya suatu hukum. teori kemaslahatan dan lainnya. Tidak ada riwayat sahih yang menyebutkan bahwa Abu Hanifah mendahulukan rasio daripada AlQur’an dan Sunnah. Yang membedakan dasar-dasar pemikiran Abu Hanifah dengan imam-imam yang lain sebenarnya terletak pada kebenarannya menyelami suatu hukum. ia menolak untuk melakukan ijtihad. Artinya jika nash Al-Qur’an dan Sunnah secara jelasjelas menunjukkan pada suatu hukum. Perbedaan lebih tajam lagi adalah bahwa Abu Hanifah banyak menggunakan teori-teori tadi dan sangat ketat dalam penerimaan hadits ahad. pemikiran fiqih Abu Hanifah tidak berdiri sendiri tetapi berakar kuat pada pendahulu-pendahulunya di Irak dan juga para ahli hadits di 21 Ibid. Semua imam sepakat tentang keharusan merujuk pada AlQur’an dan As-Sunnah. Dengan kata lain. istihsan. Tidak seperti imam yang lain. maka pengambilan hukum disebut “melalui qiyas”. Perlu ditambahkan bahwa betapapun Abu Hanifah terkenal dengan mazhab rasionalis yang menyelami di balik arti dan illat suatu hukum serta sering mempergunakan qiyas. Termasuk dalam hal ini adalah penggunaan teori qiyas.pengertian luas. 87-88 17 . akan tetap itu tidak berarti ia telah mengabaikan nash-nash Al-Qur’an dan Sunnahatau meninggalkan ketentuan hadits dan atsar. hikmah dan tujuan-tujuan moral dan bentuk kemaslahatan yang dipahaminya21. ‘urf (adat-kebiasaan). Abu Hanifah sering menafsirkan suatu nash dan membatasi konteks aplikasinya dalam kerangka illat. Hal.

Dari beberapa isyarat yang ada dalam fatwa-fatwanya dan bukunya Al-Muwattha’. Sebagian fuqaha Malikiyah menyebutkan bahwa dasar-dasar mazhab Maliki ada dua puluh macam. perbuatan orang-orang Madinah. Abu Hanifah mengambil pendapat Ibnu Abbas. 97 18 . Ijma’. membenarkan bahwa dalam masalah hukum seseorang yang berhubungan dengan istrinya sebelum tawaf ziarah. ‘urf. yaitu Al-Qur’an. qiyas. seorang ahli hukum mazhab Maliki. fuqaha Malikiyah merumuskan dasar-dasar mazhab Maliki. yaitu : Nash literatur Al-Qur’an. mura’at al khilaf. istihsan dan istihsab. dan menolak pendapat Ibrahim yang dikenal banyak mewariskan pemikiran fiqih rasional kepadanya. Muhammad bin Hasan seperti dikutip Abu Zahrah. tetapi pemuka-pemuka mazhab ini. sadd ad-dara’i. Imam Malik sebenarnya belum menuliskan dasar-dasar fiqhiyah yang menjadi pijakan dalam berijtihad. 22 Ibid. tradisi orang-orang Madinah. qaul sahabat. b. istihsan. Sunnah. istishab. Al-Qurafidalam bukunya Tanqih Al-Ushul. menyederhanakan dasar-dasar mazhab Maliki itu ke dalam empat hal. maslahah mursalah dan syar’u man qablana. Bahkan Syatibi. dan ra’yi (rasio)22. Dasar-dasar Fiqih Mazhab Maliki Seperti halnya Imam Hanafi. menyebutkan dasar-dasar mazhab maliki sebagai berikut : Al-Qur’an. seorang ulama ahli hadits Makkah. qaul sahabat. murid-murid Imam Malik dan generasi yang muncul sesudah itu menyimpulkan dasardasar fiqhiyah Imam Malik kemudian menuliskannya. mafhumul muwafaqah. sadd al dara-i’. demikian juga dalam sunnah. ijma’ qiyas. maslahah mursalah.Hijaz. Sunnah. ijma’. Hal. tambih alal ‘illah (pencarian kuasa hukum). mafhumul mukhalafah.

dan bahkan merupakan satu kesatuan sumber syari’at Islam. demikian pula zakat. Sedangkan teori-teori istidlal seperti qiyas. istishab. 111 19 . “Setiap persoalan yang muncul akan ditemukan ketentuan hukumnnya di dalam Al-Qur’an. Hipotesa menarik lainnya dalam pemikiran metodologi Syafi’ie adalah pernyataannya. Dasar-dasar Fiqih Mazhab Syafi’i Bagi Imam Syafi’i Al-Qur’an dan Sunnah berada dalam satu tingkat. istihsan. jumlah rakaat dalam shalat. zakat. menjelaskan dan menafsirkan sesuatu yang tidak jelas di dalam Al-Qur’an. darah dan yang lainnya. mengkhususkan yang umum dan bahkan membuat hukum tersendiri yang tidak ada di dalam Al-Qur’an. Hal. Kedua. atau nash-nash yang mengharamkan zina. makan bangkai. minum khamar. Nabi Muhammad saw juga sering menentukan suatu hukum yang tidak ada nash hukumnya di dalam Al-Qur’an. Pertama. puasa. suatu hukum yang disebut secara global dalam AlQur’an dan dirinci dalam Sunnah Nabi. dan haji. Ketiga. waktu pelaksanaannya. Misalnya. dalam banyak hal. dan lainlain hanyalah merupakan suatu metode merumuskan dan menyimpulkan hukum-hukum dari sumber utamanya tadi. Bentuk penjelasan Al-Qur’an untuk masalah seperti ini dengan mewajibkan 23 Ibid. Syafi’ie menyebut empat cara Al-Qur’an dalam menerangkan suatu hukum. apa dan berapa kadar yang harus dikeluarkan. merinci yang global. Pemahaman integral Al-Qur’an dan Sunnah ini merupakan karakteristik menarik dari pemikiran fiqih Syafi’ie. seperti nash-nash yang mewajibkan shalat. Al-Qur’an menerangkan suatu hukum dengan nash-nash hukum yang jelas. Semua itu disebut secara global dalam Al-Qur’an dal Nabi-lah yang menerangkan secara terinci.”23 Untuk membuktikan hipotesanya itu.c. Menurut Syaafi’ie. kedudukan Sunnah.

dan apabila tidak jelas.” Dengan demikian. misalnya dengan qiyas atau penalaran analogis. yang terdiri dari nash Al-Qur’an. berarti ia taat kepada Allah. Imam Ahmad memilih yang paling dekat dengan al-Qur’an dan Sunnah. Di dalam AlQur’an disebutkan : (4:80) Yang maksudnya : “Barang siapa yang taat kepada Rasul. yaitu lima dasar ushuliyah dan lima dasar lainnya sebagai pengembangan.S. Para ulama Hanabilah berkesimpulan bahwa fatwa-fatwa Imam Ahmad bin Hambal dan pemikiran-pemikiran fiqihnya dibangun atas sepuluh dasar. Dasar-dasar Fiqih Mazhab Hambali Sikapnya yang tegas dan fundamentalis tercermin pemikiranpemikiran fikihnya. (2) fatwa-fatwa sahabat. Dasar-dasar mazhab Hambali aitu adalah : (1) Nushus. suatu hukum yang ditetapkan oleh Sunnah berarti juga ditetapkan oleh Al-Qur’an.taat kepada perintah Nabi dan menjauhi larangannya. Sunnah dan nash ijma’. Keempat. yaitu dengan membolehkan ijtihad (bahkan mewajibkan) sesuai dengan kapasitas pemahaman terhadap maqashid al-Syari’ah (tujuan-tujuan umum syariat). (3) apabila terjadi perbedaan. Penjelasan Al-Qur’an dalam masalah yang seperti ini. dalam Al-Qur’an di sebutkan dalan 4:59 d. karena Al-Qur’an memerintahkan untuk mengambil apa yang diperintahkan oleh Nabi menjauhi yang di larang24. dia hanya menceritakan ikhtilaf itu dan tidak menentukan sikapnya secara khusus. Allah juga mewajibkan kepada hamba-Nya untuk berijtihad terhadap berbagai persoalan yang tidak ada ketentuan nashnya dalam Al-Qur’an dan Hadits. (4) hadits-hadits mursal 24 Q. 59 : 7 20 .

LKPSM: Yogyakarta. DAFTAR PUSTAKA ‫ الامام الشافعى )فقيه السنة‬. Mustofa Muhammad. dengan harapan semoga ada manfaatnya bagi pembaca. Abdullah. terlihat bahwa Imam Ahmad bin Hambal mempersempit penggunaan rasio sampai pada batas tertentu. (9) ibthal al ja’l. Risalah Gusti:Surabaya.2. Cet. 2. KESIMPULAN Dari paparan di atas.25 Dari dasar-dasar dan metode-metode pengambilan hukumnya ini. 2001 Sirry. Gema Insani Press: Jakarta. (6) istihsan. khususnya bagi penulis sendiri. Islam Tidak Bermazhab. Saran-saran dan kritik yang bersifat konstruktif sangat penulis harapkan untuk melengkapi makalah ini dan untuk kemajuan ilmu pengetahuan kedepan. (10) maslahah mursalah. Cet. D. Pakar Pakar Fiqih Sepanjang Sejarah. Sirry. F. (5) qiyas. 2006. Risalah Gusti: Surabaya. Sejarah Fiqih Islam Sebuah Pengantar. Cet.‫عبد الغنى الدقر‬ ‫دمشق‬. (7) sadd al-dara-i’. Mun’im A. E. PENUTUP Demikian makalah ini penulis susun. (8) istishab. 1995 Mustofa Al Maraghi. dapat penulis mengambil beberapa poin kesimpulan di antaranya adalah sebagai berikut : 1.(‫البكبر‬ Asy Syak’ah.dan dhaif.. 1996 Mun’im A. 126 25 21 . Cet. Hal.2. 1. Sejarah Fiqih Islam Sebuah Pengantar. Ia lebih mendahulukan penggunaan qiyas.‫دار القلم‬.

php?id=495 http://www.hupelita.com/2009/05/26/sejarah-singkat-munculnyamazhab-mazhab-dalam-islam/ http://id.wikipedia.com/baca.com/sarikata@yahoogroups.html http://www.hayatulislam.wikipedia.html http://www.html 22 .multiply.http://diaz2000.mail-archive.blog.com/msg08055.cybermq.plasa.com/2009/04/mazhab-mazhab-fiqih-danpengertiannya.org/wiki/Malik_bin_Anas http://id.com/journal/item/20/Sejarah_Singkat_Munculnya_M azhab-Mazhab_dalam_Islam http://apat-kedahi.net/persoalan-seputar-mazhab.org/wiki/Abu_Hanifah http://id.com/pustaka/detail//100/sejarah-perkembangan-fiqh http://neobyadver.blogspot.wikipedia.org/wiki/Ahmad_bin_Hanbal http://www.