MAKALAH SEJARAH PEMIKIRAN ISLAM: Sejarah Empat Mazhab Fiqih

Disusun Oleh : Muh. Asroruddin / 095112032

A. PENDAHULUAN Belakangan ini penelitian tentang sejarah fiqih Islam mulai dirasakan penting. Paling tidak, karena pertumbuhan dan perkembangan fiqih menunjukkan pada suatu dinamika pemikiran keagamaan itu sendiri. Hal tersebut merupakan persoalan yang tidak pernah usai di manapun dan kapanpun, terutama dalam masyarakat-masyarakat agama yang sedang mengalami modernisasi. Di lain pihak, evolusi historikal dari perkembangan fiqih secara sungguh-sungguh telah menyediakan frame work bagi pemikiran Islam, atau lebih tepatnya actual working bagi karakterisitik perkembangan Islam itu sendiri. Kehadiran fiqih ternyata mengiringi pasang-surut perkembangan Islam, dan bahkan secara amat dominan, fiqih -- terutama fiqih abad pertengahan -- mewarnai dan memberi corak bagi perkembangan Islam dari masa ke masa. Karena itulah, kajian-kajian mendalam tentang masalah kesejahteraan fiqih tidak semata-mata bernilai historis, tetapi dengan sendirinya menawarkan kemungkinan baru bagi perkembangan Islam berikutnya. Jika kita telusuri sejak saat kehidupan Nabi Muhammad saw, para sejarahwan sering membaginya dalam dua priode yakni periode Mekkah dan periode Madinah. Pada periode pertama risalah kenabian berisi ajaran-ajaran akidah dan akhlaq, sedangkan pada periode kedua risalah kenabian lebih banyak berisi hukum-hukum. Dalam mengambil keputusan masalah amaliyah sehari-hari para sahabat tidak perlu melakukan ijtihad sendiri, karena mereka dapat langsung bertanya kepada Nabi jika mereka mendapati suatu masalah yang belum mereka ketahui.

1

Sampai dengan masa empat khalifah pertama hukum-hukum syariah itu belum dibukukan, dan belum juga diformulasikan sebagai sebuah ilmu yang sistematis. Kemudian pada masa-masa awal periode tabi'in (masa Dinasti Umayyah) muncul aliran-aliran dalam memahami hukum-hukum syariah serta dalam merespon persoalan-persoalan baru yang muncul sebagai akibat semakin luasnya wilayah Islam, yakni ahl al-hadis dan ahl al-ra'y. Aliran pertama, yang berpusat di Hijaz (Mekkah-Madinah), banyak menggunakan hadis dan pendapat-pendapat sahabat, serta memahaminya secara harfiah. Sedangkan aliran kedua, yang berpusat di Irak, banyak menggunakan rasio dalam merespons persoalan baru yang muncul. Perbedaan pendapat dalam lapangan hukum tersebut merupakan sebuah hasil penelitian (ijtihad), hal ini tidak perlu dipandang sebagai faktor yang melemahkan kedudukan hukum Islam, akan tetapi sebaliknya bisa memberikan kelonggaran kepada orang banyak sebagaimana yang disampaikan oleh Nabi pada sebuah hadis :

‫اختل ف اممممتى رحممممة )رواه المممبيهقى فمممى الرسمممالة‬ )‫العشعرية‬
Yang maksudnya : “Perbedaan pendapat di kalangan umatku adalah rahmat” (HR. Baihaqi dalam Risalah Asy’ariyyah). Ini berarti, bahwa orang bebas memilih salah satu pendapat dari pendapat yang banyak itu, dan tidak terpaku hanya kepada satu pendapat saja. Pada pembahasan selanjutnya akan dijelaskan tentang pengertian mazhab, latar belakang dan sejarah awal kemunculan mazhab-mazhab dalam fiqih, bilkhusus pada empat mazhab yaitu Mazhab Hanafi, Mazhab Maliki, Mazhab Syafi’i dan Mazhab Hambali serta beberapa hal lain yang berhubungan dengan keempat mazhab tersebut. B. POKOK PERMASALAHAN Sebelum sampai kepada pembahasan, terlebih dahulu penulis tentukan pokok permasalahan sebagai tolak ukur agar pembahasan tidak melabar dan menyimpang. Sebagai pokok permasalahan dalam makalah ini adalah

2

” (Asy-Syakhshiyah Al-Islamiyah. 1994: 208). yaitu jalan (ath-tharîq) (Abdullah. istilah mazhab mencakup dua hal: (1) sekumpulan hukum-hukum Islam yang digali seorang imam mujtahid. 1995: 197. karena bagaimanapun juga setiap imam mazhab pasti memiliki pendapat masing dalam hal pengambilan dan menetapkan pijakan dasar sebuah hukum. PEMBAHASAN 1.multiply.html 3 Ibid. atau mengistinbatkan hukum Islam1. Menurut Muhammad Husain Abdullah (1995:197). 1994: 208. 3 . Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani menegaskan dua unsur mazhab ini dengan berkata.Bagaimanakah latar belakang dan sejarah munculnya empat mazhab fiqih? Selain itu adalah apakah dasar-dasar hukum empat mazhab?.net/persoalan-seputar-mazhab. Jadi. mazhab adalah kumpulan pendapat mujtahid yang berupa hukum-hukum Islam. II/395)3. mazhab itu secara bahasa artinya. yang digali dari dalil-dalil syariat yang rinci serta berbagai kaidah (qawâ’id) dan landasan (ushûl) yang mendasari pendapat tersebut. yang saling terkait satu sama lain sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh (Nahrawi. Secara terminologis pengertian mazhab menurut Huzaemah Tahido Yanggo.com Http://www. (2) ushul fikih yang menjadi jalan (tharîq) yang ditempuh mujtahid itu untuk menggali hukum-hukum Islam dari dalil-dalilnya yang rinci2. Pengertian Mazhab Kata mazhab berasal dari bahasa Arab yaitu isim makan (kata benda keterangan tempat) dari akar kata dzahab (pergi) (Al-Bakri. Abdullah. adalah pokok pikiran atau dasar yang digunakan oleh imam mujtahid dalam memecahkan masalah. Sedangkan menurut istilah ushul fiqih. Nahrawi. “Setiap mazhab dari berbagai mazhab yang ada mempunyai metode penggalian (tharîqah al-istinbâth) dan pendapat tertentu dalam hukum-hukum syariat. I/12).hayatulislam. 1995: 197). “tempat pergi”. 1 2 http://diaz2000. I‘ânah ath-Thalibin. C.

org/wiki/Abu_Hanifah 4 . zuhud. sebagaimana yang disampaikan dalam Kitab Al-Baar Adz-Dzahabi berkata.) Nama beliau yang sebenarnya adalah Imam Abu Hanifah alNu’man bin Sabit bin Zauti lahir pada tahun 80 H. diriwayatkan bahwa khalifah Al-Manshur memberi minuman beracun kepada imam Abu Hanifah dan dia pun meninggal sebagai syahid. Bukhari. Biografi Empat Imam Mazhab Fiqih Mengingat betapa masyhurnya nama keempat imam mazhab ini. Hal. Semoga Allah memberikan rahmat kepadanya. yang kemudian diikuti oleh ulama-ulama sesudahnya seperti Malik bin Anas. yang ternyata banyak menimbulkan protes di kalangan para ulama yang tingkat pemikirannya belum sejajar dengan Abu Hanifah. taqiy. Pada akhir hayatnya Abu Hanifah diracuni. khusyu’ dan tawadhu’. Islam Tidak Bermazhab. 333 6 http://id. mengudang reaksi kalangan ulama5. Muslim dan lainnya6. ‘abid. Kemudian ia bersandar pada qiyas. a. Imam Syafi'i. shalat dan seterusnya. Metode ushul yang digunakan Abu Hanifah banyak bersandar pada ra’yun. setelah pada Kitabullah dan As Sunnah. Abu Dawud.2. Imam Hanafi (Tahun 80 – 150 H. wara’. Semua literatur yang mengungkapkan kehidupan Abu Hanifah menyebutkan bahwa Abu Hanifah adalah seorang ‘alim yang mengamalkan ilmunya. di kota Kuffah pada masa Dinasti Umayyah4. Begitu pula halnya dengan istihsan yang ia jadikan sebagai sandaran pemikiran mazhabnya. 2001. Imam Hanafi disebutkan sebagai tokoh yang pertama kali menyusun kitab fiqh berdasarkan kelompok-kelompok yang berawal dari kesucian (taharah). Latar belakang kematiannya karena 4 5 Abdullah Musthafa Al-Maraghi. Pakar-pakar Fiqih sepanjang sejarah.wikipedia. 72 Mustofa Muhammad Asy Syak’ah. 1995. berikut akan dijelaskan lebih lanjut bagaimana pribadi dan pemikiran mereka. Hal.

c.wordpress. ia menunjukan kepada 70 ahli fiqh Madinah8. Ia lahir pada tahun 93 H.com/2008/02/04/ biografi-al-imam-malik-bin-anas/ 5 . selama waktu itu.) 7 8 http://www. Abu Hanifah bersujud hingga beliau meninggal dalam keadaan bersujud7. khususnya ilmu hadits dan fiqih.org/wiki/Malik_bin_Anas 9 http://ulamasunnah. Ia menyusun kitab Al Muwaththa'.wikipedia. Keistimewaan Al-Muwatta’ adalah bahwa Imam Malik merinci berbagai persoalan kaidah-kaidah fiqhiyah yang di ambil dari hadits-hadits dan atsar. dengan julukan Abu Abdillah. b. Karya-karya Imam Malik begitu banyak. dan dalam penyusunannya ia menghabiskan waktu 40 tahun. Sejak muda ia sudah menghafal Al-Qur’an dan sudah nampak minatnya dalam ilmu pengetahuan.com/msg08055. Malik bin Anas lahir di Madinah pada tahun 93 H.ada beberapa penyebar fitnah yang tidak suka pada Abu Hanifah.html http://id. Dalam sumber lain menyebutkan bahwa nama lengkap beliau adalah Malik bin Anas bin Malik bin Abu ‘Amir bin ‘Amr bin Al Harits bin Ghaiman bin Khutsail bin ‘Amr bin Al Harits Al Himyari Al Ashbahi Al Madani9. memberi keterangan palsu pada Al-Manshur.mail-archive.com/sarikata@yahoogroups. di antaranya yang paling populer adalah Al Muwatta’ yang berarti ‘kemudahan’ atau ‘kesederhanaan’. Ia dipandang ahli dalam berbagai cabang ilmu. Para ahli sejarah bersepakat beliau meninggal pada bulan rajab tahun 150 H dalam usia 70 tahun. Imam Syafi’i (Tahun 150 – 204 H.) Nama lengkapnya adalah Malik bin Anas Abi Amir al Ashbahi. sehingga Al-Manshur melakukan pembunuhan itu. dan ada sebuah riwayat shahih mengatakan bahwa ketika merasa kematiannya dekat. Imam Maliki (Tahun 93 – 179 H.

Syam (Palestina) dari keturunan Quraisy dan Nasabnya bertemu dengan Nabi Muhammad saw. Muhammad ibnu Idris bin Abbas bin Usman bin Syafi’i bin Saaib bin ‘Abiid bin Abdu Yazid bin Hasim bin Muthalib bin Abdu Manaf. Sirry. 2006. Dengan kata lain. Pada tahun 195 H.‫دار القلم‬. Cet. yang merupakan kakek dari kakek Nabi10. mazhab qadim Imam Syafi’i dibangun di Irak pada tahun 195 H. ‫ الامام الشافعى )فقيه السنة‬. Sejarah Fiqih Islam Sebuah Pengantar. Pada usia dua tahun ia dibawa oleh ibunya untuk pindah ke Makkah11. Risalah Gusti:Surabaya.Ia bernama Abu Abdullah.2. Sejarah hidupnya menunjukkan bahwa ia amat dipengaruhi oleh masyarakat sekitar terbukti dengan munculnya dua kecendrungan dalam mazhab Syafi’i yang dikenal dengan qaul qadim (mazhab lama) dan qaul jadid (mazhab baru). pada kakeknya. Kedatangan Imam Syafi’i ke Baghdad pada masa pemerintahan khalifah Al-Amin itu melibatkan Syafi’i dalam perdebatan sengit dengan para ahli fiqih rasional Irak. Pada umur sekitar tujuh tahun Imam Syafi’i sudah menghafal Al-Qur’an. Menurut para ahli sejarah fiqih. ia kembali ke Baghdad dan berdiam di sana selama tiga tahun. Pemikiran-pemikiran baru Imam Syafi’i di antaranya di muat dalam bukunya Al-Umm. Hal. kehidupan sosial masyarakat dan keadaan zamannya amat mempengaruhi Imam Syafi’i dalam membentuk pemikiran dan mazhab fiqihnya.‫دمشق‬. Selain pengembaraan intelektual dan keilmuan yang sedemikian rupa .‫عبد الغنى الدقر‬ 29 . fiqih Imam Syafi’i juga merupakan refleksinya.‫ ص‬. Sedangkan mazhab jadid adalah pendapat selama berdiam di Mesir yang dalam banyak hal mengoreksi pendapat-pendapat sebelumnya.(‫البكبر‬ 10 Mun’im A. Abdi Manaf ayahnya meninggal ketika ia masih kecil. selain itu ia juga banyak menghafal hadits-hadits Nabi. Sebagian besar riwayat menyebutkan bahwa Imam Syafi’i lahir di daerah Ghazza. 100 11 6 .

Bashrah. Ayahnya meninggal dunia ketika Ahmad masih kecil. Ilmu yang pertama kali dikuasai adalah Al Qur’an hingga beliau hafal pada usia 15 tahun. 109-110 Abdullah Musthafa Al-Maraghi. Baghdad. 2001. Di antara mereka adalah: Ismail bin Ja’far. Ia terlahir di Baghdad Irak pada tahun 164 H/780 M13. Yaman dan negeri lainnya. Bukunya Ar-Risalah yang ditulis ketika di Makkah direvisi ulang. beliau juga mahir baca-tulis dengan sempurna hingga dikenal sebagai orang yang terindah tulisannya. jumlahnya lebih dari dua ratus delapan puluh yang tersebar di berbagai negeri. Imam Hambali ( Tahun 164 – 241 H. Imam Ahmad bin Hambal berguru kepada banyak ulama.Karakteristik pemikiran Syafi’i tahapan kedua ini lebih bersifat pengembangan atau pengetrapan pemikirannya yang global terhadap masalah-masalah furu’iyah. seperti di Makkah. Pluralisme pemikiran yang ada di Irak adalah faktor utama yang menyebabkan kematangan pemikiran Syafi’i. Lalu beliau mulai konsentrasi belajar ilmu hadits di awal umur 15 tahun itu pula. d. Umari bin Abdillah bin Khalid. Kufah. Tahun-tahun terakhirnya di Mesir ia gunakan sebagian besar untuk menulis dan merevisi buku-buku yang pernah ditulisnya. 105 13 12 7 .) Nama lengkap imam besar ini adalah Ahmad bin Hambal bin Hilal bin Usd bin Idris bin Abdullah bin Hayyan ibn Abdullah bin Anas bin Auf bin Qasit bin Mazin bin Syaiban. Husyaim bin Basyir Ibid. dikurangi dan ditambah sesuai dengan perkembangan baru di Mesir12. Hal. Abbad bin Abbad Al-Ataky. ia kemudian diasuh oleh ibunya. Beliau telah mempelajari Hadits sejak kecil dan untuk mempelajari Hadits ini beliau pernah pindah atau merantau ke Syam (Syiria). Hal. Pakar-pakar Fiqih sepanjang sejarah. LKPSM: Yogyakarta. Kemudian pada tahun 199 H. ia pindah ke Mesir hingga wafat pada tahun 204 H.

di Madinah muncul juga seorang mujtahid besar bernama Malik ibn Anas (93-178 H atau 713-795 M) yang memformulasikan ilmu fiqih dan membukukan kumpulan hadis berjudul al-Muwaththa'. dengan maksud sebagai pedoman bagi kaum Muslimin dalam mengarungi kehidupan mereka. dan belajar kepadanya juga ulama yang pernah menjadi gurunya. Waki’ bin Jarrah.org/wiki/Ahmad_bin_Hanbal Ibid. 8 . Abdullah bin Imam Ahmad bin Hambal. Sementara itu. Putranya. Abdurrazaq. Ibrahim bin Ma’qil14 Umumnya ahli hadits pernah belajar kepada imam Ahmad bin Hambal. Shalih bin Imam Ahmad bin Hambal. serta terbukanya pembahasan dan perdebatan tentang hukum-hukum syariah. Jenazah beliau dihadiri delapan ratus ribu pelayat lelaki dan enam puluh ribu pelayat perempuan. Nasai.15 3. Imam Asy-Syafi’i. Putranya. tetapi ilmu ini belum dibukukan. Hambal bin Ishaq.wikipedia. Keponakannya. Pada masa-masa itulah di Irak muncul seorang mujtahid besar bernama Abu Hanifah al-Nu'man ibn Tsabit (80-150 H atau 700-767 M) yang merupakan orang pertama yang memformulasikan ilmu fiqih. 14 15 http://id. beliau Rahimahullah menghembuskan nafas terakhirnya di pagi hari Jum’at bertepatan dengan tanggal dua belas Rabi’ul Awwal 241 H pada umur 77 tahun. Setelah sakit sembilan hari. Imam Ahmad. Tirmidzi. Ibnu Majah. Sufyan bin ‘Uyainah.bin Qasim bin Dinar As-Sulami. Muslim. yang terutama berisi hukum-hukum syariah. Ismail bin Ulayyah. Imam Asy-Syafi’i. Sejarah Empat Mazhab Fiqih Ilmu fiqih baru muncul pada periode tabi' al-tabi'in yaitu sekitar abad kedua Hijriyah. Abu Daud. dengan munculnya para mujtahid di berbagai kota. yang paling menonjol adalah: Imam Bukhari. Pembukuan kitab ini dilakukan atas permintaan khalifah Abu Ja'far al-Manshur (137159 H atau 754-775 M).

dapat menghilangkan supremasi ahl al-ra'y terhadap ahl al-hadis dalam perdebatan. Sedangkan yang menjadi pedoman bagi faham fiqih di kalangan umat Islam di Irak (aliran ahl al-ra'y) adalah buku-buku yang ditulis oleh murid-murid Abu Hanifah. Sementara kalangan ahl al-hadis mencela kelompok ahl al-ra'y dengan tuduhan bahwa ahl al-ra'y meninggalkan sebagian hadis. Syafii. 16 http://www. Keempat mazhab (Hanafi.Kitab ini kemudian menjadi dasar bagi faham fiqih di kalangan umat Islam di Hijaz (aliran ahl-hadis).hupelita. Sejak periode tabi'in sering terjadi perdebatan antara kedua aliran tersebut. Abu Hanifah sendiri pernah diminta menjadi qâdhî (hakim) oleh seorang khalifah Dinasti Abbasiyyah. dan Hambali) inilah yang sampai kini dianggap sebagai mazhab fiqih yang beraliran Ahl al-Sunnah wa al-Jama'ah. sementara Abu Yusuf pernah menjadi qâdhî pada masa khalifah Harun alRasyid. maka ahl al-ra'y pun menjawab dengan mengemukakan argumentasi tentang 'illah-'illah hukum (legal reasons) dan maksud-maksud syariah. yang di satu segi menguasai banyak hadis dan di lain segi memiliki kemampuan dalam menggali dasar-dasar dan tujuan-tujuan hukum.com 9 . Maka munculnya Muhammad ibn Idris al-Syafi'i atau yang dikenal dengan Imam Syafi’i (150-204 H atau 767-820 M). Maliki. tetapi permintaan ini ditolak. terutama Muhammad ibn al-Hasan al-Syaibani (102-189 H) dengan bukunya antara lain al-Jâmi' al-Kabîr dan al-Jâmi' al-Shaghîr dan Abu Yusuf (112-183 H) dengan bukunya berjudul Kitab al-Kharâj (Kitab tentang Pajak Penghasilan). maka ia dijuluki sebagai "nâshir al-sunnah" (pembela Sunnah). Baik Abu Hanifah maupun Malik ibn Anas kemudian oleh para pengikutnya masing-masing dijadikan sebagai pendiri mazhab Hanafi dan Maliki16. Karena jasanya membela hadis. sebagaimana contoh di atas. Pada umumnya ahl al-ra'y dengan kemampuan debatnya dapat mengalahkan argumentasi ahl al-hadîts.

Ia berpendapat bahwa salah satu sebab utama ikhtilaf di antara para sahabat prosedur penetapan hukum untuk masalah-masalah baru yang tidak terjadi pada zaman Rasulullah SAW17. Dari mata rantai sejarah ini jelas terlihat bahwa pemikiran fiqih dari zaman sahabat.com 10 . Sejalan dengan pendapat di atas. Di dalam sejarah dijelaskan bahwa masa ini dimulai ketika memasuki abad kedua hijriah. Generasi ketiga ini dikenal dengan Tabi’it Tabi’in. di mana pemerintahan Islam dipegang oleh Daulah Abbasiyyah. banyak sahabat Nabi yang telah pindah tempat dan berpencar-pencar ke nagara yang baru tersebut.1. Perbedaan para sahabat dalam memahami nash-nash al-Qur’an 2. Qasim Abdul Aziz Khomis menjelaskan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan ikhtilaf di kalangan sahabat ada tiga yakni : 1. muncullah generasi Tabi’it Tabi’in. Latar Belakang dan Sejarah Munculnya Empat Mazhab Fiqih Sebagaimana diketahui. tabiin hingga munculnya mazhab-mazhab fiqih pada periode ini. Dengan demikian. Sementara Jalaluddin Rahmat melihat penyebab ikhtilaf dari sudut pandang yang berbeda. dan dari sini pula kita dapat merumuskan apa sebab-sebab munculnya mazhab pada periode ini. Namun mazhabmazhab muncul pada periode ini tidak terbatas pada empat mazhab – 17 http://diaz2000.multiply. Perbedaan para sahabat disebabkan karena ra’yu. Ijtihad para Sahabat dan Tabi’in dijadikan suri tauladan oleh generasi penerusnya yang tersebar di berbagai daerah wilayah dan kekuasaan Islam pada waktu itu. bahwa ketika agama Islam telah tersebar meluas ke berbagai penjuru. kesempatan untuk bertukar pikiran atau bermusyawarah memecahkan sesuatu masalah sukar dilaksanakan. Perbedaan para sahabat disebabkan perbedaan riwayat 3. Setelah berakhirnya masa sahabat yang dilanjutkan dengan masa Tabi’in.

1. Maliki.). Imam Sufyan bin Said bin Masruq alTsauri (wafat 160 H. Pada periode Makkah.). Imam Auza’ie Abu Amr Abdur Rahman bin Amru bin Muhammad (wafat 157 H. Sejarah Fiqih Islam Sebuah Pengantar. Ayat hukum yang turun pada periode ini tidak banyak jumlahnya. Thaha Jabir Fayyadh al-‘Ulwani berkesimpulan bahwa saat itu muncul sekitar tiga belas mazhab yang semuanya berafiliasi sebagai mazhab yang “Ahlu Sunnah”. Periode keemasan.). Hal. Periode ini dimulai sejak kerasulan Muhammad SAW sampai wafatnya Nabi SAW (11 H. 2006. Imam Malik bin Anas al-Anshari (Wafat 179 H.com 18 11 . dan Imam Ahmad bin Muhammad bin Hambal (wafat 241 H. Syafi’ie dan Hambali – seperti yang ada sekarang. Sirry. Imam Laits bin Sa’d (wafat 157 H. Para imam mazhabmazhab itu adalah : Imam Abu Sa’id bin Yasar al-Bashir (wafat 110 H. tetapi hanya delapan atau sembilan mazhab saja yang dapat diketahui dengan jelas dasar-dasar dan metode fiqhiyah yang mereka pergunakan.cybermq. Periode tahrir. Dr. Risalah Gusti:Surabaya. takhrij dan tarjih dalam mazhab fiqih. risalah Nabi SAW lebih banyak tertuju pada masalah aqidah. Cet.).).). Periode khulafaurrasyidun. Muhammad Khudari Beik (ahli fiqh dari Mesir) membagi periodisasi fiqh menjadi enam periode. Sumber hukum ketika itu adalah Al-Qur'an dan sunnah Nabi SAW. Pada periode ini kekuasaan penentuan hukum sepenuhnya berada di tangan Rasulullah SAW. Yaitu Periode risalah. Imam Sufyan bin Uyainah (wafat 198 H.). Periode risalah./632 M.) 18. dan yang terakhir adalah periode kemunduran fiqih19. Periode awal ini juga dapat dibagi menjadi periode Makkah dan periode Madinah.). 79 19 http://www.Mazhab Hanafi. dan itu pun masih dalam Mun’im A. Periode awal pertumbuhan fiqih.2. Imam Abu Hanifah al-Nu’man bin Tsabit bin Zuthi (wafat 150 H. Imam Muhammad bin Idris al Syafi’ie (wafat 204 H.).

Pada periode Madinah./644 M. periode ini termasuk dalam periode Kemajuan Islam Pertama (700-1000). 2. Pada masa ini. Periode ketiga ini merupakan titik awal pertumbuhan fiqh sebagai salah satu disiplin ilmu dalam Islam. Dalam periode sejarah peradaban Islam.rangkaian mewujudkan revolusi aqidah untuk mengubah sistem kepercayaan masyarakat jahiliyah menuju penghambaan kepada Allah SWT semata. Seperti periode sebelumnya. khususnya setelah Umar bin al-Khattab menjadi khalifah (13 H. Dengan bertebarannya para sahabat ke berbagai daerah semenjak masa al-Khulafaur Rasyidun (terutama sejak Usman bin Affan menduduki jabatan Khalifah. juga ditandai dengan munculnya berbagai ijtihad para sahabat. Periode ini dimulai sejak wafatnya Nabi Muhammad SAW sampai Mu'awiyah bin Abu Sufyan memegang tampuk pemerintahan Islam pada tahun 41 H. disamping Al-Qur'an dan sunnah Nabi SAW. Sumber fiqh pada periode ini. ayat-ayat tentang hukum turun secara bertahap./634 M. Ijtihad ini dilakukan ketika persoalan yang akan ditentukan hukumnya tidak dijumpai secara jelas dalam nash. ciri khas yang menonjol pada periode ini adalah semangat ijtihad yang tinggi 12 . Pada masa ini seluruh persoalan hukum diturunkan Allah SWT. ijtihad sudah merupakan upaya yang luas dalam memecahkan berbagai persoalan hukum yang muncul di tengah masyarakat. Masa ini dimulai pada pertengahan abad ke-1 sampai awal abad ke-2 H. Periode awal pertumbuahn fiqh. 4. Periode ini dimulai dari awal abad ke-2 sampai pada pertengahan abad ke-4 H.). sesuai dengan situasi dan kondisi masyarakat daerah tersebut.). munculnya berbagai fatwa dan ijtihad hukum yang berbeda antara satu daerah dengan daerah lain. Periode al-Khulafaur Rasyidun./661 M. 33 H. 3. Periode keemasan. baik yang menyangkut masalah ibadah maupun muamalah.

Perkembangan pemikiran ini tidak saja dalam bidang ilmu agama. Periode keemasan ini juga ditandai dengan dimulainya penyusunan kitab fiqh dan usul fiqh. 5. Dinasti Abbasiyah (132 H. Yang dimaksudkan dengan tahrir.) yang naik ke panggung pemerintahan menggantikan Dinasti Umayyah memiliki tradisi keilmuan yang kuat. sehingga mujtahid mustaqill (mujtahid mandiri) 13 . takhrij dan tarjih dalam mazhab fiqh./750 M. istihsan. dan tarjih adalah upaya yang dilakukan ulama masing-masing mazhab dalam mengomentari. seperti teori kias.-656 H. sehingga perhatian para penguasa Abbasiyah terhadap berbagai bidang ilmu sangat besar. takhrij. dan al-maslahah al-mursalah. Periode ini dimulai dari pertengahan abad ke-4 sampai pertengahan abad ke-7 H. Periode ini ditandai dengan melemahnya semangat ijtihad dikalangan ulama fiqh. Ulama fiqh lebih banyak berpegang pada hasil ijtihad yang telah dilakukan oleh imam mazhab mereka masing-masing. Perhatian para penguasa Abbasiyah terhadap fiqh misalnya dapat dilihat ketika Khalifah Harun ar-Rasyid (memerintah 786-809) meminta Imam Malik untuk mengajar kedua anaknya. Teori usul fiqh dalam masing-masing mazhab pun bermunculan./1258 M.dikalangan ulama. sehingga berbagai pemikiran tentang ilmu pengetahuan berkembang. Periode tahrir. al-Umm oleh Imam asy-Syafi'i. Para penguasa awal Dinasti Abbasiyah sangat mendorong fuqaha untuk melakukan ijtihad dalam mencari formulasi fiqh guna menghadapi persoalan sosial yang semakin kompleks. dan Zahir ar-Riwayah dan anNawadir oleh Imam asy-Syaibani. Diantara kitab fiqh yang paling awal disusun pada periode ini adalah al-Muwaththa' oleh Imam Malik. tetapi juga dalam bidang-bidang ilmu pengetahuan umum lainnya. Kitab usul fiqh pertama yang muncul pada periode ini adalah ar-Risalah oleh Imam asy-Syafi'i. memperjelas dan mengulas pendapat para imam mereka. al-Amin dan al-Ma'mun.

Artinya ulama fiqh tersebut hanya berstatus sebagai mujtahid fi almazhab (mujtahid yang melakukan ijtihad berdasarkan prinsip yang ada dalam mazhabnya). muncullah sikap atta'assub al-mazhabi (sikap fanatik buta terhadap satu mazhab) sehingga setiap ulama berusaha untuk mempertahankan mazhab imamnya. Mustafa Ahmad az-Zarqa mengatakan bahwa dalam periode ini untuk pertama kali muncul pernyataan bahwa pintu ijtihad telah tertutup. Perkembangan fiqh pada periode ini merupakan lanjutan dari 14 .tidak ada lagi. Sekalipun ada ulama fiqh yang berijtihad. Periode kemunduran fiqh.'Adliyyah (Hukum Perdata Kerajaan Turki Usmani) pada 26 Sya'ban l293. o o 6. Masa ini dimulai pada pertengahan abad ke-7 H. Munculnya sikap at-taassub al-mazhabi yang berakibat pada sikap kejumudan (kebekuan berpikir) dan taqlid (mengikuti pendapat imam tanpa analisis) di kalangan murid imam mazhab. sehinga aktivitas ijtihad terhenti. paling tidak ada tiga faktor yang mendorong munculnya pernyataan tersebut. o Dorongan para penguasa kepada para hakim (qadi) untuk menyelesaikan perkara di pengadilan dengan merujuk pada salah satu mazhab fiqh yang disetujui khalifah saja. sampai munculnya Majalah al-Ahkam al. Akibat dari tidak adanya ulama fiqh yang berani melakukan ijtihad secara mandiri. dan lebih jauh muncul pula pernyataan haram melakukan talfiq. Menurutnya. maka ijtihadnya tidak terlepas dari prinsip mazhab yang mereka anut. Munculnya gerakan pembukuan pendapat masing-masing mazhab yang memudahkan orang untuk memilih pendapat mazhabnya dan menjadikan buku itu sebagai rujukan bagi masing-masing mazhab. Dari sini muncul sikap taqlid pada mazhab tertentu yang diyakini sebagai yang benar.

fungsi ulil amri (penguasa) dalam menetapkan hukum (fiqh) mulai diakui. ulama fiqh lebih banyak memberikan penjelasan terhadap kandungan kitab fiqh yang telah disusun dalam mazhab masing-masing. pihak penguasa melarang berlakunya suatu bentuk transaksi. tetapi atas dasar pertimbangan kemaslahatan tertentu maka transaksi tersebut dilarang. Sekalipun ketetapan ini lemah. Pada masa ini. sehingga banyak bermunculan buku yang memuat fatwa ulama yang berstatus sebagai pemberi fatwa resmi (mufti) dalam berbagai mazhab. baik dalam menetapkan hukum Islam dan penerapannya maupun menentukan pilihan terhadap pendapat tertentu. seperti diberlakukannya istilah atTaqaddum (kedaluwarsa) di pengadilan. atau paling tidak untuk melaksanakan transaksi tersebut diperlukan pendapat dari pihak 15 o . Penjelasan yang dibuat bisa berbentuk mukhtasar (ringkasan) dari buku-buku yang muktabar (terpandang) dalam mazhab atau hasyiah dan takrir (memperluas dan mempertegas pengertian lafal yang di kandung buku mazhab).perkembangan fiqh yang semakin menurun pada periode sebelumnya. Muncul beberapa produk fiqh sesuai dengan keinginan penguasa Turki Usmani. Mustafa Ahmad az-Zarqa menyatakan bahwa ada tiga ciri perkembangan fiqh yang menonjol pada periode ini. o Munculnya upaya pembukuan terhadap berbagai fatwa. Disamping itu. namun karena sesuai dengan tuntutan kemaslahatan zaman. tanpa menguraikan tujuan ilmiah dari kerja hasyiah dan takrir tersebut. Meskipun pada dasarnya bentuk transaksi itu dibolehkan syara'. Contohnya. Periode ini dalam sejarah perkembangan fiqh dikenal juga dengan periode taqlid secara membabi buta. muncul ketentuan dikalangan ulama fiqh bahwa ketetapan pihak penguasa dalam masalah ijtihad wajib dihormati dan diterapkan.

Hal ini ditandai dengan prakarsa pihak pemerintah Turki Usmani.2. maka saya berhak pula untuk berijtihad sebagaimana mereka berijtihad. dan tidak beralih pada fatwa selain mereka. 2006. “Saya kembalikan segala persoalan pada Kitabullah. tetapi kaidah-kaidah umum (ushul kulliyah) yang menjadi dasar bangunan pemikiran fiqhiyah tercermin dalam pernyataannya berikut. Sya’bi. Hasan Ibnu Sirin. Sunnah dan Ijtihad dalam Mun’im A. seseorang yang berutang tidak dibolehkan mewakafkan hartanya yang berjumlah sama dengan utangnya tersebut. Dasar-Dasar Fiqih Empat Mazhab a. 4. 87 20 16 . Atha’ dan Said bin Musayyib (semuanya adalah tabi’ien). saya merujuk pada Sunnah Nabi. Fatwa ini dikemukakan oleh Maula Abi as-Su 'ud (qadi Istanbul pada masa kepemimpinan Sultan Sulaiman al-Qanuni [1520-1566] dan Salim [1566-1574] dan selanjutnya menjabat mufti Kerajaan Turki Usmani). Dasar-dasar Fiqih Mazhab Hanafi Abu Hanifah memang belum menetapkan dasar-dasar pijakan dalam berijtihad secara terperinci. Sirry.pemerintah. seperti Majalah al-Ahkam al-'Adliyyah yang merupakan kodifikasi hukum perdata yang berlaku di seluruh Kerajaan Turki Usmani berdasarkan fiqh Mazhab Hanafi.”20 Dari sini kita ketahui bahwa dasar-dasar istidlal yang digunakan Abu Hanifah adalah Al-Qur’an. karena hal itu merupakan indikator atas sikapnya yang tidak mau melunasi utang tersebut. dan apabila saya tidak menemukan jawaban hukum dalam Kitabullah maupun Sunnah Nabi saw. Apabila masalahnya sampai pada Ibrahim. Cet. Di akhir periode ini muncul gerakan kodifikasi hukum (fiqh) Islam sebagai mazhab resmi pemerintah. Risalah Gusti:Surabaya. Sejarah Fiqih Islam Sebuah Pengantar. maka saya akan mengambil pendapat para sahabat Nabi. Misalnya. Hal.

Artinya jika nash Al-Qur’an dan Sunnah secara jelasjelas menunjukkan pada suatu hukum. Termasuk dalam hal ini adalah penggunaan teori qiyas. Dengan kata lain. maka pengambilan hukum disebut “melalui qiyas”. Bahkan jika ia menemukan pendapat atau qaul (pernyataan) sahabat yang benar. Tidak ada riwayat sahih yang menyebutkan bahwa Abu Hanifah mendahulukan rasio daripada AlQur’an dan Sunnah. akan tetap itu tidak berarti ia telah mengabaikan nash-nash Al-Qur’an dan Sunnahatau meninggalkan ketentuan hadits dan atsar. Tetapi bila nash tadi menunjukkan secara tidak langsung atau hanya memberikan kaidahkaidah dasar berupa tujuan-tujuan moral. Yang membedakan dasar-dasar pemikiran Abu Hanifah dengan imam-imam yang lain sebenarnya terletak pada kebenarannya menyelami suatu hukum. Semua imam sepakat tentang keharusan merujuk pada AlQur’an dan As-Sunnah. illat dan lain sebagainya. ia menolak untuk melakukan ijtihad. Tidak seperti imam yang lain. maka hukum itu disebut “diambil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah”. Abu Hanifah sering menafsirkan suatu nash dan membatasi konteks aplikasinya dalam kerangka illat. ‘urf (adat-kebiasaan). Hal.pengertian luas. 87-88 17 . mencari tujuan-tujuan moral dan kemaslahatan yang menjadi sasaran utama disyariatkannya suatu hukum. Perbedaan lebih tajam lagi adalah bahwa Abu Hanifah banyak menggunakan teori-teori tadi dan sangat ketat dalam penerimaan hadits ahad. istihsan. teori kemaslahatan dan lainnya. hikmah dan tujuan-tujuan moral dan bentuk kemaslahatan yang dipahaminya21. Perlu ditambahkan bahwa betapapun Abu Hanifah terkenal dengan mazhab rasionalis yang menyelami di balik arti dan illat suatu hukum serta sering mempergunakan qiyas. pemikiran fiqih Abu Hanifah tidak berdiri sendiri tetapi berakar kuat pada pendahulu-pendahulunya di Irak dan juga para ahli hadits di 21 Ibid.

Sebagian fuqaha Malikiyah menyebutkan bahwa dasar-dasar mazhab Maliki ada dua puluh macam. demikian juga dalam sunnah. menyederhanakan dasar-dasar mazhab Maliki itu ke dalam empat hal. murid-murid Imam Malik dan generasi yang muncul sesudah itu menyimpulkan dasardasar fiqhiyah Imam Malik kemudian menuliskannya. seorang ahli hukum mazhab Maliki. ijma’. maslahah mursalah dan syar’u man qablana. istishab. Dasar-dasar Fiqih Mazhab Maliki Seperti halnya Imam Hanafi. Dari beberapa isyarat yang ada dalam fatwa-fatwanya dan bukunya Al-Muwattha’. mafhumul muwafaqah. fuqaha Malikiyah merumuskan dasar-dasar mazhab Maliki. yaitu Al-Qur’an.Hijaz. perbuatan orang-orang Madinah. qaul sahabat. Ijma’. qiyas. seorang ulama ahli hadits Makkah. dan ra’yi (rasio)22. istihsan dan istihsab. 22 Ibid. Al-Qurafidalam bukunya Tanqih Al-Ushul. Abu Hanifah mengambil pendapat Ibnu Abbas. yaitu : Nash literatur Al-Qur’an. 97 18 . sadd ad-dara’i. Hal. tambih alal ‘illah (pencarian kuasa hukum). Imam Malik sebenarnya belum menuliskan dasar-dasar fiqhiyah yang menjadi pijakan dalam berijtihad. Muhammad bin Hasan seperti dikutip Abu Zahrah. sadd al dara-i’. Bahkan Syatibi. ijma’ qiyas. mura’at al khilaf. tetapi pemuka-pemuka mazhab ini. b. mafhumul mukhalafah. dan menolak pendapat Ibrahim yang dikenal banyak mewariskan pemikiran fiqih rasional kepadanya. istihsan. maslahah mursalah. tradisi orang-orang Madinah. qaul sahabat. membenarkan bahwa dalam masalah hukum seseorang yang berhubungan dengan istrinya sebelum tawaf ziarah. menyebutkan dasar-dasar mazhab maliki sebagai berikut : Al-Qur’an. ‘urf. Sunnah. Sunnah.

Al-Qur’an menerangkan suatu hukum dengan nash-nash hukum yang jelas. waktu pelaksanaannya. suatu hukum yang disebut secara global dalam AlQur’an dan dirinci dalam Sunnah Nabi. mengkhususkan yang umum dan bahkan membuat hukum tersendiri yang tidak ada di dalam Al-Qur’an.c. Semua itu disebut secara global dalam Al-Qur’an dal Nabi-lah yang menerangkan secara terinci. kedudukan Sunnah. Dasar-dasar Fiqih Mazhab Syafi’i Bagi Imam Syafi’i Al-Qur’an dan Sunnah berada dalam satu tingkat. merinci yang global. dan haji. Hal. Ketiga. Misalnya. menjelaskan dan menafsirkan sesuatu yang tidak jelas di dalam Al-Qur’an. istishab. jumlah rakaat dalam shalat. seperti nash-nash yang mewajibkan shalat. Nabi Muhammad saw juga sering menentukan suatu hukum yang tidak ada nash hukumnya di dalam Al-Qur’an. darah dan yang lainnya. atau nash-nash yang mengharamkan zina.”23 Untuk membuktikan hipotesanya itu. Syafi’ie menyebut empat cara Al-Qur’an dalam menerangkan suatu hukum. 111 19 . dalam banyak hal. dan bahkan merupakan satu kesatuan sumber syari’at Islam. apa dan berapa kadar yang harus dikeluarkan. Menurut Syaafi’ie. Pertama. Bentuk penjelasan Al-Qur’an untuk masalah seperti ini dengan mewajibkan 23 Ibid. istihsan. Kedua. Sedangkan teori-teori istidlal seperti qiyas. Hipotesa menarik lainnya dalam pemikiran metodologi Syafi’ie adalah pernyataannya. minum khamar. Pemahaman integral Al-Qur’an dan Sunnah ini merupakan karakteristik menarik dari pemikiran fiqih Syafi’ie. “Setiap persoalan yang muncul akan ditemukan ketentuan hukumnnya di dalam Al-Qur’an. puasa. dan lainlain hanyalah merupakan suatu metode merumuskan dan menyimpulkan hukum-hukum dari sumber utamanya tadi. demikian pula zakat. zakat. makan bangkai.

Allah juga mewajibkan kepada hamba-Nya untuk berijtihad terhadap berbagai persoalan yang tidak ada ketentuan nashnya dalam Al-Qur’an dan Hadits. suatu hukum yang ditetapkan oleh Sunnah berarti juga ditetapkan oleh Al-Qur’an. dia hanya menceritakan ikhtilaf itu dan tidak menentukan sikapnya secara khusus.” Dengan demikian. berarti ia taat kepada Allah. Keempat.S. (2) fatwa-fatwa sahabat. (4) hadits-hadits mursal 24 Q. Imam Ahmad memilih yang paling dekat dengan al-Qur’an dan Sunnah. Sunnah dan nash ijma’. Di dalam AlQur’an disebutkan : (4:80) Yang maksudnya : “Barang siapa yang taat kepada Rasul. Dasar-dasar Fiqih Mazhab Hambali Sikapnya yang tegas dan fundamentalis tercermin pemikiranpemikiran fikihnya. yaitu dengan membolehkan ijtihad (bahkan mewajibkan) sesuai dengan kapasitas pemahaman terhadap maqashid al-Syari’ah (tujuan-tujuan umum syariat). Para ulama Hanabilah berkesimpulan bahwa fatwa-fatwa Imam Ahmad bin Hambal dan pemikiran-pemikiran fiqihnya dibangun atas sepuluh dasar. (3) apabila terjadi perbedaan. dan apabila tidak jelas. dalam Al-Qur’an di sebutkan dalan 4:59 d.taat kepada perintah Nabi dan menjauhi larangannya. yaitu lima dasar ushuliyah dan lima dasar lainnya sebagai pengembangan. Penjelasan Al-Qur’an dalam masalah yang seperti ini. 59 : 7 20 . misalnya dengan qiyas atau penalaran analogis. yang terdiri dari nash Al-Qur’an. Dasar-dasar mazhab Hambali aitu adalah : (1) Nushus. karena Al-Qur’an memerintahkan untuk mengambil apa yang diperintahkan oleh Nabi menjauhi yang di larang24.

Mun’im A. Cet. DAFTAR PUSTAKA ‫ الامام الشافعى )فقيه السنة‬. (6) istihsan. Saran-saran dan kritik yang bersifat konstruktif sangat penulis harapkan untuk melengkapi makalah ini dan untuk kemajuan ilmu pengetahuan kedepan. dengan harapan semoga ada manfaatnya bagi pembaca. dapat penulis mengambil beberapa poin kesimpulan di antaranya adalah sebagai berikut : 1. 1996 Mun’im A. Cet. 2.2. 126 25 21 . Abdullah.. Cet. Mustofa Muhammad. (8) istishab. terlihat bahwa Imam Ahmad bin Hambal mempersempit penggunaan rasio sampai pada batas tertentu.2. (7) sadd al-dara-i’. D. (9) ibthal al ja’l. (5) qiyas.(‫البكبر‬ Asy Syak’ah. khususnya bagi penulis sendiri. Sejarah Fiqih Islam Sebuah Pengantar.25 Dari dasar-dasar dan metode-metode pengambilan hukumnya ini. 1. E. Ia lebih mendahulukan penggunaan qiyas.‫دار القلم‬. (10) maslahah mursalah. PENUTUP Demikian makalah ini penulis susun.dan dhaif. Hal. Gema Insani Press: Jakarta. KESIMPULAN Dari paparan di atas. Risalah Gusti:Surabaya. Sejarah Fiqih Islam Sebuah Pengantar. Risalah Gusti: Surabaya. LKPSM: Yogyakarta. F. Sirry. 1995 Mustofa Al Maraghi. 2001 Sirry. Islam Tidak Bermazhab. 2006. Pakar Pakar Fiqih Sepanjang Sejarah.‫عبد الغنى الدقر‬ ‫دمشق‬. Cet.

wikipedia.blogspot.multiply.mail-archive.wikipedia.com/2009/05/26/sejarah-singkat-munculnyamazhab-mazhab-dalam-islam/ http://id.cybermq.blog.com/pustaka/detail//100/sejarah-perkembangan-fiqh http://neobyadver.html 22 .html http://www.php?id=495 http://www.org/wiki/Ahmad_bin_Hanbal http://www.org/wiki/Abu_Hanifah http://id.com/baca.com/msg08055.html http://www.plasa.wikipedia.http://diaz2000.com/journal/item/20/Sejarah_Singkat_Munculnya_M azhab-Mazhab_dalam_Islam http://apat-kedahi.net/persoalan-seputar-mazhab.org/wiki/Malik_bin_Anas http://id.com/2009/04/mazhab-mazhab-fiqih-danpengertiannya.hayatulislam.hupelita.com/sarikata@yahoogroups.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful