P. 1
Paper Mata Kuliah Administrasi Lingkungan

Paper Mata Kuliah Administrasi Lingkungan

|Views: 16|Likes:
Published by c4ncerly
Paper yang ditujukan sebagai syarat penilaian untuk UTS
Paper yang ditujukan sebagai syarat penilaian untuk UTS

More info:

Published by: c4ncerly on Jul 08, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $9.99 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

05/18/2014

$9.99

USD

pdf

text

original

Peranan Kajian Lingkungan Hidup Strategis Dalam Pembangunan Tata Ruang dan Tata Wilayah Provinsi DKI Jakarta

NOOR KUSUMAWATI1*
1

Departemen Ilmu Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia

Abstrak. Paper ini dibuat untuk menggambarkan mengenai bagaimana perencanaan tata ruang dan tata wilayah provinsi DKI Jakarta, dikaitkan dengan Kajian Lingkungan Hidup Strategis. Pada dasarnya KLHS tersebut penting untuk pembangunan di Jakarta. Dalam rangka melestarikan lingkungan dan menerapkan pembangunan dengan system berkelanjutan maka, peranan KLHS dirasa penting dan perlu untuk diimplementaskan. Pada umumnya, pemangunan di Jakarta menemui banyak masalah terkait dengan perencnaan tata ruang dan tata wilayah yang berdampak pada lingkungan. Secara lebih lanjut, paper ini menjelaskan bagaimana mengimpleentasikan KLHS dalam membuat Kebiijakan, Rencana, dan Prgram dalam penataan ruang dan wilayah di DKI Jakarta. Kata Kunci : Peranan Kajian Lingkungan Hidup Strategis, KLHS, Pembangunan DKI Jakarta, Perencanaan Tata Ruang Tata Wilayah RT/RW)

PENDAHULUAN Ruang adalah wadah yang meliputi ruang darat, ruang laut, dan ruang udara, termasuk ruang di dalam bumi sebagai satu kesatuan wilayah, tempat manusia dan makhluk lain hidup, melakukan kegiatan, dan memelihara kelangsungan hidupnya1. Tata ruang dibutuhkan dalam menata wujud ruang dan pola ruang di suatu wilayah. Dalam Undang-Undang No. 26 Tahun 2007, dijelaskan secara lebih lanjut mengenai penataan ruang itu sendiri. Penataan ruang meliputi seluruh kegiatan yang termasuk dalam sistem proses perenanaan tata ruang, pemanfaatan ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang yang terkait satu sama lain. Bahwa dalam perencanaan tata ruang tersebut dijadikan sebagai acuan dalam membangun atau membentuk kegiatan-kegiatan pemanfaatan dan pengendalian pemanfaatan ruang di suatu wilayah. Berdasarkan hal tersebut, maka Rencana tata ruang wilayah merupakan suatu wujud dari sebuah kebijakan, rencana, dan program (KRP) yang mengatur penataan ruang di suatu wilayah tertentu. Kebutuhan akan ruang di suatu wilayah semakin meningkat seiring dengan meningkatnya pertambahan jumlah penduduk. Hal tersebut yang kerap terjadi di DKI Jakarta. Berbagai pembangunan infrastruktur yang tidak sesuai dengan rencana tata wilayah sebelumnya berdampak pada permasalahan lingkungan maupun kehidupan sosial di masyarakat Jakarta, khususnya. Permasalahan
1

Peraturan Daerah Provinsi Daerah Ibukota Jakarta No. 1 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Tahun 2030.

1

com. 17 Januari] 4 Kualitas Infrastruktur DKI Buruk. 2013. Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta. Available: http://www. Menurut anggota Komisi V DPR. pemerintah harus memulai dari penataan ruang dan pengembangan transportasi publik. 2010 [online]. 2012. dan perumahan banyak menjadi perkantoran. Untuk itu. Urgensi adanya KLHS karena dipandang efektif dalam perumusan suatu kebijakan dan pengaturan perencanaan program tata ruang wilayah. Hal tersebut dapat tertuang dalam Raperda Tata Ruang dan Tata Wilayah (RT/RW) DKI Jakarta yang disusun sampai periode tahun 2030. [2010. dimana pembangunan yang tidak terencana di Kota Jakarta serta tata ruang yang salah merupakan salah satu penyebab sumber banjir.jurnas.go. Impelementasi KLSH tersebut juga sebagai suatu instrumen pengelolaan LH. Available: http://www. dalam hal ini implementasi difokuskan pada perencanaan tata ruang yang mengakomodasikan kepentingan memakmurkan rakyat melalui langkah-langkah perencanaan dan penerapannya yang sistematis dan komprehensif5. Roestanto Wahidi. [2012. buruknya penataan ruang di Jakarta juga memberikan dampak terjadinya banjir yang secara rutin terjadi di kota ini.kemacetan yang sering terjadi misalnya.id. Beliau menambahkan bahwa normalisasi pembangunan waduk atau sungai sepanjang hulu sampai hilir juga perlu diperhatikan3. Available: http://archive. Menurutnya. 2 Kemacetan Jakarta Akibat Buruknya Penataan Ruang. [online]. Banyak wilayah yang seharusnya menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) menjadi permukiman. Selain itu. dan budaya. [2012. 2012. Dalam penyusunan Tata Ruang tersebut. Tindakan stratejik tersebut adalah Kajian mengenai Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) yang diusung oleh Kementerian Lingkungan Hidup terhadap perencanaan pembangunan tata ruang wilayah di Indonesia atau Strategic Environmental Assessment (SEA). perlu adanya tindakan stratejik dalam menuntun serta mengarahkan mengenai kebijakan. Hal tersebut perlu diperhatikan karena akan berdampak pada pola hidup dan kondisi psikologis warga Jakarta selanjutnya4.com. dan program yang mempertimbangkan pula mengenai dampak yan terjadi pada lingkungan. [online].tribunnews. 13 Januari] 3 Tata Kota Buruk dan Kesadaran Warga Jadi Penyebab Banjir Jakarta . buruknya penataan kota menjadi penyebab utama banjir. 04 Desember] 5 KLHS: Penerapan KLHS di Kebijakan Tata Ruang Sebagai Solusi Masalah Lingkungan Hidup di Daerah. Kementerian Pekerjaan Umum menilai sumber utama penyebab kemacetan di DKI Jakarta diakibatkan oleh buruknya sistem penataan ruang sehingga mobilitas yang terjadi di ibu kota menjadi sangat padat2. [2013. Adanya KLSH sebagai salah satu upaya penanggulangan degradasi kualitas LH. dimana dalam proses pengambilan keputusan perencanaan pembangunan (decision-making cycle process).com.bisnis. pembangunan di kawasan DKI Jakarta banyak yang keluar dari Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Pembangunan insfrastruktur tersebut perlu memiliki visi dan misi jangka panjang. Hasbiallah Iyas mengatakan. [online].menlh. 20 November] 2 . rencana . sosial. Adanya pembangunan infrastruktur pada dasarnya memegang peranan penting dalam membangun perekonomian. Available: http://jakarta. Selain itu.

rencana atau program pembangunan. Fungsi KLHS berguna untuk menganalisis efek dan/atau dampak lingkungan sekaligus mendorong pemenuhan tujuan. penetapan prioritas. dari berbagai teori dan perspektif yang ada.Rencana (Plan): desain. Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS): Konteks. sarana dan langkah-langkah yang akan ditempuh berdasarkan arah kebijakan dengan mempertimbangkan ketersediaan dan kesesuaian sumber daya. Definisi KLHS itu sendiri adalah proses sistematis untuk mengevaluasi pengaruh lingkungan hidup dari. selanjutnya disesuaikan dengan KLHS yang dianut oleh suatu negara. maka tulisan ini akan berusaha untuk memberikan gambaran mengenai pentingnya peranan KLSH sebagai salah satu instrumen acuan kebijakan perencanaan tata ruang dan tata wilayah di provinsi DKI Jakarta.Kebijakan (Policy): arah yang hendak ditempuh (road-map) berdasarkan tujuan yang digariskan. prioritas.tujuan keberlanjutan pembangunan dan pengelolaan sumber daya dari suatu kebijakan. Rencana dan Program (KRP). KRP tersebut pada dasarnya bertujuan untuk merencanakan dan mengendalikan langkah-langkah yang akan ditempuh sedemikian rupa sehingga terbangun atau terbentuk rute untuk menuju masa depan yang diinginkan (Partidário 2007). Definisi. dan menjamin diintegrasikannya prinsip-prinsip keberlanjutan dalam. KERANGKA TEORI A. dibuat mengenai Kebijakan. dan Pendekatan Dalam membentuk perencanaan tata ruang wilayah.Program (Programme): serangkaian komitmen. .Berdasarkan latar belakang tersebut. maka perlu dilakukannya tindakan strategis yang dapat dijadikan acuan dalam merencakan maupun mengambil suatu tindakan. Dalam KLHS. pengorganisasian aktivitas atau sarana yang akan diimplementasikan pada jangka waktu tertentu dengan berlandaskan pada kebijakan dan rencana yang telah digariskan. KRP tersebut. KLHS adalah suatu proses yang diperuntukan bagi kalangan otoritas yang bertanggung jawab atas pengembangan kebijakan (pemrakrasa) (saat formulasi kebijakan) dan pengambil keputusan (pada saat persetujuan kebijakan) dengan maksud untuk memberi pemahaman holistik perihal implikasi sosial dan lingkungan hidup dari rancangan kebijakan. dan Program mempunyai pengertian yang secara garis besar sebagai berikut (UNEP 2002:499. opsi. . Partidário 2004): . Rencana. Dalam istilah Tata Ruang Wilayah maka. pengambilan keputusan yang bersifat strategis. Secara lebih lanjut Kebijakan. Menurut Brown dan Therievel. dengan fokus telaahan diluar isu-isu yang semula merupakan faktor pendorong lahirnya kebijakan baru. dikaitkan pula dengan konsep 3 . garis besar aturan dan mekanisme untuk mengimplementasikan tujuan.

pembangunan berkelanjutan. dimana aspek lingkungan menjadi perhatian. ekonomi. Keadilan (justice). dan seterusnya. KLHS muncul denan berbagai pendekatan. Kedua. Adapun prinsip-prinsip atau nilai dasar yang menjadi salah satu aspek di dalam KLHS yaitu : 1. maupun metodologi berpikirnya. antar daerah. keseimbangan antara pemanfaatan ruang dengan pengelolaan dampaknya. yang menempatkan posisinya sebagai bagian dari uji kebijakan untuk menjamin keberlanjutan secara holistik. Dalam perkembangannya. Keterkaitan (interdependency). atau keterkaitan antara lokal dan global. Pertama. keseimbangan pemanfaatan dengan perlindungan dan pemulihan cadangan sumber daya alam. Dalam hal ini kondisi-kondisi yang dimaksud adalah (1) RTRW atau KRP tata ruang yang berlaku mengalami proses evaluasi dan/atau revisi. dalam hal ini menekankan pertimbangan keterkaitan antara satu komponen dengan komponen lain. antara satu unsur dengan unsur lain. Ketiga. dan lain sebagainya. dimana pendekatan ini menempatkan posisinya sebagai uji kebijakan untuk menjamin keberlanjutan lingkungan hidup. KLHS sebagai Kajian Terpadu/Penilaian Keberlanjutan (Integrated Assessment/ Sustainability Appraisal). atau antara satu variabel biofisik dengan variabel biologi. untuk menekankan agar dapat dihasilkan kebijakan. (2) konsep RTRW atau KRP 4 . dimana KLHS diaplikasikan dalam kerangka pembangunan berkelanjutan. KLHS dalam Penataan Ruang Proses KLHS pada dasarnya harus dilakukan secara terintegrasi dengan proses perencanaan tata ruang. seperti diantaranya adalah keseimbangan laju pembangunan dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup. KLHS sebagai pendekatan Pengelolaan Berkelanjutan Sumberdaya Alam (Sustainable Natural Resource Management) atau Pengelolaan Berkelanjutan Sumberdaya (Sustainable Resource Management). modal dan infrastruktur. 3. Keseimbangan (equilibrium). KLHS sebagai Kajian Penilaian Keberlanjutan Lingkungan Hidup (Environmental Appraisal). keterkaitan antar sektor. sehingga sudut pandangnya merupakan paduan kepentingan aspek sosial. namun pada dasarnya proses perencanaan tata ruang tersebut dapat berubah sesuai dengan kondisi. Terakhir. maupun interaksi antara makhluk hidup dan ruang hidupnya. dan lingkungan hidup. 2. dimana KLHS dibuat berdasarkan dari segi langkah-langkah prosedur bekerjanya. yang menekankan aplikasi keseimbangan antar aspek. sehingga memfokuskan pada efek dan dampak yang ditimbulkan RTRW atau KRP tata ruang terhadap lingkungan hidup. KLHS dengan Kerangka Dasar Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup/AMDAL (EIA-Mainframe). atau pengetahuan dan informasi kepada sekelompok orang tertentu. Terdapat berbagai macam ragam yang mempengarui proses perencanaan taat ruang. kepentingan. rencana dan program yang tidak mengakibatkan pembatasan akses dan kontrol terhadap sumber-sumber alam. B. sehingga bisa diterapkan sebagai sebuah telaah khusus yang berpijak dari sudut pandang aspek lingkungan hidup.

Pelingkupan. dan . Kehadiran KLSH pada dasarnya dimulai sebagai respon terhadap adanya beragam kebutuhan akan KLHS. . Penilaian atau analisis teknis. Penetapan alternatif. 5. (2) langkah-langkah kegiatan yang direkomendasikan KLHS. Adapun langkah-langkah dalam pembuatan dokumen KLHS yakni sebagai berikut: 1.isu penting atau konsekuensi lingkungan hidup yang akan timbul berkenaan dengan rancangan KRP. Kegiatan telaah dan analisis teknis harus didasarkan pada: . dan lain-lain). pertama dilihat dari basis pendekatan AMDAL (EIA-based SEA) maupun basis pendekatan keberlanjutan (sustainability-led SEA). instansi kesehatan daerah. KLHS dan Upaya Perencanaan Tata Ruang Wilayah DKI Jakarta KLHS hadir dengan pendekatan yang dapat dilihat dari dua aspek. dan kegiatan-kegiatan operasional pengelolaan efek lingkungan hidup (misalnya: penerapan kode bangunan yang hemat energi). atau (3) dibutuhkan dokumentasi proses kajian lingkungan tersendiri yang gamblang untuk menguatkan akuntabilitas dan kredibilitas seluruh proses perencanaan tata ruang.pemilihan dan penerapan metode serta teknik analisis yang sesuai dan terkini.sistematisasi proses pertimbangan seluruh informasi. KLHS 5 . yakni proses sistematis dan terbuka untuk mengidentifikasi isu. kepentingan dan aspirasi yang dijaring. dan evaluasi mengenai konsekuensi dan efek lingkungan akibat diterapkannya RTRW atau KRP tata ruang. dengan mempertimbangkan (1) kesimpulankesimpulan pokok yang direkomendasikan KLHS. yakni proses identifikasi. Pertama. kegiatan pemantauan dan tindak lanjut dapat diatur berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku. 4. serta pengujian efektivitas muatan RTRW atau KRP tata ruang dalam menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan. PEMBAHASAN A. Formulasi pelaksanaan dan pengambilan keputusan tentang pilihan muatan materi bagi KRP tata ruang. program atau kegiatan penerapan muatan RTRW atau KRP tata ruang (misalnya: mengubah lokasi atau besaran infrastruktur yang dibutuhkan). yaitu penyesuaian dengan kebutuhannya. Pemantauan dan Tindak Lanjut. serta (4) aspirasi dan pandangan dari instansi pemerintah yang bertanggungjawab dan berkepentingan (misalnya : instansi lingkungan hidup daerah.tata ruang yang akan/sedang disusun membutuhkan masukan telaah kajian lingkungan yang spesifik dan mendalam. 2.penentuan dan penerapan aras rinci (level of detail) analisis agar sesuai dengan kebutuhan rekomendasi. 3. (3) aspirasi dan pandangan dari berbagai lapisan dan golongan masyarakat yang berkepentingan. deskripsi. seperti substansi pokok/dasar RTRW atau KRP tata ruang (misalnya: mengubah pola atau struktur ruang dari yang semula diusulkan).

serta akuntabilitas dan transparansi dalam merancang. rencana dan program. Memperkuat dan memfasilitasi AMDAL. 2. dapat dilihat oleh tabel berikut: Tabel 1. Secara garis besar. rencana. Adapun Tujuan KLHS yang banyak dirujuk oleh berbagai pustaka umumnya seputar hal berikut (modifikasi terhadap UNEP 2002: 496. dan program  Memfasilitasi proses pengambilan keputusan agar dapat menyeimbangkan tujuan lingkungan hidup.berbasis pendekatan AMDAL muncul untuk mengatasi beberapa kelemahan yang dijumpai dalam AMDAL yang bersifat spesifik proyek. Mendorong pendekatan atau cara baru untuk pengambilan keputusan. dan ekonomi  Transformatif 6 . atau program. sementara itu. 3. memformulasikan dan memutuskan kebijakan.  Memperbaiki mutu dan proses formulasi kebijakan. melalui identifikasi sejak dini lingkup dan dampak potensial serta kebutuhan informasi. dialog dan diskusi dengan para pihak yang berkepentingan dan penyelenggaraan konsultasi publik.1 Tiga Macam Sifat dan Tujuan KLHS Sifat KLHS  Instrumental Tujuan (Generik) KLHS  Mengidentifikasi pengaruh atau konsekuensi dari kebijakan. rencana. sosial. KLHS berbasis AMDAL muncul untuk mengevaluasi dan menganalisis mengenai proyek baik dari sisi efek positif maupun negatif. Memberi kontribusi terhadap proses pengambilan keputusan agar keputusan yang diambil berorientasi pada keberlanjutan dan lingkungan hidup. Partidário 2007:12) : 1. atau program terhadap lingkungan hidup sebagai upaya untuk mendukung proses pengambilan keputusan  Mengintegrasikan pertimbangan lingkungan ke dalam kebijakan. rencana. KLHS berbasis pendekatan sustainability muncul sebagai sarana untuk mengimplementasikan konsep berkelanjutan (Therivel et al 1992). melalui integrasi pertimbangan lingkungan dan penerapan prinsip-prinsip keberlanjutan dalam proses pengambilan keputusan. identifikasi isuisu dan pandangan-pandangan strategis yang berkaitan dengan justifikasi proyek atau rencana usaha/kegiatan penghematan tenaga dan waktu yang dicurahkan untuk kajian.

Pembangunan seringkali masih tidak menaati aturan AMDAL. membangun tidak pada tempatnya. tapi secara konsep pembangunan menyeluruh. konstruksi bangunan tidak sesuai aturan. pusat perbelanjaan. KLHS berguna untuk mengatasi kelemahan dan keterbatasan AMDAL. ruang terbuka hijau. Masih buruknya penataan ruang antara gedung perkantoran. Melihat kenyataan dan praktik pembangunan saat ini. instrumen AMDAL belum memadai dalam memberikan jalan keluar terhadap dampak lingkungan 7 . pemukiman. Terdapat dua faktor utama yang menyebabkan kehadiran KLHS dibutuhkan saat ini di berbagai yaitu pertama. Untuk mengatasi hal demikian perlunya mengaplikasikan KLHS yang bersifat transformatif atau substantif dalam setiap perencanaan tata ruang wilayah. yang berfokus pada AMDAL. Namun. rencana. dan tersedianya aneka pilihan kebijakan. atau program. hal demikian tidak cukup hanya mengandalkan pada penguasaan prosedur dan metode KLHS. dan banyak pengaturan yang belum memadai seperti fungsi regulasi baik dalam hal pengaturan dan pengawasan dan instrumen pembangunan yang seharusnya lebih dominan dibanding fungsi budget. Pembangunan pun ada pula yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang dan tata wilayah yang telah dibuat sebelumnya. atau program (tingkat keberlanjutan lemah)  Melakukan langkah-langkah perlindungan lingkungan yang tangguh (tingkat keberlanjutan moderat)  Memelihara potensi sumberdaya alam dan daya dukung air. Substantif  Meminimalisasi potensi dampak penting negatif yang akan timbul sebagai akibat dari usulan kebijakan. Pengaturan tersebut lah yang menyebabkan adanya dampak-dampak baik dari segi lingkunganmaupun masalah sosial yang ada di Jakarta muncul. dan lain sebagainya. Adanya inkonsistensi pembangunan dengan tata ruang dan berbagai aturan yang lain. perencanaan tata ruang wilayah DKI Jakarta masih berorientasi ke arah pembangunan di tingkat makro. menunjukkan bahwa meskipun AMDAL sebagai salah satu instrumen pengelolaan lingkungan cukup efektif dalam memasukkan pertimbangan-pertimbangan lingkungan dalam rancang-bangun proyek-proyek individual. Sumber: Saddler (2000:20) dalam Buku Pegangan Kajian Lingkungan Hidup Strategis . melainkan diperlukanpula kehadiran good governance yang diindikasikan oleh adanya keterbukaan. udara. tanah dan ekosistem (tingkat keberlanjutan moderat sampai tinggi). transparansi. Pengalaman implementasi berbagai instrumen pengelolaan lingkungan hidup. rencana.

yang dipelopori oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Dengan demikian. menyebabkan perlunya pengaturan yang tidak hanya sekedar membangun tapi juga memperhatikan aspek-aspek lingkungan dalam rangka mewujudkan pembangunan yang dapat berkelanjutan. Penting adanya Peraturan Pemerintah (PP) tentang Kajian Lingkungan Hidup Strategis dan dilanjutkan dengan Pedoman Umum dan Teknis tentang aplikasi KLHS.go. Hal demikian. dan program (KRP) sesuai dengan prosedur yang tidak hanya mementingkan bagaimana aspek pembangunan tersebut secara fisik. tapi yang lebih penting adalah sebagai suatu cara untuk meyakinkan bahwa implikasi pelaksanaan KRP terhadap lingkungan hidup telah dijadikan pertimbangan dalam setiap tingkatan pengambilan keputusan. 11 November] 8 .menlh. terutama pada wilayah Kota DKI Jakarta yang merupakan wilayah khusus baik sebagai ibukota provinsi maupun ibukota negara. 2010. [Homepage of Kementerian Lingkungan Hidup]. yang kedua KLHS merupakan instrumen yang lebih efektif untuk mendorong pembangunan berkelanjutan (Brifetta et al 2003). rencana. sayangnya KLHS ini walau Indonesia telah mengadopsi dan mengembangkannya. Kehadiran peraturan perundangan tersebut dirasa semakin penting karena intensitas kerusakan sumber daya alam dan pencemaran lingkungan di Jakarta dan dampak-dampak bencana alam yang muncul semakin meningkat setiap tahun. Tidak hanya terkait dengan AMDAL yang terkhusus pada pembangunan proyek secara khusus.kumulatif.id. dan dampak lingkungan sinergistik6. KLSH merupakan 6 KLHS dalam Perspektif Pembangunan Berkelanjutan. melainkan pembangunan perencanaan tata ruang secara keseluruhan dengan aspek KRP. 1999). Tahap awal tersebut merupakan tahap yang pentin agar dalam perencanaan dapat sepenuhnya memprakirakan dampak lingkungan yang berpotensi dalam pembangunan infrastruktur maupun pembangunan lainnya. Available: http://www. [online]. dampak tidak langsung. KESIMPULAN Peranan KLHS sebagai instrumen pengelolaan Lingkungan Hidup dalam perencanaan tata ruang wilayah merupakan kajian lingkungan yang dilaksanakan pada tahap awal proses pengambilan keputusan perencanaan pembangunan. Kemudian. akan tetapi sampai saat ini belum ada tata pelaksanaan yang secara praktis untuk dapat diaplikasikan. keberlanjutan pembangunan dapat lebih terjamin (Annandale dan Bailey. pembangunan berkelanjutan pun dapat diterapkan. dimana saat ini pembangunan yang terjadi di Jakarta tidak hanya harus berada dalam rencana tata ruang tetapi juga diperlukan pengendalian pemanfaatan ruang secara efektif dan berkeadilan. Adanya KLHS merupakan poin penting dalam perencanaan tata ruang dan tata wilayah. melainkan dilihat pula bagaimana pembangunan tersebut berdampak pada lingkungan. Namun. dan dengan demikian. [2010. Adanya KLHS sebagai suatu acuan dalam membeuat kebijakan. Adanya KLHS tidak diartikan hanya sebagai instrumen pengelolaan lingkungan yang semata-mata ditujukan pada komponen-komponen KRP.

id. 2012. dimana aspek pembangunan tidak memperhatikan dengan baik masalah lingkungan. Available: http://www. 13 Januari] Kementerian Negara Lingkungan Hidup (2008).id. salah satunya masalah banjir dan kemacetan. Environmental Impact Assessment Review.suatu kajian penting yang tidak hanya melihat bagaimana outcomes yang dapat muncul. Jakarta Kementerian Negara Lingkungan Hidup dan Danish International Development Agency (2007) Buku Pegangan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (Suryo Adiwibowo.. KLHS dalam Perspektif Pembangunan Berkelanjutan. melainkan memperhatikan pula aspek proses perencanaan kebijakan. Obbardb. [2010.com. J.menlh. Tidak hanya KLSH yang bersifat administratif tetapi penerapannya juga perlu diperhatikan bagaimana tentang cara pengaplikasiannya. Kemacetan Jakarta Akibat Buruknya Penataan Ruang. [Homepage of Kementerian Lingkungan Hidup]. et. KLHS merupakan kajian yang lebih karena analisis dampak KRP mempunyai implikasi dampak lebih luas/makro. [2010. 20 November] 9 . 2010 [online]. Jakarta. Available: http://archive.menlh. dan program (KRP) agar suatu pembangunan dapat sesuai dengan perencanaan tata ruang tata wilayah dan dapat menjadi pembangunan berkelanjutan. Kementerian Negara Lingkungan Hidup dan Pusat Pengembangan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Universitas Padjadjaran (2006) Kajian Lingkungan Hidup Strategis dalam Penataan Ruang (Chay Asdak). Al). Available: http://www. [online].. C.go. dilihat dari indikator dampak atau efek yang ditimbulkan. 11 November] KLHS: Penerapan KLHS di Kebijakan Tata Ruang Sebagai Solusi Masalah Lingkungan Hidup di Daerah. Perencanaan tata ruang dan tata wilayah di Jakarta masih dinilai buruk.P. Rancangan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup tentang Pedoman Penyelenggaraan Kajian Lingkungan Hidup Strategis.al). 2010. dan Mackee (2003) Towards SEA for the developing nations of Asia. DAFTAR PUSTAKA Briffetta. rencana. Jakarta.go. [2012. et. [online]. Selain itu. KLHS mempunyai fokus pada tataran konsep dan bukan hanya pada tataran disain teknis yang bersifat fisik. 23 (2003) 171– 196.bisnis. Jakarta. Kementerian Negara Lingkungan Hidup dan Danish International Development Agency (2007) Kajian Lingkungan Hidup Strategis Ciayumajakuning (Tjuk Kuswartojo.

R. 2013.tribunnews. http://www. Portuguese Environment Agency.R. 10 . Principles. Sadler. (2000) Elements of an SEA framework—improving the addedvalue of SEA. (2007) Strategic Environmental Assessment Good Pratice Guide: Methodological Guidance. Partidário.com. Amadora Peraturan Daerah Provinsi Daerah Ibukota Jakarta No. 20 (2000) 647– 663. Jiri (editor) Proceedings of International Workshop on Public Participation and Health Aspects in Strategic Environmental Assessment (2001). Hungary Tata Kota Buruk dan Kesadaran Warga Jadi Penyebab Banjir Jakarta . Environmental Impact Assessment Review. M. A Framework Approach to Strategic Environmental Assessment: Aims.Kualitas Infrastruktur DKI Buruk. Available: Partidário. M. and Elements of Good Practice in Dusik. [2013. 2012.jurnas.com. Szentendre. The Regional Environment Center for Central and Eastern Europe. [online]. Barry (2000). 04 Desember] [online]. 17 Januari] UNEP (United Nation Environmental Program) (2002) EIA Training Resource Manual. Available: http://jakarta. [2012. 1 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Tahun 2030.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->