P. 1
bedah

bedah

|Views: 191|Likes:
Published by Priscilla Samuel
bedah
bedah

More info:

Published by: Priscilla Samuel on Jul 08, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/03/2015

pdf

text

original

hemoroid

A. Definisi Hemoroid adalah pelebaran vena di dalam pleksus hemoroidalis yang tidak merupakan keadaan patologik, hanya apabila hemoroid ini menyebabkan keluhan atau peenyulit, maka diperlukan tindakan. Hemoroid normalnya terdapat pada individu sehat dan terdiri dari bantalan fibromuskular yang sangat bervaskularisasi yang melapisi saluran anus. Hemoroid diklasifikasikan menjadi dua yaitu hemoroid eksterna hemoroid interna. 1. Hemoroid eksterna merupakan pelebaraan dan penonjolan pleksus hemoroidalis inferior, terdapat di sebelah distal garis mukokutan di dalam jaringan di bawah epitel anus. 2. Hemoroid interna adalah kondisi dimana pleksus v. hemoroidalis superior di atas garis mukutan dan ditutupi oleh mukosa. Hemoroid interna ini merupakan bantalan vaskuler di dalam jaringan sub mukosa pada rektum sebelah bawah. Hemoroid interna terdapat pada tiga posisi primer, yaitu kanan depan (jam 11), kanan belakang (jam 7) dan lateral kiri (jam 3), yang oleh Miles disebut “Three Primary Haemorrhoidal Areas”. Hemoroid yang lebih kecil tedapat di antara ketiga letak primer tersebut dan kadang juga sirkuler. (4) Hemoroid interna dibagi menjadi 4 derajat yaitu : - Derajat I : - Terdapat perdarahan merah segar pada rectum pasca defekasi - Tanpa disertai rasa nyeri - Tidak terdapat prolaps

- Pada pemeriksaan anoskopi terlihat permulaan dari benjolan hemoroid yang menonjol ke dalam lumen - Derajat II : - Terdapat perdarahan/tanpa perdarahan sesudah defekasi - Terjadi prolaps hemoroid yang dapat masuk sendiri (reposisi spontan) - Derajat III : - Terdapat perdarahan/tanpa perdarahan sesudah defekasi - Terjadi prolaps hemoroid yang tidak dapat masuk sendiri jadi harus didorong dengan jari (reposisi manual) - Derajat IV : - Terdapat perdarahan sesudah defekasi - Terjadi prolaps hemoroid yang tidak dapat didorong masuk (meskipun sudah direposisi akan keluar lagi) (1,2,4) Tabel 1. Derajat Hemoroid interna 4 Hemoroid Interna Derajat Berdarah Prolaps Reposisi I+-II + + Spontan III + + Manual IV + Tetap Irreponibel Sumber: Sjamsuhidajat, Wim de Jong. Hemoroid, 2004 Dalam: Buku Ajar Ilmu Bedah, Ed.2, Jakarta, Penerbit Buku Kedokteran EGC. Hal: 672 – 675

B. Etiologi Penyebab hemoroid tidak diketahui, konstipasi kronis dan mengejan saat defekasi mungkin penting. Mengejan menyebabkan pembesaran dan prolapsus sekunder bantalan pembuluh darah hemoroidalis. Jika mengejan terus menerus, pembuluh darah menjadi berdilatasi secara progresif dan jaringan sub mukosa kehilangan perlekatan normalnya dengan sfingter internal di bawahnya, yang menyebabkan prolapsus hemoroid yang klasik dan berdarah. Selain itu faktor penyebab hemoroid yang lain yaitu : kehamilan, obesitas, diet rendah serat dan aliran balik venosa.(1,4) C. Faktor Risiko Faktor risiko hemoroid banyak sekali, sehingga sukar bagi kita untuk menentukkan penyebab yang tepat bagi tiap kasus. Faktor risiko hemoroid yaitu: 1. Keturunan : Dinding pembuluh darah yang lemah dan tipis 2. Anatomik : Vena daerah anorektal tidak mempunyai katup dan pleksus hemoroidalis kurang mendapat sokongan otot dan vasa sekitarnya. 3. Pekerjaan : Orang yang harus berdiri atau duduk lama, atau harus mengangkat barang berat, mempunyai predisposisi untuk hemoroid. 4. Umur : Pada umur tua timbul degenerasi dari seluruh jaringan tubuh, juga otot sfingter menjadi tipis dan atonis. 5. Endokrin : Misalnya pada wanita hamil ada dilatasi vena ekstremitas dan anus (sekresi hormon relaksin). 6. Mekanis : Semua keadaan yang mengakibatkan timbulnya tekanan yang meninggi dalam rongga perut, misalnya penderita hipertrofi prostat.

Iritasi kulit perianal dapat menimbulkan rasa gatal yang dikenal sebagai . Fisiologis : Bendungan pada peredaran darah portal. (5) D. penonjolan ini hanya terjadi pada waktu defekasi dan disusul reduksi spontan setelah defekasi. misalnya pada penderita dekompensasio kordis atau sirosis hepatis. Perdarahan luas dan intensif di fleksus hemoroidalis menyebabkan darah di vena tetap merupakan “darah arteri”. Hemoroid yang membesar secara perlahan-lahan akhirnya dapat menonjol keluar menyebabkan prolaps.7. hemoroid interna ini perlu didorong kembali setelah defekasi agar masuk kembali ke dalam anus. Nyeri yang hebat jarang sekali ada hubungannya dengan hemoroid interna dan hanya timbul pada hemoroid eksterna yang mengalami trombosis. dapat hanya berupa garis pada faeces atau kertas pembersih sampai pada perdarahan yang terlihat menetes atau mewarnai air toilet menjadi merah. Darah yang keluar berwarna merah segar dan tidak tercampur dengan faeces. Walaupun berasal dari vena. Pada stadium yang lebih lanjut. Kadang perdarahan hemoroid yang berulang dapat berakibat timbulnya anemia berat. darah yang keluar berwarna merah segar karena kaya akan zat asam. Gejala dan Tanda Pasien sering mengeluh menderita hemoroid atau “wasir” tanpa ada hubungannya dengan gejala rektum atau anus yang khusus. Perdarahan umumnya merupakan tanda pertama dari hemoroid interna akibat trauma oleh faeces yang keras. Pada akhirnya hemoroid dapat berlanjut menjadi bentuk yang mengalami prolaps menetap dan tidak bisa didorong masuk lagi. Keluarnya mukus dan terdapatnya faeces pada pakaian dalam merupakan ciri hemoroid yang mengalami prolaps menetap. Pada tahap awal.

Pemeriksaan umum tidak boleh diabaikan karena keadaan ini dapat disebabkan oleh penyakit lain seperti sindrom hipertensi portal.5 ) 1. Apabila hemoroid interna mengalami prolaps. hemoroid interna biasanya tidak teraba dan juga tidak sakit. Hemoroid interna yang prolaps dapat terlihat sebagai benjolan yang tertutup mukosa. RT Pada colok dubur. hemoroid eksterna mudah terlihat apalagi sudah mengandung trombus.pruritus anus dan ini disebabkan oleh kelembaban yang terus menerus dan rangsangan mukus.(4) 2. Pemeriksaan Anamnesis harus dikaitkan dengan faktor obstipasi. Inspeksi Pada inspeksi. defekasi yang keras. Colok dubur diperlukan untuk menyingkirkan kemungkinan karsinoma rectum. Hemoroid eksterna dapat dilihat dengan inspeksi apalagi bila terjadi trombosis. dan biasanya tidak nyeri. dan dapat disertai rasa nyeri bila terjadi peradangan. Trombus dan fibrosis pada perabaan padat dengan dasar yang lebar.(5) . Untuk membuat prolaps dapat dengan menyuruh pasien untuk mengejan. pasien sering duduk berjam-jam di WC.( 4 ) E. maka tonjolan yang ditutupi epitel penghasil musin akan dapat dilihat apabila penderita diminta mengejan. Pada pemeriksaan colok dubur hemoroid intern tidak dapat diraba sebab tekanan vena didalamnya tidak cukup tinggi. Dapat diraba bila sudah ada trombus atau sudah ada fibrosis. yamg membutuhkan tekanan intra abdominal meninggi ( mengejan ). Nyeri hanya timbul apabila terdapat trombosis yang luas dengan udem dan radang.( 4.

Bila perlu penderita disuruh mengejan supaya benjolan dapat kelihatan sebesar-besarnya. letaknya dan besarnya benjolan. Anoskopi Dengan cara ini kita dapat melihat hemoroid interna. banyaknya benjolan.5) 4. Foto barium kolon dan kolonoskopi perlu dipilih secara selektif. Anaskopi dengan penyumbatnya dimasukkan dalam anus sedalam mungkin.5) 5. F. Penderita dalam posisi litotomi. penyumbat diangkat dan penderita disuruh bernafas panjang. Proktosigmoidoskopi Pemeriksaan ini perlu dilakukan untuk memastikan bahwa keluhan bukan disebabkan oleh proses radang atau proses keganasan di tingkat yang lebih tinggi (rektum/sigmoid). Karsinoma kolorektum 2. Pada anoskopi dapat dilihat warna selaput lendir yang merah meradang atau perdarahan. Benjolan hemoroid akan menonjol pada ujung anaskop. Kolitis ulserosa Pemeriksaan sigmoidoskopi harus dilakukan. Penyakit divertikel 3.(4. Prolaps rektum juga harus dibedakan . Pemeriksaan Feces Diperlukan untuk mengetahui adanya darah samar (occult bleeding). karena hemoroid merupakan keadaan fisiologik saja atau tanda yang menyertai.3. Polip 4. Diagnosa Banding Perdarahan rektum merupakan manifestasi utama hemoroid interna yang juga terjadi pada : 1. bergantung pada keluhan dan gejala penderita. (4.

Yang lebih sering terjadi yaitu perdarahan kronis dan apabila berulang dapat menyebabkan anemia karena jumlah eritrosit yang diproduksi tidak bisa mengimbangi jumlah yang keluar. sehingga mempermudah defekasi dan mengurangi keharusan mengejan berlebihan. Penatalaksanaan H1. sehingga sering tidak menimbulkan keluhan pada penderita walaupun Hb sangat rendah karena adanya mekanisme adaptasi. Hemoroid dapat membentuk pintasan portal sistemik pada hipertensi portal.dari prolaps mukosa akibat hemoroid interna. hanya terjadi apabila yang pecah adalah pembuluh darah besar. (5) Supositoria dan salep anus diketahui tidak mempunyai efek yang bermakna kecuali efek anestetik dan astringen. Apabila hemoroid keluar. namun lunak. dan tidak dapat masuk lagi (inkarserata/terjepit) akan mudah terjadi infeksi yang dapat menyebabkan sepsis dan bisa mengakibatkan kematian. Terapi obat-obatan (medikamentosa) / diet Kebanyakan penderita hemoroid derajat pertama dan derajat kedua dapat ditolong dengan tindakan lokal sederhana disertai nasehat tentang makan. Hemoroid interna yang mengalami prolaps oleh karena udem umumnya dapat dimasukkan kembali secara perlahan disusul dengan tirah baring . Makanan sebaiknya terdiri atas makanan berserat tinggi seperti sayur dan buah-buahan. Makanan ini membuat gumpalan isi usus besar. Komplikasi Perdarahan akut pada umumnya jarang . Terapi non bedah a.( 3 ) H. Anemia terjadi secara kronis. ( 5 ) G. dan apabila hemoroid semacam ini mengalami perdarahan maka darah dapat sangat banyak.

5 ) Sumber: Sjamsuhidajat. Hemoroid.2. tidak tepat untuk hemoroid yang lebih parah atau prolaps. Ligasi dengan gelang karet Hemoroid yang besar atau yang mengalami prolaps dapat ditangani dengan ligasi gelang karet menurut Barron.dan kompres lokal untuk mengurangi pembengkakan. Penyuntikan dilakukan di sebelah atas dari garis mukokutan dengan jarum yang panjang melalui anoskop. Skleroterapi Skleroterapi adalah penyuntikan larutan kimia yang merangsang. Penerbit Buku Kedokteran EGC. (5) b. 2004 Dalam: Buku Ajar Ilmu Bedah. Apabila penyuntikan dilakukan pada tempat yang tepat maka tidak ada nyeri. Pada satu kali terapi hanya . Rendam duduk dengan dengan cairan hangat juga dapat meringankan nyeri. Ed. prostatitis akut jika masuk dalam prostat. Penyulit penyuntikan termasuk infeksi.( 4. Hal: 672 – 675 c. Gelang karet didorong dari ligator dan ditempatkan secara rapat di sekeliling mukosa pleksus hemoroidalis tersebut. Wim de Jong. mukosa di atas hemoroid yang menonjol dijepit dan ditarik atau dihisap ke tabung ligator khusus. Dengan bantuan anoskop. dan reaksi hipersensitivitas terhadap obat yang disuntikan.Terapi suntikan bahan sklerotik bersama nasehat tentang makanan merupakan terapi yang efektif untuk hemoroid interna derajat I dan II. misalnya 5% fenol dalam minyak nabati. Penyuntikan diberikan ke submukosa dalam jaringan areolar yang longgar di bawah hemoroid interna dengan tujuan menimbulkan peradangan steril yang kemudian menjadi fibrotik dan meninggalkan parut. Jakarta.

Dingin diinduksi melalui sonde dari mesin kecil yang dirancang bagi proses ini. Krioterapi ini lebih cocok untuk terapi paliatif pada karsinoma rektum yang ireponibel. Jika digunakan dengan cermat. biasanya setelah 7 – 10 hari.( 3. Tindakan ini cepat dan mudah dilakukan dalam tempat praktek atau klinik. maka krioterapi mencapai hasil yang serupa dengan yang terlihat pada ligasi dengan gelang karet dan tidak ada nyeri. Terapi ini tidak dipakai secara luas karena mukosa yang nekrotik sukar ditentukan luasnya. Cara ini baik .5 ) d. Infra Red Coagulation ( IRC ) / Koagulasi Infra Merah Dengan sinar infra merah yang dihasilkan oleh alat yang dinamakan photocuagulation.( 3 ) e. dan hanya diberikan ke bagian atas hemoroid pada sambungan anus rektum. Perdarahan dapat terjadi waktu hemoroid mengalami nekrosis. arteri hemoroidalis diikat sehingga jaringan hemoroid tidak mendapat aliran darah yang pada akhirnya mengakibatkan jaringan hemoroid mengempis dan akhirnya nekrosis. tonjolan hemoroid dikauter sehingga terjadi nekrosis pada jaringan dan akhirnya fibrosis. Krioterapi / bedah beku Hemoroid dapat pula dibekukan dengan suhu yang rendah sekali.( 3 ) f. Untuk menghindari ini maka gelang tersebut ditempatkan cukup jauh dari garis mukokutan. Hemorroidal Arteri Ligation ( HAL ) Pada terapi ini. Nyeri yang hebat dapat pula disebabkan infeksi. sedangkan ligasi berikutnya dilakukan dalam jarak waktu 2 – 4 minggu. Penyulit utama dari ligasi ini adalah timbulnya nyeri karena terkenanya garis mukokutan.diikat satu kompleks hemoroid.

Terapi bedah Terapi bedah dipilih untuk penderita yang mengalami keluhan menahun dan pada penderita hemoroid derajat III dan IV.digunakan pada hemoroid yang sedang mengalami perdarahan. Prinsip yang harus diperhatikan dalam hemoroidektomi adalah eksisi yang hanya dilakukan pada jaringan yang benar-benar berlebihan. Penderita hemoroid derajat IV yang mengalami trombosis dan kesakitan hebat dapat ditolong segera dengan hemoroidektomi.( 3 ) H2. Namun yang digunakan sebagai penghancur jaringan yaitu radiasi elektromagnetik berfrekuensi tinggi. selaput mukosa sekitar hemoroid dipanasi dengan radiasi elektromagnetik berfrekuensi tinggi sampai akhirnya timbul kerusakan jaringan. Pada terapi dengan diatermi bipolar.( 4. Cara ini efektif untuk hemoroid interna yang mengalami perdarahan. Eksisi jaringan ini harus digabung dengan rekonstruksi tunika mukosa karena telah terjadi deformitas kanalis analis akibat prolapsus mukosa. h.(3) g. Cara ini paling efektif digunakan pada hemoroid interna.6 ) Ada tiga tindakan bedah yang tersedia saat ini yaitu bedah . Generator galvanis Jaringan hemoroid dirusak dengan arus listrik searah yang berasal dari baterai kimia. Eksisi sehemat mungkin dilakukan pada anoderm dan kulit yang normal dengan tidak mengganggu sfingter anus. Bipolar Coagulation / Diatermi bipolar Prinsipnya tetap sama dengan terapi hemoroid lain di atas yaitu menimbulkan nekrosis jaringan dan akhirnya fibrosis. Terapi bedah juga dapat dilakukan dengan perdarahan berulang dan anemia yang tidak dapat sembuh dengan cara terapi lainnya yang lebih sederhana.

Penting untuk mencegah pemasangan jahitan melalui otot sfingter internus. Kemudian dipasang jahitan transfiksi catgut proksimal terhadap pleksus hemoroidalis. Setelah mengamankan hemostasis.konvensional (menggunakan pisau dan gunting). a. Hemostat kedua ditempatkan distal terhadap hemoroid eksterna. maka mukosa dan kulit anus ditutup secara longitudinal dengan jahitan jelujur sederhana. Suatu incisi elips dibuat dengan skalpel melalui kulit dan tunika mukosa sekitar pleksus hemoroidalis internus dan eksternus.( 6 ) 2. Teknik Milligan – Morgan Teknik ini digunakan untuk tonjolan hemoroid di 3 tempat utama. Basis massa hemoroid tepat diatas linea mukokutan dicekap dengan hemostat dan diretraksi dari rektum. Teknik Whitehead Teknik operasi yang digunakan untuk hemoroid yang sirkuler ini yaitu dengan mengupas seluruh hemoroid dengan membebaskan mukosa dari submukosa dan mengadakan reseksi sirkuler terhadap . Bila diseksi mencapai jahitan transfiksi cat gut maka hemoroid ekstena dibawah kulit dieksisi. Bedah Konvensional Saat ini ada 3 teknik operasi yang biasa digunakan yaitu : 1. yang dibebaskan dari jaringan yang mendasarinya. Sehingga lebih baik mengambil terlalu sedikit daripada mengambil terlalu banyak jaringan. Hemoroid dieksisi secara keseluruhan. Biasanya tidak lebih dari tiga kelompok hemoroid yang dibuang pada satu waktu. bedah laser ( sinar laser sebagai alat pemotong) dan bedah stapler (menggunakan alat dengan prinsip kerja stapler). Teknik ini dikembangkan di Inggris oleh Milligan dan Morgan pada tahun 1973. Striktura rektum dapat merupakan komplikasi dari eksisi tunika mukosa rektum yang terlalu banyak.

dibutuhkan daya laser 12 – 14 watt. terdapat banyak saraf. Bedah Laser Pada prinsipnya. Pada bedah dengan laser. 3.( 5 ) Dalam melakukan operasi diperlukan narkose yang dalam karena sfingter ani harus benar-benar lumpuh. luka bekas operasi direndam cairan antiseptik. b. serabut saraf terbuka akibat serabut saraf tidak mengerut sedangkan selubungnya mengerut. Lalu mengusahakan kontinuitas mukosa kembali.mukosa daerah itu. . tidak banyak luka dan dengan nyeri yang minimal. Kemudian eksisi jaringan diatas klem. Prosedur ini bisa dilakukan hanya dengan rawat jalan ( 7 ). hemoroid internus dijepit radier dengan klem. Sesudah itu klem dilepas dan jepitan jelujur di bawah klem diikat. seperti terpatri sehingga serabut syaraf tidak terbuka. Dalam waktu 4 – 6 minggu. serabut saraf dan selubung saraf menempel jadi satu. Lakukan jahitan jelujur di bawah klem dengan cat gut chromic no 2/0. Teknik Langenbeck Pada teknik Langenbeck. hanya alat pemotongnya menggunakan laser. luka akan mengering. saat post operasi akan terasa nyeri sekali karena pada saat memotong jaringan. Pada bedah konvensional. Saat laser memotong. Di anus. Setelah jaringan diangkat. Sedangkan pada bedah laser. pembuluh jaringan terpatri sehingga tidak banyak mengeluarkan darah. Teknik ini lebih sering digunakan karena caranya mudah dan tidak mengandung resiko pembentukan jaringan parut sekunder yang biasa menimbulkan stenosis. nyeri berkurang karena saraf rasa nyeri ikut terpatri. Untuk hemoroidektomi. pembedahan ini sama dengan pembedahan konvensional.

Pada dasarnya hemoroid merupakan jaringan alami yang terdapat di saluran anus. Kerjasama jaringan hemoroid dan m. Fungsinya adalah sebagai bantalan saat buang air besar. Bedah Stapler Teknik ini juga dikenal dengan nama Procedure for Prolapse Hemorrhoids (PPH) atau Hemoroid Circular Stapler.blogspot. Bentuk alat ini seperti senter. Bedah stapler Mula-mula jaringan hemoroid yang prolaps didorong ke atas .c. terdiri dari lingkaran di depan dan pendorong di belakangnya. sehingga tidak perlu dibuang semua.html Gambar 3. Internal/External Hemorrhoids [1] Dilator [2] Purse String [3] Closing PPH [4] Mucosa Pull [5] Staples [6] Gambar diambil dari: http://medlinux. Teknik ini mulai diperkenalkan pada tahun 1993 oleh dokter berkebangsaan Italia yang bernama Longo sehingga teknik ini juga sering disebut teknik Longo. Teknik PPH ini mengurangi prolaps jaringan hemoroid dengan mendorongnya ke atas garis mukokutan dan mengembalikan jaringan hemoroid ini ke posisi anatominya semula karena jaringan hemoroid ini masih diperlukan sebagai bantalan saat BAB.com/2009/02/hemoroid. Alat yang digunakan sesuai dengan prinsip kerja stapler. Di Indonesia sendiri alat ini diperkenalkan pada tahun 1999.sfingter ani untuk melebar dan mengerut menjamin kontrol keluarnya cairan dan kotoran dari dubur.

tindakan PPH memiliki resiko yaitu : 1. PPH bisa saja gagal pada hemoroid yang terlalu besar karena sulit untuk memperoleh jalan masuk ke saluran anus dan kalaupun bisa masuk. maka alat akan memotong jaringan yang berlebih secara otomatis. kemudian dijahitkan ke tunika mukosa dinding anus.7. 2. Jika terlalu banyak jaringan otot yang ikut terbuang. akan mengakibatkan kerusakan dinding rektum. Dari stapler dikeluarkan sebuah gelang dari titanium diselipkan dalam jahitan dan ditanamkan di bagian atas saluran anus untuk mengokohkan posisi jaringan hemoroid tersebut. dapat menyebabkan disfungsi baik dalam jangka waktu pendek maupun jangka panjang.( 3. infeksi pada pelvis juga pernah dilaporkan.dengan alat yang dinamakan dilator. tindakan berlangsung cepat sekitar 20 – 45 menit. Dengan terpotongnya jaringan hemoroid maka suplai darah ke jaringan tersebut terhenti sehingga jaringan hemoroid mengempis dengan sendirinya. nyeri minimal karena tindakan dilakukan di luar bagian sensitif. Jika m. tidak ada anal discharge. jaringan mungkin terlalu tebal untuk masuk ke dalam stapler. Keuntungan teknik ini yaitu mengembalikan ke posisi anatomis. Dengan memutar sekrup yang terdapat pada ujung alat. 3. Bagian jaringan hemoroid yang berlebih masuk ke dalam stapler. sfinter ani internus tertarik.8 ) Meskipun jarang. Kemudian alat stapler dimasukkan ke dalam dilator. 4. tidak mengganggu fungsi anus. . Seperti pada operasi dengan teknik lain. pasien pulih lebih cepat sehingga rawat inap di rumah sakit semakin singkat.

H3. dan sedasi. mengejan. Istirahat di tempat tidur dapat membantu mempercepat berkurangnya pembengkakan. Benjolan itu dapat unilobular. kemudian nyeri berkurang dalam waktu dua sampai tiga hari bersamaan dengan berkurangnya udem akut. berukuran dari beberapa milimeter sampai satu atau dua sentimeter garis tengahnya.9 ) Terapi. Ruptur dapat terjadi pada dinding vena. Kelainan yang nyeri sekali ini dapat terjadi pada semua usia dan tidak ada hubungan dengan ada/tidaknya hemoroid interna Kadang terdapat lebih dari satu trombus. salep yang mengandung analgesik untuk mengurangi nyeri atau gesekan pada waktu berjalan. Tindakan pada hemoroid eksterna yang mengalami trombosis Keadaan ini bukan hemoroid dalam arti yang sebenarnya tetapi merupakan trombosis vena oroid eksterna ang terletak subkutan di daerah kanalis analis. atau partus. meskipun biasanya tidak lengkap. Keluhan dapat dikurangi dengan rendam duduk menggunakan larutan hangat. bersin.4 Keadaan ini ditandai dengan adanya benjolan di bawah kulit kanalis analis yang nyeri sekali. erasa sangat nyeri. Pasien yang datang sebelum 48 jam . dan dapat pula multilokuler atau beberapa benjolan.8. tegang dan berwarna kebirubiruan. Vena lebar yang menonjol itu dapat terjepit sehingga kemudian terjadi trombosis. Trombosis dapat terjadi karena tekanan tinggi di vena tersebut misalnya ketika mengangkat barang berat. Ruptur spontan dapat terjadi diikuti dengan perdarahan. Resolusi spontan dapat pula terjadi tanpa terapi setelah dua sampai empat hari( 4. batuk.4 Pada awal timbulnya trombosis. sehingga masih terdapat lapisan tipis adventitiia menutupi darah yang membeku.

Dilatasi tidak boleh dilakukan jika sfingter relaksasi ( jarang pada strangulasi). kulit dieksisi berbentuk elips untuk mencegah bertautnya tepi kulit dan pembentukan kembali trombus dibawahnya. Pada pasien hemoroid hampir selalu terjadi karena kenaikan tonus sfingter dan cincin otot sehingga menutup di belakang massa hemoroid menyebabkan strangulasi. Sangat penting sekali bahwa untuk prosedur ini diperlukan waktu yang cukup agar tidak merobekkan jaringan. terutama jika kanalis agak kaku. dalam hal ini terapi konservatif merupakan pilihan. Satu menit untuk sebesar satu jari sudah cukup ( berarti dibutuhkan waktu 6-8 menit). akan terjadi regresi sehingga setidaktidaknya akan terjadi penyembuhan sementara. Nyeri segera hilang pada saat tindakan dan luka akan sembuh dalam waktu singkat sebab luka berada di daerah yang kaya akan darah. Anestesi umum dilakukan dan pasien diletakkan pada posisi lateral kiri atau posisi litotomi. karena bisa menyebabkan inkontinensia flatus atau tinja atau keduaduanya yang mungkin menetap. Selama prosedur tersebut. Dengan hati-hati anus diregangkan cukup luas sehingga dapat dilalui 6–8 jari. berwarna biru dan sering berdarah atau yang biasa disebut hemoroid strangulasi. Dilatasi dapat mengatasi sebagian besar pasien hemoroid strangulasi. Usaha untuk melakukan reposisi hemoroid ekstern yang mengalami trombus tidak boleh dilakukan karena kelainan ini terjadi pada struktur luar anus yang tidak dapat direposisi( 4 ) Dilatasi anus merupakan salah satu pengobatan pada hemoroid interna yang besar. Bila trombus sudah dikeluarkan.dapat ditolong dan berhasil baik dengan cara segera mengeluarkan trombus atau melakukan eksisi lengkap secara hemoroidektomi dengan anestesi lokal. sfingter anus dapat terasa .(4) Trombus yang sudah terorganisasi tidak dapat dikeluarkan. prolaps.

Faktor Ekstrinsik : .Asupan air (kurang minum) . Uromukoid.memberikan jalan. Inti batu ada benda asing / kristal yang menjadi nidus (supersaturasI) → menarik mineral lain → batu b.9.(4. Namun karena metode dilatasi menurut Lord ini kadang disertai penyulit inkontinensia sehingga tidak dianjurkan. hyperplasia prostat b.Jenis kelamin (laki-laki >>) b. Faktor Intrinsik : . Sitrat : membentuk Ca-sitrat sehingga . Defisiensi inhibitor pembentukan batu .Diet (diet tinggi purin. striktur.Organik (Protein Tamm Horsfall. Glikosaminoglikan.10) Latihan soal BEDAH SOAL-SOAL BATU SALURAN KEMIH (UROLITHIASIS) • Penyebab timbulnya batu saluran kemih ? a. oksalat. Gangguan (stasis) aliran urin : stasis urin → penumpukan bahan-bahan pembentuk batu (supersaturasi) → mengendap → batu. etc) .Geografi . Nefrokalsin. Dehidrasi : produksi urin sedikit → urin pekat → penumpukan bahan-bahan pembentuk batu (supersaturasI) → mengendap → batu c. Infeksi saluran kemih : ♦ Iritasi mukosa → edema → erosi → mukosa terlepas → terbentuk inti batu ♦ Bakteri pemecah urease → mengubah urea menjadi ammonia → pH urin basa → interaksi unsur magnesium-amonium-phospat → batu (struvit) • Faktor resiko terjadinya batu saluran kemih ? a. Gangguan metabolik : Peningkatan ekskresi bahan-bahan pembentuk batu di urin (urat. calcium) → mengendap → batu d. Osteopontin) .Umur (30-50 th) .Pekerjaan (aktivitas <<) • Teori pembentukan batu ? a. Penyebab stasis : batu.Iklim dan temperatur (daerah dingin → asupan air <<. Matriks ada matriks / rangka dari serum protein → tempat deposit kristal → kadar mineral dalam urin ↑ → terjadi endapan kristal (supersaturasi) → batu c.Keturunan / herediter . oksalat.Non-Organik (Magnesium : membentuk Mg-oksalat sehingga mencegah pembentukan batu Ca-oksalat. daerah panas → dehidrasi) . Epitaksis tonjolan di dinding (mukosa) → tertariknya zat pembentuk batu → batu d.

Keganasan 3. Murni b. Moderate Opaq : Magnesium-Amonium-Fosfat / Batu Struvit d. Urat 25% ◘ Ca-Oksalat & As. Batu Metabolit : Batu Xantin. Urat c. Batu As. Batu Xantin • DD Urolithiasis ? Bagaimana cara menyingkirkannya ? ◘ DD : 1. Non Opaq (Luscent) : Batu As. & As. Very Opaq : Ca-Fosfat b. Ca-Phospat 2. Fosfat 2% 3. Striktur Urethra 5. Urat 6% ◘ Ca-Fosfat 1% ◘ Ca-Oksalat. Campuran • Jenis-Jenis Batu ? 1. Urat. Batu Sistin. Berdasarkan densitas (gambaran radiologic) a. Urat 16% ◘ Ca-Oksalat 16% ◘ Ca-Oksalat.mencegah pembentukan batu Ca) . Nyeri yang menjalar hingga ke lipat paha Nyeri kolik (Nefrolitiasis / Ureterolitiasis) / non(Ureterolitiasis) Tiba-tiba kencing berhenti (Stoping Miksi) dankolik (Hidronefrosis) lancar kembali setelah berubah posisi → Vesicolithiasis (batu yg Riwayat kencing keluar pasir / batu ◘ Pemeriksaanberukuran kecil)  Nyeri ketok costovertebrae (karena peregangan kapsul ginjal)  Fisik Balotemen positif / ginjal teraba (Hidronefrosis) ◘ Apabila dicoba dengan pemasangan kateter logam akan berbunyi . Hematuria disertai rasa nyeri saatHiperplasia Prostat ◘ Anamnesa Nyeri di daerah pinggangberkemih (Painfull Hematuria) (Nefrolitiasis). Menurut unsur pembentuknya a. Batu Kristaloid : Ca-Oksalat. Menurut sebabnya a. Campuran ◘ As. Kolik ginjal dan ureter 2. Batu Infeksi : Batu struvit (magnesium-amonium-phospat / triple phospat) b. Opaq : Ca-Oksalat c. Fosfat.Nano Bakteri (flora alami buli-buli memakan fosfat) : minum antibiotik jangka panjang → nano bakteri mati e. Infeksi Saluran Kemih 4. Slight Opaq / Semi Opaq : Batu Sistin e.

Cara memasukan kontras : 1. Skeleton. & buli-buli → Ex: tumor buli-buli) 3. Dapat bipolar / unipolar. cystitis. Memasukan kontras melalui kateter sistostomi / SPP (Supra Pubic Pyelografi : 1. Painfull Hematuria : Hematuria disertai rasa nyeri saat BAK (Ex: ISK → Cystitis / Urethritis: Urolitiasis → batu buli-buli) • Apa yang dimaksud Initial. Initial Hematuria : hematuria yg terjadi di awal miksi (kelainan di urethra → Ex: urethritis) 2. system pelviocalyces 15’ : gambaran ureter dan buli-buli 30’ : dalam keadaan berdiri (melihat perubahan posisi ginjal / ren mobilis) 60’ : keseluruhan anatomi sal. double system. batu radiolusen) Post Miksi : sisa kontras Cystografi : Pencitraan buli-buli(residu urin). Soft Tissue. Menghilangkan Syarat konservatif : 1. Total. Batu berukuran kecilbatunya 1) Konservatif (diameter < french =" 0. hidroureter. Antegrad Kontras dimasukkan ke systemPuncture) saluran (kaliks) ginjal melalui kateter nefrostomi 2. kemih (hidronefrosis. indentasi prostat. Infeksi saluran kemih : glomerulonefritis. filling defect. urethritis . Memasukan kontras melalui kateter uretra langsung ke buli-buli 3. Total hematuria : hematuria yg terjadi dari awal hingga akhir miksi (kelainan di ginjal. Terminal Hematuria : hematuria yg terjadi di akhir miksi (kelainan di leher buli-buli → Ex: Bladder Neck Sklerosis) • Penyebab hematuria ? 1. divertikel buli-buli dengan dengan memakai kontras untuk mengetahui kelainan di buli-buli.◘ Pemeriksaan Penunjang BNO-IVP (Foto Polos Abdomen) Yang dinilai adalah 4S (Side. Melalui foto PIV 2. Terminal Hematuria ? 1. Stone) – 0’ : foto polos abdomen (melihat batu radioopak) 5’ : fungsi ekskresi ginjal. Retrograd Kontras dimasukkan ke system saluran (kaliks) ginjal melalui kateter ureter yang dimasukkan transurethra • Prinsip penanganan batu ? a. additional shadow. Painless Hematuria : Hematuria tanpa disertai rasa nyeri saat BAK (Ex: Keganasan → Tumor buli-buli) 2.33" mm =" 3F" normal =" 18" f =" ±"> 2 sel darah merah per lapangan pandang • Kalau darah segar yang keluar dari ujung penis disebut apa ? Meatal Bleeding • Apa yang dimaksud Painless Hematuria / Painfull Hematuria ? 1. ureter.

Grade II : Clubbing . Keganasan saluran kemih : tumor buli-buli 4. kemih kenapa ? 1. Trauma saluran kemih : trauma ginjal 5.Grade IV : Balonning ◘ Gagal-ginjal (CRF) ◘ Infeksi → Urosepsis • Patofisiologi terjadinya divertikel buli-buli ? Kelemahan pada otot detrusor akibat terlalu lelah berkontraksi terus untuk menahan tekanan intravesika yang tinggi • Klasifikasi inkontinensia urin 1.Grade III : Fusion . Retensio Urin Disfungsi miksi karena kegagalan mengeluarkan urin dari buli-buli 2. Inkontinensia Urin Disfungsi miksi karena ketidakmampuan untuk menahan keluarnnya urin • Penyebab retensio urin ? 1. vesicolitiasis. Batu saluran kemih : nefrolitiasis. urethrolitiasis 3. Inkontinensia Paradoksa : urin keluar saat buli-buli penuh (ex: hyperplasia prostat) 2. Grade I : <> 75 cc • Komplikasi retensio urin (Ex: hyperplasia prostat) ? ◘ Buli-buli : hipertrofi otot detrusor → trabekulasi → selula → sakula → divertikel ◘ Refluks Vesico ureter : a. Inkontinensia Stress : urin keluar saat TIA meningkat (ex: kelemahan otot panggul) . Hidroureter b. Kelainan bawaan saluran kemih : ginjal polikistik 6. Batu → mengiritasi mukosa (saat bergerak) → ruptur pembuluh darah → hematuria SOAL-SOAL DISFUNGSI MIKSI • Klasifikasi disfungsi miksi ? 1. Vesikal : kelemahan otot detrusor karena teregang lama 3. striktur • Derajat retensio urin ? Dilihat dari volume residual urin di buli-buli 1. kelainan pembekuan darah. Kelainan di luar saluran kemih : hipertensi. Infravesikal : obstruksi karena hiperplasia prostat. Supravesikal : kerusakan pusat miksi di medulla spinalis S2-S4 setinggi T12-L1 2. antikoagulan • Hematuria karena ISK dan batu sal.Grade I : Flattening . ISK → edema mukosa (kaya akan pembuluh darah) → iritasi mukosa oleh bakteri → mukosa robek → ruptur pembuluh darah → hematuria 2. Hidronefrosis : Derajat dilihat dari radiologi (calyces normal → Cuping) .2. urethrolitiasis.

berat ± 20 gr ◘ Zona : . disuria (gejala lain tidak terlalu tampak) ◘ MUE kelihatan merah dan bengkak • Nyeri kolik pada ureteritis kenapa ? Radang → edema mukosa → lumen menjadi sempit → saat gerakan peristaltic → terjadi peregangan lumen (ureter memiliki baroreseptor) → nyeri kolik • Kenapa pada wanita jarang terjadi urethritis ? Karena urethra wanita lebih pendek dan lebih straight sedangkan pria lebih panjang → wanita lebih sering menderita cystitis. rasa tidak enak / nyeri / panas pada perut bagian bawah • Apa yang dimaksud dengan urethritis ? ◘ Inflamasi / peradangan pada mukosa urethra (dapat disebabkan oleh infeksi bakteri. sedangkan pria lebih sering menderita urethritis • Terapi urethritis ? 1.3. Kultur urin 2. nokturia. Kadar konsisten dalam urin SOAL-SOAL HIPERPLASIA PROSTAT • Anatomi prostat ? ◘ Terletak inferior buli-buli. batu urethra) ◘ Disebabkan oleh bakteri anaerob. Inkontinensia Continuous / True : urin selalu keluar (ex: fistula urethro-vaginal) SOAL-SOAL INFEKSI SALURAN KEMIH • Apakah yang dimaksud dengan cystitis ? Ada berapa tipe ? ◘ Inflamasi / peradangan pada mukosa buli-buli (biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri) ◘ Disebabkan infeksi asendens (kuman berasal dari urethra) / desendens (kuman berasal dari ginjal / ureter) akibat hygiene yg rendah ◘ Tipe : Cystitis akut dan Cystitis kronik • Gejala klinis cystitis ? Gejala iritasi (frekuensi / polakisuria. membungkus urethra posterior ◘ Seperti kenari. Siprofloksasin 4. urgensi. Skene” • Gejala klinis urethritis ? ◘ Hematuria initial. Gonore. inkontinensia / enuresis. Inkontinensia Urge : urin keluar saat ada keinginan miksi (ex: sistitis) 4. disuria). Clamydia → akut ◘ Biasanya disebut “Bartholinitis” dan “Radang Kel. hematuria total. Penanganan eradikasi kuman 3. Antibiotik (yg bisa melewati filtrasi ginjal dan bersifat bakterisida) → Kotrimoksazol.

Gejala Iritasi (FUND) 1. Hesitancy : sulit memulai miksi 2. yaitu sel yg mempunyai kemampuan berproliferasi sangat ekstensif → kehidupan sel ini tergantung hormone androgen → jika hormone ini menurun → terjadi apoptosis → pada hyperplasia prostat dipostulasikan sebagai ketidaktepatan aktivitas sel stem sehingga terjadi proliferasi berlebihan sel stroma & sel epitel • Gejala klinis hyperplasia prostat ? a. Perifer → >> Ca Prostat (maligna) 2.1. Emptying Incomplete : BAK tidak puas (anyang-anyangan) 6. tetapi sel prostat yg telah ada mempunyai umur yg lebih panjang → masa prostat menjadi lebih besar 3) Teori interaksi Stroma-Epitel Pertumbuhan sel epitel prostat dikontrol oleh sel stroma melalui mediator → DHT+Estradiol → sel stroma mensintesis Growth Factor → proliferasi sel epitel & stroma 4) Teori berkurangnya kematian (apoptosis) sel prostat Hormon androgen menghambat proses kematian sel. Prostat dengan cara meningkatkan sensitiftas sel-sel prostat terhadap rangsangan hormone androgen. Frekwensi : sering BAK : . Staining : mengejan saat memulai miksi 4. Gejala Obstruksi (HISTER) 1. sedangkan hormone estrogen memperpanjang usia sel-sel prostat 5) Teori Stem Cell Dalam kel. Resistensi : pancaran urin melemah b. Intermitency : BAK terputus-putus 3. dan menurunkan kematian (apoptosis) sel prostat → sehingga walaupun kadar testosterone menurun. meningkatkan jumlah reseptor androgen. Prostat dikenal suatu sel stem. Terminal Dribling : menetes di akhir miksi 5. Sentral 3. Fibromuskuler anterior • Fungsi kelenjar prostat ? 1) Menghasilkan Prostat Spesific Antigen (PSA) 2) Menghasilkan cairan semen sebagai medium spermatozoa 3) Menghasilkan makanan untuk spermatozoa 4) Mengeluarkan hormone Prostaglandin 5) Membantu proses ejakulasi dengan cara kontraksi otot polos (stroma) • Teori / etiologi hyperplasia prostat ? 1) Teori DHT (Dehidrotestosteron) Testosteron → didalam sel prostat (oleh enzim 5α reduktase) → DHT → memacu m-RNA mensintesis protein Growth Factor → memacu pertumbuhan kel prostat 2) Teori ketidakseimbangan Estrogen-Testosteron Usia tua → testosterone ↓ sedangkan estrogen relative tetap → estrogen berperan dalam proliferasi sel-sel kel. Periurethra 5. Transisional → >> hyperplasia prostat (benigna) 4.

M0 3. Observasi → stadium T1 2. Secara umum tumor memberi gambaran bentuk infiltrative / papiler. Operasi (radikal prostatektomi) → stadium T1-2. Terapi hormon : Estrogen. Orchidectomy (pengangkatan testis) • Gambaran cystografi pada hyperplasia prostat ? ◘ Hiperplasia prostat → “indentasi” : pendesakan buli-buli oleh prostat ◘ Divertikel buli-buli → “additional shadow” : kantung tambahan diliuar dinding ◘ Tumor buli-buli → “filling defect” : daerah yang tidak terisi kontras karena masa tumor. tidak nyeri ◘ Hiperplasia prostat : kencingnya tidak puas. poliuria karena iritasi pada mukosa buli-buli. poliuria karena overproduksi. dilakukan penanganan apa ? 1. selalu menempati posisi terendah (karena gaya gravitasi) • Sebanding tidak hyperplasia prostat dengan gejala obstruksinya ? Kenapa ? .N0. bentuknya jelas (bulat). Neurogenik : hyperplasia prostat → obstruksi → retensio urin → inflamasi / iritasi mukosa buli-buli → hipersensitif • Beda hyperplasia prostat dengan DM ? ◘ DM : kencingnya puas. bentuknya tidak jelas.◘ Kapasitas buli-buli normal 300-450 cc sedangkan reflex miksi (+) saat buli-buli terisi ± 200300 cc → pada hyperplasia prostat terjadi obstruksi → residual urin dalam buli-buli → inflamasi mukosa → udem → kapasitas buli-buli berkurang dan sensitifitasnya meningkat → saat volume urin di buli-buli < kg =" ±"> 2x) : ◘ Malam hari saat istirahat / tidur → aktivitas parasimpatis meningkat → kontraksi otot detrusor dan relaksasi sfingter → pada hyperplasia prostat dimana terjadi peningkatan sensitifitas bulibuli → BAK >> ◘ Pada malam hari → pengeluaran cairan >> ginjal (keringat <<) → produksi urin meningkat → pada hyperplasia prostat dimana terjadi penurunan kapasitas buli-buli dan peningkatan sensitifitas buli-buli → BAK >> 4. Mekanik (Obstruksi) : hyperplasia prostat menekan / menghambat muara urethra 2. tidak beraturan. Disuria : nyeri saat BAK : disebabkan karena inflamasi pada mukosa ureter (nyeri di awal miksi) / buli-buli (nyeri di akhir miksi) • Penyebab gangguan miksi pada hyperplasia prostat ? 1. kencing terasa nyeri • Hiperplasia prostat bisa menjadi batu ? Hiperplasia prostat → obstruksi → gangguan aliran (stasis) urin → penumpukan bahan-bahan pembentuk batu (supersaturasi) → mengendap → batu • Apabila dengan hasil PA pada post op prostatectomy diketahui terdapat keganasan. Radioterapi (bahan Radium) 4. dan letaknya bisa dimana saja ◘ Batu → “radioopak” (putih / tidak tembus cahaya) / “radiolusen” (hitam / tembus cahaya” Secara umum batu memberi gambaran radier.

kalo tidak dilakukan seumur hidup 2. Warm Dengan pemanasan (dikompres / rendam air hangat ) → relaksasi prostat → air kencing keluar 3. dibersihkan. KBM (Kateter Bersih Mandiri) ◘ Dipakai kateter non fiksasi ◘ Cara pemasangan kateter secara pribadi. Hernia. Prostatic Cath Memasukkan kateter prostat yang diletakkan pada urethra pars prostatika dengan alat cystoskopi (alat ini harus diulang setiap 5 bulan) 5. Kelainan bawaan . Antibiotik spectrum luas 6.Kelainan anatomis dan keluhan yang menyertai seperti striktur • Yang termasuk trias geriatri ? Yang mana dulu yang ditangani ? ◘ Trias geriatri : Hiperplasia prostat. Analgetik SOAL-SOAL STRIKTUR URETHRA • Apa yang dimaksud dengan striktur urethra ? Penyempitan lumen urethra karena fibrosis pada dindingnya • Beda striktur dengan stenosis ? Stenosis adalah penyempitan lumen urethra karena kekakuan pada dindingnya • Penyebab striktur urethra ?  Jika terjadi iritasi mukosa urethra → urethra memiliki kelenjar periurethra (urethra wanita tidak memiliki kel. Selt Belt 4. dan disimpan kembali.Infeksi . dipasangkan bila pasien ingin BAK. Periurethra) → penyembuhannya meninggalkan jaringan parut / fibrosis → striktur Secara umum : 1.Kelainan neurologinya . Hemorrhoid ◘ Tangani dulu hyperplasia prostatnya. Karena pada hyperplasia prostat → kencing mengejan → meningkatkan TIA → factor predisposisi Hernia-Hemorrhoid → jika tidak ditangani hyperplasia prostatnya lebih dahulu → hernia dan hemorrhoidnya akan residif • Kenapa penderita prostat takut minum ? Minum banyak → produksi urin >> → penderita hyperplasia prostat sulit BAK (harus mengejan) → jika ditambah gejala konstipasi akibat feses yang keras → mengejan bertambah >> → dapat timbul Hernia-Hemorrhoid • Terapi konservatif pada hyperplasia prostat ? 1. batu 3. Trauma pada urethra : pemasangan kateter yg lama / salah (iatrogenic). Proses ini dilakukan sampai dilakukan tindakan operasi. Jika telah selesai kateter dilepaskan. Infeksi saluran kemih 2.Tidak : .Sesuai dengan zona yang terkena .

Urethrotomy Eksterna • Kapan dilakukan blast punksi / Sistostomi ? 1. Pemasangan kateter urethra gagal • Pencegahan terjadinya striktur lagi pada pasien yang sudah mengalami strkitur ? Hidrostatic Manuver : sewaktu mau BAK pegang pars navicularnya. dan panjangnya striktur • Batu bisa jadi striktur ? Striktur bisa jadi batu ? bagaimana patofisiologinya ? ◘ Batu urethra → striktur Batu → iritasi mukosa urethra → inflamasi → infeksi → penyembuhan pada kel. Businasi / dilatasi → kateterisasi logam 2. Ringan : penyempitan / oklusi <> 1/2 lumen urethra • Cara menyingkirkan diagnosis striktur urethra ? 1. Diversi urin 2. derajat. Belum pernah memakai kateter sebelumnya 3. Pars Prostatica : komplikasi post op prostatektomi → urethra terpotong → fibrosis 2.• Dimana saja terjadi striktur urethra ? 1. Pancaran urin normal (Striktur posterior : pancaran urin melemah. iatrogenic >> 3. Ketika dipasang kateter tidak ada hambatan 4. Retensi urin total 3. operasi 2. DD : urethrolitiasis) 5. jika lebih berat menggunakan pisau Sachse 3. batu. Pars Pendulare : ISK → Urethritis anterior (Gonore) 5. Meatitis • Pada bagian mana paling sering terjadi striktur ? Bagian anterior urethra (pars bulbosa – pars naviculare) • Derajat striktur urethra ? 1. Riwayat infeksi saluran kemih. Urethtrotomy Interna : Pisau Otis jika belum terjadi striktura total. Penunjang : Bipolar Cystourethrografi (kontras dimasukkan secara antegrad dari buli-buli dan secara retrograd dari urethra) → untuk mengetahui letak. ikat / fibrosis → sikatriks → striktur ◘ Striktur urethra → batu Striktur → obstruksi → gangguan aliran (stasis) urin → penumpukan bahan-bahan pembentuk batu (supersaturasi) → mengendap → batu • Terapi striktur urethra ? 1. trauma. Striktur anterior : kencing bercabang. Periurethra terbentuk jar. Pars Bulbosa : cedera selangkangan (Straddle Injury) 4. Fossa Naviculare : ISK → Balanitis. hitung 1-2-3 lalu lepas SOAL-SOAL TUMOR / KARSINOMA BULI-BULI • Fungsi vesica urinaria ? . Pars membranasea : trauma pelvis.

1. Tempat menampung (reservoir) urin 2. Mengeluarkan urin dengan cara kontraksi otot detrusor • Macam / jenis tumor buli-buli ? Histopatologi : - Ca Sel Transisional (90%) - Ca Sel Skuamosa (10%) - Adenokarsinoma (2%) • Gejala klinis tumor buli-buli ? ◘ Hematuria : - Makro / mikro - Dari awal hingga akhir miksi (Total Hematuria) - Tanpa disertai rasa nyeri (Painless Hematuria) - Kambuhan (Intermiten) ◘ Gejala iritasi → jika sudah infiltrasi : frekwensi, disuiria ◘ Gejala obstruksi → jika menyumbat muara ureter / urethra • Kenapa terjadi hematuria pada Ca buli-buli ? 1. Tumor → infiltrasi ke submukosa → rupture pembuluh darah → hematuria 2. Jar. tumor → hipervaskular dan rapuh → mudah terjadi rupture pembuluh darah SOAL-SOAL TRAUMA GINJAL • Trias trauma ginjal ? 1. Jejas pada abdomen / pinggang / regio lumbal 2. Hematuria 3. Balotemen (+) Ditambah dengan syok • Derajat trauma ginjal ? 1. Derajat I : Kontusio ginjal / hematoma perirenal 2. Derajat II : Laserasi ginjal pada korteks 3. Derajat III : Laserasi ginjal hingga ke medulla 4. Derajat IV : Laserasi ginjal hingga ke system kaliks 5. Derajat V : Ginjal terbelah SOAL-SOAL HERNIA • Definisi hernia ? Penonjolan abnormal suatu organ dari satu rongga ke rongga lainnya akibat adanya defek / kelemahan pada dinding rongga tersebut • Pembagian hernia ? a. Berdasarkan klinis : 1. Hernia Reponibilis Hernia yang dapat keluar masuk / direposisi secara spontan (tanpa operasi) 2. Hernia Irreponibilis Hernia yang tidak dapat direposisi kembali kecuali dengan bantuan operasi 3. Hernia Inkarserata Hernia dimana telah terjadi gangguan pasase usus (akibat usus yang terjepit oleh cincin hernia →

makanan tidak bisa lewat) 4. Hernia Strangulata Hernia dimana telah terjadi gangguan vaskularisasi (gangguan aliran darah → neksosis) b. Berdasarkan arah : 1. Hernia Eksterna Hernia yang arahnya keluar dari tubuh dan dapat dilihat secara kasat mata. Ex : ◘ Hernia Inguinalis Lateralis / Medialis ◘ Hernia Femoralis ◘ Hernia Umbilicalis Pada anak, defek cincin umbilicus, dapat sembuh spontan, tidak akan menjadi strangulasi / inkarserata, ex: puser bodong ◘ Hernia Sikatriasis / Insisional Pada anak / dewasa, karena trauma tajam / tumpul, bisa terjadi setelah post op karena fascia / selaput otot tidak dijahit sehigga pada saat TIA meningkat terjadi hernia 2. Hernia Interna Hernia yang masuk ke rongga lain dengan arah ke dalam tubuh dan tidak dapat dilihat secara kasat mata. Ex : ◘ Hernia Obturatoria ◘ Hernia Diafraghmatica ◘ Hernia Omentalis ◘ Hernia Mesenterialis • Tes untuk menegakkan diagnosis hernia ? 1. Hernia Reponible : a. Valsava Tes b. One Finger Tes : membedakan HIL dan HIM c. Tri Finger Tes : membedakan HIL, HIM, dan Hernia Femoralis 2. Hernia Irreponible : tidak dilakukan valsava test • Apa yang dimaksud tanda sarung tangan sutra ? Kantong hernia yang kosong → kadang dapat teraba pada funiculus spermaticus sebagai gesekan dari 2 lapis kantong dan memberikan sensasi seperti gesekan 2 permukaan sutera • Apa yang dimaksud hernia akreta ? Hernia dimana sudah terjadi perlekatan isi kantung pada peritoneum kantung hernia • Perbedaan hernia direct dan indirect ? 1. Hernia Direct : lubang keluar 1, munculnya langsung menonjol ke dinding abdomen 2. Hernia Indirect : lubang keluar 2 (melalui saluran dulu) tidak langsung menonjol ke dinding abdomen tapi mengikuti struktur anatomis dinding anterior abdomen • Apa yang dimaksud Locus Minoris Resistens (LMR) ? Tempat pertemuan jaringan ikat; tempat keluarnya organ vital dari satu tempat ke tempat yang lain (tempet terjadinya defek akibat kelemahan dinding abdomen) • LMR hernia inguinalis lateralis ? Batas-batasnya ? ◘ LMR : Annulus Inguinalis Internus / lateralis

◘ Letaknya 1 jari medial garis yang membagi 1/3 medial lig. Inguinale dan tetap tegak lurus pada linea mid clavicularis ◘ Batasnya (Canalis Inguinlis) : 1. Anterior : Aponeurosis M. Oblikus Eksternus Abdominis 2. Posterior : Fascia Transversa 3. Superior : tepi bebas M. Oblikus Internus et Transversus Abdominis 4. Inferior : Lig. Inguinale Pouparti 5. Medial : Gabungan tendo M. Oblikus Internus et Transversus Abdominis (Conjoint Tendon) • Isi Canalis Inguinalis ? 1. Funiculus Spermaticus (Perempuan : Lig Teres Uteri) 2. A/V Spermatica Interna 3. N. Ilioinguinalis 4. N. Iliofemoralis • LMR hernia inguinalis medialis ? batas-batasnya ? ◘ LMR : Trigonum Inguinalis Hasselbach ◘ Letaknya 1 jari lateral dari Musculus Rectus Abdominis tegak lurus terhadap garis yang membagi 1/3 proksimal lig. Inguinale tegak lurus dengan linea mid clavicularis ◘ Batasnya : 1. Anterior : Aponeurosis M. Oblikus Eksternus Abdominis 2. Posterior : Fascia Transversa 3. Lateral : Vasa Epigastrica Inferior 4. Medial : tepi lateral M/ Rektus Abdominis 5. Inferior : Lig. Inguinale Pouparti • Apakah hernia inguinalis medialis bisa menjadi hernia skrotalis ? Tidak bisa. Karena tidak dapat mecapai skrotum dan pada HIM proc. vaginalis tetap menutup • Diferensial diagnosis hernia scrotalis reponible dan hernia inguinalis lateralis pada anak-anak ? 1. Hernia Scrotalis Reponible : Hidrocele Communicans (transiluminasi +) 2. Hernia Inguinalis Lateralis : Funiculocele Communicans (transiluminasi +; fluktuasi +) • LMR hernia femoralis ? batas-batasnya ? ◘ LMR : Anulus Femoralis (Septum Cloquetti) ◘ Letaknya 1 jari ke medial 1/3 distal lig. Inguinal tepat pada pulsasi Arteri Femoralis ◘ Batasnya : 1. Superior : Lig. Inguinale Pouparti 2. Lateral : V. Femoralis & M. Iliopsoas 3. Medial : Lig. Lacunare Gimbernati ◘ Hernia femoralis sering terjadi pada wanita multipara / grande multipara (partus > 5x) karena adanya defek pada lacuna vasorum • Batas-batas, gejala, dan tanda hernia obturatoria ? ◘ LMR : Foramen Obturatorium ◘ Batasnya (Canalis Obturatorius) :

parestesia di daerah panggul. Oblikus Internus Abdominis Superior c. Posterior : tepi bebas M. Latissimus Dorsi 2. Anterior : tepi bebas M. Tutupnya : M. beri sedative (diazepam 10 mg) agar pasien tenang (pada anak-anak). Dasarnya : Aponeurosis M. Reposisi a. Bagian hernia dikompres dingin. Dasarnya : M.1. Pada perineum : Perineal Hernia 3. dan lutut karena penekanan pada N. Anterior : Tepi bebas M. Posterior : Tepi bebas M. Batas : a. Pada lantai pelvis : Ex = prolaps Rectum (Procidentia) • Apa yang dimaksud Hernia pantalon ? Kombinasi Hernia Inguinalis Lateralis & Medialis pada satu sisi • Terapi konservatif pada hernia reponible ? 1. Oblikus Eksternus Abdominis Inferior c. Pada dinding pelvis : Hernia Scrotalis. Pada colok dubur ditemukan tonjolan hernia yang nyeri (tanda Howship-Romberg) • Hernia dipinggang / di dinding belakang abdomen disebut ? Batas-batasnya ? ◘ Hernia Lumbal Body Wall → Di daerah antara iga XII dan Krista Illiaka. Transversus Abdominis e. Sakrospinalis d. Kranial : Iga XII Trigonum Kostolumbalis b. Sabuk hernia • Bagaimana cara herniotomy ? Membuka kantong hernia → mengembalikan isi hernia ke cavum abdomen → membebaskan perlekatan → mengikat leher hernia (menutup pintu hernia) → memotong kantong hernia • Apa yang dimaksud herniorraphy ? Tindakan yang bertujuan untuk memperkuat dinding abdomen dan menghilangkan LMR . Latissimus Dorsi d. Suntikan Menyuntik sekitar tempat hernia dengan zat sklerotik (phenol & alcohol) untuk memperkecil pintu hernia 3. Kaudal : Krista Illiaka Trigonum Kostolumbalis b. Obturatoria. Kaudal : Tepi bebas Membrane Obturatoria. medial paha. Kranio-lateral : Sulkus Obturatorius Os Pubis 2. M. Manual dengan kedua tangan. Obturator Internus et Eksternus ◘ Isi Canalis Obturatorius : A/V/N Obturatoria ◘ Gejala : rasa nyeri seperti ditusuk. perineum. Terdiri dari 2 : 1. dan lantai pelvis disebut ? 1. posisi Trendelenburg (diharapkan dengan gaya gravitasi hernia bisa kembali masuk) 2. Hernia Inferior Lumbal Triangle (Petit). Tangan yg satu melebarkan leher hernia tangan yg lain memasukan isi hernia kembali ke cavum abdomen b. Oblikus Internus Abdominis e. Batas : a. Hernia Superior Lumbal Triangle (Grynfelt). Tutupnya : Fasa Superfisialis • Hernia pada dinding pelvis. Hernia Obturator 2.

Obstipasi / konstipasi → mengejan saat BAB → TIA meningkat → aliran balik darah ke pleksus hemorrhoidalis → tekanan di pleksus hemorrhoidalis meningkat 5. Kantung hernia tidak ditemukan • Komplikasi hernia ? Perforasi usus : Peritonitis (Patof : Jepitan isi hernia oleh cincin hernia → gangguan perfusivaskularisasi jaringan isi hernia → bendungan vena → udem + transudat ke kantung hernia → jepitan hernia bertambah → bendungan arteri → isi hernia nekrosis dan berisi transudat → perforasi → peritonitis) SOAL-SOAL HEMORRHOID • Apa yang dimaksud dengan hemorrhoid ? Pelebaran vena (varises) di dalam pleksus hemorrhoidalis satu segmen atau lebih yang bukan merupakan keadaan patologis (Patologis jika sudah menimbulkan nyeri. dll) • Etiologi hemorrhoid ? 1. tumor intraabdominal (terutama di pelvis) → gangguan aliran balik pleksus hemorrhoidalis → tekanan di pleksus hemorrhoidalis meningkat Hiperplasia prostat → mengejan saat BAK → TIA meningkat → aliran balik darah ke pleksus hemorrhoidalis → tekanan di pleksus hemorrhoidalis meningkat 3. thrombus. porta → aliran balik darah ke pleksus hemorrhoidalis → tekanan di pleksus hemorrhoidalis meningkat 4.• Herniorrhapy ada berapa jenis ? Ada 2 : 1. Komplikasi : infeksi • Beda operasi hernia pada anak dan orang dewasa ? Pada anak hanya dilakukan herniotomi sedangkan pada orang dewasa dilakukan herniorraphy • Kenapa hernia pada anak hanya dilakukan herniotomy tdk dilakukan herniorraphy ? Karena hernia pada anak bukan disebabkan oleh kelemahan dinding abdomen tetapi karena belum menutupnya Procesus Tunica Vaginalis. Ingunalis di anterior Fascia Transversalis. Penutupan LMR tidak memadai 3.Inguinale. Kelainan organis :  Sirosis hepatis. Kelainan anatomi : tidak adanya katup pada v. Non-Tension Herniorraphy Memasang Mesh diantara Conjoint Tendon dengan Lig. • Kenapa hernia bisa residif ? 1. Herediter : kelainan dinding pembuluh darah → dinding pembuluh darah tipis → mudah melebar 2. Dilakukan pada anak dibawah 5 tahun. Tension Herniorraphy Menjahit Conjoint Tendon ke Lig. Makanan : diet rendah serat → obstipasi . thrombosis v. Predisposisi (peningkatan TIA) tidak diatasi 2. porta. Komplikasi : nyeri >> 2. infeksi. Adanya lipoma preperitoneal 4.

Terletak di atas linea dentate (linea muko-kutan) atau 2/3 atas canalis analis c. mengangkat barang berat → TIA meningkat → aliran balik darah ke pleksus hemorrhoidalis → tekanan di pleksus hemorrhoidalis meningkat 8. Pada colon rectum yaitu antara stratum mukosa dan stratum muskularis ada loosing area yang di isi pleksus hemorrhoidalis → jika terjadi varises pleksus hemorrhoidalis → mendesak stratum mukosanya yang lunak → terjadi sliding mukosa • Bagaimana patofisiologi hemorrhoid ? ◘ Patofisiologi varises secara umum : Trias Virchow 1.Gangguan arus balik pleksus hemorrhoidalis . Hemorrhoid Interna a. dan 11 2. Permukaannya ditutupi oleh kulit (epitel gepeng / skuamosa) • Grading hemorrhoid interna ? Grade Perdarahan Prolaps Reposisi I+-II + + Spontan III + + Manual IV + + Tidak dapat direposisi • Hemorrhoid eksterna ada gradenya atau tidak ? Tidak ada. Permukaan ditutupi oleh mukosa (epitel thorax) d. yang ada gradenya adalah hemorrhoid interna • Nama lain hemorrhoid eksterna ? Hematom Perianal • Apa dasar patofisiologi terjadinya benjolan pada hemorrhoid ? Karena struktur anatomis lapisan pada colon rectum berbeda dengan colon yang lain. Idiopatik • Ada berapa macam hemorrhoid ? Sebutkan cirinya masing-masing ! Ada 2 : 1. Pekerjaan : banyak berdiri. duduk lama. Hemorrhoid Eksterna a.6. Obstruksi / stasis / gangguan aliran darah ◘ Pada hemorrhoid : . Terletak di bawah linea dentate atau 1/3 bawah canalis analis c. Kelainan dinding pembuluh darah 2. Kehamilan → gangguan aliran balik pleksus hemorrhoidalis → tekanan di pleksus hemorrhoidalis meningkat 7.Peningkatan TIA . Berasal dari pleksus hemorrhoidalis superior et media b. Berasal dari pleksus hemorrhoidalis inferior b. 7. Kelainan hemostasis / pembekuan darah 3. Hormon : Estrogen → vasodilatasi pembuluh darah 9. Tiga posisi utama : jam 3.

Lipatan dari benjolan mengarah ke dalam (sentrifugal) ◘ Hemorrhoid : 1. Hanya mukosa varises yang prolaps 2.Gangguan perdarahan • Apa isi hemorrhoid ? Pembuluh darah. Mukosanya berwarna merah kebiruan 3. Lipatan dari benjolan tidak teratur • Terapi hemorrhoid pro operasi ? Kompres MgSO4 untuk mengurangi udem yang terjadi. berupa garis pada feses ◘ BAB berlendir karena iritasi mukosa rectum ◘ Prolaps (benjolan hemorrhoid di anus) sesuai grade ◘ Pruritus ani sampai dermatitis / proktitis ◘ Nyeri (terutama pada hemorrhoid eksterna) • Kenapa terjadi nyeri pada hemorrhoid eksterna ? Pada hemorrhoid eksterna → terjadi edema → reaksi inflamasi → merangsang ujung-ujung saraf bebas (saraf nyeri) • Kenapa terjadi nyeri pada hemorrhoid interna ? Nyeri pada hemorrhoid interna terjadi jika sudah timbul thrombus → obstruksi → reaksi inflamasi di proksimal thrombus → terjadi peregangan → nyeri di proksimal pleksus hemorrhoidalis • Apakah hemorrhoid dapat residif ? Ya terutama pada hemorrhoid interna selama belum teratasi factor predisposisinya (peningkatan TIA / gangguan aliran balik pleksus hemorrhoidalis → misalnya pada hipertensi portal akibat sirosis hepatis) • Apa beda prolaps recti (Procidentia) dan hemorrhoid ? ◘ Prolaps Recti (Procidentia) : 1. setelah udem berkurang dilanjutkan dengan hemorrhoidektomi • Fungsi serat ? Serat → karbohidrat (selulosa. Seluruh dinding rectum prolaps 2. dan trombus • Gejala klinis hemorrhoid dari anamnesa ? ◘ BAB berdarah (hematokezia). kitin) → tidak dicerna dalam usus (karena usus tidak memiliki enzim selulase) → tertahan dalam usus → tekanan osmotic intralumen tinggi → menahan air dan menarik air → feses lunak → feses mudah dikeluarkan • Komplikasi hemorrhoid ? . Mukosanya berwarna merah segar 3.. darah. berupa darah segar menetes pada akhir defekasi ◘ Darah pada feses tidak bercampur.

Hematoma 2. Infeksi : Osteomyelitis 3. Konsolidasi (Lamelar Bone) 5. krepitasi ◘ Move : nyeri gerak. Kongenital : Osteogenesis Imperfecta 2. Fraktur Multiple Fraktur yang garis frakturnya lebih dari satu dan mengenai beberapa tulang. Degeneratif : Osteoporosis 5. Fraktur Segmental Fraktur yang garis frakturnya lebih dari satu pada satu tulang dan antara garis fraktur tidak saling berhubungan (membentuk segmen-segmen tulang) 2. bengkak (udem) ◘ Feel : nyeri tekan. Pembentukan Kalus (Woven Bone) 4. Fraktur Comminutiva Fraktur yang garis frakturnya lebih dari satu pada satu tulang dan antara garis frakturnya saling berhubungan (seperti tulang yang pecah / hancur) 3. angulasi. Remodelling • Apa yang dimaksud dengan sindrom kompartemen ? ◘ Suatu keadaan dimana terjadi peningkatan tekanan intrakompartemen akibat terjadinya perdarahan / edema / hematoma dalam otot. Dapat disebabkan oleh : 1. Keganasan : Osteosarkoma • Stadium penyembuhan tulang ? 1. Metabolisme : Hiperparatiroidisme 4. Organisasi hematoma (Proliferasi sel subosteal dan periosteal / endosteal) 3. gangguan pergerakan (aktif & pasif) • Pembagian fraktur berdasarkan garis fraktur ? 1. ◘ Gejala → 5P : .Trombosis Vena Profunda (Deep Vein Trombosis) SOAL-SOAL FRAKTUR • Apa yang dimaksud dengan fraktur ? Terputusnya kontinuitas (diskontinuitas) jaringan tulang dan atau tulang rawan yang umumnya disebabkan oleh rudapaksa • Tanda klasik fraktur ? ◘ Riwayat trauma ◘ Look : deformitas. Misalnya fraktur Os Humeri dan Os Femur • Apa yang dimaksud dengan fraktur terbuka ? Fraktur yang berhubungan dengan dunia luar dan beresiko infeksi • Apa yang dimaksud dengan fraktur patologis ? Fraktur pada tulang yang patologis.

Reposition / Reduction : Open / Closed → mengembalikan tulang sesuai dengan bentuk anatomi normalnya 3. Perubahan suhu yang mendadak (seperti pada saat berenang) 2. Pain : nyeri 2. Scrotum yang mengalami kelainan bengkak dan nyeri 2. Phrens Test : dengan mendorong testis / scrotum ke arah cranial. Pembentukan sel spermatozoa (spermatogenesis) 2. . Pallor : pucat 3. Trauma yang mengenai skrotum ◘ Faktor predisposisi : 1. Rasa sakit yang hebat dan mendadak yang bersifat tumpul pada testis yang mengalami gangguan disertai rasa mual dan muntah 2. Paresis / Paralisis : kelemahan / kelumpuhan anggota gerak ◘ Terapi : Fasciotomi • Prinsip penanganan fraktur ? 1. Posisi testis lebih horizontal / melintang daripada testis yang normal → testis membentuk sudut dengan garis medial tubuh (Angle Sign) ◘ Pemeriksaan Fisik : 1. Retaight / Fixation / Immobilitation : Internal / Eksternal → mempertahankan tulang yang fraktur yang telah direposisi agar tetap stabil 4. Pembentukan hormon testosterone • Apa yang dimaksud dengan torsio testis ? Terjadinya puntiran pada testis akibat terpuntirnya selaput penggantung testis • Ke arah mana biasanya terjadi puntiran ? Ke arah medial sesuai dengan arah kontraksi M. Paresthesia : baal 5. Cremaster : 1. Cremaster • Apa penyebab / faktor Predisposisi torsio testis ? ◘ Penyebab : terjadinya kontraksi berlebihan M. Usia muda (14-20 th) merupakan kelainan kongenital • Gejala torsio testis ? ◘ Trias Torsio : 1. Ketakutan 3. Perubahan letak testis yaitu lebih tinggi dan melintang / transversal (Angle Sign) 3. Celana yang terlalu ketat 4. Letak testis yang mengalami torsio lebih tinggi dari normal 3. Pulselessness : denyut nadi tidak teraba 4. Rehabilitation → Mengembalikan fungsinya semaksimal mungkin SOAL-SOAL TORSIO TESTIS • Fungsi testis ? 1.1. Recognition → penegakan diagnosis fraktur 2. Terlalu panjangnya funiculus spermaticus 2.

Detorsi a. Operatif a. Testis Non Viable : Orchidectomi (pengangkatan testis) SOAL-SOAL ORCHITIS • Apa yang dimaksud dengan orchitis ? Peradangan / infeksi pada testis • Apa penyebab orchitis ? 1.Teraba panas . Sefalosporin generasi 3-4) .Phrens Test (+) → nyeri bertambah → Torsio Testis (karena testis / funiculus yang terpuntir semakin terpuntir) . Infeksi saluran kemih 3. Testis Viable : Orchidopaksi (memfiksasi testis pada tunica dartos) b.Phrens Sign (-) • Bahaya orchitis ? ◘ Bisa menjadi abses yang berakhir lisis pada testis ◘ Jika terjadi berulang / kronis dapat menjadi nekrosis testis → fibrosis → atrofi testis • Penanganan orchitis ? ◘ Antibiotik dosis tinggi 5 hari (gol. Closed Detorsi / Manual Detorsi Memutar testis ke arah yang berlawanan dengan torsio (biasanya torsio berputar ke arah medial) → putar ke arah lateral → jika nyeri bertambah → putar ke arah medial → jika tidak ada perubahan (tetap nyeri) → Open Detorsi b.Terdapat fluktuasi (karena pus) .Phrens Test (-) → nyeri berkurang → Orchitis (karena mengurangi regangan pada funiculus spermaticus / testis yang meradang) • Bahaya torsio testis ? Obstruksi aliran darah ke testis → hipoksia → edema testis → iskemia → nekrosis testis. Open Detorsi 2. Nekrosis terjadi jika gejala sudah timbul > 6 jam • Penanganan torsio testis ? 1.Warna kemerahan-kuning ◘ Palpasi : .. Parotitis (karena kelenjar parotis dan testis mempunyai bentuk kelenjar yang sama) • Gejala klinis / pemeriksaan fisik orchitis ? ◘ Inspeksi : .Tampak scrotum bengkak . Sexual Transmitted Disease (Infeksi yang terjadi secara asenden → pada saat hubungan sex.Ada nyeri tekan . testis blood barrier berubah dan terbuka karena mengeluarkan sperma dan memberi makan sperma) 2.

Tunica vaginalis visceralis testis berfungsi menghasilkan cairan sedangkan tunica vaginalis parietalis testis berfungsi menyerap cairan. trauma).Tidak nyeri .Benjolan pada scrotum yang berbentuk bulat . Belum sempurnanya penutupan procesus vaginalis sehingga terjadi aliran cairan dari cavum peritoneum / abdomen ke cavum tunica vaginalis / scrotum 2. Banyak pada orang dewasa • Sebab terjadinya hidrokel pada bayi / anak dan orang dewasa ? ◘ Pada bayi / anak : 1. Communicans ◘ PF : Regio Scrotalis Inspeksi : .Batas atas tegas Palpasi : . • Klasifikasi hidrocele ? 1. tumor. Hidrocele Non-Communicans Hidrocele yang terjadi setelah menutupnya procesus vaginalis dan umumnya disebabkan karena overproduksi cairan di dalam cavum tunica vaginalis. Hidrocele Communicans Hidrocele yang terjadi akibat belum sempurnanya penutupan procesus vaginalis sehingga terjadi aliran cairan dari cavum peritoneum / abdomen ke cavum tunica vaginalis / scrotum. bila yang masuk organ peritoneum : hernia • Gejala klinis / pemeriksaan fisik hidrocele ? ◘ Anamnesis . Banyak pada anak-anak 2.Konsistensi kenyal / lunak (seperti balon yang diisi air) .Ada fluktuasi . Belum sempurnanya system limfatik di daerah scrotum dalam melakukan reabsorbsi cairan ◘ Pada orang dewasa : Idiopatic / sekunder : kelainan pada testis / epididimis (infeksi.Benjolan berbentuk bulat . sumbatan aliran limfatik di daerah scrotum • Patofisiologi terjadinya hidrocele ? Mengikuti perkembangan testis → saat umur 8 minggu kehamilan testis yang asalnya dari cavum abdomen (dekat ginjal) → turun ke dalam scrotum (mengalami descencus testiculorum) melalui canalis inguinalis → membawa selaput bersama peritoneum → peritoneum akan diobliterasi (ditutup) jadi gubernaculums → pada kasus-kasus tertentu tidak obliterasi → bila yang masuk cairan peritoneum : hidrocele.◘ Bila gejala klinis tidak ada perbaikan → debridement / orchidectomy → agar tidak menular ke testis sebelahnya SOAL-SOAL HIDROCELE • Apa yang dimaksud dengan hidrocele ? Penimbunan cairan dalam cavum tunica vaginalis testis (ruangan yang dibentuk diantara tunica vaginalis visceralis testis dan tunica vaginalis parietalis testis).Bertambah besar jika menangis / batuk → H.

Transiluminasi / Diafanoskopi (+) • Terapi hidrocel ? ◘ Memperluas tempat penyerapan cairan ◘ Hidrocelectomy ◘ Pada orang dewasa : Orchidectomy SOAL-SOAL HEMATOCELE • Apa yang dimaksud dengan hematocele ? Penimbunan darah pada scrotum (cavum tunica vaginalis testis). Sedangkan pada vena spermatica interna kanan bermuara ke vena kava dengan arah miring • Grading varicocele ? ◘ dr. Secara antomi vena spermatica interna kiri bermuara pada vena renalis kiri dengan arah tegak lurus → aliran baliknya kurang lancar.. katupnya lebih sedikit. Pada pemeriksaan transiluminasi / diafanoskopi (-) • Penyebab hematocele ? ◘ Trauma ◘ Komplikasi post operasi (herniotomy / hidrocelectomy) • Terapi hematocele ? ◘ Aspirasi → hanya boleh 1x tidak boleh berulang karena dapat menyebabkan infeksi ◘ Jika bertambah besar → ekstirpasi / hematocelectomy ◘ Jika tidak bertambah tetapi darah tetap ada → terapi konservatif dengan cara Droeck Manuver 2-3 minggu : pasien disuruh menggunakan pakaian dalam yang ketat / dianjurkan pemakaian celana hernia SOAL-SOAL VARICOCELE • Apa yang dimaksud dengan varicocele ? Dilatasi abnormal vena (varises) pada pleksus pampiniformis karena gangguan aliran balik darah vena spermatica interna • Apa penyebab varicocele ? 1. Faktor keturunan Kelainan pada kualitas elastisitas dari dinding pembuluh darah (vena) 2.Tidak nyeri tekan . Kongenital Sudah terjadi kelainan pada vena spermatica interna tapi muncul saat dewasa akibat aktivitas yang berlebihan 3. Kelainan pada hepar • Kenapa varikocele lebih sering terjadi pada scrotum yang sebelah kiri ? 1. dan inkompeten → gangguan aliran balik vena spermatica interna 2. Joni : . Secara anatomi testis kiri letaknya lebih rendah → vena spermatica interna kiri lebih panjang.Testis tidak teraba .

Grade 4 : Varises tampak tanpa aktivitas ◘ Buku dasar-dasar urologi : 1. Grade 1 : Varises tidak tampak. Kecil : Varises dapat dipalpasi setelah valsava 2. tapi teraba setelah pasien aktivitas 2. Over produksi dan gangguan penyerapan (jarang) • Apa yang dimaksud funiculocele communicans ? Funiculocele yang terjadi akibat belum sempurnanya penutupan procesus vaginalis sehingga terjadi aliran cairan dari cavum peritoneum / abdomen ke cavum tunica vaginalis funiculus spermaticus. Merupakan DD dari hernia ingunalis lateralis yang belum mencapai skrotum pada anak.1. Berat : Varises dapat dilihat tanpa valsava • Gejala klinis varicocele ? ◘ Rasa tidak enak pada scrotum kadang disertai rasa berat dan pegal terutama setelah pasien aktivitas ◘ Pada grade 4 selain gejala diatas. Grade 2 : Varises tampak dan teraba saat pasien melakukan aktivitas 3. Sedang : Varises dapat dipalpasi tanpa valsava 3. Peningkatan suhu testis • Terapi varicocele ? 1. • Terapi funiculocele ? Pengangkatan secara utuh dari funiculocele tersebut (Funiculoceleectomy) SOAL-SOAL TRAUMA THORAX • Apa yang dimaksud dengan White Lung Trauma ? . Stagnansi aliran darah → hipoksia testis 2. Anastomosis kontralateral → refluks hasil metabolit ginjal (katekolamin & prostaglandin) ke testis → gangguan spermatogenesis 3. Perkutan dengan memasukkan bahan sklerosisng (fenol) ke dalam vena spermatika interna SOAL-SOAL FUNICULOCELE • Apa yang dimaksud dengan funiculocele ? Penimbunan cairan pada cavum tunica vaginalis funicullus spermatica • Patofisiologi funiculocele ? 1. pasien merasakan ada benjolan seperti cacing pada pangkal scrotum • Kenapa varicocele bisa sebabkan infertilitas ? 1. Varikokelektomi cara Ivanisevich 3. Ligasi tinggi vena spermatika interna secara Palomo melalui operasi terbuka atau bedah laparoskopi 2. Peritoneal fluid trap (karena penutupan yang lambat dari procesus tunica vaginalis testis sehingga terjadi fluid trap) 2. Grade 3 : Varises tampak bila pasien melakukan aktivitas yang minimal 4.

Suara jantung menghilang / melemah 2. Komplikasi pneumothorax → robekan antara pleura parietalis + pleura visceralis + jaringan ikat sekitarnya → akibat tekanan tinggi di cavum pleura → udara ditekan masuk ke jaringan subkutis ◘ Gejala / PF : krepitasi ◘ Th/ Multiple Incisi : Lihat luasnya emfisema subkutis → lakukan multiple incisi → evaluasi 1-6 jam → jika timbul emfisema subkutis yang lebih luas / bertambah maka dilakukan pemasangan WSD. ◘ Tension Pneumothorax : Pneumothorax dimana udara dapat masuk ke dalam cavum pleura tetapi tdk dapat keluar sehingga tekanan di dalam cavum pleura meningkat. Hemithorax kiri : SIC V-VII Linea Mid Axillaris.Kontusio Pulmo = trauma thorax yang disebabkan oleh energy yang besar. tetapi jika tidak bertambah / semakin berkurang maka dilakukan terapi konservatif (Antibiotik. • Apa yang dimaksud dengan Pneumothorax ? Open Pneumothorax ? Tension Pneumothorax ? ◘ Penimbunan / terkumpulnya udara dalam cavum pleura. Tekanan nadi turun ◘ Th/ Pericardiosentesis (menusuk jarum di bawah processus xiphoideus menuju ke arah angulus inferior scapula sinistra) • Apa yang dimaksud dengan Emfisema Subkutis ? Gejala ? Terapinya ? ◘ Penimbunan / terkumpulnya udara di dalam jaringan subkutis. Menutup dengan kasa yang diplester ke-3 sisinya dan satu sisi lagi dibiarkan terbuka sebagai katup (udara dapat keluar tetapi tidak dapat masuk kembali ke cavum pleura) 2. Hasil rontgen Chest X-Ray : Opasitas yang tidak homogen (densitas meninggi) • Apa yang dimaksud dengan Hematotorax ? Penyebabnya ? ◘ Penimbunan / terkumpulnya darah di dalam Cavum Pleura (ruangan di antara pleura parietalis dan pleura visceralis) ◘ Penyebab : trauma. Antiinflamasi) . Th / 1. Hemithorax kanan : SIC V-VI Linea Mid Axillaris. keganasan • Apa yang dimaksud dengan Efusi Pleura ? Penimbunan / terkumpulnya cairan dalam cavum pleura yang dapat bersifat transudat / eksudat. ◘ Open Pneumothorax : Penumothorax dimana udara dapat keluar-masuk ke dalam cavum pleura. Cairan limfe : Kilotoraks). • Terapi untuk Hematotorax dan Efusi Pleura ? Pasang WSD (Water Sealed Drainage). Analgetik. (Nanah : Empiema. Th : menutup lubang dengan kasa. Pasang WSD di SIC II Linea Mid Axillaris untuk dekompresi • Apa yang dimaksud dengan Tamponade Cordis ? Gejala ? Terapinya ? ◘ Pemnimbunan / terkumpulnya darah / cairan di dalam cavum pericardium (ruangan di antara pericardium parietal dan pericardium visceral) ◘ Gejala : Trias Beck 1. JVP meningkat 3.

Luka Bakar Ringan : ◘ Luka bakar derajat I dan II dengan luas luka bakar <> 40% ◘ Luka bakar derajat III dengan luas luka bakar > 10% ◘ Luka bakar yang mengenai daerah wajah.SOAL-SOAL LUKA BAKAR (COMBUSTIO) • Apa yang dimaksud dengan luka bakar / combustio ? Kerusakan / kehilangan jaringan karena kontak dengan sumber panas (api. sembuh dalam 2-3 minggu 3. nyeri. radiasi) • Derajat luka bakar ? 1. dan genital • Terapi luka bakar ? ◘ Pemeriksaan KU luka bakar ◘ Nilai derajat dan luas luka bakar ◘ Atasi etiologinya ◘ Beri oksigen ◘ Hitung kebutuhan cairan resusitasi ◘ Antibiotika dan medikamentosa ◘ Pemberian nutrisi (diet TKTP) dan roborantia ◘ Perawatan luka bakar sesuai dengan derajatnya ◘ Luka bakar pada dinding dada : escharotomy • Cara menghitung resusitasi cairan ? 1. gejala : eritema. sembuh dalam 5-7 hari 2. Rumus Baxter (yg paling umum digunakan) ◘ Kristaloid (Ringer Laktat) : 4 cc x % luas luka bakar x kgBB ◘ Hari I dan II : ½ kebutuhan total diberikan dlm 8 jam I. anggota gerak. tulang). gejala : nyeri (-) • Cara menghitung luas luka bakar ? ◘ Dewasa : Rule Of Nine ◘ Bayi & Anak : Rule Of Five ◘ Lund And Browder : lebih rumit. Gejala : timbul bula. ½ sisanya dalam 16 jam berikut ◘ Hari II : diberikan ½ dari total kebutuhan hari I dengan cara pemberian yg sama . otot. keringat. Derajat I : Mengenai epidermis.9%) : 1 cc x % luas luka bakar x kgBB ◘ Koloid : 1 cc x % luas luka bakar x kgBB ◘ Dekstrosa 2000 cc ◘ Hari I : ½ kebutuhan total diberikan dlm 8 jam I. lebih akurat ◘ Luas telapak tangan penderita = 1% luas tubuh • Klasifikasi luka bakar ? 1. Derajat II : Mengenai dermis. air panas. dan pangkal rambut. nyeri. Rumus Evans ◘ Elektrolit (NaCl 0. listrik. kel. ½ sisanya dlm 16 jam berikut 2. Derajat III : Mengenai subkutis dan organ-organ yang lebih dalam (fascia. sebasea. bahan kimia. menyisakan epitel basal.

3. E. Peritonitis Primer ◘ Bukan oleh causa intraabdomen ◘ Disebabkan oleh organism patogenik tunggal (Pneumococcus. Trauma 3. ileum. cairan pancreas / empedu 2. Streptococcus. coli) . ½ sisanya dalam 16 jam berikut ◘ Hari II : diberikan ½ dari total kebutuhan hari I dengan cara pemberian yg sama SOAL-SOAL APPENDICITIS • Apa dasar patofisiologi appendicitis ? Obstruksi lumen / muara appendiks disertai infeksi • Yang menentukan posisi appendiks ? Ujung bebas appendiks • Bagaimana apppendicitis bisa jadi perforasi ? Obstruksi muara appendiks → bendungan → produksi mucus >> → mucus tidak dapat keluar sedangkan elastisitas dinding appendiks terbatas → peningkatan tekanan intralumen → obstruksi aliran limfe → udem >> → obstruksi aliran vena → udem >>> → obstruksi aliran arteri → hipoksia → iskemik → nekrosis → perforasi • Apa yang dimaksud appendicular infiltrat ? Organ apa yang terkait ? ◘ Merupakan suatu infiltrate (masa) yang diakibatkan jaringan / organ di sekitar appendiks yang meradang saling berlekatan untuk melokalisir dan mempertahankan agar infeksi appendiks tidak meluas dengan melakukan penutupan appendiks sehingga menimbulkan suatu peningkatan masa (infiltrate) di sekitar appendiks ◘ Organ yang terkait : omentum. sigmoid SOAL-SOAL PERITONITIS • Apa yang dimaksud dengan peritonitis ? Peradangan pada peritoneum visceral / parietal atau keduanya terhadap segala macam iritasi maupun trauma • Etiologi peritonitis ? 1. Infeksi (primer/sekunder) 2. Peritonitis karsinomatosa : tumor intra abdomen b. Peritonitis kimia : asam lambung. Menurut Sumber : 1. Peritonitis bakteri : spesifik (TBC) / non spesifik (Salmonella) 3. Menurut Agen : 1. Rumus Brooke ◘ Kristaloid (Ringer Laktat) : 1½ cc x % luas luka bakar x kgBB ◘ Koloid : ½ cc x % luas luka bakar x kgBB ◘ Dekstrosa 2000 cc ◘ Hari I : ½ kebutuhan total diberikan dlm 8 jam I. Tumor / keganasan • Klasifikasi peritonitis ? a.

pruritus) . Mengeluarkan cairan empedu jika ada rangsangan (makanan berlemak) • Gejala cholelitiasis ? Trias Charcot : 1. Nyeri perut kanan atas yang menjalar hingga ke scapula / bahu terutama setelah makan yg berlemak → palpasi regio kanan atas = nyeri (Murphy’s Sign) 3. appendicitis) ◘ Perforasi organ : perforasi gaster. defense muscular ◘ Perkusi : hipertympani.◘ Bakteri masuk melalui : saluran genital. Menampung cairan empedu 2. perforasi typhoid. BAK seperti teh. nyeri ketok. Demam dan menggigil 2. redup hepar hilang Rektal Toucher : ◘ TSA menurun ◘ Ampulla rekti berisi udara ◘ Nyeri semua arah Pemeriksaan lab : Leukositosis Pemeriksaan radiologi : BNO 2 posisi ◘ Tampak kesuraman ◘ Dinding usus menebal (edema) ◘ Peritoneal Fat Line dan Psoas Line hilang ◘ Tampak udara bebas subdiafraghma (Free Air) SOAL-SOAL CHOLELITIASIS • Fungsi vessica fellea ? 1. perforasi appendicitis ◘ Trauma tembus abdomen 3. nyeri lepas. Peritonitis Tersier Peritonitis post operasi laparotomi • Diagnosis peritonitis ? Gejala klinis : ◘ Sakit perut ◘ Demam ◘ Mual-muntah ◘ Kembung ◘ Tidak bisa BAB / flatus Pemeriksaan fisik : Abdomen ◘ Inspeksi : perut distensi (meteorismus / cembung) ◘ Auskultasi : bising usus melemah sampai menghilang ◘ Palpasi : nyeri tekan. Peritonitis Sekunder ◘ Menyertai penyakit intraabdomen akut (typhus. aliran darah (hematogen). migrasi transmural melalui dinding usus 2. Memekatkan cairan empedu 3. Iketrus (sclera dan kulit berwarna kuning. BAB seperti dempul.

tidak ada defense muscular ◘ Perkusi : hipertympani. Psikogenik 2. Darm Steifung (gambaran peristaltic usus) ◘ Auskultasi : bising usus meningkat. redup hepar hilang Rektal Toucher : ◘ Ampulla rekti kolaps Pemeriksaan radiologi : BNO 2 posisi ◘ Distribusi udara tidak merata (tidak mencapai bag.SOAL-SOAL KARSINOMA KOLON-REKTUM • Gejala klinis Ca Kolon-Rektum ◘ BAB berdarah dan berlendir ◘ Diare palsu • Kenapa BAB berlendir pada Ca Rektum ? Sebagian besar Ca Colon → Adenocarcinoma (tumor kelenjar) → menghasilkan lendir (mucus) → BAB berlendir SOAL-SOAL ILEUS OBSTRUKTIF • Gejala klinis / diagnosis ileus obstruktif ? Gejala klinis : ◘ Sakit perut ◘ Mual-muntah ◘ Kembung ◘ Tidak bisa BAB Pemeriksaan fisik : Abdomen ◘ Inspeksi : perut distensi (meteorismus / cembung). Broborygmi. Neurogenik SOAL-SOAL STRUMA • Gejala klinis struma toksik ? ◘ Dispnea ◘ Keringat banyak ◘ Tremor ◘ Palpitasi ◘ Eksophtalmus ◘ Takikardi ◘ Suara serak • Patofisiologi terjadinya exophtalmus ? Hipertiroidisme → infiltrasi jaringan orbita dan otot-otot bola mata di belakang mata oleh sel limfosit. dan sel plasma → edema retroorbita → mendorong bola mata ke depan eksophtalmus (proptosis) • Patofisiologi terjadinya suara serak ? . distal) ◘ Hearing Bone Appearance SOAL-SOAL IMPOTENSI • Klasifikasi etiologi impotensi ? 1. Darm Contour (gambaran usus distensi). Metalik Sound / Metalik Klinken ◘ Palpasi : nyeri tekan. sel mast.

Operatif 2. Caranya : 1 vial ABU dmasukan ke dalam 100 cc NaCl 0.) selama 20 menit LAIN-LAIN • Apa yang dimaksud dengan tenesmus anus ? Nyeri saat BAB • Tanda-tanda keganasan pada kel.v. Suntikan Antivenin / ABU. Radioterapi 3. Terapi hormone • Menentukan grading / stadium tumor dengan apa ? Sistem TNM • Menentukan keganasan tumor dengan apa ? Sediaan histopatologis • Apa yang dimaksud dengan mastitis ? Radang pada kelenjar Mammae • Apa yang diamksud dengan proktitis ? Radang pada rectum • Untuk menentukan jenis atresia ani pada gambaran radiologi ? Linea Pubo-Coccygea .9% + 100 mg Solu-Cortef diberikan dalam bentuk infuse (i. Mencegah perluasan penjalaran bisa (racun) dengan memasang torniket proksimal dari tempat gigitan dan dilonggarkan setiap 30 menit untuk mencegah nekrosis 2. Memiliki taring bisa (Fang) • Terapi gigitan ular berbisa ? 1. Reccurens Laryngeus yang mempersarafi pita suara → suara serak SOAL-SOAL VULNUS MORSUM AKIBAT GIGITAN ULAR BERBISA • Ciri-ciri ular berbisa ? 1. paotis ? ◘ Parotis membesar ◘ Permukaan tidak rata (berbenjol-benjol / bernodul-nodul) ◘ Konsistensi keras ◘ Batas tidak tegas ◘ Tidak dapat digerakkan dari dasarnya (infiltrasi) • Prinsip terapi pada tumor ganas ? 1. Mata lonjong 3.Struma → Infiltrasi / pendesakan pada N. Kepala berbentuk segitiga 2. Kemoterapi 4.

Berdasarkan hasil otopsi di Amerika. Kelenjar prostat mulai berkembang sebelum bayi lahir dan akan terus berkembang hingga mencapai usia dewasa. Seiring dengan meningkatnya usia. Menurut American Cancer Society. kanker prostat berkembang dengan perlahan. sehingga mempersulit atau memperlambat keluarnya air seni sewaktu buang air kecil. yaitu androgen. Prostat adalah kelenjar sebesar buah kenari yang letaknya tepat di bawah kandung kemih dan hanya ada pada kaum pria. pada umumnya. . Prostat adalah penghasil sebagian besar cairan di dalam air mani (semen) yang menjaga sperma agar tetap hidup. namun pembesaran prostat jinak bukanlah kanker. yang menyebabkan prostat membesar. PENGERTIAN Pembesaran Prostat Jinak (BPH. Pembesaran prostat sering terjadi pada pria di atas 50 tahun. Hormon androgen yang utama adalah testosteron. Kondisi ini disebut pembesaran prostat jinak (Benign Prostatic Hyperplasia/BPH).• PSARP ? Postero Sagital Ano-Rekto Plasti KONSEP BENIGN PROSTATIC HYPERPLASIA (BPH) A. testosteron akan menyebabkan prostat secara perlahan membesar. Prostat yang membesar tersebut dapat menghambat aliran air seni melewati uretra (pembuluh yang membawa air seni dari kandung kemih). Benign Prostatic Hyperplasia) adalah pertumbuhan jinak pada kelenjar prostat. Disebut sebagai kanker prostat jika sel-sel kelenjar prostat berkembang secara abnormal tidak terkendali sehingga mendesak dan merusak jaringan di sekitarnya. Perkembangan prostat dipengaruhi oleh hormon seks pria.

pria usia lanjut yang meninggal karena suatu penyakit. terletak tepat di bawah leher kandung kemih. PPJ simtomatik diperkirakan angkanya sebesar 42 persen pada usia 60 tahun dan menjadi 80 persen pada usia 80 tahun. Uretra merupakan suatu saluran berbentuk pipa memanjang mulai dari leher kandung kencing dan bermuara pada lubang uretra eksterna. Obat dapat berupa finasteride (enzim 5 alfa reductase inhibitor) atau dutasteride/dual finasteride dengan tujuan untuk mencegah terbentuknya dehidrotestosteron (DHT) dari hormon testosteron oleh enzim 5 alfa reductase yang nantinya DHT ini akan diikat oleh reseptor androgen . tulang koksigeus membentuk bersama-sama sebagai tulng panggul. Kelenjar prostate dilalui oleh uretra eksterna. bentuknya seperti buah pala atau seperti bangunan pyramid yang terbalik. Selain itu juga dilindungi oleh tulang-tulang lainnya seperti tulang ilium atau ususu dan tulang akrum. semakin panjang usianya semakin besar kemungkinan mendapatkan penyakit PPJ ini. Artinya. skor 8-18 sedang diberi terapi medikamantosa dengan syarat berat kelanjar prostate 40 gram. beratnya pada aorang dewasa sekitar 20 gram. Persisnya di belakang berbatasan dengan usus besar yang disebut rectum di bagian depannya yang dilindungan oleh tulang yang sangat kuat yaitu tulang pubis atau kemaluan. Pembesaran prostat jinak (PPJ) atau benigna prostate hyperplasia (BPH) merupakan salah satu penyakit yang tidak ditularkan dan insidensinya sangat berhubungan dengan usia. Kelenjar prostat hanya dimiliki oleh kaum lakilaki. yaitu skor 0-7 ringan pada pasien ini tidak dilakukan pengobatan maupun tindakan (waithfull waiting). ternyata juga menderita kanker prostat tetapi mereka tidak menyadarinya. Sesuai hasil dari kuesioner IPS-S pasien PPJ simtomatis dibedakan menjadi tiga tingkatan. Dalam studi ini juga dijelaskan sekitar 70-90% penderita kanker prostat tersebut berusia 80 tahun.

Penyebab yang pasti dari terjadinya Benigne Prostat Hyperplasia sampai sekarang belum diketahui secara pasti. ETIOLOGI BPH adalah tumor jinak pada pria yang paling sering ditemukan. B. di dalam sel. BPH sangat sering terjadi. kemungkinannya memiliki BPH adalah 50%. Sedang hanya 2% dalam keadaan testosteron bebas. Separuh laki-laki lebih dari 50 tahun mengalami gejala BPH. Teori DHT (dihidrotestosteron). tetapi hanya 10% yang memerlukan intervensi medis atau pembedahan. Testosteron bebas inilah yang bisa masuk ke dalam “target cell” yaitu sel prostat melewati membran sel langsung masuk kedalam sitoplasma. menjadi “nuclear receptor” yang masuk kedalam inti yang kemudian melekat pada chromatin dan menyebabkan transkripsi m-RNA. Testosteron reduktase dikonversi menjadi DHT yangdengan bantuan enzim 5. kemungkinan itu meningkat menjadi 90%. Ketika berusia 80–85 tahun. .merangsang pertumbuhan kelenjar prostat. Karena etiologi yang belum jelas maka melahirkan beberapa hipotesa yang diduga timbulnya Benigne Prostat Hyperplasia antara lain 1. Kemudian “hormone receptor complex” ini mengalami transformasi reseptor.pada inti sel kelenjar prostat yang seterusnya akan mendorong terjadinya hyperplasia. Testosteron yang dihasilkan oleh sel leydig pada testis (90%) dan sebagian dari kelenjar adrenal (10%) masuk dalam peredaran darah dan 98% akan terikat oleh globulin menjadi sex hormon binding globulin (SHBG). Pria berumur lebih dari 50 tahun. tetapi hanya 2 faktor yang mempengaruhi terjadinya Prostat Hyperplasia yaitu testis dan usia lanjut. testosteron direduksi oleh enzim 5 alpha reductase menjadi 5 dehidrotestosteron yang kemudian bertemu dengan reseptor sitoplasma menjadi “hormone receptor complex”.

Teori growth factors. 2. Adanya ekspresi berlebihan dari epidermis growth factor (EGF) dan atau fibroblast growth factor (FGF) dan atau adanya penurunan ekspresi ). sehingga dengan adanya androgen sel ini akan berproliferasi dan menghasilkan pertumbuhan prostat yang normal. Teori Reawakening. Pada keadaan tertentu jumlah sel stem ini dapat bertambah sehingga terjadi proliferasi lebih cepat. Teori stem cell hypotesis. Faktor pertumbuhan ini dibuat oleh sel-sel stroma di bawah pengaruh androgen.RNA ini akan menyebabkan sintese protein menyebabkan terjadinya pertumbuhan kelenjar prostat. Terjadinya proliferasi abnormal sel stem sehingga menyebabkan produksi atau proliferasi sel stroma dan sel epitel kelenjar periuretral prostat menjadi berlebihan. 5. Teori ini berdasarkan kemampuan stroma untuk merangsang pertumbuhan epitel 3. Seperti pada organ lain. keseimbangan ini disebabkan adanya kadar testosteron tertentu dalam jaringan prostat yang dapat mempengaruhi sel stem sehingga dapat berproliferasi. Sel aplifying akan berkembang menjadi sel transit yang tergantung secara mutlak pada androgen. Teori Hormonal Dengan bertambahnya usia akan terjadi perubahan keseimbangan hormonal. 4. akan menyebabkan terjadinya (TGF-transforming growth factorketidakseimbangan pertumbuhan prostat dan menghasilkan pembesaran prostat. Karena . Stem sel akan berkembang menjadi sel aplifying. yaitu antara hormon testosteron dan hormon estrogen. prostat dalam hal ini kelenjar periuretral pada seorang dewasa berada dalam keadaan keseimbangan “steady state”. antara pertumbuhan sel dan sel yang mati.

dimana sifat estrogen ini akan merangsang terjadinya hiperplasia pada stroma. Akibatnya kandung kemih terisi penuh sehingga terjadi inkontinensia uri (beser). Volume dan kekuatan pancaran berkemih juga menjadi berkurang dan pada akhir berkemih air kemih masih menetes. Pada keadaan normal hormon gonadotropin hipofise akan menyebabkan produksi hormon androgen testis yang akan mengontrol pertumbuhan prostat. akan terjadi penurunan dari fungsi testikuler (spermatogenesis) yang akan menyebabkan penurunan yang progresif dari sekresi androgen. Dengan makin bertambahnya usia. Penyumbatan total menyebabkan penderita tidak . C. Penderita menjadi lebih sering berkemih pada malam hari (nokturia) dan jika berkemih harus mengedan lebih kuat. Kemungkinan lain ialah perubahan konsentrasi relatif testosteron dan estrogen akan menyebabkan produksi dan potensiasi faktor pertumbuhan lain yang dapat menyebabkan terjadinya pembesaran prostat. Hal ini mengakibatkan hormon gonadotropin akan sangat merangsang produksi hormon estrogen oleh sel sertoli. prostat terdiri dari dua bagian yaitu sentral sekitar uretra yang bereaksi terhadap estrogen dan bagian perifer yang tidak bereaksi terhadap estrogen. Dilihat dari fungsional histologis. Pada mulanya. MANIFESTASI KLINIS Gejala awal timbul jika prostat yang membesar mulai menyumbat aliran air kemih. Pada saat penderita mengedan untuk berkemih. Penderita juga merasakan bahwa proses berkemihnya belum tuntas.produksi testosteron menurun dan terjadi konversi testosteron menjadi estrogen pada jaringan adiposa di perifer dengan pertolongan enzim aromatase. vena-vena kecil pada uretra dan kandung kemih bisa pecah sehingga pada air kemih terdapat darah. sehingga timbul dugaan bahwa testosteron diperlukan untuk inisiasi terjadinya proliferasi sel tetapi kemudian estrogenlah yang berperan untuk perkembangan stroma. penderita memiliki kesulitan untuk memulai berkemih.

pancaran kencing terputus-putus. rasa ingin kencing lagi sesudah kencing dan keluarnya sisa kencing atau tetesan urine pada akhir berkemih. Tetapi di antara mereka akhirnya ada yang membutuhkan terapi obat-obatan atau tindakan medis lainnya karena keluhannya semakin parah. Dilakukan pemeriksaan colok dubur untuk merasakan/meraba kelenjar prostat. Dengan pemeriksaan ini bisa diketahui adanya pembesaran prostat. terbangun di tengah malam karena sering kencing. walaupun sering hanya satu atau dua gejala yang menonjol. juga demam. tidak puas saat selesai berkemih. Gejala pada BPH terdapat 2 macam: 1. Untuk pengobatannya. Air kemih yang tertahan di kandung kemih juga menyebabkan bertambahnya tekanan pada ginjal. tidak semua pasien BPH perlu menjalani tindakan medis. sulit menahan kencing. Pada umumnya. pancaran kencing lemah. Gejala iritatif (iritasi) adalah frekuensi kencing yang tidak normal (terlalu sering). Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. 2. dan rasa sakit waktu kencing. Kadang-kadang mereka yang mengeluh ringan dapat sembuh sendiri tanpa mendapatkan terapi apa pun. akan timbul rasa terbakar selama berkemih.dapat berkemih sehingga penderita merasakan kandung kemihnya penuh dan timbul nyeri hebat di perut bagian bawah. Biasanya dilakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui fungsi ginjal dan untuk penyaringan kanker prostat (mengukur kadar antigen . benjolan keras (menunjukkan kanker) dan nyeri tekan (menunjukkan adanya infeksi). Jika terjadi infeksi kandung kemih. Gejala obstruktif meliputi hesitancy (menunggu untuk memulai kencing). Terkadang bisa juga terjadi hematuria (kencing berdarah). DIAGNOSA. tetapi jarang menyebabkan kerusakan ginjal yang menetap. D. penderita menunjukkan gejala-gejala yang merupakan gabungan dari gejala akibat penyumbatan dan iritasi.

farmakologik. Analisa air kemih dilakukan untuk melihat adanya darah atau infeksi. seperti pembesaran prostat jinak dan infeksi prostat (prostatitis). Hal inilah yang menyebabkan banyaknya kasus kanker prostat yang tidak terdeteksi hingga kanker tersebut menyebar (metastasis) di luar prostat. pasca bedah radikal di pelvis. penghambat alfa dan parasimpatolitik) E. Diagnosis Banding yang mungkin: Kelemahan detrusor kandung kemih. Gejala Tidak Khas Kanker prostat tidak memberikan gejala yang khas pada stadium awal. neuropatia diabetes mellitus. alkoholisme. Gejala awal kanker prostat yakni muncul keluhan berkemih (kencing) yang disebabkan kanker telah menekan kandung kemih atau uretra. Kandung kemih neuropati. farmakologik:obat penenang.spesifik prostat atau PSA). Kadang dilakukan pemeriksaan dengan endoskopi yang dimasukkan melalui uretra untuk mengetahui penyebab lainnya dari penyumbatan aliran air kemih. neuropati perifer. Gejala yang timbul tergantung dari stadium kanker dan sejauh mana kanker prostat telah menyebar. disebabkan oleh (kelainan neurologic. bisa diketahui ukuran kelenjar dan ditentukan penyebab terjadinya BPH. maka perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan apakah penderita juga menderita kanker prostat. Namun keluhan berkemih ini juga banyak ditemui pada penyakit terkait prostat lainnya. Untuk mengukur jumlah air kemih yang tersisa di dalam kandung kemih setelah penderita berkemih. Jika terjadi peningkatan kadar PSA. Pada penderita BPH. kelainan medula spinalis. diabetes mellitus. Dengan menggunakan USG. kadar PSA meningkat sekitar 30-50%. pembesaran . Sehingga untuk membedakan antara kanker prostat. Untuk mengetahui adanya penyumbatan aliran air kemih bisa dilakukan pemeriksaan rontgen IVP. dilakukan pemasangan kateter atau penderita diminta untuk berkemih ke dalam sebuah uroflometer (alat yang digunakan untuk mengukur laju aliran air kemih).

ragu-ragu. Adanya kanker pada prostat dapat menyebabkan darah keluar di urin atau air mani (semen). mengejan). 3. Perasaan akan kencing sebentar lagi. Harus berdiri atau duduk di toilet beberapa saat terlebih dahulu sebelum kencing (Having to stand at or sit on the toilet for some time prior to producing a urinary stream). . 2. tanpa terkontrol (The sensation of imminent loss of urine without control). Urinary frequency. Aliran urin yang lemah. 4. Adanya rasa tidak puas setelah berkemih. Frekuensi kencing saat siang atau malam hari (nocturia) biasanya sedikit. Tidur di malam hari terganggu hanya untuk kencing. dan tekanan pada tulang belakang. Sulit untuk memulai kencing.(The feeling of persistent residual urine regardless of the frequency of urination) 5. dan terputus-putus. Perlu sensasi mengejan untuk mengosongkan kandung kemih. (The sensation of incomplete evacuation of urine from the bladder). (The sudden urgent need to urinate quickly). Keluhan berkemih yang muncul seperti sering kencing dengan pancaran air seni melemah dan sering tidak tuntas. Namun. Straining (tegang. Tiba-tiba saja ingin kencing dengan cepat. patah tulang. Urinary urgency. (The need strain or push (Valsalva maneuver) to initiate and maintain urination in order to more fully evacuate the bladder). Incomplete bladder emptying (pengosongan kandung kemih yang tidak sempurna). (Difficulty initiating the urinary stream). Perasaan ada urin residu/sisa yang menetap tanpa memerhatikan frekuensi miksi. Kanker prostat yang telah menyebar ke kelenjar getah bening di panggul dapat menyebabkan kaki bengkak dan rasa tidak nyaman di daerah panggul. Sementara kanker prostat stadium lanjut yang telah menyebar ke tulang akan menimbulkan rasa sakit pada tulang yang tidak kunjung hilang.prostat jinak dan infeksi prostat diperlukan pemeriksaan lebih lanjut. pada umumnya biasa terjadi: 1. Hesitancy.

maka risiko Anda akan meningkat lebih dari dua kali lipat. G. Namun penelitian telah menemukan beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker prostat. Jika ayah atau saudara laki-laki Anda menderita kanker prostat. DETEKSI DINI . 7.6. Dribbling or dripping (menggiring atau menetes) Kehilangan sejumlah kecil urin karena aliran urin yang jelek (The loss of small amounts of urine due to a poor urinary stream) F.  Diet. Merupakan faktor risiko terbesar kanker prostat.  Ras/etnis. Risiko akan semakin tinggi jika Anda memiliki kerabat yang terdiagnosa kanker prostat di bawah 65 tahun. lemak akan meningkatkan produksi hormon testosteron yang akan membantu perkembangan sel kanker prostat. Dua dari tiga kasus kanker prostat ditemukan pada pria usia 65 tahun. Orang berkulit hitam memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker prostat dibandingkan orang berkulit putih. Faktor Risiko Penyebab kanker prostat masihlah belum jelas.  Riwayat keluarga. Kanker prostat jarang terjadi pada pria di bawah 40 tahun. Dengan mengetahui faktor risiko dapat membantu menentukan kapan sebaiknya Anda melakukan skrining kanker prostat. namun risiko kanker prostat akan meningkat setelah usia 50 tahun. Diet tinggi lemak dan obesitas (kegemukan) akan meningkatkan risiko kanker prostat. Decreased force of stream (Berkurangnya kekuatan kencing) Perasaan subjektif kehilangan kekuatan saat kencing (The subjective loss of force of the urinary stream over time). Teorinya. Faktor risiko tersebut diantaranya adalah:  Usia.

maka Anda dapat mulai melakukan pemeriksaan saat usia 45 tahun. pencegahan terhadap kanker prostat saat ini belum sepenuhnya dapat dilakukan.  Pemeriksaan colok dubur (Digital Rectal Examination/DRE). Prosedur pemeriksaan colok dubur ini mungkin menimbulkan rasa tidak enak sedikit. Dengan menggunakan sarung tangan. American Cancer Society menyarankan pemeriksaan kanker prostat setiap tahun bagi pria di atas usia 50 tahun. dan jari yang diberi pelumas.  Tes PSA (Prostate-Specific Antigen/antigen khusus prostat). kanker prostat dapat sembuh. Jika Anda berkulit hitam dan memiliki riwayat keluarga dengan kanker prostat. Pemeriksaan tahunan dapat mendeteksi kanker prostat secara dini. dan pria muda yang memiliki risiko tinggi kanker prostat. Di sinilah pentingnya deteksi dini kanker prostat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan deteksi dini kanker prostat sehingga akibat yang fatal dapat dihindari. pria yang paling sedikit masih mempunyai harapan hidup sekurang-kurangnya 10 tahun. Jika nilai tes PSA anda tinggi. dokter akan memeriksa prostat anda. apakah membesar dan ada benjolan. infeksi atau peradangan prostat. Jika ditemukan lebih dini. maka dokter akan menyarankan melakukan biopsi prostat untuk mengetahui apakah Anda benar menderita kanker prostat. Bila kadarnya tinggi mengindikasikan kanker prostat. Biopsi prostat dilakukan untuk mendapatkan sampel jaringan prostat yang kemudian diperiksa di bawah mikroskop untuk mendeteksi ada . sehingga lebih mudah untuk melakukan pengobatan. Pemeriksaan ini mencakup pemeriksaan colok dubur dan tes PSA. Namun peningkatan kadar PSA kadang juga dapat disebabkan oleh pembesaran prostat. Tes darah ini bertujuan untuk mengukur kadar protein yang dikeluarkan oleh kelenjar prostat. namun ini merupakan pemeriksaan yang cepat dan mudah.Oleh karena penyebab kanker prostat belum diketahui secara jelas.

tidaknya sel kanker. Usia BPH merupakan masalah umum yang memengaruhi kualitas hidup (the quality of life atau QOL) pada sekitar sepertiga pria yang berusia lebih dari 50 tahun. PREVALENSI Frequensi. Apakah tajam atau kuat. Data Biografi : Nama : Tn. Region : radiation. BPH secara histologis terbukti pada 90% pria yang berusia 85 tahun. 3. bisa ditanyakan factor yang memperparah dan memperingan nyerinya. Pemeriksaan ultrasonik (transrectal ultrasound) merupakan cara lain untuk mendeteksi kanker prostat. Kesakitan apabila kan memulai berkemih. Internasional Di seluruh dunia. N Usia : 41 tahun Pekerjaan : Petani 2. Tidak bisa buang air kecil selama 2 hari yang lalu. Amerika Serikat . Riwayat kesehatan sekarang Provoking & Paliatif (P) Apakah ada peristiwa yang menjadi faktor presipitasi nyeri. Keluhan Utama Nyeri daerah supra pubis yang menjalar ke pinggang. 3. Quality of pain (Q) Menanyakan kepada klien seperti apa nyeri yang dirasakan atau di gambarkan klien. PENGKAJIAN 1. Sebanyak 14 juta pria di AS memiliki gejala yang berhubungan dengan pembesaran jinak (benign enlargement) ini. relief (R) . H. sekitar 30 juta pria memiliki gejala yang mengarah ke BPH.

Riwayat Obat Tanyakan apakah klien mengkonsumsi obat-obatan antihipersensitif atau antidefresan. panggul atau punggung bawah atau atas. hipertensi. Riwayat kesehatan masa lalu Dalam etiologi BPH tidak ada penyakit yang dapat menjadi pencetusnya. penyakit ginjal. Riwayat kesehatan keluarga Tanyakan apakah ada anggota keluarga yang menderita kanker. . Eliminasi: Kaji Penurunan kekuatan/dorongan aliran urine tetesan. Severty (Scale) of pain (S) : Seberapa jauh nyeri yang dirasakan klien. Ketidakmampuan untuk mengosongkan kandung kemih dengan lengkap.Menanyakan kepada klien apakah rasa sakit bisa reda. obat yang dijual bebas. bisa berdasarkan skala nyeri atau klien menerangkan seberapa jauh rasa sakit mempengaruhi kemampuan fungsinya. batuk flu/alergi obat mengandung simpatomimetik 6. 7. Pola fungsi Kesehatan Aktivitas Seksual: Kaji Masalah tentang efek kondisi / penyakit kemampuan sexual. dorongan dan frekwensi berkemih. 5.? Kapan gejala mulai timbul? Seberapa sering gejala terasa? Apa tiba-tiba ataukah bertahap? Apakah hanya saat awal berkemih tau terus menerus? 4. Keraguraguan pada berkemih awal. Penurunan kekeuatan kontraksi ejakulasi. Time (T) Berapa lama nyeri berlangsung. antibiotik urinaria atau gen antibiotik. apakah rasa sakit menjalar atau menyebar? dimana rasa sakit terasa apakah nyeri suprapubik. ketakutan inkontinentia / menetes selama hubungan intim.

Inspeksi kulit terhadap perubahan warna. Hernia inguinalis. haematuria. Inspeksi Dilakukan dengan pemeriksaan tekanan darah. Nadi dapat meningkat pada keadaan kesakitan pada retensi urin akut. 8. pengaruh penyakit terhadap aktifitas dan pengaruh penyakit terhadap istirahat.  Kaji tentang pemahaman klien dan keluarga mengenai pencegahan. mual. hemorrhoid (mengakibatkan peningkatan tekanan abdominal yang memerlukan pengosongan kandung kemih mengatasi tahanan). . (perhatikan warna kulit pucat atau kelabu kekuningan. muntah. gaya hidup. Duduk untuk berkemih. Higiene : kaji apakah klien pembersihan pada saat BAK dan BAB dengan cara yang benar. dehidrasi sampai syok pada retensi urin serta urosepsis sampai syok . rambut kering rapuh dan bekuan uremik yang mengindikasikan penyakit ginjal). Tanda: Masa padat dibawah abdomen bawah (distensi kandung kemih). Infeksi saluran kemih berulang. luka memar. masalah financial 9. Pemeriksaan Fisik 4. dan penurunan berat badan. Riwayat psikososial penngaruh penyakit terhadap stress. nyeri tekan kandung kemih. atau Kristal urat. lamanya istirahat. A. riwayat batu (statis urinaria). perawatan. tekstur. nadi dan suhu.dan terapi medis. Konstivasi (protrusi prostat kedalam rectum). dysuria.Nokturia. Pengkajian pengetahuan klien dan keluarga  Kaji tentang pemahaman klien mengenai penyebab /perjalanan penyakit. Aktifitas/Istirahat: riwayat pekerjaan. kering bersisik.septik. Pencernaan : Kaji anoreksia. aktifitas seharihari.

Adakah asimetris c. yaitu : a). Derajat I = beratnya lebih kurang 20 gram. Derajat III = beratnya > 40 gram. Adakah krepitasi Colok dubur pada hiperplasia prostat menunjukkan prostat teraba membesar. adanya kelainan lain seperti benjolan di dalam rektum dan tentu saja teraba prostat. 4. Sedangkan pada carcinoma prostat. c). lobus kanan dan kiri simetris. konsistensi prostat kenyal seperti meraba ujung hidung. mukosa rektum. Dengan rectal toucher dapat diketahui derajat dari BPH. dan menonjol ke dalam rektum. Semakin berat derajat hiperplasia prostat. Pemeriksaan fisik apabila sudah terjadi kelainan pada traktus urinaria bagian atas kadang-kadang ginjal dapat teraba dan apabila sudah terjadi . permukaan rata. konsistensi prostat keras dan atau teraba nodul dan diantara lobus prostat tidak simetris. Sulcus medianus prostate f. tidak didapatkan nodul. b). Pemeriksaan colok dubur dapat memberikan gambaran tentang keadaan tonus spingter ani. Konsistensi prostat (pada hiperplasia prostat konsistensinya kenyal) b. Palpasi Rectal touch / pemeriksaan colok dubur bertujuan untuk menentukan konsistensi sistim persarafan unit vesiko uretra dan besarnya prostat. batas atas semakin sulit untuk diraba. Pada perabaan prostat harus diperhatikan : a. Sedangkan pada batu prostat akan teraba krepitasi. Derajat II = beratnya antara 20 – 40 gram. Adakah nodul pada prostate d.Inspeksi juga konjungtiva karena konjungtiva yang pucat menandakan anemia. Apakah batas atas dapat diraba e. reflek bulbo cavernosus.

Pada daerah supra simfiser pada keadaan retensi akan menonjol. . cairan dapat tersimpan dalam paru-paru. Pada pemeriksaan abdomen ditemukan kandung kencing yang terisi penuh dan teraba masa kistus di daerah supra simfisis akibat retensio urin dan kadang terdapat nyeri tekan supra simfisis. Auskultasi kuadran kanan atas abdomen untuk mendeteksi Bruit (suara vesicular yang menunjukkan stenosis pembuluh arteri ginjal) b. Perkusi Pemeriksaan abdomen dilakukan dengan tehnik bimanual untuk mengetahui adanya hidronefrosis. Pemeriksaan skrotum untuk menentukan adanya epididimitis 3.pielonefritis akan disertai sakit pinggang dan nyeri ketok pada pinggang. Perkusi dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya residual urin 4. Jika pasien mengalami retensi cairan melebihi kemampuan jantung untuk memompa. Vesica urinaria dapat teraba apabila sudah terjadi retensi total. Penis dan uretra untuk mendeteksi kemungkinan stenose meatus. karsinoma maupun fimosis. striktur uretra. Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan laboratorium berperan dalam menentukan ada tidaknya komplikasi. Saat palpasi terasa adanya ballotemen dan klien akan terasa ingin miksi. Auskultasi a. dan pyelonefrosis. Auskultasi paru-paru apakah ada suara crackles. batu uretra. Genitalia eksterna harus pula diperiksa untuk melihat adanya kemungkinan sebab yang lain yang dapat menyebabkan gangguan miksi seperti batu di fossa navikularis atau uretra anterior. condiloma di daerah meatus. daerah inguinal harus mulai diperhatikan untuk mengetahui adanya hernia. fimosis. fibrosis daerah uretra.

faal ginjal diperiksa untuk mengetahui kemungkinan adanya penyulit yang mengenai saluran kemih bagian atas. 2. • Prostate Specific Antigen (PSA) • Gula darah Sedangkan gula darah dimaksudkan untuk mencari kemungkinan adanya penyakit diabetes mellitus yang dapat menimbulkan kelainan persarafan pada vesica urinaria.Kultur urin + sensitifitas test • Urinalisis dan pemeriksaan mikroskopik • Sedimen Sedimen urin diperiksa untuk mencari kemungkinan adanya proses infeksi atau inflamasi pada saluran kemih. Selain itu juga bisa menunjukkan adanya hidronefrosis. Urin : . Pemeriksaan kultur urine berguna dalam mencari jenis kuman yang menyebabkan infeksi dan sekaligus menentukan sensitifitas kuman terhadap beberapa antimikroba yang diujikan. adanya batu/kalkulosa prostat dan kadangkala dapat menunjukkan bayangan vesica urinaria yang penuh terisi urin. kelainan pada ginjal maupun ureter berupa hidroureter atau hidronefrosis .• Elektrolit • Blood urea nitrogen Meningkat bila fungsi ginjal dipengaruhi.  Pemeriksaan Radiologi 1. divertikel kandung kemih atau adanya metastasis ke tulang dari carsinoma prostat. yang merupakan tanda dari suatu retensi urine. 2. Foto polos abdomen (BNO) BNO berguna untuk mencari adanya batu opak di saluran kemih. Pielografi Intravena (IVP) Pemeriksaan IVP dapat menerangkan kemungkinan adanya: a.

adanya kemungkinan pembesaran prostat maligna. Selain itu juga memberi keterangan mengenai basar prostat dengan mengukur panjang uretra pars prostatika dan melihat penonjolan prostat ke dalam uretra. Pemeriksaan Sistografi Dilakukan apabila pada anamnesis ditemukan hematuria atau pada pemeriksaan urine ditemukan mikrohematuria. 4. Sistografi dapat memberikan gambaran kemungkinan tumor di dalam vesica urinaria atau sumber perdarahan dari atas bila darah datang dari muara ureter. maka sistogram retrograd dapat pula memberi gambaran indentasi. divertikel. atau batu radiolusen di dalam vesica. sebagai petunjuk untuk melakukan biopsi aspirasi prostat. 5. menentukan volume vesica urinaria dan jumlah residual urine. atau sakulasi vesica urinaria d. tumor.b. Uroflowmetri . penyulit yang terjadi pada vesica urinaria yaitu adanya trabekulasi. foto setelah miksi dapat dilihat adanya residu urin 3. 6.  Pemeriksaan Lain 1. MRI atau CT jarang dilakukan Digunakan untuk melihat pembesaran prostat dan dengan bermacam – macam potongan. USG secara transrektal (Transrectal Ultrasonography = TURS) Untuk mengetahui besar atau volume kelenjar prostat. serta mencari kelainan lain yang mungkin ada di dalam vesica urinaria seperti batu. memperkirakan besarnya kelenjar prostat yang ditunjukkan oleh adanya indentasi prostat (pendesakan vesica urinaria oleh kelenjar prostat) atau ureter di sebelah distal yang berbentuk seperti mata kail atauhooked fish c. dan divertikel. Sistogram retrograd Apabila penderita sudah dipasang kateter oleh karena retensi urin.

2. 3. Kriteria Pembesaran Prostat . Dengan cara ini maka sekaligus tekanan intravesica dan laju pancaran urin dapat diukur. Laju pancaran urin ditentukan oleh : . Semakin berat derajat obstruksi semakin lemah pancaran urin yang dihasilkan. Sisa urin lebih dari 100 cc biasanya dianggap sebagai batas indikasi untuk melakukan intervensi pada penderita prostat hipertrofi.Untuk mengukur laju pancaran urin miksi. Pemeriksaan Tekanan Pancaran (Pressure Flow Studies) Pancaran urin melemah yang diperoleh atas dasar pemeriksaan uroflowmetri tidak dapat membedakan apakah penyebabnya adalah obstruksi atau daya kontraksi otot detrusor yang melemah. sedang pada retensi urin total sisa urin dapat melebihi kapasitas normal vesika. Pada orang normal sisa urin biasanya kosong. dapat pula dilakukan dengan membuat foto post voiding pada waktu membuat IVP.daya kontraksi otot detrusor • tekanan intravesica • resistensi uretra Angka normal laju pancaran urin ialah 10-12 ml/detik dengan puncak laju pancaran mendekati 20 ml/detik. Pemeriksaan Volume Residu Urin Volume residu urin setelah miksi spontan dapat ditentukan dengan cara sangat sederhana dengan memasang kateter uretra dan mengukur berapa volume urin yang masih tinggal atau ditentukan dengan pemeriksaan ultrasonografi setelah miksi. Pada obstruksi ringan. laju pancaran melemah menjadi 6 – 8 ml/detik dengan puncaknya sekitar 11 – 15 ml/detik. Untuk membedakan kedua hal tersebut dilakukan pemeriksaan tekanan pancaran dengan menggunakan AbramsGriffiths Nomogram.

diantaranya adalah : 1. Berdasarkan pembesaran kedua lobus lateralis yang terlihat pada uretroskopi : . Intra vesikal grading • derajat 1 : prostat menonjol pada bladder inlet • derajat 2 : prostat menonjol diantara bladder inlet dengan muara ureter • derajat 3 : prostat menonjol sampai muara ureter • derajat 4 : prostat menonjol melewati muara ureter 4.Untuk menentukan kriteria prostat yang membesar dapat dilakukan dengan beberapa cara.derajat 1 : kissing 1 cm • derajat 2 : kissing 2 cm • derajat 3 : kissing 3 cm • derajat 4 : kissing >3 cm6 Benign Prostat Hiperplasia . Berdasarkan jumlah residual urine • derajat 1 : <> • derajat 2 : 50-100 ml • derajat 3 : >100 ml • derajat 4 : retensi urin total 3. Rektal grading Berdasarkan penonjolan prostat ke dalam rektum : • derajat 1 : penonjolan 0-1 cm ke dalam rektum • derajat 2 : penonjolan 1-2 cm ke dalam rektum • derajat 3 : penonjolan 2-3 cm ke dalam rektum • derajat 4 : penonjolan > 3 cm ke dalam rektum 2.

Pendahuluan Prostat adalah sebuah kelenjar seukuran kacang kenari (walnut) yang merupakan bagian dari alat kelamin pria. sedangkan kadar estrogen relative tetap sehingga perbandingan antara estrogen dan testosterone relative meningkat. Cairan ini turut membentuk semen. 2. Terletak di depan rectum. Teori Dehidrotestosteron (DHT) Dihidrotestosteron adalah metabolit androgen yang sangat penting pada pertumbuhan sel-sel prostate. dibawah kantung kemih. Salah satu fungsi prostate yang telah diketahui adalah untuk memeras cairan ke urethra saat sperma melewati urethra pada saat orgasme. BPH merupakan proses proliferasi seluler kelenjar prostat yang berhubungan dengan proliferasi berlebihan epithelial dan stromal. Ada beberapa teori mengenai terjadinya BPH. Berat normal pada orang dewasa ± 20 gram. . Estrogen dalam prostate berperan dalam terjadinya proliferasi sel-sel kelenjar prostate dengan meningkatkan sensitifitas sel-sel prostate terhadap rangsangan hormone androgen . ketidakseimbangan kematian alami dari sel tersebut (apoptosis) atau keduanya. Kelenjar ini terdiri dari 2 lobus dan diliputi oleh suatu selaput. BPH adalah pembesaran kelenjar prostat yang bukan merupakan keganasan dan dapat mengurangi aliran urine dari vesika urinaria. Penelitian menunjukkan bahwa pria yang tidak memproduksi DHT tidak akan terkena BPH. meningkatkan jumlah reseptor androgen dan menurunkan jumlah kematian sel-sel prostate. dan membuat vagina tidak terlalu asam. kadar testosterone menurun. Ketidaksimbangan estrogen-testosteron Pada usia yang semakin tua. dibentuk dari testosterone di dalam sel prostate oleh enzim 5-alfa reduktase dengan bantuan koenzim NADPH. dan membungkus urethra posterior. DHT yang telah terbentuk berikatan dengan reseptor androgen membentuk kompleks DHT-RA pada inti sel dan selanjutnya terjadi sintesis protein growth factor yang menstimulasi pertumbuhan sel prostate. diantaranya : 1. Etiologi Penyebab pasti terjadinya BPH masih belum diketahui sampai saat ini.

Terjadinya proliferasi sel-sel pada BPH dinyatakan sebagai ketidaktepatan aktifitas sel stem sehingga terjadi produksi sel stroma maupun sel epitel yang berlebihan. BPH menimbulkan gejala dan tanda klinis pada 50% kasus.Sehingga meskipun rangsangan terbentuknya sel-sel baru akibat rangsangan testosterone menurun. Secara mikroskopik perubahan pada prostat yang sudah terjadi pada usia 30-40 tahun. Teori sel stem Sel stem adalah sel yang mempunyai kemampuan berproliferasi sangat ekstensif. Interaksi stroma-epitel Setelah sel-sel stroma mendapatkan stimulasi dari DHT dan estradiol. serta mempengaruhi sel-sel epitel secara parakrin. 4. Pada pria berusia 50 tahun angka kejadiannya sekitar 50% dan pada usia 80 tahun sekitar 80%. Kehidupan sel ini sangat tergantung pada keberadaan hormone androgen. Diduga hormone androgen bearperan dalam proses proliferasi sel karena setelah dilakukan kastrasi terjadi peningkatan aktifitas kematian sel kelenjar prostat. 5. Pada saat terjadi pertumbuhan prostate sampai pada prostat dewasa. sel-sel stoma mensintesis suatu growth factor yang selanjutnya mempengaruhi sel-sel stroma itu sendiri secara intrakrin dan autokrin. penambahan sel-sel prostate baru dengan yang mati dalam keadaan seimbang. tetapi sel-sel prostate yang telah ada mempunyai umur yang lebih panjang sehingga massa prostate tetap akan membesar. Berkurangnya jumlah sel-sel prostate yang mati menyebabkan jumlah sel prostate secara keseluruhan meningkat. 3. Berkurangnya kematian sel prostate Pada jaringan normal terjadi keseimbangan antara laju proliferasi sel dengan laju kematian sel. yang bila berlanjut akan menjadi perubahan patologi anatomik. Patofisiologi Pada pembesaran prostate. . selaput yang menyelubunginya tidak ikut membesar sehingga menyebabkan kelenjar ini menekan urethra. Stimulasi ini menyebabkan terjadinya proliferasi sel-sel epitel maupun sel-sel struma.

sehingga frekuensi berkemih akan bertambah. retensi pada leher vesika urinaria dan daerah prostat akan meningkat. retensi urin dapat pula disebabkan oleh alcohol. Terkadang seseorang tidak menyadari adanya sumbatan sampai ia benar-benar tidak bisa berkemih. Keadaan ini disebut retensi urin akut. Dapat dipicu oleh influenza biasa atau alergi obat. Akibat konsumsi obat-obatan yang menurunkan kontraksi otot detrusor atau yang dapat mempersempit leher buli-buli (antikolinergik atau adrenergic alfa). Beberapa obat dekongestan yang adalah simpatomimetik mungkin dapat juga menyebabkan kandung kemih tidak dapat berelaksasi dan mencegah pengosongan urin. dan mudah terangsang.Gejala BPH . Gejala klinis Besarnya prostate tidak selalu menentukan besarnya sumbatan atau banyaknya gejala yang muncul. berkontraksi sehingga terjadi retensio urin. Kandung kemih mudah berkontraksi walaupun jumlah urin masih sedikit. Bila berlanjut maka otot detrusor akan lelah dan tidak dapat Normal urine flow. Fase ini disebut fase kompensasi. Faktor pencetus dekompensasi antara lain : 1. fase ini adalah fase dekompensasi yang bila berlanjut dapat menyebabkan hidronephrosis (system pelvocalyxes melebar). kerusakan kandung kemih atau ginjal.Pada tahap awal setelah terjadi pembesaran prostat. batu saluran kemih. Massa prostate yang tiba-tiba membesar 3. otot detrusor menebal dan meregang sehingga timbul sakulasi (terbentuk kantung namun masih ada otot untuk berkontraksi) atau divertikel (terbentuk kantung namun sudah tidak ada lagi otot). dan imobilisasi yang lama. Distensi vesika urinaria dapat teraba pada palpasi dan perkusi. suhu dingin. Pada obstruksi parsial. Retensi urin yang berkepanjangan dapat menyebabkan terjadinya ifeksi saluran kemih. Urine flow with BPH. Volume kandung kemih yang tiba-tiba terisi penuh 2.

harus mengedan (staining). 20-35= gejala berat. Gejala iritatif antara lain : sering miksi (frekuensi). Berapa kali ingin BAK lagi dalam 2 jam 0 1 2 3 4 5 0 <1-5 kali 1 Jawaban dan skor >5-15kali 2 15 kali 3 >15 kali 4 Hampir Selalu 5 setelah BAK? 3. . Berapa kali terbangun malam hari untuk BAK? 7. waktu miksi memanjang yang akhirnya berlanjut menjadi retensio urine dan inkontinen karena overflow (mengompol). Berapa kali sulit untuk memulai BAK (mengejan)? 6. 8-19 = gejala sedang. Berapa kali tidak dapat menahan BAK? 5. rasa tidak lampias setelah miksi. pada malam hari terbangun untuk miksi (nokturnuria). Bila hal ini seumur bagaimana Sangat senang Cukup senang Biasa saja Agak tidak senang Tidak senang Sangat tidak senang 0 1 2 3 4 5 0 1 2 3 4 5 0 1 2 3 4 5 berlangsung hidup. kencing terputus-putus (intermittency). Keluhan pada bulan terakhir setelah BAK tidak lampias 2. Berapa kali urin 0 1 2 3 4 5 terhenti saat BAK? 4. nyeri saat miksi (disuria) karena ada infeksi. harus menunggu lama untuk miksi (hesitancy). Gejala-gejala ini disusun dalam International Prostate Symptom Score (IPSS) dari WHO: Pertanyaan Tidak Sama Sekali 1.biasa disebut sebagai Lower Urinary Tract Symptoms (LUTS) yang dibedakan antara gejala obstruktif dengan gejala iritatif. Gejala obstruktif antara lain : pancaran kencing melemah.(urgensi). perasaan anda? Nilai 0-7 = gejala ringan. perasaan ingin miksi yang sangat mendesak.

Pada pemeriksan colok dubur (Rectal toucher/ Digital rectal exam) perlu diperhatikan tonus sfingter ani (TSA) atau refleks bulbokavernosus untuk menyingkirkan adanya buli-buli neurogenik. ISK. foetor uremik. berlanjut menjadi gagal ginjal yang dipercepat bila ada infeksi. Pemeriksaan penunjang Pemeriksan Laboratorium Analisis urin dan pemeriksaan mikroskopik urin untuk melihat lekosit. apakah batas atas teraba. bakteri dan infeksi. maka dapat terjadi batu endapan pada vesika urinaria yang menambah kaluhan iritatif dan menimbulkan hematuria. meskipun BPH juga dapat menyebabkan hematuria. respirasi. serta neuropati perifer. sehingg lama kelamaan dapat menimbulkan hernia dan hemorrhoid. Komplikasi Pada fase dekompensasi terjadi retensio urin. . Bila batas atas teraba. dan bila terjadi refluks dapat mengakibatkan pielonefritis. hidronefrosis. ujung kuku pucat. Pada waktu miksi pasien sering mengejan. denyut nadi. lobus kanan dan kiri simetris. diperkirakan besar prostat <60 g. apakah ada nodul pada permukaan prostate. Karena ada sisa urin. Bila terdapat hematuria perlu dipikirkan keganasan saluran kemuh. uremia. perikarditis. adakah asimetri antar lobus. batu. mukosa rectum. Colok dubur pada BPH konsistensi prostate kenyal. sistitis. tidak ada nodul.Gejala dan tanda pada penyakit yang lebih lanjut dapat ditemukan tanda gagal ginjal. peningkatan tekanan darah. sedangkan pada karsinoma prostate. keadaan prostate (konsistensi prostate. karena urin terus diproduksi maka vesika urinaria yang penuh tidak dapat lagi menapung urin lagi akibatnya terjadi hidroureter. konsistensi keras/teraba nodul dan mungkin asimetri antar lobus prostate. tandatanda penurunan mental.

residu urin. penggunaan obat (penenang. tumor di leher buli-buli. kelainan lain (batu. massa ginjal. mengurangi minum kopi dan alcohol agar tidak sering BAK. Bila PSA 4-10 ng / ml hitunglah prostate Spesific Antigen Density (PSAD) yaitu PSA dibagi volume prostate (dengan USG). Caranya adalah dengan memasukkan sebuah tabung kecil melalui urethra yang sebelumnya telah dianestesi. Dengan USG rektal dapat untuk memperkirakan besar prostate. . tumor/batu buli-buli. Resistensi urethra dapat disebabkan oleh BPH. menghindari obat dekongestan (parasimpatolik). Bila PSA >10 ng/ ml. lakukan biopsy. PSA adalah suatu protein yang dihasilkan oleh sel prostate. Sistoskopi untuk memperkirakan volume prostate. mielitis transversa bedah radikal biasanya bedah kebidanan) yang mengenai persarafan pelvis. Namun cara ini bukanlah indikasi. dan parasimpatolitik). Kekakuan leher buli-buli dapat disebabkan oleh fibrosis. Penatalaksanaan 1. kanker prostate. Bila PSAS ≤0. Bila PSA <4 ng / ml. hydroureter. dimana kadarnya akan meninggi dalam darah pada penderita kanker prostate. disarankan untuk mengurangi minum setelah makan malam agar gejala nokturia berkurang. Diagnosa Banding Kelemahan otot detrusor dapat disebabkan oleh kelainan persarafan (neurogenik bladder) misalnya karena lesi medulla spinal. hydronephrosis. penghambat reseptor ganglion. fish look appeareance (gambaran ureter yang berbelok-belok di vesika urinaria seperti pancingan ikan). neuropati diabetes. hydronephrosis. batu ginjal. disfungsi vesika urinaria dan residu urin. tidak perlu biopsy. Dengan IVP untuk melihat supresi komplit dari fungsi ginjal. residu urin. Observasi Biasa untuk pasien dengan gejala ringan. divertikel.Untuk deteksi dini keganasan dan untuk menentukan apakah perlu dilakukan biopsy. lesi osteoblastik sebagai tanda metastase keganasan prostate).15 sebaiknya dilakukan biopsy. batu dan striktur urethra. dilakukan pemeriksaan Prostate Spesific Antigen (PSA).

3. Tindakan ini merupakan solusi jangka panjang terbaik. Terapi invasive minimal Trans Urethral Microwave Thermotherepy (TUMT) / Prostatron Adalah pemanasan prostate dengan transducer yang diletakkan di urethra pars prostatika. atau bila prosedur trans urethral tidak dapat dikerjakan. menurunkan PSA (masking effect). Prosedur ini memakan waktu 1 jam dan tanpa memakai anestesi umum.2. tanda obstruksi berat. hidronefrosis).9° C). hidroureter. ada batu saluran kemih. rasa . dibandingkan dengan penggunaan Doxasozin tunggal (menekan sampai 39% saja) dan Finasteride tunggal (menekan sampai 34% saja). namun mengurangi frekuensi berkemih. Sisa dari selaput ini dan jaringan yang dibawahnya dibiarkan utuh. Medikamentosa a. Menghambat pembentukan dehidrotestoteron (DHT) sehingga prostate mengecil. Doxazosin (Cardura ®). kelenjar yang terlalu besar. Bedah Indikasi bedah bila : retensio berulang. Menghambat reseptor di urethra sehingga otot dinding urethra relaksasi dan tekanan urethra berkurang. Tindakan ini mengangkat selaput yang menyelubungi prostate. Preparat golongan ini merupakan pilihan terbaik. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Finastride dan Doxasozin secara bersamaan sangat efektif mengurangi pembesaran prostate. Pada system ini ada sebuah system pendingin untuk melindungi traktus urinarius dari kerusakan. Efektif untuk prostate yang sangat besar. (divertikel. Alat ini mengirimkan gelombang micro yang diatur oleh computer untuk memanaskan area prostate yang membesar dengan suhu sampai 111° Fahrenheit (43.4 mg/ hari. ada penurunan fungsi ginjal. b. Penghambat enzim 5α reduktase Finasteride (Proscar ®) vatau Dutasteride (Avodart ®) dosis 1x5 mg/ hari. TUMT ini tidak menyembuhkan BPH. dosis mulai 1 mg/ hari. Terazosin (Hytrin ®). Tindakan ini sekarang dikerjakan hanya bila BPH disertai adanya batu. ISK berulang. hematuria. 4. yang lebih selektif pada α 1a (Tamsulozin/ Flomax ®) dosis 0. Penghambat adrenergic α Prasozin. Afluzosin (Uroxatral ®). Tindakan ini biasanya menghilangkan obstruksi dan mengkoreksi masalah pengosongan sisa urin di buli-buli.2 -0. Kedua obat ini dapat menekan laju pertumbuhan prostate sampai 67%.

Pada system ini ada perisai untuk melindungi urethra dari kerusakan. dan melancarkan aliran urin. Trans Urethral Resection of the Prostate (TURP) Tindakan ini dilakukan pada 90% pasien BPH dan merupakan Gold standard. Potongan jaringan dibawa oleh aliran air ke dalam kandung kemih dan kemudian dikeluarkan pada akhir tindakan pemotongan. TUMT ini tidak mengkoreksi masalah pengosongan sisa urin di buli-buli. Tindakan ini dilakukan bila besar prostate < 60 g. operator menggunakan lengkungan elektrik resectoscope untuk membuang jaringan yang menyumbat sepotong demi sepotong. sebuah alat bernama resectoscope dimasukkan melalui penis. Trans Urethral Needle Ablation (TUNA) System ini mengirimkan energi frekuensi radio tingkat rendah melalui 2 jarum untuk membakar area prostate yang membesar. dan sebuah lengkungan elektrik untuk memotong jaringan dan menutup pembuluh darah. Serat laser dimasukkan melalui urethra dengan sistoskop yang kemudian . Panjangnya sekitar 12 inci dan lebarnya ½ inci. Terdiri dari lampu. Tindakan ini dilakukan bila besar prostate > 60 g. dimana urethra bersatu dengan kandung kemih dan prostate. Tindakan ini memberi lebih sedikit efek samping seperti ejakulasi retrograde. 5.kencang pada buli-buli. katup untuk mengontrol aliran air irigasi. Efek sampingnya adalah kebocoran urin dan ejakulasi retrograde/ dry climax. Sistem TUNA ini meningkatkan laju urin dan menyisakan sedikit efek samping dibandingkan dengan Trans Urethral Resection of Prostate (TURP). Transurethral Ultrasound guided Laser Induced Prostatectomy (TULIP) Digunakan serat laser dan laser Nd : YAG untuk mengecilkan jaringan prostate yang menyumbat. Dengan TURP. Selama operasi sekitar 90 menit. Trans Urethral Incision of the Prostate (TUIP) Tindakan ini melebarkan urethra dengan membuat beberapa sayatan kecil pada leher kandung kemih. Tindakan ini lebih sedikit traumatis dibandingkan bedah terbuka dan membutuhkan periode penyembuhan yang lebih singkat.

Namun hali ini akan berangsur-angsur menghilang. . inti dari oprasi prostate adalah memotong otot ini untuk melebarkan leher dari kandung kemih sehingga sperma lebih mudah masuk ke kandung kemih daripada dikeluarkan ke penis. Kadang-kadang kateter ini menimbulkan nyeri spasme kandung kemih yang hilang timbul. mungkin akan terdapat darah atau Foley catheter bekuan darah pada urin sejalan dengan penyembuhan luka operasinya. Normalnya. Gangguan fungsi seksual seperti retrograde ejaculation/ dry climax. Harus diwaspadai bila darah masih tidak hilang saat apsien berisitirahat atau minum banyak air putih atau urin telalu merah. Tindakan ini kurang efektif untuk prostate yang terlalu besar. Inkontinensia Perdarahan. bedah laser memerlukan anestesi dan perawatan pasca bedah. Selama aktifitas seksual. Hal ini tidaklah berbahaya dan dapat diobati dengan obat yang disebut pseudoefedrin (ditemukan pada banyak obat flu) atau imipramine. Hal ini harus hilang saat pasien meninggalkan rumah sakit. Obat-obat nin meningkatkan kekuatan otot di leher kandung kemih dan mencegah semen memasuki kandung kemih. Diberikan juga antibiotic selama perawatan di rumah sakit. Salah satu keuntungan bedah laser dibandingkan TURP adalah jumlah darah yang hilang lebih sedikit dan masa penyembuhannya lebih cepat. pasien dipasang kateter Foley selama beberapa hari. Setelah operasi. urin akan melewati dareah luka operasi yang mungkin akan menyebabkan rasa tidak nyaman atau rasa ingin kecing yang mendadak. Bagaimanapun juga. Energi laser menghancurkan jaringan prostate dan menyebabkan penyusutan. Setelah operasi. Selama masa pemulihan mungkin akan ada beberapa keluhan seperti : Masalah berkemih setelah keteter dilepas. sebush otot menahan jalan masuk sperma ke kandung kemih sehingga semen dikeluarkan melalui penis.mengirimkan beberapa tembakan energi selama 30-60 detik. sperma masuk ke urethra dekat muara keluar kandung kemih. Seperti pada TURP.

Anjuran Selama masa penyembuhan dirumah. . Namun apabila kandung kemih sudah terlanjur rusak. hindari mengedan saat BAB atau gerakan apapun yang dapat merobek luka operasi Teruskan banyak minum air Apabila terjadi konstipasi. maka pengobatan tidak akan efektif. adalah penting untuk minum banyak air (8 gelas perhari) untuk membantu mencuci kandung kemih dan mempercepat penyembuhan.Selama masa pemulihan. Jangan mengangkat barang yang berat selama masa penyembuhan. diet tingi serat atau minum pencahar.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->