Nama NPM

: Muhammad Dzikri Ismail : 110110100037

Nama Dosen : Dr. H. Kuntana Magnar, S.H., M.H : Dr. Agus Kusnadi, S.H., M.H.

Hubungan Pemerintah Pusat dan Daerah – Dalam hubungan antara pemerintah pusat dan daerah pada dasarnya dikenal “asas sentralisasi, asas desentralisasi, asas dekonsentrasi, asas tugas Pembantuan, dan otonomi daerah. A. Asas Sentralisasi Asas sentralisasi mengandung suatu pengertian bahwa penyelengaraan pemerintah sepenuhnya diatur oleh pemerintah pusat. Pemerintah daerah hanya melaksanakan kebijakankebijakan yang telah digariskan oleh pemerintah pusat tanpa diberi kesempatan untuk mengembangkan diri. Urusan rumah tangga daerah sepenuhnya ditentukan oleh pemerintah pusat. Negara republic Indonesia tidak menganut asas sentralisasi, sebagaimana diatur dalam pasal 18 UUD 1945. Di dalam penjelasannya, menghendaki pembagian daerah Indonesia dalam bentuk daerah otonom dan administrative. B. Asas Desentralisasi Asas desentralisasi merupakan penyerahan urusan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah atau dari pemerintah daerah tingkat atasnya kepada daerah tingkat dibawahnya. Misalnya dari pemerintah pusat kepada propinsi atau dari propinsi kepada kabupaten. Urusan-urusan pemerintah yang telah diserahkan asas desentralisasi, sepenuhnya jadi wewenang dan tanggung jawab dari pemerintah daerah. Penyerahan urusan pemerintah itu dilahirkan daerah otonom, sesuai dengan pasal 18 UUD 1945, yang kemudian dijabarkan dalam UU No. 5 tahun 1974 yang telah diperbaharui dengan UU No. 22 Tahun 1999 di dalamnya dinyatakan bahwa Indonesia menganut asas desentralisasi dalam penyelenggaraan pemerintah di daerah C. Asas Dekonsentrasisasi Menurut undang-undang No. 5 tahun 1974, asas dekosentrasi adalah pelimpahan wewenang pemerintah atau kepala instansi vertikal tingkat atasnya kepada pejabat-pejabat di daerah, misalnya dari menteri kepada gubernur atau dari gubernur kepada bupati/walikotamadya, atau dari direktur jendral kepada kepala kantor wilayah departemen.

atau dari pemerintah daerah tingkat atasnya kepada tingakt bawahnya. 5 tahun 1974 yang telah diganti dengan undang-undang No. Berdasarkan pasal 18 UUD 1945 pemerintah atas persetujuan PDR mengeluarkan undang-undang tentang pokok-pokok pemerintah di daerah No. pelimpahan wewenang dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah berdasarkan kemampuan perangkat pemerintah pusat di daerah-daerah. Adanya asas pembantuan ini didasarkan pada pertimbangan bahwa. Asas Tugas Pembantuan Asas perbantuan mengandung pengertian bahwa adanya pemberian tugas dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah.D. Dalam kedudukannya sebagai wakil pemerintah pusat sebagaimana dimaksud. daerah mempunyai kebebasan untuk menentukan cara mengurus dan menyelenggarkan kepentingan rumah tangga sendiri. disebutkan bahwa pelaksanaan otonomi didasarkan kepada prinsip nyata. Misalkan ada sebuah kebijakan nasional di pusat maka tidak perlu lagi pemerintah pusat yang terjun ke daerah untuk menyampaikannya. Pemberian tugas itu harus dipertanggungjawabkan kepada yang menegaskannya. dengan diberikannya hak otonomi ini. kemudian pemerintah daerahlah yang akan menyampaikan di daerah. Sebagai dasar hukum diberikannya hak otonomi daerah adalah pasal 18 ayat 12 perubahan kedua UUD 1945. Jadi. Hubungan keduanya disebabkan oleh supaya kebijakan nasional yang ada di suatu pusat bisa dilaksanakan di daerah. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah sangat berhubungan satu sama lain. E. gubernur bertanggung jawab kepada presiden . 22 tahun 1999 tentang pemerintah daerah di dalam undang-undang ini. Otonomi Daerah Otonomi daerah merupakan perwuudan dari asas desentralisasi dengan diterapkannya asas desentralisasi. apalagi pada saat ini. Pemerintah pusat hanya berhubungan dengan pemerintah daerah. luas dan bertanggung jawab. Hak inilah sebenarnya disebut otonomi daerah. berarti daerah mempunyai hak untuk mengatur and mengurus rumah tangganya sendiri. Pemerintahan daerah provinsi yang dikepalai oleh gubernur yang karena jabatannya berkedudukan juga sebagai wakil pemerintah pusat di wilayah provinsi yang bersangkutan. dalam arti untuk menjembatani dan memperpendek rentang kendali pelaksanaan tugas dan fungsi pemerintah termasuk dalam pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan urusan pemerintahan pada strata pemerintahan kabupaten dan kota.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful