FITRAH MANUSIA DAN IMPLIKASINYA DALAM PENDIDIKAN

A. PENGERTIAN FITRAH Fitrah berasal dari kata fathara yang sepadan dengan kata khalaqa dan ansyaa yang artinya mencipta. Biasanya kata fathara, khalaqa dan ansyaa digunakan dalam AlQur’an untuk menunjukkan pengertian mencipta sesuatu yang sebelumnya belum ada dan masih merupakan pola dasar (blue print) yang perlu penyempurnaan. B. FITRAH MANUSIA Konsep fitrah manusia yang mengandung pengertian pola dasar kejadian manusia dapat dijelaskan dengan meninjau: (1) Hakekat wujud manusia, (2) Tujuan penciptaannya, (3) Sumber Daya Insani (SDM), (4) Citra manusia dalam islam. Dari hakekat wujudnya sebagai makhluk individu dan sosial dapat disimpulkan bahwa menurut pandangan islam keberadaan pribadi seseorang adalah: 1. Pribadi yang aktivistik karena tanpa aktivitas dalam masyarakat berarti adanya sama dengan tidak ada (wujuduhu ka ‘adamihi), artinya hanya dengan aktivitas, manusia baru diketahui bagaimana pribadinya. 2. Pribadi yang bertanggung jawab secara luas, baik terhadap dirinya, terhadap lingkungannya, maupun terhadap tuhan. 3. Dengan kesimpulan di atas mengeinplisitkan adanya pandangan rekonstruksionisme (rekonstruksi sosial) dalam pendidikan islam melalui individualisasi dan sosialisasi. 1. Tujuan Penciptaan a. Tujuan utama penciptaan manusia ialah agar manusia beribadah kepada Allah. (Q.S. Az-Zahriyah: 56). b. Manusia dicipta untuk diperankan sebagai wakil Tuhan di muka bumi. (Q.S. AlBaqarah: 30, Yunus 14, Al-An’am: 165).

AlHujurat: 13). b. Implikasi Fitrah Manusia Dalam Pendidikan 1. Untuk mencapainya manuia telah diberi pedoman serta kemampuan. tergambar secara jelas bagaimana citra manusia menurut pandangan islam: a. Pemberian stimulus dan pendidikan demokratis . Sumber Daya Manusia Esensi SDM yang membedakan dengan potensi-potensi yang diberikan kepada makhluk lainnya dan memang sangat tinggi nilainya ialah “kebebasan” dan “hidayah Allah”.S. Citra manusia dalam Islam.c. Islam berwawasan optimistik tentang manusia dan sama menolak sama sekali anggapan pesimistik dari sementara filosof eksistensialis yang menganggap manusia sebagai makhluk yang terdampar dan terlantar dalam hidup dan harus bertanggung jawab sendiri sepenuhnya atas eksistensinya. tujuan penciptaan yang ketiga ini menegaskan perlunya tanggung jawab bersama dalam menciptakan tatanan kehidupan dunia yang damai. Manusia makhluk yang paling mampu bertanggung jawab karena dikaruniai seperangkat alat untuk dapat bertanggung jawab yaitu kebebasan berpikir berkehendak. Berdasarkan uraian tentang fitrah manusia ditinjau dari hakekat wujudnya. Manusia dicipta untuk membentuk masyarakat manusia yang saling kenal-mengenal. yakni akal dan agama. 2. C. tujuan penciptaannya dan sumber daya insaninya. Perjuangan hidup manusia bukan sekedar trial and error belaka tetapi sudah mempunyai arah dan tujuan hidup yang jelas dan yang telah digariskan oleh Tuhan Yang Maha Bijaksana. yang sesungguhnya inheren dalam fitrah manusia. c. dan berbuat. hormat menghormati dan tolong-menolong antara satu dengan yang lain (Q. 3.

implikasi fitrah manusia dalam pendidikan islam dapat disimpulkan bahwa jasa pendidikan dapat diharapkan sejauh menyangkut development dan becoming sesuai dengan citra manusia menurut pandangan islam. Dengan bantuan kajian psikologik. tetapi dari segi rohani. faktor keturunan tidaklah merupakan suatu yang kaku sehingga tidak bisa dipengaruhi. meskipun semua itu merupakan potensi yang mengandung berbagai kemungkinan. spiritual dan moral memang belum selesai. lingkungan sekitar ialah aspek pendidikan yang penting. Kebijakan pendidikan perlu pertimbangan empiris. Alat untuk melentur dan mengubahnya ialah lingkungan dengan segala anasirnya. didayagunakan dan diaktualisasikan. sehingga ia menjadi makhluk yang responsible (bertanggung jawab). Oleh karena itu pendidikan yang sebenarnya adalah pendidikan yang memberikan stimulus dan dilaksanakan secara demokratis. Ini berarti bahwa fitrah tidak berarti kosong atau bersih seperti teori tabula rasa tetapi merupakan pola dasar yang dilengkapi dengan berbagai sumber daya manusia yang potensial . Namun demikian. Karenanya. “morally is unfinished”. “Physically and biologically is finished”. 3. Konsep fitrah dan aliran konvergensi Dari satu sisi. Ia bahkan dapat dilenturkan dalam batas tertentu. 2.Manusia ditinjau dari segi fisik-biologis mungkin boleh dikatakan sudah selesai. Manusia tidak dapat dipandang sebagai makhluk yang reaktif. dalam Islam. Kedua: Karena masih merupakan potensi maka fitrah itu belum berarti bagi kehidupan manusia sebelum dikembangkan. Adapun kedekatannya: Pertama: Islam menegaskan bahwa manusia mempunyai bakat-bakat bawaan atau keturunan. melainkan responsif. aliran konvergensi dekat dengan konsep fitrah walaupun tidak sama karena perbedaan paradigmanya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful