Beranda

1234

Fenomenologi
0 komentar rannum_boy's Juni - 17 BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Fenomenologi Fenomenologi adalah sebuah studi dalam bidang filsafat yang mempelajari manusia sebagai sebuah fenomena. Ilmu fenomenologi dalam filsafat biasa dihubungkan dengan Ilmu Hermeneutik, yaitu ilmu yang mempelajari arti dari pada fenomenologi. Secara harfiah, fenomenologi fenomenalisme adalah aliran atau paham yang menganggap bahwa fenomenalisme (gejala) adalah sumber pengetahuan dan kebenaran. Seorang fenomenalisme suku melihat suatu gejala tertentu dengan ahli ilmu positif yang mengumpulkan data, mencari korelasi dan fungsi, serta membuat hukum-hukum dan teori. Manusia menumpukkan dirinya sebagai hal yang transenden (menonjolkan hal yang bersifat kerohanian), sintesa (paduan) dan obyek dan subyek. Manusia sebagai entri quman de (mengada pada alam) menjadi satu dengan alam itu. Manusia mengkonstitusi alamnya untuk melihat suatu hal. Manusia harus mengkonversikan mata, mengakomodasikan lensa, dan mengfiksasikan hal yang ingin dilihat. Salah seorang tokoh fenomenologi adalah Endmund Husserl (1859-1938), ia selalu berupaya ingin mendekati realitas tidak melalui argumen-argumen, konsep-konsep, atau teori ilmu "zuruck zu den sachen seibst", kembali kepada benda-benda itu sendiri merupakan inti dari pendekatan yang dipakai untuk mendeskripsikan realitas menurut apa adanya.

konkrit. dan keduanya wajib ada karena merupakan suatu kesatuan asasi bagi terwujudnya pengetahuan manusia. yaitu antara kutub si pengenal dan kutub yang dikenal. jasmani-inderawi tadi ke tingka abstrak dan karena itu universal. akan tetapi untuk membentuk sebuah pengetahuan keduanya tidak dapat dipisahkan satu sama lain. melainkan juga melalui itu dimungkinkan untuk sampai pada pengetahuan abstrak tentang berbagai obyek lain secara teoritis dapat dijangkau oleh akal budi manusia. psikologi. khusus yang dikenalnya melalui pengamatan inderawinya.Setiap obyek memiliki hakikat. Walaupun secara tegas keduanya berbeda. Pengetahuan adalah peristiwa yang terjadi dalam diri manusia. manusia sebagai subyek pengetahuan memegang peranan penting. subyek harus terarah kepada obyek. berkat unsure jasmaniyah. Fenomenologi banyak diterapkan dalam epistemology. subyek adalah manusia dengan akal budinya. Pengetahuan manusia tidak hanya berkaitan dengan obyek konkrit. Dalam hal ini pengetahuan dan ilmu pengetahuan. serta dengan bantuan jiwa dan akal budinya. B. Suatu kenyataan bahwa supaya ada pengetahuan. Fenomenologi Pengetahuan dan Ilmu Pengetahuan Secara epistemologi dalam gejala terbentuknya pengetahuan manusia itu. atau antara subyek dan obyek. Maka tanpa ingin meremehkan peran penting dari obyek pengetahuan. Keterarahan manusia terhadap obyek jadinya merupakan faktor yang sangat menentukan bagi munculnya pengetahuan manusia. Pengetahuan terwujud kalau manusia sendiri adalah bagian dari obyek. antropologi dan studi-studi keagamaaan (kajian atas Kitab Suci). Dari realitas alam semesta ini. dan sebaliknya obyek harus terbuka dan terarah kepada subyek. . manusia mampu menangkap obyek yang ada di sekitarnya karena tubuh jasmani manusia adalah bagian dari realitas alam semesta ini. sedangkan obyek adalah kenyataan yang diamati dan dialami di alam semesta ini. dan itu berbicara kepada kita jika kita membuka diri kepada gejala-gejala yang kita terima. manusia mampu mengangkat pengetahuan abstrak tentang berbagai obyek lain serta bersifat temporal.

maka lahirlah apa yang kita kenal sebagai Ilmu Pengetahuan. argumen dan analogi. dan bahwa Z adalah kegiatan doa. disusun dan diatur secara sistematis dengan menggunakan metode tertentu yang bersifat baku. namun saya menangkap tindakan-tindakan yang penuh arti. Berkat refleksi ini pula pengetahuan yang semula bersifat langsung dan spontan. atau dapat pula dikritik dan dibela. menurut aspek tertentu dari penyelidikan. . eksperimen. Dapat dikatakan bahwa suatu metode adalah kombinasi sistematik dan proses-proses kognitif dengan menggunakan teknik-teknik khusus. deduksi. perasaan-perasaan dan maksud-maksud dari seseorang yang diungkapkan dalam tindakan luar. Pertama-tama agama adalah fenomena yang terjadi dalam subyek manusia serta terungkapkan dalam tanda dan simbol. abstraksi. penilaian. induksi. klasifikasi. Bagaimana saya tahu bahwa X adalah tarian ritual? Hal ini tidak saya simpulkan hanya dengan melihat gerakan-gerakan. seperti pikiran-pikiran. kalau dia mempelajari fenomena religius.Pengetahuan manusia yang bersifat umum dan universal itulah memungkinkan untuk dirumuskan dan dikomunikasikan dalam bahasa yang bersifat umum dan universal untuk bias dipahami oleh siapa saja dari waktu dan tempat mana saja. konseptualisasi. Metode Fenomenologi Historis Agama Metodologi adalah studi tentang metode yang digunakan dalam suatu bidang ilmu untuk memperoleh pengetahuan mengenai pokok persoalan dari ilmu itu. sehingga isinya dapat dipertanggungjawabkan. Jadi Ilmu Pengetahuan muncul karena apa yang sudah diketahui secara spontan dan langsung tadi. Fenomenologi historis agama menggunakan metode ilmiah sebagaimana telah dipaparkan. bahwa Y adalah tindakan kurban. fenomena religius adalah fenomena yang sungguh obyektif. Metodologi berhubungan dengan proses-proses kognitif yang dituntut oleh persoalan-persoalan yang muncul dari cirri pokok studi itu. observasi. generalisasi. dan akhirnya pemahaman itu sendiri adalah pross-proses kognitif. Fakta ini mengandaikan perlunya obyektivitas. Dengan kata lain. meski faakta yang sebenarnya berdasarkan pada subyektivitas. Bidang studi meliputi fakta religius yang bersifat subyektif. Kita dapat mengulangi tindakan pemahaman dari pengamat-pengamat lain dan menyimpulkan bahwa X adalah suatu tindakan kebaktian. C. kemudian diatur dan dilakukan secara sistematis sedemikian rupa.

emosi. Seperti kita lihat sejarah agama membahas aspek-aspek yang paling pokok dari kehidupan manusia sampai menjadi dasar sepenuh-penuhnya bahwa agama adalah sesuatu yang paling dalam dan paling luhur dalam wilayah eksistensi spiritual dan intelektual manusia. ide-ide dari orang lain dan sebagainya. bukan karena sebagai tindakan budi yang berpikir melainkan sebagai sesuatu yang kebenarannya dapat dibuktikan oleh para pengamat yang independent. Obyektivitas di sini berarti membiarkan fakta berbicara untuk dirinya inilah prinsip epoche dalam fenomenologi historis agama. Tindakan memahami ini tidak akan diperoleh lewat pengalaman reproduktif dari emosi dan pemikiran orang lain. Umngkapan-ungkapan ini meliputi kata-kata dan tandatanda apapun jenisnya dan tingkah laku yang ekspresif seperti tarian. Mengalami dengan cara imitative atau reproduktif bukan merupakan kondisi untuk memahami pengalaman orang lain. atau seseorang dalam keadaan gembira bisa mengerti bahwa ada orang lain sedang sedih. Misalnya. Kalau seorang siswa yang belajar agama tidak tahu tentang pengalaman pribadi dari hidupnya sendiri apa artinya berdoa. Tujuan keseluruhan tipe pemahaman tingkah laku orang beragama ini tepatnya untuk menangkap makna lebih dalam dan intensionalitas dari data religius orang lain yang merupakan ekspresi-ekspresi dari pengalaman religius dan imannya lebih dalam. kita memasuki pemikiran mereka. pandangannya tentang doa menjadi tak ternilai. Prinsip kedua dari visi eidehk dalam metodologi agama mengarah pada pencarian makna hakiki dan fenomena religius. Pemahaman makna femomena religius diperoleh selalu dan hanya lewat pemahaman ungkapan-ungkapan.Fakta religius bersifat subyektif. hanya melalui ekspresilah kita menangkap pikiran-pikiran religius orang lain. Namun. Dan hanya dengan memikirkan serta mengalaminya kembali dengan empati atau wawasan imajinatif. Meskipun disadari batas-batasnya dalam tuga memasuki kedalaman pengalaman dari suatu jiwa religius. artinya penilaian yang dikonsepkan sebelumnya harus ditunda sampai fenomena sendiri bicara untuk dirinya. artinya merupakan keadaan mental dari manusia religius. orang haruslah lebih dahulu mengalami kesedihan untuk sunggung-sungguh memahami kesedihan orang lain. Pemahaman suatu fenomena religius meliputi empati terhadap pengalaman. dalam caranya melihat hal-hal atau menginterpretasikannya fakta ini dan kaitankaitannya sekaligus bersifat obyektif. . pemikiran. orang dapat tetap bersikap tenang ketika dia menyampaikan bahwa orang lain sangat gembira.

oleh karena itu sejarah agama mempelajari data religius dalam kaitan historisnya bukan saja dengan data religius lain. dengan kutukan jika rangkaian kejadiannya dalam waktu berhubungan dengan suatu perkembangan dari dalam. sejarah agama. maka ilmu agama menjadi ilmu sejarah. dan sebagainya. tetapi juga dengan data yang bukan religius. Adapun gejala ialah sebuah peristiwa yang telah terjadi yang kemudian diamati oleh manusia tetntang hakikat apa yang ada di balik fenomena tersebut. filolog berusaha menginterpretasikan suatu teks berkenaan dengan persoalan agama dengan setepat-tepatnya.D. E. Kalau menyangkut hubungan-hubungan formal. Lebih dari itu tidaklah cukup hanya mengetahui apa yang tepatnya terjadi dan bagaimana fakta itu didapatkan yang ingin kita ketahui terutama adalah makna dari kejadian itu. untuk menentukan hubungan dan mengelompokkan fakta menurut hubungan tersebut. Data itu masuk dalam serial atau rangkaian dalam hal yang pertama. Oleh karena itu fenomena sains pun bias dibuktikan dalam sunnah seorang nabi yang sangat luar biasa hebat dan itu juga karena kehendak Sang Pencipta. Sejarah agama pertama-tama berurusan dengan agama dalam lingkupnya masing-masing. ilmu agama hanya bersifat deskriptif. Arkeolog berusaha merekonstruksi suatu kompleks tempat suci kuno atau menerang. kemasyarakatan. fenomenologi agama akan mengklasifikasikan data religius di bawah tipe-tipe kalau hubungan itu bersifat kronologis. Ilmu ini berusaha mengkoordinasikan data religius. Sebagaimana yang dipelajari terpisah oleh berbagai disiplin ilmu khusus. Fenomenologi agama tidak membatasi diri pada verifikasi dan penjelasan analisis dari masing-masing data. apakah itu kesusatraan. Fenomenologi Sains dan Sunnah Sebagaimana yang kita ketahui bahwasanya fenomena yakni bermakna gejala. kesenian. Perkembangannya dalam lingkup yang sama. Dalam hal yang kedua kalau perhubungan yang diselidiki tidak hanya bersifat kronologis. Tujuan Fenomenologi Historis Agama Ada berbagai cara dalam mempelajari fenomena agama. Nabi Muhammad bersabda: Artinya: "…ia tetap berada di tempatnya dan tidak berpindah dan bergeser…" .

ia tenggelam dan terbit pada suatu kaum (dan dalam waktu bersamaan) satu kaum mengatakan ia tenggelam sementara kaum yang lain mengatakan ia terbit. Ia tenggelam bagi satu kaum dan terbit bagi satu kaum yang lain. (musnad Imam Abiy Ishaq Al-Hamadaniy).a. persis sebagaimana firman Allah SWT: "Dan masing-masing beredar pada garis edarnya" (QS. ia itu berada di tempatnya. Yasin (36): 40).Diriwayatkan dari Ibnu Abbas r. Benda-benda di angkasa ini beredar pada garis orbit tertentu. Penyampaian fakta-fakta alam ini dengan formulasi ilmiah yang cukup detail pada kurun waktu di mana telah berkembang luas keyakinan manusia akan kedataran dan bumi dari ketidakbergerakannya. Tidak ada juga yang mengetahui pergerakan bulan dan matahari atau gerakan benda-benda langit lainnya maupun bentuk riil dan manifestasi nyata pergerakan tersebut. Fenomena terpenting dari kebulatan bumi adalah keragaman mathla' (posisi terbit). termasuk salah satu pancaran sinar kenabian yang membuktikan kenabian dan risalah beliau. Hal ini tidak mungkin terjadi kecuali jika bumi berbentuk bulat atau elips dan ia terus menerus berputar mengelilingi porosnya di hadapan matahari. kemana tenggelamnya benda-benda (angkasa) yang tenggelam itu. Tidak ada seorang pun di senanjung Arab pada zaman diturunkannya Wahyu bahkan berabad-abad setelahnya. yang mengetahui fakta "kebulatan" bumi dan rotasinya mengelilingi porosnya di hadapan matahari. . tidak berpindah dan bergeser. Hadist ini menjelaskan bahwa matahari terus menerus terbit dan terbenam saling bergantian di atas permukaan bumi. tidak bergeser dan pindah sedikitpun. bahwasanya Rasulullah pernah ditanya. dan dari mana terbitnya benda-benda (angkasa) yang terbit itu? Beliau menjawab. Lantaran keragaman horizon (cakrawala) sehingga matahari. bulan dan benda-benda angkasa lainnya menghilang dari penduduk bumi di satu kawasan dan terbit pada penduduk bumi kawasan lain. Dan ini akan berlangsung hingga Kiamat tiba. Lingkungan Arab pada zaman Wahyu adalah lingkungan yang sangat primitive dan tidak mengenali ilmu pengetahuan secara umum maupun pengetahuan tentang alam semesta dan komponen-komponen secara khusus. sehingga terjadilah siang dan malam di atas permukaannya secara bergantian.

yaitu selalu berupaya ingin mendekati realitas tidak melalui argumen-argumen.BAB III KESIMPULAN Fenomenologi merupakan sebuah studi dalam bidang filsafat yang mengajari manusia sebagai sebuah fenomena. dapat di katakana bahwa suatu metode adalah kombinasi sistematik dari proses-proses kognitif dengan menggunakan teknik-teknik khusus. Edmund Hursell adalah seorang tokoh fenomenologi. tetapi juga dengan data yang bukan religius. Sejarah agama pertama-tama berurusan dengan agama dalam lingkupnya masing-masing. kesenian. Seperti kita lihat. sejarah agama membahas aspek-aspek yang paling pokok dari kehidupan manusia sampai menjadi dasar sepenuh-penuhnya bahwa agama adalah sesuatu yang paling dalam dan paling luhur dalam wilayah eksistensi spiritual dan intelektual manusia. . Tinjauan keseluruhan tipe pemahaman tingkah laku orang beragam ini tepatnya untuk menangkap makna lebih dalam dari dan intensionalitas dari data religius orang lainyang merupakan ekspresi-ekpresi dari pengalaman religius dan imannya lebih dalam. ilmu pengetahuan muncul karena apa yang sudah diketahui secara spontas dan langsung disusun dan diatur secara sistematis dengan menggunakan metode tertentu yang bersifat baku. Lebih dari itu tidaklah cukup hanya mengetahui apa yang tepatnya terjadi dan bagaimana fakta itu didapatkan yang ingin kita ketahui terutama adalah makna dari kejadian itu. Meskipun disadari batasbatasnya dalam tugas memasuki kedalaman pengalaman dari suatu jiwa religius. Metodologi adalah studi tentang metode yang digunakan dalam suatu bidang ilmu untuk memperoleh pengetahuan mengenai pokok persoalan dan ilmu itu. kemasyarakatan dan sebagainya. Dalam fenomenologi. Fenomena atau fenomenalisme adalah aliran atau paham yang menganggap bahwa fonomenalisme (gejala) adalah sumber ilmu pengetahuan dan kebenaran. Perkembangannya dalam lingkup yang sama. konsep-konsep atau teori umum. menurut aspek tertentu dan penyelidikan metodelogi berhubungan dengan proses-proses kognitif yang dituntut oleh persoalan-persoalan yang muncul dari pondok studi itu. Bukan saja dengan data religius lain. apakah itu kesusasteran. oleh karena itu sejarah agama mempelajari data religius dalam kaitan historisnya.

termasuk salah satu pancaran sinar kenabian yang membuktikan kenabian dan risalah beliau.Penyampaian fakta-fakta alam dengan formulasi ilmiah yang cukup detail pada kurun waktu dimana telah berkembang luas keyakinan manusia akan kedataran dan bumi dari ketidakbergerakannya. .

Sejarah NU Nahdlatul Ulama  DOA MUSTAJAB PD SAAT HAJI PENGANTAR Sore itu hari Kamis tanggal 9 Dzulhijjah. An-Najjar Zaqhlul. Fenomenologi Agama.. Apa yang dimengerti. Pembuktian sains dalam Sunnah. studi dalam bidang filsa. belum tentu dimengerti. awan bergelayut manja di atas padang Arafah seak... 2006 Leave a Reply makalah sebagian siap Popular Posts  PENDIDIKAN Islam DI ERA GLOBALISASI A A A A Alhamduli.. 2007 Keraf Sony dan Mikhael.. Dua Ilmu Pengetahuan: Sebuah Tinjauan Filosofis.. 1995 Dr.. belum tentu didengar. Jakarta: AMZAH.  CEK KEASLIAN (original) WINDOWS SEV 7 dan XP . Jilid 2. 2001 Dhavomony Mariasuasi. Yogyakarta: PusApom Press. (kebangkitan ulama atau kebangkitan ce. Yogyakarta: KANISIUS..  10 Langkah Strategi komunikasi 10 Langkah Strategi Komunikasi Apa yang dikatakan. Pengantar Filsafat..  Fenomenologi BAB II PEMBAHASAN A. Apa yang didengar.DAFTAR PUSTAKA Maksum Ali. bel. Yogyakarta: KANISIUS.. Pengertian Fenomenologi Fenomenologi adalah sebuah  SEJARAH DAN PERKEMBANGAN NU SEJARAH DAN PERKEMBANGAN NU A.

.. k.  POLIGAMI DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM POLIGAMI DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM A...  Pemikiran August Comte A. Monogamy dapat dipasangkan d... Surat al-Baqarah ayat 142 ‫ ل ق‬. Pengertian Poligami Kata Category List            Agenk (1) cerpen (2) FILSAFAT (4) Haji (2) Komputer (5) Makalah (8) Makalah PSIKOLOGI (2) Management (2) Pandangan dari Islam (2) PEMIKIRN (1) TAMBAHAN (2) go to top Category o o o o Agenk (1) cerpen (2) FILSAFAT (4) Haji (2) . Pemikiran August Comte dalam Perspektif Islam August Comte nama lengkapnya Isdore Marie August...CEK KEASLIAN (original) WINDOWS SEV 7 Bagi sebagian orang tidak memperdulikan masalah lisensi pada windows 7..  PERTENTANGAN-PERTENTANGAN SOSIAL DAN INTEGRASI MASYARAKAT KATA PENGANTAR Segala puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT.. Mereka hanya mengerti s.  SABAB NUZUL SURAT AL-BAQARAH AYAT 142 dan 144 (Kajian Analisis Historis tentang Perpindahan Kiblat) SABAB NUZUL SURAT AL-BAQARAH AYAT 142 dan 144 (Kajian Analisis Historis tentang Perpindahan Kiblat) I.

...  Senja Terakhir Untuk Pacarku (cerpen) bagian 4  Masa lalu (memory) -------------cerpen bagian 3  cerpen 2  ► Mei (2) .  POLIGAMI DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM  MANAGEMENT  PENDIDIKAN Islam DI ERA GLOBALISASI  Psikopatologi dalam Ajaran Agama Islam  Religiulitas  Pemikiran August Comte  Fenomenologi  FILSAFAT  KEBUDAYAAN INDONESIA  DOA MUSTAJAB PD SAAT HAJI  DOA MUSTAJAB PD SAAT HAJI  SEJARAH DAN PERKEMBANGAN NU  ONTOLOGI  PENGENALAN KEPADA PSIKOLOGI  PEMIKIRAN PROGRESIF  KEPRIBADIAN AB NORMAL  PERTENTANGAN-PERTENTANGAN SOSIAL DAN INTEGRASI MA.o o o o o o o Komputer (5) Makalah (8) Makalah PSIKOLOGI (2) Management (2) Pandangan dari Islam (2) PEMIKIRN (1) TAMBAHAN (2) Blogroll Blog Archive o ▼ 2011 (32)  ▼ Juni (28)  cara mengatasi virus kantuk  <!--[if !mso]> v\:* {behavior:url(#default#VML)...  MU'TAZILA  BUDAYA POLITIK  PANDUAN PENGETIKAN ARAB  10 Langkah Strategi komunikasi  CEK KEASLIAN (original) WINDOWS SEV 7 dan XP  CARA MENGATASI FILE YANG HILANG/DISEMBUNYIKAN VIRU..}o.

 ► April (2) Blogger by :-> Best Theme © 2011 ILMU Designed by Top WordPress Theme Support by Premium Blogger Themes .