ISI PANDANGAN DOROTHY E. JOHNSON MENGENAI KONSEP DAN TEORI KEPERAWATAN I. BIOGRAFI DOROTHY E.JOHNSON Ø Dorothy E.

Jhonson dilahirkan pada tanggal 21 agustus 1919 di savannah,Georgia. Ø Tahun1938 Johnson memperolehgelar A.A.dari Armstrong junior College di Savannah, Georgia. Ø Tahun1949-1978 Johnson menjadi instruktur dan asistenprofesor dalam perawat kesehatananak-anak (pediatric nutrsing) di Vanderbilt University School of Nursing. Ø Tahun1955-1956 Johnson menjadi penasehat pediatric nursing yang ditugaskan di Sekolah kesehatan Kristen bidang Keperawatan di Vellore, India Selatan. Ø Penghargaan yang paling dibanggakan adalah Faculty Award. Ø Tahun 1975. Lulu Hassenplug Distinguished Achievement Award dari Asisi. Perawat CaliforniaTahun1977 dan Vanderbilt University School of Nursing Award for Excellence in Nursing Tahun1981. Teori sistem perilaku Johnson tumbuh dari keyakinan Nightingale yakni tujuan tujuan perawatan adalah membantu individu-individu untuk mencegah atau mengobati dari penyakit atau cidera. Ilmu dan seni merawat harus berfokus pada pasien sebagi individu dan bukan pada entitas yang spesifik. Johnson memanfaatkan hasil kerja ilmu perilaku dalam psikologi, sosiologi dan etnologi untuk membangun teorinya . ia menyandarkan sepenuhnya pada toeri sistem-sistem dan menggunakan konsep dan definisi dari A. Rapoport,R. Chin dan W.Buckley. struktur teori sistem perilaku dipolakan sesudah model sistem; sistem dinyatakan terdiri dari bagian yang berkaitan untuk melakukan fungsi bersama-sama untuk membentuk keseluruhan. Dalam tulisannya, Johnson mengkonseptualkan manusia sebagai sistem perilaku dimana fungsi adalah observasi perilaku adalah teori sistem biologi, yang menyatakan bahwa manusia merupakan sistem biologi yang terdiri dari bagian biologi dan penyakit adalah hasil gangguan sistem biologi. Pengembangan teori dari sebuah perspektif filosofis, Johnson menulis bahwa perawatan merupakan konstribusi penyediaan fungsi perilaku efektif pada pasien sebelum, selama dan sesudah penyakit. Ia memakai konsep dari disiplin ilmu lain seperti sosialisasi, motivasi, stimulus, kepekaan, adaptasi dan modifikasi perilaku, untuk mengembangkan teorinya.

Sistem perilaku mencakup pola.Johnson mencatat bahwa meski literatur menunjukkan ide dukungan lain yaitu bahwa manusia merupakan sistem perilaku. Pengetahuan bagian-bagian sistem perilaku dicikung dalam ilmu-ilmu perilaku. Dengan memakai definisi sistem oleh rapoport tahun 1968. Disamping itu . III. Motivasi mengendalikan langsung aktifitas subsistem-subsistem ini yang berubah secara kontinyu dikarenakan kedewasaan. Cara-cara bersikap ini membentuk unit fungsi teroraganisasi dan terintegrasi yang menentukan dan membatasi interaksi antara seseorang dengan lingkunganya dan menciptakan hubungan seseorang dengan obyek. SYSTEM PERILAKU (BEHAVIORAL SYSTEM). Sistem biasanya cukup fleksibel untuk mengakomodasi pengaruh yang diakibatkan. Manusia sebagai system perilaku berusaha untuk mencapai stabilitas dan keseimbangan dengan pengaturan dan adaptasi yang berhasil pada beberapa tingkatan untuk efisiensi dan efektifitas suatu fungsi. Johnson menerima pernyataan chin yakni tedapat “organisasi. II. bagian-bagian system berubah menjadi subsistem-subsistem dengan tugas tertentu. tetapi literatur empiris mendukung dugaan bahwa sistem perilaku merupakan keseluruhan yang belum dikembangkan. SUBSISTEM. peristiwa dan situasi dengan lingkunganya . Johnson menyatakan . Suatu subsistem merupakan “sistem kecil dengan tujuan khusus sendiri dan berfungsi dapat dijaga sepanjang hubunganya dengan subsitem lain atau lingkungan tidak diganggu.” (system merupakan keseluruhan yang berfungsi berdasarkan atas ketergantungan antar bagian-bagiannya). A. Tujuh subsistem yang di identifikasi oleh Johnson bersifat terbuka. Johnson menerima definisi perilaku seperti diyatakan oleh para ahli perilaku dan biologi: output dari struktur dan proses-proses intra-organismik yang keduanya dikoordinasi dan di artikulasi dan bersifat responsif terhadap perubahan-perubahan dalam sensori stimulation. pengalaman dan pembelajaran . Karena behavioral sistem memiliki banyak tugas untuk dikerjakan. pengetahuan atas bagian-bagianya lebih dahulu dari pengetahuan keseluruhan sistem. KONSEP-KONSEP UTAMA DAN DEFINISI-DEFINISI Teori keperawatan Dorothy E Johnson diukur dengan behavioral sistem theory. interaksi. interpedensi dan integrasi bagian dan elemen-elemen”. Dalam sistem biologis . perulangan dan cara-cara bersikap dengan maksud tertentu. manusia berusaha menjaga keseimbangan dalam bagian-bagian ini melalui pengaturan dan adapatasi terhadap kekuatan yang mengenai mereka. . terhubung dan saling berkaitan (interealated). sejauh yang ia tahu. ide tersebut adalah asli dari dirinya. Johnson memfokuskan pada perilaku yang dipengaruhi oleh kehadiran aktual dan tak langsung makhluk sosial lain yang telah ditunjukkan mempunyai signifikansi adaptif utama. ” A system is a whole that functions as a whole by virtue of the interpedence of it’s part. biasanya sikap daqpat digambarkan dan dijelaskan.

merupakan bentuk mekanisme pertahanan diri atau perlindungan dan berbagai ancaman yang ada di lingkungan. dimana individu dipandang sebagai sitem perilaku yang selalu ingin mencapai keseimbangan dan stabilitas. berhubungan dengan bagaimana. merupakan tingkat pencapaian prestasi melalui ketrampilan yang kreatif (2) Subsistem Perhubungan (afiliasi). baik di lingkungan internal maupun eksternal. eliminative. keamanan serta kepercayaan. Koping terhadap ancaman di lingkungan. Ø Agresif. merupakan tingkat pencapaian prestasi melalui kterampilan yang kreatif. Ø Achievement. (7) Subsistem Seksualitas. Ø Eliminasi. kapan. achievement dan aggressive. (1) Subsistem Pencapaian (Achievement). cara. sexual. MODEL KONSEP DAN TEORI KEPERAWATAN JOHNSON Model konsep dan teori keperawatan menurut Johnson adalah dengan pendekatan system perilaku. ingestive.system yang dijelaskan tampak ada cross-culturally dan di kontrol oleh faktor biologis. dan banyaknya zat yang tidak di butuhkan oleh tubuh dikeluarkan secara bilogis sebagai suatu subsistem tingkah laku. (5) Subsistem Eliminasi. tujuh elemen yang diidentifikasi adalah affiliative. psikologi dan sosiologi. dependency. (4) Subsistem Ketergantungan (Dependency). . pemenuhan kebutuhan dicintai dan mencintai B. pencapaian hubungan dengan lingkungan yang adekuat. yaitu berhubungan dengan bagaimana. juga memiliki keinginan dalam mengatur dan menyesuaikan dari pengaruh yang ditimbulkanya. (6) Subsistem Ingesti. didalamnya terdapat komponen sub system yang membentuk system tersebut. sistem perilaku dlm mengadaptasikan bantuan. Hal-hal yang berhubungan dengan pola makan. kedamaian. Hal-hal yang berhubungan dengan pembuangan zat-zat yang tidak dibutuhkan oleh tubuh secara biologis. cara. diantaranya komponen sub system yang membentuk system perilaku menurut Johnson adalah : Ø Ingestif. kapan. (3) Subsistem Penyerangan (agresi). Sebagai suatu system . dan banyaknya makan dan minum sebagai suatu subsistem tingkah laku.

memberikan eksternal baik sebelum dan selama gangguan keseimbangan system dan karenanya membutuhkan pengetahuan tentang order. Pola-pola respon spesifik manusia membentuk keseluruhan yang terorganisasi dan terintegrasi. maka akan terbentuk sebuah system perilaku individu. digunakan dalam pemenuhan kebutuhan saling mencintai dan dicintai. ASUMSI-ASUMSI 1. sehingga Johnson memiliki pandangan bahwa keperawatan dalam mengatasi permasalahan tersebut harus dapat berfungsi sebagai pengatur agar dapat menyeimbangkan system perilaku tersebut. Johnson lebih jauh menganggap bahwa behavioral system adalah penting untuk manusia dan apabila ada tekanan yang kuat atau ketahanan yang rendah mengganggu keseimbangan sistemt perilaku . Klien dalam hal ini adalaha manusia yang mendapat bantuan perawatan dengan keadaan terancam atau potensial oleh kesakitan atau ketidak seimbangan penyesuaian dengan lingkungan. Kesehatan(health) . adalah tindakan eksternal untuk memberikan organisasi perilaku pasien ketika pasien dalam kondisi stres dengan memakai mekanisasi pengaturan yang berkesan atau dengan penyediaan sumberdaya.Ø Seksual. integritas manusia terancam. kedamaian. Ø Ketergantungan. keamanan. pengulangan dan cara bersikap dengan maksud tertentu yang menghubungkan dirinya dengan lingkungannya. Status kesehatan yang ingin dicapai adalah mereka yang mampu berperilaku untuk memelihara keseimbangan atau stabilitas dengan lingkungan. Aktivitas perawatan tadak bergantung pada wewenang medis tetapi bersifat pelengkap(komplementer) bagi medis/ pengobatan. Orang (person) Johnson memandang manusia sebagai system perilaku dengan pola. Ø Afiliasi. seperti yang dipandang Johnson. Perawatan (nursing) Perawatan. keamanan serta kepercayaan. yang menyisakan sedikit energi untuk membantu proses-proses biologis dan penyembuhan. Berdasarkan sub system tersebut diatas. merupakan bentuk pemenuhan kebutuhan tambahan dalam mempertahankan lingkungan yang kondusif dengan penyesuaian dalam kehidupan social. merupakan bagian yang membentuk sistem perilaku dalam mendapatkan bantuan. Person adalah system dari bagian-bagian interpedent yang membutuhkan beberapa aturan dan pengaturan untuk menjaga keseimbangan. C. Usaha-usaha mausia untuk menbangun kembali keseimbangan membutuhkan pengeluaran energi yang luar biasa. Seni dan ilmu. dan kelangsungan hidup. 3. disorder dan control. 2.

kompasiana.Johnson memandang kesehatan sebagai suatu kondisi yang sulit dipahami(elusive) dan dinamis. psikologis dan social. Manusia berusaha mencapai keseimbangan dalam system ini yang akan mengarah ke perilaku fungsional. yang dipengaruhi oleh factor-faktor biologis. Kesehatan direfleksikan oleh organisasi. dan dapat dimanipulasi oleh perawat untuk mencapai kesehatan yang menjadi tujuan pasien. Ketika system membutuhkan sejumlah energi minimum untuk pemeliharaan . 4. interaksi. Ketika lingkungan stabil.com/medis/2011/03/15/johnsons-theory/ . Kesehatan menjadi suatu nilai yang diinginkan oleh para pekerja kesehatan dan memfokuskan pada person bukanya penyakit. suplai energi yang lebih besar yang tersedia mempengaruhi proses biologi dan penyembuhan. Lingkungan Dalam teori Johnson . Keseimbangan yang kurang baik dalam persyaratan structural atau fungsional cenderung mengarah ke memburuknya kesehatan. saling ketergantungan subsistem -subsistem dari system perilaku. lingkungan terdiri dari seluruh factor yang bukan bagian system perilaku individu tetapi hal itu mempengaruhi system. Sumber : http://kesehatan. individu dapat melanjutkan dengan perilaku-perilaku yang baik. Gaya lingkungan yang kuat secara berlebihan mengganggu keseimbangan system perilaku dan mengancam stabilitas seseorang jumlah energi yang tidak tentu dibutuhkan supaya system membangun kembalieqilibrium dalam menghadapi tekanan-tekanan berikutnya. System perilaku berusaha menjaga equilibrium dalam respon terhadap factor lilngkungan dengan mengatur dan adaptasi terhadap kekuatan yang menyertainya. Individu menghubungkan dirinya untuk berinteraksi dengan lingkungan-nya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful