P. 1
Badan Usaha HUkum Dagang

Badan Usaha HUkum Dagang

|Views: 9|Likes:
Published by Rieza Moch Fauzan

More info:

Published by: Rieza Moch Fauzan on Jul 08, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/24/2014

pdf

text

original

Pendahuluan

Latar Belakang Akhir-akhir ini sering kita melihat suatu perusahaan yang bangkrut. Faktor terjadinya kebangkrutan ini diantaranya adalah kekurangan modal dan ada pula dikarenakan tidak mengetahuinya teori-teori dalam ilmu pengetahuan. Dalam sisitem perekonomian nasional, BUMN ikut berperan menghasilkan barang dan jasa yang diperlukan dalam rangka mewujudkan kemakmuran rakyat. Maka dari itu, sangat penting sekali bagi kita untuk mengetahui teori-teori dalam badan usaha. Perumusan Masalah

   

Permasalahn pokok yang akan dibahas dalam makalah ini adalah mengenai” BADAN USAHA”, agar kegiatan ini jelas dan tidak luas cakupannya, maka perlu pembahasan ruang lingkup permasalahan. Dalam hal ini penulis membahas pada hal-hal berikut : Apa yang dimaksud dengan badan usaha ? Bentuk-bentuk badan usaha ? Ada berapa bentuk badan usaha ? Bagaimana fungsi badan usaha ?

Tujuan Pembuatan Makalah Mahasiswa dapat lebih mengetahui lagi tentang badan usaha dan mengetahui jenis – jenis badan usaha. Mahasiswa juga tau perbedaan BUMN DAN BUMS

Pembahasan

Pengertian Badan Usaha Badan Usaha di definisikan sebagai organisasi yang terstruktur dalam mengelola faktor-faktor produksi untuk mendapatkan keuntungan.Pengertian lain Badan usaha dalam buku Kompeten Ekonomi adalah kesatuan yuridis dan ekonomi yang menggunakan faktor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa dengan tujuan mencari keuntungan Bentuk-Bentuk Badan Usaha Badan Usaha menurut pemilikan modalnya dapat digolongkan menjadi empat, yaitu 1. Badan Usaha Milik Swata (BUMS) adalah badan usaha yang seluruh modalnya dimiliki oleh swasta. 2. Badan Usaha Milki Negara (BUMN) adalah badan usaha yang modalnya dimilki oleh negara baik seluruhnya maupun sebagian. 3. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) adalah badan usaha yang modalnya berasal dari kekayaan daerah. 4. Badan Usaha Campuran adalah badan usaha yang modalnya berasal dari pihak swasta dan sebagian lagi bersal dari pemerintah. Badan usaha menurut badan hukumnya dapat digolongkan menjadi enam, yaitu sebagai berikut 1. Perusahaan perseorangan 2. Persekutuan firma 3. Persekutuan komanditer 4. Perseroan terbatas 5. Koperasi 6. Yayasan

Jenis-Jenis Badan Usaha
Berdasarkan bidang atau lapangan usahanya, badan usaha atau perusahaan dapat dibedakan menjadi lima jenis, yaitu yang yang bergerak dibidang ekstraktif, agraris, industri, perdagangan dan jasa.  Bidang ekstraktif adalah perusahaan yang bergerak dibidang pengumpulan atau pengambilan barang yang telah disediakan oleh alam, contohnya : badan usaha yang bergerak dibidang pertambangan, penebangan kayu, pengumpulan hasil hutan selain kayu, produksi garam dan penampungan ikan.  Bidang Agraris adalah perusahaan yang bersifat produksi (menghasilan dengan bantuan alam). Contohnya : badan usaha yang bergerak dibidang pekebunan, pertanian, dan perternakan (hewan/ilkan).  Bidang Industri adalah perusahaan yang menghasilkan barang melalui suatu proses produksi dari bahan setengah jadi menjadi barang baru dengan bentuk dan kualitas yang berbeda dari aslinya. Contohnya : badan usaha dibidang ini adalah industri sepatu, industri bahan, industri lampu.  Bidang Perdagangan adalah perusahaan yang kegiatan utamanya melakukan jual beli. Barang yang dijual masih keadaan sama saat pembelian. Contohnya : badan usaha dibidang ini ialah toko, kios, warung, dan perusahaan ekspor-impor.  Bidang jasa adalah perusahaan yang tidak menghasilkan barang konkrit, tetapi menekankan pada pembeian layanan jasa untuk memperlancar kegiatan ekonomi yang lain. Contohnya : usaha dibidang ini adalah bank, perusahaan asuransi, perushaan angkut, dan bioskop.

Bentuk Badan Usaha
Badan Usaha menurut pemilikan modalnya dapat digolongkan menjadi empat, yaitu 1. Badan usaha milik swasta (BUMS) Badan usaha milik swasta (BUMS) adalah badan usaha yang seluruh modalnya dimiliki oleh pihak swasta, baik orang seorang maupun bersama-sama oleh banyak orang (dalam bentuk pemilikan saham atau simpanan pokok koperasi). Berdasarkan badan hukum yang dipilih, badan usaha milik swasta dapat dibedakan dalam bentuk :
○ ○ ○ ○ ○

Badan usaha perorangan Firma Persekutuan komoditer Perseroan terbatas Koperasi

2. Badan Usaha Milik Negara (BUMN)

Badan usaha milik negara (BUMN) adalah badan usah yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki ole negara melalui pernyataan secara langsung yang berasal dari kekayaan negara yang terpisahkan.
 Salah satu tujuan pemerintah mendirikan BUMN adalah :
○ Memberikan sumbangan bagi perkembangan perekonomian nasional,

pada umunya dan pemerintah negara pada khususnya.
○ Mengejar keuntungan

 Bentuk BUMN

Pada tahun 1969 pemerintah mengklasifikasikan BUMN menjadi 4 macam yaitu :
  

Perusahaan jawatan (perjan) Perusahaan umum (perum) Perusahaan perseroan

3. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)

Badan usaha milik daerah (BUMD) adalah perusahaan yang dimilik pemeintah daerah. BUMD melakukan kegiatan untuk memenuhi masyarakat akan barang dan jasa, kegiatan BUMD diharapkan dapat mendapatkan pendekatan daerah. Selain dan kekayaan daerah, modal bank dapat berasal dari swasta yang berupa saham. Contohnya : perusahaan daerah, PDAM dan BPD.

4. Badan Usaha Campuran adalah badan usaha yang modalnya berasal dari pihak swasta dan sebagian lagi bersal dari pemerintah. Contoh Badan Usaha Campuran : • Join Venture • Trust • Holding Company

Badan usaha menurut badan hukumnya dapat digolongkan menjadi enam, yaitu sebagai berikut 1. Perusahaan perseorangan 2. Persekutuan firma 3. Persekutuan komanditer 4. Perseroan terbatas 5. Koperasi 6. Yayasan

 

Fungsi badan usaha adalah sebagai berikut Fungsi teknis badan usaha mencakup aktivitasnya dalam hal pembagian kerja, usaha dalam mempertahakan kelangsungan produksi, pengawasan terhadap tenaga kerja, dan pengaturan sistem pengupahan. Fungsi komersial badan usaha mencakup aktivitasnya dalam melakukan pembelian bahan baku atau barang dagangan, penjualan dan promosi. Fungsi sosial ekonomis badan usaha mencakup aktivitasnya dalam penyedian lapangan kerja, penerimaan tenaga kerja, seleksi, dan penyediaan faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi kerja. Fungsi finansial badan usaha mencakup aktivitasnya dalam penyediaan moda, dan pengelola modal. Fungsi organisatris badan usaha mencakup aktivitasnya dalam pengelola administrasi perusahaan dan organisasi pengawasan.

Penutup

Kesimpulan Badan Usaha di definisikan sebagai organisasi yang terstruktur dalam mengelola faktor-faktor produksi untuk mendapatkan keuntungan. Pengertian lain Badan usaha dalam buku Kompeten Ekonomi adalah kesatuan yuridis dan ekonomi yang menggunakan faktor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa dengan tujuan mencari keuntungan Badan usaha menurut pemilkan modalnya dapat digolongkan menjadi empat, yaitu sebagai berikut: 1. Badan Usaha Milik Swata (BUMS) adalah badan usaha yang seluruh modalnya dimiliki oleh swasta. 2. Badan Usaha Milki Negara (BUMN) adalah badan usaha yang modalnya dimilki oleh negara baik seluruhnya maupun sebagian. 3. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) adalah badan usaha yang modalnya berasal dari kekayaan daerah. 4. Badan Usaha Campuran adalah badan usaha yang modalnya berasal dari pihak swasta dan sebagian lagi bersal dari pemerintah. SARAN-SARAN Dalam hal ini, penulis menyarankan bahwa karena sangat pentingnya peranan badan usaha dalam kehidupan kita, maka dari itu kita harus mengetahui teori-teori yang ada dalam badan usaha, agar dalam menggeluti dunia perekonomian tidak mengalami kerugian.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->