Pendidikan Karakter di Sekolah

Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Filsafat Ilmu

Disusun oleh: NAMA NIM : Sahala Boy Mangatur Manullang : 5101409030

TEKNIK SIPIL

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2013

…...…..………8 E....….………………………………….……. Pendidikan karakter yang Berhasil…………………………..……………………………………......….……………….…..1 B.....….…..…………….2 C.…2 BAB II PEMBAHASAN………………........20 .…………………. Pengertian………………………….…...... Tujuan……………………………………………………………….……………...…19 DAFTAR PUSTAKA……………………………………...18 A.7 D. Pendidikan karakter membangun keberadaban bangsa………………..…………………...…... Saran…………………. Peranan Pendidikan Karakter di Sekolah…….……………………….Daftar Isi BAB I PENDAHULUAN……………………………..…..….…..3 A..1 A..………………….5 C.3 B. Latar Belakang……………………………………. Kesimpulan………………………………………………………..……18 B....…….16 BAB III PENUTUP………….. Rumusan Masalah…………………………………..…………………. Upaya Peningkatan Mutu PendidikanKarakter…………………...

Hal ini sesuai dengan UU No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 3. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk memenuhi sumber daya manusia tersebut. tetapi lebih oleh kemampuan mengelola diri dan orang lain (soft skill). kreatif. berakhlak mulia. Latar belakang Indonesia memerlukan sumber daya manusia dalam jumlah dan mutu yangmemadai sebagai pendukung utama dalam pembangunan. bermoral. cakap. Berdasarkan fungsi dan tujuan pendidikan nasional. 2000). Berdasarkan penelitian di Harvard University Amerika Serikat (Ali Ibrahim Akbar. Penelitian ini mengungkapkan. yang menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.BAB I PENDAHULUAN A. Untuk itu penulis menulis makalah ini. ternyata kesuksesan seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan kemampuan teknis (hard skill) saja. Melihat masyarakat Indonesia sendiri juga lemah sekali dalam penguasaan soft skill. sopan santun dan berinteraksi dengan masyarakat. kesuksesan hanya ditentukan sekitar 20 persen oleh hard skill dan sisanya 80 persen oleh soft skill. agar pembaca tahu betapa pentingnya pendidikan karakter bagi semua orang. sehat. Hal ini mengisyaratkan bahwa mutu pendidikan karakter peserta didik sangat penting untuk ditingkatkan. Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. berilmu. mandiri. beretika. jelas bahwa pendidikan di setiap jenjang. Bahkan orang-orang tersukses di dunia bisa berhasil dikarenakan lebih banyak didukung kemampuan soft skill daripada hard skill. pendidikan memiliki peran yang sangat penting. khususnya bangsa Indonesia sendiri. . Hal tersebut berkaitan dengan pembentukan karakter peserta didik sehingga mampu bersaing. termasuk di sekolah harus diselenggarakan secara sistematis guna mencapai tujuan tersebut.

Untuk mengetahui bagaiamana gambaran dari pendidikan karakter yang sudah berhasil.B. Untuk mengetahui hubungan pendidikan karakter dengan keberadaban bangsa. Adapun beberapa masalah yang akan dibahas dalam karya tulis ini antara lain: 1. 4. 5. 2. Tujuan Berdasarkan rumusan masalah yang disusun oleh penulis di atas. Bagaimana upaya-upaya dalam meningkatkan mutu dari pendidikan karakter? 5. Untuk mengetahui upaya-upaya dalam meningkatkan mutu dari pendidikan karakter. Untuk mengetahui peranan pendidikan karakter di sekolah 3. Bagaimana gambaran dari pendidikan karakter yang sudah berhasil? C. Bagaimana hubungan pendidikan karakter dengan keberadaban bangsa? 4. Peranan pendidikan karakter di sekolah 3. Rumusan masalah Penulis telah menyusun beberapa masalah yang akan dibahas dalam makalah ini sebagai batasan dalam pembahasan bab isi. Untuk mengetahui apa itu pendidikan karakter. Apa pengertian dari pendidikan karakter itu? 2. . maka tujuan dalam penulisan makalah ini adalah sebagai berikut: 1.

budaya. lingkungan.BAB II PEMBAHASAN A. tujuan pendidikan di SMP sebenarnya dapat dicapai dengan baik. sesama. termasuk komponen komponen pendidikan itu sendiri. yaitu isi kurikulum. Pengertian Karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa. sikap. jenjang. pembiayaan. Terlepas dari berbagai kekurangan dalam praktik pendidikan di Indonesia. Olah Raga dan Kinestetik . Olah Pikir (intellectual development). dan adat istiadat. dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran. dan ethos kerja seluruh warga dan lingkungan sekolah. pendidikan karakter di sekolah selama ini baru menyentuh pada tingkatan pengenalan norma atau nilai-nilai. Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan. kualitas hubungan. diri sendiri. Sebagai upaya untuk meningkatkan kesesuaian dan mutu pendidikan karakter. kesadaran atau kemauan. dan implementasi pembelajaran dan penilaian di sekolah. pengelolaan sekolah. tata krama. Kementerian Pendidikan Nasional mengembangkan grand designpendidikan karakter untuk setiap jalur. perkataan. sesama manusia. Grand design menjadi rujukan konseptual dan operasional pengembangan. pelaksanaan aktivitas atau kegiatan ko-kurikuler. diri sendiri. maupun kebangsaan sehingga menjadi manusia insan kamil. penanganan atau pengelolaan mata pelajaran. dan jenis satuan pendidikan. semua komponen (stakeholders) harus dilibatkan. perasaan. dan perbuatan berdasarkan normanorma agama. dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut. proses pembelajaran dan penilaian. lingkungan. Dalam pendidikan karakter di sekolah. pemberdayaan sarana prasarana. dan belum pada tingkatan internalisasi dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa (YME). pelaksanaan. hukum. dan penilaian pada setiap jalur dan jenjang pendidikan. Permasalahannya. Konfigurasi karakter dalam konteks totalitas proses psikologis dan sosial-kultural tersebut dikelompokan dalam: Olah Hati (Spiritual and emotional development). apabila dilihat dari standar nasional pendidikan yang menjadi acuan pengembangan kurikulum (KTSP). Pembinaan karakter juga termasuk dalam materi yang harus diajarkan dan dikuasai serta direalisasikan oleh peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.

Selama ini. dan manusiawi. Peserta didik mengikuti pendidikan di sekolah hanya sekitar 7 jam per hari. Pengembangan dan implementasi pendidikan karakter perlu dilakukan dengan mengacu pada grand design tersebut. pengaruh pergaulan di lingkungan sekitar. baik. melainkan juga membentuk mereka menjadi pelaku baik bagi perubahan dalam hidupnya sendiri.(Physical and kinestetic development). Kesibukan dan aktivitas kerja orang tua yang relatif tinggi. pendidikan informal terutama dalam lingkungan keluarga belum memberikan kontribusi berarti dalam mendukung pencapaian kompetensi dan pembentukan karakter peserta didik. Selebihnya (70%). pendidikan di sekolah berkontribusi hanya sebesar 30% terhadap hasil pendidikan peserta didik. terutama dalam pembentukan karakter peserta didik . atau kurang dari 30%. Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan.Ed) B. nonformal. Dalam hal ini. yang pada gilirannya akan menyumbangkan perubahan dalam tatanan sosial kemasyarakatan menjadi lebih adil. Pendidikan informal sesungguhnya memiliki peran dan kontribusi yang sangat besar dalam keberhasilan pendidikan. peserta didik berada dalam keluarga dan lingkungan sekitarnya. Salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui pendidikan karakter terpadu. yaitu memadukan dan mengoptimalkan kegiatan pendidikan informal lingkungan keluarga dengan pendidikan formal di sekolah. dan Olah Rasa dan Karsa (Affective and Creativity development). mari terlebih dahulu kita lihat fakta dibawah ini : . Peranan Pendidikan Karakter di Sekolah Sebelum kita membahas topik ini lebih jauh lagi. dan informal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya. dan pengaruh media elektronik ditengarai bisa berpengaruh negatif terhadap perkembangan dan pencapaian hasil belajar peserta didik. Jika dilihat dari aspek kuantitas waktu. kurangnya pemahaman orang tua dalam mendidik anak di lingkungan keluarga.”(Doni Koesoema AM. Menurut UU No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pada pasal 13 Ayat 1 menyebutkan bahwa Jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal. “Pendidikan karakter yang utuh dan menyeluruh tidak sekedar membentuk anak-anak muda menjadi pribadi yang cerdas dan baik. waktu belajar peserta didik di sekolah perlu dioptimalkan agar peningkatan mutu hasil belajar dapat dicapai.

tetapi juga usia dewasa. dan hubungan interpersonal yang buruk. terdapat penelitian lain yang mengindikasikan bahwa 80 persen keberhasilan seseorang di masyarakat ditentukan oleh emotional quotient. sekarang ini mutlak diperlukan bukan hanya di sekolah saja. 158 kepala daerah tersangkut korupsi sepanjang 2004-2011 2. kelak tongkat estafet kita serahkan pada mereka. anak-anak masa kini akan menghadapi persaingan dengan rekan-rekannya dari berbagai belahan negara di dunia. Tuntutan kualitas sumber daya manusia pada tahun 2021 tentunya membutuhkan good character. dan BKPM Sumber : Litbang Kompas Dari data diatas. Bahkan kita yang masih akan berkarya ditahun tersebut akan merasakan perasaan yang sama. Bagaimanapun juga. Bahkan sekarang ini peserta pendidikan karakter bukan lagi anak usia dini hingga remaja. Jika peserta didik kita tidak terdidik pendidikan karakternya sejak dini. tapi dirumah dan di lingkungan sosial. Kasus korupsi terjadi diberbagai lembaga seperti KPU. maka mereka mampu menjalankan dengan baik atau justru sebaliknya? . BI. dapat kita simpulkan betapa sangat buruknya pendidikan karakter di Indonesia ini. 42 anggota DPR terseret korupsi pada kurun waktu 2008-2011 3. KPPU. tidak jujur. Oleh karena itu. Saat itu. Ditjen Pajak. Selain itu.1. Mutlak perlu untuk kelangsungan hidup bangsa ini. Dari sebuah penelitian di Amerika. Bayangkan apa persaingan yang muncul ditahun 2021? Yang jelas itu akan menjadi beban kita dan orangtua masa kini. Pendidikan karakter.KY. peran pendidikan karakter untuk peserta didik sangat penting untuk membentuk karakter mereka agar menjadi peserta didik yang tidak hanya berintelektual tinggi namun juga mempunyai kepribadian dengan karakter yang baik. 90 persen kasus pemecatan disebabkan oleh perilaku buruk seperti tidak bertanggung jawab. 30 anggota DPR periode 1999-2004 terlibat kasus suap pemilihan DGS BI 4. karakter adalah kunci keberhasilan individu. maka bisa kita bayangkan bagaimana kondisi Indonesia 5 tahun bahkan 10 tahun ke depan?. Bagaimana dengan bangsa kita? Bagaimana dengan penerus orang-orang yang sekarang sedang duduk dikursi penting pemerintahan negara ini dan yang duduk di kursi penting yang mengelola roda perekonomian negara ini? Apakah mereka sudah menunjukan kualitas karakter yang baik dan melegakan hati kita? Bisakah kita percaya.

telaah. serta tanpa rasa percaya diri dan optimisme. betapa perbedaan. visioner. dan perbuatan berdasarkan normanorma agama. Simak. ukuran hatimu itulah yang sangat penting” karena otak (pikiran) dan kalbu hati yang paling kuat menggerak seseorang itu ”bertutur kata dan bertindak”. tanpa semangat berkontribusi bagi kemajuan bersama. integritas. dan renungkan dalam hati apakah telah memadai ”wahana” pembelajaran memberikan peluang bagi peserta didik untuk multi kecerdasan yang mampu mengembangkan sikap-sikap: kejujuran. tata krama. diri sendiri. bagaimana toleransi dan keterbukaan para Pendiri Republik ini dalam menerima pendapat. Inilah tantangan kita bangsa Indonesia. kedisipilinan. sesama manusia. lingkungan dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran. tanpa meningkatkan disiplin diri. tidak ada masa depan yang lebih baik yang bisa diwujudkan tanpa kejujuran. ukuran tubuhmu juga tidak penting. pertentangan. sitematik dan berkelanjutan untuk membangkitkan dan menguatkan kesadaran serta keyakinan semua orang Indonesia bahwa tidak akan ada masa depan yang lebih baik tanpa membangun dan menguatkan karakter rakyat Indonesia. tanpa memupuk persatuan di tengahtengah kebinekaan. perasaan. tanpa mengembangkan rasa tanggung jawab. tanpa kegigihan. dan pertukaran pikiran itulah sesungguhnya yang mengantarkan kita ke gerbang kemerdekaan. perkataan. Sejarah memberikan pelajaran yang amat berharga. dan kemandirian. pendidikan karakter juga berarti melakukan usaha sungguh-sungguh. Pendidikan Karakter Untuk Membangun Keberadaban Bangsa Dunia pendidikan diharapkan sebagai motor penggerak untuk memfasilitasi perkembangan karakter. ”Dari mana asalmu tidak penting. dan . Dengan kata lain. tanpa semangat belajar yang tinggi. Melalui perdebatan tersebut kita banyak belajar. Bagi Indonesia sekarang ini.Karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa. hukum. sehingga anggota masyarakat mempunyai kesadaran kehidupan berbangsa dan bernegara yang harmonis dan demokratis dengan tetap memperhatikan sendi-sendi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan norma-norma sosial di masyarakat yang telah menjadi kesepakatan bersama. Theodore Roosevelt mengatakan: “To educate a person in mind and not in morals is to educate a menace to society” (Mendidik seseorang dalam aspek kecerdasan otak dan bukan aspek moral adalah ancaman mara-bahaya kepada masyarakat) C. sikap. ukuran Otakmu cukup penting. budaya dan adat istiadat. komitmen.

betapa kuat keinginan para Pemimpin Bangsa itu untuk bersatu di dalam satu identitas kebangsaan. Kenyataan sejarah dan sosial budaya tersebut lebih diperkuat lagi melalui arti simbol “Bhineka Tunggal Ika” pada lambang negara Indonesia. Ketika merdeka dipilihnya bentuk negara kesatuan. Karena itu pendidikan karakter harus digali dari landasan idiil Pancasila. Sejarah Indonesia memperlihatkan bahwa pada tahun 1928. suku dan keagamaan. dari pendidikan informal. bertanah air. ”Pendidikan Karakter Untuk Membangun Keberadaban Bangsa” adalah kearifan dari keaneragaman nilai dan budaya kehidupan bermasyarakat. ikrar “Sumpah Pemuda” menegaskan tekad untuk membangun nasional Indonesia. Hal ini tentunya juga menuntut adanya dukungan yang kondusif dari pranata politik. D. Pembinaan karakter juga termasuk . Pembiasaan berperilaku santun dan damai adalah refreksi dari tekad kita sekali merdeka. Kedua peristiwa sejarah ini menunjukan suatu kebutuhan yang secara sosio-politis merefleksi keberadaan watak pluralisme tersebut. dan berbahasa satu yaitu Indonesia. dan budaya bangsa. Mereka bersumpah untuk berbangsa. bukan hanya sekedar kata-kata tetapi tindakan dan bukan simbol atau slogan. Dari mana memulai dibelajarkannya nilai-nilai karakter bangsa. apabila dilihat dari standar nasional pendidikan yang menjadi acuan pengembangan kurikulum (KTSP). sosial. tujuan pendidikan sebenarnya dapat dicapai dengan baik. Kearifan itu segera muncul. Pendidikan karakter bukanlah sekedar wacana tetapi realitas implementasinya. Oleh karena itu pendidikan harus diletakan pada posisi yang tepat. (Muktiono Waspodo). tetapi keberpihak yang cerdas untuk membangun keberadaban bangsa Indonesia. sehingga perbedaan-perbedaan tidak menjadi persoalan bagi mereka. jika seseorang membuka diri untuk menjalani kehidupan bersama dengan melihat realitas plural yang terjadi. Tantangan saat ini dan ke depan bagaimana kita mampu menempatkan pendidikan karakter sebagai sesuatu kekuatan bangsa. Upaya Meningkatkan Mutu Pendidikan Karakter Terlepas dari berbagai kekurangan dalam praktik pendidikan di Indonesia. Oleh karena itu kebijakan dan implementasi pendidikan yang berbasis karakter menjadi sangat penting dan strategis dalam rangka membangun bangsa ini. tetap merdeka. dan implementasi pembelajaran dan penilaian di sekolah. Melalui pertukaran pikiran itu kita juga bisa mencermati. apalagi ketika menghadapi konflik yang berbasis pada ras.berbagai kritik saat itu. dan secara pararel berlanjut pada pendidikan formal dan nonformal. dan landasan konstitusional UUD 1945.

Salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui pendidikan karakter terpadu. Menurut UU No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 13 Ayat 1 menyebutkan bahwa Jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal. atau kurang dari 30%. Kesibukan dan aktivitas kerja orang tua yang relatif tinggi. peserta didik berada dalam keluarga dan lingkungan sekitarnya. jenjang. pendidikan di sekolah berkontribusi hanya sebesar 30% terhadap hasil pendidikan peserta didik. Konfigurasi karakter dalam konteks totalitas proses psikologis dan sosial-kultural tersebut dikelompokan dalam: Olah Hati (Spiritual and emotional development). pendidikan informal terutama dalam lingkungan keluarga belum memberikan kontribusi berarti dalam mendukung pencapaian kompetensi dan pembentukan karakter peserta didik. Pendidikan informal sesungguhnya memiliki peran dan kontribusi yang sangat besar dalam keberhasilan pendidikan. Jika dilihat dari aspek kuantitas waktu. pengaruh pergaulan di lingkungan sekitar. dan penilaian pada setiap jalur dan jenjang pendidikan. Kementerian Pendidikan Nasional mengembangkan grand design pendidikan karakter untuk setiap jalur. pendidikan karakter di sekolah selama ini baru menyentuh pada tingkatan pengenalan norma atau nilai-nilai. Permasalahannya. Dalam hal ini. dan belum pada tingkatan internalisasi dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. dan pengaruh media elektronik ditengarai bisa berpengaruh negatif terhadap perkembangan dan pencapaian hasil belajar peserta didik. yaitu memadukan dan mengoptimalkan kegiatan pendidikan informal lingkungan. Olah Pikir (intellectual development). nonformal. Peserta didik mengikuti pendidikan di sekolah hanya sekitar 7 jam per hari. kurangnya pemahaman orang tua dalam mendidik anak di lingkungan keluarga. Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan. Olah Raga dan Kinestetik (Physical and kinestetic development). dan jenis satuan pendidikan. dan informal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya. Pengembangan dan implementasi pendidikan karakter perlu dilakukan dengan mengacu pada grand design tersebut. Selebihnya (70%).dalam materi yang harus diajarkan dan dikuasai serta direalisasikan oleh peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. waktu belajar peserta didik di sekolah perlu dioptimalkan agar . Sebagai upaya untuk meningkatkan kesesuaian dan mutu pendidikan karakter. Selama ini. keluarga dengan pendidikan formal di sekolah. Grand design menjadi rujukan konseptual dan operasional pengembangan pelaksanaan. dan Olah Rasa dan Karsa (Affective and Creativity development).

Semua warga sekolah. terutama dalam pembentukan karakter peserta didik. dan dicari altenatif-alternatif solusinya. pendidikan karakter seharusnya membawa peserta didik ke pengenalan nilai secara kognitif. berakhlak mulia. berkarakter mulia. serta perlu dikembangkannya secara lebih operasional sehingga mudah diimplementasikan di sekolah. mengapa?” . Bandung ) “Guru kreatif terkadang mengajar dalam bingkai eksplorasi dan ketidakjelasan.Guru SD Salman Al Farisi. karena di masa SMP peserta didik belum terlalu melawan kepada guru. Ia lebih mencari esensialitas daripada rutinitas atas apa yang dipelajari bersama siswa. dan anak SMP tidak terlalu kecil untuk mendapatkan materi pendidikan karakter. Sasaran pendidikan karakter adalah seluruh sekolah di Indonesia terutama pada tingkat SMP negeri maupun swasta. ”Pak saya menemukan hal berbeda. dan seimbang. Membangun Karakter Siswa Dengan "Sepiring Nasi" ( Iwan Gunawan. dan pimpinan sekolah menjadi sasaran program ini. mengkaji dan menginternalisasi serta mempersonalisasi nilai-nilai karakter dan akhlak mulia sehingga terwujud dalam perilaku sehari-hari. Sekolah-sekolah yang selama ini telah berhasil melaksanakan pendidikan karakter dengan baik dijadikan sebagai best practices. Ia akan tersenyum manakala siswa bertanya. seperti anak SMA. yang menjadi contoh untuk disebarluaskan ke sekolah-sekolah lainnya. Melalui pendidikan karakter diharapkan peserta didik mampu secara mandiri meningkatkan dan menggunakan pengetahuannya.peningkatan mutu hasil belajar dapat dicapai. pendidikan karakter nantinya diharapkan menjadi budaya sekolah. karyawan administrasi. terpadu. Pada tataran yang lebih luas. seperti anak SD atau MI. Melalui program ini diharapkan lulusan-lulusan dari peserta didik dapat memiliki keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. guru. penghayatan nilai secara afektif. Pendidikan karakter bertujuan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan di sekolah yang mengarah pada pencapaian pembentukan karakter dan akhlak mulia peserta didik secara utuh. Menurut Mochtar Buchori (2007). dan akhirnya ke pengamalan nilai secara nyata. meliputi para peserta didik. Permasalahan pendidikan karakter yang selama ini ada di SMP perlu segera dikaji. sekaligus memiliki kepribadian yang baik sesuai norma-norma dan budaya Indonesia. kompetensi akademik yang utuh dan terpadu. a. tidak seperti yang bapak katakan atau teman sayatemukan.

perut lapar. dan tentunya masih banyak pihak-pihak lain yang terlibat. sehingga bisa memudahkan siswa untuk memahami materi yang rumit dengan cara yang sederhana. Bahkan kita tidak punya waktu sama sekali untuk memperhatikan sepiring nasi ini disaat perut sudah sangat lapar.Awalnya ada sedikit keraguan untuk menuliskan pengalaman ini. tahu. tempe. Tapi biarlah itu berlalu. Sepiring nasi yang biasa kita makan. ketimun. Tetapi tahukah kita bahwa sepiring nasi menyimpan banyak rahasia yang bisa digunakan dalam pembelajaran? Lalu apa kaitan antara sepiring nasi dengan pembelajaran? Secara sepintas mungkin tidak ada. cobalah uraikan kembali „siapa saja‟ yang berperan dalam menyediakan barang-barang tersebut. Mungkin selama ini. karena banyak teman yang „agak sedikit‟ mengerutkan dahi dengan „metode yang agak sedikit nyleneh‟ yang saya pakai ini. piring. . vetsin. Sebagai contoh. Berbicara tentang sepiring nasi. sendok atau mungkin ada hal yang lainnya? Dari analisis sederhana ini. Pernahkan kita berpikir sejauh itu? Mungkin selama ini kita hanya siap untuk menerima semua itu dalam keadaan sudah jadi…nasi rames! Sekarang. sebenarnya memiliki makna yang sangat dalam bagi tumbuhnya kepekaan. kita hanya memandang sesaat sepiring nasi tanpa menganalisisnya lebih dalam. sambal. lalap. Dalam hal ini saya dituntut untuk bisa menterjemahkan hal-hal yang abstrak menjadi nyata buat siswa. mungkin mereka belum tahu metode „sepiring nasi‟ yang pernah saya gunakan. kita mungkin selalu mengkaitkannya dengan masalah makan. “Apa saja” yang ada dalam sepiring nasi? nasi. garam. Ide awal menggunakan metode ini. kepedulian dan penghargaan atas hasil jerih payah orang lain. ikan asin. Cobalah amati dengan seksama dan luangkan waktu sejenak. Tetapi apabila kita mau sedikit kreatif dengansepiring nasi. manusia memiliki keterbatasan dan ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. apa kaitannya antara sepiring nasi dengan pembelajaran? Kini saatnya guru untuk menjelaskan tentang keberadaan manusia sebagai mahluk social. nikmat dan sebagainya. Sebagai mahluk sosial. petani merupakan pihak yang bertanggung jawab dalam menyediakan beras. ayam goreng . maka kita bisa menjadikannya sebagai sebuah metoda pembelajaran. tahu dibuat oleh pengrajin tahu. Ibu yang memasak nasi dan menggoreng. didasari oleh sebuah kebingungan mengunakan metode yang tepat untuk menjelaskan materi PKn tentang „Manusia sebagai mahluk sosial‟. garam disediakanoleh petani garam. ikan goreng.

apakah kita sebagai guru masih bingung dalam mencari metode untuk mengajarkan suatu materi? Ijinkan saya mengutip sebuah anekdot : “Suatu saat dua orang yang berasal dari sekolah yang sama bertemu. Sudah bukan jamannya lagi kita mengajar berdasarkan diktat kuliah serta keterangan dari dosen-dosen yang mengajar kita saat di universitas dahulu. Bandung ) Seringkali kali dalam suatu pembelajaran banyak siswa yang tidak berminat terhadap suatu pelajaran tertentu. dimana ketika dia akan „makan‟ harus mempersiapkan segala sesuatunya seorang diri mulai dari menanam padi selama 6 bulan. Walaupun berbeda angkatan tetapi mereka cepat akrab dan pada saat mereka membicarakan salah seorang gurunya. Jaman berubah demikian cepat dan informasi bertambah terus menerus membuat sebuah ilmu menjadi cepat usang dan ketinggalan. Sepiring nasi! Kau telah memberi sebuah inspirasi. Dari pengandaian-pengandaian ini. Untuk membangun rasa kepekaan dan kepedulian. tentunya makanan kita tidak ada rasanya”. guru bisa mengajak siswa untuk menyimpulkan sendiri tentang „pentingnya ada orang lain di sekitar kita‟.Ajaklah siswa untuk membayangkan suatu keadaan. kita tidak bisa makan nasi”. Keadaan „imaginer‟ seperti ini haruslah diterapkan. mereka kemudian tertawa bersama-sama karena setelah obrolan yang panjang terungkap bahwa sang guru tersebut masih melakukan praktek pengajaran yang persis sama. mengeringkan air laut untuk membuat garam. Lalu. bahkan ketika waktu kelulusan. b. mereka terpaut lebih dari 7 tahun. Ini membuktikan bahwa guru yang bersangkutan tidak mau berubah dan mensejajarkan diri dengan kemajuan jaman. tanpa adanya mereka maka kebutuhan-kebutuhan kita tidak akan bisa terpenuhi. ajaklah siswa untuk membuat pengandaian-pengadaian seperti ini “Seandainya tidak ada petani. menangkap ikan di laut untuk membuat ikan asin. baik karena sikap gurunya ataupun materi yang disampaikan kurang menarik dan berkenan di hati para siswa. Ketidaktertarikan siswa ini bisa ditampilkan dalam bentuk pembangkangan. agar siswa memiliki kepekaan terhadap hasil kerja dan jerih payah orang lain. ribut ataupun mungkin dengan cara yang lebih sopan. Kekuatan Do‟a Dalam Pembelajaran ( Iwan Gunawan. “seandainya tidak ada petani garam. misalnya dengan bertanya kepada . menanam kedelai untuk membuat tahu dan tempe. Guru SD Salman Al Farisi.

5. Guru harus memberikan rasa aman dan keselamatan kepada setiap peserta didik di dalam menjalani masa-masa belajarnya. Hal ini senada dengan pendapat Moh. 2. Pekerja sosial (social worker). merupakan hal yang wajar apabila para siswa sering khawatir akan mengalami kegagalan atau ketidakberhasilan dalam meraih prestasi belajar atau bahkan takut tinggal kelas. Surya (1997) tentang peranan guru di sekolah. Seorang guru harus senantiasa mau beintrospeksi pada diri sendiri. kita sebagai guru mengarahkan permasalahan ini kepada siswa sebagai penyebabnya. Seringkali. hal ini penting untuk diketahui karena menyangkut keaktifan dalam merespon materi pembelajaran. 5. pertanyaan “apa manfaatnya bagiku” ini agak sepele dan tidak perlu pembahasan lebih lanjut. 4. Orang tua. tidak punya buku paket atau alasan lain. Sepintas. guru. Betapa . 2. dan rasa aman di dalam mengahadapi masa depan mereka. Adanya usaha untuk mendapatkan rasa aman bila menguasai pelajaran. yaitu seorang yang harus senantiasa belajar secara terus menerus untuk mengembangkan penguasaan keilmuannya. Adanya keinginan untuk mendapatkan simpati dari orang tua. seorang guru harus berperan sebagai berikut : 1. baik dengan koprasi maupun dengan kompetisi. Adanya ganjaran atau hukuman sebagai konsekwensi dari belajar. artinya guru adalah wakil orang tua peserta didik bagi setiap peserta didik di sekolah. Pemberi keselamatan bagi setiap peserta didik. Adanya sifat ingin tahu dan menyelidiki dunia yang amat luas. yaitu seorang yang harus memberikan pelayanan kepada masyarakat. Akan tetapi bagi siswa. keluarga dan masyarakat di pandang dari segi diri-pribadinya (self oriented). Pelajar dan ilmuwan. artinya guru adalah model perilaku yang haru dicontoh oleh para peserta didik. Adanya sifat yang kreatif yang ada pada manusia dan keinginan untuk selalu maju 3. 4. 6. Sebagaima dikatakan Arden N. model keteladanan. Di tengah semakin ketatnya persaingan di dunia pendidikan dewasa ini. Peserta didik diharapkan akan merasa aman berada dalam didikan gurunya. baik karena siswa yang malas.guru tentang “apa manfaatnya bagiku” belajar materi ini. 3. Adanya uasaha untuk memperbaiki kegagalaan yang lalu dengan usaha yang baru. Fardesen bahwa hal yang mendorong seorang siswa untuk belajar adalah: 1. dan teman.

Padahal sejalan dengan tantangan kehidupan global. sehingga menuntut guru untuk senantiasa melakukan berbagai peningkatan dan penyesuaian kemampuan profesionalnya. Karenanya. tanpa perlu mempelajari teoriyang rumit yaitu berdoa. Guru di masa mendatang tidak lagi menjadi satu satunya orang yang paling well informed terhadap berbagai informasi dan pengetahuan yang sedang tumbuh.banyak guru sering menempatkan dirinya sebagai “dewa kebenaran” yang seolah-olah serba tahu semua keinginan muridnya. Rosulullah melarang para orangtua (guru) mendoakan keburukan bagi anak-didiknya. Mungkin kita hanya menutup dan membuka pembelajaran dengan ucapan “selamat pagi anak-anak”. guru bukan satu-satunya orang yang lebih pandai di tengah-tengah peserta didiknya. . akan tetapi masih terlalu umum. Guru seringkali terjebak dalam pemecahan masalah “apa manfaatnya bagiku” dengan menggunakan metode-metode yang belum tentu sesuai dengan kondisi yang dihadapi. Ucapan-ucapan ini bukannya tidak bagus. Guru harus harus lebih dinamis dan kreatif dalam mengembangkan proses pembelajaran peserta didik. menciptakan suasana yang menyenangkan dalam belajar. atau bisa juga langsung ngeloyor meninggalkan anak-anak tanpa sepatah kata pun. memberikan penilaian. Dapat mengakibatkan kehancuran anak dan masa depannya. Lalu apa hubungannya antara doa dengan kebermaknaan dalam pembelajaran? Cobalah ingat-ingat kembali oleh kita. Mendoakan keburukan kepada anak merupakan hal yang berbahaya. Alternatif ini sangat murah dan mudah dilakukan. memberi pujian yang wajar terhadap setiap keberhasilan siswa. Guru adalah orang tua para siswa. Dari beberapa metode dan pendekatan yang digunakan. betapa jarang kita mendoakan mereka diawal atau diakhir pembelajaran. “selamat siang”. berkembang. dan menciptakan persaingan dan kerja sama yang sehat. peran dan tanggung jawab guru pada masa mendatang akan semakin kompleks. “selamat sore” serta ucapan-ucapan lainnya. Di masa depan. membangkitkan minat siswa. ada satu hal yang kiranya bisa dijadikan „alternative‟ untuk memecahkan masalah tersebut terlepas dari cara yang telah dilakukan oleh guru seperti memperjelas tujuan yang ingin dicapai. memberi komentar terhadap hasil pekerjaan siswa. berinteraksi dengan manusia di jagat raya ini. berapa kali kita mendoakan siswa-siswa kita dalam belajar atau minimal mendoakan mereka diawal atau diakhir pembelajaran? Walaupun semua guru berbuat demikian.

Pendidikan Karakter Yang Berhasil Keberhasilan program pendidikan karakter dapat diketahui melalui pencapaian indikator oleh peserta didik sebagaimana tercantum dalam Standar Kompetensi Lulusan SMP. . yang antara lain meliputi sebagai berikut: 1. E. ribut dan tidak menyenangi materi yang kita sampaikan. janganlah kalian mendoakan keburukan kepada anak-anak kalian. Janganlah kalian mendoakan keburukan sebab jika waktu doa kalian bertepatan dengan saat-saat dikabulkannya doa. boleh jadi karena kita kurang mendoakan mereka atas ilmu yang telah dipelajarinya. 4. Rosulullah SAW bersabda. semangat saling menasehati dalam kebaikan dan kesabaran di dalam mencapai tujuan belajar. maka akan terjalin pola pembelajaran dalam suasana takaful yaitu perasaan senasib dan sepenanggungan. janganlah kalian mendoakan keburukan kepada pelayan-pelayan kalian. dan janganlah mendoakan keburukan kepada harta kalian. Semoga kita termasuk guru-guru yang senantiasa memanfaatkan akal dan mendoakan para siswanya untuk kemajuan pembelajaran. atau ilmu yang disampaikan oleh kita dirasakan tidak bermanfaat oleh anak didik kita. Mengamalkan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan remaja. Menunjukkan sikap percaya diri. Memahami kekurangan dan kelebihan diri sendiri. 3.Cobalah tambahkan doa dalam memulai dan mengakhiri pembelajaran kita dengan doa seperti ini “semoga pembelajaran hari ini bisa bermanfaat buat masa depan kalian”. maka Allah akan mengabulkan doa kalian (yang buruk itu). Ternyata hal ini sejalan dengan firman Allah “Berdoalah kamu kepadaKu niscaya Aku perkenankan doa permohonan kamu” (QS: Al-Mukmin:60). “mudah-mudahan Allah SWT memberikan keberkahan terhadap ilmu yang baru saja kalian pelajari” atau mungkin dengan doa-doa lain yang lebih khusus. 2. Dengan dilantunkannya doa oleh guru buat murid. kalau selama ini anak-anak kita membangkang. Dengan melafadzkan do'a pada awal dan akhir pembelajaran akan tercipta check-andbalance dan menjadikan do'a sebagai parameter kesuksesan pembelajaran kita. Abu Dawud). Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungan yang lebih luas. “Janganlah kalian mendoakan keburukan kepada diri kalian.” (HR. Jadi.

Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat. 8. 19. 21. 14. dan bernegara demi terwujudnya persatuan dalam negara kesatuan Republik Indonesia. dan inovatif. kritis. dan simbolsimbol yang dipraktikkan oleh semua warga sekolah. dan menulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sederhana. ras. Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis naskah pendek sederhana. Mendeskripsikan gejala alam dan social. bugar. 6. Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun. yaitu perilaku. 13. suku. 7. Menghargai adanya perbedaan pendapat. Menghargai keberagaman agama. aman. Memanfaatkan lingkungan secara bertanggung jawab. kritis. . berbicara.5. berbangsa. Menguasai pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan menengah. Menunjukkan kemampuan belajar secara mandiri sesuai dengan potensi yang dimilikinya. 20. Memiliki jiwa kewirausahaan. Menunjukkan kemampuan berpikir logis. kebiasaan keseharian. tradisi. 10. Menunjukkan keterampilan menyimak. 15. 17. dan memanfaatkan waktu luang dengan baik. Menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Menerapkan hidup bersih. dan kreatif. sehat. dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup nasional. dan masyarakat sekitar sekolah harus berlandaskan nilai-nilai tersebut. Menghargai tugas pekerjaan dan memiliki kemampuan untuk berkarya. 11. Menghargai karya seni dan budaya nasional. 18. 16. Menerapkan nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. 12. membaca. Pada tataran sekolah. 9. kriteria pencapaian pendidikan karakter adalah terbentuknya budaya sekolah. Mencari dan menerapkan informasi dari lingkungan sekitar dan sumber-sumber lain secara logis. kreatif. budaya.

tidak diragukan lagi kalau masa depan bangsa Indonesia ini akan mengalami perubahan menuju kejayaan. . Bangsa Indonesia telah berusaha untuk meningkatkan kesesuaian dan mutu pendidikan karakter melalui sekolah-sekolah. B. karena dari dari dunia pendidikan Negara bisa maju dan karena dunia pendidikan juga Negara bisa hancur. Kesimpulan Dari pembahasan di atas penulis dapat menyimpulkan beberapa kategori yaitu: 1. Selain mengajar. terpadu. Mendoakan keburukan kepada anak merupakan hal yang berbahaya. 3. Dan bila pendidikan karakter ini mengalami kegagalan sudah pasti dampaknya akan sangat besar bagi bangsa ini. karena jika tidak semua pembelajaran yang di jalani anak didik akan sia-sia. Pemerintah harus selalu memantau atau mengawasi dunia pendidikan. 2. Karenanya. terutama Sekolah Menengah Pertama (SMP). karena anak usia SMP sangat cocok untuk diberi pembelajaran tentang pendidikan karakter. Guru adalah orang tua para siswa.BAB III PENUTUP A. 3. 2. bukan mendo‟akan keburukan bagi anak didiknya. Saran 1. Dapat mengakibatkan kehancuran anak dan masa depannya. dan seimbang. Rosulullah melarang para orangtua (guru) mendoakan keburukan bagi anak-didiknya. Pendidikan karakter bertujuan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan di sekolah yang mengarah pada pencapaian pembentukan karakter dan akhlak mulia peserta didik secara utuh. seorang guru atau orang tua juga harus mendo‟akan anak atau muridnya supaya menjadi lebih baik. Bila pendidikan karakter telah mencapai keberhasilan. negara kita akan semakin ketinggalan dari negaranegara lain. Guru harus memberikan rasa aman dan keselamatan kepada setiap peserta didik di dalam menjalani masa-masa belajarnya. bila pendidikan sudah disalah gunakan.

di akses pada tanggal http://www. Menggugat Pendidikan Indonesia.05 . Pendidikan karakter .48 http://www.47 http://blog-indonesia. Jakarta : Yuma pustaka. Muhammad. Kompas Cyber Media . Jakarta : PT Grasindo http://www. Yogyakarta : ArRuzz Media Koesoema. 2010.pendidikankarakter. Muhammad. di akses pada tanggal 23 oktober 2011 20. di akses pada tanggal http://sulaimanzen.com/column/diakses pada tanggal 10 Oktober 2011 20.com/2010/06/30/pendidikan-karakter-kekuatandoadalam-pembelajaran/diakses pada tanggal 10 Oktober 2011 19.com/. Yamin. di akses pada tanggal 10 Oktober 2011 19. Doni. Pembinaan Pendidikan Karakter di Sekolah Menengah Pertama . 2007.okezone.00 http://www.wordpress.blogspot.com/2009/11/membangun-karakter-siswa-dengan.org/diakses pada tanggal http://keyanaku.DAFTAR PUSTAKA Kemendiknas.com/umum1.html.com/blog-archive-6519-116.membangun peradaban bangsa. Pendidikan Karakter – Strategi Mendidik anak di Zaman Global.jugaguru.html. 2010. 2009. Jakarta Hidayatullah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful