P. 1
Alat Dan Bahan Kimia Dalam Lab IPA

Alat Dan Bahan Kimia Dalam Lab IPA

|Views: 452|Likes:
Published by Aris Sanwani
artikel ini mengenai alat dan bahan yang diperlukan dalam lab mipa
artikel ini mengenai alat dan bahan yang diperlukan dalam lab mipa

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Aris Sanwani on Jul 09, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/01/2015

pdf

text

original

ALAT DAN BAHAN KIMIA DALAM LABORATORIUM IPA

Purwanti Widhy H, M.Pd
Prodi Pendidikan IPA FMIPA UNY Email: dhe_weedhy@yahoo.com

A. PENDAHULUAN Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Pembelajaran IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan seharihari. Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Di tingkat SMP/MTs diharapkan ada penekanan pembelajaran Salingtemas (Sains, lingkungan, teknologi, dan masyarakat) secara terpadu yang diarahkan pada pengalaman belajar untuk merancang dan membuat suatu karya melalui penerapan konsep IPA dan kompetensi bekerja ilmiah misalnya dengan menggunakan metode eksperimen dan demonstrasi, sehingga pelaksanaan

pembelajaran IPA sangat memerlukan laboratorium. Belajar IPA akan menghasilkan produk IPA itu sendiri, cara berpikir ilmiah, dan sikap ilmiah. Ketiga hal tersebut dipelajari melalui kerja ilmiah yang dilakukan melalui kegiatan eksperimen di laboratorium. Untuk keperluan ini harus tersedia sarana dan prasarana laboratorium serta sistem pengelolaannya. Selama kurun waktu 10 tahun, dari 1975 s.d. 1984 semua SMP Negeri mendapat pembagian laboratorium beserta alat dan bahan praktik untuk keperluan eksperimen dan demonstrasi. Untuk menjalankan kegiatan laboratorium diperlukan sistem pengelolaan dan tenaga pengelola yang professional. Masalahnya adalah saat ini banyak sekolah/madrasah belum memiliki laboratorium, selain juga keterbatasan pengelola laboratorium pada masing-masing sekolah, karena biasanya pengelola Laboratorium adalah guru IPA yang bersangkutan, sehingga guru IPA harus mengetahui seluk beluk tentang laboratorium IPA . Selain itu guru IPA dan pengelola laboratorium juga harus mengetahui tentang alat dan bahan yang akan digunakan dalam laboratorium IPA baik yang berkaitan dengan biologi, fisika maupun kimia. Pada kenyataannya informasi
Makalah ini disampaikan pada Pelatihan Penggunaan Alat Laboratorium IPA Tanggal 21-22 Februari 2009 di SMP N 3 Gamping Sleman Yogyakarta

Berdasarkan permasalahan di lapangan diperlukan pelatihan tentang Alat dan Bahan Kimia dalam Laboratorium IPA. Berdasarkan definisi di atas dengan tegas dinyatakan bahwa laboatorium kimia adalah suatu bangunan yang di dalamnya diperlengkapi dengan peralatan dan bahanbahan kimia untuk kepentingan pelaksanaan eksperimen. PEMBAHASAN 1. physics. Hal ini untuk memudahkan guru dalam mengelola Laboratorium IPA dan membelajarkan IPA.) (the workplace a saintist also a place devoted to experiments in any branch of natural science . kerja lababoratorium (laboratory work). ). biologi. (3) tempat memproduksi bahan kimia atau obat (a place where chemicals or medicines are manufactured). Laboratorium dan Fungsinya Laboratorium berasal dari kata laboratory yang memiliki pengertian yaitu : (1) tempat yang dilengkapi peralatan untuk melangsungkan eksperimen di dalam sains atau melakukan pengujian dan analisis (is a place equipped for experimental study in a science or for testing and analysis . biology etc. B. (5) ruang kerja seorang ilmuwan dan tempat menjalankan eksperimen bidang studi sains (kimia. fisika. as chemistry. (2) bangunan atau ruangan yang dilengkapi peralatan untuk melangsungkan penelitian ilmiah ataupun praktek pembelajaran bidang sains (a building or room equipped for conducting scientific research or for teaching practical science). (4) tempat kerja untuk melangsungkan penelitian ilmiah ( a workplace for the conduct of scientific research ). dan pelaksanaan didaktik pend idikan sains (didactics of science education) dengan hierarki sebagaimana ditunjukkan pada gambar-1 berikut: Makalah ini disampaikan pada Pelatihan Penggunaan Alat Laboratorium IPA Tanggal 21-22 Februari 2009 di SMP N 3 Gamping Sleman Yogyakarta . dsb. praktikum (practicals). Hodson mengemukakan bahwa laboratorium memiliki fungsi utama yaitu untuk melaksanakan eksperimen (experiments).yang masih kurang bagi pengelola laboratorium dan guru IPA SMP/MTs adalah tentang alat dan bahan yang diperlukan dalam eksperimen kimia baik penggunaannya maupun penyimpanannya serta untuk keselamatan dalam alat dan bahan kimia tersebut.

menyajikan informasi secara verbal. melaporkan hasil pengamatan. piktorial. Pengenalan Alat Laboratorium Kimia dan Penyimpanannya Alat laboratorium kimia merupakan benda yang digunakan dalam kegiatan di laboratorium kimia yang dapat dipergunakan berulang–ulang. fungsi yang memberikan peningkatan keterampilan (psychomotoric). dan instrumen suatu pengukuran. mendemonstrasikan percobaan. ekshibisi (pameran) proses-proses kimia dsb. seperti pemadam kebakaran dan kotak Pertolongan Pertama.Gambar 1. Keterkaitan antara eksperimen. 2. melakukan pengontrolan kualitas pro duk industri. kerja lab dan praktikum Ekperimen diartikan sebagai rangkaian kegiatan (menyusun alat mengoperasikan alat. dan ramalan dalam kelas. mengukur. alat (apparatus). praktikan harus mengenal dan memahami cara penggunaan semua peralatan dasar yang biasa digunakan dalam laboratorium kimia serta menerapkan K3 di laboratorium. berpartisipasi aktif dan berkooperatif dalam kelompok. tabung reaksi. bahan baku. dsb. Demikian kerja laboratorium harus dirancang sedemikian rupa agar dapat melakukan pengukuran kuantitas fisis secara akurat. grafis dan matematis. Sebelum mulai melakukan praktikum di laboratorium. dan fungsi yang memberikan penumbuhan sikap (attitude). gelas ukur jangka sorong dann lain sebagainya. Fungsi laboratorium dikategorikan ke dalam tiga kelompok yaitu fungsi yang memberikan peningkatan pengetahuan (knowledge). seperti melatih keterampilan menggunakan alat. mempertahankan kesimpulan (conclusion) dan ramalan (prediction). menelaah faktor.) dan pengamatan untuk memverifikasi dan menguji suatu hipotesis berdasarkan bukti-bukti empiris. perkakas (tools). menyimpulkan yang dimuati pendapat (inference) dan memberikan argumen terhadap hasil pengamatan. mendeskripsikan hasil pengamatan dan pengukuran dengan jelas. kesimpulan. mengenali permasalahan dan memecahkannya melalui eksperimen. Alat yang digunakan secara tidak langsung di dalam praktikum merupakan alat bantu laboratorium.faktor yang mempengaruhi keajegan (reliabilitas) pengukuran. memperlakukan bahan. Sementara kerja lab cakupannya lebih luas daripada eksperimen yang diartikan sebagai aktifitas dengan menggunakan fasilitas lab. diantaranya: Makalah ini disampaikan pada Pelatihan Penggunaan Alat Laboratorium IPA Tanggal 21-22 Februari 2009 di SMP N 3 Gamping Sleman Yogyakarta . melakukan pengontrolan eksperimen kualitas (percobaan). Contoh alat laboratorium kimia: pembakar spiritus. Berikut ini diuraikan beberapa peralatan yang digunakan pada Praktikum IPA kimia. thermometer.

Makalah ini disampaikan pada Pelatihan Penggunaan Alat Laboratorium IPA Tanggal 21-22 Februari 2009 di SMP N 3 Gamping Sleman Yogyakarta .

Makalah ini disampaikan pada Pelatihan Penggunaan Alat Laboratorium IPA Tanggal 21-22 Februari 2009 di SMP N 3 Gamping Sleman Yogyakarta .

Makalah ini disampaikan pada Pelatihan Penggunaan Alat Laboratorium IPA Tanggal 21-22 Februari 2009 di SMP N 3 Gamping Sleman Yogyakarta .

Makalah ini disampaikan pada Pelatihan Penggunaan Alat Laboratorium IPA Tanggal 21-22 Februari 2009 di SMP N 3 Gamping Sleman Yogyakarta .

Makalah ini disampaikan pada Pelatihan Penggunaan Alat Laboratorium IPA Tanggal 21-22 Februari 2009 di SMP N 3 Gamping Sleman Yogyakarta .

penataan dan pemeliharaan bahan kimia merupakan bagian penting yang harus diperhatikan.Dengan diketahuinya bahan dasar dari suatu alat kita dapat menentukan atau mempertimbangkan cara penyimpanannya. peralatan yang terbuat dari logam umumnya memiliki bobot lebih tinggi dari peralatan yang terbuat dari gelas atau plastik. Makalah ini disampaikan pada Pelatihan Penggunaan Alat Laboratorium IPA Tanggal 21-22 Februari 2009 di SMP N 3 Gamping Sleman Yogyakarta . Jadi alat seperti kaki tiga harus dikelompokkan dengan statif atau klem tiga jari karena ketiganya memiliki bahan dasar yang sama yaitu logam. Janganlah menyimpan alat-alat yang berat di tempat yang lebih tinggi. Dengan memperhatikan bahan dasar alat pula. ledakan. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah pencampuran dengan sumber bahaya lain seperti api. 3. sedangkan gelas kimia dikelompokkan dengan labu erlenmeyer dan labu dasar rata karena bahan dasarnya gelas. Pengurutan secara alfabetis akan lebih tepat apabila bahan kimia sudah dikelompokkan menurut sifat fisis. namun penyimpanan alat yang memiliki bahan dasar yang sama harus ditata kembali. Penyimpanan dan penataan bahan kimia berdasarkan urutan alfabetis tidaklah tepat. Bahan kimia yang tidak boleh disimpan dengan bahan kimia lain. oleh karena itu dalam pengelolaan lab aspek penyimpanan. inventarisasi (inventory). Di samping jumlahnya cukup banyak juga bahan kimia dapat menimbulkan resiko bahaya cukup tinggi. Oleh karena itu dalam penyimpanan dan penataan alat aspek bobot benda perlu juga diperhatikan. dan informasi resiko bahaya (hazard information). Hal umum yang harus menjadi perhatian di dalam penyimpanan dan penataan bahan kimia diantaranya meliputi aspek pemisahan (segregation). dan sifat kimianya terutama tingkat kebahayaannya. fasilitas penyimpanan (storage facilities). tingkat resiko bahaya (multiple hazards). Belumlah cukup hanya dengan memperhatikan bahan dasar dari alat. maka tahapan rak untuk kaki tiga harus berbeda dengan tahap rak klem tiga jari. akan tetapi kedua tahap rak harus berdekatan. gas beracun. Alat yang terbuat dari logam tentunya harus dipisahkan dari alat yang terbuat dari gelas atau porselen. kebutuhan itu hanya diperlukan untuk melakukan proses pengadministrasian. bahan kadaluarsa (outdate chemicals). pelabelan (labeling). Jika tempat penyimpanan kaki tiga dan klem tiga jari adalah menggunakan lemari rak. wadah sekunder (secondary containment). Pengenalan Bahan – Bahan Kimia dan Penyimpanannya Bahan kimia yang ada di lab jumlahnya relatif banyak seperti halnya jumlah peralatan.agar mudah diambil dan disimpan kembali. harus disimpan secara khusus dalam wadah sekunder yang terisolasi.

Misalnya benzene memiliki sifat flammable dan toxic. Label wadah harus mencantumkan nama bahan. dan hijau untuk bahan yang bahayanya rendah. biru untuk bahan toksik. Alangkah baiknya jika tempat penyimpanan masing-masing kelompok bahan tersebut diberi label dengan warna berbeda. Informasi yang harusdicantumkan pada botol reagen diantaranya : Makalah ini disampaikan pada Pelatihan Penggunaan Alat Laboratorium IPA Tanggal 21-22 Februari 2009 di SMP N 3 Gamping Sleman Yogyakarta . Oleh karena itu penyimpanan benzena harus ditempatkan pada cabinet tempat menyimpan zat cair flammable daripada disimpan pada cabinet bahan toxic. putih untuk bahan korosif. Misalnya warna merah untuk bahan flammable. Penyimpanan bahan kimia tersebut harus didasarkan atas tingkat risiko bahayanya yang paling tinggi. tanggal diterima dan dipakai. tingkat bahaya. Banyak bahan kimia yang memiliki sifat lebih dari satu jenis tingkat bahaya. pelabelan pada botol reagen jauh lebih penting. label bahan flammable label bahan oksidator label bahan toksik label bahan korosif label bahan dengan tingkat bahaya rendah Di samping pemberian label pada lokasi penyimpanan. Sifat dapat terbakar dipandang memiliki resiko lebih tinggi daripada timbulnya karsinogen. kuning untuk bahan oksidator.atau degradasi kimia. Berikut ini merupakan panduan umum untuk mengurutkan tingkat bahaya bahan kimia dalam kaitan dengan penyimpanannya: Wadah bahan kimia dan lokasi penyimpanan harus diberi label yang jelas.

Lama hidup. kering dan jauh dari sumber panas atau kena sengatan sinar matahari. Harmful (Berbahaya). guncangan atau gesekan. berlendir. Spesifikasi bahan kimia akan dijumpai pada buku katalog bahan. Nama dan alamat pabrik. pelabelan pada botol reagen jauh lebih penting. loker. Tanggal pembuatan. dihirup atau ditelan b. gatal-gatal bahkan dapat menyebabkan kulit mengelupas. Awas! Jangan sampai terpercik pada Mata. loncatan bunga e. Toxic (beracun) Produk ini dapat menyebabkan kematian atau sakit yang serius bila bahan kimia tersebut masuk ke dalam tubuh melalui pernafasan. Sumber nyala dapat dari api bunsen. Nama orang yang membuat reagen. konsentrasi. bunga api. d. . Informasi yang harus dicantumkan pada botol reagen diantaranya : Nama kimia dan rumusnya. Bahan kimia iritan menyebabkan luka bakar pada kulit. Pada penataan bahan kimiapun diperlukan sumber literatur untuk mengetahui spesifikasi masing-masing bahan kimia tersebut. Tanggal penerimaan. permukaan metal panas. menyebabkan iritasi pada kulit. dsb. atau penyerapan melalui kulit c. percikan Makalah ini disampaikan pada Pelatihan Penggunaan Alat Laboratorium IPA Tanggal 21-22 Februari 2009 di SMP N 3 membentuk Gamping Sleman Yogyakarta garam yang . Klasifikasi lokasi penyimpanan. Tempat penyimpanan harus bersih. mengganggu sistem pernafasan. Flammable (Mudah terbakar) Senyawa ini memiliki titik nyala rendah dan bahan yang bereaksi dengan air atau membasahi udara (berkabut) untuk menghasilkan gas yang mudah terbakar (seperti misalnya hidrogen) dari hidrida metal. Tingkat bahaya. 4. Beberapa senyawa eksplosif pada kontak (singgungan dengan logam/metal) . menghirup uap. Di samping itu tempat penyimpanan harus dilengkapi dengan ventilasi yang menuju ruang asap atau ke luar ruangan. Semua bahan kimia mempunyai sifat seperti ini (harmful) khususnya bila kontak dengan kulit. bau atau debu. Sebaiknya bahan kimia ditempatkan pada fasilitas penyimpanan secara tertutup seperti dalam cabinet. Pengenalan Simbol Bahaya (Hazard Symbol) a. Explosive (mudah meledak) Produk ini dapat meledak dengan adanya panas. Corrosive (korosif) Produk ini dapat merusak jaringan hidup.Di samping pemberian label pada lokasi penyimpanan.

dan lain-lain. salah Makalah ini disampaikan pada Pelatihan Penggunaan Alat Laboratorium IPA Tanggal 21-22 Februari 2009 di SMP N 3 Gamping Sleman Yogyakarta . Oxidator (Pengoksidasi) Senyawa ini dapat menyebabkan kebakaran. Senyawa ini menghasilkan panas pada kontak dengan bahan organik dan agen pereduksi (reduktor) api listrik. yaitu: Fisika dan Kimia. PENUTUP Ilmu Pengetahuan Alam (Sains) terdiri atas ilmu hayati dan ilmu kealaman. Ilmu hayati adalah Biologi dan ilmu kealaman terbagi menjadi dua. sehingga pelaksanaan pembelajaran IPA sangat memerlukan laboratorium. Dalam pembelajaran IPA di SMP/MTs diarahkan pada pengalaman belajar untuk merancang dan membuat suatu karya melalui penerapan konsep IPA dan kompetensi bekerja ilmiah misalnya dengan menggunakan metode eksperimen dan demonstrasi. Kecelakaan bisa saja terjadi di laboratorium.f. Beberapa jenis kecelakaan yang sering terjadi dapat diakibatkan oleh beberapa faktor seperti : C.

Pengelolaan Laboratorium IPA. Makalah ini disampaikan pada Pelatihan Penggunaan Alat Laboratorium IPA Tanggal 21-22 Februari 2009 di SMP N 3 Gamping Sleman Yogyakarta . Pengelolaan Laboratorium IPA-II (Lanjutan). Buku Pedoman Praktikum Dan Manual Laboratorium Pendidikan IPA Umum (General Science). R. Jakarta : Dikmenum. Jakarta. (1984). Penerbit: Raja Grafindo Persada. London : Butterworths. Selain itu guru dan pengelola laboratorium IPA perlu mengetahui keselamatan dalam penggunaan peralatan dan bahan-bahan kimia dalam eksperimen di laboratorium. (1993). Laboratory Organization and Management. Moedjiadi et al. Percobaan Sains Sederhana dengan Bahan Sehari-hari. (1981). 1996. Pengelolan Laboratorium IPA. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.satunya laboratorium IPA yang dilengkapi peralatan dan bahan-bahan kimia untuk kepentingan pelaksanaan eksperimen yang berhubungan dengan ilmu kimia. Soendjojo Dirdjosoemarto dan Iswojo PIA. Amien. Fred and Wallace. Buku Katalog Alat Laboratorium IPA untuk SMP dan SMA. Daftar Pustaka Anna Poedjiadi. Sehingga diperlukan pengetahuan tentang peralatan dan bahan-bahan kimia serta penyimpanannya. Buku Pedoman Praktikum dan Manual Alat Laboratorium Pendidikan Kimia . eds. Tim Didaktik Metodik Kurikulum IKIP Surabaya. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.. Grover.. Tina Agustina. (1981).L. Moh. Sarosa Purwadi dan Tobing. Penerbit: Angkasa. D. Peter. et al. (1979). Djupripadmawinata. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Depdilbud. (1984). Jakarta : P3G. Bandung. 1995.. karena peralatan dan bahan-bahan kimia memerlukan perlakuan yang istimewa. jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (1985). Pengantar Didaktik Kurikulum PBM.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->