Kisah Nabi Musa AS dan Fir’aun Kelahiran dan Masa Kecilnya

Secara umum, ‘hubungan’ Nabi Musa AS dan Fir’aun terbagi dalam dua periode, yakni ketika beliau dilahirkan dan berada dalam pengasuhan Fir’aun, dan kedua ketika beliau telah diangkat sebagai Nabi dan mendakwahi ‘mantan’ bapak angkatnya tersebut. Pada kesempatan ini akan dipaparkan bagian pertamanya. Nabi Musa AS bisa dikatakan sebagai Nabi dari kalangan Bani Israil yang paling besar dan paling banyak umatnya. Nama ‘Israil’ dinisbahkan (disandarkan) kepada Nabi Ya’kub, yang sebelumnya tinggal di negeri Kan’aan. Beliau akhirnya pindah ke Mesir atas permintaan salah satu putranya, Nabi Yusuf AS, yang ‘sukses berkarir’ di kerajaan Fir’aun tersebut, sebagai salah satu seorang menteri bidang pangan dan pertanian. Jadi Bani Israil adalah anak keturunan dari putra-putra Nabi Ya’kub yang berjumlah duabelas orang. Bani Israil berkembang cukup pesat di Mesir sehingga jumlahnya menjadi mayoritas kedua setelah bangsa Qibti, penduduk asli Mesir. Tetapi kebanyakan dari mereka tetap menjadi masyarakat kelas dua, menjalani profesi kelas bawah seperti tukang bangunan, kuli, pelayan, pembantu dan pegawai rendahan lainnya. Hanya sedikit saja yang sukses, khususnya dalam hal perdagangan. Tetapi umumnya mereka dianggap sebagai orang-orang yang dapat dipercaya (saat itu) oleh masyarakat Mesir. Masyarakat Mesir saat itu sangat menghargai dan meninggikan hal-hal yang bersifat ghaib. Sampai sekarang ini mungkin bisa kita temukan ‘jejak-jejaknya’ dari banyaknya misteri yang melingkupi Piramid dan berbagai macam peninggalan Mesir kuno lainnya. Karena itulah, profesi dukun (dukun klenik, bukan dukun pijat atau dukun bayi), ahli sihir, ahli tenung, ahli tafsir mimpi, tukang ramal dan sejenisnya mempunyai kedudukan tinggi di sisi Fir’aun. Masyarakat Mesir asli saat itu memang menyembah berbagai macam dewa-dewa, dan yang tertinggi adalah dewa matahari (Dewa Ra). Mereka juga menyembah berhala-berhala, baik dalam bentuk binatang, atau bentuk para leluhurnya, dan sebagian dari mereka juga ‘menyembah’ Fir’aun sebagai tuhannya. Pada tahun ketika Nabi Musa akan dilahirkan, para ahli sihir dan ahli tenung kerajaan memberitahukan kepada Fir’aun, bahwa akan dilahirkan seorang anak dari kalangan Bani Israil, yang akan menjadi sebab jatuhnya kedudukan dirinya sebagai penguasa dan ‘tuhan’nya orang orang Mesir. Tentu informasi tersebut membuat Fir’aun menjadi marah. Berita tersebut walau mengandung kebenaran, tetapi lebih banyak kebohongannya, dan hanya akan memancing lebih banyak kemaksiatan dan kedzaliman. Memang, sebelum kelahiran Nabi SAW dan diutusnya beliau sebagai Rasul dan Rahmatan lil ‘Alamin, jin dan syaitan bebas bergerak naik ke langit dunia untuk ‘mencuri’ berita-berita yang dibawa oleh Malaikat. Berita-berita tersebut dicampur-adukkan dengan seratus macam kebohongan dan disampaikan kepada para ahli sihir dan tukang tenung yang ‘menghamba’ kepadanya. Tetapi setelah kehadiran Nabi SAW, jin dan syaitan yang berusaha naik ke langit akan dikejar dan dirajam oleh ‘bintang-bintang’ (meteor), yang bisa membuatnya cacat atau terbunuh. Namun, karena hal ini adalah salah satu ‘cara efektif’ untuk bisa menyesatkan manusia, syaitan-syaitan itu tidak pernah berhenti berusaha mencuri berita, demi mensupport ‘informasi’ bagi ahli sihir dan tukang tenung. Fir’aun dan para punggawanya, termasuk penasehatnya dari para ahli nujum dan ahli sihir, mengadakan rapat kilat untuk membahas masalah itu. Akhirnya mereka mengambil keputusan untuk membunuh semua bayi laki-laki dari kalangan Bani Israil yang dilahirkan pada tahun itu. Dibuatlah ‘Undang-undang’ untuk menjadi dasar tindakannya, setelah itu Fir’aun

apakah saat itu Jukabad memberi nama bayinya Musa. Wa makaruu wa makarallaah wallaahu khoirul maakiriin (Mereka membuat rencana dan Allah juga memiliki rencana. niscaya tidak akan berhasil menggagalkannya. Tidak ada kejelasan riwayat. sebagian riwayat menyebutkan namanya adalah Jukabad. karena sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu. Sekuat dan sehebat apapun Fir’aun dan bala tentaranya berusaha. hati Jukabad menjadi lebih tenang. maka pasti sungai itu membawanya ke tepi. dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka jatuhkanlah dia ke sungai (Nil). dia tidak akan bisa merubah rencana Allah. ) kasih sayang yang datang dari-Ku. mereka segera mengambilnya dan membawanya ke hadapan Fir’aun untuk dibunuh. "Susuilah dia. atau nama Musa itu diberikan oleh Fir’aun. tetapi para juru tenung dan juru ramal Fir’aun menyatakan bahwa ‘bahaya’ itu belum hilang. dan al Qur’an hanya menyebutnya Ummi Musa. Allah memberikan wahyu (ilham) kepada Jukabad. walau seluruh malaikat.” Memperoleh ‘bisikan ghaib’ seperti itu. Ia memerintahkan Maryam (saudara/kakak Musa) untuk mengikuti ke mana aliran air sungai membawa Musa. Fir’aun makin banyak menyebarkan tentara dan mata-matanya untuk menemukan bayi yang dimaksud. jika Allah tidak menghendaki terjadinya sesuatu. Jukabad makin ketakutan dengan tindakan Fir’aun dan bala tentaranya. Allah berfirman sebagaimana disitir dalam QS Thaha ayat 39 : “Letakkanlah ia (Musa) di dalam peti. kemudian meletakkan Musa dalam sebuah peti kayu yang tidak tembus air dan dihanyutkan di sungai Nil pada malam harinya. jin dan manusia berkumpul untuk mencegahnya. Dan Aku telah melimpahkan kepadamu (wahai Musa. Ia . niscaya tidak akan berhasil. Ia segera menyusui Nabi Musa sepuas-puasnya. Ketika tiba waktunya melahirkan. Ketika Musa berusia tiga bulan dan ia hampir tidak mampu lagi bersembunyi. Jukabad. Ibu Nabi Musa. supaya diambil oleh (Fir'aun) musuh-Ku dan musuhnya”. Ia makin ketakutan dan hanya berdiam di rumah saja untuk tidak diketahui oleh mata-mata Fir’aun. dan supaya kamu diasuh (oleh Fir’aun) di bawah pengawasan-Ku. karena nama Musa (Moses) artinya adalah “yang terhanyut/terapung tetapi tidak tenggelam”. Walaupun telah ribuan atau mungkin puluhan ribu bayi laki-laki Bani Israil yang telah ‘dibantai’ oleh Fir’aun dan bala tentaranya. kemudian lemparkanlah ia ke sungai (Nil). Mereka makin efektif menjelajah setiap pelosok Mesir untuk menemukan keluarga Bani Israil yang mengandung dan mempunyai anak bayi laki-laki. saat itu tengah mengandung tua dan berusaha menyembunyikan diri dari pengamatan pasukan Fir’aun. kemungkinan besar saat itu telah meninggal. dan diperintahkan untuk langsung membunuhnya jika ditemukan. Begitupun sebaliknya. Tidak terkira banyaknya bayi-bayi tidak berdosa yang menjadi korban ‘kebijakan’ pemerintahan lalim Fir’aun itu. jin dan manusia berkumpul untuk mewujudkannya. sebagian lagi menyebutnya Imrah. karena Al Qur’an hanya menyebutkan keberadaan ibunya.menyebarkan tentaranya ke seluruh pemukiman Bani Israil dan berjaga-jaga di sana. sebagaimana disebutkan dalam QS al Qashash ayat 7 : Dan Kami wahyukan (ilhamkan) kepada ibu Musa. dan menjadikannya (sebagai salah seorang) dari para rasul. Tentu semua informasi itu berasal dari jin kafir dan syaitan-syaitan yang tidak henti-hentinya mencuri berita dari langit. Dan janganlah kamu khawatir dan janganlah (pula) bersedih hati. Ketika Allah mengangkat Musa sebagai Nabi dan menceritakan tentang ilham yang diturunkan kepada ibunya. Tidak ada kejelasan tentang suaminya yang bernama Imran. walau seluruh malaikat. Jika Allah menghendaki terjadinya sesuatu. Jukabad hanya ditemani oleh putrinya yang bernama Maryam dan ternyata bayi itu adalah laki-laki. Jika ada bayi laki-laki dilahirkan. dan Allah adalah sebaik-baiknya pembuat rencana).

tetapi ternyata mudah sekali bagi Allah untuk merubah situasi tersebut. ia meminta kepada Allah untuk mengangkat saudaranya. tentu aku akan membunuhnya!!” Fir’aun memerintahkan pembantunya untuk menyediakan sepotong roti dan sebuah bara api. berarti ia punya pengertian dan ketika menarik jenggotnya adalah dengan kesengajaan. Itulah sebabnya. bahwa Dia akan menyelamatkan putranya. tetapi Musa sama sekali tidak mau menyusu. sebagaimana disitir dalam QS al Qashash ayat 9 : "(Ia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. Dan mudah pula bagi Allah ‘memercikkan’ sedikit kasih sayang ke hati Fir’aun. karena takut diketemukan dan dibunuh. maka ‘dibuang’ ke sungai Nil. Maryam segera pulang untuk memberitahukan kepada ibunya. Para peramal dan ahli tenung juga mendukung pendapat Fir’aun. dan lupa tentang ancaman seseorang dari kalangan Bani Israil yang akan menjadi sebab kejatuhan dirinya dan kerajaannya. tetapi segera diselamatkan oleh orang-orang di sekitarnya. Ia meyakini Allah akan tetap melindungi putranya sebagaimana ilham yang diterimanya. Ketika merangkak menghampiri dua benda tersebut. Tiba-tiba istri Fir’aun melihat bayi Musa dan dimunculkan-Nya rasa kasih sayang dalam hatinya. jika ia mengambil roti. Kemudian Maryam mendatangi Fir’aun dan menawarkan diri untuk mencarikan seseorang yang bisa menyusui Musa. puluhan bahkan ratusan wanita ‘melamar’ pekerjaan tersebut. yang langsung dimasukkan ke mulutnya sebagaimana umumnya anak kecil.mengikutinya hingga terang tiba. Walau keadaannya cukup kritis bagi bayi Musa. maka mereka bersiap membunuhnya seperti biasanya. ia berkata kepada suaminya. Harun sebagai nabi juga. sebenarnya tangan Musa terulur ke arah roti. dan mengembalikannya lagi kepada dirinya. Benarlah janji Allah. mudah-mudahan ia bermanfaat kepada kita atau kita ambil ia menjadi anak". bahkan tidak mau melepaskan jempolnya dari mulutnya. dan mengabaikan nasehat peramal dan juru tenung kerajaan. Suatu ketika Fir’aun sedang ‘bermain-main’ dengan si kecil Musa yang telah mulai merangkak. Seketika itu lidah Musa terpanggang sehingga mengkerut. dan ‘seolah -olah’ berlabuh di depannya untuk bisa ditemukan oleh Fir’aun dan bala tentaranya. hingga dewasa Nabi Musa agak susah dalam berbicara. Janganlah kamu membunuhnya. ia membawa Jukabad datang ke istana. Istrinya berusaha mendinginkan suasana hati Fir’aun. benarkah ia belum mengerti? Kalau ia berbuat seperti itu karena pengertiannya. Hati Jukabad sempat khawatir. Fir’aun mencari orang-orang yang mau menyusui Musa. Karena keadaan lidahnya tersebut. Logika Fir’aun berjalan. Setelah mendapat persetujuan. tetapi kemudian ia hanya tawakal kepada Allah. sehingga ia menyetujui permintaan istrinya. . “Aku akan menguji dirinya. tentunya bayi itu dari kalangan Bani Israil. Tak jarang ia menggendong sendiri bayi Musa tersebut. Fir’aun sangat marah. Ketika peti itu diambil dan dibawa masuk ke dalam istana oleh penjaga-penjaga istana. dan tiba-tiba saja terfikirkan bahwa sangat mungkin bayi ini yang menjadi sebab kejatuhannya. tetapi Malaikat Jibril memukul tangannya sehingga terpegang bara. sekaligus juru bicara yang menjelaskan dakwah-dakwahnya. ternyata peti itu mengarah ke istana Fir’aun. Fir’aun tidak bisa menerima alasan itu begitu saja. Tampaklah seorang bayi lelaki cukup sehat yang sedang mengisap jempolnya. Bahkan akhirnya Fir’aun ‘tenggelam’ dalam kegembiraan dengan kehadiran bayi Musa tersebut. Kemudian Fir’aun membiarkan Musa merangkak menghampiri dua benda tersebut. dan menyatakan kalau Musa masih kecil dan tidak mengerti apa yang dilakukannya. ketika Musa diangkat sebagai nabi. Begitu Fir’aun menerima laporan ditemukannya peti tersebut. dan segera saja Musa mau menyusu kepada ibunya sendiri itu. ia berkata. suara yang terdengar cenderung cedal. tanpa disangka-sangka Musa menarik jenggotnya dengan kerasnya. ia segera memerintahkan untuk membukanya.

dan ia segera melarikan diri. Ketika melarikan diri dari Mesir. yang salah satunya adalah Harun. Al Qur’an menyebutkan ‘bi-ahlihii’. ia memukulnya dan seketika itu mati. hingga tiba di tempat di mana tampak api menyala dari sebuah semak-semak. sebagaimana disitir dalam QS al Qashash 29." Kemudian Musa berjalan mendaki bukit Thursina. Atau bisa juga bersama anggota keluarganya yang lain. setelah ia membantu seorang Bani Israil yang terlibat pertengkaran dengan seorang Qibti.Melihat keadaan tersebut. Tiba-tiba terdengar suatu suara dari balik semak terbakar tersebut. Musa meminta ijin kepada mertuanya untuk kembali ke Mesir. sesungguhnya Aku inilah Tuhanmu!! Maka tanggalkanlah kedua terompahmu (sepatu atau alas kakimu). tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku. Thuwa. (Yakni. dan di sana ia diambil menantu oleh Nabi Syu’aib. yang adalah Firman Allah (wahyu) pertama yang diterimanya. sehingga Musa layaknya seorang pembesar dan bangsawan Qibti lainnya. agar kamu dapat menghangatkan badan. Suatu malam. Mendengar berita tersebut. yang bisa diartikan hanya bersama istrinya. dan ia berkata kepada keluarganya. Tetapi riwayat lain menyebutkan Harun adalah saudaranya yang masih tinggal di Mesir. yakni Musa. sesungguhnya kamu berada di lembah yang suci. sebagaimana disitir dalam QS Thaha ayat 11–16. dan selama itu pula Musa menggembalakan ternak-ternak Nabi Syu’aib sebagai ‘mahar’ dari pernikahannya dengan putri beliau. karena beliau bersama keluarga dan situasinya tidak sedang dikejar-kejar seperti sebelumnya. tanah kelahiran dan tempat tinggal kaumnya Bani Israil. mudah-mudahan aku dapat membawa suatu berita kepadamu dari (tempat) api itu atau (membawa) sesuluh api. Musa bersama keluarganya meninggalkan Madyan menuju Mesir. Tentunya saat kembali itu akan memerlukan waktu lebih lama lagi. Tampaknya ‘bahan’ kenabian yang tertanam di dalam dirinya tidak bisa membiarkannya berdiam diri. Musa baru berpisah dan melarikan diri dari kerajaan Fir’aun. Dan Aku telah memilih kamu. Ia berjalan meninggalkan Mesir menuju negeri Madyan. dan milik para Nabi secara turun temurun. “Tunggulah (di sini). Kisah Nabi Musa AS dan Fir’aun (2) Berdakwah dan Menyelamatkan Bani Israil Sekitar sepuluh tahun lamanya Musa tinggal di Madyan. orang Qibti itu berbuat sewenang-wenang kepada orang Bani Israil yang dianggapnya sebagai warga kelas dua. Musa berusaha melerai. sesungguhnya aku melihat api. Seperti biasanya. maka sembahlah Aku dan dirikanlah salat untuk mengingat Aku. Nabi Syu’aib mengijinkannya. dan ia makin sayang kepada Musa Ia memelihara dan membesarkannya hingga remaja. rombongan tersebut berada di lereng bukit Thursina. Sesungguhnya . maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan (kepadamu). menemui dan berkumpul kembali dengan orang tua dan keluarganya yang lain. Nabi Syu’aib memberi Musa sebuah tongkat untuk melaksanakan tugas penggembalaannya. Musa memerlukan waktu delapan hari perjalanan terus-menerus sebelum sampai di Madyan.) sesungguhnya Aku ini adalah Allah. yakni sejak Nabi Adam hingga kepada Nabi Syu’aib. Musa melihat suatu nyala api dari kejauhan. berdua saja sebagai musafir. "Hai Musa. Sebagian riwayat menyebutkan. tongkat tersebut berasal dari kayu surga. Fir’aun mengirimkan pasukannya untuk menangkap dan mengeksekusi pembunuh orang Qibti itu. menjadi menantu Nabi Syu’aib. Setelah selesai masa sepuluh tahun itu. Ada seseorang yang memberitahukan rencana Fir’aun kepada Musa. Tetapi ketika orang Qibti itu bersikap arogan. amarah Fir’aun jadi mereda.

dan tunduk tawadhu. kemudian keluarkanlah lagi!!” Musa melaksanakan perintah tersebut. Doa Nabi Musa tersebut banyak sekali manfaatnya bagi kita umat Nabi Muhammad SAW. wakhlul ‘uqdatan min lisaanii. dan jadikanlah dia sekutu dalam urusanku. maka Aku akan mengembalikannya seperti semula!!” Ia memasukkan tangannya ke mulut ular tersebut. “Wahai Musa. dengan lingkungan yang jelas-jelas musyrik kepada Allah. dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku. tetapi Allah berfirman. Allah berfirman lagi. bahkan menjadikan saudaranya. bahwa inilah pengangkatan dirinya sebagai Nabi sebagaimana Nabi-nabi yang telah diutus sebelumnya. Sesungguhnya Engkau adalah Maha Melihat (keadaan) kami. yafqohuu qoulii. bersinar menyilaukan pandangan mata. “Lemparkanlah tongkatmu. dan peganglah ular itu. sejak masih bayi hingga menjelang masa dewasanya. yang segera saja menjadi seekor ular besar yang bergerak sangat cepat dan gesit. ya Musa!!” Musa melemparkan tongkat itu. supaya kami banyak bertasbih kepada Engkau. tetapi ia terjaga dari pengaruh semua itu. teguhkanlah dengan dia kekuatanku. janganlah takut!! Datanglah kepada-Ku.hari kiamat itu akan datang. karena itu ia berdoa. apa yang ada di tangan kananmu itu?” Ia berkata. Ketika ia mengempitnya kembali. wa yassirlii amrii. Karena itu. karena sungguh ia telah melampaui batas. Maka sekali-kali janganlah kamu dipalingkan daripadanya oleh orang yang tidak beriman kepadanya (hari kiamat itu). tangannya kembali seperti sediakala. Tetapi kemudian ia menyadari berbagai kekurangan dan kelemahannya. dan oleh orang yang mengikuti hawa nafsunya. Aku merahasiakan (waktunya) agar supaya tiap-tiap diri itu dibalas dengan apa yang ia usahakan. khususnya pada ayat 25-29 yang berbunyi : “Rabbisy-rakhlii shodrii. yang menyebabkan kamu jadi binasa. ia berlari menjauh dari ular tersebut. seperti yang pernah diceritakan oleh Nabi Syu’aib. berdakwah. (yaitu) Harun. Allah berfirman lagi. ia dengan segera dapat menguasai diri. Di dalam hati ia menyadari. “Wahai Musa. yang segera saja kembali menjadi tongkat.” Doa ini bisa dibaca ketika akan berpidato. “Itulah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan-Ku yang Aku tunjukkan kepadamu. supaya mereka mengerti perkataanku. Bahkan dengan kondisi itu. lapangkanlah untukku dadaku. “Ini adalah tongkat saya. Allah berfirman lagi. walau munculnya suara dari balik semak terbakar itu tampak mengejutkan. “Masukkanlah (kepitkanlah) telapak tangan kananmu di antara ketiak kirimu. untuk menggembalakan kambing dan berbagai keperluan lain!!” Allah berfirman lagi. saya pergunakan untuk bertelekan (berpegangan) jika sedang berjalan. sekaligus sebagai tanda kerasulanmu. Apalagi setelah selama sepuluh tahun lamanya Musa menjadi ‘santri’ sekaligus menantu Nabi Syu’aib. jiwa kenabian itu makin mengental pada dirinya. mertuanya. dan banyak mengingat Engkau." Allah mengabulkan permintaan Nabi Musa tersebut. Harun sebagai Nabi seperti dirinya juga. dan mudahkanlah untukku urusanku. tidak sekedar sebagai pembantu seperti yang diminta Nabi Musa. Musa segera melepas kedua terompahnya sesuai perintah Allah tersebut. saudaraku. bibit-bibit kenabian tumbuh subur dalam dirinya untuk melakukan ‘perlawanan’ terhadap semua kemusyrikan tersebut. mengajar atau membawakan suatu acara (sebagai MC). Ketika akan menghadap . dan telapak tangan kanannya tampak putih cemerlang. Pergilah engkau (berdakwah) kepada Fir’aun dan orang-orang yang mengikutinya. sebagaimana disitir dalam QS Thaha ayat 25-35 : “Ya Tuhanku." Musa dibesarkan oleh Fir’aun. sehingga berani mengaku sebagai tuhan!!” Nabi Musa menerima tugas tersebut dengan senang hati. Secara reflek. dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku.

termasuk tongkat dan telapak tangan kanannya yang bersinar. Nabi Musa dan Nabi Harun langsung menemui Fir’aun. Dan akhirnya ia ‘dipertemukan’ dengan Nabi Syu’aib. yang hal-hal ghaib adalah sesuatu yang cukup biasa ditemui dan didengarnya. sesungguhnya Aku bersama kalian berdua." Bagaimanapun juga Nabi Musa masih manusia biasa. ditambah lagi ia mempunyai kesalahan membunuh salah seorang Qibti. maka Allah berfirman. tidak berbeda dengan praktek-praktek klenik yang diketahuinya. Untuk lebih memantapkan hati Nabi Musa. Dan beberapa keperluan lainnya. pergilah kamu beserta saudaramu dengan membawa ayat-ayatKu. yakni Firman Allah dari balik semak terbakar. Ketika Allah menyelamatkan dirinya dari rencana jahat Fir’aun membunuh semua bayi laki-laki Bani Israil. Maryam. Bagaimanapun Nabi Musa pernah tinggal di Mesir selama puluhan tahun. hanya beberapa saja yang mempunyai gelar khusus yang ‘disandarkan’ pada nama Allah. sesungguhnya dia telah melampaui batas. Musa turun dari bukit Thursina dengan tekad dan semangat baru untuk mengemban risalah Allah. dan dibesarkan oleh Fir’aun. Di antara sekian banyak nabi-nabi. sekali lagi Allah berfirman kepadanya. Ketika ditemukan. dipelihara. Apalagi menghadapi raja besar dan lalim (kejam) semacam Fir’aun dengan kekuatan bala tentaranya yang begitu banyak. Tukang sihir. seperti disitir dalam QS Thaha 41-44. hingga nantinya berjumlah sembilan (QS Al Isra ayat 101). dan menyeru atau mendakwahi . Ia memberitahukan secara lengkap kepada keluarganya tentang apa yang telah dialaminya. baik untuk sekolah atau pekerjaan. mereka memperkenalkan diri sebagai utusan Allah Tuhan semesta Alam. mudah-mudahan ia ingat atau takut. Allah menceritakan kembali ‘kenikmatan’ yang telah diberikan-Nya sejak ia dilahirkan. yang kita cenderung takut kepadanya. Aku Mendengar dan Melihat!!” Allah mengajarkan kepada Nabi Musa. Ketika ia membunuh seorang Qibti. Tetapi dengan ‘penjabaran’ Allah tentang jalan kehidupannya yang begitu lengkap. diambil menantu. Nabi Isa adalah Ruhullah. maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut. Setelah itu mereka meneruskan perjalanan ke Mesir. Ia mengungkapkan ketakutan dan kekhawatirannya itu. Ketika menghadapi pemerintah atau penguasa yang lalim/kejam. “(Sesungguhnya) Aku telah memilihmu untuk diri-Ku. termasuk ketika ia berada di Madyan. tetapi tetap dalam kasih sayang ibu dan saudaranya. dan Allah menyelamatkannya. tukang tenung dan berbagai macam ahli ‘klenik’ lainnya adalah tokoh-tokoh yang biasa ditemuinya selama ia dalam pemeliharaan bapak angkatnya. dan janganlah kamu berdua lalai dalam mengingat-Ku!! Pergilah kamu berdua kepada Fir’aun. bagaimana ia harus menghadapi Fir’aun. yang sedikit banyak masih memiliki rasa takut. dan pengangkatan dirinya sebagai Nabi dan Rasul adalah suatu kebenaran. “Janganlah kalian berdua takut (menghadapi Fir’aun). Fir’aun. karena beliau diajak ‘berbicara’ langsung oleh Allah SWT Untuk menegaskan kenabian dan tugas risalah yang diberikan kepada Nabi Musa. kekhawatirannya itu lenyap sama sekali. Tiba di Mesir. Nabi Musa menjadi semakin mantap dan yakin bahwa ‘suara-suara’ itu adalah benarbenar firman Allah. tinggal dan belajar bersama beliau selama sepuluh tahun. dan Allah juga menjanjikan akan menunjukkan tanda-tanda Kebesaran dan Kekuasaan-Nya yang lain kepada Fir’aun. Ketika akan mengerjakan test atau ujian. untuk menghanyutkannya ke sungai Nil. Nabi Muhammad adalah Habibullah. yakni Nabi Ibrahim adalah Kholilullah. dan hampir dibunuh (diqishash) oleh pasukan Fir’aun.seorang pimpinan dan pejabat/penguasa atau siapapun. dan tentunya Nabi Musa adalah Kalamullah. dengan jalan mengilhamkan (mewahyukan) kepada ibunya. Karena itu sedikit banyak ada juga kekhawatirannya kalau ‘suara-suara’ itu. termasuk pengangkatan Harun sebagai nabi mendampingi dirinya.

“Jika memang benar engkau membawa bukti yang memperkuat pengakuan (kenabian)mu. “Hai pembesar kaumku. dan tentu saja ia tidak menemukan apa apa." Haman melaksanakan perintah Fir’aun tersebut. yang seketika menjadi ular yang jauh lebih besar. bahkan menentukan waktunya. muncullah ribuan ular yang menjalar dan bergerak cepat menuju Nabi Musa dan Nabi Harun. Dalam masa menunggu ‘perang tanding’ itu. dan ketika bangunan tinggi telah selesai dan Fir’aun naik hingga puncaknya. sebagaimana disitir dalam QS al Qashash 38. sebagaimana disitir dalam QS Thaha 50-55. Maka bakarlah (buatlah) hai Haman untukku tanah liat. Tentu saja itu adalah strategi Nabi Musa untuk lebih mudah memperkenalkan dan menunjukkan dakwah Islamiah kepada masyarakat Mesir. Ia memandang berkeliling untuk mencari dan menemukan ‘tuhan’ yang dimaksudkannya sebagai Tuhannya Musa. “Hai Musa. Ketika tiba pada waktunya hari raya tersebut. Setelah itu Fir’aun berkata. Fir’aun bersama para pembesarnya duduk di atas tribun yang telah dipersiapkan untuk mereka. masyarakat Mesir berkumpul di suatu lapangan luas. “Sungguh Musa ini seorang ahli sihir yang ulung (sangat pandai)!!” Tentu saja mereka melakukan penilaian dan mengambil kesimpulan sebatas dengan apa yang mereka ketahui. kemudian memutuskan untuk mengadakan ‘perang-tanding’ antara Musa dengan ahli-ahli sihir yang tersohor Mesir. Mereka bermusyawarah sebentar. tetapi Nabi Musa berdiri dengan tenang. khususnya Bani Israil yang tinggal di sana. atau kami yang akan melemparkan??” Nabi Musa mempersilahkan mereka melakukan terlebih dahulu. segera saja mengetahui bahwa apa yang ditunjukkan Nabi Musa itu bukanlah sihir seperti yang mereka lakukan. Masyarakat Mesir sempat ketakutan melihat pemandangan tersebut. tetapi benar-benar tanda-tanda kekuasaan Allah yang Maha Besar. Sempat terjadi perdebatan antara Musa dan Fir’aun. dan juga tangan kanannya yang bisa bercahaya cemerlang. Hampir semua dari . berhadapan langsung dengan Nabi Musa dan Nabi Harun. pada waktu yang ditentukan. Para ahli sihir itu berkata. aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku. yakni pada hari raya penduduk Mesir. “Siapakah Tuhan kalian berdua itu?” Nabi Musa dan Nabi Harun menjelaskan risalah islamiah yang diembannya. Seketika ular mu’jizat tersebut mencaplok habis semua ular penjelmaan sihir yang berjumlah ribuan itu. tongkat-tongkat. Fir’aun berkata kepada pembesarpembesarnya. Nabi Musa menerima tantangan tersebut. dan sekaligus mengundang kehadiran mereka semua. Hal itu makin membuatnya sombong dan berteguh bahwa ia adalah tuhan yang sebenarnya bagi masyarakat Mesir. dan semua peralatan sihir mereka. tunjukkanlah kepadaku!!” Musa menunjukkan tongkatnya yang bisa menjelma menjadi ular besar. Fir’aun menyetujui permintaan Nabi Musa itu. kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhannya Musa. Fir’aun menanggapinya dengan berkata. dan begitu mereka melepaskan tali-tali. kemudian beliau melemparkan tongkat beliau.Fir’aun untuk menghentikan tindak kemusyrikannya kepada Allah dan penyiksaan kepada kaum Bani Israil. Ratusan atau mungkin ribuan ahli sihir telah siap dengan peralatan sihir mereka. Fir’aun dan para punggawanya berkata. dan sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa dia termasuk orang-orang pendusta. dan mu’jizat yang ditunjukkan Nabi Musa mereka anggap tidak banyak berbeda dengan ‘kegaiban-kegaiban’ yang ditunjukkan oleh para ahli sihir yang tersebar luas di bumi Mesir. Para ahli sihir itu. kamukah yang akan melemparkan terlebih dahulu. hanya dalam waktu yang sangat singkat. yang mereka sangat ‘profesional dan pakar’ di bidangnya.

tiba-tiba berkurang dan akhirnya menghilang. Rakyat Mesir sangat gembira. Ketika mereka gagal melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi masalah tersebut. apalagi ditambah dengan ‘sihir’ Nabi Musa. Dan kamu tidak menyalahkan kami. ia berkata. Mereka meminta agar Nabi Musa berdoa kepada Allah agar paceklik yang sedang melanda segera berhenti. sekaligus meminta Allah membinasakan Fir’aun dan bala tentaranya. dan tidak lama kemudian hujan turun. yaitu Tuhannya Musa dan Harun!!” Fir’aun sangat marah dengan perkembangan yang sungguh tidak diduganya itu. limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu). Begitulah memang ‘cara’ Allah menyelamatkan hamba-hamba-Nya. atau kiriman dari daerah-daerah lain di sekitar Mesir." Ketika keimanan telah merasuk begitu dalam. bahwa begitu (mantan) ahli-ahli sihir itu beriman kepada Allah. tidak akan mampu melunturkannya. Dengan tegas mereka berkata. buah-buahan yang biasanya ‘membanjiri’ bumi Mesir. Negeri Fir’aun yang terkenal makmur jadi terpuruk dan merana. “Apakah kamu beriman kepadanya (Musa) sebelum aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya ini adalah suatu muslihat yang telah kamu rencanakan di dalam kota ini. Apalagi sebagian masyarakat Mesir. yang ditunjukkan kepada Fir’aun. kemudian sungguh-sungguh aku akan menyalib kamu semuanya. Sebelumnya Fir’aun telah menjanjikan akan memberi hadiah besar dan menjadikan para ahli sihir itu sebagai orang-orang terdekatnya jika berhasil mengalahkan Nabi Musa. Sebelum Fir’aun sempat merealisasikan rencananya." Setelah itu mereka mengangkat tangannya dan berdoa. Mesir dilanda kemarau panjang dan paceklik yang sangat menyengsarakan rakyat dan merepotkan pemerintahan Fir’aun. Sedikit banyak mereka merasa ngeri dengan kemampuan sihir mereka. Sungguh aku akan memotong tangan dan kakimu dengan bersilang secara bertimbal balik. dan hanya membiarkan hidup anak-anak perempuannya. yakni membunuh anak lelaki kaum Bani Israil dan orang-orang yang beriman kepada Musa. baik dari produksi lokal. ternyata Fir’aun tidak berani mewujudkan ancamannya begitu saja. Inilah tanda-tanda Kekuasaan Allah dan kebenaran kenabian Nabi Musa ke tiga. bahkan kematian dengan cara yang paling keji. Fir’aun mengirim utusan kepada Musa. Inilah tanda yang ke empat. tentulah mereka akan segera meninggalkan praktek-praktek kesyirikan yang pernah mereka lakukan. terkadang melalui jalan yang tidak terduga-duga. walau mungkin mereka tidak berani secara ekstrim bersujud atau menunjukkan keimanannya pada pemerintahan lalim Fir’aun. Mendengar rencana tersebut." Walaupun telah mengancam seperti itu. Kaum musyrik itu tidak sempat berfikir dan menganalisa. ”Sesungguhnya kepada Tuhanlah kami kembali. mereka mendatangi Nabi Musa dan beliau berdoa kepada Allah untuk memohon pertolongan dan perlindungan. Dengan senang hati Nabi Musa memenuhi permintaan mereka. segera mengikuti jejak para ahli sihir tersebut mempercayai Nabi Musa. Allah SWT mengabulkan doa Nabi Musa tersebut. untuk mengeluarkan penduduknya dari sini. ancaman seberat apapun. khususnya kaum Bani Israil yang tertindas.mereka tunduk bersujud dan berkata. dan . “Kami beriman kepada Tuhan semesta alam. “Ya Tuhan kami. melainkan karena kami telah beriman kepada ayat-ayat Tuhan kami ketika ayat-ayat itu datang kepada kami. Dan mereka memutuskan untuk mengulangi cara yang terdahulu. Begitu pula yang terjadi pada para ‘mantan’ ahli sihir yang telah menjadi muslim tersebut. Tetapi melihat perkembangan situasi yang seperti itu. Belum lagi masalah itu dapat ditanggulangi. Fir’aun bermusyawarah lagi dengan pembesar-pembesarnya menyikapi situasi terbaru itu.

Dan inilah tanda yang ke sembilan. Inilah tanda yang ke enam. Mereka ‘membabat’ habis areal persawahan dan kebun buah-buahan mereka. Ketika Fir’aun dan pengikutnya makin ‘bosan’ dengan Nabi Musa dan apa yang beliau sampaikan. mereka memenuhi rumah-rumah dan merusak makanan-makanan kaum yang dholim tersebut. Ketika Fir’aun dan rakyatnya berada pada tingkat penderitaan yang tidak tertahankan lagi. yang memenuhi pelosok dan rumah-rumah tinggal mereka. Allah ‘mengubah’ air-air mereka menjadi darah. Setelah beberapa hari berlalu. dengan (perantaraan) kenabian yang diketahui Allah ada pada sisimu. sehingga mereka tidak menyerang Nabi Musa dan orang-orang beriman yang mengikutinya. mereka mengingkari hal itu. ia mengirimkan utusan menemui Nabi Musa dan berkata. mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu. Nabi Musa berdoa kepada Allah agar sekali lagi menurunkan hukuman sekaligus tanda-tanda kekuasaan-Nya kepada masyarakat yang ingkar tersebut. Tetapi belum beberapa hari berlalu. tiba-tiba saja mereka pergi menghilang entah kemana? Fir’aun dan masyarakat Mesir yang mendukungnya agak bernafas lega. Air sumur. Setelah angin topan dan air bah menghilang. Tidak cukup itu. Ketika kutu-kutu itu menghilang. Sesungguhnya jika kamu dapat menghilangkan . dan akhirnya mengerucut menjadi poros kekuatan selain pasukan Fir’aun." Mendengar jawaban tersebut. Inilah tanda yang ke delapan. begitu mereka menyimpan atau mau menggunakannya. ulat dan sejenis serangga kecil lainnya. dan berbagai air lainnya. “Hai Musa. belalang-belalang itu juga memasuki rumah-rumah dan istana Fir’aun sehingga mereka dalam keadaan yang benar-benar tersiksa. walaupun tanpa senjata. Sepertinya ‘pasukan-pasukan’ Allah tersebut mempunyai sensor yang sangat peka terhadap ‘nilai’ keimanan. Inilah tanda yang ke lima. mereka belum sempat bernafas lega ketika Allah mengirimkan ‘pasukan’-Nya yang lain. Inilah tanda yang ke tujuh. Hari demi hari pengikut beliau makin banyak. air kolam. Jutaan ekor katak tiba-tiba saja menyerbu bumi Mesir. dan belalang-belalang itu telah ‘menyelesaikan’ tugasnya sesuai dengan perintah Allah. pengaruhnya sedikit sekali kepada orang-orang yang beriman. mereka berkata. sebagaimana disitir pada QS al A’raaf 134. segera saja berubah menjadi darah. Dan Nabi Musa belum akan berhenti berdakwah sebelum Allah memerintahkan berhenti. sehingga mereka kahabisan persediaan makanan. Tidak cukup sampai di situ. Allah mengirim ‘pasukan’ yang lain untuk menghukum kaum yang ingkar dan lalim tersebut.hanya dalam beberapa bulan saja mereka memperoleh kemakmuran mereka kembali. Tidak terlalu lama kemudian muncullah angin topan dan air bah yang memporakporandakan dan menggenangi tempat tinggal mereka selama tujuh hari penuh. Allah mengirimkan ‘pasukan’ belalang yang jumlahnya jutaan ekor. Mereka berkata. maka kami sekali-kali tidak akan beriman kepadamu. Tetapi ketika Nabi Musa mendakwahi mereka kepada jalan kebenaran Islam. begitu juga dengan ‘mantan’ para tukang sihir tersebut. dan mengingatkan ‘hukuman’ Allah yang menimpa mereka (yakni paceklik dan kekurangan buah-buahan). Entah darimana datangnya. karena binatang-binatang ini tampak lebih menjijikkan. “Ini adalah hasil usaha kami sendiri!!” Nabi Musa tidak pernah putus asa untuk berdakwah. Setidaknya sebagian besar kaum Bani Israil telah beriman kepada Allah dan Nabi Musa. tiba-tiba Mesir ‘diserang’ oleh jutaan kutu. Ketika ‘musibah-musibah’ sebanyak lima kali (macam) tersebut melanda. “Bagaimanapun kamu mendatangkan keterangan kepada kami untuk menyihir kami dengan keterangan itu. Mereka jauh lebih menderita dari sebelumnya. air sungai. Keadaannya jauh lebih parah dibanding ketika mereka dilanda musim paceklik.

Dua kali mereka menjalani ‘pengalaman’ pahit. Nabi Musa meneruskan dakwah Islamiah beliau. Dalam beberapa bulan saja mereka kembali menjalani kehidupan yang lebih baik. dan tidak ingin mengalaminya untuk ke tiga kalinya. maka mereka tidak beriman hingga mereka melihat siksaan yang pedih. tetapi tetap tidak mampu menembus dinding istana ‘pemerintahan lalim’ Fir’aun. Hanya saja Fir’aun dan bala tentaranya agak berhati-hati untuk tidak ‘mengganggu’ Nabi Musa dan Bani Israil. Fir’aun mengingkari janjinya. khususnya dari kalangan Bani Israil menjalani kehidupan dengan nyaman selama beberapa waktu lamanya. yang Allah pasti akan memenuhi doa tersebut bagaimanapun keadaannya. Suatu ketika Nabi Musa mendatangi Fir’aun untuk ‘menagih janji’. jika berhasil menghilangkan musibah yang menimpa mereka. Dan hampir semua nabi telah menggunakan doa tersebut ketika masih hidup di dunia. Mereka melakukannya dengan diam-diam sehingga tidak seorangpun dari pasukan Fir’aun atau orang Qibti yang mengetahuinya. Nabi Musa tidak bisa bersabar lagi. ia memanjatkan doa kepada Allah agar menghentikan siksaan-Nya kepada Fir’aun dan rakyat yang mendukungnya. Dan jika sewaktu-waktu datang perintah Allah untuk meninggalkan Mesir. tetapi Dia tetap memerintahkan untuk tinggal di Mesir. Beliau (Nabi SAW) menggunakan doa mustajab tersebut untuk menyelamatkan (memberi syafaat) kepada manusia. Nabi Musa mengangkat kedua tangannya dan berdoa. dalam sekejab katak-katak itu menghilang dan air-air mereka menjadi normal seperti sediakala. Mereka melaporkan hal itu kepada Fir’aun. termasuk Nabi Musa dalam keadaan di atas. Nabi Musa dan orang-orang yang beriman. mereka mendatangi Nabi Musa.azab-azab itu daripada kami. binasakanlah harta benda mereka. Mereka sempat membeli beberapa rumah untuk dijadikan tempat ibadah (masjid). Mereka mulai melakukan tekanan dan penyiksaan kepada Bani Israil seperti sebelumnya. “Ya Tuhan kami. Setiap nabi memang mempunyai satu doa mustajab. tampaknya ‘penyakit’ Fir’aun mulai muncul lagi. kecuali Nabi Muhammad SAW. yang segera saja ia menyusun pasukan untuk mengejar Musa dan kaum Bani Israil. Setelah beberapa tahun berlalu. sampai waktu yang diperintahkan (diijinkan) untuk meninggalkan negeri itu. Fir’aun sendiri yang memimpin . Ya Tuhan kami." Allah mengabulkan doa Nabi Musa tersebut. Tetapi seperti sebelumnya. mereka dengan ringan dan senang hati mau mengikuti Nabi Musa. Allah memenuhi doa Nabi Musa. ketika pasukan Fir’aun akan melakukan ‘operasi’ penyiksaan seperti biasanya. Dan pada saat yang bersamaan telah datang perintah Allah agar Nabi Musa dan seluruh Bani Israil segera meninggalkan Mesir. akibatnya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan Engkau. Ketika tingkat penyiksaan begitu kerasnya. dan kemudian menjadi makmur seperti sediakala. Dakwah Nabi Musa makin menyebar. khususnya umat beliau pada yaumul makhsyar kelak. bahwa ia akan beriman kepada Allah dan dirinya sebagai Nabi. melakukan perjalanan pada malam harinya (isra’) menuju bumi Palestina. Mungkin inilah memang rencana Allah. sebagaimana disitir dalam QS Yunus 88. pasti kami akan beriman kepadamu dan akan kami biarkan Bani Israel pergi bersamamu. dan mereka shalat di dalamnya. Ya Tuhan kami. Bani Israil dikondisikan untuk tidak kerasan lagi di Mesir. sesungguhnya Engkau telah memberi kepada Fir'aun dan pemukapemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia. ia ingin memakai doa ‘pamungkas’-nya untuk menghancurkan Fir’aun. dan kunci matilah hati mereka. mereka mendapati pemukiman dan tempat-tempat kerja Bani Israil dalam keadaan kosong melompong. untuk makin memantapkan keimanan mereka. Keesokan harinya." Nabi Musa dengan senang hati memenuhi permintaan mereka. khususnya kepada kaum Bani Israil.

sebagaimana disitir dalam QS Yunus ayat 91. yakni muslimin).” Maksudnya adalah. dan masingmasing kelompok (kabilah) pada kaum Bani Israil berada pada jalannya masing-masing. Tanpa pikir panjang lagi." Fir’aun mengulang-ulang ucapannya. dan berfikir akan mati dihabisi oleh pasukan Fir’aun. Mendengar pernyataan tersebut. Ada sebagian orang-orang Bani Israil yang tidak percaya begitu saja bahwa Fir’aun telah mati tenggelam. Sebagian riwayat menyebutkan. sementara jauh di belakang mereka tampak pasukan Fir’aun terus mendekat. Dalam keadaan seperti itu. “Aamantu annahuu laa ilaaha illaal ladzii aamanat bihii banuu israa-iila wa ana minal muslimiin. dan Allah menyatakan mengabulkan permintaan (doa) Nabi Musa. di hadapan semua orang-orang Bani Israil. Mereka beralasan bahwa selama ini Fir’aun mengaku sebagai tuhan. dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah. Fir’aun menggerakkan pasukannya untuk turun ke jalan yang membelah lautan itu. dan menyumbatkannya ke mulut Fir’aun sehingga ia tidak bisa mengucapkan lagi kalimat-kalimat itu.pasukannya untuk melakukan pengejaran tersebut. Walaupun tertinggal semalaman penuh. rombongan Nabi Musa telah separuh jalan di tengah Laut Merah tersebut. Al Qur’an menjelaskan dalam Surat Yunus ayat 92. dan menenggelamkan Fir’aun dan bala tentaranya. yakni menenggelamkan Fir’aun dan pasukannya di laut Merah. sehingga menyebabkan malaikat Jibril yang melihat pemandangan itu sangat khawatir kalau Allah menurunkan rahmat-Nya kepada Fir’aun. “Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu (Fir’aun). dan tidak lama kemudian. akhirnya mereka bisa melihat rombongan Nabi Musa dan Bani Israil yang telah mendekat ke pantai. “Apakah sekarang (kamu baru percaya/beriman?). tetapi begitu orang terakhir dari rombongan Nabi Musa menginjakkan kaki di pantai seberangnya. setelah berlalu hampir empat puluh tahun sejak Nabi Musa menggunakan doa mustajabnya. sehingga bisa saja ia mempunyai kekuatan ‘super’ untuk menyelamatkan diri. yang segera saja terbentuk jalan cukup luas dengan dua dinding air di kanan kirinya. Allah berfirman kepada Musa untuk memukulkan tongkatnya ke lautan. dinding air itu ‘roboh’ kembali seperti sediakala. ketika Fir’aun timbul tenggelam di lautan meregang nyawanya (sakaratul maut). sebuah ombak besar melemparkan jasad Fir’aun yang telah kaku ke pantai. Nabi Musa berdoa kepada Allah. Rombongan Bani Israil mengalami ketakutan yang tak terperikan. Allah ‘merealisasikan’ doa Nabi Musa tersebut. Tetapi ternyata Allah menjawab langsung kalimat keimanan Fir’aun tersebut. ketika lautan luas menghadang di depan mereka. Segera saja kaum Bani Israil berjalan cepat melalui jalan tersebut untuk menghindari pengejaran Fir’aun yang telah semakin dekat. dan berencana akan membantai habis mereka. “Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil. Jarak keduanya makin dekat saja. Sungguh suatu mu’jizat yang tidak bisa dijelaskan secara logika atau akal sehat. padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu. ia mengucapkan kalimat keimanan sebagaimana disitir QS Yunus ayat 90. dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan!!” Sebagian ulama menyebutkan. jalan pada lautan yang terbelah itu terdiri dari duabelas jalur. karena tidak mungkin ada jalan lari bagi Nabi Musa dan kaum Bani Israil. supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami!!” . Mereka tampak sangat gembira. Al Qur’an menjelaskan. Tentang hal ini. yakni Laut Merah. Ia segera turun ke dasar lautan mengambil segenggam lumpur. Sebagian dari mereka sempat mencaci -maki Nabi Musa dan Nabi Harun. Ketika Fir’aun dan pasukannya tiba di pantai.

Di antara kisah Al-Quran yang erat kaitannya dengan kehidupan bernegara adalah kisah Nabi Yusuf AS. tetapi mempunyai beberapa persamaan. yang bisa kita pilih adalah di kubu mana kita berada. Apalagi hanya dalam sebuah organisasi atau negara. Dialah sebaik-baik pemberi tipu daya. kemudian ditafsirkan. Nabi Yusuf memberikan pelajaran bagaimana “musyarakah” sehingga kisahnya yang berawal di penjara dapat berujung di istana. Manusia yang paling keras cobaannya adalah para nabi dan orang-orang yang paling “mirip” dengan para nabi itu. Tujuan utamanya bukan menguasai fakta-fakta itu. yang bercerita tentang bagaimana jika agama telah mampu menguasai negara. yaitu keinginan Firaun melenyapkan setiap bayi laki-laki karena dikhawatirkan akan menyingkirkan kekuasaannya.com . Konflik itu biasa. bermusyarakah. Nabi Sulaiman AS. tetapi bagaimana mengambil pelajaran dari fakta-fakta sejarah tersebut. konflik itu selalu ada. Persamaan tersebut adalah: 1. Siapakah yang mengendalikan pikiran istri Firaun sehingga Musa diselamatkan dan diizinkan menikmati hidup di istana? Bukankah . 2. Berbeda lagi kisah tentang Nabi Sulaiman AS. Interaksi sebenarnya baru akan terwujud ketika seorang muslim merasa dibimbing Al-Quran dalam setiap interaksinya. maupun menguasai negara. Bahkan cikal bakal konflik antara Nabi Musa AS. Salah satu kandungan Al-Quran adalah sejarah yang berisi fakta-fakta. Ketiga cerita tersebut meskipun berbeda. Konflik Baik ketika beroposisi. Pola interaksi dengan Al-Quran itulah yang harus ditingkatkan agar Al-Quran benar-benar memberikan bimbingan dan petunjuk. agar yakin bahwa Allahlah yang mengendalikan semuanya.Interaksi dengan Al-Quran bukan hanya melalui membaca dan mengkhatamkannya saja. termasuk pengalaman dan perjalanan hidup. dan Firaun telah ada jauh sebelum Nabi Musa lahir. dan Nabi Musa AS.Tafsir Ayat Kemenangan dakwatuna. Konflik adalah salah satu bentuk cobaan Allah kepada manusia.” Khusus cerita Yusuf kita dapati konflik terjadi karena kecemburuan aka kadar keikhlasan saudara-saudaranya. Kita lihat bagaimana kisah Nabi Musa AS yang diselamatkan Allah dengan mengantarkan beliau ke istana Firaun melalui Sungai Nil kemudian ditemukan oleh istri Firaun. Maka. “Kita tidak bisa memilih untuk tidak berkonflik. Sayyid Quthb berkata. 4 generasi ke atas adalah Nabi semua) hingga berujung pada skenario pembunuhan. bahkan konflik antara Yusuf dan Benyamin (satu ibu-satu bapak) dengan saudara-saudaranya yang juga anak-anak keturunan Nabi (keluarga Yusuf. Konspirasi Hal yang patut dicatat adalah ayat-ayat yang berkaitan dengan konspirasi kepada para nabi itu dikaitkan dengan keimanan kepada Allah dan kepada taqdir. yaitu orang-orang shalih. prinsip dakwah kita yang pertama dan utama adalah salamatush-shadr. Nabi Musa memberikan pelajaran bagaimana memposisikan diri sebagai oposisi.

Pemimpin Bosnia kala tahun 1994 diwawancarai oleh Fox News ditanya tentang masa depan Bosnia. tidak boleh ada ancaman yang membuat kita berhenti bergerak dan berjuang. Kuat mana voters dan followers? . Mana lebih lama umur negara atau agama? Imperium Romawi-Yunani sekarang mana? Tapi agama yang dulu pernah mereka kalahkan sampai hari ini masih tetap ada. Kisah Nabi Yusuf AS antara dibuang saudara-saudaranya dengan realitas mimpi ayahnya nabi Yaqub. besar dan kuat. 3. sebab utama konflik antara Nabi Yusuf AS dan saudara-saudaranya adalah KECEMBURUAN. bukan ke laut. Berapa lama jarak antara mimpi Nabi Yusuf dan realisasi kekuasaan beliau? Salah satu riwayat menjelaskan. ketika Nabi Musa AS terjepit. Jika kita punya kesadaran tentang kekuasaan Allah. Tapi Allah punya rencana. yang berakhir pada konspirasi untuk membunuh Yusuf AS. ia dan pasukannya bersorak karena sangat mudah menghancurkan Musa dan pengikutnya. Kesabaran Yusuf itulah yang menjadikannya dimenangkan Allah Taala. Jarak Yang dimaksud di sini adalah jarak antara mimpi dan realisasi atas mimpi itu. dan bukan membunuhnya? Ingat. maka perjuangan ini akan selalu menang! Politisi menciptakan voters. Jadi miliki nafas yang panjang dalam perjuangan. jangan patah arang. Maka tatkala Firaun mengetahui hal itu. bahwa saudarasaudara akan menyembah/sujud kepada nabi Yusuf adalah sekitar 40 tahun. “Yang memenangi peperangan ini bukanlah yang membunuh lebih banyak jiwa. ia justru lari ke laut. Kesabaran adalah faktor yang sangat penting dalam suatu perjuangan. dan ia pun binasa ditelan laut. Ingat pertempuran Firaun dan Nabi Musa AS. jarak itu adalah 40 tahun. Riwayat lain menyebutkan 80 tahun. Maka.sebelumnya Firaun ingin agar setiap bayi laki-laki dibunuh? Mengapa dia justru setuju untuk membesarkan Musa di istananya? Allah telah mengubah persepsi Firaun dan istrinya sehingga menyelisihi niatnya sendiri. tapi agama menciptakan followers. beliau mengatakan. Allahlah yang memberikan kita kekuatan dan persepsi itu. mengejar ke tengah lautan yang terbuka. Maka karena hakikat perjuangan adalah perjuangan agama. kita harus terus naik. Yang pasti. Demikian pula. Firaun pun tak sempat berpikir panjang. dan Nabi Musa diperintahkan untuk memukulkan tongkatnya ke laut dan terbelahlah lautan. Sikap optimisme bahwa mimpi itu pasti terwujud. tetapi siapa yang bisa hidup lebih lama. Siapa yang akan menang.ke dalam sumur. jangan pernah memandang musuh kita.s. Logika perang modern di mana-mana kalau terjepit larinya ke gunung atau hutan. Harus punya nafas perjuangan yang panjang agar mimpi kita terwujud. siapakah yang mengendalikan pikiran saudara Yusuf AS sehingga mereka hanya menceburkan Yusuf a. teknik semakin baik. meskipun dalam perjalanan naik itu kadangkala butuh istirahat.” Fakta sejarah menunjukkan bahwa pada akhirnya Serbia pergi dan Bosnia berdiri merdeka. adalah mereka yang berumur lebih panjang: stamina tetap. Jatuh bangun dalam perjuangan kebenaran adalah biasa dalam pendakian menuju kemenangan. Yakinlah kapan pun itu kita akan tetap menang pada akhirnya.

Karena doanya. berdoalah seperti doa Nabi Sulaiman AS. Mindset Baik Nabi Yusuf AS. bukan sebagai pengabdi. Nabi Sulaiman AS minta negara dan ia minta negara itu tidak diberikan kepada selainnya.com/ . rabbii hablii mulkan laa yanbaghii li ahadin min ba’dii. Nabi Musa AS. menurut riwayat istri Nabi Sulaiman AS berjumlah 99 orang. kita akan tunjukkan peran kita di muka bumi ini. ketiganya punya mindset sebagai PEMENANG. Berdoalah kepada Allah agar kita diberikan kekuasaan yang dengannya kita memperbaiki umat dan bangsa ini. bahkan istri Nabi Daud AS sebanyak 1000 orang. Nabi Sulaiman AS bukan hanya minta negara. (dkt-usb) Sumber: http://www. Wallahu a’lam. Doa Nabi Sulaiman AS yang sangat dahsyat. maupun Nabi Sulaiman AS. tapi negara yang tak diberikan Allah kepada setelahnya. Karena itu. Bahkan lebih daripada itu.4.dakwatuna.