BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Masalah Pancasila adalah dasar filsafat Negara Republik Indonesia yang secara resmi di sahkan oleh PPKI pada tanggal 18 agustus 1945 dan tercantum dalam pembukuan UUD 1945, di undangkan dalam berita Republik Indonesia tahun II No. 7 bersama-sama dengan batang tubuh UUD 1945. Dalam perjalanan sejarah eksistensi Pancasila sebagai dasar filsafat Negara Republik Indonesia mengalami berbagai macam interpretasi dan manipulasi politik sesuai denan kepentingan penguasa demi kokoh dan tegaknya kekuasaan yang berlindung dibalik legitimasi ideology Negara pancasila. Berdasarkan kenyataan tersebut diatas gerakan reformasi berupaya untuk mengembalikan kedudukan dan fungsi pancasila yaitu sebgai dasar negara republik Indonesia, yang hal ini direalisasikan melalui Ketetapan sidang istimewa MPR tahun 1998 No.XVIII/MPR/1998 disertai dengan pencabutan P-4 dan sekaligus juga pencabutan pancasila sebagai satu-satunya asas bagi orsospol di Indonesia. Dampak yang cukup serius atas manipulasi pancasila oleh para penguasa pada masa lampau,dewasa ini banyak kalangan elit politik serta sebagian masyarakat beranggapan bahwa pancasila merupakan label politik Orde Baru. Bukti yang secara objektif dapat disaksikan adalah terhadap hasil reformasi yang telah berjalan selama ini, belum menampakan hasil yang dapat dinikmati oleh rakyat, nasionalisme bangsa rapuh, sehingga martabat bangsa Indonesia dipandang rendah di masyarakat internasional. Berdasarkan alasan dan kenyataan objektif tersebut diatas maka sudah menjadi tanggung jawab kita bersama sebagai warga Negara untuk mengembangkan serta mengkaji pancasila sebagai suatu hasil karya besar bangsa kota yang setingkat dengan paham atau isme-isme besar dunia dewasa ini seperti liberalism, sosialisme, komunisme. Oleh karena itu kiranya merupakan tugas berat kalangan intelektual untuk mengembalikan persepsi rakyat yang keliru tersebut kearah cita-cita bersama bagi bangsa Indonesia dalam hidup bernegara. B. Rumusan Masalah Untuk menambah pengetahuan tentang pancasila sebagai paradigm dalam kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara.

1

budaya dan bidang lainnya. Adapun tujuan umum atau internasional adalah “ikut melaksanakan ketertiban Dunia yang berdasarkan kemerdekaan. yang secara Keseluruhan sebagai tujuan khusus atau nasional.sumber asas serta tujuan dari suatu perkembangan. Atas dasar kajian paradigma ilmu pengetahuan social tersebut kemudian dikembangkanlah metode baru berdasarkan hakikatnya dan sifat paradigm ilmu tersebut yaiyu manusia. terukur. Istilah ilmiah tersebut kemudian berkembang dalam berbagai bidang kehidupan manusia serta ilmu pengetahuan lain misalnya politik. ekonomi. hokum. Oleh karena itu pembangunan nasional sebagai upaya praksis untuk mewujudkan tujuan tersebut. Secara terminologis tokoh yang mengembangkan istilah tersebut dalam dunia ilmu pengetahuan adalah Thomas S. B. mencerdaskan Kehidupan bangsa ”hal ini merupakan Tujuan Negara hokum material. Tujuan Negara yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 adalah“Melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia ”hal ini merupakan tujuan Negara Hokum formal. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Untuk mencapai tujuan dalam hidup bermasyarakat berbangsa dan bernegara bangsa Indonesia melaksanakan pembangunan nasional. Unsur-unsur hakikat manusia“monopluralis”meliputi susunan kodrat manusia. 2 . Pegertian Paradigma Istilah “paradigma” pada awalnya berkembang dalam dunia ilmu pengetahuan terutama dalam kaitannya dengan filsafat ilmu pengetahuan. terdiri rokhani(jiwa) dan jasmani(raga). Berdasarkan hakikatnya manusia dalam kenyataan objektivnya bersifat ganda bahkan multidimensi. perdamaian abadi dan keadilan sosial”. Oleh karena itu kalangan ilmuan social kembali mengkaji paradigm ilmu tersebut yaitu manusia. yaitu metode kualatif. adapun rumusan“Memajukan kesejahteraan umum. Secara filosofi hakikat kedudukan Pancasila sebagai paradigm pembangunan nasional mengandung suatu konsekuensi bahwa dalam segala aspek pembangunan nasional kita harus mendasarkan pada hakikat nilai-nilai Pancasila. kerangka pikir. Dalam masalah yang popular istilah paradigma berkembang menjadi terminology yang mengandung konotasi pengertian sumber nilai. Khun dalam bukunya yang berjudul“The Structure Of Scientific Revolution”. Dalam ilmu-ilmu social manakala suatu teori yang didasarkan pada suatu hasil penelitian ilmiah yang mendasarkan pada metode kuantitatif yang mengkaji manusia dan masyarakat berdasarkan pada sifat-sifat yang parsial. maka hasil dari ilmu pengetahuan tersebut secara epistemologis hanya mengkaji satu aspek saja dari obyek ilmu pengetahuanya itu manusia. ciri serta karakter ilmu pengetahuan itu sendiri.BAB II PEMBAHASAN A. orientasi dasar. korelatif dan positivistik. sifat kodrat manusia terdiri makhluk individu dan makhluk social serta kedudukan kodrat manusia sebagai makhluk pribadi berdiri sendiri dan makhluk Tuhan. metode serta penerapan dalam ilmu pengetahuan sehingga sangat menentukan sifat. perubahan serta proses dari suatu bidang tertentu termasuk dalam bidang pembangunan & pendidikan. paradigma adalah suatu asumsi-asumsi dasar dan teoritis yang umum (merupakan suatu sumber nilai) sehingga merupakan suatu sumber hukum. Hal ini sebagai perwujudan praksis dalam meningkatkan harkat dan martbatnya.

dan kehendak dalam bidang moral (etika). Berdasarkan sila ini Iptek tidak hanya memikirkan apa yang ditemukan. dan kehendak. antara akal. mengkomplementasikan pengembangan Iptek haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannya dengan dirinya sendiri. Kesimpulanya bahwa pada hakikatnya sila-sila pancasila harus merupakan sumber nilai. 3. 3 . Pengembangan Iptek sebagai hasil budaya manusia harus didasarkan pada moral Ketuhanan dan Kemanusiaan yang adil dan beradab. kebesaran bangsa serta keluhuran bangsa sebagai bagian dari umat manusia di dunia. Pancasila Sebagai Paradigma Pengembangan IPTEK 2. 5.maka pembangunan haruslah mendasarkan pada paradigm hakikat manusia “monopluralis”. rasa dalam bidang estetis. dikaji ulang maupun dibandingkandengan penemuan ilmuwan lainnya. kerangka piker serta basis moralitas bagi pengambanan IPTEK. Akal merupakan potensi rohaniah manusia dalam hubungannya dengan intelektualitas. manusia dengan masyarakat bangsa dan negara serta manusia dengan alam lingkungannya. Sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Pancasila Sebagai Paradigma Pengembangan Ekonomi 5. Pancasila Sebagai Paradigma Pengembangan IPTEK Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi (Iptek) pada hakikatnya merupakan suatu hasil kreativitas rohani manusia. keseimbangan antara rasional dan irasional. Artinya setiap ilmuwan harus memiliki kebebasan untuk mengembangkan Iptek juga harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan harus memiliki sikap yang terbuka untuk dikritik. 2. manusia dengan manusia lainnya. Pancasila Sebagai Paradigma Pengembangan Sosial Budaya 6. Pengembangan Iptek hendaknya dapat mengembangkan rasa nasionalisme. Pancasila Sebagai Paradigma Pengembangan Kehidupan Beragama 1. Pancasila Sebagai Paradigma Pengembangan Hankam 7. Pancasila yang sila-silanya merupakan seatu kesatuan yang sistematis haruslah menjadi system etika dalm pengembangan Iptek. Sila Persatuan Indonesia. Tujuan yang esensial dari Iptek adalah demi kesejahteraan umat manusia. Unsur rohani (jiwa) manusia meliputi aspek akal. mencipta. dibuktikan dan diciptakan tetapi juga dipertimbangkan maksud dan akibatnya apakah merugikan manusia dengan sekitarnya. Dalam masalah ini pancasila telah memberikan dasar nilai-nilai bagi pengembangan Iptek demi kesejahteraan hidup manusia. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa. rasa dan kehendak. sehingga Iptek pada hakekatnya tidak bebas nilai namun terikat oleh nilai. Iptek adalah sebagai hasil budaya manusia yang beradab dan bermoral. 4. Kemudian pada gilirannya dijabarkan dalam berbagai bidang pembangunan antara lain : 1. mengkomplementasikan universalia dan internasionalisme (kemanusiaan) dalam sila-sila yang lain. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan POLEKSOSBUDHANKAM 3. Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan mendasari pengembangan Iptek secara demokratis. Pancasila Sebagai Paradigma Pengembangan Bidang Politik 4. manusia dengan Tuhannya. Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab. 1. rasa. memberikan dasar-dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan Iptek harus bersifat beradab. mengkomplementasikan ilmu pengetahuan.

Hal ini menurutnya agar memberikan dasar-dasar moral supaya negara tidak berdasarkan kekuasaan. Pembangunan hakikatnya membangun manusia secara lengkap. dan akhirnya yang kuatlah yang menang. Hal ini sebagai implikasi dari perkembangan ilmu ekonomi pada akhir abad ke-18 menumbuhka ekonomi kapitalis. menyatakan bahwa “negara berdasarkan atas Ketuhanan yang Maha Esa. Atas dasar kenyataan objektif inilah maka di eropa pada awal abad ke-19 munculah pemikiran sebagai reaksi atas perkembangan ekonomi tersebut yaitu sosiolisme komunisme yang memperjuangkan nasib kaum proletar yang ditindas olehkaum kapitalis. Sehingga lazimnya pengembangan ekonomi mengarah pada persaingan bebas. bahwa dalam politik negara harus mendasarkan pada kerakyatan (sila IV). Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan POLEKSOSBUDHANKAM Pembangunan pada hakikatnya merupakn satu realisasi praksis untuk mencapai tujuan bangsa. Adapun pembangunan dirinci dalam berbagai macam bidang antara lain POLEKSOSBUD HANKAM. Dapat disimpulkan bahwa pengembangan politik negara terutama dalam proses reformasi dewasa ini harus mendasarkan pada moralitas sebagaimana tertuang dalam sila-sila pancasila sehingga. yaitu ekonomi yang humanistic yang mendasarkan pada tujuan demi kesejahteraan 4 . secara utuh meliputi seluruh unsure hakikat manusia monopluralis. Hatta. yaitu ikatan moralitas sebagai suatu bangsa (sila III). individu-mahluk social serta sebagai pribadi-mahluk tuhan yang maha esa. Dalam bidang kenegaraan penjabaran pembangunan dituangkan dalam GBHN yang dirinci dalm bidang operasional serta target pencapaiannya.2. Selain sistem politik negara Pancasila memberikan dasar-dasar moralitas politik negara. Adapun aktualisasi dan pengembangan politik negara demi tercapainya keadilan dalam hidup bersama (sila V). Drs. 3. praktek-praktek politik yang menghalalkan segala cara dengan memfitnah. adapun pengembangan dan aktualisasi politik negara berdasarkan pada moralitas berturut-turut moral ketuhanan (sila I). Pancasila Sebagai Paradigma Pengembangan Bidang Politik Pengembangan dan pembangunan bidang politik harus mendasarkan pada tuntutan hak dasar kemanusiaan yang di dalam istilah ilmu hukum dan kenegaraan disebut hak asasi manusia. atas dasar Kemanusiaan yang adil dan beradab”. Hakikat manusia merupakan sumber nilai bagi pengembangan POLEKSOSBUDHANKAM. atau dengan kata lain membangun martabat manusia. Oleh karena itu dalm politik negara termasuk para elit politik dan para penyelenggara negara untuk memegang budi pekerti kemanusiaan serta memegang teguh cita-cita moral rakyat leluhur Dalam sila-sila Pancasila tersusun atas urut-urutan sistematis. memprovokasi menghasut rakyat yang tidak berdosa untuk diadu domba harus segera diakhiri. Moh. Atas dasar kenyataan tersebut maka mubyarto kemudian mengembangkan ekonomi kerakyatan. Hakikat manusia adalah “monopluralis” artinya meliputi berbagai unsur yaitu rokhani-jasmani. Pancasila Sebagai Paradigma Pengembangan Ekonomi Dalam dunia ilmu ekonomi boleh dikatakn jarang ditemukan pakar ekonomi yang mendasarkan pemikirann pengembangan ekonomi atas dasar moralitas kemanusiaan dan ketuhanan. Oleh karena itu kiranya menjadi sangat penting bahkan mendesak untuk dikembangkan system ekonomi yang mendasarkan pada moralitas humanistik. 4. Dalam sistem politik negara harus mendasarkan pada kekuasaan yang bersumber pada penjelmaan hakikat manusia sebagai individu-mahluk sosial yang terjelma sebagai rakyat. ekonomi yang berkemanusiaan. moral kemanusiaan (sila II) dan moral persatuan.

Demi tegaknya hak-hak warga Negara maka diperlukan peraturan perundangundangan Negara. Terdapat rumusan dalam sila kedua yaitu ”Kemanusiaan yang adil dan beradab“. Terutama dalam rangka bangsa Indonesia melakukan reformasi disegala bidang dewasa ini. Oleh karena itu Pertahanan dan Keamanan negara harus mendasarkan pada tujuan demi tercapainya kesejahteraan hidup manusia sebagai makhluk Tuhan yang Maha Esa. 5. kebebasan spiritual. Hal ini menunjukan kemunduran bangsa Indonesia kearah kehidupan beragama yang tidak 5 . Dalam rangka pengembangan sosial budaya. terutama bersuber pada masalah agama. baik dalam rangka mengatur ketertiban warga maupun dalam rangka melindungi hak-hak warganya. 7. agar manusia lebih menjadi sejahtera. Pertahanan dan Keamanan negara haruslah mendasarkan pada tujuan demi kepentingan rakyat sebagai warga negara. Pancasila Sebagai Paradigma Pengembangan Sosial Budaya Dalam pembangunan pengembangan aspek social budaya hendaknya didasarkan atas sistem nilai yang sesuai dengan nilai-nilai budaya yang dimiliki oleh masyarakat tersebut. Hal ini didasarkan pada pada kenyataan bahwa tujuan ekonomi itu sendiri adalah untuk memenuhi kebutuhan manusia. Perkembangan ekonomi bukan hanya mengejar pertumbuhan saja melainkan demi kemanusiaan. Pancasila sebagai kerangka kesadaran yang dapat mendorong untuk universalisasi. demi kesejahteraan seluruh bangsa. Oleh karena itu Negara bertujuan melindungi segenap wilayah Negara dan bangsanya. Pancasila Sebagai Paradigma Pengembangan Hankam Negara pada hakikatnya adalah merupakan suatu masyarakat hukum. dan transendentalisasi. Pengembangan ekonomi tidak bisa dipisahkan degan nilai-nilai moral kemnusiaan(mubyarto1999). Oleh karena itu dalam pengembangan sosial budaya pada masa reformasi dewasa ini kita harus mengangkat nilai-nilai yang dimiliki bangsa Indonesia sebagai dasar nilai yaitu nilai-nilai Pancasila itu sendiri. artinya nilainilai Pancasila mendasarkan pada nilai yang bersumber pada harkat dan martabat manusia sebagai makhluk yang berbudaya. Pancasila Sebagai Paradigma Pengembangan Kehidupan Beragama Pada reformasi dewasa ini dibeberapa wilayah Negara Indonesia terjadi konflik social yang bersumber pada masalah SARA. Demikian pula pertahanan dam keamanan Negara bukanlah hanya untuk sekelompok warga ataupun kelompok politik tertentu. yaitu meningkatkan derajat kemerdekaan manusia. Maka system ekonomi Indonesia mendasarkan atas kekeluargaan seluruh bangsa. yaitu melepaskan simbol-simbol dari keterikatan struktur. 6. sehingga berakibat Negara menjadi totaliter dan otoriter. Pertahanan dan keamanan harus menjamin hak-hak dasar. persamaan derajat serta kebebasan kemanusiaan dan Hankam diperuntukkan demi terwujudnya keadilan dalam masyarakat agar negara benar-benar meletakkan pada fungsi yang sebenarnya sebagai suatu negara hukum dan bukannya suatu Negara yang berdasarkan kekuasaan. Oleh karena pancasila sebagai dasar Negara dan mendasarkan diri pada hakikat nilai kemanusiaan monopluralis maka pertahanan dan keamanan Negara harus dikembalikan pada tercapainya harkat dan martabat manusia sebagai pendukung pokok Negara. Dengan demikian maka proses humanisasi universal akan dehumanisasi serta aktualisasi nilai hanya demi kepentingan kelompok social tertentu sehingga menciptakan system social budaya yang beradab.rakyat secara luas. Prinsip etika Pancasila pada hakikatnya bersifat humanistik.

saling menghormati dan saling mencintai sebagai sesame umat manusia yang beradab. Dalam kenyataannya gerakan reformasi ini harus dibayar mahal oleh bangsa Indonesia yaitu dampak social. saling menghargai berdasarkan nilai kemanusiaan yang adil dan beradab. ekonomi.Sistem ini ditandai dengan konsentrasi kekuasaan dan partisipasi didalam pembuatan keputusankeputusan nasional yang berada hampir seluruhnya pada tangan penguasa 6 . yang bersumber dari apa yang dimiliki bangsa Indonesia sendiri yaitu nilai-nilai yang merupakan pandangan hidup bangsa Indonesia. atas dasar kemanusiaan yang adil dan beradab”. C. ekonomi rakyat menjadi semakin terpuruk system ekonomi menjadi kapitalistik dimana kekuasaan ekonomi di Indonesia hanya berada pada sebagian kecil penguasa dan konglomerat. saling menghargai. ini berarti bahwa kehidupan dalam negara mendasarkan pada nilai-nilai Ketuhanan. bukan menghancurkan dan membubarkan bangsa dan Negara Indonesia.. Oleh karena itu merupakan salah satu tugas berat bangsa Indonesia untuk mengembalikan suasana kehidupan beragama yang penuh perdamaian. Para elit politik memanfatkan gelombang reformasi ini demi meraih kekuasaan. yaitu dampak krisis ekonomi Asia terutama Asia Tenggara sehingga menyebabkan stabilitas politik menjadi goyah. sehingga tidak mengherankan jikalau banyak terjadi pembenturan kepentingan politik. Reformasi dengan melakukan perubahan dalm berbagai bidang yang sering diteriakan dengan jargon reformasi total tidak mungkin melakukan perubahan terhadap sumber itu sendiri. Bangsa Indonesia ingin mengadakan suatu perubahan yaitu menata kembali kehidupan berbangsa dan bernegara demi terwujudnya masyarakat madani yang sejahtera.berkemanusiaan. Namun demikian dibalik berbagai macam keterpurukan bangsa Indonesia tersebut masih tersisa satu keyakinan akan nilai yang dimilikinya yaitu nilai-nilai yang berakar dari pandangan hidup bangsa Indonesia sendiri yaitu nilai-nilai pancasila. Pancasila telah memberikan dasar-dasar nilai yang fundamental bagi bangsa Indonesia untuk hidup secara damai dalam kehidupan beragama di negara Indonesia. sumber nilai dan sumber norma yang fundamental dari Negara Indonesia yaitu pancasila. 1. Secara historis telah kita pahami bersama bahwa para pendiri Negara telah mennetukan suatu asas. Hal ini menunjukan bahwa dalam Negara Indonesia memberikan kebebesan atas kehidupan beragama atau dengan lain perkataan menjamin atas demokrasi di bidang agama. Dalam pengertian ini maka negara menegaskan dalam pokok pikiran ke IV bahwa “Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa “. Terutama praktek-praktek pemerintahan dibawah orde baru hanya membawa kebahagiaan semu. Pancasila Sebagai Paradigma Reformasi Ketika gelombang gerakan reformasi melanda Indonesia maka seluruh aturan main dalam wacana politik mengalami keruntuhan terutama praktekpraktek elit politik yang dihinggapi penyakit KKN. Reformasi adalah menata kehidupan bangsa dan Negara dalam suatu system Negara dibawah nilai-nilai pancasila. Sistem politik dikembangkan kearah sistem “Birokratik Otoritarian”dan suatu sistem “Korporatik”. Gerakan Reformasi Pelaksanaan GBHN 1998 pada Pembangunan Jangka Panjang II Pelita ketujuh Bangsa Indonesia menghadapi bencana hebat. Negara memberikan kebebasan kepada warganya untuk memeluk agamanya dan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing. Oleh karena itu kehidupan beragama dalam Negara Indonesia dewasa ini harus dikembangkan kearah terciptnya kehidupan bersama yang penuh toleransi. politk. terutama kemanusiaan.

menata ulang atau menata kembali hal-hal yang menyimpang untuk dikembalikan pada format atau bentuk semula sesuai dengan nilai-nilai ideal yang dicita-citakan rakyat.DPR. yang dengan sendirinya harus dilakukan melalui pemilu secepatnya dan diawali dengan pengubahan. UU No. Secara harfiah reformasi memiliki arti suatu gerakan untuk memformat ulang. yang kemudian disusul dengan dilantiknya Wakil Presiden Prof. 3/1985 c. 5. Gerakan Reformasi dan Ideologi Pancasila Makna Reformasi secara etimologis berasal dari kata reformation dengan akar kata reform yang artinya“make or become better by removing or putting right what is bad or wrong”. dan UU No. dan DPRD (UU No. kelompok cerdik cendikiawan dan kelompok pengusaha oligopolistik dan bekerjasama dengan mayarakat bisnis internasional. dan korupsi yang tidak sesuai dengan makna dan semangat UUD 1945. UU No. Suatu gerakan reformasi dilakukan dengan berdasarkan pada suatu kerangka structural tertentu (dalam hal ini UUD) sebagai kerangka acuan reformasi. a. UU tentang partai politik dan golongan karya (UU No. jo. Dr. UU No.Kemudian diikuti dengan pembentukan Kabinet Reformasi Pembangunan.penyimpangan. kolusi. 2/1980.J. Habibie menggantikan kedudukan Presiden. Maka reformasi dalam perspektif Pancasila pada hakikatnya harus berdasarkan pada nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha esa. 3/1975. kelompok militer. Oleh karena itu suatu gerakanreformasi memiliki kondisi syarat-syarat sebagai berikut: 1. 16/1969 jis. serta kehidupan keagamaan. Persatuan Indonesia. ekonomi. Adapun secara rinci sebagai berikut : 7 . anarkisme. B. 1/1985). Kemanusiaan yang adil dan beradab.brutalisme pada akhirnya menuju pada kehancuran bangsadan negara Indonesia. Yang lebih mendasar reformasi dilakukan pada kelembagaan tinggi dan tertinggi negara yaitu pada susunan DPR dan MPR. gerakan reformasi harus tetap diletakkan dalam kerangka perspektif Pancasila sebagai landasan cita-cita dan ideology sebab tanpa adanya suatu dasar nilai yang jelas maka suatu reformasi akan mengarah pada suatu disintegrasi. Pemerintahan Habibie inilah yang merupakan pemerintahan transisiyang akan mengantarkan rakyat Indonesia untuk melakukan reformasi secara menyeluruh. Misalnya pada masa orde baru. kemudian diikuti dengan reformasi ekonomi yang menyangkut perlindungan hukum. Dalam hal ini Pancasila sebagai ideologi bangsa dan Negara Indonesia. Berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan serta berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.negara. Suatu gerakan reformasi dilakukan karena adanya suatu penyimpangan . serta terjaminnya persatuan dan kesatuan bangsa. 3. /1975 dan UU No. Suatu gerakan reformasi dilakukan harus dengan suatu cita-cita yang jelas (landasan ideologis) tertentu. asas kekeluargaan menjadi nepotisme. 4. 16/1969 jis. terutama perubahan paket UU politik tahun 1985. Reformasi dilakukan dengan suatu dasar moral dan etika sebagai manusia yang berketuhanan yang maha esa. UU tentang susunan dan kedudukan MPR. 2. UU No. UU tentang pemilihan umum (UU No. Awal keberhasilan gerakan reformasi tersebut ditandai dengan mundurnya Presiden Soeharto pada tanggal 21 Mei 1998. 2/1985) b. 4/1975. sosial. Reformasi dilakukan kearah suatu perubahan kondisi serta keadaan yang lebih baik dalam segala aspek antara lain bidang politik. Pancasila Sebagai Dasar Cita-cita Reformasi Menurut Hamengkubuwono X. budaya.

2. politik. sehingga reformasi harus menjamin tetap tegaknya Negara dan bangsa Indonesia. 5. kerangka berpikir. Subsistem hokum nampaknya tidak mampu manjadi pelindung bagi kepentingan masyarakat dan yang berlaku hanya bersifat imperative bagi penyelenggaraan pemerintah. Sebagai cita-cita hukum. kerakyatan serta keadilan. Produk hukum baik materi maupun penegaknya dirasakan semakin menjauh dari nilai-nilai kemanusiaan. Reformasi yang berkemanusiaan yang adil dan beradab. landasan serta sumber nilai yang jelas. menata kembali subsistem yang mengalami kerusakan tersebut. Sumber hukum positif di Indonesia tidak lain adalah Pancasila. dan dalam masalah ini nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila yang merupakan dasar cita-cita reformasi. Pancasila Sebagai Sumber Nilai Perubahan Hukum Dalam negara terdapat suatu dasar fundamental atau pokok kaidah yang merupakan sumber hukum positif yang dalam ilmu hukum tata negara disebut “staatsfundamental”. yang berarti bahwa reformasi harus dilakukan dengan dasar-dasar nilai-nilai martabat manusia yang beradab.1. ekonomi dan bidang lainnya maka bangsa Indonesia ingin melakukan suatu reformasi. Semangat dan jiwa reformasi harus berakar pada asas kerakyatan sebab justru permasalahan dasar gerakan reformasi dalah ada prinsip kerakyatan. kerakyatan dan keadilan. Oleh karena itu kerusakan atas subsistem hukum yang sangat menentukan dalam berbagai bidang misalnya. 2. akan tetapi nilai-nilai esensialnya bersifat tetap yaitu ketuhanan. 4. Dalam mengantisipasi perkembangan jaman yaitu dengan jalan menata kembali kebijaksanaankebijaksanaan yang tidak sesuai dengan aspirasi rakyat. Dalam perspektif pancasila gerakan reformasi sebagai suatu upaya untuk menata ulang dengan melakukan perubahan-perubahan sebagai realisasi kedinamisan dan keterbukaan pancasila dalam kebijaksanaan dan penyelengaraan Negara. Sumber hukum meliputi dua macam pengertian. Dengan fungsi regulatif Pancasila nentukan dasar suatu tata hukum yang memberi arti dan makna bagi hukum itu sendiri sehingga tanpa dasar yang diberikan oleh Pancasila maka hukum akan kehilangan arti dan maknanya sebagai hukum itu sendiri. yang berarti bahwa sesuatu gerakan kearah perubahan harus mengarah pada suatu kondisi yang lebih baik bagi kehidupan manusia sebagai mahluk tuhan. Reformasi yang Berketuhanan Yang Maha Esa. Pancasila Sebagai Paradigma Reformasi Hukum Setelah peristiwa 21 Mei 1998 saat runtuhnya kekuasaan orde baru salah satu subsistem yang mengalami kerusakan parah adalah bidang hukum. Visi dasar reformasi harus jelas yaitu demi terwujudnya keadilan social seluruh rakyat Indonesia. kemanusiaan. sumber nilai serta sumber arah penyusun dan perubahan hukum positif di Indonesia. sumber 8 . persatuan. Dalam pengertian inilah maka pancasila berfungsi sebagai paradigma hukum terutama dalam aitannya dengan berbagai macam upaya perubahan hukum. Maka pancasila merupakan cita-cita hukum. Oleh karena itu Pancasila sebagai sumber nilai memiliki sifat yang reformatif artinya memiliki aspek pelaksanaan yang senantiasa mampu menyesuaikan dengan dinamika aspirasi rakyat. 3. Pancasila dapat memenuhi fungsi konstitutif maupun fungsi regulatif. Semangat reformasi harus berdasarkan pada nilai persatuan. Namun demikian hendaklah dipahami bahwa dalam melakukan reformasi tidak mungkin dilalakukan secara spekulatif saja melainkan harus memiliki dasar.

Reformasi total sering disalahartikan sebagai dapat melakukan perubahan dalam bidang apapun dan degan jalan apapun.XX/MPRS/1966 yang menyatakan bahwa Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum di Indonesia. yang mengikat terhadap komunitasnya. Selain itu dasar yuridis Pancasila sebagai paradigma reformasi hokum adalah Tap MPRS No. Jikalau halnya demikian maka kita kembali menjadi bangsa tidak beradab. terdapat unsur pokok yang justru tiak kalah pentingnya yaitu kenyataan empiris yang ada dalam masyarakat itu sendiri. Reformasi pada dasarnya untuk mengembalikan hakikat dan fungsi negara pada tujuan semula yaitu melindungi seluruh bangsadan seluruh tumpah darah Indonesia. Pembukaan UUD 1945 menciptakan pokok-pokok pikiran yang dijabarkan dalam pasal-pasal UUD 1945 secara normatif. misalnya UU. Oleh karena itu dalam reformasi hokum dewasa ini selain pancasila sebagai paradigma pembaharuan hukum yang merupakan sumber norma dan sumber nilai. Hal ini berdasarkan pada suatu kenyataan bahwa UUD 1945 beberapa pasalnya dalam praktek penyelenggaraan negara bersifat multi interpretable (penafsiran ganda). Akibatnya memberikan kontribusi atas terjadinya krisis politik serta mandulnya fungsi hukum dalam negara RI. Oleh karena itu pelanggaran terhadap hak asasi manusia adalah sebagai pengingkaran terhadap dasar filosofis negara misalnya pembungkaman demokrasi. Jika terjadi ketidakserasian atau pertentangan satu norma hukum dengan norma hukum lainnya yang secara hierarkis lebih tinggi apalagi dengan Pancasila sebagai sumbernya. yang berarti sebagai sumber produk serta proses penegakan hukum yang harus senantiasa bersumber pada nilai-nilai Pancasila dan secara eksplisit dirinci tata urutan peraturan perundang-undangan di Indonesia yang bersumber pada nilai-nilai Pancasila. Pokok-pokok pikiran tersebut merupakan suasana kebatinan dari UUD dan merupakan cita-cita hokum yang menguasai baik hukum dasar tertulis (UUD 1945) maupun hukum dasar tidak tertulis (Convensi). Dalam susunan yang hierarkhis ini pancasila menjamin keserasian atau tiadanya kontradiksi antara berbagai peraturan perundang-undangan baik secara vertical maupun horizontal. berarti terjadi inkonstitusionalitas (unconstitutionality)dan ketidaklegalan (illegality)dan karenanya norma hukum yang lebih rendah itu batal demi hukum. tolak derivasi (sumber penjabaran) dari tertib hukum di Indonesia termasuk UUD 1945. Negara pada hakikatnya secara formal harus melindungi hak-hak warganya terutama hak kodrat sebagai suatu hak asasi yang merupakan karunia Tuhan YME. Berdasarkan isi yang terkandung dalam Penjelasan UUD 1945. Dalam pengertian inilah menurut istilah ilmu hokum disebut sebagai sumber dari segala peraturan perundang-undangan di Indonesia. penculikan. Peraturan Menteri. pembatasan berpendapat berserikat.manusia akan menjadi serigala manusia lainnya dan hukum yang berlaku adalah hokum rimba. bangsa yang tidak berbudaya masyarakat yang tanpa hukum yang menurut Hobbes disebut keadaan “homo homini lupus”. berunjuk 9 . Pancasila Sebagai Paradigma Reformasi Pelaksanaan Hukum Dalam era reformasi pelaksanaan hukum harus didasarkan pada suatu nilai sebagai landasan operasionalnya. Peraturan Daerah.hukum formal yaitu sumber hukum ditinjau dari bentuk dan tata cara penyusunan hukum. Dasar Yuridis Reformasi Hukum Dalam wacana reformasi hukum dewasa ini bermunculan berbagai pendapat yang ada taraf tertentu nampak hanya luapan emosional yang dan meninggalkan aspek konsepsional. dan memberikan porsi kekuasaanyang sangat besar kepada presiden (executive heavy). Sumber hukum material yaitu suatu sumber hukum yang menentukan materi atau isi suatu norma hukum.

golongan. 2/1985) 2. jo. Susunan Keanggotaan MPR Target yang sangat vital dalam proses reformasi dewasa ini adalah menyangkut penjabaran system kekuasaan rakyat dalam sisitem politik Indonesia. UU tentang Pemilihan Umum (UU No. Pelaksanaan hukum pada masa reformasi harus benarbenar dapat mewujudkan negara demokrasi dengan suatu supremasi hukum. 3/1975. 16/1969 jis UU No. UU tentang Partai Politik dan Golongan Karya (UU No. dengan tetap mendasarkan pada paradigm nilai-nilai kerakyatan sebagaimana terkandung dalam pancasila. 3. jabatan. Presiden dan wakil presiden dipiliholeh Majelis Permusyawaratan Rakyat dan karenanya harus tunduk dan bertanggung jawab kepada MPR.rasa dan lain sebagainya. 5/1975 dan UU No. d. 3/1985) 3. 2/1980. 1/1985) Oleh karena itu melakukan reformasi atas system politik harus juga melalui reformasi pada undang-undang yang mengatur system politik tersebut. walaupun gelombang 10 . dan UU No. Reformasi Atas Sistem Politik Sistem mekanisme demokrasi tersebut tertuang dalam undang-undang Politik yang berlaku selama Orde Baru yaitu : 1. UU No. Nilai demokrasi politik sebagaimana terkandung dalam Pancasila sebagai fondasi bangunan negara yang dikehendaki oleh para pendiri Negara kita dalam kenyataannya tidak dilaksanakan berdasarkan suasana kerokhanian berdasarkan nilai-nilai tersebut. Pancasila Sebagai Paradigma Reformasi Politik Landasan aksiologis (sumber nilai) sistem politik Indonesia adalah dalam Pembukaan UUD 1945 alinea IV yang berbunyi “……maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undangundang Dasar Negara Indonesia. c. serta keadilan legal. Produk hokum apapun yang dihasilkan oleh Presiden. 15/1969 jis UU No. baik sendiri maupun bersama-sama lembaga lain kekuatannya berada dibawah Majelis Permusyawatan Rakyat atau produkproduknya a. UU No. etnisitas maupun agama. b. Rakyat merupakan pemegang kedaulatan tertinggi dalam negara. Setiap warganegara bersamaan kedudukannya di muka hukum dan pemerintah (pasal 27 UUD 1945). Jaminan atas terwujudnya keadilan bagi setiap warga negara dalam hidup bersama dalam suatu negara yang meliputi seluruh unsur keadilan baik keadilan distributif. Kedaulatan rakyat dijalankan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan rakyat. yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang Berkedaulatan Rakyat dengan berdasar kepada Ketuhanan yang Maha Esa. serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Artinya pelaksanaan hukum harus mampu mewujudkan jaminan atas terwujudnya keadilan (sila V) dalam suatu negara yaitu keseimbangan antara hak dan kewajiban bagi setiap warga negara tidak memandang pangkat. Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang Dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Berdasarkan semangat dari UUD 1945 esensi demokrasi adalah: a. DPR dan DPRD (UU No. keadilan komulatif. 4/1975. Kemanusiaan yangAdil dan Beradab. UU tentang Susunan dan Kedudukan MPR.

Demikianlah kiranya upaya untuk mengembalikan tatanan demokrasi pada dasar nilai kedaulatan ditangan rakyat dituangkan dalam undang-undang Politik tahun 1999. 4 tahun 1999.sebagai berikut : Pasal 25 ayat 1 menyatakan pengisian anggota DPRD II dilakukan berdasarkan pemilu dan pengangkatan Pasal 25 ayat 2 menyatakan. Anggota ABRI yang diangkat sebanyak 38 orang Berkaitan dengan keanggotaan ABRI di DPR ini sampai saat ini masih ada sementara masyarakat yang menolak.kurangnya 20 orang dan sebanyak-banyaknya 45 orang termasuk 10% anggota ABRI yang diangkat. Angota ABRI yang diangkat Pasal 18 ayat 3 menyatakan bahwa jumlah anggota DPRD I ditetapkan sekurangkurangnya 45 orang dan sebanyak-banyaknya 100 orang termasuk 10% anggota ABRI yang diangkat. 4 tahun 1999. Angota ABRI yang diangkat Pasal 11 ayat 3 menjelaskan : a. Berdasarkan kenyataan susunan keangotaan MPR. DPR dan DPRD. Susunan Keanggotaan DPR Perubahan atas isi keanggotaan DPR tertuang dalm undang-undang No. namun berdasarkan hasil siding Istimewa MPR tahun 1998. Angota ABRI yang diangkat Pasal 25 ayat 3 menyatakan bahwa jumlah anggota DPRD Tingkat II ditetapkan sekurang. DPRD Tingkat II terdiri atas : a. 11 . Angota Partai Politik hasil Pemilu b. yang kemudian dituangkan dalam Undang-undang Politik tahun 1999. Susunan Keanggotaan DPRD Tingkat II Reformasi atas undang-undang politik yang mengatur susunan keanggotaan DPRD Tingkat II tertuang dalam Undang-undang Politik No. DPR dan DPRD. Undang.sebagai berikut : Pasal 18 ayat 1 bahwa pengisian anggota DPRD I dilakukan melalui pemilu dan pengangkatan Pasal 18 ayat 2 menyatakan bahwa DPRD I terdiri atas : a. 4 Pasal 11 sebagai berikut : Pasal 4 ayat 2 meyatakan keanggotaan DPR terdiri atas : a. Susunan Keanggotaan DPRD Tingkat I Reformasi atas undang-undang politik yang mengatur susunan keanggotaan DPRD Tingkat I tertuang dalam Undang-undang Politik No. Anggota partai Politik hasil Pemilu sebanyak 462 orang b. untuk keanggotaan ABRI ini akan dikurangi secara bertahap. Angota Partai Politik hasil Pemilu b.undang No. Angota Partai Politik hasil Pemilu b. 4 tahun 1999 yang mengatur tentang susuna dan kedudukan MPR.protes dari madsyarakat yang merupakan aspirasi murni dari rakyat untuk melakukan perubahan terhadap susunan keanggotaan DPR. MPR dan DPRD. maka rakyat bertekad melakukan reformasi dengan mengubah system politik tersebut melalui sidang Istimewa MPR tahun1998.

3 tahun 1975. d. yang disimbulkan dalam lambang negara yaitu “ Bhineka Tunggal Ika “. Dengan sendirinya kesemuanya ini harus diletakan dalam kerangka nilai-nilai yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri sebagai filsafat hidupnya yaitu nilai-nilai pancasila. Berdasarkan ketentuan UU tersebut warga negara diberi kebebasan untuk membentuk partai politik untuk menyalurkan aspirasi politiknya. serta melegitimasi tindakan dan kebijaksanaanya berdasarkan pancasila. Keanggotaan partai politik bersifat terbuka untuk setiap warga Negara Indonesia yang telah mempunyai hak pilih. Reformasi Atas Kehidupan Politik Para pendiri Negara serta penggali nilai-nilai pancasila menentukan pancasila sebagai dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta memformalkan UUD 1945 sebagai Undang-undang dasar Negara dimaksudkan untuk mewujudkan demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebagaimana terkandung dalam nilai kerakyatan sial IV pancasila. b.Demikianlah perubahan atas undang-undang tentang Susunan Keanggotaan MPR. tentang Partai Politk dan Golongan Karya. Dalam praktek Pelaksanaanya ternyata berbeda dengan nilai pancasila serta semangat dalam UUD 1945. Dalam undang-undang tersebut ditentukan bahwa partai politik dan golongan karya hanya meliputi 3 macam yaitu: Partai Persatuan Pembangunan(PPB).DPR dan DPRD agar benar-benar mencerminkan nilai kerakyatan sebagaimana terkandung dalam sila keempat pancasila yang merupakan paradigma reformasi. Penentuan asas tunggal pancasila berarti tidak mencerminkan hakikat nilai pancasila itu sendiri “ majemuk tunggal “. Paratai politik tidak boleh menggunakan nama atau lambang yang sama dengan Negara asing bendera NKRI. Adapun ketentuan yang mengatur tentang partai politik yang diatur dalm UU No. c. yang maknanya beraneka ragam tetapi satu kesatuan juga. Mencantumkan pancasila sebagai dasar Negara dari NKRI dalam anggaran dasar partai. 2 tahun 1999 yang lebih demokratis dan memberikan kebebasan serta keleluasaan untuk menyalurkan aspirasinya adalah sebagai berikut : a. selain itu setiap partai politik diberi kebebasan pula untuk menentukan asas sebagai ciri serta program masing-masing. Reformasi kehidupan politik juga dilakukan dengan meletakan cita-cita kehidupan kenegaraan dan kebangsaan dalam suatu kesatuan waktu yaitu nilai masa lalu. b. yaitu dengan mengembalikan pancasila pada kedudukan serta fungsi yang sebenarnya yang sebagaimana dikehendaki oleh para pendiri Negara yang tertuang dalam UUD 1945. karena penguasa senantiasa memperkokoh kekuasaanya dengan berlindung di balik ideologi pancasila. bendera asing gambar perseorangan dan nama serta lambang partai lain yang telah ada. 12 . 3 tahun 1985. Asas atau ciri. Pancasila sebagai dasar Negara. UU No. Oleh karena itu reformasi kehidupan politik agar benar-benar demokrasi dilakukan dengan jalan revitalisasi ideologi pancasila. Golongan Karya(Golkar). dan program partai politik tidak bertentangan dengan pancasila. Reformasi Partai Politik Pada masa orde baru ketentuan tentang Partai Politik diatur dalam undang-undang Politk yaitu UU No. dan Partai Demlokrasi Indonesia(PDI). kondisi yang demikian ini tidak menumbuhkan kehidupan politik yang demokratis. jo. masa kini dan kehidupan yang akan datang. aspirasi.

Dengan system ekonomi yang mendasarkan nilai pada upaya terwujudnya kesejahteraan seluruh bangsa maka peningkatan kesejahteraan akan dirasakan oleh sebagian besar rakyat. Padaera ekonomi global dewasa ini dalam kenyataannya tidak mampu bertahan. Sementara untuk mengembalikan kepercayaan rakyat terhadap pemerintah. serta mengadili bagi oknum Pemerintah masa ordebaru yang melakukan pelanggaran. Oleh karena itu rekapitalisasi pengusaha pada masa krisis dewasa ini sama halnya dengan rakyat banyak membantu pengusaha yang sedang terpuruk. maka Pemerintah harus secara konsisten menghapuskan KKN. Transformasi struktur. Keamanan pangan dan mengembalikan kepercayaan. Upaya ini dilakukan dengan menciptakan kondisi kepastian usaha. Transformasi structural ini meliputi proses perubahan dari ekonomi tradisional ke ekonomi modern. dari ekonomi subsistem ke ekonomi pasar. Pancasila sebagai Paradigma Reformasi Ekonomi Sistem ekonomi Indonesia pada masa orde baru bersifat “birokratik otoritarium” yang ditandai dengan pemusatan kekuasaan dan partisipasi dalam membuat keputusan-keputusan nasional hampir sepenuhnya berada di tangan penguasa bekerjasama dengan kelompok militer dan kaum teknokrat. Krisis ekonomi yang terjadi didunia dan melanda Indonesia mengakibatkan ekonomi Indonesia terpuruk. karena Perbankan merupakan jantung perekonomian. b. yaitu guna memperkuat ekonomi rakyat maka perlu diciptakan system untuk mendorong percepatan perubahan structural (structural transformation). Untuk itu Pembenahan dan penyehatan dalam sector perbankan menjadi prioritas utama. dari ekonomi lemah ke ekonomi yang tangguh. Oleh karena itu subsidi yang luar biasa banyaknya pada kebijaksanaan masa orde baru hanya dinikmati oleh sebagian kecil orang yaitu oleh sekelompok konglomerat. dari orientasi dalam negeri keorientasi ekspor. sedangkan bilamana mengalami Kebangkrutan seperti saat ini rakyatlah yang banyak dirugikan. Hal ini akan memberikan Kepercayaan dan kepastian usaha.4. 13 . Langkah yang strategis dalam upaya melakukan reformasi ekonomi yang berbasis pada ekonomi rakyat yang berdasarkan nilai-nilai Pancasila yang mengutamakan kesejahteraan seluruh bangsa adalah sebagai berikut: a. dari ketergantungan kepada kemandirian. Kebijaksanaan ekonomi yang selama ini diterapkan hanya mendasarkan pada Pertumbuhan dan mengabaikan prinsip nilai kesejahteraan bersama seluruh bangsa. yaitu dilakukan dengan program “social safety net”yang popular dengan program Jaring Pengaman Sosial(JPS). sehingga dapat mengurangi kesenjangan ekonomi. yaitu ekonomi yang berbasis pada usaha rakyat. yaitu dengan Diwujudkan perlindungan hokum serta undang-undang persaingan yang sehat. Program rehabilitasi dan pemulihan ekonomi. Dengan sendirinya intervensi birokrat pemerintahan yang ikut dalam proses ekonomi Melalui monopoli demi kepentingan pribadi harus segera diakhiri. sehingga kepailitan yang diderita oleh para pengusaha harus ditanggung oleh rakyat. Dalam kenyataannya sector ekonomi yang justru mampu bertahan pada masa krisis dewasa ini adalah ekonomi kerakyatan. c. dalam kenyataannya hanya menyentuh kesejahteraan sekelompok kecil orang bahkan penguasa.

metode serta penerapan dalam ilmu pengetahuan sehingga sangat menentukan sifat. “hal ini merupakan tujuan Negara hukum formal. mencerdaskan kehidupan bangsa ”hal ini merupakan tujuan Negara hukum material. yang secara keseluruhan sebagai tujuan khusus atau nasional. Untuk mencapai tujuan dalam hidup bermasyarakat berbangsa dan bernegara bangsa Indonesia melaksanakan pembangunan nasional. ciri serta karakter ilmu pengetahuan itu sendiri. 14 . Hal ini sebagai perwujudan praksis dalam meningkatkan harkat dan martbatnya. Tujuan Negara yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 adalah “Melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia”. Kita sebagai warga Negara Indonesia harus turut ikut serta dalam pembangunan Negara Republik Indonesia ini agar tercipta kedamaian yang sesuai dengan semboyan kita dari dulu yaitu Bhineka Tunggal Ika. adapun rumusan“ Memajukan kesejahteraan umum.BAB III KESIMPULAN Paradigma adalah suatu asumsi-asumsi dasar dan teoritis yang umum (merupakan suatu sumber nilai) sehingga merupakan suatu sumber hukum.

2010.DAFTAR PUSTAKA Kaelan. Pendidikan Pancasila “ PARADIGMA “. Yogyakarta: Paradigma Offset 15 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful