HAND OUT PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

OLEH : IMAM SYAFI’I

UNIVERSITAS PAMULANG TANGERANG 2013

MODUL I HAKEKAT MANUSIA MENURUT ISLAM
A. Konsep Manusia  Teori psikoanalisis menyebut manusia sebagai homo valens (manusia berkeinginan)  Teori behaviorisme menyebut manusia sebagai homo mechanicus (manusia mesin)  Teori kognitif menyebut manusia sebagai homo sapiens (manusia berpikir)  Teori humanisme menyebut manusia sebagai homo ludens (manusia bermain).  Manusia tidak berbeda dengan binatang dalam kaitan dengan fungsi tubuh dan fisiologisnya.  Dalam diri manusia terdapat sesuatu yang tidak ternilai harganya, sebagai anugerah Tuhan yang tidak diberikan kepada makhluk lainnya yaitu akal.  Ada dua komponen esensial yang membentuk hakikat manusia yang membedakannya dari binatang, yaitu potensi mengembangkan iman dan ilmu. Manusia Menurut Al-Qur’an  Al Qur‟an tidak menggolongkan manusia ke dalam kelompok binatang (animal) selama manusia mempergunakan akalnya dan karunia Tuhan lainnya. (QS. AlA‟raf 7: 179)

 a. b. c. d. e. f.

Manusia dalam al-Qur’an disebut; Al-Insan: Potensi untuk berkembang, tumbuh secara fisik dan mental menghasilkan kreatifitas dan keseniaan (al-Insan 76: 1). Al-Basyar: Jasad, tubuh, jasmani dan biologis (al-Hijr 15: 28). Bani Adam: Kemanusiaan, tidak tergoda syaitan, keluarga bersaudara (al-Isra’ 17: 70). An-Nas: Sebagai makhluk sosial (an-Nas 114: 1). Al-Ins, Abdun: Pengabdi Allah, hamba Allah yang harus tunduk dan patuh kepada-Nya (Az-Zariyat 51: 56, Saba’ 34: 9). Khalifah: Pemelihara alam dan bertanggung jawab kepada Allah (Al-Baqarah 2: 30).

Aspek manusia terdiri dari:
1. Aspek material (jasmaniah); -Manusia berasal dari: tanah kasar (turab): Ali Imran3: 59, Al-Kahfi 18: 37; menjadi sari pati (sulalah): Al-Mukminun 23: 12; atau dari tanah liat (tin) Al-A‟raf7: 12, AlAn‟am 6: 2; lalu menjadi air mani (nuthfah) Al-Mukminun 23: 13, lalu menjadi segumpal darah („alaqah), lalu menjadi daging (mudghah), lalu menjadi tulang („idhamah), lalu tulang itu dibungkus daging (janin) Al-Mukminun 23: 14, kemudian Allah meniupkan roh (manusia).

tanda kehidupan. 2.Sering membantah (Al-Kahfi 18: 54) 3. (Al-A‟raf 7: 172) Manusia dikaruniai pembawaan yang mulia dan martabat. (Adz-Dzariyat 51: 56) Segi-segi negatif manusia: 1. 3. berupa panas alami pada pembuluh nadi. dan ibadah lainnya Nafs.Putus asa bila ada kesalahan (Al-Ma‟arij 70: 20) .Ingkar dan tidak berterima kasih kepada Tuhan (Al-Adiyat 100: 6) 4. otot syaraf. (Al-Isra 17: 70) Manusia memiliki kesadaran moral. 6.2. (Al Baqarah 2: 30) Manusia mempunyai kapasitas intelegensia yang paling tinggi. gelisah dan kikir (Al-Ma‟arij 70: 19) 5. (Asy-Syams 91: 7-8) Tuhan menciptakan manusia agar mereka menyembah-Nya.Amat zalim dan bodoh (Al-Ahzab 33: 72) 6.Bersifat tergesa-gesa (Al-Isra 17: 11) 2. 5.Keluh kesah. Manusia adalah khalifah Tuhan di bumi. mengenal tuhannya. dan tunduk patuh kepada-Nya menjadi tanggungjawab utama mereka. (Al-Baqarah 2: 31-33) Manusia mempunyai kecenderungan dekat dengan Tuhan. Aspek immaterial (rohani) Roh. berupa daya manusia mengenal dirinya. Segi-segi positif manusia: 1. 4.

B. (QS. pikiran. istirahat dan menikah. Manusia mampu mengenal dirinya sendiri. Eksistensi dan Martabat Manusia Tujuan Penciptaan Manusia Manusia diciptakan oleh Allah di dunia ini tidak lain supaya mereka menyembah Allah dan bersetatus pengabdi Allah. b. Az-Zariyat 51: 56) Fungsi dan Peranan Penciptaan Manusia Manusia adalah khalifah Tuhan di muka bumi. Manusia memiliki sejumlah emosi yang bersifat etis. d. yaitu ingin memperoleh keuntungan dan mengindari kerugian. . dan kehendak bebas. minum. tumbuh dan berkembang. karena ia dikaruniai akal. f. supaya ia dapat hidup. Manusia memiliki dorongan untuk menyembah Tuhan. e. Manusia mempunyai perhatian terhadap keindahan. Al-Baqarah 2: 30) Khalifah adalah wakil Tuhan di atas muka bumi ini dengan tuntunan al-Qur‟an berfungsi sebagai penterjemah sifat-sifat Tuhan ke dalam kenyataan kehidupan dan penghidupan manusia sehari-hari dalam batas-batas kemanusiaan yang diridhoi Allah. Secara fisik manusia hampir sama dengan hewan.Dimensi-dimensi Manusia a. (QS. c. membutuhkan makan. Manusia mempunyai kemampuan dan kekuatan yang berlipat ganda.

mengambil dan memanfaatkan kekayaan alan ini sebaik-baiknya dalam bentuk yang positif yang berpedoman kepada ajaran-ajaran yang terdapat dalam al-Qur‟an dan al-Hadits. .Tugas atau fungsi manusia sebagai khalifah Allah: Mewujudkan kemakmuran: “Dia (Allah) telah menciptakan kamu (manusia) dari tanah dan meminta kamu untuk memakmurkannya”. Al-Maidah 5: 16) 3. Menurut Prof. Hud 11: 61) Mewujudkan kebahagiaan: “Allah hendak membimbing orang yang mengikuti keridhaan-Nya dengan al-Qur’an itu kejalan kebahagiaan”. (QS. Tanggungjawab Manusia sebagai Hamba dan Khalifah Allah Sebagai khalifah senantiasa haruslah bekerja. yang diciptakan dengan sifat-sifat ketuhanan. Abbas Mahmud al-Aqqad mendefinisikan: manusia adalah makhluk yang bertanggung jawab. (QS.

yang dipatuhi dan ditaati. yang telah menciptakan manusia atasnya. karena ia merupakan bagian dari fitrah (ciptaan) manusia. Fitrah Masalah Tauhid atau ketuhanan dianggap sebagai masalah fitrah. biasanya dikatakan mengawasi dan memerintah manusia dan alam semesta atau jagat raya. B. (Hal ini Kami lakukan). 3. Kecenderungan Manusia Untuk Bertuhan   1. Al-An‟am 6 : 74-79. Kata Tuhan juga merujuk kepada suatu Zat Abadi dan Supernatural. Konsep Tuhan Tuhan disebut "ilahun".َِ‫رون‬ َِ ‫ف‬ ِ ِ ِ َ ِ‫د‬ ُ‫ك‬ ْ‫ب‬ َ (45:23) .” Surat Al-Araf 7 : 172 : “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi anak-anak Adam keturunan mereka dan mengambil kesaksian dari mereka atas diri mereka sendiri. agar di hari kiamat nanti kalian tidak mengatakan. Surat Rum 30 : 30 : “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama sebagai fitrah Allah.” Lihat pula QS. sehingga tidak perlu lagi dicari dalilnya. Benar (Engkau Tuhan kami). Bukankah Aku ini Tuhan kalian ? Seraya mereka menjawab. artinya penggerak. َ‫ت‬ َ َ‫ّللاِأ‬ َ‫ذ‬ َ ِ‫ل‬ ِ‫ع‬ ‫ (الجاثية‬.MODUL II KETUHANAN DAN ALAM SEMESTA A. Sesungguhnya kami lengah atas ini (wujud Allah). tentang kisah Nabi Ibrahim tentang pengembaraan rasionalnya dalam mencari Tuhan. Tidak ada perubahan pada ciptaan (fitrah) Allah. motivator. 2. Kami menjadi saksi.

Ditinjau dari sudut Perbandingan Agama Tuhan ialah sesuatu. Konsep ini dipakai sejak Konsili Nicea pada tahun 325 M. Semua kekuatan tersebut tidak dapat di cerna oleh panca indera manusia.َِ‫رون‬ َِ ‫ف‬ ِ ِ ِ َ ِ‫د‬ ُ‫ك‬ ْ‫ب‬ َ Allah – Islam. terutama dipakai dalam Gereja Katolik dan Gereja Ortodoks. Al-Ikhlas 112). ada namanya “mana”. (QS. َ ِِ َ‫و‬ َ َ‫أ‬ ْ‫ق‬ ْ ِ‫علَى ِع‬ َ ِ‫ه ِغ‬ َ‫خ‬ َ‫و‬ َ ‫ت‬ َ ‫ن ِا‬ ُ َ‫ضل‬ ُ‫ه‬ ِ ‫هدِي‬ ِ‫ر‬ ِ‫ب‬ ِ‫ع‬ ِ‫م‬ ِِْ‫ه ِمِن‬ ِ ‫اوة‬ ِ ِ‫ع‬ ِ ِ ِ ‫لم‬ َِ ِ ‫ه‬ ِ ِ ِ َِ ‫خ‬ ِ َِ ‫رأَ ْي‬ ْ‫ي‬ َ ِ ِْ‫من‬ َ‫ف‬ َ ‫ش‬ َ ‫ب‬ َ ِ ‫علَى‬ َ َِ‫ل‬ َ‫ج‬ َ‫و‬ َ ِ‫ه‬ َ ِ‫ه‬ ْ‫س‬ َ ِ ‫علَى‬ َ ِ‫م‬ َ ِِ َ ِ ُ‫ّللا‬ َ َ ‫وأ‬ َ ِ‫ه‬ ُ ‫َوا‬ َ ‫ه ِه‬ َ َ‫ذ ِإِل‬ َ ِ‫ت‬ َ‫ف‬ َ‫ت‬ ِ‫ل‬ ِ ‫م‬ ِ‫ص‬ َ‫ت‬ َ َ‫ّللاِأ‬ َ‫ذ‬ َ ِ‫ل‬ ِ‫ع‬ )23 :‫ (الجاثية‬. Namun “kekuatan benda” tersebut juga di sebut bermacam-macam. sehingga ia membiarkan dirinya dikuasai (didominir) oleh yang dipentingkannya itu. namun ia dapat di rasakan pengaruhnya. Lihat pula 99 Asma Allah. Benda tersebut bisa berpengaruh negatif – positif. Yehowa atau Yahwe – salah satu istilah yang dipakai Alkitab. Konsep Tuhan Menurut Pemikiran Barat: 1. Sang Hyang Tri Tunggal Mahasuci yang artinya adalah Bapa. Putra. “tuah”. Istilah ini berasal dari istilah ber-bahasa Ibrani YHVH. “Syakti”. Yang dimaksud berpengaruh di sini adalah “sebuah benda”. apa atau siapa yang dipentingkan sedemikian rupa oleh manusia. Tuhan Dinamisme Manusia sejak zaman primitif sudah mengenal dan mengakui adanya kekuatan gaib yang mempengaruhi hidup manusia. dan Roh Kudus. .

Oleh karena itu. Paham ini seperti agama Yahudi yang mengakui Yahweh sebagai Tuhan nasional mereka. Karena roh mempunyai kebutuhan. 4. punya karakter dan punya pengaruh terhadap hidup manusia. Tuhan Henoteisme Henoteise mengaku satu Tuhan untuk satu bangsa. Di antara roh yang unggul tersebut disebut sebagai dewa-dewa yang bertanggungjawab terhadap cahaya. Bangsa lain mempunyai Tuhan sendiri. Tuhan mereka disebut Tuhan nasional. Roh bagi masyarakt primitif bisa bersifat aktif meski benda tersebut kelihatan mati. angin dan sebagainya. dari sekian banyak roh-roh ada beberapa saja yang dianggap unggul. Baginya. Tuhan Animisme Setiap benda dianggap mempunyai roh. Tuhan Politeisme Bagi “Tuhan politeisme”. air. 3. manusia bisa terkena dampak negatif dari roh tersebut. eksistensi “Tuhan Dinamisme dan Animisme” belum dapat memberikan konsep ketuhanan yang sebenarnya karena masih bersifat sanjungan dan pujaan saja. roh dianggap sesuatu yang hidup (rasa senang dan kebutuhan-kebutuhan). . masyarakat primitif menyediakan sesajian sebagai salah satu wujud memenuhi kebutuhan roh.2. jika tidak.

Tuhan Sebagai Wajibul Wujud Segala yang ada. Mumkinul Wujud adalah segala sesuatu yang bermula dari tidak ada kemudian menjadi ada. Sesudah itu dapat kembali tidak ada. Tuhan Monoteisme Dalam monoteisme hanya mengakui satu Tuhan untuk seluruh bangsa dan bersifat internasional. yang dapat dicapai dan diterima akal menurut falsafah dibagi tiga macam. . jika ada penyebab (pencipta menghendaki adanya). Bentuk monoteisme di tinjau dari segi filsafat ketuhanan terbagi menjadi 3: Deisme ( Tuhan bersifat transenden: setelah pencipataan alam. Teisme ( Tuhan pada prinsip bersifat transenden. a. c. yaitu: 1. mengatasi semesta kenyataan. tetapi Tuhan juga selalu terlibat dengan alam semesta). Tuhan tidak terlibat lagi dengan hasil ciptaannya). b.5. Panteisme ( Tuhan bersifat imanen: Tuhan menampakkan diri dalam berbagai fenomena alam). dan ada terus seperti ruh manusia. C. Kemudian ada terus jika penyebab yang mendukungnya berfungsi (pencipta menghendaki adanya). jika penyebab yang mendukung adanya tidak berfungsi (pencipta tidak menghendaki adanya). Bermula dari tidak ada kemudian ada dan kembali tidak ada seperti nyawa manusia.

karena ia ada den sendirinya. Karena sifat Allah yang pertama adalah wujud. dll. Mustahil Wujud adalah segala sesuatu yang tidak mungkin wujud. Keempat sifat-Nya adalah Esa. karena bermula dari tidak ada. adalah “Qidam” atau terdahulu. “Baqa”. sedangkan ruh manusia relative kekal. yang tidak mungkin terjadi menurut akal. Karena akal menolak hukum daur (hukum berputar-putar). ada wujudnya. sekarang ada dan seterusnya ada. Bukti wujud Allah pada alam dan diri manusia adalah: Wujud alam semesta Susunan Aturan 1. dahulu ada. yaitu wujud yang wajib ada dengan sendirinya. seterusnya ada. Wajibul Wujud. artinya mutlak kekal. Sifat ketiga. Mustahil Wujud itu sejak dari dulu tidak ada sekarang tidak ada dan seterusnya tidak ada.2. Dari dahulu ada sekarang ada. Oleh karena itu akal mewajibkan bahwa yang menciptakan alam semesta ini tentu wujud yang di luar mumkinul wujud dan mustahil wujud. 2. Andai kata sesuatu yang mustahil terjadi. pencipta alam semesta dengan segala isinya. karena ia tidak bermula dari tidak ada. Kedua. 3. . seperti gajah bertelur. Dia adalah sumber dari segala sumber. maka bukan mustahil wujud lagi namanya tetapi mumkinul wujud. wajibul wujud (wujud yang wajib ada dengan sendirinya). Wajibul wujud adalah wujud yang tidak bermula dari tidak ada. 3. sekarang ada dan seterusnya ada.

bukan maya (QS. Alam ini rill. QS. 5. Tuhan Maha Esa. konkrit. 4. Shod 38 : 27). al-An'am 6 : 73. . Tuhan (Allah) itu Esa Zat-Nya 3. Tentang Tuhan. Tuhan (Allah) itu Esa Sifat-Nya 4. Tuhan (Allah) itu Esa Perbuatan-Nya E. Pergerakan Adanya nilai moral pada manusia (adanya kebaikan dan keburukan) Tawa dan tangis manusia Tantangan D. 3. Alam ini adalah makhluq = diciptakan Allah (QS. Alam ini teratur (QS.4. dalam Islam dikenal dengan konsep Tauhid yang tentunya sudah melekat dalam hati umat Islam  Keesaan Tuhan berarti segala sesuatu yang berhubungan dengan Esa-Nya Tuhan: 1. Tuhan (Allah) itu Esa Wujud-Nya 2. Konsep Alam Semesta 1. al-Qoshosh 28 : 88). Keesaan Tuhan  Menurut ajaran monoteisme adalah Tuhan Tunggal. 6. Alam ini akan rusak dan berakhir (QS. al-Mulk 67 : 3 dan 4). 7. 2. Pencipta Alam Semesta. nyata. al-Baqarah 2: 117).

al-Mulk 67: 2). Ali-Imran 3: 190). arRo'du 13: 3). Alam ini berpasang-pasangan (QS. al-Furqon 25: 2. Buah-buahan (QS. adz-Dzariyat 51: 49). Hud 11: 7. QS. ar-Ro'du 13: 8. Penciptaan alam bertujuan : Membuktikan kebesaran Allah (QS. QS. Luqman 31: 20). adz-Dzariyat 51: 7). QS. . 7. al-Jasiyah 45: 13). galaksi. an-Nahl 16: 49 dan 50. Ternak dan manusia (QS. QS. Yang tidak diketahui (QS. asy-Syura 42: 11). ar-Rahman 55: 5).5. Alam ini dapat dipikirkan dan dipelajari (QS. QS. Ali-'Imran 3: 83. Fushshilat 41: 9 dan 10). QS. planet dan lain-lain (QS. 6. Proses kejadian alam : Berkembang dari satu dzat seperti gas (QS. Alam terikat dengan hukum-hukum tertentu yang pasti (QS. Disiapkan untuk kesejahteraan dan kebahagiaan manusia (QS. alAnbiya 21: 30. Fushshilat 41: 9-12). al-Isra‘17:44). Yasin 36: 36). Ujian untuk manusia (QS. Perkembangannya melalui 6 masa (QS. Dipisah-pisahkan menjadi benda-benda langit. Seluruh alam ini patuh kepada ketentuan Tuhan (QS.

 Pengertian Agama Secara etimologis kata “agama” berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti “tradisi“. milah lebih memberikan titik berat pada ketetapan. . Kata lain untuk menyatakan konsep ini adalah religi yang berasal dari bahasa Latin dan berasal dari kata kerja “re-ligare“ yang berarti “mengikat kembali“. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia “agama” adalah sistem atau prinsip kepercayaan kepada Tuhan. tata tertib. balasan. adat. Bedanya. Pengertian Agama dan Agama Islam 1. paksaan. aturan. hukum. atau juga disebut dengan nama Dewa atau nama lainnya dengan ajaran kebhaktian dan kewajiban-kewajiban yang bertalian dengan kepercayaan tersebut. atau doktrin dari din itu. dll. berarti ketaatan. penghambaan.MODUL III AGAMA DAN AGAMA ISLAM A.    Dalam bahasa Arab agama disebut “ad-din”.  Sinonim kata “din” dalam bahasa arab ialah “milah”. perhitungan amal. kekuasaan.

tawakkal dan sebagainya. c. b. Dapat mendidik manusia berani menegakkan kebenaran dan takut untuk melakukan kesalahan. dan Sistem nilai.    a. dan membebaskan manusia dari kehidupan sesat. sopan santun. Tujuan agama adalah membawa manusia kepada kehidupan yang lebih baik. kebahagiaan di dunia dan akhirat. Secara epistimologi agama adalah risalah yang disampaikan Tuhan kepada Nabi sebagai petunjuk bagi manusia dan hukum-hukum sempurna untuk dipergunakan manusia dalam menyelenggarakan tata cara hidup yang nyata serta mengatur hubungan dengan dan tanggungjawab kepada Allah. Fungsi agama bagi manusia: Dapat mendidik jiwa manusia menjadi tenteram. . Peribadatan. kepada masyarakat serta alam sekitarnya. sabar. Dapat memberi sugesti kepada manusia agar dalam jiwa mereka tumbuh sifatsifat utama seperti rendah hati. hormat-menghormati dan sebagainya. Ruang lingkup ajaran agama mengandung unsur: Keyakinan.

Amalannya hanya terhad kepada etnik tertentu. Sasaran agama jenis ini adalah kesemua manusia tanpa mengira kaum dan bangsa. sifat kemutlakan kebenarannya. sifat universalitas keberlakuannya. yaitu agama yang berasal dari ajaran seorang manusia dan merujuk kepada pelbagai sumber seperti pembuktian. Contohnya: Agama Islam. merupakan agama yang kecil dan tidak mempunyai sifat dakwah seperti agama universal. tradisi. yaitu agama yang diturunkan dari Tuhan melalui seorang Rasul. disampaikan melalui Rasul. Dari segi sumber rujukan •Agama Wahyu atau Samawi atau Langit. falsafah dan sebagainya. Dari segi penyebaran •Agama Universal. dan Hindu. . Contohnya: agama Budha. Contohnya: agama Islam.Jenis-Jenis Agama a. merupakan agama-agama yang "besar" dan mempunyai minat untuk menyebarkan ajaran untuk keseluruhan umat Manusia. b. Perbedaan agama wahyu dengan agama budaya terletak pada aspek: waktu penyampaian kepad manusia. •Agama Folk. konsep ketuhanannya. •Agama Budaya atau Ardhi atau Bumi. Nasrani. Kristian dan Buddha. Contohnya: Agama Rakyat China/Taoisme. kitab suci. dan Yahudi.

Cara ini mengikuti cara beragamanya nenek moyang. merupakan agama yang menganggap Tuhan hanya satu. Rasional. Dari segi tanggapan ketuhanan •Agama Monoteisme.c. yaitu cara beragama berdasarkan penggunaan rasio sebisanya. pengamalan dan penyebaran (dakwah). Berdasarkan cara beragamanya : Tradisional. agama Hindu. Contohnya. yakni ada banyak Tuhan atau Tuhan boleh berpecah kepada banyak bentuk. Contohnya. Metode Pendahulu. . yaitu cara beragama berdasarkan penggunaan akal dan hati (perasaan) dibawah wahyu. •Agama Politeisme. yaitu cara beragama berdasarkan formalitas yang berlaku di lingkungannya atau masyarakatnya. Untuk itu mereka selalu berusaha memahami dan menghayati ajaran agamanya dengan pengetahuan. yakni mendukung konsep ketauhidan Tuhan. Untuk itu mereka selalu berusaha memahami dan menghayati ajaran agamanya dengan ilmu. leluhur atau orang-orang dari angkatan sebelumnya. Cara ini biasanya mengikuti cara beragamanya orang yang berkedudukan tinggi atau punya pengaruh. agama Islam. Agama Rakyat China. ilmu dan pengamalannya. Formal. merupakan agama yang menganggap bahwa Tuhan wujud secara berbilangan. yaitu cara beragama berdasar tradisi.

Turunnya Agama Islam. yaitu agama yang berasal dari Allah swt diwahyukan kepada manusia yang dipilih-Nya (Rasul). Nabi Muhammad menerima wahyu dari Allah SWT yang disampaikan melalui perantara Malaikat Jibril a. Kemudian wahyu-wahyu itu diwujudkan menjadi kitab suci yang menjadi pedoman hidup umat manusia agar mereka berbahagia dunia dan akhirat. Allah swt menurunkan agama Islam sebagai rahmat kepada semesta alam (QS. “saluma-sulamun” berarti tangga. bertepatan dengan 6 Agustus tahun 610 M.2. karena tujuan agama Islam adalah agar umat manusia memperoleh rida Allah . Ayat pertama yang diturunkan oleh Allah SWT adalah surat Al-Alaq 96: 1-5. bahagia dunia-akhirat.s. Menurut istilah. “sallama-taslim” berarti penyerahan. Pada malam 17 Ramadhan. berasal dari kata “salama-salamun” berarti keselamatan. agama Islam adalah agama wahyu. “salima-silmun” berarti perdamaian. Al-Anbiya 21: 107). Tujuan Agama Islam. . Pengertian Agama Islam Pengertian Islam.

Pendekatan Studi Islam 1. Ialah meneliti dalam bentuk makna yang di berikan oleh teks maupun peristiwa yang berupa simbol simbol yang di berikan sebagai cabang linguistik dalam logika. metode phenomenologi.3. . 2.D.Zumar 39 : 52 ). sebagai contoh dalam pendekatan semantik dari perkataan ”mengetahui dan tidak mengetahui” . ( Az-Zumar 39 : 9 ) . Ialah meneliti dan memahami sesuatu dari berbagai gejala yang diberikan dengan tidak mempermasalahkan darimana datangnya gejala itu. metode filologi. Merupakan aktivitas mengamati atau meneliti terhadap teks yang terdapat pada kitab kitab suci dalam memahami terhadap kebenaran yang di berikan oleh teks atau suatu peristiwa dan mempelajarinya serta mencari rumpun dari bahasa teks ( Az. misalnya adanya pengulangan terhadap gejala yang di berikan antara ummat sebelumnya dan ummat sesudahnya.Pendekatan metode semantik.

( Hud 11 : 59 ) 5.To express (To say) .4.Pendekatan yang bersifat deskriftif.Pendekatan hermeunitik Ialah suatu bentuk pendekatan untuk memberikan suatu jawaban pada suatu permasalahan dan kemudian menghubungkan dengan permasalahan yang lainnya dari keseluruhan masalah yang berkaitan. c. b. dan pengkelassifikasian melalui studi komperatif (perbandingan).To translate . misalnya keingkaran kaum a’d pada ayat-ayat Allah dan pada rasul Allah. Adalah meneliti suatu permasalahan melalui sejarah ummat maupun Individu yang di jelaskan pada ayat ayat Qur-an.Pendekatan histerografi. pengamat atau penulis bertindak sebagai pengungkap. yaitu pendekatan dimana pengamat atau penulis mendekati Permasalahan bertindak sebagai penutur. pengamat atau penulis betindak sebagai penjelas. Tindakan pengamat atau penulis dalam pendekatan hermeuninitik dapat mengambil bentuk bentuk : a.To explain . penganalisa. . pengamat atau penulis bertindak sebagai sebagai penterjemah dari suatu masalah. 6.

yaitu segala bentuk peribadatan baik ibadah khusus. Fitrah artinya sifat asal. Fungsi Agama Islam: Menyempurnakan agama yang terdahulu Agama fitrah. b. maupun ibadah umum (mu‟amalah). c. C. seperti hukum publik dan hukum perdata. b. . pembawaan dari asal muasal kejadian manusia dan suci bersih dari dosa Pendorong kemajuan. bakat. hari akhir. shalat. malaikat. puasa dan haji. yatu kepercayaan terhadap Allah.B. dan qadha dan qadar Allah. a. RasulNya. dan unggul dalam segala bidang (Ali Imran 3: 110) Memberikan pedoman hidup bagi manusia. d. kitab-kitab Allah. a. c. Agama Islam merupakan sumber sistem nilai yang harus dijadikan pedoman hidup oleh manusia. sifat yang tertanam dalam jiwa manusia yang menimbulkan perbuatan dengan gampang dan mudah tanpa memerlukan pertimbangan dan pemikiran terlebih dahulu. Akhlak. Pokok-pokok/Kerangka Dasar Ajaran Agama Islam: Aqidah. Syari’ah. zakat. seperti thaharah. Agama Islam menghendaki dan memerintahkan setiap muslim untuk menjadi sebaik-baik manusia.

rekomendasi firman Allah tentang masalah penciptaanNya seperti yang di ungkapkan dalam wahyu Nya : 1) Realitas keseimbangan bagi kehidu pan alam semesta sebagaimana telah di ciptakan oleh Allah dalam sunnah yang merupakan ketetapan hukum bagi alam semesta ( Al-Mulk 67:3 ) 2) Manusia sebagai khalifah Allah di muka bumi ( Al-Infitar 82:7) 3) Allah telah mengkons truksikan realita lembaga taubatan nasuha sebagai pamungkasnya ( Al-Quran Surat 14 Ibrahim : 14 ) . untuk di kasihi sebagaimana menga sihi Allah.E. baik sahabat ataupun musuh Allah . dan mengapa Islam di katakan rahmatan lil alamin. Islam rahmatan lil’alamin Kata rahmatan lil alamin berarti mengasihi segala ciptaan dari Allah yang berada di langit dan di bumi selain Allah. maka terhadap pembahasan pada masalah yang demikian perlu di perhatikan.

Untuk memberikan jawaban alasan mengapa masuk islam ? Dapat dijawab melalui : Kebenaran mutlak dan ungkpan kebenaran relatif dan termasuk dalam masalah seperti ungkapan judul di maksud . Kebenaran relatif Ialah kebenaran yang di teorikan atau didalilkan oleh manusia dianggap benar selama belum ada fakta dan data baru yang merevisinya. maka terhadap ungkapan ini dapat diamati melalui tuturan wahyu (Al-Quran Surat 16 An-Nahl Ayat 89) Kebenaran mutlak ini merupakan kebenaran yang mesti di imani bagi setiap muslim dan konsekuensi bagi yang menafsirkan adalah kekufuran terhadap Allah. Kebenaran pragmatisme Ialah kebenaran berdasarkan kemanfaatan bagi teori atau dalil yang diberikan. yaitu sebagai bentuk dari konsistensi beriman kepada Allah. Ketiga teori ini tidak di dapati satupun dari ketiganya yang bertentangan dengan kebenaran mutlak. Contoh pendapat para alim ulama dan cendekiawan. d. c. Kebenaran konsistensi. (Az-zumar 39:22 dan ( Al-Isra’ 54 : 105 ) . Otomatis harus membenarkan segala yang datang dari Allah. ( Al –An-Nam 6:125).F.` Alasan mengapa Masuk Islam a. b.

. Bersifat Universal  Kesalah pahaman terhaap Islam : * Non Muslim : Islam Muhammadanisme * Islam : Pemikiran dikhotomis Pemikiran yg sempit Islam sekedar ritual memisahkan antara agama dan kehidupan. Bersifat mudah dan ringan ajaran-ajarannya 2. Karakterisitk Ajaran Islam : 1. Bertahap pelaksanaan hukum-hukumnya 3.

1. Secara lafaz. yang bagi pembacaannya merupakan ibadah. juga berarti “qur‟anah”. Al-Furqon25:1). berarti mengumpulkan dan menghimpun. Yunus 10:57). Al-Jin 72:13). AL-QUR'AN 1. (QS. Kedudukan Al-Qur’an: Al-Qur‟an sebagai sumber utama dan pertama dari seluruh ajaran Isam. yang termaktub dalam mushaf yang dinukil secara mutawatir. makna dan gaya bahasa. 2. Al-Baqarah2:2). Yunus 10:57). berturutturut Al-Sunnah dan Ijtihad. Nama-nama Al-Qur’an: Al-Kitab = Tulisan yang Lengkap (QS. Al-Qiyamah 75 : 17-18) Al-Qur‟an adalah kalam atau firman Allah yang diturunkan kepada Muhammad saw. Asy-Syifa‟ = Obat (QS. . Al-Hijr 15:9). Adz-Dzikru = Peringatan (QS. artinya bacaan. Al-Hikmah = Kebijaksanaan (QS. Al-Huda = Yang Memimpin (QS. Al-Mau‟idhah = Nasihat (QS. Al-Isra 17:39). Al-Furqan = Memisahkan yang Haq dari yang Bathil (QS.MODUL IV SUMBER AJARAN ISLAM A. Pengertian al-Qur’an Al-Qur‟an berasal dari kata “qara‟a”.

Berisi daya tarik dan ancaman d. Qur‟an telah dikumpulkan dalam mushhaf tersendiri . Asy-Syura 42: 24) Peringatan bagi manusia (QS. Begitu mereka tulis. b. c. Al-Isra 17: 88) Pedoman dan petunjuk hidup bagi manusia (QS. hewan. An-Nisa 4: 105) Pemisah yang hak dengan yang batil (QS. dan alam sekitar demi kebahagiaan dunia dan akhirat e. Sebagai Mukjizat Nabi Muhammad SAW (QS. Al-Furqon 25: 1) Sebagai korektor dan penyempurna terhadap kitab-kitab Allah yang sebelumnya ( QS. Fungsi Al-Qur’an: a.3. manusia. e. Isi kandungan al-Qur’an: a. kemudian mereka hafalkan sekaligus mereka amalkan Pada awal pemerintahan khalifah yang pertama dari Khulafaur Rasyidin. yaitu Abu Bakar Shiddiq. d. Berisi tata aturan yang diperlukan manusia dalam hubungannya dengan Allah. Tuntunan ibadah dan hukum c. Nabi langsung memerintahkan para sahabat penulis wahyu untuk menuliskannya secara hati-hati. Berisi riwayat-riwayat orang terdahulu baik yang taat maupun yang mengingkari. Al-Maidah 5: 48) 4. Kodifikasi Al-Qur’an: Wahyu turun kepada Nabi. 5. Keimanan dan keyakinan b.

91 surat turun di Makkah dan 23 surat turun di Madinah. Atas inisiatif para ulama maka kemudian Al-Qur‟an dibagi-bagi menjadi 30 juz. Qur‟an telah sempat diperbanyak Dalam perkembangan selanjutnya. menyangkut peraturan-peraturan yang mengatur hubungan seseorang dengan Tuhan atau seseorang dengan lainnya ( syari‟ah ).Pada zaman khalifah yang ketiga. Pembagian Isi Al-Qur’an: Al-Qur‟an terdiri dari 114 surat. dalam rangka menghindari adanya kesalahan-kesalahan bacaan maupun tulisan. dan 28 di Madinah Surat/ayat yang turun sebelum Nabi Hijrah dinamakan surat Makkiyyah. 86 turun di Makkah. menyangkut prinsip-prinsip keimanan dan akhlaq. pada umumnya suratnya panjang-panjang. . panggilannya ditujukan kepada manusia Surat/ayat yang turun etelah Nabi Hijrah ke Madinah disebut surat Madaniyyah. „Utsman bin „Affan. maqra dan lain-lain. Dalam tiap juz dibagi-bagi kepada setengah juz. tumbuh pula usaha-usaha untuk menyempurnakan cara-cara penulisan dan penyeragaman bacaan. pada umumnya suratnya pendek-pendek. Ada pula yang berpendapat. seperempat juz. 6.

kebiasaan dan tradisi. jalan. 2. Secara istilah hadis berarti segala perbuatan (af‟al). Fungsi al-Hadis terhadap al-Qur’an: a. Sedangkan as-Sunnah berarti cara. dan keizinan Nabi Muhammad saw (taqrir). Seperti hadits yang berbunyi : “ Shoumu liru‟yatihiwafthiru liru‟yatihi “ (Berpuasalah karena melihat bulan dan berbukalah karena melihatnya) adalah memperkokoh ayat Al-Qur‟an dalam surat Al-Baqarah 2: 185. dan informasi. Bayan Taqrir. yaitu as-Sunnah berfungsi untuk memperkokoh dan memperkuat pernyataan al-Qur‟an. yaitu menerangkan ayat-ayat yang sangat umum. perkataan (aqwal). mujmal dan musytarak. Seperti hadits : “ Shallu kama ro-aitumuni ushalli “. (Shalatlah kamu sebagaimana kamu melihatku shalat) adalah merupakan tafsiran daripada ayat Al-Qur‟an yang umum. yaitu : “ Aqimush. (Kerjakan shalat) b. Bayan Tafsir.B. . undang-undang. dekat. Al-HADIS/SUNNAH 1.   Pengertian al-Hadis dan as-Sunnah Secara bahasa hadis berarti baru.shalah “.

Kodifikasi Hadis Pada zaman „Umar bin Abdul Azis. adalah taudhih (penjelasan) terhadap ayat Al-Qur‟an dalam surat at-Taubah 9: 34. c. maka setiap muslim wajib mengimaninya. sedangkan al-Hadits adalah zhanni (kecuali hadits mutawatir) Seluruh ayat al-Qur‟an mesti dijadikan sebagai pedoman hidup. yaitu menerangkan maksud dan tujuan sesuatu ayat al-Qur‟an. Perbedaan Antara Al-Qur'an dan Al-Hadits sebagai Sumber Hukum a. 3. . Al-Qur‟an nilai kebenarannya adalah qath‟I (absolut). Tetapi tidak semua hadits mesti kita jadikan sebagai pedoman hidup Al-Qur‟an sudah pasti otentik lafazh dan maknanya sedangkan hadits tidak Apabila Al-Qur‟an berbicara tentang masalah-masalah aqidah atau hal-hal yang ghaib. seperti pernyataan Nabi : “ Allah tidak mewajibkan zakat melainkan supaya menjadi baik harta-hartamu yang sudah dizakati “. b. baik yang dibuat oleh ummat Islam sendiri karena maksud-maksud tertentu. maupun oleh orang-orang luar yang sengaja untuk menghancurkan Islam dari dalam. 4. khalifah ke-8 dari dinasti Bani Umayyah (99101 H) timbul inisiatif secara resmi untuk menulis dan membukukan hadits Kodifikasi Hadits dilatar belakangi oleh adanya usaha-usaha untuk membuat dan menyebarluaskan hadits-hadits palsu dikalangan ummat Islam. d.c. Bayan Taudhih.

sempurna ketelitiannya. Yaitu sunnah/hadits yang diriwayatkan oleh orang-orang yang adil (baik). tapi kekuatan hafalan atau ketelitian perawinya kurang baik. sanadnya bersambung sampai kepada Rasul. . Yaitu sunnah/hadits yang diriwayatkan oleh orang-orang yang adil (baik). kuat hafalannya. Macam-Macam Hadis a. Dan mustahil orang yang banyak itu sepakat untuk berdusta Hadits masyhur. Dilihat dari segi kualitasnya: Hadits Shahih. sanadnya bersambung sampai kepada Rasul. yaitu hadits yang diriwayatkan oleh dua orang sanad hingga tercatat dengan dua sanad Hadits gharib. dan tidak bertentangan dengan dalil yang lebih kuat (Al Qur‟an). yaitu hadits yang diriwayatkan oleh banyak orang kepada banyak orang dan seterusnya sehingga tercatat dengan banyak sanad. tidak mempunyai cacat. yaitu hadits yang diriwayatkan oleh tiga orang atau lebih hingga tercatat dengan sanad sekurang-kurangnya tiga orang Hadits aziz. b.     Dilihat dari segi jumlah orang yang menyampaikan: Hadits mutawatir.5. dan tidak bertentangan dengan dalil periwayatan yang lebih kuat (Al Qur‟an) Hadits Hasan. yaitu hadits yang diriwayatkan seorang sanad hingga tercatat satu sanad. tidak mempunyai cacat.

Yaitu sunnah/hadits yang dibuat oleh seseorang (karangan sendiri) kemudian dikatakan sebagai perkataan atau perbuatan Rasulullah saw. Yaitu sunnah/hadits lemah karena perawinya tidak adil. ialah hadis yang disandarkan kepada sahabat Hadis Maqthu’. d. As-Sunan Tirmidzi.Hadits Dha’if. ialah hadis yang disandarkan kepada tabi‟in. 6. ialah hadis yang disandarkan kepada Nabi saw Hadis Mauquf. Dilihat dari siapa yang berperan dalam berbuat atau bersabda: Hadis Marfu’. dan Al-Musnad Imam Ahmad. Ash-Shahih Muslim. ialah hadis yang diterima dan dapat dijadikan hujjah/sumber hukum Hadis Mardud. terputus sanadnya. punya cacat. Kitab-kitab hadis yang dinilai terbaik: Ash-Shahih Bukhari. Ash-Sunan Abu-Dawud. bertentangan dengan dalil atau periwayatan yang lebih kuat. ialah hadis yang ditolak dan tidak boleh dijadikan sumber hukum. Dilihat dari segi diterima atau ditolaknya: Hadis Maqbul. . c. atau cacat lainnya Hadits Maudhu’. As-Sunan Nasai . As-Sunan Ibnu Majah .

Sesuatu keputusan yang ditetapkan oleh ijtihad. Sebab ijtihad merupakan aktifitas akal pikiran manusia yang relatif b. Keputusan ijtihad tidak boleh bertentangan dengan al-Qur’an dan as-Sunnah e. A-Nisa 4: 59. kemaslahatan umum. Kedudukan Ijtihad a.C. Pengertian Ijtihad  Secara bahasa ijtihad berarti pencurahan segenap kemampuan untuk mendapatkan sesuatu. IJTIHAD 1. Ijtihad tidak berlaku dalam urusan penambahan ibadah mahdhah. kemanfaatan bersama dan nilai-nilai yang menjadi ciri dan jiwa daripada ajaran Islam. Pada dasarnya yang ditetapkan oleh ijtihad tidak dapat melahirkan keputusan yang mutlak absolut. Sebab urusan ibadah mahdhah hanya diatur oleh Allah dan Rasulullah d.  Dasar keharusan berijtihad ialah QS. akibat. 2. mungkin berlaku bagi seseorang tapi tidak berlaku bagi orang lain c. Dalam proses berijtihad hendaknya dipertimbangkan faktor-faktor motifasi. .  Menurut istilah ialah mengerahkan segala potensi akal pikiran dan kemampuan semaksimal mungkin untuk menetapkan hukum-hukum syari‟ah.

Mashalihul Mursalah = utility. Saddudz Dzari'ah. Istishab. Bentuk-Bentuk Ijtihad        Ijma’ = konsensus = ijtihad kolektif. 'Urf. yaitu menetapkan suatu hukum yang telah menjadi kebiasaan masyarakat. Yaitu menetapkan sesuatu hukum terhadap sesuatu persoalan ijtihadiyah atas dasar prinsip-prinsip umum ajaran Islam seperti keadilan. yaitu menetapkan hukum atas dasar kehilangan kerusakan/kemadorotan bagi seseorang atau segolongan orang. yaitu menetapkan hukum terhadap sesuatu persoalan ijtihadiyah atas pertimbangan kegunaan dan kemanfaatan yang sesuai dengan tujuan syari’at.3. dengan dianalogikan kepada hukum sesuatu yang sudah diterangkan hukumnya oleh al-Qur’an/asSunnah. kasih sayang dan lain-lain. yaitu menetapkan hukum atas hukum yang telah berlaku sampai ada hukum yang merubahnya. . karena ada sebab yang sama Istihsan = preference. Yaitu persepakatan ulama-ulama Islam dalam menentukan sesuatu masalah ijtihadiyah Qiyas = reasoning by analogy. Yaitu menetapkan sesuatu hukum terhadap sesuatu hal yang belum diterangkan oleh al-Qur’an dan as-Sunnah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful