Natrium Diklofenak

Rating: -. Direkomendasikan oleh 31 pembaca. Beri rekomendasi:

Indikasi: Pengobatan akut dan kronis gejala-gejala reumatoid artritis, osteoartritis dan ankilosing spondilitis. Kontra Indikasi: - Penderita yang hipersensitif terhadap diklofenak atau yang menderita asma, urtikaria atau alergi pada pemberian aspirin atau NSAIA lain. - Penderita tukak lambung. Komposisi: Natrium Diklofenak 25 mg Tablet Salut Enterik Tiap tablet salut enterik mengandung: Natrium Diklofenak 25 mg. Natrium Diklofenak 50 mg Tablet Salut Enterik Tiap tablet salut enterik mengandung: Natrium Diklofenak 50 mg. Cara Kerja Obat: Diklofenak adalah golongan obat non steroid dengan aktivitas anti inflamasi, analgesik dan antipiretik. Aktivitas diklofenak dengan jalan menghambat enzim siklo-oksigenase sehingga pembentukan prostaglandin terhambat. Efek Samping: - Efek samping yang umum terjadi seperti nyeri/keram perut, sakit kepala, retensi cairan, diare, nausea, konstipasi, flatulen, kelainan pada hasil uji hati, indigesti, tukak lambung, pusing, ruam, pruritus dan tinitus. - Peninggian enzim-enzim aminotransferase (SGOT, SGPT) hepatitis. - Dalam kasus terbatas gangguan hematologi (trombositopenia, leukopenia, anemia, agranulositosis). Peringatan dan Perhatian: - Hati-hati penggunaan pada penderita dekomposisi jantung atau hipertensi, karena diklofenak dapat menyebabkan retensi cairan dan edema. - Hati-hati penggunaan pada penderita gangguan fungsi ginjal, jantung, hati, penderita usia lanjut dan penderita dengan luka atau perdarahan pada saluran pencernaan. - Hindarkan penggunaan pada penderita porfiria hati. - Hati-hati penggunaan selama kehamilan karena diklofenak dapat menembus plasenta. - Diklofenak tidak dianjurkan untuk ibu menyusui karena diklofenak diekskresikan melalui ASI. - Pada anak-anak efektivitas dan keamanannya belum diketahui dengan pasti. Dosis dan Cara Pemakaian: - Osteoartritis : 2 - 3 kali sehari 50 mg atau 2 kali sehari 75 mg. - Reumatoid artritis : 3 - 4 kali sehari 50 mg atau 2 kali sehari 75 mg. - Ankilosing spondilitis : 4 kali sehari 25 mg ditambah 25 mg saat akan tidur. Tablet harus ditelan utuh dengan air, sebelum makan.

Interaksi Obat: - Penggunaan bersama aspirin akan menurunkan konsentrasi plasma dan AUC diklofenak. - Diklofenak meningkatkan konsentrasi plasma digoksin, metotreksat, siklosporin dan litium sehingga meningkatkan toksisitasnya. - Diklofenak menurunkan aktivitas obat-obatan diuretik. Kemasan: Natrium Diklofenak 25 mg Tablet Salut Enterik Dus berisi 5 strip @ 10 tablet Natrium Diklofenak 50 mg Tablet Salut Enterik Dus berisi 5 strip @ 10 tablet Penyimpanan: Simpan di tempat yang sejuk dan kering serta terlindung dari cahaya.

Ranitidine Tablet 150 mg
Rating: ♥♥♥♥♥. Direkomendasikan oleh 35 pembaca. Beri rekomendasi:

Indikasi: - Tukak lambung dan usus 12 jari - Hipersekresi patologik sehubungan dengan sindrom Zollinger-Ellison"

Kontra Indikasi: - Penderita gangguan fungsi ginjal - wanita hamil dan menyusui

Komposisi : - Tiap tablet salut selaput mengandung: Ranitidine hidroklorida setara dengan ranitidine basa 150 mg. Farmakologi : Ranitidine menghambat kerja histamin pada reseptor-H2 secara kompotitif, serta menghambat sekresi asam lambung. Dosis : - Dosis yang biasa digunakan adalah 150mg, 2 kali sehari - Dosis penunjang dapat diberikan 150mg pada malam hari - Untuk sindrom Zollinger-Ellison : 150mg, 3 kali sehari, dosis dapat bertambah menjadi 900mg. - Dosis pada gangguan fungsi ginjal: Bila bersihan kreatinin (50ml/menit): 150mg tiap 24 jam, bila perlu tiap 12 jam. Karena Ranitidine ikut terdialisis, maka waktu pemberian harus disesuaikan sehingga bertepatan dengan akhir hemodialisis. Efek Samping : - Efek samping ranitidine adalah berupa diare, nyeri otot, pusing, dan timbul ruam kulit, malaise,nausea. - Konstipasi - Penurunan jumlah sel darah putih dan platelet ( pada beberapa penderita ). - Sedikit peningkatan kadar serum kreatinin ( pada beberapa penderita) - Beberapa kasus ( jarang ) reaksi hipersensitivitas (bronkospasme, demam, ruam, urtikaria, eosinofilia. Peringatan dan Perhatian: - Dosis harus dikurangi untuk penderita dengan gangguan fungsi ginjal - Hati-hati bila diberikan pada penderita dengan gangguan fungsi hati. - Keamanan dan keefektifan pada anak-anak belum diketahui dengan pasti. - Pengobatan penunjang akan mencegah kambuhnya ulkus tetapi tidak mengubah jalannya penyakit sekalipun pengobatan dihentikan. - keamanan pada gangguan jangka panjang belum sepenuhnya mapan, maka harus dihentikan

ranitidine tidak menghambat fungsi oksidasi obat pada mikrosom hepar.untuk secara berkala mengamati penderita yang mendapat pengobatan jangka panjang. Interaksi Obat : hasil penelitian terhadap 8 penderita yang diberikan ranitidin menunjukkan perbedaan dengan simetidine. 2 kali sehari selama 14 hari tidak menunjukkan adanya perubahan pada waktu protrombin atau pada konsentrasi warfarin plasma. Jenis: Tablet .terhadap 5 penderita normal yang diberikan dosis warfarin harian secara subterapeutik. dengan penambahan dosis ranitidine menjadi 200mg.

....... 3.. kecuali apabila pemeriksaan endoskopi atau sinar-x telah memperlihatkan kesembuhan.. Dosis dan Cara Pemberian: Umumnya bagi orang dewasa adalah: 2 sendok teh (10 mL). Pengobatan harus dilanjutkan... 4 kali sehari. Direkomendasikan oleh 7 pembaca.. Beri rekomendasi: Indikasi: Pengobatan jangka pendek (sampai 8 minggu) pada duodenal ulcer. sewaktu lambung kosong (1 jam sebelum makan dan tidur)...500 mg.. Peringatan dan Perhatian: Inpepsa harus diberikan secara hati-hati pada pasien gagal ginjal dan pasien dialisis. Farmakologi: Sukralfat adalah suatu kompleks yang dibentuk dari sukrosa oktasulfat dan polialuminium hidroksida.. pepsin dan garam empedu........... Penggunaan Inpepsa selama kehamilan hanya dilakukan jika benar-benar diperlukan. Membentuk kompleks kimiawi yang terikat pada pusat ulkus sehingga merupakan lapisan pelindung.. Komposisi: Tiap 5 ml suspensi mengandung: Sukralfat. Sukralfat sangat sedikit terabsorpsi di saluran pencernaan sehingga menghasilkan efek samping sistemik yang minimal. Menghambat aksi asam........... Kontra Indikasi: Tidak diketahui kontraindikasi penggunaan sukralfat....Inpepsa Suspensi Rating: -. Penelitian menunjukkan bahwa sukralfat dapat berada dalam jangka waktu lama dalam saluran cerna sehingga menghasilkan efek obat yang panjang. Aktivitas sukralfat sebagai anti ulkus merupakan hasil dari pembentukan kompleks sukralfat dengan protein yang membentuk lapisan pelindung menutupi ulkus serta melindungi dari serangan asam lambung.. pepsin dan garam empedu. Menghambat difusi asam lambung menembus lapisan film sukralfat-albumin.. ... Percobaan laboratorium dan klinis menunjukkan bahwa sukralfat menyembuhkan tukak dengan 3 cara: 1........ 2...... Inpepsa harus diberikan secara hati-hati pada wanita yang sedang menyusui...

tidak nyaman di perut. pening. ketokonazol. Keamanan dan efektivitas pada anak-anak belum dapat ditetapkan. sehingga obat-obatan tersebut harus diberikan dalam waktu 2 jam sebelum pemberian Inpepsa. digoxin. Interaksi Obat: Inpepsa dapat mengurangi absorpsi atau bioavailabilitas obat-obatan: simetidin. rash. Penyimpanan: Simpan di tempat sejuk dan kering. flatulent.Jika diperlukan. antasida dapat diberikan dalam jangka waktu 1/2 jam sebelum atau sesudah pemberian Inpepsa. tetracyclin dan teofilin. nyeri pada bagian belakang dan sakit kepala. pruritus. norfloxacin. Efek Samping: Terjadinya efek samping sangat jarang. . Keluhan lainnya adalah diare. mual. Kemasan: Botol isi 100 mL dan 200 mL suspensi. mengantuk. ranitidin. ciprofloxacin. muntah. yang relatif sering dilaporkan hanya konstipasi dan mulut terasa kering. fenitoin.

dan penderita yang hipersensitif terhadap obat penghilang rasa sakit dan antirematik (intoleransi analgesik) berisiko terkena serangan asma atau syok dengan pemberian obat ini. 500 mg FARMAKOLOGI : NORAGES® injeksi mengandung Metamizole sodium suatu senyawa yang memiliki efek analgesik. maka sebaiknya tidak digunakan dalam jangka panjang secara terus menerus. ginjal dan saluran kemih bagian bawah. Hati-hati pada penderita dengan gangguan fungsi hati atau ginjal. bursitis dan sindroma bahu lengan. Bila perlu lakukan pemeriksaan uji fungsi hati dan darah pada penggunaan yang lebih lama dari penggunaan untuk mengatasi rasa sakit akut.. Tidak untuk mengobati sakit otot pada gejala-gejala flu. mencegah sensitisasi reseptor rasa sakit terhadap rangsang mekanik atau kimiawi. INDIKASI : NORAGES® injeksi diindikasikan untuk : Mengatasi nyeri berat akut dan kronis seperti pada keadaan penyakit rematik. sering terjadi konjungtivitis dan rhinosinusitis poliposa). sakit kepala. PERHATIAN : Hati-hati penggunaan NORAGES® injeksi pada pasien dengan instabilitas aliran darah seperti pada keadaan infark jantung. kolik pada saluran pencernaan. sakit gigi atau adanya tumor. Secara sentral diduga bekerja pada hipotalamus dan secara perifer menghambat pembentukan prostaglandin di tempat inflamasi. lumbago. KONTRA INDIKASI : Hipersensitif terhadap Metamizole. Penderita dengan tekanan darah sistolik < 100 mmHg. Nyeri setelah kecelakaan atau sehabis operasi. Mengatasi nyeri berat yang disebabkan oleh spasme otot polos baik itu akut dan kronis seperti pada spasme otot. saluran empedu. Wanita hamil dan menyusui. derivat pirazolone dan komponen obat lainnya. NORAGES® injeksi dapat diberikan secara i. serta pada penderita dengan gangguan pembentukan darah seperti pada saat melakukan terapi sitostatik.v. hal ini memungkinkan untuk mendapatkan efek analgesik yang kuat untuk berbagai kondisi. Karena dapat menimbulkan agranulositosis yang berakibat fatal. multiple injuries dan syok. sakit punggung. Metamizole merupakan suatu derivat metansulfonat aminopirin.Norages Injeksi KOMPOSISI : Tiap 1 ml NORAGES® injeksi mengandung. Metamizole sodium …………. Penderita dengan gangguan asma bronkhial atau penderita dengan infeksi saluran pernafasan kronis (terutama apabila dikombinasi dengan gejala-gejala : urtikaria kronis. - - - - - . Pengaruhnya terhadap susunan saraf pusat (sentral) dan perifer.

- Pada pemakaian jangka lama dapat timbul sindrom neuropathy yang akan berangsur hilang jika obat dihentikan. Kemudian suntikkan glukokortikoid i. Efek samping yang lain yaitu reaksi hipersensitif pada kulit dapat berupa : urtikaria. Over dosis : Dalam keadaan overdosis bantuan kesehatan sangat diperlukan. lekopenia. segera hubungi dokter untuk diberikan pertolongan secepatnya. dapat menurunkan kadar cyclosporin. Pengobatan dalam keadaan emergency untuk keadaan syok anafilaktik : Segera beri suntikan i. INTERAKSI OBAT : Pemberian bersamaan dengan cyclosporin.5 ml i. EFEK SAMPING : Efek samping yang utama dari NORAGES® injeksi adalah reaksi anafilaksis. inhalasi oksigen dan pemberian antihistamin.1 mg epinephrine).v. mual. oleh karena itu diperlukan pengontrolan secara teratur. kesulitan bernafas. sering terjadi selama penyuntikan : berkeringat dingin. NORAGES® injeksi dan alkohol dapat saling mempengaruhi efek masing-masing. sensitisasi rasa dingin di sekitar tangan dan kaki. Selain itu dilakukan pula pernafasan buatan. ulangi jika diperlukan.. dan hal ini akan hilang setelah pengobatan selesai. dan yang terberat adalah sindroma Steven Johnson atau sindroma Lyell's. hentikan segera pemakaian dan konsultasi ke dokter. stupor. perhatikan adanya gangguan ritme jantung. epinephrine (adrenalin) : suntikkan 1 ml (ekivalen dengan 0. jika diperlukan dapat diulang.1000 mg methylprednisolone. untuk anak-anak diperlukan pengurangan dosis dan diberikan berdasarkan bobot badan. Obat-obat analgesik tidak boleh digunakan dalam jangka waktu lama atau dosis yang tinggi kecuali atas petunjuk dokter atau dokter gigi. Yang paling berat yaitu syok dan diskrasia darah (agranulositosis. Dosis ini dianjurkan untuk dewasa dengan bobot badan normal. Sebagai gejala tambahan dapat terjadi bengkak pada wajah. . apabila terjadi efek samping ini. Untuk menyeimbangkan cairan tubuh dapat diberikan pengganti cairan tubuh (plasma expander). Jangan digunakan lebih dari 1 gr sekaligus karena dapat menimbulkan syok. contohnya 250 mg .m. trombositopenia) kedua reaksi ini jarang terjadi akan tetapi dapat mengancam jiwa. pusing. atau i. Dosis sehari tidak lebih dari 10 ml. DOSIS : Dewasa dan anak-anak 15 tahun : Dosis sekali : 2 . Tanda-tanda akan terjadinya serangan syok. gejala ini dapat terjadi setelah 1 hari pemakaian. peningkatan detak jantung. Urine dapat menjadi berwarna kemerahan sebagai hasil metabolisme dari Metamizole menjadi asam rubazonic. gatal-gatal. terjadi perubahan pada warna kulit. Apabila salah satu atau lebih dari tanda-tanda tadi diketahui.v.v. Serangan asma dapat terjadi pada pasien yang mempunyai riwayat asma sebelumnya. sambil memonitor tekanan darah dan detak jantung.

dispepsia episodik kronik 150 mg 2x/hr. Refluks esofagitis 150mg 2x/hr atau 300mg sblm tdr. gangguan ginjal berat.leukopenia&trombositopenia reversibel . laktasi Dosis Dosis terstandar: 150 mg 2x/hr atau 300 mg sblm tidur.ACRAN acran adalah obat yang digunakan untuk menekan asam lambung supaya lambung tidak perih. jarang:agranulositosis. tukak duodenum& tukak lambung jinak 150 mg 2x/hr. hamil. Maks 300 mg/hari. profilaksis perdarahan dr tukak akibat stress atau tukak peptik 50 mg 3x/hr. Meredakan gejala akibat peningkatan asam lambung& rasa panas pd ulu hati 1-2 tab/hr.hipersensitivitas. tukak peptik ank 2-4 mg/kg 2x/hr. pemeliharaan:150mg sblm tdr. sindroma zollinger-ellison awal 150 mg 3x/hr & dpt ditingkatkan s/d 6 gr/hr. diberikan 60 mnt sblm induksi anestesi umum. ACRAN AMP 25 MG/ML @5 Kandungan Ranitidine hcl Indikasi Lihat pd dosis Kontra Indikasi Efek Samping Kadang:hepatitis yg reversibel. Dewasa Amp 50 mg scr IV/IM/IV intermitten tiap 6-8 jam Interaksi Kemasan Ampul 25 mg x 1 ml x 5 .skt kepala dan pusing Perhatian Keganasan pada GI. sindrom mendelson 50mg. maks 4 tab/hr. obat ini diberikan karena fosamax bisa meningkatkan resiko nyeri lambung.ruam kulit.

sendi & jar lunak. : Kl: Hipereensitif thd sefalosporin. Riwayat syok anafilaktik. Infeksi berat: dpt ditingkatkan s/d 4 g/hr. reaksi kulit. Kontra Indikasi Perhatian : P: Hipersensitif thd penisilin. Neonatus < 2 minggu 20-50 mg/kgBB/hr. infeksi abdomen. Bay. meningitis. Hamil & menyusui. : D: Dws & anak > 12 t/in atau > 50 kg 1-2 g/hr. 15 hr-12 thn 2080 mg/kgBB/hr. infeksi kelamin termasuk GO.Obat Umum (Dapat dibeli bebas) Nama Produk Farmasi : TERFACEF : Sanbe G Komposisi : Komp: Ceftriaxone.125). : - -Anakanak -Balita Harga Gambar : : : - . inleksi ginjal & sal kemih.845). Pengggunaan jangka lama menyebabkan superinfeksi. infeksi tulang. : ES: Reaksi hematologi. infeksi sal napas. diare. 500 mg x 20 (Rp77. Bayi prematur. Indikasi : I: Sepsis. ggn sal cema. Pencegahan infeksi prabedah. Efek Samping Interaksi Obat Kemasan Dosis -Dewasa : - : K/H: Kaps 250 mg x 20 (Rp40.

v.v.ONDANSETRON Deskripsi: Ondansetron suatu antagonis reseptor 5HT3 yang bekerja secara selektif dan kompetitif dalam mencegah maupun mengatasi mual dan muntah akibat pengobatan dengan sitostatika dan radioterapi. Indikasi: Penanggulangan mual dan muntah karena kemoterapi dan radioterapi serta operasi. 8 mg ondansetron secara lambat atau diinfuskan selama 15 menit segera sebelum diberikan kemoterapi. secara lambat atau diinfuskan selama 15 menit segera sebelum diberikan kemoterapi. secara perlahan. diikuti dengan infus 1 mg ondansetron/jam selama terus-menerus selama kurang dari 24 jam atau 2 injeksi 8 mg i. Anak-anak > 4 tahun: 5 mg/ml secara i. diikuti dengan 8 mg peroral 2 kali sehari selama kurang dari 5 hari. Kemasan: Ktk 5 Produksi: PT Indofarma TBK . selama 15 menit segera sebelum diberikan kemoterapi. Pencegahan mual dan muntah karena kemoterapi. misalnya siklospamid. Usia lanjut: Ondansetron dapat ditoleransi dengan baik pada penderita usia diatas 65 tahun tanpa mengubah dosis. frekuensi. ataupun cara pemberian. sebagai dosis tunggal atau injeksi i. Injeksi i.v. Mula-mula diberikan injeksi 8 mg ondansetron i. diikuti dengan memberikan 4 mg peroral tiap 12 jam selama kurang dari 5 hari.v. Penderita dengan gangguan fungsi hati: Dosis total harian tidak boleh lebih dari 8 mg. frekuensi ataupun cara pemberian.m. Penderita dengan gangguan fungsi ginjal: Tidak memerlukan penyesuaian dosis harian.v. Dewasa Kemoterapi yang sangat emetogenik. Kemoterapi yang kurang emetogenik. secara lambat atau diinfuskan selama 15 menit dengan selang waktu 4 jam. misalnya cisplatin. Atau bisa juga diikuti dengan pemberian 8 mg peroral 2 kali sehari selama kurang dari 5 hari. Komposisi: Tiap 4 ml injeksi mengandung ondansetron hydrochloride setara dengan 8 mg ondansetron. Dosis: Pencegahan mual dan muntah pasca bedah: 4 mg/i.

: - Efek Samping Interaksi Obat Kemasan Dosis -Dewasa : K/H: Tab 500 mg x 50 x 10 (Rp351. Amp Dws a remaja > 15 thn 2-5 mL IM/IV dosis tunggal. Ggn hematologi. Hamil & laktasi. sakit gigi.124). Indikasi Kontra Indikasi Perhatian : Nyeri hebat yg berhubungan dg sakit kepala. wajah kemerahan jika minum minuman beralkohol. rasa dingin pd ekstremitas. Agranulositosis. maks 4 x/hr.527). Porfiria hepatik atau defisiensi G6PD kongenital. gatal. Amp 500 mg/mL x 2 mL x 25 (Rp36.Tersedia di apotik dan toko obat terdekat. : - -Anakanak -Balita Harga Gambar : : : - . mata berair. post op. rasa tertekan pd dada. Tab 500 mg: anak < 15 thn. Penderita yg memberikan reaksi spt bersin. takikardi. Inj: penderita yg memilikiTD < 100 mmHg atau ggn sirkulasi. : ES: Jarang. Obat Umum (Dapat dibeli bebas) Nama Produk Farmasi : NOVALGIN G : Sanofi Aventis Komposisi : Komp: Metamizole Na. diskrasia darah & syok. : : Hipersensitif thd metamizol. Pembengkakan pd wajah. hipersensitif thd obat antirematik & analgesik. nyeri akut & kronik km spasme otot polos. : P: Asma bronkial atau infeksi sal nafas kronik. maks 10 mL/hr. pirazolon. : D: Tab Dws t remaja > 15 Win 1tab.

termasuk keadaan parah Indikasi: Untuk mengobati berbagai jenis infeksi bakteri.  Perpanjangan PT (prothrombin time). convulsion). pruritus. termasuk keadaan parah atau yang mengancam nyawa seperti meningitis.CEFTRIAXONE Ceftriaxone adalah kelompok obat yang disebutcephalosporin antibiotics. Indikasi: Untuk mengobati berbagai jenis infeksi bakteri. atau dibagi menjadi setiap 12 jam. diare/radang usus besar). . perpanjangan APTT (activated partial thromboplastin time). ruam. dan atau hypoprothrombinemia (dengan atau tanpa pendarahan) dikabarkan terjadi. reaksi parah seperti anaphylaxis bisa terjadi). pengaruh terhadap ginjal dan hati juga terjadi. Efek hematologis yang jarang. Dosis:  1-2 gr melalui otot (intra muscular) atau melalui pembuluh darah (intra vascular). kebanyakan terjadi dengan rangkaian sisi NMTT yang mengandung cephalosporins.  Dosis maksimum: 4 gr/hari Efek Samping:  Reaksi hipersensitivitas (urticaria. Ceftriaxone bekerja dengan cara mematikan bakteri dalam tubuh. N/V. lakukan setiap 24 jam. Efek lainnya (infeksi candidal)  Dosis tinggi bisa dihubungkan dengan efek CNS (encephalopathy. Efek GI (diare.

Dosis Pemeliharaan: Bila respon penderita memuaskan Dan Severe dosis Pemeliharaan diperlukan. PENGOBATAN harus dihentikan Penghasilan kena pajak 6 month Dan harus dimulai Lagi hanya Bila penderita kambuh. tidak merokok Dan latihan jalan. TIAP tablet mengandung: Flunarizin 2.* Mencegah migren. gejala ekstrapiramidal atau Efek Samping Before PENGOBATAN harus dihentikan. biasanya kurang Bahasa Dari 2 month. kejang sewaktu berjalan atau berbaring.HCl 5. Apabila Penghasilan kena pajak 2 month PENGOBATAN Mutasi tidak ADA perbaikan.9 mg (SETARA Artikel Baru Flunarizin 5 mg) SinralTablet 10 mg. pusing. Sebaiknya diberikan Sekali sehari FUNDS malam saja Hari untuk mengantisipasi Efek ngantuk . gangguan Daya ingat.8 mg (SETARA Artikel Baru Flunarizin 10 mg) INDIKASI: Sinraldiindikasikan untuk: .HCl 11. iritabilitas. penderita harus dianggap sebagai non responder Dan pemberian Obat harus dihentikan. ekstremitas Dingin Dan gangguan tropik. . . Maka pemberian Obat harus Dikurangi menjadi 5 Hari PENGOBATAN Dalam. Sulit berkonsentrasi Dan bingung. TIAP tablet mengandung: Flunarizin 2. parestesia . seminggu (2 Hari Dalam.Selama PENGOBATAN Artikel Baru Flunarizin Bila Perlu disertai diet.FLUNARIZIN SINRAL KOMPOSISI: Sinral Tablet 5 mg. dosis: . seminggu Tanpa Obat). tetapi PENGOBATAN Mutasi CUKUP sampai gejalanya Hilang. Namun Severe Penghasilan kena pajak 1 bulan untuk vertigo kronis atau 2 month untuk vertigo paroksimal. gangguan irama tidur. Dosis maksimumnya Yang dianjurkan adalah 10 mg / hari tetapi pengurangan dosis hingga 5 mg / hari dapat * Mengurangi Efek Samping Yang Timbul . vertigo. Walaupun dosis Pemeliharaan pencegahan inisial berhasil Dan ditoleransi Artikel Baru BAIK. tidak ADA perbaikan bermakna. . Maka penderita harus dianggap sebagai non responder Dan PENGOBATAN harus dihentikan.PENGOBATAN pencegahan gangguan vestibular akibat gangguan peredaran Darah serebral Dan perifer: Dosis Harian sama seperti penggunaan untuk migren.PENGOBATAN Dan pencegahan gangguan vestibular akibat gangguan peredaran Darah serebral Dan perifer misalnya.* Mencegah migren: Dosis Mutasi: PADA penderita berusia di Bawah 65 years PENGOBATAN dimulai Artikel Baru 10 mg / hari (waktu malam saja) Dan FUNDS penderita berusia Diatas 65 years PENGOBATAN dimulai Artikel Baru 5 mg / hari. Tetapi Bila terjadi Efek Samping depresi. tinitus. .

diazepam 2mg Indikasi Kontra Indikasi Perhatian Efek Samping Interaksi Obat Kemasan Dosis -Dewasa -Anakanak -Balita Harga Gambar : Berikan ssdh makan. D: 1-3 kapl/hr. takikardi. sakit gigi. sakit kepala. peny ginjal : Reaksi alergi. psikosis berat : Hipersensitif thd aspirin. kehamilan. perdarahan Gl. kolik bilier & ginjal.000) : : : - Terakhir diperbaharui: * Harga dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu * Bila sakit berlanjut. : Kemungkinan perdarahan. aritmia. lumbago. : - : Kapl 10x10 (Rp66. harap menghubungi dokter anda secepatnya . porfiria.KEMASAN: Sinraltablet 5 mg Dus. retensi urin. reumatik. 5 jalur @ 10 tablet Obat Umum (Dapat dibeli bebas) Nama Produk Farmasi : NEURODIAL : Kimia Farma Komposisi : Komp: Methampyrone 500 mg. agranulositosis mengantuk. epilepsi. 5 jalur @ 10 tablet Sinral tablet 10 mg Dus. : : Neuralgia. kelainan KV.

: GKL0808514843B1 . No. Pada pasien pasca bedah. dosis tunggal primer. yang membandingkan Ketorolac tromethamine dengan Meperidine (Phetidine) atau Morfin yang diberikan secara intramuskular. Tidak tampak adanya depresi napas setelah pemberian Ketorolac tromethamine pada uji klinis kontrol. Jika dibandingkan dengan Meperidine 50 dan 100 mg. pasien mengalami nyeri sedang hingga berat pada awal penelitian. walaupun perbedaan antara Ketorolac tromethamine 30 mg dan Morfin 12 mg tidak bermakna secara statistik. pasca bedah (bedah umum) membandingkan Ketorolac tromethamine 30 mg dengan Morfin 6 dan 12 mg dimana tiap obat hanya diberikan bila perlu. Reg. Onset aksi analgesiknya sebanding dengan Morfin. Penelitian ini merupakan uji yang dirancang paralel. Berdasarkan pertimbangan efektivitas dan keamanan setelah dosis berulang. dosis 30 mg menunjukkan indeks terapetik yang terbaik.KETOROLAC . ginekologik dan abdominal) dan bedah mulut (pencabutan M3 yang mengalami impaksi). Ketorolac tromethamine 10. atau Morfin 6 dan 12 mg pada pasien yang mengalami nyeri pasca bedah.: KEMASAN & NO REG :. Durasi analgesia Ketorolac tromethamine 30 mg dan 90 mg lebih lama daripada narkotik.: FARMAKOLOGI :. dibandingkan dengan plasebo : Ketorolac tromethamine tidak menyebabkan kantuk dan dibandingkan dengan Morfin. 30 dan 90 mg menunjukkan pengurangan nyeri yang sama dengan Meperidine 100 mg dan Morfin 12 mg. Farmakodinamik Ketorolac tromethamine merupakan suatu analgesik non-narkotik. Efek analgesik keseluruhan dari Ketorolac tromethamine 30 mg berada di antara Morfin 6 mg dan 12 mg. Ketorolac tromethamine tidak menyebabkan konstriksi. Obat ini merupakan obat anti-inflamasi nonsteroid yang menunjukkan aktivitas antipiretik yang lemah dan anti-inflamasi. Reg. Ketorolac lebih sedikit menyebabkan kantuk. No. Uji Klinis Beberapa penelitian telah meneliti efektivitas analgesik Ketorolac tromethamine intramuskular pada dua model nyeri pasca bedah akut. Suatu penelitian multisenter.   Ketorolac 10 mg injeksi (1 box berisi 6 ampul @ 1 mL). multi-dosis (20 dosis selama 5 hari). Ketorolac tromethamine menghambat sintesis prostaglandin dan dapat dianggap sebagai analgesik yang bekerja perifer karena tidak mempunyai efek terhadap reseptor opiat. . Pada tiap model. bedah umum (ortopedik. : GKL0808514843A1 Ketorolac 30 mg injeksi (1 box berisi 6 ampul @ 1 mL).

pasien dengan antikoagulan termasuk Heparin dosis rendah (2. Pasien pasca operasi dengan risiko tinggi terjadi perdarahan atau hemostasis inkomplit. Pasien yang menunjukkan manifestasi alergi serius akibat pemberian Asetosal atau obat antiinflamasi nonsteroid lain.: KONTRA INDIKASI :. Selama kehamilan. Harus diganti ke analgesik alternatif sesegera mungkin. Penyakit serebrovaskular yang dicurigai maupun yang sudah pasti.                  Pasien yang sebelumnya pernah mengalami alergi dengan obat ini. Ketorolac ampul ditujukan untuk pemberian injeksi intramuskular atau bolus intravena. Ketorolac diindikasikan untuk penatalaksanaan jangka pendek terhadap nyeri akut sedang sampai berat setelah prosedur bedah. volume distribusinya rata-rata 0. Pasien yang mempunyai riwayat sindrom Steven-Johnson atau ruam vesikulobulosa. Probenecid atau garam lithium. dengan maksimum analgesia tercapai dalam 1 hingga 2 jam. Dosis sebaiknya disesuaikan dengan keparahan nyeri dan respon pasien. Pasien yang menderita ulkus peptikum aktif. Terapi bersamaan dengan ASA dan NSAID lain. Kadar steady state plasma dicapai setelah diberikan dosis tiap 6 jam dalam sehari. Pemberian neuraksial (epidural atau intratekal). persalinan. Durasi median analgesia umumnya 4 sampai 6 jam. Sindrom polip nasal lengkap atau parsial.Farmakokinetik Ketorolac tromethamine diserap dengan cepat dan lengkap setelah pemberian intramuskular dengan konsentrasi puncak rata-rata dalam plasma sebesar 2. Pada dosis jangka panjang tidak dijumpai perubahan bersihan. . kira-kira 30 menit. angioedema atau bronkospasme. Diatesis hemoragik termasuk gangguan koagulasi.500–5. Ketorolac secara parenteral dianjurkan diberikan segera setelah operasi. . karena ada kemungkinan sensitivitas silang. asalkan terapi Ketorolac tidak melebihi 5 hari. melahirkan atau laktasi. Anak < 16 tahun.3 jam pada dewasa muda dan 7 jam pada orang lanjut usia (usia rata-rata 72 tahun). Ketorolac dan metabolitnya (konjugat dan metabolit para-hidroksi) ditemukan dalam urin (rata-rata 91. Gangguan ginjal derajat sedang sampai berat (kreatinin serum >160 mmol/L). Durasi total Ketorolac tidak boleh lebih dari lima hari. Ketorolac ampul tidak boleh diberikan secara epidural atau spinal. .4%) dan sisanya (rata-rata 6. Hipovolemia akibat dehidrasi atau sebab lain. Pemberian profilaksis sebelum bedah mayor atau intra-operatif jika hemostasis benar-benar dibutuhkan karena tingginya risiko perdarahan. Setelah pemberian dosis tunggal intravena. Ketorolac tidak dianjurkan untuk digunakan sebagai obat prabedah obstetri atau untuk analgesia obstetri karena belum diadakan penelitian yang adekuat mengenai hal ini dan karena diketahui mempunyai efek menghambat biosintesis prostaglandin atau kontraksi rahim dan sirkulasi fetus. Farmakokinetik Ketorolac pada manusia setelah pemberian secara intramuskular dosis tunggal atau multipel adalah linear.: DOSIS :. Waktu paruh terminal plasma 5. Mulai timbulnya efek analgesia setelah pemberian IV maupun IM serupa.1%) diekskresi dalam feses. Lamanya terapi : Pemberian dosis harian multipel yang terus-menerus secara intramuskular dan intravena tidak boleh lebih dari 2 hari .25 L/kg.000 unit setiap 12 jam).2 mcg/ml setelah 50 menit pemberian dosis tunggal 30 mg. Riwayat asma. Terapi bersamaan dengan Ospentyfilline.: INDIKASI :. Pemberian Ketorolac secara parenteral tidak mengubah hemodinamik pasien. Dosis untuk bolus intravena harus diberikan selama minimal 15 detik. Lebih dari 99% Ketorolac terikat pada konsentrasi yang beragam.

Ketorolac tidak mempengaruhi hitung trombosit . dan mungkin diperlukan untuk mendapatkan efek analgesik optimal pada periode pasca bedah awal bilamana nyeri bertambah berat. 5% dekstrosa. mengantuk. gunakan dosis efektif terendah dan sesingkat mungkin. perforasi atau perdarahan gastrointestinal dengan atau tanpa gejala sebelumnya dan harus diberikan dengan pengawasan ketat pada pasien yang mempunyai riwayat penyakit saluran gastrointestinal. hingga nyeri 9% gastrointestinal. Lamanya terapi tidak boleh lebih dari 2 hari. Namun efek samping opioid masih harus dipertimbangkan. Pada seluruh populasi. Kompatibilitas dengan obat lain tidak diketahui. Efek samping di bawah ini terjadi pada uji klinis dengan Ketorolac IM 20 dosis dalam 5 hari. waktu protrombin (PT) atau waktu tromboplastin parsial (PTT). pasien dengan gangguan ginjal ringan dapat menerima dosis yang lebih rendah (tidak lebih dari 60 mg/hari IV atau IM). Ketorolac tidak dianjurkan untuk digunakan selama kehamilan.karena efek samping dapat meningkat pada penggunaan jangka panjang. pasien gangguan ginjal dan pasien yang berat badannya kurang dari 50 kg. Pasien dengan gangguan koagulasi atau yang sedang diberi terapi obat yang mengganggu hemostasis harus diawasi benar-benar saat diberikan Ketorolac. Dewasa Ampul : Dosis awal Ketorolac yang dianjurkan adalah 10 mg diikuti dengan 10–30 mg tiap 4 sampai 6 jam bila diperlukan. Anak-anak : Keamanan dan efektivitasnya pada anak-anak belum ditetapkan. Ketorolac dikontraindikasikan pada gangguan ginjal sedang sampai berat (kreatinin serum > 160 mmol/l). atau larutan Plasmalyte. ulkus. Analgesik opioid (mis. Perhatian Efek Renal : Sama seperti obat lainnya yang menghambat biosintesis prostaglandin. Efek Hematologis : Ketorolac menghambat agregasi trombosit dan dapat memperpanjang waktu perdarahan. Gangguan ginjal : Karena Ketorolac tromethamine dan metabolitnya terutama diekskresi di ginjal. Phetidine pengendapan Ketorolac tromethamine. kelahiran. dan harus dipantau ketat. gangguan ginjal dan pasien yang berat badannya kurang dari 50 kg). persalinan. Seperti obat analgesik anti-inflamasi nonsteroid lainnya. Oleh karena itu. Ketorolac tromethamine tidak mengganggu ikatan opioid dan tidak mencetuskan depresi napas atau sedasi yang berkaitan dengan opioid. . Untuk pasien yang diberi Ketorolac ampul. dosis harian total kombinasi tidak boleh lebih dari 90 mg (60 mg untuk pasien lanjut usia. Morfin. : nausea. dianjurkan memakai kisaran dosis terendah: total dosis harian 60 mg tidak boleh dilampaui (lihat Perhatian). . Promethazine khusus hydrochloride atau mengenai Hydroxyzine hydrochloride inkompatibilitas: karena akan terjadi Ketorolac ampul tidak boleh dicampur dalam volume kecil (mis. Susunan Saraf Pusat : sakit kepala. dosis harian opioid biasanya kurang dari yang dibutuhkan secara normal. dalam spuit) dengan Morfin sulfat. Phetidine) dapat digunakan bersamaan. Jika digunakan bersama dengan Ketorolac ampul. Ketorolac ampul kompatibel dengan larutan normal saline.: EFEK SAMPING :.: PERINGATAN DAN PERHATIAN :. dan pada ibu menyusui. . telah dilaporkan adanya peningkatan urea nitrogen serum dan kreatinin serum pada uji klinis dengan Ketorolac tromethamine. Ketorolac dapat menyebabkan iritasi. Ringer-laktat. berkeringat. pusing. terutama pada kasus bedah dalam sehari. Harus diberikan dosis efektif terendah. Instruksi Pasien dosis lanjut khusus usia Ampul : Untuk pasien yang usianya lebih dari 65 tahun. Ringer. Insiden Saluran cerna antara : diare. Dosis harian total tidak boleh lebih dari 90 mg untuk orang dewasa dan 60 mg untuk orang lanjut usia. Peringatan hydrochloride. 1 dispepsia. Ketorolac tidak boleh diberikan pada anak di bawah 16 tahun.

Belum ada data klinis mengenai keamanan dan efektivitas pemberian bersama Ketorolac tromethamine dengan obat anti-inflamasi nonsteroid lainnya. Ketorolac tromethamine tidak dianjurkan untuk digunakan sebagai medikasi prabedah. hipertensi atau kondisi serupa.      Anak-anak Keamanan dan efektivitas pada anak belum ditetapkan. Penyimpanan: Simpan pada suhu di bawah 30°C. Risiko yang berkaitan dengan usia ini umum terdapat pada obat yang menghambat sintesis prostaglandin. tua. Penggunaan bersama NSAID dengan Warfarin dihubungkan dengan perdarahan berat yang kadang-kadang fatal. Ketorolac harus digunakan secara kombinasi hanya jika benar-benar perlu dan pasien tersebut harus dimonitor secara ketat. . lindungi dari cahaya. namun mungkin meliputi peningkatan perdarahan dari ulserasi gastrointestinal yang diinduksi NSAID. Penggunaan obat dengan aktivitas nefrotoksik harus dihindari bila sedang memakai Ketorolac misalnya antibiotik aminoglikosida.: LAIN-LAIN :. Ketorolac mengurangi respon diuretik terhadap Furosemide kira-kira 20% pada orang sehat normovolemik. Ketorolac tidak dianjurkan digunakan secara rutin bersama dengan obat anti-inflamasi nonsteroid lain. .   Pemberian Ketorolac bersama dengan Methotrexate harus hati-hati karena beberapa obat yang menghambat sintesis prostaglandin dilaporkan mengurangi bersihan Methotrexate. Penyalahgunaan dan ketergantungan fisik Ketorolac tromethamine bukan merupakan agonis atau antagonis narkotik. Oleh karena itu.Efek Hepar : Bisa terjadi peningkatan borderline satu atau lebih tes fungsi hati. atau efek tambahan antikoagulan oleh Warfarin dan penghambatan fungsi trombosit oleh NSAID. sehingga memungkinkan peningkatan toksisitas Methotrexate. Lanjut usia Pasien di atas 65 tahun dapat mengalami efek samping yang lebih besar daripada pasien muda. Pernah dilaporkan adanya kasus kejang sporadik selama penggunaan Ketorolac bersama dengan obat-obat anti-epilepsi. Untuk pasien gangguan ginjal ringan : Fungsi ginjal harus dipantau pada pasien yang diberi lebih dari dosis Retensi cairan dan edema: Pernah dilaporkan terjadinya retensi cairan dan edema pada penggunaan Ketorolac. .: INTERAKSI OBAT :. Pernah dilaporkan adanya halusinasi bila Ketorolac diberikan pada pasien yang sedang menggunakan obat psikoaktif. Ketorolac harus hati-hati diberikan pada pasien gagal jantung. Seperti halnya dengan semua obat. Mekanisme interaksi pastinya belum diketahui. Pasien dengan gangguan fungsi hati akibat sirosis tidak mengalami perubahan bersihan Ketorolac yang bermakna secara klinis. untuk mendukung anestesi atau analgesia obstetri. ACE inhibitor karena Ketorolac dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal yang dihubungkan dengan penggunaan ACE inhibitor. karena adanya kemungkinan efek tunggal IM. terutama pada pasien yang telah mengalami deplesi volume. pada pasien lanjut usia harus dipakai dosis efektif yang terendah. samping terutama pada pasien tambahan. Subjek tidak memperlihatkan adanya gejala subjektif atau tanda objektif putus obat bila dosis intravena atau intramuskular dihentikan tiba-tiba.

. mekanisme kerjanya adalah menghambat aktifitas DNA gyrase bakteri. . Komposisi : Ciprofloxacin 250 mg : Tiap tablet salut selaput mengandung Ciprofloxacin 250 mg Ciprofloxacin 500 mg : Tiap tablet salut selaput mengandung ciprofloxacin 500 mg. kira-kira 16-40% terikat pada protein plasma dan didistribusi ke berbagai jaringan serta cairan tubuh.anak-anak pada masa pertumbuhan. ciprofloxacin diabsorbsi secara cepat dan baik melalui saluran cerna. .Kulit dan jaringan lunak. .Saluran kemih termasuk prostatitis. metabolismenya dihati dan diekskresi terutama melalui urine. bioavailabilitas absolut antara 69-86%. bersifat bakterisida dengan spektrum luas terhadap bakteri gram positif maupun gram negatif.tidak dianjurkan pada wanita hamil atau menyusui. . antara lain pada : . .Penderita yang hipersensitivitas terhadap siprofloksasin dan derivat quinolone lainnya . Farmakologi : Ciprofloxacin (1-cyclopropyl-6-fluoro-1.Pada penderita epilepsi dan penderita yang pernah mendapat gangguan SSP hanya digunakan bila manfaatnya lebih besar dibandingkan denag risiko efek sampingnya. Beri rekomendasi: Indikasi: Untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh kuman patogen yang peka terhadap ciprofloxacin.Saluran nafas. Kontra Indikasi: .Uretritis dan serpisitis gonore. kecuali pneumonia dan streptococus.karena pemberian dalam waktu yang lama dapat menghambat pertumbuhan tulang rawan.Ciprofloxacin 500 mg Rating: ♥♥♥.4-dihydro-4-oxo-7-(-1-piperazinyl-3-quinolone carboxylic acid) merupakan salah satu obat sintetik derivat quinolone. termasuk demam thyfoid dan parathyfoid.Saluran cerna.Hati-hati bila digunakan pada penderita usia lanjut .Tulang dan sendi. Direkomendasikan oleh 100 pembaca. .

Reaksi hipersensitivitas : Pruritus dan urtikaria .Untuk menghindari terjadinya kristaluria maka tablet siprofloksasin harus ditelan dengan cairan .Berat : 2 x 500 mg sehari .Bila terjadi efek samping konsultasi ke Dokter . Peringatan dan perhatian : .Lamanya pengobatan tergantung dari beratnya penyakit.Ringan sampai sedang : 2 x 500 mg sehari .gelisah.Pemakaian tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan .diare dan sakit perut .Ringan sampai sedang : 2 x 250 mg sehari . tulang dan sendi kulit dan jaringan lunak : .Berat : 2 x 750 mg sehari . .Gangguan saluran cerna : Mual.Untuk gonore akut cukup pemberian dosis tunggal 250 mg sehari 2.Dosis : 1.Untuk infeksi saluran nafas.Hati-hati pemberian pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal (lihat keteranga pada dosis ) .Untuk mendapatkan kadar yang adekuat pada osteomielitis maka pemberian tidak boleh kurang dari2 x 750 mg sehari .Untuk infeksi saluran cerna : .insomnia dan euforia .Ringan / sedang / berat : 2 x 250 mg sehari 3.Peningkatan sementara nilai enzim hati.muntah.terutama pada pasien yang pernah mengalami kerusakan hati. Untuk infeksi akut selama 5-10 hari biasanya pengobatan selanjutnya paling sedikit 3 hari sesudah gejala klinik hilang. .Dosis untuk pasien dengan gangguan fungsi ginjal : Bila bersihan kreatinin kurang dari 20 ml/menit maka dosis normal yang dianjurkan harus diberikan sehari sekali atau dikurangi separuh bila diberikan 2 x sehari.Selama minum obat ini tidak dianjurkan mengendarai kendaraan bermotor atau menjalankan mesin.Untuk infeksi saluran kemih : .pusing. Efek samping : Efek samping siprofloksasin biasanya ringan dan jarang timbul antara lain: .Gangguan susunan saraf pusat : Sakit kepala.

dan lebih menguntungkan dari segi kemudahan administrasi RS. atau memang tidak dapat menelan obat (ada sumbatan di saluran cerna atas). sehingga pemberian melalui jalur lain dipertimbangkan. Misalnya pada kasus infeksi bakteri dalam peredaran darah (sepsis). perlu dipertimbangkan pemberian melalui jalur lain seperti rektal (anus). Pada keadaan seperti ini. meskipun pemberian antibiotika intravena hanya diindikasikan pada infeksi serius. dada. dan mampu mencapai kadar adekuat dalam darah untuk membunuh bakteri. subkutan (di bawah kulit). sama efektifnya dengan antibiotika intravena. ke dalam pembuluh vena (pembuluh balik) untuk menggantikan kehilangan cairan atau zat-zat makanan dari tubuh. · Pasien tidak dapat minum obat karena muntah. · Kadar puncak obat dalam darah perlu segera dicapai. dan intramuskular (disuntikkan di otot). pemberian obat melalui intravena langsung masuk ke dalam jalur peredaran darah. Atau hanya tersedia dalam sediaan intravena (sebagai obat suntik).IVFD RL Infus cairan intravena (intravenous fluids infusion) adalah pemberian sejumlah cairan ke dalam tubuh. sublingual (di bawah lidah). · Kesadaran menurun dan berisiko terjadi aspirasi (tersedak—obat masuk ke pernapasan). · Pemberian kantong darah dan produk darah. khususnya di pelvis (panggul) dan femur (paha) (kehilangan cairan tubuh dan komponen darah) · ―Serangan panas‖ (heat stroke) (kehilangan cairan tubuh pada dehidrasi) · Diare dan demam (mengakibatkan dehidrasi) · Luka bakar luas (kehilangan banyak cairan tubuh) · Semua trauma kepala. Alasan ini juga sering digunakan untuk pemberian antibiotika melalui infus/suntikan. . namun perlu diingat bahwa banyak antibiotika memiliki bioavalaibilitas oral yang baik. Maka harus dimasukkan ke dalam pembuluh darah langsung. Misalnya pada orang yang mengalami hipoglikemia berat dan mengancam nyawa. dan tulang punggung (kehilangan cairan tubuh dan komponen darah) Indikasi pemberian obat melalui jalur intravena antara lain: Pada seseorang dengan penyakit berat. Indikasi Pemasangan Infus melalui Jalur Pembuluh Darah Vena (Peripheral Venous Cannulation) · Pemberian cairan intravena (intravenous fluids). keadaan-keadaan yang dapat memerlukan pemberian cairan infus adalah: · Perdarahan dalam jumlah banyak (kehilangan cairan tubuh dan komponen darah) · Trauma abdomen (perut) berat (kehilangan cairan tubuh dan komponen darah) · Fraktur (patah tulang). rumah sakit memberikan antibiotika jenis ini tanpa melihat derajat infeksi. · Pemberian nutrisi parenteral (langsung masuk ke dalam darah) dalam jumlah terbatas. Secara umum. · Pemberian obat yang terus-menerus (kontinyu). biaya perawatan. Namun sering terjadi. · Obat tersebut memiliki bioavailabilitas oral (efektivitas dalam darah jika dimasukkan melalui mulut) yang terbatas. Misalnya antibiotika golongan aminoglikosida yang susunan kimiawinya ―polications‖ dan sangat polar. melalui sebuah jarum. sehingga tidak dapat diserap melalui jalur gastrointestinal (di usus hingga sampai masuk ke dalam darah). Sehingga memberikan keuntungan lebih dibandingkan memberikan obat oral. Antibiotika oral (dimakan biasa melalui mulut) pada kebanyakan pasien dirawat di RS dengan infeksi bakteri. dan lamanya perawatan. sehingga diberikan melalui injeksi bolus (suntikan langsung ke pembuluh balik/vena). pada penderita diabetes mellitus. Peningkatan cepat konsentrasi obat dalam darah tercapai.

yakni masuknya udara ke dalam sirkulasi darah. terjadi akibat penekanan yang kurang tepat saat memasukkan jarum. dan menurunkan osmolaritas serum. · Koloid: ukuran molekulnya (biasanya protein) cukup besar sehingga tidak akan keluar dari membran kapiler.9%). · Cairan Isotonik: osmolaritas (tingkat kepekatan) cairannya mendekati serum (bagian cair dari komponen darah). juga pada pasien hiperglikemia (kadar gula darah tinggi) dengan ketoasidosis diabetik. atau ―tusukan‖ berulang pada pembuluh darah. misalnya risiko dehidrasi (kekurangan cairan) dan syok (mengancam nyawa). Misalnya Ringer-Laktat dan garam fisiologis. Maka cairan ―ditarik‖ dari dalam pembuluh darah keluar ke jaringan sekitarnya (prinsip cairan berpindah dari osmolaritas rendah ke osmolaritas tinggi). terjadi akibat ujung jarum infus melewati pembuluh darah.9%. · Daerah lengan bawah pada pasien gagal ginjal. terjadi akibat infus yang dipasang tidak dipantau secara ketat dan benar. sehingga terus berada di dalam pembuluh darah. Contohnya adalah albumin dan steroid. atau bengkak (inflamasi) pada pembuluh vena. dan mengurangi edema (bengkak). yakni masuknya cairan infus ke dalam jaringan sekitar (bukan pembuluh darah). dan tetap berada dalam pembuluh darah. NaCl 45% hipertonik. karena lokasi ini akan digunakan untuk pemasangan fistula arteri-vena (A-V shunt) pada tindakan hemodialisis (cuci darah). yakni darah mengumpul dalam jaringan tubuh akibat pecahnya pembuluh darah arteri vena. Memiliki risiko terjadinya overload (kelebihan cairan). sehingga tidak dapat dipasang jalur infus. Kontraindikasi dan Peringatan pada Pemasangan Infus Melalui Jalur Pembuluh Darah Vena · Inflamasi (bengkak. juga untuk memudahkan pemberian obat) · Upaya profilaksis pada pasien-pasien yang tidak stabil. meningkatkan produksi urin. menyebabkan kolaps kardiovaskular dan peningkatan tekanan intrakranial (dalam otak) pada beberapa orang. atau kapiler. produk darah (darah). Dextrose 5%+NaCl 0. misalnya pada pasien cuci darah (dialisis) dalam terapi diuretik. Misalnya Dextrose 5%. Beberapa komplikasi yang dapat terjadi dalam pemasangan infus: · Hematoma. sebelum pembuluh darah kolaps (tidak teraba). khususnya pada penyakit gagal jantung kongestif dan hipertensi. sehingga ―menarik‖ cairan dan elektrolit dari jaringan dan sel ke dalam pembuluh darah. Contohnya adalah cairan Ringer-Laktat (RL). Pembagian cairan lain adalah berdasarkan kelompoknya: · Kristaloid: bersifat isotonik. Bermanfaat pada pasien yang mengalami hipovolemi (kekurangan cairan tubuh. · Emboli udara. · Obat-obatan yang berpotensi iritan terhadap pembuluh vena kecil yang aliran darahnya lambat (misalnya pembuluh vena di tungkai dan kaki). sampai akhirnya mengisi sel-sel yang dituju. membutuhkan sejumlah cairan yang disebut dengan ―maintenance‖. maka sifatnya hipertonik. dan normal saline/larutan garam fisiologis (NaCl 0. dan dapat menarik cairan dari luar pembuluh darah. Komplikasi yang dapat terjadi dalam pemberian cairan melalui infus: · Rasa perih/sakit · Reaksi alergi Jenis Cairan Infus · Cairan hipotonik: osmolaritasnya lebih rendah dibandingkan serum (konsentrasi ion Na+ lebih rendah dibandingkan serum). maka efektif dalam mengisi sejumlah volume cairan (volume expanders) ke dalam pembuluh darah dalam waktu yang singkat. Mampu menstabilkan tekanan darah. sehingga larut dalam serum. dipasang jalur infus intravena untuk persiapan jika terjadi syok.· Upaya profilaksis (tindakan pencegahan) sebelum prosedur (misalnya pada operasi besar dengan risiko perdarahan. · Infiltrasi. nyeri. Penggunaannya kontradiktif dengan cairan hipotonik. · Cairan hipertonik: osmolaritasnya lebih tinggi dibandingkan serum. · Tromboflebitis. tanpa memperhitungkan kebutuhan cairan yang masuk melalui mulut. demam) dan infeksi di lokasi pemasangan infus. Contohnya adalah NaCl 45% dan Dekstrosa 2. sehingga tekanan darah terus menurun). Komplikasi yang membahayakan adalah perpindahan tiba-tiba cairan dari dalam pembuluh darah ke sel. terjadi akibat masuknya udara yang ada dalam cairan infus ke dalam pembuluh darah. Pemberian Cairan Infus pada Anak Berapa Banyak Cairan yang Dibutuhkan Anak Sehat? Anak sehat dengan asupan cairan normal. dan albumin. Cairan maintenance adalah volume (jumlah) asupan cairan harian yang menggantikan ―insensible loss‖ . Dextrose 5%+Ringer-Lactate. Digunakan pada keadaan sel ―mengalami‖ dehidrasi.5%. dan berguna pada pasien yang memerlukan cairan segera.

dan dari feses/tinja). Prinsip utama penatalaksanaan gastroenteritis akut adalah menyediakan cairan untuk mencegah dan menangani dehidrasi. dll) dalam urin/air seni yang osmolaritasnya/kepekatannya sama dengan plasma darah. kreatinin. namun produksi urin normal.4 Keuntungan tambahan lain adalah waktu yang dibutuhkan untuk memberikan terapi CRO ini lebih cepat dibandingkan dengan harus memasang infus terlebih dahulu di Unit Gawat Darurat (UGD) RS. lidah) agak kering Dehidrasi Sedang (5-10%) · Turgor (kekenyalan) kulit berkurang · Mata cekung · Permukaan lapisan lendir sangat kering · Ubun-ubun depan mencekung Dehidrasi Berat (>10%) Tanda-tanda dehidrasi sedang ditambah: · Denyut nadi cepat dan isinya kurang (hipotensi/tekanan darah menurun) · Ekstremitas (lengan dan tungkai) teraba dingin · Oligo-anuria (produksi urin sangat sedikit. Gastroenteritis akut disebabkan oleh infeksi pada saluran cerna (gastrointestinal). Dehidrasi yang diakibatkan sering membuat anak dirawat di RS. mengganti kehilangan cairan yang sedang berlangsung. ditandai adanya diare dengan atau tanpa mual. misalnya melalui keringat yang menguap. Bahkan dalam analisis penatalaksanaan. Kebutuhan cairan maintenance anak berkurang secara proporsional seiring meningkatnya usia (dan berat badan).5 Terapi rehidrasi (pemberian cairan) oral (oral rehydration therapy) seperti oralit dan Pedialyte® terbukti sama efektifnya dengan cairan infus pada diare (gastroenteritis) dengan dehidrasi sedang. demam.6 Penyakit ini umumnya sembuh dengan sendirinya (self-limiting). kadang tidak ada). apakah pemberian cairan melalui infus (intravenous fluids) mempercepat pemulihan dibandingkan dengan cairan rehidrasi oral (oral rehydration therapy/solution/CRO/oralit)? Ternyata pemberian cairan infus tidak mempersingkat lamanya penyakit. uap air dari hembusan napas dalam hidung. syok. elektrolit. sampai koma American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan pemberian CRO dalam penatalaksanaan diare (gastroenteritis) pada anak dengan dehidrasi derajat ringan-sedang. dan mengurangi lama perawatan di RS. maka makan/minum dan menyusui diteruskan sesuai permintaan anak (merasa haus). dan nyeri perut. Penilaian Derajat Dehidrasi (dinyatakan dalam persentase kehilangan berat badan)3 Tanpa Dehidrasi: · diare berlangsung. Dehidrasi Ringan (< 5%) · Kotoran cair (watery diarrhea) · Produksi urin (air seni) berkurang · Senantiasa merasa haus · Permukaan lapisan lendir (bibir. Pemberian cairan infus banyak disalahgunakan (overused) di Unit Gawat Darurat (UGD) karena persepsi yang salah bahwa jenis rehidrasi ini lebih cepat menangani diare. Perhitungan berikut memperkirakan kebutuhan cairan maintenance anak sehat berdasarkan berat bdan dalam kilogram (kg).45% dengan Dekstrosa 5% + 20mmol KCl/liter Penyalahgunaan cairan infus yang banyak terjadi adalah dalam penanganan diare (gastroenteritis) akut pada anak. ditambah ekskresi/pembuangan harian kelebihan zat terlarut (urea. Cairan yang digunakan untuk infus maintenance anak sehat dengan asupan cairan normal adalah: NaCl 0. pasien yang diterapi dengan CRO sedikit yang masuk perawatan RS. muntah. Hasil penelitian ini meyarankan cairan rehidrasi oral menjadi terapi pertama pada anak diare di bawah 3 tahun dengan dehidrasi sedang. dan ketidakmampuan minum lewat mulut. namun jika tidak ditangani dapat menyebabkan kehilangan cairan dan elektrolit yang bisa mengancam nyawa.3 Terapi cairan ini berdasarkan penilaian derajat dehidrasi yang terjadi.5 Sebuah penelitian meta analisis internasional yang membandingkan CRO (oralit) dengan cairan intravena/infus pada anak dengan derajat dehidrasi ringan sampai berat menunjukkan bahwa CRO mengurangi lamanya . Penggunaan cairan infus hanya dibatasi pada anak dengan dehidrasi berat. dan ―maintenance‖. terutama oleh virus.6 Terapi cairan yang diberikan harus mempertimbangkan tiga komponen: rehidrasi (mengembalikan cairan tubuh).(kehilangan cairan tubuh yang tak terlihat. dan bahkan mampu menimbulkan efek samping dibandingkan pemberian oralit.4 Pada anak dengan muntah dan diare akut.

Clin Evid 2004. American Academy of Family Physicians.org. Lewan RB. Localio R. Intravenous Therapy. dan sekali sehari sesudahnya. Elliot E. 8. American Family Physician. periksa kadar elektrolit dan glukosa 4 – 6 jam setelah pemasangan. Alessandrini EA. http://www. meningkatkan (mengembalikan) berat badan anak.5 Penelitian lain menunjukkan keuntungan lain oralit pada diare dengan dehidrasi ringan-sedang adalah mengurangi lamanya diare. Clinical Practice Guidelines. American Academy of Family Physicians. Med. 2 February 2005. BMJ Publishing Group Ltd 2004. Clinical Inquiries.5 Sebuah studi lain juga menyimpulkan CRO menangani dehidrasi (kekurangan cairan tubuh) dan asidosis (keasaman darah meningkat) lebih cepat dan aman dibandingkan cairan infus. 1(5): 160-164. Intravenous Fluids for Children with Gastroenteritis. American Academy of Pediatrics. Joffe MD. D Payne J. dan kemudian sekali sehari. dan efek samping lebih minimal dibandingkan cairan infus. Royal Children’s Hospital Melbourne. Martin S. Eliason BC. 115 No. 80. dan 24 jam setelahnya. DAFTAR PUSTAKA 1. 7. Nova Southeastern University PA Program. P Waitt. Postgrad. Revision of Intravenous Infusion 9. 4. C Waitt. 1-6. January 1 2005. American Family Physician Nov 15 1998. 12: 1-3. Spandorfer PR.rch. · Bagi anak yang tampak sakit.au/clinicalguide/cpg. Banks JB. Intravenous Therapy. The Canadian Journal of Paediatrics 1994. .cfm 2. 5.perawatan di RS sampai 29 jam. Gastroenteritis in Children: Principles of Diagnosis and Treatment. Oral Rehydration Therapy and Early Refeeding in the Management of Childhood Gastroenteritis. Gastroenteritis in Children. 3. 6. Canadian Paediatric Society. Pediatrics Vol. Meadows S. · Semua anak yang mendapatkan cairan infus sebaiknya diukur kadar elektrolit dan glukosa serum sebelum pemasangan infus. M Pirmohamed. Oral Versus Intravenous Rehydration of Moderately Dehydrated Children: A Randomized. Controlled Trial. J. Shaw KN. Nutrition Committee. Intravenous Fluids. 6 –8 jam setelah pemberian cairan. 2004.6 Pengawasan (Monitoring) · Semua anak yang mendapatkan cairan infus sebaiknya diukur berat badannya.

Vitamin B12 5000 mcg.       KOMPOSISI Per ampul : Vitamin B1 100 mg.NEUROSANBE AMPUL Kelainan sistem saraf tepi. kekurangan Vitamin B. KEMASAN Ampul 3 mL x 10 biji. PENYAJIAN Tak ada pilihan PABRIK Sanbe. Vitamin B6 100 mg. . kekurangan Vitamin B. INDIKASI Kelainan sistem saraf tepi. DOSIS 1 ampul setiap hari secara intra muskular (IM).

Cefixime Kapsul Rating: -. Beri rekomendasi: Indikasi: Cefixime diindikasikan untuk pengobatan infeksi-infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme yang rentan antara lain:  Infeksi saluran kemih tanpa komplikasi yang disebabkan oleh Escherichia coli dan Proteus mirabilis. Komposisi: Tiap kapsul CEFIXIME 50 mengandung: Cefixime 50 mg Tiap kapsul CEFIXIME 100 mengandung: Cefixime 100 mg .  Bronkitis akut dan bronkitis kronik dengan eksaserbasi akut yang disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae dan Haemophilus influenzae (strain beta-laktamase positif dan negatif).  Otitis media disebabkan oleh Haemophilus influenzae (strain ?-laktamase positif) dan Streptococcus pyogenes.  Faringitis dan tonsilitis yang disebabkan oleh Streptococcus pyogenes. Direkomendasikan oleh 29 pembaca. Kontra Indikasi: Penderita dengan riwayat shock atau hipersensitif akibat beberapa bahan dari sediaan ini.

97 ?g/ml. defekasi yang tidak normal..2-3. tonsil.0. 3. dizziness. cefixime mempunyai aktivitas yang poten terhadap mikroorganisme gram positif seperti streptococcus sp.13.95 ?g/ml. Dosis: Dewasa dan anak-anak dengan berat badan ?30 kg. atau 6. dan 3.Farmakologi: Aktivitas antibakteri Cefixime bersifat bakterisid dan berspektrum luas terhadap mikroorganisme gram positif dan gram negatif. Pada kasus overdosis: Lavage lambung bisa dilakukan bila tidak ada antidot yang spesifik. Kadar puncak urin masing-masing 42. dan 1c) dan 3. dengan tempat aktivitas yang bervariasi tergantung jenis organismenya.3-2. otorrhea.5 jam. Escherichia coli. Cefixime tidak dikeluarkan dalam jumlah yang spesifik. Haemophilus influenzae. dan mempunyai aktivitas yang baik terhadap organisme penghasil ?-laktamase. Farmakokinetika: Konsentrasi dalam serum. Jumlah ekskresi urin (sampai 12 jam) setelah pemberian oral 1. cairan empedu dan jaringan kandung empedu adalah baik. Cefixime tidak dikeluarkan dalam jumlah yang signifikan dari sirkulasi dengan hemodialisis atau dialisis peritoneal. Waktu paruh serum adalah 3.0. Cefixime stabil terhadap ?-laktamase yang dihasilkan oleh beberapa organisme..0 mg (potensi)/kg cefixime pada penderita pediatrik dengan fungsi ginjal normal.01.7 jam.5. dan gram negatif seperti Branhamella catarrhalis. tinnitus atau diaphoresis.0 mg (potensi)/kgBB pada penderita pediatrik dengan fungsi ginjal yang normal kurang lebih 13-20%. Dosis sebaiknya disesuaikan dengan usia penderita. Waktu paruh serum adalah 2. atau 6. dosis harian yang direkomendasikan adalah 50-100 mg (potensi) cefixime diberikan per oral dua kali sehari. 3.5. . Jumlah ekskresi urin (sampai 12 jam) setelah pemberian oral 50. Eliminasi Cefixime terutama diekskresikan melalui ginjal.100 atau 200 mg (potensi) cefixime pada orang dewasa sehat dalam keadaan puasa.14. Untuk infeksi yang berat dosis dapat ditingkatkan sampai 200 mg (potensi) diberikan dua kali sehari.2 dan 82. Distribusi (penetrasi ke dalam jaringan) Penetrasi ke dalam sputum. jaringan maxillary sinus mucosal.9. Efek samping: Shock Perhatian yang cukup sebaiknya dilakukan karena gejala-gejala shock kadang-kadang bisa terjadi. Pemberian per oral dosis tunggal 1. 62. 2. kadar puncak serum dicapai setelah 3-4 jam pemberian yaitu masing-masing 1. maka pemakaian sediaan ini harus dihentikan. Metabolisme Tidak ditemukan adanya metabolit yang aktif sebagai antibakteri di dalam serum atau urin. Pemberian per oral dosis tunggal 50. 1. rasa tidak enak pada rongga mulut. Cefixime memiliki afinitas tinggi terhadap “penicillin-binding-protein” (PBP) 1 (1a. dan 1.7 ?g/ml dicapai dalam 4-6 jam setelah pemberian. 1b.69. Jika beberapa tanda atau gejala seperti perasaan tidak enak. stridor. berat badan dan keadaan penderita. Streptococcus pneumoniae. seperti sefalosporin oral yang lain.100 atau 200 mg (potensi) pada orang dewasa sehat dalam keadaan puasa kurang lebih 20-25% dari dosis yang diberikan. Mekanisme kerjanya yaitu menghambat sintesis dinding sel. Proteus sp. kadar puncak serum dicapai setelah 4 jam pemberian yaitu masing-masing 0.

Hematologik Granulositopenia atau eosinophilia jarang terjadi. diare. stomatitis. rasa penuh dalam lambung atau konstipasi. urtikaria. Defisiensi vitamin Jarang terjadi defisiensi vitamin K (seperti hipoprotrombinemia atau kecenderungan pendarahan) atau defisiensi grup vitamin B (seperti glositis. foto rontgen thorax yang tidak normal dan eosinophilia. Saluran Cerna Kadang-kadang terjadi kolitis seperti kolitis pseudomembranosa. Kadang-kadang thrombocytopenia dapat terjadi.000 mg/kgBB. larutan Fehling dan Clinitest. Tetapi dengan tes-tape tidak terjadi false positive. anoreksia atau neuritis). nyeri lambung. hentikan pemakaian obat ini dan lakukan penanganan lain yang lebih tepat. batuk. Pernafasan Kadang-kadang terjadi pneumonia interstitial atau sindroma PIE. Lain-lain  Jarang terjadi sakit kepala atau dizziness. Renal Pemantauan fungsi ginjal secara periodik dianjurkan karena gangguan fungsi ginjal seperti insufisiensi ginjal kadang-kadang dapat terjadi. dilaporkan adanya penurunan spermatogenesis.hari secara oral. pruritus atau demam maka pemakaian sediaan ini harus dihentikan dan sebaiknya dilakukan penanganan lain yang lebih tepat. yang ditunjukkan dengan adanya gejala-gejala demam.Hipersensitivitas Jika tanda-tanda reaksi hipersensitivitas seperti rash. nausea.  Pada penelitian terhadap anak tikus yang diberi 1. yang ditunjukkan dengan adanya darah di dalam tinja. Hepatik Jarang terjadi peningkatan GOT. . Perubahan flora bakterial Jarang terjadi stomatitis atau kandidiasis. ini sebaiknya hentikan pengobatan dengan obat ini dan lakukan penanganan lain yang tepat seperti pemberian hormon adrenokortikal. GPT atau alkaline phosphatase. rasa tidak enak dalam lambung. jarang terjadi muntah. Bila ditemukan adanya kelainan-kelainan ini. Pengaruh terhadap tes laboratorium  Dapat terjadi hasil false positive pada penentuan kadar gula urin dengan menggunakan larutan Benedict. eritema.  Dapat terjadi positive direct Coombs test. dyspnea. heartburn atau anoreksia. Dilaporkan bahwa terjadi anemia hemolitik pada penggunaan preparat cefixime lainnya. Pemakaian sediaan ini sebaiknya dihentikan bila ditemukan adanya kelainan-kelainan ini. Nyeri lambung atau diare terus menerus memerlukan penanganan yang tepat.

penderita yang sedang mendapatkan nutrisi parenteral.  Penderita dengan gangguan fungsi ginjal berat. Sebaiknya tidak menyusui untuk sementara waktu selama pengobatan dengan obat ini. Cefixime harus diberikan dengan hati-hati kepada penderita.  Penggunaan pada bayi baru lahir atau bayi prematur Keamanan dan keefektifan penggunaan cefixime pada anak-anak dengan usia kurang dari 6 bulan belum dibuktikan (termasuk bayi baru lahir dan bayi prematur).  Penderita dengan nutrisi oral rendah. urtikaria. rash.  Penderita dengan riwayat personal atau familial terhadap berbagai bentuk alergi seperti asma bronkial. karena reaksi-reaksi seperti shock dapat terjadi. Penderita dengan riwayat hipersensitif terhadap bahan-bahan dalam sediaan ini atau dengan antibiotika cefixime lainnya. antara lain sebagai berikut:  Penderita dengan riwayat hipersensitif terhadap penisilin. . bila keuntungan terapetik lebih besar dibanding risiko yang terjadi. terlindung dari cahaya. Observasi perlu dilakukan dengan hati-hati pada penderita ini karena dapat terjadi defisiensi vitamin K. jika perlu dapat diberikan dengan hati-hati. penderita lanjut usia atau penderita yang dalam keadaan lemah. Sediaan ini sebaiknya jangan diberikan kepada penderita-penderita yang masih dapat diobati dengan antibiotika lain. Sebaiknya sediaan ini hanya diberikan kepada penderita yang sedang hamil atau wanita yang hendak hamil.  Penggunaan pada wanita menyusui Belum diketahui apakah cefixime diekskresikan melalui air susu ibu.  Penggunaan selama kehamilan Keamanan pemakaian cefixime selama masa kehamilan belum terbukti. Penyimpanan: Simpan pada suhu kamar 30 derajat C.Peringatan dan perhatian: Perhatian umum Hati-hati terhadap reaksi hipersensitif.

Esofagitis refluks.Antasida Doen Rating: ♥♥♥♥. menetralisir asam lambung. Deskripsi: N/A Jenis: Tablet Produsen: PT Kimia Farma . Hiperfosfatemia. Beri rekomendasi: Indikasi: Grastritis. Direkomendasikan oleh 9 pembaca. ulkus peptikum. esofagitispeptik Kontra Indikasi: Penderita yang hipersensitif terhadap aluminium atau magnesium.

hipermotilitas usus. KONTRA-INDIKASI : Hipersensitivitas terhadap Klordiazepoksida HCI.antara dua waktu makan. .SANMAG SYRUP KOMPOSISI : Tablet Tiap tablet mengandung : Magnesium Trisilikat 325 mg Aluminium Hidroksida Koloidal 325 mg Papaverin HCI 30 mg Klordiazepoksida HCI 5 mg Vitamin B1 2 mg Vitamin B2 1 mg Vitamin B6 0. INDIKASI : Kelebihan asam lambung.spasme pada lambung dan usus 12 jari.gastritis.tukak lambung dan tukak usus 12 jari.flatulensi.tukak lambung dan tukak usus 12 jari.5 mg Vitamin B12 1 mg Niasinamida 5 mg Kalsium Pantotenat 1 mg Suspensi Tiap sendok teh (5 ml) mengandung Magnesium Trisilikat 325 mg Aluminium Hidroksida Koloidal 325 mg Dimetikon aktif 25 mg FARMAKOLOGI : SANMAG tablet dan suspensi merupakan campuran sediaan obat yang tepat dalam pengobatan kelebihan asam lambung. dispepsia neurogenik. SANMAG suspensi mengandung dimetkon yang efektif untuk pengobatan flatufensi. DOSIS : 1-2 tablet/sendok teh.

terapi antibiotika yang bersifat ototoksik karena dapat menimbulkan reaksi ototoksik. Jenis: Fls Produsen: PT Sanbe Farma .Sanadryl Expektoran 120ml Rating: -. penderita yang hipersensitif terhadap komponen obat ini. efek antitusif terjadi pada dosis yang menimbulkan sedasi. Beri rekomendasi: Indikasi: Untuk meringankan batuk berdahak yang disebabkan alergi Kontra Indikasi: Tidak boleh digunakan pada bayi. Amonium klorida dan Natrium Sitrat merupakan ekspektoran ringan bekerja dalam merangsang pengeluaran sekret dari saluran pernafasan. Kalium Sulfoguaiakolat sebagai ekspektoran dengan meningkatkan volume cairan saluran pernafasan dan membantu mempermudah transpportasi mukus. dengan efek antitusif. ibu menyusui. Deskripsi: Difenhidramin Hidroklorida merupakan antihistamin yang bekerja menghambat histamin secara kompetitif. Direkomendasikan oleh 3 pembaca.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful