STRATEGI PEMBERDAYAAN PENGENTASAN KEMISKINAN PADA PNPM MANDIRI Sukidjo FISE Universitas Negeri Yogyakarta Abstract Poverty eradication

is one indicator of the success of the development attempts. Poverty is a complex and multidimensional problem. Attempts to eradicate poverty that have been made so far are not successful because they focus only on economic aspects, not on empowerment and involvement of the local people by establishing local societal institutions. Autonomous PNPM is a program to eradicate poverty that is based on empowerment through learning by (1) creating an atmosphere accommodating values of universal humanitarianism, societal principles and sustainable development (2) strengthening local societal institutions, (3) strengthening potentials through funding, training, and environmental development, and (4) protecting the certainty of the programs for the poor. Keywords: poverty, empowerment, autonomous PNPM

A. Pendahuluan Dewasa ini, masalah kemiskinan telah menjadi masalah internasional, terbukti PBB telah menetapkan Millenium Development Goals (MDGs), salah tujuan yang hendak dicapai adalah memberantas kemiskinan dan kelaparan, dimana pada tahun 2015 proporsi penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan harus dikurangi hingga 50% dari kondisi tahun 1990. Deklarasi MDGs dituangkan pada bulan Oktober 2000 dan disepakati oleh 189 negara anggota PBB termasuk Indonesia. Kemiskinan merupakan salah satu masalah yang harus diperhatikan dalam pembangunan, sebab salah satu ukuran keberhasilan pembangunan adalah mengurangi kemiskinan. Oleh sebab itu kini telah terjadi pergeseran makna pembangunan dari orientasi yang mengutamakan laju pertumbuhan menuju pemerataan hasil pembangunan. Menurut pandangan tradisional, pembangunan selalu diidentikkan de-

ngan upaya meningkatkan pendapatan perkapita yang dilakukan dengan strategi pertumbuhan ekonomi (trickle down effect strateg)”. Dengan laju pertumbuhan yang tinggi, pendapatan perkapita akan naik sehingga masalah-masalah pengangguran, kemiskinan, dan ketimpangan distribusi pendapatan dapat terpecahkan. Namun kenyataannya meningkatnya laju pertumbuhan ekonomi dibarengi bertambahnya pengangguran, kemiskinan maupun distribusi pendapatan yang makin timpang. Sehubungan dengan itu, muncul pemikiran baru untuk melihat kembali konsep pembangunan. Pembangunan ekonomi jangan hanya bertumpu pada peningkatan pendapatan nasional, melainkan perlu memperhatikan pula kemiskinan maupun distribusi pendapatan. Dalam hal ini Meier mengatakan bahwa :
“…perhaps the definition that would now gain widest approval is one that defines economic development as the process whereby the real per capita income of a country

155

18 19.90 13. namun hasilnya belum memuaskan.42 24. Juni 2009.14 9.go.03 23.49 24.42 12.75 12.33 47.30 11.156 increases over a long period of time – subject to the stipulations that the number of people below an ‘absolute poverty line’ does not increase.30 25. melainkan merupakan masalah yang kompleks.10 18.60 22.30 37.81 17. Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin di Indonesia Menurut Daerah. XXVIII.30 26. Berikut ini disajikan data jumlah dan persentase penduduk miskin di Indonesia tahun 1996 – 2007 Tabel 1.70 8.41 14.37 19.bps. especially if all three have it would be strange to call the result development.90 49.84 18.70 35.87 16.10 38.58 Sumber : Berita Resmi Statistik No.35 37.40 38. tidak mau kerja keras bahkan menurut Gumilar (2007 : 12) pemberian berbagai bantuan keuangan langsung justru berdampak melanggengkan kemiskinan.57 20.47/IX/September 2006 http:// www.97 12.id/ release/files/kemiskinan01Sep06. baik aspek ekonomi.pdf. bersifat multidimensi sehingga penanggulangannya memerlukan pendekatan dari berbagai aspek. If one or two these central problems have been growing worse. lebih bersifat sinterklas sehingga dampaknya justru membuat masyarakat menjadi manja.97 13. Perlu disadari bahwa masalah kemiskinan bukan hanya masalah ekonomi.92 25.13 20.66 11.20 25. politik maupun sosial budaya.” (Meier.40 24.78 17.76 24.17 Persentase Penduduk Miskin Kota Desa Kota +Desa 13.10 12.64 32.72 24.81 39. 1995 : 6) tree of these have decline from high levels then beyond doubt this has been a period of development for the country concern.10 37.20 13.23 19. 1996 – 2007 Tahun 1996 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 Jumlah Penduduk Miskin (Juta) Kota Desa Kota+Desa 9. Th.41 26.11 16. and that the distribution of income does not move unequal.80 36.51 15.46 21.30 13.47 21. No.60 31.40 12. BPS. sesuai dengan pendapat Dudly Seers (1973).10 14. 2 .50 15.82 23.59 34.60 29. even if per capita income doubled” Adanya perubahan orientasi pembangunan tersebut.01 17.40 22. namun kenyataanya tidak mampu Cakrawala Pendidikan. Februari 2007.23 17.38 19. Program pengentasan kemiskinan yang bersifat sinterklas seperti program bantuan langsung tunai (BLT) meskipun dilandasi dengan tujuan baik. Statistik Indonesia 2007 Program pengentasan kemiskinan yang dilakukan Pemerintah selama ini dinilai kurang menekankan aspek pemberdayaan.39 19.47 21.43 14. yang menyatakan bahwa ada tiga sasaran utama pembangunan : “…what has been happening to poverty? What has been happening to unemployment? What has been to inequality? If all of Meskipun pemerintah telah melaksanakan berbagai program pengentasan kemiskinan.

living one day at a time. Pendekatan ini merupakan pendekatan kemiskinan relatif. Oleh sebab itu. melainkan merupakan tanggung jawab bersama baik pemerinah maupun masyarakat. Kemiskinan tidak hanya berbicara tentang pendapatan yang rendah. Poverty is Strategi Pemberdayaan Pengentasan Kemiskinan pada PNPM Mandiri . Poverty is not being go to school and not knowing how to read. keterbatasan akses pada asset produktif. Poverty is not having to job. Komunitas sendiri merupakan salah satu jenis kelembagaan lokal perlu ditingkatkan perannya untuk tampil ke depan dalam program pengentasan kemiskinan di wilayahnya masing-masing . 4) Pendekatan kemampuan manusia (human capability approach). dimana seseorang dikatakan miskin apabila yang bersangkutan tidak memiliki kemampuan yang dapat berfungsi pada tingkat minimal.wordpress. upaya pengentasan kemiskinan hendaknya tidak hanya merupakan tanggungjawab pemerintah. sekolah dasar dan sebagainya. 2) Pendekatan kebutuhan dasar (basics needs approach). dimana seseorang dikatakan miskin apabila pendapatan yang bersangkutan berada di bawah kelompok masyarakat dalam komunitasnya. seperti berikut. sandang. is fear for the future. maka upaya-upaya yang paling penting dalam pengentasan kemiskinan harus dilakukan oleh komunitas sendiri terutama pada tingkat kelurahan (Felix Adam. dimana seseorang dikatakan miskin jika mereka tidak mampu memenuhi kebutuhan dasarnya seperti makanan. antara lain perlu dilengkapi dengan pendidikan kewirausahaan. Poverty is lack of shelter. papan. informasi. 2007 : www. 1) Pendekatan pendapatan (income approach): dimana seseorang dikatakan miskin jika pendapatannya berada di bawah tingkat minimal yang layak. Dari gambaran tersebut. guna mengubah sikap mental ketergantungan serta mengembangkan etos kerja. semakin kuat bahwa kemiskinan bukan hanya masalah pendapatan atau aspek ekonomi semata. Menurut Indra Darmawan (http://indrasetiawanusd.go. Pendekatan Kemiskinan Ada beberapa pendekatan dalam memahami kemiskinan. Dalam rangka mengatasi kemiskinan secara berlanjut. sehingga dapat menumbuhkan kemandirian. Pendekatan dan Teori Kemiskinan a. diharapkan memunculkan kesadaran terhadap penduduk miskin melakukan kegiatan yang produktif sehingga terjadi peningkatan pendapatan dan dapat mengurangi kemiskinan. Pembahasan 1. melainkan merupakan masalah multidimensi.Kimpraswil. infrastruktur sosial dan fisik. sick and not being able to see a doctor.157 mendorong warga miskin menjadi warga yang mandiri. Poverty is hunger. 5) Pendekatan ketimpangan (inequality approach). rendahnya pembangunan manusia dan sebagainya.id/publik/P2KP). Poverty is being. melainkan juga menyangkut masalah perumahan yang buruk. program pengentasan kemiskinan yang dilakukan perlu lebih menekankan aspek pemberdayaan. dimana seseorang miskin karena kurangnya akses terhadap asset produktif. pasar dan teknologi. Di lain pihak. B. Sehubungan hal tersebut Bank Dunia memberikan pengertian kemiskinan sebagai berikut. 3) Pendekatan aksesibilitas (accessibility approach).com/2006/12/02/) dalam memahami kemiskinan dapat dilakukan dengan lima pendekatan. Dengan cara demikian.

Poverty is powerless lack of representation and freedom (Mochtar: www. b. namun hingga kini kemiskinan masih tetap ada. Secara ringkas perbedaan pandangan Neo-liberal dengan Sosial-Demokrat terhadap kemskinan dapat disajikan dalam tabel berikut.htm) Para pendukung Neo-liberal berpendapat bahwa kemiskinan merupakan persoalan individual yang disebabkan oleh kelemahan-kelemahan dan/ atau pilihan-pilihan individu yang bersangkutan. ekonomi. dapat disimpulkan bahwa kemiskinan merupakan kondisi ketidakberdayaan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan kehidupan dan penghidupannya karena ketidakadilan dalam bidang multidimensi baik politik. misalnya pendidikan dan kesehatan yang baik serta pendapatan yang cukup. 2 . Oleh sebab itu. Menurut Suharto dalam memahami kemiskinan. melainkan merupakan persoalan struktural. meskipun telah dilakukan program pengentasan kemiskinan. strategi penanggulangan kemiskinan harus bersifat ‘residual’. XXVIII.hu/suharto/modul a/makindo 13. Kemiskinan disebabkan oleh ketidakadilan dan ketimpangan dalam masyarakat akibat tersumbatnya akses-akses kelompok tertentu terhadap berbagai sumber-sumber kemasyarakatan.org). Th. negara hanya berperan sebagai penjaga malam dan baru dapat melakukan campur tangan apabila lembaga-lembaga tersebut tidak mampu menjalankan tugasnya. Teori Kemiskinan Kemiskinan merupakan masalah klasik yang telah ada sejak dahulu kala dan nampaknya akan tetap menjadi masalah aktual hingga kini. Terwujudnya kebebasan hanya dapat dicapai apabila setiap orang memiliki atau mampu menjangkau sumber-sumber. Dari berbagai pendapat tersebut di atas. No. dan hanya melibatkan keluarga. Para pendukung Sosial-Demokrat berpendapat bahwa kesetaraan merupakan prasyarat penting dalam memperoleh kemandirian kebebasan. Pandangan Neo-liberal dan Sosial Demokrat terhadap Kemiskinan Kriteria Landasan Teoretis Konsepsi dan indikator kemiskinan Neo-Liberal Individual Kemiskinan absolute Sosial-Demokrat Struktural Kemiskinan relative Cakrawala Pendidikan. Teori Sosial Demokrat berpendapat bahwa kemiskinan bukan merupakan persoalan individual. Sementara itu.policy. Negara mempunyai peranan penting dalam menjamin setiap orang dapat berpartisipasi dalam kegiatan di masyarakat yang memungkinkan mereka menentukan pilihan-pilihannya dalam memenuhi kebutuhannya.158 losing a child to illness brought about by unclean water. terdapat dua paradigma atau teori besar (grand theory). sementara. sosial budaya dan teknologi. Tabel 2. Oleh sebab itu. Teori Neo-Liberal yakin bahwa berkat keunggulan mekanisme pasar dan pertumbuhan ekonomi secara alamiah akan mampu mengatasi kemiskinan dan ketidakadilan sosial. yakni paradigma Neo-liberal dan Sosial Demokrat (http://www.world bank. Juni 2009. Kemiskinan akan hilang apabila kekuatan-kekuatan pasar diperluas sebesar-besarnya dan pertumbuhan ekonomi dipacu setinggi-tingginya. kelompok-kelompok swadaya atau lembaga-lembaga keagamaan.

perumahan dan verbagai barang dan jasa (Khomsan. 2) Kriteria Biro Pusat Statisik Kriteria yang digunakan Biro Pusat Statistik (BPS) untuk menentukan garis kemiskinan adalah pengeluaran minimum yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. 3) Kriteria Menurut Sayogya. sebagai berikut. Sumber : Dikembangkan dari Cheyne. Indikator Kemiskinan Dalam menentukan kemiskinan terdapat beberapa kriteria untuk mengukur kemiskinan. Redistribusi pendapatan vertikal dan horizontal. 2007). Lemahnya pengaturan pendapatan Lemahnya kepribadian Penyaluran pendapatan terhadap orang miskin secara selektif.O’Brien dan Belgrave (1998 :176) dalam Suharto (2007) c. Pengeluaran minimum untuk hidup sehari-hari diukur dengan pengeluaran untuk makanan setara dengan 2100 kalori ditambah dengan pengeluaran untuk kebutuhan non makanan yang meliputi pakaian. Sayogya mengelompokkan masyarakat dalam empat kelompok. ANSI kolektif. sedangkan konsep yang pengukurannya tidak didasarkan pada garis kemiskinan disebut kemiskinan relatif. Strategi Pemberdayaan Pengentasan Kemiskinan pada PNPM Mandiri .159 Kriteria Penyebab Kemiskinan Neo-Liberal Kelemahan dan pilihanpilihan individu. Verdasarkan hal tersebut. dan kini Bank Dunia menetapkan garis kemiskinan sebesar $ 2 per kapita per hari. Memberi pelatihan keterampilan pengelolaan keuangan Residual. Dukungan saling menguntungkan (mutual aid) Sosial-Demokrat Ketimpangan struktur ekonomi dan politik Ketidakadilan sosial Strategi Penanggulangan Kemiskinan Prinsip Penyaluran pendapatan dasar secara universal. Kemiskinan relatif adalah suatu ukuran mengenai kesenjangan di dalam distribusi pendapatan. dimana kebutuhan-kebutuhan minimum untuk dapat bertahan hidup tidak dapat terpenuhi (2003: 84). 1) Kriteria Bank Dunia Bank Dunia menggunakan dasar jumlah pendapatan per kapita dalam standar mata uang dollar. Perubahan fundamental dalam pola-pola pendistribusian pendapatan melalui intervensi negara Insitusional. Sayogya menggunakan satuan kilogram beras ekuivalen untuk menentukan kriteria batas garis kemiskinan. Konsep yang mengacu pada garis kemiskinan disebut kemiskinan absolut. Kriteria kemiskinan antara lain seperti berikut. Adanya berbagai macam kriteria kemiskinan menyebabkan terjadinya perbedaan data tentang kemiskinan. sedangkan kemiskinan absolut adalah derajat dari kemiskinan di bawah garis kemiskinan. Pada tahun 1990 Bank Dunia menetapan garis kemiskinan sebesar $ 1 per kapita per hari dan pada tahun 2000. Tambunan menyatakan bahwa besarnya kemiskinan dapat diukur dengan atau tanpa mengacu kepada garis kemiskinan.

XXVIII. kemiskinan ditandai dengan sifat perasaan marginal yang kuat (a strong feeling of marginality) antara lain berupa : sikap apatisme. boros. penyediaan pendampingan. 4 Predikat Sangat Miskin Miskin Hampir Miskin Cukup Penghasilan Di bawah setara 240 kg beras Di bawah setara 360 kg beras Setara 240 – 320 kg beras Setara 320 – 480 kg beras Setara 320 – 480 kg beras Setara 480 – 720 kg beras Setara lebih dari 480 kg beras Setara lebih dari 720 kg beras Lokasi Pedesaan Perkotan Pedesaan Perkotaan Pedesaan Perkotaan Pedesaan Perkotaan Sumber : Ricky Iswar. Berdasarkan Pedoman Umum PNPM Mandiri. terdapat dua macam perspektif yang digunakan untuk mendekati masalah kemiskinan. No. a. PNPM Mandiri sebagai pengembangan dari Program Pengembangan Kecamatan (PPK) dan Program Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan (P2KP) serta Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Khusus (P2DTK) untuk pengembangan daerah tertinggal. 2. kemiskinan ditandai oleh tidak terintegrasinya kaum miskin dengan institusi masyarakat secara efektif. tidak memiliki kekuatan politik sehingga mereka berada dalam struktur sosial yang paling bawah. 3. kemiskinan yang ditandai tidak dimilikinya akses terhadap sarana publik maupun proses politik. PNPM Mandiri Kemiskinan merupakan masalah yang kompleks sehingga penanggulangannya nmemerlukan partisipasi berbagai pihak secara bersama dan terkoordinasi. ketergantungan dan inferior (merasa rendah diri). Th. Cakrawala Pendidikan. 1. yang dimaksud PNPM Mandiri adalah program nasional dalam wujud kerangka kebijakan sebagai dasar dan acuan pelaksanaan programprogram penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat. Pada perspektif struktural. PNPM Mandiri dilaksanakan melalui harmonisasi dan pengembangan sistem serta mekanisme dan prosedur program. dan pendanaan stimulan untuk mendorong prakarsa dan inovasi masyarakat dalam upaya penanggulangan kemiskinan secara berkelanjutan ((Tim Pengendali. Dalam perspektif kultural untuk mendekati masalah kemiskinan dibedakan dalam tiga tingkat analisis. para relawan. Pada tingkat masyarakat. pasca bencana dan konflik. 2 . yakni perspektif kultural (cultural perspective) dan perspektif struktural atau situasional (situational perspective). fatalisme atau pasrah pada nasib. Pada tingkat keluarga. Upaya penanggulangan kemiskinan perlu melibatkan kelompok peduli. Juni 2009.160 Tabel 3 . Menurut Sunyoto Usman. Pada tingkat individual. dkk. dunia usaha serta pemerintah daerah. Ukuran Tingkat Kemiskinan Menurut Sayogya o. (2000). 2. b. Untuk meningkatkan efektivitas penanggulangan kemiskinan mulai tahun 2007 pemerintah meluncurkan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat yang popular disebut PNPM Mandiri. 2007 : 11)). kemiskinan ditandai dengan jumlah anggota keluarga yang besar.

(Tim Pengendali. 2002 : 14) Dari pengertian tersebut di atas. and hold accountable institutions that affect their lives” (Deepa Narayan. ”Empowerment is the expansion of assets and capabilities of poor people to participate in. dapat disimpulkan bahwa pemberdayaan masyarakat merupakan upaya mempersiapkan dan penguatan aset dan potensi masyarakat miskin agar mampu berpartisipasi dalam mengendalikan dan memperkuat kelembagaan masyarakat agar mampu mewujudkan kemajuan dan kemandirian. serta (3) upaya melindungi (protecting) (Sumodiningrat. Oleh sebab itu. baik secara individu maupun kelompok dalam memecahkan berbagai persoalan terkait upaya peningkatan kualitas hidup. 3. pelatihan dan pendampingan oleh fasilitator kelurahan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran. 1999 : 133 . pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui tiga jalur: (1) menciptakan iklim yang memungkinkan potensi masyarakat berkembang (enabling). Pelaksanaan PNPM Mandiri diprioritaskan pada desa-desa tertinggal. memberikan pengertian pemberdayaan lebih luas dibandingkan dengan apa yang disampaikan oleh Tim Pengendali PNPM Mandiri. (2) penguatan potensi dan daya yang dimiliki masyarakat (empowering). Pemberdayaan masyarakat memerlukan keterlibatan yang lebih besar dari perangkat pemerintah daerah serta berbagai pihak untuk memberikan kesempatan dan menjamin keberlanjutan berbagai hasil yang dicapai. Dengan kata lain. kemandirian. 2007: 11) Sementara itu. pemberdayaan masyarakat merupakan upaya meningkatkan harkat dan martabat lapisan masyarakat yang tidak mampu untuk melepaskan diri dari perangkap kemiskinan dan keterbelakangan. (2) penguatan Strategi Pemberdayaan Pengentasan Kemiskinan pada PNPM Mandiri . Strategi penanggulangan kemiskinan dilakukan melalui perubahan perilaku masyarakat. Dengan demikian. pemahaman dan partisipasi warga masyarakat. Deepa Narayan. influence.161 Penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan pada PNPM Mandiri diperkuat dengan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan oleh berbagai departemen / sektor dan pemerintah daerah. pemberdayaan adalah memampukan dan memandirikan masyarakat. negotiate with. Kegiatan pembelajaran dalam rangka pemberdayaan warga miskin dilakukan melalui (1) penciptaan iklim. sebagai upaya untuk menciptakan/meningkatkan kapasitas masyarakat. Deepa Narayan memberikan pengertian pemberdayaan sebagai berikut . Proses Pembelajaran sebagai Strategi Pemberdayaan Warga Miskin dalam Program Pengentasan Kemiskinan Realisasi proses pemberdayaan dalam program pengentasan kemiskinan pada PNPM Mandiri Perkotaan dilaksanakan melalui kegiatan pembelajaran. sehingga dapat menumbuhkan sikap kemandirian masyarakat dalam mengatasi permasalahannya termasuk pembangunan yang diinginkan. Hal ini sesuai dengan pengertian pemberdayaan masyarakat yang dikemukakan oleh Tim Pengendali PNPM Mandiri.134). dan kesejahteraanya. control. yakni dengan pendekatan pemberdayaan atau proses pembelajaran masyarakat dan penguatan kapasitas untuk mengedepankan peran pemerintah daerah dalam mengapresiasi dan mendukung kemandirian masyarakat.

dipandang penting karena adanya globalisasi menyuburkan berkembangnya nilai dan budaya asing yang mengagungagungkan semangat dan jiwa individualisme sehingga mengakibatkan lunturnya nilai-nilai dan budaya luhur yang merupakan kekayaan dan keunggulan bangsa Indonesia. keadilan. pedukuhan dan kemudian tingkat desa/kelurahan. kejujuran. masyarakat dibimbing oleh faskel menyusun tata-tertib. Mengakar dalam pembentukan lembaga dilakukan dengan basis masyarakat terbawah yakni mulai tingkat RT. dan kesatuan dalam keragaman. berupa pemberian bantuan dana. Pelaksanaan pembentukan lembaga lokal (BKM dan KSM) sepenuhnya diserahkan kepada warga masyarakat. tidak ada pencalonan. transparansi dan akuntabilitas. demokrasi. partisipasi. Transparan dalam arti aturan. b. Th. Nilai-nilai universal kemanusiaan berupa kebersamaan. kerelawanan/keikhlasan. Penguatan kelembagaan. sedangkan prinsip-prinsip kemasyarakatan berupa kegotongroyongan. dengan realisasi sebagai berikut. Dengan adanya sosialisasi untuk menyadarkan kembali nilai-nilai luhur kemanusiaan dan prinsip-prinsip kemasyarakatan. Sosialisasi nilainilai dan prinsip tersebut. prinsip-prinsip kemasyarakatan dan pembangunan berkelanjutan. tokoh masyarakat dan para relawan. perangkat desa. Dengan kata lain masyarakat memiliki otonomi dalam pembentukan kelembagaan lokal sepanjang sesuai dengan prosedur dan nilai-nilai universal kemasyarakatan. Penciptaan iklim yang memungkinkan berkembangnya nilai-nilai universal kemanusiaan. Kegiatan sosialisasi ditujukan kepada masyarakat miskin. transparan dan akuntabel. c. dan desentralisasi. dan dasar-dasar pelaksanaan pembentukan kelembagaan. XXVIII. dan kepedulian terhadap kemiskinan pada komunitasnya.162 potensi dan (3) perlindungan. dan tidak ada kampanye tetapi justru masyarakat yang mencalonkan orang-orang yang dipercaya. a. peningkatan SDM. Untuk keperluan ini dilakukan kegiatan sosialisasi nilai-nilai universal kemanusiaan. persyaratan anggota kelembagaan. Selain itu dalam pembentukan kelembagaan lokal tidak boleh meninggalkan nilai universal kemanusiaan. sehingga masyarakat diberi kepercayaan dan kebebasan sepenuhnya. kejujuran. terbuka untuk semua warga. yang dilakukan melalui proses pembelajaran pembentukan kelembagaan lokal yang berupa Badan Keswadayaan Masyarakatan (BKM) dan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang mengakar. transparansi. Juni 2009. diharapkan seluruh warga masyarakat senantiasa menerapkannya dalam berpartisipasi pengentasaan kemiskinan di wilayahnya masing-masing. yang memiliki dedikasi. pengenalan nilai universal kemasyarakatan yang berupa demokrasi. 2 . pembangunan sarana prasarana yang Cakrawala Pendidikan. No. Penguatan potensi dan daya yang dimiliki. Semua warga masyarakat memiliki kesempatan untuk menjadi pengurus. aturan tata-tertib disosialisasikan Akuntabel dalam arti segala kegiatan dan keuangan diadministrasikan secara tertib. dipertanggungjawabkan dan dilaporkan secara luas kepada masyarakat serta pembukuan diaudit oleh akuntan publik. Untuk keperluan pembentukan kelembagaan lokal. kesetaraan.

d. yakni pembangunan bidang ekonomi. Penguatan potensi ini dimaksudkan sebagai stimulan sebagai sarana untuk menggerakkan dan meningkatkan partisipasi warga. untuk selanjutnya atas dasar musyawarah secara bersama menyusun program kegiatan untuk jangka waktu satu hingga tiga tahun. Pembangunan sosial berupa kegiatan peningkatan sumber daya manusia berupa pelatihan keterampilan. Pembangunan tridaya merupakan salah satu penjabaran dari programprogram pembangunan pada PJM Pronangkis sesuai dengan prioritas kebutuhan. dengan bunga 1 1/5% per bulan dengan jangka waktu 12 bulan sedangkan angsuran sesuai dengan kesepakatan bersama. Besarnya pinjaman didasarkan atas verifikasi dan hasil musyawarah BKM. jembatan dan pembangunan sarana pemasaran (pasar dan pertokoan). Pada pertemuan tersebut para warga miskin dibimbing belajar mengenali potensi serta permasalahan yang dihadapi. para relawan serta para anggota BKM. pembangunan saluran irigasi. C. Penutup Dari uraian tersebut di atas. yang meliputi pembangunan di bidang ekonomi. Dengan disusunnya PJM Pronangkis maka ada kepastian bahwa kegiatan pembangunan benar-benar berpihak pada warga miskin (pro-poor policy). permasalahan dan potensi warga miskin. pemugaran rumah layak huni (rumah sehat). bimbingan dan pengarahan dilakukan pada pertemuan yang dihadiri para warga miskin. manajemen bagi warga miskin dan pemberian bea siswa anak dari warga miskin. pengaspalan). sehingga untuk mengatasinya perlu pendekatan secara terpadu. Penyusunan PJM Pronangkis dikoordinasikan oleh BKM dan dalam pelaksanaannya tetap mempertimbangkan nilia-nilai universal kemanusiaan. sosial dan lingkungan. berupa pembangunan sarana dan prasarana dasar lingkungan antara lain pembangunan di bidang kebersihan dan kesehatan (MCK. untuk selanjutnya dituangkan dalam Pembangunan Jangka Menengah Program Penanggulangan Kemiskinan (PJM Pronangkis). pembangunan jalan (pengerasan. pembangunan sumur air bersih.163 tergabung dalam pembelajaran pembangunan tridaya. Pembangunan bidang ekonomi berupa pinjaman modal bergulir yang diperuntukkan bagi warga miskin yang memiliki usaha yang tercatat dalam Pemetaan Swadaya (PS) dan tergabung dalam Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). Warga miskin diberikan pembelajaran penyusunan Program Jangka Menengah Progran Pengentasan Kemiskinan (PJM-Pronangkis). Pembangunan lingkungan. saluran air limbah. kaum perempuan. sosial dan lingkungan. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang usaha bagi warga miskin maupun mengembangkan usahanya. tokoh masyarakat. kewirausahaan. Penyebab Strategi Pemberdayaan Pengentasan Kemiskinan pada PNPM Mandiri . Untuk keperluan penyusunan PJM Pronangkis. yakni pembelajaran penyusunan program yang sesuai kebutuhan. dapat disimpulkan bahwa kemiskinan bersifat kompleks dan multidimensi. diarahkan untuk membantu pengentasan kemiskinan. Perlindungan. kandang kelompok).

(http://www.go. Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri. 1999. berupa pembelajaran pembentukan lembaga kemasyarakatan lokal. Tim Pengendali PNPM Mandiri. The Meaning of Development. Pedoman Umum. 1995. Juni 2009. sedangkan Teori Sosial Demokrat memandang penyebab kemiskinan karena masalah struktural. (3) penguatan potensi dengan cara memberikan bantuan pendanaan.hu/suharto /modul a/makindo 13. Strategi Pemberdayaan Berbasis Kelembagaan Lokal dalam Penangangan Kemiskinan Perkotaan (http:geogle. pelatihan dan (4) perlindungan yang berupa kepastian program yang berpihak pada warga miskin. Kurang berhasilnya program pengentasan kemiskinan yang dilakukan selama ini disebabkan kemiskinan hanya dilihat dari aspek ekonomi dan menekankan aspek pemberdayaan serta kurang melibatkan masyarakat lokal. Pengentasan Kemiskinan melalui Pemberdayaan Masyarakat: www. The Political Economy of Development and Underdevelopment. Jakarta : Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Sosial. 2007. 2008. Meier.co. download tanggal 29 Desember 2007}. dan penyusunan program berdasarkan aspirasi warga. 2 . Felix. Suharta.Kimpraswil. 1973.htm). yang mengembangkan proses pembelajaran melalui (1) penciptaan iklim cara melakukan sosialisasi nilai-nilai universal kemanusiaan. 2006.policy.id\muchtar. Gerald M. Masalah dan Kebijakan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Leading Issues in Economic Development. dalam Wilber (Ed). Sumodiningrat. Washington DC: The World Bank. 2002. Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan. Pemberdayaan Masyarakat dan Jaring Pengaman Sosial. Yogyakarta: UPP STIM YKPN. D. Jakarta: Departemen Pekerjaan Umum. Empowerment and Poverty Reduction: A Source book. No. 2007. Ditjen Cipta Karya. Cakrawala Pendidikan. (2007). Muchtar. Kuncoro. XXVIII.id/publik/P2KP). Seers. Daftar Pustaka Deepa Narayan. Th. Konsep dan Strategi Pengentasan Kemiskinan menurut Perspektif Pekerjaan Sosial.htm. Gunawan. PNPM Mandiri merupakan progam pengentasan kemiskinan yang berbasis pemberdayaan.164 kemiskinan menurut Teori Neo-liberalisme merupakan masalah individual. Ekonomi Pembangunan: Teori. New York: Oxford University Press. Pedoman Pelaksanaan PNPM Mandiri Perkotaan: Bersama Membangun Kemandirian dalam Pengembangan Lingkungan Permukiman yang Berkelanjutan. (2) penguatan kelembagaan. Mudrajat. New York: Random House. Adam.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful