P. 1
Effervescent Tablet

Effervescent Tablet

|Views: 77|Likes:
Published by Dewi_Okta_Bria_740

More info:

Published by: Dewi_Okta_Bria_740 on Jul 09, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/29/2013

pdf

text

original

1. Definisi Tablet adalah sediaan obat padat takaran tunggal.

Sediaan ini dicetak dengan mesin bertekanan tinggi dengan bahan serbuk kering, kristal atau granulat dan umumnya dengan penambahan bahan pembantu. Bentuk sediaan tablet terbukti sangat menguntungkan karena harganya murah. Bentuk tablet takarannya tepat, pengemasannya mudah, tranportasi dan penyimpanannya praktis (stabilitas obatnya terjaga dalam sediaannya) (Voight,1994). Effervescent didefinisikan sebagai bentuk sediaan yang menghasilkan gelembung sebagai hasil reaksi kimia dalam larutan. Dalam ilmu kedokteran campuran effervescent sangat populer. Flavored beverage effervescent adalah sediaan effervescent yang digunakan unuk membuat minuman ringan secara praktis, yaitu dengan cara mencampurkan tablet effervescent ke dalam air. Gas yang dihasilkan saat pelarutan adalah karbondioksida (CO2) sehingga dapat memberikan efek sparkle atau rasa seperti air soda (Mohrle, 1989). Tablet effervescent merupakan tablet berbuih yang dibuat dengan cara kompresi granul yang mengandung garam effervescent atau bahanbahan lain yang mampu melepaskan gas ketika bercampur dengan air (Ansel, 1989). Reaksi yang terjadi pada pelarutan effervescent adalah reaksi antara senyawa asam dan senyawa karbonat untuk menghasilkan gas CO2. CO2 yang terbentuk dapat memberikan rasa segar, sehingga rasa getir dapat tertutupi dengan adanya CO2 dan pemanis (Juniawan, 2004). Reaksi ini dikehendaki terjadi secara spontan ketika effervescent dilarutkan ke dalam air. Garam-garam effervescent biasanya diolah dari suatu kombinasi asam sitrat dan asam tartarat daripada hanya satu macam asam saja, karena penggunaan bahan asam tunggal saja akan menimbulkan kesukaran. Apabila asam tartarat sebagai asam tunggal, granul yang dihasilkan akan mudah kehilangan kekuatannya dan akan menggumpal. Asam sitrat saja akan menghasilkan campuran lekat dan sukar menjadi granul (Ansel, 1989). Reaksinya adalah sebagai berikut : H3C6H5O7.H2O + 3 NaHCO3  Na3C6H5O7 + 4 H2O + 3 CO2 asam sitrat H2C4H4O6 asam tartarat Na-bikarbonat + 2 NaHCO3 Na-bikarbonat Na-sitrat Na2C4H4O6 + 2 H2O + 2 CO2 Na-tartarat

Gambar 1. Reaksi asam-basa pada sediaan effervescent (Ansel, 1989) Pemilihan tablet effervescent untuk sediaan karena tablet effervescent memiliki kelebihan dalam hal ketepatan dosis, stabilitas dan kepraktisannya. Keuntungan lain adalah kemungkinan penyiapan larutan dalam waktu seketika yang mengandung dosis obat yang tepat (Banker dan Anderson, 1994). Tablet effervescent lebih praktis dan mudah digunakan (Lieberman, et al, 1989).

Formulasi tablet effervescent ekstrak kencur (Kaempferia galanga L. Marcel Dekker Inc. S. L. Aspartam merupakan salah satu bahan tambahan makanan yang telah mengalami test dan percobaan yang mendalam serta menyeluruh (Winarno dan Rahayu. Edisi IV. . asam malat. yang biasa digunakan adalah natrium bikarbonat. Universitas Gajah Mada. asam fumarat. New York. and J. dalam pembuatan tablet effervescent bahan pengikat yang biasa digunakan adalah PVP (Polivinil Pirolidon). asam tartarat. UI Press. Pharmaceutical Dosage Forms : Tablet. Banker. mannitol. Kanig. Jakarta. Lieberman. UI Press. Jilid II. H. Pemanis yang biasa digunakan adalah sakarin. Lachman. B. B. Tablet didalam L. L. Anderson. Lachman. bahan pelincir dan bahan pemisah bentuk. G. Schwartz. 1989).Zat pelincir yang paling banyak dipakai yaitu talk. garam stearat dan derivatnya. Juniawan. 1989). in H. Lieberman. Yogyakarta. Ansel.) dengan variasi jumalh asam sitrat – asam tartarat. Skripsi. 2004. Pharmaceutical Dosage Forms : Tablet. Terjemahan : Farida Ibrahim.. Volume I. Schwartz. Teori dan Praktek Farmasi Industri. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi. Bentuk garam yang paling banyak 6) Pemanis berfungsi sebagai pemberi rasa pada sediaan farmasi digunakan untuk bentuk bentuk sediaan cair. asam adipat dan asam suksinat 2) Sumber basa. 1989. 1989) 1)Sumber asam. Pembuatan tablet effervescent dibuat memakai dua metode umum yaitu metode granulasi basah dan metode granulasi kering (Mohrle. Dan N. antara lain berfungsi sebagai bahan pengatur aliran. Effervescent Tablet. Mohrle. 5)Bahan pelincir memenuhi fungsi berbeda. Marcel Dekker Inc. contohnya asam sitrat. Terjemahan : Siti Suyatmi. H. Lachman. 1989). A.L.Pada umumnya bahan baku tablet effervescent terdiri dari zat aktif dan bahan pembantu yang terdiri dari : (Mohrle. H. R. 4)Bahan pengikat berfungsi sebagai perekat yang mengikat komponen dalam bentuk serbuk menjadi granul sampai tablet pada proses pengempaan dan berfungsi sebagai sebagai pengikat komponenkomponen tablet sehingga produk tidak pecah ketika dikempa. Second Edition : Revised and Expanded. New York. 1989. asam stearat. sorbitol. Jakarta. Volume I. and J. H. Second Edition : Revised and Expanded. Lieberman. C. 1989. sukrosa dan aspartam (Ansel. Edisi 3. 1994). Aspartam adalah senyawa metil ester dipeptida yang memiliki daya kemanisan 120 – 280 kali lebih manis dari gula tebu (Ansel. Fakultas Farmasi. R. Pembuatan tablet effervescent diperlukan kondisi khusus yaitu pada kelembaban relatif kurang lebih 25%. Pemakaian bahan pengikat disesuaikan dengan bahan aktif. 1994. and J.A. A. kalium hydrogen karbonat dan kalium bikarbonat 3)Bahan pengisi adalah laktosa spray dried. natrium karbonat. Proses pembuatan tablet effervescent diperlukan kondisi yang berbeda dengan pembuatan tablet pada tablet konvensional.

Winarno. dan T. S. Edisi V.Voight. Cetakan ke-2. Bahan Tambahan Untuk Makanan dan Kontaminan. Terjemahan : Soewandi N. R. Gajah Mada University Press. 1994. Jakarta. G. Rahayu. Yogyakarta. Buku Pelajaran Teknologi Farmasi. F. . 1994. Pustaka Sinar Harapan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->