PSORIASIS

Disusun oleh: Budiyanto, S.Ked (112009148)

Dosen Pembimbing: Dr. Chadijah Rifai, Sp.KK

FAKULTAS KEDOKTERAN UKRIDA KEPANITERAAN ILMU PENYAKIT KULIT DAN KELAMIN RSUD KOJA 5 SEPTEMBER 2011 – 8 OKTOBER 2011

KATA PENGANTAR

Puji syukur atas rahmat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat-Nyalah maka referat ini dapat diselesaikan. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing dr. Chadijah Rifai, Sp.KK serta teman-teman sejawat kepaniteraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin dan teman-teman sejawat lain di Rumah Sakit Umum Daerah Koja yang telah membantu dalam penyelesaian referat ini. Referat ini mengangkat tema tentang psoriasis. Penulis mengharapkan agar referat ini dapat membantu pendekatan klinis dan penatalaksanaan psoriasis dari menetapkan diagnosis sampai dengan penatalaksanaan secara holistik. Semoga referat ini dapat berguna bagi pembaca untuk menambah pengetahuan mengenai fraktur fasialis. Penulis menyadari bahwa referat ini jauh dari kesempurnaan, sehingga penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk menyempurnakan referat ini. Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih atas kesediaannya untuk membaca referat ini.

Jakarta, 11 September 2011

Penulis

2

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ………………………………………………………………… 02 Daftar Isi ………………………………………………………………………. 03 Daftar Gambar …………………………………………………………………. 04 Daftar Tabel ……………………………………………………………………. 05 Bab I. Pendahuluan ……………………………………………………………. 06 Bab II. Pembahasan ……………………………………………………………. 07 II.1. Definisi ……………………………………………………………….. 07 II.2. Epidemiologi …………………………………………………………. 07 II.3. Etiopatogenesis ………………………………………………………. 09 II.4. Gejala Klinis …………………………………………………………. 11 II.5. Histopatologi ………………………………………………………… 21 II.6. Pemeriksaan Laboratorium …………………………………………... 22 II.7. Diagnosis …………………………………………………………….. 23 II.8. Diagnosis Banding …………………………………………………… 23 II.9. Pengobatan …………………………………………………………… 24 II.10. Edukasi Pasien ……………………………………………………… 35 II.11. Prognosis …………………………………………………………... 36 Bab III. Kesimpulan …………………………………………………………... 37 Daftar Pustaka………………………………………………………………….. 38

3

Psoriasis von Zumbusch ………………………………………. 13 Gambar 2.. Psoriasis inversa pada daerah siku …………………………….. 15 Gambar 2.13. Pasien psoriasis gutata ………………………………………….7.6. 14 Gambar 2.9...15. 12 Gambar 2.10..14.3. Plantar kaki psoriasis …………………………………………… 14 Gambar 2.. Plak kronis psoriasi yang menyebar …………………………. Psoriasis pada kuku …………………………………………….. Psoriasis von Zumbusch ………………………………………. 14 Gambar 2.11.12. 17 Gambar 2...4. 21 Gambar 2. 21 4 .DAFTAR GAMBAR Gambar 2. Psoriasis vulgaris ………………………………………………. Pasien dengan kulit gelap ……………………………………….. Tempat predileksi dari psoriasis ………………………………. Pasien Afrika-Amerika dengan plak keunguan yang tebal ……. 18 Gambar 2. Pasien psoriasis dengan kulit cerah ……………………………. 16 Gambar 2. Plak kronis psoriasis …………………………………………… 13 Gambar 2. Psoriasis pustulosa palmar ……………………………………. 13 Gambar 2... 18 Gambar 2.2. Psoriasis arthtritis ……………………………………………….8. 19 Gambar 2.5.1.

1.DAFTAR TABEL Tabel 2. Prevalensi psoriasis di antara beberapa etnik ……………………… 08 5 .

disertai fenomena tetesan lilin. infeksi. dan dicetuskan oleh berbagai faktor internal dan eksternal. bersifat kronik dan residif. dan Kobner. Onset penyakit dan derajat penyakit dipengaruhi oleh usia dan genetik.1 Insidens psoriasis tersebar di seluruh dunia. berlapis-lapis dan transparan. ditandai dengan adanya bercak-bercak eritema berbatas tegas dengan skuama yang kasar. Penyakit ini berhubungan dengan penyakit hiperproliferatif kulit derajat ringan sampai dengan berat dan peradangan sendi. seperti cedera fisik pada kulit. pengobatan sistemik.BAB I PENDAHULUAN Psoriasis ialah penyakit yang penyebabnya autoimun. Auspitz. namun prevalensinya bervariasi pada etnik dan dareah geografisnya. Terapi psoriasis memiliki variasi minimal pada tiap etnik. dan stres emosional.1 Psoriasis merupakan penyakit hiperproliferatif dan inflamasi kronis pada kulit dengan manifestasi klinis serupa pada tiap etnik.2 6 .2 Kasus psoriasis makin sering dijumpai. terlebih-lebih mengingat bahwa perjalanannya menahun dan residif. Meskipun penyakit ini tidak menyebabkan kematian tetapi menyebabkan gangguan kosmetik.

1 Definisi Psoriasis ialah penyakit yang penyebabnya autoimun. Ausplitz.5 tahun (pada anak. Untuk tipe lambat. misalnya psoriasis pustulosa.5 – 2% populasi dari negara barat. terdapat 3 sampai 5 juta orang menderita psoriasis. Meskipun penyakit ini tidak menyebabkan kematian.2 Epidemiologi Kasus psoriasis makin sering dijumpai. karena ada psoriasis lain.3 Psoriasis mempengaruhi 1. tetapi menyebabkan gangguan kosmetik. bersifat kronik dan residif. muncul pada usia 55 tahun. 1 Onset usia pada psoriasis tipe dini dengan puncak usia 22. 1 II. usia onset rata-rata 8 tahun). disertai fenomena tetesan lilin.BAB II PEMBAHASAN II. terlebih-lebih mengingat bahwa perjalannya menahun dan residif. dan Kobner. Kebanyakan dari 7 . 1 Psoriasis juga disebut psoriasis vulgaris berarti psoriasis yang biasa. berlapis-lapis dan transparan. ditandai dengan adanya bercak-bercak eritema berbatas tegas dengan skuama yang kasar. Tidak terdapat perbedaan insidens antara pria dan wanita. Di Amerika Serikat. Onset dini memprediksikan derajat penyakit dan penyakit yang menahun. dan biasanya disertai riwayat psoriasis pada keluarga.

psoriasis lebih jarang terjadi pada populasi dengan kulit hitam. Secara spesifik.2 Tabel 2.mereka menderita psoriasis lokal.1 Prevalensi psoriasis di antara beberapa etnik 8 . Jepang.1 menyimpulkan data terbatas yang tersedia. terdapat beberapa studi yang dipublikasi mengenai psoriasis di penduduk asli Amerika. Amerika Selatan dan populasi Amerika Latin.000 orang menderita psoriasis generalisata. Tabel 2. Sebaliknya. studi besar dari prevalensi psoriasis berdasarkan perbedaan warna kulit belum dilaporkan. dan Afrika.3 Prevalensi psoriasis lebih tinggi pada populasi Eropa Utara. tetapi sekitar 300. secara spesifik pada Skandinavia. Juga tercatat sejumlah grup kecil dari populasi yang terisolasi di India.

Berdasarkan awitan penyakit dikenal dua tipe: psoriasis tipe I dengan awitan dini bersifat familial. Psoriasis tipe I berhubungan dengan HLA-B13. Replikasi yang cepat dari sel germinatif sangat mudah dikenali.3 Etiopatogenesis Untuk beberapa dekade. Karakteristik tambahan berdasarkan perubahan histopatologi yang ditemukan pada plak psoriatik dan data laboratorium yang menjelaskan siklus sel dan waktu transit sel pada epidermis. sedangkan jika salah seorang orangtuanya menderita psoriasis risikonya mencapai 34 – 39%. yaitu limfosit.1 9 . Bw57.II. Abnormalitas pada vaskularisasi kutaneus ditandai dengan peningkatan jumlah mediator inflamasi. dan terdapat pengurangan waktu untuk transit sel melalui sel epidermis yang tebal. Psoriasis tipe II berkaitan dengan HLA-B27 dan Cw2. dan terdapat maturasi inkomplit sel epidermal di atas area sel germinatif. polimorfonuklear. dan Cw6.2 Faktor genetik berperan. dan makrofag. psoriasis merupakan penyakit yang ditandai dengan terjadinya hiperplasia sel epidermis dan inflamasi dermis. Epidermis pada plak psoriasis menebal dan hiperplastik. Bila orangtuanya tidak menderita psoriasis. leukosit. terakumulasi di antara dermis dan epidermis. psoriasis tipe II dengan awitan lambat bersifat nonfamilial. Hal lain yang menyokong adanya faktor genetik ialah bahwa psoriasis berkaitan dengan HLA. sedangkan psoriasis pustulosa berkorelasi dengan HLA-B27. Sel-sel tersebut dapat menginduksi perubahan pada struktur dermis baik stadium insial maupun stadium lanjut penyakit. B17. risiko psoriasis 12%.

Gangguan metabolisme. Pada lesi psoriasis terdapat sekitar 17 sitokin yang produksinya bertambah. contohnya hipokalsemia dan dialisis telah dilaporkan sebagai faktor pencetus. yakni limfosit T. Faktor endokrin rupanya mempengaruhi perjalanan penyakit. Umumnya infeksi disebabkan oleh Streptococcus. Pada psoriasis pembentukan epidermis lebih cepat. Sel Langerhans juga berperan pada imunopatogenesis psoriasis. Pada waktu kehamilan umumnya membaik. trauma (fenomena kobner). baik eksogen maupun endogen oleh sel Langerhans. endokrin.1 Berbagai faktor pencetus pada psoriasis yang disebut dalam kepustakaan. sedangkan hubungannya dengan psoriasis vulgaris tidak jelas. Keratinosit psoriasis matang umumnya penuh dengan sebukan limfosit T pada dermis yang terutama terdiri atas limfosit T CD4 dengan sedikit sebukan limfositik dalam epidermis. gangguan metabolik. sedangkan pada masa pascapartus memburuk.Faktor imunologik. Puncak insiden psoriasis pada waktu pubertas dan menopause. sedangkan kulit normal lamanya 27 hari. Pernah dilaporkan kasus-kasus psoriasis gutata yang sembuh setelah diadakan tonsilektomia. di antaranya stres psikis. obat. atau keratinosit. hanya 3 – 4 hari. infeksi fokal. sel penyaji antigen (dermal). Sedangkan lesi baru umumnya lebih banyak didominasi oleh limfosit T CD 8. Terjadinya proliferasi epidermis diawali dengan adanya pergerakan antigen. Stres psikis merupakan faktor pencetus utama. Defek genetik pada psoriasis dapat diekspresikan pada salah satu dari tiga jenis sel. juga berperan. 10 . juga alkohol dan merokok. Infeksi fokal mempunyai hubungan erat dengan salah satu bentuk psoriasis ialah psoriasis gutata.

Penelitian menyebutkan bahwa 68% penderita psoriasis menyatakan stress. Faktor. dan daerah lumbosakral (Gambar 2. Beberapa kasus menunjukkan tendensi untuk menyembuh pada musim panas. II. sedangkan pada musim penghujan akan kambuh dan lebih hebat. 1 Ada beberapa faktor predisposisi yang dapat menimbulkan penyakit ini. Gangguan pencernaan. seperti stres dan gangguan emosis. ekstremitas bagian ekstensor terutama siku serta lutut. dan kegelisahan menyebabkan penyakitnya lebih berat dan hebat. Sebagian penderita mengeluh gatal ringan.1). dan penghentian mendadak kortikosteroid sistemik. antimalaria. seperti obstipasi. perbatasan daerah tersebut dengan muka. Faktor cuaca.faktor psikis. Penyakit metabolic. tuberkulosis paru.1 11 . arthritis dan radang menahun ginjal.obat yang umumnya dapat menyebabkan residif ialah betaadrenergic blocking agents. Infeksi menahun di daerah hidung dan telinga. seperti diabetes mellitus yang laten. yaitu:4 Faktor herediter bersifat dominan otosomal dengan penetrasi tidak lengkap. litium. kecuali pada psoriasis yang menjadi eritroderma. Infeksi fokal. Tempat predileksi pada scalp.4 Gejala Klinis Keadaan umum tidak dipengaruhi. dermatomikosis.

papul dan berkembang menjadi kemerahan.2 12 . lutut.4). nummular atau plakat. Skuama berlapis-lapis. dapat berkonfluensi. dan intergluteal. Lokasi plak pada umumnya terdapat pada siku. Eritema sirkumsrip dan merata tetapi pada stadium penyembuhan sering eritema yang di tengah menghilang dan hanya terdapat di pinggir. serta transparan. kasar dan berwarna putih seperti mika. Besar kelainan bervariasi: lentikular.1 Tempat predileksi dari psoriasis. skalp. plak yang berbatas tegas (Gambar 2. umbilikus.Gambar 2.2 sampai dengan 2. biasanya pada anak-anak dan dewasa muda dan terjadi setelah infeksi akut oleh Streptococcus.1 Lesi primer pada pasien psoriasis dengan kulit yang cerah adalah merah. jika seluruhnya atau sebagian besar lentikular disebut psoriasis gutata.3 Kelainan kulit terdiri atas bercak-bercak eritema yang meninggi dengan skuama di atasnya.

2 Pasien psoriasis dengan kulit cerah. hal ini dikenal dengan Fenomen Kobner. lesi primer adalah plak merah dengan sisik putih perak.7).2 13 .5 dan 2. berbatas tegas dan mengandung pustule steril dan menebal pada waktu yang bersamaan (Gambar 2.2 Gambar 2.2 Gambar 2. berwarna merah salmon berbatas tegas (kanan).Gambar 2.6). meliputi goresan dan garukkan pada kulit menyebabkan plak psoriatik yang lama. namun papul dan plak berwarna keunguan denan sisik abu-abu (Gambar 2.3 Plak kronis psoriasis. distribusi hampir sama. papul merah salmon dengan batas tegas (kiri).4 Plak kronis psoriasis yang menyebar.2 Pada pasien psoriasis dengan kulit gelap. Trauma eksternal. Pada telapak tangan dan telapak kaki.

dan sisik abuabu pada dorsal jari (kanan). menebal dengan bermacam-macak sisik.1 14 . plak dan papul berwarna keunguan dan sisik berwarna abuabu (kiri).7 Plantar kaki pasien psoriasis.5 Pasien dengan kulit gelap. Auspitz.2 Gambar 2.2 Gambar 2.Gambar 2. dan Kobner (isomorfik). sedangkan yang terakhir tak khas. Kedua yang disebut lebih dahulu dianggap khas. misalnya liken planus dan veruka plana juvenilis. hanya kira-kira 47% yang positif dan didapati pula pada penyakit lain.2 Pada psoriasis terdapat fenomena tetesan lilin.6 Pasien Afrika-Amerika dengan plak keunguan yang tebal.

1 Psoriasis juga dapat menyebabkan kelainan kuku. bagian distalnya terangkat karena terdapat lapisan tanduk di bawahnya (hyperkeratosis subungual). Setelah skuamanya habis.1 Gambar 2. tebal. seperti lilin yang digores.8 Psoriasis pada kuku. misalnya dengan pinggir gelas alas.3 15 . Pada fenomena Auspitz tampak serum atau darah berbintik-bintik yang disebabkan oleh papilomatosis. Kelainan yang tak khas ialah kuku yang keruh. maka pengerokan harus dilakukan perlahan-lahan. yang agak khas ialah yang disebut pitting nail atau nail pit berupa lekukanlekukan miliar. disebabkan oleh berubahnya indeks bias. Cara mengerjakannya demikian: skuama yang berlapis-lapis itu dikerok. misalnya garukan. dapat menyebabkan kelainan yang sama dengan psoriasis dan disebut fenomen kobner yang timbul kira-kira setelah 3 minggu. Trauma pada kulit penderita psoriasis. dan onikolisis. Cara menggores dapat dengan pinggir gelas alas. yakni sebanyak kira-kira 50% . jika terlalu dalam tidak akan tampak perdarahan yang berbintik-bintik melainkan perdarahan yang merata.Fenomena tetesan lilin adalah skuama yang berubah warnanya menjadi putih pada goresan.

Sendi membesar. dengan deformitas swan neck. ditemukan pada 70% pasien dengan arthritis dan ditandai dengan sausage-shaped digits. Penyakit ini umumnya bersifat poliartikular. 3 Pada psoriasis terdapat berbagai bentuk klinis. terbanyak terdapat pada usia 30 – 50 tahun. Usia puncak seiktar 40 tahun. (2) keterlibatan sendi metakarpofalangeal simetris. kemudian terjadi ankilosis dan lesi kistik subkorteks. (4) arthritis mutilans.2 Gambar 2. tempat predileksinya pada sendi interfalangs distal.1 Psoriasis arthritis diklasifikasikan menjadi 5 subgrup: (1) asimetris oligoartrikular arthritis.9 Psoriasis Arthritis. (3) keterlibatan sendi interfalang distal.Di samping menimbulkan kelainan pada kulit dan kuku. yaitu:1 16 . dan sering kali onset bersifat akut. stadium akhir yang mengarah kepada arthritis mutilans. penyakit ini dapat pula menyebabkan kelainan pada sendi. Kelainan pada mukosa jarang ditemukan. ditandai dengan resorpsi tulang. dan (5) spondilitis atau spondiloarhtropati.

11).1. umumnya setelah infeksi Streptococcus di saluran napas bagian atas sehabis influenza atau morbili. Selain itu juga dapat timbul setelah infeksi yang lain baik bakterial maupun viral. Psoriasis Gutata Diameter kelainan biasanya tidak melebihi 1 cm.2 17 . Psoriasis Vulgaris Bentuk ini ialah yang lazim terdapat karena itu disebut vulgaris. lesi primer berbatas tegas.1 Pada pasien dengan kulit yang gelap. dinamakan pula tipe plak karena lesi-lesinya umumnya berbentuk plak. papul merah salon dengan sisik perak. Timbulnya mendadak dan diseminata.1 Gambar 2. 3 2. lesi predominan ungu dan abu-abu (gambar 2. terutama pada anak dan dewasa muda.10 Psoriasis vulgaris.

Biasanya kelainan psoriasis kering.12 Psoriasis inversa pada daerah siku. lesi predominan ungu dan abu-abu. Psoriasis Eksudativa Bentuk tersebut sangat jarang. Psoriasis Inversa (Psoriasis Fleksural) Psoriasis tersebut mempunyai tempat predileksi pada daerah fleksor sesuai dengan namanya.2 3.1 18 . tetapi pada bentuk ini kelainannya eksudatif seperti dermatitis akut.11 Pasien psoriasis gutata.Gambar 2.1 Gambar 2.3 4.

13 Psoriasis pustulosa palmar.1 Gambar 2. Psoriasis Seboroik (Seboriasis) Gambaran klinis psoriasis seboroik merupakan gabungan antara psoriasis dan dermatitis seboroik. pertama dianggap sebagai penyakit tersendiri. Selain berlokasi pada tempat yang lazim.1 Psoriasis pustulosa palmoplantar bersifat kronik dan residif.1 6. juga terdapat pada tempat seboroik. Terdapat 2 bentuk psoriasis pustulosa. skuama yang biasanya kering menjadi agak berminyak dan agak lunak. disertai rasa gatal (gambar 2.3 19 . mengenai telapak tangan atau telapak kaki atau keduanya. Bentuk lokalisata.13). Sedangkan bentuk generalisata. dan generalisata. di atas ulit yang eritematosa. contohnya psoriasis pustulosa generalisata akut (Von Zumbusch). bentuk lokalisata. Psoriasis Pustulosa Ada 2 pendapat mengenai psoriasis pustulosa. Kelainan kulit berupa kelompok-kelompok pustule kecil steril dan dalam. contohnya psoriasis pustulosa palmoplantar (Barber). kedua dianggap sebagai varian psoriasis.5.

kalium iodide. misalnya obat yang tersering karena penghentian kortikosteroid sistemik. Penyakit ini dapat timbul pada penderita yang sedang atau telah mendapat psoriasis. sinar matahari. hiperalgesia disertia gejala umum berupa demam. Faktor lain selain obat ialah hipokalsemia. kultur pus dari pustul steril. serta antibiotik betalaktam yang lain. hidroklorokuin. di mana neutrofil ini beragregasi di antara keratinosit yang menipis dan berdegenerasi. Setelah beberapa jam timbul banyak plak edematosa dan eritematosa pada kulit yang normal. nausea. Plak psoriasis yang telah ada makin eritematosa. stres emosional. morfin. alkohol. sulfonamide. penisilin dan derivatnya. kodein. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan leukositosis. Dapat pula muncul pada penderita yang belum pernah menderita psoriasis.1 Gejala awalnya ialah kulit nyeri. Dalam beberapa jam timbul banyak pustul miliar pada plak-plak tersebut. 3 Kelainan-kelainan semacam itu akan terus menerus dan dapat menjadi eritroderma. anoreksia. Dalam sehari pustul-pustul berkonfluensi membentuk lake of pus berukuran beberapa cm.Psoriasis pustulata generalisata akut (von Zumbusch) dapat ditimbulkan oleh berbagai faktor provokatif.malese. Obat lain contohnya.1 Pustul besar spongioform terjadi akibat migrasi neutrofil ke atas stratum malphigi.1 20 . sulfapiridin. fenilbutason. dan salisilat. serta infeksi bakterial dan virus.

Kulit merasa hangat dan aliran darah kutaneus meningkat. 3 Gambar 2. Biasanya lesi yang khas untuk psoriasis tidak tampak lagi karena terdapat eritema dan skuama tebal universal.1 Manifestasi klinis tipe ini.14 Psoriasis von Zumbusch.Gambar 2. Eritroderma Psoriatik Eritroderma psoriatik dapat disebabkan oleh pengobatan topikal yang terlalu kuat atau oleh penyakitnya sendiri yang meluas.2 II. difus. Pada stratum spinosum terdapat kelompok leukosit yang disebut 21 . yakni eritematosa dan kulitnya lebih meninggi.3 7. pustul multipel pada kulit yang eritematosa (kiri). yakni parakeratosis dan akantosis. eritema generalis dan sisik yang meluas.15 Psoriasis von Zumbusch (kanan).5 Histopatologi Psoriasis memberi gambaran histopatologik yang khas. Ada kalanya lesi psoriasis masih tampak samar-samar.

Onset mendadak dari psoriasis dapat berhubungan dengan infeksi HIV. Di dalam stratum korneum dapat ditemukan kantong-kantong kecil yang berisikan sel radang polimorfonuklear yang dikenal sebagai mikro abses Munro. Pada puncak papil dermis didapati pelebaran pembuluh darah kecil yang disertai oleh sebukan sel radang limfosit dan monosit. dan penipisan epidermis pada bagian pemanjangan papila dermal. parakerotik hyperkeratosis. Pada pemeriksaan dermatopatologi dapat ditemukan penebalan lapisan epidermis (akantosis). Di dalam sel-sel tanduk ini masih ditemukan inti sel (parakeratosis). Selain itu terdapat pula papilomatosis dan vasodilatasi di subepidermis.6 Pemeriksaan Laboratorium Pemeriksaan meliputi pemeriksaan bidang dermatopatologi. membentuk mikroabses Munro pada stratum korneum. Penentuan status serologi HIV hanya diindikasikan pada pasien dengan risiko tinggi. biasanya berkolerasi denan penyebaran penyakit 22 . serologi dan kultur. serta inflamasi sel dermis (limfosit dan monosit) dan epidermis (limfosit dan polimorfonuklear). Asam urat serum meningkat pada 50% pasien.3 Pemeriksaan serologi dapat ditemukan titer antistreptolisin pada psoriasis gutata akut dengan infeksi streptokokus yang mendahuluinya.pula abses Munro. sehingga pematangan keratinisasi sel-sel epidermis terlalu cepat dan stratum korneum tampak menebal.4 II. peningkatan mitosis sel keratinosit.1 Aktivitas mitosis sel epidermis tampak begitu tinggi. fibroblast dan endothelial.

8 Diagnosis Banding Jika gambaran klinisnya khas. yakni skuama kasar. Kadang-kadang diperlukan biopsi untuk membedakan penyakit ini dari penyakit papuloskuamosa lainnya. dan fenomena Auspitz. Penurunan kadar asam urat menunjukkan efektivitas terapi. Cari lekukan kuku sebagai temuan tambahan.1 Pada diagnosis banding hendaknya selalu diingat.4 II. bahwa psoriasis terdapat tanda-tanda yang khas. Ambil spesimen biopsi dari lesi yang belum diobati dan yang paling berkembang.1 23 .3 II. tidaklah sukar membuat diagnosis. Pada kasus psoriasis gutatadapat ditemukan riwayat infeksi tenggorokan karena streptokokus.yang dapat menyebabkan artritis gout. riwayat psoriasis pada keluarga juga membantu. Pemeriksaan kultur diambil dari tenggorokan untuk mengetahui infeksi Streptococcus group A-β hemolitikus. Kalau tidak khas. khususnya bila lesi awal yang ditemukan. transparan serta berlapis-lapis. maka harus dibedakan dengan beberapa penyakit lain yang tergolong dermatosis eritroskuamosa. fenomena tetesan lilin.7 Diagnosis Diagnosis didasarkan pada gambaran klinis berupa papul dan plak eritematosa khas dengan skuama tebal berwarna perak pada tempat-tempat yang klasik.

Psoriasis pada daerah skalp didiagnosis banding dengan tinea kapitis dan dermatitis seboroik.3 II. intertrigo. dan tes serologic untuk sifilis (T. dan mikosis fungoides. pembesaran kelenjar getah bening menyeluruh. kandidiasis. setelah infeksi tersebut diobati umumnya psoriasis akan sembuh sendiri. Penyakit tersebut sekarang jarang terdapat.1 24 . Perbedaannya ialah keluhan pada dermatofitosis gatal sekali dan pada sediaan langsung ditemukan jamur. bahwa eritema dapat terjadi hanya di pinggir hingga menyerupai dermatofitosis. Plak dengan sisik kecil didiagnosis banding dengan dermatitis seboroik.Pada stadium penyembuhan telah dijelaskan. Psoriasis dengan plak luas didiagnosis banding dengan tinea korporis dan mikosis fungoides. Pada pengobatan psoriasis gutata yang biasanya disebabkan oleh infeksi di tempat lain.1 Psoriasis gutata akut didiagnosis banding dengan erupsi obat makulopapular.S. Psoriasis inverse didiagnosis banding dengan tinea. tinea korporis.S) positif.9 Pengobatan Dalam kepustakaan terdapat banyak cara pengobatan. likenplanus kronis simpleks. Psoriasis pada kuku didiagnosis banding dengan onikomikosis. penyakit Paget ekstramamme. sifilis sekunder dan pityriasis rosea.1 Sifilis stadium II dapat menyerupai psoriasis dan disebut sifilis psoriasiformis.1 Dermatitis seboroik berbeda dengan psoriasis karena skuamanya berminyak dan kekuningan dan bertempat predileksi pada tempat yang seboroik. perbedaannya pada sifilis terdapat sanggama tersangka.

dimulai dengan konsentrasi rendah. Kayu.1 Preparat Ter Obat topikal yang biasa digunakan adalah preparat ter. yang efeknya adalah anti radang. misalnya liantral dan likuor karbonis detergens Preparat ter yang berasal dari fosil biasanya kurang efektif untuk psoriasis. misalnya oleum kadini dan oleum ruski. maka 25 . misalnya iktiol. karena jika dipakai ter dari batu bara dikuatirkan akan terjadi iritasi dan menjadi eritroderma. Ter dari batubara lebih efektif daripada ter berasal dari kayu. Supaya lebih efektif. karena ter tesbut lebih efektif daripada ter yang berasal dari kayu dan pada psoriasis yang menahun kemungkinan timbulnya iritasi kecil. yakni yang berasal dari:1 Fosil.1 Konsentrasi yang biasa digunakan 2 – 5%.9. Batubara.1 Topikal II.1 Ter yang berasal dari kayu kurang nyaman bagi penderita karena berbau kurang sedap dan berwarna coklat kehitaman. sebaliknya kemungkinan memberikan iritasi juga besar1 Pada psoriasis yang telah menahun lebih baik digunakan ter yang berasal dari batubara.9. Sedangkan likuor karbonis detergens tidak demikian.1.II. Menurut asalnya preparat ter dibagi menjadi 3. yang cukup efektif ialah yang berasal dari batubara dan kayu. Sebaliknya pada psoriasis akut dipilih ter dari kayu. jika tidak ada perbaikan konsentrasi dinaikkan.

2 Kortikosteroid Kortikosteroid topikal memberi hasil yag baik. lipatan dan genitalia eksterna dipilih potensi sedang. Sebagai vehikulum harus digunakan salap. bila digunakan potensi kuat pada muka dapat memberik efek samping di antaranya teleangiektasis. di tempat lain digunakan salap. Pada batang tubuh dan ekstremitas digunakan salap dengan potensi kuat atau sangat kuat bergantung pada lama penyakit. Potensi dan vehikulum bergantung pada lokasinya. atau krim. Kekurangannya adalah mewarnai kulit dan pakaian. Efektivitas salep ini sedikit lebih baik 26 . Jika telah terjadi perbaikan potensinya dan frekuensinya dikurangi. Perbaikan setelah satu minggu. salep. Pada daerah muka. 1 II.3 Ditranol (Antralin) Obat ini dikatakan efektif. muka dan daerah lipatan digunakan krim.9. 1 Pada skalp. Penyembuhan dalam 3 minggu. Konsentrasi yang digunakan biasanya 0.1.8 persen dalam pasta. Lama pemakaian hanya ¼ – ½ jam sehari sekali untuk mencegah iritasi.9. Preparatnya berupa salep atau krim 50 mg/g.daya penetrasi harus dipertinggi dengan cara menambahkan asam salisilat dengan konsentrasi 3 – 5 %. sedangkan di lipatan berupa strie atrofikans.9.4 Calcipotriol Calcipotriol ialah sintetik vitamin D.2-0.1.1.1 II.1 II.

05 % dan 0. Pada batang tubuh (selain lipatan). Jadi emolien sendiri tidak mempunyai efek antipsoriasis. yakni rasa terbakar dan tersengat. Efek sampingnya ialah iritasi berupa gatal.1.9. ekstremitas atas dan bawah biasanya digunakan salep dengan bahan dasar vaselin 1-2 kali/hari.1 %.1. Tersedia dalam bentuk gel. dan eritema pada 30 % kasus.9. juga bersifat fotosensitif. rasa terbakar. sehingga dapat digunakan untuk pengobatan psoriasis. Bila dikombinasikan dengan steroid topikal potensi sedang dan kuat akan mempercepat penyembuhan dan mengurangi iritasi.9.1 II. Cara yang terbaik ialah 27 .1.1 II.5 Tazaroten Merupakan molekul retinoid asetilinik topikal. Rasa tersebut akan hilang setelah beberapa hari obat dihentikan. dan krim dengan konsentrasi 0. dapat pula telihat eritema dan skuamasi. efeknya menghambat proliferasi dan normalisasi petanda differensiasi keratinosit dan menghambat petanda proinflamasi pada sel radang yang menginfiltrasi kulit. fungsinya juga sebagai emolien dengan akibat meninggikan daya penetrasi bahan aktif.1 II. Efek sampingnya pada 4 – 20% berupa iritasi.7 Fototerapi Seperti diketahui sinar ultraviolet mempunyai efek menghambat mitosis.daripada salep betametason 17-valerat.6 Emolien Efek emolien ialah melembutkan permukaan kulit.

di antaranya 4 x seminggu. Terdapat bermacam-macam bagan. Mula-mula 10 – 20 mg psoralen diberikan per os. 1 Dapat juga digunakan UVB untuk pengobatan psoriasis tipe plak. 1 Karena psoralen bersifat fotoaktif. atau bersama-sama dengan preparat ter yang dikenal sebagai pengobatan cara Goeckerman. Beberapa penyelidik mengatakan pada pemakaan yang lama kemungkinan akan terjadi kanker kulit. tetapi sayang tidak dapat diukur dan jika berlebihan akan memperberat psoriasis. Hasil baik dicapai pada 73. kemudian dinaikkan berangsur-angsur. Pada yang tipe plak dan gutata dikombinasikan dengan salep likuor karbonis detergens 5 -7% yang dioleskan sehari dua kali. Penyembuhan mencapai 93% setelah pengobatan 3 – 4 minggu. Dosis UVB pertama 12 -23 m J menurut tipe kulit. 2 jam kemudian dilakukan penyinaran. metoksalen) dan disebut PUVA. PUVA juga dapat digunakan untuk eritroderma psoriatik dan psoriasis pustulosa. gutata. Diberikan seminggu tiga kali. di antaranya sinar A yang dikenal dengan UVA. Karena itu digunakan sinar ultraviolet artifisial. Target pengobatan ialah pengurangan 75% skor PASI (Psoriasis Area and Severity Index). Sinar tersebut dapat digunakan secara tersendiri atau berkombinasi dengan psoralen (8-metoksipsoralen. Sebelum disinar dicuci dahulu. setelah itu dilakukan terapi pemeliharaan seminggu sekali atau dijarangkan untuk mencegah rekuren.3% kasus terutama tipe plak. Setiap kali dinaikkan sebagai 15% dari dosis sebelumnya.penyinaran secara alamiah. 1 28 . dan eritroderma. pustular. maka dengan UVA akan terjadi efek yang sinergik.

dosis diturunkan perlahan-lahan. penyembuhan terjadi setelah 3 minggu. Dimulai dengan prednison dosis rendah 30-60 mg.2 Sistemik II. Setelah membaik. 1 Obat ini bekerja dengan cara menghambat enzim dihidrofolat reduktase.9.2 Sitostatik Obat sitostatik yang biasa digunakan ialah metotreksat (MTX).2.1 Kortikosteroid Kortikosteroid dapat mengontrol psoriasis. 1 II. Psoriasis Artritis dengan lesi kulit. Yang pertama digunakan ialah crude coal tar yang bersifat fotosensitif. sehingga menghambat sintesis timidilat dan purin.9.5 29 . Lama pengobatan 4 – 6 minggu. Obat ini menunjukkan hambatan replikasi dan fungsi sel T dan mungkin juga sel B karena adanya efek hambatan sintesis. Ternyata bahwa UVB lebih efektif daripada UVA. kemudian diberi dosis pemeliharaan. dan Psoriasis Eritroderma yang sukar terkontrol dengan obat standar. Indikasinya ialah untuk psoriasis.2. Kemudian terdapat banyak modifikasi mengenai ter dan sinar tersebut. Psoriasis Pustulosa.9. Penghentian obat secara mendadak akan menyebabkan kekambuhan dan dapat terjadi Psoriasis Pustulosa Generalisata. 1 II.Pada tahun 1925 Goeckerman menggunakan pengobatan kombinasi ter berasal dari batubara dan sinar ultraviolet. atau steroid lain dengan dosis ekivalen.

5 mg dosis tunggal setiap minggu. dan lien.m. ginjal. kolitis ulserosa. jika tidak tampak perbaikan dosis dinaikkan 2. aktivasi tuberkulosis. colitis ulserosa. 7. Pada saluran cerna berupa 30 . hitung jenis. jumlah leukosit. Biasanya dengan dosis 3 x 5 mg per minggu telah tampak perbaikan. biopsi dikerjakan setiap dosis total mencapai 1 g. Efek samping metotreksat berupa nyeri kepala.5 mg. metotreksat agar dihentikan. 1 Cara penggunaan metotreksat ialah demikian.5 mg – 2. 1 Setiap 2 minggu diperiksa Hb.5 mg. dengan interval 12 jam dalam seminggu dengan dosis total 7. Jika penyakitnya telah terkontrol dosis diturunkan dan masa interval diperpanjang kemudian dihentikan dan kembali ke terapi topikal. dan psikosis). ginjal. jumlah trombosit dan urin lengkap.5 g. Cara lain ialah diberikan i. juga terhadap saluran cerna. hepar. kalau fungsi hepar abnormal. Jika fungsi hepar normal. Jika tidak terjadi efek yang tidak dikehendaki diberikan dosis 3 x 2. nefrotoksik. Setiap ½ bulan diperiksa fungsi ginjal dan hati. ulkus peptikum. dan psikosis.5 mg – 5 mg per minggu. kerusakan kromosom. Mula-mula diberikan tes dosis inisial 5 mg per os untuk mengetahui. ulkus peptikum. sumsum tulang belakang. Cara tersebut lebih banyak menimbulkan efek samping daripada cara pertama. 1 Kontraindikasinya ialah kelainan hepar. kehamilan. sistem hematopoietik. sistem hematopoetik. biopsi hepar dilakukan setiap dosis total mencapai 1. penyakit infeksi aktif (misalnya tuberculosis. apakah ada gejala sensitivitas atau gejala toksik. Bila jumlah leukosit kurang dari 3500. penyakit infeksi aktif (misalnya tuberkulosis). kehamilan.Kontraindikasinya ialah kelainan hepar. alopesia.

tigason) Etretinat merupakan retinoid aromatik. dan agranulositosis. Jika hebat dapat terjadi enteritis hemoragik dan perforasi intestinal. Etretinat efektif untuk psoriasis pustular dan dapat pula digunakan untuk psoriasis eritroderma.2.2. 1 Dosisnya bervariasi : pada bulan pertama diberikan 1mg/kgbb/hari. trombositopenia. Sumsum tulang berakibat timbulnya leukopenia.9. methemoglobinemia. Pada psoriasis obat tersebut mengurangi proliferasi sel epidermal pada lesi psoriasis dan kulit normal. stomatitis ulserosa. penggunaan obat ini harus digunakan secara dini untuk mencegah kerusakan tulang. infliximab atau etanercept juga memiliki efektivitas tinggi.nausea.9. kadang-kadang anemia. derivat vitamin A digunakan bagi psoriasis yang sukar disembuhkan dengan obat-obat lain mengingat efek sampingnya. 1 Pada psoriasis arthritis. dan diare.1 II. Efek sampingnya ialah anemia hemolitik. 3 II.4 Etretinat (tegison. jika belum terjadi perbaikan dosis dapat dinaikkan menjadi 1½ mg/kgbb/hari. Metotreksat satu kali dalam seminggu dapat digunakan sebagai lini pertama.3 DDS DDS (diaminodifenilsulfon) dipakai sebagai pengobatan Psoriasis Pustulosa tipe Barber dengan dosis 2×100 mg/hari. Pada hepar dapat terjadi fibrosis portal dan sirosis hepatik. 1 31 . nyeri lambung.

Efek sampingnya berupa kulit menipis dan kering. NFATc ini mengalami translokasi ke dalam nukleus untuk mengaktifkan gen yang bertanggung jawab dalam sintesis sitokin. Efek sampingnya dan manfaatnya serupa dengan etretinat. Hasil pengobatan untuk psoriasis baik. cheilitis. waktu paruh eliminasinya hanya 2 hari. Bersifat nefrotoksik dan hepatotoksik. Setelah mengalami defosforilasi. Dosisnya 1-4 mg/kgbb/hari.9. 1 Asitretin (neotigason) merupakan metabolit aktif etretinat yang utama.5 Efeknya ialah imunosupresif. Siklosporin juga mengurangi produksi IL-2 dengan cara meningkatkan ekspresi TGF-β yang merupakan penghambat kuat aktivasi limfosit T oleh IL-2. pruritus. 1 II. mata. hanya setelah obat dihentikan dapat terjadi kekambuhan. dan hidung kering. selaput lendir pada mulut. Kehamilan hendaknya tidak terjadi sebelum 2 tahun setelah obat dihentikan. dan teratogenik. yaitu NFATc (Nuclear Factor of Activated T Cell). Kelebihannya. kerontokan rambut.2. gangguan fungsi hepar. dibandingkan dengan etretinat yang lebih dari 100 hari. hiperostosis. peninggian lipid darah.5 Siklosporin Siklosporin berikatan dengan siklofilin selanjutnya menghambat kalsineurin. nyeri tulang dan persendian. Kalsineurin adalah enzim fosfatase dependent kalsium dan memgang peranan kunci dalam defosforilasi protein regulator di sitosol. terutama IL-2. 1 32 . Meningkatnya ekspresi TGF-β diduga memegang peranan penting pada efek imunosupresan siklosporin.

yang menjelaskan deplesi sel oleh Alefacept. dan aviditas tinggi untuk TNF α. tatapi lebih dari sepertiga pasien tidak memberikan respons dengan alasan yang tidak diketahui. Terapi ini harus dikerjakan oleh spesialis dermatologi yang familiar dengan dosis. Pemeberian secara berulang dapat meningkatkan respons dan dapat memungkinkan remisi jangka panjang. 2 dan 6 dan memiliki efektivitas tinggi pada psoriasis (meskipun untuk saat ini hanya FDA yang mengizinkan untuk arthritis psoriasis). interaksi obat dan efek samping jangka pendek maupun jangka panjang. afinitas.9. Obat ini diberikan intramuscular satu kali dalam seminggu. adalimumab.II. Obat ini diberikan secara infus intravena pada minggu 0. dan etanercept.6 Antibodimonoklonal dan Protein Fusi Beberapa protein. sudah dibuktikan dan sedang dikembangkan. Obat ini diberikan sukutan satu kali dalam seminggu dan memiliki efektivitas tinggi. Adalimumab juga sangat efektif. CD2 mengatur memori efektor sel T (CD45Ro). ditargetkan secara spesifik pada reseptor yang berhubungan pada sel T atau sitokin. tetapi beberapa pasien menunjukkan eksaserbasi dari penyakit.3 Alefacept adalah protein fusi antigen berhubungan dengan human lymphocyte function (LFA)-3-IgG1 yang mencegah interaksi LFA 3 dan CD2.3 Efalizumab adalah antibodi monoclonal humanized anti CD1 yang menghambat interaksi LFI-1 dengan molekul adhesi intrasel ligan.3 Antagonis Tumor necrosis factor (TNF) α yang efektif terhadap psoriasis adalah infliximab. 33 . Infliximab adalah antibodi monoclonal dengan spesifitas.2.

Tripterygium wilfordii. obat ini berhasil menyembuhkan kira-kira sejumlah 40% kasus psoriasis.2. hipotensi. Menurut uji coba yang dilakukan. Obat ini diberikan secara subkutan setiap minggu dan memiliki efektivitas serupa dengan infliximab. dan peningkatan enzim hati. anoreksia. melarutkan reseptor TNF α yang mengikat TNF α dan menetralkan aktivitasnya. Efek samping meliputi gangguan saluran cerna.3 II. mielosupresi. Dosisnya antara 2 x 250 mg – 3 x 500 mg. muntah. Etanercept merupakan human recombinant. gangguan psikis dan gangguan pada jantung.2 34 . TCM) menunjukkan efektivitas pada penatalaksanaan psoriasis melalui efek antiiinflamasi dan imunosupresi. dan Tripterygium hypoglaucum. 1 II. termasuk indirubin. Oat ini diberikan secara sukutan dua kali seminggu dan kurang efektif dibandingkan infliximab dan adalimumab tetapi sangat efektif pada arthritis psoriasis. Di antara penderita Parkinson yang sekaligus juga menderita psoriasis ada yang membaik psoriasisnya dengan pengobatan levadopa.9.8 Obat Tradisional Cina Beberapa obat tradisional Cina (Traditional Chinese Medicine.Adalimumab merupakan antibodi monoclonal rekombinan manusia (human recombinant monoclonal antibody) yang memiliki target spesifik pada TNF α.7 Levadopa Levadopa sebenarnya dipakai untuk penyakit Parkinson. Efek sampingya berupa mual.2.9.

Beritahu pasien tentang peran stress dalam menyababkan psoriasis. Resina boswelliae. Pada studi terhadap 801 pasien dengan pasien psoriasis. Jelaskan bahwa penambahan secara bertahap dan berhati-hati paparan sinar matahari dapat membantu mengendalikan penyakit. ditemukan 50 – 85% memiliki respons dengan lima tanaman (Rhizoma sparganii. Ajari pasien untuk menghentikan obat-obat topikal bila daerah yang terkena telah sembuh dan alihkan ke obat berpotensi terendah yang masih dapat mengendalikan timbulnya lesi baru.Obat tradisional Cina biasanya melibatkan beberapa tanaman secara simultan. Rhizoma zedoridae.10 Edukasi Pasien Edukasi pada pasien yang dapat diberikan antara lain:6 Jelaskan bahwa tujuan pengobatan adalah untuk mengendalikan penyakit bukan untuk menyembuhkan. menghindari alkohol yang berlebihan) dan pengenalan stress. tetapi tekankan untuk menghindari sengatan sinar matahari. 35 . Gunakan tabir surya pada daerah-daerah yang tidak terkena penyakit tetapi terpapar sinar matahari (misalnya wajah). dan Myrrhha). tetapi hanya terdapat beberapa studi mengenai agen multipel TCM pada penatalaksanaan psoriasis.2 II. Bicarakan masalah gaya hidup (seperti olah raga. Herba serisae.

3 36 . Seringkali. Terkadang tipe ini menghilang secara spontan dalam beberapa minggu tanpa terapi. Penyakit ini bersifat stabil. Relaps dan remisi dapat terjadi dalam periode bertahun-tahun. psoriasis tipe ini berkembang menjadi psoriasis plak kronis. dapat bertahan beberapa tahun dan ditandai dengan remisi dan eksaserbasi yang tidak dapat dijelaskan. dan dapat remisi setelah beberapa bulan atau tahun. 3 Pada psoriasis tipe pustular. tetapi psoriasis bersifat kronis dan residif. Psoriasis vulgaris juga dapat berkembang menjadi psoriasis tipe ini.11 Prognosis Meskipun psoriasis tidak menyebabkan kematian. dan dapat saja rekurens sewaktu-waktu seumur hidup.II. Pasien denan psoriasis pustulosa generalisata sering dibawa ke dalam ruang gawat darurat dan harus dianggap sebagai bakteremia sebelum terbukti kultur darah menunjukkan negatif. 1 Psoriasis gutata akut timbul cepat.

infeksi fokal. maupun fototerapi. bersifat kronik dan residif. psoriasis seboroik. Auspitz. berlapis-lapis dan transparan. serologi dan kultur.BAB III KESIMPULAN Psoriasis ialah penyakit yang penyebabnya autoimun. psoriasis pustulosa.1 Faktor predisposisi yang dapat menimbulkan psoriasis adalah faktor herediter. psoriasis inversa.1 37 . oral. faktor psikis. ditandai dengan adanya bercak-bercak eritema berbatas tegas dengan skuama yang kasar. Pada pemeriksaan dapat ditemukan disertai fenomena tetesan lilin.3 Pemberian terapi dapat berupa topikal.1 Pemeriksaan meliputi pemeriksaan bidang dermatopatologi. Meskipun psoriasis tidak menyebabkan kematian. psoriasis gutata. gangguan pencernaan. dan Kobner. psoriasis eksudativa. dan faktor cuaca. namun bersifat kronis dan residif. dan eritroderma psoriatik.4 Psoriasis dapat digolongkan berdasarkan bentuk kliniknya menjadi psoriasis vulgaris. penyakit metabolik.

139-146. Melfiawaty. Geng A.. Jakarta:Hipokrates.P. Psoriasis. Editors. 5. Djuanda A..A.189-95. Dermatologi Praktis.187. Setiabudy R. Fitzpatrick’s color atlas and synopsis of clinical dermatology. Dalam Gan S. Siregar R. Dalam Goldenstein B.h. Johnson R..h.. Jakarta:Hipokrates... Goldenstein A. Edisi keenam. Johnson R. et al. Editors. Goldenstein A.2009.. Ilmu penyakit kulit.h.9. Hamzah M..h. Edisi kelima. 4.. 38 . McBean J. New York:Mc Graw Hill.. 6..DAFTAR PUSTAKA 1. Jakarta:Departemen Farmakologi dan Terapeutik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. New York:Mc Graw Hill. Dalam Harahap M. 3.h.S. Psoriasis. Editors. Dalam Djuanda A. Ilmu penyakit kulit dan kelamin. Nafrialdi. Psoriasis. Zeikus P.h. Goldenstein B.U. Dalam Wolff K. Dalam Kelly A. Wolff K. Gan S.A..2009. Jakarta:Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.2001. Psoriasis.4. Nafrialdi. Antikanker.53-71. Dermatosis eritroskuamosa.2000.2007. Aisah S.. Edisi kelima... Taylor S.761. Farmakologi dan terapi. Dermatology for skin of color. Pendit B.116.2007..C.S. 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful