P. 1
PTK Akuntansi 4

PTK Akuntansi 4

|Views: 50|Likes:
Published by Halim Harahap

More info:

Published by: Halim Harahap on Jul 10, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/04/2014

pdf

text

original

ISSN 0215 - 8250 IMPLEMENTASI STRATEGI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBASIS MASALAH DALAM PEMBELAJARAN KOMPUTER AKUNTANSI III DI JURUSAN

AKUNTANSI POLITEKNIK NEGERI BALI oleh I Made Suarta, I Ketut Suwintana, dan I G. A. Oka Sudiadnyani Jurusan Akuntansi, Politeknik Negeri Bali ABSTRAK

145

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan strategi pembelajaran kontekstual berbasis masalah dalam upaya meningkatkan kualitas proses pembelajaran, meningkatkan hasil belajar, daya serap dan ketuntasan belajar mahasiswa, serta mengetahui respons mahasiswa terhadap penerapan strategi pembelajaran kontekstual berbasis masalah. Penelitian dilakukan dengan metode penelitian tindakan kelas serta implementasi proses pembelajaran dilaksanakan dalam empat siklus. Penelitian dilakukan pada mahasiswa semester IV Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Bali tahun ajaran 2003/2004. Data kualitas proses pembelajaran dan respons mahasiswa direkam menggunakan kuesioner dengan skala Likert 5 tingkat. Data hasil belajar mahasiswa dikumpulkan dengan memberikan penilaian atas tugas-tugas pemecahan, ujian tengah semester, dan ujian akhir semester. Rerata skor penilaian kualitas proses pembelajaran mencapai 4,07 termasuk kategori baik hingga sangat. Hasil belajar mahasiswa menunjukkan kategori baik dengan rerata nilai akhir mahasiswa adalah 7,54, daya serap mencapai 75,4%, dan ketuntasan belajar mencapai 87,5%. Penilaian persepsi mahasiswa menunjukkan bahwa mahasiswa responsif terhadap diterapkannya strategi pembelajaran kontekstual berbasis masalah dengan rerata skor penilaian mencapai 4,19. Strategi pembelajaran kontekstual berbasis masalah mampu mengembangkan dan mengoptimalkan kemampuan mahasiswa sehingga terjadi peningkatan kemampuan mahasiswa dalam memecahkan masalah-masalah akuntansi yang diimplementasikan dalam program komputer. Kata kunci : pembelajaran kontekstual, pembelajaran berbasis masalah, kurikulum berbasis kompetensi.
_____________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 4 TH. XXXVII Oktober 2004

and to know response of student. A self administered questionnaire.5% and level of passed the examination of the course is 87.ISSN 0215 . XXXVII Oktober 2004 . The average score of quality learning process is 4.19. improving the academic quality. competency based curriculum. which measured quality learning process and student response on a 5-point Likert rating scale. The implementation of contextual learning strategic combine with problem based learning can improve the potency of student to solve the accounting problem with computer program. Pendahuluan Isu sentral dunia pendidikan tinggi saat ini adalah masalah kualitas lulusan. Secara garis besar materi _____________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja. was used. 4 TH. sudah sewajarnya lulusan Politeknik Negeri Bali sebagai lembaga pendidikan tinggi profesional mempunyai kualitas baik hingga sangat baik. relevansinya dengan dunia kerja. Keywords : contextual learning. The study implemented by classroom action research with four cycles. the average of academic score is 7. Kompetensi ini dijabarkan dalam mata kuliah Komputer Akuntansi III. No.07. The average score of students response is 4. Salah satu kompetensi yang dibutuhkan industri saat ini adalah kemampuan di bidang komputer dan akuntansi. The population of study is comprised fourth semester accounting department student’s who had completed Computer Accountancy III course in academic year 2003/2004. yang termasuk dalam kelompok mata kuliah keahlian berkarya (MKB) diberikan pada mahasiswa semester IV. serta efisiensi.8250 146 ABSTRACT This study was undertaken to asses whether objectives to know effectiveness implementation of contextual problem based learning incorporated improving the quality learning process. Dalam rangka meningkatkan daya saing lulusan di pasar kerja. problem based learning.5%.54 with absorption level of course material is 75. Kompetensi standar dari mata kuliah ini adalah mahasiswa mampu menguasai dasar-dasar pemrograman komputer yang diaplikasikan dalam bidang akuntansi. 1. dengan kompetensi yang sesuai kebutuhan industri.

serta memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensi dari materi pelajaran (Clifford dan Wilson.ISSN 0215 . Hal ini mengindikasikan materi pembelajaran Komputer Akuntansi III tergolong sulit dipahami mahasiswa. Nurhadi dan Senduk (2003:55) menyebutkan berbagai strategi pengajaran yang berasosiasi dengan pendekatan kontekstual. penguasaan mahasiswa tentang konsep pemrograman komputer. Selama ini. Mengingat output tidak sesuai dengan harapan. Lynch dan Harnish. Nilai rata-rata mahasiswa dalam mata kuliah Komputer Akuntansi III selama 5 tahun terakhir adalah 6. dan hal ini termasuk dalam kategori cukup (UPT Komputer PNB. yaitu: pengajaran berbasis masalah. serta kemampuan mahasiswa dalam memecahkan masalah akuntansi ke dalam bentuk suatu program komputer. Strategi pembelajaran kontekstual merupakan suatu pendekatan pengajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi mahasiswa untuk belajar tentang berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah. Artinya. 2000. Berkaitan dengan proses pembelajaran. 2004). Di samping itu. Bahan-bahan pembelajaran lebih banyak digali oleh pengajar sesuai dengan persepsinya masing-masing sehingga kasus-kasus aplikasi pemrograman yang diberikan kadang-kadang tidak relevan dengan bidang akuntansi. pola pembelajaran mata kuliah Komputer Akuntansi III berlangsung secara konvensional. maka proses pembelajaran yang berlangsung selama ini perlu ditingkatkan melalui implementasi strategi pembelajaran kontekstual berbasis masalah. pengajaran _____________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja. cenderung hanya menghabiskan materi kurikulum tanpa menanamkan konsep hakikat proses-proses akuntansi yang dapat dikomputerisasikan.8250 147 mata kuliah mencakup konsep dasar pemrograman visual berbasis windows serta aplikasinya dalam bidang akuntansi. pengajaran kooperatif. Model pembelajaran semacam ini. 2003). terdapat beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian seperti aktivitas belajar mahasiswa. saat ini belum banyak bahan ajar yang dapat digunakan untuk mendukung proses pembelajaran. dosen memberikan konsep-konsep pemrograman komputer tanpa mengkaitkan dengan subjek bidang studi akuntansi. 4 TH. XXXVII Oktober 2004 .9. No.

yaitu: (a) konteks tujuan. No. (f) konteks metode. Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat dalam upaya memperbaiki kualitas proses pembelajaran yang dikelola oleh dosen.ISSN 0215 . Kajian penerapan strategi pembelajaran kontekstual berbasis masalah sangat penting dilakukan mengingat saat sekarang Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Bali sedang mengembangkan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). 2003:15) menyebutkan ada sembilan konteks belajar yang melingkupi siswa. pengajaran berbasis proyek. 4 TH. Myers (2004) menyebutkan pengajaran berbasis masalah merupakan bagian dari proses pengembangan kurikulum yang dilakukan secara bersama-sama dengan pengembangan sistem instruksional melalui strategi pemecahan masalah. dan (j) konteks lingkungan. sehingga sasaran akhir berupa meningkatnya hasil belajar mahasiswa dapat tercapai. Karena itu. (c) konteks sumber. _____________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja. KBK perlu diintegrasikan dengan pembelajaran kontekstual. Hasil penelitian ini juga diharapkan mempunyai implikasi bagi kemajuan jurusan yang tercermin dari perbaikan proses dan hasil belajar mahasiswa. permasalahan yang dikaji meliputi: (a) penerapan strategi pembelajaran kontekstual berbasis masalah dalam upaya meningkatkan kualitas proses pembelajaran. dan pengajaran berbasis jasa layanan. 2004). sebab dalam pembelajaran kontekstual pola pembelajaran dan pemahaman mahasiswa akan terkait dengan kehidupan nyata keseharian. Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan strategi pembelajaran kontekstual berbasis masalah dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran Komputer Akuntansi III. pengajaran berbasis kerja. XXXVII Oktober 2004 . (e) konteks guru. (g) konteks hasil. (b) meningkatkan hasil belajar. (i) konteks kematangan. KBK berorientasi pada sejumlah kompetensi dan pengalaman belajar yang bermakna serta beragam sesuai dengan kebutuhannya (Tantra. (d) konteks target. Sagric International (2002. serta (c) bagaimana respons mahasiswa terhadap penerapan strategi pembelajaran kontekstual berbasis masalah. (b) konteks isi. daya serap dan ketuntasan belajar mahasiswa.8250 148 berbasis inkuiri. Berdasarkan latar belakang di atas. dalam Nurhadi dan Senduk.

XXXVII Oktober 2004 .2%. 2003:2. Penelitian dilakukan dalam empat siklus. Di samping itu. Djamarah dan Aswan Zain (2002:104) menyebutkan bahwa metode pemecahan masalah (problem solving) mempunyai beberapa kelebihan seperti: (a) metode ini dapat membuat pendidikan di sekolah menjadi lebih relevan dengan kehidupan. daya serap dan ketuntasan belajar mahasiswa. dan (d) refleksi dari proses dan hasil pembelajaran (Riyanto. Wardani. 2001:56-57. khususnya dengan dunia kerja. (c) observasi kegiatan pembelajaran serta evaluasi proses dan hasil pembelajaran. dengan subjek penelitian adalah mahasiswa semester IV Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Bali.al (2001) menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis masalah (problem-based learning) mampu meningkatkan keterampilan dalam berkomunikasi hingga 57%. Objek penelitian meliputi: (a) proses pembelajaran. yakni pada setiap siklus diakhiri dengan pemberian tugas pemecahan masalah.ISSN 0215 . serta tanggapan atau respons mencapai 87. (b) hasil belajar. (b) membiasakan para mahasiswa menghadapi dan memecahkan masalah secara terampil. dan (c) merangsang pengembangan kemampuan berpikir kreatif dan menyeluruh. serta (c) respons mahasiswa terhadap penerapan strategi pembelajaran kontekstual berbasis masalah.4). Penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2003/2004. Hasil penelitian Seneviratne et. (b) pelaksanaan pembelajaran. Metode Penelitian Penelitian dilakukan dengan metode penelitian tindakan kelas ( classroom action research ) yang meliputi tahapan-tahapan: (a) perencanaan. Mahasiswa semester IV terdiri dari tiga kelas dengan total 72 orang mahasiswa. No. 2. 4 TH.8250 149 Penelitian yang dilakukan Sugiarta (2001) serta Redana dan Sastrawidana (2003) menunjukkan bahwa aktivitas dan hasil belajar mahasiswa dapat ditingkatkan dengan penerapan strategi pembelajaran pemecahan masalah. Data kualitas proses pembelajaran dikumpulkan melalui observasi langsung pada saat pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan direkam dengan _____________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja. keterampilan memecahkan masalah hingga 52%.

XXXVII Oktober 2004 .0 7. ujian tengah semester (UTS).9 4. Data hasil belajar mahasiswa dikumpulkan dengan memberikan penilaian atas tugas-tugas pemecahan masalah yang harus diselesaikan (sebanyak 4 tugas). cukup dengan skor 3.4 0 – 3. Keberhasilan dari penerapan strategi pembelajaran kontekstual berbasis masalah diukur dengan indikator kinerja sebagai berikut: (a) rata-rata skor _____________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja.8250 150 lembaran daftar pertanyaan. Setiap variabel dinilai dengan menggunakan skala Likert 5 tingkat. Skor rata-rata yang didapatkan dianalisis secara deskriptif kualitatif. baik dengan skor 4.ISSN 0215 . yaitu: sangat baik dengan skor 5. yaitu: sangat baik dengan skor 5. dan sangat kurang dengan skor 1. Hasil belajar mahasiswa dalam bentuk nilai akhir dihitung dengan pembobotan sebagai berikut. Setiap variabel dinilai dengan menggunakan skala Likert 5 tingkat. 4 TH. Konversi nilai akhir hasil belajar mahasiswa Skor 8. dan sangat kurang dengan skor 1. Konversi nilai akhir dilakukan dengan mengikuti Tabel 1.5 – 6. baik dengan skor 4. dan ujian akhir semester (UAS). 50%Tugas + 20%UTS + 30%UAS.9 Nilai Angka 4 3 2 1 0 Nilai Huruf A B C D E Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Data respons mahasiswa terhadap penerapan strategi pembelajaran kontekstual berbasis masalah dikumpulkan melalui observasi langsung pada saat berakhirnya kegiatan perkuliahan dan direkam dengan lembaran daftar pertanyaan.4 5.0 – 5. Tabel 1. kurang dengan skor 2.0 – 8. Data ditabulasi dan dihitung skor rata-rata untuk setiap variabel.5 – 10. Data ditabulasi dan dihitung skor rata-rata untuk setiap indikator/variabel. No. kurang dengan skor 2. cukup dengan skor 3. Skor rata-rata yang didapatkan dianalisis secara deskriptif kualitatif.

No.1 Hasil Penilaian Kualitas Proses Pembelajaran Rerata skor penilaian indikator kualitas proses pembelajaran disajikan pada Tabel 2.8250 151 penilaian kualitas proses pembelajaran berada pada kisaran baik sampai sangat baik (skor 4 – 5).0 dengan daya serap ≥ 70% (kategori baik sampai sangat baik) serta ketuntasan belajar ≥ 75%. yaitu pemanfaatan waktu belajar dengan rerata skor 4. Pada siklus 3.02.ISSN 0215 . 3. bahwa upaya peningkatan kualitas proses pembelajaran Komputer Akuntansi III melalui implementasi strategi pembelajaran kontekstual berbasis masalah dapat dinyatakan berhasil. terdapat tiga indikator yang memenuhi kategori baik hingga sangat baik yaitu: (1) interaksi mahasiswa dengan rerata skor 4.06. (c) ratarata skor penilaian persepsi mahasiswa berada pada kisaran baik sampai sangat baik (skor 4 – 5). _____________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja. Pada siklus 1. dan (2) pemanfaatan fasilitas atau media pembelajaran dengan rerata skor 4. dan (3) langkah-langkah pembelajaran dengan rerata skor 4.07 dan hal ini termasuk kategori baik hingga sangat baik.02. Pada siklus 2.1 Hasil Penelitian 3. (b) rata-rata nilai akhir yang diperoleh ≥ 7. terdapat satu indikator yang memenuhi kategori baik hingga sangat baik. Sesuai dengan indikator kinerja. Sedangkan indikator yang memenuhi kategori baik hingga sangat baik pada siklus 4 adalah kegunaan konteks isi silabus dalam kehidupan dengan rerata skor 4.01. (2) pemanfaatan potensi belajar dengan rerata skor 4. terdapat dua indikator yang memenuhi kategori baik hingga sangat baik.03.1. 4 TH.05.02. Hasil Penelitian dan Pembahasan 3. Rerata skor penilaian kualitas proses pembelajaran pada akhir siklus 4 adalah 4. XXXVII Oktober 2004 . yaitu (1) pemanfaatan materi atau bahan ajar dengan rerata skor 4.

daya serap. Hasil Belajar Mahasiswa Komponen Penilaian Tugas 1 Tugas 2 UTS Tugas 3 Tugas 4 UAS Rerata Akhir Rerata Nilai 7.12 3.05 3.5 77.1 72. dan ketuntasan belajar.62 7. dengan rerata nilai akhir mahasiswa mencapai 7.62 3.ISSN 0215 .9 75.95 4.13 4. Ketuntasan belajar mahasiswa pada setiap akhir siklus juga menunjukkan kategori baik.7 86.16 4. Hasil belajar mahasiswa disajikan pada Tabel 3.2 91.86 Rerata Skor Siklus 2 Siklus 3 3.07 3.4%.91 4.13 4.97 3.2 Hasil Belajar Mahasiswa Hasil belajar mahasiswa dilihat dari rerata nilai akhir.25 7.0 86.12 4.70 7.1.4 Rerata Ketuntasan Belajar (%) 75.95 4.5 Rerata nilai dan daya serap mahasiswa pada setiap akhir siklus menunjukkan kategori baik.88 3.9 73.09 4.0 76.54 dan daya serap mencapai 75.54 Rerata Daya Serap (%) 71.37 7.90 3.02 3.91 4.02 4. dengan rerata ketuntasan belajar pada _____________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja.80 3.01 4.05 4. Tabel 3.06 3.90 3.19 7.9 87.03 152 Siklus 4 4. No.79 7.03 4.89 3. 4 TH.02 4.02 4. Rerata Skor Penilaian Indikator Kualitas Proses Pembelajaran Indikator Kualitas Proses Pembelajaran Interaksi mahasiswa Pemanfaatan waktu belajar Pemanfaatan potensi belajar Pemanfaatan materi / bahan ajar Kegunaan konteks isi silabus dengan kehidupan Langkah-langkah pembelajaran Pemanfaatan fasilitas / media pembelajaran Rerata Semua Indikator Siklus 1 3.8250 Tabel 2.87 4.11 88.7 72.06 4. XXXVII Oktober 2004 .09 4.2 77.

serta akurasi pemecahan masalah yang masih kurang.5%. Interaksi dalam mengerjakan tugas didominasi oleh satu dua orang mahasiswa yang mempunyai kemampuan akademik lebih tanpa berusaha untuk memotivasi rekan-rekan dalam kelompoknya.1. upaya peningkatan hasil belajar mahasiswa dalam mata kuliah Komputer Akuntansi III melalui implementasi strategi pembelajaran kontekstual berbasis masalah dapat dinyatakan berhasil. diupayakan untuk dapat diperbaiki secara _____________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja.8250 153 akhir semester mencapai 87. Pencapaian kompetensi dasar yang dinilai masih kurang. Hal ini ditunjukkan dengan indikator rancangan pemecahan masalah. baik pada rancangan tampilan program maupun rancangan menu program. Hasil analisis rerata skor penilaian persepsi mahasiswa menunjukkan bahwa mahasiswa responsif terhadap diterapkannya strategi pembelajaran kontekstual berbasis masalah dengan rerata skor penilaian berada pada kisaran baik hingga sangat baik. No.3 Hasil Penilaian Respons Mahasiswa Pada akhir siklus 4 dilakukan penilaian persepsi mahasiswa terhadap penerapan strategi pembelajaran kontekstual berbasis masalah. XXXVII Oktober 2004 . Berdasarkan ketiga aspek tersebut.2 Pembahasan Hasil evaluasi dan observasi proses pembelajaran pada siklus 1 menunjukkan pemanfaatan waktu belajar termasuk kategori baik. dilakukan refleksi agar dapat mengoptimalkan proses pembelajaran serta meningkatkan hasil belajar mahasiswa.19. Rerata skor penilaian semua indikator persepsi mahasiswa terhadap penerapan strategi pembelajaran kontekstual berbasis masalah adalah 4. 4 TH. Berdasarkan evaluasi dan kendala-kendala yang ditemui selama siklus 1. 3. Hal ini merupakan modal awal agar proses pembelajaran dapat mencapai tujuan yang diinginkan. kesesuaian pemecahan masalah.ISSN 0215 . Evaluasi terhadap tugas yang dikerjakan secara berkelompok menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam memecahkan masalah masih kurang. 3.

Berdasarkan evaluasi dan kendala-kendala yang ditemui selama siklus 2. namun pada siklus ini masih terdapat satu indikator yang belum memenuhi kriteria keberhasilan. sedangkan indikator-indikator yang belum mencapai kategori baik dilakukan penyempurnaan. Hal ini ditunjukkan dengan indikator kesesuaian pemecahan masalah. Hal ini dapat dilihat dari rancangan database yang dikembangkan _____________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja. Walaupun kualitas proses pembelajaran dan hasil belajar mahasiswa mengalami peningkatan. Kemampuan mahasiswa dalam menerjemahkan konteks isi pelajaran dan manfaatnya dalam kehidupan dinilai masih kurang. 4 TH.ISSN 0215 . dilakukan refleksi untuk dapat mengoptimalkan proses pembelajaran serta meningkatkan hasil belajar mahasiswa. Mahasiswa masih mengalami kesulitan dalam membuat suatu kode program dengan menggunakan struktur kontrol keputusan maupun menggunakan struktur kontrol pengulangan. Indikator kualitas proses pembelajaran yang sudah mencapai kategori baik hingga siklus 2 tetap dipertahankan. Hal ini ditunjukkan oleh indikator pemanfaatan materi atau bahan ajar dan indikator pemanfaatan fasilitas atau media pembelajaran yang memenuhi kategori baik hingga sangat baik. XXXVII Oktober 2004 . dan akurasi pemecahan masalah yang masih kurang. Hasil evaluasi dan observasi proses pembelajaran pada siklus 2 menunjukkan ada peningkatan kualitas. Indikator kualitas proses pembelajaran yang sudah mencapai kategori baik tetap dipertahankan. Walaupun kualitas proses pembelajaran dan hasil belajar mahasiswa mengalami peningkatan. Hasil evaluasi dan observasi proses pembelajaran pada siklus 3 menunjukkan ada peningkatan kualitas yang signifikan. yaitu indikator kegunaan konteks isi silabus dalam kehidupan.03. sedangkan indikator-indikator yang belum mencapai kategori baik dilakukan penyempurnaan. namun masih dijumpai beberapa kendala. Evaluasi terhadap tugas yang dikerjakan secara berkelompok menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam memecahkan masalah masih perlu ditingkatkan.8250 154 bersama-sama. Indikator kinerja sudah tercapai pada akhir siklus 3 dengan rerata skor untuk semua indikator kualitas proses pembelajaran adalah 4. No.

XXXVII Oktober 2004 . dengan rerata nilai akhir mahasiswa adalah 7.5%.07. Namun demikian. (b) pelajaran yang berasosiasi dengan dunia nyata. daya serap 75. Sebenarnya terdapat banyak hal dari situasi dunia nyata (dalam bidang akuntansi) yang dapat direkonstruksi kembali oleh mahasiswa (dalam suatu program komputer) sehingga mahasiswa memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan dalam dunia kerja mereka sehari-hari.8250 155 mahasiswa belum menunjukkan hasil yang optimal. berdasarkan hasil analisis indikator-indikator kualitas proses pembelajaran dirasakan sangat sulit untuk dapat memberikan pemahaman tentang kegunaan konteks isi silabus (mata kuliah) dalam kehidupan sehari-hari. 4 TH. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa bekerja keras untuk mencapai tujuan pembelajaran. dan ketuntasan belajar mencapai 87.ISSN 0215 . serta (c) meningkatnya interaksi dosen – mahasiswa. Pada akhir siklus 4.4%. baik secara mandiri maupun secara berkelompok. Hasil belajar mahasiswa menunjukkan kategori baik. dan selanjutnya memanfaatkan kembali pemahaman pengetahuan dan kemampuannya dalam konteks di luar sekolah untuk menyelesaikan kasus atau permasalahan dunia nyata. dilakukan refleksi agar dapat memotivasi mahasiswa memahami kegunaan konteks isi silabus dalam kehidupan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Smith (2003) yang menunjukkan bahwa pembelajaran kontekstual berpengaruh terhadap hasil belajar melalui: (a) meningkatnya aktivitas. Berdasarkan evaluasi dan kendala-kendala yang ditemui selama siklus 3. Sebagaimana dinyatakan oleh Nurhadi dan Senduk (2003:11) bahwa pembelajaran kontekstual merupakan strategi pembelajaran dimana guru atau dosen menghadirkan situasi dunia nyata ke dalam kelas dan mendorong mahasiswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari.54. rerata skor penilaian untuk semua indikator kualitas proses pembelajaran mencapai 4. Hasil ini juga didukung oleh Nurani (2003:13) bahwa metode yang tepat digunakan untuk kondisi dimana peserta didik dituntut untuk pandai _____________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja. No.

membantu dalam mengungkapkan buah pikiran sendiri. mengarahkan konsentrasi mahasiswa pada suatu konsep yang dipelajari. Rerata skor penilaian kualitas proses pembelajaran termasuk kategori baik hingga sangat baik dengan rerata mencapai 4. 4.8250 156 memprogram data komputer adalah metode praktikum dengan pemecahan masalah. Penutup Berdasarkan analisis dan pembahasan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa upaya peningkatan kualitas pembelajaran Komputer Akuntansi III melalui implementasi strategi pembelajaran kontekstual berbasis masalah dapat dinyatakan berhasil. No. dan meningkatkan tanggapan atau respons.07. Evaluasi terhadap persepsi mahasiswa menunjukkan mahasiswa memberikan respons yang positif terhadap penerapan strategi pembelajaran kontekstual berbasis masalah. et.ISSN 0215 . Mahasiswa memberikan apresiasi yang sangat tinggi pada beberapa indikator diantaranya strategi pembelajaran kontekstual berbasis masalah mampu memotivasi mahasiswa untuk menggunakan kekuatan diri sendiri.al (2001) juga menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis masalah (problem-based learning) mampu meningkatkan keterampilan dalam berkomunikasi. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Lynch dan Harnish (2003) bahwa pembelajaran kontekstual dapat memotivasi mahasiswa sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif. 4 TH. serta memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengemukakan pandangan-pandanganya. Hasil belajar mahasiswa _____________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja. Penelitian yang dilakukan oleh Seneviratne. mampu menumbuhkan kepercayaan pada diri sendiri. Strategi pembelajaran kontekstual berbasis masalah mampu mengkondisikan mahasiswa untuk mengembangkan dan mengoptimalkan kemampuannya sehingga terjadi peningkatan kemampuan mahasiswa dalam memecahkan masalah-masalah akuntansi yang diimplementasikan dalam program komputer.19. dengan rerata skor penilaian mencapai 4. XXXVII Oktober 2004 . keterampilan memecahkan masalah.

serta meluangkan waktu untuk mempersiapkan perkuliahan sebagaimana mestinya. Contextual Teaching.4%. Internet: http://www. Strategi Belajar Mengajar. Lynch. dosen harus paham betul tentang pembelajaran kontekstual. Materi Pokok Strategi Pembelajaran. Professional Learning.edu/teachnet/ Djamarah. Cetakan II.cewwisc. M. daya serap mencapai 75. bagaimana mengimplementasikannya. XXXVII Oktober 2004 . 2 December 2000. Internet: http://www. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka. Myers. No.pdf [10 Juni 2004]. Nurani. dan bagaimana mengevaluasinya. Syaiful Bahri dan Aswan Zain. serta ketuntasan belajar mencapai 87. and Harnish. Yuliani. 2003.5%. Robert. 2003.19. M. Richard L. dapat disarankan agar kompetensi dasar perlu dijabarkan lebih nyata sehingga indikator pencapaian hasil belajar dapat terukur dengan jelas.54.uga. and Student Experiences: Lessons Learned From Implementation .edu/ ctl/Final. Penilaian persepsi mahasiswa menunjukkan bahwa mahasiswa responsif terhadap diterapkannya strategi pembelajaran kontekstual berbasis masalah dengan rerata skor penilaian mencapai 4.pdf [12 Februari 2004]. Internet: www. Di samping itu. 4 TH. and Wilson. Problem-Based Learning and Technology. 2002.ISSN 0215 . Education Brief. DAFTAR PUSTAKA Clifford. No. 2004. 2000. _____________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja. D.edu/ete/pbl.8250 157 menunjukkan kategori baik dengan rerata nilai akhir mahasiswa adalah 7. Jakarta: PT Rineka Cipta. Cetakan I. Dalam rangka implementasi kurikulum berbasis kompetensi yang diintegrasikan dengan strategi pembelajaran kontekstual. Implementing Contextual Teaching and Learning by Novice Teachers.coe.cotf.

2. Internet: http://www. Cetakan ke-7. Aneka Widya: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran. 2001. dan Noehi Nasoetion. 2001. I M Karunathilake. Vol. July 2001:379-381. University of Colombo. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka. Seneviratne.pdf [10 Juni 2004]. 2003. No. Smith. Kuswaya Wihardit. Metodologi Penelitian Pendidikan. Materi Pokok Penelitian Tindakan Kelas. D D Samarasekera. 4 TH.edu/ctl/BSmith. Ann Acad Med Singapure. Pembelajaran Kontekstual dan Penerapannya Dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi.ISSN 0215 . No. Metodologi Pembelajaran Kontekstual Berdasarkan Kurikulum Berbasis Kompetensi. No. 30 April 2004. Bettye P. 2001. I Wayan dan I Dewa Ketut Sastrawidana. 2004. Cetakan I. G. 2003. Redana. XXXVII Oktober 2004 . Thn XXXIV.. Makalah disampaikan dalam “Lokakarya Pengembangan Metodologi Pembelajaran Proyek TPSDP Jurusan Administrasi Niaga Politeknik Negeri Bali” di Kampus Bukit Jimbaran. Malang: Penerbit Universitas Negeri Malang. 2003. No. a High School Family and Consumer Sciences Novice Teacher.coe. _____________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja. April 2001: 25 – 36. and G G Ponnamperuma.8250 158 Nurhadi dan Senduk. Surabaya: Penerbit SIC. Student’s Perception of Problem-based Learning in the Medical Curriculum of the Faculty of Medecine.uga. I Nyoman. Cetakan II. 2003. Tantra. Wardani. Implementing Contextual Teaching and Learning: Case Study of Cindy. Aneka Widya: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran. 30. Intensifikasi Strategi Pemecahan Masalah Sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Bertanya dan Hasil Belajar Siswa SLTP Negeri 6 Singaraja. Januari 2003: 93 – 105. 1. Thn XXXVI. Sugiarta. R De A. A. Dewa Komang. 4. Riyanto. Yatim. IGAK. Pembelajaran Generatif dengan Strategi Pemecahan Masalah untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Kimia Dasar II.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->