LAPORAN HASIL PRAKTIKUM FISIKA DASAR I

“ BANDUL FISIS ”

Di Susun oleh: Gentayu Syarifah Noor (062110005) Ipah Latifah (062110051)

Tanggal: 27 Desember 2010

Fakultas MIPA KIMIA

UNIVERSITAS PAKUAN BOGOR 2010-2011

BAB 1 Pendahuluan 1. 1. Salah satu contoh getaran harmonik adalah bandul fisis. Am = amplitudo. dan diayun dengan sudut simpangan tidak benar.2 Dasar Teori Getaran merupakan gerak bolak-balik yang periodik. diikat pada tali panjang(L).1 Tujuan Percobaan  Mengenal sifat-sifat bandul fisis  Menentukan pusat massa benda tegar  Menghitung percepatan gravitasi g 1. Setiap benda yang bergetar akan bergetar dengan frekuensi alamiahnya sendiri pada getaran harmonik. w = frekuensi angular q0 = sudut fasa awal . Gerak harmonik sederhana Gerak harmonik sederhana (GHS) mempunyai persamaan gerak dalam bentuk sinusiodal dan digunakan untuk menganalisis suatu gerak periodik tertentu. Bandul fisis adalah bandul sederhana dengan beban massa (m). Gerak harmonik sederhana dapat dibedakan menjadi 2 bagian yaitu a) GHS Linier b) GHS Angular Kinematika GHS Simpangan x(t) = Am sin (wt +q0) keterangan : x = simpangan.

... 2.Mga1 .(2) tanda miinus menunjukkan arah momen gaya berlawanan dengan sudut θ untuk sudut θ yang kecil (‫׀‬θ‫<׀‬10oC) maka :  = .... Kesetimbangan gayanya adalah: Bila amplitudo getaran tidak kecil namun tidak harmonik sederhana sehingga periode mengalami ketergantungan pada amplitudo dan dinyatakan dalam amplitudo sudut q0.... Sifat-sifat bandul fisis :     Setara dengan gerak pegas Gerak harmonis Gerak tegar Gerak melingkar Jika C pusat massa bandul fisis dan A adalah titik gantung maka besarnya momen gaya pada bandul adalah :  = Mga1 . Jika masing-masing batang dan keping logam dietahui......Contoh-contoh Gerak Harmonik Sederhana 1..... θ (θ dalam radian) . sehngga dari persamaan tersebut dapat di tentukan periode gerak bandul fisis yaitu : . Gaya yang menyebabkan bandul ke posisi kesetimbangan dinamakan gaya pemulih yaitu mg sin q dan panjang busur adalah s = lq.. pusat massa benda tegar dapat di tentukan dengan rumus : Pm = Ori..... maka pusat massa bdul fisis dapat ditentukan.....mi Pada massa batang homogen adalah di tengah-tengah batang...... Bandul Fisis Bandul fisis merupakan benda tegar.. Sinθ a1 = jarak AC ... sedangkan pusat massa dua keping logam homogen juga di tengah-tengah keping.(3) Rumus tersebut setara dengan persamaan Hooke untuk gaya pegas.. Bandul Matematis atau Bandul sederhana Bandul matematik adalah sebuah bandul dengan panjang I dan massa m dan membuat GHS dengan sudut kecil (f <<).....

......(7) Dari kedua persamaan diatas dapat diperoleh : g= ......................T1 = √ = momen inersia bandul ....(5) Dengan demikian persamaan tersebut dapat di tulis sebagai : T1 = 2π √ ............. .....................(4) Momen inersia bandul I dapat di tulis sebagai : I = M (k2 + a12) k = jari-jari .............(8) Bandul fisis memperhitung momen inersia yaitu kecenderungan benda tegar melakukan gerak rotasi........(6) Jika B dijadikan titik gantung (jarak BC = a2)....... aka akan didapatkan bandul fisis yang lain yang waktu getarnya adalah : T2 = 2π √ ....................... Bandul fisis memberikan torka pemulih sebesar t = Ia........

BAB II Alat dan Bahan Alat dan Bahan : Bandul fisis terdiri dari:     Dua keping logam yang diletakkan pada batang logam (yang berlubang-lubang) dengan pasak Poros penggantung Stopwatch Mistar .

Dilakukan langkah No.5 dan 6 sampai langkah 8. ini dapat dihitung dengan g dengan menggunakan persamaan 8 9.4. Diamati waktu ayunan penuh (kira-kira 2 menit) untuk sekian (=x) ayunan penuh 6. yaitu: 1. Dipilih titik B sebagai titik gantung. suhu ruangan dan tekanan udara ruangan dicatat terlebih dahulu. Ditimbang batang dan keping logam 2. Dipilih titik A sebagai titik gantung pada batang 4. Dipindahkan keping logam ke posisi lainnya (tidak di tengah-tengah batang) 12. Metode percobaan dilakukan dengan 3 cara. Diulangi langkah No 3 sampai No 8. Diamati waktu yang diperlukan untuk 25 getaran 5. Diulang langkah no 4 7. Diukur kedudukan keping logam pada batang (dari sisni dapat ditentukan pusat massa bandul fisis) 13. Diulang langkah No 11.12 dan 13 . diukur jarak AB = (a1 + a2 ) 8. dengan demikian pusat massa masih terletak di tengah-tengah batang 10. Dipasang eping logam di tengah-tengah batang.BAB III Cara Kerja Sebelum percobaan dilakukan. 11. Digunakan mula-mula batang berlubang-lubang sebagai bandul fisis (pusat massa ada di tengah-tengah batang) 3.

45 38.598 a2 (cm) 45 45 45 t2 (s) 40.5 48.20 923.26 1.79 a2 (cm) 10 10 10 ∑getaran 112 110 111 T2 1.3 Dengan Beban (2 menit) No.89 808.18 1029.045 4.25 1.411 a2 (cm) 35 35 35 t2 (s) 31.562 1.04 38.94 1009.06 4.554 1.96 T1 1.33 T2 1.76 1.5 t1 (s) 41 38.96 1107.07 1.08 g (cm/s2) 985.558 1. 1 2 x a1 (cm) 59 59 59 t1 (s) 39.64 1.26 g (cm/s2) 1048. 1 2 x a1 (cm) 48.618 1.2.1 Tanpa Beban (25 getaran) No.96 35.2.556 1.92 Ket : T = g= .86 39.2 Tabel pengamatan 4.86 1046.51 31.2.2 Dengan Beban (25 getaran) No.82 1.91 39.09 1.28 T1 1.BAB IV Perhitungan dan Pembahasan 4.1 Data Pengamatan Keadaan ruangan Sebelum percobaan Sesudah percobaan P (cm)Hg 755 755 T (0C) 28 28 C (%) 70 76 4.15 31.586 g (cm/s2) 1037.5 48. 1 2 x a1 (cm) 84 84 84 ∑getaran 66 68 67 T1 1.66 T2 1.

598 Ta2 = T1 = T2 = x = xtotal = = 1.556 s = = 1.586 = 1.3 Data Perhitungan a) Tanpa Beban ( 25 getaran )  Mencari Nilai T (s) Ta1 = T1 = T2 = x = = 1.64 s = 1.4.89 cm/s2 g2 = – g2 = .592  g= g1 = – g1 = g1 = g1 = g1 = = 1037.554 s = = = 1.618 s = 1.

62 cm/s2 = 1289.26±251.558 s = 1.g2 = = x = = = 1540.37) Tingkat kepercayaan 68% Tingkat ketelitian = ( 1 – ) = 0.26 cm/s2 Δg =√ =√ =√ = 251.81 x 100% = 81 % b) dengan Beban ( 25 getaran )  Mencari Nilai T (s) Ta1 = T1 = T2 = x = = 1.37 Pelaporan lengkap adalah : g ± Δg = (1289.411 s Ta2 = T1 = T2 = x = = 1.25 s = = 1.404 .260 s = = 1.562 s = 1.

88 Pelaporan lengkap adalah : g ± Δg = (1029.1 cm/s2 Δg =√ =√ =√ = 19.94 cm/s2 g2 = – g2 = g2 = g2 = x = = = 1009.18 cm/s2 = 1029.2±19.408  g= g1 = – g1 = g1 = g1 = g1 = = 1048.88) .xtotal = = = 1.

435  g= g1 = – g1 = g1 = g1 = g1 = = 985.425 = 1.09 s = = = 1.07 s = = 1.96 cm/s2 .981 x 100% = 98.76 s = 1.1 % c) dengan Beban ( 2 menit )  Mencari Nilai T (s) Ta1 = T1 = T2 = x = = 1.82 s = 1.Tingkat kepercayaan 68% Tingkat ketelitian = ( 1 – ) = 0.445 s Ta2 = T1 = T2 = x = xtotal = = 1.

95) Tingkat kepercayaan 68% Tingkat ketelitian = ( 1 – ) = 0.g2 = – g2 = g2 = g2 = x = = = 1107.87 cm/s2 = 1046.2 % .92±60.92 cm/s2 Δg =√ =√ =√ = 60.942 x 100% = 94.95 Pelaporan lengkap adalah : g ± Δg = (1046.

dkk. 2007. 2006.Daftar Pustaka Sutresna. Maria. Giancoli. Bali Suharsini. Kuswati. Nana. Wibawa. Jakarta: Ganeca. Tine Maria. Fisika untuk SMA kelas XII semestre I. Douglas C. Penuntun Praktikum Fisika Dasar (Farmasi). 2001. Bandung: Grafindo Media Pratama. Jilid 2. . Sains Kimia untuk SMA kelas 3. Jakarta: Bumi Aksara. Jakarta : Erlangga. Kimia dan Kecakapan Hidup. 2005. 2007. Física Edisi relima. I Made Satriya.