ASKEP PLASENTA PREVIA

disusun untuk memenuhi tugas mata ajaran Caring

oleh Paian Tua
301470108021

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SANTO BORROMEUS 2010
PLASENTA PREVIA

A. Pengertian  Plasenta previa adalah plasenta yang ada didepan jalan lahir (prae = di depan ; vias = jalan). Jadi yang dimaksud ialah plasenta yang implantasinya tidak normal, rendah sekali hingga menutupi seluruh atau sebagian ostium internum. (Obstetri Patologi;UNPAD)  Plasenta previa adalah posisi plasenta yang berada di segmen posterior maupun anterior, sehingga perkembangan plasenta yang sempurna menutupi os serviks(Helen Varney,jan M.Krebs,carolyn L.Gregor;2006) Plasenta previa adalah plasenta yang letaknya abnormal, yaitu pada segmen bawah uterus sehingga dapat menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir.

B. Etiologi Plasenta previa meningkat kejadiannya pada keadaan-keadaan yang endometriumnya kurang baik, misalnya karena atrofi endometrium atau kurang baiknya vaskularisasi desidua. Keadaan ini bisa ditemukan pada : 1. Multipara, terutama jika jarak antara kehamilannya pendek. 2.Mioma uteri. 3.Koretasi yang berulang. 4.Umur lanjut. 5.Bekas seksio sesarea. 6.Perubahan inflamasi atau atrofi, misalnya pada wanita perokok atau pemakai kokain. Hipoksemi yang terjadi akibat karbon monoksida akan dikompensasi dengan hipertrofi plasenta. Hal ini terjadi terutama pada perokok berat (lebih dari 20 batang perhari). Keadaan endometrium yang kurang baik menyebabkan plasenta harus tumbuh menjadi luas untuk mencukupi kebutuhan janin. Plasenta yang tumbuh meluas akan mendekati atau menutupi ostium uteri internum.

terutama pada multigravida pada kehamilan setelah 20 minggu. sambil mendorong sedikit kepala janin kearah pintu atas panggul. b. perlahan-lahan raba seluruh forniks dengan jari perabaan lunak bila antara jari dan kepala terdapat plasenta. disebut pemeriksaan dalam diatas meja operasi (PDMO) caranya sebagai berikut : a. Bila kanalis servikalis telah terbuka.Pemeriksaan melalui kanalis servikalis. Hanya bermakna bila janin presentasi kepala. seperti pada eritroblastosis. tanpa sebab. ada kelainan letak janin. bagian terbawah janin biasanya belum masuk pintu atas panggul. Manifestasi klinis Anamnesis : Perdarahan jalan lahir berwarna merah segar tanpa rasa nyeri.Perabaan forniks. Bekuan darah dapat dikelirukan dengan plasenta. Penentuan letak plasenta secara langsung baru dikerjakan bila fasilitas lain tidak ada dilakukan dalam keadaan siap operasi. b. . Pengertian  Solutio Plasenta adalah lepasnya plasenta dengan implantasi normal sebelum waktunya pada kehamilan yang berusia di atas 28 minggu.Endometrium yang kurang baik juga dapat menyebabkan zigot mencari tempat implantasi yang lebih baik. (Arif Mansjoer. Kapita Selekta edisi 3 jilid 1. diabetes mellitus. setelah pada perabaan forniks dicurigai adanya plasenta previa. Media Aeskulapius. Plasenta previa juga dapat terjadi pada plasenta yang besar dan yang luas.Pemeriksaan inspekula : perdarahan berasal dari ostium uteri eksternum. Pemeriksaan fisik : a. atau kehamilan multipel. SOLUTIO PLASENTA A. jangan sekali-sekali berusaha menyusuri pinggir plasenta seterusnya karena mungkin plasenta akan terlepas dari insersinya. perlahan-lahan masukkan jari telunjuk kedalam kanalis servikalis untuk meraba kotiledon plasenta. 2001).Pemeriksaan luar. yaitu di tempat yang rendah dekat ostium uteri internum. C.

 Solutio Plasenta adalah terlepasnya plasenta yang letaknya normal pada korpus uteri sebelum janin lahir. Chrisdiono. dimana plasenta yang tempat implantasinya normal (pada fundus atau korpus uteri) terkelupas atau terlepas sebelum kala III. Dr. M.2003)  Solutio Plasenta adalah pelepasan sebagian atau seluruh plasenta yang normal implantasinya antara minggu 22 dan lahirnya anak. Ilmu Kebidanan Jakarta. disertai perdarahan pervaginam. Nama lain dari Solutio Plasenta adalah:     Abrupsio Plasenta Ablasio Plasenta Accidental Haemorarrhge Premature Separation Of The Normally Implanted Placenta . 1992 ). (Dr. pada masa kehamilan atau persalinan. Achadiat. FKU Padjadjaran Bandung. 1984)  Terlepasnya sebagian atau seluruh plasenta yang implantasinya normal. (Prof. Hanifa Wikryosastro. sebelum janin dilahirkan. pada usia kehamilan 20 minggu.  Solutio Plasenta adalah suatu keadaan dalam kehamilan viable. PT Gramedia. (Obstetri dan Ginekologi.SP.

preeklamsia. atau menembus selaput ketuban masuk ke dalam kantong ketuban atau mengadakan ekstravasasi di antara serabut-serabut otot uterus. sehingga sebagian dan akhirnya seluruh plasenta terlepas dari dinding uterus. Umur lanjut 2. Multiparitas. Defisiensi ac. dan tanda serta gejalanya pun tidak jelas. tapi diduga bahwa hal-hal tersebut dapat disebabkan karena: 1. Trauma Disamping itu ada pengaruh: 1. Akibatnya. Multi Paritas 3. hematoma retroplasenter akan bertambah besar. Konsumsi alkohol 7. Patofisiologi Solutio Plasenta Perdarahan dapat terjadi dari pembuluh darah plasenta atau uterus yang membentuk hematoma pada desidua. eklamsia) 2. umur ibu yang tua 3. Uterus yang tiba-tiba mengecil (hidramnion. defisiensi asam folat 7. Tali pusat pendek 4. yang pada pemeriksaan didapatkan cekungan pada permukaan maternalnya dengan bekuan darah lama yang berwarna kehitam-hitaman. Defisiensi gizi. Kejadiannya baru diketahui setelah plasenta lahir. Defisiensi gizi 5. Penyalahgunaan kokain C. Tekanan pads vena cava inferior 6. seluruh . Sebagian darah akan menyelundup di bawah selaput ketuban keluar dari vagina.B. Biasanya perdarahan akan berlangsung terus-menerus karena otot uterus yang telah meregang oleh kehamilan itu tidak mampu untuk lebih berkontraksi menghentikan perdarahannya. Merokok 6. Apabila perdarahan sedikit. peredaran darah antara uterus dan plasenta belum terganggu. Apabila ekstravasasinya berlangsung hebat. hematoma yang kecil itu hanya akan mendesak jaringan plasenta. Folicum 4. sehingga plasenta terdesak dan akhirnya terlepas. Etiologi Solutio Plasenta Sebab primer Solutio Plasenta belum jelas. gemelli anak ke-2) 5. Hipertensi dalam kehamilan (penyakit hipertensi menahun.

Apabila sebagian besar atau seluruhnya terlepas. atau akibat nekrosis korteks ginjal mendadak yang biasanya berakibat fatal. KU pasien lebih buruk dari jumlah darah yang keluar 7. Akibatnya. Perfusi ginjal akan terganggu karana syok dan pembekuan intravaskuler. Manifestasi Klinis Solutio Plasenta 1. Hal ini disebut uterus Couvelaire. Nasib janin tergantung dari luasnya plasenta yang terlepas dari dinding uterus. yang akan menghabiskan sebagian besar persediaan fibrinogen. Auskultasi DJJ sering negatif 6. Oliguria dan proteinuria akan terjadi akibat nekrosis tubuli ginjal mendadak yang masih dapat sembuh kembali. Kriteria diagnosis Anamnesis Perdarahan timbul akibat adanya trauma pada abdomen atau timbul spontan akibat adanya penyulit pada kehamilan yang merupakan predisposisi solusio plasenta. akan tetapi juga pada alat-alat tubuh lainnya. banyak tromboplastin akan masuk ke dalam peredaran darah ibu. Fundus uteri makin lama makin naik 5. Waktu. Palpasi janin sulit karena rahim keras 4. hipertensi kronik. Pasien kelihatan pucat. Perdarahan pervaginam disertai rasa nyeri di perut yang terus menerus. Akibat kerusakan jaringan miometrium dan pembekuan retroplasenter. terjadi hipofibrinogenemi yang menyebabkan gangguan pembekuan darah tidak hanya di uterus. 2. multi paritas. sehingga terjadi pembekuan intravaskuler di mana-mana. makin hebat umumnya komplikasinya D. dan nasib janin. Makin lama sejak terjadinya Solutio plasenta sampai selesai. preeklampsia. kelainan ginjal. Sering terjadi renjatan (hipovolemik dan neurogenik) 8. atau mengakibatkan gawat janin. sangat menentukan hebatnya gangguan pembekuan darah. menurut orang yang pertama kali menemukannya. Faktor predisposisi solusio plasenta antara lain : usia ibu semakin tua. mungkin tidak berpengaruh sama sekali. Uterus seperti itu akan terasa sangat tegang dan nyeri. ketuban pecah pada . gelisah dan kesakitan E. Rahim keras seperti papan dan nyeri dipegang karena isi rahim bertambah dengan darah yang berkumpul di belakang plasenta hingga rahim teregang (uterus enbois. wama darah merah kehitaman.permukaan uterus akan berbercak biru atau ungu. wooden uterus). 3.

bagian-bagian janin sulit diraba. Pelvimetri Klinis : dilakukan pada kasus yang akan dilahirkan per vaginam dengan usia gestasi 36 minggu atau TBJ 2500 gram. apakah encer atau disertai bekuan darah. berapa pembukaan. apakah ada kelainan letak atau pertumbuhan janin terhambat.kehamilan preterm.Solutio Plasenta ringan    tanpa rasa sakit pendarahan kurang dari 500cc warna akan kehitam-hitaman plasenta lepas kurang dari 1/5 bagian . Apakah tampak pembukaan serviks. Inspekulo : apakah perdarahan berasal dari ostium uteri atau dari kelainan serviks dan vagina. Solutio Plasenta dibagi menjadi 3: a. Hati-hati adanya tanda pra renjatan (pra syok) yang tidak sesuai dengan jumlah perdarahan yang keluar pervaginam. Periksa Dalam : perabaan fornises hanya dilakukan pada janin presentasi kepala. riwayat solusio plasenta sebelumnya. F. disertai rasa nyeri pada daerah perut akibat kontraksi uterus atau rangsang peritoneum. Sering terjadi pasien tidak lagi merasakan adanya gerakan janin. apa presentasi janin. Nilai keadaan serviks. selaput ketuban. Pemeriksaan Status Generalis Periksa keadaan umum pasien dan tanda-tanda vital. Nilai warna darah. Pembagian Solutio Plasenta Plasenta yang terlepas semuanya disebut Solutio Plasenta Totalis. bagian janin atau plasenta. dan mioma uteri. Plasenta yang terlepas sebagian disebut Solutio Plasenta Parsial. dan adakah kelainan di daerah serviks dan vagina. berwarna kehitaman. Darah yang keluar tidak sesuai dengan beratnya penyakit. Plasenta yang terlepas hanya sebagian kecil pinggir plasenta disebut Ruptura Sinus Marginalis. apakah persalinan dapat terjadi kurang dari 6 jam. merokok. trombofilia. jumlahnya. pengguna kokain. usia gestasi di atas 28 minggu dan curiga plasenta praevia. Pemeriksaan Status Obstetri Periksa Luar : uterus terasa tegang atau nyeri tekan. bunyi jantung janin sering tidak terdengar atau terdapat gawat janin.

CBC. Pendarahan dan syok 2. Keadaan janin Kardiootokografi. Laennec. BT.palpasi janin sukar janin telah meninggal G.Solutio Plasenta sedang     Bagian janin masih teraba Pendarahan antara 500-100cc Terjadi fetal distress Plasenta lepas kurang dari 1/3 bagian c. kadar fibrinogen. Komplikasi Solutio Plasenta 1. Apoplexi uteroplasentair (uterus couvelaire) 4. C T. waktu protrombin.Solutio Plasenta berat   abdomen nyeri. waktu tromboplastin parsial. USG Menilai letak plasenta. trombosit. gen elektrolit plasenta. Pemeriksaan Penunjang 1. 2. usia kehamilan dan keadaan janin secara keseluruhan. Elektrolit(bila perlu). waktu pembekuan. Hypofibrinogenaemi 3. 3. hematokrit. Laboratorium Hemoglobin. fibrinogen diatas 250mg % b. . Gangguan faal ginjal H. Doppler.

Terjadilah pendarahan keluar atau pendarahan nampak. selanjutnya kalau perlu 100. 2). terjadilah pendarahan keluar dan tersembunyi.000 S i. Untuk merangsang diurese : Mannit.ulangi dengan 1 botol lagi dan ditunggu sampai lahir. Mannitol diurese yang baik lebih dari 30-40cc/jam. Dengan langkah ini biasanya sebagian besar kasus dapat diselesaikan dengan baik (90%). sedangkan bagi yang gagal dapat dilakukan SC emergency. mencari jalan keluar antara selaput janin dan dinding rahim dan pada akhirnya keluar dari serviks. . Transfusi darah (1x24 jam) bila anemia (HB kurang dari 10. apalagi jika janin telah meninggal.v. Kadang darah tidak keluar tetapi berkumpul di belakang plasenta membentuk hematom retroplasentair. dipacu dengan Oksitosin 10 IU dalam larutan Saline 500cc. Khusus a). Pengobatan 1). b).pendarahan ini disebut pendarahan kedalam atau pendarahan tersembunyi Pendarahan juga dapat terjadi keluar tetapi sebagian masuk kedalam ruang amion.0%). Umum     pemberian darah yang cukup pemberian O2 pemberian antibiotik pada syok yang berat diberi kortikosteroid dalam dosis tinggi. Terhadap hypofibrinogenaemi   substansi dengan human fibrinogen 10 g atau darah segar.000 S/jam dalam infus. Pada Solutio plasenta darah dari tempat pelepasan. Penatalaksanaan Solutio Plasenta a. Konservatif     Hanya untuk Solutio plasenta derajat ringan dan janin masih belum cukup bulan. Apabila ketuban telah pecah. menghentikan fibrinolyse dengan trasylol ( proteinase inhibitor) 200. kemudian ditunggu sampai lahir pervaginan. b.I. Bila 1 botol tersebut belum lahir.

Obstetris .Perbedaan Solutio plasenta dengan Pendarahan tersembunyi dan pendarahan keluar : Pendarahan tersembunyi    Pelepasan biasanya komplit sering disertai toksemia hanya merupakan 20% dari Solutio plasenta Pendarahan keluar    Biasanya inkomplit jarang disertai toxaemia merupakan 80% dari Solutio plasenta Perbedaan Solutio plasenta dengan plasenta previa: Solutio Plasenta        Pendarahan dengan nyeri pendarahan segera disusul partus pendarahan keluar hanya sedikit palpasi sukar bunyi jantung anak biasanya tidak ada pada toucher tidak teraba plasenta tapi ketuban yang terus menerus tegang ada impresi pada jaringan plasenta karena hematom Plasenta Previa        Pendarahan tanpa nyeri pendarahan berulang-ulang sebelum partus pendarahan keluar banyak bagian depan tinggi biasanya ada bunyi jantung teraba jaringan plasenta robekan selaput marginal 3).

c. Pengertian Preeclampsia Preeklampsia atau sering juga disebut toksemia adalah suatu kondisi yang bisa dialami oleh setiap wanita hamil. Pemberian infus pitocin ialah 5s dalam 500cc glukosa 5%. Hysterektomi dilakukan kalau ada atonia uteri yang berat yang tidak dapat diatasi dengan usaha-usaha yang lazim. Penyakit ini ditandai dengan meningkatnya tekanan darah yang diikuti oleh peningkatan kadar protein di dalam urine.Alasan ialah:    bagian yang terlepas meluas pendarahan bertambah hypofibrinogaenami menjelma dan bertambah Tujuan ini dicapai dengan: a. Preeklampsia umumnya muncul pada pertengahan umur kehamilan. meskipun pada beberapa kasus ada yang ditemukan pada awal masa kehamilan. . SC dilakukan    kalau serviks panjang dan tertutup kalau setelah pemecahan ketuban dan pemberian oksitosin dalam 2 jam belum juga his.Pimpinan persalinan pada Solutio plasenta bertujuan untuk mempercepat persalinan sedapat-dapatnya kelahiran terjadi dalam 6 jam. kalau anak masih hidup d. Pemecahan ketuban Pemecahan ketuban pada Solutio plasenta tidak bermaksud untuk menghentikan pendarahan dengan segera tetapi untuk mengurangi regangan dinding rahim dan dengan demikian mempercepat persalinan. Wanita hamil dengan preeklampsia juga akan mengalami pembengkakan pada kaki dan tangan. Pre Eklampsia A. b.

Faktor resiko yang lain adalah :    Riwayat tekanan darah tinggi yang khronis sebelum kehamilan. wanita gemuk. Pre-eclampsia juga lebih sering terjadi pada wanita yang sudah ada sebelumnya hipertensi. pada wanita dengan riwayat keluarga pra-eklampsia." Waktu yang paling berbahaya bagi ibu adalah 24-48 jam pascamelahirkan dan perhatian harus diberikan pada pre-eklampsia tanda-tanda dan gejala C. dan banyak lagi). Riwayat preeklampsia pada ibu atau saudara perempuan. kehamilan di usia remaja dan kehamilan pada wanita diatas 40 tahun. meskipun hal ini jarang terjadi. Epidemiologi Pre-eklampsia terjadi pada sebanyak 10% dari kehamilan. kecuali pada mereka yang memiliki riwayat keluarga hipertensi kehamilan." Hal ini disebut sebagai "praeklampsia setelah melahirkan. Etiologi preeklampsia Penyebab pasti dari kelainan ini masih belum diketahui. Tunggal paling signifikan untuk mengembangkan risiko pre-eklampsia adalah memiliki memiliki pre-eklampsia pada kehamilan sebelumnya. karena peningkatan usia ibu meningkatkan resiko ia telah sulit untuk mengevaluasi seberapa besar perubahan sebenarnya adalah ayah dan studi yang menyediakan data yang saling bertentangan mengenai hal ini. . D. Faktor faktor tersebut antara lain.B. gizi buruk. biasanya di kedua atau ketiga trimester. dan frekuensi turun secara signifikan di kehamilan kedua. Beberapa perempuan akan mengalami pre-eklampsia seawal 20 minggu. kegemukan dan gangguan aliran darah ke rahim. Factor resiko preeklampsia Preeklampsia umumnya terjadi pada kehamilan yang pertama kali. atau penyakit ginjal. kembar tiga. namun beberapa penelitian menyebutkan ada beberapa faktor yang dapat menunjang terjadinya preeklampsia dan eklampsia. Adalah jauh lebih sering terjadi pada wanita yang hamil untuk pertama kalinya. dan setelah minggu ke-32. diabetes. autoimun seperti penyakit lupus. Pre-eklampsia dapat juga terjadi pada pasca-masa melahirkan. dan pada wanita dengan kehamilan ganda (kembar. berbagai Warisan thrombophilias seperti Faktor V Leiden. Sementara ayah perubahan dalam kehamilan berikutnya sekarang diduga risiko lebih rendah. Riwayat mengalami preeklampsia sebelumnya.

tidaklah mengherankan bahwa sistem kekebalan tubuh ibu akan merespon lebih negatif terhadap kedatangan beberapa placentae di bawah keadaan tertentu. sebuah TGF-beta antagonis. meningkat pada hamil wanita yang mengalami preeklamsia. Ibu awal penolakan terhadap cytotrophoblasts plasenta mungkin menjadi penyebab tidak cukup direnovasi arteri spiralis dalam kasus-kasus yang berhubungan dengan dangkal preeklamsia implantasi. meskipun ada juga potensi yang seng dihasilkan oleh endotelium ibu. seperti plasenta yang lebih invasif dari biasanya. endoglin. Data terakhir menunjukkan bahwa stres Gadd45a mengatur sinyal peningkatan sFlt-1 ekspresi di preeklamsia. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa hipoksia dihasilkan dari memadai perfusi upregulates sFlt-1. yang menyebabkan kerusakan endotelium ibu dan pembatasan pertumbuhan plasenta. Patogenesis Meskipun banyak penelitian tentang etiologi dan mekanisme pra-eklampsia telah terjadi. menyebabkan kerusakan endotelium (lapisan pembuluh darah). dan lain yang mungkin reaksi.   Kegemukan. lupus atau rematoid arthritis. mendukung gagasan bahwa penyakit hipertensi dalam kehamilan adalah kehamilan normal adaptasi kacau. sebuah VEGF dan PlGF antagonis. Beberapa penelitian mendukung gagasan yang tidak memadai suplai darah ke plasenta sehingga melepaskan hormon tertentu atau agen kimia itu. Di samping itu. Telah didokumentasikan bahwa sel janin seperti janin erythroblasts serta janin bebas sel DNA meningkat dalam sirkulasi maternal pada wanita yang berkembang preeklamsia. dengan tingkat kadar seng melampaui sFlt-1 dalam sindrom HELLP kasus. kelainan ginjal. Kedua sFlt-1 dan seng adalah peningkatan susunan dalam semua ibu hamil sampai batas tertentu. Larut endoglin kemungkinan peningkatan susunan oleh plasenta sebagai jawaban atas suatu upregulation permukaan sel-endoglin diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh ibu. yang mengarah ke hilir hipoksia dan munculnya gejala ibu sebagai respons terhadap peningkatan susunan sFlt-1 dan Seng. patogenesis pastinya masih belum jelas. Temuan ini telah . pada ibu cenderung dengan kondisi. Seperti sel-sel pembunuh alami sangat erat terlibat dalam placentation dan sebagai placentation melibatkan ibu tingkat toleransi untuk plasenta asing yang membutuhkan sumber daya ibu atas dukungannya. Riwayat kencing manis. Tingkat kedua sFlt-1 dan seng meningkat keparahan penyakit meningkat. Recent data indicate that Gadd45a stress signaling regulates elevated sFlt-1 expression in preeclampsia. E. Mengandung lebih dari satu orang bayi. perubahan dalam metabolisme. peradangan.

yang merupakan kondisi yang lebih serius. maka sebaiknya anda segera ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Para sindrom HELLP lebih sering terjadi. Eklampsia. Perubahan pada refleks. Sakit kepala yang berat. Sindrom gangguan pernapasan dewasa tampaknya telah menjadi lebih umum. Penurunan produksi kencing atau bahkan tidak kencing sama sekali. Tetapi jika bengkak yang timbul tidak mengecil saat istirahat dan ditambah dengan gejala yang saya sebutkan diatas. . G. Ada darah pada air kencing. tidak diketahui apakah ini merupakan konsekuensi dari metode modern dukungan pernafasan daripada penyakit itu sendiri. Gejala preeklampsia yang patut di waspadai Selain bengkak pada kaki dan tangan. tetapi mungkin berbahaya seperti eklampsia itu sendiri. Dalam pendarahan otak adalah komplikasi yang dikenal hipertensi berat dalam konteks lain. Pendarahan otak adalah lesi yang dapat membunuh wanita dengan pra-eklampsia atau eklampsia. Komplikasi Eklampsia dapat terjadi setelah timbul pre-eklampsia. Nyeri perut. Gejala preeklampsia yang patut diwaspadai adalah :         Berat badan yang meningkat secara drastis akibat dari penimbunan cairan dalam tubuh. beberapa wanita hamil yang normal dapat mengalami pembengkakan pada kaki dan tangan. Pusing. Kedua ibu utama krisis sekarang dapat unheralded oleh tanda-tanda prodromal pra-eklampsia. Mual dan muntah yang berlebihan.8 persen.memunculkan hipotesis bahwa penyakit pre-eklampsia adalah suatu proses di mana sebuah lesi plasenta seperti hipoksia janin dapat meningkatkan bahan ke dalam sirkulasi ibu yang mengarah ke respons imun dan kerusakan endotel pada akhirnya mengakibatkan preeklampsia dan eklampsia. merumitkan 1 pada tahun 2000 maternities di Inggris Raya dan membawa kematian ibu 1. meskipun hal ini belum terbukti. F. protein pada urine dan tekanan darah tinggi. harus diasumsikan bahwa ini merupakan faktor predisposisi utama dalam situasi ini. mungkin sekitar 1 dalam 500 maternities.

Efek preeklampsia pada bayi Preeklampsia dapat menyebabkan gangguan peredaran darah pada plasenta. Untuk preeklampsia berat lebih baik dilakukan perawatan intensif di rumah sakit guna menjaga kondisi ibu dan bayi yang ada di dalam kandungannya.H. sereberal palsy. epilepsi. Pengobatan preeklampsia dan eklampsia Pengobatan preeklampsia dan eklampsia adalah kelahiran bayi. preeklampsia juga dapat menyebabkan terjadinya kelahiran prematur dan komplikasi lanjutan dari kelahiran prematur yaitu keterlambatan belajar. Selain itu. Hal ini akan menyebabkan berat badan bayi yang dilahirkan relatif kecil. . dan masalah pada pendengaran dan penglihatan. Jika umur bayi masih prematur. I. maka diusahakan keadaan umum pasien dijaga sampai bayi siap dilahirkan. Proses kelahiran sebaiknya dilakukan di rumah sakit dibawah pengawasan ketat dokter spesialis kebidanan. Preeklampsia ringan (tekanan darah diatas 140/90 yang terjadi pada umur kehamilan 20 minggu yang mana wanita tersebut belum pernah mengalami hipertensi sebelumnya) dapat dilakukan observasi di rumah atau di rumah sakit terggantung kondisi umum pasien. Jika umur bayi sudah cukup. maka sebaiknya segera dilahirkan baik secara induksi (dirangsang) atau operasi.

pada wanita yang terkena eklampsia juga sering mengalami kejang kejang. dan nefropati) atau penyakit thrombophilic seperti sindrom antifosfolipid berada pada risiko yang lebih tinggi untuk mengembangkan pre-eklampsia dan eklampsia. perempuan dengan penyakit vaskular yang sudah ada sebelumnya (hipertensi. cenderung terjadi lebih sering pada kehamilan pertama dan ibu-ibu muda di mana ia berpikir bahwa novel ayah paparan antigen yang terlibat.  Eklampsia (Yunani. yang akut dan mengancam kehidupan komplikasi kehamilan. Pasien dengan eklampsia adalah pada peningkatan risiko untuk pre-eklampsia / eklampsia pada kehamilan berikutnya. seperti pre-eklampsia. Selanjutnya. (Preeklamsia dan eklampsia secara kolektif disebut hipertensi gangguan kehamilan dan toksemia kehamilan. diabetes. Kondisi dengan plasenta yang besar (beberapa kehamilan. biasanya pada pasien yang telah berkembang preeklamsia. ada komponen genetik. "sebagainya bersinar"). hydatiform mol) juga faktor predisposisi untuk toksemia. Lebih lanjut. Eklampsia dapat menyebabkan koma atau bahkan kematian baik sebelum.  Pengertian Eklampsia Eklampsia merupakan kondisi lanjutan dari preeklampsia yang tidak teratasi dengan baik. Faktor risiko Eklampsia.EKLAMPSIA A. saat atau setelah melahirkan. Selain mengalami gejala preeklampsia. dicirikan oleh munculnya clonic tonik-kejang. .) Eklampsia termasuk kejang-kejang dan koma yang terjadi selama kehamilan tetapi karena sudah ada sebelumnya atau gangguan otak organik B. pasien yang ibunya atau saudara perempuan memiliki kondisi berada pada risiko yang lebih tinggi.

Selain itu.dalam eclampsia khusus .disfungsi serebral. Tanda dan gejala Biasanya pasien menunjukkan tanda-tanda kehamilan-induced hipertensi dan proteinuria sebelum awal ciri khas eklampsia. Kehilangan plasma dari pembuluh darah yang dihasilkan pohon dengan edema tambahan situasi kompromi. aktivasi dari koagulasi menyebabkan kaskade microthrombi pembentukan dan memperparah masalah perfusi. Hypoperfusion plasenta berkaitan dengan modeling abnormal janin-ibu antarmuka yang mungkin immunologically ditengahi. dan endothelins menyebabkan vasokonstriksi. gejala organ lain yang mungkin ada. sakit kepala. paru-paru edema. Peristiwa ini mengarah pada tanda-tanda dan gejala toksemia termasuk hipertensi. hal itu terjadi hanya dalam keberadaan plasenta dan diselesaikan oleh penghapusan. gagal hati. paru. Diperkirakan bahwa otak resistensi vaskular berkurang. yang gen muda hadir dalam janin dan plasenta dan yang dapat menimbulkan tantangan ke sistem kekebalan tubuh. praklinis penanda proses penyakit adalah tanda-tanda meningkatnya aktivasi trombosit dan endotel. dan disfungsi hepatik. Patofisiologi Walaupun berbagai teori telah diajukan untuk menjelaskan preeklamsia dan eklampsia. termasuk sakit perut. dan oliguria. D. . The invasi dari trofoblas tampak tidak lengkap. dan dengan perubahan-perubahan selama toxemic mungkin menderita eklampsia janin yang tertekan. Umumnya kejang eclamptic tidak akan menyebabkan kerusakan otak abadi. namun dapat terjadi perdarahan intrakranial. nitrat oksida. Janin mungkin telah telah diganggu oleh kelambatan pertumbuhan intrauterine.C. tanda-tanda sindrom HELLP. [3] Dokter akan menyarankan agar plasenta hypoperfusion merupakan fitur kunci dari proses. tromboksan A2. dan kebutaan kortikal. Selain fungsi yang abnormal endotelium. diproduksi dalam jumlah berkurang oleh plasenta di pre-eklampsia (dan dengan demikian eclampsia). Hal ini disertai dengan peningkatan kepekaan pembuluh darah ibu untuk menekan agen menuju vasospasm dan hypoperfusion dari berbagai organ. Tanda-tanda serebral lain mungkin mendahului kekejangan seperti mual. ginjal. mengakibatkan peningkatan aliran darah ke otak. muntah. Lebih lanjut. dan . Banyak penelitian menunjukkan pentingnya wanita toleransi imunologi untuk ayah bayinya. ini mengarah pada edema serebral. Perdarahan plasenta dan plasenta abruption dapat terjadi. dengan kemajuan proses patofisiologi. vasoactive lain agen yang berperan termasuk prostasiklin. Eklampsia dipandang sebagai bentuk hipertensi ensefalopati dalam konteks peristiwa yang patologis yang menyebabkan preeklamsia. Adrenomedullin. sebuah vasodilator potensial. yang eclamptic sawan.

dia tidak mungkin untuk mengingat peristiwa. Selama kejang. G. Ketika pasien terjaga. Dalam beberapa kasus yang jarang ada pasien kejang-kejang dan langsung jatuh ke dalam koma. Tahap terakhir adalah lebih atau kurang lama koma. Pencegahan kejang Pencegahan kejang kekejangan biasanya dilakukan dengan menggunakan magnesium sulfat. Eclamptic kejang Chesley membedakan keempat tahap dari suatu peristiwa eclamptic: Pada tahap invasi wajah berkedut dapat diamati di sekitar mulut. janin mungkin mengalami Bradycardia F. Termasuk gangguan seperti gangguan kejang serta tumor otak. tahap ini bisa berlangsung sekitar 15 sampai 20 detik. Perawatan Pengobatan eklampsia segera memerlukan intervensi dan bertujuan untuk mencegah kejangkejang. Beberapa pasien ketika mereka terbangun dari koma mungkin memiliki kebutaan sementara.0 mEq / L. tahap ini berlangsung sekitar satu menit. obat-obat terkait atau kejang. Diagnosis Kejang selama kehamilan yang tidak berhubungan dengan pre-eklampsia harus dibedakan dari eklampsia. Pasien berhenti bernapas dan menjadi cyanotic. aneurisma otak. Biasanya kehadiran tanda-tanda pre-eklampsia berat yang mendahului dan menyertai eclampsia memfasilitasi diagnosis. Pada tahap kontraksi kontraksi tonik membuat tubuh kaku.0-7. 2+ rahim eclampsic masih dianggap: 4. mungkin lidah digigit. mengontrol tekanan darah tinggi dan memberikan janin. busa muncul di mulut. Tahap selanjutnya adalah tahap kekejangan ketika disengaja dan gerakan-gerakan otot yang kuat terjadi. As per Lu dan Nightingale serum Mg konsentrasi yang berhubungan dengan toksisitas ibu (juga neonatus depresi atau hypotonia dan skor Apgar yang rendah) adalah: .E. Gagasan untuk menggunakan Mg 2+ untuk manajemen eclamptogenic toksemia tanggal dari sebelum 2+ tahun 1955 ketika itu diuji dan diterbitkan-serum terapeutik Mg range untuk pencegahan kontraksi . H.

.0 mEq / L .0 mEq / L . I. IV Antikonvulsan akan memudahkan pasien intubasi dan ventilasi mekanik sebagai ajuvan terhadap eclamptic kejang-kejang (plus otot dada hypermagnesemic kelumpuhan). Baru-baru ini implikasi jangka panjang dari magnesium sulfat terapi dievaluasi oleh studi murai internasional.0-10.0 mEq / L .0-25.0 mEq / L .depresi pernapasan 15. Jika tinggi konsentrasi Mg 2+ gagal berlaku. jantung dan saraf depresi: 4-6 g dosis muatan dalam 100 ml cairan IV selama 15-20 menit .diubah atrioventrikular konduksi dan (lebih) lengkap blok jantung > 25.0-13. kejang-kejang dan kejang berulang mungkin terjadi-pasien akan menerima tambahan MgSO 4 tetapi di bawah pemantauan ketat untuk pernapasan. Pencegahan Deteksi dan pengelolaan preeklamsia adalah penting untuk mengurangi risiko eklampsia. dan dengan demikian mencegah eclampsia. anti hipertensi manajemen Antihipertensi manajemen pada tahap ini dalam kehamilan dapat terdiri dari hydralazine (5-10 mg IV setiap 15-20 menit sampai respon yang diinginkan tercapai) atau labetalol (20 mg iv bolus diikuti oleh 40 mg jika perlu dalam 10 menit. kemudian 80 mg setiap 10 sampai dengan maksimum dari 220 mg).    7. Manajemen yang tepat pasien dengan pre-eklampsia umumnya melibatkan penggunaan magnesium sulfat sebagai agen untuk mencegah kejang-kejang.kehilangan refleks patela 10. .perhentian jantung 2+ Bahkan dengan serum terapeutik Mg konsentrasi. kemudian 2 g / jam sebagai infus kontinu.

wikipedia.DAFTAR PUSTAKA       http://one.com/2009/04/asuhan-keperawatan-pada-pasien dengan _22.wikipedia.com/judul-skripsi-tugas-makalah/agama/asuhan-keperawatan-denganplasenta-previa/23/03/2010 http://perawatpskiatri.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://en.co.indoskripsi.org/wiki/Eclampsia/23/03/2010 http://translate.blogdokter.net/2009/02/17/preeklampsia-dan-eklampsia-pada-kehamilan/23/03/2010 http://en.blogspot.google.org/wiki/Preeclampsia/23/03/2010 .wordpress. html /23/ 03/ 2010 http://kuliahbidan.com/2008/07/18/solusio-plasenta/23/03/2010 http://www.