MANAJEMEN STRATEJIK “ PT PHILIPS LIGHTING INDONESIA ”

Anggota Kelompok 1 : • • • • • • I Putu Suryawan Sarah Winona Notosutanto Marchella Teguh Novita Harsalim Cyntya Kusuma Wardani Yuda Satya Candra KP : B FAKULTAS BISNIS DAN EKONOMIKA SEMESTER GASAL 2012-2013 / 3102028 / 24 / 3102044 / 25 / 3102106 / 29 / 3102812 / 31 / 3102835 / 33 / 3102863 / 37

BAB I PENDAHULUAN Ketatnya persaingan dalam dunia industri semakin memacu perusahaan manufacturing untuk terus-menerus meningkatkan hasil produksinya dalam bentuk kualitas, harga, jumlah produksi, pengiriman tepat waktu, dengan tujuan yang lebih nyata adalah memberikan kepuasan kepada pelanggan. Pada saat ini, di PT. Philips Indonesia khususnya, sebagai produsen pembuat lampu masih ditemui adanya aktivitas tidak bernilai tambah (non value adding activity) atau pemborosan (waste) pada waktu proses produksi seperti waiting, motion dan inspection, serta lead time yang panjang , sehingga faktor – faktor tersebut dapat mempengaruhi produktivitas dari perusahaan, yang juga dapat berupa faktor lingkungan, manusia, mesin, material dan metode, oleh sebab itu pendekatan Lean Manufacturing sangat menunjang untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang ada di PT Philips Indonesia. Lean Manufacturing merupakan sistem produksi yang senantiasa mengupayakan penekanan pemborosan dengan melibatkan seluruh karyawan di dalam perusahaan. Pemborosan secara umum yang kita kenal dapat dikategorikan menjadi tujuh macam, yaitu pemborosan terhadap kelebihan produksi, menunggu, tranportasi, proses yang tidak tepat, persediaan yang tidak perlu, pergerakan yang tidak perlu, kerusakan dan perbaikan serta kesalahan desain. Pemborosan di sini diartikan sebagai segala sesuatu yang tidak memberikan nilai tambah. Dengan pendekatan lean manufacturing, diharapkan ditemukan solusi yang tepat untuk mengetahui jenis dan akar penyebab aktivitas yang tidak bernilai tambah di lantai produksi PT Philips Indonesia. Sehingga, waste yang terjadi dalam pembuatan lampu neon dapat dikurangi.

BAB II SEKILAS PERUSAHAAN 2.1 Company Profile Royal Philips Electronics dari Belanda adalah pemimpin global di bidang kesehatan, lighting, dan gaya hidup konsumen, layanan yang peoplecentric, produk inovatif, pelayanan yang diberikan melalui brand promise, yaitu “Sense and Simplicity”. Philips berkantor pusat di Belanda dengan jumlah karyawan sebanyak 134,200 orang di lebih dari 60 negara di dunia. Dengan penjualan sebesar EUR 27 miliar di tahun 2007, perusahaan ini merupakan pemimpin di pasar gambar diagnosa medis (medical diagnostic imaging) dan sistem monitoring pasien (patient monitoring system), solusi lampu hemat energi, termasuk juga solusi gaya hidup untuk kesejahteraan personal. Fungsi pencahayaan untuk menerangi fasilitas yang ada serta pada tempat bekerja yang memberikan sudut pandang penglihatan yang baik dengan arti lainnya pencahayaan memberikan keselamatan dalam bekerja, mengurangi rasa lelah yang bisa mengakibatkan kecelakaan, mengurangi tindakan kesalahan yang mengakibatkan cacat produksi serta meningkatkan produktifitas. Sebagai tambahan, pencahayaan memberikan rasa bangga terhadap lingkungan tempat bekerja. Untuk menghasilkan kualitas yang tinggi, pencahayaan sangatlah penting perananannya dalam membantu meningkatkan produktivitas. Pencahayaan yang baik berarti cukup sinar yang dibutuhkan pada tempat kerja termasuk pada penyebaran cahaya yang merata dan kemanpuan cahaya untuk merenderasi warna di samping itu tidak menimbulkan silau. Pada tahun 1940, pabrik lampu Philips didirikan di Surabaya. Philips Indonesia hadir untuk melayani pasar lokal, menginformasikan dan mempromosikan produk dan layanan serta menyediakan dukungan logistik bagi para distributor resmi. Philips Lighting merupakan fondasi yang

Philips Lighting telah ikut berperan dalam pembentukan gaya dan tampilan SPBU yang baru melalui penyediaan rumah lampu berkualitas tinggi untuk sarana SPBU yang disebut Mini 300. Philips juga sangat dikenal sebagai trend setter dan innovator di dalam teknologi perlampuan. Philips Fabricage & Handle Maatschappij dan pabrik tersebut saat ini sudah berkembang menjadi salah satu pabrik terbaik di dunia yang dimiliki oleh Philips Lighting dengan diperolehnya PBE Gold Medal Award untuk tahun 2004 & 2005. lebih kompak. Bisnis perlampuan Philips Lighting di Indonesia dimulai di tahun 1941 dengan dibangunnya pabrik lampu pertamanya di Surabaya dengan nama N. Hal ini cukup masuk akal mengingat Philips sudah masuk ke dalam pasar perlampuan Indonesia sejak tahun 1920 artinya Philips sudah berbisnis perlampuan hampir 90 tahun di Indonesia dan saat ini sudah menjadi nomor 1 dengan menguasai pangsa pasar Indonesia lebih dari 45% .menjadikan salah-satu perusahaan elektronika terbesar dunia diletakkan pada tahun 1891 ketika Gerard Philips mendirikan perusahaan di Eindhoven. Eropa dan Amerika Latin. Pabrik Lampu Philips Surabaya menerima “Penghargaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja PT Philips Indonesia” dengan bangga mengumumkan bahwa Pabrik Lampu Philips Surabaya dianugerahi Zero Accident Award untuk pertama kalinya oleh Pemerintah Republik Indonesia. LED.USA . Sejak pelaku bisnis SPBU (Pompa Bensin) asing memasuki pasar Indonesia. CDM. . 80% hasil produk pabrik ini diekspor ke lebih dari 80 negara di Asia Pacific .V. selain hal tersebut di atas. Banyak produk inovasi Philips yang telah diperkenalkan ke pasar Indonesia dengan kelebihan-kelebihan seperti lebih hemat energi. Philips merupakan produsen terbesar di pasar perlampuan Indonesia. berumur lebih panjang dan lebih ramah lingkungan seperti T5. Canada. Electronics Ballast dan masih banyak lagi yang akan ikut mempengaruhi tren desain perlampuan di Indonesia.

sebuah badan audit independen yang ditunjuk oleh Departemen Ketenagakerjaan . . Audit Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja dilakukan oleh Sucofindo . tidak berdampak buruk. Sedangkan khusus untuk audit Zero Accident dilakukan oleh Dinas Tenaga Kerja. perusahaan ini terus mengembangkan teknologi dan inovasi. Prestasi ini adalah hasil dari kerja keras dan kerjasama antara tim manajemen dan karyawan yang mendukung implementasi peraturan keselamatan dan kesehatan kerja. saat produk tersebut sudah tidak berfungsi dan dibuang ke lingkungan. Selain keberhasilan ini. Ini adalah pertama kalinya Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Pabrik Lampu Philips Surabaya mendapatkan Zero Accident Award. Komitmen perusahaan tetap tinggi. Oleh karena itu. Pabrik Lampu Philips Surabaya diakui sebagai perusahaan pertama di Indonesia yang mendapatkan Sertifikat OHSAS 18001 versi 2007 yang secara Internasional mulai diperkenalkan pada bulan Juli 2007. Dengan demikian. Angka ini berada jauh di atas standar angka sertifikat emas pada umumnya yaitu 85%. Audit didasarkan pada Peraturan Departemen Ketenagakerjaan nomor Per 05/Men/1996.Pabrik Lampu Philips Surabaya mendapatkan penghargaan tersebut setelah berhasil mencapai lebih dari enam juta jam kerja orang tanpa terjadi kecelakaan. yakni bagaimana Philips bisa berpartisipasi aktif mengurangi pemanasan global.untuk mengukur tingkat pencapaian implementasi dari Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Sucofindo melakukan audit SMK3 untuk kedua kalinya terhadap Pabrik Lampu Philips Surabaya yang mencapai angka 97 persen dan dianugerahi dengan Sertifikat Bendera Emas. agar menghasilkan produk yang bisa didaur ulang.

Namun. kendati ada kenaikan pasar. termasuk di dalamnya sistem medis yang profesional dan perlengkapan kesehatan personal. Dewan Direksi Philips telah memformulasikan beberapa program yang berkaitan dengan lingkungan. Hal itu yang membuat semua pekerja Philips. Mereka tak hanya membuat industri lampu Philips di Surabaya masuk tataran world class company. Tahun 1998. Acuannya terhadap lingkungan pun jelas. yang dikenal pekerja keras. Pada tahun itu emisi per kilogram mengalami penurunan sebesar 14%. Wajar apabila Philips pun berbangga. Hal yang perlu digarisbawahi adalah Philips mengambil berbagai inisiatif untuk mengurangi konsumsi energi dan emisi gas buang. Melalui target yang jelas terhadap produk dan proses. Sejak tahun 1970. Dalam arti.Komitmen itu pula yang mengantar bisnis Philips merambah dunia. Tahun 1994 Philips membuat program The Environmental Opportunity. program ini telah membantu Philips untuk melakukan perbaikan yang terus-menerus. Philips berhasil menyabet International Corporate Environmental Achievement dan memperkenalkan program Ecovision yang pertama di dunia. disiplin. .000 output) mengalami penurunan sebesar 16%. Saat ini Philips memiliki beberapa sektor bisnis sebagai berikut: ◊ Healthcare. dan berdedikasi tinggi menjadi bangga dalam pekerjaannya. yang lebih bangga adalah para green belt ataupun semua pekerja PT Philips Lighting Surabaya. Pada tahun 2006 kapasitas produksi gelas Philips naik 27% dibandingkan dengan total produksi tahun 2005. penggunaan energi secara spesifik (giga joule/1. Tahun 1970 Philips berpartisipasi dalam Club of Rome. tetapi juga memberikan kontribusi ekonomi dan perbaikan lingkungan bagi dunia. Semua ini hasil positif dari program Ecovision. Demikian juga dalam hal menekan emisi.

Di Asia Pasifik. Philips menduduki posisi No. India. Hong Kong. ballast. 1 untuk pasar lighting di dunia. luminaires (rumah lampu). Philips hadir di hampir semua negara dengan organisasi penjualan dan/atau pabrik. yakni Australia. komponen dan sistem pencahayaan profesional. dan 55% stadion sepak bola utama dunia seperti 7 dari 10 stadion yang digunakan pada piala dunia sepak bola 2002 di Jepang/Korea dan 8 dari 12 stadion yang digunakan pada piala dunia sepak bola 2006 di Jerman dan pada event dunia lainnya. Taiwan. termasuk di dalamnya pabrik lampu. Pakistan. komponen elektronik. 65% pada bandara-bandara top dunia. dan personal care. domestic appliances. Malaysia. dan lampu mobil. Ambisi Philips adalah meletakan fondasi dalam industri lighting sebagai pilihan utama mitra inovatif dalam menyediakan solusi pencahayaan yang kreatif dan terjangkau. Filipina. ◊ Consumer Lifestyle. Singapura. tidak hanya hampir di seluruh sudut rumah. misalnya: 30% dari bangunan-bangunan komersial seperti gedung perkantoran. Produk-produk ini meliputi jenis lampu pijar maupun halogen. rumah sakit dan bangunan-bangunan yang telah menjadi identitas dari suatu kota/negara. serta solusi pencahayaan personal. kemapanan ini didukung oleh kombinasi kepemimpinan dalam berinovasi dan pendekatan sistematis untuk menemukan peluang pasar baru. Produk Philips dapat ditemukan di seluruh dunia. Jepang. neon kompak. Cina. Philips Lighting mempekerjakan sekitar 44. Indonesia. .◊ Lighting.000 orang di berbagai lokasi manufaktur di seluruh dunia. lampu gas discharge intensitas tinggi maupun lampu khusus. termasuk di dalamnya Consumer electronics. tetapi juga dalam hampir seluruh aplikasi profesional. 35% mobil. Thailand. Selandia Baru. Korea Selatan dan Vietnam.

kecepatan dan biaya yang bersaing.2 Vision Meraih dan mempertahankan standar “Terbaik di Kelas” di dalam Total Quality Management yang dibangun secara terus-menerus 2. ◊ Mempunyai rasa keterkaitan yang kuat dan langgeng dalam rangka memperbaiki kualitas hidup orang banyak. Memperhatikan lingkungan sekitar (terkait CSR) terhadap komunitas di sekitar Philips dengan kerangka kerja Delight and Best. Dukunglah satu sama lain. berfokus secara khusus pada kualitas. di dalam lingkungan yang aman-sehat terhadap customer.4 Core Values ◊ ◊ ◊ ◊ ◊ ◊ Kualitas yang tinggi.3 Mission ◊ Memberikan produk perlampuan dan pelayanan terkait yang unggul. dan kesehatan lingkungan). Doronglah pengembangan sumber daya manusia. Keunggulan kompetitif (dalam hal biaya. 2.2. Dapatkan hasil yang hebat. . ◊ ◊ Mitra kerja terbaik untuk melakukan usaha. keselamatan kerja. Mendahulukan kepentingan pelanggan.

075 0. Kebijakan membuka pemerintah kesempatan yang bagi 0.025 3 0. 2. 7.1.125 4 0.7 dan inovasi produk 0.125 4 0. 3. 4. Bertambahnya pendapatan per kapita 0.BAB III EXTERNAL AND INTERNAL ASSESSMENT 3. Kebutuhan pelanggan terhadap Philips.06 pemerintah tarif inovasi yang listrik produk 0. 6.020 3 0. Produk competitor tidak menyaingi PT Philips.5 dan semakin kesadaran meningkat 0.225 4 0.5 . Perkembangan teknologi membantu produksi Philips. 5. Kebijakan menaikkan mempengaruhi Philips.1 EFE Matrix Faktor-Faktor Eksternal Utama Opportunities(Peluang) Bobot Peringkat Skor Bobot Peluang 1.225 perusahaan asing. Jumlah penduduk yang meningkat dari tahun ke tahun akan meningkatkan produk Philips.075 3 0.175 4 0.9 0.1 External Assessment 3.

Sehingga. Threats(Ancaman) Bobot Peringkat Skor Bobot Ancaman 1.35 0. 8. Pertumbuhan pendapatan per kapita yang bisa meningkatkan daya beli konsumen. Keberadaan pesaing yang akan menginovasi produknya demi menyaingi Philips. Di sini total rata-rata tertimbang dari EFE Matrix adalah 3. yakni perusahaan lampu. kesadaran pelanggan dan kebijakan pemerintah yang mendukung perkembangan PT Philips Lighting Indonesia merupakan peluang utama dan menjadi faktor terpenting. Ini berarti PT Philips Lighting Indonesia merespons dengan baik terhadap peluang dan ancaman yang ada di dalam industrinya.00 3. 3. 2.425 0.425.175 2 0.09 .1 IFE Matrix Faktor-Faktor Internal Utama 1. Sedangkan ancaman yang ada lebih ke kondisi politik Indonesia yang saat ini mempengaruhi kondisi perekonomian yang ada. TOTAL = Keterangan: Dari EFE Matrix di atas tampak bahwa perkembangan teknologi.2.025 politik memburuk Indonesia sejak 0. PT Philips Lighting Indonesia bisa dikatakan dapat berjalan dengan baik secara efektif dan efisien. Kondisi cenderung Februari 2012.025 1 0.yang bisa meningkatkan daya beli konsumen.2 Internal Assessment 3.030 3 0.

Segmenting market secara umum dan global jadi bisa dinikmati semua kalangan.13 4 0.13 4 0.32 0.52 0. 6.13 4 0. Slogan “Sense and Simplicity” yang digunakan untuk mengubah image PT Philips. 8. Sistem family and professionalism terhadap SDM nya.09 banyak menggunakan teknologi. 4.Strength(Kekuatan) Bobot Peringkat Skor Bobot Kekuatan 1. 5. Penerapan Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja di PT Philips sangat Award”).52 .03 0.52 0. 9. Produksinya beragam(diferensiasi produk) dan inovasi.10 4 0. 2. 3.03 3 0. Penjualan naik dari 7552 pada tahun 2010 menjadi 7638 pada tahun 2011.06\ 0.02 3 0.40 0. 7.01 3 0.06 0.08 4 0. tinggi(“Zero Accident 0.02 3 0. Terkait alat medis dari PT Philips yang dikenal lebih efisien dan memberikan kenyamanan. Lampu hemat energi dan tahan sampai 10 tahun. Perampingan organisasi karena 0.

12 0. TOTAL = Keterangan: Dari IFE Matrix di atas tampak bahwa kekuatan utama PT Philips Lighting Indonesia adalah produksi.38 flow before financing 0. Weaknesses(Kelemahan) Bobot Peringkat Skor Bobot Kelemahan 1.40 Kinerja terhadap SDM membuat penilaian Philips lebih obyektif. penjualan. 2.04 3 0. SDM sering bersaing secara tidak sehat. Sistem Penghargaan Berbasis 0.10 4 0.13 2 0.38 mengindikasikan bahwa PT Philips Lighting Indonesia ini di atas rata-rata dalam keseluruhan kekuatan internalnya. Di sini total rata-rata tertimbang dari IFE Matrix tersebut adalah 3.08 0.10. inovasi produk. Adanya SPM untuk keseluruhan kegiatan utama.08 1 0. Cash 254. BAB IV ANALISIS-REKOMENDASI 4. segmentasi secara global dan adanya program keselamatan kerja serta standar penghargaan berbasis kinerja yang digunakan diindikasikan dengan peringkat 4. dapat disimpulkan bahwa PT Philips Lighting Indonesia masih unggul dalam kekuatan internalnya.1 Analisis dan Pilihan Stratejik 1.26 activities turun dari 590 menjadi . Sehingga. Sedangkan kelemahan utama adalah persaingan SDM yang tak sehat.00 3. 11.

2 The Matching Stage • SWOT Matrix Kekuatan(Strength -S) 1. 4.4. SDM sering bersaing secara tidak sehat.1 The Input Stage ( mengacu pada Bab III EFE Matrix dan IFE Matrix) 4. 6. 2. 5.1. Cash before financing activities turun 254. Peramping an organisasi karena banyak menggunakan teknologi. Segmentin g market secara Kelemahan(Weakn esses-W) 1. Sistem family and professionalism terhadap SDM nya.1. dari 590 menjadi flow . Produksiny a beragam(diferensi asi produk) dan inovasi. Penjualan naik dari 7552 pada tahun 2010 menjadi 7638 pada tahun 2011. 3. 2. Lampu hemat energi dan tahan sampai 10 tahun.

7. Sistem Penghargaan Berbasis Kinerja terhadap SDM membuat penilaian Philips lebih obyektif. Adanya SPM untuk keseluruhan kegiatan utama. Slogan “Sense and Simplicity” yang digunakan untuk mengubah image PT Philips. 10. 9. Menggenca WO Strategies 1. Peluang(Opport unities-O) SO Strategies 1. Menambah .umum dan global jadi bisa dinikmati semua kalangan. 11. 8. Terkait alat medis dari PT Philips yang dikenal lebih efisien dan memberikan kenyamanan. Penerapan Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja di PT Philips sangat tinggi(“Zero Accident Award”).

O3) 3. 02. Jumlah penduduk yang meningkat dari tahun ke tahun akan meningkatkan rkan research and development produk – produk lampu berteknologi tinggi yang tidak pernah ada sebelumnya dan tetap mengusung prinsip hemat energi.1. S2. 5. O2. Kebutuh an dan kesadaran pelanggan semakin meningkat terhadap Philips. 6. Memperlua s jangkauan pasar dengan melakukan penjualan di tempat – tempat yang belum terjangkau oleh Phillips (S6. Perkemb angan teknologi membantu produksi dan inovasi produk Philips. 4. O2) 2. 2. 07. (S1. Kebijaka n pemerintah yang membuka kesempatan bagi perusahaan asing. O4) teknologi untuk meningkatk an hasil dan memotivasi SDM untuk bekerja lebih (W1. Produk competitor tidak menyaingi PT Philips. Meningkatk an kegiatan financing yang didapat dari sales aktivitas lainnya(W2. . Menambah lapangan pekerjaan baru dengan konsep “penjualan” bukan”pem buatan”(W1 . Kebijaka n pemerintah yang menaikkan tarif listrik mempengaruhi inovasi produk Philips. Membuka toko – toko baru yang khusus menyediakan produk Philips dan dekat dengan pelanggan (S4. O5) 2. O4) 3. 3. O1. 08) dan baik.

S5. Mengalihka n fokus dari pasar domestik ke pasar ekspor (W2. T1) 3. 7. Berfokus pada usaha mengeduka si konsumen mengenai produk Philips . 8. Bertamb ahnya pendapatan per kapita yang bisa meningkatkan daya beli konsumen.T2) 2. Pertumb uhan pendapatan per kapita yang bisa meningkatkan daya beli konsumen.produk Philips. Mengadaka n pelatihan bagi para manajer (W1. Merancang produk inovasi(dif erensiasi) tiap bulan(S2. Ancaman(Threa ts-T) 1. Kondisi politik Indonesi a cenderun g membur uk sejak Februari 2012. Keberad aan pesaing yang akan ST Strategies 1. 2. Memanfaat kan segmen pasar global untuk meminimal isir dampak WT Strategies 1. T2) 2.

4 5 0. politik yang ada(S6.0 20 0. Merambah ke dunia kesehatan yang tidak terpikirkan oleh pesaing lainnya(S8.5 0.23 0 Industr y Growth . T2) (W2.T1) 3.mengino vasi produkn ya demi menyain gi Philips. T2) • BCG Matrix Relative Market Share Position 1.0 Bintang Tanda Tanya 0.

• 4.0 3.0 Tertimbang EFE Matrix 2.0 2. Ada beberapa alternatif strategi dari kuadran I.38 3.0 1. yakni:  Integrasi ke depan. Sehingga strategi yang dapat digunakan adalah integrasi ke belakang. Tetapi karena PT Philips Lighting Indonesia termasuk market leader di Indonesia maka PT Philips Lighting Indonesia lebih dominan ke arah “bintang”.0 1.0 IE Matrix Total Rata-rata Tertimbang IFE Matrix 3.125 Masuk dalam kuadaran I yang merupakan Growth and Building Strategy. pengembangan pasar dan pengembangan produk. integrasi ke depan atau integrasi horizontal.0 Total Rata-rata 3.Sales Rate Cash Cow Anjing -20 Menurut BCG Matrix di atas PT Philips Lighting Indonesia masuk ke dalam zona “tanda tanya”. penetrasi pasar. .

225 2 0.3 The Decision Stage • QSPM Matrix Pengembangan Penetrasi Produk Faktor Utama Opportunities(Peluang) 1.075 Bobot AS TAS Pasar AS TAS Integrasi ke Pengembang depan AS TAS an Pasar AS TAS .7 1 0.075 4 0. Produk competitor menyaingi Philips.  Integrasi horizontal.15 1 0.225 tidak PT 0.225 4 0.9 2 0.3 3 0.675 1 0. Integrasi ke belakang.175 4 0.35 3 0.  Penetrasi Pasar. Kebutuhan kesadaran pelanggan semakin meningkat dan 0. Perkembangan teknologi membantu produksi inovasi Philips. 4.  Pengembangan Pasar.175 2 0.525 dan produk 0.  Pengembangan Produk. 2.45 3 0. 3.1.

4.125 4 0.060 3 0.5 meningkatkan produk Philips.05 1 0.375 1 0. Pertumbuhan pendapatan meningkatkan daya beli per kapita yang bisa 0.125 2 0. Kebijakan pemerintah menaikkan listrik mempengaruhi inovasi Philips. Kebijakan pemerintah membuka kesempatan bagi perusahaan asing.1 3 0.125 3 0.030 1 0.125 3 0.25 4 0.040 1 0. Jumlah penduduk yang dari tahun meningkat tahun ke akan 0.075 .025 4 0. 8.25 1 0.030 2 0. Bertambahnya pendapatan meningkatkan daya konsumen.080 2 0.12 beli per kapita yang bisa 0. 5.020 4 0.025 2 0.5 2 0. 6.090 4 0.375 yang 0. 7.020 3 0.terhadap Philips.060 produk yang tarif 0.

16 1.08 2 0.025 4 0.20 1 0. Lampu hemat 0.02 4 0.35 3 0.13 4 0.08 2 0.175 2 0.075 politik Bobot 0.10 3 0.08 3 0. Penjualan naik dari 7552 pada tahun 2010 menjadi 7638 pada tahun 0.26 1 0.525 4 0.00 0. 4. 2.40 SDM 0. TOTAL = Strength(Kekuatan) 1.32 1 0. 3. Keberadaan pesaing yang akan menginovasi produknya demi menyaingi Philips.7 energi dan tahan sampai 10 tahun.13 3 0. 2.39 2 0.025 2 0. Sistem family and professionalism terhadap nya.06 1 0.1 1 0.24 4 0.04 3 0.05 3 0.10 4 0.30 2 0. Kondisi Indonesia cenderung memburuk sejak Februari 2012.52 .konsumen. Produksinya beragam(diferensi asi produk) dan inovasi. Threats(Ancaman) 1.175 1 0.02 0.

02 4 0. 7.01 3 0.02 1 0.03 2 0.02 3 0.52 1 0. 6.04 1 0. Terkait alat medis dari PT Philips yang dikenal lebih efisien memberikan kenyamanan. 9. Segmenting market secara umum dan global jadi bisa dinikmati kalangan.13 2 0.03 4 0. Perampingan organisasi karena banyak menggunakan teknologi.12 1 0. Penerapan Manajemen Keselamatan dan Kesehatan di PT sangat tinggi(“Zero Accident Award”).09 mengubah image .26 3 0.2011. 8.13 2 0.06 semua 0.26 3 0.13 4 0.39 4 0.04 2 0.06 3 0.03 yang untuk 0.08 2 0.13 1 0.39 dan 0. Slogan “Sense and Simplicity” digunakan PT Philips. Kerja Philips 0. 5.52 0.01 4 0.

16 2 0.47 3.10. Berbasis terhadap membuat penilaian Philips lebih obyektif.20 1 0. Weaknesses(Kelemahan) 1. 2.40 3 0. Hal ini dapat dilihat di 5.74 turun dari 590 menjadi 0.08 sering secara Bobot 0.13 2 0. Di sini memang tampak bahwa PT Philips dominan dalam menginovasi produknya dan akan tetap dikonsumsi masyarakat apapun bentuknya dalam jangka panjang.00 Keterangan : Dari QSPM Matrix di atas dapat dilihat bahwa strategi yang cocok untuk PT Philips Lighting Indonesia adalah strategi pengembangan produk yang memiliki total attractive score tertinggi.10 4 0.39 Sistem Penghargaan Kinerja SDM 0.26 1 0.13 4 0.12 untuk keseluruhan kegiatan utama.52 3 0.08 1 0.10 2 0.08 3 0.04 4 0.24 2 0.47. Cash flow before financing activities 254. TOTAL = 1.04 3 0. Karena saat ini kebutuhan konsumen meningkat terhadap PT Philips dan belum ada yang bisa menyaingi PT Philips. 11. SDM bersaing tidak sehat.30 . Adanya SPM 0.32 1 0. yakni 5.285 4.205 3.16 4 0.

SE dll. LAMPIRAN • Faktor Eksternal  Competitor Dalam hal kompetisi produk khususnya lampu. PT Sinar Angkasa Rungkut (Chiyoda). Philips mampu menduduki posisi pertama dalam kurun waktu 10 tahun hal ini dikarenakan Philips memiliki ciri dengan kualitas yang lebih baik dibandingkan produk pesaingnya seperti Osram. dan PT Osram Indonesia (Osram). . Philips sempat mengalami kerugian karena kalah dalam inovasi dengan produk kompetitor seperti Nokia. PT Matsushita Lighting Indonesia (National). Berikut penjabaran pesaing PT Philips dalam hubungan kerja sama dengan PLN.Lampiran kami bahwa PT Philips Lighting Indonesia merupakan market leader yang berarti trendsetter terhadap produk yang ada. Namun untuk produk handphone. yakni PT GE Lighting Indonesia (GE). Hanox dll.

000 jam. Teknologi dan Lingkungan Dengan adanya perkembangan teknologi seperti saat ini maka PT Philips Lighting Indonesia membuat lampu tenaga surya (inovasi dan juga agar ramah lingkungan). Hal ini menjadi ancaman terhadap perkembangan bisnis perusahaan – perusahaan Indonesia. Dalam hal ini. tapi juga memperoleh inspirasi desain rumah yang ideal beserta interior dan penataan cahaya lampu. Philips store ini untuk memulai terobosan untuk mencapai visi menjadi terdepan dalam menawarkan home lighting solution dan menjadikan brand Philips yang lebih dekat dengan pelanggan. pertumbuhan ekonomi di Surabaya tumbuh sangat pesat. Philips harus terus mengantisipasi dan memantau gejolak politik yang sewaktu – waktu dapat mengacaukan perekonomian bangsa . Konsep itu memberikan pelayanan kepada pelanggan. termasuk Philips Lighting. Bisa bermanfaat bagi tempat – tempat yang tidak ada aliran listrik serta dapat digunakan untuk BUMN. Boutique lighting atau Philips store memiliki konsep home lighting experience. dan perusahaan – perusahaan yang mempunyai kegiatan pemberdayaan masyarakat. Philips pun menghadirkan Boutique Lighting pertama di Surabaya dan Indonesia.  Politik dan Hukum Kondisi politik Indonesia menurut lembaga statistik Indonesia pada Februari 2012 dinyatakan cenderung memburuk. Lampu yang dilengkapi dengan remote dan dhimmer ini mampu bertahan hingga 5. organisasi kemasyarakatan. yang tidak hanya membeli semua barang yang dipamerkan.

Hal ini terbukti dari banyaknya perusahaan asing yang membuka cabang di Indonesia. jumlah penduduk Indonesia mencapai lebih dari 242 juta.  Pendapatan Per Kapita Pendapatan per kapita Indonesia pada tahun 2011 naik sebanyak 17. namun juga untuk dekorasi yang mempermanis hunian. lampu tidak hanya digunakan untuk penerangan. semakin tinggi pula daya beli masyarakat termasuk terhadap lampu. Dilihat dari data bank dunia.7% seiring bertambahnya penghasilan masyarakat Indonesia.  Kondisi ekonomi . Hal ini juga memberikan peluang bagi Philips Lighting karena jumlah permintaan akan produknya juga dapat bertambah.dan berpengaruh besar terhadap perkembangan bisnis Philips Lighting. Selain itu. Apalagi jaman sekarang. pemerintah juga menaikkan tarif listrik sehingga Phillips menangkap peluang untuk menciptakan lampu LED hemat energi untuk perusahaan lain yang membutuhkan penggunaan lampu yang sangat banyak.  Ekonomi  Penduduk Pada data terakhir yaitu pada tahun 2011. Hal ini dapat menjadi peluang bagi Philips Lighting karena seiring bertambahnya pendapatan. jumlah penduduk Indonesia selalu meningkat dari tahun ke tahun. Pemerintah membuka kesempatan yang luas bagi perusahaan asing seperti PT Phllips untuk membuka cabang dan beroperasi secara luas asal tidak menjadi perusahaan monopoli.

bahkan melebihi negara adidaya. • Faktor Internal  Pemasaran SEGMENTING/TARGETING Philips tidak membagi segmentasinya ke dalam kelas-kelas secara spesifik. Hal ini juga dapat memberikan peluang yang besar bagi ekspansi Philips sehingga Philips dapat memperluas pangsa pasar dan jangkauan pasarnya. Misalnya. orang berpikir Phillips adalah perusahaan Spanyol. Philips ingin produknya diterima dan dianggap sebagai produk lokal di suatu negara. Pasar Philips untuk produk-produk rumah tangganya adalah masyarakat umum di berbagai negara. Philips memperkenalkan slogan baru kepada konsumen. yaitu "Sense and Simplicity” Slogan ini dirancang untuk menggambarkan produk yang mudah digunakan dan indah bentuknya (easy to use and easy in the eyes). . Philips menargetkan bahwa produknya akan sukses di berbagai negara di dunia. POSITIONING Philips sebelumnya dikenal sebagai perusahaan yang “kolot” dan tidak trendi sehingga ingin merubah image dan memperkenalkan kepada orang banyak bahwa produk mereka kini memiliki teknologi modern dan berkualitas.Pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan yang pesat dalam dua tahun terakhir ini. sedangkan untuk alat-alat medis mereka membidik pasar rumah sakit dan klinik-klinik kesehatan di berbagai negara. jika kita pergi ke Brasil. Amerika Serikat. orang berpikir Phillips adalah sebuah perusahaan Brasil karena Philips adalah merek yang sangat sangat terkenal di sana dan jika pergi ke Spanyol.

Produk medis Philips mengklaim alat mereka lebih efisien dan akan memberi kenyaman kepada pasien dan menciptakan lingkungan yang kondusif sehingga kerja dokter merawat pasien menjadi lebih baik. tetapi juga peralatan elektronik rumah tangga modern lainnya termasuk alat-alat modern untuk keperluan rumah sakit dan alat tersebut dirancang untuk digunakan dengan kemudahan. PROMOTION STRATEGY Philips memiliki slogan Sense and simplicity yang sangat mudah diingat oleh konsumen dan sangat melekat dengan perusahaan sehingga konsumen akan dengan mudah mengingat Philips. Hal itu menjadi ajang promosi dengan menonjolkan benefit produk sehingga orang mau menggunakan alat tersebut karena selama ini alat medis identik dengan hal yang menakutkan. design.  Management Information Systems . Diferensiasi yang dilakukan Philips mencakup jenis.DIFERENSIASI Diferensiasi produk dilakukan untuk menganekaragamkan produk yang dihasilkan sehingga dapat bersaing dipasaran. dan bentuk produk. Saat ini Philips tidak hanya memproduksi lampu bohlam. Seiring dengan perkembangan zaman Philips menciptakan diferensiasi produk yang cukup beragam yaitu : · · · lampu yang bertahan sampai 10 tahun membuat TV panel datar / TV Plasma produk router nirkabel untuk keperluan rumah sakit yang memungkinkan dokter untuk merawat pasien dengan lebih baik. features. lebih cepat dan lebih efisien (alat-alat medis). · alat-alat elektronik keperluan rumah tangga lainnya dengan teknologi modern. lebih cepat dan lebih efisien.

Akan tetapi. mengkreasikan pola pikir dan .Perusahaan ini menarik karena boleh dibilang hingga sekarang masih menerapkan manajemen keluarga. Perusahaan Bohlam Philips yang menganut tipe Patrimonial Management saat ini menerapkan prinsip profesional juga terhadap anggota-anggota yang memiliki kualitas sumber daya manusia yang tinggi maupun berintelektual. maka terdapat peluang besar di dalam perusahaan tersebut untuk KKN. Sekalipun pemegang saham terbesarnya di bawah tangan anggota keluarga dari generasi pertama hingga kedua. Setelah generasi keluarga pertama memimpin selama hampir separuh abad. Namun banyak pengamat mengatakan sistem yang dipakai dalam perusahaan ini adalah “familial meritocracy”. Kebaikan dari Patrimonial Management ini yaitu di mana hubungan anggota keluarga semakin erat dan terjalin karena sering terjadinya komunikasi dalam anggota keluarga. namun top eksekutifnya tetap bisa di dapatkan oleh orang lain yang memang memiliki kemampuan dalam berbisnis yang tinggi. pemegang saham yang bukan merupakan anggota keluarga masih mendapat kesempatan untuk menjadi top eksekutifnya di dalam perusahaan. Namun adapula keburukan dari tipe ini adalah rentannya suatu perusahaan yang bertindak korupsi. bertukar pikiran. Kebaikan dari Professional Management dalam perusahaan tersebut yaitu. generasi kedua keluarga ini mulai memimpin. dll. perusahaan ini tetap bisa berjalan hingga sekarang karena menerapkan prinsip profesionalisme. karena adanya hubungan kekeluargaan. Top eksekutifnya dipilih berdasarkan ranking dan kualitas.

Selain itu sering kali menjadi bersaing yang tidak sehat yang artinya saling menjatuhkan anggota yang satu dengan yang lainnya. Pada keburukannya adalah adanya jarak antara anggota yang satu dengan yang lainnya.2 5561 590 53888 2011 7638 1 6 445 5. tinggal bagaimana kita mengeksploitasikan sumber daya alam maupun manusia dengan efisien dan efektivitas (dengan baik).5 695 9. nominal % increase.2 5104 624 51653 2010 7552 15 9 869 11.  Keuangan  Keua in millions of euros 2009 Sales Sales growth % increase.7 5020 254 53168  Mana  Manajemen SDM . manage yang berarti mengatur serta beradaptasi dengan lingkungan. Bagaimanapun juga dalam setiap tipe manajemen ada kebaikan dan keburukannya masing-masing. Bisa dikatakan hubungan kekeluargaannya tidak melekat. comparable EBITA as a % of sales EBIT as a % of sales Net operating capital (NOC) Cash flows before financing activities Employees (FTEs) 6546 -11 -13 145 2. Hal ini sering kali ditemukan pada tipe manajemen profesional.2 -16 -0.8 -362 -4.meluangkannya pada perusahaan tersebut. Sehingga kekurangan tersebut dapat tertutupi dengan kesempurnaan kita dalam mengolah.

terjadwal dan terpadu sehingga menjanjikan tercapainya tujuan perusahaan-perusahaan bertambahnya kekayaan dalam jumlah yang memadai. maka dapat meningkatkan semangat kerja karyawan serta dapat mencapai produktivitas yang tinggi. untuk membangun . Oleh karena itu. keseluruhan kegiatan utama untuk menjadikan perusahaan sebagai institusi pencipta kekayaan dapat dilaksanakan secara terstruktur. penerapan manajemen keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan industri sangat diperlukan. Yakni kondisi yang terbuka di masa depan yang belum pernah dialami seseorang atau organisasi yang berbeda dengan yang pernah dialami sebelumnya dan yang mengandung ketidakpastian. di samping dituntut untuk senantiasa meningkatkan kemampuan diri juga diharapkan mewaspadai pemanfaatan unsur lainnya berupa peralatan kerja yang dianggap canggih dan modern. Sistem pengendalian manajemen pada dasarnya suatu sistem yang digunakan oleh manajemen untuk membangun masa depan organisasi.Sumber Daya Manusia merupakan salah satu unsur dalam proses produksi. Melalui sistem pengendalian manajemen. Jika karyawan merasa aman dan nyaman dalam menjalankan pekerjaannya. terkoordinasi.  Sistem Pengendalian Manajemen Sistem pengendalian manajemen juga menyediakan berbagai sistem untuk melaksanakan proses perencanaan dan implementasi rencana.  Opportunity mindset.

manajemen puncak tidak lagi mampu menjalankan sendiri seluruh bisnis perusahaan. empowerment) Pemberdayaan merupakan trend pengelolaan sumber daya manusia di dalam organisasi masa depan. Timbullah kebutuhan untuk memberdayakna karyawan guna membangun responsibility – based organizarion. penghargaan. . Suatu sistem yang digunakan untuk mendistribusikan penghargaan kepada personel organisasi. didistribusikan.  Employee Empowerment Pemberdayaan karyawan berarti memampukan dan memberikan yang kesempatan kepada karyawan untuk merencanakan. karena merekalah yang menjalankan bisnis perusahaan. Beban tanggung jawab untuk menjalankan bisnis perusahaan perlu didistribusikan kepada manajemen bawah dan karyawan. Untuk kepuasan customer-lah pada dasarnya pemberdayaaan karyawan ini ditujukan.masa depan organisasi. ke manajemen puncak. mengimplementasikan rencana pekerjaan menjadi tanggung karyawan jawab (employee kelompoknya. Timbullah kebutuhan perlu mendistribusikan kepada manajemen bawah dan karyawan. Pada waktu lingkungan bisnis berubah menjadi turbulen. pada waktu organisasi hirarkis fungsional digunakan oleh perusahaan untuk menghadapi lingkungan bisnis yang stabil. Pemberdayaan karyawan dilakukan di dalam organisasi perusahaan dengan fokus ke penyediaan produk dan jasa bagi customers. perlu ditentukan lebih dahulu dalam bisnis apa organisasi akan berusaha.

langkah selanjutnya dalam pengelolaan . Proses untuk menghasilkan produk dan jasa menembus batas-batas antar fungsi. baik secra fisik maupun secara mental. serta kompetensi inti untuk mewujudkan peran ditentukan. 2.  Paradigma Lintas Fungsional Paradigma lintas fungsional memandang organisasi sebagai berikut : 1. Dengan demikian manajemen atas aktivitas pembuatan produk dan jasa penyediaan jasa hanya akan berhasil jika batas-batas antarfungsi ditiadakan.  Sistem Penghargaan Berbasis Kinerja Setelah kinerja dan peran untuk mewujudkan kinerja ditetapkan. Tim lintas fungsional hanya akan efektif di dalam menjalankan organisasi lintas fungsional jika mereka memiliki mindset yang cocok dengan organissai tersebut.  Cross Functional Mindset Cross-functional mindset merupakan mindset yang cocok dalam mewujudkan sistem pengendalian manajemen untuk menghadapi lingkungan bisnis global. Suatu kumpulan shared competencies and resources yang disediakan untuk dimobilisasi guna memenuhi kebutuhan customer.suatu organisasi yang seluruh personelnya (manajemen dan karyawan) bertanggung jawab atas bisnis perusahaan. Suatu rangkaian system yang digunkan untuk melayani kebutuhan customer.

26 September 2012 | 13:16 WIB Pasar Lampu Hemat Energi Masih Dikuasai Produk Impor NERACA Jakarta – Produk lampu hemat energi (LHE) impor masih mendominasi total konsumsi nasional dengan penjualan 190 juta unit. (2) untuk meningkatkan kepuasan personel terhadap penghargaan sehingga meningkatkan nilai penghargaan bagi personel. Serta dalam memproduksi berbagai produknya Philips menggunakan teknologi LED agar hasil lebih bagus.7% dibanding periode sama .  Operations Produk lampu ini mengeluarkan produk lampu menggunakan remote control tornado. Kepastian suatu kinerja diberi penghargaan dan tingginya nilai penghargaan bagi personel inilah yang menjadi pemacu usaha personel dalam menggunakan kompetensi inti melalui peran mereka untuk menghasilkan kinerja. Angka tersebut melonjak 18. Philips selalu memperbaharui teknologi yang digunakan untuk berproduksi. yakni (1) untuk meningkatkan kepastian bagi personel bahwa kinerja mereka akan diberi penghargaan. • Industry Growth Sales Rate Rabu. Tidak hanya itu.kinerja terpadu adalah mendesain sistem penghargaan berbasis kinerja dengan dua tujuan.

“Meski meningkat 50%. sejumlah perusahaan China menyatakan ketertarikannya menanamkan modal di Indonesia. Lebih jauh Jhon menambahkan.6% dibandingkan pencapaian tahun lalu sebanyak 220 juta unit. Sementara. “Perusahaan lampu lokal belum mampu memenuhi besarnya pasar lampu nasional yang selalu meningkat setiap tahun. John Mannopo. dia mengharapkan.” kata John.tahun lalu yang sekitar 160 juta unit. dipastikan mampu memberikan pengaruh yang luar biasa terhadap bisnis di Indonesia. peredaran produk impor susah dibendung karena didorong konsumsi pasar Indonesia yang sangat tinggi. pasokan LHE impor hingga akhir tahun 2012 mencapai 250 juta unit atau naik 13.” kata Ketua Umum Asosiasi Industri Perlampuan Listrik Indonesia (Aperlindo). Sebenarnya. Perusahaan lampu merupakan industri padat karya sehingga bisa mengurangi pengangguran di Indonesia. namun jumlah produk lokal masih rendah. kata John. Selain itu. pasar lampu di dalam negeri masih besar sehingga produsen lokal didorong memacu produksinya.” ujar Jhon.” kata dia. Suplai LHE lokal saat ini mencapai 30 juta unit yang diproduksi oleh 15 produsen LHE domestik. “Kalau terealisasi. “Mereka jangan mencari enaknya saja dengan mendistribusikan produk dan mengincar pasar Indonesia yang besar. . konsumsi lampu nasional mungkin bisa tumbuh 23% dari 260 juta unit tahun lalu menjadi 320 juta unit. di Jakarta. Tahun ini. Rabu (26/9). Dia memperkirakan. perusahaan lampu domestik hanya mampu memenuhi 20 %. perusahaan China yang juga sebagai importir agar membangun pabrik di Indonesia. Dari angka itu.

Schneider Electric IT Indonesia. Schneider Electric meyakini kualitas manusia merupakan faktor penentu kemakmuran suatu bangsa. Pengembangan SDM Beberapa kegiatan yang berorientasi terhadap pengembangan SDM di Indonesia antara lain PT Schneider Indonesia Goes to School yang masih terus berlangsung hingga saat ini. Melalui program link and match ini. Hingga saat ini tercatat 50 siswa SMK pilihan yang sudah mengikuti kurikulum ini.Country President Schneider Electric Indonesia. Riyanto Mashan.” kata Riyanto. Schneider Electric secara aktif melakukan berbagai program yang bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat sekitarnya. . yang selama ini bergerak dalam spesialisasi manajemen energi. Di Indonesia. siswa-siswa tersebut telah mendapat gelar engineer dan dengan cepat terserap lapangan kerja. antara lain bekerja di PT Schneider Indonesia. “Kami menargetkan optimalisasi konsumsi energi hingga 30%. Schneider Electric berupaya menjembatani dunia pendidikan dengan dunia kerja dengan cara membuka kelas kelistrikan dengan kurikulum khusus dan perlengkapan produk Schneider Electric bagi siswa-siswa SMK. Hasilnya.Sementara itu. Schneider Electric kerap mendukung berbagai event yang bertujuan untuk mengembangkan kompetisi SDM baik skala internasional. seperti halnya Asian Mensa Gathering. Program tersebut diharapkan tercipta tenaga kerja yang mahir dan siap pakai. menawarkan teknologi data center yang mampu memanfaatkan konsumsi listrik secara optimal. dan juga program berskala nasional. mengatakan. Oleh karena itu.

Australia. dan Serbia. Malaysia. organisasi orang ber-IQ genius. Bali juga sukses menjadi tuan rumah berbagai event internasional. Kanada.org). Denmark. Di masa sekarang. Prancis. Mensa Indonesia mengundang anggota Mensa Internasional (www. Sahat Simarmata. Sumber: http://www. Jerman. Afrika Selatan. Belanda.Schneider Electric juga mendirikan Pusat Pelatihan kelistrikan yang berlokasi di bantul Yogyakarta dengan nama Bantul Electrical Training Center. Bali dipilih sebagai tempat penyelenggaraan karena pulau Bali dinilai telah mendunia. Hungaria. untuk bersama-sama membahas dan merumuskan langkah-Iangkah mereka. Anggota Mensa adalah orang-orang ber-IQ tinggi 2% dari populasi. produktifitas intelektual jauh lebih tinggi nilainya dibandingkan produktifitas fisik Karenanya. Singapura.co. pengembangan brain-power merupakan solusi paling efektif untuk meningkatkan taraf ekonomi bangsa. Amerika Serikat. Selain itu.” komprehensif ujar Ketua untuk Mensa mengangkat taraf ekonomi masyarakat miskin dengan cara memberdayakan brain-power Indonesia. Lebih dari 100 orang anggota Mensa dari 15 negara yaitu Indonesia.id/2012/09/26/pasar-lampu-hematenergi-masih-dikuasai-produk-impor/ • Relative Market Share Position . “Berangkat dari keprihatinan untuk menolong masyarakat Indonesia dengan taraf ekonomi rendah. Jepang. Korea Selatan. Pusat pelatihan kelistrikan tersebut dibangun mencermati kebutuhan akan pengetahuan serta keahlian yang baik tentang pemasangan alat-alat elektrikal pasca gempa hebat yang melanda Yogyakarta beberapa tahun lalu.mensa.neraca.

PT Philips Indonesia sebagai perusahaan multinasional. merupakan produsen terbesar di pasar perlampauan Indonesia selalu berupaya menghasilkan produk-produk yang inovatif.ac. Philips terkenal sebagai trend setter dan innovator sebagai perlampuan.pdf .mb. Sejalan dengan issue dunia dan di Indonesia mengenai pasokan listrik yang terbatas terkait dengan bahan bakar yang semakin mahal. Sumber: http://repository. Philips sebagai produsen lampu selalu berupaya untuk menghasilkan produkproduk yang hemat energy dan ramah lingkungan. Sebagai market leader.ipb.id/39/5/E30-05-Prantommy- BabIPendahuluan. hemat energy dan ramah lingkungan. Philips masuk ke dalam pasar perlampuan Indonesia sejak tahun 1920 artinya Philips sudah berbisnis perlampuan sekitar 90 tahun di Indonesia dan saat ini sudah menjadi nomor satu(market leader) dengan menguasai pangsa pasar Indonesia lebih dari 45%.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful