MANAJEMEN STRATEJIK “ PT PHILIPS LIGHTING INDONESIA ”

Anggota Kelompok 1 : • • • • • • I Putu Suryawan Sarah Winona Notosutanto Marchella Teguh Novita Harsalim Cyntya Kusuma Wardani Yuda Satya Candra KP : B FAKULTAS BISNIS DAN EKONOMIKA SEMESTER GASAL 2012-2013 / 3102028 / 24 / 3102044 / 25 / 3102106 / 29 / 3102812 / 31 / 3102835 / 33 / 3102863 / 37

BAB I PENDAHULUAN Ketatnya persaingan dalam dunia industri semakin memacu perusahaan manufacturing untuk terus-menerus meningkatkan hasil produksinya dalam bentuk kualitas, harga, jumlah produksi, pengiriman tepat waktu, dengan tujuan yang lebih nyata adalah memberikan kepuasan kepada pelanggan. Pada saat ini, di PT. Philips Indonesia khususnya, sebagai produsen pembuat lampu masih ditemui adanya aktivitas tidak bernilai tambah (non value adding activity) atau pemborosan (waste) pada waktu proses produksi seperti waiting, motion dan inspection, serta lead time yang panjang , sehingga faktor – faktor tersebut dapat mempengaruhi produktivitas dari perusahaan, yang juga dapat berupa faktor lingkungan, manusia, mesin, material dan metode, oleh sebab itu pendekatan Lean Manufacturing sangat menunjang untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang ada di PT Philips Indonesia. Lean Manufacturing merupakan sistem produksi yang senantiasa mengupayakan penekanan pemborosan dengan melibatkan seluruh karyawan di dalam perusahaan. Pemborosan secara umum yang kita kenal dapat dikategorikan menjadi tujuh macam, yaitu pemborosan terhadap kelebihan produksi, menunggu, tranportasi, proses yang tidak tepat, persediaan yang tidak perlu, pergerakan yang tidak perlu, kerusakan dan perbaikan serta kesalahan desain. Pemborosan di sini diartikan sebagai segala sesuatu yang tidak memberikan nilai tambah. Dengan pendekatan lean manufacturing, diharapkan ditemukan solusi yang tepat untuk mengetahui jenis dan akar penyebab aktivitas yang tidak bernilai tambah di lantai produksi PT Philips Indonesia. Sehingga, waste yang terjadi dalam pembuatan lampu neon dapat dikurangi.

BAB II SEKILAS PERUSAHAAN 2.1 Company Profile Royal Philips Electronics dari Belanda adalah pemimpin global di bidang kesehatan, lighting, dan gaya hidup konsumen, layanan yang peoplecentric, produk inovatif, pelayanan yang diberikan melalui brand promise, yaitu “Sense and Simplicity”. Philips berkantor pusat di Belanda dengan jumlah karyawan sebanyak 134,200 orang di lebih dari 60 negara di dunia. Dengan penjualan sebesar EUR 27 miliar di tahun 2007, perusahaan ini merupakan pemimpin di pasar gambar diagnosa medis (medical diagnostic imaging) dan sistem monitoring pasien (patient monitoring system), solusi lampu hemat energi, termasuk juga solusi gaya hidup untuk kesejahteraan personal. Fungsi pencahayaan untuk menerangi fasilitas yang ada serta pada tempat bekerja yang memberikan sudut pandang penglihatan yang baik dengan arti lainnya pencahayaan memberikan keselamatan dalam bekerja, mengurangi rasa lelah yang bisa mengakibatkan kecelakaan, mengurangi tindakan kesalahan yang mengakibatkan cacat produksi serta meningkatkan produktifitas. Sebagai tambahan, pencahayaan memberikan rasa bangga terhadap lingkungan tempat bekerja. Untuk menghasilkan kualitas yang tinggi, pencahayaan sangatlah penting perananannya dalam membantu meningkatkan produktivitas. Pencahayaan yang baik berarti cukup sinar yang dibutuhkan pada tempat kerja termasuk pada penyebaran cahaya yang merata dan kemanpuan cahaya untuk merenderasi warna di samping itu tidak menimbulkan silau. Pada tahun 1940, pabrik lampu Philips didirikan di Surabaya. Philips Indonesia hadir untuk melayani pasar lokal, menginformasikan dan mempromosikan produk dan layanan serta menyediakan dukungan logistik bagi para distributor resmi. Philips Lighting merupakan fondasi yang

Sejak pelaku bisnis SPBU (Pompa Bensin) asing memasuki pasar Indonesia. Canada. Banyak produk inovasi Philips yang telah diperkenalkan ke pasar Indonesia dengan kelebihan-kelebihan seperti lebih hemat energi.V. Philips merupakan produsen terbesar di pasar perlampuan Indonesia. Philips Fabricage & Handle Maatschappij dan pabrik tersebut saat ini sudah berkembang menjadi salah satu pabrik terbaik di dunia yang dimiliki oleh Philips Lighting dengan diperolehnya PBE Gold Medal Award untuk tahun 2004 & 2005. Pabrik Lampu Philips Surabaya menerima “Penghargaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja PT Philips Indonesia” dengan bangga mengumumkan bahwa Pabrik Lampu Philips Surabaya dianugerahi Zero Accident Award untuk pertama kalinya oleh Pemerintah Republik Indonesia. Bisnis perlampuan Philips Lighting di Indonesia dimulai di tahun 1941 dengan dibangunnya pabrik lampu pertamanya di Surabaya dengan nama N. CDM. Eropa dan Amerika Latin. berumur lebih panjang dan lebih ramah lingkungan seperti T5. 80% hasil produk pabrik ini diekspor ke lebih dari 80 negara di Asia Pacific . Philips juga sangat dikenal sebagai trend setter dan innovator di dalam teknologi perlampuan. selain hal tersebut di atas. Hal ini cukup masuk akal mengingat Philips sudah masuk ke dalam pasar perlampuan Indonesia sejak tahun 1920 artinya Philips sudah berbisnis perlampuan hampir 90 tahun di Indonesia dan saat ini sudah menjadi nomor 1 dengan menguasai pangsa pasar Indonesia lebih dari 45% . lebih kompak. Philips Lighting telah ikut berperan dalam pembentukan gaya dan tampilan SPBU yang baru melalui penyediaan rumah lampu berkualitas tinggi untuk sarana SPBU yang disebut Mini 300. Electronics Ballast dan masih banyak lagi yang akan ikut mempengaruhi tren desain perlampuan di Indonesia.menjadikan salah-satu perusahaan elektronika terbesar dunia diletakkan pada tahun 1891 ketika Gerard Philips mendirikan perusahaan di Eindhoven.USA . . LED.

yakni bagaimana Philips bisa berpartisipasi aktif mengurangi pemanasan global.Pabrik Lampu Philips Surabaya mendapatkan penghargaan tersebut setelah berhasil mencapai lebih dari enam juta jam kerja orang tanpa terjadi kecelakaan. Sedangkan khusus untuk audit Zero Accident dilakukan oleh Dinas Tenaga Kerja. agar menghasilkan produk yang bisa didaur ulang. Prestasi ini adalah hasil dari kerja keras dan kerjasama antara tim manajemen dan karyawan yang mendukung implementasi peraturan keselamatan dan kesehatan kerja. . tidak berdampak buruk. Ini adalah pertama kalinya Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Pabrik Lampu Philips Surabaya mendapatkan Zero Accident Award. Komitmen perusahaan tetap tinggi. saat produk tersebut sudah tidak berfungsi dan dibuang ke lingkungan. Selain keberhasilan ini. Audit Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja dilakukan oleh Sucofindo . Audit didasarkan pada Peraturan Departemen Ketenagakerjaan nomor Per 05/Men/1996. Dengan demikian. Sucofindo melakukan audit SMK3 untuk kedua kalinya terhadap Pabrik Lampu Philips Surabaya yang mencapai angka 97 persen dan dianugerahi dengan Sertifikat Bendera Emas.untuk mengukur tingkat pencapaian implementasi dari Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Pabrik Lampu Philips Surabaya diakui sebagai perusahaan pertama di Indonesia yang mendapatkan Sertifikat OHSAS 18001 versi 2007 yang secara Internasional mulai diperkenalkan pada bulan Juli 2007.sebuah badan audit independen yang ditunjuk oleh Departemen Ketenagakerjaan . perusahaan ini terus mengembangkan teknologi dan inovasi. Oleh karena itu. Angka ini berada jauh di atas standar angka sertifikat emas pada umumnya yaitu 85%.

yang dikenal pekerja keras. Philips berhasil menyabet International Corporate Environmental Achievement dan memperkenalkan program Ecovision yang pertama di dunia. Semua ini hasil positif dari program Ecovision.Komitmen itu pula yang mengantar bisnis Philips merambah dunia. Hal yang perlu digarisbawahi adalah Philips mengambil berbagai inisiatif untuk mengurangi konsumsi energi dan emisi gas buang. Tahun 1994 Philips membuat program The Environmental Opportunity. disiplin. Melalui target yang jelas terhadap produk dan proses. Tahun 1970 Philips berpartisipasi dalam Club of Rome. Demikian juga dalam hal menekan emisi. termasuk di dalamnya sistem medis yang profesional dan perlengkapan kesehatan personal. tetapi juga memberikan kontribusi ekonomi dan perbaikan lingkungan bagi dunia. yang lebih bangga adalah para green belt ataupun semua pekerja PT Philips Lighting Surabaya. Acuannya terhadap lingkungan pun jelas. Pada tahun itu emisi per kilogram mengalami penurunan sebesar 14%. Hal itu yang membuat semua pekerja Philips. Sejak tahun 1970. . Dalam arti. Tahun 1998. kendati ada kenaikan pasar. dan berdedikasi tinggi menjadi bangga dalam pekerjaannya. penggunaan energi secara spesifik (giga joule/1. Wajar apabila Philips pun berbangga. Pada tahun 2006 kapasitas produksi gelas Philips naik 27% dibandingkan dengan total produksi tahun 2005. program ini telah membantu Philips untuk melakukan perbaikan yang terus-menerus. Namun. Dewan Direksi Philips telah memformulasikan beberapa program yang berkaitan dengan lingkungan. Saat ini Philips memiliki beberapa sektor bisnis sebagai berikut: ◊ Healthcare. Mereka tak hanya membuat industri lampu Philips di Surabaya masuk tataran world class company.000 output) mengalami penurunan sebesar 16%.

termasuk di dalamnya pabrik lampu. komponen elektronik. . lampu gas discharge intensitas tinggi maupun lampu khusus. Philips Lighting mempekerjakan sekitar 44. tidak hanya hampir di seluruh sudut rumah. Philips hadir di hampir semua negara dengan organisasi penjualan dan/atau pabrik. Indonesia. Jepang. komponen dan sistem pencahayaan profesional. Hong Kong. dan 55% stadion sepak bola utama dunia seperti 7 dari 10 stadion yang digunakan pada piala dunia sepak bola 2002 di Jepang/Korea dan 8 dari 12 stadion yang digunakan pada piala dunia sepak bola 2006 di Jerman dan pada event dunia lainnya. Singapura. Korea Selatan dan Vietnam. dan lampu mobil.000 orang di berbagai lokasi manufaktur di seluruh dunia. tetapi juga dalam hampir seluruh aplikasi profesional. misalnya: 30% dari bangunan-bangunan komersial seperti gedung perkantoran. neon kompak. Produk-produk ini meliputi jenis lampu pijar maupun halogen. 65% pada bandara-bandara top dunia. Filipina. Di Asia Pasifik. rumah sakit dan bangunan-bangunan yang telah menjadi identitas dari suatu kota/negara. kemapanan ini didukung oleh kombinasi kepemimpinan dalam berinovasi dan pendekatan sistematis untuk menemukan peluang pasar baru. Thailand. Ambisi Philips adalah meletakan fondasi dalam industri lighting sebagai pilihan utama mitra inovatif dalam menyediakan solusi pencahayaan yang kreatif dan terjangkau. yakni Australia. Produk Philips dapat ditemukan di seluruh dunia. Pakistan. Philips menduduki posisi No. ballast. Malaysia. India. luminaires (rumah lampu). 1 untuk pasar lighting di dunia. ◊ Consumer Lifestyle. serta solusi pencahayaan personal.◊ Lighting. dan personal care. Selandia Baru. domestic appliances. 35% mobil. Cina. termasuk di dalamnya Consumer electronics. Taiwan.

Mendahulukan kepentingan pelanggan. Keunggulan kompetitif (dalam hal biaya. berfokus secara khusus pada kualitas. Doronglah pengembangan sumber daya manusia. 2.4 Core Values ◊ ◊ ◊ ◊ ◊ ◊ Kualitas yang tinggi.2 Vision Meraih dan mempertahankan standar “Terbaik di Kelas” di dalam Total Quality Management yang dibangun secara terus-menerus 2. dan kesehatan lingkungan).3 Mission ◊ Memberikan produk perlampuan dan pelayanan terkait yang unggul. Memperhatikan lingkungan sekitar (terkait CSR) terhadap komunitas di sekitar Philips dengan kerangka kerja Delight and Best. ◊ ◊ Mitra kerja terbaik untuk melakukan usaha. keselamatan kerja. Dapatkan hasil yang hebat. . kecepatan dan biaya yang bersaing. ◊ Mempunyai rasa keterkaitan yang kuat dan langgeng dalam rangka memperbaiki kualitas hidup orang banyak.2. Dukunglah satu sama lain. di dalam lingkungan yang aman-sehat terhadap customer.

125 4 0.075 3 0.9 0.175 4 0. Bertambahnya pendapatan per kapita 0.125 4 0.020 3 0.7 dan inovasi produk 0.225 4 0.5 dan semakin kesadaran meningkat 0.06 pemerintah tarif inovasi yang listrik produk 0.025 3 0. Kebutuhan pelanggan terhadap Philips. 6. Kebijakan menaikkan mempengaruhi Philips. Kebijakan membuka pemerintah kesempatan yang bagi 0.BAB III EXTERNAL AND INTERNAL ASSESSMENT 3. 2.225 perusahaan asing.075 0. Jumlah penduduk yang meningkat dari tahun ke tahun akan meningkatkan produk Philips. 7. 5.1.5 . Perkembangan teknologi membantu produksi Philips. 4. 3.1 External Assessment 3.1 EFE Matrix Faktor-Faktor Eksternal Utama Opportunities(Peluang) Bobot Peringkat Skor Bobot Peluang 1. Produk competitor tidak menyaingi PT Philips.

1 IFE Matrix Faktor-Faktor Internal Utama 1.09 . Di sini total rata-rata tertimbang dari EFE Matrix adalah 3.030 3 0. Ini berarti PT Philips Lighting Indonesia merespons dengan baik terhadap peluang dan ancaman yang ada di dalam industrinya.175 2 0. Sehingga. Pertumbuhan pendapatan per kapita yang bisa meningkatkan daya beli konsumen.025 1 0.025 politik memburuk Indonesia sejak 0.35 0. Sedangkan ancaman yang ada lebih ke kondisi politik Indonesia yang saat ini mempengaruhi kondisi perekonomian yang ada. 3. Keberadaan pesaing yang akan menginovasi produknya demi menyaingi Philips.425.425 0.2. PT Philips Lighting Indonesia bisa dikatakan dapat berjalan dengan baik secara efektif dan efisien. TOTAL = Keterangan: Dari EFE Matrix di atas tampak bahwa perkembangan teknologi.00 3. kesadaran pelanggan dan kebijakan pemerintah yang mendukung perkembangan PT Philips Lighting Indonesia merupakan peluang utama dan menjadi faktor terpenting. Kondisi cenderung Februari 2012. 8. Threats(Ancaman) Bobot Peringkat Skor Bobot Ancaman 1.yang bisa meningkatkan daya beli konsumen.2 Internal Assessment 3. yakni perusahaan lampu. 2.

10 4 0. 5.06 0.13 4 0.13 4 0.09 banyak menggunakan teknologi. 7. Segmenting market secara umum dan global jadi bisa dinikmati semua kalangan. Slogan “Sense and Simplicity” yang digunakan untuk mengubah image PT Philips. 6. Perampingan organisasi karena 0. 9.06\ 0.03 3 0.08 4 0. Lampu hemat energi dan tahan sampai 10 tahun.02 3 0. Produksinya beragam(diferensiasi produk) dan inovasi.40 0. Penerapan Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja di PT Philips sangat Award”). Penjualan naik dari 7552 pada tahun 2010 menjadi 7638 pada tahun 2011.52 .13 4 0.03 0.01 3 0. 4. Sistem family and professionalism terhadap SDM nya.52 0.32 0.Strength(Kekuatan) Bobot Peringkat Skor Bobot Kekuatan 1. Terkait alat medis dari PT Philips yang dikenal lebih efisien dan memberikan kenyamanan. 3. tinggi(“Zero Accident 0. 2. 8.02 3 0.52 0.

11. SDM sering bersaing secara tidak sehat.38 flow before financing 0.08 1 0.00 3. dapat disimpulkan bahwa PT Philips Lighting Indonesia masih unggul dalam kekuatan internalnya. inovasi produk. segmentasi secara global dan adanya program keselamatan kerja serta standar penghargaan berbasis kinerja yang digunakan diindikasikan dengan peringkat 4. Di sini total rata-rata tertimbang dari IFE Matrix tersebut adalah 3.38 mengindikasikan bahwa PT Philips Lighting Indonesia ini di atas rata-rata dalam keseluruhan kekuatan internalnya. 2. Weaknesses(Kelemahan) Bobot Peringkat Skor Bobot Kelemahan 1.40 Kinerja terhadap SDM membuat penilaian Philips lebih obyektif.13 2 0.04 3 0. penjualan.10. TOTAL = Keterangan: Dari IFE Matrix di atas tampak bahwa kekuatan utama PT Philips Lighting Indonesia adalah produksi. Sistem Penghargaan Berbasis 0. Sedangkan kelemahan utama adalah persaingan SDM yang tak sehat.08 0. Adanya SPM untuk keseluruhan kegiatan utama.1 Analisis dan Pilihan Stratejik 1. Cash 254.10 4 0. Sehingga.26 activities turun dari 590 menjadi . BAB IV ANALISIS-REKOMENDASI 4.12 0.

Penjualan naik dari 7552 pada tahun 2010 menjadi 7638 pada tahun 2011. 6. 2.1. 3. Lampu hemat energi dan tahan sampai 10 tahun. SDM sering bersaing secara tidak sehat. dari 590 menjadi flow . 2.4. 5. Segmentin g market secara Kelemahan(Weakn esses-W) 1. Peramping an organisasi karena banyak menggunakan teknologi.1 The Input Stage ( mengacu pada Bab III EFE Matrix dan IFE Matrix) 4.1.2 The Matching Stage • SWOT Matrix Kekuatan(Strength -S) 1. Produksiny a beragam(diferensi asi produk) dan inovasi. Cash before financing activities turun 254. Sistem family and professionalism terhadap SDM nya. 4.

Slogan “Sense and Simplicity” yang digunakan untuk mengubah image PT Philips. 9.umum dan global jadi bisa dinikmati semua kalangan. Penerapan Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja di PT Philips sangat tinggi(“Zero Accident Award”). Adanya SPM untuk keseluruhan kegiatan utama. Menambah . 8. Sistem Penghargaan Berbasis Kinerja terhadap SDM membuat penilaian Philips lebih obyektif. Peluang(Opport unities-O) SO Strategies 1. Terkait alat medis dari PT Philips yang dikenal lebih efisien dan memberikan kenyamanan. 7. 11. 10. Menggenca WO Strategies 1.

5. 4. (S1. 6. Kebijaka n pemerintah yang membuka kesempatan bagi perusahaan asing. 02. 08) dan baik. O4) teknologi untuk meningkatk an hasil dan memotivasi SDM untuk bekerja lebih (W1. Kebutuh an dan kesadaran pelanggan semakin meningkat terhadap Philips. O5) 2. Menambah lapangan pekerjaan baru dengan konsep “penjualan” bukan”pem buatan”(W1 . 2. O1. O2) 2. Memperlua s jangkauan pasar dengan melakukan penjualan di tempat – tempat yang belum terjangkau oleh Phillips (S6. Membuka toko – toko baru yang khusus menyediakan produk Philips dan dekat dengan pelanggan (S4. Jumlah penduduk yang meningkat dari tahun ke tahun akan meningkatkan rkan research and development produk – produk lampu berteknologi tinggi yang tidak pernah ada sebelumnya dan tetap mengusung prinsip hemat energi. . O4) 3. Kebijaka n pemerintah yang menaikkan tarif listrik mempengaruhi inovasi produk Philips. Produk competitor tidak menyaingi PT Philips. O2. 07. 3.1. Meningkatk an kegiatan financing yang didapat dari sales aktivitas lainnya(W2. S2. Perkemb angan teknologi membantu produksi dan inovasi produk Philips. O3) 3.

T1) 3. Keberad aan pesaing yang akan ST Strategies 1. S5. 8. Memanfaat kan segmen pasar global untuk meminimal isir dampak WT Strategies 1. 7. Bertamb ahnya pendapatan per kapita yang bisa meningkatkan daya beli konsumen. Merancang produk inovasi(dif erensiasi) tiap bulan(S2. Ancaman(Threa ts-T) 1. 2.produk Philips. T2) 2. Mengalihka n fokus dari pasar domestik ke pasar ekspor (W2. Mengadaka n pelatihan bagi para manajer (W1. Kondisi politik Indonesi a cenderun g membur uk sejak Februari 2012. Pertumb uhan pendapatan per kapita yang bisa meningkatkan daya beli konsumen.T2) 2. Berfokus pada usaha mengeduka si konsumen mengenai produk Philips .

0 20 0. politik yang ada(S6. T2) (W2.5 0.T1) 3.23 0 Industr y Growth .0 Bintang Tanda Tanya 0.4 5 0. Merambah ke dunia kesehatan yang tidak terpikirkan oleh pesaing lainnya(S8. T2) • BCG Matrix Relative Market Share Position 1.mengino vasi produkn ya demi menyain gi Philips.

0 1.0 Total Rata-rata 3.38 3. penetrasi pasar.0 3.0 1. .0 Tertimbang EFE Matrix 2. integrasi ke depan atau integrasi horizontal. Ada beberapa alternatif strategi dari kuadran I. • 4. yakni:  Integrasi ke depan. Sehingga strategi yang dapat digunakan adalah integrasi ke belakang. Tetapi karena PT Philips Lighting Indonesia termasuk market leader di Indonesia maka PT Philips Lighting Indonesia lebih dominan ke arah “bintang”.Sales Rate Cash Cow Anjing -20 Menurut BCG Matrix di atas PT Philips Lighting Indonesia masuk ke dalam zona “tanda tanya”.0 IE Matrix Total Rata-rata Tertimbang IFE Matrix 3.0 2.125 Masuk dalam kuadaran I yang merupakan Growth and Building Strategy. pengembangan pasar dan pengembangan produk.

225 4 0.075 Bobot AS TAS Pasar AS TAS Integrasi ke Pengembang depan AS TAS an Pasar AS TAS . Integrasi ke belakang.525 dan produk 0.35 3 0.7 1 0. Produk competitor menyaingi Philips.  Pengembangan Produk.  Integrasi horizontal.45 3 0.  Penetrasi Pasar.225 2 0. Kebutuhan kesadaran pelanggan semakin meningkat dan 0. 3.075 4 0.3 3 0. 2.15 1 0.3 The Decision Stage • QSPM Matrix Pengembangan Penetrasi Produk Faktor Utama Opportunities(Peluang) 1.675 1 0.9 2 0.175 2 0.175 4 0. Perkembangan teknologi membantu produksi inovasi Philips. 4.  Pengembangan Pasar.1.225 tidak PT 0.

5 meningkatkan produk Philips.25 4 0. 8. Bertambahnya pendapatan meningkatkan daya konsumen.060 3 0.125 4 0.05 1 0. 4.090 4 0. 5. 6. Jumlah penduduk yang dari tahun meningkat tahun ke akan 0.025 2 0.125 2 0.080 2 0.060 produk yang tarif 0.040 1 0. Kebijakan pemerintah menaikkan listrik mempengaruhi inovasi Philips.075 .5 2 0.25 1 0.030 1 0.020 4 0.125 3 0.12 beli per kapita yang bisa 0.terhadap Philips.020 3 0. Pertumbuhan pendapatan meningkatkan daya beli per kapita yang bisa 0. 7. Kebijakan pemerintah membuka kesempatan bagi perusahaan asing.1 3 0.375 1 0.125 3 0.030 2 0.025 4 0.375 yang 0.

2.10 4 0.13 4 0.08 3 0. 2.13 3 0.52 .40 SDM 0.02 0.08 2 0.39 2 0.08 2 0.30 2 0. Keberadaan pesaing yang akan menginovasi produknya demi menyaingi Philips. Penjualan naik dari 7552 pada tahun 2010 menjadi 7638 pada tahun 0.10 3 0.04 3 0.32 1 0. TOTAL = Strength(Kekuatan) 1.025 2 0.00 0. Sistem family and professionalism terhadap nya. 4.1 1 0.24 4 0.025 4 0.35 3 0. 3. Lampu hemat 0.20 1 0.02 4 0.06 1 0. Threats(Ancaman) 1.16 1.075 politik Bobot 0.26 1 0. Produksinya beragam(diferensi asi produk) dan inovasi.525 4 0.7 energi dan tahan sampai 10 tahun.175 1 0.konsumen.05 3 0. Kondisi Indonesia cenderung memburuk sejak Februari 2012.175 2 0.

7.09 mengubah image . Terkait alat medis dari PT Philips yang dikenal lebih efisien memberikan kenyamanan.02 4 0.04 1 0. 8.39 dan 0.03 4 0.01 4 0. 5. Kerja Philips 0.03 2 0.01 3 0.52 0.13 1 0. Segmenting market secara umum dan global jadi bisa dinikmati kalangan. 9.26 3 0.06 3 0.13 2 0.26 3 0.04 2 0.13 2 0.03 yang untuk 0.08 2 0.13 4 0.02 1 0. 6.39 4 0.2011. Slogan “Sense and Simplicity” digunakan PT Philips.52 1 0.02 3 0.12 1 0.06 semua 0. Penerapan Manajemen Keselamatan dan Kesehatan di PT sangat tinggi(“Zero Accident Award”). Perampingan organisasi karena banyak menggunakan teknologi.

04 4 0.10.52 3 0.04 3 0.205 3.32 1 0.47 3.08 1 0.24 2 0. Di sini memang tampak bahwa PT Philips dominan dalam menginovasi produknya dan akan tetap dikonsumsi masyarakat apapun bentuknya dalam jangka panjang. TOTAL = 1.16 2 0.12 untuk keseluruhan kegiatan utama.39 Sistem Penghargaan Kinerja SDM 0. 11. Adanya SPM 0.08 sering secara Bobot 0.20 1 0. 2.10 2 0. SDM bersaing tidak sehat.08 3 0.285 4. Berbasis terhadap membuat penilaian Philips lebih obyektif. Hal ini dapat dilihat di 5. yakni 5.47. Weaknesses(Kelemahan) 1.00 Keterangan : Dari QSPM Matrix di atas dapat dilihat bahwa strategi yang cocok untuk PT Philips Lighting Indonesia adalah strategi pengembangan produk yang memiliki total attractive score tertinggi.26 1 0.30 .40 3 0.74 turun dari 590 menjadi 0. Cash flow before financing activities 254.13 2 0.16 4 0. Karena saat ini kebutuhan konsumen meningkat terhadap PT Philips dan belum ada yang bisa menyaingi PT Philips.13 4 0.10 4 0.

PT Sinar Angkasa Rungkut (Chiyoda).Lampiran kami bahwa PT Philips Lighting Indonesia merupakan market leader yang berarti trendsetter terhadap produk yang ada. Philips sempat mengalami kerugian karena kalah dalam inovasi dengan produk kompetitor seperti Nokia. Philips mampu menduduki posisi pertama dalam kurun waktu 10 tahun hal ini dikarenakan Philips memiliki ciri dengan kualitas yang lebih baik dibandingkan produk pesaingnya seperti Osram. yakni PT GE Lighting Indonesia (GE). LAMPIRAN • Faktor Eksternal  Competitor Dalam hal kompetisi produk khususnya lampu. SE dll. PT Matsushita Lighting Indonesia (National). . dan PT Osram Indonesia (Osram). Namun untuk produk handphone. Hanox dll. Berikut penjabaran pesaing PT Philips dalam hubungan kerja sama dengan PLN.

organisasi kemasyarakatan.  Politik dan Hukum Kondisi politik Indonesia menurut lembaga statistik Indonesia pada Februari 2012 dinyatakan cenderung memburuk. Philips store ini untuk memulai terobosan untuk mencapai visi menjadi terdepan dalam menawarkan home lighting solution dan menjadikan brand Philips yang lebih dekat dengan pelanggan. Philips harus terus mengantisipasi dan memantau gejolak politik yang sewaktu – waktu dapat mengacaukan perekonomian bangsa . dan perusahaan – perusahaan yang mempunyai kegiatan pemberdayaan masyarakat. termasuk Philips Lighting. Bisa bermanfaat bagi tempat – tempat yang tidak ada aliran listrik serta dapat digunakan untuk BUMN. yang tidak hanya membeli semua barang yang dipamerkan. Hal ini menjadi ancaman terhadap perkembangan bisnis perusahaan – perusahaan Indonesia. tapi juga memperoleh inspirasi desain rumah yang ideal beserta interior dan penataan cahaya lampu. pertumbuhan ekonomi di Surabaya tumbuh sangat pesat. Dalam hal ini. Philips pun menghadirkan Boutique Lighting pertama di Surabaya dan Indonesia.000 jam. Konsep itu memberikan pelayanan kepada pelanggan. Lampu yang dilengkapi dengan remote dan dhimmer ini mampu bertahan hingga 5. Boutique lighting atau Philips store memiliki konsep home lighting experience. Teknologi dan Lingkungan Dengan adanya perkembangan teknologi seperti saat ini maka PT Philips Lighting Indonesia membuat lampu tenaga surya (inovasi dan juga agar ramah lingkungan).

Hal ini juga memberikan peluang bagi Philips Lighting karena jumlah permintaan akan produknya juga dapat bertambah. Apalagi jaman sekarang.  Kondisi ekonomi .7% seiring bertambahnya penghasilan masyarakat Indonesia. jumlah penduduk Indonesia selalu meningkat dari tahun ke tahun.  Pendapatan Per Kapita Pendapatan per kapita Indonesia pada tahun 2011 naik sebanyak 17. jumlah penduduk Indonesia mencapai lebih dari 242 juta.  Ekonomi  Penduduk Pada data terakhir yaitu pada tahun 2011. lampu tidak hanya digunakan untuk penerangan. Pemerintah membuka kesempatan yang luas bagi perusahaan asing seperti PT Phllips untuk membuka cabang dan beroperasi secara luas asal tidak menjadi perusahaan monopoli.dan berpengaruh besar terhadap perkembangan bisnis Philips Lighting. semakin tinggi pula daya beli masyarakat termasuk terhadap lampu. pemerintah juga menaikkan tarif listrik sehingga Phillips menangkap peluang untuk menciptakan lampu LED hemat energi untuk perusahaan lain yang membutuhkan penggunaan lampu yang sangat banyak. Hal ini dapat menjadi peluang bagi Philips Lighting karena seiring bertambahnya pendapatan. Dilihat dari data bank dunia. namun juga untuk dekorasi yang mempermanis hunian. Hal ini terbukti dari banyaknya perusahaan asing yang membuka cabang di Indonesia. Selain itu.

Hal ini juga dapat memberikan peluang yang besar bagi ekspansi Philips sehingga Philips dapat memperluas pangsa pasar dan jangkauan pasarnya. . Philips menargetkan bahwa produknya akan sukses di berbagai negara di dunia. orang berpikir Phillips adalah perusahaan Spanyol. Philips ingin produknya diterima dan dianggap sebagai produk lokal di suatu negara. orang berpikir Phillips adalah sebuah perusahaan Brasil karena Philips adalah merek yang sangat sangat terkenal di sana dan jika pergi ke Spanyol. • Faktor Internal  Pemasaran SEGMENTING/TARGETING Philips tidak membagi segmentasinya ke dalam kelas-kelas secara spesifik. Pasar Philips untuk produk-produk rumah tangganya adalah masyarakat umum di berbagai negara.Pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan yang pesat dalam dua tahun terakhir ini. POSITIONING Philips sebelumnya dikenal sebagai perusahaan yang “kolot” dan tidak trendi sehingga ingin merubah image dan memperkenalkan kepada orang banyak bahwa produk mereka kini memiliki teknologi modern dan berkualitas. sedangkan untuk alat-alat medis mereka membidik pasar rumah sakit dan klinik-klinik kesehatan di berbagai negara. Amerika Serikat. jika kita pergi ke Brasil. yaitu "Sense and Simplicity” Slogan ini dirancang untuk menggambarkan produk yang mudah digunakan dan indah bentuknya (easy to use and easy in the eyes). Philips memperkenalkan slogan baru kepada konsumen. Misalnya. bahkan melebihi negara adidaya.

Diferensiasi yang dilakukan Philips mencakup jenis. lebih cepat dan lebih efisien.  Management Information Systems . Seiring dengan perkembangan zaman Philips menciptakan diferensiasi produk yang cukup beragam yaitu : · · · lampu yang bertahan sampai 10 tahun membuat TV panel datar / TV Plasma produk router nirkabel untuk keperluan rumah sakit yang memungkinkan dokter untuk merawat pasien dengan lebih baik. Hal itu menjadi ajang promosi dengan menonjolkan benefit produk sehingga orang mau menggunakan alat tersebut karena selama ini alat medis identik dengan hal yang menakutkan. tetapi juga peralatan elektronik rumah tangga modern lainnya termasuk alat-alat modern untuk keperluan rumah sakit dan alat tersebut dirancang untuk digunakan dengan kemudahan. dan bentuk produk.DIFERENSIASI Diferensiasi produk dilakukan untuk menganekaragamkan produk yang dihasilkan sehingga dapat bersaing dipasaran. Produk medis Philips mengklaim alat mereka lebih efisien dan akan memberi kenyaman kepada pasien dan menciptakan lingkungan yang kondusif sehingga kerja dokter merawat pasien menjadi lebih baik. features. Saat ini Philips tidak hanya memproduksi lampu bohlam. · alat-alat elektronik keperluan rumah tangga lainnya dengan teknologi modern. design. lebih cepat dan lebih efisien (alat-alat medis). PROMOTION STRATEGY Philips memiliki slogan Sense and simplicity yang sangat mudah diingat oleh konsumen dan sangat melekat dengan perusahaan sehingga konsumen akan dengan mudah mengingat Philips.

Perusahaan Bohlam Philips yang menganut tipe Patrimonial Management saat ini menerapkan prinsip profesional juga terhadap anggota-anggota yang memiliki kualitas sumber daya manusia yang tinggi maupun berintelektual. Top eksekutifnya dipilih berdasarkan ranking dan kualitas. Setelah generasi keluarga pertama memimpin selama hampir separuh abad. bertukar pikiran. Namun adapula keburukan dari tipe ini adalah rentannya suatu perusahaan yang bertindak korupsi. maka terdapat peluang besar di dalam perusahaan tersebut untuk KKN. dll. Sekalipun pemegang saham terbesarnya di bawah tangan anggota keluarga dari generasi pertama hingga kedua. Kebaikan dari Patrimonial Management ini yaitu di mana hubungan anggota keluarga semakin erat dan terjalin karena sering terjadinya komunikasi dalam anggota keluarga. Kebaikan dari Professional Management dalam perusahaan tersebut yaitu. Akan tetapi. pemegang saham yang bukan merupakan anggota keluarga masih mendapat kesempatan untuk menjadi top eksekutifnya di dalam perusahaan. Namun banyak pengamat mengatakan sistem yang dipakai dalam perusahaan ini adalah “familial meritocracy”. karena adanya hubungan kekeluargaan. mengkreasikan pola pikir dan . generasi kedua keluarga ini mulai memimpin.Perusahaan ini menarik karena boleh dibilang hingga sekarang masih menerapkan manajemen keluarga. namun top eksekutifnya tetap bisa di dapatkan oleh orang lain yang memang memiliki kemampuan dalam berbisnis yang tinggi. perusahaan ini tetap bisa berjalan hingga sekarang karena menerapkan prinsip profesionalisme.

8 -362 -4. Bagaimanapun juga dalam setiap tipe manajemen ada kebaikan dan keburukannya masing-masing. comparable EBITA as a % of sales EBIT as a % of sales Net operating capital (NOC) Cash flows before financing activities Employees (FTEs) 6546 -11 -13 145 2. nominal % increase.2 -16 -0. tinggal bagaimana kita mengeksploitasikan sumber daya alam maupun manusia dengan efisien dan efektivitas (dengan baik).2 5104 624 51653 2010 7552 15 9 869 11.meluangkannya pada perusahaan tersebut. Selain itu sering kali menjadi bersaing yang tidak sehat yang artinya saling menjatuhkan anggota yang satu dengan yang lainnya. Bisa dikatakan hubungan kekeluargaannya tidak melekat.5 695 9.  Keuangan  Keua in millions of euros 2009 Sales Sales growth % increase.7 5020 254 53168  Mana  Manajemen SDM . manage yang berarti mengatur serta beradaptasi dengan lingkungan.2 5561 590 53888 2011 7638 1 6 445 5. Hal ini sering kali ditemukan pada tipe manajemen profesional. Pada keburukannya adalah adanya jarak antara anggota yang satu dengan yang lainnya. Sehingga kekurangan tersebut dapat tertutupi dengan kesempurnaan kita dalam mengolah.

Sumber Daya Manusia merupakan salah satu unsur dalam proses produksi. di samping dituntut untuk senantiasa meningkatkan kemampuan diri juga diharapkan mewaspadai pemanfaatan unsur lainnya berupa peralatan kerja yang dianggap canggih dan modern. Jika karyawan merasa aman dan nyaman dalam menjalankan pekerjaannya. Oleh karena itu. Melalui sistem pengendalian manajemen. terkoordinasi. keseluruhan kegiatan utama untuk menjadikan perusahaan sebagai institusi pencipta kekayaan dapat dilaksanakan secara terstruktur. penerapan manajemen keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan industri sangat diperlukan.  Opportunity mindset. terjadwal dan terpadu sehingga menjanjikan tercapainya tujuan perusahaan-perusahaan bertambahnya kekayaan dalam jumlah yang memadai. Sistem pengendalian manajemen pada dasarnya suatu sistem yang digunakan oleh manajemen untuk membangun masa depan organisasi. maka dapat meningkatkan semangat kerja karyawan serta dapat mencapai produktivitas yang tinggi. untuk membangun .  Sistem Pengendalian Manajemen Sistem pengendalian manajemen juga menyediakan berbagai sistem untuk melaksanakan proses perencanaan dan implementasi rencana. Yakni kondisi yang terbuka di masa depan yang belum pernah dialami seseorang atau organisasi yang berbeda dengan yang pernah dialami sebelumnya dan yang mengandung ketidakpastian.

empowerment) Pemberdayaan merupakan trend pengelolaan sumber daya manusia di dalam organisasi masa depan.masa depan organisasi. manajemen puncak tidak lagi mampu menjalankan sendiri seluruh bisnis perusahaan. Timbullah kebutuhan untuk memberdayakna karyawan guna membangun responsibility – based organizarion. ke manajemen puncak. penghargaan. Beban tanggung jawab untuk menjalankan bisnis perusahaan perlu didistribusikan kepada manajemen bawah dan karyawan. . didistribusikan. Pemberdayaan karyawan dilakukan di dalam organisasi perusahaan dengan fokus ke penyediaan produk dan jasa bagi customers. mengimplementasikan rencana pekerjaan menjadi tanggung karyawan jawab (employee kelompoknya. Untuk kepuasan customer-lah pada dasarnya pemberdayaaan karyawan ini ditujukan. perlu ditentukan lebih dahulu dalam bisnis apa organisasi akan berusaha. Pada waktu lingkungan bisnis berubah menjadi turbulen.  Employee Empowerment Pemberdayaan karyawan berarti memampukan dan memberikan yang kesempatan kepada karyawan untuk merencanakan. Timbullah kebutuhan perlu mendistribusikan kepada manajemen bawah dan karyawan. karena merekalah yang menjalankan bisnis perusahaan. Suatu sistem yang digunakan untuk mendistribusikan penghargaan kepada personel organisasi. pada waktu organisasi hirarkis fungsional digunakan oleh perusahaan untuk menghadapi lingkungan bisnis yang stabil.

 Cross Functional Mindset Cross-functional mindset merupakan mindset yang cocok dalam mewujudkan sistem pengendalian manajemen untuk menghadapi lingkungan bisnis global. 2. baik secra fisik maupun secara mental.suatu organisasi yang seluruh personelnya (manajemen dan karyawan) bertanggung jawab atas bisnis perusahaan. Tim lintas fungsional hanya akan efektif di dalam menjalankan organisasi lintas fungsional jika mereka memiliki mindset yang cocok dengan organissai tersebut. Suatu rangkaian system yang digunkan untuk melayani kebutuhan customer. Suatu kumpulan shared competencies and resources yang disediakan untuk dimobilisasi guna memenuhi kebutuhan customer.  Sistem Penghargaan Berbasis Kinerja Setelah kinerja dan peran untuk mewujudkan kinerja ditetapkan. Dengan demikian manajemen atas aktivitas pembuatan produk dan jasa penyediaan jasa hanya akan berhasil jika batas-batas antarfungsi ditiadakan. langkah selanjutnya dalam pengelolaan . Proses untuk menghasilkan produk dan jasa menembus batas-batas antar fungsi.  Paradigma Lintas Fungsional Paradigma lintas fungsional memandang organisasi sebagai berikut : 1. serta kompetensi inti untuk mewujudkan peran ditentukan.

26 September 2012 | 13:16 WIB Pasar Lampu Hemat Energi Masih Dikuasai Produk Impor NERACA Jakarta – Produk lampu hemat energi (LHE) impor masih mendominasi total konsumsi nasional dengan penjualan 190 juta unit. Tidak hanya itu. (2) untuk meningkatkan kepuasan personel terhadap penghargaan sehingga meningkatkan nilai penghargaan bagi personel.7% dibanding periode sama . Kepastian suatu kinerja diberi penghargaan dan tingginya nilai penghargaan bagi personel inilah yang menjadi pemacu usaha personel dalam menggunakan kompetensi inti melalui peran mereka untuk menghasilkan kinerja.  Operations Produk lampu ini mengeluarkan produk lampu menggunakan remote control tornado. Philips selalu memperbaharui teknologi yang digunakan untuk berproduksi. Angka tersebut melonjak 18. Serta dalam memproduksi berbagai produknya Philips menggunakan teknologi LED agar hasil lebih bagus. • Industry Growth Sales Rate Rabu. yakni (1) untuk meningkatkan kepastian bagi personel bahwa kinerja mereka akan diberi penghargaan.kinerja terpadu adalah mendesain sistem penghargaan berbasis kinerja dengan dua tujuan.

konsumsi lampu nasional mungkin bisa tumbuh 23% dari 260 juta unit tahun lalu menjadi 320 juta unit. peredaran produk impor susah dibendung karena didorong konsumsi pasar Indonesia yang sangat tinggi. Sebenarnya.tahun lalu yang sekitar 160 juta unit. Tahun ini. Perusahaan lampu merupakan industri padat karya sehingga bisa mengurangi pengangguran di Indonesia.” ujar Jhon. “Kalau terealisasi. . sejumlah perusahaan China menyatakan ketertarikannya menanamkan modal di Indonesia. Selain itu. “Perusahaan lampu lokal belum mampu memenuhi besarnya pasar lampu nasional yang selalu meningkat setiap tahun. Dari angka itu. di Jakarta. Dia memperkirakan. Suplai LHE lokal saat ini mencapai 30 juta unit yang diproduksi oleh 15 produsen LHE domestik.” kata dia. namun jumlah produk lokal masih rendah. John Mannopo.6% dibandingkan pencapaian tahun lalu sebanyak 220 juta unit. perusahaan lampu domestik hanya mampu memenuhi 20 %. pasar lampu di dalam negeri masih besar sehingga produsen lokal didorong memacu produksinya. pasokan LHE impor hingga akhir tahun 2012 mencapai 250 juta unit atau naik 13. perusahaan China yang juga sebagai importir agar membangun pabrik di Indonesia. kata John. Rabu (26/9).” kata John. “Mereka jangan mencari enaknya saja dengan mendistribusikan produk dan mengincar pasar Indonesia yang besar. “Meski meningkat 50%. Sementara.” kata Ketua Umum Asosiasi Industri Perlampuan Listrik Indonesia (Aperlindo). dia mengharapkan. dipastikan mampu memberikan pengaruh yang luar biasa terhadap bisnis di Indonesia. Lebih jauh Jhon menambahkan.

Schneider Electric IT Indonesia. Hasilnya. Riyanto Mashan. dan juga program berskala nasional. seperti halnya Asian Mensa Gathering. Hingga saat ini tercatat 50 siswa SMK pilihan yang sudah mengikuti kurikulum ini. Schneider Electric berupaya menjembatani dunia pendidikan dengan dunia kerja dengan cara membuka kelas kelistrikan dengan kurikulum khusus dan perlengkapan produk Schneider Electric bagi siswa-siswa SMK. mengatakan. Di Indonesia.Sementara itu. Program tersebut diharapkan tercipta tenaga kerja yang mahir dan siap pakai.Country President Schneider Electric Indonesia.” kata Riyanto. yang selama ini bergerak dalam spesialisasi manajemen energi. Schneider Electric kerap mendukung berbagai event yang bertujuan untuk mengembangkan kompetisi SDM baik skala internasional. . Schneider Electric secara aktif melakukan berbagai program yang bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat sekitarnya. Oleh karena itu. Melalui program link and match ini. Schneider Electric meyakini kualitas manusia merupakan faktor penentu kemakmuran suatu bangsa. “Kami menargetkan optimalisasi konsumsi energi hingga 30%. menawarkan teknologi data center yang mampu memanfaatkan konsumsi listrik secara optimal. siswa-siswa tersebut telah mendapat gelar engineer dan dengan cepat terserap lapangan kerja. Pengembangan SDM Beberapa kegiatan yang berorientasi terhadap pengembangan SDM di Indonesia antara lain PT Schneider Indonesia Goes to School yang masih terus berlangsung hingga saat ini. antara lain bekerja di PT Schneider Indonesia.

Australia. organisasi orang ber-IQ genius. Jepang.org). Jerman. Hungaria.” komprehensif ujar Ketua untuk Mensa mengangkat taraf ekonomi masyarakat miskin dengan cara memberdayakan brain-power Indonesia.neraca.co. Belanda. Anggota Mensa adalah orang-orang ber-IQ tinggi 2% dari populasi.id/2012/09/26/pasar-lampu-hematenergi-masih-dikuasai-produk-impor/ • Relative Market Share Position . Pusat pelatihan kelistrikan tersebut dibangun mencermati kebutuhan akan pengetahuan serta keahlian yang baik tentang pemasangan alat-alat elektrikal pasca gempa hebat yang melanda Yogyakarta beberapa tahun lalu. Sahat Simarmata.mensa. dan Serbia.Schneider Electric juga mendirikan Pusat Pelatihan kelistrikan yang berlokasi di bantul Yogyakarta dengan nama Bantul Electrical Training Center. Malaysia. untuk bersama-sama membahas dan merumuskan langkah-Iangkah mereka. Korea Selatan. Singapura. “Berangkat dari keprihatinan untuk menolong masyarakat Indonesia dengan taraf ekonomi rendah. Sumber: http://www. Mensa Indonesia mengundang anggota Mensa Internasional (www. Afrika Selatan. Bali dipilih sebagai tempat penyelenggaraan karena pulau Bali dinilai telah mendunia. Bali juga sukses menjadi tuan rumah berbagai event internasional. Di masa sekarang. pengembangan brain-power merupakan solusi paling efektif untuk meningkatkan taraf ekonomi bangsa. Kanada. Prancis. Lebih dari 100 orang anggota Mensa dari 15 negara yaitu Indonesia. Amerika Serikat. produktifitas intelektual jauh lebih tinggi nilainya dibandingkan produktifitas fisik Karenanya. Selain itu. Denmark.

Sebagai market leader.ipb.PT Philips Indonesia sebagai perusahaan multinasional. Philips masuk ke dalam pasar perlampuan Indonesia sejak tahun 1920 artinya Philips sudah berbisnis perlampuan sekitar 90 tahun di Indonesia dan saat ini sudah menjadi nomor satu(market leader) dengan menguasai pangsa pasar Indonesia lebih dari 45%. Philips terkenal sebagai trend setter dan innovator sebagai perlampuan.ac. merupakan produsen terbesar di pasar perlampauan Indonesia selalu berupaya menghasilkan produk-produk yang inovatif. hemat energy dan ramah lingkungan. Sejalan dengan issue dunia dan di Indonesia mengenai pasokan listrik yang terbatas terkait dengan bahan bakar yang semakin mahal.mb.pdf . Philips sebagai produsen lampu selalu berupaya untuk menghasilkan produkproduk yang hemat energy dan ramah lingkungan. Sumber: http://repository.id/39/5/E30-05-Prantommy- BabIPendahuluan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful