MANAJEMEN STRATEJIK “ PT PHILIPS LIGHTING INDONESIA ”

Anggota Kelompok 1 : • • • • • • I Putu Suryawan Sarah Winona Notosutanto Marchella Teguh Novita Harsalim Cyntya Kusuma Wardani Yuda Satya Candra KP : B FAKULTAS BISNIS DAN EKONOMIKA SEMESTER GASAL 2012-2013 / 3102028 / 24 / 3102044 / 25 / 3102106 / 29 / 3102812 / 31 / 3102835 / 33 / 3102863 / 37

BAB I PENDAHULUAN Ketatnya persaingan dalam dunia industri semakin memacu perusahaan manufacturing untuk terus-menerus meningkatkan hasil produksinya dalam bentuk kualitas, harga, jumlah produksi, pengiriman tepat waktu, dengan tujuan yang lebih nyata adalah memberikan kepuasan kepada pelanggan. Pada saat ini, di PT. Philips Indonesia khususnya, sebagai produsen pembuat lampu masih ditemui adanya aktivitas tidak bernilai tambah (non value adding activity) atau pemborosan (waste) pada waktu proses produksi seperti waiting, motion dan inspection, serta lead time yang panjang , sehingga faktor – faktor tersebut dapat mempengaruhi produktivitas dari perusahaan, yang juga dapat berupa faktor lingkungan, manusia, mesin, material dan metode, oleh sebab itu pendekatan Lean Manufacturing sangat menunjang untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang ada di PT Philips Indonesia. Lean Manufacturing merupakan sistem produksi yang senantiasa mengupayakan penekanan pemborosan dengan melibatkan seluruh karyawan di dalam perusahaan. Pemborosan secara umum yang kita kenal dapat dikategorikan menjadi tujuh macam, yaitu pemborosan terhadap kelebihan produksi, menunggu, tranportasi, proses yang tidak tepat, persediaan yang tidak perlu, pergerakan yang tidak perlu, kerusakan dan perbaikan serta kesalahan desain. Pemborosan di sini diartikan sebagai segala sesuatu yang tidak memberikan nilai tambah. Dengan pendekatan lean manufacturing, diharapkan ditemukan solusi yang tepat untuk mengetahui jenis dan akar penyebab aktivitas yang tidak bernilai tambah di lantai produksi PT Philips Indonesia. Sehingga, waste yang terjadi dalam pembuatan lampu neon dapat dikurangi.

BAB II SEKILAS PERUSAHAAN 2.1 Company Profile Royal Philips Electronics dari Belanda adalah pemimpin global di bidang kesehatan, lighting, dan gaya hidup konsumen, layanan yang peoplecentric, produk inovatif, pelayanan yang diberikan melalui brand promise, yaitu “Sense and Simplicity”. Philips berkantor pusat di Belanda dengan jumlah karyawan sebanyak 134,200 orang di lebih dari 60 negara di dunia. Dengan penjualan sebesar EUR 27 miliar di tahun 2007, perusahaan ini merupakan pemimpin di pasar gambar diagnosa medis (medical diagnostic imaging) dan sistem monitoring pasien (patient monitoring system), solusi lampu hemat energi, termasuk juga solusi gaya hidup untuk kesejahteraan personal. Fungsi pencahayaan untuk menerangi fasilitas yang ada serta pada tempat bekerja yang memberikan sudut pandang penglihatan yang baik dengan arti lainnya pencahayaan memberikan keselamatan dalam bekerja, mengurangi rasa lelah yang bisa mengakibatkan kecelakaan, mengurangi tindakan kesalahan yang mengakibatkan cacat produksi serta meningkatkan produktifitas. Sebagai tambahan, pencahayaan memberikan rasa bangga terhadap lingkungan tempat bekerja. Untuk menghasilkan kualitas yang tinggi, pencahayaan sangatlah penting perananannya dalam membantu meningkatkan produktivitas. Pencahayaan yang baik berarti cukup sinar yang dibutuhkan pada tempat kerja termasuk pada penyebaran cahaya yang merata dan kemanpuan cahaya untuk merenderasi warna di samping itu tidak menimbulkan silau. Pada tahun 1940, pabrik lampu Philips didirikan di Surabaya. Philips Indonesia hadir untuk melayani pasar lokal, menginformasikan dan mempromosikan produk dan layanan serta menyediakan dukungan logistik bagi para distributor resmi. Philips Lighting merupakan fondasi yang

80% hasil produk pabrik ini diekspor ke lebih dari 80 negara di Asia Pacific . selain hal tersebut di atas. . Pabrik Lampu Philips Surabaya menerima “Penghargaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja PT Philips Indonesia” dengan bangga mengumumkan bahwa Pabrik Lampu Philips Surabaya dianugerahi Zero Accident Award untuk pertama kalinya oleh Pemerintah Republik Indonesia. Philips merupakan produsen terbesar di pasar perlampuan Indonesia. Bisnis perlampuan Philips Lighting di Indonesia dimulai di tahun 1941 dengan dibangunnya pabrik lampu pertamanya di Surabaya dengan nama N. Eropa dan Amerika Latin. Electronics Ballast dan masih banyak lagi yang akan ikut mempengaruhi tren desain perlampuan di Indonesia.menjadikan salah-satu perusahaan elektronika terbesar dunia diletakkan pada tahun 1891 ketika Gerard Philips mendirikan perusahaan di Eindhoven. Hal ini cukup masuk akal mengingat Philips sudah masuk ke dalam pasar perlampuan Indonesia sejak tahun 1920 artinya Philips sudah berbisnis perlampuan hampir 90 tahun di Indonesia dan saat ini sudah menjadi nomor 1 dengan menguasai pangsa pasar Indonesia lebih dari 45% . berumur lebih panjang dan lebih ramah lingkungan seperti T5. Philips juga sangat dikenal sebagai trend setter dan innovator di dalam teknologi perlampuan. Philips Fabricage & Handle Maatschappij dan pabrik tersebut saat ini sudah berkembang menjadi salah satu pabrik terbaik di dunia yang dimiliki oleh Philips Lighting dengan diperolehnya PBE Gold Medal Award untuk tahun 2004 & 2005. Philips Lighting telah ikut berperan dalam pembentukan gaya dan tampilan SPBU yang baru melalui penyediaan rumah lampu berkualitas tinggi untuk sarana SPBU yang disebut Mini 300. LED. Sejak pelaku bisnis SPBU (Pompa Bensin) asing memasuki pasar Indonesia. Canada. lebih kompak.V.USA . Banyak produk inovasi Philips yang telah diperkenalkan ke pasar Indonesia dengan kelebihan-kelebihan seperti lebih hemat energi. CDM.

Audit didasarkan pada Peraturan Departemen Ketenagakerjaan nomor Per 05/Men/1996. Sedangkan khusus untuk audit Zero Accident dilakukan oleh Dinas Tenaga Kerja. Selain keberhasilan ini. Oleh karena itu. Angka ini berada jauh di atas standar angka sertifikat emas pada umumnya yaitu 85%. Dengan demikian. Sucofindo melakukan audit SMK3 untuk kedua kalinya terhadap Pabrik Lampu Philips Surabaya yang mencapai angka 97 persen dan dianugerahi dengan Sertifikat Bendera Emas. perusahaan ini terus mengembangkan teknologi dan inovasi. tidak berdampak buruk. Prestasi ini adalah hasil dari kerja keras dan kerjasama antara tim manajemen dan karyawan yang mendukung implementasi peraturan keselamatan dan kesehatan kerja. Komitmen perusahaan tetap tinggi.untuk mengukur tingkat pencapaian implementasi dari Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).Pabrik Lampu Philips Surabaya mendapatkan penghargaan tersebut setelah berhasil mencapai lebih dari enam juta jam kerja orang tanpa terjadi kecelakaan. Ini adalah pertama kalinya Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Pabrik Lampu Philips Surabaya mendapatkan Zero Accident Award. . saat produk tersebut sudah tidak berfungsi dan dibuang ke lingkungan. agar menghasilkan produk yang bisa didaur ulang. Pabrik Lampu Philips Surabaya diakui sebagai perusahaan pertama di Indonesia yang mendapatkan Sertifikat OHSAS 18001 versi 2007 yang secara Internasional mulai diperkenalkan pada bulan Juli 2007. yakni bagaimana Philips bisa berpartisipasi aktif mengurangi pemanasan global.sebuah badan audit independen yang ditunjuk oleh Departemen Ketenagakerjaan . Audit Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja dilakukan oleh Sucofindo .

Melalui target yang jelas terhadap produk dan proses. Hal itu yang membuat semua pekerja Philips. Tahun 1970 Philips berpartisipasi dalam Club of Rome.Komitmen itu pula yang mengantar bisnis Philips merambah dunia. . Namun. tetapi juga memberikan kontribusi ekonomi dan perbaikan lingkungan bagi dunia. Acuannya terhadap lingkungan pun jelas. Tahun 1994 Philips membuat program The Environmental Opportunity. Pada tahun itu emisi per kilogram mengalami penurunan sebesar 14%. Dalam arti. dan berdedikasi tinggi menjadi bangga dalam pekerjaannya. Tahun 1998.000 output) mengalami penurunan sebesar 16%. yang dikenal pekerja keras. Sejak tahun 1970. Semua ini hasil positif dari program Ecovision. disiplin. Demikian juga dalam hal menekan emisi. Philips berhasil menyabet International Corporate Environmental Achievement dan memperkenalkan program Ecovision yang pertama di dunia. program ini telah membantu Philips untuk melakukan perbaikan yang terus-menerus. Wajar apabila Philips pun berbangga. kendati ada kenaikan pasar. yang lebih bangga adalah para green belt ataupun semua pekerja PT Philips Lighting Surabaya. Hal yang perlu digarisbawahi adalah Philips mengambil berbagai inisiatif untuk mengurangi konsumsi energi dan emisi gas buang. Pada tahun 2006 kapasitas produksi gelas Philips naik 27% dibandingkan dengan total produksi tahun 2005. Saat ini Philips memiliki beberapa sektor bisnis sebagai berikut: ◊ Healthcare. termasuk di dalamnya sistem medis yang profesional dan perlengkapan kesehatan personal. Mereka tak hanya membuat industri lampu Philips di Surabaya masuk tataran world class company. Dewan Direksi Philips telah memformulasikan beberapa program yang berkaitan dengan lingkungan. penggunaan energi secara spesifik (giga joule/1.

tidak hanya hampir di seluruh sudut rumah. Pakistan. Cina. . Jepang. 65% pada bandara-bandara top dunia. Korea Selatan dan Vietnam. yakni Australia. Hong Kong. Singapura. Indonesia. domestic appliances. luminaires (rumah lampu). Philips hadir di hampir semua negara dengan organisasi penjualan dan/atau pabrik. 35% mobil.000 orang di berbagai lokasi manufaktur di seluruh dunia. dan 55% stadion sepak bola utama dunia seperti 7 dari 10 stadion yang digunakan pada piala dunia sepak bola 2002 di Jepang/Korea dan 8 dari 12 stadion yang digunakan pada piala dunia sepak bola 2006 di Jerman dan pada event dunia lainnya. Taiwan. 1 untuk pasar lighting di dunia. Thailand. serta solusi pencahayaan personal. ◊ Consumer Lifestyle. Malaysia. Ambisi Philips adalah meletakan fondasi dalam industri lighting sebagai pilihan utama mitra inovatif dalam menyediakan solusi pencahayaan yang kreatif dan terjangkau. Di Asia Pasifik. kemapanan ini didukung oleh kombinasi kepemimpinan dalam berinovasi dan pendekatan sistematis untuk menemukan peluang pasar baru. dan lampu mobil. Philips menduduki posisi No.◊ Lighting. rumah sakit dan bangunan-bangunan yang telah menjadi identitas dari suatu kota/negara. tetapi juga dalam hampir seluruh aplikasi profesional. Produk-produk ini meliputi jenis lampu pijar maupun halogen. Filipina. termasuk di dalamnya pabrik lampu. komponen dan sistem pencahayaan profesional. Philips Lighting mempekerjakan sekitar 44. komponen elektronik. Produk Philips dapat ditemukan di seluruh dunia. Selandia Baru. lampu gas discharge intensitas tinggi maupun lampu khusus. misalnya: 30% dari bangunan-bangunan komersial seperti gedung perkantoran. India. dan personal care. ballast. neon kompak. termasuk di dalamnya Consumer electronics.

4 Core Values ◊ ◊ ◊ ◊ ◊ ◊ Kualitas yang tinggi. Dapatkan hasil yang hebat.3 Mission ◊ Memberikan produk perlampuan dan pelayanan terkait yang unggul. Keunggulan kompetitif (dalam hal biaya. keselamatan kerja. kecepatan dan biaya yang bersaing. ◊ ◊ Mitra kerja terbaik untuk melakukan usaha.2 Vision Meraih dan mempertahankan standar “Terbaik di Kelas” di dalam Total Quality Management yang dibangun secara terus-menerus 2. ◊ Mempunyai rasa keterkaitan yang kuat dan langgeng dalam rangka memperbaiki kualitas hidup orang banyak.2. Doronglah pengembangan sumber daya manusia. Memperhatikan lingkungan sekitar (terkait CSR) terhadap komunitas di sekitar Philips dengan kerangka kerja Delight and Best. berfokus secara khusus pada kualitas. . di dalam lingkungan yang aman-sehat terhadap customer. 2. dan kesehatan lingkungan). Dukunglah satu sama lain. Mendahulukan kepentingan pelanggan.

020 3 0.9 0. Perkembangan teknologi membantu produksi Philips. 5. 7.175 4 0.7 dan inovasi produk 0. 6.5 dan semakin kesadaran meningkat 0. Kebijakan menaikkan mempengaruhi Philips.075 0. Kebijakan membuka pemerintah kesempatan yang bagi 0.06 pemerintah tarif inovasi yang listrik produk 0.225 perusahaan asing. Produk competitor tidak menyaingi PT Philips.125 4 0. 4.5 . Bertambahnya pendapatan per kapita 0.125 4 0.1.225 4 0. 2.1 External Assessment 3.025 3 0.1 EFE Matrix Faktor-Faktor Eksternal Utama Opportunities(Peluang) Bobot Peringkat Skor Bobot Peluang 1. 3. Jumlah penduduk yang meningkat dari tahun ke tahun akan meningkatkan produk Philips.075 3 0.BAB III EXTERNAL AND INTERNAL ASSESSMENT 3. Kebutuhan pelanggan terhadap Philips.

025 1 0. Sehingga.09 .00 3. Keberadaan pesaing yang akan menginovasi produknya demi menyaingi Philips. 2. PT Philips Lighting Indonesia bisa dikatakan dapat berjalan dengan baik secara efektif dan efisien. Pertumbuhan pendapatan per kapita yang bisa meningkatkan daya beli konsumen.030 3 0. Ini berarti PT Philips Lighting Indonesia merespons dengan baik terhadap peluang dan ancaman yang ada di dalam industrinya. 3.2 Internal Assessment 3. Di sini total rata-rata tertimbang dari EFE Matrix adalah 3.1 IFE Matrix Faktor-Faktor Internal Utama 1. TOTAL = Keterangan: Dari EFE Matrix di atas tampak bahwa perkembangan teknologi. Kondisi cenderung Februari 2012. Threats(Ancaman) Bobot Peringkat Skor Bobot Ancaman 1. yakni perusahaan lampu.35 0.425 0. 8.425.175 2 0.yang bisa meningkatkan daya beli konsumen.2.025 politik memburuk Indonesia sejak 0. Sedangkan ancaman yang ada lebih ke kondisi politik Indonesia yang saat ini mempengaruhi kondisi perekonomian yang ada. kesadaran pelanggan dan kebijakan pemerintah yang mendukung perkembangan PT Philips Lighting Indonesia merupakan peluang utama dan menjadi faktor terpenting.

7. 5.13 4 0. Sistem family and professionalism terhadap SDM nya.10 4 0.03 3 0. Produksinya beragam(diferensiasi produk) dan inovasi. Penerapan Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja di PT Philips sangat Award”).08 4 0.06\ 0.02 3 0.02 3 0.01 3 0. Penjualan naik dari 7552 pada tahun 2010 menjadi 7638 pada tahun 2011. 8. Slogan “Sense and Simplicity” yang digunakan untuk mengubah image PT Philips. Lampu hemat energi dan tahan sampai 10 tahun.13 4 0. Terkait alat medis dari PT Philips yang dikenal lebih efisien dan memberikan kenyamanan. 3. Perampingan organisasi karena 0.Strength(Kekuatan) Bobot Peringkat Skor Bobot Kekuatan 1. tinggi(“Zero Accident 0.09 banyak menggunakan teknologi.06 0.52 .13 4 0. 2. 4.52 0.52 0. 9. 6. Segmenting market secara umum dan global jadi bisa dinikmati semua kalangan.32 0.03 0.40 0.

10. 2.1 Analisis dan Pilihan Stratejik 1.12 0.08 1 0. BAB IV ANALISIS-REKOMENDASI 4.00 3. 11. penjualan. segmentasi secara global dan adanya program keselamatan kerja serta standar penghargaan berbasis kinerja yang digunakan diindikasikan dengan peringkat 4. Weaknesses(Kelemahan) Bobot Peringkat Skor Bobot Kelemahan 1.40 Kinerja terhadap SDM membuat penilaian Philips lebih obyektif.38 mengindikasikan bahwa PT Philips Lighting Indonesia ini di atas rata-rata dalam keseluruhan kekuatan internalnya.08 0. Sistem Penghargaan Berbasis 0.04 3 0.38 flow before financing 0. SDM sering bersaing secara tidak sehat. TOTAL = Keterangan: Dari IFE Matrix di atas tampak bahwa kekuatan utama PT Philips Lighting Indonesia adalah produksi. dapat disimpulkan bahwa PT Philips Lighting Indonesia masih unggul dalam kekuatan internalnya. Sedangkan kelemahan utama adalah persaingan SDM yang tak sehat. inovasi produk. Sehingga. Cash 254.13 2 0. Adanya SPM untuk keseluruhan kegiatan utama. Di sini total rata-rata tertimbang dari IFE Matrix tersebut adalah 3.26 activities turun dari 590 menjadi .10 4 0.

2. Peramping an organisasi karena banyak menggunakan teknologi. Sistem family and professionalism terhadap SDM nya. 2.2 The Matching Stage • SWOT Matrix Kekuatan(Strength -S) 1.1 The Input Stage ( mengacu pada Bab III EFE Matrix dan IFE Matrix) 4. 5. dari 590 menjadi flow . 3. Penjualan naik dari 7552 pada tahun 2010 menjadi 7638 pada tahun 2011. SDM sering bersaing secara tidak sehat.4. 6. Segmentin g market secara Kelemahan(Weakn esses-W) 1.1. Lampu hemat energi dan tahan sampai 10 tahun.1. Cash before financing activities turun 254. Produksiny a beragam(diferensi asi produk) dan inovasi. 4.

Menambah . Menggenca WO Strategies 1.umum dan global jadi bisa dinikmati semua kalangan. 9. Adanya SPM untuk keseluruhan kegiatan utama. 7. Slogan “Sense and Simplicity” yang digunakan untuk mengubah image PT Philips. 10. Sistem Penghargaan Berbasis Kinerja terhadap SDM membuat penilaian Philips lebih obyektif. 11. Terkait alat medis dari PT Philips yang dikenal lebih efisien dan memberikan kenyamanan. Peluang(Opport unities-O) SO Strategies 1. Penerapan Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja di PT Philips sangat tinggi(“Zero Accident Award”). 8.

O4) 3. Menambah lapangan pekerjaan baru dengan konsep “penjualan” bukan”pem buatan”(W1 . 3. Produk competitor tidak menyaingi PT Philips. 5. O5) 2. Membuka toko – toko baru yang khusus menyediakan produk Philips dan dekat dengan pelanggan (S4. 07. O4) teknologi untuk meningkatk an hasil dan memotivasi SDM untuk bekerja lebih (W1. O2.1. Perkemb angan teknologi membantu produksi dan inovasi produk Philips. 2. S2. (S1. Kebutuh an dan kesadaran pelanggan semakin meningkat terhadap Philips. Meningkatk an kegiatan financing yang didapat dari sales aktivitas lainnya(W2. Kebijaka n pemerintah yang membuka kesempatan bagi perusahaan asing. 08) dan baik. O2) 2. O3) 3. Jumlah penduduk yang meningkat dari tahun ke tahun akan meningkatkan rkan research and development produk – produk lampu berteknologi tinggi yang tidak pernah ada sebelumnya dan tetap mengusung prinsip hemat energi. . 4. Kebijaka n pemerintah yang menaikkan tarif listrik mempengaruhi inovasi produk Philips. Memperlua s jangkauan pasar dengan melakukan penjualan di tempat – tempat yang belum terjangkau oleh Phillips (S6. 02. O1. 6.

T2) 2. Ancaman(Threa ts-T) 1. Kondisi politik Indonesi a cenderun g membur uk sejak Februari 2012.produk Philips. Merancang produk inovasi(dif erensiasi) tiap bulan(S2. 2. 8. 7. Keberad aan pesaing yang akan ST Strategies 1. Pertumb uhan pendapatan per kapita yang bisa meningkatkan daya beli konsumen. S5. Memanfaat kan segmen pasar global untuk meminimal isir dampak WT Strategies 1. Berfokus pada usaha mengeduka si konsumen mengenai produk Philips . Mengalihka n fokus dari pasar domestik ke pasar ekspor (W2. Bertamb ahnya pendapatan per kapita yang bisa meningkatkan daya beli konsumen. T1) 3. T2) 2. Mengadaka n pelatihan bagi para manajer (W1.

T1) 3.4 5 0.23 0 Industr y Growth . T2) (W2. politik yang ada(S6. T2) • BCG Matrix Relative Market Share Position 1. Merambah ke dunia kesehatan yang tidak terpikirkan oleh pesaing lainnya(S8.0 20 0.0 Bintang Tanda Tanya 0.mengino vasi produkn ya demi menyain gi Philips.5 0.

0 Total Rata-rata 3.125 Masuk dalam kuadaran I yang merupakan Growth and Building Strategy. Tetapi karena PT Philips Lighting Indonesia termasuk market leader di Indonesia maka PT Philips Lighting Indonesia lebih dominan ke arah “bintang”.0 1. pengembangan pasar dan pengembangan produk.38 3.0 1. integrasi ke depan atau integrasi horizontal.0 IE Matrix Total Rata-rata Tertimbang IFE Matrix 3.0 2.Sales Rate Cash Cow Anjing -20 Menurut BCG Matrix di atas PT Philips Lighting Indonesia masuk ke dalam zona “tanda tanya”. Sehingga strategi yang dapat digunakan adalah integrasi ke belakang. .0 3. Ada beberapa alternatif strategi dari kuadran I. yakni:  Integrasi ke depan. • 4. penetrasi pasar.0 Tertimbang EFE Matrix 2.

15 1 0.1.525 dan produk 0. 2.7 1 0.075 4 0.35 3 0. Integrasi ke belakang.  Pengembangan Pasar. Produk competitor menyaingi Philips.175 4 0.075 Bobot AS TAS Pasar AS TAS Integrasi ke Pengembang depan AS TAS an Pasar AS TAS .  Integrasi horizontal.45 3 0.  Pengembangan Produk.225 4 0.3 3 0.175 2 0. 4. Kebutuhan kesadaran pelanggan semakin meningkat dan 0.3 The Decision Stage • QSPM Matrix Pengembangan Penetrasi Produk Faktor Utama Opportunities(Peluang) 1.225 tidak PT 0.225 2 0. 3.675 1 0.9 2 0.  Penetrasi Pasar. Perkembangan teknologi membantu produksi inovasi Philips.

25 4 0.terhadap Philips. 6. 7.030 1 0. Jumlah penduduk yang dari tahun meningkat tahun ke akan 0.12 beli per kapita yang bisa 0. Pertumbuhan pendapatan meningkatkan daya beli per kapita yang bisa 0.080 2 0.090 4 0. 8.1 3 0.060 produk yang tarif 0.375 yang 0. Bertambahnya pendapatan meningkatkan daya konsumen.020 4 0.040 1 0.25 1 0. 4. Kebijakan pemerintah menaikkan listrik mempengaruhi inovasi Philips.125 3 0.5 2 0. 5.020 3 0.025 2 0.125 3 0.125 4 0.5 meningkatkan produk Philips. Kebijakan pemerintah membuka kesempatan bagi perusahaan asing.025 4 0.125 2 0.05 1 0.030 2 0.075 .060 3 0.375 1 0.

4.40 SDM 0.08 2 0.7 energi dan tahan sampai 10 tahun. Lampu hemat 0.075 politik Bobot 0. 2.06 1 0. Threats(Ancaman) 1.52 .02 0.1 1 0.13 4 0.025 4 0. TOTAL = Strength(Kekuatan) 1.10 3 0.32 1 0. Produksinya beragam(diferensi asi produk) dan inovasi.175 2 0.04 3 0.16 1.10 4 0.konsumen. Penjualan naik dari 7552 pada tahun 2010 menjadi 7638 pada tahun 0.08 2 0.39 2 0.02 4 0.175 1 0.525 4 0.24 4 0.08 3 0.35 3 0. 2. 3.025 2 0.26 1 0. Kondisi Indonesia cenderung memburuk sejak Februari 2012.20 1 0.00 0.05 3 0.13 3 0.30 2 0. Sistem family and professionalism terhadap nya. Keberadaan pesaing yang akan menginovasi produknya demi menyaingi Philips.

13 2 0.13 1 0.52 0.52 1 0. 7.04 1 0.02 3 0. Perampingan organisasi karena banyak menggunakan teknologi. 8. 6.39 4 0.06 3 0.01 4 0.03 4 0.2011.02 4 0.26 3 0.02 1 0. Kerja Philips 0. Terkait alat medis dari PT Philips yang dikenal lebih efisien memberikan kenyamanan.03 2 0.04 2 0.13 4 0. 9. 5.03 yang untuk 0.09 mengubah image .13 2 0.06 semua 0. Penerapan Manajemen Keselamatan dan Kesehatan di PT sangat tinggi(“Zero Accident Award”).01 3 0. Slogan “Sense and Simplicity” digunakan PT Philips.08 2 0.12 1 0. Segmenting market secara umum dan global jadi bisa dinikmati kalangan.26 3 0.39 dan 0.

24 2 0. Weaknesses(Kelemahan) 1.39 Sistem Penghargaan Kinerja SDM 0. Hal ini dapat dilihat di 5.40 3 0. Berbasis terhadap membuat penilaian Philips lebih obyektif.285 4.20 1 0. Di sini memang tampak bahwa PT Philips dominan dalam menginovasi produknya dan akan tetap dikonsumsi masyarakat apapun bentuknya dalam jangka panjang.13 4 0.32 1 0.47 3.16 4 0.10 2 0.10. Karena saat ini kebutuhan konsumen meningkat terhadap PT Philips dan belum ada yang bisa menyaingi PT Philips.08 3 0. 2.08 sering secara Bobot 0.52 3 0.04 3 0.00 Keterangan : Dari QSPM Matrix di atas dapat dilihat bahwa strategi yang cocok untuk PT Philips Lighting Indonesia adalah strategi pengembangan produk yang memiliki total attractive score tertinggi.26 1 0.12 untuk keseluruhan kegiatan utama.13 2 0.30 . Cash flow before financing activities 254. TOTAL = 1.74 turun dari 590 menjadi 0. yakni 5. Adanya SPM 0.10 4 0. SDM bersaing tidak sehat.04 4 0. 11.47.205 3.08 1 0.16 2 0.

Berikut penjabaran pesaing PT Philips dalam hubungan kerja sama dengan PLN. Philips mampu menduduki posisi pertama dalam kurun waktu 10 tahun hal ini dikarenakan Philips memiliki ciri dengan kualitas yang lebih baik dibandingkan produk pesaingnya seperti Osram. SE dll.Lampiran kami bahwa PT Philips Lighting Indonesia merupakan market leader yang berarti trendsetter terhadap produk yang ada. Hanox dll. Namun untuk produk handphone. PT Matsushita Lighting Indonesia (National). yakni PT GE Lighting Indonesia (GE). dan PT Osram Indonesia (Osram). Philips sempat mengalami kerugian karena kalah dalam inovasi dengan produk kompetitor seperti Nokia. . PT Sinar Angkasa Rungkut (Chiyoda). LAMPIRAN • Faktor Eksternal  Competitor Dalam hal kompetisi produk khususnya lampu.

Philips store ini untuk memulai terobosan untuk mencapai visi menjadi terdepan dalam menawarkan home lighting solution dan menjadikan brand Philips yang lebih dekat dengan pelanggan.000 jam. pertumbuhan ekonomi di Surabaya tumbuh sangat pesat. Teknologi dan Lingkungan Dengan adanya perkembangan teknologi seperti saat ini maka PT Philips Lighting Indonesia membuat lampu tenaga surya (inovasi dan juga agar ramah lingkungan). Philips pun menghadirkan Boutique Lighting pertama di Surabaya dan Indonesia.  Politik dan Hukum Kondisi politik Indonesia menurut lembaga statistik Indonesia pada Februari 2012 dinyatakan cenderung memburuk. tapi juga memperoleh inspirasi desain rumah yang ideal beserta interior dan penataan cahaya lampu. Lampu yang dilengkapi dengan remote dan dhimmer ini mampu bertahan hingga 5. dan perusahaan – perusahaan yang mempunyai kegiatan pemberdayaan masyarakat. Philips harus terus mengantisipasi dan memantau gejolak politik yang sewaktu – waktu dapat mengacaukan perekonomian bangsa . organisasi kemasyarakatan. Dalam hal ini. Boutique lighting atau Philips store memiliki konsep home lighting experience. termasuk Philips Lighting. yang tidak hanya membeli semua barang yang dipamerkan. Bisa bermanfaat bagi tempat – tempat yang tidak ada aliran listrik serta dapat digunakan untuk BUMN. Konsep itu memberikan pelayanan kepada pelanggan. Hal ini menjadi ancaman terhadap perkembangan bisnis perusahaan – perusahaan Indonesia.

lampu tidak hanya digunakan untuk penerangan. Dilihat dari data bank dunia. Selain itu. semakin tinggi pula daya beli masyarakat termasuk terhadap lampu. jumlah penduduk Indonesia mencapai lebih dari 242 juta.7% seiring bertambahnya penghasilan masyarakat Indonesia. Apalagi jaman sekarang. namun juga untuk dekorasi yang mempermanis hunian. Pemerintah membuka kesempatan yang luas bagi perusahaan asing seperti PT Phllips untuk membuka cabang dan beroperasi secara luas asal tidak menjadi perusahaan monopoli.  Ekonomi  Penduduk Pada data terakhir yaitu pada tahun 2011. jumlah penduduk Indonesia selalu meningkat dari tahun ke tahun. pemerintah juga menaikkan tarif listrik sehingga Phillips menangkap peluang untuk menciptakan lampu LED hemat energi untuk perusahaan lain yang membutuhkan penggunaan lampu yang sangat banyak.  Kondisi ekonomi . Hal ini dapat menjadi peluang bagi Philips Lighting karena seiring bertambahnya pendapatan.dan berpengaruh besar terhadap perkembangan bisnis Philips Lighting. Hal ini terbukti dari banyaknya perusahaan asing yang membuka cabang di Indonesia. Hal ini juga memberikan peluang bagi Philips Lighting karena jumlah permintaan akan produknya juga dapat bertambah.  Pendapatan Per Kapita Pendapatan per kapita Indonesia pada tahun 2011 naik sebanyak 17.

jika kita pergi ke Brasil. Hal ini juga dapat memberikan peluang yang besar bagi ekspansi Philips sehingga Philips dapat memperluas pangsa pasar dan jangkauan pasarnya. Philips ingin produknya diterima dan dianggap sebagai produk lokal di suatu negara. . sedangkan untuk alat-alat medis mereka membidik pasar rumah sakit dan klinik-klinik kesehatan di berbagai negara. yaitu "Sense and Simplicity” Slogan ini dirancang untuk menggambarkan produk yang mudah digunakan dan indah bentuknya (easy to use and easy in the eyes). Amerika Serikat. orang berpikir Phillips adalah perusahaan Spanyol. Philips menargetkan bahwa produknya akan sukses di berbagai negara di dunia. Philips memperkenalkan slogan baru kepada konsumen. orang berpikir Phillips adalah sebuah perusahaan Brasil karena Philips adalah merek yang sangat sangat terkenal di sana dan jika pergi ke Spanyol. Pasar Philips untuk produk-produk rumah tangganya adalah masyarakat umum di berbagai negara. Misalnya. • Faktor Internal  Pemasaran SEGMENTING/TARGETING Philips tidak membagi segmentasinya ke dalam kelas-kelas secara spesifik.Pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan yang pesat dalam dua tahun terakhir ini. POSITIONING Philips sebelumnya dikenal sebagai perusahaan yang “kolot” dan tidak trendi sehingga ingin merubah image dan memperkenalkan kepada orang banyak bahwa produk mereka kini memiliki teknologi modern dan berkualitas. bahkan melebihi negara adidaya.

lebih cepat dan lebih efisien.  Management Information Systems . Saat ini Philips tidak hanya memproduksi lampu bohlam. PROMOTION STRATEGY Philips memiliki slogan Sense and simplicity yang sangat mudah diingat oleh konsumen dan sangat melekat dengan perusahaan sehingga konsumen akan dengan mudah mengingat Philips. features. · alat-alat elektronik keperluan rumah tangga lainnya dengan teknologi modern. dan bentuk produk. Hal itu menjadi ajang promosi dengan menonjolkan benefit produk sehingga orang mau menggunakan alat tersebut karena selama ini alat medis identik dengan hal yang menakutkan. Diferensiasi yang dilakukan Philips mencakup jenis. tetapi juga peralatan elektronik rumah tangga modern lainnya termasuk alat-alat modern untuk keperluan rumah sakit dan alat tersebut dirancang untuk digunakan dengan kemudahan.DIFERENSIASI Diferensiasi produk dilakukan untuk menganekaragamkan produk yang dihasilkan sehingga dapat bersaing dipasaran. design. Seiring dengan perkembangan zaman Philips menciptakan diferensiasi produk yang cukup beragam yaitu : · · · lampu yang bertahan sampai 10 tahun membuat TV panel datar / TV Plasma produk router nirkabel untuk keperluan rumah sakit yang memungkinkan dokter untuk merawat pasien dengan lebih baik. Produk medis Philips mengklaim alat mereka lebih efisien dan akan memberi kenyaman kepada pasien dan menciptakan lingkungan yang kondusif sehingga kerja dokter merawat pasien menjadi lebih baik. lebih cepat dan lebih efisien (alat-alat medis).

Perusahaan Bohlam Philips yang menganut tipe Patrimonial Management saat ini menerapkan prinsip profesional juga terhadap anggota-anggota yang memiliki kualitas sumber daya manusia yang tinggi maupun berintelektual. Akan tetapi. namun top eksekutifnya tetap bisa di dapatkan oleh orang lain yang memang memiliki kemampuan dalam berbisnis yang tinggi. generasi kedua keluarga ini mulai memimpin. Setelah generasi keluarga pertama memimpin selama hampir separuh abad. Top eksekutifnya dipilih berdasarkan ranking dan kualitas. karena adanya hubungan kekeluargaan. dll. bertukar pikiran. Kebaikan dari Patrimonial Management ini yaitu di mana hubungan anggota keluarga semakin erat dan terjalin karena sering terjadinya komunikasi dalam anggota keluarga. Namun banyak pengamat mengatakan sistem yang dipakai dalam perusahaan ini adalah “familial meritocracy”. perusahaan ini tetap bisa berjalan hingga sekarang karena menerapkan prinsip profesionalisme.Perusahaan ini menarik karena boleh dibilang hingga sekarang masih menerapkan manajemen keluarga. Kebaikan dari Professional Management dalam perusahaan tersebut yaitu. Namun adapula keburukan dari tipe ini adalah rentannya suatu perusahaan yang bertindak korupsi. pemegang saham yang bukan merupakan anggota keluarga masih mendapat kesempatan untuk menjadi top eksekutifnya di dalam perusahaan. mengkreasikan pola pikir dan . Sekalipun pemegang saham terbesarnya di bawah tangan anggota keluarga dari generasi pertama hingga kedua. maka terdapat peluang besar di dalam perusahaan tersebut untuk KKN.

Pada keburukannya adalah adanya jarak antara anggota yang satu dengan yang lainnya. Sehingga kekurangan tersebut dapat tertutupi dengan kesempurnaan kita dalam mengolah.7 5020 254 53168  Mana  Manajemen SDM . comparable EBITA as a % of sales EBIT as a % of sales Net operating capital (NOC) Cash flows before financing activities Employees (FTEs) 6546 -11 -13 145 2. Bagaimanapun juga dalam setiap tipe manajemen ada kebaikan dan keburukannya masing-masing.2 -16 -0.  Keuangan  Keua in millions of euros 2009 Sales Sales growth % increase.2 5561 590 53888 2011 7638 1 6 445 5. manage yang berarti mengatur serta beradaptasi dengan lingkungan.5 695 9. Hal ini sering kali ditemukan pada tipe manajemen profesional. tinggal bagaimana kita mengeksploitasikan sumber daya alam maupun manusia dengan efisien dan efektivitas (dengan baik).8 -362 -4.meluangkannya pada perusahaan tersebut. Bisa dikatakan hubungan kekeluargaannya tidak melekat. Selain itu sering kali menjadi bersaing yang tidak sehat yang artinya saling menjatuhkan anggota yang satu dengan yang lainnya. nominal % increase.2 5104 624 51653 2010 7552 15 9 869 11.

untuk membangun .  Opportunity mindset. Oleh karena itu. di samping dituntut untuk senantiasa meningkatkan kemampuan diri juga diharapkan mewaspadai pemanfaatan unsur lainnya berupa peralatan kerja yang dianggap canggih dan modern.  Sistem Pengendalian Manajemen Sistem pengendalian manajemen juga menyediakan berbagai sistem untuk melaksanakan proses perencanaan dan implementasi rencana. Sistem pengendalian manajemen pada dasarnya suatu sistem yang digunakan oleh manajemen untuk membangun masa depan organisasi. Melalui sistem pengendalian manajemen. keseluruhan kegiatan utama untuk menjadikan perusahaan sebagai institusi pencipta kekayaan dapat dilaksanakan secara terstruktur. terkoordinasi. Yakni kondisi yang terbuka di masa depan yang belum pernah dialami seseorang atau organisasi yang berbeda dengan yang pernah dialami sebelumnya dan yang mengandung ketidakpastian. penerapan manajemen keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan industri sangat diperlukan. terjadwal dan terpadu sehingga menjanjikan tercapainya tujuan perusahaan-perusahaan bertambahnya kekayaan dalam jumlah yang memadai.Sumber Daya Manusia merupakan salah satu unsur dalam proses produksi. maka dapat meningkatkan semangat kerja karyawan serta dapat mencapai produktivitas yang tinggi. Jika karyawan merasa aman dan nyaman dalam menjalankan pekerjaannya.

Suatu sistem yang digunakan untuk mendistribusikan penghargaan kepada personel organisasi. ke manajemen puncak.masa depan organisasi. Timbullah kebutuhan perlu mendistribusikan kepada manajemen bawah dan karyawan. Timbullah kebutuhan untuk memberdayakna karyawan guna membangun responsibility – based organizarion. karena merekalah yang menjalankan bisnis perusahaan. Beban tanggung jawab untuk menjalankan bisnis perusahaan perlu didistribusikan kepada manajemen bawah dan karyawan. didistribusikan. perlu ditentukan lebih dahulu dalam bisnis apa organisasi akan berusaha. Pada waktu lingkungan bisnis berubah menjadi turbulen.  Employee Empowerment Pemberdayaan karyawan berarti memampukan dan memberikan yang kesempatan kepada karyawan untuk merencanakan. Untuk kepuasan customer-lah pada dasarnya pemberdayaaan karyawan ini ditujukan. manajemen puncak tidak lagi mampu menjalankan sendiri seluruh bisnis perusahaan. penghargaan. empowerment) Pemberdayaan merupakan trend pengelolaan sumber daya manusia di dalam organisasi masa depan. pada waktu organisasi hirarkis fungsional digunakan oleh perusahaan untuk menghadapi lingkungan bisnis yang stabil. . mengimplementasikan rencana pekerjaan menjadi tanggung karyawan jawab (employee kelompoknya. Pemberdayaan karyawan dilakukan di dalam organisasi perusahaan dengan fokus ke penyediaan produk dan jasa bagi customers.

Dengan demikian manajemen atas aktivitas pembuatan produk dan jasa penyediaan jasa hanya akan berhasil jika batas-batas antarfungsi ditiadakan. Suatu rangkaian system yang digunkan untuk melayani kebutuhan customer. Tim lintas fungsional hanya akan efektif di dalam menjalankan organisasi lintas fungsional jika mereka memiliki mindset yang cocok dengan organissai tersebut. 2. Proses untuk menghasilkan produk dan jasa menembus batas-batas antar fungsi.  Sistem Penghargaan Berbasis Kinerja Setelah kinerja dan peran untuk mewujudkan kinerja ditetapkan. baik secra fisik maupun secara mental. langkah selanjutnya dalam pengelolaan . serta kompetensi inti untuk mewujudkan peran ditentukan.  Paradigma Lintas Fungsional Paradigma lintas fungsional memandang organisasi sebagai berikut : 1.  Cross Functional Mindset Cross-functional mindset merupakan mindset yang cocok dalam mewujudkan sistem pengendalian manajemen untuk menghadapi lingkungan bisnis global. Suatu kumpulan shared competencies and resources yang disediakan untuk dimobilisasi guna memenuhi kebutuhan customer.suatu organisasi yang seluruh personelnya (manajemen dan karyawan) bertanggung jawab atas bisnis perusahaan.

Tidak hanya itu. Angka tersebut melonjak 18.7% dibanding periode sama .  Operations Produk lampu ini mengeluarkan produk lampu menggunakan remote control tornado. Serta dalam memproduksi berbagai produknya Philips menggunakan teknologi LED agar hasil lebih bagus. Philips selalu memperbaharui teknologi yang digunakan untuk berproduksi. (2) untuk meningkatkan kepuasan personel terhadap penghargaan sehingga meningkatkan nilai penghargaan bagi personel. 26 September 2012 | 13:16 WIB Pasar Lampu Hemat Energi Masih Dikuasai Produk Impor NERACA Jakarta – Produk lampu hemat energi (LHE) impor masih mendominasi total konsumsi nasional dengan penjualan 190 juta unit.kinerja terpadu adalah mendesain sistem penghargaan berbasis kinerja dengan dua tujuan. Kepastian suatu kinerja diberi penghargaan dan tingginya nilai penghargaan bagi personel inilah yang menjadi pemacu usaha personel dalam menggunakan kompetensi inti melalui peran mereka untuk menghasilkan kinerja. • Industry Growth Sales Rate Rabu. yakni (1) untuk meningkatkan kepastian bagi personel bahwa kinerja mereka akan diberi penghargaan.

pasar lampu di dalam negeri masih besar sehingga produsen lokal didorong memacu produksinya. perusahaan lampu domestik hanya mampu memenuhi 20 %.” kata Ketua Umum Asosiasi Industri Perlampuan Listrik Indonesia (Aperlindo). perusahaan China yang juga sebagai importir agar membangun pabrik di Indonesia. “Mereka jangan mencari enaknya saja dengan mendistribusikan produk dan mengincar pasar Indonesia yang besar. John Mannopo.” ujar Jhon. Selain itu. namun jumlah produk lokal masih rendah. kata John. Tahun ini. “Perusahaan lampu lokal belum mampu memenuhi besarnya pasar lampu nasional yang selalu meningkat setiap tahun. dia mengharapkan. dipastikan mampu memberikan pengaruh yang luar biasa terhadap bisnis di Indonesia. “Meski meningkat 50%. Sementara. Dari angka itu.” kata dia. peredaran produk impor susah dibendung karena didorong konsumsi pasar Indonesia yang sangat tinggi. konsumsi lampu nasional mungkin bisa tumbuh 23% dari 260 juta unit tahun lalu menjadi 320 juta unit. di Jakarta. Perusahaan lampu merupakan industri padat karya sehingga bisa mengurangi pengangguran di Indonesia. Sebenarnya. Lebih jauh Jhon menambahkan. . Suplai LHE lokal saat ini mencapai 30 juta unit yang diproduksi oleh 15 produsen LHE domestik.” kata John.6% dibandingkan pencapaian tahun lalu sebanyak 220 juta unit. sejumlah perusahaan China menyatakan ketertarikannya menanamkan modal di Indonesia.tahun lalu yang sekitar 160 juta unit. “Kalau terealisasi. pasokan LHE impor hingga akhir tahun 2012 mencapai 250 juta unit atau naik 13. Dia memperkirakan. Rabu (26/9).

” kata Riyanto. “Kami menargetkan optimalisasi konsumsi energi hingga 30%. Program tersebut diharapkan tercipta tenaga kerja yang mahir dan siap pakai. dan juga program berskala nasional. antara lain bekerja di PT Schneider Indonesia.Country President Schneider Electric Indonesia. Schneider Electric secara aktif melakukan berbagai program yang bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat sekitarnya. Pengembangan SDM Beberapa kegiatan yang berorientasi terhadap pengembangan SDM di Indonesia antara lain PT Schneider Indonesia Goes to School yang masih terus berlangsung hingga saat ini. Hingga saat ini tercatat 50 siswa SMK pilihan yang sudah mengikuti kurikulum ini. yang selama ini bergerak dalam spesialisasi manajemen energi. Melalui program link and match ini. Schneider Electric berupaya menjembatani dunia pendidikan dengan dunia kerja dengan cara membuka kelas kelistrikan dengan kurikulum khusus dan perlengkapan produk Schneider Electric bagi siswa-siswa SMK. menawarkan teknologi data center yang mampu memanfaatkan konsumsi listrik secara optimal. mengatakan. . Schneider Electric meyakini kualitas manusia merupakan faktor penentu kemakmuran suatu bangsa. Schneider Electric IT Indonesia. Riyanto Mashan. Schneider Electric kerap mendukung berbagai event yang bertujuan untuk mengembangkan kompetisi SDM baik skala internasional. Hasilnya. Oleh karena itu. siswa-siswa tersebut telah mendapat gelar engineer dan dengan cepat terserap lapangan kerja. Di Indonesia. seperti halnya Asian Mensa Gathering.Sementara itu.

Jepang. Belanda. produktifitas intelektual jauh lebih tinggi nilainya dibandingkan produktifitas fisik Karenanya. dan Serbia. Mensa Indonesia mengundang anggota Mensa Internasional (www. Sumber: http://www. Anggota Mensa adalah orang-orang ber-IQ tinggi 2% dari populasi. Denmark. Afrika Selatan. Korea Selatan. Bali juga sukses menjadi tuan rumah berbagai event internasional. Amerika Serikat.id/2012/09/26/pasar-lampu-hematenergi-masih-dikuasai-produk-impor/ • Relative Market Share Position .” komprehensif ujar Ketua untuk Mensa mengangkat taraf ekonomi masyarakat miskin dengan cara memberdayakan brain-power Indonesia. Pusat pelatihan kelistrikan tersebut dibangun mencermati kebutuhan akan pengetahuan serta keahlian yang baik tentang pemasangan alat-alat elektrikal pasca gempa hebat yang melanda Yogyakarta beberapa tahun lalu. untuk bersama-sama membahas dan merumuskan langkah-Iangkah mereka. Bali dipilih sebagai tempat penyelenggaraan karena pulau Bali dinilai telah mendunia.Schneider Electric juga mendirikan Pusat Pelatihan kelistrikan yang berlokasi di bantul Yogyakarta dengan nama Bantul Electrical Training Center. pengembangan brain-power merupakan solusi paling efektif untuk meningkatkan taraf ekonomi bangsa. Prancis. Malaysia. Jerman.mensa. Singapura. Sahat Simarmata. Selain itu. Australia. Hungaria. Lebih dari 100 orang anggota Mensa dari 15 negara yaitu Indonesia. Di masa sekarang.neraca.org). organisasi orang ber-IQ genius. “Berangkat dari keprihatinan untuk menolong masyarakat Indonesia dengan taraf ekonomi rendah. Kanada.co.

Philips masuk ke dalam pasar perlampuan Indonesia sejak tahun 1920 artinya Philips sudah berbisnis perlampuan sekitar 90 tahun di Indonesia dan saat ini sudah menjadi nomor satu(market leader) dengan menguasai pangsa pasar Indonesia lebih dari 45%. hemat energy dan ramah lingkungan.pdf . merupakan produsen terbesar di pasar perlampauan Indonesia selalu berupaya menghasilkan produk-produk yang inovatif.id/39/5/E30-05-Prantommy- BabIPendahuluan.PT Philips Indonesia sebagai perusahaan multinasional.ipb. Sebagai market leader.ac.mb. Philips sebagai produsen lampu selalu berupaya untuk menghasilkan produkproduk yang hemat energy dan ramah lingkungan. Sejalan dengan issue dunia dan di Indonesia mengenai pasokan listrik yang terbatas terkait dengan bahan bakar yang semakin mahal. Sumber: http://repository. Philips terkenal sebagai trend setter dan innovator sebagai perlampuan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful