Pengertian Perpajakan, Ciri-ciri+Fungsi+Hukum Pajak

Pengertian
Pajak adalah iuran kepada negara (yang dapat dipaksakan) yang terutang oleh yang wajib membayarnya menurut peraturan-peraturan, dengan tidak mendapat prestasi kembali, yang langsung dapat ditunjuk, dan yang gunanya untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran umum berhubung dengan tugas negara untuk menyelenggarakan pemerintahan. (oleh Prof Dr PJA Adriani – Univ. Amsterdam). Pajak adalah prestasi kepada pemerintah yang terutang melalui norma-norma umum, dan yang dapat dipaksakan, tanpa adanya kontra prestasi yang dapat ditunjukkan dalam hal yang individual, maksudnya untuk membiayai pengeluaran Pemerintah. (oleh Prof Dr MJH Smeets – De Economische Betekenis der Belastingen, 1951). Ciri-Ciri Pajak : • Pengalihan kekayaan dari masyarakat kepada negara. • Dapat dipaksakan (berdasarkan UU dan aturan pelaksanaannya). • Dipungut berulang-ulang atau sekaligus. • Tidak ada kontraprestasi secara langsung. • Dipungut oleh negara. • Diperuntukkan untuk pengeluaran Pemerintah dan tujuan lain.

Fungsi Pajak :
Tugas pajak terdapat 4 fungsi pajak : 1) Fungsi budgeter : mengisi anggaran 2) Fungsi regulerend : mengatur anggaran 3) Fungsi demokrasi : membayar pajak 4) Fungsi distribusi : yang kaya membayar pajak 1 buah besar dari yang miskin I. Perbedaan Pajak Dengan Pungutan Lain * Pungutan Lain a) Retibusi : pungutan yang dilakukan oleh negara sehubungan dengan penggunaan jasa-jasa yang disediakan oleh negara. b) Iuran : pungutan yang dilakukan oleh negara sehubungan dengan penggunaan jasa-jasa atau fasilitas yang disediakan oleh negara untuk sekelompok orang. c) Sumbangan : biaya yang dikeluarkan untuk prestasi pemerintah tertentu, tidak boleh dikeluarkan dari kas umum karena tidak ditujukan kepada penduduk seluruhnya, melainkan hanya sebagian tertentu saja. Perbedaan Pajak dengan Pungutan Lain PAJAK Pungutan Lain - merupakan iuran rakyat - pembayaran oleh individu - dapat dipaksakan (dengan UU) - tidak dapat dipaksakan - tidak ada kontraprestasi langsung - ada kontraprestasi langsung Tujuan Pajak secara umum adalah : - menciptakan keadilan - meningkatkan pemerataan - bentuk peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan kenegaraan

Pendekatan Pajak
Ada 4 segi pendekatan dalam mempelajari pajak yaitu :

1. segi ekonomi (berhubungan dengan penghasilan, pola konsumsi, harga pokok, permintaan, penawaran, dll). 2. segi pembangunan (berhubungan dengan adanya tabungan pemerintahan untuk pembangunan dari pembayaran pajak, fiscal policy). 3. segi penerapan praktis (berhubungan dengan siapa yang dikenakan pajak, apa yang dikenakan pajak, berapa besarnya, bagaimana mengenakan, dsb). 4. segi hukum (berhubungan dengan perikatan, hak dan kewajiban dengan perikatan, hak dan kewajiban, subyek pajak dalam hubungannya dengan subyek hukum, utang pajak, pengenaan sanksi perpajakan, penagihan pajak, dsb).

HUKUM PAJAK Pengertian Hukum Pajak adalah keseluruhan dari peraturan-peraturan yang meliputi wewenang pemrintah untuk mengambil kekayaan seseorang/masyarakat dan menyerahkannya kembali kepada masyarakat melalui kas negara. Yang diatur dalam hukum pajak diantaranya : - subyek pajak : masyarakat - obyek pajak : apa yang harus dipajaki - tarif pajak : sebanyak/sebesar apa harus dibayar - kewajiban masyarakat : kenapa ada kewajiban karena ada hak - cara pengenaan pajak : langsung/tidak langsung - cara penagihan pajak : berdasarkan UU penagihan pajak

Hukum pajak menyangkut 2 pihak : 1) Pemerintah 2) Masyarakat Tugas Hukum Pajak Menelah keadaan-keadaan dalam masyarakat yang dapat dihubungkan dengan pengenaan pajak, merumuskannya dalam peraturan-peraturan hukum dan menafsirkan peraturan-peraturan tersebut. Kedudukan Hukum Pajak Dalam Tata Hukum • Hukum Publik disebut juga sebagai Hukum Negara • Hukum Pajak disebut juga sebagai Hukum Fiskal Hubungan Antara Hukum Pajak Dengan : 1. Hukum Perdata 2. Hukum Pidana Berlaku : Hubungan Hukum Pajak dengan Hukum Pidana Pembagian Hukum Pajak Hukum Pajak terdiri atas 2 bagian :

“Lex Specialis deroget Lex generalis”.

1. Hukum Pajak Formal : norma-norma yang menerangkan keadaan, perbuatan dan peristiwa yang harus dikenakan pajak (mendukung) pelaksanaan hukum pajak material). 2. Hukum 2. Hukum Pajak Material : hukum pajak yang memuat subjek pajak, objek pajak, tarif pajak. SYARAT PEMUNGUTAN PAJAK Agar pemungutan pajak tidak menimbulkan hambatan atau perlawanan, maka pemungutan pajak harus memenuhi syarat sebagai berikut : 1. Pemungutan pajak harus adil (Syarat Keadilan)

Sesuai dengan tujuan hukum, yakni mencapai keadilan, undang-undang dan pelaksanaan pemungutan harus adil. Adil dalam perundang-undangan diantaranya mengenakan pajak secara umum dan merata, serta disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Sedang adil dalam pelaksanaannya yakni dengan memberikan hak bagi Wajib Pajak untuk mengajukan keberatan, penundaan dalam pembayaran dan mengajukan banding kepada Majelis Pertimbangan Pajak. 2. Pemungutan pajak harus berdasarkan undang-undang (Syarat Yuridis) Di Indonesia, pajak diatur dalam UUD 1945 pasal 23 ayat 2. Hal ini membeirkan jaminan hukum untuk menyatakan keadilan, baik bagi negara maupun warganya. 3. Tidak menganggu perekonomian (Syarat Ekonomis) Pemungutan tidak boleh menganggu kelancaran kegiatan produksi maupun perdagangan, sehingga tidak menimbulkan kelesuan perekonomian masyarakat. 4. Pemungutan pajak harus efisien (Syarat Finansial) sesuai fungsi budgetair, biaya pemungutan pajak harus dapat ditekan sehingga lebih rendah dari hasil pemungutannya. 5. Sistem pemungutan pajak harus sederhana Sistem pemungutan yang sederhana akan memudahkan dan mendorong masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakannya. Syarat ini telah dipenuhi oleh undang-undang perpajakan yang baru. Contoh : * Bea Meterai disederhanakan dari 167 macam tariff menjadi 2 macam tarif. * Tarif PPN yang beragam disederhanakan menjadi hanya satu tarif, yaitu 10%. * Pajak perseroan untuk badan dan pajak pendapatan untuk perseorangan disederhanakan menjadi pajak penghasilan (PPh) yang berlaku bagi badan maupun perseorangan (orang pribadi).

TEORI-TEORI YANG MENDUKUNG PEMUNGUTAN PAJAK
Atas dasar apakah negara mempunyai hak untuk memungut pajak? Terdapat beberapa teori yang menjelaskan atau memberikan justifikasi pemberian hak kepada negara untuk memungut pajak. Teoriteori tersebut antara lain adalah : 1. Teori Asuransi Negara melindungi keselamatan jiwa, harta benda, dan hak-hak rakyatnya. Oleh karena itu rakyat harus membayar pajak yang diibaratkan sebagai suatu premi asuransi karena memperoleh jaminan perlindungan tersebut. 2. Teori Kepentingan Pembagian beban pajak kepada rakyat didasarkan pada kepentingan (misalnya perlindungan) masing-masing orang. Semakin besar kepentingan seseorang terhadap negara, makin tinggi pajak yang harus dibayar. 3. Teori Daya Pikul Beban pajak untuk semua orang harus sama beratnya, artinya pajak harus dibayar sesuai dengan daya pikul masing-masing orang. Untuk mengukur daya pikul dapat digunakan 2 pendekatan yaitu : * Unsur objektif, dengan melihat besarnya penghasilan atau kekayaan yang dimiliki oleh seseorang. * Unsur subjektif, dengan memperlihatkan besarnya kebutuhan materiil yang harus dipenuhi. Contoh deskripsi untuk teori no. 3: Tuan A Tuan B ------------------------------------------------------------------------------------Penghasilan / bulan Rp 2 juta Rp 2 juta Status menikah bujangan Dengan 3 anak Secara objektif PPh untuk tuan A sama besarnya dengan tuan B, karena mempunyai penghasilan yang sama besarnya.

Maksudnya memungut pajak berarti menarik daya beli dari rumah tangga masyarakat untuk rumah tangga negara. Pajak tidak langsung. Teori Bakti Dasar keadilan pemungutan pajak terletak pada hubungan rakyat dengan negaranya. Bila besarnya pajak menurut kenyataan lebih besar dari pada pajak menurut anggapan. contoh: Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor. Kebaikan stelsel ini adalah pajak dapat dibayar selama tahun berjalan. Pajak Subjektif. yaitu pajak yang pada akhirnya dapat dibebankan atau dilimpahkan kepada orang lain. Kebaikan stelsel ini adalah pajak yang dikenakan lebih realistis. TATA CARA PEMUNGUTAN PAJAK 1. Teori Asas Daya Beli Dasar keadilan terletak pada akibat pemungutan pajak. Stelsel nyata (riel stelsel) Pengenaan pajak didasarkan pada objek (penghasilan yang nyata). Pajak Hiburan. 3. yakni setelah penghasilan yang sesungguhnya diketahui. besarnya pajak dihitung berdasarkan suatu anggapan. tanpa harus menunggu pada akhir tahun. karena kebutuhan materiil yang harus dipenuhi tuan A lebih besar. yaitu pajak yang harus dipikul sendiri oleh Wajib Pajak dan tidak dapat dibebankan atau dilimpahkan kepada orang lain. Pajak Daerah. tanpa memperhatikan keadaan diri Wajib Pajak. Pada awal tahun. Stelsel anggapan (fictieve stelsel) Pengenaan pajak didasarkan pada suatu anggapan yang diatur oleh undang-undang. Menurut lembaga pemungutnya a. Menurut golongannya a. Contoh : Pajak Penghasilan b. sehingga pemungutannya baru dapat dilakukan pada akhir tahun pajak. maka Wajib Pajak harus menambah. Pajak Bumi dan Bangunan. b. Contoh : Pajak Penghasilan. Stelsel Pajak Pemungutan pajak dapat dilakukan berdasarkan 3 stelsel : a. dalam arti memperhatikan keadaan diri Wajib Pajak. Sedangkan kelemahannya adalah pajak yang dibayar tidak berdasarkan pada keadaan yang sesungguhnya. c. Sebagai warga negara yang berbakti. Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah. . Contoh : Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah. Pajak Daerah terdiri atas : a. Dengan demikian kepentingan seluruh masyarakat lebih diutamakan. Stelsel campuran stelsel ini merupakan kombinasi antara stelsel nyata dan stelsel anggapan. b. jika lebih kecil kelebihannya dapat diminta kembali. yaitu pajak yang dipungut oleh pemerintah pusat dan digunakan untuk membiayai rumah tangga negara. kemudian pada akhir tahun besarnya pajak disesuaikan dengan keadaan yang sebenarnya. dan Bea Materai. Pajak Objektif. penghasilan suatu tahun dianggap sama dengan tahun sebelumnya. b. contoh: Pajak Hotel dan Restoran (pengganti Pajak Pembangunan I). 4. yaitu pajak yang dipungut oleh Pemerintah Daerah dan digunakan untuk membiayai rumah tangga daerah. yaitu pajak yang berpangkal pada objeknya. b. Sebaliknya. rakyat harus selalu menyadari bahwa pembayaran pajak adalah sebagai suatu kewajiban. Sedangkan kelemahannya adalah pajak baru dapat dikenakan pada akhir periode (setelah penghasilan riil diketahui). Selanjutnya negara akan menyalurkannya kembali kemasyarakat dalam bentuk pemeliharaan kesejahteraan masyarakat. Pajak langsung. 5. Pajak Reklame. PENGELOMPOKAN PAJAK 1.Secara subjektif PPh untuk tuan A lebih kecil dari pada tuan B. Menurut sifatnya a. Misalnya. Contoh: Pajak Penghasilan. Pajak Daerah Tingkat I (Propinsi). dan Pajak Penerangan Jalan. Stelsel nyata mempunyai kelebihan atau kebaikan dan kekurangan. Pajak Daerah Tingkat II (Kabupaten/Kota). Contoh : Pajak Pertambahan Nilai 2. sehingga pada awal tahun pajak sudah dapat ditetapkan besarnya pajak yang terutang untuk tahun pajak berjalan. yaitu pajak yang berpangkal atau berdasarkan pada subjeknya. Pajak Pusat.

4. With Holding System Adalah suatu system pemungutan pajak yang memberi wewenang kepada pihak ketiga (bukan fiskus dan bukan Wajib Pajak yang bersangkutan) untuk menentukan besarnya pajak yang terutang oleh Wajib Pajak. Ajaran ini diterapkan pada official assessment system. Ajaran ini diterapkan pada self assessment system. baik penghasilan yang berasal dari dalam maupun dari luar negeri. c. Seseorang dikenai pajak karena suatu keadaan dan perbuatan. 3) Utang pajak timbul setelah dikeluarkan surat ketetapan pajak oleh fiskus. Misalnya pajak bangsa asing di Indonesia dikenakan pada setiap orang yang bukan berkebangsaan Indonesia yang bertempat tinggal di Indonesia. Asas domisili (asas tempat tinggal) Negara berhak mengenakan pajak atas seluruh penghasilan Wajib Pajak yang bertempat tinggal di wilayahnya. menyetor dan melaporkan sendiri pajak yang terutang. c. pihak selain fiskus dan Wajib Pajak. Pembebasan dan penghapusan. Ciri-cirinya: wewenang menentukan besarnya pajak yang terutang ada pada pihak ketiga. 3) fiskus tidak ikut campur dan hanya mengawasi.2. b. . Asas Pemungutan Pajak a. 2) Wajib Pajak aktif. Ciri-cirinya : 1) Wewenang untuk menentukan besarnya pajak terutang ada pada fiskus. 3. Self Assesment System Adalah suatu system pemungutan pajak yang memberi wewenang kepada Wajib Pajak untuk menentukan sendiri besarnya pajak yang terutang. TIMBUL DAN HAPUSNYA UTANG PAJAK Ada dua ajaran yang mengatur timbulnya utang pajak : 1. b. Asas kebangsaan Pengenaan pajak dihubungkan dengan kebangsaan suatu negara. Ajaran Formil Utang pajak timbul karena dikeluarkannya surat ketetapan pajak oleh fiskus. Ciri-cirinya : 1) wewenang untuk menentukan besarnya pajak terutang ada pada Wajib Pajak sendiri. 2. Official Assesment System Adalah suatu system pemungutan yang memberi wewenang kepada pemerintah (fiskus) untuk menentukan besarnya pajak yang terutang oleh Wajib Pajak. mulai dari menghitung. Asas ini berlaku untuk Wajib Pajak luar negeri. Pembayaran. Daluwarsa. 2) Wajib Pajak Bersifat pasif. Asas sumber Negara berhak mengenakan pajak atas penghasilan yang bersumber di wilayahnya tanpa memperhatikan tempat tinggal Wajib Pajak. 2. 3. Sistem Pemungutan Pajak a. Hapusnya utang pajak dapat disebabkan beberapa hal : 1. Asas ini berlaku untuk Wajib Pajak dalam negeri. Kompensasi. Ajaran Materiil Utang pajak timbul karena berlakunya undang-undang.

tarif progresif dibagi : a. Perlawanan aktif Perlawanan aktif meliputi semua usaha dan perbuatan yang secara langsung ditujukan kepada fiskus dengan tujuan untuk menghindari pajak. c.000.000.10% * di atas Rp 25. Sistem perpajakan yang (mungkin) sulit dipahami masyarakat. terhadap berapapun jumlah yang dikenai pajak sehingga besarnya pajak yang terutang proporsional terhadap besarnya nilai yang dikenai pajak.000. Tarif tetap Tarif berupa jumlah yang tetap (sama) terhadap berapapun jumlah yang dikenai pajak sehingga besarnya pajak yang terutang tetap..HAMBATAN PEMUNGUTAN PAJAK Hambatan terhadap pemungutan pajak dapat dikelompokkan menjadi : 1. 4. Contoh : Besarnya tarif Bea Meterai untuk cek dan bilyet giro dengan nilai nominal berapapun adalah Rp. b.000. Contoh : Untuk penyerahan Barang Kena Pajak di dalam daerah pabean akan dikenakan Pajak Pertambahan Nilai sebesar 10%. Tarif sebanding/proporsional Tarif berupa persentase yang tetap.000.. Contoh : pasal 17 UU PPh 1995 Lapisan Penghasilan Kena Pajak (Lama) Tarif WP Badan : * sampai dengan Rp 25. Tarif progresif progresif : kenaikan persentase semakin besar b. Dengan demikian. yang dapat disebabkan antara lain : a.. tarif pajak menurut pasal 17 Undang-undang PPh tersebut di atas termasuk tarif progresif progresif. Tarif progresif Persentase tarif yang digunakan semakin besar bila jumlah yang dikenai pajak semakin besar. Tax evasion. usaha meringankan beban pajak dengan tidak melanggar undang-undang. Tax avoidance. Sistem kontrol tidak dapat dilakukan atau dilaksanakan dengan baik.000. usaha meringankan beban pajak dengan cara melanggar undang-undang (menggelapkan pajak). Tarif degresif Persentase tarif yang digunakan semakin kecil bila jumlah yang dikenai pajak semakin besar .30% Menurut kenaikan persentase tarifnya.3. Perlawanan pasif Masyarakat enggan (pasif) membayar pajak.000.sampai dengna Rp 50.. Besarnya antara lain : a.000. 6.15% * di atas Rp 50. Tarif progresif tetap : kenaikan persentase tetap c.000. Tarif progresif degresif : kenaikan persentase semakin kecil. 2. TARIF PAJAK Pedoman 2009 Ada 4 macam tarif pajak : 1. 2. Perkembangan intelektual dan moral masyarakat. b.

yang langsung dapat ditunjukan dan yang digunakan untuk membayar pengeluaran umum‖. Hal 2) Sebagai satu perbandingan akan diuraikan pengertian pajak menurut Rochmat Soemitro. Berdasarkan ciri-ciri yang melekat pada pengertian pajak dari berbagai definisi. yang salah satu pengertian itu dinyatakan oleh R. (Prabowo. Prof.  Contoh: dimasukkannya pajak dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai penerimaan dalam negeri. meskipun demikian pada dasarnya memiliki tujuan yang sama yaitu untuk merumuskan pengertian pajak sehingga mudah dipahami. Jakarta. 2004. S. Hal 1) 2. Santoso Brotodiharjo dalam bukunya Pengantar Ilmu Hukum Pajak yang dirangkum oleh Waloyu dalam bukunya Perpajakan Indonesia yang berbunyi sebagai berikut : ―Pajak adalah iuran kepada negara (yang dapat dipaksakan) yang terutang oleh yang wajib membayarnya menurut peraturan-peraturan. 2005. Edisi Kelima. dan yang gunanya adalah untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran umum berhubung dengan tugas Negara untuk menyelenggarakan pemerintahan‖. b. Fungsi Penerimaan (Budgetair) Pajak sebagai sumber dana bagi pemerintah untuk membiayai pengeluaran-pengeluarannya. Akuntansi Perpajakan Terapan. pengertian pajak. Jakarta. Yusdianto. Salemba Empat. adalah sebagai berikut : ― Pajak adalah iuran rakyat kepada Negara berdasarkan undang-undang (yang dapat dipaksakan) dengan tidak dapat jasa timbal balik (konsentrasi). Dr. Fungsi Pajak Fungsi pajak secara sederhana adalah untuk menyelenggarakan kepentingan bersama para warga masyarakat. Grasindo.Pengertian Pajak >> Fungsi Pengelompokan Pajak dan Tata Cara Pemungutan Pegertian atau definisi pajak bermacam-macam para pakar perpajakan mengemukakanya berbeda satu sama lain dari waktu ke waktu. (Waluyo. dengan tidak mendapat prestasi kembali. Perpajakan Indonesia.H. Fungsi Mengatur (Regulerend) . terdapat 2 (dua) fungsi pajak yaitu: a. yang langsung dapat ditunjuk.

 Contoh: Pajak Penghasilan (PPh). Pajak Reklame. Pajak Hiburan.Pajak Kabupaten/Kota  Contoh: Pajak Hotel. Pajak subyektif Menurut sifatnya Pajak obyektif adalah pajak yang berpangkal pada objeknya. 3. Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah. 2).  Contoh: dikenakannya pajak yang lebih tinggi terhadap minuman keras dapat ditekan serta demikian pula dengan barang mewah. Pajak Daerah Pajak daerah adalah pajak yang dipungut oleh pemerintah daerah dan digunakan untuk membiayai rumah tangga daerah. Edisi Revisi. MBA.  Contoh: Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah. Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor. 2). Andi. b). Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). .) a.Pajak sebagai alat untuk mengatur atau melaksanakan kebijaksanaan pemerintah dalam bidang sosial dan ekonomi.  Contoh: Pajak Penghasilan (PPh).. 5.  Contoh: Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Menurut Golongannya 1).. b. Pajak Restoran. Menurut Lembaga Pemungutannya 1). tanpa memperhatikan keadaan diri Wajib Pajak (WP). Pengelompokan Pajak Pajak dikelompokkan menjadi (Prof. Pajak daerah terdiri atas: a). Perpajakan. dan bea materai. Pajak Pusat Pajak pusat adalah pajak yang dipungut oleh pemerintah pusat dan digunakan membiayai rumah tangga negara. Dr. Hal. Mardiasmo. Ak. tanpa memperhatikan keadaan diri Wajib Pajak (WP).  Contoh: Pajak Penghasilan (PPh). c. Pajak Obyektif Pajak obyektif adalah pajak yang berpangkal pada objeknya. 2003. 1). 2). Pajak Langsung Pajak langsung adalah pajak yang harus dipikul sendiri oleh Wajib Pajak (WP) dan tidak dapat dibebankan atau dilimpahkan kepada orang lain. Yogyakarta.Pajak Propinsi  Contoh: Pajak Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di Atas Air. dan Pajak Penerangan Jalan. Pajak tidak langsung Pajak tidak langsung adalah pajak yang pada akhirnya dapat dibebankan atau dilimpahkan kepada orang lain.

c. yakni setelah penghasilan yang sesungguhnya telah dapat diketahui. Withholding System Withholding system adalah sistem pemungutan pajak yang memberi wewenang kepada pihak ketiga untuk memotong atau memungut besarnya pajak yang terutang oleh Wajib Pajak (WP). Ciri-cirinya: Wewenang menetukan besarnya pajak yang terutang ada pada pihak ketiga. kemudian pada akhir tahun besar pajak disesuaikan dengan keadaan yang sebenarnya. 2). 2). Asas Sumber Negara berhak mengenakan pajak atas penghasilan yang bersumber di wilayahnya tanpa memperhatikan tempat tinggal Wajib Pajak (WP). Pemungutan pajak dapat Stelsel dilakukan berdasarkan 3 (tiga) stelsel Pajak yaitu: 1). pihak selain pemerintah (fiskus) dan Wajib Pajak (WP). Official Assessment System Official assessment system adalah sistem pemungutan pajak yang memberi wewenang kepada pemerintah (fiskus) untuk menentukan besarnya pajak yang terutang. besarnya pajak dihitung berdasarkan suatu anggapan. Misalnya pajak bangsa asing di Indonesia dikenakan pada setiap orang yang bukan berkebangsaan Indonesia yang bertempat tinggal di Indonesia. Stelsel Nyata (Riel Stelsel) Pengenaan pajak didasarkan pada objek pajak (penghasilan yang nyata) sehingga pemungutannya baru dapat dilakukan pada akhir tahun pajak. Asas ini berlaku untuk Wajib Pajak (WP) dalam negeri. menyetor dan melaporkan sendiri pajak terutang. Ciri-cirinya:    Wewenang untuk menentukan besarnya pajak terutang berada pada pemerintah (fiskus). Ciri-cirinya:    Wewenang untuk menentukan besarnya pajak terutang ada pada Wajib Pajak (WP) sendiri. membayar. b. 3). Utang pajak timbul setelah dikeluarkan surat ketetapan pajak oleh pemerintah (fiskus). Tata Cara Pemungutan Pajak a. Asas Tempat Tinggal (Asas Domisili) Negara berhak mengenakan pajak atas seluruh penghasilan Wajib Pajak (WP) yang bertempat tinggal diwilayahnya. baik penghasilan yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri. 3).4. misalnya penghasilan suatu tahun dianggap sama dengan tahun sebelumnya sehingga pada awal tahun pajak telah dapat ditetapkan besarnya pajak terutang. 2). . Asas ini berlaku untuk Wajib Pajak Luar Negeri (WPLN). Sistem Pemungutan Pajak 1). Stelsel Anggapan (Fictieve Stelsel) Pengenaan pajak didasarkan pada suatu anggapan yang diatur oleh Undang-undang. 3). Wajib Pajak (WP) bersifat pasif. dan melaporkan sendiri besarnya pajak yang harus dibayar. Pemerintah (fiskus) tidak ikut campur dan hanya mengawasi. Asas Kebangsaan Pengenaan pajak dihubungkan dengan kebangsaan suatu negara. Stelsel Campuran Stelsel ini merupakan kombinasi antara stelsel nyata dengan stelsel anggapan pada awal tahun. Asas Pemungutan Pajak 1). Wajib Pajak (WP) aktif mulai dari menghitung. Self Assessment System Self assessment system adalah sistem pemungutan pajak yang memberi wewenang kepada Wajib Pajak (WP) untuk menghitung.

.......Makalah Perpajakan smt 4 KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT.......................... Fungsi dan Sejarah Pajak” dalam waktu yang tepat..................................................... 5 BAB III PENUTUP Kesimpulan .......................... Sejarah Pajak................................................ Tidak lupa kami sebagai penulis menghaturkan terimakasih yang setulus-tulusnya kepada : 1................... maka penulis sangat menerima kritik dan saran yang membangun.............................. akhirnya kami sebagai penulis telah menyelesaikan tugas Tersturktur mata kuliyah Perpajakn dengan tema “Pengertian.......................... Penulis menyadari bahwa makalah ―Pengertian.............. yang melimpahkan rahmat dan hidayahnya kepada kita sekalian yang insyaallah masih merupakan umat nabi Muhammad SAW.... 2. Cirebon............... Februari 2013 Penulis Daftar isi Kata Pengantar ................................................. 2 B.......................... ii Daftar isi...................... 13 .............. Teman-teman yang ikut andil membantu penulis serta dukungan dan dorongan kepada penulis namun tidak dapat ditulis satu persatu........................ Fungsi dan Sejarah Pajak‖ ini masih jauh dari sempurna............................................................................ tiada ada lagi nabi dan rasul setelahnya........................ Bapak Juju Jumena M.................. Dan kami mengharapkan makalah ini mampu dijadikan bahan kajian para pembaca apabila mengangkat tema yang sama dikemudian hari............................................. Karena sesungguhnya umat yang paling beruntung adalah umat nabi Muhammad SAW nabi terakhir................................................ nabi akhir zaman..... iii BAB I PENDAHULUAN ......................... Shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada junjungan kita nabi agung Muhammad SAW yang telah membawa kita menuju jalan yang diridhoi Nya.............................................. 4 C....................................H Selaku Dosen pengampu mata kuliyah Perpajakan yang telah membimbing kami dalam pengerjaan tugas makalah ini............................. Alhamdulillah........................... 1 BAB II PEMBAHASAN A........ Pengertian Pajak ..................................... 12 Daftar isi.................. Fungsi Pajak .............................................

Gebuhr (Jerman). terlihat bahwa salah satu sumber penerimaan negara adalah bersumber dari sektor pajak. Dalam rumusan simpel yakni iuran dari rakyat kepada kas negara. gravamen. yang langsung dapat ditunjukan dan yang digunakan untuk membayar pengeluaran umum. Sebagian orang merasa bahwa tidak bermanfaat apa-apa bagi dirinya dalam kepatuhannya pada pemerintah dengan membayar pajak. Selain dengan pemasukan kas negara melalui Badan Usaha milik Negara juga melalui pajak yang berperan penting dalam pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat. Makalah ini di buat guna mengenal lebih jauh mengenai pajak. Abgabe.‖ Dari definisi pajak tersebut di atas jelas bahwa pajak merupakan kewajiban kenegaraan dan pengabdian peran aktif warga negara dalam upaya pembiayaan pembangunan nasional kewajiban perpajakan setiap warga negara diatur dalam Undang-Undang dan Peraturan-peraturan pemerintah. taxe. Dalam literatur Amerika selain istilah tax dikenal pula istilah tarif. Definisi pajak dikemukakan oleh Remsky K. Prof. Dengan begitu disini Pemerintah memerlukan kerja sama antara petugas yang menangani perpajakan serta kesadaran diri dari masyarakat itu sendiri dalam membayar pajak. Dr. sekolah gratis. tributo. merumuskan pajak adalah iuran rakyat kepada Kas Negara (peralihan kekayaan dari sektor partikulir ke sektor pemerintah) berdasarkan Undang-Undang (dapat di paksakan) dengan tiada mendapat jasa timbal (tegen prestasi). yang langsung dapat ditunjukkan dan digunakan untuk membiayai pengeluaran umum. mkaka dengan begitu masyarakat dapat terlindungi baik secara psikologis atau bukan. P.A. Dalam bukunya. Sedangkan Prof. Judisseno (1997:5) adalah sebagai berikut: “Pajak adalah suatu kewjiban kenegaraan dan pengabdiaan peran aktif warga negara dan anggota masyarakat lainnya untuk membiayai berbagai keperluan negara berupa pembangunan nasional yang pelaksanaannya diatur dalam Undang-Undang dan peraturan-peraturan untuk tujuan kesejahteraan dan negara”. Maka dari itu. droit (Perancis). Pengertian Pajak Pajak dalam istilah asing disebut: tax (Inggris). padahal jalan-jalan yang dibangun. yang langsung dapat ditunjuk. Dr. . Karena dengan bertambahnya kas negara maka segara fasilitas dan infrastruktur yang ada semakin bertambah dan meningkat baik dari segi kuantitas juga dari segi kualitas. penggajian guru-guru PNS dan lain sebagainya itu ddikeluarkan melalui kas negara yang didalamnya terdapat pajak yang didapat dari warga negara tersebut. Steuer. sehingga kita dapat membayar pajak secara sukarela dan menurut prinsip sendiri bukan atas paksaan atau hanya patuh saja tapi hjuga karena kita tahu mengenai pahak itu sendiri. import contribution. tasa (Spannyol) dan belasting (Belanda). impuesto contribution. dan yang gunanya adalah untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran umum berhubung dengan tugas negara untuk menyelenggarakan pemerintahan.J. Merdiasmo (2002:1) mengemukakan pengertian pajak sebagai berikut :‖Pajak adalah iuran negara berdasarkan Undang-undang (yang dapat dipaksakan) dengan tiada mendapat jasa kontraprestasi. BAB II PEMBAHASAN A. Andriani merumuskan Pajak adalah iuran kepada negara (yang dapat dipaksakan) yang terutang oleh yang wajib membayarnya menurut peraturan-peraturan dengan tidak mendapat prestasi kembali. Sesuai dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).BAB I PENDAHULUAN Pemerintah dalam menjalankan perannya sebagai suatu wadah yang melindungi warga negara di wilayah tertentu yang ditinggali warganya tentu memerlukan dana yang tidak sedikit. Rochmat Soemitro SH.

Kepercayaan yang diberikan oleh pemerintah sesuai dengan system perpajakan yang dianut oleh pemerintah yakni sistem self-assessment yang berarti wajib pajak melakukan sendiri kewajiban perpajakannya. kerja paksa maupun dengan uang dan upeti telah lama dikenal. C. Fungsi mengatur (regulered) tersebut antara lain: 1) memberikan proteksi terhadap barang produksi dalam negeri. Bahwa sebagian dari hak mereka diserahkan kepada suatu wadah yang akan mengurus kepentingan bersama. pembuatan piramida yang tadinya merupakan pengabdian dan bersifat suka rela dari rakyat Mesir. yakni: Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1985. yang berlaku sejak tanggal 25 Desember 1985 yang diundangkan di dalam Lembaran Negara republikm Indonesia Nomor 3312: dan penjelasannya dimuat dalam tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 1985 Nomor 68. yakni pungutan sebesar 10% (tithe) dari para petani atau penguasa tanah. Staat. 4) untuk menarik dan mengatur investasi modal yang dapat menunjang perekonomian yang produktif. Adapun himpunan peraturan yang mengatur hubungan antara pemerintah dan para wajib pajak serta segala sesuatu yang berkaitan dengan tersebut. terutama sesudah berdirinya VOC tahun 1602. Dengan adanya system self-assessment yang diterapkan oleh pemerintah dalam bidang perpajakan. Di Indonesia. Di zaman Julius Caesar dikenal centesima rerum venalium yakni sejenis pajak penjualan dengan tarif 1% dari omzet penjualan. harta kekayaan. 2) pajak dapat dipakai untuk menghambat laju inflasi. Wadah mana kemudian dikenal sebagai L‘etat. Dengan adanya sistem self-assessment tersebut. membayar. dan dilanjutkan dengan pemerintahan kolonial Belanda. bukan saja dalam bentuk uang. 1. dihitung. Pungutan dan beban rakyat Indonesia semakin terasa besarnya. diperhitungkan. Pajak yang dibayar oleh wajib pajak dimaksudkan untuk membantu pemerintah dalam membiayai keperluan penyelenggaraan kenegaraan yakni pembangunan nasional. Fungsi Pajak Fungsi utama pajak bagi pemerintah ialah dimana pajak memegang peranan penting bagi suatu negara. questor dan beberapa jenis pungutan lain. Sejarah Pajak Jauh sebelum zaman Romawi dan Yunani Kuno serta zaman Firaun di Mesir. Negara. pemerintah mengharapkan kejujuran dan kesadaran dari setiap wajib pajak untuk melakukan kewajiban perpajakannya sesuai dengan Undang-Undang perpajakan yang berlaku. Khusus di Indonesia telah diatur salah satu Direct Tax. State. Pada abad ke XIV di Spanyol dikenal alcabala. Pelaksanaan pemungutannya diserahkan kepada warga tertentu yang disebut publican. Demikian pula di Mesir. salah satu bentuk pajak penjualan. tantang Pajak Bumi dan Bangunan. dan melaporkan kewajiban perpajakannya ke kantor pelayanan pajak. karena pajak merupakan sumber pendapatan negara yang dapat digunakan sebagai alat untuk mengatur kegiatan ekonomi dan sebagai pemerataan pendapatan masyarakat. dan dilaporkan sendiri oleh wajib pajak ke pemerintah dalam hal ini kantor pelayanan pajak dimana wajib pajak terdaftar atau berdomisili. Sesuai dengan Undang-Undang perpajakan yang berlaku pada saat ini menyatakan bahwa setiap warga negara Indonesia maupun warga negara asing yang telah menetap di Indonesia selama 183 hari secara berturutturut dan memperolah penghasilan dari kegiatan usahanya wajib untuk melakukan kegiatan perpajakannya sesuai dengan Undang-Undang perpajakan yang berlaku di Indonesia. Setiap penduduk di Italia. yang bertujuan agar posisi anggaran pendapatan dan pengeluaran mengalami keseimbangan (balance budget). misalnya pajak ekspor barang 0%. dibayar. 2. Pajak mempunyai fungsi utama sebagai berikut 1. Fungsi Pemerataan (Fungsi Distribution) . fungsi pajak adalah sebagai sumber pendapatan negara. Sesudah abad ke 2 penguasa Roma mengandalkan pada pajak tidak langsung yang disebut vegtigalia seperti portoria yakni pungutan atas penggunaan pelabuhan. termasuk penduduk Roma sendiri dikenakan tributum yang tetap yang sering kali disebut juga stipendium. Tributum sebagai pajak langsung (pajak atas kepala= head tax) dipungut pada zaman perang terhadap penduduk Roma sampai tahun 167 SM. berbagai pungutan baik dalam bentuk natura (payment in kind). B.Undang-Undang Perpajakan memberikan kepercayaan kepada setiap wajib pajak untuk melakukan kegiatan perpajakannya sendiri mulai dari menghitung. inilah yang lazim disebut hukum pajak. dimana pelaksanaan pembangunan nasional diatur dalam Undang-Undang dan peraturan-peraturan untuk tujuan kesejahteraan bangsa dan negara. Eksistensi pajak sebagai species dari genus pungutan telah ada sejak zaman Romawi. berarti kewajiban perpajakan setiap wajib pajak. Fungsi Anggaran (Fungsi Budgeter) Pajak merupakan sumber pemasukan keuangan Negara yang menghimpun dana ke kas negara untuk membiayai pengeluaran negara atau pembangunan nasional. telah ada suatu wadah yang menguasai dan memerintah penduduk. tetapi juga dalam bentuk kerja paksa. Di daerah lain di Italia dikenal decumae. 3) pajak dipakai sebagai alat untuk mendorong ekspor. Le Contract Social atau perjanjian masyarakat yang dikemukakan oleh Rousseau adalah teori yang menjawab pertanyaan mengapa penduduk/rakyat harus patuh pada pemerintah negaranya. Fungsi Mengatur (Fungsi Regulered) Pajak digunakan sebagai alat untuk mengatur atau melaksanakan kebijakan negara dalam lapangan ekonomi dan sosial. Pada awal Republik Roma (509-27 sebelum Masehi) dikenal beberapa jenis pungutan seperti censor. 3. pada akhirnya menjadi paksaan. misalnya PPN (Pajak Pertambahan Nilai). Jadi.

Karena pajak Bumi dan Bangunan sebagian besar akan diserahkan kepada Pemerintah Daerah maka dirasa perlu untuk menetapkan tempat-tempat pembayaran yang lebih mudah dan dekat sehingga Pemerintah Daerah yang bersangkutan dapat segera memanfaatkan hasil penerimaan pajak guna membiayai pembangunan dimasing-masing wilayahnya. Sebelumnya berlakunya Undang-Undang ini.4. pajak berfungsi untuk pemerataan pendapatan masyarakat. Penggunaan pajak yang demikian oleh daerah akan merangsang masyarakat untuk memenuhi kewajibannya membayar pajak mereka yang sekaligus mencerminkan sifat kegotongroyongan rakyat dalam pembiayaan pembangunan. yaitu pajak yang pada akhirnya dapat dibebankan atau dilimpahkan kepada orang lain. Oleh karena itu bagi mereka yang memperoleh manfaat dari bumi dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya. Dengan kata lain. Dalam mencerminkn keikutsertaan dan kegotongroyongan masyarakat dibidang pembiayaan pembangunan. Contoh: Pajak Pertambahan nilai. Pentinganya Pajak Bumi dan Bangunan Dalam negara Republik Indonesia yang kehidupan rakyat dan perekonomiannya sebagian besar bercorak agraris. Iuran Pembangunan daerah (Ipeda) dan Peraturan Perundangundangan tentang pungutan daerah sepanjang mengenai tanah dan bangunan perlu dicabut.11 tahun 1957 tentang Peraturan Umum Pajak Daerah. 11 Prp Tahun 1959 dan terhadap tanah yang tunduk pada hukum Barat dipungut berdasarkan Ordonansi Verponden Indonesia 1923 dan Ordonansi Verponding 1928. termasuk untuk membiayai pembangunan. karena mendapat suatu hak dari kekuasaan negara. Ordonanansi Pajak Jalan 1942. Kantor Pos dan Giro serta tempat-tempat lain yang ditunjuk oleh menteri Keuangan. penggunaan pajak yang efektif dan efisien. terhadap tanah yang tunduk kepada hukum adat telah dipungut pajak berdasarkan UU No. diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah. Dengan mengadakan pembaharuan sistem perpajakan melalui penyederhanaan yang meliputi macammcam pungutan atas tanah atau bangunan. maka semua objek pajak dikenakan pajak. Contohnya: Pajak Penghasilan 2. Jenis-jenis Pajak Menurut Golongannya Pajak Langsung. Ordonansi Verponding 1928. 3. Dalam UU ini. 5. Sistem perpajakan yang berlaku selama ini. Hal ini bisa dilakukan dengan mengatur peredaran uang di masyarakat. pemerintah memiliki dana untuk menjalankan kebijakan yang berhubungan dengan stabilitas harga sehingga inflasi dapat dikendalikan. Oleh karena itu Ordonansi Pajak Rumah Tangga 1908. pemungutan pajak. sebagaimana yang tercantum dalam Trilogi Pembangunan dan Delapan Jalur Pemerataan. Bagi wajib Pajak dimngkinkan memperoleh pengurangan atas pembayaran pajaknya. Peraturan Perundang-undangan lainnya terutama yang selama ini menjadi dasar bagi penyelenggaraan pungutan oleh daerah khususnya seperti pemungutan Pajak Kendaraan Bermotor masih berlaku. UU Darurat No. Hasil penerrimaan pajak ini diarahkan kepada tujuan untuk kepentingan masyarakat di daerah yang bersangkutan. . maka sebagian besar hasil penerimaan pajak ini diserahkan kepada Pemerintah Daerah. Fungsi Stabilitas Yaitu dengan adanya pajak. karena sebabsebab tertentu atau dalam hal objek pajak ditimpa bencana atau sebab lain yang luar biasa. 2. Pajak tidak langsung. Pajak Kekayaan 1932. Disamping itu terdapat pula pungutan pajak atas tanah dan bangunan yang didasarkan pada Ordonansi Pajak Rumah Tangga 1908 serta lain-lain pungutan daerah atas tanahdan bangunan. a) 1. khususnya pajak kebendaan dan kekayaan telah menimbulkan tumpang tindih antara satu pajak dengan pajak lainnya sehingga mengakibatkan beban pajak berganda bagi masyarakat. sehingga wajib pajak tidak mampu membayar utang pajaknya. tarif pajak atau cara pembayarannya. Ordonansi Verponding Indonesia 1923. Objek pajak dalam UU ini adalah Bumi dan/atau Bangunan yang berada diwiliayah Republik Indonesia. Penentuan Pengenaan Pajak Bumi dan Bangunan atas objek pajak yang digunakan oleh negara untuk penyelenggaraan pemerintah. Tempat yang lebih dekat tersebut adalah seperti Bank. wajar menyerahkan sebagian darinkenikmatan yang diperolehnya kepada negara melalui embayaran pajak. Fungsi Retribusi Pendapatan Pajak yang sudah dipungut oleh negara akan digunakan untuk membiayai semua kepentingan umum. Pajak mempunyai fungsi pemerataan artinya dapat digunakan untuk menyeimbangkan dan menyesuaikan antara pembagian pendapatan dengan kesejahteraan masyarakat. Sesuai dengan amanat dalam Garis-Garis Besar Hukum Negara perlu diadakan pembaharuan sistem perpajakan yang berlaku dengan sistem yang memberikan kepercayaan kepada wajib pajak dalam melaksanakan kewajiban serta memenuhi haknya dibidang perpajakan sehingga dapat mewujudkan perluasan dan peningkatan kesadaran kewajiban perpajakan serta meratakan pendapatan masyarakat. Bumi dan/atau Bangunan yang dimilikioleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah dikenakan pajak. bumi termasuk perairan dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya mempunyai fungsi penting dalam membangun adil dan makmur berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945. yaitu pajak yang harus dipikul sendiri oleh wajib pajak dan tidak dapat dibebankan atau dilimpahkan kepada orang lain. diharapkan kesadaran perpajakan dari masyarakat akan meningkat sehingga penerimaan pajak akan meningkat pula.

b) Menurut Sifatnya 1. Dalam pelaksanaan Undang-Undang Perpajakan yakni Undang-Undang No. adalah pungutan pajak yang adil dan merata. dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah. atau timbulnya kewajiban pajak dapat dilihat pada Undang-Undang dari masing-masing pajak. 4) Economy. dan pajak penerangan jalan. Kewajiban pajak Objektif. ialah kewajiban pajak yang melihat pada hal-hal yang dapat dikenakan pajak (objektif). Yayasan dan lain-lain yang berdomosili di Indonesia. 2) Certainty. yaitu Pajak yang berpangkal atau berdasarkan pada subjeknya. tanpa memperhatikan keadaan diri wajib pajak. Timbulnya Kewajiban Pajak Kapan seseorang dapat dikenakan pajak. adalah pembayaran pajak sebaiknya sesuai dengan saat yang tidak menyulitkan wajib pajak. Asas-asas pemungutan pajak yang dikemukakan oleh Pudyatmoko (2000:4) bahwa pungutan pajak didasarkan pada : 1) Equality. Hak-hak Wajib Pajak Seorang wajib pajak dapat mengajuka keberata kepada Direktorat Jendral Pajak. Keberatan ini harus diajukan secara tertulis dengan menyatakan alasan-alasan yang jelas. Contoh: Pajak Penghasilan. Contoh : Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang mewah. Besarnya kewajiban perpajakan wajib pajak tersebut diatur dalam UndangUndang Perpajakan dan peraturan pemerintah.17 Tahun 2000. 2. yaitu Pajak yang dipungut oleh Pemerintah Pusat dan digunakan untuk membiayai rumah tangga negara. Pajak Pertambahan Nilai. 3. yaitu pajak yang dipungut oleh pemerintah daerah dan digunakan untuk membiayai rumah tangga daerah. Wajib pajak dapat mengajukan banding kepada Majelis Pertimbangan Pajak apabila wajib pajak keberatan atas:  Keputusan yang diambil oleh Kepala Kantor Pelayanan Pajak. yaitu pajak yang berpangkal pada objeknya.  Surat tagihan susulan yang dikeluarkan oleh Kepala Kantor Pelayanan Pajak. 3) Conveinance. Pajak Pusat. Pajak subjektif. setiap wajib pajak yang memperoleh penghasilan dari kegiatan usahanya wajib menyetor ke kas negara pajak atas penghasilan yang diterimanya. akan teta[pi secara umum dapat dikatakan apabila memenuhi dua syarat yaitu: a.  Peemotongan atau Pemungutan oleh pihak ketiga berdasarkan ketentuan peraturan Perudang-undangan perpajakan. dalam arti memperhatikan keadaan diri wajib pajak. pajak hiburan. 2. atas suatu :  Surat Pemberitaan. Contoh: Pajak Penghasilan. adalah Penetapan pajak yang tidak di tentukan wewenang-wewenang. Seorang manusia atau badan hukum memenuhi kewajiban pajak objektif ini jika mendapat penghasilan. . tanggal pemotongan. atau pemungutan. Contoh: Pajak kendaraan dan Bea balik nama kendaraan bermotor. mempunyai kekayaan atau memperoleh laba yang melebihi batas minimum kena pajak yang disebut dalam Undang-Undang Pajak yang bersangkutan. Kewajiban pajak Subjektif ialah kewajiban pajak yang melihat orang/badan hukumnya. memenuhi kewajiban pajak Subjektif. dan diajukan dalam jangka waktu 3 bulan sejak tanggal surat.  Surat Ketetapan Pajak Tambahan. c) Menurut Lembaga Pemungutnya 1. pajak hotel dan restoran (pengganti pajak pembangunan). Pajak Objektif. Pajak Daerah. Pada umumnya semua subjek hukum baik yang berupa manusia/orang atau badan hukum seperti Perseroan Terbatas. b. biaya pungutan dan biaya pemenuhan kewajiban pajak bagi wajib pajak ditetapkan seminimum mungkin.  Surat Keputusan Kelebihan Pembayaran.

Daftar Pustaka udisseno. Jakarta.. Fungsi utama pajak bagi pemerintah ialah dimana pajak memegang peranan penting bagi suatu negara.com/2012/10/definisi-pajak-dan-jenis-jenis-pajak. 1996. Mardiasmo. Edisi Revisi. Dalam rumusan simpel yakni iuran dari rakyat kepada kas negara. Undang-Undang No. 2002. 4. yakni: Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1985. . Remsky K.blogspot. 17 tahun 2000 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 5.BAB III PENUTUP KESIMPULAN pajak merupakan kewajiban kenegaraan dan pengabdian peran aktif warga negara dalam upaya pembiayaan pembangunan nasional kewajiban perpajakan setiap warga negara diatur dalam Undang-Undang dan Peraturan-peraturan pemerintah.html (Oleh Ismawanto) http://www. Penerbit: Andi. 2012 Labels: Pajak.kajianpustaka.com/fungsi-fungsi-dasar-pajak.html (15 Oct 2009 by Maksum Priangga) ttp://ssbelajar. Jakarta.. Pajak dan strategi Bisnis.1 Latar Belakang Latar Belakang dibentuknya Sistem Administrasi Perpajakan Modern adalah keinginan untuk membentuk paratur ( Pegawai ) yang bersih. 2. Jakarta. Oktober 08. PT.html#ixzz2L82L3g00 (Oleh Muchlisin Riadi Pada Senin. professional dan bertanggung jawab.10 tahun 1994. Cetakan Kesembilan. karena pajak merupakan sumber pendapatan negara yang dapat digunakan sebagai alat untuk mengatur kegiatan ekonomi dan sebagai pemerataan pendapatan masyarakat.com/2008/02/05/pengertian-fungsi-dan-jenis-pajak/ (Posted on 5 Februari 2008 by Pakde sofa) ttp://maksumpriangga. Remsky K. 7 tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No. udisseno. Dasar-dasar Perpajakan karya Sapri Nurmantu. di Indonesia telah diatur salah satu Direct Tax. MAKALAH PERPAJAKAN MAKALAH PERPAJAKAN BY: BHENT BAB I PENDAHULUAN 1. Perpajakan. serta dapat menciptakan birokrasi yang efektif dan efesien. Pajak mempunyai fungsi utama sebagai berikut Fungsi Anggaran (Fungsi Budgeter) Fungsi Mengatur (Fungsi Regulered) Fungsi Pemerataan (Fungsi Distribution) Fungsi Stabilitas Fungsi Retribusi Pendapatan 1. Gramedia Pustaka Umum. 1997. 3.wordpress. Gramdia Pustaka Umum. ttp://massofa. tantang Pajak Bumi dan Bangunan. PT. Perpajakan.com/2012/03/fungsi-pajak. yang berlaku sejak tanggal 25 Desember 1985 yang diundangkan di dalam Lembaran Negara republikm Indonesia Nomor 3312: dan penjelasannya dimuat dalam tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 1985 Nomor 68.

KPPBB. terpadu dan personil 2.  Tersedia complaint center untuk menindaklanjuti keluhan Wajib pajak. Dan tujuan penulisan laporan ini adalah : 1. 7.  Sistem remunerasi yang lebih baik. Pelaksanaan Good Governance di semua lini dan KKN dapat dihilangkan. yaitu .  Sarana dan prasarana yang lebih baik.4 Anggapan dasar . 3. Bagaimana Peranan pemerintah pajak bumi bangunan dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asi Daerah ? 1.  Pelaksanaan kode etik yang tegas dan konsisten  Pemberian tunjangan khusus 6. 1. Untuk mengetahui peranan penerimaan pajak Bumu Bangunan dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah.  Update atas peraturan perpajakn terbaru 4.  Sumber Daya manusia terseleksi dan selalu dipantau Keseleksiannya. maka kauntungan yang didapatkan oleh Wajib Pajak antara lain: 1. Pelayanan yang lebih baik.  Adanya Account Representatif (AR) yang merupakan layanan proak tif melayani Wajib pajak. Pemanfaatan IT secara maksimal: Email. 1.  Penerapan Kode Etik pegawai yang implementasinya dalam pengawasan Komite Kode Etik yang diketuai Sekretaris Jendral Departemen Keuangan.  Menggunakan system komunikasi yang modern ( case management/work flow ) berbasis computer. Pemeriksaan yang lebih terbuka dan professional dengan konsep spesialisasi. akurat. e-Filling. 1. dan ramah yang merupakan fasilitas yang responsive di tempat pelayanan. termasuk member layanan visit gratis untuk konsultan perpajakan. dan Karikpa. Adanya tenagan kerja Account Representative (AR) dengan tugas antara lain:  Kaonsultasi untuk membantu segala permasalan kewajiban Wajib Pajak  Mengingatkan Wajib Pajak atas pemenuhan kewjiban perpajakannya. Konsep One Stop Personel : Wajib pajak cukup pergi ke satu unit (AR) pada satu kantor untuk menyelesaikan seluruh masalah perpajakannya. dan lain – lain 5.2 Identifkasi Masalah Berdasarkan latar belakang diatas maka diidentifkasikan suatu masalah. yang juga di lengkapi help desk. e-SPT.  Pelayanan cepat.Reformasi perpajakan melalui Sistem Administrasi Perpajakan Modern dilakukan secara konprehensif (menyeluruh) di segala bidang meliputi :  Bidang administrasi berupa modernisasi administrasi perpajakan  Bidang Peraturan perpajakan berupa amandemen UU perpajakan yang mulkai berlaku tahun 2008  Bidang pengawasan melalui pembentukan bank data nasional ( data procecing center ) yang berisi data – data wajib pajak di seluruh Indonesia Karakteristik Kantor Pajak Modern adalah sebagai berikut :  Struktur Organisasi berdasarkan fungsi.  Gabungan dari KPP. Dengan adanya KPP Pratama dan KP2KP.3 Maksud dan Tujuan Penulisan Maksuda dari penulisan laporan ini yaitu untuk memenuhi salah satu syarat Uji Kompetensi di SMK Negeri 1 Rancah jurusan akuntansi. Sumber Daya manusia yang professional :  Adanya Fit and proper test.

Pajak Bumi Bangunan adalah semua pajak bumi dan bangunan maka di mana sudah mandapatkan pajak pendapat yang lebih dari 1. 1.Pajak Bumi Bangunan Peraturan daerah provinsi Jawa Barat nomor SE-13/PJ.30 WIB sampai 17.000 maka tekena pajak penghasilan begitu juga dengan pajak bimu dan bangunan di mana harga tanah jual. 2) Teknik Stud Pustaka Yaitu teknik pengumpulan data dengan menggunakan data atau mengumpulan sumber – sumber tertulis dengan cara membaca. Ahmad Yani No. masuk kerja mulai hari senin sampai dengan jum`at. Fungsi yang dimaksud antara lain meliputi fungsi pelayanan.00 WIB. 134 ) adapun tekhnik pengumpulan data yang dilakukan penulis antara lain : 1) Teknik Observasi Yaitu teknik pengumpulan data dengan melakukan pengamatan secara langsung terhadap suatu objek pengamatan dengan mencatat hal-hal penting yang berhubungan dengan laporan tugas akhir yang akan menulis suatu hingga di peroleh data yang lengkap akurat.000. Berdasarkan fakta-fakta dan datadata yang diperoleh dan dikumpulkan pada waktu melaksanakan Praktek Kerja Lapanagan (1994 . melalui strukutr baru pada KPP Pratama yang berbasis fungsi. dan karikpa. menurut Bapak Wianro Suharmad dalam bukunya yang berjudul Pengantar Penelitian Ilmiah yaitu. Meskipun terdapat penggabungan tugas pokok dan fungsi yang melekat pada kanto – kantor.5 Metode Penulisan Metode penulisan yang di gunakan dalam penyusunan lapooran tugas akhir ini adalah matode Deskripti. yang hingga mencapai 8.000 maka sudah terkena pajak Bumi Bangunan Pajak bumi bangunan selanjutnya di sebut PBB adalah Pajak Bumi Bangunan . Dimulai pada pukul 07. 1./2005. KPPBB. fungsi pengawasan dan konsultasi yang memperkenalkan .1 Pengertian Kpp Pratama di betuk dengan ‗meleburkan‘ tiga jenis kantor pelayanan yang ada selama ini yakni. metode yang menggambarkan suatu keadaan atau permasalahan yang sedang terjadi. mempelajari.75 Telp (0256) 331466-341750 Ciamis 46215 Prakerin dilaksanakan kurang lebih tiga bulan. BAB II Tinjauan Pustaka 2. dan mencatat hal-hal yang penting dan yang berhubungan dengan masalah yang sedang dibahas guna memperoleh gambaran secara teorotis yang dapat menunjang dalam penyusunan laporan tugas akhir.6 Waktu dan Tempat Job Training/Prakerin Waktu dan tempat prakerin dilaksanakan mulai tanggal 1 maret dengan 29 mei 2010 Bertempat di Jl. KPP. Tersebut tetap ada.000.

KPP Pratama Ciamis merupakan luburan dari KPPBB Ciamis dan pecahan KPP Tasikmalaya dengan menjalankan konsep pelayanan one stop service yang melayani seluruh jenis pajak. dalam rangka memenuhi kewajiban perpajakan./2005 tentang PETUNJUK PELAKSANAAN DALAM RANGKA REORGANISASI DIREKTORAT JENDRAL PAJAK BERDASARKAN KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 473/KMK.  Memberikan pelayanan yang lebih baik melalui konsep one stop service yang melayani seluruh jenis pajak dan debirokrasi pelayanan.01/2007 tanggal 31 Mei 2007 tentang perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan nomor 132/PMK. KPP Pratama Ciamis sebelumnya bernama KPPBB Ciamis yang dibentuk berdasarkan dengan surat edaran Direktur Jendral Pajak nomor SE-13/PJ.01/2004 dan peraturan Menteri Keuangan nomor 55/PML. fungsi eksentifikasi. Selama ini. dan saat Mulai beroprasinya Kantor Pelayanan Pajak Pratama dan Kantor Pelayanan. Diharapkan dengan penyatuan berbagai kntor pajak tersebut. dan terakhir fungsi pengolahan data dan informasi.  Menurunkan cost of tax compliance. ./2007 tanggal 9 Agustus 2007 tentang penerapan Organisasi . maka wajib pajak tersebut diperiksa. Penyuluhan dan konsultasi perpajakan di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Banten. tata kerja. Sebagai ilustrasi. sehingga fungsi pelayanan dan pengawasan dapat dilakukan dengan lebih baik. fungsi pemeriksaan.  Optimalisasi pemanfaatan database untuk kepentingan pengawasan.  Menjalankan fungsi ekstensifikasi lebih optimal. fungsi penagihan.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Investasi Vertikal Direktorat Jenderal Pajak. wajib pajak harus berurusan dengan minimal 3 kantor dengan beberapa seksi di berbeda didalamnya. maka kantor yang menangani adalah karikpa yang merupakan unit kantor tersendiri dan terpisah dari KPP maupun KPPBB. Dengan pembentukan KPPBB Ciamis ini diharapkan dapat meningkatkan pelayanan perpajakan khususnya PBB kepada masyarakat yang meliputi wilayah kerja yang meliputi kebupaten ciamis dan kota banjar. Seiring dengan modernisasi perpajakan terbentuklah KPP Pratama Ciamis yang berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak nomor KEP-112/PJ. dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Barat II.Account Representatif (AR). ketika seorang wajib pajak akan melaporkan pembayaran PBB. maka kantor maupun aparat pajak dapat :  Lebih mendekat ke Wajib Pajak. Perubahan struktur tersebut dilakukan dengan tujuan agar tetap lebih meningkatkan fungsi pelayanan dan pengawasan terhadap wajib pajak. Kantor KPPBB Ciamis ini merupakan pecahan dari KPPBB Tasikmalaya dan berada dibawah kanwil DJP Jawa Barat II. Kantor ini mulai beroprasi pada tanggal 28 Agustus 2007 seiring dengan Launching Modernisasi Kantor Pelayanan Pajak yang ada di wilayah kanwil DJP Jawa Bagian Barat II ( yang saat ini adalah Kanwil DJP Jawa Barat I ). Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Barat I.

BAB III Objek Penelitian 3. rumah tangga.2 Job Description Perincian tugas dari masing – masing seksi adalah sebagai berikut : Sub Bagian Umum Melakukan tugas pelayanan kesekretariatan dengan cara mengatur kegiatan tata usaha dan kepegawaian. nila gift dan udang galah. meskipun sector pertanian ini menempati urutan paling tinggi dalam memegang peranan perekonomian di Kota Banjar. . Di sector pertanian. sementara tanah kering yang tercatat adalah 192. ayam ras dan domba adalah yang potensial di subsector peternakan. Hal ini dikarenakan adany pusat perekonomian dan perguruan tinggi di kecamatan tersebut. pelayanan dukunagn teknis computer. kakao. Dan dari subsector perkebunan yang potensial adalah cengkeh. ada beberapa komoditi yang di unggulkan. Di subsector budidaya ikan air ada gurame. penyajian informasi perpajakan. sapi.978. Kecamatan Banjar menjadi kecamatan dengan kepadatan penduduk palinng tinggi jika dibandingkan dengan wilayah kota banjar yang lain. Berdasarkan kata suseda. 3. keuangan. udang jerbung dan layur dari subsector perikanan laut. kakap merah.12% dan yang terkecil adalah sector keuangan sebesar 1. KPP Pratama Ciamis merupakan salah satu KPP yang telah menrapkan system adaministrasi perpajakan modern yang berada di wilayah kantor Wilayah DJP jawa Barat I. yaitu mencapai 1. perekaman document perpajakan. Kota Banjar Wilayah administrasi Kota Banjar yang tidak terlalu menyebar menyebabkan persebaran penduduk di kota banjar ini hampir merata.87/km2. Menurut data BPS tahun 2007. pengolahan data. Hal ini mengindikasikan bahwa perekonomian Kota Banjar mengalami pergeseran dari sector ke sector non pertanian.791 ha.1 Sejarah Singkat KPP Pratama Ciamis Kabupaten ciamis Keadaaan alam di kabupaten ciamis cukup potensial di sector pertanian dan pariwisata. diantaranya adalah lobster. didapatkan data bahwa dari tahun sebelumnya mengalami penurunan yang cukup signifikan. jumlah penduduk tahun 2006 usia 10 tahun ke atas yang berkerja menurut lapangan perkerjaan tercatat yang paling banyak adalah sector pertanian sebesar 22.80% Namun demikan. pemantauan aplikasi e-SPT dan e-Felling derta penyiapan laporan kinerja.688 ha. Luas tanah sawah di kabupaten Ciamis adalah 51. bawal. serta perlengkapan untuk menunjang kelancaran tugas kantor Pelayanan Pajak. Seksi Pengolahan Data dan Informasi Melakukan pengumpulan. lada dan kelapa.

penerimaan surat lainnya. bimbingan / himbauan kepada wajib pajak dan konsultasi teknis perpajakan. guna meningkatkan pelayanan perpajakan di wilayah KPP . Hal ini berlaku di seluruh wilayah Indonesia yang dilayani oleh Direktorat Jendral Pajak. Kelompok Jabatan Fungsional Pejabat Fungsional terdiri atas pejabat fungsional pemeriksa dan pejabat Fungsional penilai yang bertanggung jawab secara langsung kepada kepala KPP Pratama. Untuk mempermudah pembagian wilayah kerja AR dapat digunakan peta wilayah /blok PBB dengan memperhatikan beban kerja. penyusunan Profil Wajib Pajak. Penyusunan profil Wajib Pajak. dan melakukan evaluasi hasil banding berdasarkan ketetuan yang berlaku. penyuluhan perpajakan. Seksi Ekstensifikasi Perpajakan Melakukan pengamatan kepatuhan kewajiban perpajakan Wajib Pajak. pelaksanaan regristasi Wajjib Pajak. Dalam melaksanakan pekerjaannya. Melakukan evaluasi hasil banding berdasarkan ketentuan yang berlaku.Seksi Pelayanan Melakukan penetapan dan penerbitan produk hukum perpajakan. Seksi Pemeriksaan Melakukan penyusunan rencana pemeriksaan. Bimbingan / Himbauan kepada Wajib Pajak dan konsultasi teknis perpajakan. Account Representative Dalam organisasi KPP Pratama terdapat jabatan Account Representative ( Staf pendukung layanan ) yang berada di bawah pengawasan dan bimbingan kepala seksi pengawasan dan konsultasi. serta penyimpanan dokumen – dokumen penagihan sesuai ketentuan yang berlaku. PBB. dan pihak lainnya ). Memberikan informasi perpajakan. rkonsiliasi sata wajib pajak dalam rangka melakukan intensifikasi. penagihan aktiv. PPN. Pembagian tugas AR dilakukan dengan membagi habis Wilayah kerja seksi pengawasan dan konsultasi perpajakan ( PPH. Pemberian layanan perpajakan baik kepada seluruh masyarakat merupakan tututan bagi Derektorat Jendarl Pajak dalam pengejawatahan visinya yaitu‖ mewujudkan system adaministrasi perpajakan kelas dunia yang dibanggakan dan di percaya masyarakat‖. penerbitan dan penyaluran Surat Perintah Pemeriksaan pajak serta administrasi pemeriksaan perpajakan lainnya. Ikhtisar tugas Account Representative adalah sebagai berikut : Pengawasan kepatuhan kewajiban perpajakan Wajib Pajak. usulan penghapusan piutang pajak. BPHTB. dan kerjasama perpajakan sesuai ketentuan yang berlaku. Berangkat dari hal tersebut. pengadministrasian dokumen dan berkas perpajakan. pengawasan pelaksanaan aturan pemeriksaan. pwnundaan dan angsuran ttunjangan pajak. Pejabat Fungsional Pemeriksa berkoordinasi dengan seksi pemeriksaan sedangkan pPekabat Fungsional Penilai berkoordinasi dengan seksi Pemeriksaan sedangkan Pejabat Fungsional Penilai berkoordinasi dengan seksi Ekstensifikasi. Seksi Penagihan Melakukan urusan piñata usahaan piutang pajak.

1 Banjar. memiliki fungsi pelayanan utama perpajakan yang dapat memenuhi kebutuhan administrasi perpajakan bagi wajib pajak. dalam sosialisasi masyarakat kini sudah meningkat dengan adanya selalu brkomunikasi antara satu sama lain. Upaya – upaya dalam peranan penerimaan pajak Bumi Bangunan dilakukan Unit Pelayanan Kantor Pajak Pratama Ciamis.Pratama dengan cakupan yang luas. 3. Hal ini dirasa penting karena amanat yang diemban oleh Direktorat Jendral Pajak sebagain punggawa penerimaan Negara semakin mudah.1 Kesimpulan Berdasarkan uraian diatas penyusun dapat mengambil beberapa kesimpulan daiantaranya : 1. oleh Karena itu maka diperlukan satu unit yang secara sistemik dapat membangkitkan kesadaran dan kepedulian masyarakat dalam hal pelaksanaan kewajiban perpajakan secara menyeluruh dan kontinyu serta memiliki daya jelajahi yang lebih baik. 3. BAB IV PENUTUP 4. 2. Peranan penerimaan Pajak Bumi Bangunan Unit Pelayanan Kantor Pajak Ciamis sudah bagus dan efisien dan berpengaruh terhadap pendapatan Keuangan Pemerintah Negara Republik Indonesia. KP2KP diharapkan memberikan penyuluhan perpajakan yang menyentuh bagi masyarakat. 4. KPP Pratama Ciamis dalam memberikan pelayanan fungsi pelayanan kepada masyarakat dibant oleh KP2KP Banjar. Pendaftaran dan penerbitan NPWP. dan dalam pembayaran kini sudah lancar. Hambatan – hambatan peranan penerimaan pajak bumi bangunan dilakukan unit pelayanan Kantor Pajak Pratama Ciamis. 1. Fitur – fitur On-line yang ada di KP2KP di upayakan pula untuk mencakup aspek pelayanan yakni. Direktorat Jendral Pajak membentuk KP2KP sebagai unit pelayanan perpajakan di luar wilayah KPP Pratama. Diharapkan pelaksanaan self assement wajib pajak tidak lagi mengalami kendala terlalu besar dengan didirikannya KP2KP di pusat perekonomian masyarakat yang jauh dari lokasi KPP Pratama. Peberian informasi perpajakan sencara komprehensif bagi Wajib Pajak dan Wajib Pajak Potensial Selain memberikan pelayanan administrasinperpajakan. Sehingga diharapkan dapat tetap memberikan pelayanan perpajakan yang terbaik bagi masyarakat. Pelaporan SPT. 2.2 Saran Saran – saran yang bias penyusun sampaikan : . KP2KP Banjar terletak di jalan Kaum NO. dikarenakan wilayah kerja KPP Pratama Ciamis yang memiliki cakupan luas. dalam penataan kearsipan sudah baik.

sosial. dalam penataannya harus tersusun sesuai urutannya dari nomor terkecil hingga yang terbesar. Agar mengerti tujuan pokok perubahan Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan yang menganut kebijakan perpajakan yang telah ditentukan. 1993. maka pegawai unit pelayanan Kantor Pajak Ciamis harus melakukan studi banding dengan Unit Pelayanan Pajak Bumi Bangunan dengan wilayah lain. Perubahan tersebut juga dimaksudkan untuk meningkatkan profesionalisme aparatur perpajakan. Sistem perpajakan yang lama ternyata sudah tidak sesuai lagi dengan tingkat kehidupan sosial ekonomi masyarakat Indonesia. politik. 2001. Tujuan penulisan 1. Agar mahasiswa memahami sistem perpajakan yang baru.Akuntansi ntuk SMTA. Dasar – dasar hukum Pajak dan Pajak Pendapatan. Selain itu. Perubahan tersebut khususnya berkaitan dengan peningkatkan keseimbangan hak dan kewajiban bagi masyarakat Wajib Pajak sehingga masyarakat wajib Pajak dapa tmelaksanakan hak dan kewajiban perpajaknnya dengan lebih baik. meningkatkan pelayanan kepada Wajib Pajak. Perubahan tersebut bertujuan untuk lebih memberikan keadilan. Latar belakang Sejalan dengan perkembangan ekonomi. perpajakan yang lama tersebut belum dapat menggerakan peran dari semua lapisan subyek pajak yang besar peranannya dalam menghasilkan penerimaan dalam negri yang sangat diperlukan guna mewujudkan kelangsungan dan peningkatan pembangunan nasional.1. 2. Sistem. Agar pencarian dan penataan arsip lebih mudah dan rapih maka. Agar mahasiswa mnegerti Undang-Undang tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan yang dilandasi pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. yang didalamnya tertuang ketentuan yang menjujung tinggi hak warga Negara dan menempatkan kewajiban perpajakan sebagai kewajiban kenegaraan. Jakarta :PT Salemba Empat dy. mekanisme. Agar Unit Pelayanan Kantor Pajak Pratama Ciamis dapat meningkatkan mutu dan kualitas kerjanya. DAFTAR PUSTAKA 2007. dan tata cara pelaksanaan hak dan kewajiban perpajakan yang sedehana menjadi cirri dan corak dalam perubahan Undang-Undang ini dengan tetap menganut sistem self assessment. Jakrata : Gramedia. . Otonomi Penyelenggara Pemerintah Daerah. Selayang pandang penerimaan Non Pajak Di Provinsi Jawa Barat. Amir Abadi Jusuf. serta mengantisipasi kemajuan di bidang perpajakan. Oleh karena itu pemerintah menciptakan sistem perpajakan yang baru dengan yang lama. makalah perpajakan BAB I PENDAHULUAN A. 3. meningkatkan keterbukaan administasi perpajakan dan meningkatkan kepatuhan sukarela Wajib Pajak. teknologi informasi. baik dari segi kegotong royongan nasional maupun dalam laju pembangunan nasional yang telah dicapai. Kamus Bahasa Indonesia. 07. Bandung :Dispenda 977. B. disadari bahwa perlu dilakukan perubahan undang-undang tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. 2. meningkatkan kepastian dan penegakan hokum. Disamping itu.

C. Menyederhanakan prosedur administrasi perpajakan f. Tanpa jasa timbale balik atau kontraprestasi dari Negara yang secara langsung dapat ditunjuk. 4. Fungsi mengatur(regulered) Pajak sebagai alat untuk mengatur untuk melaksanakan kebijaksaan pemerintah dalam bidang sosial dan ekonomi. c. C. Dari definisi tersebut. 6 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-undang No. SH. C. Iuran Berdasarkan undang-undang 3. Tahun Pajak Pada umumnya tahun pajak sama dengan tahun takwim atau tahun kalender. yaitu: 1. Dr. Menyesuaikan tuntutan perkembangan sosial ekonomi masyarakat serta perkembangan di bidang teknologi informasi. Pembukuan dimulai 1 april 2006 dan berakhir 31 maret 2007. dan. Dasar hukum Dasar hukum ketentuan umum dan Tata cara Perpajakan adalah undang-undang NO. Pembukuan dimulai 1 oktober 2006 dan berakhir 30 september 2007. Pajak adalah iuran rakyat kepada kas Negara berdasarkan undang-undang (yang dapat dipaksakan) dengan tiada mendapat jasa timbal (kontraprestasi) yang langsung dapat ditunjukan dan yang digunakan untuk membayar pengeluaran umum. dapat disimpulkan bahwa pajak memiliki unsure-unsur: 1. Meningkatkan keseimbangan antara hak dan kewajiban e. Disebut tahun pajak 2006 karena lebih dari 6 bulan jatuh pada tahun 2006. keadilan. Rochmat Soemitro. Meningkatakan penerapan prinsip self assement secara akuntabel dan konsisten. Fungsi budgetair Pajak sebagai sumber dana bagi pemerintah untuk membiayai pengeluaran-pengeluaranya. Pengertian Perpajakan Menurut Prof. dan melapor kepada Kantor Pelayanan Pajak Pratama setempat. Digunakan untuk membiayai rumah tangga Negara. d. arah dan tujuan perubahan Undang-Undang tentang ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan ini mengacu pada kebijakan pokok sebagai berikut: a. . b. Dari rakyat kepada Negara 2. dan kesederhaan. Meningkatkan efesiensi pemungutan pajak dalam rangka mendukung penerimaan Negara. Tahun Pajak Tidak Sama Dengan Tahun Takwim a. 28 Tahun 2007. C. dengan tetap mendukung pengembangan usaha kecil dan menengah. Disebut tahun pajak 2007 karena lebih dari 6 bulan jatuh pada tahun 2006. Akan tetapi wajib pajak dapat menggunakan tahu pajak tidak sama dengan tahun takwim dengan syarat konsisten selama 12 bulan. ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan Dengan berpegang teguh pada prinsip kepastian hukum. disebut tahun pajak 2007. g. Mendukung iklim usaha kea rah yang lebih kondusif dan kompetitif. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Nomor pokok wajib pajak adalah nomor yang diberikan kepada Wajib Pajak sebagai sarana dalam administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas Wajib Pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajaknnya. 3. yakni pengeluaran-pengeluaran yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Pembukuan dimulai 1 juli 2007 dan berakhir 30 juni 2008. 2. kepastian hukum dan keadilan bagi masyarakat guna meningkatkan daya saing dalam bidang penanaman modal. 2. B. b. 1.BAB II PEMBAHASAN A. Menigkatakan pelayanan. c. Disebut tahun pajak 2007 karena 6 bulan pertama pada tahun 2007. Cara menentukan suatu tahun adalah sebagai berikut: Tahun Pajak Sama Dengan Tahun Takwim Pembukaan dimulai 1 januari 2007 dan berakhir 31 desember 2007. fungsi Pajak Ada dua fungsi pajak.

5. Wajib pajak bentuk usaha tetap menghentikan kegiatan usahanya di Indonesia  Format NPWP NPWP terdiri dari 15 digit . 3. Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak Pengusaha adalah orang pribadi atau badan dalam bentuk apa pun yang ada dalam kegiatan usaha atau pekerjaannya mengahsilkan barang . melakukan usaha perdagangan . Pendaftran NPWP Semua Wajib Pajak yang telah memenuhi persyaratan subyektif dan obyektif sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan berdasarkan sistem assessment. objek pajak dan/atau bukan oleh objek pajak . Wajib pajak badan dilikuidasi karena penghentian atau penggabungan usaha 3. Pencantuman NPWP Dalam hal berhubungan dengan dokumen perpajakan. b. memanfaatkan barang tidak mewujudkan dari luar daerah pabean. Fungsi pengukuhan PKP 1. dan/atau harta dan kewajiban sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan perpajakan. wajib pajak diwajibkan mencantumkan Nomor Poko Wajib Pajak yang dimilikinya.Fungsi NPWP Sebagai tanda pengenal diri atau identitas Wajib Pajak dan Untuk menjaga ketertiban dalam pembayaran pajak dan dalam pelaksaan administrasi perpajakan. mengekspor. Penghapusan NPWP Penghapusan NPWP apabila: 1. atau menyalah gunakan atau menggunakan tabpa hak NPWP sehingga dapat menimbulkan kerugian pada pendapatan Negara dipidana penjar apaling sedikit enam bulan dan paling lama enam tahun dan denda paling sedikit dua kali jumlah pajak terutang yang tidak atau tidak kurang dibayar dan paling banyak empat kali jumlah pajak terutang yang tidak dibayar. Formatnya adalah sebagai berikut: XX. yaitu Sembilan digit pertama merupakan Kode Wajib Pajak dan enam digit berikutnya merupakan Kode Administrasi Perpajakan. Dilakukan permohonan pengapusan NPWP oleh Wajib Pajak dan/atau ahli ahli waris nya apabila wajib Pajak sudah tiada memenuhi persyaratan subyektif dan atau obyektif sesuai dengan ketentuan undang-undang perpajakan. . Direktur Jenderal Pajak menerbitkan Nomor Pokok Wajib Pajak secara jabatan apabila Wajib Pajak yang memenuhi persyaratan subyektif dan obyektif tidak mendaftarkan diri untuk mendapatkan NPWP. Pengertian SPT SPT adalah surat yang oleh wajib pajak digunakan untuk melaporkan penghitungan dan/ atau harta pembayran pajak . XXX. wajib pajak mendaftrkan diri pada Kantor Direktorat Jenderal Pajak untuk dicatat sebagai Wajib Pajak dan sekaligus untuk mendapatkan Nomor pokok Wajib Pajak. menginmpor. sehingga menimbulkan kerugian pada pendapatan Negara dipidana paling lambat enam bulan dan paling lama enam tahun dan denda paling sedikit dua kali jumlah pajak terutang yang atau kurang dibayar dan paling banyak empat kali jumlah pajak terutang atau tidak dibayar. Surat Pemberitahuan (SPT) a. Tempat pendaftran dilakukan pada kantor Direktorat Jenderal Pajak yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal dan kantor Direktorat Jenderal Pajak yang wilayah kerjanya meliputi tempat kegiatan usaha dilakukan bagi Wajib Pajak orang pribadi pengusaha tertentu. Sanksi Setiap orang dengan sengaja tidak melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak atau menyalahgunakan atau menggunakan tanpa hak Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak . a. Pengawasan administrasi perpajakan. C. 2. Sanksi Setiap orang dengan sengaja tidak mendaftarkan diri untuk diberikan Nomor Pokok Wajin Pajak . C. Melaksanakan hak dan kewajiban di bidang Pajak pertambahan NIlai dan Pajak atas penjuala Atas Barang Mewah. Pengusaha Kena Pajak adalah pengusaha yang melakukan penyerahan barang Kena Pajak dan atau penyerahan Jasa kena Pajak yang dikenai pajak berdasarkan undang-undang pajak pertambahan nilai 1984 dan perubahannya. X-XXX. Sebagai identitas PKP yang bersangkutan 2. XXX 4. XXX.

besarnya sanksi administrasi .000 untuk Surat pemberitahuan Masa Pajak 2. 3. 3. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan. yang Menyebabkan Jumlah Pajak yang Harus di Bayar. Serta Surat Ketetapan Pajak Kurang bayar tambahan.000 untuk Surat Pemberitauan Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak orang pribadi. Surat Keputusan Pembetulan. paling lama 20 hari setelah akhir masa pajak. 3. Rp 100. paling lama 4 bulan setelah akhir tahun pajak.b. Pemberitahuan Perpanjangan SPT Tahunan harus dilampiri dengan surat kuasa khusus. Serta putusan Peninjaun Kembali. C. paling lama 3 bulan setelah akhir Tahun Pajak. Surat Ketetapan Pajak Nihil. dan jumlah pajak yang masih harus dibayar. d. 7. dan Surat Keputusan Keberatan.000 untuk Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak badan. 6. Fungsi SPT Pembayaran atau pelunasan pajak yang telah dilaksanakan sendiri dan/atua melalui pemotongan atau pemungutan atau pemungutan pihak lain dalam satu tahun pajak atau bagian tahun pajak. Pph pasal 15 yang dipotong oleh Pemotong Pph harus disetor paling lama tanggal 10(sepuluh) bulan berikutnya setelah Masa Pajak berakhir. 2. Pph pasal 4 ayat (2) yang dipotong oleh pemotong Pajak penghasilan harus disetor paling lama tanggal 10 (sepuluh) bulan berikutnya setelah Masa Pajak berakhir. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar. Untuk Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghsilan Wajib Pajak badan. e. dikenai sanksi administrasi berupa denda sebesar: 1. f. Perpanjangan Jangka Waktu Penyampaian SPT Wajib Pajak dapat memperpajang jangka waktu penyampaian SPT Tahunan sebagaimana dimaksud untuk paling lama dua bulan sejak baas waktu penyampaian SPT Tahunan dengan cara menyampaikan Pemberitahuan Perpanjangan SPT Tahunan. b. Rp 100. 4. Untuk surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak orang pribadi. 2. Dalam hal pemberitahuan pepanjangan SPT Tahunan ditandatangani oleh Kuasa Wajib Pajak. c. Sanksi terlambat atau tidak Menyampaikan SPT Apabila surat pemberitahuan tidak disampaikan dalam jangka waktu yang ditentukan atau batas waktu perpanjangan Surat Pemberitahuan. Surat Setoran Pajak (SSP) dan Pembayaran Pajak a. Batas waktu penyampaian SPT 1. Rp 500.C. Batas Waktu Pembayaran atau Penyetoran Pajak Batas waktu pembayaran atau penyetoran pajak diatur sebagai berikut: Pembayaran Masa 1. jumlah kekeurangan pajak. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) a. Surat Ketetapan Pajak Surat Ketetapan pajak adalah surat ketetapan yang meliputi Surat Ketetapan Pajak Kurang bayar . Fungsi SSP SSP berfungsi sebagai bukti pembayaran pajak apabila telah disahkan oleh pejabat kantor penerima pembayaran yang berwenang atau apabila telah mendapatkan validasi. atau Surat ketetapan Pajak lebih Bayar. Surat Tagihan Pajak. Jenis SPT Secara garis besar dibedakan menjadi dua. Rp 100. Penerbitan SKKB . Pph pasal 4 ayat (2) yang harus dibayar sendiri oleh Wajib Pajak harus disetor paling lama tanggal 15 (lima belas) bulan berikutnya setelah Masa Pajak berakhir kecuali ditetapkan lain oleh Mentri Keuangan. jumlah kredit pajak . Pengertian ‗‘surat ketetapan pajak yang menentukan besarnya jumlah pokok pajak . Untuk Surat Pemberitahuan Masa. Pemberitahuan Perpanjangan SPT Tahunan wajib ditandatangani oleh Wajib Pajak atau Kuasa Wajib Pajak. Pengertian Surat setoran pajak adalah bukti pembayaran atau penyetoran pajak yang telah dilakukan dengan menggunakan formulir atau telah dilakukan dengan cara lain ke kas Negara melalui tempat pembayararan yang ditunjuk oleh Mentri Keuangan. b.yaitu surat Pemberitahuan untuk suatu Masa Pajak dan Surat Pemberitahuan Tahunan adalah Pemberitahuan untuk suatu Tahun Pajak atau Bagian Tahun Pajak.000 untuk Surat Pemberitahuan Masa lainnya. c. Harus di Lunasi dalam Jangka 1(satu) Bulan Sejak tanggal di Terbitkan. Putusan Banding.

e. atau Tahun Pajak apabila ditemukan data baru yang mengakibatkan penambahan jmlah pajak yang terutang seelah dilakukan tindakan pemeriksaan dalam rangka penerbitan Surat Ketetapan Pajak kurang Bayar Tambahan. atau Tahun Pajak sampai dengan diterbitkannya surat keterangan pajak kurang bayar.SKKB Diterbitkan apabila: 1. Pengertian ‗‘Surat ketetapan pajak yang menentukan tambahan atas jumlah pajak yang telah ditetapkan. dihintung saat terutangnya pajak atau berakhirnya Masa Pajak. b.‘‘ b. Penerbitan SKPLB SKPLB diterbitkan setelah dialkukan pemeriksaan. bagian Tahun Pajak . Fungsi SKPKBT 1. Jangka waktu penerbitan SKPKBT Dalam jangka waktu lima tahun setelah saat terutangnya pajak atau berakhirnya Masa pajak . Sarana untuk mengenakan sanksi. Surat Ketatapan Pajak Kurang Bayar Tambahan (SKPKBT) a. Fungsi SKPKB 1. Sanksi administrasi Apabila SKPKB dikeluarkan karena alasan pada poin 2a dan 2e. Alat untuk menagih pajak. c. 2. d. b. 3. ditambah dengan sanksi administrasi berupa kenaikan sebesar 100 % dari jumlah kekurangan pajak tersebut. Sarana untuk mengenakan sanksialat untuk menagoh pajak e. Pengertian ‗‘surat ketetapan pajak yang menentukan jumlah pajak sama besarnya dengan jumlah kredit pajak atau tidak terutang dan tidak ada kredit pajak. Sanksi SKPKBT Jumlah kekurangan pajak yang teutang dalam SKPBT . Direktur Jenderal Pajak dapat memerbitkan SKPKBT. 2. bagian tahun pajak. atau Tahun Pajak . c. Direktur Jenderal Pajak dapat menerbitkan SKPKB. maka jumlah kekurangan pajak terutang ditambah dengan sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2% perbulan paling lama 24 bulan . Penerbitan SKPKBT Diterbitkan apabila ditemukan data baru yang mengakibatkan penambahan jumlah pajak yang terutang setelah diklakukan tindakan pemeriksaan dalam rangka penerbitan Surat Ketetapan Pajak kurang Bayar. jumlah kredit pajak atau jumlah pajak yang lebih besar daripada jumlah pajak yang terutang. Koreksi atas jumlah yang terutang menurut SPT-nya. Pengetian ‗‘Surat ketetapan pajak yang menentukan jumlah kelebihan pembayaran pajak karena jumlah kredit pajak lebih besar daripada pajak yang terutang atau seharusnya tidak terutang‘‘. Surat Ketetetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB) a. Koreksi atas jumlah yang trutang menurut SPT-nya. Penerbitan SKPN Diterbitkan apabila setelah dilakukan pemeriksaan jumlah kredit pajak atau jmlah pajak yang dibayar sama dengan jumlah pajak yang terutang dan tidak ada kredit pajak atau tidak ada kredit pajak atau tidak ada pembayaran pajak. Surat Tagihan Pajak (STP) a. Berdsarkan hasil pemeriksaan atau ketrangan lain pajak yang terutang tidak atau kurang bayar. d. Surat Ketetapan Pajak Nihil (SKPN) a. bagian Tahun pajak . . Fungsi SKPLB Sebagai alat atau sarana untuk mengembalikan kelebihan pembayarn pajak. Jangka waktu Penerbitan SKPKB Dalam jangka waktu lima tahun setelah saat terutangnya pajak atau berakhirnya Masa Pajak . Pengertian ‗‘Surat untuk melakukan tagihan pajak dan/atau sanksi administrasi berupa bagian dan/atau denda.\ 2. c. Kewajiban menyelenggarakan pembukuan atau pencatatan tidak dipenuhi sehingga tidak dapat diketahui besarnya pajak yang terutang.

Penerbitan SPT STP diterbitkan apabila: 1. Permohonan banding diajukan paling lama tiga bulan sejak Surat keputusan Keberatan diterima.dengan cara tertulis dalam bahasa Indonesia. Dalam hal Wajib Pajakmengajukan keberatan atas surat ketetapan pajak. wajib Pajak wajib melunasi pajak yang masih harus dibayar paling sedikit sejumlah yang telah disetuji Wajib Pajak dalam pembahsana akhir hasil pemeriksaan. bagian Tahun Pajak . Mengemukakan alasan-alasan yang jelas. SKPN. SKPLB). informasi. Surat Keputusan Pembatalan Ketetapan Pajak. Surat Keputusan Pembetulan. Melampirkan salina Surat Keputusan Keberatan. atau Pembatalan Direktur jenderal Pajak karena jabatan atau permohonan Wajib Pajak dapat: Mengurangkan atau menghapuskan sanksi administrasi berupa bunga. Pengurangan. Sanksi administrasi STP Jumlah kekurangan pajak yang terutang (poin 2a dan 2b) ditambah dengan sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2% perbulan untuk paling lama 24 bulan. 3. Alat untuk menagih pajak. Surat Keputusan Pemberian Imbalan Bunga. atau karena jabatannya. Wajib pajak dapat mengajukan keberatan hanya kepada Diektur Jenderal Pajak 2. Apabila mengajukan keberatan atau banding dikabulka sebagian atau seluruhnya. SKPKBT. i. Surat Keputusan Pengurangan Ketetapan Pajak. Pengurangan. Wajib Pajak dapat mengajukan permohonan banding hanya kepada badan peradilan pajak atau Surat Keputusan Keberatan. Putusan Pengadilan Pajak merupakan putusan pengadilan khusus di lingkungan peradilan tata usaha Negara. b. data. 5. data. f. Pembukuan. Wajib Pajak dapat menyampaikan perbaikansurat keberatan dengan melengkapi persyaratan yang belum dipenuhi sebelum jangka waktu tiga bulan. denda. Pengajuan keberatan yang dituangkan dalam bentuk keberatan sebagaimana dan harus memenuhi syarat. 4. yang menyebabkan kelebihan pembayaran pajak. 8. Surat Keputusan Pengembalian Pendahuluan Kelebihan Pajak. Sarana mengenakan sanksi administrasi berupa bunga atau denda. Tata Cara Penyelesaian Banding a. sebelum surat keberatan disampaikan. atau Pembatalan Pembetulan Atas permohonan Wajib Pajak. g. c. atau keterangan laina yang tidak diberikan pada saat pemeriksaan tidak dipertimbangkan dalam penyelesaian dalam penyelesaian keberatan. h. c. Sebagai koreksi atas jumlah pajak yang terutang menurut SPT wajib pajak. Fungsi STP 1. Dari hasil penelitian terdapat kekurangan pembayaran pajak sebagai akibat salah tulis dan/atau salah hitung. f. 2. c. 3. catatan. b. Surat Keputusan Pengurangan Sanksi Administrasi. Dalam hal surat keberatan yang disampaikan oleh Wajib Pajak belum memenuhi persyaratan. 9. dihitung sejak saat terutangnya pajak atau berakhirnya Masa Pajak. Surat keberatan yang tidak memenuhi persyaratan bukan merupakan surat keberatan sehingga tidak dipertimbangkan dan tidak diterbitkan Surat Keputusan Keberatan. C. 6. kecuali pembukuan. atau keterangan lain tersebut berada di pihak ketiga dan belum diperoleh wajib pajak pada saat pemeriksaan. Pajak penghasilan dalam tahun berjalan tidak atau kurang bayar. e. Direktur jenderal Pajak dapat membetulkan: a. d. Apabila permohonan banding ditolak atau dikabulkan sebagian. keberatan Dan Banding Tata Cara Penyelesaian Keberatan 1.atau Tahun Pajak sampai dengan diterbitkannya Surat Tagihan Pajak. Surat Keputusan Keberatan. 2. Pembetulan. Jumlah pajak yang belum dibayar pada saat pengajuan permohonan banding belum merupakan pajak yang terutang sampai dengan Putusan Banding diterbitkan. catatan . Wajib pajak dikenai sanksi administrasi berupa denda sebesar 100% dari jumlah pajak berdasarkan putusan banding dikurangi dengan pembayaran pajak yang telah dibayar sebelum mengajukan keberatan. d. Surat ketetapan pajak (SKPKB.b. kelebihan pembayaran tersebut dikembalikan dengan ditambah imbalan bunga sebesar 2% perbulan untuk paling lama 24 bulan dengan dengan ketentuan. Surat Keputusan Penghapusan Sanksi Administrasi. C. informasi. 3. dan kenaikan yang terutang . atau j. e. Wajib pajak dikenai sanksi administrasi berupa denda dan/atau bunga. Penghapusan. d. Surat Tagihan Pajak. Penghapusan.

Daluwarsa Penagihan Pajak Daluwarsa penagihan pajak tertangguh apabila: 1. 2. Pengahapusan nomor pokok wajib pajak. wajib Pajak terikat oleh suatu kewajiban untuk merahasiakan. Petugas pemeriksa harus dilengkapi dengan Surat Perintah Pemeriksaan dan harus memperlihatkan kepada wajib pajak yang diperiksa. termasuk yang telah diberikan pengembalian pendahuluan pajak. mencari. Kewajiban dan Hak Wajib Pajak 1. yang dilakukan wajib Pajak dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya. dan pembinaaan kepada Wajib Pajak. Pemberian nomor pokok wajib pajak secara jabatan. pengertian Pemeriksaan adalah serangkaian kegiatan untuk mencari. c. Tujuan lain dalam rangka melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan. Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan dengan Wajib Pajak. Tujuan pemeriksaan a. Interprestasi Undang-undang yang tidak benar. Penyidik Penyidik dalam tindak pidana adalah pejabat Pegawai Negri Sipil tertentu di lingkungan Direktorat Jenderal pajak yang diberi wewenang khusus sebagai penyidik untuk melakukan penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan sesuai dengan ketentuan peraturan-peraturan perundang-undangan. Ada pengakuan utang pajak dari Wajib Pajak baik langsung maupun tidak langsung.atau b.yang dapat dilakukan dalm hal: 1. 3. Pemotongan dan pengurangan tidak sesungguhnya. keadilan. 3. C. 2. Pengertian ‗‘serangkaian tindakan yang dilakukan oleh penyidik untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang dengan bukti itu membuat terang tindak pidana di bidang perpajakan yag terjadi serta menemukan tersangkanya. Wajib pajak tidak mengajukan keberatan tas surat ketetapan pajak. 2. 9. Apabila dalam mengungkapkan pembukuan. Wajib Pajak dapat mengajukan permohonan pengurangan atau pembatalan surat keteapan pajak apabila: a. Menerima. Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan menunujukan rugi. Diterbitkan Surat Ketetapan pajak kurang bayar atau surat ketetapan pajak kurang bayar tambahan sebagaimana dimaksud dalam. atau 4. b. d. Mengurangkan atau membatalkan surat ketetapan pajak atau surat Tagihan Pajak yang tidak benar. Diterbitkan surat paksa. dan meneliti keterangan atau laporan berkenaan dengan tindak pidana di bidang perpajakan agar keterangan atau Laporan tersebut menjadi lebih lengkap dan jelas. 2.sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan dalam hal sanksi tersebut dikenakan karena kekhilafan Wajib Pajak. Penggelapan secara khusus dari penghasialan. b.mengolah data dan atau keterangan lainnya untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan dan untuk tujuan lain dalam rangka melaksakan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan. Dilakukan penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan d. Kewajiban Wajib Pajak a. Pemeriksaan 1. b.mengumpulkan. 10. mengumpulkan. atau bukan karena kesalahannya. Penyidikan 1. Meminta keterangan dan bahan bukti dari orang pribadi atau badan sehubungan dengan tindak pidana di bidang perpajakan.atau Membatalkan hasil pemeriksaan atau surat ketetapan pajak dari hasil pemeriksaan yang dilaksanakan tanpa:penyampaian Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan. b. yang dapat dilakukan dalam hal: 1. Menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan dalam rangka memberikan kepastian hukum. 2. Kesalahan hitung. Melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai PKP. Wajib pajak mengajukan keberatan tetapi keberatannya tidak dipertimbangkanoleh Direktur Jenderal Pajak karena tidak memenuhi persyaratan. c. C. 3. Prosedur pemeriksaan a. 4. . Mendaftarkan diri untuk mendapatkan NPWP. maka kewajiban untuk merahasiakan itu ditiadakan. atau dokumen serta keterangan yang diminta. Wewenang Penyidik a. Surat pemberitahuan menunjukan kelebihan pembayaran pajak. Sasaran pemeriksaan Yang menjadi sasaran pemeriksaan maupun penyelidikan adalah untuk mencari adanya: a. b. pencatatan.

C. pajak kurang dibayar. Berbeda dengan sanksi administrasi yang hanya diancam/dikenakan kepada Wajib Pajak yang melanggar ketentuan-ketentuan perpajakan. atau Rp1. Sanksi Perpajakan Dalam undang-undang perpajakan dikenal dua macam sanksi. penghasilan dan biaya. Diselenggarakan dengan itikad baik dan mencerminkan keadaan atau kegiatan usaha yang sebenarnya. Bunga 2% perbulan No Masalah Cara membayar/menagih 1 Pembetulan sendiri SPT(SPT tahunan atau SPT masa tetapi belum diperiksa) SSP/SPT 2 Dari penelitian rutin: Pph pasal 25 tidak/kurang bayar . Pembukuan atau Pencatatan: 1. d. Menyelenggarakan pembukuan. Pembukuan adalah suatu proses pencatatan yang dilakukan secara teratur untuk mengumpulkan data dan informasi keuangan yang meliputi harta. SSP/STP 5 SPT dibayar Pph ditunda. STP. Menerima tanda bukti pemasukan SPT. dan penjara. 11. Wajib Pajak orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas dan Wajib Pajak badan di Indonesia wajib menyelenggarakan pembukuan. SSP ditambah 150% 3 Khusus PPN: a. STP+ denda 2%(maksimum 24 bulan) . pajak kurang dibayar. yang ditutup dengan menyusun laporan keuangan aberupa neraca. SPT. Didalam sanksi pidana juga dikenal adanya pidana kurungan. dan laporan laba rugi untuk periode tahun Pajak tersebut. modal. melanggar larangna membuat faktur SSP/SPKB(ditambah 2% denda dari dasar pengenaan) 4 Khusus PBB: a.SKPKB. d. Menghitung dan membayar sendiri pajak dengan benar. Hak-hak Wajib Pajak a. dan pihak ketiga.c. serta jumlah harga perolehan dan penyerahan barang atau jasa.000 2 Pembetulan sendiri. SKPKB. 11. Pph pasal 21. Sanksi Pidana Ketentuan sanksi pidana menurut undnag-undang perpajakan ada tiga macam sanksi pidana. C. Pidana kurungan hanya diancam kepada tindak pidana yang bersifat pelanggaran. Wajib Pajak yang dikecualikan dari kewajiban menyelenggarakan pembukuan tetapi wajib melakukan pencatatan. SKKPP. 2. dilakukan pemeriksaan.23 dan 26 serta PPn yang terlambat dibayar. pajak kurang dibayar (maksimum 24 bulan) SSP/STP 4 Pajak diangsur/ditunda. Mengajukan surat keberatan dan surat banding. SKPKB tidak/kurang dibayar atau terlambat dibayar. Didalam sanksi pidana dikenal pula denda pidana. c. SPT. a. adalah Wajib Pajak orang pribadi orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan diperbolehkan menghitung penghasilan neto dengan menggunakan Norma penghitungan Penghasilan Neto dan Wajib Pajak orang pribadi yang tidak melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas. yaitu:denda pidana. Karena pidana kurungan diancamkan kepada si pelanggar norma itu ketentuannya sama dengan yang diancamkan dengan denda pidana.sanksi berupa denda pidana selain dikenakan kepada Wajib Pajak. kewajiban. b. Dapat ditujukan kepada Wajib Pajak. b. Pembukuan dengan bahasa asing dan mata uang selain rupiah dapat diselenggarakan oleh Wajib Pajak setelah mendapat izin Mentri keuangan.000.000. kurungan. 2. tidak melaporkan usaha b. SSP/STP SSP/STP SSP/STP SSP/STP 3 Dilakukan pemeriksaan. Kewajiban Pembukuan/Pencatatan a.000 atau Rp 500.22. b. SSP/STP 2. yaitu sanksi administrasi dan pidana. SPT tahunan atau SPT masa tetapi belum disidik. SKPKBT tidak/kurang dibayar atau terlambat bayar. Sanksi Administrasi 1. SPT salah tulis/salah hitung. b. tidak membuatmengisi faktur c. Denda administrasi No Masalah Cara membayar /menagih 1 Tidak/terlambat memasukan/menyampaikan SPT STP ditambah Rp100.

Mengurangkan atau membatalkan surat ketetapan pajak atau surat Tagihan Pajak yang tidak benar. memanfaatkan barang tidak mewujudkan dari luar daerah pabean. dan kenaikan yang terutang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan dalam hal sanksi tersebut dikenakan karena kekhilafan Wajib Pajak. Saran Direktur jenderal Pajak karena jabatan atau permohonan Wajib Pajak dapat: Mengurangkan atau menghapuskan sanksi administrasi berupa bunga.atau Membatalkan hasil pemeriksaan atau surat ketetapan pajak dari hasil pemeriksaan yang dilaksanakan tanpa:penyampaian Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan. Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan dengan Wajib Pajak. atau bukan karena kesalahannya. melakukan usaha perdagangan . Setiap orang dengan sengaja tidak melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak atau menyalahgunakan atau menggunakan tanpa hak Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak . denda. BAB III PENUTUP Kesimpulan Pengusaha adalah orang pribadi atau badan dalam bentuk apa pun yang ada dalam kegiatan usaha atau pekerjaannya mengahsilkan barang . sehingga menimbulkan kerugian pada pendapatan Negara dipidana paling lambat enam bulan dan paling lama enam tahun dan denda paling sedikit dua kali jumlah pajak terutang yang atau kurang dibayar dan paling banyak empat kali jumlah pajak terutang atau tidak dibayar.SKPKB+denda admnistrasi dari selisih pajak yang terutang. menginmpor. Pengusaha Kena Pajak adalah pengusaha yang melakukan penyerahan barang Kena Pajak dan atau penyerahan Jasa kena Pajak yang dikenai pajak berdasarkan undang-undang pajak pertambahan nilai 1984 dan perubahannya. Wajib pajak dapat mengajukan keberatan hanya kepada Diektur Jenderal Pajak DAFTAR PUSTAKA Republik Indonesia. Undang-undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara . mengekspor.

negara mempunyai kekuatan untuk memaksa dan uang pajak tersebut harus dipergunakan untuk penyelenggaraan pemerintahan. Perpajakan 2009. Definisi tersebut kemudian dikoreksinya yang berbunyi sebagai berikut: Pajak adalah peralihan kekayaan dari pihak rakyat kepada Kas Negara untuk membiayai pengeluaran rutin dan surplusnya digunakan untuk public saving yang merupakan sumber utama untuk membiayai public investment' Sommerfeld Ray M. Rochmat Soemitro SH Pajak adalah iuran rakyat kepada Kas Negara berdasarkan undang-undang (yang dapat dipaksakan) dengan tiada mendapat jasa timbal (kontra prestasi) yang langsung dapat ditunjukkan dan yang digunakan untuk membayar pengeluaran umum.Perpajakan. Sementara pemahaman pajak dari perspektif hukum menurut Soemitro merupakan suatu perikatan yang timbul karena adanya undang-undang yang menyebabkan timbulnya kewajiban warga negara untuk menyetorkan sejumlah penghasilan tertentu kepada negara. Pajak menurut Pasal 1 angka 1 UU No 6 Tahun 1983 sebagaimana telah disempurnakan terakhir dengan UU No. berdasarkan ketentuan yang ditetapkan lebih dahulu. Yayasan Bina Pajak. tanpa mendapat imbalan yang langsung dan proporsional. A. Pemahaman ini memberikan gambaran bahwa adanya pajak menyebabkan dua situasi menjadi berubah. ensiklopedia bebas Pajak adalah iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan undang-undang —sehingga dapat dipaksakan— dengan tiada mendapat balas jasa secara langsung. baik secara langsung maupun tidak yang dipaksakan oleh kekuasaan publik dari penduduk atau dari barang. Pajak dipungut penguasa berdasarkan norma-norma hukum untuk menutup biaya produksi barang-barang dan jasa kolektif untuk mencapai kesejahteraan umum. 2009. Kartasasmita. H. Mardiasmo. Undang-undang Nomor 12 Tahun 1985 tentang Pajak Bumi dan Bangunan. Penerbit Andi. dengan . untuk menutup belanja pemerintah P. Yogyakarta. Lembaga Pemerintah yang mengelola perpajakan negara di Indonesia adalah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang merupakan salah satu direktorat jenderal yang ada di bawah naungan Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Republik Indonesia. baik bagi fiskus sebagai pengumpul pajak maupun wajib pajak sebagai pembayar pajak. Republik Indonesia. bertambahnya kemampuan keuangan negara dalam penyediaan barang dan jasa publik yang merupakan kebutuhan masyarakat. Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. Adriani Pajak adalah iuran masyarakat kepada negara (yang dapat dipaksakan) yang terutang oleh yang wajib membayarnya menurut peraturan-peraturan umum (undang-undang) dengan tidak mendapat prestasi kembali yang langsung dapat ditunjuk dan yang gunanya adalah untuk membiayai pengeluaranpengeluaran umum berhubung tugas negara untuk menyelenggarakan pemerintahan Prof.. Dr.28 Tahun 2007 tentang Ketentuan umum dan tata cara perpajakan adalah "kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang Undang. Penjelasan dan Komentar Pajak Penghasilan 1984. J. berkurangnya kemampuan individu dalam menguasai sumber daya untuk kepentingan penguasaan barang dan jasa. Definisi Terdapat bermacam-macam batasan atau definisi tentang "pajak" yang dikemukakan oleh para ahli diantaranya adalah : Rifhi Siddiq Pajak adalah iuran yang dipaksakn pemerintahan suatu negara dalam periode tertentu kepada wajib pajak yang bersifat wajib dan harus dibayarkan oleh wajib pajak kepada negara dan bentuk balas jasanya tidak langsung Leroy Beaulieu Pajak adalah bantuan. Husein. namun wajib dilaksanakan. Pajak Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Kedua. Anderson Herschel M.1985. Jakarta.. bukan akibat pelanggaran hukum. Dari pendekatan hukum ini memperlihatkan bahwa pajak yang dipungut harus berdsarkan undang-undang sehingga menjamin adanya kepastian hukum. & Brock Horace R Pajak adalah suatu pengalihan sumber dari sektor swasta ke sektor pemerintah. Pertama. agar pemerintah dapat melaksanakan tugastugasnya untuk menjalankan pemerintahan Pajak dari perspektif ekonomi dipahami sebagai beralihnya sumber daya dari sektor privat kepada sektor publik.

Selain fungsi budgeter (anggaran) yaitu fungsi mengisi Kas Negara/Anggaran Negara yang diperlukan untuk menutup pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan. UU No. Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor. 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan  Cukai UU No. UU No. Asas ini sesuai dengan perubahan ketiga UUD 1945 pasal 23A yang menyatakan "pajak dan pungutan lain yang bersifat memaksa untuk keperluan negara diatur dalam undang-undang. Pajak dapat dipaksakan apabila wajib pajak tidak memenuhi kewajiban perpajakan dan dapat dikenakan sanksi sesuai peraturan perundag-undangan. 10 Tahun 1995 jo. 13 Tahun 1985 tentang Bea Materai  Bea Masuk UU No. orang yang taat membayar pajak kendaraantor akan melalui jalan yang sama kualitasnya dengan orang yang tidak membayar pajak kendaraan bermotor. berikut jenis-jenis Pajak Daerah:  Pajak Provinsi terdiri dari: Pajak Kendaraan Bermotor. b. 11 Tahun 1995 jo. . 4. 5. Misalnya. 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah yang diubah terakhir kali dengan UU No. Pemungutan pajak diperuntukkan bagi keperluan pembiayaan umum pemerintah dalam rangka menjalankan fungsi pemerintahan. 42 Tahun 2009  Bea Materai UU No. d. dan Pajak Rokok." 2. Pemungutan pajak dapat dipaksakan. Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor. Pajak Air Permukaan. Jenis Pajak Di tinjau dari segi Lembaga Pemungut Pajak dapat di bagi menjadi dua jenis yaitu: Pajak Negara Sering disebut juga Pajak pusat yaitu pajak yang dipungut oleh Pemerintah Pusat yang terdiri dari:  Pajak Penghasilan Diatur dalam UU No. Tidak mendapatkan jasa timbal balik (konraprestasi perseorangan) yang dapat ditunjukkan secara langsung. e. 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan yang diubah terakhir kali dengan UU Nomor 36 Tahun 2008  Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah Diatur dalam UU No. pajak juga berfungsi sebagai alat untuk mengatur atau melaksanakan kebijakan negara dalam lapangan ekonomi dan sosial (fungsi mengatur / regulatif). 39 Tahun 2007 tentang Cukai Pajak Daerah Sesuai UU 28/2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. 3. a. c. baik rutin maupun pembangunan. Pajak dipungut berdasarkan undang-undang.tidak mendapat timbal balik secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat'' Unsur pajak Dari berbagai definisi yang diberikan terhadap pajak baik pengertian secara ekonomis (pajak sebagai pengalihan sumber dari sektor swasta ke sektor pemerintah) atau pengertian secara yuridis (pajak adalah iuran yang dapat dipaksakan) dapat ditarik kesimpulan tentang unsur-unsur yang terdapat pada pengertian pajak antara lain sebagai berikut: 1.

Undang . Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan. Pajak Hiburan. Dengan fungsi mengatur. pajak bisa digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan. d. dan lain sebagainya. i. pemerintah menetapkan bea masuk yang tinggi untuk produk luar negeri. j. g. pemungutan pajak. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah stdd Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009 4. diberikan berbagai macam fasilitas keringanan pajak.  Fungsi redistribusi pendapatan . Biaya ini dapat diperoleh dari penerimaan pajak. khususnya di dalam pelaksanaan pembangunan karena pajak merupakan sumber pendapatan negara untuk membiayai semua pengeluaran termasuk pengeluaran pembangunan. Untuk pembiayaan pembangunan. Pajak Restoran. Contohnya dalam rangka menggiring penanaman modal. baik dalam negeri maupun luar negeri. Tabungan pemerintah ini dari tahun ke tahun harus ditingkatkan sesuai kebutuhan pembiayaan pembangunan yang semakin meningkat dan ini terutama diharapkan dari sektor pajak. yaitu:  Fungsi anggaran (budgetair) Sebagai sumber pendapatan negara. pemerintah memiliki dana untuk menjalankan kebijakan yang berhubungan dengan stabilitas harga sehingga inflasi dapat dikendalikan. pajak berfungsi untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran negara. uang dikeluarkan dari tabungan pemerintah. Untuk menjalankan tugas-tugas rutin negara dan melaksanakan pembangunan. c.  Fungsi stabilitas Dengan adanya pajak. Pajak Penerangan Jalan. pemeliharaan. a. Dewasa ini pajak digunakan untuk pembiayaan rutin seperti belanja pegawai. Pajak Sarang Burung Walet. penggunaan pajak yang efektif dan efisien. Berdasarkan hal diatas maka pajak mempunyai beberapa fungsi. Pajak Air Tanah. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai stdd Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 Fungsi pajak Pajak mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan bernegara. Jenis Pajak Kabupaten/Kota terdiri atas: Pajak Hotel. e. negara membutuhkan biaya. b. h. f. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan stdd Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 3.  Fungsi mengatur (regulerend) Pemerintah bisa mengatur pertumbuhan ekonomi melalui kebijaksanaan pajak. k. Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan.undang Perpajakan Negara 1. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan stdd Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 2. Undang-Undang Nomor 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan stdd Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 5. Pajak Reklame. dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. yakni penerimaan dalam negeri dikurangi pengeluaran rutin. belanja barang. Dalam rangka melindungi produksi dalam negeri. Pajak Parkir. Hal ini bisa dilakukan antara lain dengan jalan mengatur peredaran uang di masyarakat.

Pajak diberlakukan bagi setiap warga negara yang memenuhi syarat sebagai wajib pajak 3. yaitu:     Pemungutan pajak yang dilakukan oleh negara yang berdasarkan UU tersebut harus dijamin kelancarannya Jaminan hukum bagi para wajib pajak untuk tidak diperlakukan secara umum Jaminan hukum akan terjaganya kerasahiaan bagi para wajib pajak Pungutan pajak tidak mengganggu perekonomian Pemungutan pajak harus diusahakan sedemikian rupa agar tidak mengganggu kondisi perekonomian. Sanksi atas pelanggaran pajak diberlakukan secara umum sesuai dengan berat ringannya pelanggaran  Pengaturan pajak harus berdasarkan UU Sesuai dengan Pasal 23 UUD 1945 yang berbunyi: "Pajak dan pungutan yang bersifat untuk keperluan negara diatur dengan Undang-Undang".  Sistem pemungutan pajak harus sederhana Bagaimana pajak dipungut akan sangat menentukan keberhasilan dalam pungutan pajak. terutama masyarakat kecil dan menengah. sistem pemungutan pajak harus sederhana dan mudah untuk dilaksanakan. Bila terlalu tinggi. antara lain: . Jangan sampai pajak yang diterima lebih rendah daripada biaya pengurusan pajak tersebut. yaitu 10% Pajak perseorangan untuk badan dan pajak pendapatan untuk perseorangan disederhanakan menjadi pajak penghasilan (PPh) yang berlaku bagi badan maupun perseorangan (pribadi) Asas pemungutan Asas pemungutan pajak menurut pendapat para ahli Untuk dapat mencapai tujuan dari pemungutan pajak. jika sistem pemungutan pajak rumit. orang akan semakin enggan membayar pajak. Namun bila terlalu rendah.  Pemungutan pajak harus efesien Biaya-biaya yang dikeluarkan dalam rangka pemungutan pajak harus diperhitungkan. termasuk juga untuk membiayai pembangunan sehingga dapat membuka kesempatan kerja. Contoh:    Bea materai disederhanakan dari 167 macam tarif menjadi 2 macam tarif Tarif PPN yang beragam disederhanakan menjadi hanya satu tarif. Pemungutan pajak jangan sampai merugikan kepentingan masyarakat dan menghambat lajunya usaha masyarakat pemasok pajak. perdagangan. Oleh karena itu. yang pada akhirnya akan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. maka pemungutan pajak harus memenuhi persyaratan yaitu:  Pemungutan pajak harus adil Seperti halnya produk hukum pajak pun mempunyai tujuan untuk menciptakan keadilan dalam hal pemungutan pajak. Sistem yang sederhana akan memudahkan wajib pajak dalam menghitung beban pajak yang harus dibiayai sehingga akan memberikan dapat positif bagi para wajib pajak untuk meningkatkan kesadaran dalam pembayaran pajak. Dengan mengatur hak dan kewajiban para wajib pajak 2. Contohnya: 1. masyarakat akan enggan membayar pajak. Adil dalam perundang-undangan maupun adil dalam pelaksanaannya. maka pembangunan tidak akan berjalan karena dana yang kurang. ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan UU tentang pajak. Sebaliknya. wajib pajak tidak akan mengalami kesulitan dalam pembayaran pajak baik dari segi penghitungan maupun dari segi waktu. Dengan demikian. maupun jasa. baik kegiatan produksi. beberapa ahli yang mengemukakan tentang asas pemungutan pajak. Syarat pemungutan pajak Tidaklah mudah untuk membebankan pajak pada masyarakat. Agar tidak menimbulkan berbagai masalah.Pajak yang sudah dipungut oleh negara akan digunakan untuk membiayai semua kepentingan umum.

Asas Convinience of Payment (asas pemungutan pajak yang tepat waktu atau asas kesenangan): pajak harus dipungut pada saat yang tepat bagi wajib pajak (saat yang paling baik). Asas kesamaan: dalam kondisi yang sama antara wajib pajak yang satu dengan yang lain harus dikenakan pajak dalam jumlah yang sama (diperlakukan sama). misalnya: pajak pendapatan. Negara tidak boleh bertindak diskriminatif terhadap wajib pajak.  Asas Equality (asas keseimbangan dengan kemampuan atau asas keadilan): pemungutan pajak yang dilakukan oleh negara harus sesuai dengan kemampuan dan penghasilan wajib pajak. Asas manfaat: pajak yang dipungut oleh negara harus digunakan untuk kegiatan-kegiatan yang bermanfaat untuk kepentingan umum. misalnya disaat wajib pajak baru menerima penghasilannya atau disaat wajib pajak menerima hadiah.    2. Asas kesejahteraan: pajak yang dipungut oleh negara digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Menurut W.     3. asas pemungutan pahak adalah sebagai berikut:  Asas politik finansial: pajak yang dipungut negara jumlahnya memadai sehingga dapat membiayai atau mendorong semua kegiatan negara. Asas ekonomi: penentuan obyek pajak harus tepat.J. sehingga bagi yang melanggar akan dapat dikenai sanksi hukum.Adam Smith. Asas Efficiency (asas efisien atau asas ekonomis): biaya pemungutan pajak diusahakan sehemat mungkin. Langen. Asas beban yang sekecil-kecilnya: pemungutan pajak diusahakan sekecil-kecilnya (serendahrendahnya) jika dibandingkan dengan nilai obyek pajak sehingga tidak memberatkan para wajib pajak. asas pemungutan pajak adalah sebagai berikut. Asas Certainty (asas kepastian hukum): semua pungutan pajak harus berdasarkan UU. asas pemungutan pajak adalah sebagai berikut:  Asas daya pikul: besar kecilnya pajak yang dipungut harus berdasarkan besar kecilnya penghasilan wajib pajak. Menurut Adolf Wagner. jangan sampai terjadi biaya pemungutan pajak lebih besar dari hasil pemungutan pajak.   . pajak untuk barang-barang mewah Asas keadilan: pungutan pajak berlaku secara umum tanpa diskriminasi. Semakin tinggi penghasilan maka semakin tinggi pajak yang dibebankan. pencetus teori The Four Maxims 1. Menurut Adam Smith dalam bukunya Wealth of Nations dengan ajaran yang terkenal "The Four Maxims". untuk kondisi yang sama diperlakukan sama pula.

diperlukan asas-asas atau dasar-dasar yang akan dijadikan landasan oleh negara untuk mengenakan pajak. Status dari orang atau badan yang memperoleh atau menerima penghasilan tidak begitu penting. Jepang. pada kedua asas yang disebut pertama. dimana harus membayar pajak). khususnya untuk pengenaan pajak penghasilan. Di sini. yang menjadi landasan pengenaan pajak adalah status kewarganegaraan dari orang atau badan yang memperoleh penghasilan. Indonesia juga menganut asas kewarganegaraan yang parsial. tidak hanya mengadopsi salah satu asas saja. bahkan bisa gabungan ketiganya sekaligus. tidak dipersoalkan dari mana penghasilan yang akan dikenakan pajak itu berasal. yaitu khusus dalam ketentuan yang mengatur mengenai pengecualian subjek pajak untuk orang pribadi. gabungan asas nasionalitas dengan asas sumber. penghasilan yang dapat dikenakan pajak hanya terbatas pada penghasilan-penghasilan yang diperoleh dari sumber-sumber yang ada di negara yang bersangkutan. dalam sistem pengenaan pajak terhadap penduduk-nya akan menggabungkan asas domisili (kependudukan) dengan konsep pengenaan pajak atas penghasilan baik yang diperoleh di negara itu maupun penghasilan yang diperoleh di luar negeri (world-wide income concept). yaitu apakah yang bersangkutan berstatus sebagai penduduk atau berdomisili (dalam asas domisili) atau berstatus sebagai warga negara (dalam asas nasionalitas). tidaklah menjadi persoalan dari mana penghasilan yang akan dikenakan pajak berasal. pada kedua asas yang disebut pertama. bisa gabungan asas domisili dengan asas sumber. pada asas sumber. tetapi mempunyai keterkaitan dengan negara tersebut. Asas kebangsaan atau asas nasionalitas atau disebut juga asas kewarganegaraan (nationality/citizenship principle): Dalam asas ini. Indonesia. Itulah sebabnya bagi negara yang menganut asas ini. Dalam kaitan ini. Berdasarkan asas ini. Terdapat beberapa asas yang dapat dipakai oleh negara sebagai asas dalam menentukan wewenangnya untuk mengenakan pajak. pajak akan dikenakan terhadap penghasilan yang diperoleh di mana saja (world-wide income). di mana berdasarkan asas ini seorang penduduk Jepang berkewajiban membayar pajak penghasilan atas . tentu saja harus ada ketentuan-ketentuan yang mengaturnya. Seperti halnya dalam asas domisili. Dalam asas ini. Contoh: Tenaga kerja asing bekerja di Indonesia maka dari penghasilan yang didapat di Indonesia akan dikenakan pajak oleh pemerintah Indonesia. Pertama. tidak menjadi persoalan mengenai siapa dan apa status dari orang atau badan yang memperoleh penghasilan tersebut sebab yang menjadi landasan penge¬naan pajak adalah objek pajak yang timbul atau berasal dari negara itu. misalnya untuk individu yang merupakan penduduk (resident individual) menggunakan asas domisili. Asas utama yang paling sering digunakan oleh negara sebagai landasan untuk mengenakan pajak adalah: 1. yaitu apakah objek yang akan dikenakan pajak bersumber dari negara itu atau tidak. Asas sumber: Negara yang menganut asas sumber akan mengenakan pajak atas suatu penghasilan yang diterima atau diperoleh orang pribadi atau badan hanya apabila penghasilan yang akan dikenakan pajak itu diperoleh atau diterima oleh orang pribadi atau badan yang bersangkutan dari sumber-sumber yang berada di negara itu. secara tegas dinyatakan dalam Pasal 23 ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945 bahwa segala pajak untuk keuangan negara ditetapkan berdasarkan undang-undang. Asas administrasi: menyangkut masalah kepastian perpajakan (kapan. Terdapat beberapa perbedaan prinsipil antara asas domisili atau kependudukan dan asas nasionalitas atau kewarganegaraan di satu pihak. dengan asas sumber di pihak lainnya. dapat disimpulkan bahwa Indonesia menganut asas domisili dan asas sumber sekaligus dalam sistem perpajakannya. 3. yang menjadi landasannya adalah status objeknya. keluwesan penagihan (bagaimana cara membayarnya) dan besarnya biaya pajak. orang pribadi tersebut merupakan penduduk (resident) atau berdomisili di negara itu atau apabila badan yang bersangkutan berkedudukan di negara itu. kriteria yang dijadikan landasan kewenangan negara untuk mengenakan pajak adalah status subjek yang akan dikenakan pajak. Untuk dapat menyusun suatu undang-undang perpajakan. sistem pengenaan pajak berdasarkan asas nasionalitas ini dilakukan dengan cara menggabungkan asas nasionalitas dengan konsep pengenaan pajak atas world wide income. Kebanyakan negara. tetapi mengadopsi lebih dari satu asas. khususnya yang mengatur mengenai subjek pajak dan objek pajak.  Asas Pengenaan Pajak Agar negara dapat mengenakan pajak kepada warganya atau kepada orang pribadi atau badan lain yang bukan warganya. Asas yuridis: segala pungutan pajak harus berdasarkan Undang-Undang. Asas domisili atau disebut juga asas kependudukan (domicile/residence principle): berdasarkan asas ini negara akan mengenakan pajak atas suatu penghasilan yang diterima atau diperoleh orang pribadi atau badan. Sementara itu. Kedua. apabila untuk kepentingan perpajakan. sedangkan pada asas sumber. 2. Sebagai contoh di Indonesia. asal muasal penghasilan yang menjadi objek pajak tidaklah begitu penting. dari ketentuan-ketentuan yang dimuat dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 sebagaimana terakhir telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1994.

Untuk perlindungan tersebut diperlukan biaya seperti layaknya dalam perjanjian asuransi diperlukan adanya pembayaran premi.79% dibandingkan dengan realisasi penerimaan tahun 2012. 3. dan badan-badan usaha luar negeri berkewajiban untuk membayar pajak penghasilan atas setiap penghasilan yang diperoleh dari sumber-sumber di Jepang. dikenakan pajak atas seluruh penghasilan yang diperoleh dari seluruh sumber penghasilan. Teori kepentingan. Teori ini banyak ditentang karena negara tidak boleh disamakan dengan perusahaan asuransi.529. untuk semua badan usaha milik negara maupun swasta yang berkedudukan di Australia. perseroan terbatas/unit lain.66 triliun Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPN dan PPnBM) Rp336. Sementara itu. Pajak tidak langsung adalah pajak/pungutan wajib yang harus dibayarkan sebagai sumbangan wajib kepada negara yang secara tidak langsung dikenakan kepada wajib pajak seperti cukai rokok dan sebagainya. Ada perlindungan jaminan sosial. Pembayaran pajak ini dianggap sebagai pembayaran premi kepada negara. negara mempunyai tugas untuk melindungi warganya dari segala kepentingannya baik keselamatan jiwanya maupun keselamatan harta bendanya.67 triliun.53 Trilyun atau mengalami pertumbuhan sebesar 12. Termasuk kepentingan dalam perlindungan jiwa dan harta. pajak kekayaan. Bahkan orang miskin justru dibebaskan dari beban pajak. 47 %.keseluruhan penghasilan yang diperolehnya.042. Australia. menurut teori ini.05 triliun Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Rp28. Pendapatan pajak itu belum termasuk pendapatan cukai. pajak dibedakan menjadi: 1. dan pendapatan pungutan ekspor. Penerimaan tersebut memberikan kontribusi sebesar 68.  Pajak berdasarkan pungutannya dapat dibedakan menjadi: 1.14% dari rencana anggaran Pendapatan Negara Tahun 2013 sebesar Rp1. ada beberapa teori yang mendasari adanya pemungutan pajak. karena pada kenyataannya bahwa tingkat kepentingan perlindungan orang miskin lebih tinggi daripada orang kaya. dibandingkan dengan realisasi Tahun 2011 maka realisasi penerimaan perpajakan tahun 2012 naik sebesar 92.32 triliun atau tumbuh 24. kesehatan. Pajak badan usaha adalah pajak yang dikenakan kepada badan usaha seperti perusahaan bank dan sebagainya. Sementara itu. Teori asuransi. 2. . pajak dibedakan menjadi: 1. hanya dikenakan pajak atas penghasilan dari sumber yang ada di Australia. yaitu: 1. Penerimaan Pajak di Indonesia Penerimaan pajak tahun 2012 adalah 835. Teori pemungutan Menurut R.96 triliun Rencana penerimaan pajak Tahun 2013 adalah sebesar Rp1. 2.25 Triliun. dasar pemungutan pajak adalah adanya kepentingan dari masingmasing warga negara. 2. Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2012 sebesar 10. Teori ini banyak ditentang. Pajak langsung adalah pajak yang dibebankan secara langsung kepada wajib pajak seperti pajak pendapatan. dan lain-lain. Pajak bumi dan bangunan (PBB) adalah pajak/pungutan yang dikumpulkan oleh pemerintah pusat terhadap tanah dan bangunan kemudian didistrubusiakan kepada daerah otonom sebagai pendapatan daerah sendiri.87%. Semakin tinggi tingkat kepentingan perlindungan. Santoso Brotodiharjo SH. Pajak penjualan adalah pajak yang dibayarkan pada waktu terjadinya penjualan barang/jasa yang dikenakan kepada pembeli. maka semakin tinggi pula pajak yang harus dibayarkan. Realisasi penerimaan pajak 2012 per jenis pajak :    Pajak Penghasilan (PPh) Rp464. untuk badan usaha luar negeri. baik yang diperoleh di Jepang maupun di luar Jepang. bea masuk. menurut teori ini.   Pajak Berdasarkan wujudnya.  Berdasarkan jumlah yang harus dibayarkan. dalam bukunya Pengantar Ilmu Hukum Pajak. untuk yang bukan penduduk (non-resident) Jepang. Pajak pendapatan adalah pajak yang dikenakan atas pendapatan tahunan dan laba dari usaha seseorang.

Pajak siluman adalah pungutan secara tidak resmi/pajak gelap dan merupakan sumber korupsi. 3. Pajak transit adalah pajak yang dipungut di tempat tertentu yang harus dilalui oleh pengangkutan orang/barang dari suatu tempat ke tempat lain. 4.2. Pajak perseroan adalah pungutan wajib atas laba perseroan/badan usaha lain yang modalnya/bagiannya terbagi atas saham–saham. .