TEORI DAN MODEL KONSEPTUAL ASUHAN KEBIDANAN

A.

Pengertian Teori dan Konsep Teori atau theory adalah penjelasan dari suatu kejadian dan fenomena. Beberapa pengertian tentang konsep dan teori menurut Simpson dan Weiner (1989) adalah sebagai berikut : 1 Konsep adalah ide yang direncanakan dalam pikiran kemudian dituangkan dalam sebuah karya nyata. 2 Konsep atau teori adalah gambaran tentang objek dari suatu kejadian atau obyek yang digunakan oleh peneliti untuk menggambarkan fenomena sosial yang menarik perhatiannya.

B.

Dasar Pemikiran, Fokus dan Tujuan Dalam Teori Kebidanan 1. Teori Reva Rubin Menurut Rubin seorang wanita sejak hamil sudah mempunyai harapan sebagai berikut : · Kesejahteraan ibu dan bayi · Penerimaan masyarakat · Penentuan identitas diri · Mengerti tentang arti memberi dan menerima

Perubahan yang umumnya terjadi pada wanita pada waktu hamil : 1. Cenderung lebih tergantung dan membutuhkan perhatian yang lebih baik untuk dapat berperan sebagai calon ibu dan mampu memperhatikan perkembangan janinnya. 2. Membutuhkan sosialisasi

4. Reaksi umum pada kehamilan : a. sembrono. 2. Gambaran tubuh . khawatir b. Plate Stage Ibu akan mencoba dengan sepenuhnya apakah ia telah mampu menjadi ibu. Trimester I Ambivalen. kadang egosentrik dan self centered. c. merefleksikan terhadap pengalaman masa kecil.Tahap Psikososial (Psikososial Stage) 1. Trimester II Perasaan lebih enak. pada tahap ini ibu memerlukan bantuan anggota keluarga yang lain. fantasi. Gambaran tentang idaman Seorang ibu muda akan mempunyai seseorang yang dijadikannya contoh Gambaran tentang diri Gambaran diri seorang wanita adalah bagaimana seorang wanita tersebut memandang dirinya sebagai bagian dari pengalaman dirinya. Trimester III Berperasaan aneh. menjadi narsistik. takut. introvert. pasif. meningkatnya kebutuhan untuk mempelajari tentang perkembangan dan pertumbuhan janin. Disangagement Merupakan tahap penyelesaian dimana latihan peran dihentikan. Tahap ini membutuhkan waktu beberapa minggu dan ibu akan melanjutkan sendiri. Anticipatory Stage Tahap ini ibu-ibu melakukan latihan peran dan memerlukan interaksi dengan anak lain. Tiga aspek yang diidentifikasi dalam peran ibu : 1. 2. Pada tahap ini peran sebagai orang tua belum jelas. jelek menjadi introvert. Honeymoon Stage Ibu mulai memahami sepenuhnya peran dasarnya. 3.

Tahap Phase aktivitas penting sebelum seseorang menjadi ibu Ø Taking On Wanita meniru dan melakukan peran ibu. Efek Stress Antepartum Tujuan : memberikan dukungan selama hamil untuk mengurangi lemahnya . bahkan lebih menyulitkan terjadi perubahan fisik yang hebat. Rubin (1961) juga menyebutkan bahwa pada periode postpartum juga menyebabkan stres emosional pada ibu baru. MARCER Teori Marcer lebih menekankan pada stress antepartum dan pencapaian peran ibu. Ø Letting Go Merupaka phase dimana wanita mengingat kembali proses dan aktivitas yang sudah dilaksanakannya. dikenal sebagai tahap meniru Ø Taking In Fantasi wanita tidak hanya meniru tetapi sudah mulai membayangkan peran yang dilakukannya. d. Projection dan Rejection merupakan tahap dimana wanita menirukan model-model yang ada sesuai dengan pendapatnya. Pada tahap sebelumnya Introjection.Gambaran tentang tubuh berhubungan dengan perubahan fisik yang terjadi selama kehamilan dan perubahan yang spesifik yang terjadi selama kehamilan dan setengan melahirkan. Sehingga dibutuhkan peran dari lingkungan dalam menghadapi masa transisi pada masa postpartum kemasa menjadi orang tua. sebagai berikut : · Respon dan dukungan dari keluarga dan teman · Hubungan dari pengalaman melahirkan · Pengalaman melahirkan dan membesarkan anak yang lalu · Pengaruh budaya 3 TEORI RAMONAT T .

2) Formal Dimulai dengan peran sesungguhnya seorang ibu. e. depresi dan keraguan. Marcer melihat bahwa peran aktif seorang wanita dalam pencapaian peran umumnya dimulai setelah bayi lahir yaitu pada 3 bulan sampai 7 bulan postpartum. belajar perawatan anak. bimbingan peran secara formal dan sesuai dengan apa yang diharapkan oleh sistem wanita dan wanita. 4) Personal Pencapaian peran ibu dengan baik tergantung dari diri sendiri. Pencapaian Peran Ibu Empat langkah dalam peran ibu (tahapan) 1) Anticipatory Suatu masa sebelum menjaid ibu memulai penyesuaian sosial dan psikologi terhadap peran barunya nanti dengan mempelajari apa saja yang dibutuhkan untuk menjadi seorang ibu. 3) Informal Saat wanita telah mampu menemukan jalan yang unik dalam melaksanakan peran barunya ini.lingkungan serta dukungan sosial serta kurangnya kepercayaan diri. Contoh : Latihan masak. dll. belajar tentang ASI. Faktor-faktor yang mempengaruhi wanita dalam pencapaian peran ibu yaitu : a. Faktor Ibu · Umur ibu pada waktu melahirkan anak pertama lahir . Enam faktor yang mempunyai hubungan dengan status kesehatan : 1) Hubungan interpersonal 2) Peran keluarga 3) Stress antepartum komplikasi dari resiko kehamilan dan pengalaman negatif dalam hidup 4) Dukungan sosial 5) Rasa percaya diri 6) Penguasaan rasa takut.

Persepsi ibu pada waktu melahirkan anak pertama kali Memisahkan ibu dan anak secepatnya Stress sosial Dukungan sosial Konsep diri Sifat pribadi Sikap terhadap membesarkana nak Status kesehatan ibu b. percaya dan mengerti b. 2. Phisical Support Pertolongan yang langsung seperti membantu merawat bayi dan memberikan dukungan dana. TEORI ELA JOY LEHRMAN Dalam teori ini Lehrman menginginkan agar bidan dapat melihat semua aspek . Emosional Support Perasaan mencintai. Appraisal Support Berupa informasi yang menjelaskan tentang peran pelaksanaan bagaimana ia menampilkan dalam peran. Faktor-faktor lain · Latar belakang etnik · Status perkawinan · Status ekonomi · · · · · · · · Faktor-faktor pendukung pencapaian peran ibu : a. Faktor bayi § Tempramen § Kesehatan bayi c. sehingga memungkinkan individu mampu mengevaluasi dirinya sendiri yang berhubungan dengan penampilan orang lain. penuh perhatian. Informasional Support Membantu individu untuk menolong dirinya sendiri dengan memberikan informasi yang berguna dan berhubungan dengan masalah situasi c. d.

fasilitas. Dari hasil penerapan tersebut Morten menambahkan 3 komponen lagi ke dalam 8 komponen yang telah dibuat oleh Lehrman. yaitu § Tehnik terapeutik § Pemberdayaan § Hubungan sesama Tehnik Terapeutik Proses komunikasi sangat bermanfaat dalam proses perkembangan dan penyembuhan. Fleksibilitas dalam asuhan 6. Keterlibatan dalam asuhan 7. Lehrman mengemukakan 8 konsep yang penting dalam pelayanan antenatal : 1. Keluarga sebagai pusat asuhan 3. Pendidikan dan konseling merupakan bagian dari asuhan 4. Dalam pemeriksaan fisik. misalnya : mendengar aktif. sikap yang tidak menuduh. mengklarifikasi. evaluasi dan perencanaan pasien klien ikut bertanggung jawab atau ambil bagian dalam pelayanan antenatal. klien akan melakukan palpasi pada tempat tertentu atau ikut mendengarkan denyut jantung. .praktik memberikan asuhan pada wanita hamil dan memberikan pertolongan pada persalinan. Dari delapan komponen yang dibuat oleh Lehrman tersebut kemudian diuji cobakan oleh Morten pada pasien postpartum. Asuhan yang berkesinambungan 2. Tidak ada intervensi dalam asuhan 5. mengkaji. Waktu Asuhan Partisipatif Bidan dapat melibatkan klien dalam pengkajian. misalnya palpasi. Advokasi dari klien 8. pemberian ijin. pengakuan.

Wiedenbach mengembangkan teorinya secara induktif berdasarkan pengalaman dan observasinya dalam praktek. keluarga. 3. masyarakat § The Goal : goal dari intervensi (tujuan) § The Means : metode untuk mencapai tujuan § The Framework : organisasi sosial. lingkungan profesional The Agent (The Widwife) Filosofi Wiedenbach tentang asuhan kebidanan dan tindakan kebidanan dapat dilihat dalam uraiannya yang jelas pada perawatan maternitas dimana kebutuhan ibu dan bayi yang segera untuk mengembangkan kebutuhan yang lebih luas yaitu kebutuhan ibu dan ayah dalam mempersiapkan menjadi orang tua. Konsep luas yang menurut Wiedenbach yang nyata ditemukan dalam keperawatan. menilai dan memberi dukungan. . Lateral Relationship (hubungan sesama) Menjalin hubungan yang baik terhadap klien bersikap terbuka.Empowerment (pemberdayaan) Suatu proses memberi kekuasaan dan kekuatan bidan melalui penampilan dan pendekatan akan meningkatkan kemampuan pasien dalam mengoreksi. atau tenaga kesehatan lain § The Recipient : wanita. misalnya sikap empati atau berbagi pengalaman. sehingga antara bidan dan kliennya nampak akrab. Grantley Dick Read. sejalan dengan klien. yaitu : § The Agent : perawat. bidan. TEORI ERNESTINE Ernestine Wiedenbach sudah pernah bekerja dalam suatu proyek yang mempersiapkan persalinan berdasarkan teori Dr. memvalidasi.

4. Ministration : memberikan dukungan dalam mencari pertolongan yang dibutuhkan 3. TEORI JEAN BALL (Teori ”kursi goyang” = keseimbangan emosiona ibu) Tujuan Asuhan maternitas pada teori ini adalah agar ibu mampu melaksanakan tugasnya sebagai ibu baik fisik maupun psikologis. maka dapat diperkirakan goal yang akan dicapai dengan mempertimbangkan tingkah laku fisik: emosional. persalinan dan masa post partum adalah masa untuk mengadopsi peran baru.The Goal (purpose) Disadari bahwa kebutuhan masing-masing individu perlu diketahui sebelum menentukan goal. Psikologis dalam hal ini tidak hanya pengaruh emosional tetapi juga proses emosional agar tujuan akhir memenuhi kebutuhan untuk menjadi orang tua terpenuhi. Kehamilan. The Means Untuk mencapai tujuan dari asuhan kebidanan Wiedenbach menentukan beberapa tahap. The Recipient Wanita. atau fisiological yang berbeda dari kebutuhan normal. Hypotesa Ball : Respon emosional wanita terhadap perubahan yang terjadi bersamaan dengan kelahiran anak yang mempengaruhi personality seseorang dan dengan dukungan . masyarakat yang oleh sebab tertentu tidak mampu memenuhi kebutuhannya. Identifikasi kebutuhan klien 2. Validation : bantuan yang diberikan sungguh merupakan bantuan yang dibutuhkan 4. Coordination : dengan usaha yang direncanakan untuk memberikan bantuan. yaitu : 1. Wiedenbach sendiri berpandangan bahwa recipient adalah individu yang berkompeten dan mampu menentukan kebutuhannya. Bila sudah diketahui kebutuhan ini.

dikhawatirkan kurang efektif karena kurangnya pengetahuan tentang kebidanan. Health : Merupakan pusat dari model Ball Tujuan dari post natal care agar wanita mampu menjadi seorang ibu. Midwifwery Care a. Persiapan yang sudah diantisipasi oleh bidan dalam masa post natal akan mempengaruhi respon emosional wanita dalam perubahan yang dialaminya pada proses kelahiran anak. masa persalinan. Model asuhan kebidanan Asuhan kebidanan merupakan metode pemberian asuhan yang berbeda . nifas. Dalam teori kursi goyang dibentuk oleh tiga elemen : 1. Sisi penyanggah/support terhadap kepribadian wanita Kesejahteraan seorang wanita sangat tergantung terhadap efektivitas ketiga elemen tersebut. bayi setelah lahir serta keluarga berencana. sosial dan spikologikal seorang wanita dalam proses melahirkan.yang berarti mereka mendapatkan system keluarga dan sosial. b. Pelayanan maternitas 2. Pengertian Midwifery Care (Asuhan Kebidanan) adalah penerapan fungsi dan kegiatan yang menjadi tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada klien yang mempunyai kebutuhan/masalah dalam bidang kesehatan ibu masa hamil. Environment : Lingkungan sosial dan organisasi wanita dalam sistem dukungan post natal misalnya membutuhkan dukungan sangat penting untuk mencapai kesejahteraan. Model Konseptual Asuhan Kebidanan 1. Midwifery : Berdasarkan penelitian asuhan post natal misalnya. C. Self : Secara jelas kita dapat melihat bahwa peran bidan dalam memberikan dukungan dan membantu seorang wanita untuk menjadi yakin dengan perannya sebagai seorang ibu. Pandangan masyarakat terhadap keluarga 3. Women : Ball memusatkan perhatiannya terhadap perkembangan emosional.

Adapun prinsip-prinsip asuhan kebidanan adalah sebagai berikut : 1) Memahami bahwa kelahiran anak merupakan sesuatu proses alamiah dan fisiologis 2) Menggunakan cara-cara yang sederhana. Para bidan melibatkan ibu dan keluarganya dalam asuhannya pada seluruh bagian dalam proses pengambilan keputusan. dan dalam pengembangan rencana asuhan kesehatan kehamilan dan pengalaman melahirkan. penjelasan dan konseling yang cukup 8) Mendorong ibu dan keluarga agar menjadi peserta aktif dalam membuat keputusan setelah mendapat penjelasan mengenai asuhan yang akan mereka dapatkan 9) Menghormati praktek-praktek adapt. Proses Asuhan Kebidanan Proses asuhan kebidanan adalah dinamis. tidak melakukan intervensi tanpa adanya indikasi sebelum berpaling ke teknologi. 6) Membantu ibu agar merasa aman. dan keyakinan agama mereka 10) Memantau kesejahteraan fisik. psikologis. nyaman dan didukung secara emosional 7) Memastikan bahwa kaum ibu mendapatkan informasi. dan mengantisipasi masalahmasalah potensial sebelum terjadi. spiritual dan sosial ibu/keluarganya selama masa kelahiran anak 11) Memfokuskan perhatian pada peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit.dengan metode perawatan medis. Komponen Asuhan Kebidanan Komponen-komponen asuhan kebidanan di Indonesia dalam . 3) Aman. c. bukan terpusat pada pemberian asuhan kesehatan/lembaga (Sayang Ibu) 5) Menjaga privacy serta kerahasiaan ibu. tanggung jawab terhadap perubahan status kesehatan setiap wanita. berdasarkan fakta. 4) Terpusat pada ibu. d. dan memberi kontribusi pada keselamatan jiwa ibu. Model asuhan kebidanan didasarkan pada prinsip-prinsip sayang ibu.

bidan harus melindungi terhadap infeksi tidak hanya pada pasien. Usaha memperoleh pelayanan khusus bila diperlukan (konsultasi atau rujukan). Cara praktis. dan pelaksanaan pertolongan kegawat-daruratan primer dan sekunder ketika tindakan ada pertolongan medis. Dalam asuhan kebidanan yang berkualitas. yaitu yang pertama adalah kompetensi inti/dasar merupakan kompetensi minimal yang mutlak dimiliki oleh bidan. dua. Kelima aspek ini sering disebut sebagai 5 benang merah. Asuhan Kebidanan Yang Berkualitas : 5 Benang Merah Asuhan Persalinan Selama melaksanakan asuhan persalinan bidan selalu bekerjasama dengan ibu selama persalinan dan kelahiran. Yang kedua adalah kompetensi tambahan/lanjutan yang merupakan pengembangan dari pengetahuan dan ketrampilan dasar untuk mendukung tugas bidan dalam memenuhi tuntutan/kebutuhan masyarakat yang sangat dinamis serta perkembangan IPTEK. Karena kelima aspek ini sangat menentukan untuk memastikan persalinan yang aman bagi ibu dan bayinya.”Kompetensi Bidan Di Indonesia”. e. Kompetensi Bidan tersebut dikelompokkan dalam 2 kategori. menggunakan sarung tangan dan . setiap aspek benang merah ini saling berkaitan satu sama lain pada : § Asuhan Sayang Ibu Asuhan Sayang Ibu amat membantu ibu dan keluarganya untuk merasa aman dan nyaman selama dalam proses persalinan. penyuluhan dan pendidikan kesehatan reproduksi wanita. hingga tiga dan empat. efektif dan ekonomis melakukan pencegahan infeksi (seperti mencuci tangan. keluarga dan masyarakat termasuk persiapan menjadi orang tua. Asuhan kebidanan ini termasuk pengawasan pelayanan kesehatan masyarakat di posyandu (tindakan dan pencegahan). Cara untuk memahami asuhan sayang ibu adalah dengan menanyakan pada diri kita sendiri ”SEPERTI INIKAH ASUHAN YANG SAYA INGIN DAPATKAN?” Bagian dari ini juga merupakan asuhan sayang bayi. § Pencegahan Infeksi Dalam memberikan asuhan berkualitas tinggi. deteksi kondisi abnormal pada ibu dan bayi. menentukan pilihan KB. termasuk asuhan pada bayi baru lahir. Ada 5 aspek dasar dari kualitas asuhan yang harus dilakukan oleh bidan pada saat persalinan kala satu. Kompetensi inti tersebut difokuskan pada seputar kehamilan dan kelahiran. namun juga pada diri sendiri dan rekan kerjanya.

melakukan pemrosesan disinfeksi alat-alat dan pembuangan sampah yang aman) harus betul-betul dipatuhi oleh bidan selama penatalaksanaan asuhan kebidanan. § Rujukan Rujukan pada institusi yang tepat serta tepat waktu dimana asuhan yang dibutuhkan tersedia akan menyelamatkan nyawa ibu. menginterpretasikan data dan membuat keputusan sesuai dengan asuhan yang dibutuhkan pasien. § Pencatatan (Dokumentasi) Karena bidan menggunakan proses penatalaksanaan kebidanan untuk membuat keputusan. f. maka ia harus mencatat temuan dan membuat keputusannya. Seorang bidan akan menggunakan manajemen proses kebidanan serupa ini berulang kali pada setiap pasien. Hal ini sangat penting untuk diingat bahwa jika temuan tidak dilaporkan. maka . Ketika merujuk. Dengan menggunakan pendekatan manajemen proses kebidanan. Walaupun kebanyakan ibu-ibu akan mengalami persalinan normal. maka seolah ia tidak melakukan apa-apa. Keputusan klinik yang dibuat oleh bidan sangat menentukan kepastian persalinan yang aman. Pencatatan dibutuhkan oleh undang-undang. namun sekitar 10% akan mengalami komplikasi yang membahayakan nyawanya. para bidan dapat mengumpulkan data dengan sistematis. kapan. siapa. Etika Dalam Asuhan Kebidanan Pada umumnya bidan mampu mengambil keputusan berdasarkan apa nalurinya. Dokumentasi memberikan catatan permanen mengenai manajemen pasien dan dapat merupakan pertukaran informasi dengan para petugs kesehatan yang lain. Sangat penting bagi bidan untuk mengenali masalah. § Pengambilan Keputusan Klinik Pengambilan keputusan klinik yang efektif adalah selama proses penatalaksanaan kebidanan. kemana dan bagaimana merujuk agar ibu dan bayi tetap selamat. serta menentukan jika ia cukup terampil dalam menangani masalah tersebut. bidan harus selalu ingat. lalu merujuk ibu untuk mendapatkan pertolongan dengan tepat waktu.pelindung. Karena asuhan kebidanan merupakan asuhan yang komplek.

Adanya satu forum diskusi untuk membahas pertimbangan-pertimbangan etik merupakan suatu bagian yang amat penting bagi pendidikan kebidanan. kesetaraan.html§ . Kode etik praktek dan perilaku bidan harus dipakai untuk memfasilitasi alasan etis dan meningkatkan asuhan dan bukan untuk memberikan penilaian moral tentang perilakunya. memberikan keadilan.blogspot. http://ditaadjah.para bidan sebelumnya dapat mengembangkan nalurinya selama memberikan asuhan. Organisasi bidan telah mengembangkan ”kode etik profesi” sebagai pedoman. Salah satu contohnya adalah kode etik Bidan Internasional (International Confederation of Midwives of Ethics). otonomi. Isuisu yang perlu dipikirkan adalah : pilihan individu. hak-hak wanita. tidak menimbulkan penderitaan klien.com/p/konsep-kebidanan. peningkatan kesejahteraan klien.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful