BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Semua aktivitas sel dikendalikan oleh aktivitas nukleus. Cara pengendalian ini berkaitan dengan aktivitas nukleus memproduksi protein, dimana protein ini merupakan penyusun utama dari semua organel sel maupun penggandaan kromosom. Contoh protein yang dapat dihasilkan seperti protein struktural yang digunakan sebagai penyusun membran sel dan protein fungsional (misalnya enzim) yang digunakan sebagai

biokatalisator untuk berbagai proses sintesis dalam sel. Protein merupakan polipeptida (gabungan dari beberapa asam amino). Maka untuk membentuk suatu protein diperlukan bahan dasar berupa asam amino. Polipeptida dikatakan protein jika paling tidak memiliki berat molekul kira-kira 10.000. Di dalam ribosom, asam amino-asam amino dirangkai menjadi polipeptida dengan bantuan enzim tertentu. Polipeptida dapat terdiri atas 51 asam amino (seperti pada insulin) sampai lebih dari 1000 asam amino (seperti pada fibroin, protein sutera). Macam molekul polipeptida tergantung pada asam amino penyusunnya dan panjang pendeknya rantai polipeptida. Seperti yang telah kita pelajari sebelumnya bahwa ada 20 macam asam amino penting yang dapat dirangkai membentuk jutaan macam kemungkinan polipeptida.

Sintesis protein melibatkan DNA sebagai pembuat rantai polipeptida. Meskipun begitu, DNA tidak dapat secara langsung menyusun rantai polipeptida karena harus melalui RNA. Seperti yang telah kita ketahui bahwa DNA merupakan bahan informasi genetik yang dapat diwariskan dari generasi ke generasi. Informasi yang dikode di dalam gen diterjemahkan menjadi urutan asam amino selama sintesis protein. Informasi ditransfer secara akurat dari DNA melalui RNA untuk menghasilkan polipeptida dari urutan asam amino yang spesifik.

Protein yang dibentuk melalui sintesis protein akan mengalami banyak modifikasi, ada yang menjadi protein struktur, proteksi, dan enzim (biokatalisator). Kita tahu bahwa semua proses atau reaksi dalam tubuh kita hampir tidak terjadi tanpa adanya enzim. Hal itu menunjukkan betapa pentingnya enzim dalam tubuh kita, dan proses dasar atau awal pembuatan enzim yang berasal dari proses sintesis protein. Sintesis protein terjadi di ribosom, yang mana bisa berada melekat pada retikulum endoplasma kasar ataupun berada bebas pada sitoplasma. Setelahselesai disintesis, protein pertama kali mengalami modifikasi pada organel badan golgi. Proses pemindahan protein dari RE ke badan golgi melalui suatu struktur gelembung atau sering dinamakan sebagai vesikula. Vesikula yang membawa protein dari RE merupakan hasil pelepasan membran pada RE dan bisa melalukan fusi atau penggabungan membran dengan badan golgi. Oleh karena itu, struktur membran pada RE dan badan golgi memiliki persamaan. Selain itu, secara garis besar, badan golgi dan

RE memiliki persamaan model, yaitu membran yang berlipat-lipat. Sebelum sintesis protein dilakukan, perlulah diadakan persiapan yang menyeluruh, salah satunya pemasangan asam amino pada salah satu ujung tRNA. 1 asam amino harus diikatkan pasada salah satu ujung tRNA dengan antikodon yang benar, namun protein ini sesuai dengan kodon bukan antikodon. Enzim yang melakukan proses ini adalah enzim tRNA aminoasil sintetase. Enzim ini mengikatkan asam amino pada bagian sisi asam amino kemudian tRNA dengan antikodon spesifik untuk asam aminonya. tRNA dan asam amino berikatan pada enzim sebelum akhirnya dilepaskan.

B. Tujuan Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini adalah : 1. Protein targeting 2. Defenisi sintesis protein 3. Sintesa protein yang terjadi pada prokariot 4. Sintesa protein yang terjadi pada eukariotik 5. Protein konstranslasi dan postranlasi

C. Manfaat 1. Sebagai bahan informasi bagi penulis mengenai proses sintesis protein 2. Sebagai informasi bagi pembaca mengenai mekanisme – mekanisme pada proses sintesis protein. Pada eukariotik dan prokariotik

Sifatnya Bentuknya universal. Organel ini menerjemahkan mRNA untuk membentuk rantai polipeptida (yaitu protein) menggunakan asam amino yang dibawa oleh tRNA pada proses translasi. Dengan ultrasentrifugasi yang menurun pada kedua sub unit ribosom tersebut dapat dipisahkan sehingga dapat penyusunnya dapat dideterminasis. ribosom tersuspensi di dalam sitosol atau terikat pada retikulum endoplasma kasar. terbagi dalam dua sub unit yang memiliki dimensi berbeda. Di dalam sel. yang memungkinkan sintesa protein. tampak adanya satu alur transversal. Ribosom Ribosom adalah organel kecil dan padat dalam sel yang berfungsi sebagai tempat sintesis protein. Ribosom merupakan partikel yang kampak/padat.BAB II PEMBAHASAN A. Sub unit-sub unit berasosiasi secara . melekat atau tidak pada permukaan external dari membran RE. pada potongan longitudinal berbentuk elips. a. terdiri dari ribonukleoprotein. atau pada membran inti sel. Ribosom berdiameter sekitar 20 nm serta terdiri atas 65% RNA ribosom (rRNA) dan 35% protein ribosom (disebut Ribonukleoprotein atau RNP). Pada teknik pewarnaan negatif. tegak lurus pada sumbu.

b. Pada prokariot. Pada prokariot sub unitnya kecil.Sub unit besar dibentuk dari protein dan RNA dalam kuantitas yang seimbang. yakni: • Satu rRNA 28S • Satu rRNA SS . memiliki 3 digitasi. Pada eukariot. dengan ketiadaan RNA 185. panjang ribosom adalah 29 nm dengan besar 21 nm.Dimensi ribosom serta bentuk menjadi bervariasi. maka sub unit besar tidak dapat berasosiasi pada sub unit kecil. Diketahui bahwa. Setiap sub unit dicirikan oleh koefisiensi sedimentasi yang dinyatakan dalam unit Svedberg (S). . bentuk sub unit besar menyerupai ribosom E. Sedangkan RNA 28s .Sub unit kecil mengandung r RNA 18s. ukurannya 32 nm dengan besar 22 nm. memanjang. Sehingga koefisien sedimentasi dari prokariot adalah 70S untuk keseluruhan ribosom (50S untuk sub unit yang besar dan 30S untuk yang kecil). coli. Dan eukariot. Komposisi Kimia Asam nukleat ribosom: .tegak iurus pada bagian sumbu dalam aiur yang memisahkannya. mengandung 2 tipe rRNA. menyerupai kursi. Untuk eukariot adalah 80S untuk keseluruhan ribosom (60S untuk sub unit besar dan 40S untuk yang kecil). bentuk melengkung dengan 2 ekstremitas.

Sub unit kecil (30S prokariot): 21 protein digambarkan berturutturut dengan huruf S dan satu angka antara 1 dan 21 (S1.memungkinkan asosiasi tersebut. Sub unit besar: 33 protein dikenal sebagai Li sampai L33. S2. mengelilingi rRNA. Terlibat dalam: Translokasi oleh adanya GTP (melekat pada ribosam) yang memberikan energi untuk memindahkan inRNA dan pembebasan tRNA asetil. Dalam konstruksi suatu alur longitudinal. . Perpindahan dari tRNA yang melekat pada molekul mRNA menyebabkan pergerakan translasi mRNA masing-masing.40. b. Berada pada permukaan ribosom. Protein memainkan peranan sebagai reseptor pada faktor pemanjangan sedangkan yang lainnya mengontrol transduksi. Fiksasi (protein L7 dan L1z) dari suatu faktor pemanjangan (EF-6). Bilamana terbaca maka tRNA melekat pada site yang merupakan bagian RNA 285.000 Dalton. Berat moleku130.000 . RNA SS melekat pada sequence asam nukleat ini yaitu tRNA. S21). Dalam pembentukan suatu ikatan peptida antar rantai peptida yang telah dibentuk dan suatu asetil-NH2 baru. Protein ribosomal a. menempatkan rantai protein dengan pembentukan dan melindunginya meiawan enzim proteolitik.

Seperti yang telah kita ketahui bahwa DNA merupakan bahan informasi genetik yang dapat diwariskan dari generasi ke generasi. Sintesis Protein Sintesis protein adalah proses pembentukan protein dari monomer peptida yang diatur susunannya oleh kode genetik. Informasi yang dikode di dalam gen diterjemahkan menjadi urutan asam amino selama sintesis protein. Meskipun begitu. Sintesis protein secara garis besar dibagi menjadi dua tahapan utama.Alur ini memiliki panjang sesuai dengan rantai polipeptida 35 asetil-NH2. Informasi ditransfer secara akurat dari DNA melalui RNA untuk menghasilkan polipeptida dari urutan asam amino yang spesifik. DNA tidak dapat secara langsung menyusun rantai polipeptida karena harus melalui RNA. B. Konsep tersebut dikenal dengan dogma genetik. Sintesis protein dimulai dari anak inti sel. sitoplasma dan ribosom. Tahap pertama dogma genetik dikenal sebagai proses transkripsi . yaitu proses pembuatan molekul mRNA pada inti sel (transkripsi) dan proses penerjemahan mRNA oleh rRNA serta perangkaian asam amino di ribosom (translasi). Suatu konsep dasar hereditas yang mampu menentukan ciri spesifik suatu jenis makhluk menunjukkan adanya aliran informasi bahan genetik dari DNA ke asam amino (protein). Sintesis protein melibatkan DNA sebagai pembuat rantai polipeptida.

Sintesis protein berlangsung di dalam inti sel dan ribosom. L. Tatum (1946). Pada proses sintesis protein mempergunakan molekul-molekul serta organel seperti asam amino. Tahap kedua dogma genetik adalah proses translasi atau penerjemahan kode genetik pada RNAd menjadi urutan asam amino. . DNA. Pada sintesis protein terdapat substansi genetik yang berupa DNA (Deoxyribose Nucleic Acid) dan RNA (Ribose Nucleic Acid). ribosom dan enzim-enzim. Dan dalam sintesis protein satu gen bekerja untuk menumbuhkan satu enzim yang diteliti oleh G. Penemuan mereka disebut juga teori satu gen satu enzim. Beadle dan E.DNA menjadi mRNA. Mekanisme terjadinya sintesis protein Sintesis protein adalah proses pembentukan protein dari monomer peptida yang diatur susunannya oleh kode genetik. asam ribonukleat non genetik (ARN). 1.W.

Gugus Deksiribosa ( gula dengan 5 Carbon ). REPLIKASI DNA DNA adalah rantai doble heliks berpilin yang terdiri atas polinukleotida. Struktur DNA (Deoxyribose Nucleic Acid) disusun oleh Nukleotida yang tersusun atas: 1. Basa nitrogen. Berfungsi sebagi pewaris sifat dan sintesis protein. Namun. Dalam DNA terdapat struktur-struktur di atas. Gugus fosfat (PO4).(A-T. Bentuk DNA adalah rantai double heliks berpilin ke kanan. 2.G-S).2. 3. jika diambil 1 lempeng yang .

gula dan basa nitrogen. phosphate(P)Gula deoksiribosa pada DNA merupakan gula lima karbon yang kehilangan 1 atom oksigen. Jika plat itu hanya basa nitrogen dan gula saja maka disebut nukleosida. 2. terdiri dari basa nitrogen sitosin dan timin. ditulis 5’-kode genetik-3’. guanine (G). . Adenine selalu berpasangan dengan hymine melalui 2 ikatan hidrogen sedangkan cytosine berpasangan dengan guanine melalui 3 ikatan hidrogen. sedangkan untuk rantai pasangannya justru ditulis 3’-kode genetik-5’. Pengaturan ini disebut konfigurasi antiparalel. Maka. timin diganti dengan urasil. Double Helix of DNA: adenine(A). Pada RNA. cytocine(C). Pirimidin. Purin. terdiri dari basa nitrogen adenine dan guanin. Gugus fosfat ini saling berikatan dengan gugus fosfat lainnya membentuk ikatan fosfodiester. DNA adalah polimer dari nukleotida. Basa Purin selalu berpasangan dengan basa pirimidin melalui ikatan hidrogen. Karena DNA merupakan rantai ganda dan atom-atom karbon mempunyai aturan diatas untuk mengikat basa nitrogen dan gugus fosfat maka satu rantai DNA terlihat berdiri tegak sedangkan rantai pasangannya justru terbalik. thymine(T). Gula deoksiribosa memegang basa nitrogen pada atom karbon nomor 1. Ada 2 kelompok basa nitrogen yang berikatan pada DNA yaitu: 1. maka lempeng tersebut disebut nukleotida. sedangkan atom C nomor 5 berikatan dengan gugus fosfat.mengandung ikatan fosfat. Maka pada notasi penulisan kode genetik DNA.

Atau Proses penyalinan urutan basa-basa nukleotida purin dan pirimidin dalam untai ganda DNA inang ke sel turunan (replikasi semikonservatif : setengah untai asli setengah sintesis baru). setiap utas DNA lama berperan sebagai cetakan untuk membentuk DNA baru. masing-masing dari kedua molekul anak akan mempunyai satu untai lama yang erasal dari satu molekul induk dan satu untai yang baru. Proses ini melibatkan pembukaan utas ganda DNA. Dalam replikasi DNA. Pembentukan utas komplementer terjadi melalui perpasangan basa antara A dengan T dan G dengan C. sehingga memungkinkan terjadinya perpasangan basa untuk membentuk utas baru. Model lainnya adalah model konservatif dimana molekul induk tetap dan molekul baru disintesis sejak awal. Proses replikasi melibatkan enzim polymerase. Diawali dari pelepasan untai ganda oleh enzim DNA gyrase Terbentuk garpu repliakasi (replication fork) Garpu bergerak dalam 2 arah berlawanan sampai kedua ujung bertemu menghasilkan DNA baru Masing untai DNA induk berperan sebagai cetakan Untai baru dijamin komplementer dengan untai lama oleh DNA polymerase Untai baru memiliki polaritas berlawanan dengan untai induk . Model replikasi ini disebut model semikonservatif.Sebelum sel membelah. DNA harus direplikasi dalam fase S dari siklus sel. Model DNA Watson dan Crick menyatakan bahwa saat double heliks bereplikasi. Model ketiga disebut model dispersif yaitu bahwa keempat .

DNA tidaklah berjalan secara kontinu pada kedua utas cetakan.untai DNA. Utas-utas pendek tersebut kemudian dihubungkan oleh enzim ligase DNA. Setelah replicationfork terbentuk. setelah replikasi double heliks. Dalam replikasi DNA terdapat utas DNA yang disintesis secara kontinu yang terjadi pada cetakan 5’ – 3’. Utas-utas pendek atau fragmen-fragmen pendek yang terbentuk disebut fragmen Okazaki. Sedangkan utas DNA baru yang disintesis seutas demi seutas disebut lagging strand. Sintesis pada leading strand memerlukan molekul primer pada permulaan replikasi. Utas DNA yang disintesis secara kontinu ini disebut utas utama atau leading strand. Replikasi DNA pada cetakan 3’ – 5’ terjadi seutas demi seutas dengan arah 5’ – 3’ yang berarti replikasi berjalan meninggalkan replication fork. Maka utas DNA baru akan tumbuh dari 5’ – 3’ sedang yang lainnya dari 3’ – 5’ pada cetakan. Daerah penggandaan bergerak sepanjang DNA induk membentuk replication fork. mempunyai campuran anatara DNA baru dan DNA lama. polymerase akan . Pada daerah ini. Sintesis dari 3’ – 5’ tidak mungkin dilakukan karena tidak ada DNA polymerase untuk arah 3’ – 5’. kedua utas DNA yang baru. salah satunya adalah DNA polimerase. Pengujian yang dilakukan oleh Meselson dan Stahl menunjukkan bahwa replikasi DNA terjadi secara semikonservatif. Hal ini karena kedua utas DNA tersusun sejajar berlawanan arah atau antiparalel. disintesis dengan bantuan sekelompok enzim.

Primase DNA DNA 4. Model konservatif. utas harus dijaga agar tetap terbuka. yaitu dua rantai DNA lama tetap tidak berubah. Helikase DNA Heliks 5. : Enzim yang berfungsi membuka jalinan DNA double : enzim yang berperan dalam menyambung DNA : enzim yang digunakan untuk memulai polimerisasi enzim yang berfungsi dalam mempolemiresasi . Polimerase DNA : nukleotida 2. Pada sintesis lagging strand. Jadi dalam proses replikasi DNA melibatkan beberapa protein baik berupa enzim maupun non enzim yaitu: 1. Setelah utas DNA terbuka untuk melakukan replikasi. Secara ringkas berikut merupakan 3 model replikasi DNA yaitu : 1. diperlukan enzim lain primase DNA.bekerja secara kontinu sampai utas DNA baru selesai direplikasi. Replikasi ini mempertahankan molekul dari DNA lama dan membuat molekul DNA baru. dan setelah terbuka pada lagging strand. Ligase DNA 3. berfungsi sebagai cetakan untuk dua rantaiDNA baru. Single strand DNA binding protein : menstabilkan DNA induk yang terbuka Replication fork berasal dari struktur yang disebut replication bubbl yaitu daerah menggelembung tempat pilinan DNA induk terpisah untuk berfungsi sebagi cetakan pada sintesis DNA.

2. Oleh karena itu. yaitu beberapa bagian dari kedua rantai DNA lama digunakan sebagai cetakan untuk sintesis rantai DNA baru. sel-sel hasil pembelahan akan menerima kromosom yang sebagian telah bereplikasi. Akibatnya. misalnya. yaitu dua rantai DNA lama terpisah dan rantai baru disintesis dengan prinsip komplementasi pada masing-masing rantai DNA lama. yang masing-masing panjangnya 9 pb. 3. Akhirnya dihasilkan dua rantai DNA baru yang masing-masing mengandung satu rantai cetakan molekul DNA lama dan satu rantai baru hasil sintesis. Daerah ori pada E. sangat berkaitan dengansiklus pertumbuhannya. Pada laju pertumbuhan sel yang sangat tinggi. khususnya bakteri. hasil akhirnya diperoleh rantai DNA lama dan baru yang tersebar pada rantai DNA lama dan baru. Sintesis protein DnaA ini sejalan dengan laju pertumbuhan bakteri sehingga inisiasi replikasi juga sejalan dengan laju pertumbuhan bakteri. . Replikasi ini menghasilkan dua molekul DNA lama dan DNA baru yang saling berselang-seling pada setiap untai. DNA kromosom prokariota dapat mengalami reinisiasi replikasi pada dua ori yang baru terbentuk sebelum putaran replikasi yang pertama berakhir. Model semi konservatif. Replikasi DNA Prokariot Replikasi DNA kromosom prokariota. coli. Model dispersi. a. berisi empat buah tempat pengikatan protein inisiator DnaA.

Enzim DNA primase kemudian akan menempel pada DNA dan menyintesis RNA primer yang pendek untuk memulai atau menginisiasi sintesis pada untai pengarah. Superkoiling negatif yang terjadi secara alami ternyata tidak cukup untuk mengimbanginya sehingga diperlukan enzim lain. Untai DNA tunggal hasil pemisahan oleh helikase selanjutnya diselubungi oleh protein pengikat untai tunggal atau single-stranded binding protein (Ssb) untuk melindungi DNA untai tunggal dari kerusakan fisik dan mencegah renaturasi. Agar replikasi dapat terus berjalan menjauhi ori. diperlukan enzim helikase selain DnaB. Enzim DNA girase ini .Protein DNA membentuk struktur kompleks yang terdiri atas 30 hingga 40 buah molekul. yang merupakan enzim helikase. yang masing-masing akan terikat pada molekul ATP. Daerah ori akan mengelilingi kompleks DnaA-ATP tersebut. Hal ini karena pembukaan heliks akan diikuti oleh pembentukan putaran baru berupa superkoiling positif. yaitu enzim yang akan menggunakan energi ATP hasil hidrolisis untuk bergerak di sepanjang kedua untai DNA dan memisahkannya. Proses ini memerlukan kondisi superkoiling negatif DNA (pilinan kedua untai DNA berbalik arah sehingga terbuka). Superkoiling negatif akan menyebabkan pembukaan tiga sekuens repetitif sepanjang 13 pb yang kaya dengan AT sehingga memungkinkan terjadinya pengikatan protein DnaB. yaitu topoisomerase tipe II yang disebut dengan DNA girase.

separuh akan bekerja pada untai pengarah dan separuh lainnya bekerja pada untai tertinggal. Seperti telah dijelaskan di atas.000 basa. sedangkan polimerase akan mengisi celah yang ditimbulkan. fragmen- . Pada untai tertinggal suatu kompleks yang disebut primosom akan menyintesis sejumlah RNA primer dengan interval 1. Akhirnya. sintesis pada kedua untai akan berjalan dengan kecepatan yang sama. yang mempunyai fungsi polimerase sesungguhnya. Selain itu. Kompleks multisubunit ini merupakan dimer. dan subunit e. replikasi DNA terjadi baik pada untai pengarah maupun pada untai tertinggal. yang mempunyai fungsi penyuntingan berupa eksonuklease 3’– 5’. Begitu primer pada untai tertinggal dielongasi oleh DNA polimerase III.merupakan target serangan antibiotik sehingga pemberian antibiotik dapat mencegah berlanjutnya replikasi DNA bakteri. Primosom terdiri atas helikase DnaB dan DNA primase. Dengan demikian. terdapat subunit b yang menempelkan polimerase pada DNA. Primer baik pada untai pengarah maupun pada untai tertinggal akan mengalami elongasi dengan bantuan holoenzim DNA polimerase III. Eksonuklease 5’ . yang mempunyai aktivitas polimerase 5’ – 3’. mereka akan segera dibuang dan celah yang ditimbulkan oleh hilangnya primer tersebut diisi oleh DNA polimerase I. dan eksonuklease penyuntingan 3’ – 5’. eksonuklease 5’ – 3’.000 hingga 2. Masing-masing bagian dimer pada kedua untai tersebut terdiri atas subunit a.3’ membuang primer.

dimer holoenzim DNA polimerase III dan primosom diyakini membentuk kompleks berukuran besar yang disebut dengan replisom. garpu replikasi pada eukariota bergerak hanya dengan kecepatan 50 pb tiap detik. Masing-masing lingkaran hasil replikasi kemudian disegregasikan ke dalam kedua sel hasil pembelahan. kedua lingkaran hasil replikasi masih menyatu. Beberapa CDKs akan melakukan fosforilasi dan mengaktifkan protein-protein yang diperlukan untuk inisiasi pada masing-masing ori. Dengan adanya replisom sintesis DNA akan berlangsung dengan kecepatan 900 pb tiap detik. Untuk memasuki fase S diperlukan regulasi oleh sistem protein kompleks yang disebut siklin dan kinase tergantung siklin atau cyclindependent protein kinases (CDKs). suatu inhibitor bagi helikase DnaB. replikasi DNA hanya terjadi pada fase S di dalam interfase. b. Berhubung dengan kompleksitas struktur kromatin. Secara in vivo. Terminator tersebut antara lain berupa produk gen tus.fragmen Okazaki akan dipersatukan oleh enzim DNA ligase. Replikasi DNA Eukariota Pada eukariota. Ketika replikasi selesai. Kedua garpu replikasi akan bertemu kirakira pada posisi 180 °C dari ori. . yang berturut-turut akan diaktivasi oleh sinyal pertumbuhan yang mencapai permukaan sel. Di sekitar daerah ini terdapat sejumlah terminator yang akan menghentikan gerakan garpu replikasi. Pemisahan dilakukan oleh enzim topoisomerase IV.

tiga DNA polimerase yang berbeda terlibat dalam elongasi. Daerah sentromer dan telomer dari DNA bereplikasi paling lambat. Selanjutnya. . Seperti halnya pada prokariota. Enzim ini akan meneruskan elongasi replikasi tetapi kemudian segera digantikan oleh DNA polimerase d pada untai pengarah dan DNA polimerase e pada untai tertinggal. Sederetan sekuens tandem yang terdiri atas 20 hingga 50 replikon mengalami inisiasi secara serempak pada waktu tertentu selama fase S. Pola yang semacam ini mencerminkan aksesibilitas struktur kromatin berbeda-beda terhadap faktor inisiasi. Deretan yang mengalami inisasi paling awal adalah eukromatin. DNA harus dilepaskan dari nukleosom pada garpu replikasi sehingga gerakan garpu replikasi akan diperlambat menjadi sekitar 50 pb tiap detik. Baik DNA polimerase d maupun mempunyai fungsi penyuntingan. Dengan kecepatan seperti ini diperlukan waktu sekitar 30 hari untuk menyalin molekul DNA kromosom pada kebanyakan mamalia. Untai pengarah dan masing-masing fragmen untai tertinggal diinisiasi oleh RNA primer dengan bantuan aktivitas primase yang merupakan bagian integral enzim DNA polimerase a.Sebelum melakukan penyalinan. satu atau beberapa DNA helikase dan Ssb yang disebut dengan protein replikasi A atau replication protein A (RP-A) diperlukan untuk memisahkan kedua untai DNA. sedangkan deretan yang agak lambat adalah heterokromatin.

Untuk mengatasi hal ini. Enzim telomerase mengandung molekul RNA pendek. Mesin-mesin tersebut dapat divisualisasikan menggunakan mikroskop dengan melabeli DNA yang sedang bereplikasi. informasi genetik dapat hilang dari DNA. ujung kromosom eukariota (telomer) mengandung beratus-ratus sekuens repetitif sederhana yang tidak berisi informasi genetik dengan ujung 3’ melampaui ujung 5’. Ujung kromosom linier tidak dapat direplikasi sepenuhnya karena tidak ada DNA yang dapat menggantikan RNA primer yang dibuang dari ujung 5’ untai tertinggal. Selain terjadi penggandaan DNA. Pelabelan dilakukan menggunakan analog timidin. coli. RNA ini akan bertindak sebagai cetakan (templat) bagi penambahan sekuens repetitif pada ujung 3’. .Kemampuan DNA polimerase d untuk menyintesis DNA yang panjang disebabkan oleh adanya antigen perbanyakan nuklear sel atau proliferating cell nuclear antigen (PCNA). dan visualisasi DNA yang dilabeli tersebut dilakukan dengan imunofloresensi menggunakan antibodi yang mengenali BUdR. Dengan demikian. yang fungsinya setara dengan subunit b holoenzim DNA polimerase III pada E. yang sebagian sekuensnya komplementer dengan sekuens repetitif tersebut. kandungan histon di dalam sel juga mengalami penggandaan selama fase S. yaitu bromodeoksiuridin (BUdR). Mesin replikasi yang terdiri atas semua enzim dan DNA yang berkaitan dengan garpu replikasi akan diimobilisasi di dalam matriks nuklear.

Urutan asam amino yang menyusun rantai polipeptida itu sesuai dengan urutan kodon yang terdapat di dalam molekul mRNA yang bersangkutan. Fenomena ini diduga sangat penting di dalam proses penuaan sel. Panjang pendeknya mRNA berhubungan dengan panjang pendeknya rantai polipeptida yang akan disusun. RNA merupakan rantai panjang lurus yang berfungsi dalam sintesis protein. sel-sel akan menjadi layu dan mati. Terdapat 3 jenis RNA yaitu: a). mRNA bertindak sebagai pola cetakan pembentuk polipeptida. yang lambat laun akan menyebabkan pemendekan kromosom pada tiap generasi sel. RNA : pelaksana Berbeda dengan DNA. RNA jenis ini merupakan polinukleotida berbentuk pita tunggal linier dan disintesis oleh DNA di dalam nukleus. Selain itu.Hal yang menarik adalah bahwa aktivitas telomerase mengalami penekanan di dalam sel-sel somatis pada organisme multiseluler. mRNA merupakan RNA yang urutan basanya komplementer (berpasangan) dengan salah satu urutan basa rantai DNA. Adapun fungsi utama mRNA adalah membawa kode-kode genetik dari DNA di inti sel menuju ke . kemampuan penggandaan yang tidak terkendali pada kebanyakan sel kanker juga berkaitan dengan reaktivasi enzim telomerase. Ketika pemendekan mencapai DNA yang membawa informasi genetik.

ribosom di sitoplasma. . Gula 5 karbon ribosa. tetapi menempatkan diri di dalam sitoplasma. tidak bercabang. Bagian tRNA yang berhubungan dengan kodon dinamakan antikodon. mRNA ini dibentuk bila diperlukan dan jika tugasnya selesai. dan fleksibel. Fungsi dari RNA ribosom adalah sebagai mesin perakit dalam sintesis protein yang bergerak ke satu arah sepanjang mRNA. Lebih dari 80% RNA merupakan rRNA. molekul rRNA ini mencapai 30-46%. tRNA merupakan RNA terpendek dan bertindak sebagai penerjemah kodon dari mRNA. Struktur RNA(ribosenucleic acid) yaitu: 1. RNA ini berupa pita tunggal. Fungsi lain tRNA adalah mengikat asam-asam amino di dalam sitoplasma yang akan disusun menjadi protein dan mengangkutnya ke ribosom. maka akan dihancurkan dalam plasma. Di dalam ribosom. tRNA (transfer RNA) atau ARNt (ARN transfer) RNA jenis ini dibentuk di dalam nukleus. b). rRNA (ribosomal RNA) atau ARNr (ARN ribosomal) RNA ini disebut ribosomal RNA karena terdapat di ribosom meskipun dibuat di dalam nukleus. c).

dan fungsi lain di tingkat seluler maupun jaringan. perkembangan. Saat menjelang proses transkipsi berjalan. . DNA sebagai media untuk proses transkipsi suatu gen berada di kromosom dan terikat oleh protein histon. Elongasi dimulai dengan pengikatan suatu aminoasil – tRNA pada situs aminoasil. Reaksi inisiasi menghasilkan pengikatan tRNA inisiasi ke situs inisiasi pada mRNA. biasanya didahului oleh sinyal dari luar akan kebutuhan suatu protein atau molekul lain yang dibutuhkan untuk proses pertumbuhan. elongasi (perpanjangan) dan terminasi. yang diawali dengan replikasi DNA. tRNA inisiasi itu mengisi situs peptidil pada ribosom. Basa nitrogen yang persis sama dengan basa nitrogen DNA namun pada mRNA thymine diganti dengan urasil. Sintesis protein memerlukan tiga tahap reaksi yaitu inisiasi. Sedangkan RNA diperlukan dalam sintesis protein sebagai pengantar informasi genetik yang dibawa oleh gen ke tempat sintesis protein dalam sitoplasma. metabolisme. yaitu suatu tempat pengikatan khusus tRNA pada ribosom. Sintesis protein terdiri atas dua tahap yaitu transkipsi dan translasi. Terminasi terjadi bila sinyal untuk berhenti yang terdapat pada mRNA dibaca oleh faktor pembebas protein yang akan mengakibatkan pembebasan rantai polipeptida yang sudah selesai dari ribosom. Gugus fosfat 3. Sebetulnya ribosom adalah suatu enzim yang mengkatalisis pembentukan ikatan-ikatan peptida yang diatur oleh mRNA.2.

ADN sebagai bahan genetis mengendalikan sifat individu melalui proses sintesis protein. Ribosom ini merupakan tempat bagi mRNA di mana mRNA akan terikat. urasil). DNA bertanggungjawab untuk mengkode semua protein. Secara garis besar.Sebelum pembelahan sel. Kode seperti yang disebut di atas diterjemahkan pada suatu struktur yang disebut ribosom yang juga dibuat di dalam inti. Hal ini dapat dilakukan karena pada sitoplasma terdapat kelompok ribosom yang disebut dengan poliribosom. dan organ hingga penampakan . urasil. Ada dua kelompok protein yang dibuat ADN. atau dapat dilakukan pada ribosom yang menempel pada reticulum endoplasma. setiap asam amino di kode oleh satu atau lebih triplet nukleotida. Kode ini dihasilkan dari satu untai DNA melalui proses yang disebut dengan transkripsi. Setiap tRNA memiliki triplet yang akan berikatan dengan urutan nuklotida yang sesuai pada mRNA. Protein struktural akan membentuk sel. DNA di dalam kromosom mengganda sehingga setiap sel anak memiliki kromosom yang sama. yaitu protein struktural dan protein katalis. Sebagai contoh fenil alanin yang terikat pada tRNA yang miliki tiplet AAA (adenin-adenin-adenin) akan berikatan dengan urutan nukleotida yang sesuai pada mRNA yaitu UUU (urasil. Proses ini menghasilkan mRNA yang akan dibawa keluar dari inti untuk selanjutnya diterjemahkan menjadi protein. jaringan. Asam amino untuk sintesis protein akan di bawa ketempat ini oleh RNA transfer (tRNA).

Enzim yang diperlukan untuk transkripsi : Transkripsi dan Translasi : Ribosom : ADN : ARNd. atau kecerdasan seseorang. ARNt. Inilah yang menyebabkan ciri fisik tiap orang berbeda satu sama lain. dan ARNr : Adenosin Tri Phosphat (ATP) . Tahap kedua adalah translasi yaitu penerjemahan kode genetik yang dibawa ARNd oleh ARNt.Bahan sintesis protein . ARNd inilah yang akan membawa kode genetik dari ADN. emosi. Proses sintesis protein dapat dibedakan menjadi dua tahap.Tempat berlangsung . Tahap pertama adalah transkripsi yaitu pencetakan ARNd oleh ADN yang berlangsung di dalam inti sel.Perancang jenis protein . Protein katalis akan membentuk enzim dan hormon yang berpengaruh besar terhadap proses metabolisme. . dan akhirnya berpengaruh terhadap sifat psikis. kepribadian.Pelaksana proses sintesis .fisik suatu individu.Sumber energi .Langkah sintesis protein .

merupakan jenis RNA terkecil molekulnya di dalam sel. Transkripsi adalah bagian dari rangkaian ekspresi genetik (proses penerjemahan informasi genetik dalam bentuk urutan basa menjadi protein). pengantar asam amino ke ribosom. Ini berlaku umum bagi setiap organisme. Sebenarnya. RNA-transfer (RNAt). sehingga terjadi proses pemindahan informasi genetik dari DNA ke mRNA. artinya DNA menyimpan cetak biru bagi segala aktivitas sel. yang berubah hanyalah basa nitrogen timin di DNA yang pada RNA digantikan oleh urasil. Pengertian asli “transkripsi” adalah alih aksara atau penyalinan. menyusun sebagian besar ribosom sebagai mesin pabrik protein. Di sini. Transkripsi Transkripsi merupakan pembentukan/sintesis mRNA dari fragmen salah satu rantai DNA. genetik. 4. DNA melakukan transkripsi . DNA berperan sebagai materi genetik. a. RNA-duta atau RNA-messenger (RNAm). pembawa perintah/informasi 2. RNA-ribosom (RNAr). merupakan jenis RNA terbesar molekulnya di dalam sel.: asam amino : ARN polymerase Pelaksana sintesis protein adalah: 1. 3. yang dimaksud adalah mengubah “teks” DNA menjadi RNA.

yang terletak sebelum gen. Proses transkripsi ini terjadi di dalam inti sel (nukleus). Akibatnya. DNA tetap berada di dalam nukleus. sedangkan hasil transkripsinya dikeluarkan dari nukleus menuju sitoplasma dan melekat pada ribosom. ikatan hidrogen di bagian DNA yang akan disalin terbuka. Jika RNA rusak. Enzim tersebut menempel pada bagian yang disebut promoter. Misalnya pencetak memiliki urutan basa G-A-G-A-C-T. Jadi. mRNA C-U-CU-G-A merupakan hasil kopian dari DNA C-T-C-T-G-A. Salah satu DNA berfungsi sebagai pencetak atau sense. dan merupakan komplemen dari pencetak. Tahapan Transkripsi . maka akan segera diganti dengan hasil kopian yang baru. sementara hasil kopinya ditugaskan untuk melaksanakan pesan-pesan yang dikandungnya dalam proses sintesis protein. transkripsi terjadi di dalam matriks pada mitokondria dan plastida. Pada proses transkripsi. rantai DNA digunakan untuk mencetak rantai tunggal mRNA dengan bantuan enzim RNA polimerase. Namun pada sel tumbuhan. maka mRNA hasil cetakannya C-U-C-U-G-A. Pertama-tama. Karena pencetaknya G-A-GA-C-T.agar gen asli tetap terlindung di dalam inti sel. dua rantai DNA berpisah. yang lain sebagai antisense. dan pasangan komplemen memiliki urutan C-T-C-T-G-A.

Inisiasi (permulaan) Daerah DNA di mana RNA polymerase melekat dan mengawali transkipsi disebut sebagai promotor. ribosom sub unit kecil dan tRNANformil metionin disebut kompleks inisiasi. dan teminasi. Masingmasing tahap akan dijelaskan secara singkat sebagai berikut : 1. Proses ini dimulai dari menempelnya ribosom sub unit kecil ke mRNA. Struktur gabungan antara mRNA. sedang pada eukariot terjadi pada struktur tudung (7mGpppNpN). Pasangan rantai sense yang tidak mencetak RNAm disebut antisense. metionin diubah menjadi Nformil metionin. Selanjutnya ribosom bergeser ke arah 3’ sampai bertemu dengan kodon AUG. yaitu pengenalan promoter. Metionin adalah asam amino yang disandi oleh AUG. Pada eukariot. Rantai DNA yang mencetak RNAm disebut rantai sense/template. Juga menentukan yang mana dari kedua rantai heliks DNA yang akan digunakan sebagai cetakan. Asam amino yang dibawa oleh tRNA awal adalah metionin. Penempelan terjadi pada tempat tertentu yaitu pada 5’AGGAGGU-3’. Sebagian rantai DNA membuka. Suatu promotor menentukan di mana transkipsi dimulai. elongasi. kemudian disusul oleh pembentukan ratai RNA-duta (RNAm).Secara garis besar transkripsi berlangsung dalam empat tahap. Kodon ini menjadi kodon awal. inisiasi. . pada bakteri.

Ribosom terus bergeser agar mRNA lebih masuk. Elongasi (pemanjangan) Saat RNA bergerak di sepanjang DNA. guna membaca kodon II. RNA polymerase bergerak di sepanjang DNA 2. RNA membuka untaian heliks ganda DNA dengan bantuan enzim polimerase. Misalkan kodon III GAG. 2. segera diterjemahkan oleh antikodon CUC sambil . asam amino-asam amino ditambahkan satu per satu pada asam amino pertama (metionin). Nukleotida melekat pada DNA template 3. Strand RNA mengelupas dari DNA 4. Di dalam ribosom. DNA kembali menyatu DNA-nya. metionin yang pertama kali masuk dirangkaikan dengan serine membentuk dipeptida. Pada tahap elongasi dari translasi.kompleks inisiasi terbentuk dengan cara yang lebih rumit yang melibatkan banyak protein initiation factor. membaca kodon III. Ribosom terus bergeser. Misalnya kodon II UCA. sehingga terbentuklah molekul RNA yang akan lepas dari cetakan Tahap Elongasi pada Transkripsi 1. yang segera diterjemahkan oleh tRNA berarti kodon AGU sambil membawa asam amino serine.

Molekul mRNA yang telah melepaskan asam amino akan kembali ke sitoplasma untuk mengulangi kembali pengangkutan asam amino. Molekul rRNA dari sub unit ribosom besar berfungsi sebagai enzim. Pada sel prokariotik. yaitu ketika polimerase mencapai . 3. Terminator yang ditranskripsi merupakan suatu urutan RNA yang berfungsi sebagai kodon terminasi (kode stop) yang sesungguhnya. yang diterjemahkan ke dalam bentuk asam amino guna dirangkai menjadi polipeptida. Terminasi (pengakhiran) Transkripsi mentranskripsi berlangsung urutan DNA sampai yang RNA disebut polimerase terminator. Asam amino glisin dirangkaikan dengan dipeptida yang telah terbentuk sehingga membentuk tripeptida. Demikian seterusnya proses pembacaan kode genetika itu berlangsung di dalam ribobom.membawa asam amino glisin. transkripsi biasanya berhenti tepat pada akhir kodon terminasi. tRNA tersebut masuk ke ribosom. yaitu mengkatalisis pembentukan ikatan peptida yang menggabungkan polipeptida yang memanjang ke asam amino yang baru tiba. Kodon mRNA pada ribosom membentuk ikatan hidrogen dengan antikodon molekul tRNA yang baru masuk yang membawa asam amino yang tepat.

RNA polymerase megenai terminator 2. suatu urutan AAUAAA di dalam mRNA. Hal tersebut disebabkan karena pre-mRNA masih banyak mengandung intron. Oleh karena itu. RNA polymerase melepaskan RNA 3. RNA polymerase meninggalkan DNA Pada eukariotik. artinya mRNA yang belum siap untuk ditranslasi. Tahap Terminasi Pada Transkripsi 1. Proses splicing berguna untuk membuang bagian intron yang secara genetik tidak mengandung informasi terkait . pada sel eukariotik polimerase terus melewati sinyal terminasi. yaitu rangkaian kodon yang tidak bisa diterjemahkan menjadi protein. Pada titik yang jauh kira-kira 10 hingga 35 nukleotida. Sebaliknya. organisme eukariotik memiliki tahapan splicing mRNA. Intron ini sangat banyak pada DNA eukariotik. hasil dari transkripsi di DNA adalah premRNA. mRNA ini dipotong hingga terlepas dari enzim tersebut. Ekson mengandung informasi yang akan diterjemahkan menjadi protein.titik terminasi sambil melepas RNA dan DNA. Bagian yang akan menjadi mRNA matang dinamakan dengan ekson.

Triplet yang terdapat pada ARNd disebut kodon. dan terminasi. Triplet yang terdapat pada ARNt disebut antikodon. kemudian mRNA masuk ke dalam “celah” ribosom. mRNA yang keluar dari nukleus menuju sitoplasma didatangi oleh ribosom. elongasi. Ketika mRNA masuk ke ribosom. Pembacaan dilakukan untuk setiap 3 urutan basa hingga selesai seluruhnya. ribosom “membaca” kodon yang masuk. Inisiasi dan elongasi rantai polipeptida juga membutuhkan sejumlah energi. b.asam amino. suatu molekul yang mirip dengan ATP. Splicing terjadi sebelum mRNA dikeluarkan dari inti sel. sebuah tRNA yang memuat asam amino pertama dari polipeptida. dan dua sub unit ribosom. tRNA. Konsep penting dalam transkripsi: Pasangan tiga basa nitrogen disebut triplet. Energi ini disediakan oleh GTP (guanosin triphosphat). 1. . Semua tahapan ini memerlukan faktorfaktor protein yang membantu mRNA. Inisiasi Tahap inisiasi terjadi karena adanya tiga komponen yaitu mRNA. Triplet yang terdapat pada rantai sense ADN yang mencetak ARNd disebut kodogen. dan ribosom selama proses translasi. TRANSLASI Translasi menjadi tiga tahap (sama seperti pada transkripsi) yaitu inisiasi.

Anti kodon tRNA melekat pada Start Kodon 3. Ketika kodon I terbaca ribosom (misal kodonnya AUG). Elongasi Pada tahap elongasi dari translasi. Dengan demikian. metionin yang pertama kali masuk dirangkaikan dengan serine membentuk dipeptida. Di dalam ribosom. Ribosom terus bergeser agar mRNA lebih masuk. di mana tusuknya adalah “mRNA” dan daging adalah “ribosomnya”. proses pembacaan kodon dapat berlangsung secara berurutan. Sub unit Ribosom besar melekat pada sub unit Ribosom kecil. tRNA masuk ke celah ribosom. Ribosom di sini berfungsi untuk memudahkan perlekatan yang spesifik antara antikodon tRNA dengan kodon mRNA selama sintesis protein. Sub unit Ribosom Kecil melekat pada mRNA 2. . yang segera diterjemahkan oleh tRNA berarti kodon AGU sambil membawa asam amino serine. 2. Sub unit ribosom dibangun oleh protein-protein dan molekul-molekul RNA ribosomal. melainkan beberapa ribosom yang dikenal sebagai polisom membentuk rangkaian mirip tusuk satu. guna membaca kodon II. Tahap Inisiasi Pada Translasi 1.Sebagai catatan ribosom yang datang untuk mebaca kodon biasanya tidak hanya satu. Misalnya kodon II UCA. asam amino-asam amino ditambahkan satu per satu pada asam amino pertama (metionin). tRNA yang membawa antikodon UAC dan asam amino metionin datang.

yaitu mengkatalisis pembentukan ikatan peptida yang menggabungkan polipeptida yang memanjang ke asam amino yang baru tiba. tRNA melekat pada tRNA selanjutnya seiring bergeraknya Ribosom. yang diterjemahkan ke dalam bentuk asam amino guna dirangkai menjadi polipeptida.Ribosom terus bergeser. Asam amino glisin dirangkaikan dengan dipeptida yang telah terbentuk sehingga membentuk tripeptida. membaca kodon III. Molekul rRNA dari sub unit ribosom besar berfungsi sebagai enzim. tRNA tersebut masuk ke ribosom. 2. Demikian seterusnya proses pembacaan kode genetika itu berlangsung di dalam ribobom. Molekul mRNA yang telah melepaskan asam amino akan kembali ke sitoplasma untuk mengulangi kembali pengangkutan asam amino.Kodon pada sisi A Ribosom. Ikatan peptida antara Asam Amino 3. Misalkan kodon III GAG. Tahap Elongasi Pada Translasi 1. Kodon mRNA pada ribosom membentuk ikatan hidrogen dengan antikodon molekul tRNA yang baru masuk yang membawa asam amino yang tepat. . segera diterjemahkan oleh antikodon CUC sambil membawa asam amino glisin. berpasangan dengan anti kodon dari tRNA yang sesuai.

Polipeptida lepas. Triplet basa kodon stop adalah UAA. Penerjemahan terjadi dari urutan basa molekul (yang juga menyusun kodon-kodon setiap tiga urutan basa) mRNA ke dalam urutan asam amino polipeptida. Polipeptida yang dibentuk kemudian “diproses” menjadi protein. Translasi pada mRNA dimulai pada kodon pertama atau kodon inisiasi translasi berupa ATG pada DNA atau AUG pada RNA. Tempat-tempat translsasi ini ialah ribosom. Asam amino yang akan dirangkaikan dengan asam amino lainnya dibawa oleh tRNA. elongasi (pemanjangan) dan terminasi (penyelesaian). Banyak asam amino yang dapat disandikan oleh lebih dari satu kodon. Terminasi Tahap akhir translasi adalah terminasi. Proses translasi dirangkum dalam tiga tahap. Elongasi berlanjut hingga kodon stop mencapai ribosom.3. UAG. tRNA tanpa Asam Amino melekat pada stop kodon 3. Komponen Ribosom lepas. yaitu inisiasi. Pada proses pemanjangan . Tahap Terminasi Pada Translasi 1. dan UGA. Setiap asam amino akan dibawa oleh tRNA yang spesifik ke dalam kompleks mRNA-ribosom. Kodon stop tidak mengkode suatu asam amino melainkan bertindak sinyal untuk menghentikan translasi. partikel kompleks yang memfasilitasi perangkaian secara teratur asam amino menjadi rantai polipeptida. 4. Ribosom sampai pada stop kodon 2.

Translasi prokariot dan eukariot Walaupun mekanisme dasar trskripsi dan translasi serupa untuk prokariot dan eukariot. Pengikatan ribosom ke mRNA membutuhkan situs yang spesifik. Proses penyelesaian ditandai denga bertemunya ribosom dengan kodon akhir pada mRNA. Sebaliknya. Transkripsi dan translasi dipasangkan dengan ribosom menempel pada ujung depan molekul mRNA sewaktu transkripsi masih terus berlangsung. Karena bakteri tidak memiliki nukleus (inti sel).ribosom akan bergerak terus dari arah 5'3P ke arah 3'OH sepanjang mRNA sambil merangkaikan asam-asam amino. DNA-nya tidak tersegregasi dari ribosom dan perlengkapan pensintesis protein lainnya. . Transkripsi terjadi di dalam inti sel dan mRNA dikirim ke sitoplasma tempat translasi terjadi. terdapat suatu perbedaan dalam aliran informasi genetik di dalam sel tersebut. dalam sel eukariot selubung nukleus atau membran inti memisahkan transkripsi dari translasi dalam ruang dan waktu.

Sintesis protein adalah proses pembentukan protein dari monomer peptida yang diatur susunannya oleh kode genetik. Ribosom sebagai tempat sintesis protein. 2. sekaligus merupakan mesin . Sintesis protein dimulai dari anak inti sel. sitoplasma dan ribosom.BAB PENUTUP Kesimpulan III : 1.

4. tRNA. dan ribosom selama proses translasi. Translasi menjadi tiga tahap (sama seperti pada transkripsi) yaitu inisiasi. obat. 5. dan terminasi. merupakan bagian dari rangkaian ekspresi genetik (proses penerjemahan informasi genetik dalam bentuk urutan basa menjadi protein). Ribosom mempunyai komposisi 60% rRNA dan 40% protein basa. Komposisi basa dalam rRNA agak berbeda dengan susunan gugus basa dalam DNA secara menyeluruh rRNA dalam gugus nukleat-nya terdapat . Terutama sinyal kimiawi. Sintesis protein dibagi dalam 3 tahap protein. yang tersusun secara rumit oleh lebih dari 50 jenis protein yang berbeda. dikontrol oleh fragmen DNA tertentu dalam suatu utas da ini dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor luar. Inisiasi dan elongasi rantai polipeptida juga membutuhkan sejumlah energi. Semua tahapan ini memerlukan faktorfaktor protein yang membantu mRNA. virus.yang mengatur dan memilih komponen-komponen yang terlibat dalam sintesis 3. elongasi. • Transkripsi. • Translasi adalah proses penerjemahan urutan nukleotida atau kodon yang ada pada molekul mRNA menjadi rangkaian asam-asam amino yang menyusun suatu polipeptida atau protein. dan pencemaran bahan kimia. suatu molekul yang mirip dengan ATP. yaitu : • Replikasi. Replikasi dimulai dari titik replikasi dan arahnya menurut 5’-3’. Energi ini disediakan oleh GTP (guanosin triphosphat).

A. Jane B. Lubert. 2007.. DAFTAR PUSTAKA Campbell. Jakarta: Biokimia. Biologi Sel.R.M. dan Lawrence G. Bandung : CV Angkasa . 2000. Biologi Jilid 1. Jakarta : Erlangga EGC Subowo. 2002.gugus metil yang diduga untuk mencegah agar jangan sampai molekul tRNA dan rRNA dipakai sebagai pola dalam sintesis protein. N. edisi kelima. Stryer.

com/2010/03/30/kode-genetika/ http://gurungeblog.html http://www.html .org/wiki/Replikasi_DNA http://heart-rifna.wikipedia.com/2011/03/replikasi-dna.scribd. 2005. Dasar-dasar Biokimia Jilid 3. Triwibowo. Jakarta : Erlangga http://denydendhi. Biologi Molekuler.com/doc/40154876/Tahapan-Sintesis-Protein http://desybio. Jakarta : Erlangga Yuwono.com/2012/03/sintesis-protein.wordpress.com/2008/11/15/kode-genetik/ http://id.wikipedia. 1982.blogspot.blogspot.wordpress.org/wiki/Ribosom http://id.Thenawijaya Maggy.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful