PENERAPAN METODE PROFILE MATCHING UNTUK MENENTUKAN KELAYAKAN PEMBERIAN KREDIT SEPEDA MOTOR

SKRIPSI

Oleh

Hermanto Undjila
531408033

PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO JULI 2012

i

PENERAPAN METODE PROFILE MATCHING UNTUK MENENTUKAN KELAYAKAN PEMBERIAN KREDIT SEPEDA MOTOR

SKRIPSI
Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh Gelar Sarjana pada Program Studi Sistem Informasi

Oleh

Hermanto Undjila
531408033

PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO JULI 2012

ii

iii

iv .

v .

Bapak dan Ibu… sebagai tanda bakti. dukungan. Teruntukmu kasih… Zein Badaru yang telah menemaniku dari awal ku kuliah sampai ku selesai dan terimakasih atas dukungan serta suka dukanya selama ini. serta k’Tian dan kedua Adikku Fitri dan Irma yang telah memberikan dukungan dan kasih sayang selama ini . Saudaraku… almarhum kakak tertuaku yang tak sempat kulihat dan melihatku. vi . hormat dan rasa terima kasih yang sebesarbesarnya telah memberikan kasih sayang. canda dan tawa yang dapat menghilangkan kejenuhanku. Teman-temanku… Mahasiswa Sistem Informasi angkatan 2008 yang telah memberikan bantuan dan motivasi serta pengetahuan dalam penyelesaian skripsi in. Sahabat-Sahabatku…Anak-anak aspag yang selalu memberikan keceriaan.MOTTO DAN PERSEMBAHAN MOTTO Berjuang Sampai Detik Terakhir PERSEMBAHAN Kupersembahkan karya sederhana ini untuk orang yang kusayangi dan kucintai. bimbingan.dan do’a yang tiada hentinya.

vii . 5. Adapun tujuan penyusunan skripsi ini untuk memenuhi salah satu syarat dalam menyelesaikan studi strata satu (S1) di Program Studi Sistem Informasi Teknik Informatika Universitas Negeri Gorontalo.Kom. Bapak Agus Lahinta. S. Tanpa bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. MT dan Bapak Dian Novian. M.Kom. Seluruh Staf Pengajar Teknik Informatika Universitas Negeri Gorontalo. Bapak Mukhlisulfatih Latief. Oleh karena itu pada kesempatan ini diucapkan terima kasih kepada: 1. yang telah membagi pengetahuannya selama proses perkuliahan. ST.. yang telah meluangkan waktu dan mengarahkan selama penyusunan skripsi ini. Rawiyah Husnan. M. Ibu Ir.Kom. S. skripsi ini tidak dapat diselesaikan dengan baik. MT selaku Dekan Fakultas Teknik. 2. Bapak Arip Mulyanto. MT selaku pembimbing skripsi.KATA PENGANTAR Puji dan syukur kepada Allah SWT. karena atas berkat dan rahmat-Nya sehingga skripsi dengan judul “Penerapan Metode Profile Matching Untuk Menentukan Kelayakan Pemberian Kredit Sepeda Motor” ini dapat diselesaikan dengan baik.Kom selaku Ketua Jurusan Teknik Informatika yang telah memfasilitasi selama perkuliahan berlangsung hingga terselesaikannya penulisan skripsi ini. 4. S.Kom selaku Kepala Program Studi Sistem Informasi yang telah memberikan arahan dan petunjuk dalam penyusunan skripsi ini.. 3.

7. Juli 2012 Penulis viii . Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini masih terdapat banyak kekurangan. Keluarga tercinta dan kawan-kawan yang telah membantu secara moril maupun materil selama perkuliahan dan penyusunan skripsi ini. 8. yang telah membantu urusan administrasi selama proses perkuliahan dan penyusunan skripsi ini. Semoga skripsi ini memberikan manfaat dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Staf perusahaan PT Suzuki Finance Kota Gorontalo.6. Seluruh Staf Administrasi Teknik Informatika Universitas Negeri Gorontalo. yang telah membantu kelancaran proses penelitian. sehingga saran dan koreksi sangat dibutuhkan dalam proses penyempurnaannya. Gorontalo.

Kemudian nilai profil yang dimiliki oleh seorang nasabah akan dicocokan dengan nilai profil pencapaian yang telah ditentukan. Adapun manfaat yang diperoleh dengan adanya sistem ini yaitu membantu pihak perusahaan dalam menentukan pemberian kelayakan kredit. Hasil dari proses ini berupa perangkingan yang dapat dijadikan rekomendasi bagi pihak pengambil keputusan untuk menentukan nasabah yang layak untuk menerima kredit. Kata Kunci :sistem pendukung keputusan. Untuk itu diperlukan suatu aplikasi sistem pendukung keputusan yang bertujuan menganalisa nasabah yang layak mendapatkan kredit.INTISARI Penentuan kelayakan pemberian kredit sepeda motor sering kali kurang tepat sehingga mengakibatkan resiko kredit macet yang dilakukan oleh nasabah. Nasabah yang mengajukan kredit akan dinilai berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditentukan oleh perusahaan. penentuan kelayakan penerima kredit ix . profile matching. Profil matching merupakan suatu metode sistem pendukung keputusan yang dapat digunakan dalam sistem ini.

Keywords: support system of the decision. It is required a support system application that aims to analyze the customers who deserve to get credit. The result of this process is a ranking that can be used as recommendations for the company to determine the appropriate customers to receive credit. Profile Matching is a support method system of the decision that use in this system.ABSTRACT Determining the feasibility of giving credit of motorcycles often inaccurate. determining the feasibility of giving credit x . Then the value of the profile that is owned by a customer will be matched with the achievement of a predetermined profile. Profile matching. The benefit of this application system is helping the company in determining the feasibility of giving loans credit. it is resulting in the risk of bad loans made by the customers. The customers who apply for credit will be assessed on the criteria set by the company.

....................................... ix ABSTRACT ................................................... Ruang Lingkup Penelitian .......................... 1....................... 2...................................................................xiv BAB I PENDAHULUAN ...................................................... 4 B...................................................................... Sistem Pendukung Keputusan ........................ Metode Penelitian ..................................................................................... iii HALAMAN PERSETUJUAN ............................................. 13 15 15 15 16 17 19 20 20 20 22 BAB III METODOLOGI PENELITIAN................ A................... xi DAFTAR TABEL .................. 4 A..............................................................................................................................................xiv DAFTAR LAMPIRAN .................... Jadual Penelitian ..................................... E................................... vi KATA PENGANTAR ......................................................................... vii INTISARI ..................................................................................................................... A............................................................................................. D................................................................ Tujuan Penelitian ..................................................................................................................... Struktur Organisasi PT Suzuki Finance . 1 1 2 2 3 3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA ...... B........................................... Teknik Pengumpulan Data ............... x DAFTAR ISI ..... ii HALAMAN PERNYATAAN ........................................... 13 D.................................................................................................................................... C.................................................. 9 C............................... A. Sejarah PT Suzuki Finance ....................................... v HALAMAN MOTTO DAN PESEMBAHAN ........ Latar Belakang................ i HALAMAN JUDUL .................................................................................................. E...................................................................................................................................................................xiii DAFTAR GAMBAR ........... xi ..................................................................................................... Manfaat penelitian ... B....................... Objek Penelitian ....................................................................................................................... Tahapan Penelitian ................................................................. Gambaran Umum Organisasi .......................................................... BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ................................ Penelitian Terkait........ Rumusan Masalah ....... Kelayakan Penerimaan Kredit .............................. D....DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL ........ Metode Profile Matching ...................................................... C....................................................... iv HALAMAN PENGESAHAN ....

............................................ Perangkingan ........................ 5.................. Pengelompokan Core Factor dan Secondary Factor ...................... a...... b..... 23 23 24 24 25 26 26 31 32 33 34 34 35 36 38 38 41 45 50 51 54 54 54 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN xii ................................. E.............................. B................................. Analisis Kebutuhan Output .......................... Hasil Pembahasan ................................ 3.................................. 2.. Pengujian Sistem ......................... 2..... Relasi Tabel ............................................ Antarmuka Sistem .............. PENUTUP ................................... Perancangan Sistem ......................... Analisis Kebutuhan Input ...................................................... Analisis Kebutuhan..... Pembobotan ......................................... Flowchart Sistem............................................. 4................................. Implementasi Sistem.. 3............................... 1.............. 1...................... A....................................................... Deskripsi Sistem ............................ 1........................................................................................................................... Struktur Basis Data ................. 2....................... D....................................... Kesimpulan ............................................................. Analisis Sistem ............................. C.......................................................................................................................................BAB V B... Pemetaan Gap Kompetensi ............... 4..................................................... F.................................... Perhitungan Nilai Total .................. Saran .................. 3. Diagram Alir Data ............................................................... Analisis Proses Sistem ............................ 5.........................................................................

.............1 Kriteria Purphose ..... Tabel 4.............................................................................. Tabel 3...................................... Tabel 4.............21 Struktur Tabel Bobot ............................................................................................................................................ Tabel 4..............DAFTAR TABEL Tabel 2............... Tabel 4.............. Tabel 4.....13 Pembobotan Nilai Gap ..................9 Kriteria Cek Lingkungan .... 10 19 27 27 27 28 28 28 29 29 29 30 30 31 31 33 34 35 36 38 39 39 39 40 40 40 51 xiii ............................................................................................................................................ Tabel 4...........................................................22 Struktur Tabel Hasil ..........................8 Kriteria Colectibility ....................................15 Perhitungan Nilai Total ...........................6 Kriteria Condition ...................... Tabel 4..... Tabel 4......................................18 Struktur Tabel Nasabah .............................................................................16 Perangkingan ............20 Struktur Tabel Survey ....................................................................... Tabel 4................................................................. Tabel 4.................................................... Tabel 4...................... Tabel 4..1 Jadual Penelitian .............................. Tabel 4..................................................................................................12 Bobot Nilai Gap ............................................25 Hasil Pengujian Blackbox ....................................................................... Tabel 4.........................2 Kriteria Character ..................1 Bobot Nilai Gap ............ Tabel 4.....................24 Struktur Tabel User ..............................11 Perhitungan Gap Kompetensi ................5 Kriteria Collateral ..........................3 Kriteria Capacity .... Tabel 4................................................................ Tabel 4............................................17 Identifikasi external entity ................................................................................................................................................................... Tabel 4..........................23 Struktur Tabel Coreseco.....10 Nilai Profil Pencapaian .... Tabel 4.....4 Kriteria Capital ...................................................... Tabel 4................19 Struktur Tabel Kriteria .................7 Kriteria Continuity ................................... Tabel 4.............................14 Pengelompokan Core Factor dan Secondary Faktor ... Tabel 4...... Tabel 4................................... Tabel 4...................................................... Tabel 4...........

................ Gambar 4.............. Gambar 4.................................................................................4 Diagram Level 0 ..........DAFTAR GAMBAR Gambar 2.............18 Implementasi Menu Survey Nasabah .... Gambar 4..........1 Struktur Organisasi PT Suzuki Finance ....... Gambar 4...............................20 Implementasi Menu Data Kriteria ............. Gambar 4...................................................... Gambar 4........ Gambar 4............... Gambar 4................................................................... Gambar 4...........................24 Laporan Hasil Akhir ...........16 Implementasi Menu Utama Admin ................................................14 Rancangan Menu Edit Akun ...........................6 Rancangan Menu Login .............................................. Gambar 4......... Gambar 4.........................................................3 Diagram Konteks...................................... Gambar 4................................ Gambar 4......... Gambar 4..12 Rancangan Menu Sistem Pendukung Keputusan ... Gambar 4...............19 Implementasi Menu Utama Pengambil Keputusan ............. Gambar 4.... Gambar 4........ Skematik Sistem Pendukung Keputusan .....................1..................... Gambar 4........15 Implementasi Menu Login ....... Gambar 4.....................................2 Flowchart Sistem ............................. 7 22 35 36 37 38 41 41 42 42 43 43 44 44 45 46 46 47 47 48 48 49 49 50 53 xiv ...17 Implementasi Menu Formulir Pendaftaran Nasabah .............................................22 Implementasi Menu Laporan ..............21 Implementasi Menu Sistem Pendukung Keputusan ..............................5 Diagram Relasi Tabel ................... Gambar 4.........................10 Rancangan Menu Utama Pengambil Keputusan ................................................................................ Gambar 4.............................................................................23 Implementasi Edit Akun.........8 Rancangan Menu Formulir Pendaftaran Nasabah .......7 Rancangan Menu Utama Admin .................... Gambar 4............9 Rancangan Menu Survey Nasabah ..................................................................13 Rancangan Laporan ....11 Rancangan Menu Data Kriteria ................................ Gambar 4...... Gambar 4...............................

.......... Lampiran-3 Foto Kegiatan Penelitian Skripsi ... Lampiran-4 Curriculum Vitae ................................................................................................................................ Lampiran-2 Teknik Analisa Credit Analyst ...................DAFTAR LAMPIRAN Lampiran-1 Permohonan Permintaan Data ........... 58 60 61 63 xv .........................................................................

Hal ini terbukti dengan banyaknya pengguna sepeda motor baik didaerah perkotaan ataupun pedesaan. Latar Belakang Di era globalisasi saat ini menuntut seluruh masyarakat untuk dapat beraktifitas secara cepat. Metode ini dilakukan dengan 1 . Perusahaan memberikan kredit sepeda motor dengan ketentuan kriteria-kriteria yang harus dicapai oleh calon nasabah. Kebutuhan akan sarana yang dapat memenuhi tuntutan itu sangat diperlukan. Kesalahan yang dilakukan oleh pihak perusahaan dalam proses penentuan kelayakan pemberian kredit dapat mengakibatkan terjadi resiko kredit macet sehingga perusahaan harus menarik kembali sepeda motor dari nasabah.BAB I PENDAHULUAN A. Dengan adanya sistem kredit ini jumlah nasabah yang mengajukan kredit sepeda motor semakin bertambah dan menyebabkan pihak perusahaan mengalami kesulitan dalam pengelolaan datanya. Metode profile matching dapat membandingkan antara kompetensi yang dimiliki nasabah dengan kompetensi yang ditentukan oleh perusahaan sehingga diperoleh perbedaan kompetensinya atau disebut gap. Dalam mendapatkan sepeda motor masyarakat telah ditawarkan dengan berbagai kemudahan yaitu diantaranya dengan sistem kredit. Seperti diketahui kenderaan bermotor saat ini bukan lagi merupakan barang mewah tetapi menjadi suatu kebutuhan masyarakat yang digunakan sebagai alat bantu dalam beraktifitas. Untuk dapat mengatasi masalah yang terjadi dalam perusahaan tersebut maka dibutuhkan suatu teknologi komputer melalui penerapan metode profile matching.

kemudian dilanjutkan dengan proses perangkingan yang akan menyeleksi alternatif terbaik dari sejumlah alternatif yang ada.2 menentuan nilai bobot untuk setiap kriteria. yaitu : a. Apakah dengan adanya penerapan metode profile matching ini dapat mempercepat proses penentuan kelayakan pemberian kredit serta mengurangi resiko kredit macet yang dilakukan oleh nasabah? C. Ruang Lingkup Penelitian Dari penelitian yang dilakukan maka penulis membatasi ruang lingkup penelitian. Kriteria yang digunakan dalam penentuan kelayakan pemberian kredit. Sehingga dapat mengurangi resiko kredit macet yang dilakukan oleh nasabah. Character c. Rumusan Masalah Dari latar belakang diatas. 2. B. yaitu : 1. Capacity . Purpose b. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan maka penulis bermaksud untuk melakukan penelitian dengan judul : Penerapan metode profile matching untuk menentukan kelayakan pemberian kredit sepeda motor. maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut : 1. Bagaimana penerapan metode profile matching untuk menentukan kelayakan pemberian kredit sepeda motor? 2. Penelitian dilakukan di PT Suzuki Finance.

Collateral f. 3. Cek Lingkungan D. Membuat aplikasi sistem pendukung keputusan untuk penentuan kelayakan pemberian kredit sepeda motor.3 d. Bagi penulis dapat menambah wawasan tentang sistem pengambilan keputusan khususya pengetahuan tentang metode profile matching. Continuity h. . Collectibility i. E. Manfaat penelitian Manfaat yang diperoleh dari penelitian ini adalah : 1. 2. Bagi perusahaan diharapkan dapat menerapkan sistem ini guna membantu pihak perusahaan dalam penentuan kelayakan pemberian kredit sepeda motor sesuai kriteria yang ditentukan. Condition g. Menganalisis kebutuhan kriteria yang harus dipenuhi oleh nasabah untuk penentuan pemberian kelayakan kredit sepeda motor. Capital e. Tujuan Penelitian Tujuan yang akan dicapai dari penelitian ini adalah : 1. Mengidentifikasi masalah kelayakan pemberian kredit sepeda motor. 2.

Sistem Pendukung Keputusan 1. pemodelan dan manipulasi data. Senada dengan pakar lainnya Turban dkk (2005) mendefinisikan sistem pendukung keputusan sebagai sekumpulan prosedur berbasis model untuk data pemrosesan dan penilaian guna membantu para manajer mengambil keputusan. 4 . Definisi Sistem Pendukung Keputusan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) adalah sistem berbasis komputer interaktif. 2005).BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Sistem itu digunakan untuk membantu pengambilan keputusan dalam situasi yang semiterstruktur dan situasi tidak terstruktur. yang membantu para pengambil keputusan untuk menggunakan data dan berbagai model untuk memecahkan masalah-masalah tidak terstruktur (Turban dkk. Dari beberapa definisi diatas dapat dikatakan bahwa sistem pendukung keputusan adalah suatu sistem informasi spesifik yang ditujukan untuk membantu dalam pengambilan keputusan berkaitan dengan persoalan yang bersifat semiterstruktur. dimana tak seorang pun tahu secara pasti bagaimana keputusan seharusnya dibuat. Menurut Kusrini (2007) mendefinisikan sistem pendukung keputusan merupakan sistem informasi interaktif yang menyediakan informasi.

Dukungan untuk pengambilan keputusan. c. dapat menghadapi perubahan kondisi secara cepat dan dapat mengadaptasikan Decision Support System (DSS) untuk memenuhi perubahan tersebut. Keputusan dapat dibuat satu kali. desain. Dibawah ini merupakan karakteristik dan kapabilitas sistem pendukung keputusan (Turban. f. Karakteristik dan Kapabilitas Sistem Pendukung Keputusan Sistem pendukung keputusan dirancang secara khusus untuk mendukung seseorang yang harus mengambil keputusan-keputusan tertentu. beberapa kali atau berulang (dalam interval yang sama). Dukungan diberbagai proses dan gaya pengambilan keputusan. Dukungan untuk semua level manajerial. dan implementasi. pilihan.5 2. g. 2005) : a. b. Dukungan di semua fase proses pengambilan keputusan: intelegensi. dengan menyertakan penilaian manusia dan informasi terkomputerisasi. Pengambilan keputusan seharusnya reaktif. . dari eksekutif puncak sampai manajer lini. d. Adaptivitas sepanjang waktu. Masalah yang kurang terstruktur sering memerlukan keterlibatan individu dari departemen dan tingkat organisasi yang berbeda atau bahkan dari organisasi lain. terutama pada situasi semiterstruktur dan tak terstruktur. e. dkk. Dukungan untuk keputusan independen dan atau sekuensial. Dukungan untuk individu dan kelompok.

Pengguna merasa seperti di rumah. Sistem yang lebih besar dapat dibangun dengan bantuan ahli sistem informasi. Komponen Sistem Pendukung Keputusan Menurut Hermawan (2005) Sistem Pendukung Keputusan terdiri atas tiga komponen penting. kapabilitas grafis yang sangat kuat dan antarmuka manusia-mesin interaktif dengan satu bahasa alami dapat sangat meningkatkan keefektifan DSS. Peningkatan terhadap keefektifan pengambilan keputusan (akurasi. 3. subsistem manajemen model dan antarmuka pengguna. j. yaitu subsistem manajemen data. Biasanya model-model digunakan untuk menganalisis situasi pengambilan keputusan. Perangkat lunak On-Line Analitycal Processing (OLAP) dalam kaitannya dengan data warehouse membolehkan pengguna untuk membangun DSS yang cukup besar dan kompleks. . i. timeliness. Pengguna akhir dapat mengembangkan dan memodifikasi sendiri sistem sederhana. kualitas) ketimbang pada efisiensinya (biaya pengambilan keputusan). Kontrol penuh oleh pengambil keputusan terhadap semua langkah proses pengambilan keputusan dalam memecahkan suatu masalah.6 h. Ramah-pengguna. l. k.

2005) : Gambar 2. Perangkat lunak ini sering disebut Model Based Management System (MBMS) dan tepat di implementasikan pada sistem pengembangan web untuk berjalan pada server aplikasi. statistik. Subsistem manajemen model merupakan paket perangkat lunak yang menyimpan model keuangan. Skematik Sistem Pendukung Keputusan Subsistem sistem pendukung keputusan pada Gambar 2. ilmu manajemen. atau model kuantitatif lainnya yang memberikan kemampuan analitik yang tepat. Subsistem manajemen data berisi data yang relevan untuk suatu situasi dan dikelola oleh Database Management System (DBMS).1. Subsistem ini dapat di interkoneksikan dengan data warehouse perusahaan yang relevan untuk pengambilan keputusan.1 dijelaskan sebagai berikut: a. b.7 Berikut adalah gambaran tiga komponen utama dalam sistem pendukung keputusan (Hermawan. .

h. Komputer memungkinkan para pengambil keputusan untuk melakukan banyak komputasi secara cepat dengan biaya rendah. c. Komputer bisa meningkatkan kualitas keputusan yang dibuat. Peningkatan produktifitas. d. . b. Tujuan Sistem Pendukung Keputusan Menurut Kusrini (2007). g. terutama para pakar bisa sangat mahal. Subsistem antarmuka pengguna merupakan dukungan komunikasi antara sistem dengan pengguna.8 c. Membantu manajer dalam pengambilan keputusan atas masalah semiterstruktur. Berdaya saing. Kecepatan komputasi. Pendukung terkomputerisasi bisa mengurangi ukuran kelompok dan memungkinkan para anggotanya untuk berada di berbagai lokasi yang berbeda-beda (menghemat biaya perjalanan). Meningkatkan efektivitas keputusan yang diambil lebih dari perbaikan efisiensinya. Dukungan kualitas. Memberikan dukungan atas pertimbangan manajer dan bukannya dimaksudkan untuk mengganti fungsi manajer. 4. f. Mengatasi keterbatasan kognitif dalam pemrosesan dan penyimpanan. tujuan sistem pendukung keputusan adalah: a. Web browser menjadi salah satu antarmuka yang menampilkan dalam bentuk grafis dan interaktif dengan pengguna. Membangun satu kelompok pengambil keputusan. e.

2011). Adapun inputan dari proses pembobotan ini adalah selisih dari profil karyawan dan profil jabatan. Berikut adalah beberapa tahapan dan perumusan perhitungan dengan metode profile matching (Kusrini. bukannya tingkat minimal yang harus dipenuhi atau dilewati. akan ditentukan bobot nilai masing-masing aspek dengan menggunakan bobot nilai yang telah ditentukan bagi masing-masing aspek itu sendiri. Dalam proses profile matching secara garis besar merupakan proses membandingkan antara nilai data aktual dari suatu profile yang akan dinilai dengan nilai profil yang diharapkan. sehingga dapat diketahui perbedaan kompetensinya (disebut juga gap). Pembobotan Pada tahap ini. Metode Profile Matching Menurut Kusrini (2007) metode profile matching atau pencocokan profil adalah metode yang sering digunakan sebagai mekanisme dalam pengambilan keputusan dengan mengasumsikan bahwa terdapat tingkat variabel prediktor yang ideal yang harus dipenuhi oleh subyek yang diteliti.9 B. .2007) : 1. semakin kecil gap yang dihasilkan maka bobot nilainya semakin besar (Handojo.

a. .5 4 3. kemudian tiap kriteria dikelompokan lagi menjadi dua kelompok yaitu core factor dan secondary factor. Core Factor (Faktor Utama) Core factor merupakan aspek (kompetensi) yang paling menonjol/paling dbutuhkan oleh suatu jabatan yang diperkirakan dapat menghasilkan kinerja optimal. Pengelompokan Core dan Secondary Factor Setelah menentukan bobot nilai gap kriteria yang dibutuhkan.10 Dalam penentuan peringkat pada aspek kapasitas intelektual.5 1 Keterangan Kompetensi sesuai dengan yang dibutuhkan Kompetensi individu kelebihan 1 tingkat / level Kompetensi individu kurang 1 Tingkat/level Kompetensi individu Kelebihan 2 Tingkat/level Kompetensi individu kurang 2 Tingkat/level Kompetensi individu kelebihan 3 Tingkat/level Kompetensi individu kurang 3 Tingkat/level Kompetensi individu kelebihan 4 Tingkat/level Kompetensi individu kurang 4 Tingkat/level 2.1 Bobot Nilai Gap No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Selisih Gap 0 1 -1 2 -2 3 -3 4 -4 Bobot Nilai 5 4. sikap kerja dan perilaku untuk jabatan yang sama pada setiap gap.5 2 1. diberikan bobot nilai sesuai dengan tabel berikut : Tabel 2.5 3 2.

Untuk menghitung secondary factor digunakan rumus : NSI = Keterangan : NSI = Nilai rata-rata secondary factor aspek kapasitas intelektual NS = Jumlah total nilai secondary factor aspek kapasitas intelektual IS = Jumlah item secondary factor Rumus diatas adalah rumus untuk menghitung core factor dan secondary factor dari aspek kapasitas intelektual. Secondary factor (Faktor Pendukung) Secondary factor adalah item-item selain aspek yang ada pada core factor.11 Untuk menghitung core factor digunakan rumus : NCI = Keterangan : NCI = Nilai rata-rata core factor aspek kapasitas intelektual NC = Jumlah total nilai core factor aspek kapasitas intelektual IC = Jumlah item core factor b. ∑ ∑ ∑ ∑ . Rumus diatas juga digunakan untuk menghitung core factor dan secondary factor dari aspek sikap kerja dan perilaku.

Untuk menghitung nila total dari masing. Perhitungan Nilai Total Dari perhitungan core factor dan secondary factor dari tiap-tiap aspek. Penentuan mengacu rangking pada hasil perhitungan yang ditujukan pada rumus dibawah ini : Rangking = 20% NKI + 30% NSK + 50% NP Keterangan : NKI NSK NP = Nilai Kapasitas Intelektual = Nilai Sikap Kerja = Nilai Perilaku . kemudian dihitung nilai total dari tiap-tiap aspek yang diperkirakan berpengaruh pada kinerja tiap-tiap profile.masing aspek.12 3. digunakan rumus : N = (X) % NCI +(X) % NSI Keterangan : N NCI NSI = Nilai Total Tiap Aspek = Nilai Core Factor = Nilai Secondary Factor (X)% = Nilai Persentase 4. Perangkingan Hasil akhir dari proses profile matching adalah rangking dari kandidat yang diajukan untuk mengisi suatu jabatan/posisi tertentu.

13 C. dengan judul Penerapan Gap Analysis Pada Pengembangan Sistem Pendukung Keputusan Penilaian Kinerja Karyawan (Studi Kasus PT. 4. Kelayakan menerima kredit ini merupakan evaluasi terhadap nasabah secara keseluruhan. Kelayakan menerima kredit ini membandingkan realita nyata dengan standar yang ada pada perusahaan. Kelayakan Penerimaan Kredit Menurut Mangkepe (2004) kelayakan penerimaan kredit seorang nasabah mutlak harus dilakukan untuk mengetahui kemampuan seorang nasabah dalam memenuhi kewajibannya membayar tagihan apabila permohonan kredit nasabah tersebut disetujui. Dalam penelitian ini penerapan Metode gap digunakan di bidang pengelolaan jenjang karir karyawan . Kelayakan menerima kredit ini menentukan kebijakan selanjutnya. Penelitian Terkait Penelitian sebelumnya sudah dilakukan Muchsam. Pada dasarnya penilaian kelayakan menerima kredit itu terbagi beberapa definisi sebagai berikut : 1. XYZ). 2. 3.dkk (2011). Kelayakan menerima kredit ini dilakukan oleh manajer. Kelayakan menerima kredit ini pada dasarnya merupakan suatu proses mengestimasi dan menentukan nilai kelayakan seorang nasabah menerima kredit. D.

Berdasarkan penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Penggunaan metode ini diupayakan dapat memberikan hasil terbaik dalam penentuan kelayakan pemberian kredit dengan membandingkan nilai nasabah dari setiap kriteria-kriteria penilaian calon nasabah dengan nilai yang harus dicapai sesuai ketetapan pihak perusahaan.14 agar dapat mempermudah dan mempercepat proses penilaian terhadap karyawan bagi penentuan pengembangan karir. Dan dari hasil uji program tersebut menunjukkan bahwa sistem pendukung keputusan ini sudah dapat menentukan kelayakan kredit nasabah dengan baik. Saputra (2009) dalam penelitiannya tentang Sistem Pendukung Keputusan Kelayakan Pemberian Kredit Nasabah Dengan Metode AHP (Analytical Hierarchy Process) Di PT BPRS Bumi Rinjani Batu. . Sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pembiayaan tetap terjaga dari pembiayaan yang bermasalah serta resiko kerugian maka dirancang sebuah aplikasi sistem pendukung keputusan (SPK) menggunakan metode AHP yang mampu memberikan keputusan kelayakan kredit kepada calon nasabah. maka penulis akan melakukan sebuah penelitian berbeda yaitu menentukan kelayakan pemberian kredit sepeda motor dengan menggunakan metode profile matching.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. 2008) : 1. maupun random (rambang). Objek penelitian dalam hal ini adalah penentuan kelayakan pemberian kredit sepeda motor yang dilakukan di PT Suzuki Finance. Penelitian ini memusatkan diri pada pengontrolan variansi. untuk memaksimalkan variansi variabel yang berkaitan dengan hipotesis penelitian. 3. baik dengan menetapkan kontrol. Menurut Ardhana (2008). Karakteristik penelitian eksperimen yaitu sebagai berikut (Ardhana. memanipulasi langsung. Objek Penelitian Objek penelitian adalah sesuatu yang akan menjadi pusat penelitian. Variabel-veniabel penelitian dan kondisi eksperimental diatur secara tertib ketat (rigorous management). penelitian eksperimen bertujuan untuk menyelidiki hubungan sebab akibat (cause and effect relationship). dengan cara mengekspos satu atau lebih kelompok eksperimental dan satu atau lebih kondisi eksperimen. Hasilnya dibandingkan dengan satu atau lebih kelompok kontrol yang tidak dikenai perlakuan. 15 . Adanya kelompok kontrol sebagai data dasar (base line) untuk dibandingkan dengan kelompok eksperimental. B. 2. Metode Penelitian Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen.

kecuali variabel perlakuan yang secara sengaja dimanipulasikan atau dibiarkan bervariasi. b. wawancara intersep dan wawancara telepon. . untuk mengetahui apakah manipulasi eksperimental yang dilakukan pada saat studi ini memang benar-benar menimbulkan perbedaan. 5. Wawancara dapat berupa wawancara personal. Semua variabel penting diusahakan konstan. 7. C. Validitas eksternalnya (external validity) berkaitan dengan bagaimana kerepresentatifan penemuan penelitian dan berkaitan pula dengan penggeneralisasian pada kondisi yang sama. tetapi tidak menjadi tujuan penelitian. Adapun bahan yang diwawancarai dengan pihak terkait khususnya bagian Credit Analyst adalah sebagai berikut : a. Kriteria-kriteria yang diperlukan sebagai penilaian nasabah. Teknik Pengumpulan Data Teknik yang dilakukan penulis dalam penelitian yaitu : 1. meminimalkan variansi variabel pengganggu yang mungkin mempengaruhi hasil eksperimen. 6. Validitas internal (internal validity) mutlak diperlukan pada rancangan penelitian eksperimental. Wawancara (Interview) Menurut Jogiyanto (2007) wawancara adalah komunikasi dua arah untuk mendapatkan data dari responden. Syarat-syarat pengajuan kredit.16 4. Wawancara dilakukan dengan pihakpihak terkait dalam perusahaan.

Pegambilan keputusan bagi nasabah yang layak menerima kredit. jurnal.17 c. Proses pemberian nilai nasabah dalam setiap kriteria. 2. paper. jurnal atau skripsi yang terkait. dan jika tidak dilakukan dengan benar. Tahapan Penelitian Dalam melakukan penelitian ini. d. Kepustakaan (Literatur) Studi literatur adalah bagian penting dari setiap proyek penelitian yang baik. 2. Peneliti melakukan pencarian data atau keterangan dari berbagai referensi buku. Identifikasi masalah Identifikasi masalah dilakukan untuk menentukan variabel dan semesta pembicaraan yang diperlukan untuk mengetahui dan merumuskan masalah yang terjadi pada suatu obyek penelitian. aturan–aturan penulisan dan software yang akan digunakan untuk melakukan penelitian ini. D. dan situs-situs penunjang lainnya. . e. 2010). Persiapan penelitian Pada tahap ini penulis menyiapkan kebutuhan penelitian dengan mempelajari literatur yang berkaitan dengan metode profile matching. Bobot dalam setiap kriteria. proyek dapat berakhir sia-sia dengan mereplikasi penelitian sebelumnya (Miller dkk. karya ilmiah. langkah-langkah yang dilakukan peneliti adalah sebagai berikut : 1. Sumber literatur berupa buku teks.

diagram alir data (DAD) dan kamus data dari sistem yang akan dibuat. diagram konteks. 6. 8. Pengujian sistem Melakukan pengujian terhadap sistem yang telah dibuat untuk mengetahui kekurangan serta kelebihan dari sistem tersebut. serta mengetahui bagaimana proses sistem terkait dengan pengelolaan data penentuan kelayakan pemberian kredit. Pengumpulan data Melakukan pengamatan secara langsung dan melakukan wawancara kepada pihak terkait untuk mengetahui informasi yang dibutuhkan secara akurat. . 7. 5. Laporan Hasil dari seluruh tahapan yang dilakukan oleh sistem kemudian disusun dalam bentuk laporan. Desain sistem Merancang tampilan interface. Implementasi sistem Mengimplementasikan sistem kedalam bahasa program berdasarkan rancangan yang telah dibuat sebelumnya sesuai dengan kebutuhan pihak yang terkait. Analisis sistem Tahapan ini diperlukan untuk mengetahui permasalahan dan kebutuhan yang diperlukan dalam pembangunan sistem sebagai dasar pembangunan sistem pendukung keputusan penentuan pemberian kredit. 4.18 3.

1 Jadual Penelitian Bulan No.19 E. Jadual Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juli 2012. Kegiatan Mei 1 1 2 3 4 5 6 7 8 Persiapan Penelitian Identifikasi Masalah Pengumpulan Data Analisis Sistem Desain Sistem Implentasi Sistem Pengujian Sistem Laporan 2 3 4 Juni 1 2 3 4 Juli 1 2 3 4 . Tabel 3. Penelitian ini dilaksanakan di perusahaan kredit sepeda motor Kota Gorontalo.

Suzuki Finance. Berkantor pusat di kawasan bisnis Jl. Sinergi kedua perusahaan multinasional tersebut didukung oleh manajemen yang profesional menjadikan Suzuki Finance Indonesia perusahaan yang dapat dihandalkan dan dibanggakan. Kota Gorontalo Telpon (0435) 827802 Fax (0435) 827801. HR. ATM Bersama. Terbukti dengan Suzuki Finance mendapatkan penghargaan Infobank Multifin.B Jassin no. Suzuki Finance Indonesia (Suzuki Finance) telah hadir untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat Indonesia dalam memiliki sepeda motor Suzuki. Penambahan fasilitas tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan kepada nasabah untuk melakukan pembayaran melalui ATM dengan jaringan tersebut.Jakarta. Jl. Gambaran Umum Organisasi 1. KH Agus Salim).B (ex. Sejak bulan April 2011 PT.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Saat ini Suzuki Finance telah mempunyai lebih dari 80 kantor cabang yang tersebar di seluruh nusantara dan didukung lebih dari 4000 profesional berpengalaman. ATM Bersama.318. H. ATM berlogo ALTO atau PRIMA adalah 20 . Rasuna Said Kuningan . Konsep pembayaran di setting melalui ATM Permata. ATM berlogo ALTO atau PRIMA. Sejarah PT Suzuki Finance Sejak bulan Mei 2005 PT. PT Suzuki Finance Cabang Gorontalo sendiri dibuka pada bulan Oktober 2006 dengan alamat Jl. dimanapun dan kapanpun. Suzuki Finance Indonesia sudah menambahkan fasilitas pembayaran melalui ATM Permata.

 Memberikan kesempatan kepada karyawan/ti untuk mewujudkan keinginan dan karir masing-masing. Menunjang peningkatan volume dan kualitas penjualan untuk kenderaan bermotor roda dua Suzuki. . Visi Menjadi perusahaan pembiayaan dengan kualitas terbaik untuk kenderaan bermotor roda dua merk Suzuki di Indonesia. Misi    Memberikan kepercayaan akan kepuasan nasabah. Suzuki Finance menyediakan akses Costumer Hotline bagi para nasabah untuk menyampaikan keluhan dan informasi melalui email dan sms. di beberapa area lainnya secara bertahap sampai dengan area Sulawesi.  Menunjang kualitas hidup masyarakat.21 konsep Virtual Account. Dan perusahaan berencana akan melakukan ekspansi untuk bisnis pembiayaan roda empat ini. Bagi yang ingin kredit motor Suzuki. dalam hal kualitas asset. Suzuki Finance juga sudah memulai bisnis pembiayaan kenderaan roda empat di area Jakarta sebagai kondisi permulaan. Suzuki Finance adalah pilihan yang tepat dan terbaik. Total PPD perusahaan sudah berjumlah seekitar 82 unit sejak operasional di bulan Oktober hingga Desember 2011. sumberdaya manusia dan kepuasan nasabah. Memenuhi kewajiban kepada para pemegang saham. Demi kepuasan nasabah.

Rizaldi Usman Remedial Admin Sierrawaty Hulinggi A/R Officer Iskandar Dalangko Abdul Rahman S.22 2. Yoprin Taidi Noval Imran Teller Silvany Abdjul Gambar 4.1 Struktur Organisasi PT Suzuki Finance . Wonggo Credit Marketing Officer Ilham Nihe Mualim Bidjuni Pandji Bhakti Mooduto Ismanto Abd Rahman Eko Putra Gino Abd Rahman R. Ali Irmawati Hasan Data Entry Wahyuningsi Rahim Credit Processing Ivonela Husain Finance Staf Andi Nurhasanah Teller Fitri Meysisca Ins & Collateral Astrid Zoraya Lahay Dok Kontrak Admin Srie Yulan Buluati Messenger Deddie Irawan Said A/R Officer Arman Doda Rinto Ibrahim Kisman Pakaya AlvianAhmad Sumantri Abdjul A/R Admin Sri Novitayasa Monoarfa Remedial Officer Patris Mahanggi Iskandar Monoarfa Moh. A/R COORD Taufik S. Struktur Organisasi PT Suzuki Finance ROH Muhammad Syarifuddin DCSM HEAD Petrus Timang Polapa COORD MARKETING Dudik Yudi Wijaya CREDIT ANALYST Ibrahim Aswad COORD ADM Sri Orlinawaty Polapa COORD ARO Hidayat Mossi COORD PSO REM Rianto Fuad COORD RECOV Yayan Aryanto R. Rizaldi Usman Problem Solving Officer Patris Mahanggi Iskandar Monoarfa Moh.

Sistem akan mengelola nilai dari jawaban setiap kriteria yang oleh calon nasabah tersebut. Deskripsi Sistem Dari hasil penelitian dan pengamatan yang dilakukan oleh penulis. Proses penyeleksian harus membutuhkan ketelitian dan waktu yang cukup. Karena terdapat berbagai macam kriteria dan memiliki skala prioritas yang berbeda. Adapun metode yang dapat dipakai untuk menyelesaikan masalah tersebut salah satunya yaitu dengan menggunakan metode . tidak kebingungan lagi dalam menentukan calon penerima kredit tersebut. Pihak perusahaan harus berfikir dan benar-benar menyeleksi calon penerima yang layak mendapatkan kredit sesuai kriteria yang ada. proses penentuan kelayakan pemberian kredit sepeda motor masih kurang tepat. maka dibutuhkan suatu metode yang dapat memprosesnya sehingga menghasilkan suatu nilai yang menunjukan alternatif terbaik yang sesuai dengan kriteria yang diberikan. maka pihak perusahaan.23 B. Dengan demikian maka dibutuhkan sebuah sistem yang dapat membantu pihak perusahaan khususnya bagian Credit Analyst dalam membuat keputusan terhadap calon nasabah penerima kredit sepeda motor secara cepat dan tepat. Dalam penelitian ini ada bobot dan kriteria yang dibutuhkan untuk menentukan siapa yang terseleksi sebagai penerima kredit. Dengan berbagai macam kriteria yang ada. karena data nasabah akan dibandingkan dengan standarisasi pencapaian kelayakan pemberian kredit secara satu persatu. Analisis Sistem 1. Sering terjadi kesalahan dalam proses penyeleksian terhadap nasabah-nasabah yang layak untuk mendapatkan kredit sepeda motor.

a. Analisis Kebutuhan Input Analisis kebutuhan input yaitu data-data nasabah yang sudah memenuhi kelengkapan berkas kemudian dimasukan kedalam sistem untuk diproses pengambilan keputusan berdasarkan kriteria-kriteria yang ditetapkan oleh pihak perusahaan. sehingga berdasarkan kriteria-kriteria yang diberikan dapat menghasilkan suatu nilai yang menunjukan alternatif terbaik.24 profile matching. Analisis Kebutuhan Analisis kebutuhan adalah menganalisis pihak perusahaan untuk menentukan kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan oleh sistem tersebut. 2. Adapun petunjuk yang digunakan sebagai bahan untuk menganalisis kebutuhan sistem diperoleh dengan melakukan wawancara dengan pihak yang kompeten dan yang berpengalaman dalam hal penentuan pemberian kelayakan kredit sepeda motor yaitu bagian Credit Analyst serta melakukan studi literatur dari sumber-sumber yang dapat dipercaya untuk mendapatkan informasi mengenai detail dari sistem pendukung keputusan dan kelayakan pemberian kredit sesuai dengan kriteria yang ada. C1 = Purpose : keterangan yang berisi tentang informasi tujuan dari penggunaan unit yang akan dibiayai. Kriteria-kriteria yang telah ditetapkan oleh pihak perusahaan adalah : 1. . kepada siapa yang lebih dominan memakai unit nantinya dan dimana lokasi area cover pemakaiannya didalam penggunaan unit tersebut setiap harinya.

Hasil akhirnya akan ditampilkan oleh program berasal dari nilai setiap kriteria. C6 = Condition : keterangan yang berisi tentang informasi keadaan perekonomian yang mendukung nasabah dalam pengambilan kredit. 4.25 2. Hasil keluaran diambil dari urutan alternatif tertinggi ke alternatif terendah. Analisis kebutuhan Output Data keluaran yang dihasilkan adalah sebuah alternatif yang memiliki nilai tertinggi dibandingkan alternatif nilai yang lain. b. 9. 7. C8 = Collectibility: keterangan yang berisi tentang informasi jarak tempat pembayaran yang disediakan oleh SFI dengan lokasi nasabah. karena dalam setiap kriteria memiliki nilai yang berbeda-beda. C3 = Capacity nasabah. C9 = Cek Lingkungan : keterangan yang berisi tentang informasi karakter atau reputasi calon nasabah menurut tetangga sekitar. . 3. 6. C2 = Character : keterangan yang berisi tentang informasi data-data pribadi nasabah dan pasangannya. C5 = Collateral : keterangan yang berisi tentang informasi jaminan atau nama dari pemilik dari kenderaan yang akan di kredit. Alternatif yang dimaksud adalah nasabah. 8. C4 = Capital : keterangan yang berisi tentang informasi asset : keterangan yang berisi tentang informasi pekerjaan yang sudah dimiliki oleh nasabah. 5. C7 = Continuity : keterangan yang berisi tentang informasi kelancaran nasabah dalam membayar angsuran.

Berikut adalah langkah-langkah proses penyelesaian menggunakan metode profil matching : 1. Setelah diperoleh profil pencapaian.26 3. Analisis Proses Sistem Pada analisis proses sistem penggunaan metode profile matching membutuhkan inputan profil nasabah dan profil pencapaian yang merupakan nilai acuan kelayakan kredit. Rumus untuk pencarian Gap kompetensi: Gap = Profil Nasabah – Profil Pencapaian . Hasil yang didapat dari pemetaan gap akan dilakukan proses pembobotan nilai gap. kemudian dilakukan pemetaan gap kompetensi yang merupakan selisih dari profil nasabah dengan profil pencapaian. Selanjutnya akan dilakukan proses perhitungan nilai total dan rangking nasabah dari urutan tertinggi sampai terendah yang layak untuk menerima kredit sepeda motor. Pemetaan Gap Kompetensi Gap adalah selisih antara profil nasabah dengan profil pencapaian yang ditentukan oleh perusahaan. Pengumpulan gap-gap pada setiap kriteria mempunyai perhitungan yang berbeda-beda. Kemudian mengelompokan dan menghitung nilai core factor dan secondary factor.

3 Kriteria Capacity Capacity Karyawan tetap / mempunyai usaha permanen Karyawan honor/ kontrak atau pelajar/ IRT Lainnya Bobot 3 2 1 . sekolah dll.2 Kriteria Character Character KTP/KK/Passport/SIM asli dan berlaku Surat keterangan domisili asli dan berlaku Lainnya Bobot 3 2 1 c) Kriteria Capacity Tabel 4. Untuk kegiatan sehari-hari pihak lain Disewakan 2 1 b) Kriteria Character Tabel 4.27 1) Nilai dari tiap kriteria yang ditetapkan oleh perusahaan dalam penentuan kelayakan pemberian kredit sepeda motor : a) Kriteria Purpose Tabel 4.1 Kriteria Purpose Purphose Bobot Untuk kegiatan pemohon / pasangan / anak 3 sehari-hari dalam bekerja.

anak Bobot 3 Nama anggota keluarga selain pasangan.5 Kriteria Collateral Collateral Nama pemohon.4 Kriteria Capital Capital Bobot Milik Pemohon/keluarga (meskipun masih KPR) 3 dan tidak dalam sengketa Kontrak tapi lama kontrak sama dengan jangka 2 waktu pembiayaan kredit motor (milik perusahaan atau dinas) Lainnya (rumah dalam status sengketa) 1 e) Kriteria Collateral Tabel 4.28 d) Kriteria Capital Tabel 4.6 Kriteria Condition Condition Bobot Tempat usaha tidak rawan banjir dan rawan 3 gusur Tempat usaha dibatasi peraturan pemerintah Tempat usaha berada disekitar tempat tinggal 2 1 . anak 2 tapi masih dalam satu keluarga Lainnya 1 f) Kriteria Condition Tabel 4. pasangan.

kooperatif dan berkelakuan baik Tidak Sopan/ kooperatif/ konsisten Bobot 3 atau 1 bermasalah di lingkungannya 2) Profil Pencapaian Penentuan nilai profil pencapaian akan ditentukan oleh pihak perusahaan dengan range nilai antara 1 sampai 3. Dari nilai-nilai tersebut akan dilakukan proses perhitungan gap antara nilai profil nasabah dengan nilai profil pencapaian. .8 Kriteria Colectibility Colectibility ≤ 80 KM > 80 KM tapi uang muka ≥ 5000000 Lainnya Bobot 3 2 1 i) Kriteria Cek Lingkungan Tabel 4.7 Kriteria Continuity Continuity 21 – 55 tahun Bobot 3 18 – 20 tahun atau 56 – 60 tahun / minimal 17 2 tahun tapi sudah menikah Lainnya 1 h) Kriteria Colectibility Tabel 4.9 Kriteria Cek Lingkungan Cek Lingkungan Sopan.29 g) Kriteria Continuity Tabel 4.

10 Nilai Profil Pencapaian Kriteria Profil Pencapaian Purpose Character Capacity Capital Collateral Condition Continuity Colectibility Cek Lingkungan 3 2 2 2 2 3 2 3 3 Core Factor Secondary Factor Secondary Factor Core Factor Secondary Factor Core Factor Secondary Factor Secondary Factor Core Factor Jenis Perhitungan Gap Kompetensi Tabel 4.11 Perhitungan Gap Kompetensi Alternatif Kriteria C1 A1 A2 A3 Nilai pencapaian A1 A2 A3 3 3 1 3 0 0 -2 C2 1 3 1 2 -1 1 -1 C3 1 2 2 2 -1 0 0 C4 2 1 3 2 0 -1 1 C5 3 2 1 2 1 0 -1 C6 2 1 2 3 -1 -2 -1 C7 2 3 1 2 0 1 -1 C8 3 2 3 3 0 -1 0 C9 1 3 3 3 -2 0 0 Gap Nilai .30 Untuk lebih jelasnya berikut adalah nilai pencapaian yang ditetapkan perusahaan di setiap kriteria: Tabel 4.

5 4 C8 5 4 5 C9 3 5 5 .5 C5 4.13 Pembobotan Nilai Gap Alternatif Kriteria C1 A1 A2 A3 5 5 3 C2 4 4. setiap profil nasabah diberi bobot nilai dengan patokan tabel bobot nilai gap Seperti berikut: Tabel 4.5 4 C3 4 5 5 C4 5 4 4.5 2 1.5 5 4 C6 4 3 4 C7 5 4.5 1 Kompetensi sesuai dengan yang dibutuhkan Kompetensi individu kelebihan 1 tingkat / level Kompetensi individu kurang 1 Tingkat/level Kompetensi individu Kelebihan 2 Tingkat/level Kompetensi individu kurang 2 Tingkat/level Kompetensi individu kelebihan 3 Tingkat/level Kompetensi individu kurang 3 Tingkat/level Kompetensi individu kelebihan 4 Tingkat/level Kompetensi individu kurang 4 Tingkat/level Keterangan Dengan demikian bobot nilai dari tiap nasabah adalah sebagai berikut : Tabel 4. Pembobotan Setelah diperoleh gap pada masing-masing nasabah.12 Bobot Nilai Gap No Selisih Gap 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1 -1 2 -2 3 -3 4 -4 Bobot Nilai 5 4.5 3 2.31 2.5 4 3.

condition of economy.32 3. purphose dan selain itu merupakan kriteria pendukung untuk dapat menerima kredit. capital. Perhitungan dan Pengelompokan Core Factor dan Secondary Factor. Kriteria yang menjadi prioritas utama adalah kriteria caracter. . Perhitungan core factor ditunjukkan menggunakan rumus: ∑NC NCF = ∑IC Keterangan : NCF NC IC : Nilai rata-rata core factor : Jumlah total nilai core factor : Jumlah item core factor Perhitungan secondary factor ditunjukkan menggunakan rumus: ∑NS NSF = ∑IS Keterangan : NSF NS IS : Nilai rata-rata secondary factor : Jumlah total nilai secondary factor : Jumlah item secondary factor Dalam perusahaan PT Suzuki Finance ini terdapat jenis kriteria yang menjadi prioritas utama dalam penentuan pemberian kelayakan sepeda motor.

C4. selanjutnya dihitung nilai total berdasarkan persentase dari core dan secondary yang diperkirakan berpengaruh terhadap kinerja tiap-tiap profil.25 4.6 CF SF = 4.5 4 4.C8) Alternatif Kriteria C1 C2 A1 A2 A3 5 5 3 4 C3 C4 4 5 4 C5 C6 C7 5 C8 5 C9 3 5 5 4.C6.aspek penilaian (x)% : Nilai Persen yang diinputkan .5 4 4 5 4.5 + 5 + 5 NSF = 5 Tabel 4.C5.C7.125 4.4 4.25 4.C9) Dan Secondary Faktor (C2.5 4 5 3 4 4.5 4.25 4.14 Pengelompokan Bobot Nilai Gap Core Factor (C1. Perhitungan Nilai Total Berdasarkan hasil perhitungan setiap kriteria diatas.C3.5 5 4 5 4. Contoh perhitungan bisa dilihat pada rumus berikut : (x)% NCF + (x)% NSF = N Keterangan : NCF : Nilai rata-rata core factor NSF : Nilai rata-rata secondary factor N : Nilai Total dari aspek.33 Contoh perhitungan nilai Core Factor dan Secondary factor 5+5+4+3 NCF = 4 4 + 4 + 4.5 = 4.

34 Perhitungan nilai total : N = (70% x 4.5 4.1475 5. Relasi Tabel.16 Perangkingan Alternatif Core Factor Secondary Factor NILAI TOTAL A2 A1 A3 2.355 4.4 NILAI TOTAL 4.25) + (30% x 4.2075 C. Proses perancangan sistem meliputi Flowchart Sistem.25 4. Perangkingan Dari hasil perhitungan nilai total diatas.325 4.38 1.975 2.25 4. .15 Perhitungan Nilai Total Alternatif Core Factor A1 A2 A3 4.975 2. Struktur Basis Data.5) Tabel 4.6 4.32 4. Diagram Alir Data. Antarmuka Sistem.35 1.325 4.355 4.125 Secondary Factor 4. Hal ini bertujuan agar aplikasi berfungsi sesuai dengan yang diharapkan.8875 1. Tabel 4. Perancangan Sistem Perancangan sistem dilakukan sebelum membuat program aplikasi. maka selanjutnya nilai dari setiap alternatif di urutkan dari yang terbesar sampai dengan yang terkecil. Selain itu terdapat metode pendukung keputusan yang diterapkan dalam aplikasi ini untuk menyelesaikan permasalahan penentuan kelayakan pemberian kredit sepeda motor.

35 Berikut ini adalah tahapan dalam perancangan sistem : 1. Flowchart Sistem Mulai Input data nasabah Input data Kriteria tidak Nasabah terakhir? ya Input survey nasabah Pemetaan gap kompetensi Pembobotan nilai gap Perhitungan dan pengelompokan core dan secondary factor Perhitungan nilai total dan perangkingan Laporan Gambar 4.2 Flowchart Sistem .

External Entity Admin Input .Data Kriteria .3 Diagram Konteks .Nilai Core dan Secondary Factor .Data User 3. Diagram Konteks SPK Admin Data Nasabah Data Survey Nasabah Data User Penentuan Kelayakan Pemberian Kredit Data Kriteria Nilai Core dan Secondary Factor Data User Credit Analyst Laporan Hasil Seleksi Laporan Hasil Seleksi Pimpinan Gambar 4. Diagram Alir Data Adapun diagram alir data dari sistem pendukung keputusan penentuan kelayakan penerima kredit adalah sebagai berikut : a. Pimpinan Laporan Hasil Seleksi Laporan Hasil Seleksi Output b.Data Nasabah .36 2.17 Identifikasi external entity No 1. Identifikasi external entity Tabel 4.Data User 2. Credit Analyst .Data Survey .

37 c.0 User Data User Login User Edit Akun Credit Analyst Credit Analyst Kriteria 2.0 Laporan Hasil Seleksi Laporan Laporan Hasil Seleksi Pimpinan Gambar 4.0 Input Nasabah Data Nasabah Survey Secondary Nilai Survey Nasabah 4. Diagram Level 0 Edit Akun Admin 1.0 Input Kriteria Data Kriteria CoreSecon Secondary Nilai Core dan Secondary Admin Nasabah 3.0 SPK Bobot Hasil 5.4 Diagram Level 0 .

5 Diagram Relasi Tabel 4.38 3.18 Struktur Tabel Nasabah No 1 2 3 Nama No_Formulir Nama Jenis_Kelamin Tipe Text(5) Text(50) Text(15) Keterangan No Nasabah Nama Jenis kelamin . Struktur Basis Data Perancangan atau struktur tabel basis data dari aplikasi sistem pendukung keputusan penentuan kelayakan pemberian kredit sepeda motor adalah sebagai berikut : Tabel 4. Relasi Tabel Kriteria PK Kode_Kriteria Nama_Kriteria Nilai Jenis Nasabah PK Survey FK FK No_Formulir Kode_Kriteria Nilai No_Formulir Nama Jenis_Kelamin Tggl_Lhr Status Kartu_Id No_Id Alamat Lokasi No_Telp Pekerjaan Penghasilan Uang_Muka FK FK Hasil No_Formulir Kode_Kriteria rangking Bobot FK FK No_Formulir Kode_Kriteria Nilai_Gap Coreseco FK No_Formulir Cf SF Gambar 4.

19 Struktur Tabel Kriteria No 1 3 4 5 Nama Kode_Kriteria Nama_Kriteria Nilai Jenis Tipe text(3) text(20) int(1) text(2) Keterangan Kode Kriteria Nama Kriteria Profil Pencapaian Jenis Tabel 4.39 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Tggal_Lhr Status Kartu_Id No_Id Alamat Lokasi No_Telp Pekerjaan Penghasilan Uang_Muka Date Text(15) Text(20) Text(20) Text(50) Text(25) Text(12) Text(20) Int(12) Int(12) Tanggal lahir Status perkawinan Kartu identitas No identitas Alamat Kota/Kabupaten No Telp/Handphone Pekerjaan Penghasilan Uang Muka Tabel 4.21 Struktur Tabel Bobot No 1 2 3 Nama No_Formulir Kode_Kriteria Nilai Tipe text(5) text(3) Double Keterangan No Nasabah Kode Kriteria Nilai Bobot .20 Struktur Tabel Survey No 1 2 3 Nama No_Formulir Kode_Kriteria Nilai Tipe text(5) text(3) Double Keterangan No Formulir Kode Kriteria Nilai Tabel 4.

22 Struktur Tabel Hasil No 1 2 Nama No_Formulir Rangking Tipe Text(5) Double Keterangan No Nasabah Rangking Tabel 4.23 Struktur Tabel Coreseco No 1 2 3 Nama No_Formulir Cf Sf Tipe Text(5) Double Double Keterangan No Nasabah Core Factor Secondary Factor Tabel 4.40 Tabel 4.24 Struktur Tabel User No 1 2 3 Nama Jabatan Username Password Tipe Text(15) Text(25) Text(25) Keterangan Jabatan User Username Password .

318 B eks Jl Agus Salim Kota Gorontalo x LOGO Formulir Nasabah Survey Nasabah Edit Akun Logout Gambar 4.6 Rancangan Menu Login b. Antarmuka Sistem Dalam menjalankan sistem ini dibutuhkan perancangan antarmuka sesuai dengan kebutuhan input-output sistem. H.B Jassin No. Rancangan Menu Utama Admin SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN KELAYAKAN PEMBERIAN KREDIT Jl. Rancangan antarmuka yang dibuat antara lain : a. Rancangan Menu Login PT SUZUKI FINANCE LOGO KREDIT RESMI MOTOR SUZUKI LOGIN Jabatan Username Password Login Cancel Admin Credit Analyst Gambar 4.7 Rancangan Menu Utama Admin .41 5.

B Jassin No.8 Rancangan Menu Formulir Pendaftaran Nasabah d. Rancangan Menu Formulir Pendaftaran Nasabah SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN KELAYAKAN PEMBERIAN KREDIT Jl. H.B Jassin No. H.42 c. 318 B eks Jl Agus Salim Kota Gorontalo x LOGO Survey Nasabah Formulir Nasabah No Nasabah Nama Kode Kriteria Nama Kriteria Survey Nasabah Survey Nasabah Kartu Identitas Tanggal Lahir Nilai OK Edit Akun Pekerjaan Penghasilan Logout Alamat Gambar 4. 318 B eks Jl Agus Salim Kota Gorontalo x LOGO Formulir Pendaftaran Nasabah No Nasabah cari Alamat Formulir Nasabah Nama Jenis Kelamin Laki-Laki Perempuan Kota/Kabupaten No Telp/Handphone Kawin Janda Kartu Identitas Belum Kawin Duda Pekerjaan Penghasilan Uang Muka Survey Nasabah Tanggal Lahir Status Perkawinan Edit Akun Logout No Identitas Simpan Batal Hapus Gambar 4. Rancangan Menu Survey Nasabah SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN KELAYAKAN PEMBERIAN KREDIT Jl.9 Rancangan Menu Survey Nasabah .

318 B eks Jl Agus Salim Kota Gorontalo x LOGO Data Kriteria Data Kriteria Kode Kriteria SPK Nama Kriteria Profil Pencapaian Laporan Jenis Edit Akun Simpan Batal Hapus Logout Gambar 4. H.10 Rancangan Menu Utama Pengambil Keputusan f. 318 B eks Jl Agus Salim Kota Gorontalo x LOGO Data Kriteria SPK Laporan Edit Akun Logout Gambar 4.B Jassin No. H. Rancangan Menu Utama Pengambil Keputusan SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN KELAYAKAN PEMBERIAN KREDIT Jl. Rancangan Menu Data Kriteria SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN KELAYAKAN PEMBERIAN KREDIT Jl.43 e.11 Rancangan Menu Data Kriteria .B Jassin No.

Rancangan Menu Sistem Pendukung Keputusan SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN KELAYAKAN PEMBERIAN KREDIT Jl.13 Rancangan Laporan . Rancangan Laporan SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN KELAYAKAN PEMBERIAN KREDIT Jl. 318 B eks Jl Agus Salim Kota Gorontalo x LOGO Proses Seleksi Nasabah Data Kriteria Core Factor Analisa Dengan Metode Profile Maching Secondary Factor SPK Laporan Edit Akun Logout Gambar 4.12 Rancangan Menu Sistem Pendukung Keputusan h. H. H.B Jassin No. Tanggal-Bulan-Tahun Credit Analyst (Nama Jelas) Gambar 4.B Jassin No. 318 B eks Jl Agus Salim Kota Gorontalo LOGO LAPORAN HASIL SELEKSI Rangking Nama Alamat Nilai Gorontalo.44 g.

. Adapun tampilan dari sistem pendukung keputusan penentuan kelayakan pemberian kredit sepeda motor adalah sebagai berikut: 1. Implementasi Sistem Implementasi sistem merupakan seluruh pemodelan proses dan antarmuka yang dituangkan dalam suatu bahasa pemogramaman untuk mengetahui apakah sistem berjalan sesuai dengan kebutuhan. Pengguna harus mengisikan username dan password dengan benar agar dapat menggunakan sistem pendukung keputusan penentuan kelayakan pemberian kredit sepeda motor.14 Rancangan Edit Akun D. Rancangan Edit Akun PT SUZUKI FINANCE LOGO KREDIT RESMI MOTOR SUZUKI LOGIN Jabatan Username Password Simpan Hapus Batal Admin Credit Analyst Gambar 4. Untuk itu dibuatkan sebuah form login yang dapat membatasi pengguna sistem. Tampilan Form Login Dalam kasus ini hanya pegawai yang bertugas sebagai admin dan pengambil keputusan yang dapat mengakses sistem ini.45 i.

Implementasi Menu Utama Admin Menu utama admin terdiri dari beberapa pilihan menu diantaranya yaitu menu formulir nasabah.16 Implementasi Menu Utama Admin . menu survey nasabah. menu edit akun dan menu logout. Gambar 4.46 Berikut adalah tampilan menu login: Gambar 4.15 Implementasi Menu Login 2.

Gambar 4. Implementasi Menu Formulir Nasabah Menu formulir nasabah bertujuan untuk menambah.17 Implementasi Menu Formulir Pendaftaran Nasabah 4.18 Implementasi Menu Survey Nasabah . Gambar 4. mengubah atau menghapus data nasabah. Implementasi Menu Survey Nasabah Menu survey nasabah bertujuan untuk memasukan nilai survey seorang nasabah berdasarkan kriteria-kriteria yang ditentukan oleh perusahaan.47 3.

48 5. menu sistem pendukung keputusan.19 Implementasi Menu Utama Pengambil Keputusan 6. menu edit akun dan logout. Gambar 4. Implementasi Menu Data Kriteria Menu data kriteria bertujuan untuk menambah. menu laporan. Implementasi Menu Utama Pengambil Keputusan Menu utama pengambil keputusan berisi menu data kriteria. Gambar 4.20 Implementasi Menu Data Kriteria . mengubah ataupun menghapus data-data kriteria sesuai kebutuhan pengguna sistem.

Implementasi Menu Laporan Menu laporan adalah menu yang digunakan utnuk menampilkan hasil dari seleksi nasabah yang dapat dicetak untuk keperluan tertentu. Implementasi Menu Sistem Pendukung Keputusan Menu sistem pendukung keputusan berfungsi untuk melakukan proses seleksi terhadap calon nasabah yang mengajukan kredit motor menggunakan metode profil matching sehingga didapatkan nilai dari masing-masing calon nasabah.49 7. Gambar 4.21 Implementasi Menu Sistem Pendukung Keputusan 8. Gambar 4.22 Implementasi Menu Laporan .

Pengujian Sistem Pengujian adalah proses eksekusi suatu program untuk menemukan kesalahan yang terjadi pada program tersebut. mengubah dan menghapus pengguna sistem.23 Implementasi Menu Laporan E.50 9. . Implementasi Menu Edit Akun Menu edit akun adalah menu yang digunakan utnuk menampilkan menambah. Gambar 4. Untuk proses pengujian digunakan jenis pengujian blackbox dengan diambil pada form data kriteria.

Sering terjadi kesalahan dalam penyeleksian terhadap nasabah-nasabah yang layak untuk mendapatkan kredit sepeda motor. Hal ini dikarenakan penentuan kelayakan pemberian kredit belum sesuai dengan standarisasi yang ditentukan oleh perusahaan. Hasil Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan proses penentuan kelayakan pemberian kredit sepeda motor masih kurang tepat.25 Hasil Pengujian Blackbox Input/Event Proses Output Hasil Pengujian Tekan tombol simpan Jika data kriteria belum ada maka Data akan dilakukan proses simpan dan akan kriteria Sesuai disimpan jika sudah ada maka data akan atau dirubah dirubah Tekan tombol batal Melaksanakan proses pembatalan Data yang akan Sesuai dimasukan dibatalkan Tekan tombol hapus Tekan tombol keluar Melakukan proses penghapus Data dihapus kriteria Sesuai Menutup form data criteria Form data Sesuai kriteria ditutup F. Proses penentuan kelayakan pemberian kredit masih dilakukan secara manual yaitu bagian Credit Marketing Officer (CMO) menerima data nasabah . Tabel 4.51 Berikut adalah proses pengujian sistem menggunakan metode pengujian blackbox.

Selanjutnya hasil penilaian nasabah akan diberikan kepada bagian Credit Analyst (CA) untuk dilakukan proses penyeleksian terhadap nasabah yang layak untuk menerima kredit. Selanjutnya dilakukan perhitungan dan pengelompokan core factor dan secondary factor. Setelah didapatkan hasil gap kemudian dilakukan proses pembobotan dengan melihat pada tabel bobot nilai gap. dimana pada metode ini. Proses survey dibutuhkan untuk memberikan nilai terhadap calon nasabah berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditentukan oleh perusahaan. Setelah melakukan penelitian tersebut maka penulis mengusulkan suatu sistem pendukung keputusan dengan menerapkan metode Profile Matching yang dapat membantu dalam penentuan kelayakan pemberian kredit sepeda motor. Proses pengelompokan core factor dan secondary factor kemudian dilakukan perhitungan nilai total. . Hasil akhir dari proses profile matching yaitu perangkingan terhadap nasabah dari urutan yang terbesar sampai terkecil. prosesnya diawali dari pemetaan gap kompetensi yaitu nilai profil nasabah akan dibandingkan dengan nilai profil pencapaian yang ditetapkan oleh perusahaan. Penerapan metode profile matching dapat membantu untuk menghasilkan data yang lebih akurat. kemudian akan dilakukan survey terhadap calon nasabah.52 yang mengajukan kredit. Tetapi terkadang sering terjadi kesalahan dalam penyeleksian nasabah dikarenakan data nasabah akan dibandingkan dengan standarisasi pencapaian kelayakan pemberian kredit secara satu persatu dan membutuhkan ketelitian dan waktu yang cukup untuk menghasilkan data yang akurat.

24 Laporan Hasil Akhir .53 Dengan menerapkan metode profile matching dalam penentuan kelayakan pemberian kredit sepeda motor hasilnya lebih akurat serta tidak membutuhkan waktu yang lama. Proses penentuan kelayakan pemberian kredit dinilai berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan oleh perusahaan yaitu : C1 = Purpose C2 = Character C3 = Capacity C4 = Capital C5 = Collateral Berdasarkan kriteria tersebut. Seperti dilihat pada gambar 4.24 : C6 = Condition C7 = Continuity C8 = Collectibility C9 = Cek Lingkungan Gambar 4. maka dilakukan penentuan kelayakan kredit kemudian akan diproses menggunakan metode profil matching dan menghasilkan data nasabah yang diurutkan dari nilai tertinggi sampai terendah.

Perlu dibuatkan aplikasi tambahan yang berfungsi sebagai media penginput data. Kesimpulan Dari hasil pembahasan maka dapat ditarik kesimpulan : 1. 2. 2. dikarenakan data nasabah kredit sepeda motor akan semakin bertambah. Dalam penentuan kelayakan pemberian kredit seorang nasabah harus dapat memenuhi kriteria-kriteria yang telah ditetapkan oleh pihak perusahaan. Interaksi antara program dengan pengguna lebih ditingkatkan dengan tujuan untuk menghilangkan kejenuhan selama menggunakan program ini. Dengan adanya sistem pendukung keputusan melalui penerapan metode profile matching maka dapat menghasilkan proses pengambilan keputusan kelayakan pemberian kredit sepeda motor yang sesuai dengan standarisasi yang ditentukan oleh perusahaan secara cepat dan tepat. Saran Berikut ini adalah saran untuk mengembangan sistem lebih lanjut: 1. B.BAB V PENUTUP A. 54 . Diharapkan sistem ini dibuat berbasis web agar dapat diakses melalui internet. 3. Masalah yang terjadi diperusahaan ini dikarenakan jumlah pengajuan kredit yang semakin bertambah sehingga menyebabkan pihak perusahaan mengalami kesulitan dalam pengelolaan data nasabah yang mengakibatkan terjadi kesalahan dalam penentuan kelayakan pemberian kredit.

Oxford: Blackwell Publishing Ltd. Mengkepe. M. Seminar Nasional Aplikasi Tekonologi Informasi. Yokyakarta: Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi. Konsep dan Aplikasi Sistem Pendukung Keputusan. Penelitian Eksperimen.id/user_files/00-016/journal%20MSDM.ac.petra. Pembuatan Aplikasi Sistem Pendukung Keputusan Untuk Proses Kenaikan Jabatan dan Perencanaan Karir Pada PT.Yokyakarta. 2010. X. dkk. penerbit ANDI Jogiyanto. 2007. http://ardhana12. P. Yogyakarta: BPFE Kusrini. Yogyakarta: ANDI OFFSET.wordpress. J. Sistem Pendukung Keputusan Kredit Mobil PT Astra International TBK Isuzu Division Makassar. Penerapan Gap Analysis Pada Pengembangan Sistem Pendukung Keputusan Penilaian Kinerja Karyawan(Studi Kasus PT.id/jspui/bitstream/10364/567/1/0699033. 2004. Muchsam. (2011). Hermawan. P.ac.XYZ).Dkk. Tersedia : http://dspace. Diakses 29 april 2012 Handojo. diakses 18 Juni 2012.php/Snati/article/view/2179/2005 Diakses tanggal 16 Mei 2012 .uii. Strang. Tersedia : http://journal. Metodologi Penyusunan Bisnis: Salah Kaprah dan Pengalamanpengalaman. tersedia : http://fportfolio..DAFTAR PUSTAKA Ardhana (2008). J. Addiction Research Methods. (2007). Bandung: Fakultas Teknik Universitas Widyatama. (2010). (2005).id/index.com/2008/02/27/penelitian-eksperimen/. G. & Miller.pdf.ac.pdf Diakses tanggal 26 Maret 2012 Miller.widyatama. Membangun Decision Support System.. Elisa.

ac.uin- malang.id/thesis/fullchapter/04550001-david-hari saputra. Malang: Fakultas Sains Dan Teknologi Universitas Islam Negeri. Efraim Aranson.ps Diakses tanggal 27 Maret 2012 Turban. Penerbit ANDI . D Hari. jilid 1. Sistem Pendukung Keputusan Kelayakan Pemberian Kredit Nasabah Dengan Metode AHP (Analytical Hierarchy Process) Di PT BPRS Bumi Rinjani Batu. Tim Peng. Decision Support System and System Intelegence. and Liang. Tersedia :http://lib. Jae E. 2005.Saputra. 7th Edition. 2009.

.

Lampiran-2

TEKNIK ANALISA CREDIT ANALYST

Dalam PT Suzuki Finance Indonesia, terdapat penilai nasabah kredit oleh bagian Credit Analyst yang disebut IP + 8C yaitu merupakan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan oleh pihak perusahaan adalah sebagai berikut : 1. Purpose : keterangan yang berisi tentang informasi tujuan dari penggunaan unit yang akan dibiayai, kepada siapa yang lebih dominan memakai unit nantinya dan dimana lokasi area cover pemakaiannya didalam penggunaan unit tersebut setiap harinya. 2. Character : keterangan yang berisi tentang informasi data-data pribadi nasabah dan pasangannya. 3. Capacity : keterangan yang berisi tentang informasi pekerjaan nasabah. 4. Capital : keterangan yang berisi tentang informasi asset yang sudah

dimiliki oleh nasabah. 5. Collateral : keterangan yang berisi tentang informasi jaminan atau nama dari pemilik dari kenderaan yang akan di kredit. 6. Condition : keterangan yang berisi tentang informasi keadaan perekonomian yang mendukung nasabah dalam pengambilan kredit. 7. Continuity: keterangan yang berisi tentang informasi kelancaran nasabah dalam membayar angsuran. 8. Collectibility: keterangan yang berisi tentang informasi jarak tempat pembayaran yang disediakan oleh SFI dengan lokasi nasabah.

9. Cek Lingkungan : keterangan yang berisi tentang informasi karakter atau reputasi calon nasabah menurut tetangga sekitar.

Lampiran-3 FOTO KEGIATAN PENELITIAN SKRIPSI Meminta Izin Untuk Melakukan Kegiatan Penelitian di PT Suzuki Finance Pengambilan Data Tentang Gambaran Umum PT Suzuki Finance Wawancara dengan Bagian Credit Analyst Tentang Penyeleksian Nasabah Kredit .

SMK Negeri 3 Gorontalo tahun 2005-2008. Lahir di Gorontalo pada tanggal 25 April 1990. Peserta TOEIC tahun 2008. 6. . Tamat SD tahun 2002 di SDN 35 Kota Utara Kota Gorontalo. Pendidikan ditempuh di daerah Gorontalo. Setelah lulus kemudian melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu di Universitas Negeri Gorontalo sebagai tempat untuk menimba ilmu. 5. SLTP tahun 2005 di SLTP Negeri 1 Kota Gorontalo dan SMK tahun 2008 di SMK Negeri 3 Gorontalo. 4. Adapun Riwayat Pendidikan Penulis secara jelas dapat di rinci sebagai berikut: 1. SLTP Negeri 1 Kota Gorontalo tahun 2002-2005. 3. SDN 35 Kota Utara kota Gorontalo pada Tahun 1996-2002. anak ketiga dari lima bersaudara oleh pasangan Bapak Abdul Wahab Undjila dan Ibu Asna Tobuto. khususnya di Jurusan Informatika Program studi Sistem Informasi Fakultas Teknik dan disinilah status saya berubah dari seorang siswa menjadi seorang mahasiswa. Peserta kelompok keahlian Teknik Elektro tahun 2007. Peserta Praktik Kerja Industri(Prakerin) tahun 2007.Lampiran-4 CURRICULUM VITAE Hermanto Undjila. 2.

Peserta Kuliah Kerja Sibermas (KKS) Posdaya di Desa Tenilo. 11. Kecamatan Tilamuta. Boalemo. Peserta Pembinaan Belajar Kampus (PBK) dan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) yang diselenggarakan oleh HMJ. dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNG tahun 2008. 8.7. Peserta Seminar Nasional Cloud Computing di Universitas Negeri Gorontalo tahun 2012. Peserta Seminar Nasional Pendidikan Teknologi di Universitas Negeri Gorontalo tahun 2010. . Kab. 9. 10. Peserta Seminar Nasional Internet Sehat di Universitas Negeri Gorontalo tahun 2012. SENMA. Provinsi Gorontalo tahun 2011.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful