BAB I PENDAHULUAN

Semua organisme di bumi ini memerlukan 3 komponen vital yang dibutuhkan untuk hidup, yaitu: oksigen, air dan nutrisi. Dari ketiga hal tersebut komponen yang paling esensial adalah oksigen. Oksigen memegang peranan penting dalam tubuh secara fungsional. Tidak adanya oksigen akan menyebabkan tubuh mengalami kemunduran atau bahkan dapat menimbulkan kematian. Oleh karena itu, kebutuhan oksigen merupakan kebutuhan yang paling utama dan sangat vital bagi tubuh. Pemenuhan kebutuhan oksigen ini tidak terlepas dari kondisi sistem pernapasan secara fungsional. [1] Proses pemanfaatan oksigen ini oleh organisme disebut dengan respirasi. Respirasi ialah pertukaran gas-gas antara organisme hidup dengan lingkungan sekitarnya, dimana terjadi pertukaran antara oksigen (O2) dan karbon dioksida (CO2). Pertukaran ini terjadi di dalam tubuh maupun di luar tubuh organisme yang bersangkutan. (1) Bila ada gangguan pada salah satu organ sistem respirasi, maka kebutuhan oksigen akan mengalami gangguan. Sering kali individu tidak menyadari terhadap pentingnya oksigen. Di dalam dunia kedokteran dan kesehatan, oksigen banyak digunakan baik dalam membantu proses pemulihan maupun terapi. Tubuh kita memerlukan oksigen untuk membentuk energi yang diperlukan untuk mengatasi kelelahan, selain daripada itu oksigen juga dibutuhkan untuk memetabolisme karbohidrat, lemak dan protein. Dalam pengaturan keseimbangan asam basa di dalam tubuh juga diperlukan oksigen. Dari beberapa hal yang disebutkan diatas dapat dilihat dengan jelas bahwa oksigen sangat berpengaruh di dalam sistem kerja organ tubuh. Oleh sebab itu, akhir-akhir ini kita sering mendengar tentang adanya terapi oksigen yang banyak digunakan di dalam dunia kecantikan, khususnya untuk perawatan kulit. Tetapi di dunia kedokteran dan kesehatan, oksigen masih merupakan modal dasar untuk membantu pemulihan kondisi pasien agar tidak terjadinya defisit oksigen di dalam tubuh. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi gangguan kerja sistem organ tubuh sebagai satu kesatuan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penemuan dan penamaan Leonardo da Vinci menyarankan bahwa udara terdiri dari dua gas yang berbeda. Sebelum itu, udara dikategorikan sebagai suatu elemen tersendiri. Beliau juga menyadari bahwa salah satu gas di udara essential untuk kehidupan. Oksigen telah diproduksi oleh beberapa kimiawan sebelum penemuannya pada tahun 1774, tetapi mereka gagal untuk mengenalinya sebagai suatu elemen tersendiri. [2-3] Joseph Priestley dan Carl Wilhelm Scheele telah menemukan oksigen secara independen, namun Priestly biasanya diberikan kredit untuk penemuan oksigen. Mereka berdua mampu memproduksi oksigen dengan memanaskan merkuri oksida (HgO). Priestley merujuk gas yang diproduksi dalam eksperimennya sebagai "dephlogisticated air" dan Scheele merujuknya sebagai "fire air". [2-3] Nama "Oksigen" diciptakan oleh Antoine Lavoisier yang salah mengerti bahawa oksigen diperlukan untuk membentuk semua tipe asam. 'Oksigen' berasal dari kata Yunani "oxy genes" yang berarti "asam" (tajam) dan "membentuk" (asam pembentuk). [2-3] 2.2 Karakteristik Oksigen merupakan elemen pertama dari Grup 16 dari tabel periodik. Oksigen adalah unsur ketiga terbanyak di bumi. 21% daripada atmosfer terdiri dari oksigen, Ia mempunyai lambang O, nombor atom 8 dan berat molekul 15.9994. [4] 2.2.1 Sifat Fisik Oksigen adalah gas yang tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak mempunyai rasa dengan kepadatan 1.429 gram per liter, lebih besar dari udara (1,29 gram per liter). Titik didih adalah 297,33 ° F (-182,96 ° C) dan titik beku adalah -361,2 ° F (-218,4 ° C). Oksigen cair memiliki warna agak kebiru-biruan dan bersifat magnetik. [4] Oksigen merupakan konduktor panas dan listrik yang lemah. Ia sedikit larut dalam air, alkohol dan beberapa cairan umum lainnya. Viskositas oksigen adalah 189 millipoises (pada 0 ° C). [4-5]

2 Alotrop Oksigen wujud dalam tiga bentuk alotrop yaitu oksigen diatomik. Alotrop adalah bentuk dari suatu unsur dengan sifat fisik dan kimia yang berbeda. dan perubahan alkohol menjadi cuka. danau. dengan menekan O2 sampai dengan 20 GPa. [5-6] 2. Gerombol ini berpotensi sebagai oksidator yang lebih kuat daripada O2 maupun O3.2. Ozon cenderung tidak stabil dan terurai menjadi dioksigen dan oksigen atomik dan bereaksi dengan zat lain dengan mudah. telah ditemukan molekul metastabil tetraoksigen (O4) dan diasumsikan terdapat pada salah satu enam fase oksigen padat.4 Keberadaan di alam Oksigen terdapat sebagai unsur terutamanya di atmosfer. oksigen membantu untuk membakar benda-benda lain tetapi oksigen tidak terbakar. Hampir 89% dari berat air adalah oksigen.948% dari atmosfer. sulfat. dan sungai dalam bentuk cecair. Oksida adalah senyawa kimia yang mengandung oksigen dan . haba dilepaskan. Dioksigen adalah kondisi normal oksigen pada suhu kamar. Hal ini dibuktikan pada tahun 2006.2. Oksigen bereaksi dengan kebanyakan elemen lain. [5-6] Pada tahun 2001. Beberapa contoh umum termasuk oksida. [5-6] Oksigen terbentuk dalam semua jenis mineral.2. nitrat. Oksigen juga terdapat di lautan. Lapisan ozon ini sangat penting bagi kehidupan di Bumi. dan dapat digunakan dalam bahan bakar roket. Oksigen atomik adalah spesies yang sangat reaktif yang membentuk oksigen diatomik dan bereaksi dengan unsur dan senyawa lain dengan mudah. dan fosfat. oksigen atomik (O). Ia berfungsi sebagai perisai yang menghalang radiasi berbahaya yang berasal dari Matahari. dan ditemukan struktur gerombol rombohedral O8. Pada hampir semua proses oksidasi. [4] 2.3 Sifat Kimia Sifat kimia oksigen yang paling penting adalah ia mendukung pembakaran. dan trioksigen atau ozon (O3).2. Reaksi kimia antara oksigen dengan elemen lain disebut oksidasi. [5-6] Ozon terbentuk ketika O2 bergabung dengan oksigen atomik yang dihasilkan dari pemisahan O2 oleh radiasi ultraviolet. Artinya. Pembakaran adalah contoh proses oksidasi yang cepat. pengeringan cat. Beberapa contoh oksidasi yang lambat adalah proses pengaratan besi. atau dioksigen (O2). karbonat. Kelimpahan oksigen diperkirakan sekitar 45 persen di bumi. Okisgen terdiri daripada 20.

dan penyakit pembuluh darah. beberapa gangguan jantung. adalah salah satu contohnya.satu elemen lain. Kalsium oksida. yang sulit untuk bernafas. sulfur.3. Unsur-unsur lain dalam senyawa tersebut adalah nitrogen. Jumlah proton menentukan elemen. dan penyakit lain. dan satu elemen lain. Contoh dari senyawa tersebut adalah kalium nitrat. Silinder oksigen dapat membantu pasien. Satu isotop radioaktif adalah salah satu yang pecah dan memberikan efek radiasi. Oksigen digunakan dalam pengobatan pneumonia. atau kapur (CaO).2. [5-6] . karbon. atau garam Epsom (MgSO4). Na2CO3 sering ditemukan dalam deterjen dan produk pembersih. atau fosfor disertai satu elemen lain. Salah satu contoh karbonat adalah natrium karbonat atau soda (Na2CO3). Karbonat adalah senyawa yang mengandung oksigen. Nomor massa merupakan jumlah proton ditambah neutron dalam inti atom elemen. seperti hipoksemia. dan oksigen-18.3 Penggunaan Oksigen 2. penyakit asma. Isotop adalah dua atau lebih bentuk elemen.5 Isotop Ada tiga isotop alami oksigen: oksigen-16. dan kalsium fosfat (Ca3 (PO4)2). Nomor yang tertulis di sebelah kanan nama elemen adalah nomor massa. Partikel-partikel tersebut menempel pada atom dan mengubah ataom menjadiradioaktif. emfisema. Setiap variasi neurtron itu adalah suatu isotop. [5-6] 2. pendaki gunung di lintang tinggi. tetapi jumlah neutron dalam atom dari setiap elemen bervariasi. Masker oksigen digunakan untuk meringankan berbagai gangguan kesehatan. [5] 2. magnesium sulfat. Proses ini menghasilkan energi untuk semua aktivitas metabolik melalui pembakaran glukosa dan oksigen. [5-6] Nitrat. [5] Terdapat lima isotop radioaktif oksigen. oksigen-17. atau sendawa (KNO3). penyelam bawah air atau astronot. dan fosfat juga mengandungi oksigen dan unsur-unsur lain. Tiada isotop radioaktif dari oksigen yang memiliki penggunaan komersial. Isotop radioaktif dihasilkan ketika partikel yang sangat kecil ditembak pada atom. Isotop berbeda antara satu sama lain sesuai dengan nomor massa mereka. sulfat.1 Bidang Perobatan Semua organisme hidup termasuk hewan dan tumbuhan menggunakan oksigen untuk respirasi yang disebut sebagai respirasi aerobik.

Roket membutuhkan O2 cair untuk membakar bahan bakar dan untuk mengangkat roket ke ruang angkasa. oksigen digunakan dalam pembuatan asam nitrat. Produksi logam menyumbang persentase terbesar dari penggunaan oksigen. Sebagai contoh. [5-6] 2. generator dan proses industri. digunakan dalam reaksi kimia yang berbeda untuk meningkatkan laju reaksi dan menjamin sepenuhnya kemungkinan oksidasi senyawa. oksigen digunakan terutama untuk proses pencairan. tapi terlalu banyak membuatnya rapuh dan tidak dapat digunakan. [7] 2. [7] Oksigen juga diperlukan untuk menghasilkan antibeku dan polimer poliester. Karbon dan kotoran lain dibakar dalam pembuatan baja dengan peledakan oksigen melalui besi cair. para ilmuwan mengevaluasi rasio isotop oksigen-18 dan oksigen-16 dalam kerangka organisme laut untuk mengetahui kondisi iklim sekitar satu juta tahun yang lalu. yakni. Gas oksigen turut digunakan untuk membunuh bakteri yang menyebabkan gangren. Oksigen dapat meningkatkan efek radiasi pada sel-sel kanker. Penggunaan atmosfer yang sangat kaya akan oksigen meningkatkan risiko kebakaran. Dalam pelbagai industri kimia. sehingga tindakan pencegahan ketat harus diambil dalam kondisi ini. sehingga pengobatan ini harus dilakukan di ruang oksigen hiperbarik. pengelasan dan pemotongan logam. Sejumlah kecil dari kotoran tersebut mungkin diinginkan dalam baja. Konversi bijih besi menjadi baja membutuhan O2 yang diproduksi secara komersial.Kadang-kadang ruang oksigen hiperbarik digunakan untuk mengobati korban keracunan karbon monoksida atau oleh bakteri anaerob dalam sistem pernafasan. senyawa lain. [7] . kapal.3.3. Oksigen dalam bentuk yang paling reaktif. ozon. asam sulfat. oksigen digunakan untuk membakar karbon dan kotoran lain yang berada di besi untuk membuat baja. pesawat terbang. dan asam.3 Kegunaan lain Oksigen atmosfer digunakan untuk pembakaran bagi menghasilkan energi dalam mobil.2 Bidang Perindustrian Dalam bidang perindustrian. Polimer tersebut digunakan untuk membuat plastik dan kain.

. Oksigen di perlukan tubuh untuk proses oksidasi atau metabolisme karbohidrat. Oksigenasi juga merupakan upaya yang dibutuhkan untuk mengembangkan dan membuat paru berkonstraksi. Sel bergantung pada suplai oksigen yang terus menerus yang tepat dan sesuai mengikut perubahan kebutuhan metabolik. paru-paru. Kebutuhan oksigenasi merupakan salah satu kebutuhan dasar pada manusia yaitu kebutuhan fisiologis.2. Walaupun sel mengkonsumsi oksigen dalam jumlah yang terbesar dan metabolisme aerobik dan integritas sel tergantung pada oksigen. dan memungkinkan transportasi oksigen yang efisien di seluruh jaringan matriks ekstravaskular. Sistem transportasi ini harus hemat energi. [8] Gambar 1. memenuhi distribusi oksigen dengan permintaan metabolik. Pada tingkat jaringan. Jika suplai ini gagal walaupun untuk beberapa menit. lemak dan protein. sel-sel harus mengekstrak oksigen dari lingkungan ekstraseluler dan menggunakannya secara efisien dalam proses metabolisme seluler. jaringan tidak memiliki sistem penyimpanan oksigen. [8] Transportasi oksigen dari udara lingkungan ke mitokondria sel-sel individual terjadi dalam serangkaian langkah. dan antara dengan sel-sel tubuh. Jantung. hipoksemia jaringan terjadi menyebabkan metabolisme anaerobik dan produksi laktat. dan sirkulasi mengekstrak oksigen dari atmosfer dan mengalirkan darah beroksigen ke jaringan untuk mempertahankan metabolisme aerobik. Transportasi oksigen dari atmosfir ke mitokondria.4 Fisiologi Oksigenasi Oksigenasi merupakan keseluruhan proses pertukaran gas antara udara atmosfer dan darah.

Penurunan ini disebabkan oleh faktor fisiologis. hipoventilasi. Contohnya. ditunjukkan oleh simbol P) adalah sama dengan tekanan yang dihasilkan oleh masing-masing gas jika gas tersebut saja yang menempati wadah tersebut. struktur yang bertanggungjawab untuk memproduksi energi. gas bergerak dari daerah dengan konsentrasi tinggi (atau tekanan) ke daerah-daerah dengan konsentrasi rendah (atau tekanan). darah arteri. kepada tingkat saluran pernapasan dan kemudian gas alveolar. Secara umum.1. ketidakseimbangan ventilasi/perfusi atau kelainan difusi dapat mengakibatkan hipoksia jaringan. tetapi [9] juga dapat dipengaruhi oleh keadaan patologis. Penurunan PO2 dari udara ke mitokondria dikenal sebagai kaskade oksigen.4. . Kaskade oksigen. Jika campuran gas dalam sebuah wadah.2. Efek dari hipoventilasi ditampilkan sebagai garis abu-abu dan efek dari "shunt" patologis ditampilkan sebagai garis putus-putus.5kPa) di mitokondria. Tekanan total campuran gas adalah jumlah tekanan parsial dari semua gas individu. PO2 tersebut mencapai level terendah (1 . tekanan masingmasing gas (tekanan parsial.1 Kaskade oksigen Oksigen diangkut dari udara yang kita hirup ke setiap sel dalam tubuh. kapiler dan akhirnya sel (Gambar 2). [9] Tekanan atau gradien konsentrasi oksigen menurun dari tingkat yang relatif tinggi di udara. Gambar 2.

Ditambah lagi dengan adanya daya lenting paru. . Sedangkan pada saat ekspirasi. dinding dada. adanya sumbatan atau obstruksi jalan napas akan menghalangi masuk dan keluarnya udara dari dan ke paru-paru. Hal ini menyebabkan tekanan intrapulmoner menjadi lebih negative daripada tekanan atmosfer. Ventilasi membutuhkan koordinasi otot paru dan thoraks yang elastis serta persyarafan yang utuh.2.4. Adekuatnya pengembangan dan pengempisan paru-paru 4. dan transportasi. sehingga udara masuk keparu-paru. Pada saat inspirasi. 2. internal interkosa.1 Ventilasi Ventilasi adalah proses keluar masuknya udara dari dan menuju paru-paru. diafragma dan otot intercostalis externus berkontraksi menarik permukaan bawah paru kearah bawah sehingga menyebabkan volum rongga toraks meningkat.2. Otot pernapasan inspirasi utama adalah diagfragma.2 Proses Oksigenasi Proses pemenuhan kebutuhan oksigenasi di dalam tubuh terdiri dari tiga tahapan.4. Adekuatnya sistem saraf pusat dan pusat pernafasan 3.Hal ini dapat dilakukan dengan depresi dan elevasi tulang iga untuk merubah diameter antero posterior rongga dada serta gerakan naik turunnya diafragma untuk memperbesar atau memperkecil rongga dada. [13] Kepatenan Ventilasi tergantung pada faktor : 1. yang keluarnya dari medulla spinalis pada vertebra servikal keempat. otot abdominal. dan struktur abdomen akan menekan abdomen yang menyebabkan keluarnya udara dari paru. jumlahnya sekitar 500 ml. 2. Kebersihan jalan nafas. [10-12] Oksigen dapat masuk ke alveoli karena paru-paru dapat di kembangkempiskan. yaitu ventilasi. Kemampuan otot-otot pernafasan seperti diafragma. eksternal interkosa. diafragma dan otot intercostalis externus berelaksasi sehingga menyebabkan volume rongga toraks menurun sehingga tekanan intrapulmoner lebih positif daripada tekanan atmosfer. Diafragma dipersyarafi oleh saraf frenik. difusi.

[10-12] 2. Surfaktan diproduksi saat terjadi peregangan sel alveoli. perbedaan tekanan awal yang menyebabkan oksigen berdifusi kedalam kapiler paru adalah 104-40 atau 64 mm hg. sedangkan PO2 darah vena yang masuk kapiler paru pada ujung arterinya. rata-rata hanya 40 mm hg karena sejumlah besar oksigen dikeluarkan dari darah ini setelah melalui jaringan perifer.2 Difusi Difusi merupakan gerak-gerik molekul dari suatu daerah dengan konsentrasi lebih tinggi ke daerah dengan konsentrasi lebih rendah. sedangkan "recoil" adalah kemampuan untuk mengeluarkan CO2 atau kontraksi menyempitnya paru.Pengaruh proses ventilasi selanjutnya adalah "compliance" dan "recoil".2. langkah selanjutnya adalah difusi oksigen dari alveoli ke pembuluh darah paru . [10-12] Setelah oksigen berada di alveoli. PO2 dari gas oksigen dalam alveolus rata-rata 104 mmhg. [10-12] Pusat pernapasan yaitu medulla oblongata dan pons dapat memengaruhi proses ventilasi. Peningkatan CO.Tekanan parsial oksigen (PO2) di alveoli lebih besar daripada PO2 dalam kapiler darah paru.4. . karena CO2 memiliki kemampuan merangsang pusat pernapasan. Oksigen terus-menerus berdifusi dari udara dalam alveoli ke dalam aliran darah dan karbon dioksida terus berdifusi dari darah ke dalam alveoli. "Compliance" yaitu kemampuan paru untuk mengembang yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. kurang dari atau sama dengan 80 mmHg maka dapat menyebabkan depresi pusat pernapasan. Oleh karena itu. dan disekresi saat pasien menarik napas. Apabila "compliance" baik akan tetapi "recoil" terganggu maka CO2 tidak dapat di keluar secara maksimal.Oksigen dari alveoli dapat berdifusi kepembuluh darah paru disebabkan adanya perbedaan tekanan parsial. dalam batas 60 mmHg dapat dengan baik merangsang pusat pernapasan dan bila PaCO. Difusi udara respirasi terjadi antara alveolus dengan membrane kapiler. yaitu adanya surfaktan pada lapisan alveoli vang berfungsi untuk menurunkan tegangan permukaan dan adanya sisa udara yang menyebabkan tidak terjadinya kolaps dan gangguan toraks.

Bila darah arteri sampai kejaringan perifer. PO2 dalam kapiler masih 95 mm hg sedangkan PO2 intertitium yang mengelilingi sel jaringan rata-rata hanya 40 mm hg. Oleh karena itu. Dapat dilihat pada kurva 1 bahwa terjadi peningkatan PO2 yang cepat dalam darah sewaktu darah melewati kapiler. yang menjadi hampir 104 mm hg. PO2 darah meningkat hampir sebanding dengan peningkatan yang terjadi pada udara alveolus sewaktu darah telah melewati sepertiga panjang kapiler. yaitu 40 mm hg. Begitu cepatnya sehingga PO2 kapiler turun hampir sama dengan tekanan dalam intertitium. terdapat perbedaan tekanan awal yang sangat besar yang menyebabkan oksigen berdifusi secara cepat dari darah kapiler kedalam jaringan. PO2 darah yang meninggalkan kapiler jaringan dan memasuki vena sistemik juga kira-kira40 mm hg. Pengambilan oksigen oleh darah kapiler paru Kapasitas difusi oksigen ini dapat meningkat selama kerja fisik ini disebabkan oleh berbagai macam faktor . Dengan demikian. diantaranya adalah pembukaan sejumlah kapiler paru yang tadinya tidak aktif atau dilatasi ekstra pada kapiler yang telah terbuka. [18] Gambar 4.Gambar 3. dengan demikian meningkatkan luas permukaan darah tempat oksigen berdifusi. Difusi Oksigen dari kapiler jaringan ke sel .

Karbon dioksida tersebut akan masuk ke kapiler jaringan dan diangkut kembali ke paru. dan larut dalam plasma (50%). Pada orang dewasa yang normal. Kardiak output yang dapat dinilai melalui isi sekuncup dan frekuensi denyut jantung. dan kemampuan darah untuk membawa O2. pertukaran gas paru yang adekuat. Banyaknya oksigen yang dapat didistribusikan ke dalam jaringan tertentu ditentukan oleh banyaknya O2 yang memasuki paru-paru.2.5.1 Pengiriman oksigen ke dalam jaringan Pengiriman oksigen ke dalam jaringan membutuhkan kerjasama antara sistem respirasi dengan sistem kardiovaskular. oksigen akan berikatan dengan Hb membentuk Oksihemoglobin (97%) dan larut dalam plasma (3%).5 Biokimia Oksigenasi Oksigen terutama diangkut dalam bentuk terikat dengan hemoglobin ke kapiler jaringan. [13] 2. [14] 2. kebanyakan hemoglobin berisi dua rantai alfa dan dua rantai beta. Hemoglobin merupakan protein yang tersusun dari empat subunit yang masing-masing berisi heme yang separuhnya menempel pada rantai polipeptida.2 Reaksi Hemoglobin dan Oksigen Hemoglobin merupakan pembawa O2 yang baik. Heme merupakan komplek cincin porfirin yang meliputi satu atom ferrous besi. dan sebagian menjadi HCO3 berada pada darah (65%).2. Pada proses transportasi. Masing-masing atom besi tersebut secara . aliran darah ke dalam jaringan. sedangkan CO2 akan berikatan dengan Hb membentuk karbominohemoglobin (30%). latihan. b. Aliran darah ditentukan oleh derajat konstriksi vascular bed dan cardiac output sedangkan banyaknya O2 dalam darah ditentukan oleh jumlah O2 terlarut. hemoglobin dan afinitas hemoglobin untuk O2. Kondisi pembuluh darah. dan lain-lain.4.5. 2.3 Transportasi Oksigen Transportasi gas merupakan proses pendistribusian antara O2 kapiler ke jaringan tubuh dan CO2 jaringan tubuh ke kapiler. [10-12] Transportasi gas dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor di antaranya: a. oksigen bereaksi dengan berbagai bahan makanan sehingga menghasilkan karbon dioksida dalam jumlah besar. Di sel jaringan tersebut.

afinitas Hb yang keempat jauh lebih banyak dari yang pertama. [15] Oxygen-hemoglobin dissociation curve menghubungkan persentase saturasi kekuatan pembawaan hemoglobin dengan PO2.reversibel dapat mengikat satu molekul oksigen. Biasanya nilainya 1. Transisi dari satu keadaan ke keadaan lainnya diperkirakan terjadi sampai 108 kali sepanjang masa hidup sel darah merah. Saat O2 pertama terikat.34 mL . Begitu juga dengan deoksigenasi Hb4O8 juga berlangsung dengan sangat cepat. Saat darah berada dalam kesetimbangan 100% O2 (PO2=760 mmHg). yang mengurangi afinitas molekul terhadap O2. dan sebenarnya bereaksi dengan empat molekul O2 untuk membentuk Hb4O8. bukan oksidasi. Meskipun begitu.39 ml O2. Kurva ini ditandai dengan bentuk sigmoid karena ada interkonversi antara T dan R. reaksi ini berbalik. Oleh karena itu. Kombinasi heme pertama pada molekul Hb dengan O2 meningkatkan afinitas heme kedua. Jika kadarnya turun sampai 50% seperti pada penderita anemia. Besi tersebut selalu dalam bentuk ferrous sehingga reaksi tersebut dinamakan oksigenasi. menghasilkan relaxed (R) configuration. Reaksi tersebut berlangsung dengan sangat cepat. Reaksi hemoglobin dengan oksigen adalah Hb + O2 ↔ HbO2. afinitasnya dapat meningkat sampai 500 kali. Pada deoksihemoglobin. Pada jaringan. [13] Struktur kuarter hemoglobin tersebut menentukan afinitasnya untuk O2 . hanya kurang dari 0. yaitu terjadi pelepasan oksigen. hemoglobin normal menjadi tersaturasi 100%. molekul hemoglobin juga direpresentasikan sebagai Hb4. yang mengekspos lebih banyak tempat ikatan O2. dan nilai pengukuran in vivo lebih rendah. begitu juga seterusnya. Hasilnya. Dalam keadaan tersaturasi penuh. unit globin terikat secara kuat pada tense (T) configuration. Karena berisi empat deoksihemoglobin . darah normalnya berisi sedikit turunan hemoglobin yang tidak aktif.01 detik. tiap hemoglobin berisi 1. kapasitas pembawaan oksigennya juga akan turun sebesar 50% meskipun PO2 normal 100mmHg dan saturasi Hbnya 97%. ikatan yang menahan unit globin dilepaskan. Hemoglobin sangat penting fungsinya dalam mengatur jumlah oksigen yang diambil dari paru-paru dan dikeluarkan pada jaringan.

1 dL darah berisi 20. 2. Transportasi oksigen tergantung pada dua proses: konveksi dan difusi.O2. Tahapan ini adalah pasif dan tergantung pada gradien tekanan parsial oksigen. Tahapan yang membutuhkan energi ini bergantung pada pernapasan dan "pompa" jantung. Oleh karena itu. dan kemampuan sel untuk mengambil dan menggunakan oksigen. [14] Gambar 5 Kurva Disosiasi Oksigen-hemoglobin. [16-18] Proses konveksi adalah proses dimana O2 diangkut oleh sirkulasi (makrosirkulasi dan mikrosirkulasi) ke sistem penukaran mikrosirkulasi O2 menggunakan hemoglobin sebagai pembawa (yaitu DO2). Konsentrasi hemoglobin dalam darah normal adalah sekitar 15 g/dL (14 g/dL pada wanita dan 16 g/dL pada pria).6. [16-18] .ketika subunit pertama mengikat oksigen perubahan konformasi (bentuk) meningkatkan peluang untuk subunit kedua dan ketiga mengikat oksigen. kepadatan jaringan kapiler (yang menentukan jarak difusi).34 mL X 15) O2 terikat pada hemoglobin saat hemoglobin tersaturasi 100%. Kurva sigmoid muncul karena 'positive cooperativity" dari 4 subunit hemoglobin . [16-18] Proses difusi adalah gerakan oksigen dari alveolus ke kapiler paru dan dari kapiler sistemik ke sel.1 Transportasi Oksigen Transportasi oksigen menggambarkan proses dimana oksigen dari atmosfer disuplai ke jaringan (Gambar 6). Jumlah O2 terlarut tergambar dalam fungsi linear PO2.6 Aplikasi Perhitungan Oksigen dalam Perawatan Kritis 2.1 mL (1.

isi (CaO2.2 Pengiriman Oksigen Pengiriman oksigen global (DO2) adalah jumlah oksigen yang dikirim ke seluruh tubuh dari paru-paru. PECO2 = campuran berakhir PCO2. Kandungan oksigen arteri . Partial tekanan O2 dan CO2 (PO2. Hb dalam g/l.Gambar 6 Transportasi oksigen dari atmosfer ke mitokondria.21) pada tekanan atmosfer standar (PB 101 kPa). P50 = posisi kurva disosiasi oksigen hemoglobin. PaO2 = alveolar PO2.5 kPa). melainkan PO2 di mana 50% hemoglobin yang tersaturasi (biasanya 3.7 m2) udara pernapasan(FiO2 0. darah / gas arus (Qt. Nilai dalam kurung untuk individu 75 kg normal (BSA 1. saturasi dalam %. PIO2.CvO2) dalam ml/l. 2. SaO2 adalah saturasi Hb oksigen arteri dan PaO2 adalah tekanan parsial oksigen arteri. VCO2 = produksi karbon dioksida. PCO2) dalam kPa. Ini adalah produk dari aliran darah total atau cardiac output (CO) dan kandungan oksigen darah arteri (CaO2) dan biasanya dinyatakan dalam ml min-1: [1618] Do2 = CO X CaO2 Kandungan oksigen darah arteri (Cao2) dijelaskan dengan menggunakan persamaan: CaO2 = (k1 x Hb x SaO2) + (k2 x PaO2) Dimana Hb adalah konsentrasi hemoglobin (g liter-1). Vi / e) dalam l/min. PEO2 = PO2 yang terinspirasi dan tercampur. VO2 = konsumsi oksigen. DO2 = pengiriman oksigen.6.

2.CVO2) 2.3 Konsumsi Oksigen Konsumsi oksigen global (VO2) adalah volume oksigen yang dikonsumsi oleh jaringan per menit. Nilai yang tepat untuk konstanta ini kontroversial dan berbeda antara penulis.4 Ektraksi Oksigen Ratio ekstraki oksigen (O2ER) adalah rasio VO2 ke DO2 dan mewakili fraksi oksigen yang dikirim ke mikrosirkulasi yang diambil oleh jaringan. Dalam kondisi aerobik.6.6. Prinsip Fick "reverse / inverse" digunakan: [16-18] VO2 = CO x (CaO2 . Secara teori. Namun.39 Hb. dalam prakteknya.39 x SaO2) + (PaO2 x 0.23 ml liter-1 kPa-1) dan PaO2.adalah jumlah dari dua bentuk pengangkutan oksigen. mengurangi kapasitas penggabungan oksigen pada Hb menjadi 1. VO2 dapat diukur secara langsung dengan analisis gas pernapasan atau dari curah jantung dan isi oksigen arteri dan vena. oksigen dikonsumsi untuk menghasilkan energi sehingga VO2 sesuai dengan tingkat metabolisme. Kapasitas penggabungan oksigen pada Hb diwakili oleh konstan k1 dan juga disebut konstan Hüfner. setiap gram Hb ml oksigen. [16-18] O2ER = VO2 / DO2 . [16-18] Perhitungan CaO2 dapat dilakukan dengan menggunakan rumus berikut: CaO2 = (Hb x 1. 0. seperti carboxyhaemoglobin dan methaemoglobin. Oksigen terlarut dalam plasma ditentukan oleh koefisien kelarutan oksigen pada suhu tubuh (k2. Pada orang normal lebih dari 98% oksigen terikat pada Hb. Perhitungan perbedaan dari output jantung dan kadar oksigen campuran arteri-vena lebih sederhana dan dapat dilakukan dengan menggunakan kateter arteri paruparu. Pengukuran VO2 kadangkadang digunakan untuk menilai kecukupan Do2 pada asumsi bahwa jika Do2 tidak memadai menjadi VO2 "supply-dependent".003). Teknik analisis gas membutuhkan peralatan khusus yang secara akurat mengukur volume gas dan konsentrasi disesuaikan dengan perubahan temperatur dan tekanan dan sumber ketidaktepatan. adanya bentuk-bentuk abnormal mengikat 1.31 ml g-1.

6) sehingga sangat sensitif terhadap penurunan DO2 arteri koroner. kemungkinan terjadi penurunan pengiriman oksigen dan atau peningkatan konsumsi oksigen.5 Hubungan antara saturasi Vena Campuran dan Vena Sentral Darah mengalir untuk memenuhi kebutuhan metabolik jaringan.6. Terdapat perbedaan jumlah oksigen yang dibawa ke jaringan (arterial oksigen delivery) dan jumlah oksigen yang kembali ke jantung yang mengindikasikan jumlah total konsumsi oksigen oleh jaringan . Aplikasi klinis lainya dari SvO2 dapat dilihat pada gambar 6. O2ER bervariasi antara organ. Jika terdapat ancaman terhadap suplai oksigen/kebutuhan oksigen. menunjukkan bahwa hanya 20-30% dari oksigen yang disampaikan akan digunakan. Apabila nilai SvO2 normal. Jika nilai SvO2 dibawah 60%. tubuh berusaha mengkompensasi dan hal itu dapat dilihat pada SvO2. [19] Gambar 5. Vena Campuran . [16-18] 2. Sedangkan jika nilai SvO2 diatas 80%. Perbedaan inilah yang disebut saturasi vena campuran.O2ER normal adalah 0. Kapasitas cadangan ini memungkinkan tubuh untuk mengatasi penurunan DO2 tanpa mengorbankan respirasi aerobik awal dan VO2. Jadi dapat disimpulkan saturasi vena campuran adalah representatif dari hasil akhir oxygen delivery dan oxygen consumption pada level jaringan. Penurunan konsumsi oksigen dapat dilihat pada hypothermic state atau pasien yg teranestesi dan menggunakan ventilasi mekanik. hal ini menunjukkan bahwa suplai oksigen ke jaringan cukup. Saturasi vena campuran didapatkan dari kateterisasi arteri pulmonari.2 hingga 0. Range normal dari SvO2 adalah sekitar 60-80%. menunjukkan bahwa suplai oksigen yang tidak mencukupi atau kebutuhan oksigen yang meningkat.3. Sedangkan apabila nilai SvO2 rendah. terjadi peningkatan pengiriman oksigen yang mungkin disebabkan peningkatan FIO2. jantung memiliki O2ER tinggi (~ 0.

terdapat pertanyaan apakah ScvO2 dapat digunakan sebagai pengganti SvO2 terutama di bawah kondisi klinis yang beragam. ScvO2 dapat diperoleh melalui kateter vena sentral yang umumnya ditempatkan pada pasien kritis untuk berbagai alasan seperti pemantauan tekanan vena pusat. pengukuran ScvO2 tampaknya menjadi alternatif yang menarik berbanding pemantauan SvO2. [19-20] Terdapat dua kelebihan pengukuran ScvO2 iaitu lebih mudah pengukurannya dan merupakan metode yang kurang invasif. Saturasi oksigen vena berbeda antara sistem organ (Gambar 7) karena mereka mengekstrak jumlah yang berbeda dari oksigen. Kateter arteri pulmonari adalah lokasi pengambilan sampel di arteri paru yang mengumpulkan darah vena campuran yang mengalir dari seluruh tubuh. kerusakan katup. Darah yang mengalir dari bagian bawah tubuh ke dalam vena cava inferior memiliki tingkat saturasi vena yang tinggi berbanding darah di vena kava superior terutama karena darah vena ginjal yang sangat tersaturasi . Aplikasi Klinis Vena Campuran Saturasi oksigen vena sentral (ScvO2) menunjukan persentase dari oksigen yang diekstraksi oleh otak dan jaringan di atas dada dan lengan. Namun. Metode yang kurang invasif ini jarang menyebabkan aritimia. dan juga berfungsi sebagai "triple lumen central line". lebih mudah insersinya. [19-20] Terdapat perbedaan fisiologis antara SvO2 dan ScvO2. Ujung kateter vena sentral berada dalam vena kava superior yang mengumpulkan darah dari bagian otak dan bagian atas tubuh.Gambar 6. Kateter yang digunakan adalah lebih kecil. Oleh karena itu. Nilai normal ScvO2 adalah 72%. nutrisi parenteral dan infus katekolamin. infak pulmonari atau ruptur pulmonari.

Nilai ScvO2 patologis yang rendah (menyiratkan SvO2 bahkan lebih rendah) lebih penting secara klinis jika dibandigkan dengan apakah nilai tersebut sama. rasio ekstraksi atau "pulmonary shunt". [19-20] Gambar 7. .(92%). [19-20] Hasil dari pelbagai studi membuat kesimpulan bahwa ada perbedaan tidak konstan antara nilai-nilai absolut dari SvO2 dan ScvO2 selama syok. kateter dapat bergerak karena perubahan posisi pasien Darah sampel mungkin berisi. sampai tingkat tertentu. SvO2 lebih besar dari ScvO2 sekitar 2-3%. anestesi dan trauma otak dan ScvO2 tidak dapat digunakan sebagai pengganti SvO2 untuk perhitungan variabel seperti konsumsi oksigen. darah dari vena cava inferior yang dapat mengurangi perbedaan antara SvO2 dan ScvO2. Karena arteri pulmonalis berisi campuran darah dari kedua vena kava superior dan inferior. Selanjutnya. Saturasi oksigen Vena pada organ major dalam keadaan normal. Perubahan dan kecenderungan SvO2 erat dicerminkan oleh perubahan ScvO2 dan ada pelacakan paralel dari kedua variabel selama pelbagai kondisi hemodinamik. [19-20] Ujung kateter vena sentral juga dapat diposisikan di atrium kanan atau di persimpangan vena kava superior dan atrium kanan. ScvO2 bisa digunakan sebagai pengganti SvO2 pada pasien yang tidak stabil secara hemodinamik.

Hal ini diyakini 60-70% dan melampaui titik ini setiap peningkatan lebih lanjut dalam VO2 atau penurunan DO2 akan menyebabkan hipoksia jaringan. Kemiringan maksimum O2ER jatuh (DE vs AB). [17. mencerminkan penurunan kemampuan jaringan untuk mengekstrak oksigen. menunjuk apa yang disebut "supply dependency" dan adanya utang oksigen rahasia yang akan lega dengan peningkatan DO2. Oleh karena konsumsi terus meningkat (E-F) kepada tingkat "supranormal" DO2. Hubungan global antara DO2 dan VO2 pada pasien sakit kritis telah menerima banyak perhatian selama dua dekade terakhir ini. dan hubungan tidak "plateau" seperti dalam hubungan normal. O2ER maksimum tercapai. disebut DO2 kritis (cDO2). 20] Dalam penyakit kritis. O2ER naik untuk mempertahankan metabolisme aerobik dan konsumsi tetap independen terhadap pengiriman. terutama pada sepsis. Sebagai permintaan metabolik (VO2) meningkat atau DO2 berkurang (C-B).20] Gambar 8. [17.2.6. Hubungan antara konsumsi dan pengiriman oksigen . pada titik B. Namun. diyakini ada perubahan hubungan global (garis DEF berputus-putus).5 Keseimbangan konsumsi dan pengiriman oksigen Hubungan normal antara VO2 dan DO2 diilustrasikan oleh garis ABC pada gambar 8.

yang ditunjukkan dalam persamaan: [17. Respon kardiovaskular normal untuk meningkatkan VO2 adalah untuk meningkatkan O2ER dan cardiac output. Dalam kondisi normal VO2 adalah independen dari DO2 karena jaringan dapat memenuhi kebutuhan mereka akan oksigen dengan meningkatkan ekstraksi. [17. 20] SvO2 = 1 . adaptasi microvasculature perifer). SvO2 biasanya menurun selama latihan karena peningkatan cardiac output tidak bisa cocok sepenuhnya dengan peningkatan permintaan O2. penurunan SvO2 tidak berarti bahwa hipoksia jaringan tetapi merupakan tanda stres metabolik meningkat. 20] Pengiriman oksigen dan konsumsi bervariasi selama kondisi fisiologis (latihan) dan klinis. Ketika kompensasi ini habis pada DO2 kritis. Metabolisme anaerobik terjadi dan laktat mulai naik. 20] Tingkat penurunan SvO2 menunjukkan magnitud stres (Tabel 2). metabolisme anaerobik biasanya terjadi ketika SvO2 turun di bawah 40% untuk waktu yang cukup lama. VO2 menjadi dependen terhadap DO2.O2ER Oleh karena itu. O2ER ini berbanding terbalik dengan SvO2. Biasanya O2ER adalah sekitar 25% yang berarti bahwa 25% oksigen yang dihantarkan diambil oleh jaringan dan kembali 75% ke paru-paru. [17. Oleh karena itu.Konsumsi dan pengiriman oksigen dihubungkan oleh persamaan: VO2 = DO2 x O2ER atau O2ER = VO2 / DO2 dimana O2ER merupakan rasio ekstraksi oksigen sebagai persentase. Pada orang sehat. 20] . O2ER meningkat saat istirahat dan mereka dapat hidup dengan SvO2 dalam kisaran rendah tanpa hipoksia jelas karena mereka telah beradaptasi dengan hipoksia (pergeseran ke kanan dari kurva disosiasi oksihemoglobin. dan 60% O2ER cocok SvO2 40%. [17. Pada pasien dengan penyakit jantung berat. O2ER normal 25% sesuai dengan SvO2 75%.

CO rendah Peningkatan SvO2/ ScvO2 Konsumsi O2 menurun .analgesia .25% < 25% Asidosis laktat berar Kematian jaringan .CaO2 tinggi .50% Penurunan DO2 atau Peningkatan VO2 Ekstraksi kompensasi O2 50 -30% Kelelahan ekstraksi Permulaan asidosis laktat 30 .nyeri .mengigil Pengiriman O2 menurun -anemia . Magnitud penurunan SvO2 terkait dengan konsekuensi fisiologis SvO2 > 75% Status Oksigenasi Ekstraksi normal DO2 > VO2 75 .sedasi -ventilasi mekanik .Tabel 1.CO tinggi Tabel 2.hipertermia .hipoksia . Kondisi klinis yang mempengaruhi DO2 dan VO2. Penurunan SvO2/ ScvO2 Konsumsi O2 menigkat .hipotermia Pengiriman O2 meningkat .stres .

dan jika terletak saluran napes bagian bawah menyebabkan rhinitis. [21-23] 2. antara lain debu yang terdapat di dalam hawa pernapasan.7. yaitu adanya kecenderungannya kurang pembentukan surfaktan.5 Faktor Lingkungan Kondisi lingkungan dapat memengaruhi kebutuhan oksigen seperti faktor alergi.2 Hormonal dan Obat Semua hormon termasuk derivat katekolamin dapat.1 Saraf Otonomik Pada rangsangan simpatis dan parasimpatis dari saraf otonom dapat memengaruhi kemampuan untuk dilatasi dan konstriksi.4 Faktor Perkembangan Tahap perkembangan anak dapat memengaruhi jumlah kebutuhan oksigenasi. lni menyebabkan bersin.7. serbuk benangsari bunga.7.2. Hal ini dapat terlihat baik oleh simpatis maupun parasimpatis ketika terjadi rangsangan. ekstrak Belladona dan obat yang menghambat adrenergik tipe beta (khususnya beta-2) dapat mempersempit saluran napas (bronkokontriksi).7 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan Oksigenasi 2.7. batuk apabila di saluran napas bagian atas.7. [21-23] 2. Demikian juga setelah anak tumbuh menjadi dewasa kemampuan kematangan organ seiring dengan bertambahnya usia. Apabila ada rangsangan di daerah nasal. bulu binatang. seperti obat yang tergolong beta bloker nonselektif. Kondisi tersebut memengaruhi kemampuan adaptasi. dan bronkokontriksi terjadi pada asma bronkial. ujung saraf dapat mengeluarkan neurotransmiter (untuk simpatis dapat mengeluarkan noradrenalin yang berpengaruh pada bronkodilatasi dan untuk parasimpatis mengeluarkan asetilkolin yang berpengaruh pada bronkokonstriksi) karena pada saluran pernapasan terdapat resoptor adrenergik dan reseptor kolinergik. melebarkan saluran pernapasan. kapuk. maupun suhu. Hal ini dapat terlihat pada bayi usia prematur. [21-23] 2. ketinggian. Obat yang tergolong parasimpatis dapat melebarkan saluran napas. seperti sulfas atropin. [21-23] 2. dan lainlain.3 Alergi pada Saluran Napas Faktor yang menimbulkan keadaan alergi. [21-23] . mengingat usia organ dalam tubuh seiring dengan usia perkembangan anak. makanan.

napas pendek. dari alveoli ke dalam darah. kemudian perilaku aktivitas yang dapat mempengaruhi proses peningkatan kebutuhan oksigenasi. Pola ini dapat ditemukan dalam keadaan peningkatan tekanan intrakranial yang disertai dengan konsumsi obat-obatan narkotika atau sedatif. Apabila pasien mengalami hiperventilasi dapat menyebabkan hipokapnea.2. kurang lebih 10 kali permenit.8 Gangguan/Masalah Kebutuhan Oksigenasi 1. . atau gangguan ventilasi yang dapat menurunkan konsentrasi oksigen.6 Faktor Perilaku Perilaku yang dimaksud adalah perilaku dalam mengkonsumsi makanan (status nutrisi). sehingga rangsangan terhadap pusat pernapasan menurun. Perubahan Pola Pernapasan a. yaitu berkurangnya CO. [21-23] 2. Proses ini ditandai dengan adanya peningkatan denyut nadi. adanya nyeri dada. tanda yang muncul seperti kulit kebiruan (sianosis). menurunnya perfusi jaringan. Secara umum. seperti orang obesitas dapat memengaruhi dalam proses pengembangan paru.7. Bradypnea merupakan pola pernapasan yang ditandai dengan pola lambat. perilaku merokok dapat menyebabkan proses penyempitan pada pembuluh darah. b. tubuh di bawah batas normal. Tachypnea merupakan pernapasan yang memiliki frekuensi melebihi 24 kali per menit. menurunnya konsentrasi CO2 dan lain-lain. Keadaan demikian dapat disebabkan karena adanya infeksi. ketidakseimbangan asam-basa atau gangguan psikologis. dan lain-lain. Hipoksia Hipoksia merupakan kondisi tidak tercukupinya pemenuhan kebutuhan oksigen dalam tubuh akibat defisiensi oksigen atau peningkatan penggunaan oksigen di tingkat sel. Hiperventilasi merupakan cara tubuh dalam mengompensasi peningkatan jumlah oksigen dalam paru agar pernapasan lebih cepat dan dalam. terjadinya hipoksia ini disebabkan karena menurunnya kadar Hb menurunnya difusi O. Proses ini terjadi karena paru dalam keadaan atelektaksis atau terjadi emboli. c. [21-23] 2.

g. lial ini dapat disebabkan oleh perubahan kadar gas dalam darah/jaringan. yang dapat disebabkan oleh sekresi yang kental atau berlebihan akibat penyakit infeksi. disorientasi atau ketidakseimbangan eletktrolit yang dapat terjadi akibat atelektasis. depresi pusat pernapasan. tahanan jaringan paru dan toraks menurun. Pernapasan paradoksial merupakan pernapasan di mana dinding paru bergerak berlawanan arah dari keadaan normal. ditemukan pada seseorang yang mengalami kongestif paru. Hipoventilasi merupakan upaya tubuh untuk mengeluarkan karbondioksida dengan cukup yang dilakukan pada saat ventilasi alveolar. Sering ditemukan pada keadaan atelektaksis. Cheyne stokes merupakan siklus pernapasan yang amplitudonya mulamula naik kemudian menurun dan berhenti dan kemudian mulai dari siklus baru. k. Biot merupakan pernapasan dengan irama yang mirip dengan cheyne stokes akan tetapi amplitudonya tidak teratur. atau obstruksi laring. dan pengaruh psikis. tahanan jalan udara pernapasan meningkat. compliance paru. f. j. i. h. Stridor merupakan pernapasan bising yang terjadi karena penyempitan pada saluran pernapasan. . otot-otot pernapasan lumpuh. kerja berat/berlebihan. Obstruksi Jalan Napas Obstruksi jalan napas merupakan suatu kondisi individu mengalami ancaman pada kondisi pernapasannya terkait dengan ketidakmampuan batuk secara efektif. dan lain-lain. dan toraks menurun. imobilisasi. Kusmaul merupakan pola pernapasan cepat dan dangkal yang dapat ditemukan pada orang dalam keadaan asidosis metaholik. trauma kepala. tekanan intrakranial yang meningkat.d. e. penurunan kesadaran. Pola ini sering dijumpai pada rangsangan selaput otak. serta tidak cukupnya dalam penggunaan oksigen dengan ditandai adanya nyeri kepala. [21-23] 2. Pada umumnya ditemukan pada kasus spasme trakea. Keadaan demikian dapat menyebabkan hiperkapnea yaitu retensi CO2 dalam tubuh sehingga PaCO2 meningkat (akibat hipoventilasi) akhirnya menyebabkan depresi susunan saraf pusat. Dispnea merupakan perasaan sesak dan berat: saat pernapasan. Orthopnea merupakan kesulitan bernapas kecuali dalam posisi duduk atau berdiri dan pola ini sering.

e. letargi. d. c. dan kedalaman pernapasan tidak normal. Terjadinya gangguan pertukaran gas ini menunjukkan penurunan kapasitas difusi yang antara lain disebabkan oleh menurunnya luas permukaan difusi. dan lain-lain. depresi susunan saraf pusat. keracunan CO2. Tidak mampu mengeluarkan sekresi di jalan napas. Batuk tidak efektif atau tidak ada. irama. akibat efek pengobatan sedatif. dari paru-paru ke jaringan terganggu. Lelah. 3.stasis sekresi dan batuk tidak efektif karena penyakit persarafan seperti CV/1 (cerebro vaskular accident). d. atau penyakit radang pada paru. Jumlah. [21-23] Tanda Klinis: a. Pertukaran Gas Pertukaran gas merupakan suatu kondisi individu mengalami penurunan gas baik oksigen maupun karbon dioksida antara alveoli paru dan sistem vaskular. anemia dengan segala macam bentuknya. Agitasi. b. Napas dengan bibir pada fase ekspirasi yang panjang. meningkatnya paCO2 g. rasio ventilasi perfusi tidak baik dan dapat menyebabkan pengangkutan CO2. dapat disebabkan oleh sekresi yang kental atau imobilisasi akibat penyakit sistem saraf. [21-23] Tanda Klinis: a. Dispnea pada usaha napas. Menurunnya saturasi oksigen. . dan terganggunya aliran darah. c. Sianosis. Suara napas menunjukkan adanya sumbatan. b. f. menebalnya membran alveolar kapiler. Meningkatnya tahanan vaskular paru.

Tidak adanya oksigen akan menyebabkan tubuh mengalami kemunduran atau bahkan dapat menimbulkan kematian. kebutuhan oksigen merupakan kebutuhan yang paling utama dan sangat vital bagi tubuh. yaitu ventilasi. Proses pemenuhan kebutuhan oksigenasi di dalam tubuh terdiri dari tiga tahapan. dan transportasi. . Pemenuhan kebutuhan oksigen ini tidak terlepas dari kondisi sistem pernapasan secara fungsional. Proses tersebut dapat terjadi karena terdapat perbedaan tekanan parsial oksigen di dalam tubuh. difusi.BAB III KESIMPULAN Oksigen sangat diperlukan oleh tubuh. Oleh karena itu.

2013. Ganong’s Review of Medical Physiology: Gas Transport & pH dalam Paru. Boitano S.buzzle. 2013. 6. Hall E. United States: Mc Graw Hill. 1998. P. Available from: http://education. Brooks HL. Available from: http://www. 2013. 5. 4. Penguasaan Jalan Nafas dan Oksigen Terapi. Aziz A dan Alimul H. 14.html.elementalmatter.com/elements/LP/Oxygen. Gede. 11thed.com/articles/oxygen-uses-ofoxygen. 3. 23rded. 1999. Philadelphia: lippincott. Uses of oxygen. 2.htm. British Medical Journal. Jakarta: EGC.DAFTAR PUSTAKA 1. Accessed: March 10. Mangku. 2006. Salemba Medika Jakarta. Barman SM. 609-13. The Physiology of Oxygen Delivery. The Element Oxygen. 1998. 8. 7. 1999. Accessed: March 10. 12. Oxygen. Oxygen. Accessed: March 10. Accessed: March 11. 2013. Greven and Ruth. Accessed: March 10. .com/oxygen.info/oxygenproperties. Allen dan Carol Vestal.org/itselemental/ele008. 13.webelements. 2013. 10:20-26. Oxygen Properties. Barret KE.org/wiki/Oxygen. 7:1303-1305. Memahami Proses Keperawatan Dengan Pendekatan Latihan.html.2007. Denpasar.chemistryexplained. Treacher DF and Leach RM. 9. Fundamental of nursing: human health and function. Available from: http://en. 11. Update in Anaesthesia. Accessed: March 10. Diktat Kuliah Anestesiologi dan Reanimasi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Available from: http://www. Law R and Bukwirwa H. 10.jlab. 316-21. Guyton & Hall Buku Saku Fisiologi Kedokteran: Transport Oksigen dan Karbon Dioksida dalam Darah dan Cairan Jaringan.html. Available from: http http://www.2010. 2013. Available from: http://www. P. ABC of oxygen: Oxygen transport. Oxygen. Penghantar Kebutuhan Dasar Manusia.wikipedia.

. Human Physiology: The Respiratory System. 17. 23.15.2013. P. Hall. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Understanding Continous Mixed Venous Oxygen Saturation Monitoring With The Swan-Ganz Oximetry Td System. 16.com/p/prosesoksigenasi. Edward Lifesciences. Kebutuhan Oksigenasi Manusia. Available from: http://dyapoenya. Canada: Brooks/Cole. 19.html.10.490-7. 2004. C. p. 18. 2002.html. 2007.blogspot. Signa Vitae. 21. 7thed. Accessed: March 13.57:170–177. Proses oksigenasi.com/node/437. Oxygen delivery and haemoglobin. Venous Oximetry. Accessed: March 13. Zaja J. 22. Accessed: March 24. Available from: http://www. Basic Principles of Oxygen Transport and Calculations. McLellan SA & Walsh TS. British Journal of Anesthesia. Guyton. 20. 2002. Thorax. 2(1): 6 .com/2013/01/kebutuhan-oksigenasi-manusia. The pulmonary physician in critical care c 2: Oxygen delivery and consumption in the critically ill. 2013.blogspot. Anonim. . 4(4): 123-126. Available from: http://annisawahyuningsih.2013.527-531. Sherwood L. 2010. A. Leach RM & Treacher DF. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran : Pengangkutan Oksigen dan Karbon Dioksida di Dalam Darah dan Cairan Tubuh.nataonline. 2006.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful