P. 1
Strategi Pelaksanaan

Strategi Pelaksanaan

|Views: 12|Likes:
Published by WEED

More info:

Published by: WEED on Jul 11, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/16/2014

pdf

text

original

STRATEGI PELAKSANAAN

Nama mahasiswa Hari, tanggal Jam Nama klien Alamat

: Widayanto : Kamis, 31 Mei 2012 : 07.00 WIB : Ny. “Y” : Nandan Sriharjo Ngaglik Sleman

A. Proses keperawatan 1. Kondisi klien DS : Klien mengatakan “mas saya tak mati saja apa yam as?”. DO : Raut wajah klien terlihat bersedih Kontak mata kurang 2. Diagnosa Keperawatan Resiko bunuh diri berhubungan dengan mengungkapkan keinginan untuk mati 3. Tujuan umum Klien tidak mempunyai ide bunuh diri Tujuan khusus a) Klien dapat membina hubungan saling percaya 4. Intervensi a) Sapa klien dengan ramah dan baik verbal maupun non verbal.

b) Perkenalkan nama dan tujuan. c) Tanyakan nama lengkap dan nama panggilan klien. d) Buat kontrak dan tunjukkan sikap yang jujur. e) Beri perhatian kepada klien. f) Tanyakan masalah klien yang dihadapi. g) Dengarkan dengan penuh perhatian. B. Strategi pelaksanaan 1.Orientasi a) Salam terapeutik “Selamat pagi Ny. “Y”, perkenalkan nama saya Widayanto, saya yang akan merawat Ny. “Y” selama tiga hari kedepan” “Saya harap ibu bisa bekerja sama dengan saya untuk menyelesaikan masalah yang ibu hadapi”. b) Evaluasi dan validasi “Bagaimana perasaan ibu saat ini?” c) Kontrak “Ibu kita berbincang-bincang ya sebentar saja, waktunya sekitar 10 menit. Tempatnya disini atau dimana ibu?” “Ibu tidak usah kuwatir, hanya kita berdua yang tau tentang masalah ibu dan saya tidak akan menceritakan kepada siapapun” 2.Tahap kerja “Sebelum kita mulai, apa ada yang ingin ibu tanyakan?”

saya mau mendengarkan” c) Kontrak Waktu : “Ibu besok nanti kita berbincang-bincang lagi. 3.Tahap terminasi a) Evaluasi Evaluasi Subyektif “Terimakasih ibu sudah mau berbincang-bincang dengan saya” Evaluasi obyektif “Sekarang bagaimana perasaan ibu setelah kita berbincangbincang. susah atau bagaimana?”. mau ya bu”. b) Tindak lanjut “Ibu nanti kalau ibu ingin bercerita lagi. senang. waktunya jam 10.“Tadi kita sudah ngobrol-ngobrol.00 WIB ya bu? Tempatnya dimana?” . nama ibu siapa? Ibu senang dipanggil siapa?”.

Tujuan umum Klien tidak mempunyai ide untuk bunuh diri Tujuan khusus 1) Klien dapat terlindungi dari perilaku bunuh diri 4. Proses keperawatan 1. Kondisi klien DS : Klien mengatakan “mas saya tak mati saja apa yam as?”. “Y” : Nandan Sriharjo Ngaglik Sleman A. tanggal Jam Pertemuan Nama klien Alamat : Widayanto : Kamis. DO : Raut wajah klien terlihat bersedih Kontak mata kurang 2. 31 Mei 2012 : 09.00 WIB : II Kedua : Ny. Intervensi 1) Jauhkan klien dari benda-benda yang dapat membahayakan .STRATEGI PELAKSANAAN Nama mahasiswa Hari. Diagnosa Keperawatan Resiko bunuh diri berhubungan dengan mengungkapkan keinginan untuk mati 3.

botol. Kontrak “Bagaimana kalau sekarang kita berbincang-bincang agar ibu terlindungi dari perilaku bunuh diri.2) Tempatkan klien diruang yang tenang dan selalu terlihat oleh perawat. 3) Awasi klien secara ketat. Kerja “Begini ibu “Y”. ibu masih merasa minder dan ingin bunuh diri?” c. Strategi pelaksanakan 1. “Sesuai kesepakatan tadi ibu. maka saya dating menemani ibu lagi disini” b. Salam terapeutik “Selamat pagi ibu “Y”? ibu masih ingat dengan saya? Iya bagus!”. B. dan ibu harus selalu berada di lingkungan . bagaimana kalau 10 menit saja?”. “untuk tempatnya ibu mau dimana? Disini saja atau dimana? Baiklah ibu” 2. Orientasi a. Evaluasi “Bagaimana perasaan ibu “Y” saat ini. contohnya pisau. gunting. gimana ibu? “Bincang-bincangnya mau berapa lama ibu?. ibu harus menjauhi benda-benda yang sangat berbahaya ibu. agar ibu terhindar dari perilaku bunuh diri.

b. kita lanjutkan nanti habis makan sore lagi ya bu? Ibu mau kan? . Evaluasi Obyektif “Baiklah ibu sekarang coba ibu ulangi contoh benda yang harus ibu hindari tadi yang sudah saya sampaikan? Bagus ibu!. Evaluasi subyektif “Bagaimana perasaan ibu setelah kita berbincang-bincang tadi? Ibu sudah paham apa yang saya sampaikan tadi?”.bangsal Teratai ini saja. Kontrak “Ibu sekian dulu ya kita berbincang-bincang. Tindak lanjut “Setelah ini coba ibu terapkan untuk menghindari benda-benda yang berbahaya tadi dan ibu tidak kemana-mana” d. ibu gak boleh kemana-mana. c. Terminasi a. Bagaimana ibu?” 3.

4. Proses keperawatan 1. Kondisi klien DS : Klien mengatakan “mas saya tak mati saja apa yam as?”. DO : Raut wajah klien terlihat bersedih Kontak mata kurang 2. tanggal Jam Pertemuan Nama klien Alamat : Widayanto : Kamis. 31 Mei 2012 : 11. “Y” : Nandan Sriharjo Ngaglik Sleman A. Tujuan umum Klien tidak mempunyai ide untuk bunuh diri Tujuan khusus Klien dapat mengekspresikan perasaannya. Diagnosa Keperawatan Resiko bunuh diri berhubungan dengan mengungkapkan keinginan untuk mati 3.00 WIB : III Kedua : Ny. Intervensi .STRATEGI PELAKSANAAN Nama mahasiswa Hari.

. Orientasi a. Terminasi a. Salam terapeutik “Selamat siang ibu? Bagaimana ibu baru apa? Iya bagus ibu!” b. lega tau susah? Iya ibu bagus.?” . Kontrak “Ibu bagaimana kalau kita berbincang-bincang lagi sekarang. Kerja “Bagaimana ibu sekarang coba ibu ungkapkan perasaan ibu semuannya kepada saya siapa tau saya bisa membantu ibu? Iya bagus ibu?. “Ibu mau berbincang-bincang berapa lama ibu? Kalau 10 menit gimana ibu? Oke. B. berbincang-bincang tentang perasaan ibu.a) Dengarkan keluhan yang klien ungkapkan b) Mendorong klien untuk berfikir positif terhadap dirinya. Evaluasi validasi “bagaimana perasaannya ibu? Apa ada keluhan?” c.. Strategi pelaksanaan 1. 3. apa yang ibu rasakan saat ini. bagaimana ibu? Mau tidak?.ibu!” “Untuk tempat ibu mau berbincang-bincang dimana? Iya ibu?” 2. Evaluasi subyektif “bagaimana perasaan ibu setelah berbincang-bincang? Seneng.

.b. Evaluasi obyektif “O. Rencana tindak lanjut “Baik ibu setelah ini coba ibu sering-sering berbagi cerita kepada saya. teman ibu atau perawat disini” d.iya ibu. tadi ibu sudah mengungkapakan perasaan ibu? Coba sekarang ibu ulangi sedikit saja cerita ibu tadi? Ok ibu!” c. bincang-bincangnya kita lanjut besok pagi lagi ya ibu? Kita berbincang-bincang untuk meningkatkan harga diri? Gimana ibu? Mau?” “besok kita berbincang-bincang jam berapa ibu?” “baiklah kita berbincang-bincang besok mau disini atau dimana? . Kontrak “Baiklah kalau begitu ibu.

Diagnosa Keperawatan Resiko bunuh diri berhubungan dengan mengungkapkan keinginan untuk mati 3.00 WIB : IV Keempat : Ny. 4. Proses keperawatan 1. DO : Raut wajah klien terlihat bersedih Kontak mata kurang 2.STRATEGI PELAKSANAAN Nama mahasiswa Hari. Kondisi klien DS : Klien mengatakan “mas saya tak mati saja apa yam as?”. Tujuan umum Klien tidak mempunyai ide untuk bunuh diri Tujuan khusus Klien dapat meningkatkan harga dirinya. tanggal Jam Pertemuan Nama klien Alamat : Widayanto : Jum’at. Intervensi . 1 Juni 2012 : 09. “Y” : Nandan Sriharjo Ngaglik Sleman A.

Kerja “Coba ibu sebutkan apa saja yang perlu disyukuri dalam hidup ini ibu? Coba ibu ceritakan hal-hal yang baik dalam kehidupan hidup ibu? Keadaan ibu yang bagaimana yang membuat ibu merasa puas? Bagu ibu! Terus yang patut disyukuri apa ibu? Coba ibu sebutkan kegiatan apa yang masih bisa ibu lakukan? Coba ibu lakukan kegiatan itu secara teratur ibu? 3.a. Strategi pelaksanaan 1. Kaji dan kerahkan sumber-sumber internal individu B. Orientasi a. Evaluasi validasi “Bagaimana perasaannya pagi ini? Bagaimana tidurnya semalam? Apa ada keluhan? c. b. Salam terapeutik “Selamat pagi ibu? Bagaimana kabarnya hari ini? b. Kontrak “Ibu bagaimana kalau sekarang kita berbincang-bincang tentang bagaimana ibu biar tidak merasa minder? “Ibu mau berbincang-bincang berapa lama? Ok ibu!” “Mau berbincang-bincang dimana ibu? Disinai atau dimana? 2. Bantu klien untuk memahami bahwa klien dapat mengatasi keputusasaannya. Terminasi .

susah atau bagaimana?” b. Kontrak “ibu sekian dulu bincang-bincangnya kita lanjutkan nanti lagi setelah ibu makan sore ya ibu?mau gak?” “mau jam berapa ibu? Iya? “Mau bincang-bincang dimana ibu tempatnya?” . yang telah ibu sebutkan tadi? c. Rencana tindak lanjut “Ibu setelah ini ibu bisa memulai kegiatan yang ibu katakana tadi ya bu?” d. Evaluasi subyektif “bagaimana perasaan ibu setelah kita berbincang-bincang tadi? Seneng.a. Evaluasi obyektif “Baiklah ibu coba sekarang ibu sebutkan kegiatan apa yang masih bisa ibu lakukan saat ini.

00 WIB : V kelima : Ny. Diagnosa Keperawatan Resiko bunuh diri berhubungan dengan mengungkapkan keinginan untuk mati 3. “Y” : Nandan Sriharjo Ngaglik Sleman A. DO : Raut wajah klien terlihat bersedih Kontak mata kurang 2. Proses keperawatan 1. Kondisi klien DS : Klien mengatakan “mas saya tak mati saja apa yam as?”. Intervensi . tanggal Jam Pertemuan Nama klien Alamat : Widayanto : Sabtu. Tujuan umum Klien tidak mempunyai ide untuk bunuh diri Tujuan khusus Klien dapat menggunakan koping individu yang adaptif 4. 2 Juni 2012 : 09.STRATEGI PELAKSANAAN Nama mahasiswa Hari.

Orientasi a. Ajarkan mengidentifikasi pengalaman-pengalaman yang menyenangkan b. Strategi Ppelaksanaan 1. Evaluasi validasi “Bagaimana perasaan ibu hari ini? Ibu masih ingat kemarin kegiatan apa yang bisa ibu lakukan? Sudah dilakukan? Bagus” c. Terminaasi . Bantu untuk mengenali hal-hal yang klien cintai dan sayangi B. sekarang tentang pengalaman ibu yang sangat menyenangkan seperti kesepakatan kemarin? Bagaimana ibu? “Ibu mau berbincang-bincangnya berapa menit? 10 menit atau berapa? Ok ibu!” “Terus ibu mau berbincang-bincangnya dimana? Disini atau dimana?” 2.a.” 3. jadi ibu jangan bersedih ya?. Kontrak “ Ibu bagaimana jika sekarang kita ngobrol-ngobrol lagi. Kerja “Ibu sekarang coba ibu ingat-ingat pengalaman ibu yang menyenangkan itu apa? Terus untuk orang yang paling ibu sayangi itu siapa? Saya juga saying dengan ibu. Salam terapeutik “Selamat pagi ibu? Baru apa ibu? b.

. “Ibu sekian dulu ya berbincang-bincangnya. Evaluasi subyektif “bagaimana ibu perasaannya setelah ibu berbincang-bincang dengan saya?” b.. Rencana tindak lanjut “Ibu mulai sekarang ibu tidak usah kuatir dan bersedih ya? Karena masih banyak orang yang mencintai dan menyayangi ibu?” d.iya ibu kalau nanti kita berbincang-bincang lagi bagaimana ibu? Mau atau tidak? “mau berbincang-bincang dimana ibu? oke!” “ibu jam berapa kita berbincang-bincang?”Oke!” .a. Evaluasi Obyektif “Baik ibu sekarang ibu ulangi lagi siapa orang-orang yang sangat ibu cintai dan sayangi? Nha.bagus ibu!” c.terimakasih ibu sudah mau berbicara dengan saya” “O.

.

STRATEGI PELAKSANAAN Nama mahasiswa Hari. Tujuan umum Klien tidak mempunyai ide untuk bunuh diri Tujuan khusus a. tanggal Jam Pertemuan Nama klien Alamat : Widayanto : Sabtu. “Y” : Nandan Sriharjo Ngaglik Sleman A. Proses keperawatan 1. Kondisi klien DS : Klien mengatakan “mas saya tak mati saja apa yam as?”. . Klien dapat menggunakan obat dengan baik dan benar. 2 Juni 2012 : 17. Diagnosa Keperawatan Resiko bunuh diri berhubungan dengan mengungkapkan keinginan untuk mati 3.00 WIB : VI enam : Ny. DO : Raut wajah klien terlihat bersedih Kontak mata kurang 2.

c. warna obat. Evaluasi validasi ” Bagaimana kabarnya sore ini?” c. Anjurkan klien untuk minum obat secara teratur dan tepat waktu. Orientasi a. Klien dapat menggunakan obat tepat waktu 4. indikasi dan kontra indikasi obat) b. dosis obat. yang pertama yaitu Resperidone yang warnanya orange kecil . efeksamping obat. Strategi pelaksanaan 1. A.b. Klien dapat mengetahui indikasi dan kontra indikasi obat yang dikonsumsi. Intervensi a. Kontrak “Ibu bagaimana kalau sekarang kita ngobrol-ngobrol sebentar?” Kita akan mengobrol tentang obat ynag dikonsumsi oleh ibu? Bagaimana ibu?” “Mau berapa menit kita ngobrolnya? 10 menit gimana ibu? Oke ibu” “Kita ngobrolnya enaknya dimana bu? Ibu usul mau dimana?” 2. Kerja “Iya ibu saya mau menerangkan tentang obat-obatan yang diminum oleh ibu. Salam terapeutik “Selamat sore ibu?” b. Diskusikan pada klien tentang ( nama obat.

terus efeksampingnya Keracunan hati. efeksampinya yaitu ibu. dosisnya sekali minum 500mg? bagaimana ibu apakasudah jelas? 3.itu adalah obat untuk memperbaiki gejala positif skizofrenia. dan besok pagi kita ngbrol lagi” . obat ini diminum 1 x sehari setiap pagi setelah makan. Evaluasi subyekti “Bagaimana perasaannya ibu setelah ngobrol-ngobrol sore ini?” b. Kontrak “Ibu terimakasih udah mau ngobrol-ngobrol sama saya sore ini? Besok kita ngobrol-ngobrol lagi ya ibu?” “sekarang ibu istirahat dulu. perut tak enak. rasa cemas. sakit kepala. Kemudian yang obat Depakote warnya abu-abu yang kayak kapsul itu untuk Obat ini efektif untuk jenis-jenis seizure (kejang) umum yang lain. Evaluasi obyektif “Sekarang coba ibu ulangi lagi nama obat dan warnanya?” iya bagus ibu” c. kejang kecil.?. Terminasi a. gemetaran. peningkatan berat badan. perubahan waktu pendarahan. dan obat dosisnya untuk ibu 2mg diminum 2 x sehari yaitu pagi dan sore setelah makan. insomnia. agitasi. Rencana tindak lanjut “Ibu nanti kalau ibu sudah pulang kerumah harus teratur minum obat dan mengertti obat apa saja yang diminum” d. hal tersebut menyebabkan berkurangnya depresi?.

“mau ngobrol dimana ibu? Oke” .

timbulnya saat klien sendiri.00 WIB : I pertama : Ny.STRATEGI PELAKSANAAN Nama mahasiswa Hari. Kondisi Klien DS : Klien mengatakan sering mendengar bisikan yang menyuruh “kesini-kesini”. DO : Klien terlihat takut saat mengungkapkan bisika-bisikan 2. tanggal Jam Pertemuan Nama klien Alamat : Widayanto : Jum’at. waktunya sekitar satu menit. “Y” : Nandan Sriharjo Ngaglik Sleman A. Diagnosa keperawatan Gangguan presepsi sensori : halusinasi pendengaran berhubungan dengan stress psikis 3. 1 Juni 2012 : 07. Tujuan Umum Klien dapat mengontrol halusinasinya Tujuan khusus Klien dapat mengenali halusinasinya . Proses keperawatan 1.

Evaluasi validaasi “Bagaimana perasaannya saat ini?” c. Terminasi a. kalau sekarang kita akan berbincangbincang lagi ya ibu? Kurang lebih waktunya 10 menit saja. isi. Evaluasi subyektif “Sekarang bagaimana perasaannya ibu? b. Strategi pelaksanaan 1. Kerja Saya dengar ibu kemarin mengatakan sering mendengar suara-suara bisikan-bisikan? Apa benar ibu? Suaranya seperti apa ibu?. Salam terapeutik “Selamat pagi ibu? Bagaimana kabarnya pagi ini?” b. frekuensi. Intervensi a) Tanyakan kepada klien apakah mendengar sesuatu b) Tanyakan apa yang didengarkannya c) Tanyakan waktu. Evaluasi obyektif . Kontrak “Sesuai janji kita kemarin. tempatnya mau disini atau dimana ibu?” oke!” 2. Orientasi a.4. suara itu muncul berapa kali? Terus munculnya suara itu pas ibu ngapain? kalau mendengar it uterus ibu bagaimana? 3. dan respon terjadinya halusinas B.

Rencana tindak lanjut “ibu besok kita ketemu lagi ya?” d.“Sekarang coba. . yang ibu alami itu tadi apa? Bagus ibu masih ingat!” c. Kontrak “Ibu besok kita ketemulagi ya ibu? Ngobrol lagi waktunya 10 menit saja? Tempatnya disini saja lagi ya ibu? Terus besok kita berbincang-bincang tentang cara mengontrol halusinasi.

Kondisi klien DS : Klien mengatakan sering mendengar bisikan yang menyuruh “kesini-kesini”. Diagnosa keperawatan Gangguan presepsi sensori : Halusinasi Pendengaran berhubungan dengan stress psikis 3.00 WIB : II kedua : Ny. DO : Klien terlihat takut saat mengungkapkan bisika-bisikan 2.STRATEGI PELAKSANAAN Nama mahasiswa Hari. 2 Juni 2012 : 07. Proses keperawatan 1. Tujuan umum Klien dapat mengontrol halusinasinya Tujuan khusus Klien dapat mengontrol halusinasinya . timbulnya saat klien sendiri. waktunya sekitar satu menit. tanggal Jam Pertemuan Nama klien Alamat : Widayanto : Sabtu. “Y” : Nandan Sriharjo Ngaglik Sleman A.

Identifikasi bersama klien cara atau tindakan yang dilakukan jika mendengar suara-suara b. Tahap kerja “Sebelum saya mulai apa ada yang ingin ditanyakan?. Salam terapeutik “Selamat pagi ibu?” b. mau pilih yang mana ibu? . caranya yaitu ibu harus banyak berdoa jika halusinasi ibu muncul. Intervensi a.4. mau dimana ibu?” 2. Ajarkan klien untuk selalu berdoa d. Strategi pelaksanaan 1. kalau kita akan berbincang-bincang tentang bagaimana cara untuk mengontrol halusinasi ya bu? Waktunya kurang lebih 10 menit. Ajarkan klien agar selalu beraktifitas B. Evaluasi validasi “bagaimana perasaannya hari ini?” c. Diskusikan cara baru untuk memutus atau mengontrol halusinasi c. ibu . Kontrak “Sesuai janji kita kemarin. Orientasi a. kemudian kegiatan apa yang bisa ibu lakukan? Nah itu bisa ibu lakukan saat halusinasi muncul. biasanya kalau pas mendengar suara-suara itu yang dilakukan ibu apa? Sekarang kita bicara tentang cara untuk mencegah suara itu muncul kembali.

Terminasi a. setelah kita bebincangbincang?” b. silahkan ibu pilih cara yang terbaik menurut ibu” d. Kontrak “Bagaimana ibu kalau ngobrol-ngobrolnya kita lanjutin nanti lagi ya ibu? Waktunya jam 09.3. Mau disini atau dimana ibu? Oke!” . Evaluasi Subyektif “Sekarang bagaimana perasaan ibu.00 WIB ya bu. Evaluasi Obyektif “Coba sekarang ibu ulangi cara untuk mengontrol halusinasi tadi apa saja? c. Rencan tindak lanjut “Nah kalau suara itu muncul.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->