P. 1
IV Bakteri

IV Bakteri

|Views: 62|Likes:

More info:

Published by: Vonalia Nurul Annisa on Jul 11, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/08/2013

pdf

text

original

IV.

MIKROBA PROKARIOTIK: BAKTERI

Bakteri merupakan mikroba prokariotik uniselular, berkembang biak secara aseksual dengan pembelahan sel. Bakteri tidak berklorofil kecuali beberapa yang bersifat fotosintetik. Bakteri ada yang dapat hidup bebas, parasitik, saprofitik, patogen pada manusia, hewan dan tumbuhan. Habitatnya tersebar luas di alam, dalam tanah, atmosfer (sampai ± 10 km diatas bumi), di dalam lumpur, dan di laut. Bakteri mempunyai bentuk dasar bulat, batang, dan lengkung. Bentuk bakteri juga dapat dipengaruhi oleh umur dan syarat pertumbuhan tertentu. Bakteri dapat mengalami involusi, yaitu perubahan bentuk yang disebabkan faktor makanan, suhu, dan lingkungan yang kurang menguntungkan bagi bakteri. Selain itu, beberapa bakteri dapat mengalami pleomorfi, yaitu bentuk dan ukuran yang bermacam-macam dan teratur walaupun ditumbuhkan pada syarat pertumbuhan yang sesuai. Umumnya bakteri berukuran 0,5-10 µm.

Gambar 1. Struktur sel bakteri (Source: Madigan dan Martinko. 2006).

Wawan A Setiawan http://blog.unila.ac.id/wasetiawan

1

b. Kebanyakan bakteri berbentuk bulat. Sel bakteri yang berbentuk bola atau elips disebut coccus (kokus). Bakteri coccus. Spirochete stenostrepta (Ө 1.8 µm) (Source: Madigan dan Martinko.3 µm) sehingga tidak dapat dilihat dengan mikroskop cahaya. bentuk seperti tunas dan appendages.2 µm). masing. Gambar 2. Diplococcus merupakan bakteri bulat sepasang-sepasang. silindris atau batang. Rhodospirillum rubdum (Ө = 1 µm).4 µm). Staphylococcus adalah bakteri berbentuk bulat bergerombol menyerupai untaian buah anggur. f.masing dengan variasinya. Bentuk spiral.5 – 1. Streptococcus adalah bakeri yang berbentuk bulat tersusun dalam rantai. tertata dalam berbagai variasi yang khas tergantung spesiesnya. Tunas dan appendages. Spirochete. Bentuk Bakteri Sel-sel individual bakteri dapat berbentuk bulat atau elips. d.unila. Bentuk batang. Desulfuromonas acetoxidans (Ө = 1 µm).yaitu spirochete. c. Filamentous. ataupun melengkung atau spiral. Wawan A Setiawan http://blog. Genus bakteri ada yang dinamakan sesuai dengan bentuknya. Bentuk bakteri dan contohnya: a.0 µm. 1 µm = 10-3 atau 0.ac. Rhodomicrobium vannielli (Ө 1.1. e. Micrococcus adalah genus bakteri yang terdiri dari sel bulat dan tunggal. Pada beberapa bakteri terdapat bentuk yang tidak biasa. Chloroflexus auratiacus (Ө 0. Sarcina adalah bakteri bulat berjumlah 8 yang tersusun sebagai kubus. Ukuran sel bakteri Satuan ukuran sel bakteri adalah µm(mikrometer).0 X 0. Thiocapsa roseopersicina (Ө = 1. 2006).0 – 5.4. Morfologi Sel Bakteri Meliputi ukuran dan bentuk sel bakteri serta variasinya.4 µm).001 mm. Bakteri yang umum digunakan di laboratorium berukuran 2. Tetracoccus adalah bakteri berbentuk bulat empat-empat.id/wasetiawan 2 .1 – 0. Kelompok bakteri yang disebut Mycoplasma berukuran amat kecil (0. serta berbentuk benang/ filamentous.

membran sel. Seiring dengan perkembangan mikroskop elektron. Roset (ex: Caulobacter vibricoides). Spirillum volutans. a. e. Berbagai bakteri spiral. c. Sarcina. d. Streptococcus. b. g. Protoplasma sel bakteri dibungkus oleh membran sel yang terletak di bagian dalam dinding Wawan A Setiawan http://blog.Gambar 3. Bakteri berbentuk melengkung atau spiral terdapat secara individual. Gambar 4. Treponema pallidum. Ujung sel bakteri yang berbentuk batang sangat bervariasi yaitu persegi. Vibrio cholerae. Ujung bulat (ex: Pseudomonas sp). f. c. Tertata seperti rantai (ex: Bacillus cereus). Ujung seperti cerutu (ex: Clostridium sporogenes). bakteri berbentuk batang dapat tertata dalam rantai (ex: Bacillus cereus). Micrococcus. f. d. bulat. Borrelia anseriana. b. e. a.2. atau tertata seperti pagar (ex: Corynebacterium sp). Sel bakteri berbentuk batang disebut bacillus. Gambar 5. Struktur Halus Sel Bakteri Struktur halus sel bakteri terdiri atas appendages(struktur tambahan). struktur halus sel bakteri sudah diketahui dengan baik. c. Ujung persegi (ex: Salmonella typhii). roset (ex: Caulobacter vibricoides). a.id/wasetiawan 3 . Dinding sel. Bentuk-bentuk bakteri coccus. Perbedaan antara kelompok ini terdapat pada jumlah amplitudo spiralnya serta tingkat kekakuan dinding selnya. Disamping yang tertata secara individual. Tetracoccus. atau meruncing seperti ujung cerutu. 4. Diplococcus. Staphylococcus.ac. dinding sel. Bagian-bagian lain hanya terdapat pada jenis bakteri tertentu. Tertata seperti pagar (ex: Corynebacterium sp). b. dan bagian dalam dinding sel.unila. Bentuk-bentuk bakteri bacillus. dan nukleoid terdapat pada seluruh jenis bakteri.

pili/ fimbrae. flagelnya bersifat peritrikh yaitu flagelnya terdapat di seluruh permukaan sel.unila. Panjang flagel beberapa kali panjang selnya. b.sel. dan bermula dari badan basal. Ujungnya mencuat. kapsul. Diameternya 10 – 20 nm. dan selongsong. Jumlah dan letak flagel berbeda untuk jenis bakteri yang berbeda. terdiri atas flagel. Flagel pada bakteri gram positif (Source: Madigan dan Martinko. jauh lebih kecil dari diameter sel bakteri. Flagel dan bagian-bagiannya. Namun. bagian yang paling besar dan terletak di tengah. Flagel menyebabkan motilitas pada bakteri. Flagel terdiri atas badan basal. Flagel Flagel merupakan appendages seperti rambut. Escherichia coli. Nukleoid merupakan DNA bakteri yang sirkuler tanpa membran inti. terdapat nukleoid. bakteri coliform perairan. struktur seperti kait.id/wasetiawan 4 . Pseudomonas aeruginosa flagelnya bersifat monotrikh. Appendages Terdapat di luar dinding sel. 2006). Flagel pada bakteri gram negatif. Flagel disusun oleh protein yang dinamakan flagein. a. dan filamen yang panjang. Bakteri tak berflagel disebut atrikh. pangkalnya menembus dinding sel. tidak semua bakteri memiliki flagel.ac. Di dalam protoplasma. Wawan A Setiawan http://blog. Pseudomonas fluorescens bersifat lofotrikh yaitu terdapat lebih dari satu buah flagel di salah satu ujung permukaan selnya. Gambar 6. yaitu terdapat satu buah flagel di salah satu ujung permukaan selnya. Bakteri amfitrikh mempunyai flagel pada kedua ujung permukaan selnya.

Macam-macam letak flagel bakteri. Pili mampu mentransfer sejumlah gen kepada bakteri lain. kapsul berfungsi sebagai gudang makanan dan pelindung. c. contohnya dari genus leptotrix dan Crenotrix yang hidup di badan air (tawar atau asin). Banyak terdapat pada bakteri gram negatif. Kapsul dapat lebih tebal atau lebih tipis daripada selnya. Komponen kapsul dapat larut dalam media tumbuhnya dan menyebabkan media tersebut berlendir. yang diamati dengan mikroskop cahaya.ac. Kapsul bakteri. Kapsul Beberapa bakteri. Bakteri Acetinobacter sp. terbungkus dalam selongsong. Bakteri Rhizobium trifolii yang diamati dengan mikroskop elektron. Peritrikh (ex: Salmonella typhii). Bahan pembentuk kapsul diekskresikan dari sel. Bagi sel bakteri. Monotrikh (ex: Pseudomonas aeruginosa). Selongsong Beberapa jenis bakteri. Fimbrae berfungsi sebagai alat untuk melekatkan diri pada sel inang. b. bila kehilangan seluruh kapsulnya. a. tidak akan mampu menginfeksi.Gambar 7.id/wasetiawan 5 . Gambar 8. Pili dan Fimbrae Pili dan fimbrae merupakan appendages seperti rambut yang lebih kecil dan lebih pendek dari flagel.unila. Bakteri patogen yang berkapsul. b. Lofotrikh (ex: Pseudomonas fluorescens). Amfitrikh (ex: Spirillum serpens). Pili dijumpai pada bakteri motil (ex: Shigella flexneri) maupun non motil (ex: Salmonella typhii). Selongsong terbentuk dari oksida besi dan Wawan A Setiawan http://blog. d. kapsul melindungi bakteri dari sistem pertahanan tubuh inang. selnya dibungkus oleh kapsul atau lapisan lendir. a. Disini.

(2) asam N-asetil muramat. Dalam garis besarnya. dan lipoposakarida yang terikat pada peptidoglikan. Di samping itu. Ekstraksi ini menyebabkan cat utama (kristal ultra violet) dan yodium yang semula tetangkap dinding sel. dinding sel berbeda dalam reaksinya terhadap pengecatan bakteri yang dikembangkan oleh Christian Gram. Bakteri gram negatif lebih rentan terhadap streptomisin. Penjelasan yang paling mungkin. lipoprotein. dan (3) suatu peptida yang disebut asam diamiopimelat.unila. Hal ini tidak terjadi pada bakteri Gram positif. protein. dinding sel juga mengandung asam tekoat. susunan kimia dan struktur peptidoglikan bervariasi. menembus masuk. kompleks kristal violet-yodium terperangkap di dalam sel. setelah perlakuan dengan etanol. Pada bakteri gram positif. Komponen kimia dinding sel Komposisi utama dinding sel adalah peptidoglikan.ac. Reaksi terhadap antibiotik antara bakteri gram positif dan negatif juga berbeda. Akibatnya dinding sel menangkap cat penutup (safranin) yang berwarna merah. Wawan A Setiawan http://blog. Dinding Sel Merupakan struktur yang amat kaku dan memberi bentuk pada sel. Dinding sel dapat merupakan 10-40% berat kering sel. Dinding sel berfungsi melindungi bagian di dalamnya.id/wasetiawan 6 . Pada berbagai bakteri. yang tersusun atas asam amino L-alanin. dan Llisin. mengandung lebih bannyak lipid. D-alanin. bakteri Gram positif berwarna ungu. Penjelasan lain hampir serupa. dibanding bakteri Gram positif. Belum ada penjelasan yang tepat tentang timbulnya perbedaan reaksi dinding sel terhadap pengecatan Gram ini. Karenanya. Perlakuan dengan etanol (alkohol) pada pengecatan Gram akan mengekstraksi komponen lemak. sekalipun setelah perlakuan dengan etanol. sedang bakteri Gram negatif berwarna merah. Di samping berbeda dalam reaksi terhadap pewarnaan Gram. perbedaan struktur dinding sel bakteri juga menimbulkan perbedaan dalam bereaksi terhadap antibiotika. Peptidoglikan merupakan polimer dari (1) asam N-asetilglukosamin. didasarkan pada struktur dan komposisi dinding sel. walaupun ada yang amat tebal. Kecuali Mycoplasma. Bakteri akan tampak seperti filamen dengan adanya selongsong. Tebal dinding sel sekitar 10-35 nm. Peptidoglikan bersama asam diaminopimelat dan asam tekoat hanya terdapat pada organisme prokaryotik. Dinding sel bakteri gram negatif mengandung peptidoglikan yang jauh lebih sedikit dan peptidoglikan ini mempunyai ikatan silang yang jauh kurang ekstensif dibandingkan bakteri gram positif. Bakteri sering keluar dari ujung selongsong yang terbuka dan membentuk selongsong baru. pori-pori peptidoglikan bakteri gram negatif tetap cukup besar.mangan yang mengendap di sekeliling selnya sebagai produk kegiatan metabolisnya. Bakteri gram positif umumnya lebih rentan terhadap penisilin dan kurang rentan terhadap disintegrasi oleh perlakuan mekanik dan pemberian enzim-enzim tertentu. lemak atau sejenisnnya. Bakteri Gram negatif. Dalam pengecatan Gram ini. D-glutamat. padahal sel-sel bakteri tinggal di dalam selongsong tersebut. seluruh bakteri memiliki dinding sel yang kaku. polisakarida. yang mengakibatkan kompleks kristal violet-yodium terekstraksi.

kandungan lipid a. peptidoglikan b. Aspek Perbedaan Bakteri Gram Positif Bakteri Gram Negatif 1 Struktur dinding sel a. Tabel Perbedaan antara bakteri gram positif dan bakteri gram negatif. (Source: Madigan dan Martinko. berlapis tunggal b. Perbedaan dinding sel antara bakteri gram positif dan bakteri gram negatif. komponen utama c. peptidoglikan merupakan lapis merupakan lapisan tunggal kaku sebelah dalam c. tanpa asam teikoat. kandungan lipid tinggi sel rendah (1 – 4 %) (11 – 22 %) b. tebal (15 – 80 nm) a.Gambar 9. No. tipis (10 – 15 nm) b.id/wasetiawan 7 . Wawan A Setiawan http://blog. berlapis tiga 2 Komposisi dinding a. 2006).unila. komponen utama merupakan > 50% merupakan ± 50% berat kering sel berat kering bakteri d. mengandung asam teikoat. d.ac.

dan endospora pada jenis-jenis tertentu (perhatikan kembali Gambar 1). mikroorganisme mampu berada pada posisi yang tepat pada lingkungan zat kimia yang kompleks dan selalu berubah. Molekul hidrofobik dan molekul polar tak bermuatan yang berukuran kecil berdifusi langsung melintasi membran. Membran Sitoplasma Membran sitoplasma merupakan bagian yang mengatur keluar – masuknya senyawa kimia dari dan ke dalam sel bakteri.No. serta metabolit lain melewati membran. elektron. Transpor aktif bersifat sangat selektif dan mampu memperlakukan larutan (solut) secara efektif. Proses ini menyamakan konsentrasi larutan di luar dan di dalam sel. Dalam transpor aktif.id/wasetiawan 8 . Umumnya dari luar ke dalam sel. Larutan bergerak dari yang lebih encer ke yang lebih pekat. sitoplasma. Aspek Perbedaan 3 Kerentanan terhadap penisilin 4 Pengaruh zat warna dasar terhadap pertumbuhan 5 6 Persyaratan nutrisi Resistensi terhadap gangguan fisik Bakteri Gram Positif Lebih rentan Pertumbuhan dihambat dengan nyata misalnya oleh kristal violet Relatif rumit pada beberapa spesies Lebih resisten Bakteri Gram Negatif Kurang rentan Pertumbuhan kurang dihambat misalnya oleh kristal violet Relatif sederhana Kurang resisten Struktur Halus Di Dalam Dinding Sel Bagian sel bakteri yang merupakan struktur di dalam dinding sel adalah membran sel dengan mesosomnya. yang biasanya disediakan oleh ATP. gula. dan membuang produk buangannya. ribosom. asam-asam amino.unila. Pada transpor pasif.ac. suatu substansi secara spontan berdifusi menuruni gradien konsentrasinya tanpa memerlukan pengeluaran energi oleh sel. Substansi hidrofilik berdifusi melalui protein transpor dalam suatu proses yang disebut difusi yang dipermudah. mampu mengambil dan menahan nutrien sejumlah yang diperlukan. Membran sel juga mampu menyediakan kemudahan biokimiawi untuk memindahkan ion-ion mineral. Wawan A Setiawan http://blog. Substansi-substansi dalam larutan ini melewati membran dengan cara difusi dan transpor aktif. Transpor aktif mampu melakukan penumpukan solut di dalam sel yang kadarnya lebih tinggi daripada di luar sel. Transpor aktif juga mampu memasukkan nutrien yang di luar sel kadarnya sangat rendah. Transpor aktif membutuhkan pengeluaran energi. dengan adanya membran sel. Mekanisme transpor aktif melibatkan portir membran dan membutuhkan energi. suatu protein transpor memindahkan substansi melintasi membran “naik bukit” melawan gradien konsentrasinya. nukleoid. Proses osmosis tidak spesifik.

Ribosom pada prokariot terdiri dari dua subunit berukuran 30S (subunit kecil) dan 50S (subunit besar) yang apabila bergabung menjadi 70S. Daerah sitoplasma merupakan cairan dimana banyak terdapat ribosom. enzim restriksi. Sel bakteri tidak mempunyai mitokondria. Bakteri fotosintesik mempunyai klorofil yang tidak berada dalam kloroplast.ac. Di dalam sel bakteri juga terdapat plasmid.unila. Diduga. Mesosom berhubungan dengan nukleoid. Plasmid dapat bereplikasi secara mandiri tidak tergantung pada replikasi kromosom sel. yaitu untaian ganda DNA di luar kromosom berbentuk sirkuler. Wawan A Setiawan http://blog. tetapi ada dalam membran yang sangat melipat-lipat ke dalam sel. Mesosom Mesosom merupakan invaginasi/ pelipatan ke dalam dari membran sel. Dibedakan atas daerah sitoplasma. Oksidasi nutrien dilakukan oleh enzim oksidase yang terdapat dalam membran atau mesosom. mesosom berfungi dalam: (1) sintesis dinding sel dan (2) duplikasi nukleus. dan toksin.id/wasetiawan 9 . S merupakan konstanta pengendapan Svedberg yaitu unit koefisien sedimentasi saat ribosom disentrifugasi dengan ultrasentrifugasi. Invaginasi terjadi pada titik tempat pembelahan sel dimulai. dan inklusi sitoplasma. daerah nukleoid. Plasmid diketahui mengandung gen yang produknya khas bagi suatu jenis bakteri seperti bahan yang membuat tahan terhadap antibiotik tertentu.Gambar 10. Protoplasma Merupakan komponen semisolid yang dibungkus oleh membran sel. yang disebut membran fotosintetik (tilakoid). Perbedaan transpor pasif dengan transpor aktif.

dan Sporosarcina. Tubuh inklusi mengandung poly-β-hidroksibutirat. lipid. Tubuh inklusi. tetapi terlipat menjadi diameter 2nm. Selama pembelahan sel masing-masing untaian DNA bereplikasi menghasilkan dua molekul untaian DNA kembali.unila. Bakteri tidak mempunyai bentuk inti seperti pada sel tanaman dan hewan. Pengamatan dengan mikroskop cahaya dari bakteri sulfur Isochromatium buderi. spora kemudian berkecambah membentuk sel vegetatif baru. Isi tubuh inklusi berbeda-beda menurut spesies bakterinya. Pada bakteri lain dapat berisi poliposfat. Endospora merupakan tubuh dalam sel bakteri dari genus Bacillus. Pada bakteri belerang terdapat banyak belerang. a. Komponen kimia terlarut ini membentuk granula atau globula dalam sitoplasma yang disebut tubuh inklusi. Selain itu juga mengandung kalsium. Diduga.id/wasetiawan 10 . Gambar 11.Inklusi sitoplasma mengandung nutrien terlarut atau bahan partikulat lain. Tubuh inklusi mengandung senyawa sulfur (Source: Madigan dan Martinko.ac. dan sebagainya faktor pembatas pertumbuhan bakteri tersebut. adanya bahan kimia. Daerah nukleoid terdiri dari kromosom yang sirkuler. Endospora berfungsi sebagai badan dorman bakteri yang membuat bakteri tersebut mampu bertahan dalam suasana lingkungan yang tidak sesuai bagi pertumbuhan bakteri tersebut seperti suhu. Bakteri yang mampu membentuk endospora dapat tumbuh dan berkembang untuk beberapa generasi. Clostridium. b. korteks endospora terbuat dari kompleks kalsium-asam dipikolineat-peptidoglikan.2 mm. glikogen. Pengamatan dengan mikroskop elektron dari bakteri fototrofik Rhodovibrio sodomensis. Beberapa bakteri mampu membentuk endospora. atau pati. Endospora bakteri mengandung sejumlah asam dipikolineat yang merupakan 5 – 10% berat kering endospora. Bahan genetik hanya berupa satu untaian ganda DNA yang tersusun secara heliks. Wawan A Setiawan http://blog. 2006). Setelah berada pada lingkungan yang sesuai. DNA akan ditranskripsi menjadi bentuk messenger (m) RNA. Panjang DNA mencapai 1. kekringan.

atau subterminal (di dekat ujung sel). (Source: Madigan dan Martinko. Letak spora dapat sentral (di tengahtengah sel). 2006). Gambar 13. Pembentukan spora. terminal (di ujung sel). c. Letak endospora bakteri.Gambar 12. sama.unila. dan letak endospora bermacam-macam.ac. b. a. Sentral. Ukuran. Ukuran spora dapat lebih besar. bentuk. Wawan A Setiawan http://blog. atau lebih kecil dari diameter sel vegetatifnya. terminal.id/wasetiawan 11 . subterminal.

d. Klasifikasi Bakteri Klasifikasi bakteri sebagai mikroorganisme prokariotik dijelaskan dalam buku Bergey’s Manual of Systematic Bacteriology. morfologi. Bergey’s Manual of Systematic Bacteriology edisi pertama.id/wasetiawan 12 . 2. f. mempunyai asam lemak yang tidak umum.terutama adalah fenetik (phonetic): 1. Volume 3: Bakteri gram positip dengan kandung G+C rendah – hanya satu philum disebut Firmicutes. kecuali mycoplasma.phylum ini terdiri dari bakteri fotosintetik anoksigenik yang dikenal sebagai bakteri sulfur hijau. yang tidak mempunyai dinding sel. B. beberapa melakukan fotosintesis anoksigenik(anoxygenic). Lebih banyak filogenetik daripada fenetik.phylum yang terdiri dari bakteri gram negatif. 2. pereduksi sulfur. Volume 1 (of 2nd edition of Bergey’s Manual): The Archaea. e.phylum yang terdiri dari bakteri autotropik yang menggunakan hidrogen sebagai sumber energi. 2. yang terdiri dari banyak ragam bakteri gram negatif. Aquificae . sebagian besar adalah bakteri termofilik. reaksi gram.terdiri dari terutama prokariot metanogenik dan halofilik dan juga prokariot termofilik. b. Wawan A Setiawan http://blog. Crenarchaeota. Bakteri a.ac. Masing-masing seksi terdiri dari bakteri yang mempunyai kesamaan karakter yang secara mudah dapat ditentukan (contoh. Chloroflexi – phylum ini terdiri dari bakteri yang seringkali disebut bakteri nonsulfur hijau.3. Chlorobi. seluruhnya adalah gram positip. Archaea-dibagi dua phyla a. mempunyai peptidoglikan yang tidak biasa dan tidak mempunyai liposakarida dalam membran luarnya.4. meliputi genera yang menghasilkan endospora. fermentatif termofilik. seluruhnya mempunyai kandungan G+C 50%. Terdiri dari lima volume. Deinococcus-Thermus – phylum ini meliputi bakteri dengan resistensi luar biasa terhadap radiasi dan organisme termofilik.phylum yang beragam terdiri dari organism termofilik dan hipertermofilik dan juga beberapa organisme yang tumbuh di laut pada suhu rendah sebagai picoplankton. Thermatogae . hubungan oksigen) dan memuat judul yang menggambarkan sifat-sifat atau memberikan nama daerah bakteri. b. Terdiri dari 33 seksi (sections) dalam empat volume. A. c. Bergey’s Manual of Systematic Bacteriology edisi kedua: 1. Cyanobacteria-phylum yang terdiri dari bakteri fotosintetik oksigenik.unila. Euryarchaeota. sedangkan yang lain bakteri respiratori dan bergerak secara gliding.. Genera bakteri fototropik dan dekat percabangan dengan archaea 1. Volume 2: Proteobacteria – hanya satu phylum disebut Proteobacteria. anaerobik.

termasuk dinding sel yang tidak mempunyai peptidoglikan dan sel dengan nukleoid yang diselimuti membran.nih. Dalam Bergey's Manual of Determinative Bacteriology terdapat langkah-langkah untuk mengidentifikasi bakteri yang belum diketahui jenisnya. Bacteroidetes. mempunyai kandungan G+C 50-55%.html) • Bergey's Manual of Determinative Bacteriology (http://server.phylum yang terdiri dari sejumlah bakteri penting secara ekologis. biasanya sekuen 16S.Volume 4: Bakteri gram positip dengan kandungan G+C tinggi – mencakup phylum Actinobacteria. meliputi bakteri filamentous (actinomycetes) dan bakteri dengan dinding sel yang tidak biasa (mycobacteria).mph.phylum terdiri dari bakteri berbentuk heliks dengan morfologi dan motilitas unik. 1.ac. Setelah itu dapat dibuat pohon filogenetik yang dikonstruksi dengan menggunakan program komputer (ex: Treecon). patogen ini tidak mempunyai peptidoglikan. Bacteroides.campuran dari berbagai jenis kelompok filogenetik dengan percabangan dekat yang tidak harus berhubungan satu sama lain walaupun seluruhnya gram negatif.ncbi.phylum terdiri dari patogen intraseluler obligat yang mempunyai siklus hidup unik. Spirochaetes. 2.gov dari European Bioinformatics Institute). 3. membelah dengan bertunas dan membentuk tonjolan (appendages) yang disebut stalks. Chlamydiae . *Situs Internet terkait klasifikasi bakteri: • The Tree of Life (http://phylogeny.nlm.edu/bergeys/) Wawan A Setiawan http://blog. dan Fusobacteria. Planctomycetes .unila.msu. Spriocheates.arizona. 4.phylum terdiri dari bakteri dengan sifat tidak biasa. Agar identifikasi lebih akurat dapat dilakukan denngan menganalisis secara filogenetik.edu/tree/phylogeny. Fibrobacteres. Analisis secara filogenetik dilakukan dengan menganalisis urutan basa pada gen DNA/RNA ribosom (rDNA/ rRNA).id/wasetiawan 13 . Volume 5: Planctomycetes. Urutan basa tersebut dianalisis cluster dengan menggunakan program di situs internet (ex: situs http://www. Namun identifikasinya masih didasarkan atas pengamatan karakter morfologi dan fisiologi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->