P. 1
Penyakit Hirschprung Atau Megakolon Dueto

Penyakit Hirschprung Atau Megakolon Dueto

|Views: 7|Likes:
Published by Nuclear de Fuahrer
Penyakit Hirschprung Atau Megakolon Dueto
Penyakit Hirschprung Atau Megakolon Dueto

More info:

Published by: Nuclear de Fuahrer on Jul 11, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/10/2014

pdf

text

original

Penyakit hirschprung atau megakolon aganglionik bawaan disebabkan oleh kelaianan inervasi usus, mulai pada sfingter ani

interna dan meluas ke proximal, melibatkan panjang usus yang bervariasi . penyakit hirschprung adalah penyebab obstruksi usus bagian bawah yang paling sering pada neonates, dengan insidensi keseluruhan 1:5.000 kelahiran hidup. Laki-laki lebih banyak dibandingkan perempuan 4:1 dan ada kenaikan insidens keluarga pada penyakit segmen panjang. Penyakit hirschprung mengkin disertai dengan cacat bawaan lain termasuk sindrom down, sindrom Laurence-Moon-Bardet-Biedl dan sindrom waardenburg serta kelaian kardio vascular. Patologi. Penyakit hirschprung adalah akibat tidak adanya sel ganglion pada dinding usus, meluas ke proximal dan berlanjut mulai dari anus sampai panjang yang bervariasi. Tidak adanya inervasi inervasi saraf adalah akibat dari kegagalan perpindahan neuroblast dari usus proximal ke distal. Segmen yang aganglionik terbatas pada rektosigmoid pada 75% penderita; pada 10%, seluruh kolon tanpa sel ganglion. Bertambah banyaknya ujung-ujung saraf pada usus yang aganglionik menyebabkan kadar asetilkolinesterase tinggi. Secara histology, tidak didapatkan pleksus meissner dan auerbach dan ditemukan berkas-berkas saraf yang hipertrofi dengan konsentrasi asetilkolinesterase yang tinggi di antara lapisan-lapisan otot dan pada submukosa. Gangguan ini dapat direproduksi pada binatang percobaan dengan merusak reseptor endhotelin B Manifestasi klinis. Gejala-gejala klinis penyakit hirschprungbiasanya mulai pada saat lahir dengan terlambatnya pengeluaran mekonium. Sembilan puluh Sembilan persen bayi lahir cukup bulan mengeluarkan mekonium dalam waktu 48 jam setelah lahir. Penyakit hirschprung harus dicurigai apabila bayi cukup bulan (penyakit ini tidak bias terjadi pada bayi kurang bulan) yang terlambat mengeluarkan tinja. Beberapa bayi akan mengeluarkan mekonium secara normal, tetapi selanjutnya memperlihatkan riwayat konstipasi kronis. Gagal tumbuh dengan hipoproteinnemia karena enteropati pembuang protein sekarang adalah tanda yang kurang sering karena penyakit hirschprung biasanya sudah dikenali pada awal perjalanan penyakit. Bayi minum ASI tidak dapat menampakkan gejala separah bayi yang minum susu formula. Kegagalan mengeluarkan tinja menyebabkan dilatasi bagian proximal usus besar dan perut menjadi kembung. Karena usus besar melebar, tekanan didalam lumen meningkat, mengakibatkan aliran darah menurun dan perintang mukosa terganggu. Stasis memungkinkan proliferasi bakteri, sehingga dapat menyebabkan enterokolitis (clostridium difficile, staphylococcus aureus, anaerob, koliformis) dengan disertai sepsis dan tanda-tanda obstruksi usus besar. Pengenalan dini penyakit hirschprung sebelum serangan enterokolitis sangat penting untuk menurunkan morbiditas dan mortalitas. Penyakit hirschprung pada penderita yang lebih tua harus dibedakan dari penyebab perut kembung lain dan konstipasi kronis. Riwayat seringkali menunjukkan kesukaran mengeluarkan tinja yang semakin berat, yang mulai pada umur minggu-minggu pertama. Massa tinja besar dapat diraba pada sisi kiri perut, tetapi pada pemeriksaan rectum biasanya tidak ada tinja. Tinja ini jika keluar mungkin akan berupa butir.-----------

anastomosis ileum anus merupakan terapi pilihan. dengan demikian memintas usus yang abnormal dari sebelah dalam. abses perianal. Duhamel menguraikan prosedur untuk menciptakan rectum baru. tetapi pemeriksaan radiologis akan sulit diinterpretasinya karena tidak ditemukan daerah peralihan. prolaps. Masalah pasca bedah meliputi enterokolitis berulang. pengobatan definitive adalah operasi. Bila seluruh kolon aganglionik. Eksisi pengupasan mukosa otot rectum. Penyakit hirschprung segmen panjang yang melibatkan seluruh kolon dan sebagian usus halus merupakan masalah yang sulit. Operasi Duhamel adalah yang terbaik untuk operasi aganglionis kolon total. Prognosis penyakit hirschprung yang diterapi dengan bedah umumnya memuaskan. merupakan tindakan diagnostic dan terapeutik. sebagian besar penderita berhasil mengeluarkan tinja (kontinensia). adalah memotong segmen yang tidak berganglion dan melakukan anastomosis usus besar proximal yang normal dengan rectum 1-2cm di atas garis batas. sering bersama dengan panjang ileum terminal.Pengobatan bila diagnosis sudah ditegakkan. Prosedur endorectal pulltroughyang diuraikan oleh Boley meliputi pengupasan mukosa rectum yang tidak berganglion dan membawa kolon yang berinervasi normal ke lapisan otot yang terkelupas tersebut. Luasnya aganglionosis dapat ditentukan secara akurat dengan biopsi pada saat laparotomi. dan pengotoran tinja. Operasi ini secara teknis sulit dan mengarah pada pengembangan dua prosedur lain. Pilihan-pilihan operasi adalah melakukan prosedur definitive sesegera mungkin setelah diagnosis ditegakkan atau melakukan kolostomi sementara dan menunggu bayi berumur 6-12 bulan untuk melakukan operaso definitive. Gejala-gejala pada anak konstipasi fungsional sel ganglion mungkin terdapat pada biopsy isap rectum. Pada penyakit hirschprung segmental yang ultra pendek segmen yang tanpa ganglion hanya terbatas pada sfingter interna. dengan menarik turun usus besar yang berinervasi normal ke belakang rectum yang tidak berganglion. Ada tiga pilihan dasar operasi. Pemeriksaan motilitas rectum dan bipsi-isap rectum akan menunjukkan adanya tanda-tanda penyakit hirschprun. dengan masih mempertahankan bagian kolon yang tidak berganglion untuk mempermudah penyerapan air. striktur. sehingga membantu tinja menjadi keras. yang diuraikan oleh Swenson. Kolon kiri tetap ditinggalkan sebagai reservoir . Prosedur bedah pertama yang berhasil. termasuk sfingter anus interna. dan tidak perlu menganastomosis kolon kiri ini pada usus halus. Rectum baru yang dibuat pada prosedur ini mempunyai setengah aganglionik anterior dengan sensasi normal dan setengah ganglionik posterior dengan propulsi normal. . tetapi motilitas rectum akan tidak normal.

Pada bayi yang lebih tua penyakit hirsprung akan sulit dibedakan dengan kronik konstipasi dan enkoperesis. vomiting. Pemeriksaan barium enema akan sangat membantu dalam menegakkan diagnosis. Penderita biasanya buang air besar tidak teratur. konsistensi semi –liquid dan berbau tidak seda. yang dapat menyerang pada usia 1minggu. muntah hijau dan distensi abdomen. Gejala Klinik Gambaran klinis hirschsprung dapat kita bedakan berdasarkan usia gejala klinis mulai terlibat: 1. poor feeding. Sedangkan enterokolitis merupakan ancaman komplikasi yang serius bagi penderita hirschsprung ini. Swenson mencatat hampir 1/3 kasus hirschsprung dating dengan manifestasi klinis enterokolitis. Gejala konstipasi yang sering ditemukan adalah terlambatnya mekonium untuk dikeluarkan dalam waktu 48jam setelah lahir. Dapat pula terlihat gerakan peristaltic usus di dinding abdomen. feces berbau busuk dan disertai demam. Swenson (1973) mencatat angka 94% dari pengamatan terhadap 501 kasus. Hal lain yang harus diperhatikan adalah jika didapatkan periode konstipasi pada neonates yang diikuti periode diare yang massif kita harus mencurigai adanya enterokolitis. (gambar 2) 2. Akan tetapi apabila barium enema dilakukan pada hari atau minggu awal kelahiran maka zone transisi akan sulit ditemukan. distensi abdomen. Penyakit hirschsprung klasik ditandai dengan adanya gambaran spastic pada segmen distal intestinal dan dilatasi pada bagian proksimal intestinal.4% untuk waktu 48jam setelah lahir.(gambar 3) . yakni pengeluaran mekonium yang terlambat. sekali dalam beberapa hari dan bisanya sulit untuk defekasi.Periode neonatal Ada trias gejala klinis yang sering dijumpai.Diagnosis Anamnesis Diagnosis penyakit ini dapat dibuat bedasarkan adanya konstipasi pada neonate. bahkan dapat pula terjadi meski telah dilakukan kolostomi. Apabila penyakit ini terjadi pada neonates yang berusia lebih tua maka akan didapatkan kegagalan pertumbuhan. Tetapi gejala ini bisanya ditemukan pada 6% atau 42% pasien. gangguan pasase usus. Gejala lain yang biasanya terdapat adalah: distensi abdomen. Jika dilakukan pemeriksaan colok dubur. Muntah hijau dan distensi abdomen biasanya berkurang manakala mekonium dapat dikeluarkan segera. Factor genetic adalah factor yang harus diperhatikan pada semua kasus. Anak Pada anak yang lebih besar. sedangkan kartono mencatat angka93. maka feces biasanya keluar menyemprot. gejala klinis yang menonjol adalah konstipasi kronis dan gizi buruk (failure to thrive).5%untuk waktu 24jam dan 72. Gejalanyaberupa diarrhea. Pengeluaran mekonium yang terlambat (lebih dari 24 jam pertama) merupakan tanda klinis yang signifikans.

Ano-rectal manometri mengukur tekanan dari otot sfingter anal dan seberapa baik seorang dapat merasakan perbedaan sensasi dari rectum yang penuh. Pemeriksaan radiologi merupakan pemeriksaan yang penting pada penyakit hirschprung. 3. seseorang mengencangkan otot spinkter seperti mencegah sesuatu keluar. Anal manometri (balon ditiupkan dalam rectum untuk mengukur tekanan dalam rektum) Sebuah balon kecil ditiupkan pada rectum. Pada biopsy hisap jaringan dikeluarkan dari kolon dengan menggunakan alat penghisap. 2. Pada foto polos abdomen dapat dijumpai gambaran obstruksi usus letak rendah. . Saat memeras. penyakit hirschprung tidak terbukti. meski pada bayi sulit untuk membedakan usus halus dan usus besar. Tekanan otot spinkter anal di ukur selama aktivitas. pasien diminta untuk memeras. dan mendorong. Daerah rekto sigmoid tidak terisi udara. 2. Pada biopsy fullthickness lebih banyak jaringan dari lapisan yang lebih dalam dikeluarkan secara bedah untuk kemudian diperiksa di bawah mikroskop. Biopsi rectum Ini merupakan tes paling akurat untuk penyakit hirschprung dokter mengambil bagian kecil dari rectum untuk dilihat dibawah mikroskop. Terdapat daerah pelebaran lumen di proximal daerah transisi. Tidak adanya sel-sel ganglion menunjukkan penyakit hirschprung. Pada anak-anak yang memiliki penyakit hirshsprung otot pada rectum tidak relaksasi secara normal. Barium enema Pemeriksaan yang merupakan standar dalam menegakkan diagnose hirschprung adalah barium enema. seseorang seolah seperti pergerakan usus. terlihat di proximal daerah penyempitan ke arah daerah dilatasi. pada jaringan contoh. Selama tes. diama akan di jumpai 3 tanda khas: 1. Jika tidak terdapat sel-sel ganglion. Foto polos abdomen (BNO) Foto polos abdomen dapat memperlihatkan loop distensi usus dengan penumpukan udara di daerah rectum. Anak-anak dengan penyakit hirschprung akan tidak memiliki sel-sel ganglion pada sampel yang diambil. Bayangan udara dalam kolon pada neonates jarang dapat bayangan udara dalam usus halus.Pemeriksaan Radiologi Pemeriksaan yang digunakan untuk membantu mendiagnosa penyakit hirschprung dapat mencakup: 1. Mendorong. 4. 3. Pada foto posisi tengkurap tengkurap kadang-kadang terlihat jelas bayangan udara dalam rektosigmoid dengan tanda-tanda klasik penyakit hirschprung. Tampak daerah penyempitan dibagian retum ke proximal yang panjangnya bervariasi. Jika biopsy menunjukkan adanya ganglion. Karena tidak melibatkan pemotongan jaringan kolon maka tidak memerlukan anestesi. biopsy fullthickness biopsy diperlukan untuk mengkonfirmasi penyakit hirschprung. Terdapat daerah transisi. santai. Tes ini biasanya berhasil pada anak-anak yang kooperatif dan dewasa.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->