PEMBAHASAN MENGENAI JARIMAH ZINA

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Fiqih Jinayah Dosen Pengampu: Drs. Rokhmadi. Mag.

Disusun Oleh
A.Hahsfi Luhtfi Afton Muzzaki Mafrida Rofi’ul H : 102111001 : 102111002 : 102111032

JURUSAN

: Perdata Islam

FAKULTAS SYARI’AH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) WALI SONGO SEMARANG

2 . Akhir kata. semoga keberadan makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca. berkat rahamat. Amin. hidayah. serta keluarga dan para sahabat. rahmat serta salam ta’dzim semoga abadi dalam pangkuan Nabi Muhammad saw.TAHUN 2011 KATA PENGANTAR Hamdan syukron senantiaa kehadirat Allah ‘Azza wa Jalla yang juga maha sempurna. penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari berbagai pihak demi perbaikan dan penyempurnaan makalah ini. Oleh karena itu. Penulis menyadari bahwa penyusunan makalah ini masih perlu penyempurnaan. Makalah fiqih jinayah ini disusun dengan harapan dapat menjadi pelengkap bagi siswa mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar yang sesuai dengan metode yang terus dikembangkan saat ini. serta inayah Allah swt penulis dapat menyelesaikan makalah fiqih jinayah yang berjudul pembahasan mengenai jarimah zina.

baik pelaku sudah kawin atau belum. 1 Dede. sebagai hasil dari pemahaman atas dalil-dalil hukum yang terperinci dari Al-Qur’an dan hadis. hlm. 1992).BAB I PENDAHULUAN A. keluarga dan para sahabatnya yang mulia. dilakukan suka sama suka ataupun tidak. 86 2 Ahmad Wardi Muslich. Hukum Islam dan Pranata Sosial (Jakarta: Lembaga Studi Islam dan Kemasyarakatan. 2005). Hukum Islam dan hukum positif berbeda pandanganya dalam masalah zina. Semoga Shalawat dan salam tetap tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw. PENDAHULUAN Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Penyayang. yang dianggap sebagai zina menurut hukum positif itu hanyalah hubungan kelamin di luar perkawinan. Hukum Pidana Islam. Hukum pidana Islam merupakan terjemahan dari kata fiqih jinayah. kecuali terjadi perkosaan atau pelanggaran kehormatan. (Jakarta.2 Namun disini pemakalah akan mencoba menguraikan pembahasan mengenai zina dipandang dari segi hukum pidana islam( fiqih jinayah). hukum positif tidak memandang semua hubungan kelamin di luar perkawinan sebagai zina. adapun pembahasan-pembahasan yang akan kami angkat dalam makalah ini akan kami uraikan sebagai berikut. yang dilakukan oleh orang-orang yang berada dalam status bersuami atau beristri saja. Hukum islam memandang setiap hubungan kelamin diluar nikah sebagai zina dan mengancamnya dengan hukuman. Sebaliknya.1Tindakan kriminal dimaksud. Selain dari itu tidak dianggap sebagai zina. adalah tindakan-tindakan kejahatan yang mengganggu ketentraman umum serta tindakan melawan peraturan perundang-undangan yang bersumber dari Al-Qur’an dan hadis. hlm. Sinar Grafika. 3 3 . Pada umunya. Fiqih jinayah adalah segala ketentuan hukum mengenai tindak pidana atau perbuatan kriminal yang dilakukan oleh orang-orang mukhallaf(orang yang dapat dibebani kewajiban).

Perumusan Masalah Dalam makalah ini akan dibahas beberapa hal mengenai : A. 4 . B. Macam-macam Hukum Zina.B. D. Dasar Hukum Sanksi Zina. C. Pelaksanaan Hukumannya. Pengertian Zina.

hendaklah ada empat orang saksi di antara kamu (yang menyaksikanya). hlm. Tindak Pidana Islam Syari’at Islam. jika kamu beriman kepada Allah. (Jakarta: Proyek Pengadaan Kitab Suci Al-Qur’an. Zina dalam pengertian istilah adalah hubungan kelamin antara seorang lelaki dengan seorang perempuan yang satu sama lain tidak terikat dalam hubungan perkawinan. 31 Zainuddin Ali. hlm. yaitu melakukan hubungan seksual dalam arti memasukkan zakar (kelamin pria) ke dalam vagina wanita yang dinyatakan haram. Kemudian apabila mereka telah memberi persaksian. 2009). yaitu perbuatan keji. Pengertian Zina Zina secara harfiyah berarti fahisyah. 3Para fuqaha (ahli hukum Islam) mengartikan zina. maka kurunglah mereka (wanita-wanita itu) 3 4 Abdurrahman Doi. 1991). 37 5 Yayasan Penyelenggara Penterjemah. 543 5 .5 b. dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman. Dep. dan janganlah belaskasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah. 1985). (Jakarta Sinar Grafika. bukan karena syubhat. hlm. Al-Qur’an An-Nuur Ayat 2                                         Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina. Dasar hukum hudud zina di dalam Al-Qur’an di antaranya: a.BAB II PEMBAHASAN A. Al-Qur’an Surah An-Nisaa’ ayat 15                                   Dan (terhadap) para wanita yang mengerjakan perbuatan keji. Agama RI. Al-Qur’an dan Terjemahannya. dan hari akhirat. dan atas dasar syahwat. Dasar Hukum Sanksi Zina 1. Hukum Pidana Islam. maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera.4 B. (Jakarta Rineka Cipta.

dapat dibuat garis hukum sebagai berikut: 1) Perempuan dan laki-laki yang berzina hukuman bagi tiap-tiap mereka adalah seratus kali cambuk. 6) Larangan mendekati zina. Dasar hukum sanksi zina di dalam hadis Dasar hukum tentang perbuatan zina yang tercantum di dalam hadis cukup banyak berdasarkan prinsip bahwa setiap manusia. 2) Pelaksanaan hukuman yang dipaparkan sebelumnya.429. 118. 6 . 3) Pelaksanaan hukuman kepada pezina harus disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman. maka wanita-wanita tersebut harus dikurung dalam rumah hingga meninggal atau Allah memberi jalan lain kepadanya. Ibid. 2. 4) Para wanita yang melakukan perbuatan keji dalam bentuk zina harus disaksikan empat orang saksi. karena zina merupakan perbuatan yang keji dan suatu pekerjaan yang buruk. laki-laki ataupun perempuan mempunyai kecendurungan untuk berbuat zina. hlm.dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya.. sesungguhnya zina itu adalah sesuatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk7 Berdasarkan ayat Al-Qur’an yang diungkapkan atas. Hadis tentang zina diungkapkan salah satunya sebagai berikut: 6 7 Ibid. 8) Wanita yang beriman tidak boleh menampakkan perhiasanya kecuali yang biasa tampak darinya. hlm. Al-Qur’an Surrah Al-Israa’ ayat 32                Dan janganlah kamu mendekati zina. 7) Wanita yang beriman harus menahan pandanganya dan memelihara mutiaranya (kemaluanya). tidak boleh ada belas kasihan kepada keduanya yang mencegah kamu untuk menjalankan hukum Allah swt. atau sampai Allah memberi jalan yang lain kepadanya. 5) Apabila ke empat orang saksi tersebut memberikan kesaksian atas wanitawanita yang melakukan zina. 6 c..

yaitu kalimat ... 7 .8 Berdasarkan ayat Al-Qur’an dan Al-hadis di atas dapat dipahami hal-hal pesan sebagai berikut: 1) Larangan melakukan zina atas dasar nash (teks). zina perasaan melalui cita-cita dan keinginan mendapatkanya. larangan melakukan perbuatan yang mengarah ke perbuatan zina.. 2009). Telah menentukan bahwa anak Adam cenderung terhadap perbuatan zina.48. Macam-macam Hukum Zina 8 9 Kumpulan Hadis Riwayat Bukhory dan Muslim. laa taqrabuzzinaa . zina mulut dalam bentuk penuturan..hlm.. kemaluanlah yang menentukan berbuat zina atau tidak.48...Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. Kata taqrabuu arti harfiyahnya adalah mendekati.11 C. hlm 48. Bahwasanya: Nabi saw bersabda: Allh swt. maknanya . Atas dasar itu makna yang terkandung dari ayat tersebut adalah larangan mendekati zina. 2002. Hukum Pidana Islam.9 2) Larangan melakukan zina atas dasar mafhum aulawy Redaksi yang terdapat pada ayat tersebut adalah laa taqrabuu. 11 Opcit. Hal ini berarti.. Berarti ada iqtidla (sisipan) dari makna teks ayat....la taqrobush shalaata.. Mafhum auly berarti berbuat zina lebih dilarang. 1550.seperti kalimat... Keinginan itu tidak dapat dielakkan... yaitu melakukan zina mata dalam bentuk pandangan. hadis No. 10 Opcit. Zainuddin Ali.hlm. (Jakarta Sinar Grafika.kata mendekati relevan objeknya adalah tempat. Alasanya... Namun. yaitu janganlah kalian mendekati (tempat) perzinaan. jangan melakukan zina..maknanya jangan melakukan shalat.10 3) Kata laa taqrabuu secara harfiyah maknanya janganlah kalian mendekati..

Sinar Grafika.w.                                         “Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina.a. An-Nuur: 2) Hadits Nabi Muhammad. mereka dikenai hukuman dera seratus kali. ambilah dari diriku. dan hari akhirat. Jejaka dan gadis hukumanya dera seratus kali dan pengasingan selama satu tahun sedangkan duda 12 Ahmad Wardi Muslich. (Jakarta. Hukuman untuk zina Ghoyr muhshon ini ada dua macam. hlm. “ambilah dari diriku. yaitu: 1) dera seratus kali. jika kamu beriman kepada Allah. dan 2) pengasingan selama satu tahun12 Hal ini didasarkan pada Al-Qur’an dan hadits Rosululloh s. dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah. Hukuman untuk zina Ghoyru muhshon Zina Ghoyr muhshon adalah zina yang dilakukan oleh laki-laki dan perempuan yang belum berkeluarga. maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera. sesungguhnya Allah telah memberikan jalan keluar (hukuman) bagi mereka (pezina).a.”(QS. Hal ini didasarkan pada Qur’an Surat An-Nuur ayat 2. Hukum Pidana Islam. 1) Hukuman dera Apabila jejaka dan gadis melakukan perbuatan zina. dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman. 29 8 . 2005). sebagai berikut.

wordpress. (Jakarta. Disamping telah ditentukan oleh syaro’ hukuman hada adalah hak Allah sehingga pemerintah maupun individu tidak boleh memberikan pengampunan.com/2011/01/27/konsep-hukum-pidana-islam-pembuktian-jarimahzina-dengan-menggunakan-pengakuan-dan-qorinah/ 14 Ahmad Wardi Muslich. 2005). menambah. Dasarnya adalah hadits Ubadah bin Shomit tersebut yang didalamnya tercantum: “…dan gadis hukumanya dera seratus kali dan pengasingan selama satu tahun sedangkan duda dan janda hukumanya dera seratus kali dan rajam. Oleh karena itu hakim tidak boleh mengurang. para ulama berbeda pendapat. Dengan demikian menurut jumhur. Pendapat ini juga merupakan pendapat Syi’ah Zaydiyah. 2) Hukuman pengasingan Hukuman yang kedua untuk zina Ghoyru muhshon adalah pengasingan selama satu tahun hukuman ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan Ubadah bin ash Shomit. dan Turmudzi)13 Hukuman dera adalah hukuman had yaitu hukuman yang sudah ditentukan oleh syaro’. Sinar Grafika. Namun mereka membolehkan kholifah menggabungkan hukuman dera seratus kali dan pengasingan. Dengan demikian menurut mereka. 30 9 . hlm. Menurut Imam Abu Hanifah dan kawankawanya.dan janda hukumanya dera seratus kali dan rajam. menunda pelaksanaanya atau menggantinya dengan hukuman yang lain. Alasanya adalah hukuman pengasingan ini dihapuskan (dimansukh) oleh Surat An-Nuur ayat 214 Jumhur ulama yang terdiri atas Imam Malik.” (Hadis diriwayatkan oleh Muslim. berpendapat bahwa hukuman pengasingan harus dilaksanakan bersamaan dengan hukuman dera seratus kali. Syafi’i dan Ahmad. Hukum Pidana Islam. dan bukan hukuman ta’zir.” b. Abu Dawud. hukuman pengasingan ini termasuk hukuman had. hukuman pengasingan tidak wajib dilaksanakan. Apakah hukuman ini harus dilaksanakan bersamaan dengan hukuman dera. Hukuman untuk zina muhshon 13 http://ngobrolislami. hukuman pengasingan itu bukan hukuman had melainkan hukuman ta’zir.

dan hari akhirat. dan 2) rajam Hukuman dera seratus kali didasarkan kepada al Qur’an Surat An-Nuur ayat 2 dan hadis Nabi yang dikemukakan di atas. dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman. 1) dera seratus kali. jika kamu beriman kepada Allah. kecuali kelompok Azariqoh dari golongan Khowarij.”(QS. Hukuman untuk pelaku zina muhshon ini ada dua macam. dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah. Hukuman rajam adalah hukuman mati dengan jalan dilempari dengan batu atau sejenisnya. kecuali yang sampai pada tingkatan mutawatir.                              “Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina. Menurut mereka. yaitu rajam bagi muhshon dan dera seratus kali ditambah pengasingan selama satu tahun bagi pezina ghair muhshon. hukuman untuk pezina muhshon maupun Ghoyru muhshon adalah hukuman dera seratus kali berdasarkan firman Allah dalam Surat An-Nuur ayat 2. Pelaksanaan Hukumanya Apabila jarimah zina sudah bisa dibuktikan dan tidak ada syubhat maka hakim harus memutuskanya dengan menjatuhkan hukuman had. karena mereka ini tidak mau menerima hadits. An-Nuur: 2) D.wordpress. Hukuman rajam merupakan hukuman yang telah diakui dan diterima oleh hampir semua fuqoha.Zina muhshon adalah zina yang dilakukan oleh laki-laki dan perempuan yang sudah berkeluarga (bersuami/beristri).com/2011/01/14/konsep-hukum-pidana-islam-unsur-unsur-jarimahzina/ 10 . sedangkan hukuman rajam juga di dasarkan kepada hadits Nabi baik Qowliyah maupun Fi’liah. maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera.15 1) Siapa yang melaksanakan hukuman Para fuqoha telah sepakat bahwa pelaksanaan hukuman had harus dilakukan oleh kholifah (kepala negara) atau wakilnya (pejabat yang ditunjuk). Kehadiran 15 http://ngobrolislami.

Dari Abi Sa’id ia berkata: ketika Rosululloh s. Hal ini didasarkan pada hadis Rosululloh s. Demikian pula hukuman tidak dilaksanakan 11 .a. seperti dalam hadus Ma’iz dan lainya.w ketika merajam Ma’iz dan orang Yahudi. Maka kami melemparinya dengan tulang… 3) Cara pelaksanaan hukuman dera (jilid) Hukuman dera dilaksanakan dengan menggunakan cambuk. dengan pukulan yang sedang sebanyak 100 kali cambukan. Akan tetapi persetujuan Imam selalu diperlukan dalam pelaksanaan hukuman ini.kholifah tidak menjadi syarat dalam pelaksanaan hukuman. jumlah pukulan dihitung sesuai dengan banyaknya ekor cambuk tersebut. Demi ALLOH kami tidak memasukanya ke dalam lubang dan tidak pula mengikatnya melainkan ia tetap berdiri.a. karena hukuman ini bersifat pencegahan. Hukuman jilid tidak boleh sampai menimbulkan bahaya terhadap orang yang terhukum. Dalam beberapa hadis disebutkan bahwa Rosululloh s. tidak boleh basah. Apabila ekor cambuk lebih dari satu ekor.w memerintahkan kepada kami untuk merajam Ma’iz ibn Malik maka kami membawanya ke baqi’.a.w selalu memerintahkan pelaksanaan hukuman had kepada para sahabat dan beliau tidak ikut menghadiri pelaksanaan hukuman tersebut. Demikian pula hukuman tidak boleh dilaksanakan dalam keadaan panas terik atau cuaca yang sangat dingin. 2) Cara pelaksanaan hukuman rajam Apabila orang yang akan dirajam itu laki-laki. Oleh karena itu hukuman tidak boleh dilaksanakan dalam keadaan panas terik atau cuaca yang sangat dingin. hukuman dilaksanakan dengan berdiri tanpa dimasukan ke dalam lubang dan tanpa dipegang atau diikat. karena bisa menimbulkan luka. Disamping itu juga disyaratkan cambuk tersebut ekornya tidak boleh lebih dari satu. Disyaratkan cambuk tersebut harus kering.

dan wanita yang sedang hamil sampai ia melahirkan. Adapan macam zina ada zina muhson dan ghoyru muhson. bukan karena syubhat. pelaksanaan hukum harus oleh kepana negara atau petugas yang diberi kewenangan. yaitu melakukan hubungan seksual dalam arti memasukkan zakar (kelamin pria) ke dalam vagina wanita yang dinyatakan haram. yaitu perbuatan keji. BAB III PENUTUP A. 12 . Zina dalam pengertian istilah adalah hubungan kelamin antara seorang lelaki dengan seorang perempuan yang satu sama lain tidak terikat dalam hubungan perkawinan.atas orang yang sedang sakit sampai ia sembuh. Para fuqaha (ahli hukum Islam) mengartikan zina. Simpulan Jadi dapat disimpulkan zina secara harfiyah berarti fahisyah. dan atas dasar syahwat.

Abdurrahman. 2005. Arifin. Zainuddin. Jakarta: Rineka Cipta. Jakarta: P3M. Jakarta: Lembaga Studi Islam dan Kemasyarakatan.wordpress. 2009. Hukum Islam dan Pranata Sosial. http://ngobrolislami. Dep. Ahmad Wardi. Tindak Pidana Islam Syari’at Islam. Hukum Pidana Islam. Dede. Jakarta: Sinar Grafika. 1989. 1991. Busthanul. http://ngobrolislami. 13 . Jakarta: Sinar Grafika. Al-Qur’an dan Terjemahannya. Agama RI.wordpress.com/2011/01/14/konsep-hukum-pidana-islam-unsurunsur-jarimah-zina/ Ali . Hukum Pidana Islam.com/2011/01/15/konsep-hukum-pidana-islamhukuman-untuk-jarimah-zina/ Yayasan Penyelenggara Penterjemah. http://ngobrolislami.com/2011/01/27/konsep-hukum-pidana-islampembuktian-jarimah-zina-dengan-menggunakan-pengakuan-dan-qorinah/ Doi. Kompilasi: fiqh dalam Bahasa UU.DAFTAR PUSTAKA Muslich. Rosyada. Jakarta: Proyek Pengadaan Kitab Suci Al-Qur’an. 1992.wordpress. 1985.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful