Pengoperasian Boiler Serta Cara Perawatannya

BAB I PENDAHULUAN Di kapal-kapal tangker untuk menunjang kelancaran pelayanan dan pelayaran dibutuhkan pesawatpesawat bantu di antaranya adalah auxiliary boiler di mana berfungsi sebagai penghasil uap panas yang akan di gunakan untuk memanaskan muatan, memompa keluar muatan, memanaskan bahan bakar, sebagai pengontrol suhu udara bila kita berlayar di daerah dingin dan di gunakan untuk keperluan lainnya. Boiler di tuntut untuk selalu dapat menghasilkan uap panas yang mencukupi sesuai kebutuhan di atas kapal. Tersedianya uap panas merupakan hal yang mutlak bagi kelancaran operasional permesinan yang membutuhkan uap panas. Pelayaran dan pelayanan dapat terganggu jika penghasilan uap panas ada masalah karena kita tidak tahu cara pengoperasian yang aman dan benar sehingga boiler mengalami gangguan atau mengalami kerusakan. Di latar belakangi pentingnya pengoperasian boiler yang aman dan benar untuk menunjang kinerjanya agar selalu dalam keadaan yang selalu siap beroperasi dan prima maka dalam makalah ini kami akan mencoba menguraikan tentang : “PENGOPERASIAN BOILER SERTA CARA PERAWATANNYA” BAB II PEMBAHASAN A. PENGERTIAN BOILER Adalah suatu kenyataan bahwa sampai saat ini masih banyak kapal-kapal yang menggunakan instalasi tenaga uap, baik itu instalasi induk maupun untuk penggunaan pesawat bantu. Di kapal tanker uap hasil dari boiler tersebut biasanya di gunakan sebagai pemanas, baik pemanas bahan bakar, pemanas ruangan, pemanas air, pemanas cargo ataupun untuk keperluan yang lain sehingga operasional kapal dapat berjalan lancar. Boiler atau boleh juga kita sebut juga dengan ketel uap adalah sebuah bejana tertutup yang dapat membentuk uap dengan tekanan lebih besar dari sari atmosfer dengan jalan memanaskan air boiler yang berada di dalamnya dengan gas-gas panas dari hasil pembakaran bahan bakar. Sebuah boiler atau ketel uap harus di lengkapi paralatan dapat membantu kinerjanya sehingga operasional boiler berjalan dengan aman. Boiler atau ketel uap harus mempunyai persyaratan sebagai berikut: 1. Dapat menghasilkan uap dengan berat tertentu dalam waktu tertentu pula, dan tekanannya lebih besar dari satu atmosfer. 2. Kadar air yang di hasilkan pada uap panas harus sedikit mungkit. 3. Kalau memakai alat pemanas lanjut uap, maka suhu uap pada pemakaian uap yang terakhir tidak berubah terlalu banyak. 4. Uap harus di bentuk dengan jumblah bahan bakar sehemat mungkin. 5. Jika pemakaian uap berubah-ubah, maka tekanan uap tidak boleh berubah banyak. B. JENIS BOILER DAN APPEDANSINYA / PERLENGKAPANNYA Pada kapal-kapal motor penggunaan uap sudah barang tentu hanya di gunakan pada pesawat bantu saja. Sedangkan pada kapal-kapal uap, penggunaan utama dari uap adalah untuk menggerakkan mesin induk, sedangkan penggunaan lain adalah untuk keperluan pesawat bantu. Maka dari itu boiler atau ketel uap dapat di bedakan menurut zat-zat yang mengalir kedalam pipa-pipa, yaitu:

Pemanas udara atau LUVO 3. Telah kita ketahui bahwa boiler harus di lengkapi dengan appedansi dan beberapa peralatan agar boiler dapat berjalan lancar dan untuk menjamin keamanan boiler. sedangkan katub bantu dipergunakan untuk mengatur aliran ke pesawat-pesawat bantu. Pemanas uap lanjut atau OVO 2.  Katub pengisian boiler Fungsi katub ini adalah untuk mengatur jumlah air pengisian yang masuk ke dalam boiler dan mencegah air boiler tidak kembali ke saluran pengisian.  Katub keamanan Katub ini mempunyai fungsi untuk mencegah agar tekanan di dalam boiler tidak melebihi dari tekanan kerja yang ditentukan menurut peraturan. b.   Disamping itu ada alat tambahan. Adalah untuk mengeluarkan sebagian atau seluruhnya air boiler untuk membuang kotoran yang mengendap di bagian bawah boiler. Ketel Pipa Api Adalah sebuah ketel di mana gas-gas pembakaran mengalir di dalam pipa-pipa sedang di luarnya mengalir air ketel. tapi tidak termasuk appendansi yaitu :     Kran Brain Kran Garam Garis Api Plat stempel Pada boiler modern. Ketel Pipa Air Adalah sebuah ketel di mana air boiler mengalir di dalam pipa-pipa sedangkan di luarnya terdapat gasgas pembakaran. Kran Spui atau Blow down. Katub harus dipasang sedekat mungkin dengan boiler dan katub harus dapat di buka dan ditutup dengan baik dan lancar. disamping alat-alat tersebut masih dilengkapi dengan alat-alat lain untuk mempertinggi daya guna boiler. dengan adanya manometer ini pengoperasian boiler akan lebih aman. Katub utama dan bantu adalah katub yang dipakai untuk mengatur pemberian uap untuk pemanasan muatan.a. yaitu : 1. Menurut hukum uap maka yang termasuk dalam appendansi adalah: a. Yang berhubungan dengan ruang uap. Gelas Penduga Adalah sebagai pengontrol air yang ada di dalam boiler. Pemanas awal air pengisi ketel atau ECO .   b. Manometer Alat ini untuk menunjukkan dan mengetahui tekanan uap sambungan yang berada dalam sebuah ketel dengan jelas dan tepat. Yang berhubungan dengan ruang air.

Segera lakukan tindakan yang perlu dilakukan jika ada kebocoran pada sistem ini. 3. Tutup kran pengecek air pengisian agar tidak ada penambahan dalam pemakaian kapasitas air pengisian yang berlebihan. maka akan timbul kesukaran selama dalam perjalanan ke pembakaran dikarenakan suhu yang tinggi mengakibatkan pengendapan pada pipa yang nantinya akan melekat di pipa sehingga akan memperkecil saluran pipa. Masing-masing unsur tersebut dalam proses pembakaran dengan unsur oksigen . Petunjuk tekanan ditempatkan dibawah sehingga mudah untuk dilihat. hidrogen (H) dan sedikit belerang (S). Dengan suhu setinggi mungkin minyak dapat dengan mudah dipompakan sampai di pembakaran oleh karena viscositas yang sudah rendah maka pengabutan minyak akan berjalan dengan lancar dan segera bisa dibakar. Water Feed Valve atau Kran Air Pengisian. PENGOPERASIAN BOILER a. 6. Valve atau Kran Ventilasi Udara. Dengan membuka atau menutup pengendali kran ini. Safety Valve atau Kran Keamanan. 2. 2. 8. Pressure Gauge atau Penunjuk Tekanan. Yakinkan tidak ada kesalahan yang terjadi dalam membuka kran pembagi secara manual (The Manual Valve Opening Device) dan juga pipa drain pada body di buka. Air Vent. 1. yakinkan bahwa kran tertutup penuh. Maksud diadakannya pemanasan pada bahan bakar adalah : 1. Jaga kran stop air pengisian selalu terbuka untuk menambah air tiap saat guna level air dapat terkontrol. cek unit lainnya secara teliti dan cermat. 7. Blow Off Valve atau Kran Blow Down. 5. Hindari kesalahan selama pengoperasian. Persiapan Pengoperasian. Other Unit atau Unit Lainnya. 4. Jika pemanasan melampaui titik nyala. Pembakaran Bahan Bakar. Yakinkan kran tengah dan kran blow down di kapal tertutup penuh. Bahan bakar minyak pada dasarnya mengandung unsur-unsur kimia karbon (C). 9. Pemanasan Bahan Bakar Salah satu syarat sempurnanya pembakaran bahan bakar adalah adanya pemanasan dan penyampuran yang baik antara bahan bakar dengan udara juga adanya panas yang sesuai.C. Water Level Gauge atau Petunjuk Level Air Drain cock harus ditutup penuh juga gauge cock bagian atas dan bawah dari petunjuk level air. 3. Steam Stop Valve atau Kran Stop Uap. Buka kran ventilasi udara secara penuh ketika steam pertama kali dialirkan. b. Bagaimanapun juga petunjuk level air menunjukkan bahwa level air tidak boleh berada di bawah dari level air yang aman di saat terjadi perubahan naik turunnya level air secara berkala terhadap kenaikan suhu air pada boiler. Yakinkan bahwa alat-alat di bawah ini telah dilakukan pengecekan sebelum pengoperasian boiler dilakukan. dan tutup kembali setelah itu udara yang masuk ke dalam boiler dibuang. yakinkan bahwa level air yang diinginkan dari drum boiler dapat diindikasi oleh petunjuk level air. Pemanasan dilakukan sampai mencapai suhu sekitar 10° C dibawah titik nyala dan viscositasnya kirakira 2° Engler. Supaya minyak menjadi encer sehingga mudah dipisahkan atau dibersihkan dari kotoran serta mencapai viscosity pengabutan yang sempurna. Yakinkan Drain Cock terbuka penuh dan jarum menunjukkan angka nol.

Pastikan compound gauge dan pressure gauge bekerja dengan normal Cek sistem pipa dari kebocoran. Pastikan bahwa termometer mencatat sesuai dengan suhun pemanasan bahan bakar dan tidak ada kebocoran saat melewati pipa nozzle. pilot lamp menyala untuk level air rendah juga buzzer alarm level air rendah. d. Tekan tombol untuk pengoperasian pompa pengisian dan pastikan pilot lamp menyala. Disinilah yang menyebabkan perbedaan pendapat terhadap jumlah panas yang dihasilkan. Secara sederhana reaksi kimia dalam proses pembakaran tersebut dapat dituliskan sebagai berikut : C + 2H2 + S + O2 O2 O2 ® ® ® CO 2 2H2O SO2 + + + panas panas panas Dari reaksi diatas ternyata pada proses pembakaran dihasilkan H2O yaitu air. nyalakan termostat alarm pada suhu normal. Pengoperasian Boiler 1.2. 3. Saat meninggalkan mulut pembakaran minyak mempunyai kecepatan yang cukup dan dalam keadaan dikabutkan bisa terbakar dan tidak akan mengenai dinding pembakaran. Pastikan motor pompa pengisian berjalan dengan halus dan panasnya tidak berlebihan. Udara yang masuk mempunyai kecepatan yang cukup dan mempunyai cara penyampuran dengan bahan bakar dengan baik sehingga tiap bagian dari minyak terbakar habis. Pindahkan pompa pengisian dari manual ke otomatis. Juga pilih pompa pengisian No. Tutup kran cock dari kran pengembalian bahan bakar. maka perbandingan antara jumlah minyak dan udara harus baik. Minyak opak ketel harus bersih dari segala kotoran yang sifatnya padat atau cair. Pastikan motor poma bahan bakar dan fan force drop berjalan lembut dan panasnya terkontrol. Minyak harus dipanasi lebih dahulu sampai suhu tertentu. Buka cock ventilasi udara pada pipa pengembalian bahan bakar untuk semua pembuangan udara dari sisem. Pindahkan pembakaran ke pengoperasian otomatis dan pindahkan switch pembakaran ke posisi ON. Untuk itu cara memasukkan udara ke dalam dapur pembakaran mengikuti arah suatu perputaran. Nyalakan sumber tebaga dari boiler. Ventilasi udara dari sirkulasi bahan bakar         Buka semua kran sistem bahan bakar. 3.1 atau No. Naikkan setting dari alarm termostat suhu rendah sesuai sirkulasi dari bahan bakar. Pembakaran  Jika suhu pemanasan bahan bakar sudah sesuai dan tidak ada masalah dalam setiap unitnya. . dan udara yang masuk harus dipanasi agar bisa membantu terlaksananya pembakaran. Feed Water to the boiler atau air pengisian ke boiler         Buka semua kran air pengisian dari tangki cascade ke boiler begitu juga dengan ventilasi udara dari feed pump dan sistemnya. Agar diperoleh pembakaran yang sempurna dibutuhkan : 1. Cek sistem bahan bakar dari kebocoran. 2. Hidupkan stop switch untuk alarm buzzer level air rendah. 2.(O2) dari udara akan menimbulkan panas. juga udara ventilasi dari sistem bahan bakar dan pompa pengisian. 4. Untuk dapat mencapai suatu pembakaran yang sempurna.

Terkecuali logam mulia emas. KOROSI PADA BOILER a. perak dan platina logam terdapat dalam alam sebagai oksida. tingkat pengabutan dan stabilitas penyalaan o Warna asap. tekan pengunci penghentian pengoperasian dan putus sumber tenaga listrik. blow off permukaan air. Dalam bab ini akan diuraikan berbagai bentuk korosi yang terdapat pada boiler. Rancangan boiler masa kini terutama di tunjukkan pada pencegahan korosi di sisi gas asap. o Jika terjadi masalah segera hentikan pembakaran dan cek tekanan minyak. Shut down atau pembuangan      Menaikan tekanan uap mendekati maksimum tekana kerja normal Tutup kran uap utama. Cold starting atau jalankan pada kondisi dingin Keyika tekanan uap jatuh pada nol atau khususnya dalam kasus ini adalah percobaan pengoperasian atau boiler baru. Pemeriksaan saat pembakaran o Warna. bocornya gasbuang dari sisi atas dan pelindung. seperti berlangsung dalam dapur tinggi adalah sebagai berikut : Fe2 O3 + 3CO ® 2Fe + 3CO2 Walaupun kebanyakan logam tidak dalam bentuk murnimnya tetapi di terapkan sebagai paduan. sedangkan korosi di sisi gas lebih rumit. mendekati maksimum tekanan kerja normal. D. Pencegahannya terutama terletak di bidang konstruksi. Pembakaran mulai beberapa detik setelah lampu pilot pembakaran menyala. letak pemanas lanjut. Pengolahan logam murni untuk penerapan praktis terjadi melalui proses reduksi sebagai berikut : MeO + R ® Me + RO MeO adalah oksida logam. dalam arti kata dalam bentuk boiler. periksa level air dalam tanki cascade dari jumblah minyak dalam tanki harian sebelum penutupan kran utama. Me logam dan RO oksida sarana reduksi. o Periksa sistem dari kebocoran 4. suhu minyak. Tutup kran sistem pengisian.   Pembuangan air setiap 35 menit. Misalnya reduksi Fe2O3 dengan CO. Pembakaran di nyalakan kembali. dan ujung nozzle. 5. Periksa semua sistem dan lakukan tindakan yang perlu dilakukan untuk mencegah hal-hal yamh tidak diingikan. Matikan switch pembakaran. Yang di maksud dengan korosi adalah penyentuhan yang tidak disukai pada bahan oleh pengaruh kimia dipermukaannya. Korosi dapat terjadidi sisi air dan di sisi gas asap bahan. o Getaran tidak normal. pola pemipaan. pengaturan suhu pendingin gas asap. R sarana reduksi. perhatikan hal-hal di bawah ini :   Sejak bagian dalam boiler dingin hindari penyalaan pembakaran tiba-tiba. dan sebagainya. Jangan menikan tekanan uap tiba-tiba tapi ambil waktu yang baik sampai tekanan naik ke 1 Kg/cm². o Buka kran uap utama perlahan-lahan untuk mencegah ketukan air dalam sistem. dalam arti kata bersenyawa dengan zat asam. Korosi di sisi air dapat di cegah dengan penanganan air secara baik. Karena itu oksida dianggap sebagai gejala . logam akan mencoba kembali ke bentuk asalnya yaitu oksida. Bentuk Korosi Pada Boiler.

Koroso elektro kimia b. c. Asam karbon hasil dari karbon dioxida ketika pelarutan dalam air dan bereaksi dengan besi untuk menghasilkan karbon besi. 3. bagaimanapun melakukan pencucian dengan reaksi kimia akan memperlambat terjadinya korosi. tidak bersihnya pembersihan dalam boiler. Jika. jalannya air dari drum boiler dan pipa-pipa. Penyentuhan setempat (pembentukan kubangan. dengan demikian mempercepat siklus pengkorosian lainnya. 2. 2 . dimana sering terjadi dalam bagian-bagian menunjukkan untuk kuatnya panas dimana gelembung-gelembung udara sukar untuk di lepaskan. Uap adalah pemisah dalam hidrogen dan oksigen ketika suhu dari permukaan baja naik menjadi 400 degrees centrigrade atau lebih tinggi. yaitu : 1.Korosi yang di sebabkan oleh zat-zat lain a. pipa air dan economiser. AIR BOILER DAN AIR PENGISI BOILER . Beberapa penyebab terjadinya korosi adalah kelalaian dalam blow off. Dalam kasus ini terkandungnya oksigen dalam penyediaan air sangat bagus untuk pengubangan atau pelubangan. saat beberapa korosi terjadi segera atasi dengan reaksi kimia. Korosi dapat di bagi dalam arti manifestasinya. Korosi kimia murni. Bagian lain adalah menurut mekanisme korosi : 1. Penyentuhan di seluruh permukaan. Korosi oleh alam Satu bagian dari pengubangan atau pelubangan. Garis antar kristal. Penyebab Korosi Pada Boiler 1. yaitu penyentuhan di batas-batas kristal pada atau dekat bawah permukaan. Pemberantasannya setiap tahun membutuhkan biaya yang sangat besar untuk perbaikan dan sarana pemberantasan di satu pihak dan rugi bahan di lain pihak. perluasan area pengkorosian di sebabkan oleh terpisahnya asam-asam dalam air boiler dan terpisahnya asam besar/gemuk dari binatang atau tanaman tenunan dalam air boiler. Karbon besi bereaksi dengan oksigen untuk menghasilkan oksida besi kedua. Keadian ini karena terpisahnya hasil asam hidroklorik dalam air boiler dan ini tidak berhenti dalam pelubangan tapi berhenti dalam bentuk karat skala ikan melakukan perluasan. E. Reaksi gas dalam air boiler Besi berkarat atau berkorosi akibat terendam dalam air atau suhu yang tinggi dan pemakaian bahan yang mudah korosif. d. Korosi oleh garam Korosi magnesium klorida pada boiler terjadi sampai berakar. Oksigen adalah pengkorosi bagian penampang baja. Sejak proses reaksi ini berlangsung di mana karbon dioksida terbebaskan.alami. tidak cukupnya sirkulasi air boiler dan pemakaian berlebihan. Korosi oleh uap panas yang nerlebihan. Pengkorosian disebabkan oleh air boiler Korosi akan terjadi pada bagian dimana air di uapkan secara terus-menerus bila corong asap di atas ruang pembakaran dan menunjukkan pipa air menuju ruang pembakaran. b. ketika reaksi berlangsung cepat maka korosi terjadi tidak sampai mengakar. lekukan). kejadian ini bagian dalam ruangan uap dimana kurangnya pergantian air. 2.

hal ini di lakukan degan penguapan air laut. Bikarbonat diuraikan sebagai berikut : Ca(HCO3)2 Mg(HCO3)2 + Q ® + Q ® Mg(OH)2¯ + CaCO3 2CO2 ¯ + H2O + CO2 CaCO3 dan Mg(OH)2 sebagai lumpur halus oleh air di bawa ke dalam boiler. pemanas muatan. karena ion-ion H+ di tarik dari air juga di pertahankan adanya kelebihan PO4– sebanyak 15 s/d 25ppm PO4. Sebuah alat pemanas muka campur. di mana kondensat di campur dengan uap. Pada kelebihan PO4 tidak ada lagi Ca++ karena diubah menjadi : . Jika air pengisi boiler terjadi endapan. Ca++ dan Mg++ harus terikat sedemikian rupa sehingga zat yang tidak menghasilkan endapan yang membahayakan (batu boiler) dan mudah dapat di kuras. Pengertian air boiler dan air pengisi boiler Kita memerlukan air yang sangat murni untuk mengisi boiler dan untuk menambah akibat dari kebocoran yang terjadi dalam peredaran lingkar yaitu memanaskan — menguap — mengkondensasi dengan maksud memberi energi. SO4– – dan Cl–. pembuang gas atau pembuang angin. yang terlarut dalam air boiler menyebabkan terjadinya reaksi oksidasi terhadap logam atau pipa besi pada boiler. Jadi pengertian dari air pengisi boiler adalah air yang di sediakan untuk menambah air boiler yang telah hilang dalam peredaran lingkar. 2. Suhu campuran kira-kira 110ºC. Di kapal laut.a. hingga di kondensasi. cenderung Ph ke arah basa. Air pengisi harus bersifat tidak agresif pada besi. b. pemanas bahan bakar dan sebagainya. dari tanki ini di masukkan kembali dalam peredaran lingkar tetapi masih banyak kapal mengambil persediaan air pengisi boiler dari darat. yaitu :     Sejauh mungkin gas O2 dan CO2 terbatas. berarti bahwa ion Ca++ dan Mg++ yang terikat pada HCO3– hilang. rugi ini harus di ganti. Uap di kondensasi lagi dan sebagai air suling di simpan dalam tanki persediaan. Dengan zat-zat lainnya dalam air boiler di coagulasi menjadi lumpur halus mengambang yang dengan mudah dapat di kuras. Pelunakan thermis pada air pengisi boiler Hal ini dilakukan di luar boiler di dalam apa yang di sebut deaerator. 1. Pelunakan kimia pada air boiler Setelah pelunakan thermis. kini dalam air masih ada Na++. kekerasan sementara hilang. Na2Co3 dalam keadaan tertentu terurai sebagai berikut : Na2CO3 ® 2Na+ + Co3– – Dalam boiler timbul CO2 yang tidak dikehendaki. Syarat air pengisi boiler Pada prinsipnya air pengisi harus memenuhi beberapa syarat. Sedangkan air boiler adalah air yang telah ikut atau mengalami peredaran dalam siklus terjadinya uap. Untuk maksud ini berbagai pesawat terdapat dalam peredaran lingkar yaitu ketel uap — turbin — kondensor dan pesawat bantu lainnya seperti pompa. Kadar garam dapur (NaCl dan Na2SO4) serendah mungkin sebab garam ini menyebabkan air boiler mendidih. maka harus dalam keadaan yang dapat di keluarkan dari boiler. dan jadi uap lagi. sedangkan Ph air naik. Penanganan air boiler dan air pengisi boiler c. Untuk pelunakan kimia ini dapat di pergunakan Na2Co3 (soda). Selama peredaran lingkar terdapat rugi air 2%.

juga karena alasan lain bahwa air boiler mempunyai Ph tertentu (korosi). 3. Dengan ini suplai Ca++ dan Mg++ masuk ke dalam sistem. Pada dasarnya pengawasan yang di lakukan pada air boiler dan air pengisi boiler adalah sama yang meliputi beberapa hal. Pelunakan air perlu karena pada kondensor yang agak bocor Ca++ dan Mg++ masuk ke dalam sistem air pendingin. Pengawasan terhadap air boiler dan air pengisi boiler.2PO4 + 3Ca++ ® Ca3(PO4)2 ¯ Fosfat kalsium tudak larut dan di singkirkan pada aktu pengurasan. yaitu : NO 1 2 3 4 5 6 7 PEMERISAAN PH ALKALINITAS-P ALKALINITAS-M ZAT ASAM HIDRASIN FOSFAT KHLORIDA (Cl) SATUAN NILAI . Pelunakan air di katakan di bawah kontrol apabila di pertahankan kelebihan PO4 tertentu untuk Ca++ dan Ph tertentu untuk Mg++.