HYSYS PROCESS SIMULATION SOFTWARE TRAINING

Pengenalan Software Simulasi Proses HYSYS Langkah membuat simulasi menggunakan HYSYS adalah berikut: 1. Memilih komponen (Selection of components) 2. Memilih model termodinamik (Selection of a thermodynamic properties package) 3. Membuat flowsheet 4. Menspesifikasi komposisi dan kondisinya aliran. 5. Menjalankan program (Running the simulation program) 6. Menganalisa hasil (Interpretation of the results)

Agar lebih jelas dan aplikatif langkah tersebut akan dijelaskan dengan contoh.

1

HYSYS PROCESS SIMULATION SOFTWARE TRAINING

Contoh 1: Heater Berapa beban yang diperlukan untuk memanaskan suatu aliran (1250 kg/s) yang terdiri equal molar methane
o o

dan ethane dari 20 C dan 100 bar menjadi 200 C pada tekanan konstan? Jawab 1. Pemilihan komponen (Selection of Components) 1. Start HYSYS 2. Klik menu File pilih New kemudian Case. 3. Simulation Basis Manager akan terbuka. Klik Add. Pilih komponen (methane , ethane). Kemudian keluar window dan kembali ke Simulation Basis Manager.

2. Memilih model termodinamik 4. Pilih tab Fluid Pkgs di bagian bawah. 5. Tekan add untuk membuka Fluid Package selection window. Pilih paket sifat termodinamik dengan cara mengklik-nya. Contoh Dalam problem ini, kita pilih EOS filter, dan kemudian klik Peng Robinson, pada saat yang sama akan terlihat window berwarna kuning dibagian bawah. Tutup window ini dan kembali ke window Simulation Basis Manager. Akan terdisplay Basis-1, NC: 2, PP: Peng-Robinson. 6. Tekan bar Enter Simulation Environment, maka akan muncul window Process Flow Diagram atau PFD – Case (Main). Jika kita ingin mengubah komponen atau paket termodinamik, kita harus kembali ke Enter Basis Environment (ctrl B atau klik icon labu).

3. Membuat Flowsheet 7. Letakan unit operasi ke layar PFD dengan memilih unit operasi yang sesuai di palette case (main), jika tertutup bisa kita buka dengan F4. Unit operasi ini dipindahkan ke PFD dengan klik kiri mouse, menahannya dan melepas ke tempat yang diinginkan. 8. Dalam contoh ini hanya heater yang diperlukan. Pilih symbol heater, klik dan letakkan pada tempat yang sesuai. Nama aslinya E-100, dan bisa diubah. 9. Letakan aliran fluida (panah warna biru) ke flowsheet. Dalam contoh ini kita perlu satu aliran masuk dan satu aliran keluar. Pilih icon Material Stream (panah biru) dari palette Case (Main), kemudian klik dan letakkan
2

HYSYS PROCESS SIMULATION SOFTWARE TRAINING

pada sisi kiri heater. Secara otomatis namanya adalah 1. Nama bisa kita ubah dengan double klik, pada window bagian atas angka 1 kita ubah dengan nama yang sesuai. Ulangi langkah ini dengan aliran keluar heater. Umumnya arah aliran dari kiri ke kanan. 10. Kemudian letakan Energy Stream (panah merah) pada flowsheet. Dalam contoh ini diperlukan satu aliran energi. Nama asli Q-100, dan seperti kasus diatas nama bisa kita ubah. 11. Hubungkan aliran dan unit operasi. Double klik pada heater dan pilih 1 untuk inlet , 2 untuk oulet dan Q-100 untuk energi. Tutup window dan akan terlihat bahwa aliran sudah terkoneksi.

4. Spesifikasi aliran, unit operasi dan kondisi operasi 12. Spesifikasi unit operasi dengan double klik unit, kemudian pilih parameter. Contoh untuk heater parameternya adalah pressure drop dan beban panas. Karena beban panas yang ditanya, maka kita biarkan. Masukkan 0 untuk pressure drop (dianggap tekanan tetap), kemuddian tutup window.
o

13. Definisikan flow rate dan kondisi operasi aliran. Isi suhu feed 20 C, tekanan feed 100 bar (harus pilih unitnya, karena unit asalnya kPa), dan isi 1250 kg/s untuk flow rate feed. Klik Composition, isi 0.5 dan 0.5 untuk methane dan ethane, dengan basis unit mole fraction. 14. Memasukan kondisi operasi tiap aliran bisa dilakukan di window workbook , dengan tools/workbook atau dengan icon workbook diatas window PFD. Untuk aliran masa di tab material stream, aliran panas di tab energy stream, dan komposisi di tab composition.

15. Pada workbook ini kita bisa mengubah nama aliran, isian atas (warna biru, berarti bisa diubah) 5. Menjalankan simulasi. 16. Untuk menjalankan program klik icon warna hijau (Solver Active) diatas flowsheet. Dalam contoh ini tidak perlu dilakukan karena sudah otomatis, jika semua spesifikasi benar dan icon hijau sudah on. Jika simulasi telah dijalankan maka Unknown duty (worksheet) dengan dasar kuning menjadi OK dengan dasar hijau. Dan unit pada flow chart berubah dari biru ke hitam. 6. Interpretation of the results 17. Hasil simulasi bisa dilihat dengan klik icon workbook. Contoh, lihat aliran-aliran dengan double klik untuk meyakinkan bahwa kondisi dan flow rate benar. Kemudian lihat aliran panas untuk mengetahui panas yang
9

diperlukan, yaitu 2.486x10 kJ/h. semua infomasi ini bisa dilihat dengan double klik heater (tab worksheet), karena hanya satu unit operasi dan semua aliran terkoneksi dengan unit ini. • Apakah hasil ini dapat dipertangungjawabkan? Perbandingan apa yang diperlukan sehingga kita yakin bahwa hasil ini bisa dipertanggungjawabkan? • Coba simulasi lagi dengan mengubah paket termodinamiknya menjadi soave-redlich-kwong (SRK).
9

Apakah duty berubah menjadi 2.509x10 kJ/h? dan coba lagi dengan Lee-Kessler-Plocker. Apakah
3

temperature. Oleh karena itu pemilihan paket termodinamik hendaknya sesuai dengan komponen yang terlibat dalam simulasi. Shift T. Untuk menampilkan nama . tekanan.HYSYS PROCESS SIMULATION SOFTWARE TRAINING 9 dutynya sebesar Q = 2. dan flowrate tiap aliran dengan cara Shift N. karena pendekatan rumus tiap paket termodinamik berbeda (dibawah). • Coba dengan mengubah komposisi. Seperti untuk komponen yang polar lebih baik dengan UNIQUAC-vrial equation. • Untuk menampilkan property tiap aliran dalam bentuk table dengan cara klik kanan show table.557x10 kJ/h? Mengapa nilai duty berbeda? Sebagai contoh kenapa ada perbedaan hasil perhitungan. Tambahan • Property tiap aliran bisa dilihat dengan doble klik pada aliran. kondisi operasi. 4 . • Untuk mengeprint dengan klik kanan pilih print PFD. Shift P dan shift F.

dan separator dihalaman berikutnya. Berapa flow rate dan komposisi kedua aliran produk tersebut? Jawab 1. Lihat bentuk kompresor. 13. Klik tab Fluid Pkgs pilih Peng Robinson sebagai Base Property Package 5. Contoh ubah flow rate masuk menjadi 200 lbmole/hr. terkompresi aliran outlet dan Energi sebagai energy . klik tab worksheet dan isi suhu keluar dan tekanan keluar. dan kemudian didinginkan 32°F. Isi Inlet dingin.HYSYS PROCESS SIMULATION SOFTWARE TRAINING Contoh 2: Flash Separation (kompresor. Lakukan hal yang sama untuk Cooler dan Separator. Warna biru adalah nilai yang kita masukan. 5 . 4. Pada tab material streams terlihat data material tiap aliran. warna hitam adalah hasil perhitungan oleh HYSYS. klik tab worksheet dan isi tekanan terkompresi c. Klik Add. Outlet dengan dingin. tekanan atmosfer.i-butane. tekanan b. Pada energy stream terlihat data energi yang diperlukan atau dibutuhkan tiap aliran energi. 20% propane. propane. Klik Cooler di PFD. komposisi. 60% i-butane dan 5% n-butane pada 50°F. 9. Start HYSYS 2. Kwemudian tutup window.kemudian tutup windownya 8. Kompresor dengan double klik di kompresor. cooler) Kita punya aliran yang terdiri dari 15% ethane. n-butane). dan flow rate sebesar 100 lbmole/hr. Kemudian keluar window dengan klik x. 11. Klik Enter Simulation Environment dibagian bawah Simulation Basis Manager. dan amati perubahan tiap aliran. Klik menu File pilih New kemudian Case. 3. Aliran masuk yaitu. Maka akan terlihat gambar berikut 12. 6. Vapor dengan atas. suhu. Isi parameter tiap unit a. Aliran ini dikompresi menjadi 50 psia. Klik Compressor pada Object Palette dan klik pada Process Flow Diagram (PFD). Cooler dengan double klik di cooler. Beri nama Masuk sebagai aliran Inlet. Pilih komponen (ethane. vapor dan liquid yang dihasilkan dipisahkan menjadi 2 aliran produk. 7. dan energy dengan Energi pendingin. dan Liquid dengan bawah. Tutup window 10. ubah angka yang berwarna biru untuk nilai yang lain. Klik Compressor di PFD. Klik Separator di PFD. Klik icon Workbook. cooler. Simulation Basis Manager akan terbuka. Isi pada Inlet dengan terkompresi.

Tutup window sehingga terlihat PFD. Kerjakan langkah yang sama untuk Cooler dan Separator. Pilih Global Rxn Set sebagai set reaksi dan tutup window. 7. 13. and tulis 15 untuk Co (ini adalah konverssinya). Hydrogen) dan koefisien stoikiometri (-1. dan tulis didalamnya semua kondisi aliran. Klik tab Fluid Pkgs pilih Peng Robinson sebagai Base Property Package 5. 4. Beri nama semua inlet dan outlet tiap unit operasi. 11. nheptane. Klik halaman Basis. Kita akan mendapat pesan di reactor. “Need a reaction set. klik conversion reactor dan klik pada PFD. Buka worksheet . Kemudian. 12. 9. Keluar reactor didinginkan ke 65°F dan masuk separator (flash). 1.HYSYS PROCESS SIMULATION SOFTWARE TRAINING Contoh 3: Proses yang melibatkan Reaksi and Separasi Toluene diproduksi dari n-heptane dengan dehydrogenasi menggunakan katalis Cr2O3: CH3CH2CH2CH2CH2CH2CH3 C6H5CH3 + 4H2 Produksi toluene dimulai dengan memanaskan n-heptane dari 65 ke 800°F dengan sebuah heater. tentukan flow rate tiap komponen pada tiap aliran. Start HYSYS 2. 10. Double klik reaktor. Klik Enter Simulation Environment dibagian bawah Simulation Basis Manager. Klik Flowsheet/Reaction Package. Catatan hanya warna biru yang kita spesifikasi nilai. Pilih komponen (toluene. Toluene. Kemudian dimasukan ke rekator katalis yang beroperasi isothermal dan mengkorversi 15 mol% nheptane menjadi toluene. jika n-heptane masuk 100 lbmole/hr Jawab 1. Simulation Basis Manager akan terbuka. 8. Jika kita masukkan nilai melebihi derajat kebebasan maka akan muncul pesan “ERROR”.” Kita harus memasukan reaksi apa yang berlangsung. Klik Heater pada Object Palette dan klik Process Flow Diagram (PFD). Klik menu File pilih New kemudian Case. Tambahkan komponen (n-Heptane. Klik General Reactor . ada tiga jenis reactor akan muncul. Klik Add. Asumsi bahwa semua unit beoperasi pada tekanan atmosfer. 3. 4). Untuk mengubah satuan yang digunakan klik Tools/preference/variable. 6.dan hydrogen). klik Add Rxn pada kanan bawah window dan pilih Conversion. 6 . Kemudian keluar window dengan klik x. Add Global Rxn Set.

tapi akan menaikan UA. Klik Insert dan pilih Pre-Heat sebagai object. Tutup window. Kita bisa melihat efeknya dengan mengubah temperatur dan mencatat perubahan yang lain. Setelah beberapa detik. b. Temperature sebagai Variable dan klik Add. 7 . Tutup window. (jika solver belum aktif silakan di klik solver) 7. 620 untuk batas atas. Klik Cooler dan ubah nama di inlet menjasi produk atas2. Masukan nilai Delta P sama dengan 0 baik tube side maupun shell side. Klik Parameter di bagian kiri window. Tutup window. yang bisa dilakukan di PFD dengan cara: 1. Klik Start. 3. Ini bisa dilakukan dengan menggunak fungsi Databook (klik Tools pilih databook. 6. Tentu. isi aliran umpan dan Pre-Heat sebagai tube-side masuk dan keluar. Kita masih perlu memasukan satu lagi nilai. Install unit Pre-Heater. Pilih Weighted Exchanger sebagai Model. klik Heat-exchanger di palette. Dengan mengubah temperature aliran Pre-Heat bisa dilihat efeknya terhadap H-Duty dan UA (heat transfer coefficient x luas perpindahan panas). yang menggambarkan seberapa baik HE kita. Klik produk atas. Memodifikasi proses ini perlu penambahan HE. Double klik HE. Dengan menaikan temperature Pre-Heat maka akan menurunkan HDuty. 2. dan produk atas1 dan produk atas2 sebagai shell-side masuk dan keluar. klik Results (bisa pilih table /grafik). Lakukan dengan cara yang sama untuk Heat-Duty sebagai object Heat Flow sebagai Variable dan Heat Exch sebagai object UA sebagai Variable.). Beri tanda Cek Ind (Independent variable) untuk Pre-Heat dan cek Dep (Dependant variable) untuk Heat-Duty dan Heat Exch. Buka Tools/Databook. Buka Worksheet dan masukan nilai temperature Pre-Heat menjadi 600°F. ada batas maximum temperature Pre-Heat. c. 4. yang berarti kita perlu HE dengan luas yang lebih besar (lebih besar dan perlu lebih banyak pipa). Pindah ke halaman Case Studies dan klik Add. Klik Heater dan ubah nama umpan menjadi Pre-Heat. Arah panah produk atas1 bisa diubah ke kiri dengan klik kanan transform / rotate by 180. langkah-langkah bisa digambarkan sebagai berikut: a. Diharapkan beban utility diperkecil dengan mentransfer panas produk reactor ke preheater. Tulis 500 untuk batas bawah. ubah nama menjadi produk atas1.HYSYS PROCESS SIMULATION SOFTWARE TRAINING Contoh 4: Memodifikasi proses dengan Heat Exchanger Dari contoh 2 menunjukkan bahwa beban energi di cooler dan heater adalah sebanding. dan 10 sebagai Step Size. 5. Klik View.

HYSYS PROCESS SIMULATION SOFTWARE TRAINING

Perhatian :

o

o

Jika batas atas suhu pre-heat 700 F maka pada state tertentu akan didapat UA negatif (pada 640 F). dan HE berwarna kuning (tidak realistis). Contoh 5: Proses yang melibatkan Recycle Ethyl chloride akan diproduksi pada reactor phase gas dari HCl dan ethylene dengan katalis copper chloride dengan reaksi sebagai: C2H4 + HCl C2H5Cl Umpan terdiri dari 50 mol% HCl, 48 mol% C2H4, and 2 mol% N2 sebesar 100 kmol/hr, pada 25°C, dan 1 atm. Karena konversi reaksi hanya 90 mol%, produk ethyl chloride dipisahkan dari reaktan yang tidak bereaksi, dan kemudian direcycle. Unit pemisahnya yaitu kolom distilasi, yang diasumsi terpisah sempurna. Proses beroperasi pada tekanan atmosfer dan pressure drop diabaikan. Untuk menjaga akumulasi inerts dalam sistem, 10 kmol/hr diambil sebagai purge, W. Tunjukkan pengaruh flowrate purge W terhadap recycle R dan komposisi umpan reaktor. Jawab 1. Start HYSYS 2. Klik menu File pilih New kemudian Case. 3. Simulation Basis Manager akan terbuka. Klik Add. Pilih komponen (ethylene (atau ethene), hydrogen_chloride, ethyl_chloride, and nitrogen). Kemudian keluar window dengan klik x. Bisa dicari dengan menulis fomulanya komponen, dan klik pada formula.
8

HYSYS PROCESS SIMULATION SOFTWARE TRAINING

4. Klik tab Fluid Pkgs pilih Peng Robinson sebagai Base Property Package. 5. Klik Enter Simulation Environment dibagian bawah Simulation Basis Manager. 6. Klik Enter Simulation Environment dan klik Mixer dalam Object Palette dan klik pada Process Flow Diagram (PFD). Lakukan hal yang sama untuk Conversion Reactor, Component Splitter, Tee (Tee disebelah kanan mixer di Object Pallette), dan Recycle sebagaimana terlihat pada gambar berikut. 7. Beri nama semua aliran dan atau unit operasi.

8. Klik Flowsheet/Reaction Package. Add, Global Rxn Set. kemudian, klik Add Rxn di bagian kanan bawah dan Conversion. Add tiga components (ethylene, hydrogen_chloride, and ethyl_chloride) dan Stoich Coeff (−1, -1, 1). Klik halaman Basis, dan tulis 90 untuk Co dengan Ethylene sebagai basis. Tutup window. 9. Double klik Reactor. Pilih Global Rxn Set sebagai Reaction set dan tutup window. Double klik Recycle dan set Parameter/sensitivities sama dengan “1.” 10. Karena diasumsi komponen bisa dipisah secara sempurna,ethyl chloride dibagian bawah dengan kemurnian 100%, dengan 3 komponen lain menjadi produk atas. Ini bisa dilakukan dengan double klik Component Splitter dan klik Splits (pada Design) dan isi 0 untuk ClC2 dan 1 untuk tiga komponen yang lain. 11. Buka Workbook. Cek satuan apakah dalam SI. Jika tidak ubah dengan klik Tools/Preferences/Variables. 12. Masukan nilai-nilai dalam Workbook untuk semua kondisi operasi, (i). Umpan: temperature (25°C), pressure (1 atm), dan molar flow (100 kmol/hr). Double klik 100 (molar flow rate), dan isi komposisi kemudian tutup window. (ii). Aliran recycle2 dengan flow rate nol, kondisi operasi dan komposisi sama dengan feed, sehingga HYSYS sudah melakukan proses perhitungan. (iii). Isi temperature 25 °C, 1 atm untuk aliran split atas, and split bawah. (iv). Beri nilai molar flow rate aliran W menjadi 10 kmol/hr. 13. Sekarang kita bisa membuka Worksheet untuk melihat hasil perhitungan, seperti berikut.

9

HYSYS PROCESS SIMULATION SOFTWARE TRAINING

14. Sebagaimana di contoh 3, option Case Study di Databook bisa digunakan untuk menginvestigasi pengaruh flow rate purge terhadap flow rate recycle, komposisi umpan reactor, dan sejumlah reaktan yang tidak bereaksi di aliran W. Contoh W dangan range 10 – 15 kmol/h.

10

Proses berlangsung pada tekanan atmosfer dan tidak ada pressure drop. Pilih komponen (ethanol dan isopropanol / 2-propanol). Bisa dicari dengan menulis fomulanya komponen dan klik pada formula. 3.HYSYS PROCESS SIMULATION SOFTWARE TRAINING Contoh 6: Kolom distilasi Dalam kasus ini kita akan memisahkan ethanol dan isopropanol dalam sebuah kolom distilasi 24 stage. Klik Add. Klik menu File pilih New kemudian Case. 11 . 7. 8. 6. Window ini berisi nilai awal temperatur di kondensor. 5. Isi nama aliran masuk dan keluar. Klik Enter Simulation Environment dan klik Distillation column dalam Object Palette dan klik pada Process Flow Diagram (PFD). 4. Kemudian keluar window dengan klik x. Pilih Total reflux. Klik next. top stage dan reboiler.umpan masuk pada stage ke 10. kemudian klik next. PRSV adalah modifikasi persamaan PR untuk system yang sangat tidak ideal. Stage numbering klik pada TOP DOWN. Klik tab Fluid Pkgs pilih Peng Robinson SV sebagai Base Property Package dan EOS equation of state. Doble klik pada kolom distilasi. Start HYSYS 2. maka masukan 1 atm baik di kondensor maupun di boiler. Karena optional bisa kita tinggalkan dan klik next. Masukan jumlah stage 24. Misal. 1. Simulation Basis Manager akan terbuka.

11. Kita pilih variable yang akan dispesifikasi yaitu konsentrasi ethanol. Dobel klik umpan dan masukan kondisi operasi umpan 25 C 1 atm sebesar 163 lb/h. klik composition masukan 0. Hasil bisa dilihat pada workbook atau worksheet. Maka HYSYS mulai perhitungan. Ada 2 kasus untuk menglustrasikan bagaimana HYSYS bisa digunakan untuk mengevaluasi kondisi operasi yang berbeda . dari sini terlihat bahwa degree of freedom bernilai –1. Kasus 1: Misalkan kita ingin tahu berapa jumlah steam (beban reboiler dalam BTU/hr) yang akan digunakan sehingga konsentraasi ethanol di produk atas 55% jika kondisi yang lain tetap. Diasumsi sebesar 120.5 untuk ethanol dan isopropanol. Telah kita tetapkan bahwa independent variablenya adalah reflux ratio. masih terlihat unconverged. design/specs) 2. Lakukan hal yang sama untuk produk bawah. Klik SPECS (doble klik kolom. 12. Berikut adalah prosedure penegerjaannya : 1. Maka hasil perhitungan converged. Kita ingin baik produk atas dan bawah dalam phase liquid oleh karena itu klik produk atas dan maukan 0 pada vopour fraction. Klik done.000 Btu/h energi dimasukan ke reboiler. Run simulasi Dobel klik kolom distilasi. Kita lanjutkan dengan mengisi aliran umpan dan kondisi operasi yang lain.5 dan 0. mestinya degree of freedom bernilai nol.HYSYS PROCESS SIMULATION SOFTWARE TRAINING 9. o 10. hal ini berarti bahwa over spesifik (kelebihan nilai yang dimasukan). Klik add Pada column specifications. Klik monitor (Design). oleh karena itu distillate flow rate kita non-aktif-kan. lakukan ini dengan doble klik Qr. Akan muncul perhitungan unconverged. Dalam window ini kita bisa memasukan nilai reflux ratio atau flow rate produk atas (salah satu jika keduanya akan over spesifikasi). pilih 12 .

Maka akan nampak bahwa degree of freedom sama dengan 1. maka kita pilih stage condensor.55. 13 . Karena kita ingin produk atas 0. Hal ini disebut under spesification. Kemudian keluar window.HYSYS PROCESS SIMULATION SOFTWARE TRAINING column component fraction. flow basis mass fraction. Kemudian delete heat flow-nya. design /monitor. klik Qr pad PFD. Nama bisa kita ubah (missal mass fraksi ethanol top) 3. Maka akan muncul window Comp Ratio Spec. 4. karena kita belum meng-aktif-kan mass fraksi ethanol top. Hapus beban reboiler dengan cara. Doble klik kolom.000 BTU/hr. Begitu kita aktifkan maka HYSYS mulai menghitung dan beban reboiler yang diperlukan: 174. Component kita masukan ethanol.55% mass fraksi ethanol. Klik component ratio kemudian klik view. Kemudian masukan nilai 0.

Prosedure adalah sebagai berikut: 1. Ubah nilai Qr menjadi 320. ubah mass fraksi ethanol top menjadi 0.8.000 Btu/hr dengan spesifikasi umpan yang sama. Hapus nilai di kotak reflux ratio. Klik design/monitor. 2.7. 3. Deaktifkan reflux ratio. akan didapat reflux ration 36.000 BTU/hr. misalnya kita ingin mengetahui reflux ratio untuk menghasilkan konsentrasi ethanol 80% dengan beban reboiler 300. Kembali ke monitor. 14 .HYSYS PROCESS SIMULATION SOFTWARE TRAINING Kasus 2: Dalam kasus ke 2. 4.

7 x 10 dan E = 3. Meletakkan dan mendefinisikan kolom distilasi SETTING SESSION PREFERENCES Anda akan memulai melakukan simulasi menggunakan HYSYS dan membuat kasus yang baru. pilih Preferences. diketahui data-data kinetika sebagai berikut : 13 4 A = 1. kolom distilasi yang digunakan memiliki 10 jumlah tahap dan umpan masuk pada tahan ke-5. Memilih property package 3. Pada kolom distilasi.5%. Diagram alirnya adalah sebagai berikut : Propilen oksida dan air dicampurkan pada sebuah mixer sebelum diumpankan ke dalam reaktor yang beroperasi pada tekanan atmosferik.1 atm 100% propilen oksida . 11000 lb/hr Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut  H2O + C3H6O  C3H8O2 Pada reaktor. Memilih komponen 4. 150 lbmol/hr o H2O = Temperatur 75 F. Tampilan Session Preferences akan muncul. Membuat dan mendefinisikan aliran umpan 6. Diketahui tekanan reboiler 17 psia dan tekanan condenser 15 psia dengan pressure drop masing-masing 0 (nol) psia. 15 . Simulasi ini akan dibangun melalui langkah-langkah dasar sebagai berikut : 1. Kondisi umpan adalah sebagai berikut : o Propilen oksida = Temperatur 75 F.24 x 10 Btu/lbmole 3 Reaktor memiliki volume 280 ft dan 85% dari volume tersebut berisi cairan. Tekanan 16. Refluks rasio = 1 dan menggunakan partial condenser dimana distilat fasa uap memiliki laju alir 0 (nol) lbmole/hr.HYSYS PROCESS SIMULATION SOFTWARE TRAINING Produksi Propilen Glikol Deskripsi Proses Proses yang akan dimodelkan adalah konversi propilen oksida dan air menjadi propilen glikol pada Reaktor Tangki Ideal Kontinu (RTIK/CSTR). Diharapkan kadar air (H2O) dalam produk glikol adalah 0. Sementara itu. 1. Dari menu Tools. Meletakkan dan mendefinisikan mixer dan reaktor 7. Mendefinisikan reaksi 5. Produk reaksi akan dipisahkan menggunakan kolom distilasi. Menentukan satuan-satuan 2. Tekanan 1. Tugas pertama anda adalah mengeset session preferences.17 psia 100% water . seluruh propilen glikol dipisahkan pada produk bawah ( bottom product).

4. Default untuk satuan laju alir volumetrik adalah barrel/day. 16 . 5. Pada bagian Available Units Sets. Klik tombol Clone. dan klik sel barrel/day yang ada di sampingnya. Sekarang anda sudah dapat merubah-rubah satuan pada variabel yang anda inginkan. dan anda akan merubahnya menjadi USgpm. Gantilah satuan tersebut dengan USgpm. Rate. 2.HYSYS PROCESS SIMULATION SOFTWARE TRAINING 2. Pada Unit Set Name. Klik menu Variables dan pilih halaman Units. Vol. misalnya USgpm. Menentukan Satuan 1. buatlah nama untuk unit set anda yang baru. 3. pilih Field. Unit set yang baru akan muncul dengan nama NewUser. Temukan sel Lid.

Klik ikon New Case. Memilih Komponen 1.HYSYS PROCESS SIMULATION SOFTWARE TRAINING 6. Unit set yang baru sudah terdefinisikan. klik tombol View sehingga muncul daftar komponen. 2. fluid package juga mengandung informasi lain seperti reaksi dan parameter interaksi. Berdasarkan contoh kasus ini. dan tutuplah jendela ini. Pada menu Components di Simulation Basis Manager. 17 . MEMBANGUN SIMULASI 1. Fluid Package ini minimum berisi komponen dan propertinya yang akan digunakan HYSYS untuk melakukan perhitungan proses seperti yang tercantum di dalam flowsheet. The Simulation Basis Manager akan muncul seperti berikut : Langkah berikutnya adalah menentukan fluid package.

Pilihlah Propyleneoxide pada daftar dan tambahkan pada kolom Selected Components List dengan melakukan salah satu aksi sebagai berikut : . Pada tutorial ini.Tekan tombol Enter pada keyboard anda. 18 . dan Formula. 4. anda akan menggunakan komponen propilen oksida. Full Name/Synonym. Pada bagian Match.Double-klik Propyleneoxide Maka komponen akan masuk ke dalam kolom Selected Components. 3. 2. air. dan propilen glikol. Pastikan bahwa Sim Name sudah dipilih dan cek (√) Show Synonyms.HYSYS PROCESS SIMULATION SOFTWARE TRAINING Masing-masing komponen dapat muncul dalam tiga bentuk. ketiklah propyleneoxide dalam satu kata.Klik tombol Add Pure . yaitu Sim Name. .

2. 19 . Daftar komponen akhir pada tutorial ini adalah sebagai berikut : Melihat properti komponen Untuk membuka properti dari satu atau lebih komponen pilih komponen yang dimaksud dan klik tombol View Component. Contohnya : 1. HYSYS akan membuka properti dari komponen yang dimaksud. 3. Tutup tampilan properti ini dan tutup pula tampilan Component List untuk kembali ke Simulation Basis Manager.HYSYS PROCESS SIMULATION SOFTWARE TRAINING Lakukan hal yang sama untuk air dan propilen glikol sehingga akan didapatkan tiga komponen seperti yang diinginkan. Klik tombol View Component maka akan muncul properti yang dimaksud. Klik 12-C3diol pada daftar Selected Components.

Klik tombol Add hingga muncul tampilan fluid package property sebagai berikut : Jendela ini memungkinkan anda untuk memberikan seluruh informasi yang dibutuhkan agar Fluid Package terdefinisi secara lengkap. HYSYS akan memberikan data yang sudah tersedia untuk parameter interaksi Aij pada setiap pasangan komponen. telah terdefinisi property package UNIQUAC (lihat kotak warna kuning). Temukan UNIQUAC pada Property Package Selection lalu diklik. Nilai koefisien ini dapat dimasukkan apabila anda memiliki data. Selanjutnya. Anda akan memilih property package pada menu Set Up karena property package masih belum terpilih (lihat kotak warna kuning). Pada tutorial ini anda akan memilih UNIQUAC.Tetapi jika tidak. BIP’s) 1. dan Rxns (Reactions). Menentukan Binary Coefficient Berikutnya adalah menentukan parameter interaksi biner (Binary Interaction Parameters. Terlihat bahwa hanya pasangan 12C3Oxide/12-C3diol yang tidak memiliki data koefisien. 3. Klik menu Binary Coeffs pada tampilan Fluid Package. 2. nilai ini dapat diperkirakan oleh HYSYS dengan salah stau metode estimasinya. anda akan menggunakan metode estimasi UNIFAC VLE untuk memperkirakan data koefisien interaksi yang tidak diketahui. Saat ini. Pada tutorial ini. Binary Coeffs (Binary Coefficients). anda akan memilih menu : Set Up.HYSYS PROCESS SIMULATION SOFTWARE TRAINING Menentukan Fluid Package 1. Klik menu Fluid Pkgs pada Simulation Basis Manager. 20 .

3.HYSYS PROCESS SIMULATION SOFTWARE TRAINING 2. 21 . Klik tombol Unknowns Only sehingga HYSYS akan memberikan nilai estimasi untuk parameter interaksi yang tidak diketahui. Pada bagian Coeff Estimation. pilihlah UNIFAC VLE.

klik tombol Add Rxn. C3H6O. dan C3H8O2 3. Kembali ke Simulation Basis Manager dengan cara meng-klik title bar atau ikon Home View. Untuk reaktan. lalu pilih Kinetic. Makan tampilan menu Kinetic Reaction akan tampak sebagai berikut : 22 . Pada tutorial ini. dahulukan dengan tanda negatif (-) sedangkan produk reaksi positif. 2. maka akan muncul tampilan Componen List. 2. Klik menu Reactions. Menentukan reaksi 1. Pada kolom Component. letakkan kursor pada sel *Add Comp* dan pilih komponen-komponen yang terlibat pada reaksi-1. Pada kolom Reactions. Menu ini memungkinkan anda untuk mendefinisikan seluruh reaksi yang terlibat pada flowsheet. Untuk menambah/mengurangi komponen. Tahap berikutnya adalah mengisikan koefisien stoikiometri pada kolom Stoich Coeff. Berikutnya klik tombol Add Reaction hingga muncul tampilan Kinetic Reaction. anda diharuskan untuk menambah atau mengurangi komponen dari daftar terpilih. Untuk sistem yang lebih kompleks. Reaksi yang terlibat pada tutorial ini adalah sebagai berikut : H2O + C3H6O  C3H8O2 Memilih komponen-komponen yang terlibat dalam reaksi Tugas pertama untuk mendefinisikan reaksi adalah memilih komponen-komponen yang terlibat di dalam reaksi. klik tombol Add Comps.HYSYS PROCESS SIMULATION SOFTWARE TRAINING MENDEFINISIKAN REAKSI 1. yaitu H2O. seluruh komponen terpilih (dalam fluid package) terlibat di dalam reaksi sehingga tidak diperlukan modifikasi berkenaan dengan hal ini.

Pada kolom Forward Reaction. 9. Max.24e4 (Btu/lbmole) 23 . 8. 5. isikan sel A = 1. 7. dan Rate Units isilah sesuai dengan default.0000 yang artinya reaksi telah setimbang. Klik menu Basis dan masukkan Base Component. Klik menu Parameters. HYSYS juga akan menghitung panas reaksi.7e13 dan sel E = 3. yaitu Propilen Oksida. masukkan nilai 0 untuk merefleksikan bahwa H2O yang digunakan berlebih (excess water). 4. anda diminta mengisikan konstanta Arrhenius untuk kinetika reaksi. 6. Temperature. Pada tutorial ini terlihat bahwa nilai panas reaksi negatif yang artinya reaksi menghasilkan panas (eksotermik). Basis Units.HYSYS PROCESS SIMULATION SOFTWARE TRAINING Terlihat bawah pada sel Balance Error menunjukkan nilai 0. Dalam tutorial ini. Untuk sel Min. Pada kolom Fwd Order untuk komponen H2O. Temperature. Pada menu ini. Pilih CombinedLiquid pada sel Rxn Phase. tidak ada reaksi balik sehingga hanya diisikan untuk reaksi ke kanan.

Label cekbox muncul secara otomatis di samping kolom Active List. 11.HYSYS PROCESS SIMULATION SOFTWARE TRAINING Tampak bahwa terjadi perubahan pada kotak status dari Not Ready menjadi Ready yang artinya bahwa reaksi telah terdefinisikan dengan lengkap. Menciptakan Reaction Set 1. Reaction Set yang baru (Set-1) muncul pada kolom Reaction Sets. Pada menu Reactions telah muncul Rxn-1 sebagai sistem reaksi pada flowsheet ini. Tutuplah baik tampilan Kinetic Reaction Property dan Reactions. Tutup tampilan Reaction Set dan kembali ke Simulation Basis Manager. Pada kolom Reaction Sets. Kotak status akan berubah dari Not Ready menjadi Ready. 10. pilih Rxn-1. Klik ikon Home View untuk memastikan bahwa Simulation Basis Manager aktif. 3. 4. klik tombol Add Set maka tampilan Reaction Set Property akan muncul dengan default Set-1 2. 24 . Pada kolom Active List.

3. 4. Pada tutorial ini hanya ada satu Fluid Package. Pilih Basis-1 dan klik tombol Add Set to Fluid Package. yaitu Basis-1. 2. Klik menu Fluid Pkgs untuk menampilkan summary dari Fluid Package yang lengkap. Klik tombol Add to FP hingga muncul tampilan Add ‘Set-1’ yang menyarankan anda untuk memilih Fluid Package yang akan ditambahkan pada Reaction Set. Klik Set-1 pada menu Reactions. 25 .HYSYS PROCESS SIMULATION SOFTWARE TRAINING Mendefinisikan Reaction Set pada Fluid Package 1.

tetapi hanya salah satu yang akan muncul pada saat pertama memasuki Simulation Environment. isikan nama file untuk kasus anda. Ketiganya dapat ditampilkan kapan saja. atau Klik ikon Enter Simulation Environment pda toolbar. dan Summary. yaitu : Klik tombol Enter Simulation Environment pada tampilan Simulation Basis Manager. Sebagai contoh adalah tampilan awal Workbook sebagai berikut : Sebelum berlanjut pada tahapan simulasi berikutnya. gunakan ikon Open Case. Ketika anda masuk pada Simulation Environment . Gunakan salah satu cara sebagai berikut : Klik ikon Save pada toolbar Dari menu File. misalnya Glycol. ada baiknya untuk menyimpan kasus anda dalam bentuk file. tampilan awal tergantung pada setting preferences untuk tampilan Initial Build Home. yaitu . Workbook. lalu klik OK.HYSYS PROCESS SIMULATION SOFTWARE TRAINING MASUK KE SIMULATION ENVIRONMENT Masuk ke Simulation Environment dapat dilakukan dengan dua cara. Ada tiga tampilan awal yang tersedia. 26 . pilih Save Tekan CTRL S Lalu pada tampilan Save. Untuk membuka kembali kasus anda suatu saat. PFD.

1. Pada kertas kerja. 4. Pada bagian ini. anda akan memasukkan kondisi umpan yaitu temperatur 75 F dan tekanan 1. Aktifkan kertas kerja dengan meng-klik ikon Workbook pada toolbar. Klik sel Temperatur.1 (pilih satuan atm) 6. dan ketik 75 (pilih satuan F) o o 5. 27 . anda akan memasukkan aliran umpan menggunakan kertas kerja. tugas pertama anda adalah memasukkan satu atau lebih aliran umpan. Masukkan juga laju alir umpan sebesar 150 lbmole/hr pada sel Molar Flow. Memasukkan Aliran Umpan Secara umum. Pada menu Material Streams. Klik sel Pressure. HYSYS secara otomatis akan menciptakan aliran umpan baru.1 atm. Memasukkan komposisi umpan 1. 2. Selanjutnya.HYSYS PROCESS SIMULATION SOFTWARE TRAINING MENGGUNAKAN KERTAS KERJA (WORKBOOK). double-klik sel Molar Flow pada aliran Prop Oxide. ketik 1. berilah nama Prop Oxide.

HYSYS akan melakukan perhitungan flash pada kondisi umpan yang telah dispesifikasikan sebelumnya. 28 . spesifikasi aliran umpan sekarang telah lengkap. pilih Add Stream. Klik tombol OK. Ketik 1 untuk fraksi mol propilen oksida. Aliran ini berupa 100% propilen oksida. 5. Artinya. pada umpan ini hanya berupa propilen oksida saja. Angka yang diberikan (dispesifikasikan) berwarna biru sedangkan yang hitam adalah nilai yang terhitung. Klik sel input untuk komponen pertama. yakni 12-C3Oxide. Menambahkan aliran umpan yang lain Selain propilen oksida. Klik tombol Normalize untuk membuat seluruh angka fraksi mol komponen yang lain menjadi nol. Tampilannya adalah sebagai berikut : 6.HYSYS PROCESS SIMULATION SOFTWARE TRAINING 2. 4. juga terdapat aliran umpan lain yaitu H2O dan anda akan menambahkannya pada flowsheet yang akan dibuat dengan melakukan salah satu cara sebagai berikut : Tekan tombol F11 Dari menu Flowsheet. Pastikan bahwa tombol Mole Fractions telah terpilih 3.

HYSYS PROCESS SIMULATION SOFTWARE TRAINING Double-klik ikon Material Stream pada object pallete. lalu klik tombol Add Object pallete. Masukkan laju alir umpan ini. yaitu 11000 lb/hr H2O (umpan ini berupa H2O saja) . Spesifikasikan aliran umpan ini sebagai berikut .Pastikan bahwa Mass Flows telah terpilih pada bagian Composition Basis. Klik ikon Material Stream pada object pallete. 3. Klik tombol OK 29 . Stream name = Water Feed o Temperatur = 75 F Pressure = 16.17 psia 2. 1.

Ada beberapa metode untuk mendefinisikan unit operasi yang dilakukan HYSYS. 2. Aliran inlet adalah Prop Oxide dan Water Feed sedangkan aliran outlet adalah Mixer Out. Tampilan properti mixer akan tampak sebagai berikut : Tampilan ini mengandung semua informasi yang dibutuhkan untuk mendefinisikan unit operasi . 6. Klik menu Unit Ops pada kertas kerja. Salah satu cara yang akan dilakukan adalah melalui menu Unit Ops pada kertas kerja. Klik ikon Workbook untuk memastikan aktifnya kertas kerja. 4. Definisikan aliran masuk (inlet) dan aliran keluar (outlet). lalu klik tombol Add. Pada halaman Connection. 7. Klik tombol Add UnitOp yang diikuti dengan munculnya tampilan UnitOps dimana terdapat daftar unit operasi yang ada. 30 . 5. yaitu MIX-100.HYSYS PROCESS SIMULATION SOFTWARE TRAINING Memasukkan Unit-Unit Operasi Mixer Unit operasi yang pertama adalah mixer yang digunakan untuk mencampurkan dua aliran umpan. Pilih unit operasi Mixer. 3. 1. masukkan nama/kode unit operasi.

klik ikon PFD pada Toolbar.HYSYS PROCESS SIMULATION SOFTWARE TRAINING Kotak status telah berubah menjadi warna biru dengan tanda OK di dalamnya. Hal ini berarti bahwa hubungan antar aliran telah lengkap dan perhitungan neraca massa dan energi sudah lengkap. 8. 31 . Lalu Set Outlet to Lowest Inlet. Masuk ke halaman Worksheet untuk melihat neraca massa dan energi aliran keluar mixer. Tutup tampilan mixer dan kembali pada kertas kerja. 9. Masuk ke halaman Parameters. MEMASUKKAN UNIT OPERASI PADA PFD Selain Workbook. 10. Untuk membuka PFD. PFD merupakan tampilan utama yang lain pada HYSYS yang dapat anda gunakan untuk membangun simulasi.

3. Klik ikon Attach Mode pada toolbar. Gerakkan kursor menuju reaktor dan terbentuk garis koneksi di antara keduanya. Menambahkan aliran pada reaktor 1. Posisikan kursor di sebelah kanan aliran Mixer Out sampai muncul kotak kecil transparan bertuliskan Out pada kursor. Letakkan kursor pada salah satu titik biru tersebut sampai kotak pada kursor berwarna putih. Lepaskan mouse dan terbentuklah aliran antara mixer dengan reaktor. Attach mode akan selalu aktif sampai anda mematikannya kembali dengan cara meng-klik ikon tersebut. Klik CSTR pada object pallete dan letakkan CSTR ini di samping mixer dengan cara menggeser (drag) kursor menuju lokasi PFD yang diinginkan. tekan F4) 2. Pastikan bahwa object pallete tampak di layar (jika tidak. 6. 3. 4. Setelah CSTR diletakkan di PFD. Masing-masing object diwakili dengan simbol yang memiliki nama (label) yang terletak di dekat simbol aliran atau unit operasi yang dimaksud. Menginstal Reaktor 1. Pada reaktor akan muncul beberapa titik koneksi berwarna biru. 32 .HYSYS PROCESS SIMULATION SOFTWARE TRAINING Saat anda membuka tampilan PFD. maka secara otomatis HYSYS memberinya nama CSTR-100 dan kotak status berwarna merah yang menandakan bahwa reaktor ini membutuhkan aliran inlet dan outlet. Klik dan tahan tombol mouse hingga kotak transparan tersebut menjadi gelap. 5. 2. maka akan muncul gambar sebagai representasi grafik dari apa yang sudah anda definisikan sebelumnya saat mendefinisikan flowsheet melalui Workbook. Tampilan tersebut adalah sebagai berikut : PFD menampilkan hubungan (koneksi) antara seluruh aliran dan unit operasi. yang juga disebut sebagai “object”.

Pilih tombol cooling. Masuk ke halaman Parameters. 11. Pada sel Stream Name. Masuk ke halaman Connections dan lihat menu Design. 2. 4. karena reaksi ini berlangsung secara eksotermik sehingga membutuhkan pendinginan. Double-klik ikon CSTR untuk melihat tampilan properti. 5. Begitu pula untuk aliran 2 dengan Reactor Prods dan aliran energi dengan Coolant. Nilai yang ada pada DP dan volume adalah default. Klik ikon Attach Mode untuk kembali pada Move Mode. Memasukkan spesifikasi/informasi pada reaktor 1. posisikan kursor di sebelah kanan atas reaktor. 9. Cara yang sama digunakan untuk aliran keluaran reaktor yang lain (yaitu aliran 2)  aliran 1 menunjukkan „vapor product‟ dan aliran 2 menunjukkan „liquid product‟. Klik dan gerakkan mouse ke sebelah kiri bawah lalu lepaskan. gantilah nama CSTR-100 menjadi Reactor. Nama-nama aliran yang sudah diberikan sebelumnya akan terlihat di layar. Pada sel Name. 12. letakkan kursor di sebelah kiri bawah reaktor. Untuk aliran outlet reaktor. 8. berilah nama Reactor Vent. 3. Double-klik ikon aliran 1 untuk melihat tampilan properti aliran. klik dan tahan lalu gerakkan ke sebelah kanan untuk membuat aliran baru (yaitu aliran 1). 10. Sementara untuk aliran energi. 33 .HYSYS PROCESS SIMULATION SOFTWARE TRAINING 7. Aliran energi yang baru ini akan dinamakan Q-100.

3 8. Pada Reaction Set. HYSYS otomatis akan menghitung volume cairan di dalam vessel yang tercantum pada halaman Parameters menu Design. klik menu Dynamics dan pilih halaman Specs.HYSYS PROCESS SIMULATION SOFTWARE TRAINING 6. pilih Set-1 hingga muncul tampilan sebagai berikut : 7. Masukkan Vessel Volume = 280 ft dan Liq Volume Percent = 85. Untuk memasukkan perameter vessel. 34 . Klik menu Reactions untuk memasukkan set reaksi yang telah didefinisikan pada Basis Environment.

Pada kolom Reactor Prods. lalu pilih halaman Results dan akan muncul konversi reaksi pada tabel hasil perhitungan reaktor ini. 35 . yaitu 75 F. Oleh sebab itu diperlukan sebuah informasi lain untuk melengkapi data.HYSYS PROCESS SIMULATION SOFTWARE TRAINING 9. 11. o Dengan asumsi bahwa reaktor isotermal maka temperatur keluaran akan sama dengan temperatur umpan (75 F). Klik menu Reactions. Data yang mungkin diisikan adalah beban pendinginan atau temperatur keluaran reaktor. klik sel temperatur dan isikan nilai 75. aliran produk reaktor dan aliran energi (yaitu coolant) masih belum terhitung karena derajat kebebasan reaktor (DOF) masih 1. 10. Pada saat ini. Klik menu Worksheet. Yang akan diisikan pada tutorial ini adalah o temperatur keluaran.

13. hingga muncul tampilan sebagai berikut : 36 . klik halaman Options dan pastikan bahwa kotak Use Input Expert telah dicek-mark (√).3%. Oleh sebab itu.7%. temperatur reaktor harus diatur hingga mencapai konversi 85 – 95%. Kembali ke menu Reactions dan cek konversi. Pada menu Simulation. Tutuplah tampilan reaktor ini.HYSYS PROCESS SIMULATION SOFTWARE TRAINING Pada kondisi ini. Klik menu Worksheet. 12. klik Tools pada toolbar dan pilih Preferences. o o 14. Sebelum memasukkan kolom distilasi.28%. Double-klik ikon kolom distilasi pada Object Palette. dan ubahlah temperatur keluaran reaktor dari 75 F menjadi 100 F. 2. maka akan diperoleh hasil 94. Diperoleh hasil 72. konversi yang dicapai adalah 40. o 15. Menginstal kolom distilasi 1. Ubahlah lagi temperatur keluaran reaktor dengan cara yang sama di atas menjadi 140 F.

Pada bagian Bottom Liquid Outlet. sementara produk cairnya diberi nama RecyProds.HYSYS PROCESS SIMULATION SOFTWARE TRAINING 3. Demikian pula halnya dengan Reboiler Pressure sebesar 17 psia. maka tombol Next akan aktif. 9. Asumsi yang diambil untuk pressure drop (Condenser Pressure Drop) adalah nol. 4. Pada bagian condenser. 5. sehingga harus dipilih Reactor Prods pada bagian inlet stream. beri nama aliran tersebut dengan Glycol. Beban reboiler pada Reboiler Energy Stream dengan nama RebDuty. Setelah selesai menyelesaikan spesifikasi pada halaman ini. dipilih Partial yang artinya produk atas terkondensasi secara parsial. Klik-lah tombol ini untuk mencapai halaman Pressure Profile. Aliran uap keluar dari condenser diberi nama OvhdVap. 6. Sementara itu beban condenser didefinisikan sebagai CondDuty. Tekanan di condenser adalah 15 psia sehingga pada bagian Condenser Pressure diisikan 15 psia. 7. 10. 37 . 8. Aliran masuk kolom distilasi merupakan aliran keluaran reaktor. kolom distilasi memiliki 10 tahap dan umpan masuk pada tahap ke-5. Pada tutorial ini.

Secara umum. Pada menu Design. spesifikasi default ketiga yaitu laju alir cair distilat tidak digunakan. Klik tombol Next untuk mencapai halaman Optional Estimates. Pada tutorial ini.HYSYS PROCESS SIMULATION SOFTWARE TRAINING 11. Pada bagian Vapor Rate. Sementara. 38 . 12. pilih halaman Monitor. 13. masukkan 0 lbmole/hr. Klik tombol Done dan tampilan properti kolom akan muncul. Selanjutnya anda akan menspesifikasikan kemurnian glikol yang diinginkan. HYSYS memiliki tiga spesifikasi default . berikan nilai 1. Pada bagian Reflux Ratio. tidak ada estimasi yang diberikan. Laju alir uap distilat dan rasio refluks akan digunakan sebagai spesifikasi yang aktif.

ketik H2O fraction. anda akan menspesifikasikan bahwa fraksi mol air pada aliran produk adalah 0. Pada menu Design. 39 . pilih reboiler. Pada sel Name. 3. 1. 2.005 (0. sehingga DOF menjadi 1 yang artinya dibutuhkan data spesifikasi aktif yang lain sehingga DOFnya menjadi nol kembali. 6. 4. pilih halaman Specs. klik tombol Add sehingga tampilan Add Specs. Pilih Column Component Fraction. Pada sel Stage. Menambahkan spesifikasi kolom DOF kolom saat ini adalah nol yang menindikasikan bahwa kolom siap untuk disimulasikan. lalu klik tombol Add Spec(s) hingga muncul tampilan Comp Frac Spec seperti berikut: 5. Pada contoh ini. Pada bagian Column Specification.5%). Non-aktifkan cekbox Active pada laju alir distilat.HYSYS PROCESS SIMULATION SOFTWARE TRAINING Monitor akan menampilkan status kolom yang akan dihitung.

ketik 0. 11. Spesifikasi baru muncul pada list spesifikasi.005 yaitu nilai fraksi mol H2O pada produk bawah. Klik tombol Run untuk memulai kalkulasi. Pada daftar komponen. pilih H2O. Pada sel Spec Value. 10. Klik tombol Group Active untuk membawa spesifikasi baru ini ke bagian atas list secara langsung bersama dengan spesifikasi aktif yang lain.HYSYS PROCESS SIMULATION SOFTWARE TRAINING 7. Menjalankan simulasi kolom distilasi 1. Kembali pada halaman Monitor dimana spesifikasi baru muncul pada bagian bawwah list spesifikasi. 40 . Tutup tampilan ini untuk kembali pada tampilan properti kolom. 9. 8.

menampilkan PFD sub-flowsheet kolom dengan meng-klik ikon PFD. Kurva profil tekanan dan laju alir dapat dilihat dengan meng-klik tombol Press atau Flows.menampilkan kertas kerja sub-flowsheet kolom dengan meng-klik ikon Workbook. . 3. Saat masuk pada tampilan column environment. klik menu Performance dan pilih halaman Column Profile.Akses properti bagian dalam kolom distilasi dengan meng-klik ikon Column Runner Tampilan sub-flowsheet kolom adalah sebagai berikut : 41 . Klik tombol Column Environment.HYSYS PROCESS SIMULATION SOFTWARE TRAINING Tampak bahwa kurva profil temperatur muncul di pojok kanan atas. . Untuk menampilkan profile kolom secara detail. Menampilkan sub-flowsheet kolom distilasi 1. anda dapat melalukan hal-hal sebagai berikut : .

Buka PFD flowsheet utama dan pilih Auto Position All pada menu PFD. Setelah selesai menampillkan column environment. 42 .HYSYS PROCESS SIMULATION SOFTWARE TRAINING 2. kembali pada flowsheet utama dengan meng-klik ikon Enter Parent Simulation Environment. 3.

pilih Find Object Double-klik di setiap ruang kosong pada desktop HYSYS. Klik ikon Object Navigator. lakukan salah satu aksi sebagai berikut : Tekan F3 Dari menu flowsheet. Tampilan navigator object adalah sebagai berikut : Menggunakan buku data (databook) 43 . Aliran bahan dan komposisi akan tampak sebagai berikut : Menggunakan navigator objek Untuk membuka navigator.HYSYS PROCESS SIMULATION SOFTWARE TRAINING MENAMPILKAN HASIL 1. Klik ikon Workbook untuk mengakses hasil perhitungan flowsheet utama.

3. Pada menu Variables. lakukan salah satu aksi sebagai berikut : . Pada daftar object. Variabel-variabel yang ada untuk reaktor akan muncul di daftar variabel. klik tombol Insert hingga muncul navigator variabel. pilih Reaktor. lalu klik tombol OK. Pada bagian Object Filter. efek dari temperatur reaktor terhadap beban pendinginan reaktor dan produksi propilen glikol akan dianalisa. 5. 6. Pada tutorial ini. Sebelum mengakses databook. 2. 1. Variabel ini akan muncul di dalam databook. pilih Databook. pilih Vessel Temperature dan muncul Variable Description. tutup navigator object dan tampilan-tampilan properti lain yang dibuka melalui navigator object. 7.HYSYS PROCESS SIMULATION SOFTWARE TRAINING HYSYS memberikan cara yang nyaman untuk mengevaluasi flowsheet lebuh detail. Untuk membuka databook. Tampilannya adalah sebagai berikut : Tugas pertama adalah menambahkan variabel kunci pada databook. pada bagian Variable Description. Pada daftar variabel.Dari mnenu Tools.Tekan CTRL D . 44 . Isikan dengan Reactor Temp. 4. pilih UnitOps. Databook dapat digunakan untuk untuk memonitor variabel kunci pada berbagao skenario proses dan menampilkan hasilnya baik dalam format tabel maupun grafik.

9. beri nama dengan Glycol Production lalu klik tombol Add. pilih Streams. 10. 45 . klik tombol Insert dan akan muncul navigator variables. yaitu produksi propilen glikol. 14. Klik menu Process Data Tables. Gantilah nama ini dengan Key Variables. pilih Coolant di daftar object. HYSYS akan membuat tabel nama ProcData1 (default). Tampilan lengkap variabel yang telah didefinisikan adalah sebagai berikut : 15. 11. pilih Glycol pada daftar object. 13. pilih Liq Vol Flow@std Cond.HYSYS PROCESS SIMULATION SOFTWARE TRAINING 8. lalu klik tombol Add.. Untuk menambahkan variabel selanjutnya. Sementara pada daftar variabel. beri nama dengan Cooling Duty lalu klik tombol Add. Untuk variabel berikutnya. 12. Pada bagian Variable Description. Klik tombol Close untuk kembali pada tampilan databook. Pada bagian Variable Description. Pada daftar object. Pada bagian Object Filter.

Tabel ini akan diakses kembali nanti untuk mendemonstrasikan bagaimana hasil perhitungan terbaru ketika anda melakukan perubahan-perubahan parameter pada flowsheet. 19. 17.. Klik menu Data Recorder pada databook. Aktifkan masing-masing variabel kunci dengan cara meng-klik cekbox (√) yang tersedia. Minimize tampilan tabel di atas.HYSYS PROCESS SIMULATION SOFTWARE TRAINING 16. Klik tombol View untuk menampilkan tabel data yang baru. anda akan merekam/mencatat angka sebelum dilakukan perubahan dari variabel-variabel kunci di atas. 46 . Sebelum melakukan perubahan pada flowsheet. 18.

Klik ikon Object Navigator pada Toolbar. pilih tombol Stream. Tampilan properti aliran ini akan muncul. aktifkan masing-masing variabel dengan meng-klik cekbox pada kolom include. 20. 25. Pada bagian Filter. Pada bagian Data Recorder Data Section. Susunlah agar tampilan Key Variables Data dan property aliran Reactor Prods tampak bersamaan seperti berikut ini. Pada bagian Available Scenarios. 22. sebelumnya anda membuat sebuah scenario yang mengandung satu atau lebih variabel kunci. Pada bagian Available Display. HYSYS akan menciptakan scenario dengan nama default Scenario-1. Pada daftar aliran. Pastikan bahwa anda berada pada menu Worksheet. Sekarang anda dapat melakukan perubahan pada flowsheet dan nilai variabel di atas akan tercatat sebagai nilai permanent kecuali anda memilih untuk menghapusnya.HYSYS PROCESS SIMULATION SOFTWARE TRAINING Ketika menggunakan Data Recorder. 47 . Tampilan Data Recorder akan muncul dengan nilai variabel pada saat ini. 24. halaman Conditions pada tampilan properti ini. klik tombol Add. 27. lalu klik OK. 26. pilih Reactor Prods lalu klik tombol View. pilih tombol Table lalu klik tombol View. Beri nama catatan tersebut dengan Base Case. 21. 23. lalu catat variabel tersebut pada keadaan sebelum dilakukan perubahan. Klik tombol Record untuk mencatat nilai variabel kunci pada keadaan saat ini sehingga tampilan The New Solved State muncul.

Hasil terbaru adalah sebagai berikut : o o o Sebagai dampak dari perubahan. Klik tombol Record. beban pendinginan berkurang dan produksi glikol meningkat. Variabel kunci akan dicek pada temperatur 180 F. 48 . 31. Pada tampilan Reactor Prods. 28. ubahlah sel temperatur menjadi 180 F. Tutup tampilan properti Reactor Prods dan kembali pada Databook. Pada bagian Available Display. 32. Sekarang anda dapat mencatat hasil variabel kunci pada kondisi yang baru. Klik menu Data Recorder pada Databook.HYSYS PROCESS SIMULATION SOFTWARE TRAINING Saat ini temperatur reaktor adalah 140 F. HYSYS akan menghitung kembali flowsheet ini secara otomatis. 30. 29. Berikan nama 180F Reactor pada tampilan The New Sloved State lalu klik OK. klik tombol View hingga muncul tampilan Data Recorder yang menampilkan hasil terbaru dari variabel kunci.

HYSYS PROCESS SIMULATION SOFTWARE TRAINING 49 .

Independent variables akan divariasikan pada nilai-nilai tertentu tergantung pada rentang nilai yang anda spesifikasikan (low and high bound).HYSYS PROCESS SIMULATION SOFTWARE TRAINING MENGGUNAKAN CASE STUDY Menu ini digunakan untuk memonitor respons steady state dari perubahan suatu variabel kunci ( independent variable) terhadap variabel-variabel lainnya (dependent variable). Beri nama Reactor Prods Temp Effect pada bagian Current Case Study. Sedangkan dependent variable adalah beban pendinginan dan laju alir Glycol. 3. yang bertindak sebagai independent variable adalah temperatur keluaran reaktor (Reactor Prods). 50 . Buka tampilan Databook dan pastikan bahwa variabel-variabel di atas sudah terdapat dalam bagian Available Data Entries di menu Variables. Klik tombol Add pada bagian Available Case Studies. 1. masukkan variabel tersebut dengan mengklik tombol Insert. Jika belum. Tampilan menu Variables di atas telah memuat 3 varibel yang akan didefinisikan pada case study ini. Klik Reactor Prods – Temperature sebagai Independent Variable dan Cooling Duty serta Glycol Production sebagai Dependent Variable. Sedangkan dependent variable akan dihitung berdasarkan variasi nilai dari independent variable. 2. Pada kasus ini. Hasil dari kalkulasi ini dapat ditampilkan dalam bentuk grafik atau tabel. Rentang temperatur keluaran reaktor yang hendak dievaluasi o adalah 75 – 135 F. Buka menu Case Studies. Contoh case study Anda diminta untuk menampilkan grafik pengaruh temperatur keluaran reaktor terhadap beban pendinginan ( cooling duty) dan produksi glikol (masih pada file tutorial-1).

isikan o o low bound 75 F. Klik tombol View sehingga muncul tampilan Case Study Setup. tampilan menu Display Propeties menjadi sebagai berikut : 51 . Setelah selesai melakukan perhitungan. Pada menu Independent Variables Setup. pilih Graph untuk menampilkan hasil dalam bentuk grafik.HYSYS PROCESS SIMULATION SOFTWARE TRAINING 4. Klik tombol Start dan biarkan HYSYS menghitung setiap step dari rentang temperatur Reactor Prods yang sudah dispesifikasikan. Sedangkan pada menu Display Properties. high bound 135 F dan step size 10. 5. 6.

HYSYS PROCESS SIMULATION SOFTWARE TRAINING 7. Jika high bound dirubah hingga 210 F. Klik tombol Result untuk menampilkan hasil. maka akan tampak grafik sebagai berikut : o 52 . Pilih Table untuk menampilkan dalam bentuk tabel. Grafik pengaruh temparatur keluaran reaktor terhadap beban pendinginan dan produksi glikol adalah sebagai berikut : 8.

HYSYS PROCESS SIMULATION SOFTWARE TRAINING 53 .

Combustor dibagi menjadi dua reaktor. Gas yang alam yang telah dihilangkan sulfurnya (desulfurized) sebagai sumber hydrogen mengalami proses reformasi pada model reaktor konversi (reformer) dengan penambahan uap. yakni model reaktor kesetimbangan (equilibrium reactor) dan model reaktor konvesi (conversion reactor). PAda dua reaktor terakhir adalah water gas-shift reaction dengan resaksi : CO + H2O ↔ CO2 + H2 Laju alir umpan seperti pada tabel sebagai berikut : Nama aliran Temperature (oF) Tekanan (psia) Laju alir molar (lbmole/hr) Komposisi (fraksi mol) CH4 H2O CO CO2 H2 N2 O2 Natural Gas 700 500 200 1 0 0 0 0 0 0 Reformer Steam 475 520 0 1 0 0 0 0 0 Air 60 200** 0 0 0 0 0 0. Reaksi pembakaran yang berlangsung adalah sebagai berikut : CH4 + 2O2  CO2 + 2H2O konversi = 100% Penambahan uap memiliki dua tujuan. yaitu untuk mempertahankan temperatur reaktor dan memastikan bahwa metana berlebih dari gas alam dapat terkonsumsi.21 Combustion Steam 475 300** 0 1 0 0 0 0 0 54 . Oksigen dari udara akan terkonsumsi pada reaksi pembakaran sedangkan nitrogen inert akan mengalir terus ke dalam sistem. Namun pada model simulasi ini memerlukan lima reaktor karena reaksi kesetimbangan dan reaksi konversi tidak bisa ditempatkan pada satu model reaktor. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut : CH4 + H2O  CO + 3H2 konversi = 40% CH4 + 2H2O  CO2 + 4H2 konversi = 30% Udara (sebagai suber nitrogen) ditambahkan pada reaktor kedua dengan laju alir yang diatur sehingga rasio hydrogen : nitrogen pada gas sintesis sebesar 3:1.79 0.HYSYS PROCESS SIMULATION SOFTWARE TRAINING PRODUKSI GAS SINTESIS DESKRIPSI PROSES Pada proses pembuatan gas sintesis dibutuhkan empat buah reaktor.

Tentukan fluid package. Component (stoich. yaitu model conversion reactor. reaction set. 2. Component (stoich. Combustor. dan komponen-komponen yang terlibat. Basis Comments Reaction view Menu Library methane (-1) oxygen (-2) CO2 (1) water (2) Base component Methane Rxn phase Vapor phase Conversion 100% CH4 + 2O2 → CO2 + 2H2O Type Equilibrium pada sel ini ……. Coeff) Conversion masukkan ……. Component (stoich. Basis Comments Reaction view Menu Stoichiometry methane (-1) water (-1) CO (1) Hydrogen (3) Base component Methane Rxn phase Vapor phase Conversion 40% CH4 + H2O → CO + 3H2 Type pada sel ini ……. Coeff) Conversion masukkan ……. Shift Reactors. masukkan ……. yaitu model conversion reactor dimana metana bereaksi dengan uap air menjadi hydrogen karbonmonoksida. dan karbondioksida. Coeff) Conversion masukkan ……. yaitu dua seri model equilibrium reactor. Basis Comments Reaction view Menu Stoichiometry Methane (-1) water (-2) CO2 (1) Hydrogen (3) Base component Methane Rxn phase Vapor phase Conversion 30% CH4 + 2H2O → CO2 + 4H2 Type pada sel ini …….HYSYS PROCESS SIMULATION SOFTWARE TRAINING Langkah-langkah simulasi 1. CO + H2O ↔ CO2 + H2 55 . Reactions Pada kasus ini melibatkan empat buah reaksi sebagai berikut : Reaction view Menu Stoichiometry Type pada sel ini ……. Lakukan simulasi steady state dengan unit-unit operasi kunci sebagai berikut : Reformer.

dan rxn-3 : rxn-4 Design (parameters) Worksheet (condition) Reactions (Results) Comments COMBUSTOR Menu (halaman) Design (connection) pada sel ini …… Feeds masukkan ……. Natural Gas Reformer steam Vapor outlet Combustor feed Liquid outlet Reformer liq.HYSYS PROCESS SIMULATION SOFTWARE TRAINING Reaction Sets Buatlah tiga set reaksi meliputi : Reformer rxn set Combustor rxn set Shift rxn set REFORMER Menu (halaman) Design (connection) Feeds pada sel ini …… masukkan ……. Combustor feed Air Combustion steam Mid combustion Mid liq Combustor Rxn Set 35% 60% 100% Reactions (Results) Vapor outlet Liquid outlet Reaction set Rxn-1 conversion Rxn-2 conversion Rxn-3 conversion CH4 + H2O → CO + 3H2 Comments CH4 + 2H2O → CO2 + 4H2 CH4 + 2O2 → CO2 + 2H2O 56 . Energy Reformer Q Optional heat transfer heating o Combustor feed temperature 1700 F Reaction set Reformer rxn set CH4 + H2O → CO + 3H2 CH4 + 2H2O → CO2 + 4H2 : rxn-1 dan rxn-2 : rxn-1. rxn-2.

Sebuah metode alternatif untuk mengeset tekanan uap dan tekanan udara adalah dengan mengimpor tekanan gas alam ke spreadsheet.. Target object Target variable Source object Multiplier Offset masukkan…… Air Pressure Natural Gas 1 0 Parameters SHIFT REACTORS Pemodelan untuk ketika shift reactor adalah equilibrium reactor dimana terjadi reaksi water-gas shift. Masukkan tiga model equilibrium reactor di atas dan masukkan parameter-parameter seperti tabel di bawah ini : Combustion Shift Menu (halaman) Design (connections) Reactions (details) Comments Shift Reactor 1 Menu (halaman) Design (connections) Pada sel ini …… Masukkan ……. Feeds Shift 1 Feed Vapor oulet Shift 2 Feed Liquid outlet Shift 1 Liq.. Feeds Mid combustion Vapor oulet Shift 1 Feed Liquid outlet Mid combustion liq Reaction set Shift rxn set CO + H2O ↔ CO2 + H2 Design (parameters) Worksheet (conditions) Reactions (details) Comments pada sel ini ……. masukkan ……. Target object Target variable Source object Multiplier Offset masukkan…… Reformer stream Pressure Natural gas 1 0 Parameters SET-2 Menu Connections pada sel ini …….HYSYS PROCESS SIMULATION SOFTWARE TRAINING SET OPERATION SET operation pada kasus ini digunakan untuk menspesifikasikan tekanan uap dan aliran udara. Target object Target variable Source object Multiplier Offset masukkan…… Combustion steam Pressure Natural gas 1 0 Parameters SET-3 Menu Connections pada sel ini ……. Kopi nilai masing-masing aliran dan ekspor nilai yang terkopi ke aliran). Energy Shift 1 Q Optional Heat Transfer Cooling o Synthesis gas temperature 800 F Reaction set Shift rxn set CO + H2O ↔ CO2 + H2 57 .. SET-1 Menu Connections pada sel ini …….

target value Method Tolerance Step size Maximum iterations Masukkan…….. 58 . Seperti yang terlihat pada PFD bahwa Combustor dimodelkan oleh dua reaktor yang terpisah. maka suhu pada reaktor equilibrium (combustor shift) menjadi target pengaturan. Feature ADJUST akan digunankan untuk o memanipulasi laju alir Combustion Steam untuk mempertahankan Combustion Shift Reactor pada suhu 1700 F. Adjusted object Adjusted variable Target object Target variable Spec.1 F 50 lbmole/hr 25 Parameters Klik tombol Start untuk memulai pengaturan. laju alir steam menuju reaktor tersebut harus dikendalikan. Combustion Steam Molar flow Combustor Shift Vessel Temp o 1700 F Secant o 0..HYSYS PROCESS SIMULATION SOFTWARE TRAINING Shift Reactor 2 Menu (halaman) Design (connections) pada sel ini ……. masukkan ……. Menu Connections pada sel……. Design (parameters) Worksheet (conditions) Reactions (details) Comments Feeds Shift 2 Feed Vapor oulet Synthesis gas Liquid outlet Shift 2 Liq Energy Shift 2 Q Optional Heat Transfer Cooling o Synthesis gas temperature 750 F Reaction set Shift rxn set CO + H2O ↔ CO2 + H2 ADJUST OPERATION Laju alir steam Untuk mengontrol suhu reaktor pembakaran.

68 lbmole/hr 20 Klik tombol Start untuk memulai pengaturan. Diperlukan juga untuk membuat „dummy steam‟ untuk mengekspor rasio yang dibuat pada spreadsheet. Nomor sel yang muncul pada menu Connections adalah nilai yang diekspor.005 lbmole/hr 39. Gas sintesis harus memiliki perbandingan H2:N2 sebesar 3:1. Rasio akan dihitung menggunakan format berikut : +‟sel yang mengandung lajualir H2‟/‟sel yang mengandung laju alir N2‟ Masukkan nama variabel pada menu Parameters di sel B4 dengan H2:N2 Ratio. Untuk mengekspor rasio. HASIL Neraca Massa Komposisi aliran 59 . Air Molar Flow Sprdsht-1 Cell (molar flow of dummy steam) 3. Adjusted object Target variable Spec. anda memerlukan perhitungan rasio pada feature spreadsheet dan gunakan ADJUST.HYSYS PROCESS SIMULATION SOFTWARE TRAINING Laju alir udara Untuk mengontrol perbandingan molar H2:N2 pada gas sintesis.05 Secant 0. buatlah nama SSRatio dan masukkan variable-variabel berikut : Synthesis Gas Comp Molar Flow of Hydrogen Synthesis Gas Comp Molar Flow of Nitrogen Sel pada spreadsheet (B4) digunakan untuk menghitung rasio H2:N2. tekan tombol Add Export dan pilih tujuan variabel yang diekspor. target value Parameters Method Tolerance Step size Maximun iterations masukkan……. Pada spreadsheet. Sekarang anda dapat mengatur laju alir udara sebagai berikut : Menu Connections pada sel……. pada menu Connections di tampilan spreadsheet. Buatlah aliran dengan nama Dummy Steam and ekspor rasio ke laju alir molar di Dummy Steam.

HYSYS PROCESS SIMULATION SOFTWARE TRAINING Energi 60 .

Simulasi ini mengandung dua kolom. Stripper beroperasi selayaknya Reboiled Absorber dengan 94 tahap teoritis. yaitu : 1.6 Ada dua langkah dasar pada simulasi ini. 61 . SETUP .HYSYS PROCESS SIMULATION SOFTWARE TRAINING STUDI KASUS …. Aliran Umpan (Feed) . PROPYLENE – PROPANE SPLITTER Splitter ini memiliki banyak tahap dan sering dibuat sebagai dua kolom terpisah. yaitu propane dan propena . Propana keluar melalui Stripper bottom (95%) dan propilen/propena keluar melalui Top rectifier (99%). Setup  Property package = Soave Redlich Kwong (SRK) Components = propane dan propene 2. yaitu Stripper dan Rectifier. Steady State Simulation  Kasus ini akan melibatkan sebuah kolom yang dibagi menjadi 2 seksi yaitu seksi stripper dan seksi rectifier. Sementara Rectifier beroperasi selayaknya Refluxed Absorber dengan 89 tahap teoritis.4 * Comp Mole Frac (propena) : 0. yaitu aliran umpan (feed) dan aliran bottom dari Rectifier.pilih Property Package .. Stripper memiliki dua aliran umpan. Aliran umpan (FEED) adalah sebagai berikut : * Vapour frac :1 * Pressure (psia) : 300 * Molar flow (lbmole/hr) : 1350 * Comp Mole Frac (propane) : 0.Masukkan aliran umpan di atas pada Main Simulation Environment.pilih komponen. yaitu Soave Redlich Kwong (SRK) STEADY STATE SIMULATION Digunakan Custom Column dimana kedua seksi ini akan dibuat pada satu kolom saja.

Laju alir distilat pada seksi Rectifier (Propene) = 775 lbmole/hr 2. .Klik tombol Add pada halaman Monitor menu Design. Name : Condenser Inlets : To Condenser Distillate : Propene Reflux : Reflux Energy : Condenser Duty MEMASUKKAN SPESIFIKASI Dua spesifikasi dibutuhkan pada kolom ini.Double-klik ikon tersebut dan muncul tampilan Tray Section Property.Double-klik ikon tersebut dan masukkan informasi-informasi di bawah ini pada tampilan Reboiler Property. Name : Rectifier Liquid Inlet : Reflux Vapour Inlet : To Rectifier Vapour Outlet : To Condenser Liquid Outlet : Rectifier Out Jumlah tahap : 89 Tekanan di tray 1 : 280 psia Tekanan di tray 89 : 290 psia . STRIPPER/REBOILED ABSORBER Instal Tray Section .Buka tampilan tray section property dan masukkan informasi/parameter-parameter berikut ini. 62 .Klik ikon Tray Section pada object palette dan tempatkan pada PFD. yaitu : 1. Double-klik kolom pada PFD untuk membuka tampilan kolom. Reflux ratio pada seksi Rectifier = 16 Menambahkan spesifikasi laju alir distilat . .Buka tampilannya dan masukkan informasi-informasi berikut ini.Tutup tampilan Tray Section. . Reboiler.Klik ikon Reboiler pada object palette dan tempatkan pada PFD. Ikon ini akan digunakan untuk membangun dua kolom dalam satu lingkungan kolom. Tray Section pertama dan Condenser akan berfungsi sebagai Rectifier (Refluxed Absorber). Instal Reboiler .Pada bagian Inlet Streams. Pada contoh ini.Klik ikon Tray Section pada object palette dan tempatkan pada PFD. .1. Name : Reboiler Boilup : Boiled Up Inlets : To Reboiler Bottom Outlet : Propane Energy : Reboiler Duty RECTIFIER/REFLUXED ABSORBER Instal Tray Section .Klik tombol Starting with a Blank Flowsheet. . dan dua Tray Section.Klik ikon Total Condenser pada object palette. Tray Section berikutnya dan Reboiler akan berfungsi sebagai Stripper (Reboiled Absorber).HYSYS PROCESS SIMULATION SOFTWARE TRAINING Instal Kolom . masukkan aliran umpan (Feed) sebagai External Feed Stream yang membuat aliran ini dapat diakses. Name : Stripper Liquid Inlet : Rectifier Out Vapour Inlet : Boiled Up Vapour Outlet : To Rectifier Liquid Outlet : To Reboiler Optional Feed Streams : Feed (stage 47) Jumlah tahap : 94 Tekanan di tray 1 : 290 psia Tekanan di tray 2 : 300 psia . . anda membutuhkan Total Condenser. Instal Total Condenser . .Klik ikon Custom Column pada Object Palette. Produk atas Stripper merupakan umpan Rectifier sedangkan produk bawah Rectifier merupakan umpan Stripper yang masuk pada tahap . Isikan informasi-informasi berikut ini pada tampilan tersebut.Klik menu Flowsheet dan buka halaman Setup.Tutup tampilan Tray Section.

yaitu Column Draw Rate.HYSYS PROCESS SIMULATION SOFTWARE TRAINING . Beri nama spek ini Propene dan masukkan nilai 775 lbmole/hr Menambahkan spesifikasi reflux ratio .Klik tombol Add pada halaman Specs menu Design. . HASIL Hasil simulasi adalah sebagai berikut : Aliran Bahan 63 .Pilih tipe spesifikasi yang diinginkan. yaitu Column Reflux Ratio.Pilih tipe spesifikasi yang diinginkan. Beri nama spek ini Reflux Ratio dan masukkan nilai 16.

74% (dari 99% yang diinginkan).12% (dari 95% yang diinginkan) dan kemurnian propena = 98.HYSYS PROCESS SIMULATION SOFTWARE TRAINING Komposisi Aliran Aliran Energi Pada aliran komposisi terlihat bahwa kemurnian propane = 92. 64 . Usulkan alternarif perubahan spesifikasi yang dapat diusulkan untuk mendapatkan nilai seperti yang diinginkan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful